Pasar kripto hari ini, Senin (13/10) kembali menguat setelah Presiden AS, Donald Trump menunjukkan sikap yang lebih lunak terhadap China. Bitcoin naik ke $115.000 dan Ethereum menembus $4.100 pasca penurunan tajam Jumat lalu, sementara volatilitas akhir pekan memperlihatkan kemampuan kripto untuk menyerap guncangan dan melindungi pasar tradisional. Trader menilai sikap Trump sebagai tanda de-eskalasi, dengan peluang tarif China di Polymarket turun 8%.
Sementara itu, pemulihan pasar juga mendorong total kapitalisasi kripto menembus $4 triliun, dipimpin oleh lonjakan ETH, BNB, dan DOGE yang naik dua digit. Bahkan Synthetix (SNX) mencetak rekor tertinggi baru 2025 setelah melonjak lebih dari 100%. Lihat lebih lengkap di bawah:
Pasar Kripto Menguat Karena Sikap Trump Melunak ke China
Respons Trump naikkan Bitcoin ($115.000) dan Ethereum ($4.100) pasca jatuh Jumat.
Volatilitas akhir pekan: Kripto 24/7 serap guncangan, lindungi pasar TradFi.
Trader anggap Trump melunak sebagai de-eskalasi; peluang tarif China di Polymarket turun 8%.
ETH, BNB, DOGE Pimpin Pasar Kripto Rebound ke $4 Triliun
Total kapitalisasi pasar kripto sempat melonjak di atas $4 triliun pada hari Minggu.
ETH, BNB, DOGE naik dua digit setelah kejatuhan Jumat yang hapus hampir $500 miliar.
Synthetix (SNX) sempat naik >100%, lampaui harga sebelum crash, cetak rekor tertinggi baru 2025.
Dadakan ASTER! Cashback 100% Total Hadiah Rp20 JUTA*
Wajar rame, soalnya Dadakan Cashback balik lagi! 😆 Dan kali ini, spesial banget buat kamu yang trading $ASTER! 🚀
🎯 Total hadiah Rp 20 JUTA* 💰 🎁 Hadiah dalam bentuk ASTER 🤩 📅 Cuma sampai 22 Oktober 2025!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Indeks Ketakutan & Keserakahan (Fear & Greed Index) untuk pasar kripto anjlok ke titik terendah dalam enam bulan terakhir, menandakan gelombang kepanikan besar di kalangan investor setelah kombinasi berita buruk mengguncang pasar global, mulai dari kebijakan tarif tinggi Presiden Donald Trump terhadap China hingga kejatuhan harga Bitcoin yang memicu likuidasi massal.
Dari “Serakah” ke “Takut” Dalam 24 Jam
Dalam waktu hanya satu hari, angka indeks yang sebelumnya berada di level 64 (Greed) anjlok drastis ke 31 (Fear). Perubahan tajam ini mencerminkan lonjakan kekhawatiran dan ketidakpastian ekstrem di kalangan pedagang aset digital.
Anjloknya sentimen ini bertepatan dengan pengumuman tarif impor baru terhadap China oleh Presiden Trump, yang langsung mengguncang pasar global dan memperburuk volatilitas di sektor kripto.
Bitcoin Runtuh, Bursa Tumbang
Dilaporkan Livebitcoinnews, Bitcoin tak luput dari badai. Aset digital terbesar di dunia itu turun ke level $102.000 di kontrak berjangka abadi Binance, yang memicu likuidasi lebih dari $1 miliar posisi leverage di berbagai bursa.
Akibat lonjakan volume dan volatilitas ekstrem, beberapa bursa besar seperti Binance dan Coinbase mengalami gangguan teknis. Sejumlah pengguna melaporkan buku pesanan yang membeku, aplikasi melambat, dan penundaan transaksi pada jam sibuk.
Kondisi ini menjadi “stress test” besar-besaran bagi infrastruktur perdagangan kripto, memperlihatkan betapa rentannya sistem terhadap lonjakan aktivitas pasar yang tiba-tiba.
Pasar Dipenuhi Ketakutan, Tapi Ada Peluang
Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 12 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
Menurut data dari alternative.me, penurunan ke level 31 merupakan sentimen terburuk sejak April 2025. Meskipun menakutkan, beberapa analis melihat situasi ini justru sebagai indikasi potensi titik balik.
Indeks sentimen intraday bahkan turun hingga -2,8 deviasi standar, menandakan pasar berada dalam kondisi panik berlebihan, yang sering kali menjadi pertanda awal dari pemulihan harga.
Namun, di sisi lain, aktivitas media sosial tentang Bitcoin menurun tajam, menunjukkan bahwa investor ritel memilih menunggu daripada membeli saat penurunan.
Tarif Trump Guncang Dunia Keuangan
Dampak tarif baru juga merembet ke pasar tradisional. Indeks S&P 500 anjlok 2,7%, sementara bursa saham di Asia dan Eropa ikut melemah. Kebijakan Trump untuk menaikkan tarif 100% terhadap barang impor China telah memicu ketegangan perdagangan baru di tengah tuduhan bahwa Beijing membatasi ekspor rare earth, bahan penting bagi industri teknologi AS.
Kondisi ini menambah tekanan bagi investor global yang kini semakin menghindari aset berisiko, termasuk kripto.
💥BOOM: Our intraday Cryptoasset Sentiment Index just generated a strong contrarian buying signal!
The index reached an intraday low of -2.8 standard deviations – its lowest level since the “Yen Carry Trade Unwind” in the summer of 2024.
Meski suasana pasar saat ini dibayangi ketakutan dan likuidasi besar-besaran, beberapa pengamat meyakini fase panik ekstrem seperti ini kerap menjadi awal dari konsolidasi sehat.
Dengan tingkat volatilitas yang tinggi dan tekanan makroekonomi yang belum mereda, pelaku pasar disarankan tetap waspada namun jeli melihat peluang ketika sentimen mulai berbalik.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Komunitas kripto di CoinMarketCap kembali menunjukkan siapa bintang dan siapa “kambing hitam” di pasar minggu ini.
Berdasarkan data community sentiment yang diambil dari data CoinMarketCap, ribuan pengguna memberikan suara bullish dan bearish terhadap berbagai aset digital, menciptakan peta emosi pasar yang menarik untuk disimak.
Aset Kripto dengan Sentimen Paling Bullish
Beberapa aset berhasil mencuri hati komunitas dengan dominasi suara positif di atas 80%. Berikut daftar token yang paling disukai minggu ini:
Sei (SEI) – 92,5% bullish Token layer-1 ini menjadi primadona dengan lonjakan harga 7,35% dalam 24 jam terakhir ke $0,2062. Komunitas percaya Sei punya prospek kuat berkat ekosistem DeFi yang terus berkembang.
Chainlink (LINK) – 85,6% bullish Harga $17,39 dan naik 3,07%, Chainlink tetap jadi pilihan favorit investor berkat peningkatan adopsi oracle dalam ekosistem blockchain besar seperti Ethereum dan Polygon.
Kaspa (KAS) – 84,8% bullish Dengan harga $0,05742 dan naik 7,04%, Kaspa menarik perhatian karena teknologinya yang cepat dan skalabel, sering disebut sebagai “Bitcoin versi turbo.”
Cronos (CRO) – 84,7% bullish Token ekosistem Crypto.com ini stabil di $0,1581 dengan kenaikan 0,54%, didorong oleh peningkatan utilitas di platform staking dan NFT.
SPX6900 (SPX) – 83,8% bullish Token bertema meme ini justru melejit dengan kenaikan 7,75% menjadi $1,06, membuktikan bahwa proyek dengan komunitas solid masih bisa bersinar di tengah ketidakpastian pasar.
Aset Kripto dengan Sentimen Paling Bearish
Di sisi lain, beberapa token justru mendapat lebih banyak “downvote” dari komunitas. Berikut daftar aset yang paling pesimis minggu ini:
OFFICIAL TRUMP (TRUMP) – 59,1% bearish Token politik ini terus menuai kontroversi dengan harga $5,92, hanya naik 0,63%. Komunitas tampaknya mulai kehilangan kepercayaan pada narasi token bertema politik.
MemeCore (M) – 52,8% bearish Meskipun harga $2,17 naik 3,15%, banyak pengguna menilai hype-nya mulai memudar setelah reli singkat di awal bulan.
DoubleZero (2Z) – 52,5% bearish Turun 9,99% ke $0,248, token ini menjadi salah satu aset dengan tekanan jual terbesar dalam daftar.
OKB (OKB) – 43,5% bearish Token bursa OKX ini melemah ke $175,18 setelah beberapa hari fluktuasi tinggi, menunjukkan penurunan minat jangka pendek dari komunitas.
Story (IP) – 40,8% bearish Meski masih di $5,45, token ini turun 2,79% dan dianggap kehilangan momentum setelah rilis fitur barunya gagal menarik minat pasar.
Kesimpulan: Sentimen Pasar Mulai Terbagi
Data CoinMarketCap menunjukkan bahwa pasar saat ini tengah berada dalam fase “campuran” — beberapa proyek fundamental kuat seperti Sei dan Chainlink mendapatkan dukungan besar, sementara token berisiko tinggi dan bertema politik seperti TRUMP mulai ditinggalkan.
Dengan meningkatnya volatilitas pasar belakangan ini, sentimen komunitas bisa menjadi indikator menarik untuk melihat potensi pergerakan harga berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Dogecoin (DOGE) baru saja mengalami salah satu guncangan harga paling dramatis dalam sejarah pergerakan pasar kripto. Setelah anjlok tajam akibat aksi jual massal yang melanda seluruh pasar, beberapa analis menilai momen ini bisa menjadi peluang emas bagi investor berani.
Kejatuhan Drastis: Dari $0,25 ke Bawah $0,10
Dalam dua hari terakhir, pasar kripto terguncang hebat. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, lebih dari $900 miliar kapitalisasi pasar global tersapu bersih akibat kepanikan yang disebut-sebut dipicu oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, terkait kebijakan tarif baru.
Dogecoin, sebagai salah satu koin meme paling populer, menjadi korban besar dari badai tersebut. Harga DOGE yang sebelumnya berada di sekitar $0,25 anjlok tajam hingga menyentuh di bawah $0,10 di beberapa bursa utama, level terendahnya dalam lebih dari setahun.
Namun menariknya, tak lama setelah itu DOGE memantul cepat ke sekitar $0,19, menandakan adanya aksi beli besar-besaran di level bawah.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Crypto Potato, analis terkenal, Daan Crypto Trades, menjelaskan bahwa pergerakan DOGE mencerminkan pola umum altcoin dalam fase volatilitas ekstrem:
“Harga turun sekitar 70% dari puncak ke dasar, lalu kembali naik ke pertengahan pergerakan. Biasanya, setelah itu akan ada fase sideways sebelum koreksi kecil berikutnya sebesar 10%–20%,” ujarnya.
Menurutnya, momen penting akan terjadi ketika harga DOGE menembus puncak pantulan pertama. Jika itu terjadi, bisa jadi sinyal kuat bahwa momentum bullish baru mulai terbentuk.
“Ada area inefisiensi 15%–30% yang bisa cepat terisi jika harga menembus titik tersebut,” tambahnya.
Zona “Beli Saat Turun” Menurut Analis
Sementara itu, analis on-chain terkemuka Ali Martinez menilai harga saat ini bisa menjadi zona akumulasi ideal bagi investor jangka menengah.
Menurutnya, area sekitar $0,18–$0,20 merupakan “zona beli saat turun” (buy-the-dip zone) yang secara historis memberi peluang keuntungan tinggi.
Martinez bahkan memproyeksikan potensi kenaikan DOGE hingga $0,48, atau lebih dari 150% dari harga saat ini, meskipun ia mengakui bahwa target tersebut tampak ambisius di tengah ketidakpastian pasar.
DOGE Masih Punya Gigitan Tersisa
Dengan volatilitas ekstrem dan spekulasi yang kembali meningkat, Dogecoin sekali lagi menunjukkan daya tarik khasnya di kalangan trader.
Meski risiko tetap tinggi, beberapa analis meyakini fase koreksi besar ini justru membuka peluang, terutama bagi mereka yang percaya bahwa komunitas DOGE dan minat pasar meme coin belum padam. Mungkin inilah waktunya untuk melihat lebih dekat koin yang “dimulai sebagai lelucon” tapi kini kembali menjadi sorotan utama pasar kripto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Solana (SOL) menunjukkan ketahanan luar biasa setelah sempat anjlok ke $180 di tengah gejolak pasar kripto. Kini, SOL diperdagangkan di sekitar $185, menandakan pemulihan cepat dan potensi rebound jika momentum beli terus meningkat.
SOL Bertahan di Titik Kritis, Pembeli Mulai Kembali Masuk
Setelah koreksi tajam sebesar 12% pada Jumat lalu, Solana berhasil mempertahankan level support utama di $180. Pemulihan intraday yang cepat menunjukkan minat beli kembali meningkat di zona diskon. Data on-chain mencatat arus masuk bersih sebesar $25 juta ke ekosistem Solana, mengindikasikan akumulasi baru oleh investor spot dan jangka panjang.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Grafik harian memperlihatkan pola saluran naik (ascending channel) masih utuh, dengan batas bawahnya kini menjadi pertahanan penting. EMA 200 hari di sekitar $186 memperkuat zona ini sebagai area permintaan utama. Di sisi atas, resistensi kunci berada di $212–$216, yang jika ditembus bisa membuka jalan menuju target berikutnya di $235 hingga $245.
Sementara itu, RSI yang mendekati level 35 menunjukkan kondisi hampir jenuh jual—pertanda bahwa tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan arah makin besar.
Ketahanan Jaringan Jadi Kunci Kepercayaan Investor
Dilaporkan Coinedition, kepercayaan terhadap Solana juga didorong oleh stabilitas jaringan yang terbukti kuat, bahkan saat pasar bergejolak. Dalam pembaruan terbaru di X, tim Solana menegaskan bahwa blockchain tetap memproses 6.000–10.000 transaksi per detik (TPS) tanpa gangguan, dengan biaya tetap rendah dan utilisasi mendekati 60 unit komputasi per blok.
Kinerja konsisten di tengah volatilitas ini menjadi pembeda dari masa lalu ketika jaringan sempat mengalami gangguan teknis. Kini, kemampuan Solana untuk tetap beroperasi lancar justru memperkuat keyakinan jangka panjang investor.
Akumulasi On-Chain: Sinyal Rebound Semakin Jelas
Over the last hour, Solana’s network demonstrated resilience under extreme demand:
– Raw transactions spiked to 6-10k per second – Utilization reached up near 60 CUs per block – Median transaction fees remained low pic.twitter.com/FKV3a45v5U
Data dari Coinglass menunjukkan pergeseran tajam dari arus keluar ke arus masuk bersih. Arus masuk sebesar $25,29 juta pada 11 Oktober mencerminkan kembalinya minat beli institusional dan ritel setelah penurunan besar. Jika tren ini berlanjut dan arus masuk harian tetap di atas $20 juta, analis menilai harga Solana berpeluang stabil di atas $185 sepanjang minggu ini.
Prediksi Harga Solana: Waspada, Tapi Optimis
Selama level $180 mampu dipertahankan, prospek teknikal SOL masih bullish hati-hati. Penembusan di atas $216 bisa menjadi pemicu kuat (breakout trigger) untuk mengonfirmasi pembalikan arah menuju $230–$245.
Namun, jika gagal bertahan di atas $180, tekanan jual dapat membawa harga ke level $165 bahkan $150, yang menjadi zona likuiditas dan area pantulan potensial berikutnya.
Solana Masih Punya Tenaga untuk Bangkit
Dengan kombinasi dukungan teknikal yang solid, akumulasi on-chain positif, dan performa jaringan yang tangguh, Solana tampak siap melanjutkan fase pemulihan. Para analis menilai, rebound ke area $230–$235 bukan hal mustahil selama pembeli mampu mempertahankan kontrol di atas $180.
Untuk saat ini, pasar menatap Solana sebagai salah satu aset yang paling resilien setelah badai likuidasi besar minggu lalu, dan mungkin, gelombang bullish berikutnya akan dimulai dari sini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sementara Bitcoin (BTC) dan BNB mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa dalam sepekan terakhir, nasib XRP tampak berlawanan arah. Token asli Ripple itu justru tergelincir tajam dan kehilangan momentum yang sempat membawanya menjadi salah satu aset terbesar di pasar kripto.
Dilaporkan Crypto Potato, kini muncul pertanyaan besar: apakah XRP akan terus anjlok di minggu depan? Menurut analisis dari ChatGPT, prospeknya tidak terlalu menggembirakan.
XRP Kehilangan Posisi dan Momentum
Penurunan XRP semakin nyata setelah token ini turun dari posisi ketiga ke peringkat kelima berdasarkan kapitalisasi pasar. Dalam tujuh hari terakhir saja, harga XRP anjlok lebih dari 21%, menghapus sebagian besar kenaikan yang diperoleh pada bulan September.
Sementara BNB dan Bitcoin terus mencuri perhatian investor dan menyerap likuiditas dari aset “tertinggal”, XRP justru kehilangan daya tariknya. ChatGPT menilai bahwa indikator RSI harian XRP kini berada di zona netral hingga oversold, menandakan melemahnya momentum beli.
Level Teknis yang Perlu Diperhatikan
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
ChatGPT mencatat bahwa XRP telah menembus dua support penting di level $2,70 dan $2,50. Jika tekanan jual berlanjut, support berikutnya berada di $2,20 dan $2,00 — dua area yang akan sangat menentukan arah harga selanjutnya.
Untuk memulai reli baru, XRP harus menembus resistance $2,70, lalu melanjutkan ke $3,00–$3,10. Namun, ChatGPT menilai tren jangka pendek XRP kini cenderung bearish setelah beberapa minggu bergerak sideways.
“Tren jangka pendek telah berubah sedikit menjadi bearish setelah beberapa minggu perdagangan datar,” tulis ChatGPT dalam analisanya.
Prediksi ChatGPT: 50% Peluang Harga Turun Lagi
Menurut model analisis ChatGPT, peluang terbesar XRP dalam seminggu ke depan adalah melanjutkan tren bearish dengan probabilitas 45%–50%. Dalam skenario ini, harga diperkirakan bisa turun secara bertahap menuju $2,10, mendekati dua area support utama.
Skenario kedua — yaitu konsolidasi di antara $2,20–$2,70, memiliki peluang 30%–35%, sementara peluang rebound bullish di atas $3,00 hanya 20%–25%, dan itu pun bergantung pada kembalinya volume besar atau munculnya katalis positif baru dari pihak Ripple.
Kesimpulan: Sinyal Bahaya untuk XRP Holder
Dengan tekanan jual yang masih kuat dan dominasi pasar beralih ke Bitcoin dan BNB, XRP tampaknya belum siap untuk bangkit dalam waktu dekat. Para trader disarankan untuk mengamati level support $2,20 dan $2,00 dengan cermat, karena jika level ini jebol, XRP bisa menghadapi fase bearish yang lebih dalam lagi.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar kripto kembali diramaikan oleh pergerakan mengejutkan dari Succinct (PROVE), salah satu aset digital yang fokus pada infrastruktur zero-knowledge proof (ZKP).
Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat harga PROVE melonjak tajam sebesar +21.29%, menembus level $0.735 per token.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai $143.34 juta USD dan volume perdagangan yang sangat tinggi, yaitu sekitar $256.20 juta USD, Succinct kini menjadi sorotan para pelaku pasar yang mencari peluang di tengah kondisi kripto yang masih bergejolak.
Kenaikan signifikan ini menandai momentum pemulihan bagi PROVE setelah sempat mengalami tekanan selama beberapa bulan terakhir.
Dalam periode 60 hari terakhir, harga token ini tercatat turun lebih dari -48%, sementara secara bulanan masih melemah sekitar -21%.
Namun, lonjakan harian lebih dari +20% mengindikasikan adanya potensi short-term reversal yang didorong oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental.
Harga Succinct (PROVE) hari ini berada di kisaran $0.735097, naik tajam dari posisi harian sebelumnya di sekitar $0.61.
Dalam 24 jam terakhir, aset ini bergerak cukup volatil dengan rentang harga antara $0.621 hingga $0.849, mencerminkan tingginya minat spekulatif pasar terhadap aset berbasis teknologi privasi ini.
Meskipun masih jauh dari rekor tertingginya di $1.726, kenaikan harga baru-baru ini menunjukkan bahwa investor mulai kembali percaya terhadap prospek jangka menengah Succinct.
Secara mingguan, harga PROVE hanya turun -2.72%, jauh lebih stabil dibanding performa bulan lalu.
Faktor yang Mendorong Lonjakan Harga Succinct (PROVE)
Beberapa faktor utama tampak memengaruhi pergerakan positif PROVE dalam 24 jam terakhir:
Peningkatan Fokus pada Teknologi Zero-Knowledge Proof (ZKP) Succinct merupakan salah satu proyek yang mengembangkan infrastruktur proof-of-concept untuk efisiensi dan keamanan transaksi di blockchain. Ketika tren adopsi ZKP kembali meningkat — terutama di ekosistem Ethereum dan Layer-2 — proyek seperti PROVE mendapat keuntungan dari perhatian investor yang meningkat.
Volume Perdagangan Meledak di Tengah Market Rebound Lonjakan volume perdagangan harian hingga $256 juta USD menunjukkan aktivitas pembelian besar-besaran dari pelaku pasar. Hal ini bisa menandakan masuknya pelaku institusional atau whales yang melihat harga PROVE telah mencapai level diskon setelah koreksi dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi Makro Kripto yang Mulai Pulih Setelah tekanan dari kebijakan moneter AS dan ketidakpastian geopolitik yang menekan pasar kripto selama kuartal sebelumnya, aset digital mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kenaikan Bitcoin di atas $110.000 dan Ethereum yang kembali mendekati $3.800 turut memperkuat sentimen positif di altcoin seperti PROVE.
Sentimen Teknis: Potensi Reversal Jangka Pendek Secara teknikal, PROVE berhasil menembus level resistance minor di kisaran $0.70, yang kini berubah menjadi area support baru. Jika momentum beli terus meningkat, target jangka pendek berikutnya berada di sekitar $0.85–$0.90, sementara penurunan di bawah $0.68 dapat memicu aksi ambil untung kembali.
Pergerakan harga Succinct (PROVE/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Analisis Teknis: PROVE di Ambang Tren Bullish Baru
Indikator RSI (Relative Strength Index) Succinct mulai menunjukkan sinyal positif, bergerak dari area oversold menuju zona netral di sekitar 55–60.
Ini menandakan bahwa tekanan jual mulai berkurang, sementara tekanan beli terus meningkat.
Volume yang melonjak dua kali lipat dari rata-rata harian juga menambah keyakinan bahwa reli kali ini memiliki dasar yang lebih kuat.
Jika tren ini berlanjut selama beberapa hari ke depan, PROVE berpotensi membentuk pola bullish continuation yang dapat membawa harga mendekati area psikologis $1.
Kenaikan lebih dari +20% dalam sehari menjadi sinyal bahwa Succinct (PROVE) mulai keluar dari fase koreksi panjang.
Dengan dukungan kuat dari tren teknologi Zero-Knowledge Proof, minat investor institusional yang meningkat, serta volume perdagangan yang melonjak drastis, PROVE berpeluang memasuki fase recovery rally dalam waktu dekat.
Namun, volatilitas tetap menjadi faktor risiko utama. Investor disarankan memantau level support $0.68 dan resistance $0.85 untuk mengantisipasi pergerakan lanjutan.
Jika momentum positif bertahan, Succinct bisa menjadi salah satu altcoin dengan performa paling impresif di kuartal akhir 2025.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Ethereum (ETH) kembali menunjukkan pergerakan positif setelah mencatat kenaikan tipis sebesar +0.84% dalam 24 jam terakhir, menempatkan harga di kisaran $3,817 per ETH.
Aset kripto terbesar kedua di dunia ini kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $460,7 miliar USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $52,18 miliar yang menandakan aktivitas pasar yang tetap kuat meski volatilitas global masih tinggi.
Kenaikan harga ini memberikan angin segar bagi investor yang sempat tertekan oleh pelemahan harga Ethereum selama sebulan terakhir, di mana ETH turun hampir -16% dalam rentang 30 hari.
Namun, data terbaru menunjukkan adanya potensi rebound yang mulai terbentuk di tengah optimisme terhadap perkembangan jaringan Ethereum dan prospek pasar kripto menjelang akhir tahun 2025.
Kinerja Harga Ethereum: Stabilitas di Tengah Koreksi Global
Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum bergerak di antara $3,652 hingga $3,860, menunjukkan rentang pergerakan yang relatif sempit dibandingkan volatilitas mingguan sebelumnya.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal lalu, ETH masih menunjukkan performa yang solid dengan kenaikan sekitar +25.79% dalam 90 hari, menandakan minat investor jangka panjang tetap kuat.
Meskipun Ethereum sempat terkoreksi hingga -17.69% dalam dua bulan terakhir, analis menilai penurunan tersebut lebih bersifat technical adjustment setelah reli besar di awal 2025, ketika harga sempat mendekati level $4,953, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang masa (ATH).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga ETH
Beberapa faktor utama yang mendorong stabilitas dan potensi kenaikan harga Ethereum saat ini antara lain:
Adopsi DeFi dan Layer-2 Semakin Luas Protokol Layer-2 seperti Arbitrum, Optimism, dan Base terus meningkatkan volume transaksi di atas jaringan Ethereum. Hal ini mendorong peningkatan network demand sekaligus memperkuat nilai fundamental ETH sebagai bahan bakar utama ekosistem DeFi global.
Institusional Interest Masih Kuat Meski pasar kripto sempat terkoreksi, minat institusi terhadap Ethereum tetap tinggi. Banyak manajer aset mulai menambah eksposur pada ETH setelah ETF berbasis spot Bitcoin sukses besar di pasar AS dan Eropa, membuka peluang bagi ETF Ethereum dalam waktu dekat.
Peningkatan Aktivitas Smart Contract dan NFT Utility Ethereum masih menjadi rumah bagi mayoritas proyek smart contract, dApps, dan koleksi NFT yang beralih ke utilitas nyata. Lonjakan aktivitas ini menambah tekanan positif pada harga gas, yang sering kali menjadi indikator pertumbuhan jaringan.
Ekspektasi terhadap Pembaruan Protokol Selanjutnya Komunitas pengembang Ethereum terus menyiapkan peningkatan sistem (seperti Verkle Trees dan efisiensi biaya gas) yang diharapkan akan memperkuat daya saing jaringan dibanding blockchain baru seperti Solana atau Avalanche.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Analisis Teknis: ETH Bertahan di Level Psikologis $3,800
Secara teknikal, level $3,800 menjadi area support penting yang saat ini diuji oleh pasar. Jika ETH berhasil menembus dan bertahan di atas $3,850, analis memperkirakan potensi kenaikan menuju $4,000 dalam jangka pendek.
Namun, apabila tekanan jual meningkat akibat aksi ambil untung, area $3,650 akan menjadi level pertahanan berikutnya.
Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di kisaran 55–58, menandakan kondisi pasar yang masih netral menuju bullish momentum.
Volume perdagangan yang besar juga menunjukkan bahwa investor masih aktif menunggu katalis positif berikutnya, baik dari sisi teknis maupun fundamental.
Meski pergerakan harga Ethereum saat ini masih relatif moderat, tren jangka menengahnya tetap menunjukkan sinyal penguatan.
Dukungan dari ekosistem DeFi, adopsi institusional, dan pembaruan protokol yang terus berlanjut menjadikan ETH sebagai aset utama yang berpotensi memimpin fase bullish berikutnya di pasar kripto 2025.
Dengan harga saat ini di sekitar $3,817, Ethereum menunjukkan kombinasi yang menarik antara stabilitas dan potensi pertumbuhan.
Jika momentum ini berlanjut, ETH berpeluang kembali menantang level psikologis $4,000 untuk membuka jalan menuju rekor tertinggi barunya di tahun mendatang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Aset kripto Radiant Capital (RDNT) mencuri perhatian investor setelah mengalami lonjakan harga spektakuler lebih dari +92% dalam 24 jam terakhir.
Menurut catatan Tokocrypto pada Minggu (12/10), harga Radiant Capital kini berada di $0.027258 per token, dengan kapitalisasi pasar mencapai $35,22 juta USD dan volume perdagangan harian melonjak ke $371,08 juta USD.
Lonjakan tajam ini menandai kebangkitan signifikan bagi proyek DeFi lintas-rantai tersebut, yang sebelumnya sempat bergerak datar dalam beberapa bulan terakhir.
Kini, Radiant Capital menjadi salah satu aset dengan performa terbaik di pasar altcoin minggu ini.
Dalam satu hari terakhir, RDNT mengalami kenaikan sebesar $0.012881, atau +91,15% dibanding harga sebelumnya.
Kenaikan ini juga memperpanjang tren positif dalam sebulan terakhir yang mencatatkan pertumbuhan +24,01%, sementara dalam 90 hari terakhir, token ini masih menguat +4,94%.
Secara teknikal, lonjakan harga RDNT ini mendorong token keluar dari fase konsolidasi panjang di bawah $0.02, dan kini mulai menargetkan area resistensi baru di kisaran $0.03–$0.035.
Level tersebut akan menjadi area kunci untuk menentukan arah pergerakan berikutnya: apakah momentum bullish akan berlanjut, atau justru terjadi koreksi sehat setelah reli cepat.
Faktor Utama yang Mendorong Kenaikan Harga RDNT
Beberapa faktor penting diyakini menjadi pemicu utama lonjakan harga Radiant Capital:
1. Peningkatan Aktivitas pada Ekosistem DeFi Lintas-Rantai
Radiant Capital dikenal sebagai salah satu protokol pinjam-meminjam (lending protocol) yang beroperasi di beberapa jaringan blockchain utama seperti Arbitrum dan BNB Chain.
Kenaikan aktivitas pinjaman dan likuiditas yang terkunci (TVL) dalam protokolnya menjadi sinyal kuat bahwa adopsi proyek ini kembali meningkat.
Beberapa analis mencatat bahwa TVL Radiant Capital naik lebih dari 30% dalam sepekan terakhir, menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi proyek ini di tengah tren desentralisasi finansial yang kembali menguat.
2. Dukungan Komunitas dan Sentimen Pasar Positif
Selain faktor fundamental, sentimen komunitas turut memainkan peran penting.
Aktivitas sosial RDNT di platform seperti X (Twitter) dan Discord meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, dengan meningkatnya diskusi seputar potensi ekspansi protokol ke jaringan Layer-2 baru.
Optimisme ini semakin diperkuat oleh tren positif di sektor DeFi dan Real-World Assets (RWA), di mana banyak investor mulai melirik proyek yang berfokus pada interoperabilitas dan efisiensi modal seperti Radiant.
3. Likuiditas Besar di Pasar Spot dan Derivatif
Volume perdagangan harian RDNT yang mencapai lebih dari $371 juta menunjukkan adanya arus masuk dana besar, baik dari ritel maupun institusi.
Aktivitas intens di bursa seperti Binance dan OKX memperlihatkan bahwa minat terhadap token ini meningkat tajam, terutama setelah beberapa indikator teknikal menunjukkan potensi breakout sejak awal pekan.
Pergerakan harga Radiant Capital (RDNT/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Analisis Teknis: Tren Bullish Jangka Pendek
Secara teknikal, RDNT kini bergerak di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA-20) dan 50 hari, yang menjadi sinyal awal pembentukan tren bullish.
RSI (Relative Strength Index) saat ini mendekati level 70, menandakan momentum beli yang kuat meski ada potensi konsolidasi jangka pendek.
Apabila tekanan beli berlanjut, target jangka pendek berada di level $0.032, sementara area support terdekat berada di kisaran $0.022–$0.023.
Jika harga mampu bertahan di atas area ini, tren naik berpotensi berlanjut hingga akhir Oktober.
Prospek Radiant Capital
Radiant Capital memiliki visi untuk menjadi hub utama likuiditas lintas-rantai, memungkinkan pengguna meminjam dan meminjamkan aset dari berbagai blockchain dalam satu ekosistem terpadu.
Dengan tren DeFi yang kembali menarik minat pasar, posisi RDNT sebagai proyek yang menawarkan interoperabilitas tinggi menjadikannya salah satu kandidat kuat untuk pertumbuhan jangka menengah.
Meski demikian, volatilitas tetap menjadi tantangan utama. Investor disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan risiko jangka pendek, mengingat reli tajam biasanya diikuti oleh fase koreksi teknikal.
Kenaikan Radiant Capital (RDNT) hingga 92% dalam 24 jam menjadi sorotan besar di dunia kripto.
Dengan fundamental yang kuat, likuiditas tinggi, dan dukungan komunitas yang solid, proyek ini berpotensi melanjutkan momentum positifnya dalam jangka menengah.
Namun, volatilitas ekstrem juga berarti bahwa investor harus berhati-hati dan menerapkan strategi akumulasi bertahap.
Jika ekosistem DeFi terus berkembang, Radiant Capital bisa menjadi salah satu aset yang menonjol di sektor ini pada kuartal terakhir 2025.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan setelah sempat menguat di awal pekan.
Berdasarkan data real-time via Tokocrypto pada Minggu (13/10), harga Bitcoin saat ini berada di $110,781.10 per BTC, mencatatkan penurunan sekitar -1,5% dalam 24 jam terakhir.
Kapitalisasi pasarnya kini mencapai $2,208 triliun, sementara volume perdagangan harian tercatat sebesar $92,02 miliar USD.
Tekanan global akibat kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya sentimen risiko membuat investor kripto kini berada dalam mode waspada.
Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan mingguan Bitcoin yang kini mencapai -10,51%, memperlihatkan bahwa aset kripto terbesar di dunia tersebut tengah berada dalam fase konsolidasi yang cukup berat di tengah ketidakpastian makroekonomi global.
Dalam 24 jam terakhir, pergerakan harga Bitcoin berada pada kisaran $109.715 hingga $113.080, dengan tekanan jual yang meningkat menjelang pembukaan pasar AS.
Secara historis, Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $126,198.07, yang sempat disentuh pada pertengahan tahun 2025.
Data menunjukkan, Bitcoin telah kehilangan sekitar $10.008 atau -8,29% dalam kurun waktu 90 hari terakhir.
Meskipun pergerakan ini belum menunjukkan pembalikan tren mayor, namun secara teknikal, level $109.000 kini menjadi area support penting yang diawasi oleh para trader institusional.
Faktor Penyebab Tekanan Harga Bitcoin
Beberapa faktor utama yang memicu penurunan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir antara lain:
1. Penguatan Dolar AS dan Kebijakan The Fed
Indeks Dolar AS (DXY) yang terus menguat di atas 105 poin memberikan tekanan signifikan pada aset berisiko, termasuk kripto.
Investor cenderung mengalihkan dana ke aset lindung nilai konvensional seperti obligasi dan emas, terutama setelah pernyataan Federal Reserve yang kembali menegaskan sikap “higher for longer” terhadap suku bunga.
2. Kekhawatiran Terhadap Tarif Dagang Baru AS-China
Langkah pemerintahan Trump untuk memberlakukan tarif impor 100% terhadap produk China memicu gejolak baru di pasar global.
Sentimen risk-off meningkat, dan aset kripto seperti Bitcoin terkena imbasnya karena dianggap berisiko tinggi dalam situasi ketidakpastian geopolitik.
3. Penurunan Likuiditas Pasar Kripto
Volume perdagangan 24 jam Bitcoin yang kini berada di bawah $100 miliar menandakan penurunan partisipasi pasar.
Hal ini diperburuk dengan meningkatnya likuidasi posisi leverage di bursa derivatif, yang menciptakan efek domino penurunan harga dalam jangka pendek
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Analisis Teknis: Area Support dan Potensi Rebound
Dari perspektif teknikal, Bitcoin kini mendekati zona support kuat di $109.000–$108.500.
Jika level ini mampu bertahan, potensi rebound menuju $115.000–$118.000 terbuka lebar. Namun, bila tekanan jual terus berlanjut, penurunan menuju area $105.000 bahkan $100.000 bisa saja terjadi.
Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di kisaran 42, menunjukkan pasar mulai mendekati kondisi jenuh jual (oversold).
Situasi ini seringkali menjadi sinyal awal potensi pembalikan arah, meskipun volatilitas yang masih tinggi.
Harga Bitcoin di kisaran $110.000 saat ini menggambarkan fase transisi pasar antara koreksi dan konsolidasi.
Tekanan dari faktor eksternal seperti tarif perdagangan dan kebijakan moneter AS membuat investor memilih menunggu arah yang lebih jelas.
Jika pasar mampu bertahan di atas $109.000 dalam beberapa hari ke depan, peluang pembalikan menuju zona hijau cukup terbuka.
Namun, jika tekanan jual berlanjut, investor perlu bersiap menghadapi penurunan lanjutan menuju level psikologis $100.000.
Bagi investor jangka panjang, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan akumulasi terukur, mengingat fundamental Bitcoin masih kuat dan adopsi institusional terus meningkat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.