Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah tekanan setelah turun 6,33% dalam 24 jam terakhir ke level $0,161, memperpanjang tren bearish dengan penurunan 21,8% secara bulanan.

Performa ini juga mencerminkan lemahnya minat pasar terhadap aset berisiko di tengah kondisi pasar kripto global yang sedang berada dalam fase risk-off ekstrem.

Sejumlah faktor fundamental dan teknikal dinilai berkontribusi terhadap pelemahan harga PI, mulai dari tekanan suplai akibat unlock token, struktur teknikal yang rapuh, hingga memburuknya sentimen pasar secara luas.

Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Unlock Token Kian Membesar

Tekanan Unlock Token Masih Jadi Isu Utama

Salah satu faktor paling signifikan yang membebani harga PI adalah lonjakan suplai token yang beredar.

Sepanjang Januari 2026, Coinmarketcap melaporkan pada Minggu (1/2) bahwa sekitar 134–142 juta PI telah masuk ke sirkulasi, menjadikannya unlock bulanan terbesar sepanjang tahun ini.

Dengan harga saat ini, nilai token yang dilepas ke pasar diperkirakan mencapai $21,5–$22,9 juta.

Tekanan ini belum mereda, karena pada Februari mendatang masih terdapat jadwal unlock tambahan sekitar 98–130 juta PI.

Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan, terutama ketika minat beli relatif lemah.

Data on-chain menunjukkan arus masuk ke exchange rata-rata mencapai 2 juta PI per hari, mengindikasikan kecenderungan holder untuk melepas token mereka.

Di sisi lain, paus terbesar Pi Network yang memegang sekitar 384 juta PI juga tercatat menghentikan aktivitas akumulasi sejak lebih dari dua minggu terakhir, menghilangkan salah satu pilar penopang harga.

Struktur Teknikal Kian Melemah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dari perspektif analisis teknikal, PI menunjukkan struktur bearish yang semakin jelas.

Harga saat ini diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama, termasuk SMA 7 hari di $0,169 dan SMA 30 hari di $0,194.

Break di bawah area support $0,173 mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek. Sementara itu, Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 22,24, menandakan kondisi oversold ekstrem.

Namun, sejarah pergerakan harga PI menunjukkan bahwa kondisi oversold belum tentu diikuti oleh rebound signifikan, terutama jika tekanan suplai masih berlanjut.

Sementara itu, MACD histogram yang negatif (-0,0021) mengonfirmasi momentum bearish yang belum menunjukkan tanda pembalikan.

Dalam skenario pemulihan, area Fibonacci retracement di $0,165 hingga $0,176 kini berfungsi sebagai resistance kuat yang sulit ditembus tanpa katalis tambahan.

Sentimen Pasar Global Ikut Menekan

Pelemahan PI juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto global turun 6,06% ke sekitar $2,67 triliun.

Sentimen investor tercermin dari Crypto Fear & Greed Index yang jatuh ke level 18, menandakan kondisi “extreme fear”.

Dominasi Bitcoin meningkat ke 59,03%, menunjukkan arus modal yang kembali terkonsentrasi ke aset utama, sementara altcoin berkapitalisasi kecil seperti PI mengalami kekeringan likuiditas.

Volume perdagangan PI sendiri tercatat turun 51,45% menjadi $28,1 juta, memperbesar volatilitas dan mempercepat pergerakan turun harga.

Prospek Jangka Pendek: Masih Penuh Tantangan

Kombinasi antara tekanan tokenomics, lemahnya struktur teknikal, dan sentimen pasar yang defensif menciptakan kondisi yang menantang bagi PI dalam jangka pendek.

Meski kondisi oversold berpotensi memicu technical bounce, arah tren utama masih cenderung menurun selama tidak ada katalis fundamental yang signifikan.

Beberapa faktor yang dapat mengubah narasi ke depan antara lain pengurangan laju unlock, mekanisme burn token, atau pengumuman listing di exchange besar. Tanpa itu, pasar cenderung tetap berhati-hati.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Penurunan harga Pi Network ke $0,161 mencerminkan tekanan struktural yang masih kuat, terutama dari sisi suplai dan sentimen.

Dengan unlock token lanjutan di depan mata dan minimnya dukungan teknikal, PI berada dalam fase kritis.

Level $0,1515, yang merupakan titik terendah akhir Januari, kini menjadi area support kunci. Jika level ini gagal dipertahankan, risiko penurunan lanjutan menuju area psikologis $0,13 semakin terbuka.

Bagi investor, kehati-hatian dan pemantauan ketat terhadap data unlock serta arus exchange menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas PI ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aplikasi Bitchat Bisa Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet, Gini Caranya!

Jack Dorsey, pendiri Twitter dan CEO Block, Inc diketahui telah meluncurkan aplikasi Bitchat sejak 2025 lalu, Bitchat sendiri adalah sebuah platform pesan peer-to-peer yang memungkinkan pengiriman pesan terenkripsi tanpa internet. 

Aplikasi ini dirancang untuk beroperasi melalui jaringan Bluetooth mesh, sehingga pengguna dapat berkomunikasi dan bertransaksi di area tanpa sinyal seluler atau Wi-Fi, seperti selama pemadaman listrik, bencana alam, atau di wilayah dengan pembatasan akses internet. 

Baru baru ini banyak beredar video aplikasi Bitchat bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa

internet dengan metode peer-to-peer, lalu bagaimana caranya? Simak lebih lengkap yuk!

Jack Dorsey dan Visi Bitchat

Jack Dorsey, yang sering disebut sebagai visioner di dunia teknologi, telah lama menjadi pendukung setia Bitcoin. Setelah mundur dari posisi CEO Twitter pada 2021, Dorsey fokus pada pengembangan ekosistem Bitcoin melalui perusahaan Block (sebelumnya Square). Proyek-proyek seperti Bitkey, dompet Bitcoin self-custody, dan Spiral untuk pengembangan open-source Bitcoin, menunjukkan komitmennya terhadap desentralisasi dan kebebasan finansial.

Bitchat lahir dari eksperimen akhir pekan Dorsey, terinspirasi dari protokol seperti Nostr dan IRC, yang menekankan komunikasi sederhana dan aman tanpa ketergantungan pada server pusat. Dorsey menyatakan bahwa Bitchat adalah eksperimen menuju komunikasi yang sepenuhnya bebas dan tidak bisa diblokir, mencerminkan gagasan tentang Bitcoin sebagai mata uang peer-to-peer elektronik yang dirancang untuk transaksi sehari-hari, seperti yang digagas oleh Satoshi Nakamoto.

Fitur Bitchat Aplikasi Konvensional Seperti WhatsApp
Koneksi Diperlukan Tidak perlu internet/seluler Memerlukan internet atau data seluler
Keamanan Enkripsi E2E, mode panik Enkripsi E2E, tapi bergantung server
Desentralisasi Penuh, P2P mesh Terpusat pada server perusahaan
Transaksi Kripto Bitcoin offline (ujicoba) Tidak ada dukungan native
Privasi Tanpa akun/nomor Memerlukan nomor telepon
Jangkauan Terbatas pada proximity (200m+) Global, tapi bergantung koneksi

Aplikasi ini tidak memerlukan nomor telepon, akun, atau koneksi internet, membuatnya ideal untuk situasi darurat. Di Nepal misalnya, dikutip Forbes, Bitchat telah berkembang pesat selama pemadaman internet akibat protes politik dan diblokirnya platform media sosial besar seperti Instagram dan X, sehingga banyak pengguna memanfaatkan Bitchat untuk melakukan koordinasi di tengah krisis.

Melalui jangkauan hingga 300 meter antar perangkat, jaringan mesh Bluetooth memungkinkan pesan dan transaksi di-relay melalui beberapa hop (hingga 7 hop), memperluas jangkauan tanpa infrastruktur eksternal.

Baca juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT? – Tokocrypto News

Cara Kerja Bitchat untuk Kirim Bitcoin Tanpa Internet

Baru baru ini banyak beredar video Bitchat yang bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa internet dimana cara kerjanya pengguna dapat melakukan transaksi Bitcoin secara offline dengan cara pre-sign di dompet mereka. Transaksi yang sudah ditandatangani ini kemudian dikirim melalui jaringan Bluetooth mesh ke perangkat-perangkat terdekat.

Transaksi tersebut disimpan sementara dan direlay antar perangkat dalam jaringan mesh dan pada prosesnya bisa melompati beberapa hop, sehingga jangkauan bisa melebihi 300 meter tergantung jumlah perangkat relay. 

Ketika salah satu node/perangkat dalam jaringan akhirnya terhubung ke internet, misalnya saat sinyal kembali atau ada Wi-Fi, transaksi tersebut otomatis dibroadcast ke jaringan Bitcoin blockchain untuk konfirmasi final.

Meskipun aplikasi ini tidak benar-benar membutuhkan internet, Bitchat tetap menjadi solusi inovatif untuk melakukan komunikasi atau transaksi kripto di wilayah terpencil, selama pemadaman internet, bencana alam, protes, atau situasi di mana koneksi tradisional terganggu.

Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

Cara Download Aplikasi Bitchat untuk Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet

Tampilan aplikasi Bitchat di iOS

Meskipun versi rilis saat ini masih belum bisa memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi Bitcoin secara langsung, kamu bisa mencoba menggunakan aplikasi Bitchat di Android dan Apple Store.

Cara menggunakannya:

  1. Download Bitchat di Android atau Apple Store.
  2. Berikan izin untuk menggunakan bluetooth di pengkatmu.
  3. Klik #Mesh yang ada di atas untuk kirim chat.
  4. Kamu akan melihat lokasi channel, mulai dari lingkup tetangga sampai negara.

Manfaat dan Potensi Dampak

Bitchat menawarkan banyak manfaat, terutama bagi komunitas yang sering mengalami pembatasan internet. Di negara-negara dengan regulasi ketat terhadap kripto atau media sosial, aplikasi ini bisa menjadi alat untuk kebebasan berekspresi dan transaksi finansial. 

Bagi pengguna Bitcoin, fitur yang memunkinkan kirim Bitcoin tanpa internet tentunya akan memudahkan transfer di acara-acara seperti konferensi kripto atau di daerah pedesaan tanpa akses broadband.

Kesimpulan

Peluncuran Bitchat oleh Jack Dorsey menandai era baru dalam teknologi komunikasi dan finansial. Dengan rumor akan adanya fitur tambahan kirim Bitcoin tanpa internet, aplikasi ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas kripto, tetapi juga memperkuat prinsip kebebasan dan privasi di dunia digital.

Bicara soal aksesibilitas, langkah paling nyata untuk ikut mendukung visi Satoshi Nakamoto seperti Jack Dorsey adalah dengan memiliki Bitcoin sendiri. Kamu bisa membeli Bitcoin lewat exchange berizin dan diawasi OJK, seperti Tokocrypto, dapatkan potongan 20% biaya trading tiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menunjukkan tekanan kuat setelah BTC tercatat turun 6,15% dalam 24 jam terakhir ke level $78.888,59, dipantau Tokocrypto pada Minggu (1/2).

Penurunan ini memperpanjang tren bearish jangka menengah, di mana Bitcoin telah melemah 11,10% dalam 30 hari dan anjlok lebih dari 27% dalam 90 hari terakhir dari level puncaknya.

Kondisi ini menandai salah satu fase koreksi terdalam Bitcoin sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, sekaligus menegaskan bahwa sentimen risk-off masih mendominasi pasar kripto secara global.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound Mulai Terbentuk

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level terendah $75.815, sebelum mencoba melakukan pemantulan teknikal hingga area $83.951.

Namun, tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke bawah $80.000. Secara intraday, pergerakan harga BTC juga masih rapuh.

Dalam satu jam terakhir, harga tercatat melemah 0,29%, menunjukkan bahwa minat beli jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan momentum.

Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $73,97 miliar, relatif tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya distribusi agresif, bukan akumulasi, di tengah volatilitas pasar.

Kapitalisasi Pasar Tergerus Signifikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Akibat penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,57 triliun, turun cukup signifikan dari level di atas $1,7 triliun sebelumnya.

Dengan pasokan beredar 19,98 juta BTC, Bitcoin telah mencapai sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Meski pasokan yang semakin terbatas secara teori mendukung narasi kelangkaan jangka panjang, kondisi makro dan sentimen global saat ini masih menjadi faktor dominan yang menekan harga.

Tekanan Jangka Menengah dan Panjang

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan pelemahan struktural.

Dalam 60 hari, BTC telah turun 15,66%, sementara dalam 90 hari, penurunan mencapai 27,03%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi bukan sekadar pullback ringan, melainkan fase penyesuaian pasar setelah reli panjang sebelumnya.

Investor jangka menengah terlihat masih bersikap defensif, menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali masuk secara agresif.

Faktor Sentimen dan Psikologi Pasar

Pelemahan Bitcoin hari ini tidak berdiri sendiri. Secara umum, pasar kripto global tengah berada dalam fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi.

Ketidakpastian ekonomi global, tekanan likuiditas, serta sentimen kehati-hatian investor turut memperburuk kondisi.

Dalam situasi seperti ini, Bitcoin yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai alternatif justru ikut tertekan karena korelasinya yang masih kuat dengan aset berisiko lainnya.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area $75.000–$76.000 kini menjadi support krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, potensi penurunan lanjutan menuju area psikologis $70.000 terbuka lebar.

Sementara itu, di sisi atas, area $83.000–$85.000 kini berperan sebagai resistance terdekat.

Selama Bitcoin belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas level tersebut, tren jangka pendek masih cenderung bearish.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan kuat, dengan penurunan 6,15% dalam 24 jam terakhir dan pelemahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Sentimen risk-off, tekanan teknikal, serta distribusi volume tinggi menjadi faktor utama yang menahan potensi pemulihan harga.

Bagi pelaku pasar, fase ini menuntut kehati-hatian ekstra. Selama belum ada konfirmasi pembalikan tren atau katalis makro yang jelas, volatilitas Bitcoin diperkirakan masih akan tinggi dalam waktu dekat.

Level support di area $75.000 menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya bagi aset kripto terbesar di dunia ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

Ekosistem Filecoin (FIL) memasuki babak baru setelah resmi meluncurkan Onchain Cloud di mainnet, sebuah platform cloud terdesentralisasi yang menghadirkan layanan penyimpanan dan komputasi berbasis blockchain secara end-to-end.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Minggu (1/2), peluncuran ini menjadi salah satu milestone terpenting dalam evolusi Filecoin, karena untuk pertama kalinya layanan cloud dapat dijalankan dengan verifikasi on-chain, kecepatan tinggi, dan pembayaran yang sepenuhnya programmable.

Onchain Cloud dirancang untuk menjawab keterbatasan layanan cloud tradisional yang masih bergantung pada penyedia terpusat, sekaligus memperluas utilitas Filecoin dari sekadar jaringan penyimpanan terdesentralisasi menjadi infrastruktur cloud Web3 yang komprehensif.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 7 November 2025: Filecoin Beraksi Lawan Koreksi

Apa Itu Filecoin Onchain Cloud?

Filecoin Onchain Cloud adalah platform cloud terdesentralisasi yang mengintegrasikan tiga komponen utama: verifiable storage, fast retrieval, dan programmable payments.

Seluruh proses — mulai dari penyimpanan data, pengambilan, hingga pembayaran sehingga dapat diverifikasi dan dieksekusi langsung di blockchain.

Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu lagi mempercayai penyedia layanan cloud secara penuh.

Setiap data yang disimpan dapat diverifikasi keabsahannya secara kriptografis, sementara proses retrieval dirancang agar tetap kompetitif dari sisi kecepatan.

Selain itu, sistem pembayaran yang programmable memungkinkan kontrak pintar mengatur skema biaya, insentif, dan SLA (service-level agreement) secara otomatis tanpa perantara.

Dampak Strategis bagi Ekosistem Filecoin

Pergerakan harga Filecoin (FIL/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Filecoin (FIL/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa peluncuran mainnet Onchain Cloud berpotensi menjadi katalis penting bagi Filecoin.

Dalam pernyataannya, mereka menekankan bahwa fitur unik seperti verifiable onchain cloud services kerap memicu price action signifikan di sekitar periode peluncuran.

“Milestone ini memperluas utilitas dan ekosistem Filecoin, berpotensi menarik perhatian dan investasi baru di sekitar window peluncuran,” ungkap tim research Tokocrypto.

Pandangan ini sejalan dengan pola historis di pasar kripto, di mana upgrade jaringan berskala besar dan peluncuran produk inti sering menjadi pemicu peningkatan aktivitas on-chain, adopsi developer, serta spekulasi pasar.

Mengapa Onchain Cloud Penting untuk Web3?

Dalam konteks Web3, kebutuhan akan infrastruktur cloud yang benar-benar terdesentralisasi semakin mendesak.

Banyak aplikasi Web3 masih bergantung pada cloud Web2 untuk penyimpanan data dan backend, yang menciptakan paradoks desentralisasi.

Onchain Cloud Filecoin menawarkan solusi atas masalah tersebut dengan menghadirkan trust-minimized infrastructure, di mana transparansi dan verifikasi menjadi standar, bukan fitur tambahan.

Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan aplikasi Web3 seperti DeFi, NFT, AI terdesentralisasi, hingga data marketplace yang membutuhkan jaminan integritas data.

Potensi Dampak terhadap Harga FIL

Dari sisi pasar, peluncuran Onchain Cloud di mainnet berpotensi meningkatkan narrative value Filecoin di mata investor.

Dengan utilitas yang semakin luas, Filecoin tidak lagi hanya diposisikan sebagai “decentralized storage”, melainkan sebagai foundational cloud layer untuk Web3.

Jika adopsi developer dan penggunaan jaringan meningkat pasca peluncuran, hal ini dapat berdampak positif terhadap permintaan token FIL, baik sebagai alat pembayaran layanan maupun insentif jaringan.

Namun, seperti biasa, respons harga akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan dan sentimen makro global.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski menjanjikan, Onchain Cloud juga menghadapi tantangan besar, termasuk persaingan dengan solusi cloud terdesentralisasi lain serta ekspektasi performa yang tinggi dari pengguna.

Keberhasilan jangka panjang akan sangat bergantung pada pengalaman pengguna, stabilitas jaringan, dan dukungan ekosistem developer.

Namun demikian, peluncuran mainnet ini menegaskan komitmen Filecoin untuk terus berinovasi dan memperluas perannya dalam ekosistem blockchain global.

Baca Juga: Harga Filecoin Naik 53%, Reli di Tengah Tekanan Pasar Kripto

Peluncuran Filecoin Onchain Cloud di mainnet menjadi tonggak penting bagi perkembangan cloud terdesentralisasi.

Dengan menggabungkan verifiable storage, fast retrieval, dan programmable payments sepenuhnya on-chain, Filecoin memperkuat posisinya sebagai salah satu infrastruktur kunci Web3.

Bagi pasar, milestone ini bukan hanya pembaruan teknis, tetapi juga sinyal ekspansi utilitas yang berpotensi membawa dampak signifikan terhadap ekosistem dan dinamika harga FIL dalam beberapa waktu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Artificial Superintelligence Alliance Luncurkan Sistem Pembayaran

Artificial Superintelligence Alliance (ASI), ekosistem AI terdesentralisasi yang berakar dari teknologi Fetch.ai (FET), resmi meluncurkan sistem pembayaran AI Agent ke AI Agent di jaringan blockchain.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Minggu (1/2), inovasi ini memungkinkan agen kecerdasan buatan otonom untuk mengirim dan menerima dana secara mandiri, tanpa campur tangan manusia, menandai langkah besar menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otomatis.

Peluncuran ini memperkuat posisi ASI dan Fetch.ai sebagai salah satu pemain utama dalam narasi AI + blockchain, terutama di sektor autonomous agents, yang saat ini menjadi salah satu tema paling kuat di pasar kripto.

Baca Juga: Harga Fetch.AI (FET) Naik Lebih dari 40% Setelah Berita Besar Ini

Apa Itu Sistem Pembayaran Antar AI Agent?

Sistem pembayaran AI Agent-to-Agent memungkinkan agen AI beroperasi sebagai entitas ekonomi independen.

Agen ini tidak hanya menjalankan tugas berbasis data atau algoritma, tetapi juga dapat:

  • Membayar layanan agen lain
  • Menerima imbalan atas tugas yang diselesaikan
  • Mengelola anggaran dan transaksi secara otomatis
  • Berinteraksi langsung di jaringan blockchain

Dengan kata lain, AI Agent kini dapat berperan sebagai aktor ekonomi, bukan sekadar alat bantu.

Seluruh proses transaksi dilakukan secara trustless dan transparan melalui blockchain, dengan token sebagai medium pertukaran nilai.

Mengapa Inovasi Ini Penting?

Dalam ekosistem Web3, konsep autonomous agents menjadi fondasi masa depan aplikasi terdesentralisasi. Agen AI yang mampu bertransaksi sendiri membuka peluang besar di berbagai sektor, seperti:

  • DeFi otomatis: AI Agent mengelola likuiditas, arbitrase, atau strategi yield tanpa intervensi manusia
  • Smart city & IoT: Perangkat otonom membayar layanan atau sumber daya secara real-time
  • Marketplace AI: Agen membeli data, komputasi, atau layanan AI lain sesuai kebutuhan

Dengan sistem pembayaran antar AI Agent, Fetch.ai tidak hanya membangun teknologi AI, tetapi juga infrastruktur ekonomi untuk AI itu sendiri.

Pergerakan harga Artificial Superintelligence Alliance (ASI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Artificial Superintelligence Alliance (ASI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Perspektif Tim Research Tokocrypto

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sangat relevan dengan narasi pasar saat ini.

Menurut mereka, fitur pembayaran antar agen AI selaras dengan tren AI + autonomous agents, di mana Fetch.ai telah lama menjadi pemain kunci.

“Fitur ini cocok dengan narasi AI dan autonomous agents yang kuat, di mana FET sudah menjadi pemain utama. Peluncuran ini dapat meningkatkan usage dan integrasi nyata,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa value capture ke token FET mungkin tidak terjadi secara instan, dan investor perlu mewaspadai potensi pola klasik “buy the rumor, sell the news”.

Dampak Potensial terhadap Token FET

Dari sisi fundamental, sistem pembayaran antar AI Agent berpotensi meningkatkan aktivitas on-chain dan penggunaan nyata jaringan Fetch.ai.

Jika agen AI semakin aktif bertransaksi, permintaan terhadap token sebagai alat pembayaran dan gas fee dapat meningkat secara bertahap.

Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga FET masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan spekulasi.

Sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa peluncuran teknologi besar sering kali sudah “diprice-in” sebelum rilis resmi, sehingga koreksi pasca-event tetap menjadi risiko.

Posisi Fetch.ai di Lanskap AI Kripto

Dibandingkan proyek AI kripto lain yang masih fokus pada narasi atau eksperimen terbatas, Fetch.ai menonjol karena implementasi nyata.

Sistem pembayaran antar AI Agent menempatkan ASI sebagai salah satu ekosistem paling siap untuk adopsi dunia nyata.

Hal ini juga memperkuat diferensiasi Fetch.ai dari token AI berbasis hype semata, karena proyek ini menawarkan infrastruktur yang bisa langsung digunakan oleh developer dan enterprise.

Baca Juga: Mengapa Harga Token AI Fetch.AI (FET) Melonjak 35%?

Peluncuran sistem pembayaran AI Agent-to-Agent oleh Artificial Superintelligence Alliance merupakan langkah signifikan menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otonom.

Dengan memungkinkan agen AI bertransaksi secara mandiri di blockchain, Fetch.ai memperluas perannya dari platform AI menjadi fondasi ekonomi AI terdesentralisasi.

Bagi pasar kripto, inovasi ini memperkuat narasi jangka panjang AI + Web3.

Namun, dari sisi investasi, pelaku pasar tetap perlu bersikap selektif dan mewaspadai dinamika jangka pendek, terutama potensi volatilitas pasca peluncuran.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

Upaya Amerika Serikat untuk menghadirkan kejelasan regulasi aset kripto memasuki babak baru setelah Komite Pertanian Senat AS secara resmi meloloskan Cryptocurrency Market Structure Act, yang dikenal sebagai CLARITY Act.

Seperti dilansir dari Coincu pada Minggu (1/2), Rancangan undang-undang ini disahkan melalui voting yang sangat ketat, 12 suara berbanding 11, mencerminkan perpecahan politik yang tajam antara Partai Republik dan Demokrat.

Seluruh senator dari Partai Demokrat menolak RUU tersebut, sementara Partai Republik solid memberikan dukungan.

Perbedaan sikap ini memperlihatkan bahwa meski ada dorongan kuat untuk kejelasan regulasi kripto, isu politik dan kepentingan domestik masih menjadi faktor penentu arah kebijakan.

Baca Juga: RUU CLARITY Act Masuk Fase Kritis, DeFi dan Stablecoin Jadi Sorotan

Apa Itu CLARITY Act?

CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka hukum yang lebih jelas terkait struktur pasar kripto di Amerika Serikat.

Salah satu fokus utama RUU ini adalah memperjelas pembagian kewenangan antara lembaga regulator, seperti Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), yang selama ini kerap tumpang tindih dalam mengawasi aset digital.

Dengan kejelasan tersebut, industri kripto diharapkan memiliki kepastian hukum yang lebih baik, mulai dari klasifikasi aset digital hingga aturan bagi bursa, broker, dan pelaku pasar lainnya.

Bagi pelaku industri, CLARITY Act dipandang sebagai langkah penting untuk mendorong inovasi sekaligus melindungi konsumen, tanpa mengekang perkembangan teknologi blockchain.

Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Voting Tipis dan Penolakan Demokrat

Meski berhasil lolos, hasil voting 12-11 menandakan bahwa dukungan terhadap CLARITY Act jauh dari kata bulat.

Seluruh anggota Demokrat di Komite Pertanian Senat menolak RUU ini dengan alasan utama kekhawatiran konflik kepentingan, khususnya yang dikaitkan dengan dugaan keterlibatan keluarga mantan Presiden Donald Trump dalam industri kripto.

Isu ini menjadi sorotan tajam dalam perdebatan, di mana Demokrat menilai regulasi yang disahkan tanpa pengawasan ketat berpotensi menguntungkan pihak-pihak tertentu secara tidak adil.

Di sisi lain, Partai Republik menilai fokus utama CLARITY Act adalah menciptakan kepastian hukum, bukan mengatur aktor politik tertentu.

Perbedaan pandangan ini mencerminkan bagaimana regulasi kripto di AS tidak hanya menjadi isu ekonomi dan teknologi, tetapi juga alat tarik-menarik politik.

Bukan Kemenangan Final

Tim Research Tokocrypto menilai lolosnya CLARITY Act di tingkat komite sebagai sinyal positif, namun belum dapat dianggap sebagai kemenangan final bagi industri kripto.

“Lolosnya CLARITY Act di komite adalah langkah maju untuk kejelasan regulasi aset digital di AS. Namun, perpecahan partisan yang ketat dan kontroversi konflik kepentingan menandakan bahwa perjalanan menuju undang-undang final akan penuh hambatan,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, pasar akan sangat memperhatikan tahapan berikutnya, terutama saat RUU ini memasuki voting penuh di Senat, di mana dinamika politik bisa berubah drastis.

Dampak Potensial ke Pasar Kripto

Dalam jangka pendek, lolosnya CLARITY Act di komite dapat memberikan sentimen positif moderat bagi pasar kripto, khususnya aset yang memiliki eksposur besar ke pasar AS.

Kejelasan regulasi sering dipandang sebagai katalis jangka panjang untuk adopsi institusional.

Namun, hasil voting yang tipis menunjukkan bahwa ketidakpastian masih tinggi.

Investor kemungkinan akan bersikap wait and see hingga ada kejelasan apakah RUU ini mampu melewati tahap berikutnya atau justru terhambat oleh perlawanan politik.

Selain itu, isu konflik kepentingan yang mencuat berpotensi memperpanjang proses legislasi dan memicu amandemen tambahan, yang bisa mengubah substansi RUU.

Jalan Panjang Menuju Undang-Undang Final

Secara historis, banyak RUU kripto di AS yang kandas atau mengalami revisi signifikan sebelum akhirnya disahkan.

CLARITY Act kini menghadapi tantangan serupa. Meski mendapat dukungan kuat dari Partai Republik, resistensi Demokrat membuat peluang kompromi menjadi kunci keberhasilan.

Bagi industri kripto global, perkembangan ini tetap penting untuk dipantau.

Amerika Serikat masih menjadi pusat likuiditas dan inovasi kripto dunia, sehingga arah kebijakan regulator AS dapat berdampak luas ke pasar internasional.

Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

Lolosnya CLARITY Act di Komite Pertanian Senat AS menandai kemajuan nyata dalam upaya menghadirkan kejelasan regulasi kripto.

Namun, voting tipis 12-11 dan perpecahan partisan yang tajam menunjukkan bahwa proses legislasi masih panjang dan penuh tantangan.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada pembahasan lanjutan dan voting penuh di Senat.

Apakah CLARITY Act akan menjadi fondasi regulasi kripto AS, atau justru terhambat oleh dinamika politik, masih menjadi tanda tanya besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Saat Bitcoin Melemah, Altcoin Baru Ini Malah Melonjak 60%

Altcoin Sentient (SENT) mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatatkan kenaikan harga lebih dari 60% di tengah pelemahan pasar secara keseluruhan. Saat mayoritas aset kripto terkoreksi hampir 5%, SENT justru bergerak berlawanan arah. Kenaikan tersebut terjadi meski token ini sempat mengalami koreksi tajam sekitar 18% setelah menyentuh level tertinggi di US$0,044.

Pergerakan ini menunjukkan volatilitas tinggi, namun juga menandakan daya tahan SENT yang relatif kuat untuk ukuran token baru. Sejumlah indikator on-chain dan teknikal mengungkap alasan di balik performa positif tersebut, sekaligus memperlihatkan risiko yang mulai muncul.

Penguatan SENT

Salah satu faktor utama penguatan SENT adalah korelasinya yang berlawanan dengan Bitcoin. Dalam beberapa hari terakhir, SENT mencatat korelasi -0,92 terhadap BTC. Artinya, ketika harga Bitcoin melemah, SENT justru cenderung menguat. Kondisi ini menarik minat trader yang mencari aset alternatif di luar pengaruh pergerakan Bitcoin.

Menurut Tim Research Tokocrypto, CMF di atas nol berarti buying pressure masih mendominasi selling pressure, big players belum berbalik ke mode distribusi.

“Pola exchange outflow yang konsisten (token keluar dari CEX) adalah sinyal akumulasi klasik. Sentient berhasil menghindari sell-off lebih dalam berkat keseimbangan supply-demand yang sehat,” jelasnya.

Aktivitas beli saat harga turun juga terlihat dari indikator Money Flow Index (MFI). Meski harga SENT sempat mencetak level tertinggi baru pada 29–30 Januari, MFI justru membentuk lower high yang memicu koreksi 18%. Namun, MFI tidak jatuh tajam dan tetap berada di atas garis tren naik, menandakan minat beli masih bertahan dan aksi akumulasi belum berhenti.

Selain itu, data spot market menunjukkan tekanan jual yang relatif rendah. Sejak peluncuran, arus keluar token dari bursa lebih dominan dibandingkan arus masuk, yang menandakan investor lebih memilih menyimpan aset ketimbang menjualnya. Pada 30 Januari saja, SENT mencatat outflow lebih dari US$4 juta, meski harga sudah berada di level tinggi.

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) juga masih berada di atas garis nol. Hal ini menunjukkan tekanan beli masih lebih kuat dibandingkan tekanan jual, meskipun laju akumulasi mulai melambat setelah puncak harga pada 29 Januari.

Indikator On-chain

Namun, di balik kekuatan tersebut, risiko mulai meningkat dari sisi pasar derivatif. Data menunjukkan posisi long dengan leverage mencapai sekitar US$7,96 juta, jauh lebih besar dibandingkan posisi short yang hanya sekitar US$1,15 juta. Ketimpangan ini membuat pergerakan harga menjadi rentan, karena penurunan kecil saja dapat memicu likuidasi paksa.

Dilaporkan BeInCrypto, sinyal kehati-hatian juga muncul dari indikator Relative Strength Index (RSI). Saat harga SENT mencetak higher high, RSI justru membentuk lower high, yang menandakan potensi pelemahan lanjutan. Untuk menjaga momentum bullish, SENT perlu mencatatkan penutupan harga 4 jam di atas level US$0,039.

Jika gagal bertahan di area tersebut, support terdekat berada di US$0,036. Penurunan ke bawah level ini berpotensi memicu likuidasi lanjutan dan membuka ruang koreksi lebih dalam menuju US$0,031 hingga US$0,022, terutama jika Bitcoin kembali menguat.

Kinerja SENT sejauh ini menunjukkan bahwa korelasi negatif dengan Bitcoin mampu menjadi katalis kenaikan harga. Namun, dengan leverage yang semakin berat sebelah, pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area kunci.

Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertahan di Bawah US$2, Data Ungkap Aksi Senyap Whale Besar

Harga XRP mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pergerakan yang relatif stagnan di bawah level US$2. Sepanjang Januari, aset kripto ini belum mampu membentuk tren yang jelas dan masih bergerak dalam rentang sempit. Namun, di balik kondisi harga yang tampak sepi, data on-chain menunjukkan adanya perubahan penting pada struktur kepemilikan XRP.

Berdasarkan data dari firma analitik on-chain Santiment, jaringan XRP mencatat penambahan bersih 42 wallet baru yang masing-masing menyimpan minimal 1 juta XRP sejak awal 2026. Kelompok alamat ini kerap disebut sebagai “millionaire wallets” dan umumnya diasosiasikan dengan investor bermodal besar atau whale. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak September 2025, terjadi di tengah harga XRP yang justru masih melemah secara tahunan.

Pola Akumulasi XRP

Santiment mencatat bahwa pola akumulasi oleh pemegang besar di tengah harga yang lemah kerap mengubah dinamika pasar secara internal. Akumulasi semacam ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal perubahan tren, terutama jika terjadi bersamaan dengan pengetatan likuiditas di sisi penawaran.

Secara teknikal, XRP masih berada dalam kondisi rapuh. Harga saat ini bergerak di kisaran US$1,80, jauh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$2,54. Jarak ini membuat gambaran jangka panjang XRP masih berada dalam fase korektif, sehingga banyak trader berbasis momentum memilih untuk menunggu konfirmasi breakout sebelum masuk ke pasar.

Dilaporkan Crypto Slate, data dari CryptoQuant turut mencerminkan kehati-hatian pasar. Rasio Sharpe 30 hari XRP tercatat sekitar 0,034, mendekati nol, yang menunjukkan imbal hasil belum cukup mengompensasi volatilitas. Sementara itu, Sharpe Z-Score berada di kisaran 0,70 dan Sharpe Momentum 7 hari sekitar 0,03, mengindikasikan fase konsolidasi atau pembentukan dasar, bukan awal tren naik yang kuat.

Di sisi lain, suplai XRP di bursa menunjukkan tanda-tanda pengetatan. CryptoQuant melaporkan bahwa proporsi XRP yang tersimpan di exchange saat ini berada di “zona bawah”, menandakan tekanan jual cenderung mereda setelah periode penarikan koin dari bursa. Secara historis, kondisi ini kerap mendahului kenaikan harga dengan jeda waktu tertentu, seperti yang terjadi pada periode Februari hingga April 2025.

Meski demikian, analisis tersebut juga menyoroti absennya peningkatan volume perdagangan. Tanpa ekspansi volume, potensi kenaikan harga dinilai masih berisiko berubah menjadi reli jangka pendek, bukan tren berkelanjutan. Pasar dengan likuiditas tipis memang bisa bergerak cepat saat permintaan muncul, namun juga rentan gagal menembus resistance jika tidak didukung pembelian lanjutan.

Baca juga: Pola XRP dalam 14 Bulan di Area $2 Jadi Sinyal Kuat Menuju $3

Aktivitas Jaringan XRP

Dari sisi aktivitas jaringan, XRP Ledger (XRPL) justru menunjukkan sinyal positif. Data CryptoQuant mencatat lonjakan signifikan aktivitas decentralized exchange (DEX) di XRPL. Rata-rata pergerakan 14 hari jumlah transaksi DEX mencapai sekitar 1,014 juta transaksi, tertinggi dalam 13 bulan terakhir dan menembus level yang bertahan sejak awal 2025.

Peningkatan berbasis moving average ini mengindikasikan partisipasi yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan sesaat. Hal tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya penggunaan dan likuiditas yang lebih “lengket” di dalam ekosistem XRPL, memberikan dasar fundamental di luar faktor spekulasi.

Melihat ke depan, manajer aset kripto 21Shares memproyeksikan sejumlah skenario untuk pergerakan XRP sepanjang 2026. Firma ini menyoroti peran permintaan dari ETF XRP spot di AS yang telah mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar aset dalam bulan pertama, disertai aliran dana masuk selama 55 hari berturut-turut.

Suplai XRP

Di sisi suplai, 21Shares mencatat cadangan XRP di exchange berada di level terendah dalam tujuh tahun, sekitar 1,7 miliar XRP, yang berpotensi menciptakan tekanan pasokan jika permintaan struktural terus meningkat. Dari sisi utilitas, pertumbuhan stablecoin RLUSD, peningkatan total value locked DeFi XRPL yang melampaui US$100 juta, serta fokus pada tokenisasi disebut sebagai faktor pendukung adopsi jangka panjang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pembentukan wallet millionaire baru saat harga sideways adalah sinyal klasik “smart money accumulation”.

“Whale tidak mengejar harga, mereka mengakumulasi saat retail kehilangan minat. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan begitu fase distribusi/akumulasi selesai,” tuturnya.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan skenario tersebut, 21Shares memodelkan harga puncak XRP di 2026 pada level US$2,45 untuk skenario dasar, US$2,69 untuk skenario bullish, dan US$1,60 untuk skenario bearish.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Kabur dari Bursa Kripto, Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi

Data on-chain menunjukkan terjadinya penurunan signifikan cadangan stablecoin dan Bitcoin di berbagai bursa kripto global di tengah meningkatnya risiko geopolitik dunia. Fenomena ini terjadi pada periode 18–24 Januari dan memunculkan spekulasi adanya pergeseran dana dari aset kripto ke instrumen safe haven tradisional.

Cadangan seluruh stablecoin berbasis ERC20 di bursa kripto tercatat turun dari 72,5 miliar dolar AS menjadi 67,8 miliar dolar AS. Penurunan juga terlihat jelas di level bursa, khususnya Binance, yang mengalami penyusutan cadangan stablecoin dari 48,5 miliar dolar AS menjadi 44,4 miliar dolar AS dalam periode yang sama.

Dalam kondisi normal, keluarnya stablecoin dan Bitcoin secara bersamaan dari bursa biasanya diartikan sebagai berkurangnya tekanan jual jangka pendek serta membaiknya struktur pasokan aset kripto. Namun, situasi makroekonomi global saat ini memberikan sinyal berbeda.

Harga Emas Tembus Rekor

Baca juga: Iran Bergolak, Emas Cetak Rekor $4.600, Sinyal Bitcoin Menuju $100K?

Pada periode yang sama, pasar logam mulia mencatat reli historis. Harga emas menembus rekor tertinggi baru di level 5.280 dolar AS per ons, sementara perak melonjak hingga 114 dolar AS per ons. Kenaikan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk risiko konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong investor masuk ke aset lindung nilai.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa sebagian arus keluar stablecoin,terutama dari bursa besar seperti Binance—merupakan indikasi rotasi modal dari pasar kripto ke emas dan perak, alih-alih dialokasikan kembali ke pasar spot kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi normal, outflow stablecoin + BTC dari exchange = bullish (kurangi sell pressure). Namun, konteks makro saat ini berbeda: Emas ATH $5.280, Perak $114, ini mengindikasikan rotasi modal ke safe-haven tradisional karena risiko geopolitik (konflik AS-Iran), bukan reinvestasi langsung ke crypto.

Meski penurunan cadangan aset di bursa masih dinilai positif secara struktural bagi pasar kripto, analis menilai konfirmasi tren bullish belum dapat dipastikan. Diperlukan validasi tambahan melalui peningkatan volume perdagangan spot, analisis arus modal lintas pasar, serta perkembangan sentimen risiko global.

Baca juga: Bitcoin Kalah di 2025, tapi 2 Tahun Terakhir Masih Imbang dengan Emas


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tersungkur ke $2.682, Level Ini Disebut Benteng Terakhir Whale

Harga Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan dan turun hingga ke level $2.682. Meski demikian, penurunan ini membawa ETH ke area yang dinilai sebagai support kuat, berdasarkan data on-chain dan pergerakan alamat akumulasi besar.

Level harga tersebut disebut bertepatan dengan realized price dari alamat-alamat akumulasi ETH, yaitu kelompok investor yang secara konsisten mengumpulkan Ethereum dalam jumlah besar. Dalam analisis sebelumnya, zona ini telah diproyeksikan sebagai garis support penting, dan kini harga ETH tercatat telah mencapainya.

Harga Beli Whale ETH

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Ethereum Kenalkan ERC-8004, Fondasi Baru untuk AI di Blockchain

Selain itu, harga beli para whale Ethereum juga berada di kisaran yang sama. Kondisi ini menjadikan area $2.682 sebagai level pertahanan yang signifikan, karena secara historis harga cenderung mendapatkan dukungan ketika mendekati rata-rata harga beli investor besar.

Data menunjukkan bahwa aktivitas pembelian oleh kelompok whale masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Tekanan jual yang ada sejauh ini belum mampu menembus level support tersebut secara signifikan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, support line yang kuat biasanya terbentuk dari akumulasi historis dan cluster order book yang padat.

“Jika ETH mampu mempertahankan level ini, potensi rebound teknikal meningkat. Namun, jika ditembus, risiko cascading liquidation dan penurunan ke support berikutnya juga signifikan,” jelasnya.

Selama kelompok alamat akumulasi tetap mempertahankan posisinya dan tidak melakukan distribusi besar-besaran, harga ETH diperkirakan masih akan mendapatkan dukungan di level saat ini. Namun demikian, pergerakan selanjutnya tetap akan dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan serta sentimen makro yang berkembang.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com