Category Archives: Tokocrypto

Wall Street Serbu Bitcoin dan Stablecoin

Perdebatan Wall Street soal kripto resmi berakhir. Bank-bank terbesar dunia kini tidak lagi mempertanyakan legitimasi aset digital, melainkan berlomba membangun infrastruktur kripto mereka sendiri, mulai dari Bitcoin, stablecoin, hingga uang tunai berbasis blockchain (tokenized cash).

Selama bertahun-tahun, industri perbankan memandang kripto sebagai risiko yang harus dikendalikan. Namun sikap itu berubah drastis. Alih-alih menjauh, bank-bank global kini aktif mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam layanan keuangan arus utama, baik melalui produk investasi teregulasi maupun sistem pembayaran digital.

Perubahan ini tercermin dari serangkaian langkah strategis yang diambil JPMorgan, Morgan Stanley, Barclays, dan Bank of America dalam sepekan terakhir.

JPMorgan dorong token dolar ke jaringan blockchain baru

JP Morgan
JP Morgan

JPMorgan mengumumkan rencana memperluas token simpanan dolar AS miliknya, JPM Coin (JPMD), ke Canton Network, sebuah blockchain layer-1 yang berfokus pada privasi dan interoperabilitas.

Melalui kerja sama dengan Digital Asset dan unit blockchain internalnya, Kinexys, JPM Coin akan memungkinkan perpindahan uang digital yang teregulasi antarjaringan blockchain. JPM Coin sendiri merupakan token simpanan dolar AS yang mewakili klaim langsung atas deposito JPMorgan dan dirancang untuk transaksi institusional yang lebih cepat dan aman.

CEO Digital Asset, Yuval Rooz, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah nyata menuju sistem uang digital teregulasi yang dapat bergerak secepat pasar global.

Morgan Stanley masuk pasar ETF kripto

Morgan Stanley resmi memasuki persaingan exchange-traded fund (ETF) kripto dengan mengajukan dua produk baru ke otoritas pasar modal AS. Produk tersebut adalah Morgan Stanley Bitcoin Trust dan Morgan Stanley Solana Trust, yang memberikan eksposur pasif terhadap harga Bitcoin dan Solana.

Jika disetujui, ETF ini berpotensi menjangkau lebih dari 19 juta klien divisi wealth management Morgan Stanley. Langkah ini menyusul kesuksesan besar ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat, yang kini secara kolektif mengelola lebih dari 1,3 juta BTC dengan nilai mendekati US$120 miliar.

Baca juga: Wall Street Menghijau, Saham Blockchain AS Melejit Tajam! Ini Pemicunya

Barclays bertaruh pada infrastruktur stablecoin

Dari Eropa, Barclays mencatatkan langkah penting dengan melakukan investasi pertamanya di sektor stablecoin. Bank asal Inggris tersebut menanamkan modal pada Ubyx, perusahaan clearing stablecoin berbasis di AS yang menghubungkan penerbit stablecoin teregulasi dengan lembaga keuangan.

Barclays menyebut investasi ini sebagai bagian dari eksplorasi peluang uang digital baru, termasuk stablecoin. Langkah ini menandai perubahan sikap Barclays, yang sebelumnya dikenal vokal menyoroti risiko aset digital.

Bank of America izinkan rekomendasi ETF Bitcoin

Sementara itu, Bank of America semakin membuka pintu bagi kripto di layanan wealth management-nya. Bank tersebut telah mengizinkan penasihat keuangan di Private Bank dan Merrill Edge untuk merekomendasikan ETF Bitcoin spot kepada klien.

Empat ETF yang disetujui berasal dari Bitwise, Fidelity, BlackRock, dan Grayscale, dengan total aset kelolaan lebih dari US$100 miliar. Sebelumnya, Bank of America juga menyarankan alokasi 1% hingga 4% portofolio ke aset digital bagi investor yang siap menghadapi volatilitas tinggi.

Era baru perbankan dan kripto

Serangkaian langkah ini menegaskan bahwa sektor perbankan global tidak lagi sekadar mengamati perkembangan kripto dari pinggir lapangan. Integrasi Bitcoin, stablecoin, dan uang digital teregulasi kini menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang Wall Street.

Dengan bank-bank besar mulai membangun langsung di atas blockchain, batas antara keuangan tradisional dan aset digital semakin kabur, menandai fase baru dalam evolusi sistem keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bergerak Positif, 3 MVB Tokens Ini Layak Masuk Radar Trader

Pasar kripto kategori MVB Tokens kembali menunjukkan pergerakan menarik. Sejumlah altcoin tercatat mengalami kenaikan harga dalam 24 jam terakhir dengan kapitalisasi pasar yang relatif besar.

Berdasarkan data terbaru, berikut 3 top altcoin MVB Tokens berdasarkan market capitalization dikutip CoinMarketCap.

1. WOO (WOO)

WOO menjadi MVB Token dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Harga WOO tercatat di level $0.02913, naik 5.22% dalam 24 jam dan menguat 2.57% dalam 7 hari terakhir.
Kapitalisasi pasar WOO mencapai $55,062,824 dengan volume transaksi harian sebesar $7,021,661. Jumlah suplai yang beredar berada di angka 238.67M dari total suplai 1.89B WOO.

2. Infinity Ground (AIN)

Di posisi berikutnya ada Infinity Ground dengan harga $0.05477 per token. AIN mengalami kenaikan 4.03% dalam 24 jam dan menguat 5.02% selama 7 hari terakhir.

Market cap AIN tercatat sebesar $15,050,490, dengan volume transaksi 24 jam mencapai $1,961,441. Total suplai beredar AIN saat ini berada di angka 35.81M dari maksimum 274.78M AIN.

Baca juga: Harga Melejit Tajam, 3 Altcoin Binance Launchpad Ini Jadi Sorotan

3. RACA (RACA)

RACA melengkapi daftar 3 besar MVB Tokens dengan kapitalisasi pasar $10,703,377. Harga RACA berada di level $0.00002599, naik 1.40% dalam 24 jam dan menguat 4.93% dalam 7 hari.
Volume perdagangan RACA tercatat sebesar $1,406,312 per 24 jam, dengan suplai beredar mencapai 54.04B dari total suplai 411.67B RACA.

Secara keseluruhan, pergerakan positif pada sejumlah MVB Tokens ini menunjukkan minat pasar yang masih terjaga, terutama pada aset dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang lebih besar. Namun, investor tetap disarankan mencermati volatilitas sebelum mengambil keputusan.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Tertekan! Harga Ancam Ambruk ke US$0,08

Dogecoin (DOGE) kembali berada di bawah tekanan pasar. Pada Minggu, 11 Januari 2026, Dogecoin USD tercatat diperdagangkan di level US$0,13947, turun 2,32% dalam 24 jam terakhir. Pelemahan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar setelah proyeksi bulanan menunjukkan potensi penurunan harga hingga US$0,08.

Berdasarkan data pasar, kapitalisasi Dogecoin saat ini mencapai US$20,4 miliar dengan volume perdagangan harian sekitar 503 juta DOGE, jauh di bawah rata-rata harian sebesar 1,99 miliar. Kondisi ini mengindikasikan aktivitas pasar yang relatif sepi dan minim partisipasi investor besar.

Tekanan Harga Masih Mendominasi

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan Meyka, secara pergerakan harian, DOGEUSD dibuka di level US$0,14051 dengan rentang perdagangan antara US$0,1389 hingga US$0,14054. Harga saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan jangka panjang, dengan moving average 200 hari di US$0,19357, sementara MA 50 hari berada di US$0,13839.

Sejak awal tahun, Dogecoin telah mencatatkan penurunan tajam sebesar 45,28%, dan kini masih berada 67,8% di bawah level tertinggi tahunannya di US$0,43351. Tekanan jual yang berlangsung sepanjang 2025 masih membayangi pergerakan harga hingga awal 2026.

Baca juga: Dogecoin Turun 2% ke $1,1430, Support Ini Jadi Penentu!

Indikator Teknikal Beri Sinyal Beragam

Dari sisi teknikal, indikator menunjukkan kondisi yang belum memberikan arah jelas. Relative Strength Index (RSI) berada di level 50,24, menandakan momentum netral. Sementara itu, Average Directional Index (ADX) di angka 35,25 mengindikasikan tren yang cukup kuat, meski arahnya masih diperdebatkan.

Harga Dogecoin juga bergerak di tengah rentang Bollinger Bands, dengan support di sekitar US$0,11 dan resistance di dekat US$0,15. Indikator stochastic yang mendekati area jenuh beli mengisyaratkan adanya risiko koreksi jangka pendek.

Target Bulanan Mengkhawatirkan

Dalam proyeksi jangka pendek, target bulanan Dogecoin diperkirakan berada di US$0,08, atau turun sekitar 42,7% dari harga saat ini. Level ini dipandang sebagai area support psikologis yang krusial. Namun, untuk jangka menengah, proyeksi kuartalan masih membuka peluang pemulihan menuju US$0,16, sementara target tahunan berada di US$0,305 jika sentimen pasar membaik.

Sentimen Pasar Masih Lemah

Volume perdagangan yang hanya mencapai 66% dari rata-rata menunjukkan lemahnya minat beli. Money Flow Index (MFI) di level 43,01 menegaskan bahwa tekanan jual masih sedikit lebih dominan dibandingkan aksi beli. Meski begitu, rendahnya volume juga menandakan belum adanya aksi jual besar-besaran atau kepanikan pasar.

Pelemahan Terjadi Secara Global

Pelemahan Dogecoin tidak hanya terjadi terhadap dolar AS. Nilai DOGE juga tercatat turun terhadap mata uang lain seperti dolar Kanada dan rupee Pakistan. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang bersifat luas dan sejalan dengan pelemahan pasar kripto secara umum.

Kesimpulan

Dogecoin saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan turun yang masih terasa. Penurunan harian sebesar 2,32% dan proyeksi bulanan ke US$0,08 menjadi perhatian utama pelaku pasar. Meski indikator teknikal belum sepenuhnya bearish, lemahnya volume dan minat beli membuat arah pergerakan harga masih penuh ketidakpastian. Pelaku pasar disarankan mencermati level support US$0,11 dan resistance US$0,15 sebagai penentu arah pergerakan Dogecoin selanjutnya.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Rilis Upgrade Validator Darurat, Harga SOL Siap Uji Level $144?

Jaringan blockchain Solana kembali menjadi sorotan setelah merilis pembaruan validator v3.0.14 yang bersifat mendesak. Di tengah kapitalisasi pasar yang telah menembus US$76,8 miliar, harga token SOL bertahan di area krusial US$136 dan mulai memunculkan sinyal teknikal menuju potensi rebound ke level US$144–US$146.

Solana Foundation mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh validator Mainnet-Beta segera melakukan upgrade ke versi terbaru tersebut. Pembaruan ini disebut mencakup serangkaian patch penting yang berdampak langsung pada stabilitas jaringan, baik untuk node yang di-stake maupun yang tidak.

Pengumuman yang dirilis pada awal sesi perdagangan Amerika Serikat itu dengan cepat menyebar di komunitas validator dan tercatat telah dilihat lebih dari 31 ribu kali dalam hitungan jam, menandakan tingginya perhatian pelaku ekosistem terhadap kondisi jaringan Solana.

Pembaruan Validator Picu Perhatian Pasar

Dilaporkan Crypto News, urgensi pembaruan ini menegaskan fokus Solana dalam memperkuat ketahanan jaringan, terutama di tengah peningkatan aktivitas pengembang dan volume transaksi yang terus mendorong batas kapasitas infrastruktur.

Secara historis, pembaruan besar pada level validator kerap memicu volatilitas jangka pendek. Namun, langkah ini juga sering dipandang sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan jaringan dalam jangka panjang.

Harga SOL Bertahan di Tengah Tekanan

Di sisi pasar, harga Solana tercatat berada di kisaran US$136,23, melemah sekitar 1,04% dalam 24 jam terakhir seiring kondisi pasar kripto global yang cenderung bergerak mendatar. Dengan suplai beredar sekitar 564 juta SOL, Solana masih kokoh sebagai kripto terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar.

Pergerakan harga menunjukkan pola konsolidasi dalam kanal naik dangkal, dengan setiap koreksi sejak akhir Desember berhasil ditahan oleh garis tren naik. Pola candlestick yang rapat dan berukuran kecil mengindikasikan fase penyeimbangan antara tekanan jual dan beli, bukan pelemahan permintaan.

Area US$135–US$136 saat ini menjadi zona pertahanan utama yang terus dijaga oleh pelaku pasar.

Baca juga: Solana Bangkit dari Level Kunci, Sinyal Kuat Harga Siap Terbang ke $156

Sinyal Teknikal Mengarah ke Potensi Rebound

Indikator teknikal menunjukkan kondisi yang masih relatif konstruktif. Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 45, mencerminkan sentimen yang mendingin tanpa indikasi penurunan tajam. Sementara itu, pergerakan harga yang terjepit di antara EMA 50 dan EMA 100 mengisyaratkan potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.

Level teknikal penting yang menjadi perhatian pasar meliputi:

  • Resistance terdekat: US$140,78
  • Resistance lanjutan: US$143,46
  • Target breakout: US$146,08
  • Support trendline: US$134,96 dan US$132,53

Penutupan harga di atas US$140,78 dipandang sebagai konfirmasi awal pergeseran bullish, sementara kegagalan mempertahankan garis tren berisiko membuka penurunan lebih dalam.

Prospek Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan struktur teknikal yang masih cenderung positif dan kondisi pasar yang mulai stabil, Solana berpeluang melanjutkan reli jika mampu menembus area resistance utama. Penembusan tersebut dapat membuka jalan bagi SOL untuk kembali menguji kisaran US$144–US$146, sekaligus mereset momentum kenaikan dalam jangka pendek.

Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Turun ke US$2,05, Pasar Menanti Keputusan CLARITY Act

Harga XRP melemah menjelang agenda penting regulasi kripto di Amerika Serikat. Dalam 24 jam terakhir, XRP tercatat turun 0,9% seiring sikap wait and see investor menjelang pemungutan suara Digital Asset Market Structure and Clarity Act of 2025 (CLARITY Act) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari.

XRP sempat menyentuh level tertinggi mingguan di US$2,40 pada 6 Januari, namun gagal mempertahankan momentum dan berbalik turun ke kisaran US$2,05–US$2,09. Sepanjang perdagangan harian, XRP bergerak terbatas di antara US$2,08 hingga US$2,13, dengan level US$2,13 bertindak sebagai resistance kuat yang belum berhasil ditembus.

Berbeda dengan XRP, pasar kripto secara keseluruhan justru mencatat kenaikan 0,6% dalam 24 jam terakhir, dengan penguatan mingguan sebesar 0,73%. Meski demikian, kapitalisasi pasar kripto masih tercatat 2,32% lebih rendah secara bulanan, meskipun tetap bertahan di atas level US$3,05 triliun. Bitcoin diperdagangkan di atas US$90.000, sementara Ethereum bertahan di sekitar US$3.000.

CLARITY Act Masuk Agenda Senat AS

Baca juga: XRP ke US$2,09 usai Koreksi, Target Rebound Mengarah US$2,41

Berdasarkan pemberitahuan terbaru dari Komite Senat AS, para legislator akan menggelar rapat pada 15 Januari pukul 10.00 waktu setempat untuk membahas dan melakukan markup terhadap CLARITY Act. RUU ini dirancang untuk membentuk kerangka regulasi menyeluruh bagi aset digital dan komoditas kripto.

RUU tersebut mengatur pembagian kewenangan pengawasan, khususnya bagi Commodity Futures Trading Commission (CFTC), termasuk pengawasan praktik wash trading serta kewajiban pembuktian cadangan aset. Jika disahkan, CLARITY Act dinilai berpotensi mengurangi hambatan kepatuhan yang selama ini dihadapi pelaku institusional dalam mengadopsi aset kripto, termasuk altcoin seperti XRP.

Meski pertemuan ini bersifat prosedural, agenda tersebut mencerminkan meningkatnya urgensi pembuat kebijakan AS dalam menetapkan batas hukum yang jelas bagi industri aset digital. Proses ini juga membuka peluang CLARITY Act melangkah ke tahap pemungutan suara penuh di Senat pada tahun ini.

ETF Spot XRP Catat Arus Dana Masuk

Di tengah pelemahan harga, minat investor institusional terhadap XRP justru terlihat meningkat. Data pasar AS menunjukkan bahwa ETF spot XRP mencatat arus dana masuk bersih sebesar US$4,92 juta pada 9 Januari.

Dilaaporkan Coingape, arus masuk tersebut setara dengan penambahan sekitar 2,32 juta XRP ke dalam produk ETF spot. Kondisi ini mengindikasikan kepercayaan investor terhadap prospek jangka menengah XRP, meskipun volatilitas harga masih terjadi.

Level Kunci XRP Masih Dipantau

Pada saat laporan ini disusun, harga XRP diperdagangkan di kisaran US$2,09. Volume perdagangan menunjukkan perlambatan, menandakan momentum pasar yang melemah setelah reli sebelumnya.

Indikator teknikal menunjukkan MACD berada di bawah garis sinyal, mengindikasikan tekanan bearish jangka pendek. Sementara itu, RSI berada di level 43, mencerminkan kondisi netral dan belum memasuki area jenuh jual.

Jika level US$2,00 mampu dipertahankan sebagai support, XRP berpeluang mencoba pemulihan menuju US$2,20. Penembusan bersih di atas level tersebut dapat membuka jalan menuju US$2,35 hingga US$2,50. Sebaliknya, jika support US$2,00 gagal bertahan, XRP berisiko terkoreksi lebih dalam ke US$1,90, dengan support lanjutan di sekitar US$1,80.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?

Anak Menteri Purbaya, Yudo Sadewa kembali membuat menjadi sorotan komunitas kripto setelah menyoroti tentang penarikan aset milik nasabah dari exchange lokal melalui Instagram pribadinya.

Yudo Sadewa sendiri diketahui adalah seorang investor kripto yang sukses. Kekayaannya sebagian besar berasal dari investasi di aset kripto, termasuk meme coin, dan ia sering berbagi pengalaman melalui Instagram, dan TikTok pribadi miliknya. Sebagai anak dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pernyataannya sering menjadi perdebatan, meskipun ia menegaskan bahwa pandangannya bersifat pribadi.

Yudo sadewa membagikan pentingnya self-custody melalui tiktok pribadinya @yudosadewa.

Tentu, alasan anak Metri Purbaya ini bukan hanya karena iseng belaka, melainkan menekankan tentang pentingnya konsep self-custody dalam pengelolaan aset kripto. Menurutnya, “exchange sebaiknya hanya digunakan sebagai tempat jual beli, bukan untuk menyimpan aset.” selain itu ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar aset kriptonya disimpan di cold wallet untuk meminimalisir risiko peretasan.

Lalu apa saja yang perlu investor tahu mengenai pentingnya keamanan aset kripto? Simak lebih lengkap yuk!

Mengenal Self-Custody, Konsep yang Digaungkan Anak Menteri Purbaya

Self-custody adalah konsep penyimpanan aset kripto di mana kamu menyimpan sendiri aset kripto yang kamu miliki, beserta private-key dari dompet aset kripto tersebut.

Yudo Sadewa menyoroti prinsip dasar “Not your keys, not your coins” yang artinya, jika kunci private-key dari aset kripto pribadi kamu masih berada di tangan exchange, aset tersebut bukan sepenuhnya milik kamu, karena tidak benar-benar dalam “genggaman” kamu saat itu juga.

Biasanya aset kripto self-custody disimpan di dompet dalam bentuk fisik (cold wallet) maupun dompet kripto digital (hot wallet). Sehingga jika kamu menggunakan metode ini, maka kepemilikan aset benar-benar berada di tangan kamu, karena akses dan otorisasi transaksi hanya bisa dilakukan dengan private-key kamu kamu pegang sendiri–dan tidak bisa diretas, kecuali private-key tersebut dimiliki oleh orang lain.

Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

Kenapa Menyimpan Aset Kripto di Exchange Bukan Self-Custody?

Menyimpan aset kripto di exchange bukanlah self-custody, sebab ketika kamu menyimpan kripto di exchange, kamu sebenarnya mempercayakan penyimpanan dan pengelolaan aset kepada platform tersebut–meskipun sebenarnya, di Indonesia sendiri, exchange resmi seperti Tokocrypto diwajibkan menyimpan aset nasabah di kustodian yang telah berizin OJK paling sedikit 70% dari aset nasabah.

Baca juga: Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

Tips untuk Kamu yang Ingin Lakukan Self-Custody

Tokocrypto sangat mendukung penuh kendali pengguna atas private-keys nasabah—maka dari itu proses penarikan di Tokocrypto dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Berikut beberapa tips bagi kamu yang ingin melakukan self-custody:

  • Gunakan cold wallet (misalnya Ledger atau Trezor) untuk aset jangka panjang.
  • Selalu backup 12-24 kata seed phrase atau private-key di tempat aman, seperti safe deposit box–jangan disimpan secara digital untuk meminimalisir risiko peretasan.
  • Simpan sebagian kecil di hot wallet untuk jaga-jaga jika kamu ingin melakukan penjualan atau trading dalam jangka pendek.
  • Jangan bagikan seed phrase atau private-key kepada siapapun.
  • Ikuti tutorial tarik aset kripto ke wallet untuk self-custody di sini.

Bagi kamu yang memilih untuk tetap menyimpan di exchange resmi, seperti Tokocrypto–berikut beberapa tips agar meminimalisir risiko yang tidak diinginkan:

  • Aktifkan metode autentikasi dua faktor (2FA).
  • Hindari menggunakan password yang sama dengan akun lain.
  • Jangan klik tautan mencurigakan, dan pastikan selalu mengakses website atau aplikasi resmi Tokocrypto.
  • Pastikan software, termasuk sistem operasi, aplikasi, dan antivirus, selalu diperbarui ke versi terbaru.
  • Hindari membagikan kode OTP atau data login ke siapa pun.
  • Aktifkan kode anti-phising.

Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber: TikTok @yudosadewa



Sumber : news.tokocrypto.com

Tim Developer Zcash Bubar! Gimana Nasib Proyeknya?

Zcash (ZEC) merupakan cryptocurrency yang lahir pada 2016, dikenal sebagai koin dengan privasi tinggi berkat teknologi zk-SNARKs yang memungkinkan transaksi anonim tanpa jejak. 

Zcash ditenagai oleh tim dari perusahaan Electric Coin Company (ECC) yang didirikan oleh Zooko Wilcox. ECC diawasi oleh Bootstrap, sebuah organisasi nonprofit 501(c)(3) yang bertugas memastikan misi Zcash tetap selaras dengan kepentingan publik.

Di tengah altcoin lain yang mengalami penurunan, justru Zcash memberikan performa luar biasa dengan semakin digaungkannya narasi privasi, harga ZEC naik lebih dari 800%, dan menjadikan Zcash top performer di antara altcoin lain. 

Namun, pada 7 Januari 2026 kemarin, Zcash mendadak bearish ketika seluruh tim ECC resign massal.

Baca juga: Zcash (ZEC) Naik 400%, Narasi Privacy Jadi Tren Selanjutnya?

Kronologi Singkat Alasan Tim ECC Zcash Bubar 

Berdasarkan tweet dari akun X, Josh Swihart, mantan CEO ECC pada 7 Januari 2026, timnya secara resmi mengumumkan “constructively discharged” yang merupakan istilah hukum AS untuk kondisi dimana pekerja paksa resign akibat kondisi kerja yang tak bisa ditoleransi. 

Swihart menuduh mayoritas board Bootstrap yang kemudian disebut sebagai ZCAM, tidak selaras dengan misi Zcash, yakni membangun “unstoppable private money“.

Wallet Zcash, Zashi mobile wallet. Sumber: z.cash

Singkatnya, konflik ini berawal dari Tim developer ECC ingin memisahkan (spin out) Zashi, wallet mobile Zcash yang mereka bangun, menjadi entitas privat. Dengan tujuan agar mampu bergerak lebih cepat, punya fleksibilitas bisnis, dan bisa menggalang modal dari investor.

Namun jajaran petinggi dari Bootstrap menolak karena secara hukum, mereka tidak boleh mengizinkan aset nonprofit dialihkan ke perusahaan privat demi keuntungan dan Bootstrap menilainya melanggar batasan hukum nonprofit.

Akhirnya Tim ECC merasa terjebak dan mereka tidak bisa mengembangkan Zashi sesuai visi karena dibatasi aturan nonprofit yang disebut oleh Josh Swihart sebagai constructive discharge atau resign yang dipaksa keadaan.

Wallet baru Zcash, cashZ dari pengembang Zcash. Sumber: cashZ.org

Setelah keluar, tim ECC mendirikan cashZ, perusahaan privat baru yang melanjutkan pengembangan wallet berbasis Zashi.

Baca juga: Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?

Bagaimana Nasib Zcash ke Depan?

Pergerakan harga Zcash (ZEC/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Pasca-resign massal tim Electric Coin Company (ECC), Zcash mengalami gejolak besar. Harga Zcash turun sekitar 28%, karena adanya FUD tersebut.

Meskipun begitu, protokol blockchain Zcash tetap berjalan normal dan aman, karena sifatnya yang open-source dan decentralized—tidak bergantung pada satu entitas saja.

Zcash foundation pun turun tangan untuk memberikan klarifikasi mengenai keberlangsungan jaringan ke depannya dan menegaskan bahwa jaringan blockchain Zcash akan senantiasa terus terus berjalan dengan lancar dan aman, seperti biasanya—tanpa gangguan.

Dinamika ini justru membawa Zcash semakin berkembang dengan munculnya opsi wallet baru dari tim Electric Coin Company (ECC) yakni CashZ, wallet yang dibangun dari codebase wallet Zashi sebelumnya dan tetap 100% fokus pada pengembangan serta adopsi Zcash sebagai “unstoppable private money” tanpa meluncurkan token baru melalui hard fork yang dapat memecah komunitas.

Tertarik dengan aset kripto Zcash? Trading atau investasi aset kripto Zcash bisa kamu mulai dengan deposit Rp50.000 aja lho! Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

@SevaFTW: tldr on zcash;

Yahoo: Zcash Developer Team Resigns: What the Governance Crisis Means for ZEC Price





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Stabil di $90.624, Masih Konsolidasi

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin bergerak relatif stabil di tengah pasar kripto yang masih diliputi sikap wait and see.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Minggu (11/1), harga Bitcoin (BTC) berada di level $90,624.84 per BTC/USD, mencatatkan kenaikan tipis sekitar +0,18% hingga +0,25% dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung tenang, dengan volatilitas yang jauh lebih rendah dibandingkan periode reli maupun koreksi tajam sebelumnya.

Dari sisi kapitalisasi, Bitcoin masih kokoh di peringkat 1 sebagai aset kripto terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1.809–$1.810 triliun.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $11,90–$11,95 miliar, menunjukkan aktivitas transaksi yang moderat.

Angka ini menandakan bahwa minat pasar masih ada, namun belum cukup kuat untuk mendorong pergerakan harga yang agresif.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $90.559, Efek Konsolidatif

Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang relatif sempit. Harga terendah tercatat di $90,283.40, sementara harga tertinggi mencapai $90,713.03.

Rentang yang sempit ini menegaskan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana kekuatan beli dan jual cenderung seimbang.

Perubahan harga jangka sangat pendek juga menguatkan gambaran tersebut.

Dalam satu jam terakhir, harga BTC nyaris tidak berubah (0%), menandakan minimnya dorongan besar dari pelaku pasar.

Kondisi seperti ini sering kali menjadi fase “tenang sebelum badai”, di mana pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

Tren Jangka Pendek hingga Menengah

Meski stabil hari ini, performa Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tekanan yang cukup terasa.

Dalam 30 hari terakhir, BTC turun sekitar -1,73%, relatif ringan. Namun jika diperluas, koreksi menjadi lebih jelas. Dalam 60 hari, harga turun -12,29%, dan dalam 90 hari terakhir, penurunan mencapai -21,08%.

Data ini menempatkan Bitcoin dalam fase koreksi menengah setelah sebelumnya sempat mencetak reli besar hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di $126,198.07.

Jarak yang cukup lebar dari level tertinggi tersebut menandakan bahwa pasar masih berada dalam periode penyesuaian, baik dari sisi teknikal maupun psikologis investor.

Kekuatan Fundamental Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental, posisi Bitcoin masih sangat kuat. Sirkulasi pasokan saat ini mencapai 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,12% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Artinya, sebagian besar Bitcoin yang akan pernah ada sudah beredar di pasar. Kelangkaan struktural inilah yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu pilar utama narasi nilai Bitcoin.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) sekitar $1,902 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan dominasi paling signifikan, baik dari sisi valuasi maupun persepsi investor global.

Bagi banyak pelaku pasar, Bitcoin masih berperan sebagai “barometer” utama arah industri kripto secara keseluruhan.

Apa Arti Pergerakan Stabil Ini bagi Pasar?

Pergerakan mendatar di area $90.000 dapat dibaca dari dua sudut pandang.

Di satu sisi, stabilitas ini mencerminkan ketahanan harga Bitcoin, yang tetap bertahan di level tinggi meski tekanan koreksi 2–3 bulan terakhir cukup dalam.

Ini bisa diartikan sebagai sinyal bahwa pasar sedang membangun basis (base) baru.

Di sisi lain, volume yang tidak terlalu besar dan rentang harga yang sempit juga menunjukkan minimnya dorongan baru, baik dari investor ritel maupun institusi.

Tanpa katalis kuat, harga berpotensi melanjutkan fase konsolidasi, bergerak sideways hingga muncul pemicu berikutnya.

Prospek Bitcoin ke Depan

Ke depan, perhatian pasar umumnya akan tertuju pada dua hal utama: apakah Bitcoin mampu mempertahankan area $90.000 sebagai support, dan apakah volume mulai meningkat seiring upaya harga menembus area yang lebih tinggi.

Jika tekanan beli menguat, peluang untuk rebound teknikal terbuka. Namun jika support gagal bertahan, risiko uji level yang lebih rendah tetap perlu diantisipasi.

Baca Juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada dalam fase konsolidasi di sekitar $90,624, dengan pergerakan harian yang relatif datar.

Meski tren 60 hingga 90 hari masih mencerminkan koreksi, stabilitas harga saat ini memberi sinyal bahwa pasar sedang mencari arah baru.

Bagi investor dan trader, fase seperti ini sering kali menjadi periode krusial untuk mengamati volume, sentimen, dan reaksi harga di level kunci.

Bitcoin mungkin sedang tenang, tetapi sejarah menunjukkan bahwa fase tenang kerap menjadi awal dari pergerakan besar berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Masih Sideways, Harga Ethereum Hari Ini Stabil di Area $3.000

Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat berada di level $3,091.57 per ETH/USD, mencatatkan kenaikan tipis sekitar +0,42% hingga +0,43% dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan ini menempatkan Ethereum dalam fase yang relatif stabil, di tengah pasar kripto yang masih cenderung berhati-hati.

Meski belum menunjukkan reli kuat, data dari Tokocrypto menunjukkan ETH tetap bertahan di atas area psikologis $3.000, sebuah level penting yang kini menjadi sorotan pelaku pasar.

Dari sisi valuasi, Ethereum mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia.

Kapitalisasi pasar ETH berada di kisaran $373,14–$373,28 miliar, menegaskan peran sentral Ethereum dalam ekosistem blockchain global, khususnya di sektor smart contract, DeFi, NFT, dan berbagai aplikasi Web3.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar $6,57–$6,59 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup aktif, meski belum mencerminkan masuknya arus modal besar secara agresif.

Baca: Harga Ethereum Melemah ke Level $3.076, Faktor Tekanan Jual

Pergerakan Harga Ethereum 24 Jam Terakhir

Dalam satu hari terakhir, pergerakan Ethereum berlangsung dalam rentang yang sempit.

Harga terendah ETH tercatat di $3,075.14, sedangkan tertinggi mencapai $3,099.17. Rentang ini menandakan volatilitas harian yang relatif rendah, sebuah ciri khas fase konsolidasi.

Perubahan harga jangka sangat pendek juga menguatkan gambaran tersebut.

Dalam satu jam terakhir, ETH naik tipis sekitar +0,05%, mencerminkan bahwa pasar belum memiliki dorongan kuat, baik dari sisi pembeli maupun penjual.

Kondisi ini biasanya muncul ketika pelaku pasar sedang menunggu katalis baru sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Kinerja ETH dalam 30, 60, dan 90 Hari

Jika ditarik ke perspektif yang lebih luas, performa Ethereum dalam beberapa bulan terakhir masih berada di bawah tekanan.

Dalam 30 hari terakhir, ETH terkoreksi sekitar -4,61%. Tekanan semakin terlihat pada rentang yang lebih panjang, dengan penurunan -9,97% dalam 60 hari, serta -25,22% dalam 90 hari terakhir.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun pergerakan harian relatif stabil, Ethereum masih berada dalam tren koreksi menengah.

Harga saat ini juga masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $4,953.73, yang menjadi referensi penting bagi investor jangka panjang.

Jarak ini menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan atau akumulasi setelah periode penurunan signifikan.

Fondasi Fundamental Ethereum Tetap Kuat

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di luar fluktuasi harga, fondasi Ethereum tetap kokoh. Sirkulasi pasokan saat ini mencapai sekitar 120,69 juta ETH, dengan tidak adanya batas maksimum pasokan yang ditetapkan.

Model ekonomi Ethereum yang dinamis, termasuk mekanisme pembakaran biaya transaksi, membuat suplai efektif ETH dapat berfluktuasi tergantung pada aktivitas jaringan.

Sebagai tulang punggung sebagian besar ekosistem DeFi dan aplikasi terdesentralisasi, Ethereum memiliki utilitas nyata yang terus berkembang.

Hal ini menjadikan ETH tidak hanya dipandang sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai “bahan bakar” utama ekonomi blockchain.

Faktor inilah yang sering menjadi alasan mengapa minat investor jangka panjang terhadap Ethereum relatif bertahan, bahkan ketika harga sedang mengalami tekanan.

Apa Arti Konsolidasi Ini bagi Pasar?

Pergerakan Ethereum yang cenderung datar di kisaran $3.000 dapat diartikan sebagai fase penyeimbangan antara tekanan jual dan minat beli.

Di satu sisi, tren 60 hingga 90 hari yang masih negatif menunjukkan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Namun di sisi lain, kemampuan ETH bertahan di atas $3.000 memberi sinyal adanya area minat beli yang cukup kuat.

Fase konsolidasi seperti ini sering kali menjadi periode krusial. Jika volume mulai meningkat seiring dorongan harga ke atas, peluang pembalikan tren terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi, ETH berpotensi menguji kembali level support yang lebih rendah.

Prospek Ethereum ke Depan

Dalam waktu dekat, perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan Ethereum mempertahankan area $3.000 serta respons harga terhadap setiap peningkatan volume.

Pergerakan di luar rentang sempit saat ini kemungkinan akan menentukan arah jangka pendek, apakah menuju fase rebound atau kelanjutan konsolidasi.

Bagi investor, kondisi ini sering dimanfaatkan sebagai momen observasi: memantau stabilitas harga, perubahan volume, dan sentimen pasar global kripto yang juga sangat memengaruhi pergerakan ETH.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Turun 3,05% ke $3.151, Tetap Menguat

Harga Ethereum hari ini berada di sekitar $3.091 dengan kenaikan tipis 0,42%, menandakan Ethereum masih berada dalam fase konsolidasi.

Meski tren menengah masih menunjukkan tekanan, stabilitas di atas $3.000 mencerminkan ketahanan harga di tengah pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Dengan fundamental yang kuat dan peran vital dalam ekosistem blockchain, Ethereum tetap menjadi salah satu aset kripto paling diperhatikan.

Fase tenang ini bisa menjadi fondasi bagi pergerakan berikutnya, menjadikan periode sekarang penting untuk dicermati oleh trader maupun investor jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Menguat ke $0,21, Market Cap Tembus $1,75 Miliar

Pi Network (PI) masih menjadi salah satu topik hangat di dunia kripto.

Menurut data terbaru dari CoinMarketCap pada Minggu (11/1), harga Pi Network hari ini diperdagangkan di sekitar $0,2089 per koin, mencerminkan pergerakan yang stabil dengan perubahan kecil dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan harga yang relatif tenang ini terjadi di tengah dinamika pasar yang lebih luas, di mana investor terus memantau perkembangan Pi sebagai aset digital yang sedang berada dalam fase awal pasar setelah peluncuran mainnet dan pemasukan ke berbagai bursa kripto.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 0,54%, Tertekan Likuiditas Tipis

Data Harga & Metrik Utama Pi Network

Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap, berikut adalah metrik harga dan pasar Pi Network ketika artikel ini ditulis:

  • Harga Pi (PI) saat ini: sekitar $0,2089 per token
  • Kapitalisasi pasar: ± $1,75 miliar
  • Volume perdagangan 24 jam: sekitar $4,23 juta
  • Suplai beredar: ± 8,38 miliar PI
  • Total suplai maksimum: 100 miliar PI
  • Volume terhadap market cap: rendah, sekitar 0,24%
  • Harga tertinggi sepanjang masa (ATH): ± $2,98, dicapai pada Februari 2025
  • Harga terendah periode baru-baru ini: sekitar $0,1585

Data ini menunjukkan bahwa Pi Network kini jauh di bawah level tertinggi sejarahnya, namun masih tetap menjadi salah satu kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Stabilitas di Tengah Fase Pasar

Menyelami angka-angka tersebut dalam bentuk naratif, Pi (PI) saat ini seperti sedang memasuki fase stabilisasi harga setelah periode volatil yang panjang.

Baru-baru ini, harga Pi cenderung berada di kisaran sekitar $0,20–$0,21, dengan fluktuasi harian yang relatif kecil.

Artinya, pasar sedang mencari pricing discovery atau penentuan level harga yang dianggap wajar oleh pemain pasar setelah fase antusiasme awal mereda.

Sebagian besar supply belum beredar (hanya sekitar 8,38% dari total 100 miliar), yang berarti tekanan jual belum maksimal muncul, dan koin Pi yang tersedia di pasar masih terbatas.

Hal ini sering menjadi faktor yang membantu menjaga harga tidak terlalu jatuh dalam kondisi pasar yang lebih luas sedang berhati-hati.

Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Kapitalisasi pasar Pi Network yang sekitar $1,75 miliar menempatkannya di antara aset kripto berkapitalisasi menengah ke atas secara global.

Namun, volume perdagangan 24 jam yang relatif rendah dibandingkan kapitalisasi menunjukkan bahwa likuiditas Pi masih terbatas, dan aktivitas trading belum tinggi jika dibandingkan dengan aset lain seperti Bitcoin atau Ethereum.

Kondisi ini mencerminkan pasar Pi yang masih berkembang: minat investor ada, tetapi realisasi volume besar dan aktivitas perdagangan aktif masih belum sepenuhnya terjadi.

Hal ini umum ditemukan pada proyek kripto yang baru memasuki fase post-mainnet dan sedang dibangun ekosistemnya.

Perbandingan Harga dengan Rekor Tertinggi

Harga Pi saat ini jauh di bawah puncak historisnya pada sekitar $2,98, yang dicapai pada 26 Februari 2025.

Jika dibandingkan, harga saat ini menunjukkan bahwa Pi telah mengalami koreksi tajam — hampir 93% dari nilai tertingginya.

Rekor ini menjadi titik referensi penting, karena menunjukkan bahwa sejak memasuki pasar secara lebih luas, sentiment awal sangat kuat namun mengalami penurunan seiring pasar menyesuaikan ekspektasi nilai Pi berdasarkan realitas volume, utilitas, dan permintaan.

Suplai dan Dampaknya terhadap Harga

Model suplai Pi Network adalah maksimum 100 miliar token, namun circulating supply saat ini hanya sekitar 8,38 miliar.

Itu berarti lebih dari 90% token masih terkunci atau belum masuk ke peredaran pasar.

Suplai yang sebagian besar masih tidak aktif ini menjadi salah satu faktor utama yang membantu menahan laju penurunan harga, sekaligus membuat harga Pi tetap sensitif terhadap jumlah koin yang mulai dilepas secara bertahap.

Faktor suplai ini sering kali menjadi perdebatan di komunitas kripto.

Pengembang Pi Network telah merancang mekanisme distribusi token secara bertahap, tetapi jika dalam waktu dekat suplai dibuka lebih banyak tanpa peningkatan permintaan yang seimbang, itu berpotensi memberi tekanan jual yang meningkatkan volatilitas harga.

Baca Juga: Lima Penyebab Harga Pi Coin Turun Drastis

Harga Pi Network hari ini sekitar $0,2089, dengan kapitalisasi pasar yang solid di angka ±$1,75 miliar dan volume perdagangan harian sekitar $4,23 juta.

Pi berada dalam fase konsolidasi setelah periode volatil dan masih jauh dari puncak historisnya. Suplai yang besar dan tingkat likuiditas yang sedang berkembang turut membentuk dinamika harga saat ini.

Bagi investor dan pengamat pasar, memahami metrik harga ini bukan sekadar melihat angka, tetapi juga menyadari bahwa Pi Network masih dalam fase awal evolusi pasar kripto — di mana stabilitas, adopsi ekosistem, dan pembukaan suplai token menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah harga selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com