Category Archives: Tokocrypto

Bitcoin Dipresiasi Positif di Tengah Pandemi COVID-19

Pasar aset kripto, khususnya Bitcoin, termasuk pasar ekuitas semuanya naik, karena investor di seluruh dunia menyambut tanda-tanda awal bahwa kebijakan lock down di sejumlah negara-negara mulai memperlambat penyebaran COVID-19.

Harga Bitcoin sekali lagi telah menembus US$7.000, naik ke US$7.170 di bursa Bitstamp, sekitar US$1.000 pada waktu yang sama tujuh hari yang lalu.

Menjelang krisis COVID-19, investor Bitcoin optimis di awal tahun, sebuah survei yang ditunjukkan oleh para pengguna Bitcoin dan bursa aset kripto pada bulan lalu.

Mereka sebagian besar mengharapkan harga Bitcoin melambung hingga lebih dari $20.000 pada tahun 2020.

“Aksi beli Bitcoin mengikuti tanda-tanda peningkatan sentimen di pasar saham. Segera setelah aset berisiko mulai menarik permintaan secara aktif, investor institusional juga dapat meningkatkan posisi mereka dalam jenis aset baru ini,” kata Alex Kuptsikevich, Analis Keuangan Senior di FxPro.

Senada dengan Alex, Kepala Analis Pasar AvaTrade, Naeem Aslam mengatakan bahwa investor mengabaikan sejumlah pesimisme tentang kemungkinan serangan COVID-19 yang lebih dahsyat dan kita bisa berada di rentang waktu resesi yang lebih panjang.

“Saya pikir ada kemungkinan COVID-19 berdampak lebih dalam lagi,” kata Raoul Pal Pendiri Makro Global dan Pendiri platform Real Vision, pekan lalu.

Pal, terkenal sebagai penghayat Bitcoin, yang pernah memperingatkan, bahwa COVID-10 akan menyebabkan peristiwa kebangkrutan terburuk dalam sejarah. Ia sendiri memindahkan 25 persen portofolionya ke Bitcoin. [Forbes/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Beraneka Macam Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan Cuan

Apakah di antara Anda ada yang hobi mengoleksi karya seni? Jika ada, maka artikel ini cocok untuk Anda. Hal ini dikarenakan dunia kesenian ternyata sangat terdampak dari demam NFT yang kian berkembang pesat. Nah, selain seniman, kolektor seni yang bosan dengan konsep konvensional juga bisa, lho, mencoba peruntungannya dengan NFT. 

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara mencari untung lewat NFT, mari kita lebih dulu membahas apa itu kolektor seni secara umum. Seperti namanya, kolektor seni berarti seseorang yang hobi mengoleksi karya seni, khususnya seni rupa. Meski terkesan sederhana, kolektor memiliki peran penting dalam dunia kesenian, lho.

Hal ini ditunjukkan dengan peran kolektor sebagai penentu harga pasar dari suatu karya seni. Sebab, kolektor dapat menjual kembali koleksi miliknya dengan harga tinggi. Tidak semata-mata soal harga saja, menjadi kolektor juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cakap mengenai dunia seni. Dikarenakan nilai suatu karya seni juga berdasar pada aliran, teknik, hingga pandangan terhadap seniman di baliknya.

Dilansir dari Tempo, Hendro Wiyanto, seorang kurator seni dalam negeri, menyatakan bahwa pasar seni itu sendiri juga harus dipenuhi dengan argumen dari kacamata kesenian yang disampaikan kolektor. Sehingga, pasar seni tidak melulu soal harga atau bahkan ikut-ikutan membeli, tetapi juga tetap mempertahankan kualitas dan selera.

Pertimbangan ini juga tentunya terjadi di dunia seni NFT, teknologi yang membawa angin segar bagi dunia kesenian, termasuk bagi para seniman dan kolektor. Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini!

Dunia Kesenian Diramaikan dengan Hadirnya NFT

Sebelum hadirnya NFT, dunia kesenian sempat mengalami keterpurukan sejak terjadinya pandemi COVID-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Para pelaku industri kesenian, khususnya seni rupa, cenderung sulit untuk memamerkan dan memperjualbelikan karya seni miliknya. Dilansir dari situs Pemasaran Kemenparekraf, subsektor seni rupa mengalami penurunan kontribusi bagi perekonomian sebesar 2.94% selama pandemi.

Serupa dengan para seniman rupa atau kreator karya seni, kolektor karya seni juga mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan keterbatasan yang dialami kolektor yang hanya bisa melakukan mark-up harga dari suatu koleksi seni miliknya saat penjualan, karena ketersediaan karya seni di pasar yang terbatas. Selain itu, terdapat waktu tunggu yang tidak pasti untuk mencapai kenaikan value dari seniman yang karya seninya mereka koleksi. Permasalahan tersebut terbantu dengan adanya NFT.

Baca juga: Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

Tidak hanya dalam aspek teknis yang membuat otentikasi karya seni menjadi lebih mudah dan eksklusif, NFT juga membawa keuntungan finansial bagi seniman atau kreator. Dengan menerbitkan karya seni menjadi NFT, kreator bisa mendapatkan royalti sejumlah persentase yang ditentukan pada saat minting atau upload NFT. Meskipun NFT tersebut sudah pindah tangan berkali-kali, sejumlah pendapatan akan tetap mengalir ke dompet kreator tiap kali penjualan NFT tersebut terjadi.

Namun, selain kreator NFT, apakah kolektor NFT juga bisa memperoleh keuntungan? Jawabannya, tentu saja bisa! Kok, begitu? Begini penjelasan lebih lengkapnya!

Mengoleksi NFT Juga Bisa Membawa Keuntungan

Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan CuanLayaknya kolektor seni konvensional yang bisa meraup keuntungan lewat penjualan kedua atau seterusnya, kolektor NFT juga bisa melakukan hal yang sama, lho. Namun, ada beberapa hal yang perlu diberi perhatian lebih oleh kolektor NFT, yaitu memastikan bahwa karya seni pada NFT tersebut adalah orisinil, bukan hasil duplikat dari karya seni milik seniman lain lalu dijadikan NFT.

Juga, karena nilainya masih cenderung abstrak dengan risiko yang tinggi, kolektor NFT harus pintar-pintar memilih dan menentukan NFT mana yang memiliki nilai dan harganya berpotensi menjulang di masa depan. Meskipun sulit dan penuh akan ketidakpastian, tetapi kolektor bisa melihat track record kreator NFT tersebut atau dari segi arah tren, estetika, juga aliran seni yang diterapkan. 

Jadi, seperti kolektor seni konvensional, mengoleksi NFT juga baiknya tidak semata-mata untuk mengejar tren saja, tetapi juga berdasar pada nilai-nilai kesenian yang berlaku. Nah, dengan koleksi NFT yang bernilai tinggi, kemungkinan besar harga NFT tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan Anda bisa meraih keuntungan setelahnya.

Cara Kolektor Seni Memperoleh Keuntungan Lewat NFT

Terdapat 3 cara yang bisa kolektor NFT lakukan dalam mengantongi keuntungan, nih, yaitu:

1. Pamerkan Koleksi NFT

Cara pertama yang bisa Anda lakukan sebagai kolektor NFT adalah memamerkan koleksi NFT yang Anda punya. Pasalnya, Anda tidak akan bisa meraih calon pembeli jika mereka tidak mengetahui koleksi NFT apa saja yang Anda miliki. Anda bisa mulai dengan memamerkan NFT di media sosial, misalnya Instagram atau Twitter. 

Ditambah lagi, jika Anda mengoleksi NFT hasil karya seniman ternama atau memiliki nilai estetika yang cukup tinggi, Anda sudah mendapatkan nilai plus dalam meningkatkan reputasi Anda sebagai kolektor dan membuat calon pembeli tertarik dengan koleksi Anda.

2. Lakukan Lelang dari Koleksi NFT

Setelah memilih koleksi NFT mana yang sekiranya memiliki value lebih dan potensial, Anda bisa mulai menaruhnya untuk dilelang atau auction di platform pilihan. Selain konsep jual-beli, konsep lelang juga seringkali menjadi pilihan dalam mengumpulkan keuntungan lewat NFT.

Setelah menaruhnya untuk dilelang, Anda bisa lakukan pengecekan secara berkala mengenai tawaran yang telah diberikan oleh para calon pembeli. Tidak menutup kemungkinan, akan ada calon pembeli yang bid sesuai dengan harga yang Anda inginkan, atau bahkan jauh di atas harga tersebut. Barulah dari sana Anda bisa mendapat cuan.

3. Jual Koleksi NFT di Marketplace

Terakhir, cara ini menjadi cara yang paling mudah untuk Anda lakukan dalam mendapatkan keuntungan lewat NFT. Sebagai kolektor, Anda bisa menjual kembali NFT tersebut di NFT marketplace khusus jual-beli NFT, lho. Anda juga tidak perlu khawatir, karena kini sudah tersedia banyak sekali marketplace NFT yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, salah satunya adalah TokoMall.

Sebelum memutuskan untuk menjual NFT kembali, Anda harus memilih NFT dengan nilai jual yang cenderung tinggi. Hal ini agar Anda bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan pada saat Anda membelinya untuk pertama kali. Dengan begitu, Anda bisa mengantongi sejumlah keuntungan lebih dari penjualan tersebut.

Sekarang Anda sudah paham, kan, mengenai cara yang bisa dilakukan kolektor seni untuk mendapatkan cuan lewat NFT? Yuk, cari tahu serba-serbi terbaru mengenai NFT lainnya di www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sebagai Creator (kolektor) di marketplace NFT TokoMall sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Pertumbuhan Jaringan Ethereum Melonjak Di Tahun 2020 Ini

Jelajahcoin.com – Tingkat pertumbuhan jaringan Ethereum (ETH) meningkat secara nyata. Meskipun sebelumnya terjadi penurunan substansial dalam harga ETH dalam beberapa minggu terakhir. Ini menunjukkan bahwa prospek jangka panjang Ethereum tetap sangat positif.

Sejak Januari 2020, bagan alamat Ethereum milik Santiment menunjukkan peningkatan dari 40.000 menjadi lebih dari 70.000 dalam empat bulan. Menunjukkan bahwa lebih banyak pengguna yang menggunakan jaringan blockchain Ethereum.

Untuk jaringan blockchain apa pun, pertumbuhan alamat yang unik adalah faktor fundamental penting untuk pertumbuhan jangka menengah dan panjang. Investor papan atas seperti Brian Kelly, CEO BKCM, telah secara konsisten menggunakan statistik untuk memprediksi tren harga cryptocurrency utama termasuk Ethereum dan Bitcoin. Peneliti di Santiment mengatakan:

“Ini adalah indikator utama potensi jangka panjang Ethereum yang terus terlihat menjanjikan. Pertumbuhan jaringan menunjukkan jumlah alamat baru yang dibuat pada jaringan masing-masing proyek setiap hari. Pada dasarnya, bagan ini menggambarkan adopsi pengguna dari waktu ke waktu. Dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kapan proyek mendapatkan atau kehilangan daya tarik.”

Sejak akhir 2019, kenaikan popularitas platform desentralisasi keuangan (DeFi). Untuk pinjaman dengan menggunakan Ethereum sebagai jaminan telah memicu permintaan untuk ETH. Ketika pasar DeFi pulih dari flash crash pasar cryptocurrency pada 12 Maret di mana harga Bitcoin turun ke level $3.600. Jaringan blockchain Ethereum diperkirakan akan melihat pemulihan stabil menuju paruh kedua tahun 2020.

Stabilitas harga akan menyebabkan alamat Ethereum meningkat

Menurut data dari defipulse.com, nilai total yang dikunci dalam platform DeFi turun hampir setengah dari $1,2 miliar menjadi $600 juta sejak pertengahan Maret. Karena banyak pinjaman DeFi dilikuidasi dan margin disebut. Itu memaksa mayoritas peminjam untuk menutup pinjaman mereka, menyebabkan pasar DeFi menyusut.

Ketika pasar DeFi mulai pulih, yang kemungkinan akan terjadi setelah harga Ethereum rebound. Hal itu diperkirakan akan menyebabkan peningkatan aktivitas pengguna. Jika jumlah pengguna melonjak dalam beberapa bulan mendatang pada platform DeFi, itu akan menyebabkan jaringan Ethereum semakin meluas. Meningkatkan jumlah alamat unik dalam protokol.

Apakah harga Ethereum dan seluruh pasar cryptocurrency memiliki faktor fundamental yang cukup untuk mendorong kenaikan yang lebih lama masih harus dilihat. Beberapa berpendapat bahwa pemulihan bentuk-V Bitcoin dari $3.600 menjadi $6.700 membuat seluruh pasar crypto rentan untuk koreksi tajam lainnya. Mungkin pengujian ulang dari kisaran $ 4.000 hingga kisaran $5.000.

Perundingan lain untuk cryptocurrency utama menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan jaringan Ethereum dalam jangka pendek, karena hal itu dapat mengurangi kepercayaan pengguna sehari-hari dalam stabilitas aplikasi terdesentralisasi.





Sumber : news.tokocrypto.com

Yuk, Mengenal Apa itu NFT Music dan Perkembangannya Saat Ini!

Setelah berhasil mencuri perhatian pelaku industri seni visual dan game, NFT mulai diadopsi di industri musik. Kini, sudah mulai banyak musisi yang akhirnya memadupadankan karya musik mereka bersama canggihnya teknologi kriptografi. Sebut saja Kings of Leon, salah satu band yang merilis albumnya yang bertajuk “When You See Yourself” sebagai NFT music.

Biar nggak makin penasaran dengan NFT di industri musik, yuk, baca selengkapnya!

Bagaimana Kehadiran NFT di Industri Musik?

Sama dengan halnya pada aset kripto lainnya, NFT atau Non-Fungible Token didukung oleh sistem buku besar terpusat yang bernama blockchain. Nah, dengan adanya sistem ini, semua informasi penting yang terjadi dicatat. Mulai dari siapa kali yang membuat, waktu transaksi, bahkan apa yang telah dipertukarkan dicatat. Satu yang menjadi penting dari sistem ini adalah semuanya dicatat runtut dari waktu ke waktu dan tidak bisa dirusak maupun direplikasi oleh siapapun. 

Adanya pengadopsian NFT di industri musik disinyalir menghadirkan era baru bagi para musisi dalam memasarkan karya mereka. Setidaknya belakangan tahun terakhir, musisi masih melakukan pemasaran karya mereka sebatas melalui penjualan album fisik, kemudian bergeser melalui streaming platform online (Spotify atau Apple Music) dan penjualan tiket konser. 

Semua orang tau, pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga kini membatasi ruang gerak banyak pihak. Industri musik adalah salah satu diantara pihak yang terdampak besar. Oleh sebab itu, awal tahun 2021 menjadi permulaan era baru untuk para musisi dalam memasarkan karya mereka menjadi sebuah karya digital yang sudah di tokenisasi.

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan NFT music itu sendiri? 

Apa itu NFT Music?

NFT music merupakan sertifikat digital yang memuat data keaslian yang berharga. Sertifikat ini menjadi istimewa karena Anda nggak perlu khawatir dengan hilangnya akses musik tersebut. Ya! Hal ini karena kepemilikan Anda tersebut akan selamanya tersimpan dalam blockchain. Apalagi keunggulan utama lainnya dari sistem blockchain yakni tidak dapat direplikasi. 

Adapun NFT di industri musik tak hanya sebatas penjualan lagu saja, lho! Mereka bisa berbentuk video clip, audio visual, album, tiket, preview lagu yang belum dirilis, maupun artwork digital

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

Bagaimana Cara Membuat NFT untuk Musik?

Lagu, video clip , audio visual maupun artwork digital yang akan Anda ubah menjadi NFT sebelumnya harus melalui proses upload disebut dengan istilah minting. Proses minting karya ini dilakukan pada NFT marketplace  yang Anda pilih. 

Di Indonesia, kini sudah hadir TokoMall, sebuah marketplace yang mendukung kreator untuk memamerkan karyanya. Berikut cara yang Anda harus lakukan:

  1. Sebelumnya daftarkan diri Anda sebagai Official Partner di www.mall.tokoscape.com dan memiliki wallet di metamask. 
  2. Pertama, jangan lupa login terlebih dahulu ke akun metamask juga, ya. Setelah berhasil login, klik menu profil akun dan pilih klik menu unggah NFT.
  3. Pilih file yang akan Anda upload. Adapun format file yang bisa Anda upload antara lain JPG, PNG, GIF, SVG, MP4, WEBM, MP3. WAV, OGG, M4A, X-M4A. 
  4. Tulis judul, serial NFT, dan juga deskripsi.
  5. Setelah berhasil membuat NFT-nya, Anda akan melakukan minting (upload karya di blockchain), nah, pada proses ini pastikan Anda memiliki BNB. 

Baca juga Cara Minting Karya untuk Dijadikan NFT di TokoMall

Deretan Musisi yang Sudah Terjun ke Kancah NFT Music

Berikut beberapa musisi dari dalam negeri dan mancanegara yang sudah mentokenisasi karya musik mereka ke dalam bentuk NFT:

1. 3LAU 

NFT music 3LAUProduser dan juga Artis EDM, 3LAU berhasil menjual album “Ultraviolet” dalam bentuk NFT melalui situs lelang miliknya sendiri. Sebenarnya, album tersebut telah dirilis di tahun 2018 silam. Nggak main-main, pada bulan Februari 2021 3LAU berhasil menghasilkan uang sebesar US$ 11,3 juta dalam waktu kurang dari 48 jam! 33 penawar teratas yang berhasil mendapatkan album tersebut akan menerima vinyl NFT edisi khusus, musik yang belum dirilis, hingga lagu limited edition.

2. Kings of Leon 

NFT music King of Leon

Selang sebulan berikutnya, 5 Maret 2021, Kings of Leon yang merupakan band rock legendaris juga merilis albumnya “When You See Yourself” dalam bentuk NFT. Adapun 3 paket token yang mereka tawarkan terdiri dari paket album spesial, paket nonton konser eksklusif, dan paket audio visual eksklusif. Kings of Leon juga merilis golden ticket yang menawarkan pengalaman nonton konser tak terlupakan. Oh iya, golden ticket ini pun menjadi tiket konser pertama yang dijual secara NFT, lho!

3. Mike Shinoda 

NFT music by mike shinoda

Mike Shinoda, vokalis dari Linkin Park bersama rapper Iann Dior dan penyanyi UPSAHL merilis single dan rangkaian klip “Happy Ending” menjadi NFT eksklusif melalui Zora. Setidaknya beberapa karya dari 10 bagian yang dilelang berhasil terjual dengan harga US$6000!

4. Harlan Boer 

NFT Music harlan boerSetelah banyak berbicara musisi besar mancanegara, kini saatnya berbicara musisi dalam negeri! Harlan Boer adalah salah satunya. Ia membuat video musik dari lagu “Siapa Saja Merekam Pop” dari album Penembak Bayaran yang dirilis pada 4 September 2021. Nah, video musik yang di-NFT-kan ini tersedia dalam 33 edisi terbatas. 

Kian masifnya pengadopsian NFT di berbagai industri tak menutup kemungkinan akan semakin bertambahnya musisi yang menjadikan karya musik mereka sebagai NFT music. Tertarik untuk mengetahui seluk beluk NFT lebih dalam ataupun mengoleksi karya seni NFT-nya? Yuk, kunjungi https://mall.tokoscape.com/ sekarang juga! 



Sumber : news.tokocrypto.com

Telegram Akan Menutup Projek Blockchain TON, Kenapa?

Jelajahcoin.com – Telegram baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka tidak akan lagi melanjutkan proyek blockchain-nya yaitu TON. Perusahaan telah mengutip bahwa tekanan peraturan sebagai alasan utama untuk penutupan ini.

Dalam sebuah pengumuman di blog perusahaan pada hari Selasa. Pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan bahwa pengadilan A.S. telah menghentikan Telegram Open Network (TON) dari perwujudan. Ia mengatakan:

“Saya menulis posting ini untuk secara resmi mengumumkan bahwa keterlibatan aktif Telegram dengan TON telah berakhir.”

TON Dihancurkan oleh SEC

Pernyataan itu dibuka dengan sejarah singkat, yang menyatakan bahwa perusahaan telah menghabiskan lebih dari dua setengah tahun mengembangkan ‘platform blockchain generasi baru’ dengan cryptocurrency bernama Gram.

Baca Juga: Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

Menggunakan analogi investor yang mengumpulkan uang untuk membangun tambang emas, dan kemudian membagi emas. Durov mengatakan bahwa seorang hakim telah menganggapnya melanggar hukum karena investor akan menjual emas itu untuk keuntungan.

Pengadilan-pengadilan itu tampaknya mengambil penyesalan di Gram, dan distribusinya di dalam dan di luar AS. Dia menambahkan bahwa putusan pengadilan menyiratkan bahwa negara-negara lain tidak memiliki kedaulatan untuk memutuskan apa investasi yang dapat diterima untuk warganya sendiri. Durov secara khusus membenci kekuasaan yang digunakan AS atas negara-negara lain sehubungan dengan sistem keuangan global.

“AS dapat menggunakan kontrolnya atas dolar dan sistem keuangan global untuk menutup semua bank atau rekening bank di dunia. Itu dapat menggunakan kontrolnya atas Apple dan Google untuk menghapus aplikasi dari App Store dan Google Play.”

Komisi Sekuritas dan Bursa memenangkan putusan sementara pada bulan Maret, di mana ia mengklaim bahwa Telegram telah menjual sekuritas yang tidak terdaftar. Telegram mengumpulkan $1,7 miliar pada ICO 2018 untuk blockchain TON. Namun, pihaknya telah menunda peluncuran proyek karena masalah regulasi dan sekarang telah sepenuhnya melompat.

Garansi uang kembali?

Awal bulan ini, perusahaan mengubah janji bahwa mereka akan membayar token kepada investor saat peluncuran. Pada saat itu, Telegram mengatakan ingin segera membeli investor Amerika. Kepala Pejabat Strategi OKEx, Alysa Xu [@AlysaXuOKEx], mencatat bahwa kekhawatiran sedang meningkat di Cina.

Xu menambahkan bahwa komunitas TON Cina di WeChat mengeluh dan berduka atas penutupan TON, sementara juga meningkatkan kekhawatiran tentang pengembalian segera Gram futures. Tidak ada menyebutkan pengembalian uang dalam pengumuman dan Durov menutup pos dengan berharap keberuntungan bagi mereka yang masih berjuang untuk desentralisasi, menambahkan;

“Pertempuran ini mungkin merupakan pertempuran paling penting dari generasi kita. Kami harap Anda berhasil di tempat kami gagal.”





Sumber : news.tokocrypto.com

Sandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

Sandbox (SAND) praktis di luar radar bagi sebagian besar trader dan investor kripto, sebelum Facebook memutuskan mengubah namanya menjadi Meta. Bagaimana kekuatan fundamental Sandbox (SAND)? Apakah ini sekadar hype sesaat?

Per Kamis (25/11/2021) SAND berada di peringkat ke-29 versi Coinmarketcap dan berada di peringkat ke-3 untuk kategori metaverse, di bawah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity Shard (AXS). Nilai pasar SAND cukup memukau di kisaran setara Rp105 triliun dengan penguatan 99,7 persen selama sepekan terakhir di harga Rp117 ribu.

Sandbox (SAND) metaverse
Kinerja kripto Sandbox (SAND).

Di hari yang sama harga SAND mencetak rekor tertinggi baru di kisaran Rp121 ribu per SAND. Dalam rentang 30 hari harga terendah adalah Rp10.281.

Sandbox (SAND) metaverse
10 kripto teratas untuk kategori metaverse berdasarka versi Coinmarketcap.

Kenaikan luar biasa ini setara dengan 1110 persen. Setahun lalu harga SAND terkesan tak dianggap, karena masih sangat murah, yakni Rp493.

Baca jugaPecah Rekor, Sebidang Tanah di Game Axie Infinity Terjual Rp 35 Miliar

Kripto Sandbox (SAND) Popular Gegara Metaverse?

Kenaikan harga Sandbox (SAND) dan meningkatnya popularitasnya di pasar kripto dikait-kaitkan dengan istilah metaverse yang sedang naik daun. Ini cukup beralasan karena game yang interaktif plus avatar pengguna adalah satu unsur terpenting di dunia realitas virtual baru ini.

Produk terpenting dari Sandbox adalah game virtual yang bagi sebagian besar sudah umum dan lazim. Sebab di dunia metaverse usungan ini menggabungkan blockchain, kripto dan NFT (non-fungible token) dalam satu tempat. Ia pun terbuka, membuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

Di dalam metaverse Sandbox pula penggunaan kripto adalah keharusan sebagai unsur ekonomi. Setidaknya dalam urusan jual beli tanah virtual, avatar premium dan lain sebagainya.

Salah satu syarat metaverse bermutu lainnya terterapkan di Sandbox. Sebut saja fitur membuat game virtual sendiri, termasuk penyediaan tool keren untuk membuat avatar yang istimewa bagi masing-masing penggunanya.

Baca jugaAda Shiba Inu (SHIB) di Bandara AS Ini

Apa Itu Metaverse?

Metaverse sejatinya adalah perlanjutan istilah dari virtual realitas alias virtual reality di Internet. Wujudnya adalah dunia visual 3 dimensi yang mensimulasikan dunia nyata manusia. Para pengguna dan penghuninya ditampilkan dalam wujud avatar, baik yang identik atau menyerupai wajah aslinya.

Kendati istilah virtual reality jauh dikenal sejak tahun 1980-an, namun istilah metaverse mulai digunakan cukup popular di novel karya Neal Stephenson, yakni Snow Crash (1992).

Kemudian pada 30 Oktober 2021, Facebook mengumumkan mengganti nama perusahaan menjadi Meta, sebuah visi bahwa metaverse akan menjadi tema baru teknologi dan bisnis yang menjanjikan.

Popularitas metaverse juga datang ketika penggunaan piranti lunak rapat daring seperti Zoom meningkat, karena pandemi memaksa kita bersua dalam jarak jauh.

Untuk sebuah visi, setidaknya di atas kertas, metaverse menjadi istilah yang seksi, apalagi dilekatkan dengan kripto yang punya nada uang dan keuntungan. Metaverse dan kripto sejatinya membangun dunia ekonomi virtual yang baru.

Bernilai US$1 Triliun Per Tahun

Besarnya peluang pasar kripto di metaverse, Grayscale memprakirakan nilainya bisa meningkat menjadi US$1 triliun secara tahunan. Karena tema itu masuk kategori Web 3.0, sesungguhnya masih kalah jauh dengan Web 2.0 yang bernilai sekitar US$15 triliun saat ini.

Metaverse adalah poros penting untuk mempercepat Web 2.0, termasuk kripto yang layak terus diikuti,” sebut Grayscale dalam ulasan khusus mereka pada 25 November 2021.

Namun, di atas itu semua, jikalau usungan metaverse akan terus mengemuka, itu sekaligus tema persaingan baru, karena akan semakin banyak proyek kripto baru ataupun pemain lama di kelas aset ini masuk ke metaverse.

Entah itu hype atau bukan, mimpi metaverse ala Meta dan Mark Zuckerberg adalah satu panggung pesta baru yang bisa menyesatkan ataupun sebaliknya. Sinyal waspada dan berhati-hati maksud kami.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terungkap! Inilah Alasan Kenapa Pasar Crypto DeFi Naik Tajam Sejak Juni

Selama pandemi crypto DeFi kian diperhitungkan sebagai alternatif investasi cryptocurrency selain Bitcoin. Berdasarkan catatan dari DeFipulse bahwa pasar crypto DeFi sudah mengalami lonjakan hingga lebih dari 1.000% dari Juni hingga saat ini, dari $1 miliar menjadi $10,71 miliar.

Salah satu hal yang membuat lonjakan nilai pasar crypto DeFi yang begitu besar adalah adanya investor yang menggelontorkan dananya dalam jumlah besar ke Compounds, YAM, Chainlink, Uniswap, Cream Finance, dan Melon.

Baca Juga: DeFi Semakin Tokcer, Koin Digital Ini Diprediksi Subur

Tiga Alasan Mengapa Investor Berbondong-Bondong Membeli Aset Digital DeFi

  • Menggunakan teknologi DeFi, seseorang bisa membangun smart contract dengan kode yang memfasilitasi tindakan perantara, termasuk mengelola dan menerima simpanan, menanggani pinjaman yang dijaminkan, dan melakukan likuidasi aset jaminan sesuai smart contract, jika nilainya mengalami fluktuasi.
  • Walaupun beberapa hari lalu mengalami koreksi harga karena dolar rebound danoverbought. Namun, koin-koin digital DeFi masih berada di tren bullish gegara investor DeFi meningkatkan pembelian aset mereka untuk sementara waktu.
  • Tingkat keuntungan dari bunga pinjaman cryptocurrency lewat platform DeFi lending lebih tinggi dibanding bunga pinjaman yang ditawarkan oleh bank tradisional.

Konsep dari DeFi adalah untuk menghilangkan perantara dengan menggantikannya dengan kode smart contract dan menurunkan biaya layanan keuangan. Lantaran, mampu membagi beban kerja dan risiko saat memproses suatu transaksi karena tidak berpusat pada satu komputer saja melainkan ribuan komputer yang ada di berbagai belahan dunia sana. Sehingga, tidak ada otoritas yang mengendalikannya dan berbeda dengan sistem keuangan saat ini yang bersifat tertutup dengan adanya bank sentral sebagai pembuat kebijakan moneter.

Baca Juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral



Sumber : news.tokocrypto.com

Pecah Rekor, Sebidang Tanah di Game Axie Infinity Terjual Rp 35 Miliar

Sebidang tanah virtual dalam game blockchain Axie Infinity terjual dengan harga yang sangat fantastis, yakni di harga 550 ETH atau senilai Rp 35 miliar.

Tanah virtual yang berada pada kavling real estate Genesis tersebut merupakan salah satu item game yang paling langka dalam ekosistem Axie infinty. Kavling Genesis ini hanya tersedia 220 bidang dari total  90.601 slot tanah dalam permainan tersebut. Siapa yang membelinya? Sayangnya, Axie Infinity tidak mengumumkan hal tersebut.

Namun, penjualan tersebut merupakan pembelian item game dalam bentuk NFT yang paling besar, setidaknya bagi platform game Axie Infinty.

Lantas, apa kegunaan sebidang tanah tersebut? Dalam game Axie Infinity, player sangat membutuhkan sebidang tanah untuk memainkan permainan dalam platform tersebut. Permainan tersebut  berlangsung di dunia virtual yang diberi nama Lunacia.

Baca jugaPWNU Yogya: Aset Kripto Tidak Bertentangan dengan Syariat

Dalam dunia yang berbentuk kotak persegi berukuran 301 x 301 tersebut dihuni oleh makhluk bernama Axies. Di mana setiap bagian dunia  tersebut mewakili sebidang tanah yang diberi token yang disebut Terra, yang juga dapat dibeli, dijual, atau disewakan oleh pemain lain sesuka hati.

Setiap player bisa mempertarungkan Axies ke dalam pertempuran satu sama lain untuk mendapatkan  reward cryptocurrency Smooth Love Potion (SLP).  Setiap item dalam game, termasuk sebidang tanah berbentuk NFT.

Axie Infinity menjadi salah satu game paling populer di kalangan pecinta game berbasis blockchain. Pada kuartal tiga 2021, permainan ini menjadi koleksi NFT paling banyak diperdagangkan, dengan volume perdagangan lebih dari $2,5 miliar.

Baca jugaShiba Inu (SHIB) Merosot 60%, Minat Ritel Semakin Turun

Salah satu pendiri Axie Infinity Aleksander Leonard Larsen menyebutkan bahwa game tersebut sekarang memiliki sekitar dua juta pemain aktif setiap hari. Yang menarik, dari total pengguna game ini, setengahnya belum pernah menggunakan aplikasi kripto apa pun.

Axie Infinty pun dinilai sebagai pelopor game metaverse, di samping Decentrland, Alice dan yang lainnya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengertian Mata Uang Kripto, Penjelasan dan Cara Kerjanya

Selama pandemi COVID-19 yang dimulai sejak Maret 2020, tren investasi mengalami peningkatan yang signifikan. Meski harga saham sempat anjlok, bagi beberapa orang kondisi tersebut justru merupakan momen untuk membeli saham dalam jumlah besar. Akhirnya, investasi pun menjadi tren, tak hanya untuk saham, tapi juga instrumen lainnya seperti emas, reksa dana, hingga kripto.

Saat ini, mata uang kripto menjadi instrumen investasi yang tengah naik daun. Tidak hanya populer di Indonesia, kripto juga populer di berbagai negara. Mata uang digital ini menawarkan berbagai keuntungan yang akhirnya membuat sebagian besar orang penasaran dan mencoba untuk berinvestasi. 

Apa Itu Mata Uang Kripto dan Bagaimana Cara Kerjanya? 

Mata uang kripto adalah jenis mata uang digital yang terpusat pada sebuah jaringan bernama Blockchain. Mata uang ini dijamin oleh kriptografi, yaitu sebuah metode untuk melindungi informasi dan saluran komunikasi dengan menggunakan kode. 

Mata uang digital ini bisa digunakan untuk bertransaksi secara peer-to-peer tanpa perantara pihak ketiga. Salah satu negara yang sudah sangat akrab dengan kripto adalah Nigeria. Di Nigeria, mata uang kripto bisa digunakan untuk melakukan pembayaran di toko online dengan memanfaatkan smartphone

Cara kerja mata uang kripto bisa disederhanakan melalui tiga kata kunci, yakni digital, terenkripsi, dan terdesentralisasi. Tidak seperti mata uang konvensional yang dikontrol oleh otoritas sentral, mata uang kripto sepenuhnya dikontrol dan dikelola oleh pengguna melalui internet.

5 Mata Uang Kripto yang Tren pada November 2021

Banyak mata uang kripto yang mengalami peningkatan harga setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa aset kripto yang sedang tren pada November 2021:

1. Shiba Inu (SHIB)

Shiba Inu atau SHIB baru dibuat pada pertengahan 2020. Saat ini, memecoin ini begitu viral dan populer di kalangan investor kripto. Shiba Inu berdiri di atas blockchain Ethereum. Meski harganya masih di bawah satu sen, Shiba Inu menunjukkan peningkatan yang signifikan beberapa kali. 

Dengan harga awal hanya sebesar $0.0000000014, kini SHIB mengalami peningkatan pesat hingga menjadi $0.00007392 saat memasuki bulan November 2021. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah didongkrak dengan cuitan Elon Musk, peluncuran DEX tersendiri bernama ShibaSwap, juga diborong secara besar-besaran oleh whale beberapa waktu lalu.

2. Dogecoin (DOGE)

Mata uang kripto satu ini memiliki logo yang sama dengan SHIB, yakni anjing ras Jepang Shiba Inu. Berkat pengusaha nyentrik Elon Musk, Dogecoin (DOGE) menjadi topik yang viral dan menarik banyak sekali investor. Meski berawal dari sebuah candaan pada 2013 lalu, kini Dogecoin menjadi salah satu mata uang kripto yang paling diminati. 

Tidak seperti kebanyakan kripto lainnya yang memiliki batasan jumlah uang yang dibuat, Dogecoin tidak memiliki hal itu. Dogecoin bebas membuat jumlah uang sebanyak apa pun. Harga Dogecoin (DOGE) pada 2017 hanyalah sebesar $0,0002. Pada November 2021, harganya berhasil meningkat dan berada di $0.3304.

3. Ether (ETH)

Jika berbicara soal mata uang kripto, sebagian besar orang pasti sudah mengenal Ether (ETH). Mata uang kripto ini kerap kali menjadi pilihan para investor untuk menanamkan uangnya. Ether menjadi kesukaan para pembuat program karena berfungsi sebagai penggerak blockchain kenamaan Ethereum yang menjanjikan berbagai fitur dan pengembangan, seperti smart contract dan NFT. 

Selama lima tahun terakhir, Ether menunjukkan perkembangan yang begitu mengagumkan. Harganya meningkat hampir 40.000%, mulai dari $11 menjadi lebih dari $4,800 saat memasuki bulan November. Selain itu, kapitalisasi pasar Ether juga telah mencapai lebih dari $520 miliar.

4. Cardano (ADA)

Mata uang kripto satu ini terkenal karena metode validasi bukti kepemilikannya. Metode tersebut dapat mempercepat waktu transaksi serta mengurangi penggunaan energi dan dampak lingkungan. Caranya dengan menghilangkan aspek kompetitif dan pemecahan masalah dari verifikasi transaksi.

Layaknya ETH yang mendukung Ethereum, ADA juga mendukung platform-nya sendiri, Cardano, yang memiliki smart contract dan aplikasi terdesentralisasi. ADA mengalami peningkatan harga sebesar 10.000% yang tercatat sejak 2017. Harga ADA saat itu adalah $0.02, sedangkan saat memasuki bulan November  2021, harganya meningkat menjadi $2,2786.

Baca Juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

5. Solana (SOL)

SOL merupakan altcoin yang diluncurkan pada 2020 oleh Solana Foundation. Koin yang satu ini menjadi salah satu primadona trader dan investor karena kenaikannya yang signifikan. Bagaimana tidak, harga SOL pada 17 Februari 2021 berada di angka $8.2226 atau berkisar Rp 117 ribu. Lalu 9 bulan kemudian tepatnya 17 November 2021, SOL berada di level harga $213.79 atau Rp 3 juta! 

Nah, salah satu penyebab SOL mengalami kenaikan drastis adalah inovasi pada blockchain-nya yang sedang berjalan dan menunjukkan progress positif.

Itulah beberapa jenis mata uang kripto yang melonjak saat pandemi. Tertarik untuk berinvestasi? Langsung saja memulai investasi melalui Tokocrypto, platform pertukaran mata uang kripto termudah dan teraman. Anda bisa menjual, membeli, dan berinvestasi berbagai jenis mata uang kripto. 

Tokocrypto juga menyediakan informasi-informasi penting yang bisa menambah wawasan Anda mengenai mata uang kripto. Jangan lupa follow media sosial Instagram dan Twitter Tokocrypto untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!





Sumber : news.tokocrypto.com

Solusi Scaling Matic Untuk Game Berbasis Ethereum

Jelajahcoin.com – TSB Games, perusahaan di balik game VR The Sandbox, mengumumkan kemitraan dengan solusi scaling lapisan kedua Matic. Menurut pengumuman 19 Maret, Matic akan memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (DApp) untuk melakukan transaksi lebih cepat. Dan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Kemitraan ini juga dimaksudkan untuk memfasilitasi transaksi desentralisasi pada platform dengan lebih baik. Sebagai bagian dari kemitraan. Matic juga berpartisipasi dalam putaran kedua Sandobox tentang penjualan LAND virtual yang diwakili oleh non-fungible token (NFTs).

Solusi scaling yang dipertaruhkan oleh Matic akan digunakan untuk membantu memperkenalkan komunitas proyek ke NFT dan DApps. Pengumuman itu berbunyi:

“Ini akan menjadi kesempatan bagi komunitas kami untuk membiasakan diri dengan sisi lain dari proyek mereka dan bertemu di LAND eksklusif mereka.”

Dunia virtual di tanah blockchain

Sandbox adalah contoh terbaru dari proyek VR berbasis blockchain yang memungkinkan para penggunanya untuk membeli persediaan terbatas tanah virtual. Seperti yang dilaporkan dalam analisis baru-baru ini tentang proyek-proyek serupa. Para pengguna Decentraland dunia VR yang berbasis Ethereum telah menghabiskan lebih dari $1 juta untuk lahan digital.

Sandbox baru-baru ini mengumumkan pra-penjualan tanah ketiganya setelah permainanpembuatan ponselnya telah melihat lebih dari 40 juta unduhan. Game ini juga menarik perhatian veteran industri game Square Enix, yang dikenal karena merilis franchise Final Fantasy. Raksasa video game ini telah menginvestasikan $2 juta dalam proyek ini.

The Sandbox: Game Berbasis Blockchain Umumkan Pre-sale Ketiga

Seperti yang dilaporkan oleh Jelajahcoin sebelumnya, Pengguna Ethereum akan segera dapat mengambil keuntungan dari game berbasis blockchain lain bernama The Sandbox, dengan teknologi token yang tidak dapat dipertukarkan. The Sandbox (TSB), sebuah game kreasi mobile dengan lebih dari 40 juta unduhan.

Mengumumkan pada 12 Maret bahwa mereka akan mengadakan pre-sale ketiga dari ruang virtual game. Disebut sebagai LAND, mulai tanggal 31 Maret pukul 1:00 PM GMT. The Sandbox dengan cepat menjadi salah satu game blockchain yang paling didambakan di pasar.

Pre-sale pertama dari game ini adalah pada bulan Desember 2019 lalu. Yang menjual lebih dari 3000 copy dalam empat jam. The Sandbox mengumumkan presale kedua pada 16 Februari 2020 kemarin, yang menjual sekitar 6.192 buah, menghasilkan 800 ETH, atau sekitar 206.000 US Dolar.





Sumber : news.tokocrypto.com