All posts by 12

Facebook dan Instagram Berencana Mengintegrasikan Marketplace NFT

Tampaknya, apa yang menjadi pusat keramaian saat ini. Seperti token non-fungible (NFT), terus menarik minat pemain besar untuk turut menyediakan layanan terkait sektor yang sedang panas-panasnya tersebut.

Diketahui, Facebook dan Instagram dilaporkan berencana mengintegrasikan marketplace NFT ke dalam platform media sosial mereka.

Menurut laporan dari The Financial Times, Meta, pemilik di balik dua raksasa teknologi tersebut, berusaha untuk bergabung dengan banyak perusahaan lain yang mengendarai gelombang adopsi NFT.

Baca jugaSeperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter

FT mengatakan bahwa tim di Facebook dan Instagram sedang mempersiapkan fitur untuk memungkinkan pengguna mencetak NFT mereka sendiri dan menampilkannya sebagai foto profil.

Dua sumber FT juga mengatakan bahwa Meta sedang mempersiapkan pasar NFT yang lengkap, meskipun rincian proyek masih terbatas hingga saat ini.

Pelukan Meta di sektor ini terjadi tak lama setelah sesama raksasa media sosial Twitter mulai mengizinkan pengguna iOS untuk menampilkan NFT di foto profil mereka.

Facebook membuat petunjuk besar pertama tentang pintu masuk ke pasar NFT pada bulan Agustus ketika kepala Keuangan Facebook David Marcus mengatakan perusahaan itu “pasti memikirkannya”.

“Memikirkan metaverse sebagai lingkungan yang sepenuhnya digital sebenarnya sangat membantu ketika Anda merancang produk yang harus tahan terhadap masa depan. Ketika saya melihat apa yang akan dibutuhkan di metaverse, itu benar-benar pergerakan nilai yang mulus, dan untuk itu, kami membutuhkan infrastruktur baru, interoperabilitas, karena Anda ingin memiliki banyak dompet yang dapat berpartisipasi dalam metaverse.

Baca jugaApakah Bitcoin Sudah Bottom?

Dan saya pikir memiliki uang yang dapat diprogram dan memiliki kontrak cerdas di atas blockchain yang dibangun dengan sengaja akan menjadi transformasional untuk metaverse. Karena jika Anda seorang pencipta, jika Anda membuat NFT. Anda mungkin ingin menyewa NFT Anda atau menjual NFT Anda. Anda harus menyimpan NFT Anda. Dan Anda dapat memikirkan semua jenis model bisnis baru di sekitar ini yang tidak mungkin dilakukan dengan infrastruktur pembayaran saat ini dan tanpa kontrak pintar.”

Tentu saja, ini adalah sinyal baru yang akan semakin membakar minat terhadap NFT, yang diperkirakan masih akan terus menjadi hype di sepanjang tahun 2022 ini karena akan bersamaan dengan melesatnya game blockchain di mata para investor dan pemain. Kita lihat saja!



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Akan Menguat Mengikut Pasar Modal

Korelasi Bitcoin (BTC) dengan pasar modal AS mencapai rekor tertinggi. Bila pasar saham pulih kembali, maka hal itu dapat mengangkat BTC dan aset kripto lain.

Berbeda dengan sebelumnya, BTC bergerak beriringan dengan saham saat dua-duanya mengalami kelesuan. Tetapi korelasi tersebut justru dapat membawa kelegaan bagi BTC bila saham menguat.

Koefisien korelasi 40-hari bagi BTC dan indeks saham Nasdaq 100 hampir mencapai 0,66. Angka ini merupakan rekor tertinggi menurut data yang dikompilasi oleh Bloomberg sejak tahun 2010.

Baca jugaManajer Dana Raksasa Ini Ajukan ETF Terkait Teknologi Blockchain

Selain itu, korelasi serupa turut terjadi dengan indeks S&P 500 dan mencapai rekor pula.

Pakar strategi Ed Yardeni, presiden Yardeni Research, mengutarakan ide bahwa sentimen terhadap pasar modal akan segera mengalami pemulihan kembali. Hal ini dapat berakibat kepada penguatan saham setelah masa kelesuan akhir-akhir ini.

Saham yang menguat dapat turut mendongkrak Bitcoin dan aset kripto lain.

“Saham seharusnya pulih selama beberapa bulan ke depan seiring pasar obligasi menjadi stabil dan keuntungan perusahaan terus bertambah berkat ekonomi global yang menguat,” jelas Peter Berezin, kepala strategi global BCA Research Inc.

Ia menambahkan, hal tersebut dapat mendorong kripto ke atas, walau sementara.

Aset kripto terpeleset di tengah berita pengurangan stimulus dari Federal Reserve yang sebelumnya mendongkrak aset spekulatif selama masa pandemi. Valuasi senilai lebih dari US$1 trilyun telah terhapus dari kapitalisasi pasar aset kripto sejak puncaknya di bulan November.

Saat ini, Bitcoin terus mengalami tren menurun dan jatuh hingga ke harga US$36.506.

Chris Weston, kepala riset Pepperstone Financial Pty Ltd, berkata sektor kripto terlampau berada di area oversold. Kendati demikian, momentum menurun memang kuat dan reli ke atas akan menjadi peluang bagi spekulan untuk menjual.

Baca juga Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)

Berezin bersikap skeptis terhadap Bitcoin secara keseluruhan kendati ia melihat adanya penguatan singkat bila saham pulih. Target jangka panjang Berezin bagi Bitcoin hanyalah US$5 ribu.

“Investor yang ingin melindungi terhadap resiko perlu mempertimbangkan membeli Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) daripada BTC, Litecoin (LTC) dan Dogecoin (DOGE),” pungkas Berezin.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

10 Merek Ternama yang Terbitkan NFT Sendiri

Meningkatnya popularitas NFT (non-fungible token) membuat banyak orang, baik kreator maupun kolektor seni, mulai merambah ke dunia kripto tersebut. Tak terkecuali merek-merek ternama dunia. Tren NFT yang sudah ramai sejak 2021 ini membawa banyak brand ternama meluncurkan NFT miliknya sendiri. Meski dipatok harga yang cukup tinggi, koleksi NFT merek ternama dunia ini berhasil menarik minat banyak kolektor. Apa saja brand tersebut?

Gucci

Salah satu merek fashion ternama di dunia ini sudah terlibat dalam dua perilisan NFT pada 2021 lalu. Pada Maret 2021, Gucci bereksperimen dengan meluncurkan sneakers dalam bentuk Augmented Reality (AR) yang dijual dengan harga US$11,99. Namun, sneakers AR tersebut bukanlah koleksi resmi Gucci.

Dua bulan kemudian, tepatnya pada Mei 2021, Gucci merilis NFT resmi pertamanya berupa film pendek untuk memperingati hari jadi Gucci yang ke-100.

Film pendek berdurasi empat menit ini tidak hanya memperingati hari jadi mereka, tetapi juga berisi teaser kolaborasi dengan Balenciaga. Film pendek ini berhasil terjual pada harga US$250.000 atau setara dengan Rp3,5 miliar (kurs Rp14.330).

Louis Vuitton

Untuk merayakan ulang tahun ke-200 pendirinya, Louis Vuitton merilis sebuah game NFT bernama “Louis the Game”. Permainan ini menggambarkan Vivienne, ikon Louis Vuitton, yang menjelajahi dunia animasi dan mengumpulkan lilin untuk ke sebuah pesta ulang tahun.

Selama bermain, pemain berkesempatan untuk mendapatkan 30 NFT berupa item yang bisa digunakan dalam game. Sepuluh di antaranya adalah NFT karya seniman ternama, Beeple. Namun, game NFT ini tidak diperjualbelikan, melainkan hanya sebagai digital collectible.

Baca juga10 Manfaat Praktis NFT untuk Bisnis

Jimmy Choo

Merek fashion yang terkenal dengan koleksi sepatunya ini meluncurkan NFT berupa sepatu digital pada Oktober 2021 lalu.

NFT tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan seniman Eric Haze. Selain sepatu digital, Jimmy Choo juga menyediakan 8.888 mystery box yang bisa didapatkan di marketplace NFT. Isinya berupa 445 kartu digital sangat langka, 3.109 kartu langka, dan 5.333 kartu digital biasa.

Jika berhasil mendapatkan kartu sangat langka dan langka, pembeli akan melihat sneak peek dari koleksi NFT mendatang dari Jimmy Choo.

Burberry

Merek ternama lainnya yang juga merilis NFT adalah Burberry. Sama seperti Louis Vuitton, Burberry merilis sebuah permainan berbasis NFT yang bekerja sama dengan Mythical Games.

Permainan dengan nama Blankos Block Party ini menceritakan tentang sebuah brankas virtual dan menghadirkan Blanko, vinyl toys bernama Sharky B. yang juga merupakan karakter game yang hidup di dalam Blockchain.

RTFKT

RTFKT merilis sebuah sneakers NFT dan digital merchandise yang merupakan hasil kolaborasi dengan visual artist FEWOCiOUS. RTFKT merilis tiga jenis sneakers di mana partisipan bisa melakukan bid pada pelelangannya.

Melalui pelelangan ini, 600 sneakers sudah terjual dan RTFKT menerima pendapatan hingga US$3,1 juta atau setara dengan Rp44,42 miliar (kurs Rp14.330).

Overpriced

NFT yang dikeluarkan oleh Overpriced ini memiliki konsep sedikit berbeda dari brand lainnya. Overpriced merilis produk hoodie dalam bentuk NFT di mana pada bagian belakangnya terdapat kode yang bisa di-scan oleh pemiliknya. Jika di-scan, pemilik akan memiliki NFT secara resmi.

Hoodie ini bisa didapatkan dengan harga US$26.000 atau setara Rp327 juta. Selain itu, Overpriced juga akan memberikan penggantian produk secara lengkap dengan kode baru jika NFT hoodie rusak atau hilang.

Ferrari

Merek mobil sport ternama dunia ini dikabarkan akan merilis NFT miliknya sendiri. Mulai Maret 2022, Ferrari membuka kesempatan untuk para penggemar membeli koleksi digitalnya.

Token NFT ini merupakan hasil kerja sama dengan Velas Network AG, sebuah perusahaan asal Swiss yang juga menjadi sponsor utama seri e-sport Ferrari; The Prancing Horse; dan tim e-sport yang akan bertanding pada kejuaraan Formula One (F1).

Adidas

Bergabung dengan Metaverse membuat Adidas semakin mengembangkan sayapnya di dunia virtual. Adidas meluncurkan sebuah NFT di Metaverse yang merupakan hasil kerja sama dengan Bored Ape Yacht Club, PUNKS Comic, dan GMoney. Setiap NFT dibanderol dengan harga US$812 atau sekitar Rp11,1 juta.

Baca jugaGoogle Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)

Dolce & Gabbana

Dolce & Gabbana juga menjadi salah satu brand fashion dunia yang meluncurkan koleksi digitalnya. Bermitra dengan pasar digital UNXD, Dolce & Gabbana meluncurkan koleksi NFT yang bisa dikenakan dan menyebutnya dengan “Collezione Genesi”.

GAP

GAP akhirnya mengikuti jejak Adidas, Gucci, dan brand fashion lainnya untuk masuk ke dunia NFT. NFT pertama yang diluncurkan GAP berupa video yang menampilkan berbagai jaket klasiknya.

Berkolaborasi dengan Brandon Sines, NFT GAP berhasil diterbitkan dan bisa diakses melalui situs nft.gap.com. Ada enam NFT yang bisa dibeli dengan mata uang kripto Tezos (XTZ) atau uang fiat lewat layanan kartu kredit.

Itu dia beberapa merek ternama yang meluncurkan NFT miliknya sendiri. Hal ini menunjukkan popularitas NFT yang semakin meningkat dan akan semakin banyak lagi yang mengikuti. Nah, apakah Anda tertarik untuk membeli koleksi NFT tersebut atau berniat membuat merek produk Anda menjadi NFT?

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)

Bloomberg melansir, Google akan memperluas fitur pembayaran berbasis Bitcoin. Keputusan itu dilakukan dalam rangka bersaing dengan kompetitor di bidang layanan daring.

Google berusaha meningkatkan daya saing dengan menjadikan Bill Ready sebagai Presiden Perdagangan dan merekrut Arnold Goldberg, mantan eksekutif PayPal, sebagai Kepala Divisi Pembayaran.

Raksasa teknologi itu turut mengkonsolidasikan kemitraan demi mencapai tujuan tersebut.

Baca jugaMemindai Nilai Bisnis Metaverse di Masa Depan

Google bermitra dengan Coinbase Global dan BitPay untuk menghadirkan fitur dimana pengguna dapat menyimpan Bitcoin dan aset kripto lain. Berkat ini, pengguna bisa memakai tabungan kripto untuk membiayai pembelian sama seperti memakai uang fiat.

Menurut Bloomberg, Google telah gagal mencapai sasaran dengan fitur Google Pay. Layanan itu hanya berhasil di India tetapi tidak di negara lain.

Google Pay tidak berhasil menarik pengguna dan mengalami kesulitan. Sebab itu, Google akan menambahkan fitur tambahan terhadap layanan belanjanya.

Menurut Ready, gerakan ini akan membantu pengguna memanfaatkan semua pilihan layanan keuangan yang ada. Pemaduan Bitcoin dan aset kripto lain adalah langkah logis dikarenakan peningkatan adopsi dan aksesibilitas di seluruh dunia.

“Kami bukan bank, kami tidak berniat menjadi bank. Usaha di masa lalu terkadang mulai merambah ke sektor perbankan secara tidak sengaja,” jelas Ready.

Ia menambahkan, tujuan Google adalah membantu menjalin koneksi dan menjadi pihak yang bebas dari konflik kepentingan.

Baca jugaNFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

Ready dan Goldberg bekerja di PayPal hingga Ready bergabung ke Google untuk mengawasi divisi pembayaran. Kini, Ready mengajak Goldberg menjadi wakil presiden dan general manager bagi proyek Google baru bernama Satu Milyar Pengguna Baru.

Data dari Bloomberg mengklaim dompet Google, yang akan terpadu dengan Bitcoin dan aset kripto lain, mencatat 150 juta pengguna aktif di seluruh dunia.

Kendati demikian, alternatif pembayaran dari Apple menjadi hambatan bagi ambisi Google, bahkan bagi gawai yang menjalankan operating system Android.

Selain itu, metode pembayaran dari perusahaan pesaing menjadi penyebab gagalnya fitur Google Pay. Hanya 4 persen dari semua pembayaran non-tunai di AS memakai metode Google Pay.

Sebab itu, Google akan memfokuskan usaha menjadikan dompet mereka lebih komprehensif.

Soal pasar aset kripto, Presiden Perdagangan Google berkata, “Kripto adalah suatu hal yang kami perhatikan secara seksama. Seiring minat pengguna dan peritel berubah, kami akan ikut berubah.”

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Mudah Menentukan Support dan Resistance dengan Bollinger Band

Saat melakukan trading, konsep support dan resistance adalah dua hal yang kerap dibahas dalam analisis. Support dan resistance merupakan salah satu cara terbaik dalam membaca arah pergerakan harga saham ataupun aset kripto. Nah bagaimana sih cara menentukan support dan resistance yang benar dengan menggunakan Bollinger Band?  Simak ulasannya!

Kelebihan Indikator Bollinger Band

Indikator Bollinger Band salah satu indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend pergerakan harga, dimana terdapat 3 garis utama di dalamnya, yaitu: upper band, middle band, dan lower band. Penggunaan indikator Bollinger Band memiliki kelebihan, yakni:

Mendeteksi berakhirnya suatu trend

Bollinger Band dapat membantu Anda untuk mendeteksi kapan berakhirnya suatu trend. Ini dapat dilihat ketika kondisi upper band dan lower band melebar, artinya keadaan market sedang ramai dan sebaliknya ketika kondisi upper band dan lower band menyempit, artinya keadaan market sedang sepi.

Mengetahui terjadinya sideway

Sideway merupakan kondisi dimana market sedang bergerak ke samping atau diasumsikan market tidak memiliki trend. Dengan penggunaan indikator Bollinger Band keadaan ini bisa dilihat dengan ciri-ciri market yang bergerak ranging dengan harga puncak dan lembah setara dalam garis horizontal.

Mendeteksi overbought

Overbought merupakan kondisi harga yang telah mencapai batas jenuh dari kenaikannya. Pada indikator ini umumnya dimulai dengan pergerakan uptrend yang sangat signifikan.

Mengetahui oversold

Oversold adalah kondisi yang mencerminkan harga yang telah mencapai batas jenuh dari penurunannya. Oversold terjadi ketika penurunan harga sudah dianggap terlalu ekstrim dan para pelaku market mengambil keuntungan dengan menutup sell.

Dapat digunakan untuk melihat pola:

Double top

Pola ini membentuk seperti huruf M, dimana dua puncak memiliki ketinggian yang hampir sama. Pola ini mengartikan market sudah berusaha untuk mendorong harga naik, namun ternyata harga tetap tertahan berulang kali pada level harga tertinggi yang kemudian diikuti dengan harga turun kembali dari puncak tersebut.

Double bottom

Sedangkan di pola ini berbentuk seperti huruf W, dimana harga terlihat membentuk kembali lembah di kisaran harga tersebut. Pola ini menggambarkan dimana seller melakukan upaya untuk menekan harga, namun berulang kali mendapatkan pertahanan kuat pada level harga.

Cara Menentukan Support dan Resistance pada Bollinger Band

Support adalah area harga tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada suatu masa. Sedangkan resistance adalah kebalikannya, yaitu area harga tertentu yang diyakini sebagai titik atau area tertinggi pada suatu masa.

Pada perdagangan aset kripto, adanya pertempuran antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) adalah hal yang biasa terjadi. Dan hal inilah yang membentuk support dan resistance pada tingkat harga tertentu.

Terdapat beberapa metode yang bisa Anda gunakan dalam menentukan harga support dan resistance, metode tersebut antara lain:

Menarik Garis Secara Manual

Cara manual ini merupakan salah satu cara menentukan support dan resistance termudah dan berguna untuk menentukan arah harga pada masa yang akan datang. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Cari history pergerakan harga coin pada suatu waktu tertentu.
  2. Carilah titik tertinggi dan juga terendahnya dari pergerakan harga tersebut.
  3. Tarik garis horizontal pada kedua titik tersebut.

Tak melulu menggunakan garis mendatar, support dan resistance juga bisa ditarik garis miring yang diagonal membentuk garis trendline (upward/downward). Untuk membentuknya, dapat dilakukan dengan cara:

  1. Cari 2 atau lebih titik tertinggi dan terendah.
  2. Kemudian hubungkan 2 titik tertinggi atau terendah tersebut.
  3. Perpanjang garis tersebut.

Nah, dengan menarik garis tersebut, maka corong corong harga akan terbentuk. Garis yang atas berfungsi sebagai resistance sedangkan garis yang bawah akan menjadi support.

Menggunakan Fibonacci Retracements

Garis Fibonacci adalah garis yang dibentuk sesuai dengan aturan Fibonacci, nah garis yang dibentuk dari Fibonacci akan membentuk titik support dan resistance harga bitcoin. Caranya adalah:

  1. Tentukan titik tertinggi dan titik terendah pada suatu periode.
  2. Lalu hubungkan kedua titik tersebut.

Penarikan titik tertinggi dan terendah akan menghasilkan garis-garis yang berfungsi sebagai support dan resistance. Bila garis Fibonacci berada di bawah harga, maka berfungsi sebagai support, dan bila berada di atas harga, maka berfungsi sebagai resistance.

Nah itulah penjelasan lengkapnya mengenai cara menentukan support dan resistance dengan Bollinger Band. Bagaimana, apakah anda tertarik untuk melakukan trading bitcoin? Yuk, lakukan trading bitcoin bersama Tokocrypto! Daftar di  www.tokocrypto.com atau unduh aplikasinya di smartphone Anda! Temukan kemudahan trading bersama Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Waves Coin dan Fiturnya

Baru-baru ini, Tokocrypto mengumumkan kehadiran token baru pada platform mereka, yaitu Waves Token Coin

Namun sebenarnya, apa itu Waves Coin? Apa saja keunggulannya? Simak dalam pembahasan berikut ini:

Pada dasarnya, Waves dapat disebut sebagai platform blockchain yang merupakan tempat terdesentralisasi untuk crowdfunding dan perdagangan dengan tokenisasi. Pengguna dapat membuat atau menciptakan token khusus yang artinya, para user dapat meluncurkan mata uang kripto mereka yang dibangun diatas platform Waves. 

Jika aset kripto ternama seperti Ethereum dan Bitcoin juga dapat diperdagangkan di bursa eksternal dan Ethereum memungkinkan usernya untuk membuat token baru di jaringannya menggunakan smart contract, WAVES menyertakan fungsi ini dalam perangkat lunak dan wallet-nya. Sehingga para user dapat membuat, mentransfer atau menukar token secara peer to peer sambil membayar biaya transaksi dengan Waves Token. 

Waves Coin diluncurkan dengan tujuan untuk menemukan kembali proses kewirausahaan di seluruh dunia dengan menawarkan infrastruktur bersama, menyediakan alat yang mudah digunakan dan sangat fungsional, membuat blockchain dapat diakses oleh semua orang maupun organisasi dan perusahaan. 

Baca Juga: Waves Token Resmi Diperdagangkan di Tokocrypto

Apa saja fitur-fitur Waves Coin?

WAVESDEX

Sebuah pertukaran terdesentralisasi berdasarkan jaringan blockchain WAVES yang memungkinkan user untuk memperdagangkan aset kripto apapun dengan Waves Token Coin. Tidak hanya itu, user juga dapat memperdagangkan bitcoin, ethereum untuk mata uang fiat

CUSTOM APPLICATION TOKEN (CATs)

Ini adalah jenis token digital paling sederhana yang diamankan secara kriptografis. Ini memungkinkan para user untuk membuat token dan mengelola token mereka. Para user juga dapat menentukan nama token serta jumlah token yang diterbitkan. 

WAVES LITE CLIENT

Ini adalah perangkat lunak interface yang dirancang sedemikian rupa sehingga menyerupai interface perbankan online tradisional. Disebut juga sebagai multi-currency wallet karena memungkinkan para user untuk menyimpan token khusus yang dibuat dalam jaringan Waves. 

FIAT GATEAWAY

Platform Waves juga menawarkan untuk memperdagangkan dan menukar token Waves Coin dengan mata uang fiat seperti USD, Euro, dll.

LEASING

User dapat menawarkan aset kripto miliknya kepada seseorang dan mendapatkan hadiah menarik sebagai imbalannya. 

ICOHub

Disini adalah tempat dimana anggota komunitas memberikan suara pada proyek yang akan diluncurkan. Proyek dengan suara terbanyak akan mendapatkan bantuan dari WAVES dalam meluncurkan ICO mereka. 

PROOF-OF-STAKE (POS)

Waves menggunakan POS untuk operasi penambangan daripada Proof-of-Work yang digunakan protokol lain. Ini adalah sebuah keuntungan besar karena POS menghemat banyak daya komputasi yang dibutuhkan dalam Proof-of-Work. 

WAVES TOKEN COIN

Token ini adalah sebagai ‘bahan bakar’ yang digunakan untuk bertransaksi di platform Waves dan semua operasi yang terjadi disana. Semua fitur yang disebutkan diatas hanya dapat dilakukan melalui token Waves coin

Waves token coin sudah dapat diperdagangkan di Tokocrypto dengan pairing USDT dan BTC



Sumber : news.tokocrypto.com

Sushi Coin Naik dalam 3 Bulan, Fundamental Membaik

Sushi Coin (SUSHI) dikabarkan telah naik sekitar 1.000% dalam likuiditas dan 3.000% dalam keseluruhan nilai pasar dalam tiga bulan terakhir.

Apresiasi ini terjadi akibat beberapa hal seperti Minimal Initial Sushiswap Offering (MISO) yang menarik banyak investor seperti Mark Cuban, dan beberapa proyek blockchain.

Baca Juga: Kemudahan Trading Aset Kripto dengan Aplikasi Tokocrypto

Sushi Coin (SUSHI) Naik, Fundamental Membaik

Harga SUSHI telah naik secara signifikan dalam tiga bulan terakhir dari $0,52 menuju sekitar $15,60, apresiasi sekitar 3.000%.

Apresiasi ini dikabarkan terjadi akibat kondisi fundamental yang membaik terutama dari sisi likuiditasnya yang naik.

Pada 4 November 2020, Sushiswap memiliki sekitar $258 Juta terkunci dalam jaringannya (TVL) dan saat ini sudah naik menjadi $2,97 Miliar, peningkatan sekitar 1.000%.

Peningkatan ini kemungkinan besar terjadi akibat keputusannya untuk membayar pemberi likuiditas dengan biaya perdagangan yang dihasilkan dari protokolnya sendiri sebagai ganjaran.

Ganjaran ini telah menarik banyak perhatian akibat menurut Messari, jumlahnya telah mencapai $6,1 Juta di Januari 2021 saja.

Angka tersebut dikabarkan sebagai salah satu jumlah terbesar ganjaran dari protokol DeFi sepanjang masa.

Baca juga: Setelah SushiSwap, Yearn Finance Lakukan Kerjasama dengan Cover Protocol

Kolaborasi nampaknya juga menjadi salah satu penyebab apresiasi ini, yaitu kolaborasi dengan Yearn Finance di akhir 2020.

Karena kolaborasi ini, SushiSwap memiliki akses kepada sumber daya yang dimiliki Yearn Finance dengan ganjaran bantuan SushiSwap membantu kontrak Deriswap dari Yearn Finance.

Masa Depan SUSHI Coin

Pada awal pekan ini, SushiSwap mengabarkan peluncuran kontrak MISO atau Minimal Initial Sushiswap Offering.

Kontrak tersebut merupakan smart contract yang mempermudah individu untuk meluncurkan proyek baru pada protokol SushiSwap.

Dengan MISO, pengguna dapat meluncurkan dan melakukan bootstrap terkait likuiditas dari proyek yang dimilikinya.

Hasilnya SushiSwap akan mendapatkan peningkatan dalam volume transaksi yang berujung lebih banyak biaya yang dihasilkan dari protokol tersebut.

Saat ini, biaya transaksi Sushiswap berada di 0,3%. Pemberi likuiditas mendapatkan 0,5% dari biaya tersebut dan 0,05% diberikan kepada pengguna yang melakukan staking Sushi Coin.

Baca juga: SushiSwap Naik 200% di Januari 2021, Akibat Inovasi BentoBox

Pada 9 Januari 2021, SushiSwap mengumumkan rencananya untuk 2021 bersama publikasi beberapa rencana produk baru yang sedang dikembangkan.

Saat ini Sushi Coin berada di daerah $15,59 dan berada di peringkat 28 pada CoinMarketCap dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,9 Miliar.

Volume perdagangan Sushi Coin juga masih terlihat positif dimana sejak awal Januari 2021 tidak pernah jatuh di bawah $1 Juta per hari.

Sehingga diprediksi dengan apresiasi harga yang masih kuat, Sushi Coin akan terus maju yang membuat mata uang ini salah satu yang layak dimiliki.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Berikut Jenis-jenis Karya Seni yang Anda Perlu Ketahui!

Bahasan seputar dunia kesenian memang tidak berujung, terlebih lagi soal seni rupa dan ketenaran seni visual di zaman sekarang. Namun, masih banyak orang yang belum tahu bahwa ternyata seni rupa berbeda dengan seni visual. Nah, agar Anda tidak ikut terkecoh, simak penjelasan mengenai perbedaan dari kedua kategori seni tersebut disertai jenis-jenis karya seni berikut ini!

Perbedaan antara Seni Rupa vs Seni Visual

Melihat fenomena yang terjadi, masih banyak orang yang masih menganggap bahwa seni rupa dan seni visual merupakan satu hal yang sama. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang sudah mengetahui kedua jenis karya seni tersebut berbeda, tetapi masih belum tahu pasti apa perbedaan di antara keduanya.

Setelah ditinjau dari beberapa aspek, ternyata perbedaan antara seni rupa dan seni visual dapat dibedakan berdasarkan tiga hal, yaitu: 

1. Berdasarkan Pengertian

Seni rupa cenderung dibuat atas dasar nilai estetika dan keindahan tanpa mementingkan nilai fungsional, sementara seni visual merupakan bagian dari seni kreatif yang dibuat agar bisa menjadi sebuah wadah apresiasi bagi orang yang melihatnya.

2. Berdasarkan Fungsi

Dikarenakan seni rupa tidak mementingkan nilai fungsional, maka tidak dapat dianggap sebagai seni terapan maupun seni dekoratif yang memiliki baik nilai estetika maupun fungsional. Sementara itu, seni visual dapat mencakup seni terapan dan juga seni dekoratif.

3. Berdasarkan Bentuk Karya Seni

Bentuk karya seni rupa hanya terbatas pada gambar, lukisan, fotografi, dan printmaking. Sementara, bentuk karya seni visual lebih bervariasi, mulai dari arsitektur, film-making, hingga desain grafis. 

Jenis-jenis Karya Seni Visual

Setelah membahas perbedaan antara seni rupa dan seni visual, saatnya untuk membahas lebih dalam mengenai seni visual itu sendiri beserta penerapannya. Seperti kategori seni lainnya, seni visual juga memiliki jenis karya seni yang bentuknya sangat beragam disertai dengan ciri khasnya masing-masing, yakni:

1. Seni Visual 2D

Seperti namanya, jenis karya seni visual 2D berarti hanya terdiri dari dua dimensi saja, yaitu panjang dan juga lebar. Umumnya, jenis karya seni ini diterapkan pada bidang datar, seperti contohnya kertas dan kanvas. Walaupun dalam bidang datar, tetapi para seniman tetap mengutamakan hasil karya yang menarik untuk dilihat. Misalnya adalah lukisan, batik, ilustrasi, dan masih banyak lagi.

2. Seni Visual 3D

Jenis karya seni visual 3D merupakan karya seni yang dibentuk dari tiga dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Ketiga dimensi tersebut membuat jenis karya ini memiliki tiga hal, yaitu bentuk, ruang, dan juga volume. Oleh karena itu, seni visual 3D biasanya dapat dilihat dan dinikmati dari arah mana saja. Sebagai contoh dari jenis karya seni ini adalah patung, gerabah, hingga kriya.

3. Sinematografi

Pada awalnya, sinematografi dikenal sebagai ilmu yang menjadi bagian dalam pembentuk sebuah film. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, sinematografi juga dapat didefinisikan sebagai jenis karya seni yang mengutamakan elemen visual dan dibuat untuk berkomunikasi ataupun menyampaikan pesan. Seperti namanya, jenis karya seni ini diterapkan pada media gambar bergerak dan juga film.

NFT sebagai Peluang bagi Seni Visual

Jika membahas masa depan seni visual, dapat dikatakan bahwa seni visual memiliki masa depan yang cerah. Pasalnya, di era yang sudah didominasi kecanggihan teknologi ini, para seniman visual tidak hanya bergantung pada pameran dan penjualan karya secara offline saja. Kini, seniman dapat terjun ke dunia kesenian yang baru yaitu Non-Fungible Token (NFT).

NFT merupakan bentuk kepemilikan digital atas suatu hal, contohnya seni digital hingga musik, dengan informasi yang terdesentralisasi dan terdistribusi sehingga hal tersebut terjamin keasliannya. Selain dikoleksi, NFT juga dapat diperjualbelikan di marketplace dan tiap catatan transaksi dan perpindahannya akan terekam dalam teknologi blockchain layaknya cryptocurrency.

Perbedaan NFT dengan karya seni biasa adalah NFT tidak memiliki sistem “beli putus”. Maksudnya, para seniman digital dapat mengatur persentase royalti sejak awal. Sehingga, meskipun karya seni miliknya sudah berkali-kali pindah tangan, pemasukan seniman akan terus mengalir. NFT juga memberi kesempatan yang merata bagi para seniman, selama seniman tersebut memiliki karya seni yang menarik dan konsisten dalam berkarya.

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis karya seni visual dan prospeknya di masa depan. Beberapa seniman ternama juga sudah mulai merambah ke dunia NFT, lho, seperti Beeple hingga Mad Dog Jones. Para seniman visual yang ingin mencoba peruntungan di dunia NFT tak perlu khawatir, kini Indonesia sudah memiliki marketplace NFT yaitu TokoMall. Untuk lebih lengkapnya, kunjungi www.tokomall.io dan daftarkan diri Anda sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah Penjelasan Lengkap Agar Terhindar dari Rug Pull

Squid Game, serial asal Korea Selatan yang tayang September 2021 lalu berhasil menarik perhatian khalayak belakangan ini. Nggak cuma sampai situ saja, drama ini pun turut mengilhami lahirnya token pada aset kripto bernama SQUID. Seiring dengan hype-nya drama tersebut, banyak orang yang akhirnya berbondong-bondong membeli SQUID. Namun, kabar mengejutkan datang, karena SQUID token ini disinyalir sebagai salah satu rug pull, atau salah satu penipuan di dalam industri kripto. 

Dilansir dari BBC News, token SQUID sebagai “cryptocurrency play-to-earnini dapat digunakan untuk bermain game online yang terinspirasi oleh serial Squid Game. Tak butuh waktu lama, token SQUID yang semula hanya diperdagangkan 1 sen, dalam waktu yang kurang dari seminggu mampu melonjak tajam menjadi US$2.856. Fantastis, kan

Namun, masih dilansir dari sumber yang sama, BBC telah melaporkan, pengembang token ini sebenarnya banyak dikritik oleh para ahli aset kripto karena mereka tidak mengizinkan orang untuk menjual kembali token mereka. Dan, ya! Akhirnya token ini telah kehilangan nilainya karena sudah dinyatakan sebagai rug pull

Lantas, apa sih sebenarnya rug pull itu? Dan bagaimana cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari penipuan semacam kasus token Squid Game ini? 

Simak selengkapnya!

Pengertian Rug Pull dan Cara Kerjanya

Jika ditelisik dari segi bahasa, rug pull ini berarti menarik karpet. Nah, istilah ini bisa diartikan dengan mengambil dukungan dari orang secara tiba-tiba. 

Lebih lengkapnya, rug pull adalah salah satu modus penipuan dalam industri aset kripto, di mana developer menarik para “calon pembeli” ke dalam proyek palsu mereka, menghasilkan uang dari penjualan, dan kemudian lari begitu saja dengan membawa dana dari para investor.  

Adapun celah yang dipakai oleh para penipu ialah kebebasan dari ekosistem Decentralized Finance (DeFi), di mana pada sistem keuangan terbuka yang didukung oleh smart contract ini memperbolehkan para developer membuat token mereka sendiri menggunakan Ethereum, dan mencantumkannya di DEX. 

Selanjutnya, developer ini pun menarik perhatian para investor untuk membeli token mereka. Nah, dalam kasus token SQUID ini tentunya khalayak ramai secara tidak langsung terserap seiring dengan popularitas Squid Game yang masih menarik banyak pihak. 

Setelah banyak investor bergabung untuk membeli token tersebut dengan token Ethereum asli miliknya dengan harapan token SQUID bisa dijual kembali, developer pun menarik semua token dari kolom likuiditas. Dan di tahap inilah, para investor benar-benar kehilangan aset mereka. 

Baca Juga: Ini Dia Larangan-larangan Saat Melakukan Investasi Bitcoin

Cara Agar Terhindar dari Rug Pull

Nggak bisa dipungkiri, menjamurnya peminat dari investasi aset kripto dapat memunculkan oknum penipu di dalam industri ini. Berikut kami hadirkan cara agar terhindar dari penipuan rug pull khususnya bagi Anda investor aset kripto pemula: 

1. Periksa Jumlah Likuiditas Developer

Layaknya seperti pengertian likuiditas pada umumnya yaitu kemampuan perusahaan untuk menunjukkan posisi keuangan maupun kekayaan mereka, likuiditas developer patut Anda periksa sebelum melakukan investasi. 

Langkah ini bisa dilakukan dengan melihat siapa yang menjadi pemegang token teratas. Hasil awal yang dilihat memanglah berupa burn address, nah, Anda bisa menghapus persentase dari total dan selanjutnya memeriksa pemegang token terbesar dan distribusinya.

2. Cari Pool dengan Jumlah Likuiditas yang Besar

Riset yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari pool yang memiliki likuiditas besar setidaknya dengan angka US$ 50.000 di dalamnya. Karena developer yang menipu tidak akan mau memasukkan nominal besar ke dalam suatu proyek abal-abal mereka. 

3. Cross Check Orang di Balik Layar

Pengecekan orang di balik layar ini bisa dilakukan dengan semudah memeriksa nama-nama orang tersebut pada pencarian Google, atau khususnya pada LinkedIn. Apabila proyek tersebut memiliki tim dengan nama-nama yang kompatibel dan memang punya impact besar di dunia kripto, makan Anda bisa mempercayainya. Namun, jika tidak, hal ini patut dipertimbangkan. 

4. Cek melalui GitHub

Sejatinya GitHub merupakan hub berbasis kode untuk mengembangkan proyek DeFi. Dengan mengeceknya di sini, Anda bisa mencari tahu suatu proyek untuk melihat perkembangan di dalamnya. Apabila proyek ini tidak aktif ataupun merupakan cabang dari proyek lain, maka hal ini patut dicurigai.  

Pada akhirnya, langkah preventif yang bisa dilakukan agar terhindar dari rug pull dan penipuan industri aset kripto lainnya adalah dengan melakukan riset yang mendalam terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Anda bisa mengecek white paper token tersebut maupun situs web. 

Selain itu, up to date dengan informasi dunia kripto juga diperlukan, lho! Makanya, yuk, kunjungi Tokonews dari Tokocrypto untuk tahu berita terbaru dan tips lainnya mengenai dunia kripto!



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Kripto Metaverse Terbesar Saat Ini

Jika menilik perjalanan kripto selama beberapa tahun terakhir, Anda akan melihat perkembangannya yang begitu pesat. Mulai dari kemunculan Bitcoin (BTC) sebagai mata uang kripto pertama, investasi token yang tidak bisa dipertukarkan bernama NFT, hingga pembangunan dunia virtual Metaverse.

Meski sempat mendatangkan banyak keraguan, nyatanya Metaverse semakin populer saat ini. Berbagai brand ternama mulai mengucurkan dana pada beberapa platform Metaverse, membuat produk digital NFT, hingga membeli lahan virtual di berbagai platform Metaverse. Jika Anda juga tertarik untuk mengetahui lebih dalam soal Metaverse atau berinvestasi pada salah satu platform, simak informasi lima kripto Metaverse terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berikut ini.

Baca jugaApa Saja Tren NFT 2022?

Decentraland (MANA)

Platform Metaverse yang memiliki jumlah kapitalisasi pasar terbesar saat ini adalah Decentraland (MANA), yakni mencapai $5,123,130,400. Dengan jumlah kapitalisasi pasar tersebut, Decentraland (MANA) mengungguli pesaingnya, yakni Axie Infinity dan The Sandbox.

Permainan yang membangun dunia virtual dengan menggabungkan elemen realitas virtual dan teknologi Blockchain ini terus mengalami peningkatan sepanjang 2021. Pada awal 2021, Anda hanya perlu mengeluarkan US$0,08 untuk membeli satu MANA. Namun, performanya terus meningkat sepanjang tahun 2021 hingga mencapai rekor tertingginya, yakni US$5,41 pada November. Hingga saat ini, harga MANA kembali mengalami fluktuasi dan menyentuh angka $2,80.

Di dalam Decentraland, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan sebagaimana kegiatan Anda di dunia nyata, seperti berbelanja, bermain, bertemu dengan teman, hingga membeli tanah virtual. Barang dan tanah virtual yang Anda miliki dalam permainan ini berbentuk NFT yang dinamakan LAND. Untuk membelinya, Anda perlu memiliki MANA, yaitu token asli dari Decentraland.

Axie Infinity (AXS)

Posisi kedua ditempati oleh Axie Infinity (AXS). Jauh sebelum Facebook mengumumkan perubahan namanya menjadi Meta dan memfokuskan visi-misi perusahaan untuk menjadi perusahaan berbasis Metaverse, Axie Infinity (AXS) sudah hadir membawa inovasi dan perubahan.

Meski kapitalisasi pasar Axie Infinity (AXS) berada di bawah Decentraland (MANA), yakni senilai $4,258,828,717, harga Axie Infinity (AXS) berada jauh di atas Decentraland (MANA). Untuk membeli satu token AXS, Anda perlu mengeluarkan uang sekitar US$69,67. Harga tersebut meningkat sangat jauh jika dibandingkan dengan awal tahun 2021 di mana AXS dibanderol dengan harga US$0,5. Bahkan pada awal November tahun lalu, AXS mencapai rekor tertingginya, yaitu US$160,36.

The Sandbox (SAND)

Setelah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity (AXS), posisi ketiga ditempati oleh The Sandbox (SAND), sebuah Metaverse dengan tampilan yang akan mengingatkan Anda pada game Minecraft. The Sandbox sukses bertengger di urutan ketiga dengan kapitalisasi pasar sebesar $4,094,107,911, sedikit di bawah Axie Infinity (AXS).

Pada awal Januari 2022, SAND dibanderol dengan harga US$4,45. Namun, jika Anda menilik setahun ke belakang, SAND meningkat hingga 1.120% dalam enam bulan terakhir, lebih tinggi dari MANA yang naik sebanyak 323% dan AXS yang meningkat 24%. The Sandbox sempat mencapai harga tertingginya pada November 2021, yaitu US$8,4, lalu kembali turun dan menutup tahun di harga US$5,8.

Baca jugaNFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

The Sandbox sendiri adalah sebuah permainan yang dirilis pada 2011. Sama seperti Decentraland, di dalam permainan ini Anda juga bisa melakukan berbagai aktivitas, termasuk jual-beli tanah.

Theta Network (THETA)

Theta Network (THETA) berada di posisi keempat dengan jumlah kapitalisasi pasar sebesar $3,982,376,251 dan harga THETA US$3,99. Theta Network merupakan sebuah platform video streaming yang beroperasi di atas jaringan Blockchain. Theta Network beroperasi sebagai jaringan terdesentralisasi di mana pengguna dapat berbagi bandwidth dan sumber daya komputasi secara peer-to-peer.

Diawali dengan harga US$1,8 pada Januari 2021, THETA sempat melonjak tinggi hingga mencapai harga US$14,28 pada April 2021. Namun, harganya kembali turun dan cenderung stabil hingga sisa tahun 2021.

Enjin Coin (ENJ)

Posisi terakhir ditempati oleh Enjin Coin (ENJ), sebuah perusahaan yang menyediakan ekosistem produk game berbasis Blockchain yang saling terhubung. Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,895,897,042, Enjin Coin (ENJ) berhasil mengalahkan salah satu saingannya, SushiSwap.

Diawali dengan harga US$0,16 pada Januari 2021, ENJ mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan. ENJ sempat mencetak rekor tertinggi pada 2021 dengan menyentuh harga US$4,68 di bulan November.

Itu dia lima kripto Metaverse dengan kapitalisasi pasar terbesar. Hingga saat ini, Metaverse masih terus mengalami perkembangan dan akan terus tumbuh selama beberapa tahun ke depan. Dengan kemajuan teknologi, tidak menutup kemungkinan perkembangan tersebut akan lebih cepat dari yang diprediksi.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com