Harga Pi Network Turun 5,98%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

Harga aset kripto Pi Network (PI) mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir, turun 5,98% ke kisaran US$0,189.

Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, yang tercatat turun sekitar 1,82% pada periode yang sama.

Koreksi PI yang lebih dalam dibandingkan pasar menunjukkan bahwa pergerakan token ini sangat sensitif terhadap perubahan sentimen, terutama karena faktor likuiditas yang relatif rendah.

Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

Pergerakan Mengikuti Pasar, Namun Dampaknya Lebih Besar

Secara umum, Coinmarketcap mencatat penurunan harga PI selaras dengan pergerakan pasar yang sedang dalam mode risk-off.

Ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, altcoin dengan likuiditas tipis biasanya menjadi yang paling terdampak.

Dalam kasus PI, rasio perputaran (turnover ratio) yang hanya berada di sekitar 0,0178 menunjukkan bahwa kedalaman order book masih terbatas.

Akibatnya, tekanan jual yang relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam dibandingkan aset dengan likuiditas tinggi.

Hal ini menjelaskan mengapa PI mencatat penurunan hampir 6%, sementara kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hanya turun kurang dari 2%.

Tidak Ada Katalis Negatif Spesifik

Berbeda dengan beberapa koreksi besar yang biasanya dipicu oleh berita negatif atau peristiwa tertentu, penurunan harga PI kali ini tidak disertai dengan katalis spesifik dari dalam proyek.

Tidak ditemukan indikasi peretasan atau insiden keamanan, pembaruan tokenomics yang kontroversial, atau pembukaan kunci token besar (token unlock).

Volume perdagangan bahkan justru turun sekitar 18,10% menjadi sekitar US$33 juta, yang menandakan bahwa tekanan jual tidak didorong oleh kepanikan massal, melainkan lebih oleh kurangnya minat beli.

Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa penurunan PI lebih bersifat beta-driven: mengikuti arah pasar, daripada dipicu faktor fundamental internal.

Sentimen Pasar Masih Lemah

Indikator sentimen seperti CMC Fear & Greed Index yang berada di level 29 (kategori fear) mencerminkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati.

Dalam fase seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur pada altcoin berisiko tinggi, memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, dan menunggu konfirmasi tren sebelum masuk kembali.

Bagi PI, kondisi ini menjadi tantangan karena token dengan likuiditas rendah biasanya membutuhkan sentimen positif yang kuat untuk dapat bangkit.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Dari perspektif teknikal jangka pendek, terdapat beberapa level harga yang menjadi perhatian pasar:

  • Support terdekat: US$0,185
  • Support berikutnya: US$0,175
  • Resistance awal: US$0,195

Jika harga PI mampu bertahan di atas US$0,185, skenario konsolidasi dalam kisaran sempit antara US$0,185–US$0,195 masih mungkin terjadi.

Namun, jika level ini ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga mendekati US$0,175.

Sebaliknya, pemulihan momentum baru dapat dipertimbangkan jika harga berhasil kembali menembus dan bertahan di atas US$0,195.

Sensitivitas Tinggi terhadap Bitcoin

Sebagai altcoin dengan basis pengguna yang besar namun likuiditas terbatas, pergerakan PI juga sangat bergantung pada arah Bitcoin (BTC).

Jika BTC berhasil stabil atau kembali naik, sentimen pasar biasanya akan membaik dan memberikan ruang bagi altcoin untuk pulih.

Namun, jika BTC melanjutkan tren turun, tekanan terhadap PI kemungkinan akan tetap tinggi.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjut Turun?

Dengan tidak adanya katalis positif dalam waktu dekat, arah harga PI dalam jangka pendek kemungkinan besar akan tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan.

Skenario yang paling mungkin:

  • Bullish ringan: Konsolidasi di atas US$0,185 dan perlahan naik
  • Bearish: Breakdown di bawah US$0,185 yang membuka jalan ke US$0,175

Investor dan trader disarankan untuk memantau perubahan sentimen pasar, volume perdagangan, serta pergerakan Bitcoin sebagai indikator utama.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

Penurunan hampir 6% pada harga Pi dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi antara sentimen pasar yang melemah dan struktur likuiditas yang masih tipis.

Tanpa katalis fundamental yang jelas, PI saat ini bergerak lebih sebagai aset beta tinggi yang mengikuti arah pasar kripto secara umum.

Selama likuiditas belum membaik dan sentimen masih berada di zona takut, volatilitas tinggi kemungkinan akan tetap menjadi karakter utama pergerakan harga PI dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank AS Gandeng Matter Labs untuk Deposito Tokenized

Langkah besar menuju integrasi blockchain dalam sistem perbankan tradisional kembali terjadi. Cari Network memilih infrastruktur Prividium dari Matter Labs untuk membangun jaringan deposito tokenized bagi bank regional dan menengah di Amerika Serikat.

Inisiatif ini menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana institusi keuangan mulai mengadopsi teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengorbankan kepatuhan regulasi.

Baca Juga: Kapitalisasi Tokenized US Treasurys Naik Lebih dari $1 Miliar, Ada Apa?

Deposito Tokenized: Evolusi dari Stablecoin?

Platform yang dikembangkan oleh Cari Network dirancang agar bank dapat menerbitkan dan mentransfer deposito dalam bentuk token secara real-time, bahkan selama 24 jam nonstop.

Berbeda dengan stablecoin yang biasanya diterbitkan oleh entitas non-bank, deposito tokenized ini tetap tercatat sebagai liabilitas di neraca bank.

Artinya, dana nasabah tetap berada dalam sistem perbankan tradisional, bukan berpindah ke luar sistem.

Menurut laporan Cointelegraph, fitur utama dari sistem ini meliputi transfer dana instan 24/7, penyimpanan dana tetap di bank, dan lingkungan permissioned (tertutup dan terkontrol).

Pendekatan ini memungkinkan bank mendapatkan manfaat efisiensi blockchain tanpa kehilangan kontrol atas dana nasabah.

Lima Bank AS Sudah Terlibat

Sebagai tahap awal, lima bank di Amerika Serikat telah bergabung dalam proses desain dan pengujian sistem ini.

Keterlibatan langsung institusi keuangan menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sekadar konsep, melainkan sudah memasuki fase implementasi.

Partisipasi bank regional dan mid-sized juga menjadi sinyal penting, karena kelompok ini sering kali lebih fleksibel dalam mengadopsi inovasi dibandingkan bank besar.

Strategi Bank: Lawan Dominasi Stablecoin

Munculnya proyek ini tidak lepas dari meningkatnya tekanan terhadap sektor perbankan akibat popularitas stablecoin.

Aset digital seperti USDT dan USDC memungkinkan transfer nilai secara cepat tanpa melalui sistem perbankan tradisional.

Dengan membangun jaringan deposito tokenized sendiri, bank berupaya mempertahankan relevansi mereka dalam era digital.

Tim riset dari Tokocrypto menilai langkah ini sebagai bentuk adopsi nyata, bukan sekadar wacana regulasi.

“Yang sedang terjadi di sini bukan debat aturan di atas kertas, tapi bank-bank mulai membangun rel onchain sendiri supaya tidak dikudeta issuer stablecoin dari luar sistem perbankan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa bank kini tidak hanya bereaksi terhadap perubahan, tetapi mulai membangun solusi mereka sendiri.

Peran Prividium dan Matter Labs

Teknologi Prividium dari Matter Labs menjadi fondasi utama dalam proyek ini.

Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung sistem blockchain yang aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan institusi keuangan.

Dengan pendekatan permissioned, hanya pihak tertentu yang dapat mengakses dan berpartisipasi dalam jaringan, sehingga lebih sesuai dengan standar kepatuhan perbankan.

Dampak untuk Industri Keuangan

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, jaringan deposito tokenized ini berpotensi mengubah cara bank beroperasi. Beberapa dampak yang mungkin terjadi:

1. Efisiensi Transaksi

Transfer antar bank dapat dilakukan secara instan tanpa bergantung pada sistem lama seperti SWIFT.

2. Kompetisi dengan Stablecoin

Bank dapat menawarkan layanan serupa stablecoin, tetapi dengan dukungan regulasi dan kepercayaan institusi.

3. Transformasi Infrastruktur

Sistem pembayaran tradisional dapat beralih ke model berbasis blockchain secara bertahap.

Tantangan yang Masih Ada

Meski menjanjikan, proyek ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti integrasi dengan sistem legacy perbankan, standarisasi antar bank, hingga adopsi oleh nasabah.

Selain itu, keberhasilan proyek ini juga bergantung pada seberapa cepat bank dapat mengedukasi pasar tentang manfaat deposito tokenized.

Baca Juga: Mana yang Lebih Aman? Investasi Kripto atau Deposito?

Kolaborasi antara Cari Network dan Matter Labs menjadi bukti bahwa adopsi blockchain oleh institusi keuangan semakin nyata.

Dengan membangun jaringan deposito tokenized, bank berusaha tetap relevan di tengah disrupsi yang dibawa oleh stablecoin.

Langkah ini menunjukkan bahwa masa depan keuangan kemungkinan besar akan menjadi hibrida—menggabungkan kekuatan sistem tradisional dengan efisiensi teknologi blockchain.

Jika tren ini terus berlanjut, batas antara bank dan teknologi kripto akan semakin tipis, membuka era baru dalam sistem keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

Bagi trader yang sering menggunakan futures untuk trading, fitur leverage menjadi daya tarik utama karena dengan leverage, trader bisa membuka posisi yang jauh lebih besar dibandingkan modal yang dimiliki.

Melalui leverage ini, potensi trader dalam mendapatkan keuntungan jadi lebih besar seiring dengan posisi leverage yang diambil. Namun tentunya potensi keuntungan yang lebih besar ini berbanding lulus dengan risiko yang menanti.

Sebelum kamu memutuskan untuk melakukan trading crypto futures, mari pahami terlebih dahulu mengenai peluang dan risiko menggunakan leverage lebih lengkap yuk!

Apa Itu Leverage dalam Crypto Futures?

Leverage adalah fasilitas yang memungkinkan trader untuk meminjam dana dari exchange agar bisa membuka posisi trading yang lebih besar dari modal awal yang kamu miliki.

Bayangkan leverage seperti papan jungkat‑jungkit… modal awal yang kamu miliki berada di satu ujung, sementara total yang bisa kamu beli ada di seberangnya. Dengan menggeser leverage yang ada di tengah tersebut, kamu bisa menentukan seberapa besar daya beli yang bisa kamu dapat.

Baca juga: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

Bagaimana Cara Kerja Leverage?

Ketika menggunakan leverage, trader perlu memiliki modal awal (margin) sebagai jaminan untuk meminjam dana dari bursa sehingga bisa membuka posisi yang lebih besar daripada modal sebenarnya.

Leverage, seperti 2x, 5x, atau 10x menjadi penentu berapa kali modal dikalikan untuk mendapatkan total akhir posisi yang akan dimiliki.

Agar lebih mudah, coba bayangkan jika kamu hanya memiliki modal $100 untuk melakukan trading Bitcoin. Di pasar biasa (spot), kamu hanya bisa membeli Bitcoin senilai $100. Namun, di pasar futures, jika kamu menggunakan leverage 10x, bursa akan meminjamkan dana sehingga kamu bisa membuka posisi trading sebesar $1.000 atau 10x dari modal awal kamu tadi. 

Jadi… $100 (modal awal) x 10x (leverage yang kamu pilih) = $1.000 (total modal setelah leverage)

Keuntungan dan kerugian kemudian dihitung berdasarkan nilai posisi tersebut, bukan hanya dari modal awal.

Misalnya:

  • Jika harga naik 5%, maka keuntungan = $1.000 × 5% = $50 (50% dari modal awal)
  • Jika turun 5%, maka kerugian = $1.000 × 5% = $50 (50% dari modal awal)
  • Jika turun 10%, maka kerugian = $1.000 × 10% = $100 dan modal awal habis → posisi tertutup otomatis.

Baca juga: Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

Peluang Menggunakan Leverage

Berikut beberapa peluang yang bisa kamu dapatkan dari menggunakan leverage:

  • Peluang Profit Jangka Pendek: Cocok untuk scalping atau day trading, karena pergerakan kecil bisa menghasilkan return besar terhadap modal.
  • Memaksimalkan Potensi Profit: Dengan modal yang relatif kecil, trader bisa mendapatkan eksposur untung-rugi yang lebih besar saat trading.
  • Membuka Posisi Lebih dari Modal: Trader bisa membuka posisi lebih dari batas modal maksimal yang dimiliki.
  • Efisiensi Modal: Leverage memberi kesempatan bagi trader ritel dengan modal terbatas untuk mengakses strategi yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh institusi besar.
  • Diversifikasi Strategi: Karena bisa dengan margin kecil, trader bisa membuka beberapa posisi sekaligus.

Risiko Menggunakan Leverage

Berikut beberapa risiko yang wajib kamu tahu saat menggunakan leverage:

  • Potensi Kerugian: Sama seperti profit, kerugian juga akan dihitung berdasarkan total posisi. Bahkan pergerakan harga kecil bisa berdampak besar.
  • Risiko Likuidasi: Jika kerugian mencapai batas tertentu, posisi akan otomatis ditutup oleh sistem (likuidasi). Ini bisa membuat modal hilang karena menutupi kerugian dari leverage yang kamu ambil.
  • Membuat Pergerakan Semakin Volatil: Harga crypto yang sudah fluktuatif akan terasa lebih volatil ketika menggunakan leverage, terutama leverage tinggi karena persentase pergerakan kecil akan jadi besar karena leverage.
  • Butuh Manajemen Risiko: Stop loss, leverage rendah, dan diversifikasi wajib diterapkan untuk menghindari risiko kerugian yang lebih besar.

Tips Menggunakan Leverage

Agar leverage tidak menjadi bumerang, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:

  • Pastikan kamu paham dan cukup berpengalaman untuk menggunakan leverage saat trading
  • Gunakan leverage sesuai toleransi risiko
  • Hindari menggunakan leverage terlalu tinggi
  • Selalu gunakan stop loss dan strategi saat trading
  • Kelola ukuran posisi dengan sesuai dengan strategi dan profil risiko
  • Hindari trading berdasarkan emosi

Kesimpulan

Leverage dalam crypto futures menjadi alat yang bisa memperbesar peluang keuntungan, tetapi dalam waktu yang bersamaan juga dapat meningkatkan risiko kerugian.

Oleh sebab itu penting untuk menerapkan disiplin dan strategi trading, sesuai dengan profil risiko yang kamu miliki. 

Pastikan kamu selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan gunakan exchange resmi serta terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Korea dan Inggris Bersatu Masuk Dunia Kripto

Hana Financial Group, salah satu konglomerasi keuangan terbesar di Korea Selatan, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Standard Chartered Group untuk mengembangkan bisnis aset digital. Kolaborasi ini menandai langkah serius kedua institusi dalam memperluas peran mereka di sektor keuangan berbasis teknologi.

Kesepakatan ini dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) yang mencakup berbagai inisiatif di bidang digital asset, termasuk pengembangan stablecoin.

Kolaborasi Perluas Ekspansi Global

Dalam kerja sama ini, Hana Financial Group dan Standard Chartered berencana memanfaatkan keahlian serta jaringan global masing-masing untuk memperkuat posisi di sektor keuangan tradisional maupun digital. Kedua pihak juga akan mengeksplorasi berbagai peluang baru di industri aset digital.

Dilaporkan The Block, Chairman Hana Financial Group, Ham Young-joo, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan peluang pertumbuhan baru melalui sinergi di sektor aset digital dan keuangan masa depan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini lebih cocok masuk adopsi karena yang ditekankan adalah validasi institusional dan ekspansi bisnis, bukan tekanan regulator.

“Kalau kerja sama ini benar-benar berujung ke produk nyata, dampaknya bisa besar: ia memperkuat sinyal bahwa bank besar Asia tidak lagi cuma mengamati dari pinggir, tapi mulai aktif membangun jalur distribusi untuk stablecoin dan aset digital di level institusional,” ungkapnya.

Baca juga: USDC Salip USDT, Perusahaan Mulai Tinggalkan Transfer Bank?

Fokus pada Stablecoin dan Inovasi Digital

Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan inisiatif terkait cryptocurrency, termasuk stablecoin. Langkah ini mencerminkan meningkatnya perhatian institusi keuangan besar terhadap potensi aset digital dalam sistem keuangan global.

Baik Hana maupun Standard Chartered telah aktif mengembangkan layanan berbasis digital dalam beberapa tahun terakhir. Kolaborasi ini menjadi kelanjutan dari strategi mereka untuk memperluas inovasi di sektor tersebut.

Rekam Jejak di Industri Aset Digital

Hana Financial Group sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan BitGo pada 2023 untuk mengembangkan layanan kustodi kripto. Pada tahun berikutnya, Hana bersama BitGo dan SK Telecom mendirikan BitGo Korea, di mana Hana memiliki sekitar 25% kepemilikan.

Sementara itu, Standard Chartered termasuk salah satu bank besar pertama yang meluncurkan layanan perdagangan spot Bitcoin dan Ethereum untuk klien institusional pada 2025. Bank ini juga telah menyediakan layanan kustodi aset digital di wilayah Eropa dan Asia.

Kinerja Keuangan dan Potensi ke Depan

Hana Financial Group mencatatkan kinerja keuangan yang kuat dengan laba bersih tahunan mencapai lebih dari 4 triliun won atau sekitar 2,67 miliar dolar AS pada 2025.

Di sisi lain, Standard Chartered juga diperkirakan akan menjadi salah satu institusi pertama yang memperoleh lisensi penerbit stablecoin di Hong Kong, memperkuat posisinya dalam ekosistem aset digital global.

Kerja sama ini menunjukkan semakin besarnya minat institusi keuangan tradisional dalam mengadopsi teknologi blockchain dan aset digital, serta potensi integrasi yang lebih luas antara sistem keuangan konvensional dan kripto di masa depan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

Harga Bitcoin saat ini tercatat berada di kisaran 70.000 dolar AS dan masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 30 hari. Data dari Binance menunjukkan adanya perubahan struktur tren yang cukup signifikan, tercermin dari perbedaan posisi antara moving average jangka pendek, menengah, dan panjang.

Kondisi ini menandakan bahwa pasar sedang berada dalam fase transisi, di mana harga bergerak di antara area support jangka pendek dan resistance yang lebih kuat dari tren jangka panjang.

Harga Bertahan di Atas MA 30 Hari

Dilaporkan Crypto Quant, rata-rata pergerakan 30 hari (MA 30) berada di level sekitar 68.661 dolar AS, yang saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek. Fakta bahwa harga Bitcoin masih berada di atas level ini menunjukkan adanya dukungan beli yang cukup kuat di pasar.

Dalam analisis teknikal, MA 30 sering digunakan untuk mengukur momentum jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, kondisi pasar umumnya masih menunjukkan kecenderungan positif, meskipun belum sepenuhnya memasuki fase bullish yang kuat.

Tekanan dari MA Jangka Menengah dan Panjang

Di sisi lain, Bitcoin masih berada di bawah MA 90 hari yang berada di sekitar 79.815 dolar AS, serta MA 200 hari di kisaran 93.892 dolar AS. Posisi ini menunjukkan bahwa tren jangka menengah hingga panjang masih menghadapi tekanan.

Kondisi tersebut sering diartikan sebagai fase koreksi atau penyesuaian setelah kenaikan signifikan sebelumnya. Selama harga belum mampu menembus kedua level tersebut, pasar masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal yang lumayan sehat buat recovery bertahap karena support jangka pendek mulai terbentuk, tapi belum cukup buat bilang bull trend penuh sudah kembali.

“Selama BTC belum bisa reclaim MA 90 hari dan apalagi MA 200 hari, pasar masih lebih cocok dibaca sebagai fase penyembuhan dan akumulasi daripada tren naik yang benar-benar aman,” jelasnya.

Baca juga: Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

Indikator Z-Score Tunjukkan Fase Konsolidasi

Data tambahan menunjukkan bahwa Z-Score Bitcoin berada di sekitar -0,57, yang merupakan nilai negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa harga saat ini berada di bawah rata-rata historis dalam model analisis tersebut.

Nilai negatif pada Z-Score umumnya dikaitkan dengan kondisi pasar yang sedang dalam fase konsolidasi atau akumulasi. Dalam beberapa kasus, fase ini menjadi periode sebelum terjadinya pergerakan harga yang lebih besar.

Pasar Masih Menunggu Konfirmasi Arah

Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan keseimbangan antara tekanan jangka pendek dan hambatan jangka panjang. Interaksi antara berbagai moving average menjadi indikator penting yang terus diperhatikan oleh pelaku pasar untuk menentukan arah tren selanjutnya.

Selama harga tetap berada di atas MA 30 namun belum mampu menembus MA 90 dan MA 200, pasar diperkirakan masih akan bergerak dalam fase transisi sebelum menentukan arah yang lebih jelas ke depan.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Crypto.com Gandeng Raksasa Korea, Bayar Pakai Kripto?

Crypto.com resmi menjalin kemitraan dengan KG Inicis, salah satu penyedia gateway pembayaran terbesar di Korea Selatan, untuk menghadirkan opsi pembayaran kripto bagi wisatawan asing. Langkah ini membuka akses penggunaan aset digital secara langsung di berbagai merchant di Korea Selatan, baik secara offline maupun online.

Kerja sama ini menargetkan wisatawan internasional yang selama ini menghadapi kendala dalam sistem pembayaran domestik Korea Selatan, terutama terkait verifikasi identitas.

Kolaborasi dengan Jaringan Merchant Besar

Dilaporkan Cointelegraph, KG Inicis dikenal sebagai salah satu pemain utama di sektor pembayaran Korea Selatan, dengan jaringan sekitar 190.000 merchant dan memproses ratusan juta transaksi setiap tahunnya. Perusahaan ini juga menguasai sekitar 40% pangsa pasar.

Melalui integrasi ini, layanan Crypto.com Pay akan tersedia di seluruh jaringan merchant KG Inicis. Wisatawan asing nantinya dapat menggunakan aset kripto untuk membayar berbagai kebutuhan, sementara merchant dapat memilih menerima pembayaran dalam bentuk fiat atau aset digital secara instan.

Langkah ini dinilai dapat memperluas adopsi kripto dalam penggunaan sehari-hari, khususnya di sektor pariwisata.

Baca Juga: Crypto Lending: Perkembangan dan Dampaknya di Indonesia

Dukungan Regulasi untuk Wisatawan Asing

Kebijakan ini juga didukung oleh regulator Korea Selatan yang sebelumnya meluncurkan skema sandbox khusus untuk wisatawan. Financial Services Commission (FSC) mengizinkan penggunaan instrumen pembayaran elektronik prabayar bagi turis asing.

Batas transaksi anonim untuk wisatawan juga ditingkatkan dari 500.000 won menjadi 1 juta won, guna memberikan fleksibilitas lebih dalam bertransaksi tanpa harus melalui proses verifikasi identitas yang kompleks.

Skema ini menjadi solusi atas keterbatasan akses sistem pembayaran lokal bagi wisatawan internasional.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini Adopsi karena yang terjadi adalah perluasan use case pembayaran nyata lewat infrastruktur merchant besar, bukan perubahan aturan semata.

“Kalau rollout ini jalan mulus, Korea Selatan bisa jadi contoh bahwa crypto payment lebih masuk akal dimulai dari segmen turis lintas negara dulu, bukan langsung memaksa adopsi retail domestik massal yang ribet soal KYC dan kebiasaan belanja,” jelasnya.

Ekspansi Layanan Crypto.com

Kemitraan ini merupakan bagian dari ekspansi global Crypto.com dalam memperluas penggunaan kripto di dunia nyata. Sebelumnya, pada Februari 2026, perusahaan ini memperoleh persetujuan bersyarat untuk charter bank nasional di Amerika Serikat.

Crypto.com juga telah mendapatkan sertifikasi ISO untuk manajemen sistem berbasis kecerdasan buatan, menunjukkan fokus perusahaan dalam pengembangan teknologi di sektor aset digital.

Tren Global Pembayaran Kripto untuk Wisatawan

Korea Selatan bukan satu-satunya negara yang mulai mengintegrasikan kripto dalam sektor pariwisata. Bhutan sebelumnya telah meluncurkan sistem pembayaran kripto untuk wisatawan, memungkinkan pembayaran menggunakan lebih dari 100 jenis aset digital.

Thailand juga mengumumkan rencana program “TouristDigiPay” yang memungkinkan wisatawan mengonversi kripto menjadi mata uang lokal untuk bertransaksi.

Meski demikian, penggunaan kripto untuk transaksi sehari-hari masih tergolong terbatas. Sebagian besar penggunaan saat ini masih terfokus pada transaksi online, lintas negara, atau pembelian bernilai besar.

Kemitraan antara Crypto.com dan KG Inicis menjadi salah satu langkah terbaru dalam mendorong adopsi kripto di sektor riil, khususnya untuk kebutuhan wisatawan global.

Baca Juga: Euler Finance: Protokol Lending Modular yang Siap Dominasi DeFi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Jepang Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pelaku Kripto Ilegal

Pemerintah Jepang melalui Financial Services Agency (FSA) berencana memperketat regulasi terhadap aktivitas kripto ilegal dengan meningkatkan hukuman pidana secara signifikan. Dalam revisi aturan terbaru, hukuman penjara maksimum untuk penjualan kripto tanpa izin akan naik dari 3 tahun menjadi 10 tahun.

Dilaporkan BeInCrypto, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Jepang mulai memperlakukan aset kripto setara dengan instrumen keuangan utama seperti saham dan obligasi, bukan sekadar alat pembayaran digital.

Hukuman dan Denda Naik Tajam

Selain hukuman penjara, denda bagi pelanggar juga akan meningkat dari 3 juta yen menjadi 10 juta yen, atau kombinasi keduanya. Regulasi kripto juga akan dipindahkan dari Payment Services Act ke Financial Instruments and Exchange Act (FIEA), yang merupakan kerangka hukum utama untuk pasar keuangan di Jepang.

Perubahan ini menempatkan kripto di bawah pengawasan yang sama dengan instrumen investasi tradisional. Operator resmi juga akan mengalami perubahan istilah dari “crypto asset exchange providers” menjadi “crypto asset trading firms”.

Baca juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

Otoritas Diberi Kewenangan Penindakan Langsung

Dalam aturan baru ini, Securities and Exchange Surveillance Commission (SESC) akan mendapatkan kewenangan lebih luas untuk melakukan investigasi kriminal terhadap pelaku kripto ilegal. Sebelumnya, otoritas hanya dapat memberikan peringatan atau mengajukan penghentian aktivitas melalui pengadilan.

Kini, SESC dapat melakukan inspeksi langsung, menyita barang bukti, hingga membawa kasus ke ranah pidana. Kewenangan ini sebelumnya hanya berlaku pada kasus pelanggaran di pasar saham, seperti insider trading dan manipulasi pasar.

Regulasi ini juga akan mencakup aktivitas derivatif kripto OTC yang tidak terdaftar, tidak hanya perdagangan spot.

Kasus Meme Coin Picu Percepatan Regulasi

Dorongan untuk memperketat regulasi ini tidak lepas dari kasus SANAE TOKEN yang sempat menghebohkan pasar. Token berbasis Solana tersebut sempat melonjak lebih dari 30 kali lipat sebelum akhirnya anjlok lebih dari 58% setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, membantah keterlibatannya.

Kasus ini menjadi perhatian serius regulator, terlebih dengan meningkatnya jumlah keluhan masyarakat. Pada kuartal IV 2025, FSA mencatat lebih dari 500 laporan terkait kripto setiap bulannya, sebagian besar terkait penipuan di media sosial dengan janji imbal hasil yang tidak realistis.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini jelas Regulasi dan nada pesannya keras: Jepang sudah tidak mau lagi memperlakukan crypto liar sebagai area abu-abu yang cukup ditegur lewat surat peringatan.

“Kalau perubahan ini disahkan, Tokyo sedang bilang bahwa operator tak berizin, termasuk derivatif OTC dan peluncuran memecoin liar, akan dihajar dengan standar penegakan yang mirip pasar sekuritas tradisional.

Pendekatan “Keras dan Insentif”

Meski memperketat hukuman, pemerintah Jepang juga menyiapkan insentif bagi investor yang patuh regulasi. Dalam rencana fiskal 2026, Jepang akan menerapkan pajak flat sebesar 20% untuk aset kripto, menggantikan sistem progresif yang sebelumnya bisa mencapai 55%.

Kebijakan pajak ini diperkirakan mulai berlaku pada 2028, setelah revisi undang-undang selesai diterapkan. Strategi ini menunjukkan pendekatan ganda: memperketat pengawasan terhadap pelaku ilegal sekaligus mendorong partisipasi investor yang taat aturan.

Persaingan Regulasi di Asia Semakin Ketat

Langkah Jepang ini sejalan dengan tren di kawasan Asia yang juga memperketat regulasi kripto. Korea Selatan, misalnya, dapat menjatuhkan hukuman penjara tanpa batas untuk manipulasi pasar dalam jumlah besar, sementara Singapura menetapkan hukuman hingga 7 tahun untuk aktivitas perdagangan ilegal.

Dengan rencana hukuman hingga 10 tahun penjara, Jepang kini berada di antara negara dengan sanksi paling keras terhadap pelanggaran kripto. Kebijakan ini sekaligus menegaskan posisi Jepang dalam membentuk ekosistem kripto yang lebih teratur dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

Perusahaan treasury Bitcoin asal Jepang, Metaplanet, mengumumkan berhasil menghimpun dana sebesar 40,8 miliar yen atau sekitar 255 juta dolar AS dari investor institusional global. Pendanaan ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mempercepat akumulasi Bitcoin dalam jangka panjang.

Langkah ini juga dilengkapi dengan skema tambahan yang berpotensi meningkatkan total pendanaan hingga sekitar 531 juta dolar AS, memperkuat posisi Metaplanet sebagai salah satu pemain utama dalam kepemilikan Bitcoin korporasi.

Struktur Pendanaan dengan Skema Premium

Dilaporkan Coindesk, Metaplanet melakukan penerbitan saham baru dengan harga 2% di atas harga pasar, yang kemudian dipasangkan dengan warrant berharga premium 10%. Jika warrant tersebut dieksekusi, perusahaan berpotensi memperoleh tambahan dana sebesar 44,5 miliar yen.

Selain itu, perusahaan memperkenalkan struktur warrant baru berbasis mNAV (multiple to net asset value), yang menghubungkan pelaksanaan warrant dengan nilai aset bersih perusahaan. Dalam skema ini, warrant hanya dapat dieksekusi jika harga saham berada minimal 1,01 kali dari nilai aset bersih yang dimodifikasi.

Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap penerbitan saham baru tetap memberikan nilai tambah terhadap kepemilikan Bitcoin per saham, sekaligus menjaga kepentingan investor.

Baca juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

Strategi Menekan Dilusi Saham

Untuk menghindari dilusi yang berlebihan, Metaplanet juga memutuskan untuk menangguhkan warrant lama yang mewakili hingga 210 juta saham. Langkah ini diambil guna memprioritaskan struktur pendanaan baru yang dinilai lebih efisien dan selaras dengan strategi akumulasi Bitcoin.

Dengan strategi ini, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendanaan dan perlindungan nilai bagi pemegang saham.

Fokus Perluas Cadangan Bitcoin

Dana yang diperoleh akan digunakan terutama untuk meningkatkan cadangan Bitcoin perusahaan. Metaplanet menargetkan kepemilikan jangka panjang hingga 210.000 BTC, mempertegas ambisinya dalam mengadopsi strategi treasury berbasis aset kripto.

Saat ini, Metaplanet tercatat sebagai perusahaan dengan cadangan Bitcoin terbesar keempat di dunia, dengan total kepemilikan mencapai 35.102 BTC.

Respons Pasar dan Pergerakan Harga

Saham Metaplanet ditutup naik sekitar 5% pada perdagangan Senin, seiring dengan kenaikan harga Bitcoin yang berhasil menembus level 73.000 dolar AS. Kenaikan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap langkah agresif perusahaan dalam memperkuat eksposur terhadap Bitcoin.

Ke depan, strategi pendanaan dan akumulasi yang dilakukan Metaplanet akan menjadi perhatian pelaku pasar, terutama dalam melihat bagaimana peran perusahaan publik dalam mendorong adopsi Bitcoin secara lebih luas.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Bisakah Terbang 10%? Sinyal Bahaya dari Pergerakan Whale

Harga XRP kembali mencatatkan kenaikan signifikan setelah sempat melonjak sekitar 10%, menjadikannya aset dengan performa terbaik di antara 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Di saat yang sama, data on-chain menunjukkan dua sinyal yang berlawanan: kembalinya aktivitas whale dan meningkatnya cadangan XRP di exchange Binance.

Kombinasi dua faktor ini memunculkan pertanyaan baru di pasar terkait arah pergerakan harga XRP ke depan.

Cadangan XRP di Binance Capai Level Tertinggi

Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa cadangan XRP di Binance telah naik hingga sekitar 2,78 miliar token, mencapai level tertinggi sejak November 2025. Sebelumnya, cadangan sempat turun dari lebih dari 2,8 miliar XRP menjadi sekitar 2,55 miliar pada Februari, yang mengindikasikan berkurangnya suplai yang siap diperdagangkan.

Kenaikan cadangan di exchange umumnya diartikan sebagai peningkatan suplai likuid di pasar spot. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti akan terjadi tekanan jual secara langsung, karena juga bisa mencerminkan meningkatnya aktivitas trading atau persiapan investor menghadapi pergerakan pasar.

Paus Kembali Masuk, Aliran Modal Berbalik Positif

Di sisi lain, indikator Whale Flow untuk XRP menunjukkan perubahan signifikan. Rata-rata pergerakan 30 hari (30DMA) berbalik menjadi positif pada Maret 2026, setelah sebelumnya berada di zona negatif selama empat bulan sejak November 2025.

Perubahan ini menandakan bahwa investor besar telah beralih dari fase distribusi menjadi akumulasi. Jika tren ini berlanjut, tekanan beli dari whale berpotensi menyerap suplai tambahan yang masuk ke exchange tanpa memberikan tekanan signifikan terhadap harga.

Baca juga: XRP Salip BNB Lagi! Tapi Leverage Naik, Risiko Diam-Diam Mengintai

Struktur Pasar Mulai Berubah

Kombinasi meningkatnya cadangan di exchange dan kembalinya akumulasi whale mengindikasikan adanya potensi perubahan struktur pasar XRP. Likuiditas yang tersedia di exchange dapat memberikan ruang bagi aktivitas perdagangan yang lebih tinggi, sementara permintaan dari investor besar dapat menjaga stabilitas harga.

Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran 1,58 dolar AS, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Februari. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan antara suplai di exchange dan kekuatan akumulasi dari whale.

Arah Selanjutnya Masih Menjadi Tanda Tanya

Pelaku pasar kini mencermati apakah kembalinya whale dapat mempertahankan harga di level tinggi, atau justru peningkatan suplai di exchange akan menjadi tekanan tambahan dalam jangka pendek. Dinamika ini diperkirakan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pergerakan XRP dalam beberapa waktu ke depan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, buat struktur pasar XRP, ini bukan sinyal yang sebersih akumulasi karena bertambahnya cadangan di exchange biasanya meningkatkan potensi tekanan jual atau minimal kesiapan trader untuk rotasi cepat.

“Memang ini tidak otomatis berarti dump langsung, tapi jelas mengurangi kesan supply squeeze yang sebelumnya sempat mendukung narasi bullish XRP,” jelasnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Satu Perusahaan Kuasai 3,8% ETH, Raup Rp2,7 Triliun

Perusahaan publik Bitmine Immersion Technologies kembali menjadi sorotan setelah mempercepat akumulasi Ethereum (ETH) dalam beberapa pekan terakhir. Langkah agresif ini membuat total cadangan ETH perusahaan melonjak hingga mencapai 4,596 juta ETH, setara dengan sekitar 3,81% dari total suplai Ethereum secara global.

Langkah ini menegaskan peran perusahaan sebagai salah satu pemain institusional terbesar dalam ekosistem Ethereum, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap akumulasi aset kripto oleh korporasi besar.

Akselerasi Pembelian Ethereum oleh Bitmine

Ketua Bitmine, Tom Lee, mengungkapkan bahwa perusahaan menambah 60.999 ETH hanya dalam satu minggu terakhir, meningkat signifikan dibandingkan rata-rata sebelumnya yang berada di kisaran 45.000 hingga 50.000 ETH per minggu. Salah satu transaksi terbaru termasuk pembelian 5.000 ETH secara over-the-counter (OTC) langsung dari Ethereum Foundation.

Dilaporkan Cointelegraph, transaksi tersebut dirancang untuk membantu Ethereum Foundation membiayai operasional tanpa harus menjual aset di pasar terbuka, sehingga meminimalkan tekanan jual terhadap harga ETH.

Dengan total kepemilikan mencapai jutaan ETH, nilai gabungan aset kripto, kas, dan investasi lain milik Bitmine kini diperkirakan mencapai sekitar 11,5 miliar dolar AS.

Staking Jadi Sumber Pendapatan Besar

Dari total kepemilikan tersebut, sekitar 3.040.515 ETH atau sekitar 66% telah di-stake. Nilai aset yang di-stake ini diperkirakan mencapai sekitar 6,6 miliar dolar AS dengan asumsi harga ETH di kisaran 2.185 dolar AS.

Aktivitas staking tersebut menjadi sumber pendapatan signifikan bagi perusahaan, dengan estimasi menghasilkan sekitar 180 juta dolar AS per tahun. Ke depan, Bitmine berencana memperluas aktivitas staking melalui peluncuran jaringan validator bernama Made in America Validator Network (MAVAN).

Respons pasar terhadap strategi ini terlihat positif, dengan saham Bitmine (BMNR) ditutup naik hampir 14% ke level 23,39 dolar AS.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini penting secara onchain karena menunjukkan ETH makin diperlakukan seperti aset treasury produktif, bukan cuma cadangan pasif.

“Kalau perusahaan publik terus mengakumulasi dan men-stake ETH dalam ukuran sebesar ini, tekanan supply likuid bisa makin ketat dan narasi corporate treasury untuk Ether akan terlihat semakin serius, bukan sekadar side story di bawah bayang-bayang Bitcoin,” tuturnya.

Baca juga: Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

Korporasi Kuasai Lebih dari 5% Suplai Ethereum

Secara keseluruhan, kepemilikan Ethereum oleh entitas publik juga menunjukkan tren yang signifikan. Data terbaru mencatat sekitar 30 perusahaan publik di tujuh negara menguasai total sekitar 6,6 juta ETH, atau setara 5,47% dari total suplai Ethereum.

Namun, dalam 30 hari terakhir, hanya sebagian kecil perusahaan yang meningkatkan kepemilikan mereka. Bitmine menjadi yang paling agresif dengan tambahan 269.824 ETH, jauh melampaui perusahaan lain seperti SharpLink dan Eightco.

Di sisi lain, Eightco juga menarik perhatian setelah menggalang dana sebesar 125 juta dolar AS untuk ekspansi di sektor blockchain dan kecerdasan buatan, dengan Bitmine sebagai investor utama sebesar 75 juta dolar AS.

Harga Ethereum dan Arah Pasar

Ethereum saat ini diperdagangkan di kisaran 2.342 dolar AS, naik hampir 11% dalam 24 jam terakhir, meskipun masih mengalami penurunan sekitar 21% sejak awal tahun. Kapitalisasi pasar Ethereum tercatat sekitar 282 miliar dolar AS dengan suplai beredar mencapai 120,7 juta ETH.

Aksi agresif Bitmine dan meningkatnya dominasi korporasi dalam kepemilikan ETH menjadi indikator penting yang terus dipantau pelaku pasar, terutama dalam melihat potensi pergerakan harga dan struktur kepemilikan aset kripto ke depan.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com