Category Archives: Tokocrypto

Analisa: Market Kripto Tiarap Kena Stabilitas Ekonomi AS

Menjelang akhir pekan, performa market kripto malah terkulai lemah, setelah dua hari berturut-turut terus reli kencang. Pergerakan sejumlah aset kripto teratas terjun ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Kenapa bisa begitu?

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap anjlok ke zona merah pada perdagangan Jumat (28/10) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.292, turun 2,24% dalam 24 jam terakhir, meskipun naik 6,44% sepekan terakhir.

Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut tenggelam minus 3,01% ke US$ 1.506 sehari terakhir dan naik 17,02% dalam sepekan. Cardano (ADA) dan Shiba Inu (SHIB) turun lebih dari 5%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Apakah Harga Bitcoin akan Naik Karena Halloween Effect?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sepekan terakhir market kripto memiliki volatilitas yang tinggi dan memang terlihat tampak belum mampu reli panjang. Hal ini disebabkan oleh laporan data ekonomi Amerika Serikat yang membaik.

“Jelang akhir pekan ini, market kripto berbalik arah. Investor tak sanggup melakukan akumulasi setelah adanya data terbaru soal perkembangan laju ekonomi AS. Aset kripto terkulai setelah investor mencerna hasil pertumbuhan ekonomi AS di kuartal III,” kata Afid.

Market Kripto Tertekan

Seperti diketahui, dari sisi makroekonomi, Biro Analisis Ekonomi AS kemarin Kamis (27/10) merilis pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2,6% pada kuartal III 2022, lebih baik dari ekspektasi analis 2,4%. Seharusnya, pertumbuhan ekonomi di atas ekspektasi seharusnya menjadi sentimen positif bagi aset berisiko. 

Namun di sisi lain, investor takut bahwa data makroekonomi AS yang cemerlang akan membuat bank sentral AS, The Fed, semakin percaya diri untuk mengetatkan suku bunga acuannya.

“Dengan situasi ekonomi AS yang membaik bisa membuat sinyal kepada The Fed untuk bisa menaikkan suku bunga acuannya. Mereka mengganggap ini merupakan waktu yang tepat untuk menggejot suku bunga guna menekan inflasi, tapi tidak berdampak buruk kepada ekonomi karena sudah mulai rebound,” terang Afid.

bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

Baca juga: Trader Yakin Bitcoin Bisa Capai Rp 466 Juta Sebelum Akhir 2022

Selain perkara makroekonomi, pelemahan aset kripto ini juga disebabkan oleh ketakutan investor terhadap amblesnya kinerja saham AS, di mana banyak perusahaan raksasa teknologi mengalami performa yang buruk. Hal ini dapat dimaklumi mengingat aset kripto dan saham teknologi berkategori growth stocks memiliki profil risiko yang mirip.

Jelang FOMC Meeting

Di samping itu, menjelang FOMC Meeting yang digelar The Fed pada 1-2 November 2022 menjadi sentimen negatif buat market kripto. Kemungkinan, market belum bisa rebound hingga keputusan sikap The Fed keluar.

Terlebih, The Fed diperkirakan masih memiliki sentimen hawkish untuk terus menaikkan suku bunga untuk yang keenam kalinya di tahun ini sebesar 75 basis poin dalam pertemuan mendatang.

Secara teknikal, penurunan harga BTC saat ini mungkin masih akan terus berlanjut dan dianggap valid karena sejalan dengan volume transaksi yang mulai menurun. Level support terdekat BTC saat ini ada di posisi harga US$ 20.050.

“BTC mungkin masih kuat untuk melakukan retest agar tidak turun terlalu jauh. Investor masih sedikit punya sikap bullish. Namun, bila breakdown, level support selanjutnya berada pada 50-day EMA di level US$ 19.860, yang berfungsi sebagai tahanan, apabila support terdekat tidak mampu menahan laju penurunan harga Bitcoin,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Laporan Penting Situasi Market Kripto Kuartal III 2022

Situasi market kripto di kuartal III 2022 menjadi hal penting untuk melihat tren ke depan di tengah crypto winter yang melanda. CoinGecko, agregator aset kripto independen terbesar di dunia, baru saja merilis Quarterly Cryptocurrency Report yang menjadi penting untuk trader, investor, dan pelaku usaha.

CoinGecko Quarterly Cryptocurrency Report telah mengumpulkan kinerja pasar kripto pada kuartal ketiga tahun 2022. Sebagian besar market dalam mode konsolidasi, pasar kripto relatif sepi, dengan total kapitalisasi pasar menutup kuartal di di bawah US$ 986 triliun.

Laporan Kuartal Market Kripto

Bobby Ong, COO dan salah satu pendiri CoinGecko, menjelaskan laporan dibuat untuk memeriksa lanskap pasar kripto secara keseluruhan, termasuk kinerja Bitcoin dan kripto versus kelas aset utama seperti ekuitas dan mata uang utama.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto.

Laporan juga membongkar keadaan Ethereum sebelum dan sesudah The Merge, bersama dengan pergerakan harganya, dan meninjau bagaimana Decentralized Finance (DeFi) yang bangkit, sementara volume perdagangan Non-Fungible Token (NFT) secara keseluruhan terus menurun dari Q2.

“Kuartal terakhir, kami melihat pasar kripto bergerak sideways di tengah gejolak makroekonomi. Meskipun, ada beberapa turbulensi regulasi, kami berharap ada kejelasan seputar peraturan yang bergerak maju,” kata Ong.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan sementara dalam jangka pendek akan tetap menantang, kami tetap bullish jangka panjang pada industri.”

1. Market Kripto Sedikit Lebih Tinggi

Market kripto sedikit lebih tinggi pada kuartal III 2022. Foto: CoinGecko
Market kripto sedikit lebih tinggi pada kuartal III 2022. Foto: CoinGecko.

Market cap atau kapitalisasi pasar kripto mencapai level terendah US$ 875 miliar pada 19 Juli, kemudian naik hingga US$ 1,2 triliun pada pertengahan Agustus, sebelum jatuh lagi untuk mengakhiri kuartal III pada US$ 986 miliar, meski begitu ada peningkatan 6,5% quarter-on-quarter (QoQ).

Setelah penurunan signifikan Q2 sebesar 50% QoQ, pasar tampaknya telah menemukan dukungan dan terutama dalam mode konsolidasi di Q3. Bagaimana di Q4?

Baca juga: Kenal Kripto Aptos (APT), Project Blockchain Pesaing Solana yang Viral

Market cap stablecoin. Foto: CoinGecko
Market cap stablecoin. Foto: CoinGecko.

Kapitalisasi pasar 15 stablecoin teratas tetap relatif mirip dengan kinerja Q2, kehilangan 3% QoQ, atau US$ 4,7 miliar secara absolut. Lima stablecoin teratas, yaitu Tether (USDT), USD Coin (USDC), Binance USD (BUSD), Dai (DAI) dan Frax (FRAX) juga telah mempertahankan posisinya.

Setelah US Office of Foreign Assets Control (OFAC) menyetujui Tornado Cash, kapitalisasi pasar USDC turun 16% atau US$ 9 miliar QoQ, karena penerbitnya yang berbasis di AS, Circle membekukan USDC di alamat Tornado Cash yang disetujui. BUSD membukukan keuntungan terbesar pada 18% atau US$ 3 miliar QoQ, dan USDT juga sedikit meningkat sebesar 2,5% atau US$ 1,7 miliar QoQ.

3. Bitcoin Ungguli Semua Aset Utama

Bitcoin ungguli semua aset utama. Foto: CoinGecko.
Bitcoin ungguli semua aset utama. Foto: CoinGecko.

Fluktuasi di Q3, nilai Bitcoin (BTC) turun 1% QoQ, dan mengungguli semua aset utama kecuali Indeks Dolar AS (DXY), yang naik 7% QoQ. Namun, secara year-to-date (YTD), BTC tetap menjadi aset dengan kinerja terburuk dengan kerugian terbesar sebesar 58%.

Apapun, mata uang fiat telah berkinerja buruk terhadap USD, dengan EUR dan GBP hampir mencapai paritas terhadap mitra AS mereka.

Baca juga: Terra Classic (LUNC) Bakal Upgrade Jaringan, Kapan?

4. Hambatan Makroekonomi Global dan The Merge Ethereum

Hambatan makroekonomi global dan The Merge Ethereum. Foto: CoinGecko.
Hambatan makroekonomi global dan The Merge Ethereum. Foto: CoinGecko.

Pada kuartal III, Ethereum mencapai babak baru dengan adanya, The Merge, peningkatan teknis yang berhasil diterapkan. Meskipun, diharapkan menjadi peristiwa paling bullish untuk Ethereum, kenaikannya singkat dan konsensus industri menjadikan The Merge sebagai peristiwa bersejarah yang berhasil.

Ethereum (ETH) reli di awal kuartal, memuncak pada US$ 1.982 pada pertengahan Agustus, sementara gagal menembus resistance US$ 2.000. ETH naik lagi dua minggu sebelum The Merge pada 15 September, tetapi lingkungan makroekonomi yang menantang dan pedagang ‘selling the news‘ menghasilkan aksi jual beberapa hari sebelumnya.

Pasca The Merge, emisi token Ethereum melambat secara signifikan, dengan penurunan 95% rata-rata emisi bersih harian YTD, dari 9.587 ETH menjadi 560 ETH. Sementara, ETH belum menjadi aset deflasi, ini memberikan kepercayaan pada antisipasi sebelumnya dari “triple-halving.”

Meskipun, reli harga anti-klimaks menjelang The MErge, ETH berhasil menutup kuartal dengan pengembalian harga positif 26% di US$ 1.329, tetapi secara keseluruhan tetap turun 64% YTD.

5. Market Cap DeFi Rebound

Market cap DeFi rebound. Foto: CoinGecko.
Market cap DeFi rebound. Foto: CoinGecko.

Industri DeFi rebound di Q3, dengan total kapitalisasi pasar meningkat 31% QoQ. Semua sektor DeFi berhasil membalikkan arus keluar likuiditas dan menumbuhkan kapitalisasi pasar, kecuali untuk manajemen aset.

Kapitalisasi pasar exchange terdesentralisasi (DEXs) tumbuh sebesar 37% QoQ mencapai US$ 10,9 miliar, memperkuat posisi DEXs sebagai sektor terbesar di DeFi, dengan pangsa pasar 45% berdasarkan kapitalisasi pasar di Q3.

Ini dapat dikaitkan dengan peningkatan volume perdagangan dan volatilitas untuk token tata kelola liquid staking protocols, sebagian besar didorong oleh narasi The Merge. Sektor pertaruhan likuid itu sendiri tumbuh 272% QoQ yang signifikan untuk mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,54 miliar di Q3, mewakili 6,3% dalam pangsa pasar DeFi.

Baca juga: Bank DBS: Bitcoin Masih Merupakan Peluang Besar

6. Musim Dingin NFT

Musim dingin NFT. Foto: CoinGecko.
Musim dingin NFT. Foto: CoinGecko.

Pasar NFT mencatat penurunan signifikan 71% dalam total volume perdagangan QoQ, di 5 pasar NFT Teratas OpenSea, Magic Eden, LooksRare, X2Y2 dan CryptoPunks. Berbeda dengan tren penurunan month-on-month (MoM) dalam volume perdagangan para pesaingnya, Magic Eden adalah satu-satunya pasar NFT yang tumbuh pada bulan September, menggandakan volume MoM dari US$ 0,07 miliar menjadi US$ 0,13 miliar.

Pangsa pasar Magic Eden berdasarkan volume perdagangan naik dari 9% di Q2 menjadi 22% di Q3, mendapatkan pangsa pasar OpenSea yang turun dari 90% di Q2 menjadi 60% di Q3.

Wash trading terus berlangsung di X2Y2 dan LooksRare. Menurut data September, sekitar 87% volume LooksRare dan 85% volume X2Y2 berpotensi berasal dari perdagangan pencucian. Jika volume perdagangan pencucian telah dimasukkan, X2Y2 akan melampaui OpenSea untuk mengambil posisi teratas.



Sumber : news.tokocrypto.com

Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp 159,12 Miliar hingga September 2022

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan peningkatan penerimaan pajak dari transaksi perdagangan aset kripto. Total perolehan pajak kripto hingga September 2022 sudah mencapai Rp 159,12 miliar yang berupa pajak penghasilan (PPh) maupun pajak pertambahan nilai (PPN).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, merinci PPN aset kripto telah terkumpul Rp 82,85 miliar pada bulan September 2022.

“Adapun Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas transaksi aset kripto melalui PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) dalam negeri telah terkumpul senilai Rp 76,27 miliar,” kata Sri Mulyani dikutip Antara, pada Jumat (27/10).

Berasal dari kedua pajak tersebut, jika dijumlahkan Rp 82,85 miliar dan Rp 76,27 miliar, maka telah menghasilkan penerimaan hingga setidaknya Rp 159,12 miliar. Nilai itu dikumpulkan sejak 1 Mei hingga 30 September 2022.

Ilustrasi aset kripto di Indonesia.
Ilustrasi aset kripto di Indonesia.

Baca juga: Interpol Luncurkan Polisi Metaverse Global Pertama

Tarif Pajak Kripto

Ketentuan PPh yang dipungut atas transaksi aset kripto adalah PPh Pasal 22 yang bersifat final. Bila perdagangan aset kripto dilakukan melalui platform yang terdaftar Bappebti, PPh Pasal 22 final yang dikenakan sebesar 0,1%.

Sementara, apabila perdagangan dilakukan melalui platform yang tidak terdaftar di Bappebti, tarif PPh Pasal 22 final yang berlaku atas transaksi tersebut adalah sebesar 0,2%.

Sedangkan untuk pengenaan PPN, penyerahan aset kripto melalui platform yang terdaftar Bappebti dikenai PPN sebesar 1% dari tarif umum atau sebesar 0,11%.

Penerapan Pajak Kripto

Di samping faktor makroekonomi, penerapan pengenaan pajak aset kripto juga berpengaruh pada penurunan transaksi aset kripto. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan telah berhasil mengantongi penerimaan negara ratusan miliar rupiah dari pajak kripto.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Trader Yakin Bitcoin Bisa Capai Rp 466 Juta Sebelum Akhir 2022

“Pada dasarnya, kami sebagai pelaku industri aset kripto di Indonesia, senang dengan adanya regulasi pajak kripto. Dengan begitu, industri kripto bisa lebih legitimate dan dapat membantu menambah penerimaan negara dari sektor pajak,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

Data internal ASPAKRINDO menemukan pajak menyebabkan efek yang berkepanjangan bagi pedagang atau exchange kripto lokal dibandingkan dengan global. Volume transaksi exchange lokal belum bisa rebound setelah pajak diberlakukan, berbeda dengan global.

Fee transaksi ditambah pajak yang diterapkan oleh exchange lokal kalah kompetitif dengan exchange global yang lebih jauh rendah dengan rata rata trading fee. Hal ini yang membuat nasabah beralih untuk mencari cost trading termurah.

“Kami terus mendorong penegakan penerapan pajak kepada exchange global dan tidak terdaftar, sehingga menghasilkan equal playing field. Berdasarkan Pasal 10 PMK 68, bahwa exchanger yang berkedudukan di luar Indonesia dapat ditunjuk sebagai pemungut PPN. Serta, memberikan fasilitas perpajakan yang lebih suportif bagi market maker dalam rangka membentuk likuiditas di Indonesia,” pungkas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Paypal dan Western Union Mendaftarkan Merk Dagang untuk Kripto

Paypal dan Western union telah mengajukan merek dagang untuk layanan terkait dengan kripto, berita tersebut dibagikan melalui Twitter oleh pengacara berlisensi USPTO, Mike Kondoudis.

Sesuai dokumen, Paypal telah mengajukan merek dagang untuk “PAYPAL” dna logo Ps. Dokumen merek dagang mengklaim bahwa perusahaan berencana untuk membuat transaksi blockchain dan aset digital termasuk kripto, Pengajuan tersebut telah diajukan ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada tanggal 18 Oktober dengan nomor seri 97636933, 97636892, dan 97636857.

PayPal memperkenalkan Checkout dengan Crypto pada bulan Maret tahun lalu, memungkinkan pengguna membayar pembelian online dengan cryptocurrency. Setelah itu, PayPal merevisi pedoman penggunanya pada Maret 2022 dan mengecualikan penjualan NFT di atas $10.000 dari Program Perlindungan Penjual. Tindakan ini dipandang sebagai pertahanan proaktif terhadap penipuan.

Baca Juga: Formula 1 Mendaftarkan Merek Dagang Crypto untuk Las Vegas Grand Prix

Western Union telah mengajukan 3 merek dagang, perusahaan berencana untuk terjun ke keuangan, perbankan dan asuransi termasuk transaksi mata uang digital. Selain itu, dokumen tersebut juga menyebutkan perdagangan dan pialang komoditas dan kripto serta mengeluarkan token. Western union telah mengajukan merek dagang pada hari yang sama dengan Paypal dengan nomor seri seri 97641189, 97641182, dan 97641176.

Di sisi lain, Western Union adalah salah satu perusahaan pengiriman uang terbesar di dunia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa perusahaan sedang mencari cara untuk masuk ke mata uang kripto. Selain itu, banyak orang di seluruh dunia mencari cara untuk mengirim crypto, seperti cara mereka mengirim fiat.



Sumber : news.tokocrypto.com

Nokia Percaya Metaverse Bisa Gantikan Smartphone di Masa Depan

Nokia menjadi salah satu perusahaan teknologi yang percaya bahwa metaverse akan menyebabkan smartphone menjadi usang. Pengalaman metaverse ini akan didukung oleh penggunaan headset virtual reality (VR) dan kacamata augmented reality (AR) untuk berinteraksi dalam beberapa aktivitas.

Dikutip Bitcoin.com, Nokia telah memprediksi jatuhnya smartphone demi metaverse. Mereka percaya sementara ponsel masih ada, pengalaman metaverse akan menjadi bentuk komunikasi utama di paruh kedua dekade ini.

Sementara, perangkat AR masih dipercaya akan ada peningkatan minat yang akan mendorong dorongan metaverse ini. Chief Strategy and Technology Officer Nokia, Nishant Batra, mengatakan perangkat AR akan diambil alih oleh pengalaman metaverse di masa depan.

Ilustrasi metaverse
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Pencarian Web3 Tumbuh Pesat Kalahkan Bitcoin di Google

Kunci Masa Depan Digital Nokia

Di bidang konsumen, Nokia percaya bahwa kebangkitan dunia berbasis digital ini akan bergantung pada beberapa faktor penting, termasuk dorongan untuk mengembangkan metaverse sebagai tren.

“Adopsi teknologi secara luas dari Nokia akan sangat penting untuk benar-benar lepas landas, dan ini juga akan tergantung pada ketersediaan perangkat VR dan AR yang terjangkau dan ergonomis yang terhubung secara nirkabel,” Batra.

Dalam hal ini, harga headset metaverse populer telah meningkat akhir-akhir ini, karena Meta meningkatkan biaya headset dasarnya menjadi US$ 400 pada bulan Juli. Awal bulan ini, perusahaan juga memperkenalkan opsi premium, Quest Pro VR, yang dibanderol dengan harga US$ 1.500.

Ilustrasi metaverse.
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Analisa: Market Kripto Tetap Perkasa, DOGE Jadi Primadona

Namun, monetisasi metaverse akan menjadi hal yang sulit untuk dicapai, karena perusahaan percaya akan ada fragmentasi, dengan monetisasi tergantung pada pertumbuhan kasus penggunaan yang berbeda untuk pengalaman dan perangkat metaverse.

Adopsi industri akan lebih mudah dicapai, karena beberapa kasus penggunaan sudah dieksplorasi. Nokia memperkirakan bahwa semua konektivitas ini akan menciptakan celah keamanan, dan perusahaan juga bekerja untuk mengamankan pengguna di metaverse.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa: Market Kripto Tetap Perkasa, DOGE Jadi Primadona

Pergerakan market kripto pada Kamis (27/10) pagi masih melambung tinggi di zona hijau, terutama altcoin DOGE. Secara umum, nilai aset kripto masih menjulang lantaran investor sedang punya selera risiko tinggi.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap nyaman di zona hijau pada perdagangan Kamis (27/10) pukul 09.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.788, naik 2,81% dalam 24 jam terakhir.

Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut terbang 5,50% ke US$ 1.567 sehari terakhir. Di sisi lain, Dogecoin (DOGE) yang tumbuh mengesankan masing-masing 16,62% dalam 24 jam terakhir di market kripto.

“Nilai DOGE diketahui melonjak setelah CEO Tesla, Elon Musk, dikabarkan akan resmi mengambil alih perusahaan media sosial Twitter pada Jumat (28/10) mendatang. Investor yakin peristiwa itu bisa memperluas adopsi DOGE di platform tersebut,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.
Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 26 Oktober 2022: Kripto Kompak Hijau

Analisa Bitcoin

Sementara itu, pergerakan Bitcoin masih hijau naik sebesar 2,75% dalam 24 jam terakhir. Naiknya harga tersebut mengindikasikan adanya whale atau institusional yang melakukan aksi beli dengan jumlah tinggi. Hal tersebut terlihat dari kenaikan total kapitalisasi market kripto naik sebesar 4,49%, ditutup pada level US$ 1 triliun.

“Kondisi ini berhasil merubah sentimen market. Fear and greed index berhasil merangkak naik ke level 32 dengan kategori fear, yang sebelumnya konsisten berada pada kategori extreme fear,” jelas Afid.

Menurut Afid, BTC bisa bergerak lebih tinggi dan mendapatkan sentimen positif dari market. Level resistance terdekat di level US$ 21.488 menjadi target utama laju bullish Bitcoin saat ini.

Indeks Saham AS dan The Fed

Berbanding terbalik dengan market kripto, saat ini indeks saham AS terpantau berkinerja buruk pasca rentetan laporan keuangan perusahaan raksasa teknologi yang mengecewakan.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Investasi Kripto Jangan Kaya Halloween

“Hal ini terbilang anomali mengingat investor selalu mengaitkan kinerja aset kripto dengan performa saham teknologi lantaran keduanya punya profil risiko yang serupa,” tutur Afid.

Di sisi lain, jika melihat nilai Dolar AS (DXY) yang sedang melemah dalam beberapa hari terakhir, dimanfaatkan oleh investor untuk mengakumulasi aset kripto di market. DXY di level 109,66 pada pukul 09.00 WIB turun 0,25%.

Selera risiko investor juga semakin bertenaga setelah muncul peluang bahwa The Fed kemungkinan tidak akan terlalu agresif dalam mengetatkan kebijakan moneternya. “Hal itu, tentu saja, akan menjadi berkah bagi kinerja aset berisiko ke depan.”

Tanggal penting untuk mengawasi sentimen dari The Fed adalah 28 Oktober perilisan, Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) dan 1–2 November, rapat FOMC keputusan kenaikan suku bunga.



Sumber : news.tokocrypto.com

Charles Hoskinson Memberi Bocoran Mengenai Proyek Cardano di November

Dalam salah satu tweet terbaru, Charles Hoskinson, pendiri Cardano, mengisyaratkan tentang sesuatu yang akan datang pada bulan November. Tweet ini menyebutkan sesuatu yang istimewa yang akan datang bulan depan. Namun, dia tidak memberikan info detailnya. Tweet itu juga memiliki GIF animasi yang berbunyi, “Kabar Baik Semua Orang.”

Cardano juga mendapat dukungan dari Youtuber Ben Armstrong baru-baru ini. YouTuber ini menimbulkan beberapa kontroversi dengan berspekulasi bahwa Cardano akan melampaui Ethereum. Tetapi dia mencatat bahwa mungkin perlu beberapa waktu paling tidak enam tahun untuk mewujudkannya.

Baca Juga: Cardano Vasil Hard Fork Sudah Dimulai, Pump atau Dump?

Cardano Is Undervalued?

Menurut sebuah studi baru-baru ini oleh Santiment, data mengungkapkan bahwa Cardano diremehkan. Nilai tersebut relatif lebih rendah dibandingkan valuasinya sejak 2019. Z-Score MVRV yang mencapai -1,35 merupakan yang terendah dalam 45 bulan terakhir.



Sumber : news.tokocrypto.com

Batman dan Superman Muncul di Koleksi NFT DC Comics

DC Comics telah mengumumkan ekspansi baru ke dunia digital dengan menawarkan koleksi NFT yang disebut DC Collectibles Comics (DC3). Inisiatif baru akan memungkinkan penggemar untuk membeli komik NFT dengan karakter Batman hingga Superman yang dirilis setiap minggu.

Koleksi NFT ini juga dapat dibeli dengan karakter komink yang berbeda dan dengan varian tingkat langka. NFT tersebut dapat dibeli dan dijual kembali melalui situs marketplace NFT yang dibangun oleh DC, yaitu nft.dcuniverse.com.

Item NFT Superman #1 akan menjadi Komik Koleksi DC pertama yang dijual di blockchain pada 27 Oktober 2022, seharga US$ 9,99 atau sekitar Rp 155.000. Kolektor bisa mendapatkan koleksi ini dalam dua kategori, Legacy dan Modern. Komik Legacy mencakup rilis komik klasik yang mungkin sudah tidak dicetak selama bertahun-tahun. Sementara, Komik modern akan menyoroti pilihan rilisan terbaru dari jajaran komik DC yang masih ekstensif.

Ekspansi DC Comics

Batman dan Superman muncul di koleksi NFT DC Comics. Foto: DC Comics
Batman dan Superman muncul di koleksi NFT DC Comics. Foto: DC Comics

Baca juga: Warner Bros Jual NFT Lord of the Rings Edisi Terbatas, Berapa Harganya?

Ekspansi baru ini ditambahkan ke kolaborasi DC Comics dengan Palm NFT, yang mengklaim platform NFT berkelanjutan secara lingkungan dan hemat energi. Mereka juga mengklaim bahwa mereka lebih baik untuk lingkungan daripada NFT konvensional. Konon, NFT secara tradisional membutuhkan sejumlah besar listrik dan sumber daya.

“Kami ingin mengumpulkan komik yang disukai banyak pembaca kami selama bertahun-tahun dan memperluasnya ke komunitas digital baru,” kata Senior Vice President dan General Manager DC, Anne DePies.

“Kami ingin membangun aspek komunitas yang membuat semua orang bangga menjadi bagiannya, dalam ekosistem digital kami untuk membuat koleksi komik lebih tersedia dan dapat diakses daripada sebelumnya.”

Edisi DC Collectible Comics

Batman dan Superman muncul di koleksi NFT DC Comics. Foto: DC Comics
Batman dan Superman muncul di koleksi NFT DC Comics. Foto: DC Comics

Baca juga: Pencarian Web3 Tumbuh Pesat Kalahkan Bitcoin di Google

Salah satu buku komik paling berharga dalam semua koleksi adalah Superman #1 yang dibuat oleh Jerry Siegel dan Joe Shuster. Edisi pertama DC Collectible Comics akan memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk mengumpulkan secara digital salah satu komik yang paling dicari dan akan dibatasi hingga 3.000 edisi cetakan.

Batman: The Legacy Cowl #1, salah satu komik DC terbaru yang dibuat dengan bantuan komunitas DC Bat Cowl, akan dirilis secara eksklusif untuk pemegang NFT Bat Cowl. Selama beberapa bulan terakhir, pemegang Bat Cowl membantu membentuk bagaimana, apa, dan mengapa komik melalui serangkaian suara, untuk membantu membentuk kisah misteri terbaru Batman.



Sumber : news.tokocrypto.com

NGOBRAS Season 2: Investasi Kripto Jangan Kaya Halloween

Investasi aset kripto mungkin bagi sebagian orang bisa menakutkan. Banyak analis menyarankan investasi aset digital ini jangan dipandang sebagai layaknya halloween yang menakutkan atau creepy.

Berangkat dari hal tersebut, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan bersama Adriansa dari TokoScholar membahas menariknya investasi aset kripto yang menyenangkan di video NGOBRAS Season 2, episode 2 ini, biar enggak dibilang kayak halloween lagi.

Selain itu, mereka berdua juga bahas berita ter-update seputar dunia kripto dan blockchain. Kabar-kabar ini yang menjadi sentimen pendorong dari pergerakan market kripto selama sepekan belakang.

Baca juga: Tokocrypto Dukung Pembentukan Ekosistem Kripto di Indonesia

Tak lupa juga ada watch list token/koin yang bisa menjadi pegangan investor maupun trader yang diproyeksikan mendapatkan cuan. Namun, sekali lagi perlu riset mendalam juga tentang token atau koin yang disampaikan dalam video.

Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=4zxDa6K_MI8



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 26 Oktober 2022: Kripto Kompak Hijau

Investor kripto cukup bergembira dengan pergerakan market pada Rabu (26/10) pagi. Sejumlah kripto tampak kompak masuk ke zona hijau, bahkan Bitcoin sukses kembali menembus level psikologinya di US$ 20.000. Apa yang menyebabkan kenaikan kali ini?

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) melonjak 4,66% ke US$ 20.212 per keping, dan naik 4,90% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) lebih perkasa ikut naik sebesar 10,61% ke US$ 1.482 di waktu yang sama dan bangkit 13,73% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, Cardano (ADA) dan Solana (SOL) menjadi primadona di kategori big cap karena sukses terbang lebih dari 10% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang berusaha kembali bangkit. Rebound hari ini membuat harga Bitcoin mencapai US$ 20.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, Ethereum sempat naik di atas US$ 1.500 untuk pertama kalinya pasca The Merge.

“Apa yang menyebabkan semua hijau di market kripto saat ini? Ada tren makroekonomi yang stabil, dengan pasar saham juga naik hari ini, karena berbagai perusahaan teknologi besar melaporkan pendapatan mereka. Sehingga baik, Bitcoin dan Ethereum mendapatkan momentum karena Wall Street mengumpulkan beberapa sesi yang kuat,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Situasi Makroekonomi

Menurut Afid, investor menyambut baik hasil pelaporan keuangan perusahaan raksasa teknologi Selasa (26/10) kemarin dan ikut menerbangkan nilai-nilai sahamnya. Biasanya, investor selalu mengacu terhadap kinerja saham-saham teknologi lantaran dianggap sebagai tolok ukur selera risiko investor secara umum.

Selain itu, situasi ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan lebih lanjut dan itu membantu investor yakin The Fed akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menurunkan kecepatan pengetatan suku bunga acuan mereka setelah pertemuan FOMC minggu depan.

Di samping itu, investor juga memanfaatkan pelemahan nilai indeks Dolar AS (DXY) pada pukul 08.00 WIB berada di 111,10 atau melorot 0,89% dibanding waktu yang sama sehari sebelumnya. Selama ini, DXY dan performa market aset kripto punya korelasi yang negatif.

Sinyal bullish lainnya adalah jumlah Bitcoin yang disimpan di exchange terus menyusut. Terbaru penarikan terbesar terjadi di exchange, Coinbase dengan total 48.000 BTC, hanya dalam waktu sepekan. 

Lonjakan outflow Bitcoin dari exchange biasanya menunjukkan sinyal bullish karena para trader diasumsikan tidak akan menjual kepemilikan mereka. Sebaliknya, jika yang melonjak adalah inflow ke exchange, pasar mendapatkan sinyal bearish karena trader biasanya akan melakukan aksi jual.

Saat ini, Bitcoin masih cukup solid untuk menahan usaha naik. Pergerakan harga Bitcoin kembali berada di 20-day EMA sebagai dinamis resistance pada level US$ 20.138. Level $20.473 menjadi target naik selanjutnya apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout tahanan terdekatnya.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Oktober ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Aptos (APT)

Analisis teknikal Aptos (APT).

Salah satu aset kripto terbaru, Aptos (APT) telah menarik banyak perhatian di market. Meski saat ini, terpantau nilainya sedang turun, ada kemungkinan bisa terjadi peningkatan.

Aptos (APT) diproyeksikan bullish karena ada kemungkinan terjadi short-position dari trader yang mulai mengakumulasi kripto tersebut. Saat ini menurut Wu Blockchain melaporkan pada 23 Oktober, bahwa perpetual contract funding rate token Aptos negatif di seluruh bursa utama seperti Binance, OKX, Bybit dan FTX. 

Tingkat negatif menunjukkan pandangan bearish, prediksi pendek Aptos yang menumpuk akan menyebabkan tekanan pendek dan pukulan ke atas untuk harga APT. Sebelumnya, APT melihat peningkatan harga yang tajam, kemudian ada tekanan jual setelah rilis airdrop yang tidak terduga, mengakibatkan pembukaan posisi sell.

Analisis teknikal gerak APT akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga APT bisa sampai sebesar 19% dengan level US$ 10,5 dari harga US$ 8,90.

Peringkat APT di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #48, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.129.132.429. Jumlah koin yang beredar 130.000.000 koin APT dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Interpol Luncurkan Polisi Metaverse Global Pertama

2. Chainlink (LINK)

Analisis teknikal Chainlink (LINK).

Selanjurtnya, aset kripto potensi bullish pekan ini adalah Chainlink (LINK). Sentimen positif datang dari pengumuman Chainlink di akun official Twitter yang mengatakan layanan mereka telah diadopsi di lima blockchain utama, termasuk 10 teratas. Blockchain ini termasuk Ethereum, BNB Chain dan Polygon, serta Avalanche dan Arbitrum.

Sementara itu juga diketahui saat ini jumlah whale wallets telah mencapai 459, di mana setiap alamat memiliki setidaknya 100.000 LINK, setara dengan hampir US$ 700.000. Total pemegang kripto menengah hingga besar telah menginvestasikan US$ 312,7 juta untuk membeli 47,31 juta LINK.

Analisis teknikal gerak LINK sedang perlahan naik. Namun, sepertinya akan terjadi koreksi dahulu, sebelum bull. kenaikan harga LINK bisa sampai sebesar 9% dengan level US$ 7,3 dari harga US$ 6,72.

Peringkat LINK di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #21, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.473.491.608. Pasokan yang beredar 491.599.970 koin LINK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin LINK.

3. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) masuk dalam daftar aset kripto bullish di market pekan ini akibat efek dari kabar bahwa pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, telah mengisyaratkan bahwa exchange yang dipimpinnya akan segera mendaftarkan ADA Cardano untuk perdagangan spot dalam tiga bulan ke depan.

Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,38. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,37 hingga US$ 0,38 atau naik 7% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 13.599.994.152. Jumlah koin yang beredar 34.310.382.270 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

4. Klaytn (KLAY)

Analisis teknikal Klaytn (KLAY).

Klaytn adalah blockchain publik yang berfokus pada metaverse, GameFi, dan ekonomi kreatif. Sementara. KLAY adalah aset kripto yang digunakan di jaringan Klaytn.

Harga Klaytn telah turun 3% dalam 24 jam terakhir. Namun, kemungkinan besar akan ada kenaikan yang disebabkan oleh sentimen usulan proposal tata kelola yang baru untuk mengurangi reward bloknya.

Menurut pernyataan resmi Klay, pembaruan Q3 yang diajukan ke Dewan Tata Kelola Klaytn (GC) berupaya mengoptimalkan tingkat penerbitan token KLAY melalui proposal tata kelola yang menurunkan hadiah blok sebesar.

Meski proposal belum disetujui, kenaikan harga merupakan pertanda baik penerimaan dan bullish oleh masyarakat. Ini juga merupakan angin segar untuk token, mengingat telah jatuh lebih dari 97% dari tertinggi sepanjang masa di US$ 4,40 pada 09 Oktober 2021.

Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga KLAY akan sedikit koreksi, kemudian bergerak naik menuju harga sekitar US$ 0,20 hingga US$ 0,22 atau naik 13% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat KLAY di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #68, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 600.430.960. Pasokan yang beredar 3.084.270.223 koin KLAY dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Warner Bros Jual NFT Lord of the Rings Edisi Terbatas, Berapa Harganya?

5. Render Token (RNDR)

Analisis teknikal Render Token (RNDR).

Render Network adalah penyedia solusi rendering berbasis GPU terdesentralisasi untuk metaverse. Sementara, RNDR adalah token utilitas asli yang dirancang sebagai mata uang pembayaran untuk layanan yang ditawarkan oleh Render Network, seperti pembuatan animasi, grafik gerak, dan rendering VFX.

Pada pekan ini, RNDR memiliki potensi bullish. RNDR mendapat peringkat yang bullish dari Investors Observer. Kripto naik 16,35% menjadi US$ 0,5258023464, sementara pasar yang lebih luas naik 1,61%.

Peringkat RNDR di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #167, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 135.213.001. Pasokan yang beredar 253.798.860 koin RNDR dan maksimal pasokan 536.870.912 RNDR.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. QuickSwap (QUICK)

Analisis teknikal QuickSwap (QUICK).

QuickSwap (QUICK) membuka daftar kripto potensi bearish di market pekan ini. Kabar buruk dari exchange terdesentralisasi, QuickSwap akan menutup lending pool setelah Market XYZ dieksploitasi dalam serangan flash loan. Akibat kasus ini terjadi kerugian US$ 200.000 yang dialami QuickSwap.

Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga QUICK masih akan konsolidasi, sebelum alami penurunan. harga bisa turun mencapai sekitar US$ 61,80 hingga US$ 62,22 atau turun 13% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat QUICK di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #585, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 20.373.886. Pasokan yang beredar 327.100 koin QUICK dan maksimal pasokan 1.000.000 QUICK.

2. FTX Token (FTT)

Analisis teknikal FTX Token (FTT).

FTX Token (FTT) juga potensi bearish pekan ini karena sentimen negatif kasus peretasan yang terjadi pada 21 Oktober lalu. Pengguna exchange kripto, FTX telah kehilangan jutaan dolar AS karena eksploitasi phishing menggunakan versi palsu dari situs web milik platform perdagangan, 3Commas. Namun, FTX telah berjanji untuk membuat akun penggunanya utuh kembali.

Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga FTT juga masih akan konsolidasi, sebelum alami penurunan. harga FTT bisa turun mencapai sekitar US$ 23,65 hingga US$ 23,82 atau turun 9% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat FTT di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #24, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.209.172.964. Pasokan yang beredar 133.261.305 koin FTT dan maksimal pasokan 352.170.015 FTT.

3. Axie Infinity (AXS)

Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

Axie Infinity (AXS) masuk dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Kabar nilai AXS tenggelam setelah jumlah pemain game Axie Infinity menyusut signifikan dalam sebulan belakangan. 

Selain itu, investor AXS menduga bahwa sebanyak 21,5 juta token AXS yang saat ini memasuki vesting period akan segera dibuang pemiliknya setelah periode tersebut berakhir Senin (24/10) lalu. Axie mendistribusikan hampir 21,543 juta token untuk investor dan penasihat awal. 

Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam sudah masuk fase bearish. ini dapat mencoba menarik harga token kembali lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 8,77 atau turun 25% dari US $ 9,00.

Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #58, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 855.894.579. Pasokan yang beredar 94.865.286 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Investasi Kripto Jangan Kaya Halloween

4. MobileCoin (MOB)

Analisis teknikal MobileCoin (MOB).

MobileCoin (MOB) juga berpotensi bearish selama beberapa waktu ke depan. Dari segi analisis teknikalnya, MOB akan terus mengalami penurunan hingga 7% dari harga US$ 0,86 ke US$ 0,76.

Peringkat MOB di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #312, dengan kapitalisasi pasar US$ 64.289.511. Pasokan yang beredar 74.218.324 koin MOB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. NULS (NULS)

Analisis teknikal NULS (NULS).

Kripto NULS ada kemungkinan potensi bearish dalam pekan ini. Pola grafk NULS sudah membentuk reverse cup and handle yang berisiko mengalami pergerakan bearish. Dari segi analisis teknikalnya, NULS akan terus mengalami penurunan hingga 10% dari harga US$ 0,2537 ke US$ 0,2498.

Peringkat NULS di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #518, dengan kapitalisasi pasar US$ 25.436.967. Pasokan yang beredar 99.620.739 koin NULS dan maksimal pasokan 210.000.000 koin NULS.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com