Category Archives: Tokocrypto

Coinbase Tolak RUU Kripto AS Terkait Yield Stablecoin

Perusahaan exchange kripto raksasa, Coinbase, dilaporkan menolak kompromi terbaru dalam pembahasan RUU struktur pasar kripto di Senat Amerika Serikat.

Penolakan ini berfokus pada klausul yang berpotensi melarang pihak ketiga (termasuk exchange) untuk menawarkan atau membayar yield dari stablecoin kepada pengguna.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa proses legislasi kripto di AS masih jauh dari kata selesai, dengan konflik kepentingan antara industri kripto dan sektor perbankan semakin mengemuka.

Baca Juga: Coinbase Resmi Luncurkan Futures Kripto di 26 Negara Eropa

Inti Masalah: Yield Stablecoin

Salah satu isu paling krusial dalam RUU ini adalah regulasi terkait yield stablecoin. Dalam draf terbaru, terdapat bahasa yang dianggap dapat membatasi.

Sebut saja exchange dalam memberikan insentif bunga atau yield, model bisnis berbasis stablecoin di platform kripto, hingga distribusi hasil dari produk berbasis likuiditas.

Padahal bagi industri kripto, yield stablecoin merupakan salah satu fitur penting yang dapat menarik pengguna baru, meningkatkan likuiditas, dan menjadi sumber pendapatan utama.

Namun bagi perbankan tradisional, fitur ini dipandang sebagai ancaman langsung terhadap sistem deposito.

Konflik Kripto vs Perbankan

Perdebatan ini mencerminkan konflik yang lebih luas antara dua sektor.

Dari sudut pandang industri kripto, tentu saja ingin mempertahankan fleksibilitas produk untuk mendorong inovasi keuangan berbasis blockchain dan mengembangkan ekosistem DeFi dan CeFi.

Tapi dari perbankan tradisional, mayoritas khawatir terhadap deposit flight (perpindahan dana nasabah) sehingga mendesak regulator untuk membatasi kompetisi, sekaligus meminta perlindungan terhadap sistem keuangan konvensional.

Menurut laporan Cointelegraph, tarik-menarik kepentingan inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa kompromi sulit dicapai.

Senator Alsobrooks, yang difoto pada sebuah acara perbankan di awal Maret, mengatakan bahwa RUU kompromi tersebut mungkin akan membuat baik dunia kripto maupun bank-bank tidak senang. Sumber: American Bankers Association.
Senator Alsobrooks, yang difoto pada sebuah acara perbankan di awal Maret, mengatakan bahwa RUU kompromi tersebut mungkin akan membuat baik dunia kripto maupun bank-bank tidak senang. Sumber: American Bankers Association.

Peran Gedung Putih

Pemerintah AS melalui Gedung Putih dilaporkan telah beberapa kali mempertemukan kedua kubu untuk mencari titik tengah.

Namun hingga saat ini, belum ada kesepakatan final yang dapat diterima semua pihak. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi kripto semakin menjadi isu politik strategis.

Maka dari itu, pemerintah berusaha menyeimbangkan inovasi dan stabilitas. Namun sebagai ganjarannya, proses legislasi akan memakan waktu lebih panjang.

Dampak bagi Industri Kripto

Penolakan dari Coinbase membawa beberapa implikasi penting:

1. Ketidakpastian Regulasi

Pasar masih belum memiliki kejelasan terkait aturan stablecoin di AS.

2. Potensi Regulasi Lebih Ketat

Jika kompromi condong ke arah perbankan, aturan bisa menjadi lebih restriktif.

3. Pengaruh Global

Sebagai pasar terbesar, regulasi AS akan berdampak pada kebijakan di negara lain.

Pertarungan Masih Jauh dari Selesai

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, sikap Coinbase menunjukkan bahwa konflik inti dalam RUU ini belum terselesaikan.

“Kalau bahkan Coinbase masih menahan dukungan, berarti pertarungan inti RUU ini belum selesai dan isu stablecoin yield tetap jadi ranjau politik utama. Bagi pasar, ini sinyal bahwa jalur legislasi kripto AS masih hidup, tapi bentuk akhirnya bisa lahir jauh lebih keras dan lebih bank-friendly dari yang diinginkan industri,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa hasil akhir regulasi bisa berbeda jauh dari ekspektasi awal industri kripto.

Apa Artinya bagi Stablecoin?

Stablecoin merupakan salah satu pilar utama ekosistem kripto, digunakan untuk perdagangan aset digital, penyimpanan nilai, dan transfer lintas batas.

Jika yield stablecoin dibatasi, dampaknya bisa meluas seiring berkurangnya daya tarik bagi pengguna, penurunan likuiditas di exchange, dan perubahan model bisnis platform kripto.

Melihat situasi saat ini, arah regulasi kripto di AS masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian.

Artinya, pelaku pasar harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari regulasi yang mendukung hingga pembatasan yang lebih ketat.

Baca Juga: Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain

Penolakan Coinbase terhadap kompromi terbaru dalam RUU kripto AS menegaskan bahwa perdebatan seputar regulasi stablecoin masih jauh dari kata selesai. Isu yield menjadi titik konflik utama antara industri kripto dan perbankan tradisional.

Meski jalur legislasi tetap berjalan, bentuk akhir regulasi kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik dan stabilitas sistem keuangan.

Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa regulasi tetap menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah masa depan kripto—tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga secara global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pejabat AS Dilarang Main Pasar Prediksi

Gelombang regulasi terhadap industri prediction market semakin menguat setelah rancangan undang-undang bipartisan bertajuk PREDICT Act resmi diajukan di Amerika Serikat.

RUU ini menargetkan pembatasan langsung terhadap pejabat tinggi negara, termasuk anggota Kongres, presiden, dan wakil presiden, untuk tidak terlibat dalam aktivitas taruhan berbasis peristiwa politik di platform prediction market.

Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam pendekatan regulator terhadap sektor yang selama ini berada di wilayah abu-abu antara perdagangan derivatif dan taruhan digital.

Baca Juga: Coinbase Tolak Kompromi RUU Kripto AS, Isu Yield Stablecoin Jadi Titik Panas

Isi Utama RUU PREDICT Act

RUU ini secara tegas melarang sejumlah pihak untuk berpartisipasi dalam prediction market, termasuk Anggota Kongres AS; Presiden dan Wakil Presiden; pejabat politik federal; serta pasangan dan tanggungan mereka.

Sebagaimana dilaporkan Cointelegraph, larangan ini mencakup taruhan atas berbagai jenis peristiwa, seperti hasil pemilu, keputusan kebijakan publik, dan tindakan pemerintah.

Selain larangan, RUU ini juga menetapkan sanksi yang cukup berat, yaitu denda sebesar 10% dari nilai kontrak dan penyitaan seluruh keuntungan ke kas negara (US Treasury).

Fokus pada Risiko Insider Trading Politik

Alasan utama di balik RUU ini adalah kekhawatiran bahwa pejabat publik memiliki akses terhadap informasi non-publik yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi melalui prediction market.

Dalam konteks ini, prediction market mulai dipandang tidak hanya sebagai alat spekulasi atau hedging, tetapi juga sebagai potensi celah insider trading berbasis politik.

Platform seperti Kalshi dan Polymarket kini berada di bawah sorotan karena menyediakan pasar berbasis outcome yang bisa diperdagangkan secara real-time.

Tekanan Regulasi yang Semakin Luas

RUU PREDICT Act tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan terhadap prediction market datang dari berbagai arah, seperti regulator federal di AS, pemerintah negara bagian, dan otoritas pengawas derivatif.

Hal ini menunjukkan bahwa sektor prediction market sedang memasuki fase pengawasan yang lebih ketat, terutama karena pertumbuhan pengguna yang pesat; integrasi dengan platform kripto dan DeFi; serta potensi dampak terhadap integritas sistem politik.

Dampak bagi Industri Kripto

Prediction market merupakan salah satu sektor yang berkembang cepat dalam ekosistem kripto, dengan menawarkan cara baru untuk:

  • Mengukur probabilitas peristiwa dunia nyata
  • Menggabungkan informasi pasar secara kolektif
  • Menciptakan instrumen trading berbasis outcome

Namun dengan meningkatnya tekanan regulasi, beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

1. Penyempitan Ruang Operasi

Platform harus menyesuaikan model bisnis agar sesuai dengan aturan baru.

2. Peningkatan Kepatuhan

KYC, verifikasi identitas, dan pembatasan pengguna kemungkinan akan diperketat.

3. Risiko Fragmentasi Pasar

Platform global mungkin menghadapi pembatasan akses di wilayah tertentu.

Regulasi Masuk Fase Baru

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, pengajuan RUU ini merupakan sinyal jelas bahwa regulator mulai melihat prediction market sebagai isu serius, bukan sekadar eksperimen teknologi.

“Ini jelas eskalasi regulasi, bukan sekadar omelan etika. Kalau prediction market mulai diposisikan sebagai celah insider trading politik, tekanan hukum ke sektor ini bakal makin keras dan ruang abu-abunya bakal menyusut cepat,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan regulator kini lebih agresif dan berorientasi pada enforcement.

Apa Selanjutnya untuk Prediction Market?

Jika RUU PREDICT Act disahkan, implikasinya bisa meluas. Standar global terhadap prediction market bisa ikut berubah.

Selain itu, platform akan terdorong untuk lebih transparan dan teregulasi. Kemudian, inovasi mungkin bergeser ke yurisdiksi yang lebih ramah.

Di sisi lain, regulasi ini juga bisa memberikan legitimasi jangka panjang jika sektor mampu beradaptasi.

Baca Juga: Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

RUU PREDICT Act menandai babak baru dalam regulasi prediction market di Amerika Serikat.

Dengan melarang pejabat publik terlibat dalam taruhan berbasis peristiwa politik, pemerintah berupaya menutup celah potensi insider trading dan menjaga integritas sistem politik.

Namun, langkah ini juga membawa konsekuensi besar bagi industri kripto yang mulai mengadopsi model prediction market sebagai bagian dari inovasi finansial.

Ke depan, keseimbangan antara regulasi dan inovasi akan menjadi kunci utama dalam menentukan masa depan sektor ini, apakah akan berkembang sebagai instrumen keuangan sah, atau justru tertekan oleh pembatasan hukum yang semakin ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 3,10% ke $0,183, Tertekan Sentimen Makro

Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, turun 3,10% ke level $0,183, menurut catatan Coinmarketcap pada Jumat (27/3).

Pelemahan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang sedang lesu, dipicu oleh faktor makro global seperti kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Pergerakan Pi terlihat sejalan dengan pelemahan Bitcoin yang turun sekitar 2,4%, menandakan bahwa aset ini masih sangat bergantung pada sentimen pasar secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 0,88% di Tengah Pasar Flat, Likuiditas Jadi Faktor

Tekanan Makro Jadi Pemicu Utama

Penurunan harga Pi tidak terjadi secara terisolasi. Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun sekitar 2,6% dalam periode yang sama, mencerminkan tekanan luas pada aset berisiko.

Beberapa faktor utama yang mendorong kondisi risk-off ini antara lain:

  • Lonjakan harga minyak dunia yang menembus $94 per barel
  • Ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait negosiasi AS–Iran yang mandek
  • Kekhawatiran inflasi global yang kembali meningkat

Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung menarik dana dari aset berisiko seperti kripto dan beralih ke instrumen yang lebih aman.

Artinya, Pi bertindak sebagai aset high beta, yang cenderung bergerak searah dengan pasar, tetapi dengan volatilitas lebih tinggi saat tekanan meningkat.

Tekanan Teknikal dan Likuiditas Tipis

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor makro, tekanan juga datang dari sisi teknikal. Harga Pi saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan (moving average) jangka menengah, yang mengindikasikan momentum bearish dalam jangka pendek.

Di sisi lain, struktur pasar Pi yang relatif tipis turut memperbesar dampak penurunan harga. Dengan rasio turnover yang rendah, likuiditas di pasar ini tergolong minim.

Akibatnya, order jual dalam jumlah kecil bisa mendorong harga turun lebih dalam sehingga tidak ada cukup tekanan beli untuk menahan penurunan. Volatilitas pun menjadi lebih tinggi dibanding aset besar.

Ini berarti, tanpa katalis positif, Pi sangat rentan terhadap tekanan eksternal dan pergerakan pasar global.

Tidak Ada Katalis Internal

Berbeda dengan beberapa fase sebelumnya, tidak ada berita, pengumuman, atau perkembangan signifikan dari ekosistem Pi yang dapat mendukung harga dalam jangka pendek.

Ketiadaan katalis ini membuat pergerakan harga Pi sepenuhnya bergantung pada sentimen pasar kripto, pergerakan Bitcoin, hingga arus modal global.

Tanpa dorongan internal, Pi hanya mengikuti arus pasar dan lebih mudah terdampak sentimen negatif.

Outlook Jangka Pendek: Waspadai Level Kunci

Dalam jangka pendek, pergerakan Pi diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish.

Level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support: $0,175
  • Resistance: $0,19

Jika harga mampu bertahan di atas $0,175, maka potensi konsolidasi sideways masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, Pi berisiko turun lebih dalam menuju area $0,17.

Di sisi lain, pemulihan akan sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas level krusial $69.000.

Arah pasar masih sangat ditentukan oleh pergerakan Bitcoin sebagai pemimpin pasar.

Faktor yang Perlu Dipantau

Beberapa indikator penting yang dapat memengaruhi pergerakan Pi ke depan meliputi:

  • Stabilitas harga Bitcoin di area $69.000–$70.000
  • Perkembangan geopolitik global
  • Data inflasi AS (PCE)
  • Perubahan volume perdagangan Pi

Lonjakan volume dapat menjadi sinyal awal perubahan momentum, baik ke arah bullish maupun bearish.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 1,17% di Tengah Pasar Stabil, Minim Katalis

Penurunan harga Pi Network sebesar 3,10% mencerminkan tekanan luas di pasar kripto akibat sentimen makro yang negatif.

Tanpa adanya katalis internal, Pi bergerak sebagai aset high beta yang sangat sensitif terhadap pergerakan pasar global.

Dalam kondisi saat ini, risiko penurunan masih terbuka, terutama jika Bitcoin gagal mempertahankan level support utamanya. Namun, jika pasar global mulai stabil, Pi berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi.

Apakah Bitcoin mampu kembali menembus $70.000, atau justru turun di bawah $69.000 yang dapat memperpanjang tekanan pada altcoin seperti Pi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun $68.926, Tekanan Pendek

Harga Bitcoin hari ini mengalami pelemahan signifikan, turun 2,7% dalam 24 jam terakhir ke level $68.926.

Penurunan ini menandai meningkatnya tekanan jangka pendek di pasar kripto, setelah sebelumnya BTC sempat bertahan di atas level psikologis $70.000.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,37 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $38,87 miliar, Bitcoin masih menjadi aset kripto dominan.

Namun, pergerakan harga terbaru menunjukkan bahwa sentimen pasar sedang berada dalam fase hati-hati.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Sideways di Level $70.813

Bitcoin Gagal Bertahan di Atas $70.000

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di $70.945 sebelum akhirnya turun ke titik terendah di $68.118.

Kegagalan mempertahankan area $70.000 menjadi sinyal teknikal penting yang memicu aksi jual lanjutan. Level $70.000 selama ini berperan sebagai:

  • Area resistance psikologis
  • Zona distribusi bagi trader jangka pendek
  • Penentu arah momentum pasar

Ketika level ini gagal dipertahankan, tekanan jual cenderung meningkat karena banyak trader memilih mengamankan profit.

Koreksi Jangka Pendek di Tengah Tren Campuran

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski mengalami penurunan harian, performa Bitcoin dalam jangka menengah masih menunjukkan ketahanan relatif:

  • 30 hari: naik 4,33%
  • 60 hari: turun 21,42%
  • 90 hari: turun 21,25%

Data ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan parsial setelah koreksi besar sebelumnya.

Namun, Tokocrypto mencatat volatilitas sang raja kripto tetap tinggi dan arah tren belum sepenuhnya stabil.

Artinya, kenaikan jangka pendek masih rentan terhadap koreksi jika tidak didukung volume dan sentimen positif.

Volume Tetap Tinggi, Tapi Sentimen Melemah

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai hampir $39 miliar, menandakan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi.

Namun, tingginya volume ini lebih didominasi oleh tekanan jual dibanding akumulasi beli. Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen saat ini antara lain:

  • Ketidakpastian makroekonomi global
  • Pergerakan pasar saham dan komoditas
  • Aksi profit-taking setelah kenaikan sebelumnya

Ini berarti, meski likuiditas tinggi, arah pasar masih cenderung defensif.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam kondisi saat ini, pergerakan Bitcoin sangat bergantung pada level teknikal penting berikut:

Support:

  • $68.000 (area psikologis terdekat)
  • $67.000 (support lanjutan)

Resistance:

  • $70.000 (level kunci yang harus direbut kembali)
  • $71.000–$72.000 (zona breakout berikutnya)

Jika BTC mampu kembali menembus $70.000 dengan volume kuat, potensi rebound akan terbuka. Sebaliknya, jika tekanan berlanjut dan harga turun di bawah $68.000, risiko koreksi lebih dalam akan meningkat.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjut Turun?

Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias bearish ringan. Pasar saat ini sedang mencari keseimbangan setelah volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

  • Bullish: BTC kembali ke atas $70.000 dan menguji $72.000
  • Sideways: bergerak di kisaran $68.000–$70.000
  • Bearish: turun ke bawah $68.000 dan menguji $67.000

Ini berarti, arah pasar masih belum pasti dan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal.

Baca Juga: Misteri Bitcoin: Retail Jual Rugi, Institusi Terus Akumulasi

Penurunan harga Bitcoin sebesar 2,7% ke level $68.926 menunjukkan bahwa pasar kripto masih menghadapi tekanan jangka pendek, terutama setelah gagal mempertahankan level kunci $70.000.

Meski demikian, struktur pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya bearish, dengan peluang rebound tetap terbuka jika BTC mampu merebut kembali resistance penting.

Dengan kondisi tersebut, Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan turun, namun belum menunjukkan tanda breakdown besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 27 Maret 2026: Tekanan Kembali Bikin Koreksi

Pasar kripto hari ini, Jumat (27/3) kembali berada dalam tekanan setelah munculnya sentimen negatif dari perkembangan geopolitik. Bitcoin turun di bawah level $69.000, melemah lebih dari 3% setelah Donald Trump menyatakan keraguannya terhadap kemungkinan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Bahkan, ancaman eskalasi konflik kembali mencuat setelah Iran menolak gencatan senjata, yang langsung memicu kekhawatiran investor dan mendorong aksi jual di pasar kripto.

Meski pasar secara umum terkoreksi, beberapa altcoin justru menunjukkan performa yang cukup kuat. STG mencatat kenaikan 26% ke level Rp4.117,15, diikuti STO yang naik 25% ke Rp1.725,35. Sementara itu, PARTI juga menguat 13% dan diperdagangkan di kisaran Rp1.696,36. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Tengah Koreksi Pasar

  • STG melesat tajam 26% dan kini berada di level Rp4.117,15.
  • STO menguat signifikan sebesar 25% ke posisi harga Rp1.725,35.
  • PARTI naik 13% dan saat ini diperdagangkan di angka Rp1.696,36.

Bitcoin Anjlok: Trump Ragukan Kesepakatan Damai Iran

  • Trump sangsi AS bersedia berdamai dengan Iran.
  • Trump ancam eskalasi konflik usai Iran tolak gencatan senjata.
  • Bitcoin anjlok di bawah $69.000, turun lebih dari 3%.

Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

XAU₮ Rilis di BNB Chain, Pasar Emas Tokenisasi Tembus $4 Miliar

  • Token XAU₮ hadir di BNB Chain, perluas jangkauan ke 12 blockchain.
  • Pasar stablecoin emas capai $4 miliar; XAU₮ kuasai 60% pasokan.
  • BNB Chain semakin memperkuat investasinya pada aset dunia nyata.

ETF XRP Melesat di Tengah Lesunya Pasar

  • Arus masuk ETF XRP capai $1,4 miliar meski harga jatuh.
  • ETF emas dan perak anjlok tertekan suku bunga & dolar.
  • JPMorgan: BTC lebih tangguh dibanding emas dalam lindung nilai.

Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

PUMP Turun 18%, Waktunya Serok? Cek Sinyal Buyback Ini

Pump.fun (PUMP) saat ini diperdagangkan di level $0.0018, mencoba pulih setelah mengalami penurunan sebesar 18% dari area $0.0022 ke titik terendah $0.0016. Meskipun terlihat ada upaya rebound, sejumlah indikator on-chain dan teknikal menunjukkan bahwa jalan menuju pemulihan penuh masih penuh tantangan. Level psikologis berikutnya di $0.0020 belum berhasil ditembus, menandakan bahwa tekanan jual masih cukup dominan di pasar.

Holder Lama Terus Jualan, Tanpa Tanda Berhenti

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa sejak 18 Februari hingga 25 Maret 2026, long-term holders (LTH) PUMP terus melakukan aksi jual setiap hari tanpa satu pun hari akumulasi bersih.

Volume penjualan harian bahkan mencapai kisaran -2 miliar hingga -14 miliar token, dengan tekanan terbesar terjadi di akhir Februari dan pertengahan Maret. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor lama yang biasanya menjadi indikator kepercayaan pasar justru belum melihat harga saat ini sebagai peluang masuk.

Tekanan Beli Melemah, Momentum Mulai Hilang

Dilaporkan BeInCrypto, indikator Money Flow Index (MFI) memperkuat sinyal tersebut. Setelah sempat menyentuh area oversold di level 10 pada Februari, MFI naik hingga di atas 75 pada awal Maret, menandakan tekanan beli yang kuat.

Namun, per 25 Maret, MFI turun ke level netral 49.93. Penurunan ini terjadi secara bertahap tanpa adanya rebound signifikan, mengindikasikan bahwa minat beli mulai melemah dan belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan jual dari holder lama.

Tim Research Tokocrypto melihat bahwa kondisi PUMP saat ini mencerminkan fase distribusi yang belum selesai. Tekanan jual dari long-term holders menunjukkan adanya pergeseran sentimen dari akumulasi ke exit liquidity.

Selain itu, MFI yang stagnan di area netral mengindikasikan pasar berada dalam kondisi equilibrium lemah, di mana buyer dan seller saling menahan tanpa dominasi yang jelas. Dalam situasi seperti ini, biasanya dibutuhkan katalis eksternal atau lonjakan permintaan baru untuk mengubah arah tren secara signifikan. Tanpa adanya faktor tersebut, potensi pergerakan sideways atau bahkan penurunan lanjutan masih cukup besar dalam jangka pendek.

Baca Juga: Pump.fun Ekspansi Fitur, Dukung Perdagangan Token Lintas Launchpad

Pertumbuhan Address Baru Jadi Harapan Terakhir

Di tengah tekanan bearish, satu indikator masih memberikan sedikit harapan, yaitu pertumbuhan alamat baru. Jumlah address dengan saldo non-zero meningkat dari sekitar 117,000 menjadi 118,200 sepanjang periode Februari hingga Maret.

Pertumbuhan ini mulai melambat dalam beberapa hari terakhir. Jika tren ini terus melemah atau bahkan berbalik turun, maka potensi masuknya modal baru akan semakin terbatas, yang dapat memperlambat atau menggagalkan pemulihan harga.

Level Kritis: Bertahan atau Turun Lebih Dalam

Secara teknikal, PUMP saat ini bergerak di sekitar level support penting $0.0018, yang juga bertepatan dengan level Fibonacci 23.6%. Harga masih berada di bawah EMA 20 hari yang menurun, menandakan tren jangka pendek masih bearish. Jika harga turun di bawah $0.0018, maka potensi penurunan ke $0.0017 sebagai level terendah sebelumnya semakin terbuka.

Di sisi lain, skenario pemulihan membutuhkan penembusan di atas $0.0021 (Fibonacci 61.8%). Jika berhasil, target berikutnya berada di $0.0022 hingga $0.0025. Namun, untuk mencapai level tersebut, dibutuhkan peningkatan signifikan dalam pertumbuhan address baru dan kembalinya tekanan beli ke pasar.

Baca Juga: PUMP Anjlok 75%, Dugaan Dump Jutaan Dolar oleh Insider Menguat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

HYPE Naik 60%! Sinyal Short Squeeze Menuju ATH Baru?

Harga Hyperliquid (HYPE) menunjukkan pemulihan setelah sempat terkoreksi dari reli besar yang mendorong kenaikan hingga lebih dari 60% sejak awal tahun. Dalam 24 jam terakhir, HYPE kembali menguat lebih dari 6% dan diperdagangkan di sekitar $40.

Meski sempat mengalami tekanan, kombinasi sinyal teknikal dan pergerakan pasar menunjukkan bahwa potensi kenaikan lanjutan masih terbuka, bahkan menuju level tertinggi baru (all-time high).

Pullback Terjadi Setelah Sinyal Melemah

Dilaporkan BeInCrypto, koreksi harga HYPE sebelumnya dipicu oleh munculnya hidden bearish divergence pada indikator RSI, yang menandakan melemahnya momentum meskipun harga sempat terlihat kuat.

Setelah breakout dari pola inverse head and shoulders pada 10 Maret, harga HYPE naik dari sekitar $25 hingga mendekati $43, hampir mencapai target teknikalnya. Namun, sinyal divergence tersebut menjadi peringatan bahwa reli mulai kehilangan tenaga.

Koreksi yang terjadi kemudian membawa harga turun sebelum akhirnya stabil kembali di sekitar $40.

Sinyal Baru Buka Peluang Kenaikan

Di tengah koreksi tersebut, kini muncul sinyal bullish divergence baru pada timeframe harian. Pola ini sering kali menjadi indikasi awal dari potensi rebound harga.

Selain itu, arus dana di pasar spot menunjukkan perubahan signifikan. Setelah sempat terjadi inflow besar ke exchange, kini net flow berubah menjadi negatif sekitar $818 ribu, yang mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor.

Perubahan ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda dan minat beli kembali meningkat.

Baca juga: Token HYPE Melonjak, Potensi Naik 90% ke Rekor Harga Baru

Potensi Short Squeeze Menguat

Data pasar derivatif menunjukkan bahwa posisi short masih mendominasi, dengan potensi likuidasi mencapai sekitar $29 juta dalam tujuh hari terakhir. Posisi short yang besar ini menciptakan peluang terjadinya short squeeze.

Jika harga HYPE berhasil menembus level $45, maka likuidasi berantai pada posisi short dapat terjadi, yang berpotensi mendorong harga naik lebih cepat.

Kondisi ini menciptakan dinamika menarik, di mana mayoritas trader bertaruh pada penurunan, sementara pasar spot justru menunjukkan akumulasi.

Level Kunci Menuju All-Time High

Untuk melanjutkan tren naik, HYPE perlu menembus level $41 sebagai konfirmasi awal. Selanjutnya, resistance di $43 menjadi area penting sebelum menuju level krusial di $48.

Jika $48 berhasil ditembus, potensi kenaikan ke $51, $54, hingga $66 terbuka, yang sekaligus akan mencetak rekor harga tertinggi baru.

Namun, jika harga gagal bertahan di atas $36, maka potensi koreksi ke area $25 kembali meningkat.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa struktur pasar HYPE saat ini menunjukkan kombinasi menarik antara tekanan short yang tinggi dan akumulasi di pasar spot.

Menurut mereka, kondisi seperti ini sering menjadi pemicu pergerakan tajam, terutama jika didukung oleh breakout di level resistance kunci.

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa volatilitas akan tetap tinggi, mengingat adanya konflik antara sinyal bearish jangka pendek dan potensi bullish dari sisi struktur pasar.

Tim Research Tokocrypto menyarankan agar pelaku pasar memperhatikan level teknikal utama serta perkembangan arus dana, karena kedua faktor ini akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

Dengan sinyal teknikal yang saling berlawanan namun didukung oleh potensi short squeeze, HYPE kini berada di fase krusial.

Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus resistance utama dan mempertahankan momentum beli di tengah tekanan dari posisi short yang masih besar.

Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Open Interest Kontraksi 20%, Trader Mulai Wait and See

Pasar derivatif XRP di Binance menunjukkan perubahan signifikan setelah terjadi penurunan tajam pada tingkat leverage dan open interest. Kondisi ini menandakan adanya “reset” besar dalam struktur pasar, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga ke depan.

Dilaporkan Crypto Quant, data terbaru menunjukkan bahwa tekanan spekulatif yang sebelumnya mendominasi kini mulai mereda, membuka peluang bagi terbentuknya tren yang lebih stabil.

Leverage Turun Tajam, Risiko Likuidasi Menyusut

Estimated Leverage Ratio (ELR) XRP di Binance turun drastis dari sekitar 0,59 pada pertengahan Juli 2025 menjadi hanya 0,13 saat ini. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya penggunaan leverage oleh trader, yang sebelumnya menjadi salah satu pemicu volatilitas tinggi.

Dengan leverage yang lebih rendah, risiko terjadinya likuidasi besar secara tiba-tiba juga ikut menurun. Hal ini membuat pergerakan harga menjadi lebih “bersih” dari tekanan spekulatif jangka pendek.

Baca juga: XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

Open Interest Ikut Menyusut

Selain leverage, open interest XRP di Binance juga mengalami penurunan signifikan hingga berada di kisaran 375 juta dolar AS, jauh di bawah level tertinggi sebelumnya.

Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak posisi derivatif telah ditutup, baik oleh trader yang keluar dari pasar maupun yang terkena likuidasi di fase sebelumnya.

Kombinasi penurunan leverage dan open interest ini menandakan bahwa pasar kini tidak lagi “overcrowded”.

Pasar Masuk Fase Reset

Kondisi ini sering disebut sebagai fase reset, di mana pasar membersihkan posisi spekulatif berlebihan sebelum membentuk tren baru.

Dengan berkurangnya tekanan dari posisi leverage tinggi, pergerakan harga ke depan cenderung lebih dipengaruhi oleh permintaan riil dibandingkan aktivitas derivatif.

Situasi ini juga dapat mengurangi volatilitas ekstrem yang biasanya dipicu oleh likuidasi berantai.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penurunan leverage dan open interest pada XRP merupakan perkembangan yang positif dari sisi struktur pasar.

Menurut mereka, pasar yang lebih “ringan” dari leverage berlebihan cenderung lebih sehat dan tidak mudah terguncang oleh pergerakan mendadak.

Namun, mereka juga menekankan bahwa kondisi ini bukan berarti harga akan langsung naik. Justru, fase reset sering kali menjadi periode konsolidasi sebelum arah tren yang lebih jelas terbentuk.

Tim Research Tokocrypto menambahkan bahwa pelaku pasar perlu memperhatikan apakah arus dana baru mulai masuk setelah fase ini, karena hal tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

Menunggu Arah Baru XRP

Dengan kondisi pasar derivatif yang kini lebih stabil, XRP berada dalam fase krusial untuk menentukan langkah selanjutnya.

Pergerakan harga ke depan akan sangat bergantung pada munculnya katalis baru, baik dari sisi fundamental maupun sentimen pasar, yang dapat mendorong permintaan dan membentuk tren baru.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Bangkit Tembus $2.000! Analis Bidik Level Kunci Reversal

Ethereum (ETH) menunjukkan sinyal pemulihan setelah mencatat kenaikan hampir 3% dan kembali ke level sekitar 2.160 dolar AS. Pergerakan ini memicu spekulasi bahwa aset kripto terbesar kedua tersebut mulai keluar dari fase bearish dan berpotensi memasuki tren baru.

Sejumlah indikator teknikal dan on-chain turut memperkuat pandangan bahwa Ethereum sedang berada di titik penting dalam siklus pergerakannya.

Sinyal Awal Perubahan Tren Muncul

Dilaporkan NewsBTC, analis pasar menilai bahwa pergerakan terbaru Ethereum menunjukkan potensi perubahan tren dari bearish ke bullish. Salah satu indikasi utama adalah terbentuknya pola ascending triangle pada grafik mingguan.

Pola ini sering dikaitkan dengan potensi breakout ke atas, terutama ketika harga mulai mendekati titik puncak (apex). Sebelumnya, ETH sempat memantul dari level 1.800 dolar AS yang bertepatan dengan garis support pola tersebut.

Kondisi ini dinilai serupa dengan pola pada siklus sebelumnya yang sering diikuti oleh kenaikan harga.

Indikator On-Chain Perkuat Sinyal

Dari sisi on-chain, indikator MVRV sempat turun di bawah 0,8 saat harga menyentuh support, yang secara historis sering menjadi sinyal beli.

Selain itu, indikator SuperTrend juga berbalik ke arah bullish untuk pertama kalinya sejak Mei tahun lalu, yang menunjukkan adanya perubahan momentum dari tekanan jual ke potensi dominasi pembeli.

Kombinasi indikator ini memperkuat pandangan bahwa fase konsolidasi Ethereum mungkin mulai berakhir.

Baca juga: Supply Ethereum di Bursa Anjlok ke Titik Terendah!

Level Resistance Jadi Penentu

Dalam jangka pendek, level 2.356 dolar AS menjadi target awal yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik. Selanjutnya, area 2.647 dan 3.639 dolar AS menjadi target menengah yang berpotensi menjadi titik resistance berikutnya.

Untuk jangka panjang, level 4.632 dolar AS hingga 5.624 dolar AS disebut sebagai zona ekspansi yang dapat membuka peluang menuju level tertinggi baru.

Namun demikian, kegagalan mempertahankan support di sekitar 1.800 dolar AS dapat kembali memicu tekanan jual.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 26 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 26 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa sinyal teknikal dan on-chain Ethereum saat ini menunjukkan adanya potensi perbaikan struktur pasar, namun masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.

Menurut mereka, pola ascending triangle dan indikator seperti MVRV serta SuperTrend memang memberikan indikasi positif, tetapi pergerakan harga tetap sangat bergantung pada kondisi makro dan sentimen pasar secara keseluruhan.

Tim Research Tokocrypto juga menekankan bahwa breakout yang valid harus disertai dengan peningkatan volume dan arus dana yang konsisten, agar dapat membentuk tren yang berkelanjutan.

Selain itu, mereka mengingatkan bahwa volatilitas masih berpotensi tinggi, sehingga investor perlu memperhatikan level support dan resistance utama dalam mengambil keputusan.

Pasar Menanti Konfirmasi Breakout

Dengan berbagai sinyal yang mulai mengarah ke potensi bullish, Ethereum kini berada dalam fase krusial yang dapat menentukan arah tren berikutnya.

Pelaku pasar akan mencermati apakah ETH mampu menembus level resistance kunci dan mempertahankan momentum, atau justru kembali terkoreksi dalam fase konsolidasi yang lebih panjang.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Retail Jual Rugi, Institusi Terus Akumulasi

Pasar kripto saat ini menunjukkan fenomena yang tidak biasa. Di satu sisi, investor ritel mengalami kepanikan ekstrem, namun di sisi lain harga Bitcoin justru tetap stabil di kisaran 70.700 dolar AS. Kondisi ini memunculkan indikasi adanya pergeseran struktur pasar yang lebih dalam.

Dilaporkan Crypto Quant, data terbaru menunjukkan bahwa tekanan jual dari investor kecil tidak lagi berdampak signifikan terhadap harga, sementara pelaku besar justru terus menyerap suplai secara diam-diam.

Divergensi Antara Sentimen dan Harga

Indeks Fear and Greed saat ini berada di level 14, yang menandakan kondisi extreme fear. Namun berbeda dengan siklus sebelumnya, ketakutan ini tidak diikuti oleh penurunan harga yang signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa kepanikan yang terjadi lebih bersifat psikologis, di mana investor ritel mengalami kelelahan setelah periode volatilitas panjang. Sementara itu, tekanan jual berkurang karena sebagian besar pelaku pasar yang rentan telah keluar.

Kondisi ini menciptakan divergensi antara sentimen dan harga, yang jarang terjadi dalam siklus pasar sebelumnya.

Baca juga: Bukan $69.000! Data Ini Jadi Kunci Rahasia Harga Bottom Bitcoin

Peran OTC dalam Menyerap Suplai

Sebagian besar aktivitas pasar saat ini terjadi di luar exchange publik, melalui mekanisme over-the-counter (OTC). Diperkirakan sekitar 73% volume perdagangan berlangsung melalui jalur ini.

Fenomena ini menjelaskan mengapa harga tetap stabil meskipun terjadi arus keluar dari ETF dan sentimen pasar cenderung negatif. Investor institusional diduga menyerap suplai dari investor yang keluar dari pasar.

Data juga menunjukkan bahwa metrik MVRV untuk short-term holders berada di level 0,82, yang mengindikasikan bahwa banyak investor ritel menjual aset mereka dalam kondisi rugi.

Validasi Level $70K sebagai Support Baru

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Indikator DTMM menunjukkan peningkatan dari 1,68x menjadi 1,74x, yang mencerminkan penerimaan pasar terhadap level 70.000 dolar AS sebagai nilai wajar baru.

Pergerakan ini juga menandakan bahwa Bitcoin mulai menjauh dari level terendah sebelumnya di sekitar 60.000 dolar AS yang terjadi pada Februari.

Dengan demikian, level 70.000 dolar AS kini dipandang sebagai support struktural yang lebih kuat dibandingkan fase sebelumnya.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kondisi saat ini menunjukkan adanya fase transisi dari dominasi retail menuju dominasi institusi dalam struktur pasar Bitcoin.

Menurut mereka, stabilitas harga di tengah sentimen negatif merupakan indikasi bahwa suplai sedang diserap oleh pelaku besar, yang biasanya menjadi fondasi bagi fase pergerakan berikutnya.

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa meskipun struktur pasar terlihat lebih kuat, volatilitas tetap dapat muncul, terutama jika dipicu oleh faktor eksternal seperti kebijakan moneter atau geopolitik.

Tim Research Tokocrypto menambahkan bahwa investor perlu memperhatikan pergerakan likuiditas, khususnya di pasar OTC dan arus dana institusional, untuk memahami arah pasar secara lebih akurat.

Pasar Masuk Fase Baru

Dengan kombinasi antara kepanikan ritel dan akumulasi institusi, pasar Bitcoin saat ini berada dalam fase yang unik. Pergerakan harga tidak lagi sepenuhnya mencerminkan sentimen publik, melainkan dipengaruhi oleh dinamika yang lebih kompleks di balik layar.

Ke depan, arah Bitcoin akan sangat ditentukan oleh apakah akumulasi ini berlanjut dan mampu mendorong permintaan baru, atau justru terhambat oleh faktor makro yang lebih luas.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com