Category Archives: Domestik

Gereja Ayam Pasar Baru Tempat Ibadah Kelas Menengah-Bawah di Era Kolonial Belanda



Jakarta

Di era kolonial Belanda, warga kelas menengah dan bawah pemeluk protestan tidak leluasa beribadah. Salah satu gereja yang membuka pintu untuk kelompok itu adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’.

Sekretaris Pengurus ‘Gereja Ayam’, Yosie, menjelaskan kepada detikTravel, Kamis (29/8/2024) gereja itu dulu merupakan kapel kecil. Kapel itu dibangun pada tahun 1900.

“Dulu gereja itu di zaman Belanda untuk golongan menengah ke atas di Gereja Immanuel yang di depan (Stasiun) Gambir itu untuk golongan menengah ke atas. Tapi kalau untuk golongan menengah ke bawah itu ya di sini,” kata Yosie.


Seiring berjalannya waktu, jemaat yang beribadah di kapel itu semakin banyak. Kapel tersebut kemudian digeser, dari yang awalnya berada di area belakang gereja, kini ke tempat saat ini berdiri di Jalan Samanhudi No.12, Jakarta Pusat.

“Mulanya ini nggak di sini, letaknya di belakang gedung ini mulanya hanya sebuah kapel. Tapi karena makin lama makin banyak orangnya jadi pindah ke sini dibuatnya 1913,” kata Yosie.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Bangunan gereja yang bergaya campuran Italia dan Portugis ini disebut Neo Romani yang dibangun oleh arsitek Belanda bernama Ed Cuypers dan Hulswit. Penamaan ‘Gereja Ayam’ sendiri tercetus dari sebutan masyarakat sekitar, karena di atas gereja ini terdapat ornamen berbentuk ayam.

Yosie mengatakan ornamen tersebut merupakan alat penunjuk arah angin yang dirancang pada saat itu. Sayangnya, penunjuk arah angin berbentuk ayam ini sudah tidak berfungsi lagi. Kini ornamen ayam tersebut sudah menjadi ikon gereja ini.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Ini dikenalnya dengan ‘Gereja Ayam’ itu kan kita di atas itu ada ayam. Zaman dahulu ayam itu dipergunakan sebagai alat penunjuk arah mata angin, tapi di dalam lingkungan masyarakat sekitar sini karena lihat ada ayam di atas situ jadi dikenal ini dengan ‘Gereja Ayam’,” kata Yosie.

Peninggalan-peninggalan masa lampau di ‘Gereja Ayam’ ini masih terjaga, bahkan bangku-bangku di dalam gereja masih bangku dari tahun 1913. Terdapat pula Alkitab berbahasa Belanda pemberian ratu Belanda, Sophian Fredrika Mathilda pada tahun 1855.

Adapun bejana baptis yang sudah berumur lebih dari 300 tahun. Tampak bangun dari luar pun tak ada yang berubah signifikan dari pertama dibangun, ‘Gereja Ayam’ juga sudah ditetapkan menjadi cagar budaya pada tahun 2015.

(iah/iah)



Sumber : travel.detik.com

Cuma di Bali, Bisa Ngopi di Kedai Jadul Sambil Lihat Sawah



Badung

Ngopi sambil menikmati pemandangan sawah nan hijau lagi ngetren. Di Bali, kamu bisa menyeruput kopi di Kedai Abian Carik yang jadul ini.

Tempat ngopi bernuansa pedesaan dan jadul pun banyak bermunculan di Bali. Salah satunya kedai kopi Abian Carik.

Baru sebulan lebih dibuka, tempat ini sudah ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat sore menjelang malam. Kedai kopi ini berlokasi di tengah sawah Subak Tegan, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali.


Traveler bisa menyeruput kopi sembari menikmati hamparan sawah nan asri. Di sekitar kedai kopi itu, ada pula kebun yang ditanami aneka sayur dan tanaman bunga.

Untuk menuju lokasi, pengunjung harus masuk ke jalan subak sepanjang 200 meter ke dalam area persawahan. Kedai dengan pondokan kayu yang dipagari bambu itu akan terlihat dari pinggir jalan. Selanjutnya, pengunjung tinggal menyusuri pematang sawah untuk sampai ke lokasi.

Pemilik kedai sengaja mengusung konsep jadul yang menyatu dengan alam. Bangunannya berupa pondokan kecil berbahan papan kayu yang dihias dengan beragam umbi-umbian dan pisang.

Pondok itu dipakai pengelola untuk menaruh bahan-bahan makanan beserta kopi. Penjaga kedai juga berpenampilan jadul dengan pakaian seadanya serta capil atau topi khas petani di desa-desa.

Meski begitu, pengunjung antusias duduk lesehan beralaskan tikar daun pandan sembari menunggu barista meracik kopi di atas Vespa. Selain kopi, kedai itu juga menjajakan aneka kudapan tradisional. Mulai dari ubi goreng pedas manis, pulung ubi, jagung rebus, hingga pisang goreng. Cocok untuk menemani kopi tubruk.

Orang-orang yang datang ke Abian Carik tak hanya anak muda dari kalangan menengah di Mengwi. Mereka juga datang dari kalangan atas yang rata-rata tinggal di Kota Denpasar.

“Di rumah nggak banyak ada kafe kopi yang benar-benar ada di alam begini,” kata Yanti, salah satu pengunjung asal Denpasar, Senin (16/9).

Pengunjung lainnya, Vani, mengungkapkan tidak sedikit pengelola kedai kopi yang mengusung konsep jualan di tengah sawah. Perempuan asal Yogyakarta itu menyebut banyak kedai kopi dengan konsep serupa di luar Bali.

“Tapi dagang kopi yang jualan di Bali lebih banyaknya tampilan ala resto, mewah. Konsep ini di Bali sebetulnya lebih cocok karena alamnya mendukung,” ujar Vani.

Pemilik kedai, Anak Agung Gde Agung Krisna Semara Putra mengungkapkan konsep kedainya dirancang bagi penikmat kopi yang suka ketenangan.

“Banyak yang tidak menangkap konsep ini sebelumnya. Kedai kopi di sawah memang banyak. Tapi ngopi di tengah kebun yang kebetulan lokasinya di tengah-tengah sawah itu belum banyak,” kata dia.

Agung mengakui kedai kopinya ramai karena pengunjung suka menikmati kopi sambil bersantai. Ia mengeklaim banyak pengunjung yang sengaja datang untuk dapat suasana pedesaan.

“Jadi dari menu makanan yang ada saja kami ingin orang-orang bisa nikmati jajanan jadul. Suasananya dapat, kesannya juga harus pas. Kann sudah nggak banyak yang jual camilan jadul,” sambung Agung.

Kedai kopi Abian Carik buka setiap hari mulai pukul 16.00 Wita. Pengunjung juga bisa ngopi-ngopi asyik di tengah sawah sampai larut malam tanpa perlu khawatir karena pengelola sudah menyediakan lampu penerangan.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Istana Ajaib Bhre Wengker di Mojokerto



Mojokerto

Di Mojokerto, ada sebuah situs bersejarah bernama Situs Kumitir. Situs ini dipercaya sebagai istana ajaib Bhre Wengker. Bagaimana kisahnya?

Menurut para arkeolog, Situs Kumitir diduga merupakan bekas istana Bhre Wengker yang disebut juga Istana Ajaib. Istana ini dibangun pada era kepemimpinan Tribhuwana Tunggadewi.

Hipotesis bahwa Situs Kumitir adalah bekas istana Bhre Wengker dan Bhre Daha atau istana timur Majapahit didukung berbagai temuan arkeologi, yakni Naskah Negarakertagama dan peta rekonstruksi peneliti Belanda.


Dalam Naskah Negarakertagama, Situs Kumitir disebut juga sebagai istana ajaib Bhre Wengker dan Rani Dhaha. Istana timur dan barat Kerajaan Majapahit itu dibangun di masa pemerintahan Putri Raden Wijaya, Tribhuwana Tunggadewi (1328-1350 masehi).

Pembangunan istana ajaib Bhre Wengker dan Bhre Daha ini tepatnya dilakukan setelah wafatnya kakak tiri Tribhuwana Tungga Dewi, Jayanegara (1309-1328 masehi), yang menjadi Raja Kedua Majapahit.

Kedua istana itu dibangun untuk mencegah perebuatan kekuasaan antara Tribhuwana Tunggadewi dengan adik kandungnya, Bhre Daha.

Karena kedua putri Raden Wijaya, pendiri Majapahit dengan Dyah Gayatri atau Rajapatni itu sama-sama berhak menjadi penguasa kerajaan setelah Jayanegara wafat.

Istana barat dan timur dibangun di Wilwatiktapura atau Kota Raja Majapahit yang diyakini berada di Kecamatan Trowulan dan sekitarnya.

Sedangkan, Istana barat ditempati oleh Tribhuwana Tunggadewi dengan suaminya Bhre Tumapel atau Kertawardhana yang kemudian diwariskan ke putra Tribhuwana, Raja Hayam Wuruk.

Istana barat Majapahit ini diperkirakan berada di Situs Kedaton atau Situs Sumur Upas, Desa Sentonorejo, Trowulan.

Pertikaian di Majapahit baru terjadi melibatkan keturunan Hayam Wuruk hingga mewariskan tahtanya kepada Wikramawardhana, buah pernikahan dengan Prameswari.

Hayam Wuruk juga mempunyai anak dari selir, yaitu Bhre Wirabhumi. Wirabhumi diangkat anak oleh Bhre Daha dan dibesarkan di istana timur Majapahit. Ia menikah dengan cucu ibu angkatnya, Nagarawardhani dan dijadikan Bhre Lasem.

Sebenarnya, Wirabhumi sudah mengalah tapi Wikramawardhana mengganti jabatan Wirabhumi sehingga memicu Perang Paregreg antara Majapahit barat dan timur (1404-1406 masehi).

Situs Kumitir juga menjadi tempat pendarmaan atau tempat menghormati Mahesa Cempaka, salah seorang raja bawahan Singosari. Bhre Wengker membangun tempat suci itu untuk menghormati leluhurnya, Mahesa Cempaka di dalam istananya yang kini menjadi Situs Kumitir.

Mahesa Cempaka meninggal pada 1268 masehi. Semasa hidupnya dia menjadi Bhre Daha yang memimpin salah satu negara bagian Kerajaan Singosari. Sementara Singosari kala itu dipimpin saudara tirinya, Wisnu Wardhana.

Sosok Mahesa Cempaka juga diketahui merupakan keturunan kedua Ken Arok dengan Ken Dedes. Dia adalah kakek Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Sedangkan Wisnu Wardhana keturunan kedua dari Tunggul Ametung dengan Ken Dedes.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Foreword Library di Jaksel, Koleksi Bukunya Sip, Suasananya Nyaman dan Tenang



Jakarta

Buat kamu pendamba suasana tenang dan tentu tempatnya juga nyaman, bisa datang ke salah satu perpustakaan yang berada di Cilandak, Jakarta Selatan.

Foreword Library merupakan perpustakaan gratis yang memiliki beragam koleksi buku. Perpustakaan itu terletak di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan.

Kendati perpustakaan itu gratis, tetapi fasilitasnya tak kaleng-kaleng. Saat detikTravel berkunjung ke perpustakaan ini, Kamis (12/9/2024) kesan pertama yang dirasakan seperti berada di rumah sendiri. Ya, jika dilihat dari luar bangunan, perpustakaan itu memang layaknya rumah tinggal.


Perpustakaan berada di lantai dua dengan dua ruangan, general reading dan tweens and teens. Foreword Library menyuguhkan pengalaman yang begitu nyaman untuk disinggahi, tak hanya jadi sarana baca buku tapi juga tempat nugas bahkan work from anywhere.

Sedari siang hari tempat ini banyak didatangi pengunjung, ada datang untuk membaca namun mayoritas fokus dengan laptop masing-masing. Salah satunya adalah Riani, ia menggunakan Foreword Library ini pilihan wfh-nya.

Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan.Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Baginya selain bukunya yang beragam, tentu yang terpenting adalah tempatnya yang nyaman dan membuatnya senang berlama-lama di sini.

“Perpustakaannya nyaman banget cozy terus banyak buku-buku bagus, terus buat wfh juga oke banget sih nyaman dan tenang. Biasanya aku di sini bisa tiga sampai enam jam di sini karena sekalian wfh dan kada juga ada meeting,” ujarnya kepada detikTravel.

Menurutnya jika dalam satu minggu ia mendapatkan kesempatan wfh maka pilihan pertama tujuannya ada Foreword Library ini. General Manager Foreword Library, Olive, menyampaikan inisiasi awal terbentuknya perpustakaan yang baru menginjak satu tahun ini.

Pemilik perpustakaan ini adalah kakak-adik bernama Nihlah dan Nishrin Assegaf yang gemar membaca dan terpikirkan untuk membuka perpustakaan umum. Diawali dari koleksi buku pribadi kini koleksi di sini kurang lebih 1000 buku.

“Kita coba bikin public library yang accessible buat banyak orang yang inklusif juga dengan pilihan-pilihan buku yang terkurasi, untuk bisa orang-orang datang dan baca,” kata Nihlah.

Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan.Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan. Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di perpustakaan ini pun pengunjung dapat meminjam buku, dengan catatan telah menjadi member. Mulai dari meminjam satu buku hingga maksimal tiga buku, durasi peminjaman buku pun selama tiga minggu.

“Jadi kita ada dua kategori untuk membership, pertama untuk lima bulan itu Rp 100.000 dan yang satu tahun itu Rp 200.000. Kita pakai levelan gitu jadi untuk yang pertama gabung membership itu baru boleh pinjam satu buku, nanti kalau udah tiga minggu nah dapat extend satu kali aja,” ungkap librarian di sana, Alisha.

Foreword Library bisa dikunjungi mulai hari Selasa hingga Sabtu, untuk jam bukanya hari Selasa sampai Jumat jam 11.00 hingga 19.30 WIB. Dan untuk hari Sabtu 08.00 sampai 13.00 WIB, Minggu dan Senin libur.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara ke Dufan Naik KRL Beserta Rute Stasiunnya


Jakarta

Taman hiburan Dunia Fantasi (Dufan) adalah salah satu destinasi liburan yang populer di Jakarta. Akses stasiun terdekat dari Dufan adalah Stasiun Ancol dengan jarak ±2,4 km. Simak panduan rutenya berikut ini.

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Dufan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL), penting untuk mengetahui stasiun yang terdekat untuk turun. Cari tahu rutenya di bawah ini.

Rute Ke Dufan Naik KRL

Berdasarkan informasi yang didapat detikTravel dari akun Twitter resmi KAI Commuter @CommuterLine (24/09/2024), ke Dufan naik KRL bisa turun di Stasiun Ancol.


Berikut adalah beberapa cara ke Dufan menggunakan KRL dari beberapa rute.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Jakarta Kota

  • Dari Stasiun Jakarta Kota, kita bisa menuju peron 7 untuk naik KRL tujuan akhir Stasiun Tanjung Priok untuk turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Bogor

  • Dari Stasiun Bogor lalu pilih tujuan Stasiun Jakarta Kota.
  • Setelah sampai Stasiun Jakarta Kota, lanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok, lalu turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Bekasi

  • Dari Stasiun Bekasi pilih kereta arah Stasiun Jakarta Kota.
  • Setelah sampai Stasiun Jakarta Kota, lanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok, lalu turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung di Jawa Barat untuk Pendaki Pemula, Trek Landai-Panorama Cantik


Jakarta

Ada banyak gunung di Jawa Barat yang dapat traveler taklukan dengan pendakian. Beberapa di antaranya tergolong aman untuk pendaki pemula.

Gunung dengan medan pendakian landai dan tidak curam dapat dipilih pemula agar perjalanan tidak terlalu sulit. Gunung seperti ini juga cocok sebagai tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi dengan trek menantang. Lantas, apa saja gunung di Jabar yang aman bagi pendaki pemula?

Daftar Gunung Ramah Pemula di Jawa Barat

Gunung di Jawa Barat meliputi, Gunung Gede-Pangrango, Burangrang, hingga Kerenceng bisa dicoba untuk pemula. Berikut ulasannya sebagaimana dirangkum dari catatan detikcom.


1. Gunung Gede

Kabut tipis masih menghiasi Surken udara terasa dinginKabut tipis masih menghiasi Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede. Foto: detik

Gunung Gede terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Secara administratif, lokasi taman nasional ini masuk ke tiga kabupaten Jawa Barat yaitu Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Dengan ketinggian 2.958 mdpl, Gunung Gede jadi favorit pendaki pemula dengan treknya yang tidak curam dan panorama memukau yang disuguhkan di sepanjang jalurnya. Traveler bisa menemukan Telaga Biru dan air terjun.

Terdapat Alun-alun Suryakencana yang menandakan puncak Gunung Gede sudah dekat. Savana luas dengan taman edelweiss ini juga biasanya jadi lokasi kemah para pendaki.

2. Gunung Papandayan

Hutan mati gunung PapandayanHutan mati di Gunung Papandayan Foto: detik

Gunung yang berada di Garut ini menjulang setinggi 2.665 mdpl. Via jalur Cisurupan punya medan yang tidak terlalu sulit, jadi tergolong aman untuk pendaki pemula.

Sambil menyusuri Gunung Papandayan, traveler akan terkesima dengan keelokan panorama. Bakal ditemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, sampai kawah dan pepohonan hijau.

Di balik keindahannya, Gunung Papandayan cukup aktif dan tercatat pernah beberapa kali erupsi. Setidaknya ribuan orang menjadi korban letusan dan terpaksa diungsikan ke tempat lebih aman.

3. Gunung Burangrang

gunungGunung Burangrang di Jawa Barat. Foto: (Bayu Krisna/d’Traveler)

Gunung Burangrang via Pangheotan memiliki trek cenderung ringan dan landai sehingga pendaki bisa menempuhnya dengan santai. Meski begitu, jalur yang dimulai dari Cikalong Wetan, Purwakarta ini kurang diminati karena membutuhkan waktu tempuh hingga lima jam.

Pemandangan alamnya yang asri begitu memanjakan mata. Ditambah saat sampai ke puncak gunung ini, traveler akan menyaksikan lanskap Kota Bandung dari ketinggian.

4. Gunung Pangrango

Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya.Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Terletak bersebelahan dengan Gunung Gede dan masih masuk area TNGGP, gunung satu ini berdiri setinggi 3.019 mdpl. Dengan tingginya itu, Pangrango jadi gunung tertinggi kedua di Jawa Barat.

Traveler yang mendaki gunung ini akan melewati Lembah Mandalawangi sebelum mencapai puncak. Di sana tumbuh banyak bunga edelweis berukuran lebih besar dari biasanya. Lembah ini juga menjadi lokasi favorit Soe Hok Gie, aktivis sekaligus pencetus Mapala UI.

5. Gunung Guntur

Gunung Guntur Garut.Gunung Guntur Garut. Foto: Hakim Ghani

Gunung Guntur setinggi 2.249 mdpl di Garut termasuk ramah bagi pendaki pemula. Sepanjang treknya, lanskap elok dengan hamparan padang rumput dan ilalang bakal memanjakan mata traveler.

Sampai di puncak, pendaki akan menyaksikan panorama perkotaan dari ketinggian. Ditambah lampu kota Garut tampak memukau jelas saat malam hari.

Pada 19 Agustus lalu, Gunung Guntur mengalami kebakaran hebat di sekitar 230 hektare lahannya. Karena itu, traveler hendaknya tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memantik percikan api.

6. Gunung Putri

Gunung Putri di Lembang, Jabar pas untuk liburan cuti bersamaGunung Putri di Lembang, Jawa Barat. Foto: Whisnu Pradana/detikTravel

Dengan ketinggian 1.587 mdpl, gunung yang berada di Lembang, Bandung ini aman bagi pemula dan waktu tempuhnya sekitar 30 menit saja. Gunung Putri juga cocok menjadi tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi.

Sampai di puncak, traveler dapat mendirikan tenda di camping ground yang tersedia. Selama di sana, sunset dan sunrise mempesona bisa kamu saksikan. Bukan cuma itu, keindahan city light Bandung bakal melengkapi kegiatan kemahmu.

7. Gunung Kerenceng

Pesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng SumedangPesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng Sumedang Foto: Nur Azis/detikJabar

Dengan trek cenderung pendek yang bisa ditempuh sekitar 2,5 jam jadi alasan Gunung Kerenceng diminati pendaki pemula. Walau begitu, medannya terbilang menantang karena jurang di sisi kanan-kiri yang perlu dilalui untuk tiba di puncak.

Dari puncak setinggi 1.754 mdpl, traveler bakal melihat lanskap Kota Sumedang, Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, serta kawasan Cadas Pangeran. Namun, pendaki perlu berhati-hati dan antre saat ramai, lantaran area puncaknya hanya cukup untuk kapasitas 10 orang.

Nah, itu tadi sederet gunung di Jawa Barat yang aman untuk pendaki pemula. Apakah traveler pernah mendaki salah satu gunung di atas?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Alam Terbaik di Indonesia, Tersebar dari Barat ke Timur


Jakarta

Indonesia memiliki hamparan alam yang memukau dari ujung timur hingga barat. Dengan kondisi alamnya ini, sejumlah titik yang menyajikan panorama terbaik telah dijadikan tempat wisata yang dapat dikunjungi.

Mulai dari pemandangan bawah laut yang menawan, gunung, air terjun, tempat bersejarah, hingga hewan endemik yang dilindungi, semuanya bisa ditemukan di di sini. Sejumlah lokasi tersebut tidak kalah dari tempat-tempat lain, bahkan keelokannya sudah banyak dikenal dunia. Lantas, di mana saja tempat wisata terbaik di Indonesia ini?

10 Tempat Wisata Terbaik di Indonesia

Dilansir Lonely Planet dan Culture Trip, berikut deretan wisata cantik di Tanah Air yang patut didatangi:


1. Labuan Bajo

Biawak komodo di Loh Sebita, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Kamis (5/9/2024).Komodo di Taman Nasional Komodo. Foto: Ambrosius Ardin/detikBali

Labuan Bajo yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut-sebut sebagai “surga” di wilayah timur Indonesia. Tak heran banyak yang memasukkan tempat wisata ini ke dalam wishlist liburan mereka.

Di sana, traveler dapat menemukan gugusan kepulauan eksotis seperti Pulau Komodo, Pulau Manjarite, Pulau Padar, dan Pulau Kelor. Pantai cantik dengan pasir pink dan perbukitan hijau juga bisa dikunjungi. Uniknya, kamu bisa menyaksikan komodo, spesies kadal terbesar yang telah ada sejak zaman pra sejarah.

2. Gunung Bromo

Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies di Bromo. Foto: Rachman_punyaFOTO

Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunung ini termasuk salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur yang selalu dipadati wisatawan.

Traveler dapat menyaksikan panorama matahari terbit dari berbagai spot yang ada, menunggang kuda dan mobil jip di area Pasir Berbisik, berfoto di padang rumput hijau bernama Bukit Teletubbies, hingga mencapai puncak untuk melihat Kawah Bromo.

3. Raja Ampat

Raja AmpatRaja Ampat Foto: detik

Pemandangan bawah laut Raja Ampat akan sangat disayangkan apabila terlewatkan. Tempat ini merupakan rumah bagi lebih dari 530 spesies karang, 700 spesies moluska, dan 1.300 jenis ikan. Sebab itu, perairan Raja Ampat disebut-sebut sebagai “surga” bagi para penyelam.

Selain itu, gugusan Pulau Karst, Pantai Pasir Putih, Puncak Pianemo, Telaga Bintang, hingga Pulau Wayag adalah destinasi yang tidak boleh diabaikan jika traveler datang ke sana.

4. Kepulauan Derawan

Penyu di DerawanPenyu di Derawan Foto: (Khairul Leon/d’Traveler)

Kepulauan di Kalimantan Timur ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Sejumlah pulau tersebut memiliki pesonanya masing-masing.

Traveler dapat melakukan snorkeling atau diving untuk menikmati panorama bawah lautnya yang dipenuhi karang, ubur-ubur, penyu, hingga ikan pari. Menyaksikan sunset dan sunrise serta melihat fenomena langka yaitu munculnya hiu paus (whale shark).

5. Bali

Pura Ulun Danu di Tabanan, BaliPura Ulun Danu di Tabanan, Bali. Foto: (Syanti/detikcom)

Bali sudah tersohor dengan kecantikan alamnya, baik di Indonesia maupun dunia. Bukan hanya pantainya, Pulau Dewata menyimpan hutan rimbun, persawahan hijau, air terjun cantik, sampai kawasan pedesaan dengan arsitektur tradisional yang masih asri.

Kamu bisa mengunjungi Pantai Kuta, Pantai Pandawa, hingga Pantai Melasti kalau ingin bersantai di tepi pantai. Mengunjungi Air Terjun Tibumana dan Sumampan, mandi di Pemandian Tukad Arca, atau mendatangi sejumlah pura yang indah.

6. Candi Borobudur

Candi Borobudur. Foto diambil pada Selasa (14/6/2022).Candi Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikJateng

Candi Borobudur di Jawa Tengah merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Bukan hanya untuk beribadah, tapi kamu dapat mengunjungi candi ini untuk menikmati kemegahan bangunan yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO tersebut.

Diperkirakan berdiri sejak abad ke-8, Candi Borobudur terkenal dengan pahatan dan relief bersejarah yang terukir di batuan penyusunnya. Setiap reliefnya menggambarkan kisah kehidupan manusia yang bermakna amat dalam.

7. Kepulauan Gili

Ilustrasi Pulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara BaratPulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara Barat Foto: Rachman_punyaFOTO

Selain NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai tempat wisata cantik yang tak kalah yaitu Kepulauan Gili, yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Kepulauan ini terkenal dengan keelokan bawah lautnya untuk melakukan snorkeling dan diving.

Kalau tidak jago berenang, traveler tetap bisa kok menyaksikan panorama perairan Gili dengan mengikuti tur kapal yang dilengkapi kaca transparan di bagian bawahnya. Kamu juga dapat berkeliling pulau, mencicipi kuliner khas, hingga berkuda di pantai Kepulauan Gili.

8. Danau Toba

Best view saat merapat di pelabuhan Ambarita SamosirBest view saat merapat di pelabuhan Ambarita Samosir Foto: detik

Toba di Sumatera Utara merupakan danau terbesar di Tanah Air. Mengutip laman Kemenparekraf, danau ini juga tercatat jadi yang terbesar di Asia Tenggara dan di urutan kedua paling besar di dunia.

Kalau ke sana, pastikan traveler mengunjungi Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Pulau itu menyajikan lanskap alam memukau dan suasana yang sejuk. Uniknya, ditemukan dua danau di pulau tersebut yaitu Sidihoni dan Aek Natonang. Sehingga bisa dibilang terdapat danau di atas danau.

9. Kepulauan Wakatobi

Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto: Agung Pambudhy

Wakatobi di Sulawesi Tenggara terdiri gugusan empat pulau utama yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko serta deretan pulau kecil lain. Nama Wakatobi sendiri merupakan akronim keempat pulau besarnya itu.

Kepulauan ini dikenal sebagai “surganya” bawah laut lantaran hampir sekitar 90% jenis karang di dunia terdapat di sana. Wakatobi juga tersohor sebagai salah satu world class diving site. Pada 2012, UNESCO bahkan menetapkan kepulauan tersebut sebagai Cagar Biosfer Bumi ke-8.

10. Tanjung Kelayang

Tanjung KelayangTanjung Kelayang Foto: (Afif Farhan/detikTravel)

Wisata di Pulau Belitung ini menawarkan pantai eksotis dengan pasir putih yang berhias bebatuan granit besar. Kawasan batu granitnya ini menjadi destinasi Geopark Belitong yang ditetapkan UNESCO pada 2021 silam.

Lautnya juga tak indah dengan perairan biru kehijauan yang jernih dan berombak tenang. Traveler dapat bermain air atau berenang di tepian, bermain pasir, maupun menelusuri pantainya.

Nah, itu tadi 10 wisata alam terbaik di Indonesia. Jadi, traveler pernah ke tempat mana saja nih?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

7 Kolam Renang di Bekasi untuk Liburan Bersama Keluarga


Jakarta

Kolam renang di Bekasi bisa menjadi destinasi untuk menikmati waktu luang bersama keluarga atau Teman. Main ke kolam renangnya bisa memberikan kesegaran sekaligus hiburan yang menyenangkan.

Kota dan Kabupaten Bekasi menawarkan berbagai pilihan kolam renang. Beberapa di antaranya memiliki banyak wahana permainan air untuk anak-anak hingga orang dewasa. Jadi, berbagai kolam renang ini cocok dikunjungi bersama keluarga.

Kolam Renang di Bekasi

Beberapa kolam renang di Bekasi di antaranya Go! Wet Waterpark, Transera Waterpark, dan Water Splash Darmawangsa. Berikut informasi mengenai jam buka, harga tiket, hingga lokasinya.


1. Go! Wet Waterpark

Bagi warga Jakarta Timur  atau Bekasi yang bingung mencari tempat libur diakhir pekan kini tidak perlu pusing, dikawasan  Gran Wisata Tambun, Bekasi kini telah hadir Go!Wet Water Park. Wahana taman air dan renang-berenang menyajikan  permainan air yang menakjubkan. Suasana asri dengan wahan air yang atraktif dan moderen akan memuaskan libur akhir pekan anda. Wahan hiburan ini di garap oleh Sinarmas Land Go!Wet Water Park di atas lahan seluas 7,5 hektar di kawasan Perumahan Grand Wisata Tambun, Bekasi.Go! Wet Water Park. Foto: Dikhy Sasra

Go! Wet Waterpark mempunyai lebih dari 10 wahana yang bisa dinikmati wisatawan. Beberapa slidenya bisa diperuntukkan untuk anak-anak hingga orang dewasa.

Menurut lamanGo! Wet Waterpark, ada wahana Go! Round, water slide khusus anak-anak, Go! Speed, slide tertutup dengan lintasan cepat, Go flash, slide yang dapat dinikmati 3 orang sekaligus, hingga Go! Twist, water slide terekstrim dengan kemiringan 90 derajat. Tak hanya berbagai slide, ada kolam ombak raksasa, Go! Wave dan kolam arus Go! Lazy.

Jam buka:

  • Selasa, Rabu, Kamis: 10.00-17.00 WIB
  • Sabtu & Minggu: 09.00-17.00 WIB

Harga tiket:

  • Weekdays: Rp 70.000
  • Weekend/hari libur: Rp 100.000

Lokasi:

  • Grand Wisata Kavling I No.1, Southern Blvd, Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

2. Transera Waterpark

Transera WaterparkTransera Waterpark. Foto: (dok. Transera Waterpark)

Transera Waterpark memiliki arena rekreasi dan taman bermain dengan konsep nuansa alam Afrika. Waterpark ini menyediakan beragam atraksi dan wahana air yang bisa dinikmati

Menurut laman Instagram Transera Waterpark, beberapa wahananya yaitu, cango slide yaitu slide tertutup dan terbuka dengan ban, crazy cone slide meliuk dengan tiga corong raksasa turkana pool atau kolam khusus anak-anak, zamberi river atau kolam arus, hingga golwe pool atau kolam ombak.

Jam buka:

  • Setiap hari: 08.00-16.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 95.000 (Reguler), Rp 38.000 (Lansia )
  • Sabtu, Minggu, Libur Nasional: Rp 150.000 (Reguler), Rp 50.000 (Lansia)
  • High Season: Rp 175.000 (Reguler), Rp 50.000 (Lansia)

Lokasi:

  • Jl. Harapan Indah Boulevard, Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

3. Colombus Waterpark

Colombus Waterpark mengambil tema pelaut fenomenal yang berpetualang hingga ke kawasan Amerika dan Amerika Latin. Tempat wisata Colombus Waterpark mempunyai sebuah replika kapal besar yang bisa menjadi tempat asyik untuk berfoto-foto. Ada berbagai seluncuran dan ember besar yang siap mengguyur wisatawan.

Jam buka:

  • Setiap hari 08.00-17.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 45.000
  • Sabtu-Minggu: Rp 70.000

Lokasi:

  • Mutiara Gading Timur, Perumahan Jl. Mutiara Gading Timur No.7, RT.013/RW.028, Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

4. Matador Waterpark

Matador Waterpark mengusung konsep ala Spanyol. Menurut salah satu situs agen travel, waterpark ini mempunyai wahana slide, trampolin, hingga flying fox.

Area anak-anak dengan ember tumpahnya memiliki kedalaman 80 cm. Ada pula air mancur jamur, peluncuran spiral, istana air hingga ranjau air untuk melatih kecekatan anak-anak

Jam buka:

  • Setiap hari pukul 08.00-17.30 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 35.000
  • Sabtu-Minggu:Rp 45.000

Lokasi:

  • Jl. Villa Mutiara Cikarang Jl. Raya Cikarang – Cibarusah, Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

5. Waterboom Lippo Cikarang

Waterboom Lippo CikarangWaterboom Lippo Cikarang. Foto: (Waterboom Lippo Cikarang/Instagram)

Waterboom Lippo Cikarang memiliki konsep nuansa alam Bali yang eksotis. Berbagai aktivitas air yang menarik tersedia untuk anak-anak hingga orang dewasa.

Suasananya begitu asri dan teduh. Menurut laman Instagram Waterboom Lippo Cikarang, di sini, terdapat kolam arus, kiddy pool, pool bar, hingga mini outbound.

Jam buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00 WIB
  • Sabtu-Minggu: 08.00-18.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 60.000
  • Sabtu-Minggu: Rp. 80.000

Lokasi:

  • Lippo Cikarang, Jl. Madiun No.Kav. 115, Cibatu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

6. Fun Park Bekasi Timur Regency

Waterpark Fun Park mempunyai beberapa kolam untuk anak-anak berusia 5 tahun. ke bawah dan 10 tahun ke atas. Ada seluncuran spiral, tube slide, hingga ember tumpah yang bisa dinikmati anak-anak.

Jam buka:

  • Setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat Rp 25.000
  • Sabtu-Minggu: Rp 28.000

Lokasi:

  • Perumahan Bekasi Timur Regensi Jl. Raya Bekasi Timur Regensi No.1, RT.012/RW.020, Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

7. Water Splash Darmawangsa

Water Splash Darmawangsa memiliki kolam renang balita dan dewasa dengan kedalaman 1,3 m. Menurut instagramnya, ada juga permainan mandi busa, aneka slide, dan ember tumpah.

Jam buka:

  • Setiap hari 08.00-17.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 15.000
  • Sabtu-Minggu: Rp 28.000

Lokasi:

  • Jl. Darmawangsa Raya, Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Itulah beberapa kolam renang di Kota dan Kabupaten Bekasi. Sebelum mendatangi salah satu kolam renang ini sebaiknya update dulu informasi mengenai jam buka dan harga tiket masuknya ya.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Wow! Ada Kosmonaut Rusia di Taman Mataram



Jakarta

Taman Mataram di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini tidak hanya memberikan kesejukan dari banyaknya pepohonan, tapi memiliki pembeda dibandingkan taman lain di Jakarta. Ada sosok kosmonaut atau astronot asal Uni Soviet (Rusia).

Patung kosmonaut itu bernama Yuri Alekseyevich Gagarin. Dia merupakan orang pertama di ruang angkasa selama 108 menit dan berhasil satu kali mengelilingi orbit bumi pada medio 1960-an.

Nah, patung Yuri berdiri di Taman Mataram ini sebagai pengingat hubungan antara Indonesia dan Rusia. Patung itu diresmikan pada tahun 2021 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu yakni Anies Baswedan.


“Kehadiran Patung Yuri Gagarin di Taman Mataram memaknai keeratan warga Jakarta dengan Rusia, khususnya dalam mendukung sejarah 70 tahun hubungan bilateral kedua negara serta menciptakan ruang terbuka hijau yang sejuk dan nyaman bagi publik Jakarta,” kata Anies, dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri.

Saat berkunjung ke Taman Mataram ini, Sabtu (28/9/2024), detikTravel melihat banyak pengunjung yang menikmati hari dengan berbagai aktivitas, ada yang berolahraga hingga sekadar bersantai. Suasana yang sejuk dan nyaman melekat pada taman yang luasnya kurang lebih 3 hektar itu.

Taman Mataram di Kebayoran Baru, JakselTaman Mataram di Kebayoran Baru, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Bunga-bunga yang mulai bermekaran di taman ini membuat pandangan sekeliling begitu dimanjakan. Traveler bisa menjumpai Patung Yuri Gagarin tepat di ujung taman mengarah ke Jalan Sisimangaraja.

Di dekat patung itu juga banyak pengunjung yang beraktivitas, tak banyak pengunjung yang mengetahui siapa sosok dari patung tersebut. Salah satunya adalah Dandi, ia tak pernah tahu Yuri Gagarin siapa dan kontribusinya sebagai kosmonaut asal Rusia.

“Jujur sih nggak tahu juga siapa patung itu, yang saya tahu yang ke luar angkasa cuma yang orang Amerika itu,” ujarnya kepada detikTravel kemudian tertawa.

Taman Mataram ini sering Dandi jadikan tempat beristirahat sehabis bersepeda dengan kawan-kawannya. Baginya tempat yang strategis jadi mudah untuk mengaksesnya.

“Iya sekalian istirahat tadi abis muter-muter di GBK jadi ke sini sekalian arah balik,” ujarnya.

Taman Mataram di Kebayoran Baru, JakselTaman Mataram di Kebayoran Baru, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di taman itu selain tersedia bangku-bangku taman, juga tersedia wahana kebugaran dan wahana permainan anak seperti ayunan. Tempatnya yang berada di area komplek membuat taman ini nyaman untuk dinikmati pagi maupun sore hari karena tidak terlalu ramai.

Taman Mataram itu terbagi dua yang dipisah oleh Jalan Patimura, di kedua taman ini juga terdapat beberapa area bangku taman dan bayak pepohonan. Untuk operasional taman biasa dibuka mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Saat Davy Linggar dan Andra Matin Duet di Pameran ROH Project



Jakarta

Seniman Davy Linggar menggelar pameran temporer di galeri ROH Project. Yang bikin istimewa, pameran itu merupakan kolaborasinya dengan arsitek ternama, Andra Matin.

Davy memamerkan 40 lukisan karyanya dalam pameran bertajuk ‘View Finder’ yang merupakan seri dari ‘Following Mother Nature #1-12’ di galeri yang beralamat di Jalan Surabaya No. 66, Jakarta Pusat. Karya-karya Davy merupakan dari hasil-hasil jepretan kameranya dengan objek tangan yang bersatu, kemudian dicurahkannya dalam lukisan.

detikTravel berkunjung ke pameran itu pada Jumat (27/9/2024). Di dalam galeri itu ramai pengunjung yang menikmati karya sekaligus berfoto dengan instalasi rumah karya Andra Matin dan juga lukisan dari Davy Linggar.


Salah satu staf galeri ROH Project, yang tidak mau disebutkan namanya, menceritakan kepada detikTravel terkait pameran yang tengah digelar sejak 25 September hingga 27 Oktober ini.

“Jadi ‘View Finder’ ini diambil dari terminologi fotografi jadi bisa kita bilang ini kaya jendela bidik kaya lagi ngeker gitu, ini jendela bidik yang ada pada kamera yang fungsinya untuk melihat objek yang akan difoto. Nah ini pameran tunggal yang kedua, pameran yang pertama Mas Davy itu temanya ‘ISO’ jadi ada kaitannya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan banyak orang-orang yang juga mengenal Davy Langgar dari dunia fotografi. Namun, kini berawal dari objek hasil kameranya itu Davy memindahkan ke dalam kanvas dengan kuas dan beragam warna.

“Nah ‘View Finder’ itu sebenarnya dia mau melihat hal-hal yang ada di sekitar Mas Davy-nya sendiri, kalau kita lihat kenapa objek-objeknya banyak tangan dengan background yang berbeda. Jadi sebenarnya kenapa tangan, bisa dijelasin juga dengan seandainya dia punya keinginan yang nggak mungkin terwujud tanpa ada tangan-tangan yang melakukannya,” kata staf itu.

Lukisan-lukisan itu berpadu dengan instalasi rumah karya Andra Matin. Mereka berteman erat.

Staf itu menjelaskan bahwa Andra Matin membuat instalasi bangunan rumah karena dia memang seorang arsitek. Dan, Davy merupakan seniman yang lebih sering mengerjakan karya di rumah daripada di studio yang dimilikinya.

“Ketika Mas Aang (sapaan karib Andra Martin) tahu Mas Davy mau pameran, dia bersukarela untuk mau bikinin instalasi rumah ini. Nah, mungkin yang jadi pertanyaan kenapa bentuknya rumah. Jadi, memang Mas Andra kan arsitek ya dan kenapa rumah, kalau kata Mas Davy sendiri karena banyak hal-hal yang ia kerjakan khususnya karya-karya yang ada di ruang pamer ini banyak dikerjakan di rumah,” kata dia.

Pengunjung tampaknya amat terkesan dengan instalasi rumah itu. Mereka menjadikannya sebagai objek mereka untuk berfoto.

Salah satu pengunjung bernama Fadli menceritakan kesannya saat berada di pameran Davy Linggar ini. Baginya karya-karya lukisan Davy, walaupun objeknya sama tetapi memiliki makna yang berbeda.

“Kalau menurut saya satu hal yang bentuknya sama atau orang ya tapi punya sifat yang berbeda-beda, jadi mencerminkan itu,” kata Fadli.

“Nah kalau ini lebih seru lagi sih (instalasi rumah) kalau dari luar kan kaya biasa aja, tapi pas kita masuk kan ada jalurnya gitu. Nah, itu jadi kaya lagi ada di suatu tempat di mana gitu seru aja,” kata dia.

Jika ingin berkunjung ke galeri ROH Project ini pengunjung tak perlu mengeluarkan biaya, untuk operasional galeri buka mulai hari Rabu hingga Minggu. Dari Rabu hingga Jumat, galeri buka sejak pukul 13.00 hingga 19.00 WIB dan Sabtu dan Minggu pukul 11.00 hingga 19.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com