Pasar kripto hari ini, Kamis (8/1) mengalami koreksi tipis dengan Bitcoin turun di bawah $93.000, dipicu arus keluar ETF dan aksi jual penambang, meski sejumlah altcoin seperti GUN, STRAX, dan BABY tetap mencatat kenaikan tajam.
Ke depan, pelonggaran kebijakan The Fed berpotensi menjadi katalis pemulihan. Di sisi aset utama, XRP menunjukkan pemulihan berkat adopsi institusional dan penguatan infrastruktur, sementara peluang lanjutan Solana bergantung pada kekuatan support dan aktivitas on-chain. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Deretan Altcoin Potensial di Tengah Pasar yang Koreksi Tipis
Lonjakan 43% membawa harga GUNZ ke titik $0,02225.
STRAX mencatatkan kenaikan 18% dan mencapai level $0,02577.
BABY tumbuh 17% menjadi $0,02089 pada perdagangan hari ini.
Mengapa Harga Kripto Turun Hari Ini?
Harga kripto turun karena Bitcoin jatuh di bawah angka $93.000.
Arus keluar ETF dan penjualan penambang menekan harga kripto ke bawah.
Pelonggaran kebijakan The Fed dapat mendukung harga kripto.
Tahun Baru, Cashback langsung GAS! Total Hadiah Rp25 JUTA!*
XRP vs Solana: Mana yang Lebih Unggul di Januari 2026?
Harga XRP pulih berkat adopsi institusional dan infrastruktur baru.
Breakout Solana bergantung pada dukungan harga dan sistem on-chain.
Pemulihan ini tunjukkan perbedaan antara stabilitas dan momentum pasar.
Prediksi Harga Meme Coin Januari 2026: DOGE, SHIB & PEPE
DOGE, SHIB, dan PEPE pimpin reli meme coin
Pasar berbalik arah usai Bitcoin tertahan di $94.000.
Pola bullish flag PEPE sinyalkan potensi breakout.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Banyak yang mengira bahwa exchange crypto di Indonesia menyimpan langsung dana dan aset nasabah secara penuh. Namun faktanya, sesuai ketentuan regulator Indonesia, aset nasabah ternyata tidak disimpan langsung oleh exchange lho! Melainkan disimpan di lembaga kliring dan kustodian yang terdaftar resmi.
Terus apa sih peran regulator dalam perlindungan nasabah crypto di Indonesia? Simak lebih lengkapnya yuk!
Peran Regulator dalam Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia
Regulasi kripto di Indonesia diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Januari 2025, yang mengambil alih pengawasan dari Bappebti berdasarkan UU P2SK, dengan OJK mengatur aset kripto sebagai Aset Keuangan Digital (AKD) melalui POJK, sementara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengatur aspek pajaknya.
Adapun menurut Jurnal Kolaboratif Sains, meskipun tidak secara tegas menyebut aset kripto, berdasarkan regulasi UU P2SK, regulasi yang berlaku tetap memberikan landasan hukum bagi perlindungan pengguna layanan keuangan digital, selama layanan tersebut ditawarkan oleh exchange yang berada di bawah pengawasan OJK, seperti Tokocrypto.
Peran tersebut mencakup: memastikan transparansi, menjamin mekanisme ganti rugi, memberikan sanksi peidana bagi penyelenggara yang melanggar, mewajibkan pemisahan antara dana operasional exchange dengan dana nasabah. Lebih lengkapnya sebagai berikut:
Memastikan Transparansi
Pasal 38 mengatur kewajiban OJK terkait tata kelola, pelaporan, dan transparansi keuangan. Meski tidak menyebut “cryptocurrency” secara eksplisit, aturan ini berimplikasi pada perlindungan hukum pengguna aset kripto pada exchange yang ada di bawah pengawasan OJK.
Mekanisme pelaporan dan akuntabilitas ini memastikan dana diawasi dengan tepat, sehingga setiap penyimpangan dapat segera terdeteksi dan konsumen di sektor keuangan digital mendapat perlindungan lebih kuat.
Pasal 48B menyediakan landasan bagi penyelesaian sengketa di mana OJK dapat menghitung nilai kerugian yang dialami konsumen akibat pelanggaran penyelenggara.
Jika permohonan penyelesaian disetujui, pihak penyelenggara wajib membayar ganti rugi kepada nasabah sebagai syarat penghentian penyidikan, sehingga hak finansial pengguna dapat dipulihkan secara langsung tanpa proses peradilan yang panjang .
Memberikan Sanksi Pidana dan Denda Berat
Sebagai langkah preventif, Pasal 53 dan Pasal 54 menetapkan sanksi pidana penjara (4 hingga 12 tahun) dan denda administratif (mencapai ratusan miliar rupiah) bagi pihak yang mengabaikan kewenangan atau perintah OJK.
Sanksi tegas ini berfungsi untuk meminimalkan risiko penipuan dan memastikan penyedia layanan mematuhi aturan demi melindungi kepentingan dan dana pengguna.
Mewajibkan Pemisahan Aset Nasabah
Dalam aturan turunannya (POJK No. 27 Tahun 2024), OJK mewajibkan exchange untuk memisahkan dana milik pengguna dari kekayaan operasional perusahaan dan menyimpannya di lembaga keuangan yang disetujui.
Mekanisme ini bertujuan mencegah penyalahgunaan dana dan memastikan aset nasabah tetap aman serta dapat dikembalikan meskipun penyelenggara mengalami kebangkrutan.
Berdasarkan kerangka regulasi yang berlaku saat ini, dana maupun aset kripto nasabah diawasi secara ketat melalui aturan perundang-undangan yang berlaku.
Sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko seperti yang terjadi pada kasus FTX di mana dana nasabah dicampur dan disalahgunakan.
Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Bank of America mengambil langkah strategis baru dengan menyetujui empat spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) untuk direkomendasikan secara aktif oleh penasihat keuangannya. Kebijakan ini mencerminkan pergeseran sikap bank besar terhadap aset kripto, dari pendekatan pasif menjadi lebih terstruktur.
Persetujuan tersebut mencakup Bitwise Bitcoin ETF, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund, Grayscale Bitcoin Mini Trust, dan BlackRock iShares Bitcoin Trust. Keempat produk ini merupakan ETF Bitcoin spot terbesar dan paling likuid di Amerika Serikat.
Melalui keputusan Chief Investment Office (CIO), penasihat di jaringan Merrill, Bank of America Private Bank, dan Merrill Edge kini dapat merekomendasikan ETF Bitcoin tanpa harus menunggu permintaan klien. Sebelumnya, akses terhadap produk ini hanya tersedia bagi klien wealth tertentu dan bersifat client-led.
Bank of America Terbitkan Alokasi Kripto
Bank of America juga menerbitkan panduan alokasi resmi yang menempatkan kripto, khususnya Bitcoin, pada kisaran 1% hingga 4% dari portofolio klien yang sesuai dengan profil risikonya. Riset CIO dan pelatihan penasihat turut disiapkan untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.
Meski membuka ruang lebih luas bagi Bitcoin, Bank of America belum menyertakan ETF Ethereum atau aset kripto lain dalam daftar persetujuan. Bank menyatakan setiap keputusan investasi tetap tunduk pada regulasi dan profil risiko masing-masing klien.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga XRP mencatat lonjakan signifikan setelah berhasil menembus level psikologis USD 2,13. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan institusional melalui produk Exchange-Traded Fund (ETF), yang memicu optimisme baru di pasar kripto global. Sejumlah analis mulai merevisi proyeksi mereka dan menilai XRP berpotensi mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) dalam waktu dekat.
Sentimen pasar terhadap XRP saat ini terpantau sangat bullish. Dukungan fundamental dari adopsi institusi membuat aset kripto besutan Ripple ini tampil lebih dominan dan tidak sekadar mengikuti pergerakan pasar secara umum. Jika tekanan beli tetap terjaga, XRP dinilai berada pada fase awal reli lanjutan.
Volume Perdagangan Meroket, Short Seller Tertekan
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dalam 24 jam terakhir, XRP melonjak sekitar 10%, jauh melampaui kinerja sejumlah altcoin utama seperti Ethereum dan Solana yang hanya mencatatkan kenaikan di kisaran 1%. Penguatan tersebut dibarengi lonjakan volume perdagangan hingga 130% menjadi sekitar USD 7,8 miliar.
Dilaporkan Crypto News, kondisi ini memicu short squeeze besar-besaran di pasar derivatif. Data CoinGlass mencatat likuidasi posisi short XRP mencapai USD 24 juta, salah satu angka tertinggi sejak November. Secara keseluruhan, kebangkitan pasar kripto turut mendorong total likuidasi lintas aset hingga ratusan juta dolar.
Peningkatan minat institusi melalui ETF dan menguatnya dominasi pasar menempatkan XRP dalam posisi strategis untuk melanjutkan reli, sekaligus meninggalkan pesaingnya di jajaran 10 besar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.
Arus Dana ETF Dorong Optimisme Menuju Level $3
XRP kini mencatatkan penguatan selama enam hari berturut-turut. Salah satu faktor utama di balik tren positif ini adalah derasnya arus dana masuk ke ETF berbasis XRP. Data dari SoSoValue menunjukkan total aset kelolaan ETF XRP melonjak dari USD 861 juta menjadi sekitar USD 1,2 miliar hanya dalam satu bulan.
Sejak diluncurkan di Amerika Serikat, ETF XRP juga belum pernah mencatatkan arus keluar bersih (net outflow), yang mencerminkan tingkat kepercayaan institusi yang masih solid.
Dari sisi teknikal, grafik harian XRP menunjukkan harga berhasil keluar dari pola bullish falling wedge, yang kerap menjadi sinyal awal penguatan lanjutan. Meski indikator Relative Strength Index (RSI) mulai memasuki area jenuh beli (overbought), momentum bullish dinilai masih bertahan.
Selama harga mampu bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, sejumlah analis memproyeksikan target jangka pendek XRP berada di level psikologis USD 3.
Di tengah sentimen positif ini, reli XRP juga dinilai berpotensi membawa dampak lanjutan bagi pasar altcoin secara keseluruhan, seiring kemungkinan aliran likuiditas yang semakin meluas ke berbagai proyek kripto lainnya pada awal tahun ini.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Solana (SOL) menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya sentimen positif di pasar kripto. Pada perdagangan terbaru, harga SOL bertahan di atas level US$130 setelah sebelumnya sempat turun ke area US$120. Dalam 24 jam terakhir, Solana naik sekitar 4% dan telah menguat lebih dari 10% dalam beberapa hari terakhir.
Secara umum, pasar kripto juga berada dalam tren positif dengan kenaikan sekitar 2% secara harian dan 10% secara mingguan. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor dan membuka peluang lanjutan bagi Solana untuk mencatatkan penguatan harga.
Analisis Harga Solana
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Coingape, sejumlah analis menilai, dengan kombinasi sentimen dan fundamental yang ada, harga Solana berpotensi bergerak menuju level US$200 dalam bulan ini. Berikut beberapa faktor utama yang mendorong optimisme tersebut.
Pertama, dorongan dari investor institusional semakin kuat setelah Morgan Stanley mendaftarkan Solana Trust ETF melalui pengajuan formulir S-1 ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Langkah ini menjadi sinyal serius dari bank investasi raksasa yang mengelola aset sekitar US$6,4 triliun untuk memperluas eksposur di aset kripto, khususnya Solana. Jika disetujui regulator, ETF ini dinilai dapat menjadi tonggak penting dalam adopsi arus utama Solana.
Kedua, aktivitas perdagangan di ekosistem Solana mencatat rekor baru. Sepanjang 2025, volume tahunan perpetual DEX di jaringan Solana mencapai US$451,2 miliar, tertinggi sepanjang sejarah jaringan tersebut. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar US$238,4 miliar, serta jauh di atas volume tahun 2023 yang hanya sekitar US$2,38 miliar. Peningkatan volume ini didorong oleh platform besar seperti Jupiter dan Drift Trade.
🚨BREAKING: In 2025, @Solana’s yearly perpetual DEX volume hit a new all-time high of $451.2B, surpassing the network’s combined perpetual trading volume from all previous years since launch. pic.twitter.com/Ud0O6GuX6s
Ketiga, arus dana ke produk ETF Solana spot juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Selasa lalu, ETF Solana spot mencatat arus masuk harian sebesar US$16,8 juta, menjadi yang tertinggi dalam 20 hari terakhir. Data dari SolanaFloor menunjukkan Bitwise BSOL memimpin dengan inflow US$12,5 juta, disusul Fidelity FSOL sebesar US$2 juta. Total dana kelolaan ETF Solana kini mencapai sekitar US$1,09 miliar, mencerminkan minat investor yang kembali menguat.
Selain itu, aktivitas pengembang di jaringan Solana juga mengalami lonjakan. Pada 5 Januari 2026, tercatat lebih dari 42.000 token SPL baru diluncurkan dalam 24 jam. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir dan mengindikasikan meningkatnya aktivitas ekosistem, termasuk di sektor DeFi, NFT, dan memecoin.
Dari sisi teknikal, harga Solana sempat bergerak di kisaran US$137 pada perdagangan awal Selasa. Indikator MACD menunjukkan sinyal positif dengan momentum yang mengarah ke atas, sementara Chaikin Money Flow (CMF) tetap berada di zona positif, menandakan adanya arus masuk modal. Level support terdekat berada di area US$130. Jika harga mampu menembus level US$150, analis menilai target lanjutan berada di kisaran US$180 hingga US$200.
Namun demikian, pelemahan di bawah US$130 berpotensi memicu fase konsolidasi lanjutan sebelum tren berlanjut. Investor tetap diimbau mencermati pergerakan pasar dan mempertimbangkan risiko yang ada di tengah volatilitas aset kripto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sektor Robotics di pasar kripto kembali mencuri perhatian setelah sejumlah aset mencatatkan kenaikan signifikan dalam 7 hari terakhir. Data kapitalisasi pasar menunjukkan ada 3 altcoin Robotics yang saat ini mendominasi dan menjadi sorotan investor.
Pergerakan harga JasmyCoin (JASMY/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
JasmyCoin (JASMY) tercatat sebagai token Robotics dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Harga JASMY berada di level $0.008967, naik 54.65% dalam 7 hari terakhir.
Kapitalisasi pasar JASMY mencapai $443,422,263, dengan volume transaksi harian yang sangat besar, yakni $225,206,193. Lonjakan volume ini mengindikasikan tingginya minat pasar terhadap JASMY di tengah tren integrasi data, IoT, dan Robotics.
Dengan suplai beredar mencapai 49.44B JASMY, aset ini menjadi tulang punggung sektor Robotics berbasis data di pasar kripto.
Di posisi berikutnya ada GEODNET (GEOD) yang mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar $69,485,162. Harga GEOD berada di angka $0.1583, dengan kenaikan 10.84% dalam 7 hari.
GEOD dikenal sebagai proyek infrastruktur geospasial yang banyak digunakan dalam sistem otomatisasi dan Robotics presisi. Volume transaksi harian GEOD mencapai $655,534, menandakan aktivitas pasar yang konsisten.
Total suplai beredar GEOD saat ini berada di kisaran 438.77M GEOD.
3. DIMO (DIMO) Tumbuh Konsisten di Segmen Robotics
Token DIMO (DIMO) menempati jajaran top 3 dengan kapitalisasi pasar sebesar $6,146,946. Harga DIMO tercatat di level $0.01481, naik 26.22% dalam 7 hari terakhir.
Volume perdagangan 24 jam DIMO mencapai $350,926, dengan suplai beredar sebanyak 414.95M DIMO. DIMO fokus pada ekosistem data kendaraan dan otomasi, yang membuatnya relevan dalam pengembangan Robotics berbasis mobilitas.
Kesimpulan
Data terbaru menunjukkan sektor Robotics mulai bergerak agresif, dipimpin oleh JASMY, disusul GEOD, dan DIMO. Lonjakan harga dan volume mengindikasikan adanya akumulasi pasar terhadap proyek yang berkaitan dengan otomatisasi, data, dan kecerdasan mesin.
Dengan tren AI dan Robotics yang terus berkembang, ketiga altcoin ini berpotensi tetap menjadi perhatian pelaku pasar dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Dogecoin (DOGE) kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto setelah mencatatkan kebangkitan signifikan di awal 2026.
Dalam tujuh hari terakhir, DOGE melesat hampir 20 persen, mengejutkan investor yang sebelumnya melihat aset ini bergerak datar dalam fase konsolidasi panjang. Kenaikan tersebut terjadi seiring membaiknya sentimen pasar kripto global dan meningkatnya minat terhadap meme coin.
Sejumlah analis menilai pergerakan ini bukan sekadar reli jangka pendek. Dogecoin disebut telah memasuki zona akumulasi historis yang dinilai krusial. Jika pola pergerakan pada siklus sebelumnya kembali terulang, fase ini berpotensi menjadi fondasi bagi reli yang lebih besar dalam beberapa bulan ke depan.
Analisis Harga DOGE
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Salah satu pandangan datang dari Joao Wedson, pendiri firma analitik kripto Alphractal. Melalui unggahan di platform X, Wedson membagikan grafik on-chain yang menunjukkan DOGE telah memasuki area akumulasi kuat di kisaran harga 0,20 dolar AS. Zona tersebut secara historis kerap menjadi titik balik penting bagi pergerakan harga Dogecoin.
Alphractal menggunakan indikator Cumulative Value Days Destroyed (CVDD) untuk membaca data on-chain dan mengukur nilai jangka panjang berdasarkan bobot ekonomi koin yang berpindah di jaringan. Pada grafik tersebut, garis biru bawah CVDD menandai area di mana akumulasi besar biasanya terjadi. Ketika harga DOGE menyentuh area ini, peluang terjadinya pemulihan harga dinilai meningkat signifikan.
Dogecoin has entered its most important accumulation zone.
Historically, the blue levels of the CVDD Channel have acted as strong structural support for DOGE. After price touched the first blue level, Dogecoin rallied +24% in the last 48 hours.
Dilaporkan ICO Bench, Wedson mencatat bahwa dalam beberapa siklus sebelumnya, Dogecoin mengalami lonjakan tajam tidak lama setelah memasuki zona akumulasi serupa. Jika pola historis kembali terjadi, DOGE diperkirakan berpotensi bergerak menuju level 0,80 dolar AS dalam beberapa pekan mendatang. Proyeksi ini mencerminkan potensi kenaikan lebih dari 400 persen dari level saat ini, terutama di tengah kondisi pasar di mana meme coin mulai mengungguli aset kripto lain.
Sisi Teknikal Dogecoin
Dari sisi teknikal, struktur harga Dogecoin juga menunjukkan sinyal pembalikan tren. DOGE dilaporkan menemukan support kuat di sekitar 0,12 dolar AS, level yang sejalan dengan metrik on-chain Alphractal. Aktivitas akumulasi agresif di area tersebut dinilai telah mengurangi tekanan jual dari pelaku pasar bearish.
Setelah menembus level resistensi 0,14 dolar AS, Dogecoin secara teknikal dianggap telah membatalkan struktur tren turun sebelumnya. Kondisi ini membuka peluang pergerakan lanjutan menuju target awal di 0,20 dolar AS, dengan potensi berlanjut ke area 0,28 dolar AS apabila momentum bullish tetap terjaga.
Indikator Relative Strength Index (RSI) turut memperkuat sinyal pembalikan tren. Pada awal Januari 2026, RSI menembus rata-rata pergerakan 14 hari dan bergerak melewati garis tengah, sebuah pola yang umumnya menandakan peralihan kendali harga ke pihak bullish. Selama indikator ini bertahan di wilayah positif, analis menilai potensi kelanjutan reli Dogecoin masih terbuka dalam jangka pendek hingga menengah.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Pi Network (PI) kembali bergerak di zona merah. Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat bahwa PI melemah 0,88%, tampil lebih buruk dibanding pergerakan pasar kripto secara umum.
Meski secara mingguan masih mencatat kinerja positif (+3,65%), tren jangka menengah menunjukkan tekanan yang belum sepenuhnya mereda, tercermin dari performa -5,61% dalam 30 hari terakhir.
Pelemahan ini bukan semata dipicu faktor teknikal, melainkan kombinasi isu fundamental yang kembali mencuat, mulai dari jadwal unlock token skala besar, kekhawatiran sentralisasi jaringan, hingga likuiditas perdagangan yang tipis.
Salah satu faktor paling dominan yang membebani pergerakan PI saat ini adalah rencana unlock lebih dari 117 juta token PI bulan ini, setara sekitar 1,4% dari pasokan beredar.
Unlock ini merupakan bagian dari skema pelepasan tahunan sekitar 1,24 miliar PI.
Secara historis, momen unlock kerap menjadi katalis negatif bagi harga.
Data pergerakan sebelumnya menunjukkan PI sering mengalami koreksi 8–15% di sekitar periode pembukaan token.
Hal ini terjadi karena unlock memberi kesempatan bagi miner awal dan pihak internal untuk melepas aset ke pasar, sehingga meningkatkan suplai tanpa jaminan permintaan baru yang sebanding.
Kondisi ini diperparah oleh rendahnya rasio perputaran (turnover ratio) PI yang berada di kisaran 0,69%, jauh di bawah aset mapan seperti Bitcoin.
Artinya, pasar PI relatif “dangkal”, sehingga tekanan jual dalam jumlah sedang pun dapat memicu penurunan harga yang signifikan.
Isu Sentralisasi Kembali Disorot
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Selain unlock token, sentimen negatif juga diperkuat oleh kembalinya sorotan terhadap struktur jaringan Pi Network.
Laporan media kripto Eropa menyoroti bahwa Pi Network saat ini hanya bergantung pada sekitar 28 node dan 3 validator, dengan klaim bahwa Foundation menguasai hingga 90% suplai token.
Walau bukan isu baru, kemunculannya kembali di tengah kondisi pasar yang cenderung “risk-off” membuat respons investor lebih sensitif.
Dalam dunia kripto, desentralisasi merupakan nilai utama. Struktur yang dinilai terlalu terpusat berpotensi menggerus kepercayaan, khususnya dari investor yang membandingkan PI dengan blockchain layer-1 lain yang lebih transparan dan terdistribusi.
Dampaknya terlihat pada meningkatnya rotasi dana ke aset kripto yang dianggap memiliki fundamental dan tata kelola jaringan lebih kuat.
Likuiditas Rendah Perbesar Volatilitas
Faktor ketiga yang tak kalah penting adalah likuiditas pasar PI yang rendah.
Volume perdagangan 24 jam terakhir tercatat turun menjadi sekitar $12,2 juta, angka yang tergolong kecil untuk aset dengan kapitalisasi pasar di atas $1 miliar.
Saat ini, perdagangan PI masih terbatas di beberapa bursa menengah seperti OKX, Gate, dan MEXC. Keterbatasan listing membuat order book relatif tipis.
Akibatnya, spread bid-ask melebar dan pergerakan harga menjadi lebih mudah terdistorsi oleh transaksi besar.
Dalam kondisi seperti ini, PI menjadi kurang menarik bagi trader institusional dan algoritmik, yang umumnya mengandalkan likuiditas tinggi dan spread sempit.
Outlook: Tekanan Fundamental vs Sinyal Teknikal
Menariknya, dari sisi teknikal, beberapa indikator jangka pendek masih menunjukkan sinyal awal pemulihan, termasuk terbentuknya bullish crossover pada MACD.
Namun, sinyal teknikal ini berhadapan langsung dengan tekanan fundamental yang kuat, terutama menjelang unlock token pertengahan bulan.
Level $0,20 kini menjadi area support psikologis yang krusial. Jika area ini gagal dipertahankan, PI berpotensi kembali menguji zona bawah di sekitar $0,16, yang sebelumnya menjadi titik terendah penting pada 2025.
Pelemahan harga Pi Network saat ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko internal proyek.
Unlock token skala besar, isu sentralisasi jaringan, dan likuiditas yang rendah membentuk kombinasi tekanan yang sulit diabaikan.
Meski peluang teknikal jangka pendek masih terbuka, prospek PI dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap unlock token serta kemampuan tim Pi Network membangun kembali kepercayaan dan utilitas ekosistem.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Ethereum (ETH) hari ini menunjukkan pergerakan positif meskipun cenderung terbatas.
Berdasarkan pantauan terbaru Tokocrypto pada Selasa (7/1), ketika artikel ini ditulis ETH diperdagangkan di level $3.255,65 per koin, naik sekitar 0,79% dalam 24 jam terakhir.
Kapitalisasi pasar Ethereum kini mencapai $392,94 miliar, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin.
Volume perdagangan 24 jam tercatat cukup tinggi di kisaran $27,7 miliar, menandakan aktivitas pasar yang masih ramai.
Dengan jumlah pasokan beredar sekitar 120,69 juta ETH, pergerakan Ethereum saat ini mencerminkan fase konsolidasi setelah reli mingguan yang cukup kuat.
Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di rentang $3.184,01 (terendah) hingga $3.303,56 (tertinggi).
Pola ini menunjukkan volatilitas moderat, di mana pelaku pasar tampak aktif melakukan aksi beli di area bawah dan mengambil untung di area atas.
Secara mingguan, Ethereum masih mencatat kenaikan +9,43%, sebuah sinyal bahwa struktur tren jangka pendek masih berada di pihak bullish.
Kinerja 30 hari yang berada di zona positif (+3,97%) turut memperkuat pandangan bahwa Ethereum sedang berusaha membangun fondasi pemulihan setelah tekanan tajam beberapa bulan sebelumnya.
Namun, jika dilihat lebih panjang, ETH masih menghadapi tantangan. Dalam 60 hari terakhir, harga masih terkoreksi -6,15%, dan dalam 90 hari terakhir bahkan tercatat turun -27,06%.
Ini menandakan bahwa reli terbaru lebih bersifat rebound dari kondisi oversold, bukan sepenuhnya pembalikan tren besar.
Jarak Lebar dari Rekor Tertinggi
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Ethereum masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $4.953,73. Dengan harga saat ini, ETH masih terkoreksi lebih dari 30% dari puncaknya.
Fakta ini membuat banyak investor jangka menengah masih bersikap selektif, meskipun trader jangka pendek mulai kembali memanfaatkan volatilitas.
Bagi sebagian pelaku pasar, jarak lebar dari all-time high justru dianggap sebagai peluang akumulasi bertahap, terutama jika Ethereum mampu bertahan di atas zona psikologis $3.000.
Volume Tinggi, Sinyal Minat Masih Terjaga
Salah satu poin penting dari data hari ini adalah volume perdagangan yang mencapai hampir $28 miliar. Angka ini relatif tinggi dan menunjukkan bahwa minat terhadap Ethereum belum memudar.
Volume besar di tengah kenaikan harga yang stabil sering diartikan sebagai tanda partisipasi pasar yang sehat.
Investor institusional, trader derivatif, hingga pelaku DeFi masih menjadikan Ethereum sebagai aset utama untuk berbagai strategi, mulai dari lindung nilai, spekulasi jangka pendek, hingga penggunaan dalam ekosistem aplikasi terdesentralisasi.
Perspektif Teknikal: Area Kunci yang Perlu Diperhatikan
Dari sisi teknikal, zona $3.150–$3.200 kini menjadi area support penting.
Selama harga mampu bertahan di atas wilayah ini, peluang untuk melanjutkan penguatan ke area $3.350–$3.500 masih terbuka.
Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan ETH kembali turun di bawah $3.150, pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi lebih panjang, bahkan membuka peluang koreksi lanjutan menuju area psikologis $3.000.
Resistance terdekat saat ini berada di sekitar $3.300, yang sebelumnya menjadi titik tertinggi harian.
Penembusan bersih di atas level ini umumnya akan meningkatkan kepercayaan pasar dan memicu lonjakan volume lanjutan.
Harga Ethereum hari ini mencerminkan fase stabilisasi dengan kecenderungan positif.
Kenaikan harian yang moderat, ditopang volume besar dan performa mingguan yang kuat, menunjukkan bahwa ETH masih menjadi magnet utama di pasar kripto.
Meski demikian, tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang, terlihat dari performa 60 dan 90 hari yang masih negatif.
Artinya, pergerakan Ethereum ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan support utama dan menarik arus modal baru.
Bagi investor dan trader, periode ini sering dianggap sebagai fase krusial: apakah Ethereum akan melanjutkan pemulihan menuju tren naik baru, atau kembali terjebak dalam konsolidasi panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga JasmyCoin (JASMY) mencatat lonjakan tajam dalam 24 jam terakhir, yang terpantau via Tokocrypto pada Selasa (7/1).
Token yang dikenal sebagai proyek blockchain berfokus pada integrasi data dan IoT ini diperdagangkan di level $0,00898, menguat sekitar 18,14% secara harian.
Kenaikan agresif ini mendorong kapitalisasi pasar JASMY ke kisaran $444 juta, sekaligus menempatkannya kembali dalam jajaran 100 besar aset kripto berdasarkan nilai pasar.
Lonjakan harga JASMY juga diiringi peningkatan signifikan pada aktivitas perdagangan.
Volume transaksi 24 jam tercatat mencapai $235 juta, angka yang tergolong sangat tinggi untuk aset dengan kapitalisasi menengah.
Kondisi ini menandakan bahwa reli kali ini tidak semata didorong oleh transaksi tipis, melainkan melibatkan partisipasi pasar yang luas.
Pergerakan harga JasmyCoin (JASMY/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dalam satu hari, JASMY naik sekitar $0,00138, sementara dalam sepekan terakhir reli bahkan mencapai +54,41%.
Secara bulanan, token ini telah menguat 31,46%, menunjukkan adanya pergeseran sentimen dari bearish menuju spekulatif bullish.
Namun, dari perspektif lebih panjang, JASMY masih berada dalam fase pemulihan. Dalam 60 hari terakhir, harga masih tercatat turun -9,82%, dan dalam 90 hari terakhir bahkan terkoreksi -28,56%.
Artinya, lonjakan saat ini lebih tepat dibaca sebagai rebound kuat ketimbang konfirmasi tren naik jangka panjang.
Kombinasi antara kenaikan harian dua digit dan reli mingguan di atas 50% menjadikan JASMY salah satu altcoin dengan performa terbaik dalam periode pendek.
Volume Tinggi Jadi Faktor Kunci
Salah satu sinyal terpenting dari pergerakan hari ini adalah rasio volume terhadap kapitalisasi pasar yang tergolong sangat tinggi.
Dengan volume hampir setara 53% dari market cap, pasar JASMY menunjukkan likuiditas yang aktif dan minat spekulatif yang besar.
Volume tinggi biasanya mengindikasikan dua hal: masuknya arus dana baru dan meningkatnya aktivitas trader jangka pendek.
Bagi analis teknikal, kondisi ini sering dibaca sebagai fase ekspansi volatilitas, di mana peluang keuntungan meningkat, tetapi risiko koreksi cepat juga ikut membesar.
Struktur Pasokan: Hampir Sepenuhnya Beredar
Dari sisi fundamental tokenomik, JASMY kini memiliki sekitar 49,44 miliar token beredar dari total maksimum 50 miliar, atau hampir 99% pasokan sudah berada di pasar.
Kondisi ini relatif mengurangi risiko inflasi besar dari unlock token di masa depan.
Minimnya pasokan yang belum beredar sering dianggap positif karena menurunkan potensi tekanan jual mendadak akibat pelepasan token baru.
Faktor ini berpotensi memperkuat stabilitas jangka menengah, meski tetap tidak menghilangkan risiko spekulatif jangka pendek.
Area Harga Kritis yang Perlu Diperhatikan
Dengan harga saat ini di sekitar $0,009, area psikologis $0,01 menjadi resistance terdekat yang kemungkinan besar akan diuji pasar.
Jika JASMY mampu menembus dan bertahan di atas level ini dengan volume tinggi, peluang lanjutan reli menuju zona $0,011–$0,012 akan terbuka.
Sebaliknya, jika terjadi aksi ambil untung, area $0,0075–$0,0080 berpotensi menjadi support awal.
Penurunan di bawah zona tersebut dapat menandakan berakhirnya momentum jangka pendek dan membawa harga kembali ke fase konsolidasi.
Harga JasmyCoin hari ini menampilkan kombinasi yang jarang: kenaikan dua digit, volume sangat besar, dan reli mingguan agresif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa JASMY sedang menjadi pusat perhatian trader dan spekulan altcoin.
Meski peluang lanjutan kenaikan masih terbuka, investor perlu mencermati bahwa tren jangka menengah JASMY belum sepenuhnya pulih.
Dengan volatilitas tinggi, pergerakan harga berpotensi sangat cepat ke dua arah.
Bagi pelaku pasar, fase ini sering dianggap sebagai momen krusial: apakah JASMY mampu mengonversi reli menjadi tren naik berkelanjutan, atau justru membentuk puncak jangka pendek sebelum koreksi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.