Tag Archives: aset kripto

Presiden AS, Joe Biden Rilis Aturan Baru Aset Kripto Disambut Suka Cita

Market kripto bersuka cita, pasca Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengumumkan perintah eksekutif yang sangat dinanti pada aset digital dan akhirnya mengambil sikap mendukung terhadap industri tersebut.

Di dalam siaran pers bertanggal 9 Maret 2021, Joe Biden menyatakan dukungannya terhadap inovasi aset digital kripto yang bertanggung jawab. Selain itu, Departemen Keuangan AS juga akan bekerja sama dengan otoritas lainnya untuk menentukan masa depan uang fiat dan sistem pembayaran.

Pelaku pasar menganggap hal ini sebagai dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS. Imbasnya market kembali bergairah, sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau pada Kamis (10/3) pagi pukul 08.00 WIB, bahkan Bitcoin alami kenaikan hingga 8%.

Ilustrasi aset kripto.

Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 9 Maret 2022: Pasar Perlahan Bangkit, tapi…

Dukung Manfaat Aset Kripto

Presiden AS, Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif yang meminta pemerintahannya untuk memeriksa risiko dan manfaat aset kripto. Ini merupakan arahan yang telah lama ditunggu-tunggu yang telah membuat industri kripto gelisah.

Perintah eksekutif ini mencoba untuk memperbaiki kurangnya kerangka kerja untuk pengembangan aset kripto di AS, yang telah disambut secara luas oleh industri dan investornya.

Para kritikus mengatakan kurangnya kejelasan peraturan dapat menahan laju AS, ketika kripto sudah diterima oleh seluruh dunia. Kurangnya kejelasan peraturan juga sering disebut sebagai penghalang untuk adopsi institusional yang lebih besar di pasar crypto.

“Sangat mudah untuk melupakan seberapa banyak landasan yang telah dicakup oleh ekosistem ini dalam dua tahun terakhir, dalam hal legitimasi dan pendirian dari pemerintah AS. Tetapi perintah eksekutif ini menjelaskan bahwa pemerintah AS tidak melarang crypto, melainkan merangkulnya,” kata Travis Kling, CEO Ikigai Asset Management dilansir CNBC.

Ilustrasi aset kripto.

Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: 5 Crypto dengan Kabar Potensial Pekan Ini: LUNA, KAVA, IOTX, FIL, POSI

Melindungi Konsumen Aset Kripto

Dalam perintah eksekutif yang ditanda tangani oleh Joe Biden, setidaknya ada enam hal yang jadi fokus utama. Tujuannya memastikan pengawasan dan perlindungan yang memadai terhadap risiko keuangan sistemik yang ditimbulkan oleh aset digital.

Keenam fokus utama tersebut adalah:

  1. Perlindungan konsumen dan investor.
  2. Stabilitas keuangan.
  3. Membasmi aktivitas ilegal di ruang kripto.
  4. Tingkat Daya saing AS di panggung global.
  5. Ciptakan Inklusi keuangan.
  6. Inovasi yang bertanggung jawab.

Dalam instruksinya, Biden mengatakan bahwa AS harus tetap mempertahankan kepemimpinannya di bidang teknologi di tengah pertumbuhan yang pesat.

“Membangun kerangka kerja untuk mendorong daya saing dan kepemimpinan AS, dan memanfaatkan teknologi aset digital,” tegasnya.

Baca juga: Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu



Sumber : news.tokocrypto.com

Survei: Orang Punya Aset Kripto dan NFT Lebih Gampang Dapat Pacar

Di tengah pandemi, mencari pasangan kencan atau pacar memang jauh lebih sulit. Namun, ada saran yang yang bisa diikuti dari hasil sebuah survei yang mungkin bisa menjadi angin segar untuk cepat mendapatkan pasangan, yaitu punya aset kripto.

Menurut laporan CNBC, banyak laki-laki dan perempuan lajang mengarahkan pandangan mereka pada pasangan yang tidak hanya stabil secara finansial tetapi juga cerdas, terutama dalam hal memiliki aset digital atau kripto. Survei yang dilakukan oleh eToro, platform trading kripto menyebutkan hal demikian.

Metode Survei eToro

Survei eToro ini mewawancarai 2.000 responden yang semuanya tinggal di Amerika Serikat. Artinya, belum tentu sikap yang sama ditunjukkan oleh responden dari budaya dan negara berbeda.

Ilustrasi orang lajang bisa cepata dapat pacar, jika punya aset kripto. Foto: Piqsels.

Ilustrasi orang lajang bisa cepata dapat pacar, jika punya aset kripto. Foto: Piqsels.

Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

Selain itu, eToro juga tidak menjelaskan detail, berapa persen responden yang mereka survei merupakan orang awam yang sama sekali belum pernah terlibat investasi kripto. Sebab, kalau dilihat dari jawabannya, responden mereka kayaknya sih tipe-tipe yang sudah familiar sama dunia kripto.

Punya Bitcoin dan NFT Bisa Cepat Dapat Pacar

Dalam survei yang bekerja sama dengan Appinio, sebuah lembaga riset pasar tersebut menghasilkan tiga dari empat responden tertarik untuk melanjutkan kencan dengan pasangan yang bisa membayar biaya kencan mereka menggunakan Bitcoin. BTC memang masih menjadi aset kripto yang populer saat ini.

Aset digital lainnya, NFT, juga diinginkan. Hampir 20% lajang akan lebih tertarik pada orang yang secara romantis, menetapkan NFT sebagai gambar profil di platform dating apps atau situs kencan, menurut eToro.

Sekarang, 16% orang Amerika mengatakan bahwa mereka secara pribadi telah berinvestasi, memperdagangkan, atau menggunakan aset kripto, menurut survei oleh Pew Research Center.

Ilustrasi orang lajang bisa cepata dapat pacar, jika punya aset kripto. Foto: Piqsels.

Ilustrasi orang lajang bisa cepata dapat pacar, jika punya aset kripto. Foto: Piqsels.

Baca juga: Trader Kripto Dibayangi Masalah Kesehatan Mental, Ini Cara Cegahnya

Aset Kripto dan NFT Terus Tumbuh

Untuk orang dewasa berusia antara 18 hingga 29 tahun, angka itu melonjak menjadi 31%, menurut temuan Pew. Pria juga sekitar dua kali lebih mungkin dibandingkan wanita untuk mengatakan bahwa mereka pernah menggunakan aset kripto, perbandingannya 22% dengan 10%.

Saat kencan menjadi semakin digital, memamerkan investasi dalam aset mungkin bisa menjadi tren ke depannya. Aset kripto bisa menjadi investasi yang berharga ke depannya, terlepas dari apakah itu memberi bisa membuat investor mendapatkan pacar atau tidak.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu

Sebuah survei dari BlockFi mencatat perempuan semakin tertarik menjadi investor aset kripto dan teknologi blockchain, namun masih ada kesenjangan pengetahuan yang signifikan dalam hal topik tersebut.

BlockFi mencatat bahwa panel survei melakukan penelitian pada 28 Januari 2022, dan termasuk 1.031 wanita Amerika Serikat yang mengidentifikasi antara usia 18 dan 65 tahun. Survei fokus pada perubahan sikap perempuan terhadap aset kripto dan blockchain.

Dilansir Cointelegraphhasil survei menemukan 92% perempuan yang disurvei telah mendengar tentang kripto, dengan hampir satu dari empat (24%) sudah memilikinya. Sebaliknya, 80% masih merasa sulit untuk memahami dan 72% percaya bahwa berinvestasi terlalu berisiko.

Ilustrasi perempuan pandai investasi.

Ilustrasi perempuan pandai investasi.

Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

Adopsi Kripto Bagi Kalangan Perempuan Masih Rendah

Menurut penelitian, lebih dari sepertiga wanita berniat untuk membeli aset kripto pada tahun 2022, dengan 60% responden mengatakan mereka akan membeli aset digital tersebut dalam tiga bulan ke depan.

Studi ini menunjukkan bahwa sementara adopsi aset kripto yang lebih luas masih rendah, mayoritas perempuan membeli dan HODLing. Ada 70% responden adalah HODLers, yang telah memperoleh aset tetapi tidak pernah menjualnya.

Pada tahun 2022, pasar crypto telah melihat banyak volatilitas. Namun, kepercayaan perempuan dalam investasi kripto jangka panjang tidak tergoyahkan, dengan sebagian besar mereka membeli Bitcoin (BTC) 71%, Dogecoin (DOGE) 42%, dan Ethereum (ETH) 18%.

Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

Kesetaraan Gender di Industri Kripto dan Blockchain

Sebuah penelitian pada tahun 2021 lalu, mengungkapkan bahwa kesetaraan gender di industri kripto dan blockchain masih jauh. Menurut Laporan “April 2021 Global Gender Gap Report” oleh World Economic Forum, dibutuhkan hampir 135,6 tahun untuk menutup kesenjangan gender sebagai akibat dari pandemi COVID-19.

Namun, ini tidak menghalangi para perempuan, yang menggunakan teknologi blockchain dan kripto untuk mengatasi berbagai masalah sosial. Seperti dilansir Cointelegraph, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Desember 2021, menemukan bahwa jumlah perempuan Australia yang berinvestasi dalam kripto meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Sebuah survei baru-baru ini oleh KuCoin menunjukkan distribusi yang lebih merata antara pengguna kripto laki-laki dan perempuan di Turki. KuCoin menemukan bahwa investor perempuan di Turki menyumbang 47% investor dan 63% crypto-curious.

Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

Blockchain adalah teknologi paling mutakhir saat ini dan sedang menjadi pembahasan di banyak tempat seluruh dunia. Namun, industri blockchain masih saja didominasi oleh kaum laki-laki, perempuan hanya menempati porsi kecil, sama halnya dengan sektor teknologi lain.

Meski begitu, seiring waktu kehadiran perempuan di dunia teknologi blockchain mulai meningkat. Persepsi maskulinitas di dunia desentralisasi mulai berubah.

Belakangan, kaum hawa kini terus berupaya menempatkan sudut pandang blockchain di segmen dan pasar yang sangat aksesibel untuk perempuan lainnya. Mereka membuat komunitas atau bahkan project dengan konsep women support women.

“Adanya teknologi blockchain mampu membuat perempuan merasakan inklusi keuangan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan secara keseluruhan berdampak kepada kehidupan rumah tangga,” kata Kristin Boggiano, Co-Founder of CrossTower dikutip Cointelegraph.

Selain Boggiano, ada perempuan berpengaruh lainnya di dunia blockchain, mulai dari Laura Shin, Lily Katz, Kristina Lucrezia Corner hingga Rachel Wolfson. Mereka punya peran masing-masing dalam memajukan industri blockchain. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Jangan salah, ada beberapa perempuan hebat di Indonesia yang sudah lama mendalami dunia blockchain dan berkiprah di bidangnya masing-masing. Penasaran siapa saja? Simak terus daftarnya di bawah ini.

Pandu Sastrowardoyo

Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.

Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.

Bicara sosok perempuan Indonesia di dunia blockchain, tidak bisa menyebut nama Pandu Sastrowardoyo. Perempuan kelahiran tahun 1938 ini, sudah memberikan edukasi dan advokasi mengenai industri blockchain.

Pandu merupakan alumni dari Jurusan Teknik Lingkungan FTSL ITB, tetapi tidak membuatnya terpaku pada pekerjaan sebagai lulusan Teknik Lingkungan. Ia memilih fokus di bidang Blockchain.

Pandu sendiri sudah mendirikan perusahaan konsultasi, Blockcain Zoo sudah punya banyak klien baik dari dalam dan luar negeri, seperti FidentiaX dan Tokenomy. Ia juga tercatat sebagai Founder & CEO Decentralized Bio Network (Debio.network), platform anonim pertama untuk data medis dan bioinformatika.

Selain aktif mengembangkan bisnis di industri blockchian, Pandu juga aktif dalam berorganisasi. Ia saat ini menjabat sebagai Supervisory Board di Asosiasi Blockchain Indonesia.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

Merlina Li

Merlina Li, salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN). Foto: Dok. Angin.

Merlina Li, salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN). Foto: Dok. Angin.

Merlina Li adalah salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN), sebuah komunitas kolektif yang berisikan para penggiat Blockchain. Melalui IBN, Merlina ingin mengedukasi masyarakat Indonesia tentang blockchain, menghilangkan penipuan dari industri ini.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai salah satu manajer proyek wanita pertama di tim Gojek ini, mengakui sudah tertarik pada dunia teknologi sejak kuliah. Menurut Merlina, Indonesia adalah tempat yang baik bagi blockchain untuk berkembang.

“Sebenarnya, beberapa orang Indonesia lebih berpikiran terbuka untuk menerima teknologi baru, jadi saya pikir blockchain dapat berkembang dengan cara yang akan lebih membantu mereka,” kata Merlina dikutip Angin.

“Dalam cryptocurrency, wanita dapat langsung terjun, dan kemudian mulai belajar langkah demi langkah tentang teknologi, tentang cara kerja dasar-dasarnya. Saya pikir apa yang mereka butuhkan di industri blockchain adalah keterbukaan pikiran. Karena jika mereka tidak berpikiran terbuka, maka akan sulit untuk memulai di industri apa pun.”

 

Asih Karnengsih

Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).

Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Foto: Dok. Asosiasi Blockchain Indonesia.

Asih Karnengsih adalah Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Ia mengemban tugas yang besar untuk menghubungkan pelaku industri blockchain dengan pemerintah melalui ABI.

Asosiasi Blockchain Indonesia mempunyai tujuan untuk menggalang dan mengorganisir pelaku usaha teknologi Blockchain dalam menciptakan lingkungan berusaha yang berkualitas yang memacu pemahaman, pemanfaatan, kemajuan serta daya saing teknologi Blockchain, dalam kaitannya dengan revolusi industry 4.0, baik pada tataran nasional maupun internasional.

Di bawah kepemimpinan Asih, ABI akan menjadi wadah sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait teknologi Blockchain dan revolusi industry 4.0, sehingga didapatkan pemahaman dan pemanfaatan yang optimal.

Selain itu akan mendorong kajian, rumusan dan advokasi kebijakan kepada institusi pemerintah maupun non pemerintah untuk terciptanya sistem regulasi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan teknologi Blockchain Indonesia yang berdaya saing tinggi.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

Irene Umar

Irene Umar, Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA).

Irene Umar, Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA). Foto: Dok. YGGSEA.

Irene Umar merupakan Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA). Bagi kamu yang belum tahu YGGSEA, ini merupakan bagian dari Yield Guild Games, organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) yang berdiri pada Juli 2021.

YGGSEA fokus pada pengembangan game online play-to-earn dan berbasis blockchain. Sementara ini YGGSEA fokus pada industri game di Indonesia, Vietnam, Singapura, dan Thailand sebelum menyasar negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Misi YGGSEA, yang merupakan anggota pendiri Asia Blockchain Gaming Alliance, adalah menciptakan ekonomi virtual play-to-earn terbesar, sehingga memungkinkan pemain mendapatkan aset atau item digital untuk diperdagangkan.

Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

Mutia Rachmi

Mutia Rachmi, CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI). Foto: Instagram.

Mutia Rachmi, CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI). Foto: Instagram.

Mutia Rachmi adalah seorang professional di bidang pengembangan bisnis model blockchain. Kini, ia merupakan CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI), perusahaan teknologi yang memanfaatkan blockchain sebagai sistem untuk mendukung mitigasi emisi dan membawa nilai ekonomi untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan.

Sebelum menjadi CEO ROXI, Mutia berkarier di salah satu perusahaan telekomunikasi Indonesia dengan posisi terakhir sebagai pimpinan dari Squad Blockchain Financial and Services. Perkenalan Mutia dengan teknologi blockchain terjadi tepat setelah dirinya menyelesaikan pendidikan pasca sarjana di tahun 2016 di Institut Teknologi Bandung.

Saat Mutia melakukan riset di India, ia mengikuti berbagai kursus dan seminar yang memperkaya wawasannya dalam bidang teknologi blockchain dan aset kripto. Pengalamannya semakin kuat saat Mutia bekerja pada perusahaan blockchain di Singapura dan Malaysia. Termasuk potensi memanfaatkan teknologi blockchain untuk kepentingan penanganan lingkungan hidup.

Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial



Sumber : news.tokocrypto.com

Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

Aset kripto kini menjadi salah satu pilihan alternatif investasi yang digemari masyarakat, termasuk di Indonesia. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun sudah mulai banyak yang terjun ke dunia investasi kripto untuk mendapatkan passive income.

Salah satu perempuan yang melirik investasi aset kripto adalah aktris Nana Mirdad. Istri dari aktor Andrew White ini menjelaskan pada awal mula memulai investasi aset kripto ini tergolong sulit.

Menurut Nana, dunia aset kripto ini memiliki banyak perkembangan, oleh karena itu orang yang ingin serius di industri ini, termasuk perempuan harus up-to-date dan banyak belajar.

“Suamiku kebetulan main kripto. Aku senang belajar. dari awal dia main kripto, aku suka tanya-tanya. Terus lah aku mulai coba-coba. Sampai sekarang, aku terus belajar,” kata Nana dalam IG Live bersama Tokocrypto, Rabu (2/3).

Baca juga: 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

Nana menjelaskan seorang perempuan itu harus bisa menciptakan financial freedom untuk menggapai impiannya. Maka dari itu, soal tata kelola keuangan harus dimulai sejak dini. Menurut Nana, perempuan yang bisa mencapai mandiri finansial bisa menguntungkan semuanya, baik untuk dirinya sendiri ataupun keluarga.

“Aku itu selain investasi aset kripto, juga main properti dan suka nabung. Jadi aku berusaha untuk mencoba semuanya. kita sebagai perempuan di samping punya active income sendiri, penting juga punya passive income. Pemikiran akan masa depan terkadang membuat kita merasa cemas, we have to be smart with our money, sehingga kita semakin bersemangat dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas perempuan berusia 36 tahun ini.

Belajar Investasi Aset Kripto Pakai Aplikasi

Bagi para perempuan yang ingin memulai investasi aset kripto, Nana menyarankan untuk belajar dasarnya terlebih dahulu dan melakukan riset sebelum benar-benar terjun ke dalam industri. Salah satu saranan untuk belajar investasi aset kripto adalah melalui aplikasi Kriptoversity.

Kriptoversity adalah aplikasi edukasi yang diluncurkan oleh Tokocrypto pada tahun 2020 lalu. Kriptoversity telah menjadi aplikasi edukasi blockchain pertama di Indonesia dengan konsep learn & earn. Konsep ini membuat belajar lebih menarik dengan rewards aset kripto berupa TKO.

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

“Jadi ada namanya aplikasi Kriptoversity, banyak yang tanya aplikasi ini sudah ada di iOS apa enggak? Ini sudah ada dan aku pakai juga untuk belajar. Ini karena sangat amat menarik, soalnya di Kriptoversity ini juga kita sambil belajar, bisa dapat TKO,” jelas Nana.

Aplikasi Kriptoversity sudah tersedia gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store. Para pengguna Kriptoversity dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, praktik blockchain, peer-to-Peer, hingga tentang proyek-proyek token/koin kripto.

Cara Aman Investasi Aset Kripto bagi Perempuan

Ada beragam cara untuk investasi yang aman di aset kripto. Head of Kriptoversity, Bika Pidada, menjelaskan Tokocrypto punya fitur TKO Lock yang bisa digunakan para perempuan untuk investasi aset kripto tak perlu ribet, namun cukup menghasilkan.

“Basicly, kita akan taruh TKO kita, jadi nge-lock TKO. Mungkin mirip kita, kaya menyimpan kripto dengan jarak waktu tertentu, bisa 30 hari, 60 hari atau 90 hari. Nanti kita akan dapat bunga nih dari capital yang sudah kita masukin. Jadi contoh kita simpan 100 TKO, ada reward 15%, nanti kita bisa dapat 115 TKO at the end. Which is ini sesuatu yang enggak terlalu risky,” ujar Bika saat IG Live bersama Nana Mirdad.

TKO sendiri adalah token aset kripto utilitas yang dibuat oleh Tokocrypto. TKO merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang beroperasi berdasarkan model token hybrid unik yang menggabungkan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

Ilustrasi TKO Lock.

Ilustrasi TKO Lock.

Baca juga: Pekerja Lepas di Argentina Bisa Digaji Bitcoin dan Ethereum

Program TKO Lock menawarkan cara mudah kepada para pengguna Tokocrypto mendapat hadiah atas kepemilikan TKO. Tanpa memerlukan peralatan dan kemampuan analisa yang dilakukan para penambang kripto.

Di mata Nana, seorang perempuan yang sukses itu harus memiliki keseimbangan dalam hidupnya. Mandiri finansial adalah salah satu bentuk kesuksesan yang bisa diraih perempuan, sehingga nantinya tak bergantung secara kepada orang lain.

“Perempuan yang sukses itu harus balance segala sesuatunya. Perempuan yang mengerti tujuannya apa, punya purpose dalam hidup. Dan bisa me-maintain itu semua dengan baik. Perempuan juga harus punya strong will, kita harus tahu kita maunya apa, tapi harus juga punya soft hard. Dan itu semua harus balance luar dan dalam,” pungkas Nana.





Sumber : news.tokocrypto.com

Kemenparekraf Percaya Kripto dan NFT Bisa Dorong Ekonomi Kreatif RI

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyakini aset kripto dan non-fungible token (NFT) memiliki potensi besar dalam mendorong nilai ekonomi industri kreatif Indonesia di tengah era digital.

Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Utomo, mengatakan saat ini kehadiran aset kripto dan NFT disikapi secara skeptis oleh berbagai pihak. Bahkan, pada forum negara-negara G-20, aset kripto masuk ke dalam salah satu bahasan pokok dalam tema ekonomi digital secara global.

“Terdapat beberapa faktor pemicu respon negatif terhadap kehadiran aset kripto tersebut. Misalnya, saat ini, di Indonesia sendiri tengah ramai terkuak berbagai kasus penipuan investasi berbasis platform digital,” kata Fadjar melalui keterangan tertulis.

Faktor Aset Kripto dan NFT Dipandang skeptis

Lebih lanjut, Fadjar menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan kripto mendapatkan respon skeptis atau negatif. Ia mencontohkan saat ini, di Indonesia tengah ramai terkuak berbagai kasus penipuan investasi berbasis platform digital.

Ilustrasi kreator NFT.

Ilustrasi kreator NFT.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

“Maraknya kasus penipuan investasi dan berkedok perdagangan kripto yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut yang terkadang memanfaatkan influencer atau publik figur. Sedangkan, penindakan dan pemantauan terhadap modus-modus penipuan investasi digital masih sangat terbatas,” ungkapnya.

Faktor lainnya, secara intrinsik aset kripto dikenal sebagai opsi investasi yang memiliki volatilitas tinggi. Hal tersebut pun membuat rentan posisi aset kripto sebagai instrumen investasi yang disalahartikan banyak kalangan.

Di sisi lain, makna kripto juga masih banyak dianggap sebagai mata uang digital oleh sebagian besar masyarakat, sehingga dipandang akan menggantikan mata uang fiat, yakni Rupiah. Hal tersebut menimbulkan asumsi terhadap aset kripto yang disebut dapat berpotensi mengganggu stabilitas keuangan dan sistem moneter.

Potensi Besar Aset Kripto dan NFT Bagi Ekonomi Kreatif

Di Indonesia, aset kripto secara resmi diterima sebagai salah satu instrumen investasi perdagangan berjangka, selayaknya komoditas perdagangan berjangka, bukan sebagai alat pembayaran yang diatur Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Melihat aset kripto dan NFT yang menggunakan blockchain, Fadjar menjelaskan teknologi tersebut memiliki peran memperbesar nilai ekonomi industri kreatif Indonesia.

Cara mencetak NFT

Ilustrasi NFT.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 2 Maret 2022: Pasar Mulai Pulih, Awas Bull Trap

“Kami mendorong literasi agar para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar lebih memahami NFT ini. Sebab NFT ini di masa depan bisa menjadi medium bagi pelaku industri kreatif untuk mengkapitalisasi karya dalam bentuk baru dan relevan dengan perkembangan ekosistem digital,” ungkap Fadjar.

NFT memiliki peran sebagai bukti kepemilikan barang secara digital yang dapat dipertukarkan melalui perantara aset kripto. NFT adalah konversi bentuk digital dari barang berharga dengan nilai tertentu yang tak dapat diganti.

“Melalui prinsip kerja demikian, NFT sangat relevan bagi para pekerja industri kreatif yang bisa menjadikan karyanya sebagai aset dalam ekosistem digital. NFT sangat prospektif dari sisi industri kreatif,” ujar Fadjar.

NFT Bisa Promosikan Sektor Parekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyambut baik upaya penggunaan NFT sebagai promosikan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).
Menurutnya, NFT dapat meningkatkan partisipasi masyarakat tanpa batas di era digitalisasi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

“NFT yang saat ini hot banget dan kelihatannya eksklusif, ternyata ada yang terjangkau baik dari harga dan fungsi NFT sendiri. Ini membuka peluang yang lebih berkeadilan, dan menunjukkan NFT punya fungsi dan utility (kegunaan) yang jelas,” kata Sandiaga dilansir Antara.

Lebih lanjut, Sandiaga menuturkan NFT dapat membangkitkan ekonomi, peningkatan peluang usaha, serta lapangan kerja dinilai dapat tercapai. Dia menilai NFT harus mampu menjangkau desa wisata dan desa kreatif yang menjadi lokus-lokus andalan membangkitkan sektor parekraf.

Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse



Sumber : news.tokocrypto.com

Pekerja Lepas di Argentina Bisa Digaji Bitcoin dan Ethereum

Pertumbuhan pekerja lepas atau freelance di Argentina mengalami kenaikan signifikan. Menariknya, para freelance di negara kelahiran Maradona itu, bisa mendapatkan bayaran gaji dalam bentuk aset kripto, seperti Bitcoin, Ethereum dan lainnya.

Sebuah laporan terbaru berjudul “State of Global Hiring 2021,” yang dibuat oleh Deel, sebuah perusahaan perekrutan global, menemukan bahwa orang Argentina dan negara-negara Amerika Latin pada umumnya, semakin fokus mencari pekerjaan pada perusahaan skala global.

Laporan tersebut sekaligus menjelaskan banyak perusahaan global di Argentina yang menawarkan pembayaran gaji menggunakan aset kripto. Alhasil para peminat pekerjaan freelance meningkat tajam.

Pekerja Freelance Meningkat

Peningkatan peminat juga sejalan dengan dampak dari penurunan ekonomi dan pekerjaan lokal karena efek samping dari pandemi COVID-19. Namun, perusahaan mempekerjakan lebih banyak orang Argentina daripada sebelumnya.

peluang investasi bitcoin

Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 2 Maret 2022: Pasar Mulai Pulih, Awas Bull Trap

Situasi ini telah menciptakan peningkatan upah orang Argentina dalam enam bulan terakhir. Mereka bisa mendapatkan penghasilan 21 persen lebih banyak, jika bekerja di sektor pemasaran, produk, dan penjualan. Imbasnya penarikan aset kripto dari gaji ini juga turut meningkat pesat.

“Kami melihat peningkatan penarikan aset kripto, di negara-negara seperti Argentina. Saat ini kami menawarkan penarikan dalam BTC -yang paling populer di Amerika Latin-, ETH, USDC dan SOL melalui Coinbase,” kata COO Deel, Dan Westgarth dilansir Bitcoin.com.

Pekerja Argentina Bisa Dibayar Aset Kripto

Berbeda dengan Indonesia, Argentina memperbolehkan perusahaan membayar gaji karyawan mereka dengan aset kripto. Bahkan transaksi aset kripto tunduk pada undang-undang pajak di Argentina.

Pemerintah Argentina menerbitkan dekrit pada November tahun lalu, yang memasukan transaksi kripto tunduk pada undang-undang pajak kredit dan utang negara.

Perbedaan ethereum dan bitcoin

Ilustrasi aset kripto Bitcoin dan Ethereum.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

Keputusan tersebut dilaporkan bertujuan untuk memperjelas dan membatasi, pengecualian pajak yang diberikan kepada penyedia layanan pembayaran pihak ketiga. Aturan baru juga mengkonfirmasi bahwa transaksi kripto sekarang merupakan aktivitas kena pajak.

Sementara negara lain memiliki situasi hukum yang berbeda. Di Argentina, menerima mata uang kripto telah menjadi penyelamat bagi banyak pekerja lepas, membantu mereka menjaga daya beli dengan cara yang lebih efektif.

Platform pekerjaan freelance ini, bersama dengan aset kripto dapat dikatakan membuka pasar baru untuk para pekerja. Mereka sekarang dapat dipekerjakan di tingkat dunia dengan proses pembayaran yang disederhanakan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

Seperti banyak sektor teknologi lainnya, stigma dunia blockchain, kripto dan Non-Fungible Token (NFT) secara signifikan masih didominasi oleh laki-laki. Ternyata sudut pandang seperti ini menjadi salah satu penyebab ketimpangan gender di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di Indonesia.

Ironisnya, kripto, blockchain, NFT lahir dan dirancang untuk menciptakan level playing field yang sama atau desentralisasi untuk mengatasi banyak bias yang ditemukan di area konvensional. Namun, perbedaan gender untuk kripto, mirip dengan yang ditemukan di bidang-bidang, seperti keuangan dan teknologi.

Mega Septiandara, seorang pengacara dan konsultan blockchain mengakui untuk masuk ke dunia kripto bagi seorang perempuan itu penuh tantangan. Kripto dan blockchain hingga saat ini masih menjadi dunia yang identik dengan maskulinitas.

Lebih lanjut, Mega bercerita selain dominasi laki-laki, keterbatasan informasi dan pengetahuan menjadi hambatan perempuan untuk mendalami dunia kripto, blockchain dan NFT. Perempuan yang aktif di komunitas Girls in Bali ini punya trik khusus agar, para wanita lain bisa masuk dan menikmati dunia kripto dan ekosistemnya.

Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

“Untuk challenge pribadi menurut aku itu emang industri ini overwhelming banget dan aku berusaha buka internet it’s like jungle, susah banget untuk baca what’s blockchain, itu kaya enggak ada yang bisa jelasin secara simpel. Jadi cara untuk atasinya itu kita harus punya teman atau gabung komunitas yang bisa support kita,” kata Mega dalam IG Live Women in Crypto & NFT bersama Tokocrypto, Selasa (1/3).

Senada dengan Mega, seorang penguasa muda dan blockchain enthusiast, Cath Halim, mengatakan bagi perempuan yang ingin masuk ke ekosistem kripto, seperti NFT harus aktif di komunitas dan menggali pengetahuan yang lebih dalam. Alasannya, sama seperti bidang teknologi lainnya, dalam dunia kripto, blockchain dan NFT banyak istilah-istilah yang tidak mudah dipahami oleh perempuan pada umumnya.

“Dunia blockchain itu emang overwhelming banget, enggak semua orang itu akan langsung paham. Bahasa-bahasa yang digunakan di dunia ini lumayan intense. Tapi, seniman mau berkarya dan belajar tentang NFT, bisa join komunitas. Pasti ada tips yang dibagikan untuk orang yang baru mau berkarya di NFT,” jelas Cath yang diketahui juga konten kreator dan sering membantu project NFT.

Ilustrasi perempuan dan kripto.

Ilustrasi perempuan dan kripto.

Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

Keterbatasan Informasi jadi Hambatan Besar

Lebih lanjut, Cath menerangkan dalam dunia teknologi blockchain ini masih banyak pekerjaan dan kesempatan yang bisa dieksplor, khususnya untuk perempuan. “Menurut aku, (perempuan) jangan terlalu takut, satu mungkin ngobrol dulu dengan orang yang paham mengenai dunia blockchain, kripto atau NFT untuk dapat perspektif yang berbeda,” tambahnya.

Di sisi lain, konten kreator NFT, Aprilia muktirina, juga mengakui keberadaan komunitas menjadi jalan yang penting dirinya untuk terjun ke dunia aset digital ini. Aprilia menceritakan sempat kebingungan dalam mendigitalisasikan karyanya ke dalam bentuk NFT hingga untuk mendapatkan profit.

“Aku kan ndeso ya istilahnya, hal-hal kaya gitu (blockchain, kripto dan NFT) itu mumet banget. Untungnya ada komunitas yang bantu. Kalo tidak dibantu, mungkin aku udah banting HP, soalnya ribet. Buat teman-teman yang ingin terjun ke dunia NFT, mending cari mentor atau masuk ke komunitas biar ada yang kasih semangat,” tuturnya Aprilia dengan sedikit canda.

Ilustrasi karya Aprilia muktirina.

Ilustrasi karya Aprilia muktirina.

Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Dunia blockchain sendiri memiliki prospek yang baik ke depannya bagi perempuan. Menurut Mega, industri ini tidak hanya berbicara soal cuan atau keuntungan saja dari investasi aset kripto, melainkan ada potensi yang lebih besar untuk masa depan.

“Blockchain dan Web3 itu potensinya sangat besar untuk 3-5 tahun ke depan, kita bisa lihat, perubahan cultural dan teknologi. Sama seperti kita sebelum kenal media sosial dan awalnya dilihat sebelah mata, dan sekarang semua orang menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup. Hal ini akan terjadi juga pada blockchain dan akan jauh lebih besar,” terang Mega yang juga Founder Your Crypto Babe dan Gamesta Guild.

Perempuan tidak perlu lagi ragu untuk terjun ke dunia blockchain, kripto dan NFT. Ketiga industri tersebut bisa menjadi revolusi yang harus membawa kesetaraan dan inklusivitas serta menormalkan kehadiran perempuan di dalamnya. Kesenjangan gender pun akhirnya bisa mulai menyusut.

Dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional 2022 yang jatuh pada tanggal 8 Maret nanti, Tokocrypto menggelar berbagai program menarik, mulai dari IG live yang membahas soal pemberdayaan perempuan di dunia blockchain dan ekosistemnya hingga program Bulan Perempuan Cuan yang bertujuan mendorong tingkat partisipasi wanita di investasi kripto.

Sambut Hari Perempuan Internasional 2022 bersama Tokocrypto.

Sambut Hari Perempuan Internasional 2022 bersama Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Kategori Analisis Fundamental Kripto yang Wajib Dipahami Investor

Pada 2021, tren investasi aset kripto melonjak drastis dan menciptakan banyak investor baru. Namun, sebelum berinvestasi, alangkah baiknya untuk melakukan analisis fundamental pada aset kripto terlebih dahulu.

Dengan memahami analisis fundamental kripto, Anda akan lebih mudah menilai mana aset kripto yang layak untuk dibeli atau justru harus dijual. Artikel kali ini akan membahas apa itu analisis fundamental kripto, kategori, serta perbedaannya dengan analisis teknikal. Mari pelajari detailnya bersama.

Pengertian Analisis Fundamental Kripto

Analisis fundamental kripto adalah analisis yang menentukan “nilai intrinsik” dari suatu aset, yang dimaksudkan sebagai pengukuran objektif atas nilai aset tersebut. Dengan mengevaluasi nilai intrinsik atau fundamental yang mendasari suatu proyek kripto, maka Anda bisa menilai apakah aset tersebut dihargai terlalu tinggi atau justru terlalu rendah.

Katakanlah Anda ingin melakukan analisis fundamental terhadap koin Ethereum (ETH), maka yang harus dievaluasi adalah teknologi dalam pengembangan proyek Ethereum, skala proyek, hingga potensinya di masa mendatang.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pasar aset kripto cenderung tidak stabil. Mata uang dengan kapitalisasi pasar tinggi seperti Bitcoin bahkan bisa tetap mengalami perubahan drastis tiba-tiba. Melakukan analisis fundamental terhadap aset kripto akan membantu investor dalam memantau pergerakan pasar kripto dan memiliki peluang untung lebih besar.

3 Kategori Analisis Fundamental Kripto serta Komponennya

Ilustrasi analisis aset kripto.

Ilustrasi analisis aset kripto.

Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Penerapan analisis fundamental terhadap aset kripto dapat dilakukan dengan tiga kelompok besar, yaitu:

1. On-chain metrics

On-chain metrics, atau kadang disebut sebagai blockchain metrics, merupakan jenis analisis yang menitikberatkan pada blockchain. Sayangnya, meski blockchain memiliki banyak informasi penting, proses pengolahan dari data mentah bisa sangat menghabiskan waktu. Sebagai solusi, kini sudah ada beberapa API pada Digital Exchanger yang menyediakan tools untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan investasi, termasuk informasi mengenai aktivitas jual-beli dan pelaporan mengenai aset kripto yang Anda ingin sasar. Selain tools bawaan pada Digital Exchanger, terdapat beberapa tools lain yang cukup populer antara lain Crypto Fees dan Baserank

On-chain metrics memiliki tiga komponen utama berupa hash rate, status, dan active address. Komponen lain yang juga digunakan dalam pengukuran ialah nilai dan biaya transaksi.

2. Project metrics

Berbeda dengan on-chain metrics, project metrics mengevaluasi kinerja suatu aset digital kripto dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif, alias menilai lewat performanya. Metrik ini tidak hanya fokus pada faktor internal, tapi juga eksternal, seperti kegunaan suatu aset digital kripto dan cara kerja proyeknya. Adapun project metrics sendiri dijalankan dengan komponen-komponen berikut:

  • Analisis latar belakang, seperti siapa saja tim yang berada di baliknya.
  • Tokenomics dan pendistribusiannya.
  • White paper .
  • Perbandingan pesaing.
  • Road map proyek kripto.
Ilustrasi analisis aset kripto

Ilustrasi analisis aset kripto

3. Financial metrics

Kategori analisis fundamental kripto yang terakhir adalah financial metrics. Seperti yang sudah Anda ketahui, tujuan utama dari analisis fundamental kripto adalah untuk mengetahui nilai suatu aset kripto sehingga peluang untung investor menjadi lebih baik.

Nah, untuk bisa mencapai tujuan tersebut, maka analisis fundamental kripto memiliki financial metrics yang berguna untuk mengetahui nilai kuantitatif suatu aset kripto yang membantu investor menganalisis prospeknya di masa mendatang. Penilaian terhadap keuangan suatu proyek aset kripto melibatkan pemahaman mengenai kondisi perdagangan aset, termasuk likuiditas, response pasar, dan lingkungan sekitarnya.

Financial metrics sendiri terdiri dari empat komponen utama, yaitu kapitalisasi pasar, seberapa banyak pasokan aset yang beredar, likuiditas dan volume perdagangan, serta mekanisme pasokan yang digunakan pada aset tersebut.

Perbedaan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal Kripto

Selain analisis fundamental, dalam pasar aset digital kripto juga ada analisis teknikal kripto. Jika analisis fundamental kripto mengukur nilai intrinsik suatu aset, maka analisis teknikal kripto melihat pola pergerakan harga aset.

Analisis fundamental berfokus pada aspek-aspek dasar suatu aset kripto seperti keuangan, komunitas pengguna, serta kemungkinan penerapan di dunia nyata. Di sisi lain, analisis teknikal lebih fokus pada pergerakan kinerja suatu aset. Analisis ini memeriksa harga dan volume perdagangan aset dari waktu ke waktu.

Keduanya sama-sama penting dalam dunia investasi aset digital kripto. Menerapkan kedua jenis analisis akan membantu Anda untuk lebih memahami aset kripto yang sedang diincar, cocok untuk dijadikan investasi atau justru tidak. Baik analisis fundamental maupun teknikal akan membantu Anda menyusun sebuah strategi investasi yang meningkatkan potensi untung dan meminimalisir risiko rugi.

Baca juga: Pentingnya Analisis Teknikal dalam Trading Kripto

Strategi yang matang dalam investasi aset digital kripto sangat penting untuk dilakukan. Asal-asalan dalam menyusun strategi investasi hanya akan menjauhkan Anda dari peluang untung besar. Adanya analisis fundamental kripto akan membantu Anda menilai suatu aset kripto dari nilai-nilai intrinsiknya sendiri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai analisis fundamental kripto dan berita terbaru seputar aset digital kripto, Anda bisa mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto, lho! Selamat berinvestasi!





Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 2 Maret 2022: Pasar Mulai Pulih, Awas Bull Trap

Pekan pertama bulan Maret 2022, investor disambut dengan pasar kripto yang kembali menghijau. Meski begitu, keadaan market yang mulai pulih tidak menjamin apakah tren bull run akan terus berlanjut.

Langit cerah sedang membayangi market kripto di awal Maret ini. Padahal akhir Februari lalu, market sempat tertekan dan jatuh, pasca memanasnya tensi geopolitik Rusia-Ukraina. Akibatnya, banyak investor yang segan masuk lebih dalam ke aset yang volatil, seperti kripto.

Kini situasi tersebut mungkin telah berbalik arah. Pantauan 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sukses bertengger di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Bahkan, lajunya pun terbilang agresif. Pertanyaannya, apakah ini sudah masuk bull trap?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan saat ini investor kini nampaknya mulai menyadari bahwa memanasnya ketegangan Rusia-Ukraina membuka jalan terhadap adopsi aset kripto yang lebih luas lagi. Bahkan, beberapa pelaku pasar yakin bahwa Rusia akan mempercepat pengesahan aturan regulasi aset kripto.

“Namun, kembali lagi investor harus waspada akan potensi bull trap. Ketegangan geopolitik kedua negara hingga kini belum menurun. Kemudian, masih ada sentimen lainnya dari isu kebijakan moneter The Fed soal suku bunga yang masih intense. Sebaiknya, investor tetap tenang dan tidak panik atau wait & see,” kata Afid.

Istilah bull trap mengemuka ketika situasi market bergerak secara keseluruhan. Bull trap adalah sinyal palsu, mengacu pada tren penurunan di saham, indeks, atau sekuritas lain yang berbalik setelah reli yang meyakinkan dan menembus level dukungan sebelumnya.

Di tengah kondisi pasar yang dianggap mulai pulih, Afid memberikan sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Maret ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. EOS (EOS)

Analisis teknikal EOS (EOS).

Analisis teknikal EOS (EOS).

EOS adalah kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO. Sementara, EOS.IO beroperasi sebagai platform smart contract dan pengembang aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

Afid menjelaskan EOS berpotensi bullish pada pekan ini karena dikabarkan akan melakukan tahap pertama dari pembaruan jaringan blockchainnya bernama Mandel. Peluncuran ini akan bertahap mulai 1 Maret 2022, akan rilis jaringan uji coba Mandel 3.0. 

“Mandel merupakan pembaruan dari blockchain EOS dalam bentuk Hardfork. Pembaruan ini dikabarkan akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi. Alhasil EOS dapat sentimen positif yang membawa harganya naik lebih tinggi,” kata Afid.

Peringkat EOS di CoinMarketCap saat ini adalah #47, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.217.510.779. Pasokan yang beredar 981.783.410 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

2. Verge (XVG)

Analisis teknikal Verge (XVG).

Analisis teknikal Verge (XVG).

Verge (XVG) adalah aset kripto terdesentralisasi yang open-source dan mengklaim bisa memungkinkan transaksi anonim 100% dengan mengaburkan lokasi dan alamat Internet Protocol (IP) dari pihak yang bertransaksi. Verge memiliki kesamaan dengan Bitcoin karena menggunakan konsep Proof of Work (PoW).

Koin Verge jauh lebih bisa diperbesar (scalable) daripada Bitcoin, karena dapat memproses maksimum sebanyak 100 transaksi per detik, dengan Bitcoin hanya mampu mengelola 7 transaksi.

Afid melihat potensi bullish dari XVG karena akan ada Block Reward Halving pada tanggal 8 Maret 2022. Hal ini memikat investor sehingga nilai XVG akan meningkat dalam beberapa waktu mendatang.

“Investor bisa memanfaatkan pembagian hadiah blok XVG untuk menaikan harga. Namun, kembali lagi situasi bisa berbalik arah, karena perlu diingat tidak ada ilmu pasti soal pergerakan kripto,” ungkap Afid.

Peringkat XVG di CoinMarketCap saat ini adalah #274, dengan kapitalisasi pasar US$ 170.846.031. Pasokan yang beredar 16.498.623.588 koin XVG dan maksimal pasokan 16.555.000.000 koin XVG.

3. Celo (CELO)

Analisis teknikal Celo (CELO).

Analisis teknikal Celo (CELO).

CELO adalah aset asli ekosistem blockchain Celo. Proyek ini bertujuan memperkenalkan kenyamanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) kepada pengguna smartphone yang tidak memiliki rekening bank di seluruh dunia. Token CELO dirancang untuk memfasilitasi transaksi dan proses tata kelola di platform.

Sentimen positif yang membuat CELO berpotensi bullish di pekan ini adalah kabar Hardfork kedua Celo yang disebut Espresso dan akan diaktifkan pada 8 Maret 2022.

“Pada tingkat tinggi, Hardfork Espresso membuat Celo sepenuhnya kompatibel dengan peningkatan terbaru ke jaringan Ethereum. Selain itu, perubahan akan memungkinkan dapps mengagumkan seperti Orchid dan Superfluid untuk bekerja di Celo setelah aktivasi Espresso,” kata Afid.

Peringkat CELO di CoinMarketCap saat ini adalah #75, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.148.273.841. Pasokan yang beredar 427.388.610 koin CELO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CELO.

4. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Kava adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya. KAVA sebagai token utilitas dan native token governance yang diciptakan oleh ekosistem DeFi Kava, yang terkenal dengan kapasitas pinjamannya. 

Afid mengatakan harga KAVA bisa naik akibat kabar penggabungan ekosistem di platformnya yang akan diprediksi rilis 8 Maret mendatang. Meskipun informasi soal ekosistem apa yang akan bergabung masih tertutup.

“Kava Network akan menggabungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar dalam satu jaringan blockchain Layer-1. Alpha rilisnya diperkirakan terjadi pada 8 Maret, namun tidak diketahui ekosistem apa yang akan bergabung. Meski demikian, para investor sudah bersiap untuk masuk menaikan harga KAVA,” terang Afid.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap saat ini adalah #112, dengan kapitalisasi pasar US$ 548.688.572. Pasokan yang beredar 154.638.951 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Polkastarter (POLS)

Analisis teknikal Polkastarter (POLS).

Analisis teknikal Polkastarter (POLS).

Polkastarter kembali masuk ke daftar aset kripto yang berpotensi bullish. Afid melihat penyebabnya karena Polkastarter akan meluncurkan penjualan NFT land pertamanya di Cryptoverse, dunia virtual yang dibangun dengan Unreal Engine 5 pada 8 Maret mendatang.

“Nilai POLS diperkirakan akan naik karena kabar Polkastarter akan memulai penjualan tanah virtual dalam bentuk NFT di dunia Cryptoverse, sebuah konsep Metaverse 3D yang di bangun dengan teknologi Unreal Engine 5. Hal ini membuat investor excited,” ucap Afid.

POLS sendiri adalah token utilitas asli dari platform Polkastarter dan memainkan sejumlah peran dalam ekosistemnya. POLS akan digunakan sebagai token pembayaran untuk membeli tanah virtual dalam bentuk NFT di Cryptoverse nanti.

Peringkat POLS di CoinMarketCap saat ini adalah #333, dengan kapitalisasi pasar US$ 124.190.500. Pasokan yang beredar 88.221.432 koin POLS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. UMA (UMA)

Analisis teknikal UMA (UMA).

Analisis teknikal UMA (UMA).

UMA atau Universal Market Access adalah protokol untuk pembuatan aset synthetic berdasarkan blockchain Ethereum. UMA secara khusus memungkinkan penggunanya untuk merancang dan membuat kontrak keuangan yang dijalankan sendiri dan ditegakkan sendiri yang dijamin dengan insentif ekonomi dan menjalankannya di blockchain Ethereum.

Menurut Afid, UMA dapat tenggelam di bawah dukungan utamanya untuk mendekati titik rendah. Dari analisis teknikal UMA mungkinkan akan alami penurunan sekitar 13 persen. 

“UMA sudah dalam kondisi hampir 100 persen overbought, sehingga investor disarankan untuk waspada karena harga sewaktu-waktu bisa menukik ke bawah alias turun,” kata Afid.

Peringkat UMA di CoinMarketCap saat ini adalah #107, dengan kapitalisasi pasar US$ 601.673.321. Pasokan yang beredar 65.368.370 koin UMA dan maksimal pasokan 101.172.570 koin UMA.

2. Bitcoin Standard Hashrate Token (BTCST)

Analisis teknikal Bitcoin Standard Hashrate Token (BTCST).

Analisis teknikal Bitcoin Standard Hashrate Token (BTCST).

BTCST adalah adalah aset sintetis yang memperoleh nilainya dari sebagian kekuatan hash penambangan Bitcoin. Setiap BTCST saat ini mewakili 0,1 TH/detik daya penambangan dan mengumpulkan arus kas nyata dari penambangan Bitcoin.

Afid melihat dari analisis teknikal BTCST sudah berpotensi bearish. Pola BTCST memiliki kesamaan dengan UMA yang sudah overbought, suatu kondisi di mana harga kripto sudah mengalami kenaikan signifikan dan mencapai titik jenuh karena aktifitas pembelian yang cukup besar. 

“Pada titik ini, arus beli semakin tipis dan harga BTCST sulit mengalami kenaikan yang lebih tinggi. Kondisi overbought bukan berarti harganya akan anjlok drastis, tetapi akan ada sedikit koreksi, namun akan kembali turun sekitar 20 persen,” kata Afid.

Peringkat BTCST di CoinMarketCap saat ini adalah #190, dengan kapitalisasi pasar US$ 236.903.302. Pasokan yang beredar 11.415.813 koin BTCST dan maksimal pasokan 15.000.000 koin BTCST.

3. Bitcoin UP (BTCUP)

Analisis teknikal Bitcoin UP (BTCUP).

Analisis teknikal Bitcoin UP (BTCUP).

Bitcoin UP (BTCUP) belum bisa keluar dari masa bearish-nya. Menurut Afid, penurunan BTCUP berpengaruh pada pergerakan Bitcoin. BTCUP ini menggunakan leverage dan benar-benar memakai harga spot.

“Pergerakan BTC sendiri belum sepenuhnya rebound dan masih berpotensi alami penurunan. Sejalan dengan itu BTCUP juga punya peluang yang sama, apalagi sudah menunjukan pola reverse cup and handle. Grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga,” kata Afid.

Peringkat BTCUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2894, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.356.430. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Analisis Fundamental dan Faktor yang Perlu Diperhatikan

4. Waves (WAVES)

Analisis teknikal Waves (WAVES).

Analisis teknikal Waves (WAVES).

Waves adalah sebuah platform blockchain dengan banyak kegunaan yang mendukung berbagai use case, termasuk decentralized application (DApp) dan juga smart contract. Selain itu, token ini juga dirancang untuk memudahkan para pengguna dalam membuat dan meluncurkan token kripto sesuai yang diinginkan pengguna.

WAVES diperkirakan akan alami penurunan nilai pada pekan ini. Menurut Afid penyebabnya adalah tidak ada pemberitaan dan fitur terbaru yang dirilis Waves. Dari analisis teknikalnya juga terlihat potensi penurunan sekitar 13-16 persen.

“WAVES juga sudah alami overbought. Investor sudah mulai jenuh dan pola reverse cup and handle sudah terbentuk. Sehingga tinggal menunggu koreksi sedikit, nilai WAVES kemungkinan akan terus turun,” ujar Afid.

Peringkat WAVES di CoinMarketCap saat ini adalah #51, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.918.374.302. Jumlah koin yang beredar 107.624.326 koin WAVES dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. API3 (API3)

Analisis teknikal API3 (API3).

Analisis teknikal API3 (API3).

Afid menjelaskan token API3 senasib dengan BTCUP. API3 belum bisa keluar dari level support-nya. Kondisi token ini juga mengalami overbought, sehingga mengindikasikan bahwa harga API3 sulit bergerak naik lebih tinggi dalam jangka pendek.

“API3 sudah overbought dengan kenaikan nilai yang tinggi sebelumnya, sehingga memungkinkan masuk fase bearish. Penurunan bisa sampai kisaran 15-17 persen,” kata Afid.

API3 adalah token Ethereum yang digunakan untuk mendukung project API3 yang dapat masuk staking untuk menerima reward dan berfungsi sebagai jaminan untuk menjamin keamanan dalam jaringan. 

Peringkat API3 di CoinMarketCap saat ini adalah #165, dengan kapitalisasi pasar US$ 290.848.108. Pasokan yang beredar 36.907.810 koin API3 dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com