Category Archives: Domestik

10 Rekomendasi Villa Keluarga di Bandung, Cocok buat Liburan



Jakarta

Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, dikenal sebagai kota yang menawarkan banyak pesona alam dan keindahan arsitektur. Tidak heran jika kota ini selalu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu liburan di Bandung bersama keluarga, berikut beberapa rekomendasi villa keluarga di Bandung yang bisa Anda pertimbangkan. Pilihan ini diambil dari berbagai sumber terpercaya untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan selama liburan Anda.

Foto: dok. Traveloka

Foto: dok. Traveloka


1. Villa Air Natural Resort

Villa Air Natural Resort terletak di Lembang, Bandung. Vila ini menawarkan suasana alam yang asri dengan pemandangan pegunungan yang menenangkan. Fasilitas yang ditawarkan antara lain kolam renang, taman yang luas, dan ruang keluarga yang nyaman. Vila ini sangat cocok untuk keluarga besar yang ingin menikmati liburan dengan suasana alam yang tenang.

2. Villa Damar

Berada di kawasan Setiabudi, Villa Damar menawarkan akomodasi dengan desain arsitektur yang unik dan interior yang nyaman. Villa ini menyediakan berbagai tipe kamar yang luas dengan fasilitas modern.

Lokasinya yang strategis membuat Anda mudah menjangkau berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Farmhouse Lembang dan Kampung Gajah Wonderland. Villa Damar juga memiliki restoran yang menyajikan berbagai hidangan lezat, sehingga Anda tidak perlu khawatir mencari tempat makan.

3. Sari Ater Hotel & Resort

Sari Ater Hotel & Resort berlokasi di Ciater, Subang, tidak jauh dari Bandung. Resort ini terkenal dengan pemandian air panas alami yang berasal dari Gunung Tangkuban Perahu. Selain menikmati berendam di air panas, Anda dan keluarga juga dapat menikmati berbagai fasilitas rekreasi lainnya, seperti flying fox, outbond, dan berkuda. Kamar-kamar di Sari Ater Hotel & Resort didesain dengan gaya modern dan dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk kenyamanan Anda.

4. Green Forest Resort

Green Forest Resort terletak di Cihideung, Bandung Barat. Resort ini menawarkan pemandangan hijau yang menyegarkan dengan udara pegunungan yang sejuk. Fasilitas yang ditawarkan termasuk kolam renang, area bermain anak, dan taman yang luas. Tempat ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin merasakan suasana alam yang asri sambil menikmati berbagai fasilitas rekreasi.

5. Kampung Sampireun Resort & Spa

Kampung Sampireun Resort & Spa berada di kawasan Garut, sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung. Resort ini menawarkan konsep penginapan tradisional Sunda dengan bungalow yang terletak di tepi danau.

Anda bisa merasakan pengalaman menginap yang berbeda dengan suasana pedesaan yang tenang dan nyaman. Resort ini juga menyediakan fasilitas spa untuk relaksasi Anda selama liburan.

6. Villa Istana Bunga

Villa Istana Bunga terletak di Parongpong, Lembang. Vila ini menawarkan berbagai tipe akomodasi, mulai dari vila kecil untuk keluarga inti hingga vila besar yang dapat menampung banyak orang.

Fasilitas yang disediakan antara lain kolam renang, taman bermain anak, dan area barbecue. Lokasinya yang berada di dataran tinggi Lembang membuat vila ini menawarkan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.

7. The Jayakarta Suites Bandung

The Jayakarta Suites Bandung berlokasi di Dago, salah satu kawasan elit di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang luas dan nyaman dengan pemandangan kota Bandung yang indah.

Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang, pusat kebugaran, dan spa. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk menjelajahi berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Dago Pakar dan Kebun Binatang Bandung.

8. Villa Chocolate

Villa Chocolate berlokasi di kawasan Lembang, dekat dengan berbagai objek wisata populer seperti Floating Market dan De Ranch. Vila ini menawarkan akomodasi yang nyaman dengan fasilitas modern. Tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin menghabiskan liburan dengan suasana yang tenang namun tetap dekat dengan pusat keramaian dan objek wisata.

9. Marbella Suites Bandung

Marbella Suites Bandung terletak di Dago Pakar, kawasan yang dikenal dengan pemandangan alam yang indah. Hotel ini menawarkan suite yang luas dengan fasilitas lengkap, seperti kolam renang, restoran, dan pusat kebugaran. Marbella Suites Bandung juga memiliki area bermain anak, sehingga cocok untuk keluarga yang membawa anak-anak.

10. Grand Tjokro Bandung

Grand Tjokro Bandung berlokasi di Cihampelas, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas modern.

Selain itu, hotel ini juga menyediakan berbagai fasilitas rekreasi seperti kolam renang, spa, dan restoran yang menyajikan berbagai menu lezat. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk berbelanja dan menikmati wisata kuliner di Bandung.

Nah itulah deretan rekomendasi vila di Banding yang punya banyak pilihan tempat menginap untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Dari vila yang asri di pegunungan hingga hotel mewah di pusat kota, Anda dapat memilih akomodasi yang paling sesuai untuk menikmati liburan bersama keluarga. Pastikan download aplikasi Traveloka untuk urusan liburan yang lebih mudah!

(Content Promotion/Traveloka)



Sumber : travel.detik.com

Bau Nyale Lombok dan Putri Mandalika, Tradisi Berburu Cacing Laut khas NTB


Jakarta

Bau nyale Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah tradisi yang masih dilakukan suku sasak hingga sekarang. Tradisi berburu cacing laut ini berkaitan dengan legenda Putri Mandalika.

Kegiatan setahun sekali ini kini tak sekadar tradisi, melainkan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Pulau Lombok. Yuk kenali apa itu tradisi bau nyale, kapan dilaksanakan, tata caranya, lengkap dengan legenda Putri Mandalika, hingga menu olahan nyale.

Apa Itu Bau Nyale?

Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Dilansir dari laman Kemdikbud, kata bau nyale terdiri berasal dari dua suku kata, yaitu ‘bau’ yang dalam bahasa Indonesia berarti menangkap. Sedangkan kata ‘nyale’ berarti cacing laut yang tergolong dalam filum annelida.


Tradisi ini juga dikenal di Kabupaten Dompu, Sumbawa, NTB, namun bernama weha mbenggo. Artinya juga sama, yaitu menangkap cacing laut.

Tradisi bau nyale diyakini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan diperkirakan sebelum 16 abad silam. Tradisi ini turun temurun berdasarkan Babad Sasak yang diyakini masyarakat.

Waktu dan Tempat Tradisi Bau Nyale

Tradisi ini berlangsung setahun sekali, yakni setiap tanggal 20 bulan 10 berdasarkan kalender tradisional Sasak. Waktunya selalu jatuh di sekitar bulan Februari.

Tradisi bau nyale Lombok dilaksanakan ketika tengah malam hingga dini hari, yakni ketika cacing laut muncul ke permukaan. Tempat pelaksanaannya berada di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah.

Pelaksanaan Bau Nyale

Dalam tradisi bau nyale, masyarakat sudah bersiap di Pantai Seger dengan membawa berbagai peralatan seperti senter, jaring, dan ember. Saat tengah malam mereka mulai menceburkan diri ke pantai sambil memantau kemunculan cacing laut.

Cacing laut ini bisa terlihat cukup jelas karena berwarna-warni, seperti merah, kuning, hijau, abu-abu, dan cokelat. Masyarakat pun segera menjaring cacing laut ini dan memasukkannya ke dalam ember.

Tata Cara Bau Nyale

Dalam tradisi adat, bau nyale diawali dengan beberapa upacara. Yang pertama adalah diadakannya sangkep wariga, yaitu pertemuan tokoh-tokoh adat untuk menentukan hari baik (tanggal 20 bulan 10 penanggalan sasak) yang bertepatan dengan keluarnya nyale tersebut.

Sehari sebelum pelaksanaan bau nyale dilakukan upacara mepaosan atau membaca lontar yang dilakukan oleh para tokoh adat. Mepaosan dilakukan di bangunan tradisional bertiang empat bernama Bale Saka Pat.

Lontar dibaca dengan cara menembangkan atau menyanyikannya dengan urutan tembang: Pupuh Smarandana, Pupuh Sinom, Pupuh Maskumambang dan Pupuh Ginada.

Dalam upacara ini dibutuhkan beberapa perlengkapan seperti daun sirih, kapur, dua buah gunungan berisi jajanan tradisional khas Sasak, kembang setaman dengan sembilan jenis bunga, serta buah-buahan lokal.

Pada waktu dini hari sebelum masyarakat turun ke laut untuk menangkap nyale, dilakukan upacara adat Nede Rahayu Ayuning Jagad oleh para tokoh adat. Para tetua berkumpul melingkar, dengan gunungan jajanan dan buah-buahan yang diletakkan di tengah-tengah mereka.

Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.Nyale atau cacing laut. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Legenda Putri Mandalika

Dalam buku Cerita Rakyat Putri Mandalika (2018) oleh Dani Soraya, dkk yang diterbitkan BP PAUD Dikmas NTB, Kemendikbud, dikisahkan bau nyale ini bermula dari kisah Putri Mandalika yang sudah menjadi legenda masyarakat lokal.

Putri Mandalika adalah putri dari Raja Tonjeng Beru, raja dari Kerajaan Sekar Kuning. Tak hanya cantik, Putri Mandalika juga tumbuh menjadi anak baik, sopan, dan dekat dengan rakyatnya. Di kemudian hari dia diangkat sebagai pemimpin kerajaan.

Kerajaan Sekar Kuning tersebut diapit oleh dua kerajaan lainnya, yaitu Kerajaan Sawing dan Kerajaan Lipur. Raja dari dua kerajaan ini juga dikenal sebagai pemimpin yang baik dan bijaksana oleh masyarakatnya.

Suatu hari, Raja Johor dari Sawing ingin mempersunting Putri Mandalika sebagai istri dan mengirim utusan untuk melamarnya. Rupanya hal serupa juga dilakukan bersamaan oleh Raja Bumbang dari Lipur.

Karena terjadi perdebatan antara kedua pihak, Putri Mandalika memutuskan untuk berpikir terlebih dahulu. Dia juga menyendiri agar bisa mengambil keputusan dengan bijak. Usai bersemedi, dia meminta kedua pihak beserta seluruh masyarakat untuk datang ke pantai untuk mendengarkan keputusannya.

Rupanya bukan memilih salah satu pihak, Putri Mandalika justru memasukkan dirinya ke laut dan berubah menjadi nyale atau cacing laut. Dia mengambil keputusan itu demi mencegah perseteruan dua pihak dan ingin menyelamatkan rakyatnya dari marabahaya.

Resep Pepes Jamur TiramIlustrasi pepes. Foto: Detikfood

Bagi orang yang belum tahu bau nyale, mungkin akan berpikir untuk apa mencari nyale. Dikutip dari Indonesia.go.id, rupanya nyale adalah makanan istimewa bagi warga Lombok.

Mereka biasa mengolah nyale hasil tangkapan malam itu menjadi pepes nyale yang dibakar dengan daun pisang. Jika tak mau mencari nyale dan memasak sendiri, ada banyak yang menjual pepes nyale.

Nyale juga bisa diolah menjadi bokosuwu, yakni sejenis sambal pedas berbahan nyale mentah. Untuk menghilangkan amisnya, sambal pedas ini harus ditetesi perasan jeruk purut dan daun kemangi.

Beberapa olahan makanan lainnya adalah kuah santan nyale. Ada juga nyale pa’dongo yang merupakan nyale yang disangrai dengan campuran kelapa parut, bawang merah, bawang putih, daun kemangi, jahe, perasan jeruk limau dan cabai.

Selain dimasak, air bekas cucian dan ekstrak nyale juga bermanfaat. Masyarakat Sasak meyakini air tersebut dapat menyuburkan pertanian jika disiramkan ke lahan.

Demikian tadi telah kita ketahui apa itu bau nyale Lombok, NTB, yang merupakan tradisi mencari cacing laut yang berwarna-warni dan dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Ke’te’ Kesu’, Wisata Kematian ala Toraja



Rantepao

Toraja terkenal akan keindahan alamnya. Lebih dari itu, Toraja juga terkenal akan ritual budaya terkait kematian. Traveler bisa melihatnya di Kete Kesu’.

Ke’te’ Kesu’ adalah sebuah desa wisata yang berada di kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara (Torut). Desa itu mudah dijangkau dari Rantepao, ibu kota Torut.

Cukup naik mobil selama 15 menit dari pusat kota Rantepao, traveler sudah sampai ke Ke’te’ Kesu’. Sesampainya di sini, traveler akan disambut dengan papan tulisan Kete Kesu berwarna merah dan pemandangan rumah Tongkonan yang berdiri menjulang dari kejauhan.


Sebelum melangkahkan kaki lebih jauh lagi, traveler wajib membeli tiket masuk terlebih dahulu. Untuk turis lokal, harga tiketnya Rp 15.000 per orang.

Sedangkan untuk turis asing, harganya Rp 30.000 per orang. Di loket tiket masuk ini, traveler bisa membayar dengan uang tunai maupun QRIS.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

Di desa wisata Kete Kesu’, traveler bisa melihat betapa megahnya rumah Tongkonan yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Ajaibnya, rumah-rumah itu masih bertahan sampai sekarang, meski dibangun tanpa menggunakan paku alias hanya menggunakan pasak kayu.

Jangan salah juga, rumah Tongkonan ini masih ada yang mendiami lho. Ya, rumah-rumah tersebut milik satu rumpun keluarga yang tinggal di Kesu’ selama turun temurun.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

Di setiap rumah, dihiasi dengan tanduk kerbau yang disusun secara vertikal. Tanduk-tanduk kerbau yang tersusun rapi itu menandakan status sosial dari si pemilik rumah.

Makin banyak tanduk kerbau, maka makin tinggi status sosialnya. Itu menandakan sang empunya rumah mampu mengadakan upacara memotong kerbau sebanyak tanduk yang menghiasi rumahnya.

Daya tarik Ke’te’ Kesu’ rupanya tidak terletak pada rumah Tongkonannya saja. Memang rumah Tongkonannya indah, tapi kebanyakan wisatawan datang ke Ke’te’ Kesu’ bukan untuk melihat Tongkonan.

Mereka ingin ‘berwisata kematian’ dengan melihat kuburan batu dan peti-peti mati yang tergantung di tebing. Konon, pemakaman di tebing batu ini sudah ada sejak abad ke-13.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Traveler harus berjalan lagi masuk ke dalam desa untuk melihat makam-makam itu. Sepanjang perjalanan, traveler akan melihat kios-kios cenderamata milik warga setempat yang menjajakan aneka oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Jika sempat, mampir saja untuk membeli satu-dua barang, hitung-hitung menggerakkan perekonomian lokal. Tak butuh waktu lama, berjalan kaki selama 5 menit, traveler sudah sampai ke ‘wisata kematian’ ala orang Toraja, yaitu kubur batu yang tersohor itu.

Di zaman dulu, orang Toraja memakamkan anggota keluarga mereka di atas tebing batu. Mereka percaya, semakin tinggi orang itu dimakamkan, maka akan semakin mudah dia menuju ke Puya atau surga.

Ada juga yang menyebut, leluhur orang Toraja dimakamkan di tebing batu karena ingin mewariskan tanah kepada anak cucu mereka. Jika mereka semua dimakamkan di tanah, maka mereka takut anak cucunya tidak bisa memanfaatkan tanah tersebut.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

Terlepas dari itu, tidak sembarangan orang yang bisa dimakamkan di sini. Hanya dari kalangan bangsawan saja yang bisa. Sebelum dimakamkan, keluarga yang ditinggalkan juga wajib melaksanakan upacara Rambu Solo dengan memotong minimal 24 ekor kerbau (sapurandanan).

Menyaksikan makam batu di Ke’te’ Kesu’ ini sungguh bikin merinding. Membayangkan bagaimana peti-peti mati digantung di atas tebing selama ratusan tahun, dengan tengkorak dan tulang-tulang manusia asli masih berada di tempatnya tanpa ada yang berani menyentuh.

Selain kuburan batu, di sini juga ada makam modern yang dinamakan Patane. Setiap patane dihiasi dengan patung Tau-tau yang melambangkan si jenazah ketika masih hidup.

Desa wisata Ke'te' Kesu'Desa wisata Ke’te’ Kesu’ (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

Oh iya, jangan sekali-sekali menyentuh atau memindahkan tengkorak di Ke’te’ Kesu’ ini ya kalau tidak ingin hal buruk terjadi pada kalian karena sudah sering kejadian. Imbauan tertulis pun terpampang di sepanjang jalan menuju ke gua di atas bukit.

Salah satu wisatawan dari Belanda bernama Marja Smith yang baru pertama kali ke Toraja pun merasa sangat takjub ketika berkunjung ke Ke’Te’ Kesu’. Ia juga kagum bagaimana orang Toraja masih teguh menjalankan tradisi upacara pemakaman secara turun temurun.

“Menurut saya, budaya Orang Toraja sangat kaya, sangat istimewa. Berabad-abad silam, meski komunitasnya tidak begitu besar, namun mereka masih tetap menjalankan ritual-ritual ini. Menurutku ini spesial,” ujar Marja.

Liburan ke Toraja dan mengunjungi Ke’te’ Kesu’ ini bisa memberikan perspektif baru kepada traveler tentang kematian. Bahwa kematian adalah bagian dari kehidupan dan selayaknya dikenang sebaik-baiknya.

——-

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

11 Spot Wisata Hits di Pantai Indah Kapuk, Gratis dan Instagramable


Jakarta

Pantai Indah Kapuk atau PIK adalah kawasan di pantai utara Jakarta yang memiliki berbagai pilihan tempat wisata hits, mulai dari pantai, tempat kuliner, tempat belanja, hingga aneka spot selfie.

Ada dua kawasan PIK, yaitu PIK 1 yang berada di Jakarta Utara dan PIK 2 yang masuk kawasan Tangerang. Meski berbeda daerah administratif, keduanya masih berada dalam satu kawasan yang bersebelahan.

Buat traveler yang ingin jalan-jalan ke PIK, tak perlu bingung mau ke mana. Di bawah ini akan kita ulas 11 rekomendasi tempat wisata hits di Pantai Indah Kapuk yang gratis alias tanpa membayar tiket masuk, dan tentunya instagramable.


Rekomendasi Wisata Pantai Indah Kapuk

Berikut ini 11 tempat wisata gratis paling hits di Pantai Indah Kapuk yang dirangkum dari catatan detikTravel:

1. Pantai Pasir Putih PIK 2

Pantai Pasir Putih PIK2Pantai Pasir Putih PIK2 Foto: Johanes Randy
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 06.00-22.00 WIB

Selanjutnya ada Pantai Pasir Putih yang berada di kawasan PIK 2 yang memiliki pemandangan indah pasir putih yang berpadu dengan laut utara. Sebagai tempat wisata modern, traveler juga akan melihat pemandangan gedung-gedung tinggi.

Di sini, kamu bisa bersantai di tepi pantai, bermain pasir dan air, berkeliling naik sepeda, hingga kulineran. Pengunjung dilarang membawa makanan dari luar dan harus selalu menjaga kebersihan.

2. Aloha PIK 2

Aloha PIKAloha PIK Foto: (‘Dadan Kuswaraharja/detikcom)
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 10.00-22.00 WIB (weekend buka pukul 07.00 WIB)

Salah satu tempat wisata hits Pantai Indah Kapuk adalah Aloha yang merupakan tempat jajan hits yang memiliki banyak tenant makanan dan minuman, seperti aneka seafood, aneka sate, pizza, steak, es krim, croissant, dan kopi.

Keunikan Aloha adalah tempatnya berkonsep ala Hawaii. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pasir putih. Dekorasi bangunannya pun dibuat dengan nuansa tropis, yakni menggunakan elemen kayu, jerami, rotan, bambu, dan juga open space balcony.

3. Land’s End PIK 2

Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 Foto: dok detikcom
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 08.00-23.00 WIB

Tak jauh dari Aloha, ada tempat wisata Land’s End yang memiliki pemandangan pantai pasir putih. Keunikannya adalah terdapat bangunan ikonik berbentuk mercusuar berwarna putih yang juga menyala di malam hari.

Tak hanya duduk santai di pantai, traveler bisa jajan di sejumlah restoran dan coffee shop di Land’s End. Dibandingkan Aloha, Land’s End menawarkan fasilitas lebih ‘premium’.

4. Urban Farm PIK

Urban FarmUrban Farm Foto: Hestianingsih/Wolipop
  • Lokasi: Kawasan Pantai Maju PIK, Jalan The Golf Island Boulevard, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 09.00-21.00 WIB

Urban Farm PIK adalah marketplace yang konsepnya dikelilingi alam. Buat kalian yang suka tanaman, tempat ini memiliki banyak koleksi tanaman menarik. Di sini terdapat beberapa tenant fashion, lifestyle, bookstore, F&B, hingga fresh market.

5. PIK Bridge

Ada dua jembatan menarik di PIK. Yang pertama adalah Jakarta PIK International Bridge yang berada di PIK 1, Jalan Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Jembatan ini memiliki jalur pejalan kaki kecil buat detikers yang ingin jogging atau jalan santai.

Ada juga Jembatan PIK 2 yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Banten yang panjangnya sekitar 800 meter. Jembatan ini tidak disediakan jalur pejalan kaki, namun terdapat lajur khusus sepeda.

6. Pantjoran PIK

Pagoda Pantjoran PIKPagoda Pantjoran PIK Foto: Pantjoran PIK
  • Lokasi: PIK 1, kawasan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 07.00-23.00 WIB

Pantjoran PIK khas dengan nuansa pecinan atau chinatown. Banyak bangunan yang khas dengan negara China. Antara lain adalah pagoda merah yang disebut paling tinggi di Jakarta. Pagoda ini sering dipakai sebagai latar belakang foto.

Selain berfoto-foto, traveler juga bisa jajan beraneka makanan di sini, seperti Cakuw Ko Atek, Bakmi Gang Kelinci, Bakso Goreng Soekajadi, Es Pluit Acen, dan Roti Srikaya Ajong.

Untuk diketahui, ada beberapa tempat makanan non-halal di sini. Buat muslim, jangan segan bertanya menu makanan di sana.

7. Cove at Batavia

Cove at Batavia PIKCove at Batavia PIK Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
  • Lokasi: PIK 1, Cove at Batavia, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 09.00-23.00 WIB

Di PIK 1 terdapat kawasan bernama Cove at Batavia yang memiliki banyak restoran, kedai kopi, hingga bar yang hits di kalangan anak muda, mulai dari menu Indonesia, Jepang, hingga Western. Tempat ini berbatasan dengan laut, sehingga kalian bisa makan sambil menikmati keindahan laut.

8. Batavia PIK

Terinspirasi dari Kota Batavia masa lampau, Batavia PIK hadir dengan konsep baru, inovasi ramah lingkungan, dan desain arsitektur modern sebagai destinasi wisata dan kuliner tepi laut termegah di Golf Island PIKBatavia PIK Foto: Agung Sedayu Group
  • Lokasi: Batavia PIK 1, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 09.00-23.00 WIB

Bergeser ke sisi selatan, ada kawasan bernama Batavia PIK yang memiliki banyak bangunan ruko modern. Banyak pilihan tenant makanan dan minuman, bar, coffee shop, restoran, hingga minimarket di sini.

Di belakang ruko terdapat beberapa tenant yang berbatasan dengan laut. Traveler juga bisa menyewa sepeda listrik untuk berkeliling di tepi laut Batavia PIK.

9. La Riviera

Mau menikmati suasana ala Eropa, tapi tak ingin jauh-jauh? Coba ke La Riviera di PIK2.Suasana ala Eropa di La Riviera, PIK2. Foto: Pradita Utama
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Otista, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 24 jam

Wisata hits Pantai Indah Kapuk selanjutnya adalah La Riviera yang berada di PIK 2. Letaknya cukup jauh dibandingkan tempat-tempat yang disebut di atas. Kalian harus berkendara ke barat hingga kawasan Teluknaga.

Tempat ini unik karena memiliki bangunan-bangunan mirip Kota Amsterdam. Terdapat sungai kecil yang seakan-akan melintasi tengah kota. Di malam hari, lampu-lampu kuning akan dinyalakan sehingga mirip dengan suasana Eropa.

10. By The Sea PIK

Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk.Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk. Foto: dok. Amantara
  • Lokasi: PIK 1, Jalan Pulau Maju Bersama, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 10.00-22.00 WIB

Selanjutnya ada By The Sea PIK buat kalian yang ingin berbelanja. Ini adalah sebuah shopping district pertama di Jakarta Utara yang menawarkan produk-produk lokal premium.

Selain produk lifestyle dan fashion, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tak kalah menarik.

11. Central Market PIK

Central Market PIK raih penghargaan  EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) Advance Certificate dari Green Building Council Indonesia.Central Market PIK. Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom
  • Lokasi: PIK 1, Jalan Pulau Maju Bersama, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 08.00-22.00 WIB

Terakhir ada Central market PIK, yaitu mal yang berada di tengah kawasan Golf Island PIK. Central Market juga terintegrasi dengan Pantjoran PIK dan By The Sea. Mal ini memiliki kawasan indoor dan outdoor.

Nah, itulah tadi 11 tempat wisata gratis paling hits di Pantai Indah Kapuk, baik PIK 1 di Jakarta Utara maupun PIK 2 di Tangerang.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Melihat Konservasi Penyu di Bali Utara, Ada Ratusan Bayi Penyu!



Jakarta

Biar liburan di Bali Utara semakin seru, cobain deh datang ke penangkaran penyu yang ada di Desa Pemuteran ini. Kamu bisa melihat bagaimana telur-telur penyu itu diselamatkan hingga dilepaskan.

Tempatnya tidaklah besar. Lokasinya berada di Reef Seen Diver’s Resort Desa Pemuteran, Gerokgak. Di sana terdapat beberapa kolam yang berisi ratusan anak-anak penyu yang berenang ke sana ke mari.

‘Proyek Penyu’ tertulis besar di papan yang berada di tengah-tengah kawasan kolam. Yap, sudah lebih 30 tahun proyek ini berjalan di Desa Pemuteran.


“Kita di sini ada tiga jenis penyu, yaitu penyu hijau, penyu olive dan penyu sisik. Penangkaran ini telah ada sejak tahun 1991 dan setiap tahunnya ribuan penyu yang kita lepas dari sini,” kata Ina, salah satu tim Proyek Penyu, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengKepala Desa Pemuteran bersama Chris Brown dan Ina (Syanti Mustika/detikcom)
Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengProyek Penyu di Desa Pemuteran, Buleleng (Syanti Mustika/detikcom)

Proyek Penyu ini diinisiatif pertama kali oleh Chris Brown, warga Australia yang datang ke Bali di tahun 1990-an. Dia resah melihat telur-telur penyu dijual belikan tanpa masyarakat tahu nilai hidup dari penyu yang masuk ke dalam daftar terancam punah ini.

Lina pun mengatakan bahwa di sini terdapat dua cara penetasan telur, yaitu dengan ditanam di pasir dan inkubator.

“Kita dari dulu menetaskan telur dengan menanamnya di pasir. Dan tingkat keberhasilan dari telur yang menetas adalah 65% saja. Namun, bila menggunakan inkubator, keberhasilan telur mentas mencapai 95%. Kita menggunakan inkubator baru 2 tahun ini, dan bila inkubator penuh, sebagiannya akan kita tanam di tanah,” kata Lina.

Telur-telur penyu ini didapatkan dari nelayan-nelayan yang datang langsung ke sini. Nanti, para nelayan akan mendapatkan insentif terhadap telur yang mereka serahkan.

“Jadi kita ambil telur dan kasih santunan ke nelayan. Lumayan banyak yang kita dapatkan, tahun ini bulan Januari sampai Juli kita udah dapat 2.500 telur,” dia menambahkan.

Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengTelur-telur penyu di dalam inkubator (Syanti Mustika/detikcom)

Setelah telur-telur menetas, mereka pun dipindahkan ke dalam kolam-kolam dan dirawat di sana. Setelah 2-3 bulan, barulah tukik ini dilepaskan ke laut.

“Biasanya, di kehidupan alaminya tukik yang menetas akan langsung berenang ke laut. Namun daya survival mereka sangat rendah dan rentan di makan predator. Karena itulah kita rawat dia hingga usia bisa mencari makan sendiri,” kata dia.

Bayi-bayi penyu ini diberi makan setiap harinya sekali sehari. Kolam mereka pun juga dibersihkan berkala hingga mereka tidak asing bila dipindahkan ke laut.

Untuk bisa melihat penyu-penyu ini dan belajar tentang mereka, traveler hanya perlu membayar Rp 20 ribu saja (untuk domestik) dan Rp 40 ribu (untuk mancanegara). Tiket ini berlaku untuk seminggu, jadi kamu bisa bolak-balik datang ke sini selama satu minggu.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gedung MK nan Ramah Lingkungan, Sempat Numpang di Beberapa Tempat



Jakarta

Mari mengenal gedung Mahkamah Konsitusi (MK). Ternyata, lembaga tinggi negara ini adalah penghuni baru di kawasan ring satu Jakarta.

Dihimpun dari situs resminya, Kamis (22/8/2024), Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin 13 Agustus 2007, pukul 10.00 WIB. Acara peresmian gedung ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 MK.

SBY saat itu mengatakan bahwa gedung MK itu begitu indah, megah nan ramah lingkungan. Gedung MK terdiri atas dua bagian.

Bangunan pertama yang merupakan bangunan utama terdiri atas empat lantai dan beratapkan kubah (dome). Di dalam bangunan utama tersebut terdapat ruang sidang pleno, ruang sidang panel sertamedia centerdan ruang-ruang pendukung persidangan MK.


Di belakang bangunan utama tersebut terdapat bangunan pusat perkantoran bagi para Hakim Konstitusi dan pegawai Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan MKRI yang terdiri atas 16 lantai.

Sebagai lembaga peradilan yang memiliki visi modern dan terpercaya, gedung MK juga dilengkapi dengan perangkat teknologi komunikasi dan informasi modern untuk mendukung aktivitas persidangan di MK.

MK juga telah mengembangkan sistem Sistem Administrasi Yustisial dan Sistem Administrasi Umum dengan berbasiskan teknologi infomasi (sistemonline).

Sebelum memiliki gedung permanen, Mahkamah Konstitusi telah beberapa kali pindah tempat yang digunakan sebagai kantor dan ruang persidangan, antara lain di gedung milik Departemen Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Merdeka No. 7 (gedung lama), Plaza Centris Kuningan, dan di Hotel Santika.

Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) hadir dalam sidang Putusan Dismissal sengketa Pileg hari ini, Selasa (21/5/2024). Sebanyak 207 perkara akan dibacakan putusan dismissal-nya.Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Bahkan pada awal terbentuknya, alamat kantor MK menggunakan nomorhandphoneKetua MK. Namun, saat ini MK telah memiliki gedung sendiri yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat No. 6.

Pada acara peresmian tersebut, MK juga menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas pembangunan gedung MK yang ramah lingkungan.Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta mensyaratkan setiap gedung yang berada di jalan protokol untuk tidak menggunakan pagar, memiliki lahan hijau dan sumur resapan.

Gedung MK merupakan gedung milik pemerintah pertama yang berada di jalan protokol dan memenuhi syarat tersebut. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sutiyoso kepada Sekretaris Jenderal MK Janedjri M. Gaffar.

Arti sembilan pilar di muka Gedung MK

Dalam laporannya saat itu, Sekretaris Jenderal MK Janedjri M. Gafar mengatakan bahwa gedung MK dibangun di atas lahan seluas 4.420 meter persegi dengan luas lantai 23.323 meter persegi.

Gedung MK memiliki filosofi yang begitu kental. Di bagian muka gedung terdpat sembilan pilar utama yang menjadi lambang penegakan konstitusi.

Sejumlah sembilan pilar itu juga mewakili dari jumlah hakim konstitusi yang independen dengan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan. Mereka diwajibkan menjadi para wakil masyarakat Indonesia dalam menjaga tegaknya konstitusi.

Sejumlah sembilan hakim itu mencerminkan jumlah aliran pemikiran yang sama tentang keadilan di dalam masyarakat. Karenanya, sidang di Mahkamah Konstitusi harus dihadiri sebanyak sembilan orang terkecuali ada yang berhalangan.

Lalu, syarat kehadiran minimal sejumlah tujuh orang. Sehingga keadaan itu hanya mengenal satu majelis hakim atau berbeda dibanding Mahkamah Agung.

(msl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Rekomendasi Wisata di Bali utara



Jakarta

Bali Utara punya banyak destinasi wsiata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

detikcom telah merangkum pada Jumat (23/8/2024) ragam tempat wisata di Bali utara yang bisa kamu kunjungi dan pamerkan di media sosial.

1. Handara Gate


Gerbang Handara BaliGerbang Handara Bali (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

Sejatinya, Gerbang ini merupakan pintu masuk menuju Handara Golf & Resort. Sesuai dengan namanya, ini adalah tempat ciamik untuk para pecinta golf bermain dan menginap.

Bila traveler hanya ingin berfoto di gerbangnya, cukup membayar Rp 30 ribu untuk durasi foto selama tiga menit. Di saat weekend, sangat ramai turis yang mengantre untuk hunting foto di sini.

Tidak ada jam operasional, traveler bisa datang kapanpun karena diizinkan foto ‘semenjak terang hingga gelap’ di sana.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut. Bila kamu beruntung, bisa nih berpartisipasi dalam pelepasan tukik. Sayang sekali, tidak ada waktu khusus untuk aktivitas pelepasan ini.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi keigatan seru. Setelah puas snorkling melihat aneka terumbu karang, kamu bisa bersantai menikmati es kelapa di pinggir pantai yang tenang.

Nah, traveler yang tak bisa snorkling, bisa nih trekking ke Bukit Batu Kursi. Tempat ini rumah bagi kawasan suci bernama Pura Batu Kursi yang berada tepat di puncak bukit. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 800 meter. Traveler dapat menyusuri jalan setapak berupa susunan tangga batu untuk mencapai puncak bukit.

3. Desa Les

Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

Banyak desa wisata yang bisa kita kunjungi di Bali Utara, salah satunya adalah Desa Les. Di sini traveler bisa juga snorkling, trekking hingga melihat penyulingan arak Bali.

Desa Les di Tejakula, Buleleng masuk ke dalam 50 besar ADWI 2024. Desa ini kaya akan produksi pertanian seperti lontar, aneka buah-buahahn, hingga kaya akan hasil ikan lautnya.

Dari dulu, Desa Les memang ramai dikunjungi oleh turis asing. Namun dengan berkembangnya informasi dan sosial media, Desa Les mulai ramai dikunjungi turis domestik.

Traveler di sini juga bisa melihat proses penyulingan arak dan gula lontar di Dapoer Moela. Kamu bisa melihat banyak kendi-kendi arak yang siap diminum para tamu yang datang.

Setiap turis yang datang akan diajak ke tempat penyulingan sebagai kegiatan experience. Sebotol arak Bali ini dijual mulai Rp 150 ribu per botolnya (750 ml). Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin mahal. Sedangkan gula lontar atau juruh dijual Rp 70 ribu (600 ml).

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

Traveler bisa menyewa perahu nelayan atau membeli paket wisata tur lumba-lumba ini. Adapun harganya Rp 125 ribu per pax, dan satu kapal itu bisa membawa 10 penumpang.

Traveler yang ingin merasakan sensasi yang sama, hanya perlu membayar Rp 125.000 nett/pax, untuk dewasa dan minimal 10 pax ( untuk 1 kapal). Bagi yang membawa anak-anak 1-2 tahun gratis.

Selain melihat lumba-lumba, di sini juga ada aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, jet ski, shark boat hingga frenzy boat dan memancing.

Untuk pemesanan traveler bisa melakukan secara online. Untuk kemudahan, disarankan traveler untuk menginap juga di hotel terdekat karena kapal berangkat pagi hari.

5. Air Terjun Banyumala

Air Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: Made Wijaya KusumaAir Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Bali. (Made Wijaya Kusuma Foto)

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

Adapun tiket masuk ke air terjun Rp 20 ribu per orang. Untuk sampai ke air terjun kamu harus trekking sekitar 15-20 menit, tergantung kekuatan kaki mu.

Walau sedikit melelahkan, percayalah lelahmu terbayarkan dengan indahnya air terjun ini. Air terjun setinggi 20 meter ini mengalir deras di antara rerumputan hijau yang menghiasi tebing air.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

Sejarahnya, Pura Ulun Danu Beratan dibangun pada tahun 1634 oleh I Gusti Agung Putu. Fungsinya sebagai tempat pemujaan Tri Murti (Brahma, Wisnu dan Siwa).

Selain melihat pemandangan indah ini, aktivitas lain yang bisa kamu lakukan di sini adalah menikmati wahana air. Kamu bisa berkeliling Danau Beratan dengan speed boat atau bebek air. Di sini juga ada penyewaan perahu lho.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Kawasan wisata Danau Buyan berlokasi di Desa Pancasari, tepatnya di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Akses menuju Danau Buyan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 57 km dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

Adapun kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sini yaitu kemping, memancing, trekking, hingga piknik.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kerajaan-kerajaan di Jawa yang Bisa Dijumpai hingga Sekarang



Jakarta

Indonesia memiliki sejarah panjang dari era kerajaan, kolonial, hingga era modern. Saat ini, masih ada kerajaan di Jawa yang masih eksis.

Di Pulau Jawa pernah berdiri beberapa kerajaan besar. Dari Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Singasari, Kerajaan Majapahit, Kesultanan Demak, Kerajaan Mataram Islam, Kesultanan Cirebon, hingga Kesultanan Banten.

Di antara kerajaan tersebut, masih ada kerajaan yang eksis dengan dipimpin oleh seorang raja. Tetapi, di antara kerajaan itu, hanya Kesultanan Yogyakarta yang masih memiliki fungsi pemerintahan.


Kerajaan-kerajaan di Jawa dan kerajaan lain di Indonesia masih berkumpul dalam sebuah Majelis Agung Raja dan Sultan (MARS) Indonesia. Di antara yang masih eksis itu adalah Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo, Puro Mangkunegaran, Keraton Cirebon, dan Kasultanan Banten. Kesultanan Yogyakarta satu-satunya yang memiliki hak istimewa mengelola pemerintahan. Sedangkan yang lain memiliki fungsi kebudayaan.

Berikut beberapa di antara kerajaan di Jawa yang masih eksis hingga kini:

1. Kesultanan Yogyakarta

Kesultanan Yogyakarta atau Ngayogyakarta Hadiningrat ini berdiri sejak 1755 dan raja pertama yang menjabat di kesultanan itu adalah Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono 1.

Kerajaan itu mulanya merupakan pecahan dari Kerajaan Mataram Islam yang terpecah menjadi dua. Pembagian wilayah itu tertuang pada Perjanjian Giyanti. Pecahan lainnya menjadi Kasunanan Surakarta.

Di tahun 1950, Kesultanan Yogyakarta resmi berubah menjadi yang kita kenal saat ini yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan hingga saat ini gelar untuk pemimpin-pemimpin daerah tersebut masih menggunakan gelar Hamengkubuwono.

Saat ini, Kasultanan Yogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

2. Kasunanan Surakarta

Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah sebuah kerajaan di Pulau Jawa bagian tengah yang berdiri pada tahun 1745. Kasunanan itu merupakan penerus dari Kesultanan Mataram yang beribu kota di Kartasura dan selanjutnya berpindah di Surakarta.

Pada tahun 1755, sebagai hasil dari Perjanjian Giyanti yang disahkan pada tanggal 13 Februari 1755 antara VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dengan Pangeran Mangkubumi, disepakati bahwa wilayah Mataram dibagi menjadi dua pemerintahan, yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

Awalnya, 1745 hingga peristiwa Palihan Nagari pada 1755, Kesunanan Surakarta yang beribu kota di Surakarta merupakan kelanjutan dari Kesultanan Mataram yang sebelumnya berkedudukan di Kartasura, baik dari segi wilayah, pemerintahan, maupun kedudukan penguasanya.

Setelah Perjanjian Giyanti dan diadakannya Pertemuan Jatisari pada tahun 1755 menyebabkan terpecahnya Kesunanan Surakarta menjadi dua kerajaan; kota Surakarta tetap menjadi pusat pemerintahan sebagian wilayah Kesunanan Surakarta dengan rajanya yaitu Susuhunan Pakubuwana III, sedangkan sebagian wilayah Kesunanan Surakarta yang lain diperintah oleh Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di kota Yogyakarta, dan wilayah kerajaannya kemudian disebut sebagai Kesultanan Yogyakarta.

Kemudian dibuat Perjanjian Salatiga tanggal 17 Maret 1757, yang membuat wilayah Kesunanan makin kecil. Sebagian wilayah, yakni Nagara Agung (wilayah inti di sekitar ibu kota kerajaan) diserahkan kepada Raden Mas Said yang kemudian bergelar Adipati Mangkunegara I. Saat ini, Mangkunegaran masih eksis.

3. Mangkunegaran

Mangkunegaran adalah kadipaten yang posisinya di bawah kasunanan dan kasultanan, sehingga penguasa tidak berhak menyandang gelar Sunan ataupun Sultan.

Penguasa Keraton Kasunanan Surakarta bergelar Sunan Pakubuwono, sedangkan gelar penguasa Kadipaten Mangkunegaran adalah Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro.

Antara tahun 1757 sampai dengan 1946, Kadipaten Mangkunegaran adalah kerajaan otonom yang berhak memiliki tentara sendiri yang independen dari Kasunanan Surakarta.

Wilayahnya mencakup bagian utara Kota Surakarta, di antaranya adalah Kecamatan Banjarsari, kemudian seluruh Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, dan sebagian wilayah Kecamatan Ngawen serta Semin di Gunung Kidul, Yogyakarta. Keseluruhan wilayah Mangkunegaran tersebut hampir mencapai 50 persen wilayah dari Kasunanan Surakarta.

Saat ini, Mangkunegaran dipimpin oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X atau Gusti Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo merupakan raja.

Sejatinya, pemimpin Mangkunegaran bukanlah raja, namun adipati atau pangeran miji atau pangeran mandiri, yang memimpin sebuah kadipaten di bawah Keraton Kasunanan Surakarta bernama Mangkunegaran.

Meskipun kedudukan pemimpin Mangkunegara yang sebenarnya adalah adipati, namun kerap dianggap raja dalam memori masyarakat Mangkunegara. Itu dipengaruhi oleh Mangkunegara yang dulu sempat berkuasa atas beberapa wilayah, yakni Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri.

4. KadipatenPakualaman

Dulu Kadipaten Pakualaman merupakan sebuah negara dependen yang berbentuk kerajaan. Tetapi pada 1950, status negara dependen Kadipaten Pakualaman diturunkan menjadi daerah istimewa setingkat provinsi dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Kadipaten Pakualaman berdiri pada 1813, kekuasaan Inggris dengan penyerahan kekuasaan oleh Hamengku Buwono II kepada adiknya, Pangeran Natakusuma dengan status Pangeran Merdika. Pangeran Natakusuma kemudian mendapatkan gelar sebagai KGPAA Paku Alam I dengan kediaman di Puro Pakualaman yang berada di sisi timur Kasultanan Ngayogyakarta.

Status kerajaan ini mirip dengan status Praja Mangkunagaran di Surakarta.

Saat ini, Pakualaman dipimpin oleh Sampeyan Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X dengan nama lahir Raden Mas Wijoseno Hario Bimo.

5. Kesultanan Cirebon

Kesultanan Cirebon ini disebut sebagai jembatan untuk kebudayaan di Jawa Tengah dan Jawa Barat, Kesultanan Cirebon ini memiliki corak Islam yang begitu mahsyur di abad 15-16 Masehi. Memiliki letak yang cukup strategis menjadi kesultanan ini sebagai jalur perdagangan dan pelayaran yang cukup vital antar pulau di masa itu.

Kesultanan Cirebon didirikan oleh Pangeran Cakrabuana atau Walangsungsang atau Haji Abudllah Imam pada tahun 1430. Ia sangat aktif dalam penyebarluasan agama Islam dan Kesultanan Cirebon meningkat kejayaannya ketika dipimpin oleh Sunan Gunung Jati.

Saat ini, Keraton Cirebon dipimpin Sultan Sepuh Aloeda II atau Raden Rahardjo.

6. Kesultanan Kanoman

Kesultanan Kanoman ini didirikan oleh Pangeran Muhamad Badrudi Kertawijaya atau Sultan Anom 1 di tahun 1678. Sebelumnya, Kesultanan Kanoman ini merupakan pecahan dari Kesultanan Cirebon pada tahun 1666.

Di masa kekosongan 1666 hingga 1678 itu Kesultanan Cirebon diambil alih kekuasaannya oleh Kerajaan Mataram. Berjalannya waktu dan tak puasnya pengambilahinan tersebut hingga menimbulkan konflik.

Akhirnya Kesultanan Cirebon dipecah dan salah satunya Kesultanan Kanoman yang diberikan Pangeran Muhamad Badrudin Kertawijaya.

Jejak-jejak peradaban kerajaan-kerajaan di atas masih bisa dilihat hingga sekarang di setiap wilayahnya. Masih terdapat keraton atau tempat pemerintahan dan tempat tinggal raja-raja yang menduduki kursi kekuasaan.

Peninggalan kerajaan-kerajaan tersebut kini menjadi sebuah destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin melihat dan menggali informasi tentang sejarah kerajaan tersebut.

Saat ini, Kesultanan Kanoman dipimpin oleh Sultan Anom XII Mochamad Saladin.

Jadi keraton mana saja yang sudah kamu datangi?

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Ngopi Baru di Taman Budaya Sentul, Instagramable buat Weekend



Sentul

Taman Budaya Sentul jadi destinasi yang cocok dikunjungi di akhir pekan. Di sana ada tempat ngopi baru yang Instagramable.

Nama tempat ngopi itu adalah Raindear Coffee and Kitchen. Dari segi bangunan, tempat ngopi ini memang lebih menonjol dibandingkan dengan sekelilingnya.

Konsep bangunan kafe ini terinspirasi dari kubah Timur Tengah dengan lengkungan-lengkungannya yang khas, sehingga membuatnya tampak unik serta berbeda.


detikTravel berkunjung ke tempat ngopi ini beberapa waktu lalu. Melangkahkan kaki ke dalam, traveler akan disambut dengan desain interior yang elegan. Nuansa hijau dari tanaman-tanaman tampak menghiasi sebagai pemanis.

Temboknya didesain dengan perpaduan warna cat biru tua dan light grey yang estetik sehingga cocok untuk menjadi background foto menarik bagi para pengunjung. Ada juga lampu-lampu yang unik.

Raindear SentulRaindear Sentul Foto: (dok. Istimewa)

Manager Area Raindear Coffee and Kitchen, Eron mengatakan kafe tempatnya bekerja mampu menampung hingga 250 orang tamu. Tak hanya anak-anak muda, kafe ini juga banyak dikunjungi keluarga, terutama saat weekend.

“Kami juga menyasar pengunjung dari keluarga, remaja sampai komunitas,” kata Eron, beberapa waktu lalu.

Untuk menu makanan, mulai dari appetizer, ada olahan makanan ala Texas-Mexico seperti nachos, singkong goreng garlic hingga kentang goreng saus mentai dengan perpaduan rumput laut dan mentai.

Raindear SentulAyam bakar Taliwang Foto: (dok. Istimewa)

Untuk menu utamanya yang jadi unggulan ada nasi ayam bakar taliwang dengan cita rasa pedas tapi mantap dan nasi goreng hitam yang memakai tinta dari cumi-cumi, tapi tidak amis. Harganya mulai dari Rp 50 hingga 70 ribuan.

Ada juga makanan-makanan western seperti pasta, pizza, cheese burger hingga wagyu steak dengan truffle oil. Rasanya sudah pasti sedap dan nikmat.

Oh iya, untuk kopinya ada bermacam-macam jenis, dari es kopi susu original hingga es kopi pandan, oatmilk hingga salted caramel. Harganya standar kafe, mulai dari Rp 30 ribuan.

Ada beragam fasilitas di tempat ini, di antaranya lahan parkir yang luas hingga mushola untuk salat. Tempat ngopi ini juga menjual beragam merchandise seperti tumbler, tote bag, hingga payung.

Pemilihan lokasi kafe yang berada di Taman Budaya Sentul ini juga sengaja agar traveler bisa ngopi sambil berwisata.

“Selain itu, pemilihan lokasinya memang berdekatan dengan tempat rekreasi atau wisata sehingga memiliki pemandangan perbukitan yang membuat suasananya semakin seru,” pungkas Eron.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Agar Bali Utara Tidak Lagi Menjadi Nomor Dua



Jakarta

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama pemerintah Bali berusaha meratakan penyebaran turis dengan cara memperkenalkan Bali utara. Salah satu faktor yang menyebabkan tidak meratanya wisatawan ini adalah akses menuju lokasi.

Bali masuk dalam daftar destinasi wisata favorit dunia yang dinyatakan mengalami overtourism. Salah satu fakta yang mencolok adalah macet parah di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada akhir tahun lalu.

Tetapi, pemerintah RI dan Bali tidak sepakat. Mereka kompak menyebut kondisi itu disebabkan wisatawan yang tidak merata di Pulau Dewata. Turis-turis lebih menyukai pelesiran dan berwisata di kawasan Bali selatan, mulai dari Seminyak, Kuta, Legian, Jimbaran, Benoa, Nusa Dua, Uluwatu, hingga Pecatu.


Area itu memang lebih mudah dijangkau dari bandara. Hanya diperlukan waktu tempuh satu jam dari gerbang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan berkendara.

Fasilitas juga lebih komplet. Banyak pilihan beach club, hotel, kafe, dll.

Nah, kini pemerintah sedang mengupayakan pemerataan wisata di Bali. Sejumlah pembangunan dikebut.

Destinasi wisata di bali utara diklaim tidak kalah dari Bali selatan. Di antaranya, Pantai Lovina dengan konservasi lumba-lumbanya, Handara Gate dengan gerbang eksotisnya, dan Desa Pemuteran dengan konservasi penyu dan karangnya.

Infografis wisata Bali utara 1Infografis wisata Bali utara 1 (infografis detikcom)

Tetapi, satu kelemahan Bali utara yang bikin wisatawan menomorduakan kawasan itu adalah jarak yang jauh dari bandara. Sudah begitu jalanan sempit.

“Tentu kita harapkan ada aksesibilitas yang lebih cepat. Sekarang kan sedang dibangun apa namanya tol yang sedang dalam proses Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, nanti ini bisa mempercepat,” kata Gede Dody Sukma Aktiva Askara, kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, beberapa waktu lalu

“Kemudian untuk mempercepat aksesibilitas kita di Bali Utara juga dari sisi angkutan darat itu sudah dibangun jalan pintas dari Bedugul menuju kota Singaraja dalam kawasan Lovina. Jadi jalan yang berkelok itu sudah dipangkas-pangkas kelokannya, tikungan itu beberapa dipangkas dari 16 tikungan menjadi 5 tikungan dengan derajat yang landai. Nah ini akan terus sampai dengan ke bawah dibangun, mudah-mudahan berkelanjutan sehingga sampai Kota Singaraja penumpang tidak mabuk,” ujar Dody.

Andai rencana pemerintah dijalankan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan pada September 2024.

Ramai didatangi turis Eropa

Berbeda dengan kawasan Bali Selatan yang ramai hiburan, Bali utara lebih cenderung tenang dan berfokus kepada wisata konservasi. kegiatan hiking, diving dan planting pun menjadi andalan mereka untuk menarik turis ke sana.

Faktanya, wisata Bali Utara ternyata diminati oleh wisatawan Eropa. Dari tahun ke tahun, turis asing paling banyak datang dari Eropa.

“Paling banyak turis Eropa. Kalau yang tertinggi saat ini adalah dari Prancis. Selanjutnya diikuti turis China. Bulan ini saja jumlah turis Prancis 9.000, sedangkan turis China ada 6.000 orang,” kata Gede Dody

Angka itu diakui Dody sangat kecil jika dibandingkan dengan kedatangan turis asing ke Bali.

“Kalau kita bandingkan dengan kedatangan wisatawan melalui Bandara Ngurah Rai itu kita ada pada posisi 8%. Kemudian dari yang menginap Land of stay-nya itu rata-rata 2,5 persen saka,” kata dia.

Destinasi berwisata

Bali Utara punya banyak destinasi wisata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

1. Handara Gate, gerbang iknoik yang viral di media sosial

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi kegiatan seru.

3. Desa Les

Desa Les juga punya banyak aktivitas seru, mulai snorkling, hingga melihat penyulingan arak.

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (aRifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

5. Air Terjun Banyumala

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu di BaliPura Ulun Danu di Bali Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’Traveler)

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Catatan nih untuk traveler, tak cukup semalam atau dua malam saja berkunjung ke Bali Utara. Karena jarak tempat wisatanya cukup memakan waktu.

Namun, bila kamu ingin datang, dan merasakan semua keseruan di Bali Utara, setidaknya kamu bisa menginap satu minggu di sana. Tapi, bila hanya bisa satu malam atau 2 malam saja, traveler harus tentukan mau wisata apa.

Misalnya mau snorkling saja, bisa datang ke Desa Pemuteran atau Desa Les. Bila ingin melihat lumba-lumba, ke Pantai Lovina saja dan menginap di sekitar sana.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com