All posts by 24

Paus Borong 150 Juta XRP dalam 48 Jam, Apakah Harga Akan Meledak?

Pasar kripto kembali diwarnai aksi menarik, kali ini dari XRP. Setelah mengalami tekanan jual dan ketidakpastian selama beberapa minggu, XRP akhirnya menemukan stabilitas di atas level permintaan penting.

Menurut Newsbtc, dengan pasar yang masih bergejolak, para investor kini bertanya-tanya: apakah akumulasi besar-besaran oleh para paus akan memicu reli harga?

Aksi Paus: Sinyal Kenaikan Harga?

Dalam 48 jam terakhir, data on-chain dari Santiment menunjukkan bahwa para paus telah mengumpulkan lebih dari 150 juta XRP.

Secara historis, aksi beli besar-besaran oleh investor besar sering kali menjadi sinyal awal kenaikan harga. Hal ini mengindikasikan bahwa para pemegang aset bernilai tinggi dan investor institusional memiliki keyakinan kuat terhadap potensi XRP dalam jangka panjang.

Saat ini, XRP masih diperdagangkan dalam kisaran jangka panjangnya, dengan level terendah di sekitar $1,90 dan level tertinggi sepanjang masa di $3,40. Setelah naik lebih dari 30% sejak pekan lalu, XRP kini menghadapi zona resistensi utama. Jika berhasil menembus level ini, reli besar bisa segera terjadi.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

XRP Tahan Banting di Tengah Gejolak Pasar

Dibandingkan dengan altcoin lainnya, harga XRP telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa sejak akhir 2024. Sementara banyak aset kripto lain masih berjuang untuk pulih dari koreksi pasar, XRP justru bertahan di level pentingnya dan terus membangun fondasi untuk potensi kenaikan lebih lanjut.

Para analis percaya bahwa jika tren pasar berbalik ke arah bullish, XRP bisa menjadi salah satu aset pertama yang melonjak tajam. Ditambah lagi, spekulasi tentang pemulihan pasar saham AS juga semakin menguat. Jika pasar global kembali stabil, ini bisa menjadi katalis tambahan bagi XRP untuk melesat lebih tinggi.

Harga Bertahan, Siap Tembus Level Kritis?

Saat ini, XRP diperdagangkan di sekitar $2,37, setelah berhasil mempertahankan level support utama di $1,89. Jika momentum ini terus berlanjut dan XRP mampu menembus $2,60, maka pintu menuju reli besar akan semakin terbuka.

Penembusan di atas level $3,00 bisa menjadi sinyal dimulainya tren bullish besar yang berpotensi membawa XRP ke titik tertinggi baru sepanjang masa. Namun, dengan kondisi pasar yang masih volatil, kemungkinan pengujian ulang level support sebelum pergerakan lebih tinggi tetap ada.

Kesimpulan: XRP Berpotensi Meledak?

Dengan meningkatnya akumulasi oleh para paus dan harga yang bertahan di atas level krusial, XRP kini berada di titik kritis. Jika investor terus mempertahankan level ini dan berhasil menembus zona resistensi utama, maka reli besar bisa segera terjadi.

Beberapa sesi perdagangan ke depan akan menjadi penentu utama apakah XRP mampu mempertahankan momentumnya atau harus mengalami konsolidasi lebih lanjut sebelum kembali melesat. Bagi para investor, ini adalah momen yang patut diamati dengan seksama!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Litecoin Cetak Rekor Transaksi di BitPay, Sinyal Positif Menuju ETF?

Litecoin (LTC) kembali mencuri perhatian dengan mencatatkan rekor global baru sebagai mata uang kripto yang paling banyak digunakan di BitPay.

Menurut laporan The Coin Republic, pencapaian ini terjadi di tengah meningkatnya antusiasme investor terhadap kemungkinan persetujuan ETF Litecoin yang diprediksi dapat semakin memperkuat posisinya dalam ekosistem pembayaran aset digital.

LTC Ungguli Bitcoin dalam Transaksi di BitPay

Dalam laporan terbaru yang dirilis akun resmi Litecoin di platform X, LTC mencatatkan dominasi luar biasa dengan menyumbang 34,28% dari total transaksi di BitPay dalam 12 bulan terakhir. Ini berarti dari 234.874 transaksi yang diproses, sebanyak 79.502 di antaranya menggunakan Litecoin.

Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) yang selama ini dianggap sebagai mata uang kripto utama hanya berada di posisi kedua dengan 27,24% transaksi. Ethereum (ETH) menyusul di tempat ketiga dengan 10,94%, sementara Bitcoin Cash (BCH) menempati urutan keempat dengan pangsa 8,6%. Beberapa aset lain seperti Dogecoin (DOGE), Polygon (MATIC), USDC, dan USDT masing-masing mencatatkan angka di bawah 6%.

Peningkatan signifikan ini membuktikan bahwa Litecoin semakin diminati sebagai alat pembayaran digital, terutama karena keunggulannya dalam efisiensi biaya dan kecepatan transaksi dibandingkan dengan Bitcoin.

Dengan biaya transaksi yang lebih rendah dan pemrosesan lebih cepat, LTC menjadi pilihan utama bagi pengguna yang ingin melakukan pembayaran dengan lebih praktis.

Spekulasi ETF Litecoin Meningkat

Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kesuksesan Litecoin dalam ranah pembayaran ini terjadi beriringan dengan semakin banyaknya spekulasi mengenai kemungkinan persetujuan ETF spot Litecoin. Setelah keberhasilan ETF Bitcoin dan Ethereum, kini investor mulai melirik kemungkinan hadirnya ETF Litecoin yang dapat membuka akses lebih luas bagi investor tradisional.

Menurut data dari Polymarket, peluang persetujuan ETF Litecoin pada tahun 2025 telah meningkat menjadi 77%. Bahkan, analis dari Bloomberg lebih optimistis, memperkirakan peluang persetujuan mencapai 90%. Jika ETF ini disetujui, diharapkan dapat menarik aliran modal baru ke dalam ekosistem Litecoin dan meningkatkan harga LTC secara signifikan.

Namun, tidak semua pihak yakin bahwa ETF Litecoin akan segera mendapat lampu hijau. Beberapa analis menilai bahwa kapitalisasi pasar Litecoin yang masih lebih kecil dibandingkan Bitcoin dan Ethereum bisa menjadi faktor penghambat bagi regulator dalam memberi persetujuan.

Prospek Harga Litecoin ke Depan

Saat artikel ini ditulis, Litecoin diperdagangkan pada harga $90,66 setelah mengalami penurunan 3,60% dalam 24 jam terakhir. Analis memperkirakan bahwa LTC harus mampu menembus level resistensi $135 untuk melanjutkan tren kenaikannya. Jika berhasil, harga Litecoin berpotensi melonjak ke kisaran $150 hingga $200 dalam beberapa bulan mendatang.

Sebaliknya, jika LTC gagal bertahan di atas $100, harga dapat kembali ke level support di $80 atau bahkan lebih rendah. Dengan dinamika pasar kripto yang fluktuatif, investor perlu memperhatikan sentimen pasar dan perkembangan terbaru terkait ETF Litecoin yang dapat menjadi pemicu utama pergerakan harga ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Rayakan Ulang Tahun ke-5: Potensi Harga SOL ke Depan?

Solana, salah satu blockchain terbesar di dunia, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-5 pada Minggu lalu.

Dilaporkan The Block, sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keenam, Solana telah mengalami banyak perkembangan signifikan selama perjalanannya. Namun, di tengah perayaan ini, aktivitas jaringan justru mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

Penurunan Aktivitas di Jaringan Solana

Sejak mencapai puncak jumlah alamat aktif pada November lalu, aktivitas pengguna di jaringan Solana terus mengalami penurunan setiap bulannya.

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap hal ini adalah menurunnya popularitas Pump.fun, platform peluncuran memecoin yang sempat mengalami lonjakan pertumbuhan luar biasa sejak debutnya pada Mei 2024.

Pump.fun, yang pernah mencapai pendapatan kumulatif sebesar $100 juta hanya dalam 217 hari, kini mengalami kemerosotan akibat beberapa skandal memecoin yang mengguncang dunia kripto.

Salah satunya bahkan melibatkan Presiden Argentina, yang berujung pada seruan pemakzulan. Akibatnya, jumlah token yang berhasil lolos ke Raydium dari platform ini mencapai titik terendah pada hari Sabtu, hanya 0,66%.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kebangkitan Harga SOL dan Tantangan Masa Lalu

Meski aktivitas pengguna menurun, harga SOL—token asli Solana—justru mengalami pemulihan besar. Setelah anjlok di bawah $10 akibat runtuhnya bursa kripto FTX pada November 2022, harga SOL kembali naik dan sempat menyentuh level tertinggi tahun 2022 sebelum kembali stabil di sekitar $127.

Salah satu pendiri Solana, Raj Gokal, menyebut kejatuhan FTX sebagai “momen krusial” bagi Solana. Meski sempat mengalami tekanan besar, blockchain ini berhasil bertahan dan terus berinovasi untuk meningkatkan daya saingnya di industri kripto.

Firedancer: Masa Depan Cerah untuk Solana

Salah satu inovasi yang sangat dinantikan dari Solana adalah peluncuran klien Firedancer dari Jump Crypto. Klien ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi jaringan dengan mempercepat pemrosesan transaksi serta meningkatkan ketahanan terhadap ancaman dan gangguan.

Saat ini, Firedancer masih dalam tahap uji coba dan diperkirakan akan dirilis secara penuh tahun ini. Dengan peningkatan ini, Solana menargetkan untuk mencapai kecepatan hingga 1 juta transaksi per detik (TPS), menjadikannya salah satu blockchain tercepat di dunia.

Potensi Masuk ETF dan Prospek Masa Depan

Selain inovasi teknologinya, Solana juga berpotensi masuk dalam Exchange-Traded Fund (ETF) pada tahun 2024.

Beberapa manajer aset telah mengajukan proposal untuk memasukkan SOL ke dalam dana investasi mereka. Jika disetujui, ini akan menjadi langkah besar dalam meningkatkan adopsi Solana di pasar keuangan tradisional.

Meskipun mengalami pasang surut, Solana tetap menunjukkan daya tahannya di industri kripto. Dengan inovasi seperti Firedancer dan kemungkinan masuk ETF, masa depan blockchain ini tampak semakin menjanjikan. Kini, para investor dan komunitas Solana menantikan perkembangan lebih lanjut yang akan menentukan arah pertumbuhan jaringan ini dalam beberapa tahun ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Susun Kebijakan Moneter, The Fed Pertahankan Suku Bunga 4,5%?

Federal Reserve (The Fed) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25% hingga 4,5% dalam pertemuan kebijakan moneter pekan ini.

Mengutip laman Heisenbergreport pada Senin (17/3), keputusan ini mengikuti langkah serupa yang dilakukan pada Januari lalu.

Para analis memperkirakan The Fed akan tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dampak Kebijakan Trump terhadap Ekonomi

Para pejabat The Fed memilih pendekatan “wait-and-see” sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Kebijakan tarif yang mungkin diterapkan oleh Trump menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Jika tarif baru memicu perlambatan ekonomi, The Fed kemungkinan akan mempertimbangkan pemotongan suku bunga untuk menjaga pasar tenaga kerja tetap stabil.

Sejarah Suku Bunga The Fed

Sejak 2022, The Fed menaikkan suku bunga secara agresif guna mengendalikan lonjakan inflasi pascapandemi.

Setelah inflasi mulai mereda mendekati target 2%, bank sentral AS ini sempat memangkas suku bunga pada akhir tahun lalu.

Namun, meningkatnya kembali tekanan inflasi dan ketidakpastian kebijakan pemerintah membuat The Fed enggan melakukan perubahan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Prediksi Langkah Selanjutnya

The Fed kemungkinan akan memberikan sedikit petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga di masa depan dalam pernyataan resminya maupun konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell.

Para ekonom Deutsche Bank memperkirakan bahwa dalam proyeksi ekonomi terbaru, The Fed hanya akan merencanakan satu kali pemotongan suku bunga tahun ini.

Jumlah ini sebenarnya lebih sedikit dibandingkan dua kali yang diperkirakan pada Desember tahun lalu.

Kemungkinan Resesi dan Pengaruhnya

Meskipun peluang resesi masih tergolong rendah, beberapa indikator ekonomi menunjukkan tanda peringatan.

Penurunan kepercayaan konsumen dan pengurangan belanja rumah tangga menjadi perhatian utama.

Namun, pasar tenaga kerja yang tetap kuat dan inflasi yang lebih terkendali pada Februari memberikan sedikit optimisme.

Goldman Sachs meningkatkan peluang resesi dalam satu tahun ke depan dari 15% menjadi 20%.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tampaknya menjadi langkah yang paling masuk akal saat ini.

Jika kondisi ekonomi memburuk, pemangkasan suku bunga mungkin diperlukan untuk menjaga stabilitas.

Namun, jika inflasi terus meningkat akibat kebijakan tarif, The Fed bisa tetap mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu lebih lama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cardano (ADA) Diborong Whale 130 Juta Token, Sinyal Bullish?

Berdasarkan laporan terbaru dari Thecoinrepublic pada Senin (17/3), investor besar atau “whale” telah membeli 130 juta token Cardano (ADA) dalam 72 jam terakhir.

Pembelian besar-besaran ini terjadi saat harga Cardano memasuki fase konsolidasi, yang memicu spekulasi tentang potensi lonjakan harga di masa mendatang.

Ali Martinez, seorang analis kripto, mengungkapkan di platform X bahwa akumulasi ini bernilai lebih dari $94 juta.

Biasanya, aktivitas seperti ini menandakan kepercayaan tinggi dari investor besar, meskipun pasar sedang mengalami ketidakpastian.

Cardano Masuk Fase Konsolidasi

Saat ini, harga Cardano berada di kisaran $0,7000, mengalami penurunan 6,72% dalam 24 jam terakhir.

Namun, tekanan beli dari whale menunjukkan minat yang terus meningkat terhadap aset digital yang satu ini.

Dalam banyak kasus sebelumnya, akumulasi besar seperti ini sering kali menjadi tanda awal sebelum harga mengalami reli. Di sisi lain, Coinbase juga turut mempengaruhi pergerakan pasar Cardano.

Bursa kripto ini berencana meluncurkan perdagangan berjangka (futures) untuk ADA pada 31 Maret, dengan persetujuan dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Jika disetujui, ini bisa meningkatkan likuiditas dan menarik lebih banyak investor institusional.

Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Regulasi dan Dampaknya pada Cardano

Regulasi tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga ADA. Baru-baru ini, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) memperpanjang proses persetujuan untuk ETF Cardano dari Grayscale.

Meskipun ini bukan sinyal negatif, keputusan ini menunjukkan pendekatan hati-hati SEC terhadap produk investasi kripto.

Beberapa analis menilai bahwa regulasi yang lebih jelas bisa memberikan keuntungan bagi Cardano dalam jangka panjang.

Jika aset ini terbukti mematuhi peraturan yang ada, kemungkinan ETF Cardano akan disetujui lebih cepat, yang bisa mendorong adopsi lebih luas.

Prediksi Pergerakan Harga Cardano

Para analis memantau level harga kunci untuk menentukan arah pergerakan ADA selanjutnya.

Jika harga mampu menembus $0,75, ADA bisa menuju kisaran $0,80 hingga $1, yang menandakan potensi breakout bullish.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah $0,70, koreksi lebih lanjut bisa terjadi, yang meningkatkan volatilitas di pasar.

Skenario bullish bergantung pada aktivitas whale, adopsi institusional, dan potensi perdagangan futures ADA.

Namun, risiko penurunan tetap ada, terutama jika momentum pasar melemah atau terjadi hambatan regulasi lebih lanjut.

Dengan fundamental yang kuat dan dukungan dari investor besar, Cardano tetap menjadi salah satu proyek kripto yang patut diperhatikan dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Laris Manis, Whale Borong Ethereum Senilai $815 Juta Dalam 5 Hari!

Ethereum (ETH) kembali menjadi pusat perhatian setelah para investor besar atau whale melakukan akumulasi dalam jumlah besar di tengah koreksi pasar aset digital.

Menurut analis kripto Ali Martinez seperti dikutip dari Dailyhodl pada Senin (17/3), para whale telah membeli lebih dari 420.000 Ethereum dalam waktu kurang dari seminggu, dengan total nilai mencapai $815.514.345 (Rp 13,3 triliun).

Akumulasi Besar-Besaran Ethereum oleh Whale

Dalam unggahan di platform media sosial X, Martinez mengungkapkan bahwa para whale semakin agresif dalam mengumpulkan ETH meskipun harga mengalami volatilitas.

Hal ini menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap masa depan Ethereum sebagai platform layer-1 teratas di industri kripto.

Data on-chain juga mengonfirmasi tren ini, di mana Ethereum saat ini diperdagangkan dalam rentang sempit antara zona support dan resistance utama.

Martinez menyebutkan bahwa level $1.870 (Rp 30,6 juta) menjadi titik support terkuat, sementara $2.050 (Rp 33,5 juta) menjadi batas resistance yang perlu ditembus untuk melanjutkan tren bullish.

Potensi Pergerakan Harga Ethereum

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pada saat artikel ini ditulis, harga Ethereum masih berada di kisaran $1.941 atau sekitar Rp 31,7 juta.

Dengan adanya akumulasi besar-besaran dari whale, ada kemungkinan besar ETH akan segera menguji level resistance di $2.050 (Rp 33,5 juta).

Jika berhasil menembusnya, Ethereum berpotensi mengalami lonjakan harga yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Selain itu, Martinez juga menyoroti metrik In/Out of the Money Around Price (IOMAP) untuk menentukan posisi investor yang saat ini sedang untung, impas, atau mengalami kerugian.

Dengan mayoritas investor masih berada dalam posisi yang menguntungkan, ini dapat menjadi sinyal positif untuk pergerakan harga ETH di masa depan.

Tren Kripto Secara Keseluruhan

Tidak hanya Ethereum, Bitcoin (BTC) juga menunjukkan potensi kenaikan setelah berhasil menembus resistance horizontal dari pola segitiga naik.

Martinez memprediksi bahwa selama support di $84.000 (Rp 1,3 miliar) bertahan, BTC memiliki peluang untuk mencapai target harga $90.000 (Rp 1,4 miliar) dalam beberapa waktu mendatang.

Di sisi lain, pesaing Ethereum, Cardano (ADA), juga berpotensi mengalami reli jika mampu menembus resistance diagonal di kisaran $0,75.

Jika berhasil, ADA bisa mengalami kenaikan harga hingga 15%. Dengan adanya akumulasi besar oleh whale dan analisis teknikal yang mendukung, Ethereum tampaknya berada dalam jalur bullish.

Para investor yang mengikuti perkembangan ini dapat mempertimbangkan strategi mereka berdasarkan level support dan resistance yang telah disebutkan.

Namun, tetap penting untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi di pasar kripto yang volatil.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP, Calon Aset Strategis untuk Sistem Keuangan AS?

Sebuah proposal yang mengusulkan XRP sebagai aset keuangan strategis bagi Amerika Serikat telah dipublikasikan di situs web US Securities and Exchange Commission (SEC).

Sebagaimana dikutip dari Cryptopolitan pada Senin (17/3), proposal ini ditulis oleh Maximilian Staudinger dan diajukan ke SEC Crypto Task Force yang baru dibentuk.

Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa adopsi XRP dapat memberikan manfaat finansial yang signifikan bagi AS.

Salah satu klaim utama dalam proposal ini adalah bahwa penggunaan XRP dalam sistem keuangan dapat membebaskan dana hingga $1,5 triliun dari akun Nostro, yang saat ini digunakan oleh bank untuk transaksi lintas negara.

Potensi XRP dalam Sistem Keuangan AS

Akun Nostro adalah rekening yang dimiliki oleh bank di bank asing dengan mata uang berbeda untuk memfasilitasi transaksi internasional.

Proposal ini menyebutkan bahwa terdapat $27 triliun dana yang tersimpan dalam akun tersebut secara global, dengan AS menguasai sekitar $5 triliun.

Staudinger berpendapat bahwa XRP dapat menggantikan 30% dari dana ini sebagai likuiditas utama.

Selain itu, XRP juga dapat digunakan sebagai infrastruktur pembayaran untuk berbagai transaksi keuangan, termasuk pembayaran jaminan sosial, dengan potensi penghematan hingga $7,5 miliar per tahun bagi pemerintah AS.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Reformasi Regulasi untuk Adopsi XRP

Proposal ini juga mengusulkan reformasi regulasi guna mempercepat integrasi XRP ke dalam sistem keuangan AS.

Beberapa rekomendasi utama dalam proposal ini meliputi perintah eksekutif dari Presiden AS untuk menginstruksikan SEC, Departemen Keuangan, dan Departemen Kehakiman (DOJ) agar mengklasifikasikan XRP sebagai aset pembayaran, sekaligus legislasi yang mewajibkan bank mengadopsi XRP sebagai sistem pembayaran utama.

Proposal tersebut juga mendorong penggunaan XRP oleh Federal Reserve dan Office of the Comptroller of Currency (OCC) sebagai pengganti akun Nostro.

Proposal ini juga menyinggung tuntutan hukum SEC terhadap Ripple, dengan menekankan bahwa kejelasan hukum sangat diperlukan agar adopsi XRP dapat terlaksana dalam waktu 12 hingga 24 bulan.

Reaksi Komunitas Kripto

Meskipun menarik perhatian publik, proposal ini mendapat banyak kritik dari komunitas kripto.

Beberapa pihak menganggap rencana ini tidak realistis dan tidak mungkin diterapkan dalam waktu dekat.

Frank Corva, koresponden politik Bitcoin Magazine, menyebut proposal sebagai upaya yang tidak masuk akal.

Menurutnya, masih ada banyak pertanyaan terkait XRP, termasuk fakta bahwa dua pertiga dari total suplai XRP masih dipegang oleh organisasi yang menerbitkan aset tersebut.

Selain itu, meskipun proposal ini muncul di situs web SEC, banyak yang menegaskan bahwa SEC memungkinkan individu untuk mengajukan proposal atau komentar publik, yang kemudian dipublikasikan di situs resminya.

Oleh karena itu, proposal ini bukan merupakan sikap resmi SEC, melainkan hanya opini pribadi dari Staudinger untuk menunjukkan potensi XRP.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dampak Posisi Short Rp 5,9 Triliun di Hyperliquid terhadap Bitcoin

Seorang trader seperti dilaporkan oleh Nftevening baru-baru ini, membuka posisi short Bitcoin dengan nilai mencapai $366 juta (Rp 5,9 triliun) di platform Hyperliquid.

Posisi ini menggunakan leverage 40x dengan harga likuidasi di kisaran $85.587 atau setara Rp 1,4 miliar).

Langkah ini berpotensi memengaruhi pergerakan harga Bitcoin secara signifikan dalam waktu dekat.

Detail Transaksi yang Mengguncang Pasar

Trader ini membayar biaya pendanaan sebesar $243.000 dan saat ini mencatat keuntungan belum terealisasi sebesar $4,6 juta (Rp 75,3 miliar) akibat penurunan harga Bitcoin ke level $83,527 (Rp 1,3 miliar).

Jika trader ini menutup posisinya dan mengambil keuntungan, Hyperliquid bisa mengalami kerugian besar.

Namun, jika harga Bitcoin melonjak dan posisi ini dilikuidasi, Hyperliquid akan dipaksa membeli BTC dengan harga lebih tinggi dari pasar.

Peran Hyperliquid dalam Perdagangan Kripto

Hyperliquid adalah platform perdagangan desentralisasi berbasis Layer-1 blockchain HyperEVM, yang menawarkan fitur canggih seperti copy trading dan scale orders.

Dengan volume perdagangan harian yang besar, Hyperliquid mulai bersaing dengan bursa desentralisasi utama seperti Uniswap dan Raydium.

Dampak terhadap Pasar Bitcoin

Posisi short dalam jumlah besar seperti ini dapat meningkatkan volatilitas Bitcoin. Jika harga BTC turun lebih lanjut, trader dapat meraup keuntungan besar.

Sebaliknya, jika harga melonjak di atas level likuidasi, Hyperliquid harus menutupi posisi ini, yang bisa menyebabkan lonjakan harga lebih tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin sering kali dipengaruhi oleh aksi para trader besar. Dengan adanya posisi short besar di Hyperliquid, pasar bisa mengalami tekanan jual dalam jangka pendek.

Namun, jika terjadi pembalikan harga yang tajam, ini bisa memicu reli mendadak yang menguntungkan para pemegang Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Berpotensi Capai $126K pada Juni: Sinyal Kuat Bullish Market

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah prediksi terbaru dari ekonom jaringan, Timothy Peterson, mengindikasikan potensi lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

Laporan Cointelegraph, berdasarkan data historis, Bitcoin bisa mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar $126.000 pada Juni 2025.

April Bisa Jadi Pemicu Kenaikan Harga BTC

Setelah mengalami penurunan sekitar 30% sejak puncaknya di pertengahan Januari, Bitcoin kini berada di ambang rebound besar. Peterson mengungkapkan bahwa Bitcoin saat ini diperdagangkan mendekati batas bawah kisaran musiman historisnya.

“Hampir semua kenaikan harga Bitcoin dalam satu tahun terjadi dalam dua bulan utama: April dan Oktober. Sangat mungkin Bitcoin dapat mencapai titik tertinggi baru sebelum Juni,” jelasnya melalui unggahan di platform X.

Jika pola historis ini kembali terjadi, Bitcoin bisa mengalami lonjakan harga hingga 50% dalam waktu dekat, menjadikannya salah satu aset paling menarik untuk diperhatikan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data Historis: Indikator Kuat Tren Positif

Timothy Peterson telah mengembangkan berbagai model untuk menganalisis harga Bitcoin, salah satunya adalah Lowest Price Forward, yang berhasil memprediksi level harga BTC yang tidak akan pernah ditembus kembali setelah dicapai.

Misalnya, setelah pemulihan besar dari titik terendah multi-tahun pada Maret 2020, model ini memperkirakan bahwa harga BTC tidak akan pernah jatuh di bawah $10.000 lagi sejak September tahun itu. Saat ini, Peterson memperkirakan level dasar baru berada di $69.000 dengan peluang 95% untuk bertahan.

Lebih lanjut, ia menetapkan target harga rata-rata sebesar $126.000 untuk 1 Juni 2025. Dengan kata lain, Bitcoin hanya membutuhkan waktu sekitar dua setengah bulan untuk kembali ke jalur bullish dan mencapai harga tertinggi baru.

Koreksi Pasar: Bagian dari Siklus Normal Bitcoin

Meskipun Bitcoin sempat menyentuh $76.000 sebelum mengalami koreksi, banyak analis menegaskan bahwa ini adalah bagian dari pola alami dalam siklus pasar.

Analis populer, Rekt Capital, menyoroti bahwa sejak awal 2023, Bitcoin telah mengalami setidaknya lima kali “kemunduran besar” dalam siklus ini. Hal ini menunjukkan bahwa volatilitas seperti yang terjadi saat ini bukanlah indikasi akhir dari tren bullish.

Selain itu, analis dari bursa kripto Bitfinex mengatakan bahwa posisi harga saat ini lebih bersifat sebagai “guncangan” ketimbang sinyal akhir dari tren naik yang sedang berlangsung.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sui Network Ungkap Rencana 2025 dalam AMA Tokocrypto

Sui Network memaparkan rencana pengembangan ekosistemnya dalam sesi Ask Me Anything (AMA) di grup Telegram resmi Tokocrypto pada Kamis (13/3).

Acara ini menghadirkan Ryuzi, Moderator Sui Network Indonesia, sebagai pembicara dan dipandu oleh Minko sebagai host.

Dalam sesi tersebut, Ryuzi mengungkapkan bahwa meskipun Sui Network tidak memiliki roadmap resmi, terdapat beberapa fokus utama dalam pengembangannya sepanjang 2025. Beberapa inisiatif utama yang akan ditekankan antara lain:

  1. Token Generation Event (TGE) – Sui akan mendorong proyek-proyek stabil dalam ekosistemnya untuk melakukan tokenisasi sebagai bentuk insentif bagi pengguna.
  2. GameFi – Sui Network semakin serius dalam pengembangan industri gim berbasis blockchain. Akuisisi startup Parasol dan peluncuran perangkat gaming berbasis Web3, SuiPlay0X1, menjadi bukti komitmen ini. Perangkat ini akan mulai dikirim pada awal 2025 dan terintegrasi dengan platform seperti Steam dan Epic Games.
  3. ETF – Melalui World Liberty Financial (WLFI), Sui telah mengajukan dokumen untuk memperoleh persetujuan dari SEC agar dapat diakui sebagai aset kripto resmi di Amerika Serikat.
  4. Mysticeti V2 – Peningkatan ini akan mengurangi latensi transaksi dalam ekosistem Sui, mendukung kecepatan transaksi untuk DeFi, dApps, serta meningkatkan pengalaman gaming.
  5. Walrus – Protokol ini akan mendukung penyimpanan aset digital secara on-chain dan terintegrasi dengan SuiNS, memungkinkan pengguna untuk menghosting situs web langsung di blockchain.

Proyek Baru SUI

Dalam sesi tanya jawab, Ryuzi juga menanggapi beberapa pertanyaan dari komunitas terkait berbagai aspek perkembangan Sui Network.

Mengenai kemitraan dengan WLFI yang didukung oleh mantan Presiden AS Donald Trump, ia menyebut bahwa kerja sama ini menjadi katalis positif bagi adopsi Sui secara global. Selain itu, Sui juga berencana memperluas sektor DeFi dan game kripto dengan menghadirkan berbagai proyek baru, termasuk Xociety, DarkTimes, One Fight Arena, dan Anima Labs.

Terkait Sui Gaming Summit 2025, Ryuzi menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan SuiPlay0X1 dan menegaskan bahwa Sui tidak hanya berfokus pada gim Web3, tetapi juga menciptakan pengalaman bermain yang lebih baik dengan tetap mempertahankan elemen reward dari Web3.

Menanggapi pertanyaan mengenai integrasi AI, ia mengungkapkan bahwa Sui sedang mengembangkan solusi penyimpanan data on-chain melalui Walrus Protocol untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI). Rencana ini masih dalam tahap awal dan akan dikembangkan lebih lanjut sepanjang 2025.

Sesi AMA ini memberikan wawasan bagi komunitas mengenai arah pengembangan Sui Network di masa depan. Dengan berbagai inovasi dan kerja sama strategis, Sui optimistis dapat memperkuat posisinya dalam industri blockchain global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com