Tag Archives: aset kripto

Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

Artikel kali ini akan membahas aset kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG) yang sudah listing di Tokocrypto. Keduanya punya project dengan utilitas yang masing-masing berbeda.

Misalnya, Aion merupakan pengembangan jaringan open source di dunia desentralisasi. Sementara, OG adalah Fan Token yang dirilis khusus untuk penggemar OG Esports Team.

So, untuk mengenal lebih jauh kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG) bisa baca artikel selengkapnya di bawah ini.

Aion (AION)

Apa Itu Aion (AION)?

Aion adalah token yang digunakan untuk mengamankan dan mengakses jaringan Open Application Network (OAN). Diluncurkan pada tahun 2018 di Kanada, The OAN adalah jaringan publik yang tersedia untuk semua orang.

OAN dikelola oleh The Open Foundation, sebuah organisasi nirlaba terdaftar yang bertujuan untuk memberikan lingkungan kepada publik untuk membuat platform open source. The Open Application Network dijalankan oleh Matthew Spoke sebagai CEO dan Ian Chan yang didapuk menjadi COO.

Ilustrasi aset kripto Aion (AION).
Ilustrasi aset kripto Aion (AION).

Baca juga: Kenal Kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

Tujuan utama dari The OAN adalah untuk memfasilitasi interoperabilitas antara blockchain yang berbeda, sehingga memungkinkan pengguna dan pengembang untuk membuat berbagai aplikasi. Dengan menjadikan token AION sebagai inti jaringan, OAN memungkinkan pengguna untuk mengeksekusi smart contracts, menyimpan data, dan membagikannya di antara jaringan yang berbeda.

Blockchain OAN dan token AION diamankan dengan kombinasi metode konsensus proof-of-stake (DPoS) dan proof-of-importance (PoI). Salah satu karakteristik penting dari blockchain adalah ia bergantung pada Byzantine Fault Tolerance untuk keamanan tambahan.

Apa yang Membuat Aion (AION) Unik?

The Open Application Network bisa menjadi platform penting di dunia aset kripto, karena bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara berbagai blockchain.

Token AION pada dasarnya dirancang untuk memungkinkan pengembang dan pembeli mentransfer dari satu blockchain ke blockchain lainnya dengan mudah. Tidak hanya itu, AION menyediakan eksekusi transfer data dan smart contracts pada blockchain seperti Ethereum dan NEO.

Kurangnya interoperabilitas antar blockchain masih menjadi salah satu faktor yang mencegah teknologi memasuki dunia keuangan arus utama. AION bertujuan untuk menciptakan platform yang secara efektif dapat menggantikan cara bank menjalankan keuangan global saat ini.

OAN telah bermitra dengan banyak nama besar di industri seperti CryptoCurve, Nodesmith, dan BlockX Labs. Tidak hanya itu, AION adalah anggota dari Blockchain Interoperability Alliance.

Ilustrasi aset kripto Aion (AION).
Ilustrasi aset kripto Aion (AION).

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Ada total pasokan 487.496.874 token AION. Saat ini, seluruh total pasokan telah memasuki pasar dan aktif diperdagangkan. Tidak ada informasi apakah OAN berencana untuk merilis lebih banyak token di masa depan atau apakah total pasokan saat ini juga akan menjadi pasokan maksimum untuk AION.

Pendiri dan anggota tim lainnya menerima sekitar 40% dari total pasokan token AION. 51,5% token AION lainnya diarahkan ke Token Release Schedule Contracts, yang secara bertahap akan tersedia untuk umum seiring waktu. Akhirnya, sisa 8,5% token didistribusikan di antara investor swasta yang tertarik pada fase awal peluncuran AION.

Peringkat AION di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) jam 08.00 WIB adalah #646, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 14.787.969. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 501.505.081 koin AION dan maksimal pasokan tidak tersedia.

OG Fan Token (OG)

Apa Itu OG Fan Token (OG)?

OG menjadi klub esports pertama di dunia yang menggunakan blockchain untuk berinteraksi lebih baik dengan para penggemarnya. OG melakukan kemitraan strategis jangka panjang dengan aplikasi blockchain, Socios.com, yang didukung oleh $CHZ. Kedua perusahaan akan bekerja sama untuk memanfaatkan teknologi ini sebaik mungkin untuk mengoptimalkan dan mengembangkan keterlibatan penggemar OG.

OG yang merupakan juara dunia Dota 2 adalah klub esports pertama yang bergabung dengan Socios.com, dan bersama-sama mereka akan mengembangkan OG Fan Token untuk basis penggemar mereka yang berjumlah 850.000 orang di seluruh dunia. Mereka bergabung dengan klub sepak bola internasional seperti Juventus, Paris Saint-Germain dan West-Ham United.

Ilustrasi aset kripto OG Fan Token (OG).
Ilustrasi aset kripto OG Fan Token (OG).

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

OG Fan Token (OG) akan memungkinkan tim untuk melibatkan penggemarnya dalam kehidupan klub, termasuk memberikan suara pada jajak pendapat di aplikasi. Fan Token akan menerima hadiah eksklusif, pengalaman yang berbeda, serta konten terbaik.

Apa yang Membuat OG Fan Token (OG) Unik?

OG yang menjadi tim esports pertama kami di platform Socios.com telah mengalami pertumbuhan yang fenomenal selama beberapa tahun terakhir, dan dengan basis penggemar yang mengesankan. Diprediksi pertumbuhan ini akan terus berlanjut.

OG sedang membangun ekosistem kuat dari banyak vertikal olahraga yang berbeda dan sangat senang memiliki OG Fan Token untuk mendorong evolusi keterlibatan penggemar esports. Menyertakan esports sebagai Fan Token di aplikasi, berarti dapat mengedukasi banyak sekali konsumen arus utama tentang manfaat blockchain dan aset kripto.

Ilustrasi aset kripto OG Fan Token (OG).
Ilustrasi aset kripto OG Fan Token (OG).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

Dibentuk pada tahun 2015, OG telah menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di Dota 2. Tim OG dominan di level tertinggi permainan esports. Mereka menjadi organisasi pertama dan satu-satunya yang meraih kemenangan di The International dua kali pada 2018 dan 2019. Sekarang ambisi OG adalah membuat roster dalam game di luar Dota 2 dan terus berkembang.

Peringkat OG di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) jam 08.00 WIB adalah #942, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.288.881. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 1.274.535 koin OG dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Aion (AION) dan OG Fan Token (OG) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Aion (AION) dan OG Fan Token (OG).

Trading AION/USDT, AION/BTC, OG/USDT, OG/BUSD dan OG/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 12 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AION dan OG di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Standar Token ERC 20 hingga Cara Kerja dan Kegunaannya

Dalam mempelajari aset digital kripto, terutama Ethereum, Anda mungkin pernah berjumpa dengan istilah “ERC 20”. Bahkan, istilah tersebut sering dikaitkan dengan beberapa aset kripto besar dan dompet kripto populer seperti Tether (USDT), Polygon (MATIC), Shiba Inu (SHIB), dan dompet Metamask. Ingin paham lebih dalam mengenai standar ERC 20? Mulai dari kaitannya dengan jaringan Ethereum, cara kerja, hingga kegunaannya. Yuk, simak selengkapnya!

Apa itu Jaringan Ethereum?

illustrasi jaringan eth

Anda tentu sudah familiar dengan Ethereum (ETH), salah satu aset digital kripto populer dengan kapitalisasi pasar tinggi, menduduki peringkat kedua setelah Bitcoin. Ternyata, aset kripto ini merupakan solusi pembayaran yang dibuat untuk jaringan Ethereum. Jaringan ini dicetuskan Vitalik Buterin dan menerapkan sistem terdesentralisasi, blockchain dengan sistem open-source, dan dilengkapi dengan fungsi smart contract.

Jaringan Ethereum sendiri dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi, termasuk token. Menariknya lagi, pembuatan aplikasi melalui jaringan Ethereum tidak memerlukan layanan perantara untuk beroperasi seperti kebanyakan aplikasi konvensional.

Implementasi pembuatan aplikasi untuk token dalam jaringan Ethereum pertama kali diusulkan oleh Fabian Vogelsteller pada November 2015. Vogelsteller memanfaatkan fungsi smart contract untuk menyusun suatu standar pembuatan aplikasi token yang disebut dengan ERC-20 atau Ethereum Request for Comments 20.

Jadi, ERC-20 adalah standar untuk merancang suatu tipe token yang spesifik. Standar tersebut merupakan seperangkat pedoman dasar yang harus diikuti setiap token baru, setelah ETH, yang dibuat dalam jaringan Ethereum. 

Baca juga: Apa Itu Ethereum? Berikut Panduan Lengkapnya!

Mengenal Standar Token ERC 20

Bisa dibilang, ERC-20 adalah “patokan” untuk membuat token baru dalam jaringan Ethereum. Tiap aplikasi token yang dibuat dengan smart contract Ethereum pasti menerapkan standar ERC-20. Token yang dibuat dengan standar ERC-20 hanya bisa dijalankan pada platform berbasis Ethereum. Itu berarti, token tidak akan berlaku pada jaringan selain Ethereum. Misalnya, token USDT tidak akan berlaku di jaringan Polkadot atau Hyperledger Fabric. 

Perlu diingat juga, standar token ini juga hanya berlaku untuk fungible token, bukan non-fungible token. Selain itu, Anda bisa menukarkan satu token ERC 20 dengan token ERC 20 lain karena nilainya sepadan.

Beberapa contoh token besar yang berstandar ERC 20 dan tersedia untuk diperjualbelikan antara lain adalah Tether (USDT), Binance Coin (BNB), dan Wrapped Bitcoin (wBTC).

Baca juga: Yuk, Kenali Perbedaan Wrapped Bitcoin dengan Bitcoin!

Aturan Dasar ERC 20

Dalam membuat proyek kripto atau token dengan standar ERC 20, ada aturan dasar yang harus dipenuhi, yaitu token harus mampu menjalankan fungsi-fungsi berikut ini:

  1. TotalSupply: memberikan informasi mengenai jumlah total pasokan token.
  2. BalanceOf: menyediakan informasi saldo rekening pemilik.
  3. Transfer: mampu mengirim sejumlah token ke alamat tertentu.
  4. TransferFrom: mampu menerima sejumlah token dari alamat tertentu.
  5. Approve: memberi izin kepada pembeli untuk menarik sejumlah token dari akun tertentu.
  6. Allowance: mengembalikan sejumlah token dari pihak pembeli kepada pemilik asli.

Fungsi-fungsi di atas akan memicu aplikasi token untuk menjalankan dua tindakan, yakni proses transfer token (berlangsung tiap token berpindah kepemilikan) dan proses validasi (berlangsung tiap persetujuan dibutuhkan).

Kegunaan ERC 20

kegunaan token erc 20

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegunaan ERC 20 adalah sebagai patokan dalam membuat sebuah token aset kripto. Hal tersebut memang benar adanya. Anda bisa menjadikan token yang dibuat dengan standar ini sebagai aset kripto. Meski begitu, kegunaan standar token ERC 20 ternyata tidak hanya itu. Berikut adalah beberapa kegunaannya, yaitu:

Ada kalanya, para pengembang aplikasi yang menggunakan jaringan Ethereum melakukan crowdfunding (penggalangan dana) untuk melanjutkan proyek mereka. Dengan adanya ERC-20, mereka dapat membuat token sebagai ganti dana investasi yang disuntikkan investor.

Selanjutnya, standar token ERC 20 juga bisa digunakan untuk mengambil keputusan terkait suatu proyek yang dikembangkan dalam jaringan Ethereum. Makin banyak jumlah pengguna token, maka semakin besar pengaruh dalam setiap pengambilan keputusan.

Standar token ERC 20 bersifat fungible. Itu berarti, dalam jumlah tertentu, token dapat mewakili kepemilikan aset fisik seperti emas.

Seperti yang telah dijelaskan pada poin mengenai aturan dasar ERC 20, tiap token harus bisa menjalankan fungsi transaksi. Tiap transaksi biasanya memiliki biaya tambahan yang dikenal dengan istilah ‘gas fee’. Ketika jaringan sedang macet, gas fee akan mendorong agar transaksi lebih cepat. Gas fee sendiri nominalnya dipotong dari nilai token pengguna.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa ERC 20 merupakan standar token yang digunakan sebagai pedoman untuk membuat token dalam jaringan Ethereum. Saat ini, sudah banyak proyek kripto yang menggunakan standar ini berhasil menjadi besar di pasar. Anda tertarik untuk membelinya? Yuk, selesaikan KYC dan beli token berstandar ERC 20 di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk gabung dengan Komunitas Tokocrypto, ya!

Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu VeChain (VET)? Simak Selengkapnya Disini!

VeChain adalah sebuah perusahaan yang menghadirkan solusi bisnis berbasis blockchain yang dikenal dengan VeChainThor dan memiliki token sendiri yakni VET. Blockchain ini tengah mendapat sorotan berkat aplikasi teknologi hingga harga mata uang kripto VET yang mengalami peningkatan signifikan.

Mengutip dari Coinmarketcap, VeChain memiliki visi mendigitalisasi operasi bisnis dan menciptakan solusi nyata menggunakan teknologi smart contract mereka.

Dengan teknologi VeChain, setiap produk memiliki identitas unik yang dapat dilacak.

Yang dapat membantu brand mengidentifikasi keaslian suatu produk sehingga meminimalisir pemalsuan dan penipuan. 

Saat ini, teknologi blockchain yang diimplementasikan untuk manajemen rantai pasokan oleh berbagai industri seperti produksi kendaraan hingga produksi anggur.

Teknologi blockchain ini mendukung berbagai decentralized app (DApps) mulai dari yang bersifat privat hingga aplikasi yang sifatnya publik. 

Baca juga: Kenali Jenis-jenis Investasi Decentralized Finance (DeFi)

Siapa Pendiri VeChain

Didirikan oleh Sunny Lu, yang merupakan mantan Chief Information Officer (CIO) Louis Vuitton Tiongkok. Dengan latar belakangnya bekerja di industri fashion high-end, beliau berfokus pada menciptakan teknologi blockchain yang dapat memecahkan masalah transparansi. 

Di samping itu, untuk memantau, mengelola, dan juga mengembangkan kemajuan ekosistemnya, didirikanlah sebuah entitas non-profit di Singapura bernama VeChain Foundation. Foundation ini didirikan memantau perkembangan dan kemajuan ekosistemnya.

Bagaimana Cara Kerja VeChain?

VeChain dikategorikan sebagai Blockchain-as-a-Service (BaaS) yang ditujukan untuk menciptakan solusi bisnis dengan teknologi blockchain. Dengan memanfaatkan teknologi VeChainThor blockchain, sebuah ledger platform smart contract yang mengunggulkan kecepatan dan pengaplikasian yang umum.

gambaran konsep blockchain

Platform yang mengaplikasikan algoritma konsensus unik yang dikenal dengan istilah Proof of Authority (PoA) yang berfungsi mengelola blockchain dan mengamankan transaksi.

VeChain menggunakan sistem two-token economy untuk memisahkan beban operasional. 

Adapun 2 Token yang beredar, yakni VeChain (VET), yang merupakan unit transaksi utama yang digunakan dalam ekosistemnya

Yang kedua yaitu VeChainThor (VTHO) yang digunakan untuk membayarkan biaya gas yang termasuk biaya transaksi dan smart-contract

Hal ini ditujukan agar bisnis yang mengaplikasikan teknologi blockchain ini dapat mengukur beban operasional dengan lebih pasti dan mengurangi spekulasi dari volatilitas pasar.

Produk utamanya dikenal dengan nama VeChain ToolChain. Aplikasi blockchain ini memiliki berbagai fitur yakni, Blockchain-as-a-Service (BaaS), Platform-as-a-Service (PaaS), dan Software-as-a-Service (SaaS) yang ditujukan untuk membantu bisnis berskala kecil dan besar membangun solusi bertenaga blockchain dengan lebih cepat. 

Baca juga: Serba-Serbi Blockchain dan 5 Karakteristik Utamanya

Apa Keunikan VeChain?

Platform ini ditujukan untuk menciptakan solusi nyata bagi bisnis yang ingin meningkatkan efisiensi pengelolaan operasi bisnis mereka. 

Demi mencapai tujuan tersebut, VeChain mengembangkan berbagai fitur yang membuat blockchain ini unik, meliputi:

1. Fee Delegation Protocol (VIP 191)

Teknologi fee delegation protocol dari VeChain memungkinkan bagi sebuah perusahaan untuk menempatkan gas fee ke akun gas tertentu. 

Perusahaan dapat menggunakan platform VeChain dan menggunakan layanan digital lainnya, di mana mereka hanya perlu membayarkan data yang mereka gunakan atau ciptakan. Perusahaan tidak perlu mengelola aspek kripto secara mandiri meski menggunakan teknologi Blockchain.

2. Turnkey Offerings

Membangun solusi blockchain adalah sebuah tantangan besar bagi sebuah perusahaan, yang mana mengharuskan perusahaan untuk mempekerjakan blockchain engineer, smart contract developer, ahli keamanan komputer, dan lain sebagainya.

Menyadari kesulitan ini, VeChain menciptakan sebuah solusi di mana perusahaan dapat memanfaatkan perangkat lunak turnkey dan solusi perangkat keras yang dapat diaplikasikan dengan mudah. Hal ini mempercepat proses digitalisasi bisnis dengan biaya serendah mungkin.

3. Efisiensi yang tinggi

Berbeda dengan blockchain yang memiliki teknologi smart contract lainnya, platform VeChainThor dinilai sangat efisien dan menggunakan sedikit energi dibanding kompetitornya, dengan keamanan yang setingkat. VeChain menuturkan bahwa penggunaan blockchain mereka dalam satu tahun hanya membutuhkan 2.4% dari energi untuk menciptakan satu Bitcoin.

Apakah kamu tertarik menggunakan VeChain untuk mendukung digitalisasi bisnismu? Temukan berbagai artikel terkait penerapan teknologi blockchain untuk bisnis di sini

Tetap up to date soal dunia kripto dengan mengikuti media sosial Tokocrypto: Instagram & Twitter. Kamu juga bisa ikut berdiskusi dengan investor lainnya di komunitas Discord kami, join melalui link berikut.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini

Salah satu analis ternama di dunia kripto bernama Michaël van de Poppe menyatakan melalui Twitter bahwa Bitcoin pekan ini akan naik tinggi. 

Menurutnya, pekan ini akan terjadi apresiasi tertinggi sejak tiga bulan terakhir karena harga telah mencapai daerah batas bawah yang kuat setelah koreksi di akhir pekan. Berikut analisisnya. 

Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi

Michaël van de Poppe memprediksi bahwa harga Bitcoin akan mengalami apresiasi signifikan bahkan mencapai apresiasi tertinggi sejak tiga bulan terakhir. 

Ia membuat pernyataan tersebut melalui Twitter pribadinya dimana prediksinya didasari oleh kondisi pasar saat ini. 

Ia menyatakan bahwa saat ini Bitcoin memperlihatkan potensi apresiasi akibat analisis teknikal serta faktor sentimen berita yang sedang sepi, yang menurutnya menjadi pertanda adanya ruang gerak naik karena tidak ada gangguan berita. 

Ia merasa investasi harus dilakukan saat tidak ada yang tertarik, merujuk pada kondisi seperti saat ini, di mana tidak banyak berita dan sentimen yang menarik. 

Menurutnya saat ini juga terlihat ada tanda bullish divergence yaitu kondisi dimana indikator volume bergerak berbeda dengan arah harga. 

Baca juga: Pertemuan G20 Akan Bahas Aset Kripto dan Uang Digital Bank Sentral

Poppe melihat bahwa saat ini terjadi bullish divergence akibat harga sedang bergerak turun, namun ia melihat indikator volume beli mulai meningkat.

Ia juga menyatakan bahwa saat ini Bitcoin telah menutup cela atau gap yang ada di pasar derivatif yaitu kontrak futures tradisional CME dan membuat cela baru. 

Umumnya suatu cela akan selalu ditutup oleh candlestick baru sehingga membuat potensi adanya pergergerakan arah harga baru.  

Poppe menandakan apresiasi ini terjadi bersama dengan harga Bitcoin yang telah kembali menyentuh batas bawah yang kuat sehingga potensi apresiasi menjadi semakin besar. 

Analisis Onchain Mendukung

Terdapat beberapa analis yang setuju dengan pernyataannya bahwa Bitcoin masih memiliki harapan untuk naik. 

Mayoritas analis tersebut mendasarkan potensi apresiasi ini dari dua indikator data onchain yaitu Bitcoin MVRV Z-Score dan Bitcoin Reserve Risk. 

Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya
Data Bitcoin Reserve Risk

Kedua data ini memperlihatkan daerah harga Bitcoin yang dianggap baik untuk mulai menjual atau membeli dimana zona merah adalah daerah yang tepat untuk menjual, dan zona hijau tepat untuk membeli. 

Data Reserve Risk mengukur kepercayaan investor jangka panjang serta mengukur rasio risiko dan keuntungan yang akan didapatkan oleh investor jika membeli pada saat itu. 

Zona merah menandakan risiko sedang terlalu tinggi dibanding potensi keuntungan, sedangkan zona hijau menandakan risiko sedang rendah dibanding potensi keuntungan yang akan didapatkan jika membeli. 

Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya
Data Bitcoin MVRV Z-Score

Data MVRV Z-Score melihat harga Bitcoin saat ini relatif terhadap harga aslinya. Zona merah menandakan bahwa harga saat ini sedang terlalu mahal dan zona hijau menandakan saat ini harga sedang murah. 

Saat ini kedua indikator tersebut sedang berada di zona hijau namun dalam jangka waktu yang panjang. 

Sehingga walau menandakan pergerakan potensi positif, kedua data ini tidak mendukung secara langsung prediksi dari Poppe, karena prediksinya menggunakan jangka waktu pendek, yaitu satu pekan. 

Sentimen Negatif Membuat Keraguan 

Analisis dari Poppe mendapatkan banyak tanggapan dari pasar karena membawa harapan bahwa adanya potensi keuntungan. 

Tapi masih ada beberapa investor dan trader yang memberi tanggapan negatif karena adanya sentimen negatif yang beredar di pasar. 

Dua sentimen negatif besar yang saat ini sedang membuat banyak investor serta trader ragu adalah kabar dari kasus Mt. Gox dan Celsius. 

Tercatat bahwa saat ini terdapat sekitar 142.000 BTC yang siap dijual dari program pemulihan korban Mt. Gox, salah satu kasus peretasan Bitcoin terbesar dalam sejarah yang menghilangkan 700.000 BTC. 

142.000 BTC tersebut dikabarkan akan dijual untuk ganti rugi para korban peretasan bursa Mt. Gox di tahun 2011 hingga 2014. 

Saat ini masih belum pasti apakah semua akan dijual atau hanya sebagian, karena korban mendapat pilihan untuk menerima ganti rugi dalam Bitcoin, Bitcoin Cash, atau uang fiat

Selain itu, ganti rugi ini baru akan terjadi pada Agustus 2022, sehingga masih ada kekhawatiran harapan investor terkait kenaikan harga Bitcoin.

Sentimen negatif kedua yang juga masih menggantung investor kondisi Celsius yang dikabarkan memiliki US$ 531 Juta dalam Wrapped Bitcoin (WBTC) yang siap dijual. 

Kemungkinan besar WBTC tersebut akan dijual untuk mengganti rugi dan membayar utang kepada kreditur dan investor Celsius. Jika benar dijual maka akan terjadi koreksi yang relatif besar dan prediksi Poppe akan salah.

Baca juga: Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!

Analisis Bitcoin Naik Bisa Salah!

Terkait tanggapan dari investor dan trader, salah satu trader di Twitter memberikan pandangannya mengapa kemungkinan besar Poppe akan salah. 

Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya
Analisis Harga dari Trader @CryptoTony_

Trader dengan Twitter @CryptoTony_ memberikan pandangan dimana Bitcoin dapat turun hingga mencapai US$ 15.000 jika terdapat sentimen negatif.

Untuk saat ini masih belum diketahui mana prediksi yang benar, karena biasanya setiap hari Senin pasar crypto cenderung memiliki volatilitas yang tinggi.

Tapi investor dan trader perlu berhati-hati dan tidak tergiring opini serta tetap berpegang teguh pada rencana dan manajemen risiko masing-masing. 

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul “Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya





Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!

Pengguna Binance menginginkan exchange aset kripto tersebut untuk mempertahankan layanan bebas transaksi untuk Bitcoin. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil jajak pendapat atau polling yang baru-baru ini dilakukan oleh CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ) di Twitter.

Dalam polling itu, CZ menanyakan apakah pengguna ingin Binance mempertahankan perdagangan tanpa biaya, sambil menunjukkan risiko terkait.

Hasinya, dari 47.753 responden, sebanyak 65,9% menyatakan ingin melanjutkan transaksi gratis terlepas dari risiko yang melekat. Hal ini tidak mengejutkan mengingat fakta bahwa pedagang kripto biasanya ingin menghilangkan biaya transaksi.

Sementara, transaksi gratis dapat menarik lebih banyak perdagangan ke Binance, itu juga dapat memengaruhi pendapatannya. Binance adalah pertukaran kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.

Terlepas dari banyak keuntungan seputar perdagangan tanpa biaya, CZ menyebutkan ada kerugiannya dalam sistem termasuk wash trading.

Baca juga: Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Kripto Sebagai Alat Transaksi

Zhao mencatat bahwa pelanggan dapat menggunakan wash trading untuk mengakses tingkat VIP bursa, akibatnya tingkat utilitas VIP untuk mendapatkan biaya perdagangan menjadi lebih rendah.

Wash trading adalah tindakan di mana seorang trader kripto bertransaksi dengan wallet lain yang dikendalikan oleh mereka sendiri. Ini biasanya merupakan upaya untuk memanipulasi pasar dan memberi kesan permintaan.

Zhao mengatakan Binance untuk melakukan beberapa prosedur keamanan yang lebih baik. Prosedur ini mencakup penggunaan kecerdasan buatan untuk mendeteksi perdagangan ilegal.

Tanggapan Investor 

Pendiri XCAD Network, sebuah platform Watch2Earn, Oliver Bell, menyambut baik perkembangan tersebut.

Dia mengatakan jika hasil polling yang menyatakan sebagian besar pengguna Binance menginginkan transaksi gratis dikabulkan, maka akan menarik dan mendorong pengguna baru masuk industri kripto. Dia mengatakan lebih lanjut memang ada kekuarangannya, namun kelebihannya lebih banyak atau dominan.

Namun, pengguna Twitter lain dengan moniker @VolatilityRob menanyakan apa efek perdagangan tanpa biaya di pasar jika “kekuatan pasar yang signifikan” memutuskan untuk membuang aset mereka. Dia menyertakan hasil screen shot aturan soal persaingan harga yang dikeluarkan oleh Uni Eropa. Salah satunya menyatakan UE akan memonitor dan menginvestigasi pratik-praktik yang anti-kompetsi.

Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto
Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi di Indonesia

Tokocrypto Juga “Gratiskan” Biaya Trading Bitcoin

Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022. Bitcoin merupakan salah satu aset kripto dengan transaksi terbesar di Tokocrypto, bersama Tether (USDT) dan Ethereum.

Bear market ini telah menjadi perhatian besar bagi kita semua. Ada banyak investor yang baru merasa bear market, sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk portofolio mereka. Untuk menstimulus market dan memberikan kenyamanan dan kemudahan investor di tengah bear market ini, Tokocrypto membebaskan biaya trading untuk pembelian Bitcoin agar #SiapLebihCuan,” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.

Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.

Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO. 

Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di link ini dan TKO Trading Fee di link ini.

Artikel ini telah tayang di PortalKripto.com dengan judul Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!





Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan merilis laporan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Dalam laporan tersebut, disebutkan Tokocrypto menjadi Calon Pedagang Fisik Aset Kripto dengan nilai transaksi tertinggi pada Januari-Mei 2022.

Dalam laporan tersebut tercatat Tokocrypto meraih nilai transaksi hingga Rp 95 triliun. Di posisi selanjutnya secara berturut-turut diikuti oleh Indodax (Rp 75 triliun), Pintu (Rp 10 triliun), Rekeningku (Rp 8 triliun) dan Zipmex (Rp 1 triliun).

VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, mengatakan Tokocrypto masih mencatatkan pertumbuhan dari segi daily trading volume, walaupun aset kripto saat ini tengah bear market. Diharapkan pertumbuhan transaksi bisa terus berjalan seiring dengan kenaikan jumlah investor.

“Dalam situasi bear market saat ini, daily trading volume harus diakui mengalami penurunan dari sebelumnya pada saat periode normal yang bisa mencapai US$ 50-70 juta (Rp 749 miliar-1 Triliun), kini jadi US$ 15-20 juta (RP 224 miliar-299 miliar). Untuk jumlah investor di Tokocrypto sendiri saat ini sudah lebih dari 2,7 juta investor,” kata Cenmi.

Tokocrypto di posisi pertama sebagai Calon Pedagang Aset Kripto dengan nilai transaksi tertinggi. Dok. Bappebti
Tokocrypto di posisi pertama sebagai Calon Pedagang Aset Kripto dengan nilai transaksi tertinggi. Dok. Bappebti.

Baca juga: Market Awal Pekan: Gerak Kripto Belum Mantap ke Zona Hijau

Trading Bitcoin “Gratis” di Tokocrypto

Lebih lanjut, Cenmi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan investor yang memilih Tokocrypto sebagai platform investasi kripto mereka. Kepercayaan ini akan terus dijaga dengan memberikan pengguna pengalaman yang terbaik dan keamanan dalam bertransaksi perdagangan kripto.

Sebagai bentuk apresiasi, Tokocrypto menjalankan program Zero-Fee Bitcoin Trading, yaitu membebaskan biaya trading jual-beli Bitcoin dengan pairing fiat untuk seluruh pengguna. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022. 

Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.

Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO.

Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto
Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

Bitcoin Paling Banyak Transaksi 

Adapun Bitcoin (BTC) merupakan salah satu aset kripto dengan transaksi terbesar di Tokocrypto, bersama Tether (USDT) dan Ethereum (ETH). Sementara, lima jenis aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi menurut data Bappebti, yaitu Tether (Rp 42,3 triliun), Bitcoin (Rp 18,5 triliun), Ethereum (Rp 14,2 triliun), Dogecoin (Rp 6,8 triliun), dan Terra (Rp 6 triliun).

Jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 14,1 juta pelanggan pada Mei 2022. Sementara itu, investor saham tercatat hanya 8,86 juta. Rata-rata penambahan jumlah investor per bulan di tahun 2022 mencapai 394.168 pelanggan.

Sementara, transaksi aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa. Per 2020, nilai transaksi aset kripto sebesar Rp 64,9 triliun. Satu tahun kemudian, per Desember 2021, angkanya melonjak sangat signifikan menjadi Rp 859,4 triliun. Selama periode Januari hingga Mei 2022, tercatat sudah mencapai Rp 192 triliun.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pertemuan G20 Akan Bahas Aset Kripto dan Uang Digital Bank Sentral

Aset kripto dan uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CDBC) akan jadi topik utama dalam rangkaian agenda 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) dan Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD) G20 yang akan berlangsung di Bali mulai pekan depan 11-17 Juli 2022. 

Agenda besar pertemuan FMCBG dan FCBD tersebut akan membahas tren terbaru dalam industri digital keuangan, termasuk pembayaran lintas batas, aset kripto dan CBDC. Pembahasan akan dilakukan seputar bagaimana desain atau standar dari aset kripto dan CDBC, bagaimana perkembangannya, serta ada diskusi panel yang dihadir oleh delegasi dari negara anggota G20, terdiri dari perwakilan bank sentral, pejabat pemerintah, pengusaha dan akademisi.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Potensi Industri Aset Kripto di Indonesia saat Bear Market

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut baik pembahasan aset kripto dan CBDC yang akan menjadi topik utama dalam pertemuan 3rd FMCBG dan FCBD G20 di Bali. Menurutnya pertemuan tersebut bisa memfasilitasi pertumbuhan industri kripto untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara inovasi dan mitigasi risiko.

“Perkembangan aset kripto tak bisa dimungkiri sangatlah pesat. Momentum pertemuan 3rd FMCBG dan FCBD G20 di Bali nanti, bisa dimanfaatkan untuk setiap negara-negara G20 saling bertukar pikiran bagaimana perlunya pembuat kebijakan untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara inovasi dan mitigasi risiko,” jelas pria yang akrab disapa Manda.

Regulasi yang Matang

Lebih lanjut, Manda mengungkap diharapkan dengan rangkaian pertemuan tersebut bisa mendorong pertumbuhan industri aset kripto dan blockchain di Indonesia, melalui regulasi yang matang dengan mengedepankan transformasi digital dan inklusivitas. Di samping itu, para panelis bisa lebih mengenal konsep CBDC yang menggunakan teknologi blockchain untuk memberikan akses yang lebih luas dan mendorong inklusi keuangan.

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Aset Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022, Apa Dampaknya?

Aset kripto pun saat ini sudah diakui oleh global dengan masuk sebagai pembahasan utama di agenda tahunan World Economic Forum (WEF) yang digelar bulan Mei lalu. Aset kripto dan blockhcain sudah tidak dipandang sebelah mata oleh para pemimpin ekonomi global.

Kesempatan ini merupakan peluang untuk menciptakan nilai tambah yang baik. Pokok pembahasan tersebut bisa menjadi acuan bagi perkembangan kripto dan blockchain ke depannya, termasuk di Indonesia.

Manda menjelaskan kehadiran aset kripto tetap tumbuh, walau saat ini market secara keseluruhan sedang mengalami kelesuan. Menurutnya, kripto semakin terintegrasi dengan perekonomian global, maka risiko-risiko seperti itu bisa jadi memiliki beberapa justifikasi. Meski demikian, masih memungkinkan kripto dan teknologi blockchain berfungsi dengan berbagai cara dan melangkah lebih jauh lagi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

Ada yang menarik dari dua aset kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM). Keduanya punya project utilitas yang mendukung pembentukan ekosistem kripto yang baik.

Misalnysa Voyager Token menawarkan layanan pialang kripto dan memungkinkan pengguna untuk membeli kripto secara langsung dengan fiat dan mendukung penyelenggaraan layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Sementara, Atletico De Madrid Fan Token (ATM) adala Fan Token untuk penggemar klub sepak bola Atletico Madrid.

So, bagi kamu yang penasaran dengan dua aset kripto tersebut, bisa simak selengkapnya di artikel ini.

Voyager Token (VGX)

Apa Itu Voyager Token (VGX)?

Voyager Token adalah broker yang memberi investor titik akses tepercaya dan aman ke perdagangan aset kripto. Voyager dibangun untuk melayani investor ritel dan institusional dengan solusi instan untuk memperdagangkan aset kripto.

Crypto Trading Technologies, perusahaan induk dari Voyager Token dipimpin oleh grup dengan pengalaman dalam layanan broker online. Proyek ini didirikan bersama oleh Stephen Ehrlich, Philip Eytan, Gaspard de Dreuzy, dan Oscar Salazar.

Ilustrasi aset kripto Voyager Token (VGX).
Ilustrasi aset kripto Voyager Token (VGX).

Baca juga: Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

Layanan broker kripto yang diluncurkan pada Oktober 2018 ini, sekarang mendukung lebih dari 55 aset kripto dan memiliki teknologi Smart Order Routing yang unik menghubungkannya dengan lebih dari selusin kripto exchange. Aplikasi seluler Voyager Token diluncurkan pada Januari 2019, semakin memudahkan pengguna untuk berdagang kripto.

Token asli broker, Voyager Token (VGX), digunakan untuk memberi penghargaan kepada pengguna dalam ekosistem Voyager. VGX juga menarik minat saat diadakan di aplikasi Voyager, menawarkan hadiah cashback, dan layanan eksklusif lainnya untuk pengguna Voyager.

Voyager juga menawarkan 100 persen transaksi bebas komisi, termasuk pembelian dan penjualan. Trader hanya perlu membayar harga yang dikutip saat mengeksekusi order di platform.

Apa yang Membuat Voyager Token (VGX) Unik?

Voyager telah menciptakan jaringan untuk perdagangan kripto yang terasa sangat mirip dengan konsep yang diterapkan oleh pialang online tradisional. Voyager meluncurkan aplikasi selulernya pada tahun 2019 untuk menghadirkan layanan pialang kripto yang mudah, namun efisien bagi pengguna smartphone.

Voyager Token menggunakan teknologi Smart Order Routing yang memanfaatkan perbedaan antara harga yang tercantum di bursa aset kripto. Teknologi ini membantunya terhubung secara instan dengan lebih dari selusin kripto exchange bagi investor untuk memilih nilai tukar terbaik yang tersedia untuk transaksi mereka.

Ilustrasi aset kripto Voyager Token (VGX).
Ilustrasi aset kripto Voyager Token (VGX).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Fitur ini juga berarti bahwa investor juga dapat mengevaluasi spread antara harga bid dan ask dan tingkat likuiditas yang lebih tinggi di berbagai bursa kripto. Untuk trader, menjadi lebih mudah untuk masuk dan keluar dari posisi.

Meskipun platform ini menawarkan layanan perdagangan profesional, tetap sangat mudah digunakan. Pengajuan pesanan dibantu oleh Smart Order Routing Voyager. Setelah memilih koin atau token, jenis pesanan, dan jumlah aset yang akan dibeli dalam USD, Smart Order Routing Voyager secara otomatis mengisi pesanan.

Peringkat VGX di situs CoinMarketCap pada Selasa (12/7) jam 08.00 WIB adalah #395, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 42.495.0073. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

Apa Itu Atletico De Madrid Fan Token (ATM)?

Atletico De Madrid Fan Token (ATM) adalah Fan Token dari klub sepak bola Atletico Madrid. ATM termasuk salah satu dari puluhan klub sepak bola internasional yang membuat Fan Token kripto di bawah Socios.

Project kripto ini memungkinkan penggemar Atletico Madrid memiliki kepentingan dalam pengambilan keputusan klub, mendapatkan hadiah VIP dan membuka akses ke promosi eksklusif, games, chatting serta mendapatkan kesempatan untuk diakui sebagai superfan.

ATM dikenal sebagai token utilitas di Chiliz Chain (dibangun oleh Chiliz — sebuah perusahaan blockchain fintech) yang dibangun di atas Ethereum. Seperti Fan Token lainnya, ATM memberi kesempatan penggemar Atletico Madrid memiliki pengaruh dalam cara tim beroperasi, dengan memberikan suara pada jajak pendapat yang harus dipertimbangkan oleh tim.

Ilustrasi aset kripto Atletico De Madrid Fan Token (ATM).
Ilustrasi aset kripto Atletico De Madrid Fan Token (ATM).

Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Contoh dari kegunaan token ATM ini adalah perubahan yang dapat dilakukan oleh pemegangnya termasuk memilih desain jersey, memberi nama tempat pelatihan, dan memilih acara penggemar berikutnya.

Fan Token ATM bertindak sebagai pintu gerbang ke setiap kesempatan penggemar Atletico Madrid untuk menunjukkan kesetiaan dan dukungan mereka kepada tim dengan mendapatkan poin hadiah, mendapatkan pengalaman VIP dan membeli merchandise klub. Seperti banyak platform kripto lainnya, semakin besar jumlah token yang dimiliki, maka memiliki tingkat pengaruh yang lebih tinggi di tokenbase.

Apa yang Membuat Atletico De Madrid Fan Token (ATM) Unik?

Fan token ATM disebut unik karena menghubungkan pemain sepak bola dengan penggemar yang bakal memiliki ambil besar dalam perkembangan klub. Fan Token membawa dukungan penggemar ke tingkat berikutnya dan memungkinkan mereka kesempatan untuk lebih dekat dan intim dengan tim dan pemain favorit, melalui hadiah seperti undangan VIP, temu sapa dan merchandise yang ditandatangani.

ATM membuka jalan dengan menghubungkan dua arena yang sangat berbeda: Olahraga dan aset kripto, aktivitas yang tampaknya terpisah dari dua dunia ini, namun dapat saling menguntungkan melalui aplikasi berbasis token. Penggemar sekarang dapat berperan dalam kehidupan pemain dan organisasi olahraga dapat terhubung dengan penggemar mereka tidak seperti sebelumnya.

Ilustrasi aset kripto Atletico De Madrid Fan Token (ATM).
Ilustrasi aset kripto Atletico De Madrid Fan Token (ATM).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Misalnya, pemegang token ATM memiliki pengaruh untuk memilih moto resmi penggemar untuk ruang ganti tim Atletico Madrid. ATM dapat digunakan untuk tiga tujuan utama: Tata kelola (memiliki kepentingan dalam keputusan klub sepak bola), penghargaan (berdasarkan keterlibatan) dan staking (di masa depan, token dapat dipertaruhkan untuk mendapatkan NFT).

Peringkat ATM di situs CoinMarketCap pada Selasa (12/7) jam 08.00 WIB adalah #845, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 6.565.563. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.086.980 koin ATM dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM).

Trading VGX/USDT, VGX/BTC, VGX/ETH, ATM/USDT, ATM/BUSD dan ATM/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 08 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran VGX dan ATM di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Gerak Kripto Belum Mantap ke Zona Hijau

Pergerakan market aset kripto pada hari Senin (11/7) terpantau tertekan. Padahal di pekan lalu, nilai sejumlah kripto cukup memuaskan dan nyaman di zona hijau. Apa yang menyebabkan market kembali tertekan?

Melansir situs CoinMarketCap, Senin (4/7) pukul 11.00 WIB, ada 10 aset kripto big cap kompak anjlok ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) turun 3,21% ke US$ 20.607 per keping dalam sehari terakhir.

Kemudian, Ethereum (ETH) naik 3,08% ke level US$ 1.153. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA) dan XRP mengalami kenaikan masing-masing 4,29, 2,97%, 3,83% dan 3,62%.

Ilustrasi market kripto anjlok.
Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Kripto Makin Optimis Melaju, tapi Potensi Bull Trap

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini anjlok salah satunya disebabkan oleh data ketenagakerjaan AS terbaru. Selain itu, banyak investor yang terlihat buru-buru menjual asetnya dan melakukan aksi ambil untung setelah melihat aset kripto reli di akhir pekan lalu.

“Investor menjadi ragu-ragu kembali melakukan aksi beli, setelah melihat data ketenagakerjaan AS terbaru, di mana tingkat pengangguran bulan Juni sebesar 3,6%, tidak berubah dari Mei lalu dan sesuai dengan perkiraan. Data tersebut bisa mendorong The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya lebih tinggi untuk meredam inflasi,” kata Afid.

Menurut Afid, efek dominonya kenaikan suku bunga acuan The Fed akan meningkatkan tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap. Hasilnya, selera investor kripto dan saham juga bisa semakin pudar, sehingga menyebabkan penurunan nilai.

Sentimen Makroekonomi Masih Tinggi

Afid memprediksi sepanjang pekan ini, tampaknya investor akan memilih wait and see menanti perilisan data inflasi AS bulan Juni pada Rabu (13/7) mendatang. Implikasinya, market kripto kemungkinan masih bakal bergerak sideways atau stagnan sepanjang pekan ini.

chart aset kripto
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

“Mengingat tekanan makroekonomi masih cukup tinggi pekan ini, maka investor bisa berharap bahwa harga-harga aset kripto akan melakukan retest level support-nya berulang kali. Sepertinya, penguatan Bitcoin akan sangat rapuh,” jelas Afid.

Sejatinya, nilai Bitcoin belum mencapai titik bottom yang sebenarnya, yakni di kisaran US$ 11.000 hingga US$ 12.000 per keping. Level support utama BTC masih di US$ 17.000, jika Bitcoin jatuh lebih dalam, akan menjadi sinyal yang kuat menuju titik bottom dalam waktu dekat.

Oleh karenanya, Afid menyarankan investor tidak perlu panik dan tetap tenang untuk mengatur strategi investasinya menggunakan Dollar Cost Averaging (DCA) karena kondisi yang belum stabil.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Makin Optimis Melaju, tapi Potensi Bull Trap

Menjelang akhir pekan, market kripto tampak membuat hati investor senang. Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin cukup mengejutkan, karena mampu melewati level psikologisnya di atas US$ 20.000, setelah alami penurunan yang berat.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (8/7) pukul 12.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 21.943 atau melonjak 7,91% dalam 7 hari terakhir.

Altcoin lainnya tidak kalah sumringah. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 14,01% ke US$ 1.248 sepekan terakhir. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP bahkan naik lebih dari 6%. Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) meroket lebih dari 5% seminggu terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan reli singkat yang terjadi pada perdagangan market kripto disebabkan oleh sentimen positif dari risalah yang dikeluarkan oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (7/7) lalu. Investor mengamati reaksi pasar terhadap risalah terbaru tersebut, namun tampaknya berdampak baik bagi market.

“Investor tampaknya sangat menyukai risalah FOMC, sehingga meredakan kekhawatiran komitmen The Fed untuk pengetatan kebijakan moneter. Kenaikan market kripto juga terjadi pada pasar saham yang semakin berkorelasi selama setahun terakhir,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

Penguatan harga aset kripto juga datang dari sentimen positif dari Ethereum yang sukses merapungkan uji coba The Merge terbarunya di jaringan uji coba bernama Sepolia. Kesuksesan ini akan mendekatkan jaringan Ethereum mengubah algoritma konsensusnya dari Proof of Work (PoW) menjadi Proof of Stake (PoS).

Ada pula kabar dari Celsius yang telah membayar utangnya ke platform Maker sebesar US$ 440 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas Celsius sudah membaik setelah menghentikan proses penarikan (withdrawals) pada dua pekan lalu.

Selain itu, investor juga masih melakukan strategi buy the dip memanfaatkan situasi makroekonomi yang sedang mereda. Terlihat dari data on-chain exchange terjadi sedikit lonjakan yang menimbulkan harga terkonsolidasi. 

Market secara keseluruhan masih di masa konsolidasi. Dari data on-chain, aktivitas trading Bitcoin, dari trading volume, long term holder mulai beli. Dari sisi market sekitar 200-400 hari sebelum halving akan ada sedikit koreksi. Kita masih ada di bear market, belum ada tanda-tande reversal,” jelasnya.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

Afid juga mewanti-wanti akan terjadi bull trap. Investor harus masih menunggu data pekerjaan (Nonfarm Payroll/NFP) AS pada akhir pekan ini dan indeks harga konsumen AS minggu depan. Dua data tersebut seharusnya menandakan laju inflasi dan apakah The Fed terus agresif menaikkan suku bunga ketika pembuat kebijakan bertemu berikutnya pada 26-27 Juli mendatang.

“Perilisan data NFP AS akhir pekan ini bisa saja membuat harga aset kripto putar balik. Dari data historisnya, pergerakan harga aset kripto selalu kembali lesu setiap ada perilisan data makroekonomi terbaru yang negatif. Kalau, Bitcoin untuk memulai fase bullish harus menembus harga di atas US$ 23.000, untuk saat ini tren harian masih turun,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com