Tag Archives: aset kripto

XRP, Solana, dan Dogecoin: Tiga Altcoin yang Siap Guncang Pasar Kripto

Pasar kripto kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan tiga aset utama: XRP, Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE), menjadi sorotan utama.

Ketiganya menunjukkan potensi pergerakan signifikan yang dapat mengubah lanskap investasi digital dalam waktu dekat.

XRP: Menuju Target Ambisius $2,50

XRP, mata uang digital yang dikembangkan oleh Ripple, baru-baru ini berhasil menembus level resistensi penting di sekitar $1,50.

Pencapaian ini membuka jalan bagi potensi kenaikan lebih lanjut menuju target ambisius harga XRP $2,50.

Analis pasar mencatat bahwa indikator teknikal, seperti Bollinger Bands, menunjukkan sinyal bullish yang kuat, mendukung kemungkinan rally lanjutan.

Selain faktor teknikal, pengumuman dari Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump, mengenai pembentukan “cadangan kripto” nasional yang mencakup XRP telah memberikan dorongan tambahan.

Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pemerintah terhadap aset digital dan meningkatkan legitimasi XRP di mata investor institusional.

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Sabtu, 12 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Sabtu, 12 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Alamat XRP Tembus 6,26 Juta, ETF XRP Leverage Diluncurkan di AS

Solana (SOL): Menanti Terobosan Harga

Solana, platform blockchain yang dikenal dengan kecepatan dan efisiensinya, berada di ambang terobosan harga.

Setelah periode konsolidasi, SOL menunjukkan pola grafik yang mengindikasikan potensi breakout.

Volume perdagangan yang meningkat dan minat investor yang terus tumbuh menjadi indikator positif bagi pergerakan harga ke depan.

Partisipasi Solana dalam inisiatif “cadangan kripto” nasional juga memberikan validasi tambahan terhadap proyek ini.

Dengan dukungan dari pemerintah dan komunitas yang aktif, SOL memiliki landasan kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga: Solana Perkenalkan Ekstensi Token Confidential Balances

Dogecoin (DOGE): Antara Volatilitas dan Potensi

Dogecoin, yang awalnya diciptakan sebagai lelucon, kini menjadi aset serius dengan kapitalisasi pasar yang signifikan.

Saat ini, DOGE diperdagangkan di sekitar $0,31, setelah mengalami penurunan 12,4% dalam 24 jam terakhir akibat komentar hawkish dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

Namun, analis teknikal melihat adanya pola “Cup and Handle” yang biasanya mengindikasikan potensi kenaikan harga.

Selain itu, akumulasi besar-besaran oleh “whales”, investor dengan kepemilikan besar, yang menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap DOGE.

Prediksi harga untuk DOGE sangat bervariasi, dengan beberapa analis memproyeksikan kenaikan hingga $2,5 dalam tahun mendatang jika kondisi pasar tetap bullish.

Baca Juga: Dogecoin Turun 17% Dalam 7 Hari: Apa yang Terjadi?

Secara keseluruhan, ketiga aset ini: XRP, Solana, dan Dogecoin menawarkan kombinasi unik antara potensi pertumbuhan dan risiko.

XRP mendapat dorongan dari kebijakan pemerintah, Solana menunjukkan kekuatan teknikal dan fundamental, sementara Dogecoin menarik perhatian dengan volatilitasnya yang tinggi namun penuh peluang.

Investor disarankan untuk melakukan analisis menyeluruh dan mempertimbangkan toleransi risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, ketiga aset ini layak untuk dipantau dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Adopsi Pi Coin Meningkat di AS dan Korea, Potensi Pertumbuhan Tinggi

Pi Network (PI) coin mulai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dalam perjalanan menuju adopsi yang lebih luas.

Menurut laporan Coinfomania, dalam beberapa pekan terakhir, Pi Coin mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan dunia nyata, terutama di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Tren ini menandai pergeseran dari status spekulatif menuju mata uang digital dengan utilitas yang nyata.

Di Korea Selatan, sejumlah bisnis mulai menerima Pi Coin sebagai alat pembayaran. Salah satu contohnya adalah organisasi perawatan kulit yang kini memungkinkan pelanggan melakukan pembelian dengan menggunakan token ini.

Sementara itu, di Amerika Serikat, Zito Realty, sebuah perusahaan properti yang berbasis di Florida, telah mulai menerima Pi Coin untuk transaksi real estat. Kehadiran Pi Coin dalam transaksi bernilai tinggi ini menambah legitimasi token tersebut sebagai aset digital jangka panjang.

Baca juga: Harga Pi Network Tertekan Meski Sempat Naik, Ada Apa?

Aksesibilitas Meluas, Volume Perdagangan Berpotensi Naik

Aksesibilitas juga turut berperan dalam mendukung ekosistem Pi Network. Meskipun token ini belum tersedia di bursa utama seperti Binance dan Coinbase, beberapa platform fintech mulai membuka akses lebih luas.

Banxa, misalnya, dilaporkan memfasilitasi pembelian Pi Coin melalui kartu dan dompet digital. Kemudahan akses ini membuka jalan bagi lebih banyak pengguna untuk terlibat, yang pada akhirnya dapat memperluas sirkulasi token dan meningkatkan likuiditas pasar.

Pergerakan Pi Network (Pi Coin).
Pergerakan Pi Network (Pi Coin).

Adopsi di sektor ritel dan properti, disertai dengan peningkatan keterlibatan pengguna, menjadi pendorong positif terhadap kinerja pasar Pi Coin. Meskipun harga token ini sempat menurun sekitar 17 persen dalam seminggu terakhir dan diperdagangkan di kisaran 0,56 dolar AS per 9 April, indikator teknikal seperti Average Directional Index menunjukkan momentum pasar yang masih berkembang.

Jika token mampu menembus level resistance berikutnya di 0,73 dolar AS, peluang untuk reli harga jangka pendek tetap terbuka.

Fokus pada Utilitas Membedakan Pi Network dari Altcoin Lain

Perbedaan utama Pi Network dibandingkan banyak altcoin lain terletak pada fokusnya terhadap utilitas dunia nyata.

Integrasi Pi Coin ke dalam sistem pembayaran ritel dan layanan properti memberikan nilai tambah yang membedakannya dari token-token berbasis spekulasi semata. Negara seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat berperan sebagai wilayah pengujian penting bagi model adopsi ini.

Dalam jangka menengah hingga panjang, kombinasi antara peningkatan adopsi, aksesibilitas, dan utilitas memperkuat fundamental Pi Network. Meskipun masih ada tantangan, termasuk belum adanya pencatatan di bursa besar dan ketidakpastian regulasi, tren pertumbuhan menunjukkan arah yang menjanjikan.

Dukungan komunitas dan upaya pengembang untuk membangun infrastruktur yang lebih matang bisa menjadi pendorong utama bagi transisi Pi Network dari proyek berbasis komunitas menuju ekosistem digital arus utama.

Dengan adopsi yang terus berkembang di ekonomi besar dan partisipasi pengguna yang semakin aktif, Pi Coin berpotensi memperkuat posisinya dalam lanskap mata uang kripto global. Jika momentum ini terus terjaga, proyek ini bisa memasuki fase pertumbuhan signifikan selama beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Harga Pi Network Anjlok di Bawah $1, Dikecam Sebagai Penipuan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama: Akhir Pertarungan Hukum XRP?

Setelah lebih dari dua tahun perseteruan hukum yang intens, Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akhirnya mengajukan mosi bersama untuk menangguhkan semua proses banding yang sedang berlangsung.

Langkah ini menandai titik balik penting dalam kasus hukum yang telah menjadi sorotan utama dalam industri kripto global.

Latar Belakang Kasus

Pada Desember 2020, SEC menggugat Ripple Labs dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut telah menjual sekuritas yang tidak terdaftar dalam bentuk token XRP senilai lebih dari $1,3 miliar.

Gugatan ini juga menyasar CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan salah satu pendiri, Chris Larsen. Kasus ini segera menjadi simbol dari ketidakpastian regulasi yang melingkupi industri aset digital di Amerika Serikat.

Mosi Bersama untuk Menangguhkan Banding

Pada 10 April 2025, Ripple dan SEC mengajukan mosi bersama kepada Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Kedua, meminta penangguhan semua proses banding dan banding silang yang sedang berlangsung.

Mosi ini mencakup permintaan untuk menangguhkan banding awal SEC, banding silang yang diajukan Ripple pada Oktober sebelumnya, serta klaim lain yang melibatkan individu terkait.

Langkah ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menyelesaikan semua urusan yang belum terselesaikan.

Menurut pengacara James Filan, yang sering memberikan pembaruan terkait kasus ini, penyelesaian tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari SEC dan dapat memakan waktu hingga 60 hari sebelum perkembangan akhir terjadi.

Selama periode ini, tidak ada dokumen tambahan yang akan diajukan, termasuk yang sebelumnya dijadwalkan pada 16 April.

Baca Juga: Alamat XRP Tembus 6,26 Juta, ETF XRP Leverage Diluncurkan di AS

Dampak terhadap Pasar XRP

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 11 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 11 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meski terbilang sebagai sentimen positif, harga XRP tidak menunjukkan reaksi signifikan terhadap pembaruan ini.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar mungkin telah memperhitungkan kemungkinan resolusi yang menguntungkan sejak SEC mencabut gugatan utamanya bulan lalu.

Stabilitas harga ini mencerminkan kepercayaan investor bahwa penyelesaian akhir akan membawa kepastian regulasi yang lebih besar bagi XRP dan industri kripto secara keseluruhan.

Implikasi Lebih Luas bagi Industri Kripto

Penyelesaian antara Ripple dan SEC dapat menjadi preseden penting bagi bagaimana aset digital diklasifikasikan dan diatur di Amerika Serikat.

Selama ini, kurangnya kejelasan regulasi telah menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan industri kripto di negara tersebut.

Dengan adanya resolusi ini, diharapkan akan ada panduan yang lebih jelas bagi perusahaan kripto lainnya dalam beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, penyelesaian ini juga dapat mempengaruhi pendekatan SEC terhadap perusahaan kripto lainnya seperti Coinbase dan Kraken, yang juga menghadapi tantangan regulasi serupa.

Jika SEC menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap penyelesaian di luar pengadilan, hal ini dapat membuka jalan bagi dialog yang lebih konstruktif antara regulator dan pelaku industri.

Baca Juga: SEC Beri Lampu Hijau Pada Perdagangan Opsi ETF Ethereum Spot

Langkah Selanjutnya

Meskipun mosi bersama telah diajukan, proses penyelesaian formal masih memerlukan waktu dan persetujuan akhir dari SEC.

Selama periode ini, kedua belah pihak tidak akan mengambil tindakan lebih lanjut dalam kasus ini.

Pengajuan ini juga mencakup CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan pendiri Chris Larsen sebagai pihak yang terlibat, menandakan bahwa penyelesaian ini mencakup semua aspek dari gugatan yang diajukan oleh SEC.

Jika penyelesaian ini disetujui, Ripple dapat melanjutkan operasinya tanpa bayang-bayang litigasi, dan industri kripto secara keseluruhan dapat memperoleh kejelasan yang sangat dibutuhkan dalam hal regulasi.

Hal ini juga dapat membuka jalan bagi inovasi dan adopsi teknologi blockchain yang lebih luas di masa depan.

Secara keseluruhan, pengajuan mosi bersama oleh Ripple dan SEC menandai langkah besar menuju penyelesaian salah satu kasus hukum paling signifikan dalam sejarah industri kripto.

Meskipun proses formal masih berlangsung, sinyal positif ini memberikan harapan baru bagi pelaku industri dan investor bahwa era ketidakpastian regulasi mungkin akan segera berakhir.

Dengan adanya kejelasan ini, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan dan inovasi di sektor aset digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Dukung Staking Bitcoin Babylon

Binance, platform pertukaran kripto terbesar di dunia, baru-baru ini mengumumkan dukungannya terhadap protokol staking Bitcoin inovatif bernama Babylon (BABY).

Langkah ini menandai babak baru dalam pemanfaatan Bitcoin (BTC) sebagai aset produktif, memungkinkan pemilik BTC untuk mendapatkan imbal hasil tanpa harus meninggalkan jaringan Bitcoin.

Apa Itu Babylon?

Babylon adalah protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pemilik BTC untuk mengunci aset mereka secara self-custodial langsung di jaringan Bitcoin.

Dengan menggunakan teknologi kriptografi canggih dan inovasi dalam protokol konsensus, Babylon memungkinkan BTC yang di-stake untuk berkontribusi pada keamanan jaringan Proof-of-Stake (PoS) seperti Cosmos, Avalanche, dan Injective, tanpa perlu memindahkan aset ke jaringan lain.

Baca Juga: Binance Tambah LDUSDt, Aset Margin Penghasil Imbalan

Integrasi Babylon di Binance

Binance memperkenalkan Babylon BTC Staking melalui fitur On-chain Yields, yang menyederhanakan partisipasi pengguna dalam protokol on-chain.

Pengguna dapat dengan mudah mengakses opsi staking ini melalui platform Binance, tanpa perlu berinteraksi langsung dengan protokol blockchain yang kompleks.

Imbal Hasil dan Airdrop BABY

Sebagai bagian dari kampanye awal, Babylon mendistribusikan 600 juta token BABY kepada pengguna awal yang berpartisipasi dalam staking BTC.

Binance juga mengumumkan bahwa peserta program staking akan menerima bonus tambahan sebesar 12% dalam bentuk token BABY, yang akan didistribusikan ke akun Spot pengguna mulai 10 April 2025.

Fitur Perdagangan BABY di Binance

Selain staking, Binance juga meluncurkan kontrak perpetual BABYUSDT, memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan token BABY dengan leverage hingga 5x.

Langkah ini memberikan eksposur pasar yang lebih luas terhadap protokol Babylon dan memperkuat posisi Binance dalam mendukung proyek-proyek inovatif di ekosistem kripto.

Baca Juga: Harga Bitcoin Dekati $81.000 Setelah Rumor Penghentian Tarif oleh Trump

Secara keseluruhan, dukungan Binance terhadap protokol Babylon membuka peluang baru bagi pemilik BTC untuk mendapatkan imbal hasil tanpa meninggalkan jaringan Bitcoin.

Dengan integrasi yang mudah melalui platform Binance dan insentif menarik seperti airdrop token BABY, pengguna dapat memaksimalkan potensi aset mereka sambil berkontribusi pada keamanan jaringan PoS.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

NEO dan GAS Naik Dua Digit Usai Program Insentif APY 50% Diluncurkan

Harga aset kripto NEO dan GAS mencatat lonjakan tajam masing-masing sebesar 13% dan 30% dalam 24 jam terakhir, didorong oleh tingginya aktivitas perdagangan di bursa Korea Selatan, Upbit, serta peluncuran program insentif Neo Bond.

Menurut data pasar, volume perdagangan pasangan NEO/KRW di Upbit mencapai $54,4 juta, sementara GAS/KRW melonjak hingga $134,6 juta. Kedua aset ini menempati posisi teratas dalam daftar aset digital dengan pergerakan terbesar hari ini.

Kenaikan ini terjadi setelah keduanya mengalami tekanan signifikan dalam dua minggu terakhir. NEO sempat turun 44% antara 24 Maret dan 2 April, sementara GAS kehilangan 32% nilainya dalam periode yang sama.

Pendorong Lonjakan Harga

Lonjakan harga tersebut bertepatan dengan peluncuran program Neo Bond oleh Neo Foundation pada 5 April lalu. Program ini menawarkan hasil tahunan (APY) sebesar 50% bagi pemegang NEO yang bersedia mengunci aset mereka selama 30 hari. Selain itu, program ini menjamin harga minimum $5 per token saat jatuh tempo.

Pergerakan harga Gas (GAS/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Gas (GAS/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Program Neo Bond dirancang untuk menstabilkan pasar melalui penguncian sukarela token, serta mendorong kepercayaan investor. Neo Foundation telah menyiapkan dana sebesar 1 juta NEO dalam dompet multi-tanda tangan untuk mendukung likuiditas dan pembayaran obligasi, dengan transparansi penuh yang dapat diverifikasi publik.

Data dari Upbit juga menunjukkan bahwa lonjakan harga GAS didorong oleh permintaan ritel yang signifikan dari pasar Korea. Lebih dari 60% volume perdagangan global NEO berasal dari pasangan KRW, sementara GAS/KRW menyumbang hampir 70% volume global.

Baca Juga:: NEO dan GAS Naik Dua Digit Usai Program Insentif APY 50% Diluncurkan

Keterkaitan NEO dan GAS

Meski GAS berfungsi sebagai token utilitas untuk biaya operasional jaringan Neo, pergerakan harganya sangat berkorelasi dengan NEO. Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson, GAS mencatat korelasi positif sebesar 0,94 dengan NEO dalam satu tahun terakhir, dan naik menjadi 0,96 dalam satu bulan terakhir.

Kenaikan harga ini memberikan sinyal kuat terhadap efektivitas program insentif Neo Bond dalam mengembalikan kepercayaan pasar dan meredam volatilitas yang sebelumnya melanda kedua aset tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

SEC Beri Lampu Hijau Pada Perdagangan Opsi ETF Ethereum Spot

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah memberikan persetujuan untuk perdagangan opsi yang terkait dengan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Ethereum (ETH) spot.

Langkah ini sekaligus menandai perkembangan yang signifikan dalam integrasi aset kripto ke dalam produk keuangan tradisional.

Detail Persetujuan

Pada 9 April 2025, SEC menyetujui pengajuan dari Nasdaq ISE yang diajukan pada Juli sebelumnya, untuk mencantumkan dan memperdagangkan kontrak opsi pada iShares Ethereum Trust (ETHA) milik BlackRock.

Persetujuan ini memungkinkan investor untuk memperdagangkan opsi yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual saham ETF pada harga tertentu sebelum tanggal kedaluwarsa.

Implikasi bagi Investor

Perdagangan opsi pada ETF Ethereum spot menawarkan beberapa manfaat bagi investor, antara lain sebagai berikut:

  • Alat Hedging: Opsi dapat digunakan untuk melindungi portofolio dari pergerakan harga yang merugikan.
  • Leverage: Investor dapat mengendalikan posisi yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil dibandingkan dengan membeli saham ETF secara langsung.
  • Pendapatan Tambahan: Menjual opsi, seperti opsi panggilan tertutup, dapat menghasilkan pendapatan tambahan dari premi opsi.

Namun, penting bagi investor untuk memahami risiko yang terkait dengan perdagangan opsi, termasuk potensi kerugian yang signifikan dan kompleksitas strategi perdagangan.

Reaksi Pasar dan Industri

Persetujuan ini dipandang sebagai langkah maju dalam penerimaan aset kripto oleh regulator keuangan tradisional. Analis ETF James Seyffart menyatakan bahwa keputusan ini tidak mengejutkan, mengingat tren regulasi yang berkembang.

Selain BlackRock, beberapa perusahaan lain seperti Bitwise, Grayscale, dan Fidelity juga menerima persetujuan serupa untuk produk ETF Ethereum mereka.

Hal ini menunjukkan minat yang meningkat dari institusi keuangan tradisional dalam menawarkan produk terkait kripto kepada klien mereka.

Dampak pada Harga Ethereum

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun persetujuan ini merupakan berita positif bagi ekosistem Ethereum, dampaknya terhadap harga ETH masih belum jelas.

Sebelumnya, peluncuran ETF Bitcoin spot menyebabkan lonjakan harga BTC, tetapi apakah tren serupa akan terjadi pada ETH masih harus dilihat.

Maka dari itu, persetujuan SEC untuk perdagangan opsi pada ETF Ethereum spot menandai langkah penting dalam integrasi aset kripto ke dalam pasar keuangan tradisional.

Ini memberikan investor alat tambahan untuk mengelola eksposur mereka terhadap Ethereum dan mencerminkan penerimaan yang semakin meningkat terhadap aset digital dalam ekosistem keuangan arus utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

21Shares Ajukan ETF Dogecoin Spot di Amerika Serikat

Pada 9 April 2025, manajer aset digital 21Shares mengajukan pernyataan pendaftaran Form S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) untuk meluncurkan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis Dogecoin (DOGE).

Langkah ini mengikuti jejak perusahaan lain seperti Bitwise dan Grayscale yang sebelumnya mengajukan proposal serupa.

Detail Pengajuan ETF Dogecoin oleh 21Shares

ETF yang diusulkan oleh 21Shares bertujuan untuk melacak harga Dogecoin secara langsung.

Dalam pengajuan tersebut, 21Shares menyatakan bahwa House of Doge, cabang korporat dari Dogecoin Foundation, akan membantu dalam pemasaran dana tersebut.

Coinbase Custody ditunjuk sebagai kustodian yang diusulkan untuk ETF ini. Namun, rincian seperti biaya, ticker, dan bursa saham tempat ETF ini akan terdaftar belum diumumkan.

Proses Persetujuan dan Tantangan Regulasi

Untuk memulai proses persetujuan dari SEC, 21Shares juga perlu mengajukan Form 19b-4. Meskipun ada peningkatan dalam pengajuan ETF kripto, persetujuan dari SEC tetap menjadi tantangan.

Beberapa analis, seperti James Seyffart dari Bloomberg, menyebut tren ini sebagai pendekatan “spaghetti cannon,” di mana penerbit mencoba meluncurkan berbagai produk untuk melihat mana yang akan disetujui oleh kepemimpinan SEC yang baru.

Posisi Dogecoin di Pasar Kripto

Dogecoin, yang awalnya dibuat sebagai lelucon pada tahun 2013, telah berkembang menjadi salah satu cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Saat ini, DOGE memiliki kapitalisasi pasar sebesar $24,2 miliar dan menempati posisi kedelapan dalam peringkat cryptocurrency.

Ekspansi 21Shares dalam Produk Kripto

Pengajuan ETF Dogecoin spot ini merupakan upaya terbaru 21Shares untuk memperluas penawaran ETF kripto mereka.

Sebelumnya, perusahaan ini telah meluncurkan ETF spot untuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Pada Februari lalu, 21Shares juga mengajukan ETF spot untuk Polkadot (DOT) dan tahun sebelumnya untuk XRP.

Baca Juga:: 21Shares Ajukan ETF Dogecoin Spot di Amerika Serikat

Kolaborasi dengan House of Doge di Swiss

Selain pengajuan di AS, pada 9 April 2025, 21Shares mengumumkan kemitraan dengan House of Doge untuk meluncurkan produk yang diperdagangkan di bursa (ETP) Dogecoin yang sepenuhnya didukung di Bursa SIX Swiss di Swiss.

Nantinya, produk ini akan diperdagangkan dengan ticker “DOGE” dan memiliki biaya sebesar 2,5%.

Presiden 21Shares, Duncan Moir, menyatakan bahwa Dogecoin telah berkembang menjadi lebih dari sekadar cryptocurrency; ia mewakili gerakan budaya dan finansial yang terus mendorong adopsi mainstream. 

Secara keseluruhan, pengajuan ETF Dogecoin spot oleh 21Shares menandai langkah signifikan dalam upaya membawa aset digital ke ranah investasi tradisional.

Meskipun tantangan regulasi masih ada, langkah ini mencerminkan meningkatnya minat institusional terhadap cryptocurrency dan potensi mereka dalam portofolio investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Reaksi Pasar Kripto Setelah Trump Tunda Sementara Kenaikan Tarif

Pada 9 April 2025, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan penangguhan selama 90 hari terhadap sebagian besar tarif impor, kecuali untuk China.

Tak lama setelah orang nomor satu di AS itu mengeluarkan pernyataannya, keputusan ini memicu lonjakan signifikan di pasar keuangan dan kripto.

Detail Kebijakan Tarif

Dalam pengumuman tersebut, Trump menyatakan bahwa tarif terhadap China akan dinaikkan menjadi 125%, sementara tarif terhadap negara lain ditangguhkan selama 90 hari.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan yang meningkat dan untuk memberikan waktu bagi negosiasi lebih lanjut dengan mitra dagang lainnya.

Reaksi Pasar Kripto

Pengumuman ini langsung berdampak positif pada pasar kripto. Bitcoin (BTC) melonjak di atas $80.000, sementara altcoin seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) mengalami kenaikan lebih dari 10% dalam beberapa menit setelah pengumuman.

Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif investor terhadap aset digital sebagai respons terhadap kebijakan perdagangan terbaru.

Dampak pada Saham Terkait Kripto

Saham perusahaan yang terkait dengan kripto juga mengalami kenaikan signifikan. MicroStrategy, yang dikenal karena kepemilikan Bitcoin yang besar, melonjak hampir 25%, sementara Coinbase Global, salah satu bursa kripto utama, naik 17%.

Kenaikan ini menunjukkan optimisme investor terhadap prospek industri kripto di tengah perubahan kebijakan perdagangan.

Baca Juga:: Reaksi Pasar Kripto Setelah Trump Tunda Sementara Kenaikan Tarif

Analisis dan Prospek

Penangguhan tarif ini memberikan waktu bagi Amerika Serikat untuk merundingkan perjanjian perdagangan yang lebih menguntungkan dengan mitra dagang lainnya, sambil tetap menekan China dengan tarif yang lebih tinggi.

Bagi pasar kripto, langkah ini menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan meningkatkan kepercayaan investor.

Namun, penting untuk dicatat bahwa volatilitas pasar masih mungkin terjadi, terutama mengingat ketidakpastian dalam hubungan perdagangan global.

Investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan risiko yang ada dalam berinvestasi di aset digital.

Meski hanya bersifat sementara, Keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan sebagian besar tarif impor, kecuali untuk China, telah memberikan dorongan signifikan bagi pasar kripto dan saham terkait.

Walaupun situasi ini menciptakan peluang, investor harus tetap berhati-hati dan memantau perkembangan kebijakan perdagangan global yang dapat mempengaruhi pasar di masa mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trump Tangguhkan Kenaikan Tarif, Harga Bitcoin Naik

Harga Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan yang signifikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan penangguhan sementara tarif terhadap negara-negara yang tidak menerapkan tindakan balasan.

Kebijakan ini memicu sentimen positif di pasar kripto, dan mendorong para analis untuk kembali mengincar target harga $100.000.

Target $100.000 Realistis?

Pada 9 April 2025, harga BTC/USD naik sekitar 9%, pulih dari tekanan sebelumnya dalam minggu tersebut dan mendekati level $83.000.

Pergerakan ini mendekatkan Bitcoin pada konfirmasi pola “falling wedge” (pola segitiga menyempit menurun) yang telah terbentuk sejak Desember 2024 di grafik harian.

Dalam analisis teknikal, pola falling wedge umumnya dianggap sebagai sinyal bullish, yang menunjukkan potensi kenaikan harga jika berhasil menembus garis tren atas.

Jika skenario bullish ini terwujud, harga Bitcoin diprediksi bisa mencapai kisaran $100.000 pada bulan Juni.

Namun, jika gagal menembus resistensi tersebut, harga kemungkinan akan terkoreksi kembali ke sekitar $71.100.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data on-chain turut memperkuat optimisme ini, dengan mengidentifikasi zona support penting di kisaran $65.000 hingga $71.000.

Zona ini didasarkan pada metrik seperti “active realized price” dan “true market mean”, yang menggambarkan rata-rata harga pembelian oleh investor aktif.

Secara historis, Bitcoin sering diperdagangkan naik-turun dalam rentang ini, menjadikannya indikator penting dalam membaca arah pasar.

Namun demikian, jika harga Bitcoin jatuh di bawah zona $65.000–$71.000, peluang untuk mencapai target $100.000 dalam waktu dekat akan menurun drastis.

Penurunan ini juga bisa menyebabkan Bitcoin menembus di bawah rata-rata pergerakan eksponensial 50 minggu (50-week EMA), yang selama ini berfungsi sebagai support dinamis dalam tren bullish.

Jika level ini tidak mampu dipertahankan, harga BTC berpotensi turun lebih dalam hingga menyentuh rata-rata pergerakan 200 minggu (200-week EMA) di kisaran $50.000.

Tetap Waspada

Per 9 April 2025, harga Bitcoin tercatat di angka $82.419, mengalami kenaikan signifikan sebesar $6.228 (sekitar 8,17%) dibandingkan hari sebelumnya. Harga tertinggi harian mencapai $83.424, sementara level terendah berada di $75.101.

Kesimpulannya, keputusan Trump untuk menghentikan sementara tarif berhasil menghidupkan kembali semangat pasar kripto, khususnya Bitcoin.

Dengan dukungan analisis teknikal dan data on-chain, peluang menuju harga $100.000 kembali terbuka. Namun, para investor tetap perlu mewaspadai level-level support krusial dan faktor-faktor eksternal lain yang dapat memengaruhi pergerakan harga ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rasio Harga Ethereum Terhadap Bitcoin Terus Menurun

Rasio harga Ethereum (ETH) terhadap Bitcoin (BTC) terus mengalami penurunan signifikan, mencapai level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan ini mencerminkan pergeseran dinamika pasar kripto dan menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Ethereum dibandingkan Bitcoin.

Penurunan Rasio ETH/BTC

Rasio ETH/BTC merupakan indikator yang membandingkan nilai Ethereum terhadap Bitcoin.

Penurunan rasio ini menunjukkan bahwa Ethereum berkinerja lebih buruk dibandingkan Bitcoin dalam periode tertentu.

Bahkan pada Maret 2025, rasio ini turun hingga 0,02, sekaligus menjadikannya sebagai level terendah sejak Januari 2021.

Penurunan ini menandakan bahwa investor lebih memilih Bitcoin dibandingkan Ethereum dalam portofolio mereka.

Faktor Penyebab Penurunan

Menurut laporan U.Today pada Rabu (9/4), beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan rasio ETH/BTC meliputi:

  1. Aliran Dana Institusional: Investor institusional menunjukkan preferensi yang lebih besar terhadap Bitcoin, terutama melalui produk seperti Exchange-Traded Funds (ETF). ETF Bitcoin menerima aliran dana yang signifikan, sementara ETF Ethereum mengalami aliran keluar dana.
  2. Peningkatan Pasokan ETH: Dalam 30 hari terakhir, sekitar 66.748 ETH baru telah ditambahkan ke pasokan yang beredar, meningkatkan tekanan jual dan menurunkan harga.
  3. Volatilitas dan Staking: Ethereum memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan Bitcoin, membuatnya kurang menarik bagi investor yang mencari stabilitas. Selain itu, imbal hasil dari staking Ethereum relatif rendah dibandingkan dengan peluang staking di ekosistem blockchain lainnya.

Dampak pada Harga Ethereum

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan rasio ETH/BTC berdampak langsung pada harga Ethereum. Pada Maret 2025, harga ETH turun lebih dari 30% dalam sebulan, mencapai sekitar $2.089, level yang terakhir terlihat pada Desember 2023.

Tekanan jual yang meningkat, ditambah dengan peningkatan pasokan, menyebabkan penurunan harga ini terus berlanjut.

Prospek Masa Depan

Meskipun Ethereum menghadapi tantangan saat ini, prospek masa depannya bergantung pada beberapa faktor:

  • Adopsi Teknologi: Peningkatan adopsi teknologi Ethereum, seperti kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi, dapat meningkatkan permintaan dan harga ETH.
  • Peningkatan Jaringan: Pembaruan jaringan yang meningkatkan skalabilitas dan efisiensi dapat menarik lebih banyak pengguna dan investor.
  • Dinamika Pasar: Perubahan dalam preferensi investor dan kondisi makroekonomi akan terus mempengaruhi kinerja Ethereum dibandingkan Bitcoin.

Dengan demikian, investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio guna mengelola risiko yang terkait dengan volatilitas pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com