All posts by 17

Arena-Z (A2Z) Meledak 43% dalam Sehari, Tembus Rekor Tertinggi Baru

Pasar kripto kembali dikejutkan oleh lonjakan spektakuler dari Arena-Z (A2Z), yang mencatat kenaikan harga harian lebih dari 43% dan berhasil menyentuh rekor tertinggi baru.

Dalam 24 jam terakhir, harga A2Z melesat ke $0.007445, naik signifikan dari titik terendah harian di $0.005111 hingga mencapai puncaknya di $0.011334, yang sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah token ini.

Lonjakan Drastis yang Mengubah Peta Pasar

Data terkini menunjukkan kapitalisasi pasar A2Z kini berada di angka $43.75 juta USD, dengan volume perdagangan yang mengejutkan, yakni $214.78 juta USD dalam 24 jam terakhir.

Tokocrypto mencatat, lonjakan ini membuat A2Z berada di peringkat #621 aset kripto terpopuler berdasarkan kapitalisasi pasar.

Menariknya, meskipun harga sudah melonjak tajam, volume perdagangan yang sangat tinggi mengindikasikan bahwa minat investor terhadap token ini tengah berada pada puncaknya.

Ini bisa menjadi tanda masuknya pemain besar atau meningkatnya ekspektasi komunitas terhadap perkembangan ekosistem Arena-Z.

 Pergerakan harga Arena-Z (A2Z/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Arena-Z (A2Z/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: LOKA Melonjak 18% Seiring League of Kingdoms Jadi Arena-Z

Performa yang Stabil dalam Jangka Panjang

Jika melihat data 30, 60, hingga 90 hari terakhir, A2Z mengalami kenaikan konsisten sebesar 7.63%, yang berarti tren bullish ini tidak sepenuhnya mendadak, melainkan hasil dari akumulasi kenaikan bertahap yang kemudian dipercepat oleh lonjakan besar hari ini.

Dalam sepekan terakhir saja, A2Z sudah mencatat kenaikan 48.38%, sebuah angka yang menunjukkan potensi breakout dan masuknya token ini dalam radar para trader spekulatif maupun investor jangka panjang.

Potensi dan Tantangan

Dengan jumlah sirkulasi 5.88 miliar A2Z dari total maksimum 10 miliar token, suplai yang masih tersedia untuk peredaran membuka peluang bagi dinamika harga yang lebih agresif.

Kapitalisasi pasar yang masih relatif kecil dibandingkan proyek besar lainnya juga memberikan ruang pertumbuhan yang luas jika ekosistem Arena-Z mampu membangun adopsi nyata.

Namun, investor tetap harus mewaspadai volatilitas tinggi yang terlihat dari pergerakan harga dalam satu jam terakhir, yang turun 23.66% meski secara harian tetap positif.

Fluktuasi cepat ini umum terjadi pada altcoin dengan volume perdagangan yang tiba-tiba melonjak.

Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Belum ada konfirmasi resmi dari tim pengembang terkait pemicu utama kenaikan harga, namun beberapa spekulasi di komunitas kripto mengaitkannya dengan:

  • Rumor kemitraan strategis yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
  • Peningkatan volume pembelian dari investor besar (whale).
  • Aktivitas spekulasi di bursa, mengingat tingginya volume perdagangan harian yang tidak sebanding dengan rata-rata sebelumnya.

Baca Juga: SXT Meroket 42%: Jadi Kekuatan Baru di Web3?

Arena-Z kini menjadi salah satu token yang paling diperhatikan di pasar altcoin berkapitalisasi kecil-menengah.

Lonjakan 43.21% dalam sehari bukan hanya mengangkat harganya ke level tertinggi baru, tetapi juga memicu perdebatan tentang apakah ini awal dari tren bullish yang panjang atau sekadar lonjakan sementara akibat euforia pasar.

Bagi investor, langkah terbaik adalah mengamati perkembangan berita resmi dari pihak Arena-Z dan menganalisis tren harga dalam beberapa hari ke depan sebelum mengambil keputusan.

Potensi keuntungan memang besar, tetapi volatilitas yang tinggi juga membuat risiko kerugian tak kalah signifikan.

Jika tren positif ini berlanjut, A2Z bisa saja keluar dari bayang-bayang altcoin berkapitalisasi kecil dan mulai bersaing di papan tengah pasar kripto global. Namun untuk saat ini, kehati-hatian tetap menjadi kunci.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 2 Januari 2026: Peluang Rebound Masih Terbuka

Memasuki awal 2026, pasar kripto hari ini, Jumat (2/1) dibuka positif dengan altcoin mencatatkan penguatan signifikan, dipimpin A2Z yang melonjak 31%, disusul NEIRO naik 20% dan QUICK menguat 10%. Di sisi makro,

Sementara itu, Bitcoin diproyeksikan berpotensi menembus $170.000 sepanjang 2026 apabila pelonggaran moneter dipercepat, dengan arus masuk ETF yang tetap stabil meski menurut CryptoQuant tren bullish belum sepenuhnya terkonfirmasi. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Deretan Altcoin Teratas di Pembukaan 2026

  • A2Z melonjak 31% ke harga $0,001849.
  • NEIRO naik 20%, kini di level $0,000124.
  • QUICK menguat 10% menjadi $0,01113.

Bitcoin Berpotensi Tembus $170.000 pada 2026

  • Bitcoin capai $170.000 jika pelonggaran moneter dipercepat.
  • Arus masuk ETF yang stabil turut mendorong proyeksi kenaikan ini.
  • CryptoQuant: BTC belum sepenuhnya memasuki tren bullish.

Liburan Seru Main Lucky Holiday Blast! Hadiah Rp60 JUTA!*

Aktivitas Jual-Beli Whale Kripto di Tahun Baru 2026

  • Whale borong LINK $4,46 juta, targetkan kenaikan +26,4% di Januari.
  • ENA senilai $20 juta dijual akibat TVL anjlok 56% ke harga $0,15.
  • Investor besar akumulasi PENDLE $1,42 juta meski ada risiko bear flag.

Arthur Hayes Investasi $3,4 Juta ke 4 Token DeFi di 2026

  • Hayes alihkan modal dari Ethereum ke empat aset DeFi.
  • Rincian investasi: $1,97jt ENA, $735rb ETHFI, $515rb PENDLE, dan $260rb LDO.
  • Faktor ETF, pendapatan protokol, dan staking perkuat optimisme DeFi Hayes.

Baca juga: Riset Kripto 22-26 Des 2025: Bitcoin Sideways, Pertanda Akumulasi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

Belakangan ini, isu penarikan dana nasabah dari exchange kripto lokal ramai dibicarakan di media sosial dan ruang publik, memicu kekhawatiran akan terulangnya kasus kolaps FTX di Amerika Serikat akibat penyalahgunaan dana nasabah. 

Namun, CEO Tokocrypto Calvin Kizana menegaskan bahwa industri aset kripto di Indonesia kini jauh lebih aman, berkat perubahan struktur total sejak adanya Bursa, Kliring, dan Kustodian, di mana exchange seperti Tokocrypto tidak lagi memegang dana nasabah secara langsung melainkan hanya memfasilitasi perdagangan.

Status Legal Aset Kripto di Indonesia

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

Ya, kripto legal di Indonesia sebagai aset yang bisa diperdagangkan, tapi bukan sebagai alat pembayaran sah. 

Sejak 2018, kripto diakui secara hukum sebagai komiditas melalui regulasi Bappebti, dan kini diawasi OJK sejak Januari 2025 sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 27 Tahun 2024. Ini berarti kamu bisa beli-jual kripto di platform berizin dengan kepastian hukum, asal melalui exchange resmi seperti Tokocrypto.

Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya

Siapa Regulator yang Mengawasi Perdagangan Kripto?

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.

Sejak Januari 2025, OJK menjadi regulator utama pengawasan aset kripto, menggantikan peran Bappebti berdasarkan UU P2SK. Bappebti sebelumnya mengatur kripto sebagai komoditas sejak 2018 melalui aturan seperti Permendag No. 99/2018, termasuk pendaftaran exchange dan pencegahan TPPU. Peralihan ini dilakukan untuk integrasi dengan sektor keuangan lebih luas, dengan OJK menerbitkan POJK 27/2024 dan POJK 23/2025 untuk memperkuat pengawasan.

Hubungan antara regulator, bursa, dan nasabah sekarang lebih terintegrasi, di mana dengan OJK yang bisa mengawasi langsung exchange seperti Tokocrypto, terbukti dengan diterbitkannya daftar Whitelist Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Berizin/Terdaftar melalui siaran pers OJK, Desember 2025.

Baca juga: Apa Saja Opsi Bank dan E-Wallet untuk Deposit Tokocrypto?

Bagaimana Regulasi OJK Melindungi Dana Nasabah Crypto?

Melalui Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran (awareness) dari pemangku kepentingan (stakeholders), OJK memberikan gambaran teknis untuk perlindungan dana nasabah kripto melalui kombinasi regulasi, standar teknis, dan tata kelola yang ketat. Beberapa poin pentingnya:

  • Prinsip Zero Trust: Pedoman menekankan bahwa tidak boleh ada kepercayaan implisit dalam jaringan. Setiap akses harus diverifikasi berlapis, termasuk autentikasi pengguna, pengelolaan perangkat, dan kebijakan akses yang dinamis. Tujuannya adalah meminimalisir risiko intrusi dengan prinsip “never trust, always verify”.
  • Manajemen Risiko Siber: Penyelenggara diwajibkan mengadopsi kerangka kerja nasional maupun internasional seperti ISO 27001, NIST Cybersecurity Framework, CSMA BSSN, dan CREST. Regulasi ini memastikan tingkat kematangan keamanan dapat diukur secara objektif, sehingga kelemahan sistem bisa segera diidentifikasi dan diperbaiki.
  • Pelindungan Data dan Wallet: Untuk memastikan pelindungan aset konsumen maka OJK mengharuskan hanya boleh 30% aset konsumen yang dikelola oleh Pedagang, dan 70% aset konsumen harus disimpan di cold wallet (offline) untuk mengurangi risiko peretasan. Selain itu, semua data dan transaksi wajib dienkripsi end-to-end dengan algoritma kriptografi sesuai standar industri. Hal ini melindungi baik aset maupun informasi pribadi nasabah.
  • Rencana Tanggap Insiden (Incident Response Plan): Mengatur agar setiap penyelenggara memiliki rencana tanggap insiden yang jelas, melalui koordinasi lintas tim, pemulihan cepat, dan pelaporan insiden ke OJK serta pemangku kepentingan terkait. Ada batas waktu pelaporan insiden siber yang ketat untuk menjaga transparansi.
  • Peningkatan Kompetensi Teknis: Penyelenggara harus memastikan tim teknisnya terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan intensif, sertifikasi profesional (CISA, CISSP, CISM), dan simulasi insiden. Tujuannya agar kesiapan operasional tetap tinggi menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana?

Berlandaskan POJK No. 23 Tahun 2025, tata kelola ekosistem aset kripto di Indonesia kini dijalankan melalui lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) yang mencakup Bursa, Kliring, dan Kustodian. 

Melalui kerangka ini, dana serta aset kripto milik nasabah wajib dipisahkan dari aset operasional exchange, sehingga tidak bisa dipakai untuk kepentingan internal perusahaan.

Adapun struktur ekosistem kripto nasionalnya diatur sebagai berikut:

  • Bursa: PT Central Finansial X (CFX), bertugas menyelenggarakan dan menyediakan sistem perdagangan aset kripto.
  • Kliring: Kliring Komoditi Indonesia, berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana Rupiah atau fiat milik nasabah.
  • Kustodian: PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), berperan sebagai penyimpanan aset kripto nasabah.
  • Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD): Saat ini terdapat 29 PAKD berizin OJK, termasuk Tokocrypto, yang menyediakan layanan jual-beli aset kripto.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa mekanisme perlindungan dana nasabah kini semakin kuat karena terdapat kewajiban rekonsiliasi aset harian untuk memastikan total aset nasabah selalu utuh. Apabila terjadi kekurangan, exchange wajib melakukan penambahan aset sesuai ketentuan yang berlaku.

Pernyataan ini mempertegas komitmen industri kripto nasional untuk memperkuat perlindungan konsumen dan meminimalkan risiko penyalahgunaan dana nasabah.

Baca tanggapan lengkap dari CEO Tokocrypto: Menanggapi Seruan Penarikan Dana Massal

Apakah Dana dan Aset Nasabah Crypto Aman?

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Bitcoin dan cold wallet. Sumber: Shutterstock.

Regulasi OJK membuat dana nasabah terpantau dan aman jika kamu menggunakan exchange yang masuk ke daftar whitelist seperti Tokocrypto, sebab Tokocrypto juga memiliki berbagai sertifikasi seperti ISO 27001 dan ISO 27017 yang merupakan standar internasional untuk keamanan informasi, dan fitur Proof of Reserve yang memungkinkan nasabah memantau secara langsung aset yang disimpan dengan rasio 1:1. 

Memiliki prinsip Not your key, not your coins? Tenang…

Bagi nasabah yang ingin menyimpan menyimpan sendiri aset kripto-nya atau self custody baik melalui cold wallet atau hot wallet, Tokocrypto mendukung penuh self custody sehingga dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Caranya kamu cukup mengikuti tutorial berikut: Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alarm Bahaya! Crypto Winter Disebut Bisa Kembali Hantam Pasar di 2026

Pasar kripto kembali dibayangi kekhawatiran. Setelah Bitcoin menutup 2025 dengan kinerja negatif untuk pertama kalinya sejak 2022, analis memperingatkan bahwa Crypto Winter berpotensi kembali terjadi pada 2026.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Sean Williams, analis dari Motley Fool, yang melihat pola penurunan pasar kripto berulang setiap empat tahun, seperti yang terjadi pada 2018 dan 2022. Menurutnya, tekanan terhadap aset kripto belum sepenuhnya berakhir.

Dilaporkan BeInCrypto, Bitcoin tercatat turun lebih dari 6% sepanjang 2025, menutup tahun di level US$87.474. Padahal, aset kripto terbesar dunia ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000 pada awal Oktober 2025, terdorong oleh kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS.

Rekap Tahun 2025: Tekanan Makro

Namun, reli tersebut runtuh pada 10 Oktober 2025 setelah Presiden Trump mengumumkan tarif baru terhadap impor China serta ancaman pembatasan ekspor perangkat lunak strategis. Kebijakan itu memicu likuidasi lebih dari US$19 miliar, menjadi yang terbesar dalam sejarah kripto.

Williams menilai, sejumlah katalis utama yang sebelumnya menopang pasar kini telah habis. Halving Bitcoin, kemenangan Trump, hingga pengesahan Genius Act disebut sudah “sepenuhnya tercermin dalam harga”.

Bitcoin saat ini sudah lebih dari 30% di bawah level tertinggi 52 minggunya. Masalah terbesar kripto adalah tidak adanya katalis besar untuk tahun baru,” tulis Williams.

Ia juga mengkritik tren strategi treasury Bitcoin yang dipopulerkan oleh Michael Saylor melalui Strategy (sebelumnya MicroStrategy). Menurut Williams, banyak perusahaan kecil yang meniru strategi tersebut tidak terbukti menguntungkan, merugi, dan memiliki daya beli terbatas, sehingga sulit menopang permintaan Bitcoin.

Selain itu, saham perusahaan pemegang Bitcoin dinilai diperdagangkan dengan premi tinggi terhadap nilai aset bersih (NAV), sesuatu yang dianggap tidak masuk akal di tengah kemudahan investasi melalui ETF Bitcoin spot.

Turunkan Harga XRP Hingga $1

Tak hanya Bitcoin, XRP juga mendapat proyeksi suram. Williams memperkirakan harga XRP bisa kembali jatuh ke US$1, dengan alasan sentimen positif seperti kemenangan Trump, penyelesaian kasus Ripple-SEC, dan persetujuan ETF spot sudah sepenuhnya diantisipasi pasar. Ia juga menyoroti adopsi XRP yang masih terbatas, dengan hanya sekitar 300 institusi keuangan, jauh dibandingkan lebih dari 11.000 institusi yang menggunakan SWIFT.

Meski demikian, Williams melihat satu potensi positif di 2026, yakni kemungkinan banjir persetujuan ETF kripto spot. Tercatat sekitar 125 ETF kripto masih menunggu persetujuan regulator hingga pertengahan Desember 2025, termasuk untuk Avalanche, Cardano, dan Polkadot, yang berpeluang mendorong kinerja altcoin tertentu.

Di sisi lain, sejumlah analis tetap optimistis. Mereka meyakini bull run dan alt season justru akan terjadi pada 2026, didukung pemerintahan AS yang pro-kripto, adopsi institusional yang berlanjut, pertumbuhan stablecoin, serta potensi penurunan suku bunga. Blockchain juga diprediksi akan semakin luas diterapkan di berbagai sektor sepanjang tahun ini.

Meski pandangan pasar masih terbelah, satu hal jelas: 2026 berpotensi menjadi tahun penentuan bagi arah pasar kripto global.

Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Terancam Anjlok ke Level Terendah

Dogecoin (DOGE) memasuki awal 2026 dengan tekanan berat. Meski dalam beberapa tahun terakhir DOGE berkembang dari sekadar meme coin menjadi aset cadangan bagi sejumlah pihak, berbagai indikator terbaru menunjukkan potensi penurunan harga lanjutan yang dapat menyeret DOGE ke level terendah baru.

Pada penutupan akhir 2025, harga DOGE sempat jatuh di bawah US$0,12 dan mencatat penurunan lebih dari 70% dari puncaknya. Lemahnya tekanan beli membuat harga gagal memantul cepat dan tetap bertahan di bawah level tersebut pada hari-hari awal perdagangan 2026.

Faktor ETF Dogecoin

Salah satu faktor utama adalah rendahnya minat terhadap Exchange Traded Fund (ETF) Dogecoin. ETF spot DOGE yang diluncurkan di Amerika Serikat pada akhir November 2025 belum mampu menarik arus dana yang signifikan. Data SoSoValue menunjukkan bahwa sejak mulai diperdagangkan pada 24 November, sebagian besar hari perdagangan DOGE ETF mencatatkan arus bersih nol. Total aset bersih ETF DOGE saat ini hanya sekitar US$5,07 juta, terendah di antara seluruh ETF kripto di AS.

Dilaporkan BeInCrypto, minimnya arus masuk dana ini mencerminkan kurangnya minat baik dari investor institusional maupun ritel, terutama jika dibandingkan dengan ETF XRP dan Solana (SOL) yang menunjukkan performa lebih kuat. Tanpa dorongan dana segar dari ETF, DOGE dinilai kehilangan momentum kenaikan dan tetap berada di bawah tekanan jual. Investor kripto Marzell menilai lemahnya permintaan ETF dan turunnya open interest futures memperkuat tren aksi jual yang sedang berlangsung.

Baca juga: Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terkunci di Bawah $0,14

Tekanan juga datang dari sisi pasokan di bursa. Data Bitinfocharts menunjukkan saldo DOGE di dompet Binance, salah satu pemegang terbesar, meningkat signifikan sepanjang paruh kedua 2025. Kepemilikan DOGE di alamat tersebut naik dari sekitar 7,9 miliar menjadi 10,9 miliar koin dalam setahun.

Secara historis, saldo yang mendekati atau melampaui 11 miliar DOGE kerap bertepatan dengan puncak harga, dan dalam kondisi pasar yang sepi permintaan, cadangan besar di bursa meningkatkan risiko tekanan jual berkelanjutan.

Dari sisi minat publik, Dogecoin juga kehilangan daya tarik. Data Google Trends menunjukkan pencarian terkait DOGE turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir. Penurunan minat ritel ini berdampak langsung pada likuiditas, membuat harga lebih rentan terhadap fluktuasi tajam.

Potensi DOGE

Sejumlah perusahaan yang menjadikan DOGE sebagai aset cadangan juga menghadapi tekanan. BitOrigin tercatat membeli DOGE di kisaran US$0,22, sementara CleanCore Solutions melaporkan kepemilikan lebih dari 710 juta DOGE pada Oktober 2025 dengan keuntungan belum terealisasi di atas US$20 juta saat itu.

Namun, sejak Oktober, harga DOGE telah anjlok lebih dari 50%. Saham CleanCore Solutions pun turun hingga sekitar 90%, mencerminkan keraguan investor terhadap strategi cadangan Dogecoin. Investor KrissPax bahkan menyebut penurunan tajam saham tersebut sebagai citra buruk bagi Dogecoin.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski demikian, tidak semua sinyal bersifat negatif. Laporan BeInCrypto mencatat bahwa pemegang DOGE jangka panjang mulai menunjukkan tanda-tanda akumulasi. Bagi kelompok ini, penurunan harga lebih lanjut dipandang sebagai peluang beli, bukan tanda kepanikan.

Dengan kombinasi lemahnya permintaan ETF, tingginya cadangan DOGE di bursa, serta menurunnya minat ritel, Dogecoin menghadapi risiko signifikan untuk mencetak harga terendah baru di awal 2026. Namun, arah selanjutnya masih akan sangat ditentukan oleh sentimen pasar dan kemampuan DOGE menarik kembali minat investor.

Baca juga: Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terjebak di $0,12


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Masuk Radar Trader, 3 Binance Alpha Tokens Ini Tampil Paling Agresif

Sejumlah altcoin yang masuk dalam kategori Binance Alpha Tokens mencuri perhatian pasar kripto dalam 7 hari terakhir. Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, terdapat 3 token yang menempati posisi teratas dan mencatat performa harga signifikan, baik dari sisi kenaikan mingguan maupun volume transaksi harian.

Berikut rangkuman 3 top altcoin Binance Alpha Tokens berdasarkan market capitalization dikutip CoinMarketCap.

1. River (RIVER)

Token River (RIVER) saat ini menjadi Binance Alpha Token dengan kapitalisasi pasar terbesar. RIVER diperdagangkan di harga $10.26, dengan kenaikan 46.69% dalam 24 jam dan melonjak 233.27% dalam 7 hari.

Kapitalisasi pasar RIVER tercatat mencapai $201,232,066, dengan volume transaksi harian sebesar $55,330,328. Total suplai yang beredar berada di angka 5.92 juta RIVER, sementara pergerakan harga menunjukkan tren kenaikan tajam sepanjang pekan terakhir.

2. Bitlight (LIGHT)

Di posisi berikutnya, Bitlight (LIGHT) mencatat performa paling agresif dari sisi kenaikan harian. Harga LIGHT berada di level $2.47, dengan lonjakan ekstrem 453.91% dalam 24 jam dan kenaikan 195.96% dalam 7 hari.

Kapitalisasi pasar LIGHT mencapai $106,611,734, sementara volume perdagangan 24 jam menembus $461,337,303, menjadikannya salah satu token paling aktif diperdagangkan di Binance Alpha. Jumlah suplai beredar saat ini tercatat 195.83 juta LIGHT.

3. Quack AI (Q)

Token Quack AI (Q) melengkapi daftar 3 besar Binance Alpha Tokens. Q diperdagangkan di harga $0.01679, dengan kenaikan 31.87% dalam 24 jam, meski hanya naik 1.79% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar Quack AI berada di angka $44,054,994, dengan volume transaksi harian mencapai $47,861,712. Total suplai beredar Q tercatat sebesar 2.92 miliar token, menjadikannya salah satu proyek dengan suplai terbesar di kategori ini.

Kesimpulan, River, Bitlight, dan Quack AI saat ini menjadi sorotan utama di Binance Alpha Tokens, didorong oleh lonjakan harga, kapitalisasi pasar besar, serta aktivitas perdagangan yang tinggi. Pergerakan ketiga altcoin ini menunjukkan tingginya minat pasar terhadap token berkapitalisasi menengah dengan volatilitas tinggi.

Baca juga: Bukan Monero! 3 Altcoin Privacy Ini Diam-Diam Meledak di Pasar Kripto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tertekan di Akhir 2025, Tapi Januari 2026 Bisa Jadi Titik Balik?

Harga Solana (SOL) tercatat melemah sekitar 12% dalam 30 hari terakhir menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Pergerakan ini memunculkan kombinasi sinyal bullish dan bearish di grafik, sehingga arah harga SOL pada Januari 2026 masih menjadi perhatian pelaku pasar kripto.

Secara historis, Januari kerap menjadi bulan positif bagi Solana. Data menunjukkan rata-rata imbal hasil Januari berada di kisaran 59%, dengan median sekitar 22%, terutama ketika Desember ditutup dengan penurunan harga. Pola tersebut terlihat pada beberapa tahun terakhir, termasuk penurunan tajam di Desember 2022 yang diikuti reli 140% pada Januari 2023, serta koreksi Desember 2024 yang berlanjut dengan kenaikan pada Januari 2025.

Historis Harga Solana

Hingga akhir Desember 2025, SOL masih tercatat turun sekitar 6,9%. Secara statistik, kondisi ini mendukung narasi “Red December, Green January” atau Desember merah yang diikuti Januari hijau.

Dari sisi fundamental, aliran dana ETF turut memberikan dukungan. Sejak diluncurkan, ETF spot Solana belum mencatat arus keluar bersih mingguan. Pada pekan terakhir, dana masuk mencapai sekitar USD 13,14 juta, sehingga total kumulatif inflow menembus USD 755,77 juta. Aliran dana yang konsisten ini menandakan kepercayaan selektif investor terhadap SOL, di tengah tekanan yang dialami aset kripto utama lainnya.

Namun, analis menilai inflow tersebut tidak serta-merta menandai awal altseason. Tim analis B2BINPAY menyebut investor masih sangat selektif dan cenderung memilih altcoin yang likuid dan dikenal luas seperti Solana atau XRP, tanpa rotasi besar dari Bitcoin dan Ethereum.

Baca juga: Alarm Merah Solana! Jika Support US$105 Jebol, Harga Berisiko Longsor

Analisa Teknikal SOL

Dari sisi teknikal, grafik dua hari menunjukkan adanya bullish divergence. Harga SOL membentuk lower low antara 21 November hingga 17 Desember, sementara RSI justru mencetak higher low. Pola ini sering diartikan sebagai sinyal awal potensi pembalikan arah jika didukung oleh kenaikan volume beli.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski demikian, tekanan bearish belum sepenuhnya hilang. Pada timeframe yang sama, EMA 100 periode mendekati persilangan ke bawah EMA 200 periode. Jika bearish crossover ini terkonfirmasi, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga awal Januari 2026 sebelum pemulihan yang lebih stabil terjadi.

Data derivatif juga mencerminkan kehati-hatian pasar. Mayoritas kelompok trader, termasuk akun besar dan whale Solana, masih berada pada posisi net short dalam tujuh hari terakhir. Meski begitu, sebagian pelaku seperti smart money dan trader tertentu mulai membuka posisi long secara bertahap, yang diduga sebagai antisipasi potensi reli Januari.

Potensi SOL

Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar USD 124. Level USD 129 menjadi titik kunci. Penutupan harga dua hari di atas level tersebut dinilai dapat membuka peluang kenaikan menuju USD 150, bahkan hingga USD 171 jika momentum dan arus dana ETF tetap terjaga. Data cost-basis menunjukkan area USD 123–124 sebagai zona suplai kuat yang sedang diuji harga.

Sebaliknya, level USD 116 menjadi batas pengaman. Penurunan di bawah area ini berpotensi menggugurkan skenario bullish Januari dan membuka peluang kelanjutan tren turun, terutama jika disertai konfirmasi bearish dari EMA.

Dengan demikian, pergerakan Solana pada Januari 2026 akan sangat ditentukan oleh dua level krusial tersebut. Bertahan di atas USD 129 dapat memberi ruang bagi reli lanjutan, sementara penurunan di bawah USD 116 berisiko menghapus harapan akan pola historis “Green January” bagi SOL.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Terjebak Konsolidasi, ETF Tetap Dilirik, Harga Reli di 2026?

Harga XRP masih berada di bawah tekanan menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Sejumlah upaya pemulihan harga gagal bertahan, membuat altcoin ini menutup tahun dengan kinerja tahunan yang sedikit negatif di tengah sentimen pasar yang cenderung bearish.

Sepanjang beberapa pekan terakhir, lemahnya permintaan di pasar spot serta sikap hati-hati investor ritel menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga XRP. Meski demikian, minat investor institusional muncul sebagai penopang utama, membantu menahan penurunan harga yang lebih dalam di tengah tekanan jual yang berkelanjutan.

Aliran Dana Institusi Jadi Penopang Utama

Data CoinShares menunjukkan bahwa XRP menjadi salah satu aset kripto favorit investor institusi sepanjang 2025. Pada pekan yang berakhir 27 Desember, XRP mencatat arus masuk dana sebesar US$70 juta, mendorong total inflow bulanan menjadi US$424 juta.

Capaian tersebut bahkan mengungguli aset kripto utama lainnya. Bitcoin tercatat mengalami arus keluar dana sebesar US$25 juta, sementara Ethereum mencatat outflow yang jauh lebih besar, mencapai US$241 juta dalam periode yang sama.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Secara tahunan, XRP berhasil menarik inflow hingga US$3,3 miliar. Angka ini mencerminkan kepercayaan institusional yang tetap kuat meski pasar kripto dibayangi volatilitas tinggi dan ketidakpastian regulasi.

ETF XRP Tunjukkan Konsistensi Permintaan

Dukungan institusi juga terlihat dari performa ETF XRP yang diluncurkan pada 2025. Sejak debutnya, produk ETF tersebut belum mencatat satu hari pun dengan arus keluar dana bersih. Hanya satu sesi perdagangan yang berakhir netral tanpa inflow, menunjukkan konsistensi permintaan yang jarang terjadi.

Dilaporkan BeInCrypto, CEO aplikasi kripto NoOnes, Ray Youssef, menilai bahwa akumulasi XRP pada awal Desember merupakan strategi jangka panjang investor institusi untuk memanfaatkan momentum ETF.

Menurutnya, pola ini mirip dengan fase awal ETF Bitcoin dan Ethereum, di mana investor besar cenderung mengakumulasi aset sebelum harga sepenuhnya mencerminkan dampak peluncuran ETF. Ia juga menyebut XRP kini dipandang sebagai aset berisiko tinggi (high beta) dengan proposisi nilai yang semakin kuat seiring meningkatnya partisipasi institusi.

Baca juga: XRP Mandek di Zona Bahaya? Level US$1,58 Jadi Penentu Arah Harga

Long-Term Holder Mulai Melepas Kepemilikan

Di sisi lain, perilaku pemegang jangka panjang (long-term holder) menjadi sumber kekhawatiran menjelang 2026. Sepanjang 2025, kelompok ini bergantian antara akumulasi dan distribusi, mencerminkan ketidakpastian terhadap prospek menengah XRP.

Memasuki kuartal IV 2025, aktivitas jual dari long-term holder semakin dominan. Kondisi ini mengindikasikan menurunnya tingkat kepercayaan dari investor yang biasanya bertahan di tengah volatilitas. Jika tren distribusi ini berlanjut ke 2026, risiko penurunan harga XRP dinilai dapat meningkat.

Awal 2026 Diprediksi Masih Datar

Pada saat penulisan, harga XRP diperdagangkan di sekitar US$1,87, turun 38% sepanjang kuartal IV 2025 dan melemah 9,7% secara year-to-date. Bulan Desember gagal memberikan dorongan positif, memperkuat sentimen bearish di akhir tahun.

Ray Youssef memprediksi pergerakan harga XRP pada Januari hingga kuartal I 2026 cenderung stagnan. Ia memperkirakan XRP akan berkonsolidasi di kisaran US$2 hingga US$2,50, kecuali muncul katalis makro yang signifikan.

Menurutnya, volatilitas pasar global, ketegangan geopolitik, serta berbagai episode risk-off membuat pelaku pasar enggan mengambil posisi agresif. Pemulihan yang lebih kuat baru akan terlihat jika XRP mampu menembus level US$3,00 untuk kembali membangun struktur bullish menuju rekor tertinggi di US$3,66.

Namun, skenario penurunan masih tetap terbuka. Jika tekanan jual meningkat dan permintaan melemah, penembusan di bawah level support US$1,79 berpotensi menyeret harga menuju area US$1,50. Kondisi tersebut akan memperkuat dominasi bearish dan membatalkan prospek netral-bullish.

Faktor Musiman Masih Jadi Tantangan

Secara historis, Januari mencatatkan rata-rata kenaikan harga XRP sebesar 3%. Namun, median return justru menunjukkan penurunan sekitar 7,8%, menandakan bahwa performa positif tidak selalu konsisten.

Dengan likuiditas pasar yang masih terbatas dan sentimen risiko yang lemah, harga XRP diperkirakan menghadapi tantangan pada awal 2026. Arah pergerakan yang lebih jelas kemungkinan baru akan terbentuk setelah terjadi perubahan signifikan pada kondisi pasar dan perilaku investor.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $87.546, Pasar Cari Arah

Harga Bitcoin (BTC) hari ini bergerak melemah dengan koreksi 0,86% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level $87.546,48 per BTC.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih cenderung berhati-hati, meskipun tekanan jual terlihat lebih terkendali dibandingkan fase koreksi tajam sebelumnya.

Secara kapitalisasi pasar, Bitcoin saat ini bernilai sekitar $1.748,29 miliar, tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan harian tercatat mencapai $33,03 miliar, menandakan aktivitas pasar yang masih cukup aktif meski tanpa dorongan momentum kuat.

Baca Juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

Pergerakan Harga BTC Masih Konsolidasi

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $87.130 hingga $89.080.

Area ini mencerminkan fase konsolidasi sempit, di mana pembeli dan penjual masih saling menunggu konfirmasi arah berikutnya.

Secara historis, tekanan jangka pendek terlihat dari data harian yang mencatat penurunan sekitar $729 atau -0,83%.

Namun, jika ditarik ke rentang 30 hari, BTC justru masih membukukan kenaikan tipis 0,67%, mengindikasikan bahwa koreksi terbaru belum sepenuhnya merusak struktur harga jangka pendek.

Berbeda halnya dengan perspektif menengah hingga panjang. Dalam 60 hari terakhir, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 20,78%, dan dalam 90 hari terakhir penurunan mencapai 27,10%.

Data ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan setelah tekanan besar dari puncak harga sebelumnya.

Tekanan Jangka Menengah Masih Membayangi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sudut pandang teknikal, pelemahan BTC saat ini mencerminkan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Harga masih bergerak di bawah area psikologis kuat $90.000, yang kini berperan sebagai resistensi jangka pendek.

Indikator pergerakan satu jam menunjukkan kenaikan kecil +0,13%, menandakan adanya upaya pantulan jangka sangat pendek.

Namun, pergerakan tujuh hari yang relatif datar (-0,09%) mengonfirmasi bahwa pasar masih menunggu katalis yang lebih kuat untuk menentukan arah lanjutan.

Selama Bitcoin belum mampu menembus dan bertahan di atas area $89.500–$90.000, potensi pergerakan akan tetap terbatas dalam pola sideways dengan kecenderungan volatilitas rendah.

Likuiditas dan Struktur Pasar Tetap Solid

Meski harga terkoreksi, kondisi fundamental Bitcoin tetap relatif stabil.

Sirkulasi pasokan BTC saat ini berada di angka 19,97 juta koin, atau sekitar 95,09% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Hal ini menegaskan karakteristik kelangkaan Bitcoin yang masih menjadi daya tarik utama investor jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin tercatat sebesar $1.838,73 miliar, mencerminkan valuasi maksimum apabila seluruh suplai beredar.

Dengan volume harian lebih dari $33 miliar, likuiditas Bitcoin masih tergolong kuat dibandingkan mayoritas aset kripto lainnya.

Sentimen Pasar dan Prospek BTC

Pelemahan harga Bitcoin hari ini lebih mencerminkan fase pendinginan pasar ketimbang sinyal pembalikan tren besar.

Investor cenderung bersikap defensif setelah volatilitas tinggi dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah BTC gagal mempertahankan momentum di atas level psikologis utama.

Dalam jangka pendek, fokus pasar akan tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support di kisaran $87.000.

Jika level ini bertahan, peluang rebound teknikal masih terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah dapat membuka ruang koreksi lanjutan menuju support yang lebih rendah.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $88.526, Sinyal Positif

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan jangka menengah yang belum sepenuhnya reda.

Meski turun 0,86% dalam 24 jam terakhir, struktur pasar Bitcoin tetap solid dengan likuiditas tinggi dan suplai yang hampir maksimal.

Ke depan, arah pergerakan BTC akan sangat ditentukan oleh sentimen makro pasar kripto dan kemampuan harga menembus kembali area resistensi utama.

Investor disarankan tetap mencermati volatilitas dan mengelola risiko dengan cermat di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga ETH Stabil di $2.975, Ethereum Sideways di Awal Tahun 2026

Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat berada di level $2.975,21 per ETH, mencatat kenaikan tipis sekitar 0,11% dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan yang relatif datar ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase konsolidasi, di mana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu katalis yang lebih kuat.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $359,09 miliar, Ethereum tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $16,05 miliar, menandakan aktivitas pasar yang cukup stabil meski belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Baca Juga: Harga Ethereum Menguat ke $2.978, Momentum Pemulihan Terbentuk?

Pergerakan Harga ETH Masih Terbatas

Dalam rentang perdagangan harian, Ethereum bergerak di kisaran $2.959 hingga $3.021. Rentang harga yang relatif sempit ini menunjukkan bahwa tekanan beli dan jual masih seimbang.

Kenaikan harian sekitar $4,13 atau +0,14% menegaskan minimnya dorongan kuat dari sisi bullish maupun bearish.

Jika dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang, performa Ethereum menunjukkan dinamika yang beragam.

Dalam 30 hari terakhir, ETH berhasil mencatat kenaikan 6,3%, mencerminkan adanya pemulihan jangka pendek.

Namun, dalam 60 hari terakhir, Ethereum masih terkoreksi sekitar 23,61%, dan dalam 90 hari terakhir penurunan mencapai 33,56%.

Data ini menandakan bahwa meski ada upaya pemulihan, Ethereum masih berada di bawah tekanan tren menengah.

Tekanan Teknis dan Level Penting ETH

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sudut pandang teknikal, Ethereum masih bergerak di bawah beberapa area kunci yang berpotensi menjadi hambatan lanjutan.

Area $3.000–$3.050 kini menjadi zona resistensi psikologis yang cukup kuat, terlihat dari gagalnya ETH bertahan lama di atas level tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan harga satu jam terakhir mencatat kenaikan kecil +0,17%, sementara dalam tujuh hari terakhir ETH menguat sekitar 1,33%.

Hal ini mengindikasikan adanya momentum positif ringan, meskipun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren yang lebih besar.

Selama Ethereum belum mampu menembus dan bertahan di atas area resistensi utama, potensi pergerakan harga diperkirakan masih akan berkutat dalam fase sideways.

Fundamental Ethereum Tetap Kuat

Di tengah pergerakan harga yang relatif datar, fundamental Ethereum tetap solid. Jumlah pasokan yang beredar saat ini tercatat sebesar 120,69 juta ETH, tanpa batas maksimum pasokan.

Model suplai ini membuat Ethereum berbeda dari Bitcoin, namun mekanisme burn fee (EIP-1559) masih berperan dalam menekan inflasi jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Ethereum berada di angka $359,48 miliar, sejalan dengan kapitalisasi pasar saat ini.

Likuiditas yang besar dan ekosistem yang luas: mulai dari DeFi, NFT, hingga layer-2, tetap menjadi kekuatan utama Ethereum dibandingkan altcoin lainnya.

Sentimen Pasar dan Prospek ETH

Kondisi harga ETH hari ini mencerminkan sikap wait and see dari investor. Kenaikan tipis terjadi di tengah sentimen pasar kripto yang relatif stabil, tanpa adanya berita besar yang memicu lonjakan volatilitas.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan Ethereum mempertahankan support di area $2.950.

Jika level ini mampu bertahan, peluang rebound teknikal menuju area $3.050 masih terbuka. Namun, kegagalan menjaga support dapat memicu tekanan lanjutan.

Baca Juga: Ethereum Melemah 3% dalam Sehari, Harga ETH Tertekan di $2.900

Harga ETH hari ini menunjukkan pergerakan stabil dengan kenaikan tipis di level $2.975.

Meski tekanan jangka menengah masih terasa, Ethereum tetap didukung oleh fundamental yang kuat dan likuiditas tinggi.

Ke depan, arah pergerakan ETH akan sangat ditentukan oleh sentimen pasar kripto global serta kemampuan harga menembus area resistensi kunci.

Investor disarankan tetap mencermati volatilitas dan mengelola risiko dengan bijak di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com