Tag Archives: aset kripto

Kementerian Malaysia Usulkan Kripto Jadi Alat Pembayaran yang Sah

Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia (KKMM) dilaporkan mendukung adopsi aset kripto secara penuh sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut. Pejabat kementerian tengah mengusulkan kebijakan baru ini ke pemerintah Malaysia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Datuk Zahidi Zainul Abidin, telah mendesak regulator Malaysia untuk melegalkan penggunaan tertentu dari aset kripto dan non-fungible token (NFT). Zahidi menunjukkan bahwa langkah-langkah seperti itu akan secara signifikan meningkatkan perekonomian generasi muda.

“Kami berharap pemerintah mengizinkan ini (aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah),” kata Zahidi dikutip Bloomberg, Senin (21/3).

“Kami mencoba melihat bagaimana dapat melegalkan ini sehingga kami dapat mengembangkan partisipasi pemuda dalam kripto dan membantu mereka.”

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Dewan Penasihat Syariah Malaysia: Crypto Punya Potensi Besar

Kaum Muda Malaysia Melek Kripto

Zahidi mendukung kaum muda di Malaysia dalam partisipasinya di industri aset kripto, pasalnya telah tumbuh semakin populer. Ia juga mengatakan bahwa KKMM sedang menjajaki cara untuk meningkatkan partisipasi anak muda dalam industri kripto.

Keputusan tentang regulasi aset kripto diatur pada regulator keuangan Malaysia, termasuk bank sentral dan Komisi Sekuritas Malaysia. Namun, kementerian bersedia mengangkat masalah ini karena industri kripto adalah program bisnis dan keuangan masa depan, terutama bagi kaum muda sekarang, menurut Zahidi.

“Kami berharap pemerintah dapat mencoba melegalkan masalah ini sehingga kami dapat memperluas partisipasi kaum muda dalam cryptocurrency dan membantu mereka dalam hal konsumsi energi dan sebagainya,” ungkapnya dikutip Cointelegraph.

apakah bitcoin aman dari perspektif hukum
Ilustrasi aturan aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Cara Menukarkan Mata Uang Malaysia dengan ATM Bitcoin

Aturan Aset Kripto di Malaysia

Pada awal Maret lalu, Menteri Keuangan Malaysia, Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz, menegaskan kembali bahwa pembayaran menggunakan aset kripto, seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) adalah ilegal di negara tersebut karena tidak memenuhi karakteristik uang secara universal.

“Secara umum, aset digital bukanlah penyimpan nilai dan alat tukar yang baik. Ini karena aset digital rentan terhadap fluktuasi harga yang bergejolak akibat investasi spekulatif, risiko pencurian karena ancaman siber dan kurangnya skalabilitas,” katanya.

Zafrul menambahkan bahwa Bank Negara Malaysia sedang berupaya memperkenalkan mata uang digital bank sentral (CBDC) dan perkembangan terkait blockchain untuk menanggapi tren yang berkembang di industri aset digital.

Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Pedagang Aset Kripto Siap Sambut Hadirnya Bursa Kripto di Indonesia

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan dilaporkan tengah menyusun sejumlah kebijakan dalam rangka finalisasi Digital Futures Exchange (DFX) sebagai bursa kripto resmi di Indonesia.

Target peluncuran bursa kripto sendiri dicanangkan pada akhir kuartal I 2022, yakni tepatnya pada akhir Maret 2022 mendatang. Hal tersebut merupakan target teranyar dari Kementerian Perdagangan setelah target semula, yakni akhir 2021 gagal tercapai.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan sampai sejauh ini asosiasi dan teman-teman pedagang aset kripto semua mendukung kehadiran bursa kripto di Indonesia. Dalam pembentukan bursa kripto tersebut, Kemendag mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 8/2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik di Bursa Berjangka.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Menurutnya tidak ada hambatan dari para pedagang untuk melakukan integrasi sistem. Bursa kripto bisa memberikan banyak manfaat untuk industri aset kripto di Indonesia, seperti meningkatkan kepercayaan investor hingga pengaturan pajak yang pasti akan memudahkan.

“Hadirnya bursa kripto tentu akan berdampak positif bagi semua stakeholder di industri aset kripto di Indonesia. Salah satu keuntungannya, bursa akan mempercepat proses pelaporan antara pedagang kripto dengan Bappebti, sehingga cepat, efisien dan menjaga transaksi tetap aman, karena ada lembaga yang menjadi perantara,” ungkap pria yang akrab disapa Manda.

Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Digital Dunia, Lewat Aset Kripto

Potensi Bursa Kripto di Indonesia

Keuntungan lainnya, bursa kripto bisa membuat pedagangan aset kripto meluncurkan produk layanan turunan yang baru layaknya keuangan tradisional, seperti Futures, Perpetual Swap, Margin Trading dan lain-lain. Produk-produk tersebut bisa dimanfaatkan investor di saat kondisi pasar aset kripto sedang fluktuatif, sehingga dapat melindungi nilai aset kripto dan meraih profit. 

“Bursa kripto bisa meningkatkan level of confidence masyarakat yang akan memulai investasi aset kripto. Saat ini, masih banyak orang yang ragu, karena banyak sentimen negatif, padahal aset kripto merupakan alat investasi yang aman dan sudah terbangun ekosistem yang memudahkan pengawasan dan perlindungan bagi investor dan pedagang,” jelas Manda.

Lebih lanjut Manda menyampaikan kini sistem antara para anggota Aspakrindo sudah terintegrasi, yaitu para pedagang kripto yang terdaftar di Bappebti. Selama, bursa kripto belum hadir, maka status para pedagang yang terdaftar masih dinyatakan sebagai calon pedagang aset kripto.

chart aset kripto
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Blockchain Bisa Ciptakan Peluang Ekonomi Digital Baru di RI

Bursa Kripto Bisa Tumbuhkan Jumlah Investor Aset Kripto

Peluncuran bursa kripto diyakini akan membuat jumlah investor aset kripto akan meningkat pesat. Tentu, pertumbuhan tersebut akan beriringan dengan peningkatan volume transaksi.

“Penundaan bursa kripto sempat membuat keraguan di tengah masyarakat. Hadirnya lembaga itu memberikan kepastian bagi pedagang dan investor di dalam negeri. Padahal, Indonesia merupakan salah satu basis investor kripto paling kuat di dunia,” ungkap Manda.

Berdasarkan data Bappebti per Februari 2022, investor aset kripto terdaftar sudah tembus 12,4 juta atau bertambah 532.102 tiap bulannya. Sementara, nilai transaksi aset kripto secara keseluruhan sudah mencapai Rp 83,8 triliun. 

Bursa kripto di Indonesia harus selalu mengedepankan kehati-hatian, dengan regulasi yang tidak mengekang perkembangan industri. Aset kripto masih merupakan barang baru di Tanah Air. Sebagai instrumen investasi, aset kripto sangat fluktuatif dan mudah bergejolak.

Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Market Kripto Tetap Perkasa, saat The Fed Naikkan Suku Bunga

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akhirnya menaikan suku bunga pertamanya dalam lebih dari tiga tahun terakhir pada Kamis (17/3). Kenaikan ini sempat mengkhawatirkan market kripto, namun ketika keluar justru disambut suka cita yang menguat.

Bank sentral AS mengumumkan bahwa mereka menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase dan mengisyaratkan beberapa kenaikan lagi di tahun 2022. Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat kenaikan suku bunga The Fed yang awalnya direspons negatif oleh investor, kini malah berbalik arah. kenaikan suku bunga mungkin bukan berita bearish untuk kripto dalam jangka panjang.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Investor nampaknya tidak akan kaget lagi dengan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Pasalnya, The Fed sudah membeberkan jumlah kenaikan bunga acuan yang akan dilakukan pada tahun ini.

“Kenaikan ini memberi sinyal bahwa investor terbagi atas dampak potensial perubahan nilai tukar pada pasar kripto. Market tampaknya telah menerima berita tersebut dengan tenang. Harga Bitcoin memang sempat turun sekitar 3% segera setelah berita tersebut keluar, tetapi dengan cepat pulih dan saat ini diperdagangkan masih di angka $ 40.000,” kata Afid.

Baca juga: Mengenal ApeCoin, Kripto Unik & Eksklusif dari Pendiri NFT Bored Ape Yacht Club

Investor Bisa Atur Strategi Jangka Panjang

Lebih lanjut, Afid menerangkan pelaku pasar kemungkinan bisa segera mengatur portofolio investasinya sedini mungkin dan tak akan mengubahnya dalam jangka waktu dekat, sehingga pasar bisa tetap stabil.

Hammer candlestick

Ilustrasi candlestick di investor aset kripto.

Kemudian, respons pasar yang tenang terhadap kenaikan suku bunga, mungkin menunjukkan bahwa keputusan The Fed tidak terbukti menjadi pendorong utama pergerakan kripto saat ini. Sudah banyak institusi, baik perusahaan dan pemerintah yang masuk dalam industri aset kripto, sehingga membuat market memiliki pondasi yang lebih kuat.

Meski, begitu investor masih berhati-hati. Secara umum, market tengah berkonsolidasi setelah dirundung banyak sentimen dalam beberapa terakhir. konflik berkelanjutan di Ukraina juga akan mempengaruhi keputusan investor.

“Investor tidak berpuas diri dulu. Pasalnya, market kripto terlihat masih volatil, seiring sikap wait and see mengingat risiko geopolitik dan makroekonomi,” jelas Afid.

Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Naikkan Suku Bunga, Market Kripto Tetap Perkasa

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akhirnya menaikan suku bunga pertamanya dalam lebih dari tiga tahun terakhir pada Kamis (17/3). Kenaikan ini disambut suka cita oleh market kripto yang menguat.

The Fed menaikan suku bunga ke kisaran 25 basis poin (0,25%). Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi, namun reaksi awal pasar kripto disambut negatif. Pernyataan pembukaan Gubernur The Fed, Jerome Powell mengakui inflasi jauh di atas kisaran target, menyalahkan kendala rantai pasokan.

“Inflasi tetap jauh di atas target jangka panjang kami sebesar 2 persen,” kata Powell.

“Permintaan agregat kuat, dan kemacetan serta kendala pasokan membatasi seberapa cepat produksi dapat merespons.”

Gubernur The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Gubernur The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 16 Maret 2022: Kripto Perlahan Tumbuh, tapi Belum Riuh

Market Kripto Berada di Zona Hijau

Kenaikan suku bunga The Fed yang awalnya direspons negatif oleh investor aset kripto, kini malah berbalik arah. Kenaikan ini memberi sinyal bahwa investor terbagi atas dampak potensial perubahan nilai tukar pada pasar kripto.

Bitcoin terpantau mengalami hari yang bergelombang menjelang kenaikan suku bunga, tetapi mengakhiri jam perdagangan saham naik 5,19%. Bitcoin baru-baru ini melihat serangkaian pencapaian nilai titik terendah yang lebih tinggi dan harga tertinggi yang lebih rendah, menunjukkan pergerakan volatilitas yang besar ke atas atau ke bawah di market.

Aave, platform keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan peminjaman dan peminjaman crypto, adalah pemenang terbesar kripto dalam 24 jam terakhir di antara 100 koin teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan lonjakan 15,24%.

Ilustrasi market kripto.

Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Pakar Sebut Ethereum Bakal Bullish, Prediksi ETH Bisa Capai $ 40.000

Inflasi AS Tetap Tinggi

Bank sentral AS sebenarnya mengakui inflasi tetap tinggi dalam pernyataan pasca-pertemuan. “Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas,” jelas pengumuman kenaikan suku bunga FOMC.

Bank sentral mengisyaratkan tujuh kenaikan suku bunga lagi di tahun 2022. Sementara, inflasi tidak akan turun hingga pertengahan tahun ini, kata Powell.

Sebelumnya, Jerome Powell, menegaskan kepada Kongres bahwa Amerika Serikat tidak berniat untuk melarang aset kripto seperti yang telah dilakukan China.

Menurutnya, aset kripto memang perlu dibenahi atau bahkan di atur ulang sistemnya. Namun larangan untuk bertransaksi mata uang kripto dan aset digital lainnya tidak diperlukan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Presiden Volodymyr Zelenskyy Legalkan Aset kripto di Ukraina

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy pada hari Rabu (16/3) waktu setempat menandatangani Undang-undang yang membuat aset kripto legal di negara yang sedang dilanda perang itu. Sejauh ini kripto menjadi sumbangan aset digital untuk mendukung pertahanan negara terhadap invasi Rusia.

Menurut laporan Coindesk, Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut, telah disetujui oleh parlemen Ukraina bulan Februari lalu. Dengan keputusan Presiden Zelenskyy, artinya membuka jalan bagi pasar legal untuk aset virtual di Ukraina, menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Transformasi Digital Ukraina.

“Mulai sekarang, pertukaran mata uang kripto asing dan Ukraina akan beroperasi secara legal dan bank akan membuka rekening untuk perusahaan kripto,” kementerian mengumumkan dalam sebuah cuitan di akun Twitter resminya.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Foto: Sergei Supinsky/AFP/Getty Images.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Foto: Sergei Supinsky/AFP/Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 16 Maret 2022: Kripto Perlahan Tumbuh, tapi Belum Riuh

Kripto sebagai Komoditas dan Sekuritas

Aturan aset kripto di Ukraina mirip dengan di Indonesia, di mana dinyatakan sebagai komoditas maupun sekuritas, bukan mata uang. Pasar kripto akan diatur oleh Komisi Nasional Sekuritas dan Pasar Saham Ukraina.

Pertukaran aset kripto dapat beroperasi secara legal, dan bank akan membuka rekening untuk para pelaku pasar. Kementerian Keuangan Ukraina juga bekerja untuk mengubah pajak negara dan aturan turunan untuk mengakomodasi kerangka hukum untuk aset digital.

“Penandatanganan undang-undang ini oleh presiden merupakan langkah penting lainnya untuk membawa sektor kripto keluar dari bayang-bayang dan meluncurkan pasar legal untuk aset virtual di Ukraina,” kata Kementerian Transformasi Digital Ukraina.

Baca juga: The Fed Naikan Suku Bunga, Market Kripto Tetap Perkasa

Ukraina Terima Sumbangan Kripto

Langkah Presiden Zelenskyy ini menggarisbawahi meningkatnya peran kripto dalam perang Ukraina. Invasi Rusia menyebabkan kampanye di seluruh dunia untuk mendukung Ukraina melalui sumbangan kripto.

Negara tersebut dilaporkan telah menerima $ 100 juta dalam bentuk donasi kripto sejak perang dimulai ingin mendukung pertahanan militer dan membantu mendanai upaya kemanusiaan.

Dengan undang-undang baru yang berlaku, aset kripto pertama Ukraina, Kuna, tidak lagi terbatas untuk membantu negara tersebut membelanjakan sumbangan secara langsung untuk mengubah kripto menjadi mata uang fiat yang sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Tech Crunch melaporkan negara tersebut juga telah bermitra dengan raksasa pertukaran FTX yang berbasis di Bahama untuk mengubah kontribusi kripto untuk upaya perang Ukraina menjadi fiat untuk disimpan di Bank Nasional Ukraina.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pakar Sebut Ethereum Bakal Bullish, Prediksi ETH Bisa Capai $ 40.000

Bill Barhydt, CEO Abra, platform perdagangan aset kripto berbagi pemikirannya tentang mengapa dia menyakini fase bullish di Ethereum. Dia juga memprediksi bahwa harga ETH bisa mencapai $ 40.000, peningkatan yang signifikan dari harga aset tersebut saat ini.

Ethereum, aset kripto terbesar kedua di dunia, diyakini Barhydt akan memasuki fase bullish di masa depan. Peningkatan harganya bisa mencapai 15 kali lipat.

“Efek jaringan Ethereum didasarkan pada gagasan bahwa itu bisa menjadi komputer dunia. Ini digunakan untuk stablecoin, NFT (non-fungible token), defi (keuangan terdesentralisasi) … dan game sekarang,” kata Barhydt dikutip CNBC.

Harga ETH saat ini berada di sekitar $ 2.577 dan jauh ini harga tertinggi sepanjang masanya ada di $ 4.891.

CEO Abra, Bill Barhydt, sebut Ethereum bakal bullish ke harga $ 40.000.

CEO Abra, Bill Barhydt, sebut Ethereum bakal bullish ke harga $ 40.000.

Baca juga: Elon Musk Ungkap Alasan Tak Jual Bitcoin, ETH dan Dogecoin saat Inflasi

Harga Ethereum Bisa Sampai $ 40.000

Barhydt mengungkapkan bahwa dia melihat potensi kenaikan hingga $ 40.000 untuk ETH, harga yang lebih tinggi dari harga Bitcoin saat ini di kisaran $ 38.757 untuk 1 BTC.

“Saya pikir, Anda berbicara tentang Ethereum $30.000-$40.000,” jelas Barhydt.

Ethereum, bersama dengan aset kripto lainnya saat ini mengalami kemerosotan karena kondisi makroekonomi global, seperti invasi Rusia ke Ukraina dan pandangan hawkish dari bank sentral di seluruh dunia. ETH saat ini turun sebesar 8,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Ilustrasi Ethereum.

Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Ukraina Terima Donasi Bitcoin dan Ethereum Capai Rp 530 M di Tengah Perang

Hambatan Ethereum untuk Bullish

Barhydt menyarankan bahwa gas fee dan transaksi yang tinggi mungkin menjadi kendala ETH saat ini dalam mencapai pasar bullish.

“Jika biaya gas dan biaya transaksi turun, yang merupakan janji bukti kepemilikan, berhati-hatilah, karena sekarang semua hambatan dari efek jaringan tersebut dihilangkan,” kata Barhydt.

Pembaruan mendatang yang akan mengubah Ethereum dari sistem proof-of-work menjadi sistem proof-of-stake dapat mengakibatkan aksi penjualan sementara di market, dia memperingatkan.

Sementara itu, pakar di Finder.com kurang optimis dibandingkan CEO Abra. Pakar tersebut sebelumnya memperkirakan bahwa ETH akan mencapai $ 50.788 pada tahun 2030. Perkiraan itu telah diturunkan menjadi $ 26.338.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perbedaan Stablecoin dan Aset Kripto Lain, Lebih Untung?

Aset kripto perlahan mulai dilirik sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan. Selain, Bitcoin dan altcoin, aset kripto stablecoin kini mulai dijadikan sebagai pilihan oleh para investor, karena diklaim lebih menjanjikan.

COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan stablecoin bisa menjadi media investasi yang baru bagi pasar. Stablecoin yang memiliki underlying aset mata uang fiat, seperti rupiah dan dolar menjadi pembeda dari aset kripto lain, dari segi nilai praktis dan kegunaannya.

“Pada dasarnya stablecoin ini cara kerjanya sama seperti investasi yang sudah ada saat ini. Misalnya stablecoin yang punya underlying asset emas, nilai investasinya bergerak tergantung harga emas di pasaran,” kata Teguh.

“Penggunaan stablecoin dinilai memberikan manfaat untuk menjaga harga agar stabil sehingga penggunaannya jelas untuk bisa menjadi cara transfer aset yang tepat.”

illustrasi jenis stable coin

Ilustrasi stablecoin.

Apa itu Stablecoin?

Stablecoin adalah aset kripto yang menawarkan nilai yang terus stabil dikarenakan sudah dijamin oleh aset-aset lain di belakangnya dengan rasio 1:1. Aset lain tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari uang fiat, sesama aset kripto lain, hingga komoditas.

Saat ini, stablecoin kerap menjadi buah bibir dan pilihan utama pegiat aset kripto. Selain karena harganya yang cenderung stabil dan berbeda dengan aset kripto lainnya, stablecoin juga dianggap lebih aman karena adanya aset lain yang menjaminnya.

Baca juga: Stablecoin Booming Selama Virus COVID-19

Perbedaan Stablecoin dengan Aset Kripto Lain

Apa saja sebenarnya yang membedakan stablecoin dengan aset kripto lainnya?

1. Volatilitas

Perbedaan pertama adalah tingkat volatilitas masing-masing tipe aset kripto. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, stablecoin menawarkan aset kripto dengan tingkat volatilitas yang amat rendah alias harganya stabil. Hal ini membuat naik-turunnya harga stablecoin lebih mudah untuk diprediksi.

Berbeda dengan aset kripto selain stablecoin yang ada di pasar, di mana aset-aset tersebut memiliki tingkat volatilitas yang amat tinggi dan menyebabkan aset lebih mudah goyah, sehingga bisa naik-turun secara cepat serta arahnya cenderung sulit untuk diprediksi.

Ilustrasi stablecoin.

Ilustrasi stablecoin.

2. Penggunaan

Stablecoin bisa digunakan untuk pembayaran di dunia nyata, tidak hanya di dunia digital. Hal ini bermula dari Visa yang memungkinkan para nasabahnya untuk menggunakan USDC dalam bertransaksi. Disusul oleh Mastercard yang bekerja sama dengan perusahaan penyalur stablecoin, Paxos dan Circle, dalam mendukung aktivitas transaksi menggunakan USDC.

Sementara itu, aset kripto lainnya sampai saat ini baru bisa digunakan sebatas transaksi digital saja. Misalnya seperti pertukaran atau jual-beli aset kripto pada exchange, aktivitas trading, pembayaran cross-border, serta pembayaran layanan yang ada pada blockchain.

Baca juga: Tak hanya Bitcoin, Stablecoin juga Mulai Dilirik Pelaku Pasar

Tipe-tipe Stablecoin

Stablecoin Dijamin Uang Fiat

Stablecoin yang didukung oleh mata uang fiat lainnya adalah jenis yang paling umum. Biasanya stablecoin jenis ini akan dipatok dengan rasio 1:1 dengan mata uang resmi yang umum dan digunakan seperti Euro, Rupiah, atau Dolar AS.

Contoh: Tether (USDT), USD Coin (USDC), Binance Indonesian Rupiah (BIDR).

Stablecoin Didukung oleh Aset Kripto

Stablecoin yang jaminannya mendasari aset kripto lain, bukan uang fiat dan komoditi lain. Proses penerbitan koin jenis ini dilakukan melalui beragam protokol yang dilakukan pada blockchain. Salah satu contohnya stablecoin Maker DAO (DAI).

gambaran jenis jenis stable coin

Ilustrasi stablecoin.

Stablecoin Dijamin Emas

Ada sejumlah stablecoin yang dibuat dengan nilai yang dijamin 1:1 dengan komoditas seperti emas untuk menjamin kestabilan harganya.

PAX Gold (PAXG) adalah aset digital yang diterbitkan oleh Paxos. Setiap token PAXG dijamin oleh satu troy ounce (sekitar 31.1 gram) emas batangan yang sudah mendapatkan akreditasi dari London Bullion Market Association (LBMA).

Tether Gold (XAUT) adalah salah satu penerbit stablecoin dolar AS terbesar, Tether, juga merilis stablecoin dengan jaminan emas yaitu XAUT. Setiap satu XAUT dijamin dengan satu troy ounce emas batangan London Good Delivery.

Baca juga: Pendiri Apple, Steve Wozniak Yakin Harga Bitcoin Bisa Capai $ 100.000



Sumber : news.tokocrypto.com

Belajar dari Joe Biden Soal Kripto: Langkah Besar ke Arah yang Benar

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden akhirnya mengeluarkan perintah eksekutif tentang aset kripto yang telah lama ditunggu-tunggu. Seketika surat perintah eksekutif itu dirilis, market aset kripto bersuka cita dan masuk zona hijau dalam 24 jam terakhir pada Kamis (10/3).

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, menganggap surat perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Joe Biden ini tak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS, tapi bisa berdampak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Saya sangat optimis tentang perkembangan aset kripto. Sikap Joe Biden ini merupakan arahan yang telah lama ditunggu yang telah membuat industri kripto gelisah secara berlarut-larut. Ini adalah pengakuan bahwa kripto adalah ruang yang berkembang dan penting. Pada akhirnya, kita berada pada titik di mana kegunaan aset kripto dan blockchain di belakangnya telah terbukti sangat jelas,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Efek Kebijakan Kripto Presiden Joe Biden, Market Bisa Bull Run?

Ubah Cara Pandang Aset kripto

Lebih lanjut, Manda mengungkap sikap pemerintah Amerika Serikat dalam melihat perkembangan aset kripto bisa dijadikan referensi dan pembelajaran banyak pihak. Perintah eksekutif ini mengubah cara pandang sebuah pemerintah mendekati sektor aset kripto dan akan membantu menciptakan jalan menuju kejelasan peraturan yang diperlukan untuk adopsi institusional massal bagi Bitcoin dan aset digital lainnya.

“Pesan yang saya ambil dari perintah eksekutif ini adalah bahwa pemerintah AS melihat aset kripto sebagai bagian yang sah, serius, dan penting bagi ekonomi dan masyarakat. Saya pikir ini sebuah langkah ke arah yang benar dan sikap ini baik untuk diikuti oleh institusi maupun pemerintah negara lain untuk serius melihat aset kripto dari berbagai perspektif dengan pandangan terbuka,” ungkapnya.

Lindungi Investor dan Penggiat Aset Kripto

Pemerintah AS telah mengambil pendekatan yang lebih terukur dan umumnya terbuka untuk aset digital sebagai landasan untuk sistem keuangan masa depan. Ini sangat bertentangan dengan pandangan naif, bahwa kripto hanya sesuatu yang digunakan untuk tindakan kejahatan dan mengancam stabilitas keuangan nasional.

illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto

Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: NanoByte Listing di Tokocrypto, Ikuti Kompetisi Trading Hadiah Rp 1 Miliar

Langkah ini juga membuka diskrusus yang mendalam untuk mempelajari aset kripto dan menemukan ide-ide tentang cara untuk melindungi investor dan masyarakat dari risiko keuangan dibanding jenis aset lainnya.

Dalam membangun industri aset kripto di Indoneisa, Aspakrindo pun selalu menyambut diskusi dengan semua stakeholder dan akan terus berkontribusi untuk membangun pemahaman yang lebih dalam dengan berbagai perspektif lebih luas.

“Bersamaan dengan itu, upaya edukasi terus dilakukan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang manfaat industri aset kripto yang sehat,” jelas Manda.

Data Investor Aset Kripto di Indonesia

Saat ini sudah ada lebh dari 11 juta investor aset kripto sampai akhir tahun 2021. Persentase kenaikan 180% YoY dari tahun 2020 yang hanya 4 juta. Sementara, jumlah investor pasar modal pada akhir tahun 2021, sebesar 7,48 juta menurut data Single Investor Identification (SID) Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia sepanjang tahun 2021 telah mencapai Rp 859,4 triliun atau rata-rata Rp 2,35 triliun per hari. Adapun, rata-rata pertumbuhan nilai transaksi mencapai sebesar 16,2% per bulannya.

Baca juga: Perdagangan NFT Naik 21.000% Capai Rp 242,8 Triliun di Tahun 2021



Sumber : news.tokocrypto.com

Efek Kebijakan Kripto Presiden Joe Biden, Market Bisa Bull Run?

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif yang meminta pemerintahannya untuk memeriksa risiko dan manfaat aset kripto. Perintah eksekutif ini mencoba untuk memperbaiki kurangnya kerangka kerja untuk pengembangan aset kripto di AS, yang telah disambut secara luas oleh industri dan investornya.

Pelaku pasar menganggap hal ini sebagai dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS. Imbasnya market kembali bergairah, sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau pada Kamis (10/3), bahkan Bitcoin mengalami kenaikan hingga 10%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengakui adanya sentimen positif di market kripto, pasca kebijakan baru dari Joe Biden. Market sempat pull back dengan rata-rata kenaikan sejumlah aset kripto mulai dari 8-10%.

“Dalam jangka pendek, langkah pemerintah AS dapat menciptakan “kebisingan” dan volatilitas di pasar kripto. Investor bisa diuntungkan oleh situasi ini. Namun, saran bagi investor tidak langsung membuat perubahan pada strategi investasi jangka panjang mereka. Investor harus lihat lagi sentimen lainnya yang bisa menggerakan market,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Market Aset Kripto Bisa Tertahan

Afid menjelaskan sudah sewajarnya market aset kripto dipengaruhi oleh sentimen dari pemberitaan global. Jika, ada pemberitaan bagus, market akan langsung cenderung reli. Begitu, pula sebaliknya saat terjadi pemberitaan yang merugikan kripto, market akan langsung anjlok.

kebijakan baru dari Joe Biden bisa menyebabkan sedikit bull run, namun tertahan seiring kabar yang kurang baik dari sisi makroekonomi. Investor saat ini, sepertinya bereaksi keras dengan sikap bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada pertemuan Kamis (10/2/) yang akan melakukan tapering total pada September mendatang.

“Melonjaknya inflasi menempatkan ECB di bawah tekanan untuk mengikuti bank-bank sentral AS dan Inggris mengakhiri stimulus ekonominya dan segera menaikkan suku bunga. Pasalnya, jika semakin banyak bank sentral bersikap hawkish, maka investor tentu akan memilih keluar di pasar aset spekulatif. Akibatnya, aksi jual berjamaah di pasar kripto akan susah dibendung,” ungkap Afid.

Investor juga dalam waktu dekat juga masih tampak ragu-ragu menggairahkan pasar kripto, seiring resolusi damai Ukraina dan Rusia yang menemui jalan buntu, karena kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan tentang gencatan senjata.

“Investor cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap risiko selama masa tekanan pasar. Akhirnya, mereka pun memilih menyalurkan dana di pasar aset yang terbilang safe heaven,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

NanoByte Listing di Tokocrypto, Ikuti Kompetisi Trading Hadiah Rp 1 Miliar

NanoByte (NBT), aset kripto lokal asli buatan Indonesia kini telah resmi listing atau diperjualbelikan di Tokocrypto. Kehadiran NanoByte menjawab kebutuhan para penggiat investasi aset kripto di Indonesia yang membutuhkan pembaruan pada project berkaitan dengan Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto, menyambut hangat kehadiran NanoByte di platform exchange, Tokocrypto. Menurutnya NanoByte bisa menjadi salah satu motor penggerak untuk kemajuan industri aset kripto lokal di Indonesia. Terlebih saat ini, aset kripto sedang menjadi perhatian publik sebagai instrumen investasi yang memberikan peluang keuntungan jangka panjang.

“Investasi aset kripto kini dalam pertumbuhan yang cepat. Project aset kripto lokal berbasis teknologi blockchain yang bisa memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat sedang dinanti. NanoByte diharapkan menjadi salah satu role model untuk menggerakan industri kripto di Indonesia ke arah lebih baik,” kata Kai.

Kompetisi Trading TKO x NBT Hadiah Rp 1 Miliar

Dalam rangka listing Nanobyte, Tokocrypto menggelar kompetisi trading dengan total hadiah Rp 1 miliar. Selain itu, ada trading cashback yang berlaku untuk pembelian NanoByte dan TKO di platform Tokocrypto. 

Adapun syarat mengikuti kompetisi trading ini adalah pengguna Tokocrypto yang sudah lolos verifikasi KYC (Know Your Customer) level 1. Trading berlaku untuk pairing TKO dan NanoByte. Periode kompetisi berlangsung mulai 11-24 Maret 2022. Untuk informasi lengkap bisa buka link di sini.

NanoByte sendiri adalah aset kripto yang didukung oleh Sinar Mas Group, menyediakan model token hybrid unik yang mengkombinasikan CeFi dan DeFi. Token NBT merupakan proyek kripto berbasis token yang dibangun diatas ekosistem Binance Smart Chain (BSC) dan menggunakan standar BEP-20 dengan total suplai maksimal yang beredar sebanyak 10 miliar token.

NanoByte, Token Kripto Asli Indonesia

Hutama Pastika, CEO Nanobyte Token, mengatakan NanoByte punya visi yang besar untuk mendorong adopsi aset kripto dan menjadikannya mainstream di Indonesia. Tidak hanya itu, proyek NanoByte juga akan terus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. 

“Kami sangat senang mengumumkan kemitraan dengan Tokocrypto untuk memperluas komunitas NanoByte Squad. Kami berharap NanoByte tidak hanya dapat membuka akses finansial tetapi juga bisa menjadi solusi untuk berbagai industri ke seluruh lapisan masyarakat baik di Indonesia maupun global,” ungkap Hutama.

NanoByte tercatat telah sukses menjalankan public sale atau listing di platform Decentralized Exchange (DEX) PancakeSwap pada hari Jumat, 25 Februari 2022 lalu. Kesuksesan listing ini ditandai dengan volume perdagangan lebih dari 7 juta dolar AS.





Sumber : news.tokocrypto.com