Yuk! Liburan ke Pulau Paling Kaya Oksigen Bareng detikcom



Sumenep

Halo, d’Travelers, detikcom mengajak kamu untuk menjelajahi keindahan Sumenep, Jawa Timur gratis, tis! Kami mencari beberapa orang traveler yang akan menemani detikTravel menjelajahi Sumenep pada bulan September.

detikcom akan mengajak kamu menjelajahi pulau di Kabupaten Sumenep yang terkenal kaya dengan oksigennya yang bikin penduduknya panjang umur yaitu Gili Iyang.

Gili Iyang merupakan salah satu kawasan di Indonesia dengan penduduk yang panjang umur. Dijuluki pulau oksigen dan pulau awet muda.


Penelitian dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yakni pada 2005. Ada 17 tempat dalam penelitian selama 7 bulan itu. Hasilnya, kadar oksigen di Gili Iyang di atas rata-rata.

Selain berkelana ke Gili Iyang, detikcom akan diajak menelusuri sejarah di Keraton Sumenep, dan pastinya diajak untuk menikmati aneka kuliner enak di Sumenep, Jawa Timur.

Agar bisa jalan-jalan gratis ke Sumenep ini, pastikan d’Traveler memenuhi syarat dan ketentuan sebagai berikut:

– d’Traveler mengirim cerita perjalanan yang pernah kamu ikuti di link ini.

– Log in ke akun kamu menggunakan akun MPC kamu. Jika belum punya akun MPC, silakan membuat akun MPC terlebih dulu.

– Mulai menulis artikel perjalanan kamu, sertakan foto pelengkap artikel liburanmu, dan jangan lupa memilih tema Dream Destination.

– Tulisan yang paling menarik akan mendapatkan hadiah paket liburan keliling Sumenep, Jawa Timur plus akomodasi lengkap.

– Program ini berlaku pada 14 Agustus-8 September

– Perjalanan ke Sumenep pada 15-17 September 2024.

– Partisipan wajib menuliskan harapan atau rencana yang ingin dilakukan jika d’Traveler terpilih jalan-jalan ke Sumenep

Yuk, liburan ke Sumenep, cerita perjalanan detikers kami tunggu!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

8 Wisata di Pantai Indah Kapuk (PIK) yang Wajib Dikunjungi


Jakarta

Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) menjadi salah satu tujuan favorit warga Jakarta dan sekitarnya ketika akhir pekan atau saat long weekend. Sebab, ada banyak tempat seru dan menarik yang wajib dikunjungi.

Selain itu, semua yang detikers butuhkan saat di PIK tersedia lengkap, mulai dari makanan berat, camilan lezat, minuman segar, kopi yang nikmat, hingga pemandangan pantai yang mengagumkan. Maka jangan heran kalau PIK selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Kalau kamu baru pertama kali PIK, tentu akan bingung harus pergi ke mana karena areanya cukup luas. Biar nggak bingung, simak rekomendasi tempat wisata di Pantai Indah Kapuk dalam artikel ini.


Wisata di Pantai Indah Kapuk

Kalau mau ke PIK, disarankan datang saat pagi atau sore menjelang malam. Sebab, cuacanya tidak begitu panas sehingga kamu bisa leluasa jalan-jalan ke berbagai tempat.

Dirangkum dari catatan detikTravel, berikut sejumlah wisata di PIK yang wajib dikunjungi:

1. Pantjoran PIK

Pantjoran Chinatown di Golf Island, PIK.Pantjoran PIK (Ilham Satria Fikriansyah/detikcom)

Destinasi yang pertama adalah Pantjoran PIK. Berlokasi di Golf Island, tempat yang satu ini wajib dikunjungi karena mengusung konsep chinatown.

Daya tarik utama dari Pantjoran PIK adalah bangunan pagoda berwarna merah yang disebut paling tinggi di Jakarta. Maka jangan heran kalau banyak pengunjung yang berfoto dengan latar pagoda.

Selain itu, kamu wajib mencicipi berbagai kuliner lezat di sini, mulai dari Cakuw Ko Atek, Bakso Goreng Soekajadi, Bakmi Gang Kelinci, Es Pluit Acen, hingga Roti Srikaya Ajong. Namun, perlu diingat ada beberapa tempat makanan yang halal dan non-halal, jadi sebaiknya tanyakan terlebih dahulu.

2. Cove at Batavia

Sejumlah warga menikmati kawasan Cove at Batavia PIK, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Jumat (28/10/2022).Cove at Batavia (Pradita Utama/detikcom)

Tak jauh dari kawasan Pantjoran PIK, terdapat sebuah area yang disebut Cove at Batavia. Tempat ini banyak diisi oleh restoran, kedai kopi, hingga bar yang tren di kalangan anak muda.

Daya tarik utama dari Cove at Batavia adalah lokasinya yang persis di pinggir laut. Jadi, kamu bisa menikmati makanan yang lezat sambil bersantai melihat birunya air laut.

3. Batavia PIK

Grand Launching tempat wisata besutan Amantara, subsidiari Agung Sedayu Group dan Salim Group tersebut dihelat dengan Pergelaran Remaja JakartaBatavia PIK (Sukma Nur/detikcom)

Bergeser ke sebelahnya, travelers akan memasuki kawasan Batavia PIK. Tempat yang satu ini terlihat lebih ‘wah’ lagi karena mengusung konsep ruko modern.

Di lahan seluas 3,5 hektare, saat ini Batavia PIK menjadi tempat wisata yang paling favorit dikunjungi masyarakat. Kamu akan menemukan banyak sekali tenant makanan dan minuman, bar, minimarket, coffee shop, hingga restoran.

Selain itu, kamu juga bisa menyewa sepeda listrik untuk berkeliling di pinggir laut Batavia PIK. Harga sewanya mulai dari Rp 20.000 per jam.

4. By The Sea PIK

Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk.By the Sea PIK (dok. Amantara)

By The Sea merupakan sebuah shopping district pertama di Jakarta Utara yang menghadirkan produk-produk lokal premium. Kalau travelers ingin mencari barang tertentu, cobalah mampir ke tempat ini.

Selain itu, ada juga sejumlah tenant yang menjual makanan dan minuman. Jadi, detikers tak perlu khawatir kalau perut keroncongan setelah seharian berkeliling di By The Sea.

5. Central Market PIK

Central Market Jadi Opsi Tempat Nongkrong Asyik di PIKCentral market (Amantara-Agung Sedayu Group)

Tempat yang satu ini sebenarnya merupakan mall. Lokasinya berada tepat di jantung kawasan Golf Island PIK dan terintegrasi dengan berbagai fasilitas lainnya, seperti Pantjoran PIK dan By The Sea.

Central Market PIK merupakan mall indoor-outdoor pertama di Indonesia. Ada berbagai tenant yang telah hadir di mall ini, mulai dari Grand Lucky, Sushi Tei, Sour Sally, hingga Seporsi Mie Kari.

6. La Riviera

Mau menikmati suasana ala Eropa, tapi tak ingin jauh-jauh? Coba ke La Riviera di PIK2.La Riviera (Pradita Utama/detikcom)

Rekomendasi tempat wisata di PIK selanjutnya adalah La Riviera. Lokasinya memang agak jauh dari Golf Island, sehingga harus dijangkau menggunakan kendaraan.

Tempat ini disebut juga sebagai Kota Amsterdam, karena terdapat sungai kecil yang seolah melintasi tengah kota. Kalau datang saat sore menjelang malam, travelers akan disuguhi gemerlap lampu yang indah dan seolah membawamu ke Belanda.

7. Aloha PIK

Aloha PIKAloha PIK (Dadan Kuswaraharja/detikcom)

Sebelum mampir ke La Riviera, detikers wajib mengunjungi Aloha PIK. Tempat ini merupakan food court yang diisi oleh banyak tenant makanan, minuman, kedai kopi, camilan, hingga bar.

Mengusung konsep ala Hawaii, pengunjung yang datang ke sini akan disuguhkan pemandangan laut dan pasir putih. Sayangnya, pengunjung tidak diizinkan untuk bermain di pantai pasir putih.

Tapi jangan sedih, karena ada banyak makanan dan jajanan enak di Aloha PIK. Biasanya, saat weekend ada live music yang akan menghibur pengunjung sambil menyantap makanan.

8. Land’s End PIK

Land's End PIK, salah satu tempat yang ramai dikunjungi.Land’s End PIK (Ilham Satria Fikriansyah/detikcom)

Satu lagi tempat wisata di PIK yang wajib didatangi, yaitu Land’s End. Lokasinya tidak jauh dari Aloha PIK, jadi bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Kalau travelers ingin bermain di pasir putih, Land’s End adalah tempat yang pas. Sebab, pantai pasir putihnya dibuka untuk umum dan pengunjung bisa duduk santai sambil menikmati pemandangan laut.

Kalau lapar, ada sejumlah restoran dan coffee shop di Land’s End. Meski sama-sama mengusung tempat makan dengan view laut, namun restoran di Land’s End lebih ‘premium’ daripada Aloha PIK.

Oh ya, ciri khas lain dari tempat ini yaitu terdapat mercusuar berwarna putih. Kalau malam hari, lampu mercusuar bakal menyala yang seolah aktif sebagai navigasi untuk kapal laut.

Itu dia delapan wisata di Pantai Indah Kapuk yang wajib dikunjungi. Jadi, ingin mendatangi tempat yang mana dulu nih?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya Waduk Cacaban di Tegal, Bisa Foto Berlatar Bukit Teletubbies


Jakarta

Wisata Waduk Cacaban menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Tegal selain Guci dan Pantai Purwahamba Indah. Cacaban menawarkan keindahan pemandangan bentangan air dengan latar perbukitan dan pulau-pulau kecil di tengahnya.

Destinasi ini sempat ditutup pada tahun 2020 karena adanya pekerjaan remedial bendungan dan penataan kawasan seluas 5,5 hektar dari PUPR, tapi dibuka kembali pada 2022. Lantas, aktivitas menarik apa saja yang bisa dilakukan di waduk ini?

Sekilas Mengenai Waduk Cacaban

Menurut repository Unissula, pembangunan Waduk Cacaban digagas sejak tahun 1914 dan perencanaan detailnya dibuat pada tahun 1930 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Kemudian, waduk ini baru diresmikan pada tahun 1952 oleh Presiden Soekarno.


Sebenarnya, fungsi dari Waduk Cacaban adalah mengairi sawah-sawah di sekitarnya, namun sekaligus difungsikan sebagai objek wisata. Menariknya, waduk ini dilatari pemandangan hutan dengan panorama yang indah dengan Daerah Aliran Sungai yang memanjang dari sungai ke waduk Cacaban.

Aktivitas Menarik di Waduk Cacaban

Bagi traveler pecinta wisata alam, Waduk Cacaban dapat menjadi tujuan yang menarik. Berikut di antaranya.

1. Naik Perahu Wisata

Wisatawan bisa menaiki perahu wisata untuk mengelilingi waduk. Menurut salah satu laman agen travel, saat menaiki perahu, wisatawan akan menyaksikan hutan alami dan savana dari dekat. Tentunya sambil merasakan hembusan angin danau yang menyejukkan.

2. Berfoto di Bukit Teletubbies

Ada perbukitan savana yang dikenal sebagai bukit Teletubbies di sekitar waduk Cacaban. Saat kemarau, rerumputan akan tampak mengering kuning kecoklatan.

Perairan danau yang hijau dan savana berpadu dengan indah. Wisatawan bisa mengunjungi bukit ini dengan perahu.

3. Jogging

Waduk Cacaban punya area yang cukup luas. Menurut laman Instagram Waduk Cacaban, tersedia jalur trek untuk wisatawan yang mau jogging sambil menikmati keindahan waduk dan suasana yang asri.

4. Menikmati Aneka Kuliner

Waduk ini dilengkapi dengan pujasera yang terdiri dari puluhan kios, sehingga wisatawan yang datang tak perlu bingung mencari tempat makan. Salah satu kuliner khasnya adalah olahan ikan air tawarnya.

Fasiltas Waduk Cacaban

Fasilitas waduk Cacaban sudah cukup lengkap. Menurut laman Pemerintah Kabupaten Tegal, berikut di antaranya:

  • Gardu panjang atas
  • Mushola
  • Playground
  • Dermaga apung
  • Jogging track
  • Wisata hutan
  • Perahu wisata

Harga Tiket Waduk Cacaban

Berikut harga tiket Waduk Cacaban untuk wisatawan di hari Senin-Jumat dan Sabtu-Minggu, serta parkir dan naik perahu:

  • Tiket masuk Senin-Jumat: Rp 4.000
  • Tiket masuk Sabtu-Minggu: Rp 5.000
  • Parkir: Motor Rp 3.000, mobil Rp 5.000
  • Wahana wisata perahu: Rp 15.000

Lokasi dan Jam Operasional Waduk Cababan

Waduk Cacaban berada di Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal. Jam operasionalnya mulai dari pukul 06.00-21.00 WIB.

Itulah informasi mengenai Waduk Cacaban di Tegal. Sebelum berkunjung update dulu ya mengenai informasi terkait layanan wisata ini, seperti harga tiket masuk dan lainnya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Harga Tiket, Aktivitas Seru, dan Jam Buka


Jakarta

Tangerang Selatan atau kerap disingkat Tangsel memiliki sejumlah tempat seru yang wajib dikunjungi, salah satunya adalah Bremgra Indoor Climbing. Berbeda dengan tempat wisata lainnya, di sini kamu bisa olahraga sambil seru-seruan, lho.

Salah satu daya tarik utama dari Bremgra Indoor Climbing yaitu terdapat area panjat dinding atau wall climbing. Sesuai nama tempatnya, area panjat dindingnya berada di dalam ruangan (indoor), sehingga tak perlu takut kepanasan atau kehujanan.

Selain panjat dinding, ada sejumlah aktivitas seru lainnya yang bisa kamu coba selama berkunjung ke Bremgra Indoor Climbing. Penasaran? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Beragam Aktivitas Seru di Bremgra Indoor Climbing

Bremgra Indoor Climbing, salah satu tempat panjat dinding indoor di Serpong.Foto: (dok. Instagram @bremgra.id)

Ada berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di Bremgra Indoor Climbing, salah satunya yang wajib dicoba adalah panjat dinding. Area climbing di Bremgra terbagi ke dalam dua jenis, yakni wall climbing gym dan fun wall.

Wall climbing gym lebih diutamakan bagi travelers yang ingin serius melakukan panjat dinding. Area ini bisa dibilang cocok untuk yang “pro” dalam hal wall climbing.

Kalau kamu baru pertama kali mencoba panjat dinding dan ingin seru-seruan saja, disarankan untuk mencoba area fun wall. Jangan anggap sepele, sebab ada berbagai rintangan seru ketika memanjat dinding sampai ke paling atas.

Bagi anak-anak, terdapat juga area rope course di Bremgra Indoor Climbing. Sedikit informasi, rope course merupakan aktivitas semacam outbound indoor yang dapat melatih fisik sekaligus menguji adrenalin.

Bremgra Indoor Climbing, salah satu tempat panjat dinding indoor di Serpong.Foto: (dok. Instagram @bremgra.id)

Di Bremgra Indoor Climbing juga terdapat area gokart indoor. Per sesinya memakan waktu sekitar enam menit. Walau terasa singkat, namun sudah cukup bagi travelers yang ingin balap mobil seru-seruan bareng teman.

Kalau perut sudah lapar, terdapat kafe di dalam Bremgra Indoor Climbing yang menyediakan berbagai makanan berat, snack, hingga kopi. Di kafe ini juga tersedia area indoor dan outdoor, jadi cocok untuk kamu yang ingin berlama-lama sambil menunggu si kecil bermain wall climbing.

Harga Tiket Bremgra Indoor Climbing

Bagi travelers yang ingin mencoba wall climbing di Bremgra, sebaiknya ketahui dulu harga tiketnya. Perlu diketahui, harga tiket untuk panjat dinding memiliki perbedaan tergantung dari jenis dan hari kedatangannya.

Mengutip akun Instagram resminya @bremgra.id, harga tiket wall climbing gym dipatok sebesar Rp 120.000 pada Senin-Jumat. Sedangkan saat akhir pekan biayanya Rp 170.000. Pengunjung diberi waktu selama dua jam untuk bermain panjat dinding.

Jika ingin mencoba fun wall, travelers dikenakan tiket sebesar Rp 100.000 saat weekday. Sementara pada Sabtu-Minggu biayanya sebesar Rp 150.000. Kamu hanya diberikan waktu selama satu jam untuk bermain di area fun wall.

Bagi detikers yang ingin seru-seruan bermain indoor gokart dikenakan tarif sebesar Rp 120.000 pada Senin-Jumat, sedangkan saat weekend sebesar Rp 170.000. Durasi permainannya sekitar enam menit.

Untuk si kecil yang ingin bermain di area rope course, harga tiketnya mulai dari Rp 70.000 saat hari biasa. Sementara di akhir pekan dikenakan tarif mulai dari Rp 120.000.

Sebagai informasi, pengunjung yang ingin mencoba wall climbing harus menggunakan sepatu khusus. Kamu bisa membawanya sendiri dari rumah atau menyewanya di Bremgra dengan tarif mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 100.000.

Lokasi dan Jam Buka Bremgra Indoor Climbing

Bremgra Indoor Climbing beralamat di Jalan Cilenggang Raya Nomor 123, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 13.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat, sedangkan di akhir pekan buka dari pukul 09.00-21.00 WIB.

Lokasinya yang berada di Serpong membuat Bremgra Indoor Climbing mudah dijangkau menggunakan mobil, sepeda motor, hingga transportasi umum dari Jakarta.

Kalau mengendarai mobil, kamu bisa melalui Jalan Tol Jakarta-Serpong agar bisa tiba lebih cepat. Dari pantauan Google Maps, waktu tempuhnya sekitar 45-60 menit. Jika naik motor akan diarahkan melalui Jalan Raya Jakarta-Bogor dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Cara lain untuk menuju Bremgra Indoor Climbing bisa menggunakan KRL Commuter Line tujuan Stasiun Tanah Abang-Rangkasbitung. Nantinya travelers turun di Stasiun Rawa Buntu, lalu dilanjutkan dengan menaiki ojek online atau angkot. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer atau 5 menit dengan berkendara.

Itu dia ulasan mengenai Bremgra Indoor Climbing mulai dari aktivitas seru, harga tiket, dan jam bukanya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

FOMO Jadi Spiderman Ala Veddriq, Cobalah Main ke Indoor Wall Climbing Ini



Jakarta

Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo meraih emas di Olimpiade 2024 Paris. Temukan tempat wall climbing di Jakarta untuk mencoba olahraga ekstrem itu!

Pencapaian itu ditorehkan atlet asal Pontianak tersebut setelah mengalahkan atlet panjat tebing asal China, Wu Peng. Tidak hanya meraih medali emas, penampilan memukau Veddriq dkk di Paris bikin warganet FOMO alias takut kehilangan momen untuk menjajal panjat dinding.

Di Jakarta terdapat beberapa tempat panjat tebing yang bisa dicoba oleh masyarakat umum. Tidak perlu khawatir, ada operator yang menyediakan peralatan dan tenaga ahli untuk mendampingi traveler yang ingin mencoba olahraga itu.


Berikut empat wall climbing yang ada di Jakarta dan sekitarnya:

1. Indo Climb FX Sudirman

Berada di FX Sudirman Mall lantai tiga, masyarakat yang ingin mencoba wall climbing bisa melakukannya di sini. Tak perlu khawatir jika tak punya segala perlengkapan untuk olahraga ekstrem ini, karena di tempat ini juga menyediakan penyewaan perlengkapannya di antaranya climbing shoes dan harness masing-masing Rp 30.000 dan chalk bag Rp 10.000.

Indo Clim FX Sudirman ini buka setiap hari, Senin hingga Jumat buka mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 10.00 sampai 09.00 WIB. Di sini juga terdapat beberapa kelas atau paket yang bisa kamu coba atau ingin mencoba hanya satu kali saja dengan harga Rp 195.000.

2. Boulder Planet Indonesia

Selain di FX Sudirman Mall untuk masyarakat yang ingin mencoba indoor wall climbing juga bisa mencobanya di Neo Soho Mall, Jakarta Barat. Terletak di lantai tiga, terdapat juga beberapa paket yang bisa dinikmati oleh masyarakat yang ingin menikmatinya.

Untuk harian atau yang pertama kali mencoba, harga yang ditawarkan dimulai dari Rp 110.000. Buka setiap hari dari jam 10.00 hingga 22.00 WIB, di sini juga terdapat penyewaan perlengkapan seperti climbing shoes Rp 30.000, harness Rp 20.000, dan chalk bag with chalk seharga Rp 20.000.

3. Climb On

Indoor climbing selanjutnya berada di lantai pertama Mall Plaza Semanggi, Jakarta Selatan. Di buka sejak 2020 tempat ini bisa beri pengalaman baru buat kamu yang ingin mengisi hari dengan aktivitas yang berbeda.

Buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB, untuk bisa menikmatinya mulai dari harga Rp 90.000 saja, adapun penyewaan perlengkapan memanjat yang disediakan di tempat ini.

Indoor climbing bisa jadi inspirasi aktivitas yang berbeda untuk mengisi waktu luang kamu, indoor climbing tersebut juga bisa dinikmati oleh semua generasi, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

4. Bremgra Indoor Climbing

Bremgra Indoor Climbing terbagi ke dalam dua jenis, yakni wall climbing gym dan fun wall. Mengutip akun Instagram resminya @bremgra.id, harga tiket wall climbing gym dipatok sebesar Rp 120.000 pada Senin-Jumat. Adapun, pada akhir pekan biayanya Rp 170.000. Pengunjung diberi waktu selama dua jam untuk bermain panjat dinding.

Jika ingin mencoba fun wall, travelers dikenakan tiket sebesar Rp 100.000 saat weekday. Sementara itu, pada Sabtu-Minggu biayanya sebesar Rp 150.000. Traveler hanya diberikan waktu selama satu jam untuk bermain di area fun wall.

Bremgra Indoor Climbing beralamat di Jalan Cilenggang Raya Nomor 123, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 13.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat, sedangkan di akhir pekan buka dari pukul 09.00-21.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Perjuangan Mencari Kuliner Halal di Toraja, Nasi Padang Jadi Jawaban



Rantepao

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk non Muslim, mencari makanan halal di Toraja jadi ‘PR’ bagi traveler beragama Islam. Tapi jangan takut, ada nasi Padang.

Ya, mencari makanan halal di Toraja memang susah-susah gampang. Namun seiring perkembangan pariwisata dan masuknya pendatang, serta kebutuhan akan makanan halal, sekarang sudah banyak tempat makan di Toraja yang menyediakan makanan halal.

Dari sekian banyak pilihan kuliner, nasi Padang jadi pilihan yang ‘aman’ bagi wisatawan. Secara rasa dan selera, nasi Padang pasti masuk ke semua kalangan.


Ada banyak tempat makan yang menjual nasi Padang di Toraja. Salah satunya adalah Rumah Makan Ranah Minang yang beralamat di Jalan Pongtiku Nomor 5 C, Rantepao, Toraja Utara.

Di rumah makan ini, sudah terkenal akan nasi Padangnya yang ‘cocok’ di lidah. Pantas jika pengunjung silih berganti mendatangi rumah makan ini.

detikTravel pun mencoba beberapa menu yang tersedia di RM Ranah Minang. Ada udang goreng, peyek ikan lure atau ikan teri, serta ikan cerede alias ikan kecil-kecil yang dimasak balado dengan potongan tempe.

Tak butuh waktu lama, makanan yang dipesan oleh detikTravel sudah terhidang di meja makan. Dari penampakannya, cukup menggiurkan.

Begitu dicoba, ternyata benar, rasa nasi Padang di rumah makan ini cocok di lidah. Perpaduan rasa asin, gurih dan pedas begitu terasa di lidah. Enak!

Untuk harga yang dibanderol, rasanya cukup sepadan dengan banyaknya porsi yang diberikan. Per porsi nasi padang dengan aneka lauk berkisar Rp 25.000 saja.

Traveler Muslim yang liburan ke Toraja bisa menjadikan nasi Padang sebagai pilihan yang ‘aman’, karena sudah pasti kehalalannya untuk dikonsumsi selama liburan. Berbekal sepiring nasi Padang, kami pun siap melanjutkan perjalanan untuk menjelajahi keindahan budaya dan alam Toraja.

Simak terus keseruannya ya!

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Oleh-oleh Bali Utara: Arak dan Gula Lontar



Jakarta

Traveler pecinta minuman beralkohol, bisa nih merasakan arak lokal di Bali Utara, tepatnya di Desa Les. Desa yang masuk ke dalam nominasi ADWI 2024 ini punya rumah penyulingan arak yang bisa kita datangi.

Dapoer Bali Moela di Desa Les bisa jadi pilihan traveler bila berkeliling Bali Utara. Tak hanya menyajikan masakan khas Bali nan otentik, namun di sini juga ada penyulingan arak Bali lho.

Beberapa waktu lalu detikcom bersama Kemenparekraf datang ke Desa Les dan melihat langsung bagaimana proses pembuatan arak dari buah lontar.


“Selamat datang di Dapoer Moela. Kami adalah restoran tradisional Bali yang menyajikan masakan Bali, terutama khas Desa Les. Di sini konsepnya rumahan dan apa yang didapat nelayan, itulah yang kami masak,” Sri, salah satu staf di Dapoer Molea, menyapa rombongan kami.

Sri pun mengajak kami menuju dapur pembuatan arak Bali. Terlihat beberapa tungku menyala mendidihkan arak-arak yang berada di dalam kuali besar. Kami juga melihat panci-panci besar yang tertutup rapat tersambung dengan bambu.

Penyulingan arak di Desa LesAir nira yang sudah difermentasi dididihkan Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Sri menjelaskan bahwa mereka memproduksi arak dari lontar.

“Pohon lontar ada dua, jantan dan betinanya. Nah keduanya sama-sama boleh diproses menjadi tuak manis maupun tuak wayah. Namun yang membedakan adalah prosesnya. Yang lontar jantan itu sudah enak rasanya, namun yang lontar betina itu lebih enak lagi rasanya. Tapi kami di sini pakai lontar jantan,” kata Sri.

Setelah air nira didapatkan, dilanjutkan dengan fermentasi dengan kayu kesambi dan cuka. Setelah seharian, air nira pun diangkat lalu dimasak hingga menjadi kental. Nah, ini adalah proses pembuat gula lontar.

“Bila ingin membuat arak, air niranya difermentasi dengan sabuk kelapa, lalu diletakkan di dalam bambu. Air nira didiamkan selama 24 jam, setelah itu barulah dimasak hingga mendidih,” kata Sri.

“Setelah buih-buihnya hilang, air niranya ditutup rapat sekali. Nah, dalam proses ini, uap nya inilah yang menjadi tetesan arak yang kita tampung di dalam botol,” ujar Sri kemudian menunjukkan botol kaca yang menampung arak dari bambu yang terhubung dengan panci.

Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

Untuk memenuhi arak sebotol, butuh waktu sekitar satu jam. Serta kadar alkohol dalam tiap botol ternyata bisa berbeda-beda lho.

“Dalam 30 liter air nira yang menjadi arak hanya 4 botol saja, atau sekitar 3 liter. Nah, dalam botol pertama (sulingan awal) kadar alkoholnya yang paling tinggi, yaitu 45%-55%. Di botol kedua kadarnya akan turun 40%-45%. Hingga nanti botol keempat kadar alkoholnya Rp 20%. Nah, setelah itu kita setop,” dia menambahkan.

Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

Sri mengatakan api dari tungku juga harus dijaga demi menjaga rasa dari arak. Butuh kesabaran dalam membuat arak yang berkualitas.

“Untuk mengetahui kadar alkohol, kita menggunakan alkohol meter. Masih manual,” ujarnya.

Bisakah arak Bali ini dibawa pulang?

Sri memaparkan bahwa arak produksi mereka juga dijual kepada tamu-tamu yang datang. Setiap turis yang datang akan diajak ke tempat penyulingan sebagai kegiatan experience.

Sebotol arak Bali ini dijual mulai Rp 150 ribu per botolnya (750 ml). Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin mahal.

Sedangkan gula lontar atau juruh dijual Rp 70 ribu (600 ml).

“Untuk nikmatnya, arak semakin lama di simpan, semakin enak. Simpan saja disuhu ruang. Juga bisa tambahkan es batu bila ingin minum dingin. Bila kamu tambahkan garam, rasanya nanti mirip tequila. Coba juga dicampur gula lontar, makin enak lagi,” kata Sri.

Bagi traveler yang tak minum alkohol, gula lontar bisa juga nih jadi pilihan dibawa pulang. Gula lontar bisa digunakan untuk masak dan juga pengganti gula pasir.

“Gula lontar bisa digunakan banyak hal, salah satunya bisa pengganti gula pasir. Bisa dicampur teh, kopi dan lainnya. Juga, bisa digunakan untuk pengganti MSG. Kami di sini menggunakan garam dan gula lontar saja sebagai penyedap, tak pakai MSG,” ujar Sri.

“Gula lontar itu tak hanya manis saja, namun juga ada rasa asam dan pahitnya. Jadi cocok bila dijadikan penyedap masakan,” dia menegaskan.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kapitoo, Tempat Ngopi With a View di Toraja



Rantepao

Kopi Toraja sudah terkenal di seantero Indonesia. Kalau kamu mau menikmati kopi Toraja dengan pemandangan yang spektakuler, maka tempat ini wajib dikunjungi.

Kapitoo, begitu nama kafe ini. Lokasinya berada di kampung Kalimbuang, Kapala Pitu, Toraja Utara. Untuk menuju ke sini, traveler bisa naik mobil atau motor dari Rantepao, ibu kota Toraja Utara.

Namun sebelum ke sini, pastikan kondisi mesin dan rem mobil atau motor yang traveler gunakan dalam keadaan ‘sehat’. Itu karena jalan menuju ke kafe ini berkelak-kelok dan terdiri dari tanjakan dan turunan yang cukup ekstrem.


Wajar, karena Kapitoo berdiri di atas lahan perbukitan. Dari kafe ini, traveler bisa melihat pemandangan sawah dan pepohonan nan hijau sejauh mata memandang. Dijamin mata jadi segar!

detikTravel berkunjung ke Kapitoo pada Sabtu (10/8) akhir pekan lalu. Saat berkunjung di sore hari, suasana kafe terlihat cukup lengang. Namun justru itu waktu terbaik untuk berkunjung ke sini.

Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaKafe dan Glamping Kapitoo di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Traveler bisa menghabiskan sore hari berteman angin sepoi-sepoi sambil menyesap kopi Toraja yang nikmat langsung di tanah tempat dia tumbuh.

Kapitoo Glamping & Cafe sendiri berdiri dari tahun 2017. Pendirinya adalah Disyon Toba, orang yang sama di balik Consina, brand perlengkapan outdoor.

Berawal dari kegemarannya naik gunung, Disyon akhirnya mendirikan brand perlengkapan outdoor Consina dan juga kedai kopi sekaligus glamping bernama Kapitoo.

“Foundernya pak Disyon Toba yang juga pendiri perlengkapan outdoor, Consina. Foundernya hobi naik gunung, kebetulan sesuai dengan hobi beliau. Kapitoo konsepnya ini Glamping. Coffee and glamping. Kebetulan pak Disyon sendiri orang Toraja,” ungkap Taufan, Manajer Operasional Kapitoo kepada detikTravel.

Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaPemandangan dari kafe dan glamping Kapitoo di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Jadi tidak heran jika Kapitoo bisa berdiri di lokasi yang sangat strategis dengan pemandangan yang sangat ‘mewah’ berupa sawah dan perbukitan nan hijau yang sedap dipandang.

Untuk menu andalannya, traveler wajib coba es kopi Solata dan juga es kopi susu gula aren. Semua menu kopi di sini terbuat dari bahan-bahan lokal.

“Kebetulan Toraja adalah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Jadi kita pakai beberapa jenis kopi terbaik sesuai dengan daerahnya. Kopi Solata, kopi Awan sama Sesehan. Nah itu semua nama-nama daerah di Toraja. Daerah tersebut adalah produsen kopi terbaik di Toraja,” terang Tantan, sapaan akrabnya.

Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaEs kopi Solata di Kapitoo Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Masalah harga, segelas kopi di Kapitoo dibanderol mulai dari Rp 20 ribuan saja. Soal rasa, wah jangan ditanya, kopi Toraja sangat sedap. Kafeinnya cukup strong dan bisa bikin mata langsung ‘melek’.

“Kita pakai kopi Arabica. Kalau karakteristiknya, kalau dari segi tekstur agak kuat, dari kafeinnya. Terus sama dia ada sedikit rasa kacang-kacangan. Para penikmat kopi pasti tahu itu,” ujar Tantan.

Wisatawan Bisa Menginap di Glamping

Selain menjual kopi, Kapitoo juga punya glamping alias Glamour Camping yang bisa disewa oleh wisatawan untuk menginap. Harga sewanya berbeda antara weekend dan weekdays.

“Kalau glamping di weekday Rp 900 ribu, untuk weekend Rp 1.200.000. Untuk kapasitas dua orang, maksimal empat orang,” kata Tantan.

Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaGlamping Kapitoo di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Sedangkan untuk fasilitas, Kapitoo Glamping ini cukup lengkap. Namanya saja ‘kemping mewah’, di setiap tenda glamping dilengkapi dengan jacuzzi alias bak mandi air panas.

“Ada jacuzzi atau bathtube air panasnya. Itu sudah include breakfast untuk dua orang,” tutup Tantan.

—-

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Tahu Nggak, Rumah Ibu Bung Karno Ada di Bali Utara



Jakarta

Mungkin tak banyak orang tahu, jika ibu presiden pertama RI, Bung Karno berada di Bali. Rumah kecil itu sekarang telah menjadi cagar budaya.

Ibu Sukarno, Ni Nyoman Rai Serimben, berasal dari Buleleng, tepatnya berada di Dusun Bale Agung, Desa Paket Agung. detikcom berkesempatan datang ke kawasan Soekarno Heritage dan bertemu dengan Made.

Dia mengatakan di kawasan itu terdapat beberapa keluarga yang hidup seperti biasanya. Tidak ada pengamanan khusus atau larangan masuk kawasan cagar budaya ini. Namun, kawasan Soekarno Heritage tidak dibuka untuk umum.


Andai traveler ingin datang, harus ada pemberitahuan sebelumnya.

Cagar Budaya, Rumah Ibunya Bung Karno, Ni Nyoman Rai Serimben di BulelengCagar Budaya, Rumah Ibunya Bung Karno, Ni Nyoman Rai Serimben di Buleleng (Syanti Mustika/detikcom)

Sembari berkeliling, detikcom melihat beberapa rumah dan penghuninya saling bercengkrama. Juga terdapat lumbung padi yang masih berdiri kokoh dan digunakan masyarakat untuk menyimpan di musim panen.

Terlihat sebuah rumah panggung, yang dikatakan sebagai rumah tinggalnya kakek Soekarno yaitu Nyoman Pasek bersama istrinya Ni Made Liran, serta Made Pasek dan Nyoman Rai Srimben.

Naik ke rumah ini, kita bisa melihat silsilah lengkap dari keluarga ibunya Bung Karno. Terdapat sebuah papan yang menampilkan foto dan pohon silsilah keluarga mereka.

Di dinding-dinding rumah juga terpampang foto-foto Bung Karno bersama ibunya. Traveler juga bisa melihat patung Ni Nyoman Rai Serimben dengan pose duduk. Patung ini posisinya dekat dinding, namun berada di tengah-tengah.

Cagar Budaya, Rumah Ibunya Bung Karno, Ni Nyoman Rai Serimben di BulelengCagar Budaya, Rumah Ibunya Bung Karno, Ni Nyoman Rai Serimben di Buleleng (Syanti Mustika/detikcom)

Made pun menceritakan asal mula pertemuan ibu Bung Karno dengan ayahnya. Berasal dari keluarga beradat dan mengurus keagamaan, Serimben tak bisa sembarangan menikah. Sebagaimana adat Bali, tak boleh orang luar Bali mempersunting dirinya.

Rai Serimben di mata masyarakat sekitar dikenal sebagai wanita santun, gemar menari, dan punya keahlian menenun. Rai Serimben merupakan anak kedua dari pasangan I Nyoman Pasek dan Ni Made Liran. Diperkirakan ibunda Bung Karno itu lahir sekitar tahun 1881.

Pertemuan kedua orang tua Bung Karno

Singkat cerita, pada tahun 1890, Nyoman Rai Serimben bertemu dengan Raden Soekeni Sosrodiharjo, yang dia saat itu ditugaskan sebagai guru di Sekolah Rakyat (SR) 1 Singaraja (kini SDN 1 Paket Agung) oleh pemerintahan kolonial. Dia jatuh hati melihat Serimben menari.

” Dia jatuh cinta pada Serimben saat melihat Serimben menari rejang di Pura Bale Agung, tepat saat umanis galungan. Namun, mereka berdua sadar ada adat yang tidak bisa dilawan,” kata Made.

Lanjutnya, dua sijoli yang dimabuk cinta ini memutuskan untuk kawin lari. Tindakan Serimben ini sudah jelas melanggar aturan Bale Agung dimana tidak boleh menikah dengan ‘orang luar’.

Dikutip dari website Kemendikbud, pernikahan itu pun menyebabkan Raden Sukemi harus menjalani persidangan.

Pemerintah Belanda menganggap Sukemi menyebabkan kegaduhan di masyarakat, kegelisahan para tokoh, dan kekacauan pada sistem tatanan adat di Bale Agung. Dia dijatuhi sanksi denda sebesar 40 ringgit dan denda itu akhirnya dibayar Nyoman Rai Serimben dengan perhiasan yang ia miliki.

Cagar Budaya, Rumah Ibunya Bung Karno, Ni Nyoman Rai Serimben di BulelengCagar Budaya, Rumah Ibunya Bung Karno, Ni Nyoman Rai Serimben di Buleleng Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Sejak kawin lari, Serimben pun tak pernah pulang ke rumah gadisnya di perbekelan Bale Agung. Soekeni dan Serimben akhirnya tinggal di wilayah perbekelan Banjar Paketan tepatnya di rumah Pan Sedana Mertia.

Rumah yang ditinggali Soekeni dan Serimben sempat roboh karena usianya yang sudah terlampau tua. Namun rumah itu kembali dibangun dalam bentuk yang persis sama, hanya bahan bangunannya yang berbeda.

Semasa tinggal di rumah tersebut, Nyoman Rai Serimben melahirkan anak pertamanya, yakni Soekarmini. Raden Soekeni Sosrodiharjo, Nyoman Rai Serimben, dan Soekarmini akhirnya pindah ke Surabaya pada tahun 1900. Hingga akhirnya ia melahirkan Sukarno pada 6 Juni 1901.

Serimben pun tak pernah kembali lagi ke rumah gadisnya hingga mangkat pada Jumat Kliwon, 12 September 1958.

Megawati dan Puan Maharani pernah berkunjung

Made juga mengatakan putrinya Bung Karno, Megawati pernah datang ke rumah neneknya ini, Begitu juga Puan Maharani.

“Dulu. Sudah lama sekali Megawati datang ke sini. Puan juga pernah datang,” kata Made.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pilihan Kuliner Halal buat Dicoba di Toraja: Coto Makassar



Rantepao

Kini sudah banyak makanan halal di Toraja. Satu yang bisa dicoba adalah Coto Makassar. Cocok disantap ketika lagi ingin makanan yang berkuah rempah.

Coto Makassar adalah makanan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, coto kini sudah menyebar ke berbagai kota di Indonesia, termasuk di Toraja Utara.

Coto Makassar bisa dijadikan sebagai opsi makanan halal yang bisa disantap traveler Muslim ketika liburan ke Toraja. Karena kuliner ini terbuat dari daging sapi yang otomatis halal.


Ada beberapa tempat untuk menikmati Coto Makassar di Toraja Utara. Salah satunya adalah tempat milik Daeng Empo yang berada di jalan poros Rantepao-Makale.

Warung Coto Makassar milik Daeng Empo sederhana saja. Hanya ada 4 meja panjang dan beberapa kursi plastik. Kami pun memesan Coto Makassar untuk santap siang.

Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Sebagai pelengkap, di meja sudah tersedia ketupat, jeruk nipis, kecap manis, sambal, dan garam jika dirasa kurang asin. Traveler juga bisa memesan nasi sebagai pendamping makan coto.

Kami sendiri memilih ketupat karena lebih praktis dan cocok saja dipasangkan dengan Coto Makassar. Per porsinya, Coto Makassar di sini dibanderol Rp 25.000. Sedangkan untuk ketupatnya cuma Rp 1.000 saja per buah.

Daging Sapi Diimpor dari Takalar

Daeng Empo mengaku mengimpor langsung daging sapi yang dia gunakan untuk membuat coto. Bukan dari luar negeri, tapi dari daerah Takalar di Sulawesi Selatan. Ia mengimpor daging lantaran di Toraja tidak ada daging sapi.

“Daging saya impor sendiri dari Takalar. Setiap minggu datang. Bisa satu minggu sekali, bisa satu minggu dua kali, tergantung stok,” jelas Daeng Empo kepada detikTravel.

Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Coto Makassar kami siang itu diracik oleh anak Daeng Empo. Kepada kami, dia mengaku, coto yang dia jual menggunakan resep keluarga yang sudah turun temurun diajarkan bapaknya.

Tak butuh waktu lama, seporsi Coto Makassar pun sampai ke meja kami. Kami pun meraciknya dengan sambal, jeruk dan sedikit kecap manis. Slurrrpp… Alamak, rasanya mantap betul.

Sendok demi sendok, Coto Makassar itu akhirnya tandas sudah masuk ke dalam perut kami. Rasanya sungguh mantap disantap di siang hari yang terik.

Traveler Muslim yang liburan ke Toraja bisa menjadikan Coto Makassar ini sebagai pilihan yang ‘aman’ untuk dikonsumsi, karena dipastikan menggunakan daging sapi yang diolah secara halal.

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com