Tag Archives: aset kripto

Harga Bitcoin Melonjak ke $82K di Tengah Ketidakpastian ETF SEC

Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat ke angka $82.000 meskipun sebelumnya sempat jatuh di bawah $78.000.

Berdasarkan laporan Coinpedia pada Kamis (13/3), lonjakan ini juga mendorong reli kecil di pasar kripto, dengan Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), XRP, dan Cardano (ADA) mengalami kenaikan hingga 3%.

Meskipun demikian, volatilitas pasar tetap tinggi, terutama karena keputusan penundaan ETF oleh SEC.

SEC Menunda Keputusan ETF untuk XRP, Dogecoin, dan Litecoin

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) kembali menunda keputusan terkait ETF untuk XRP, Dogecoin (DOGE), dan Litecoin (LTC).

Penundaan ini menciptakan ketidakpastian di kalangan investor, mengingat sebelumnya Bloomberg memperkirakan peluang persetujuan tinggi bagi Litecoin (90%), Dogecoin (75%), dan XRP (65%).

Namun, dengan ketidakpastian yang masih berlangsung, para pemain kripto masih tetap harus waspada.

Investor Waspadai Potensi Penurunan ke $74K

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 13 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 13 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Beberapa analis memperkirakan kemungkinan Bitcoin turun ke kisaran $70.000–$74.000 sebelum mengalami rebound yang kuat.

Keterlibatan lembaga keuangan tradisional yang semakin besar dalam pasar kripto juga menyebabkan harga Bitcoin lebih terikat pada tren pasar saham.

Meskipun demikian, sejarah menunjukkan bahwa penurunan sebelumnya sering kali menarik minat beli, yang pada akhirnya memicu pemulihan harga.

Senator Lummis Kembali Ajukan RUU Bitcoin

Senator Cynthia Lummis kembali memperkenalkan RUU Bitcoin yang mengusulkan agar pemerintah AS membeli 1 juta BTC dalam lima tahun sebagai cadangan strategis.

Lummis menegaskan bahwa Bitcoin bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga elemen penting dalam mempertahankan kepemimpinan finansial Amerika.

Berdasarkan RUU ini, dana sebesar $6 miliar dari remiten bank cadangan akan digunakan untuk membeli Bitcoin mulai 2025 hingga 2029.

Langkah ini memicu optimisme pasar, dengan altcoin seperti XRP, Solana (SOL), dan ADA mengalami kenaikan yang lebih kuat dari perkiraan.

Prediksi Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin saat ini mencerminkan ketidakseimbangan antara faktor bullish seperti inisiatif regulasi dan ketidakpastian pasar.

Di saat para investor menyambut baik gagasan cadangan kripto AS, faktor makroekonomi tetap memainkan peran dalam membentuk sentimen pasar.

Hingga artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di angka $82.299, naik lebih dari 1% dalam sehari, meskipun masih 24% di bawah harga tertinggi sepanjang masa.

Bitcoin kembali mencatat kenaikan signifikan setelah sempat turun di bawah $78.000. Namun, penundaan keputusan ETF oleh SEC menimbulkan kekhawatiran di pasar.

Prediksi harga Bitcoin masih beragam, dengan beberapa analis melihat potensi penurunan ke $74.000 sebelum reli kembali.

Sementara itu, proposal Senator Lummis untuk cadangan Bitcoin AS meningkatkan optimisme terhadap adopsi institusional. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum: Profit Besar di Tengah Risiko Leverage di DeFi

Seorang trader di platform desentralisasi Hyperliquid seperti dilaporkan oleh News Bitcoin, berhasil mengantongi keuntungan sebesar $1,8 juta dari perdagangan Ethereum (ETH) berleverage tinggi.

Dengan modal $4,3 juta dalam USDC, trader ini membuka posisi long 50x leverage senilai lebih dari $200 juta.

Harga Ethereum (ETH) saat ini berada di $1,862.72 atau sekitar Rp30,602,179.83, mengalami perubahan -0.42% (-$7.89) dalam 24 jam terakhir. Selama periode ini, ETH mencapai harga tertinggi $1,960.00 dan terendah $1,829.72. Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar 743,971.39 ETH.

Hyperliquid Alami Kerugian $4 Juta

Meskipun trader tersebut meraih profit besar, Hyperliquid mengalami kerugian sebesar $4 juta akibat likuidasi yang terjadi.

Likuiditas platform ini harus menutup posisi dengan harga lebih rendah dari yang diharapkan, menyebabkan defisit dalam vault komunitas mereka.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 13 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 13 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penyesuaian Leverage di Hyperliquid

Sebagai respons terhadap kejadian ini, Hyperliquid mengumumkan penurunan batas leverage untuk Bitcoin menjadi 40x dan Ethereum menjadi 25x.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko margin call dan menjaga stabilitas ekosistem.

Risiko Perdagangan Leverage Tinggi di DeFi

Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), terutama dalam perdagangan dengan leverage tinggi.

Berbeda dengan bursa terpusat yang dapat menutupi defisit dengan cadangan internal, Hyperliquid mengandalkan likuiditas komunitas untuk menyerap kerugian.

Dampak pada Token HYPE

Setelah kejadian ini, token asli Hyperliquid, HYPE, sempat mengalami penurunan dari $14 menjadi di bawah $13 sebelum kembali stabil di atas $13.

Ini mencerminkan reaksi pasar terhadap risiko yang ada dalam mekanisme likuiditas DeFi.

Ethereum Tetap Menjadi Primadona

Meskipun insiden ini terjadi, Ethereum tetap menjadi salah satu aset kripto utama dengan kapitalisasi besar.

Perdagangan leverage di DeFi terus berkembang dengan tantangan baru yang perlu diatasi.

Penyesuaian leverage di Hyperliquid bisa menjadi langkah awal dalam membentuk regulasi mandiri yang lebih ketat untuk mencegah risiko besar di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Sentral Rusia Pertimbangkan Pembelian Kripto

Bank Sentral Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan pembelian aset kripto bagi sekelompok investor terkualifikasi dalam kerangka hukum eksperimental.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi pasar sekaligus mengelola risiko yang melekat pada aset digital.

Hanya untuk Investor Terkualifikasi

Menurut laporan Cryptobriefing pada Kamis (13/3), hanya investor yang memenuhi kriteria tertentu yang dapat berpartisipasi dalam program ini.

Individu dengan lebih dari 100 juta rubel dalam sekuritas dan deposito atau pendapatan tahunan lebih dari 50 juta rubel akan memenuhi syarat.

Selain itu, investor korporasi dan institusi keuangan yang terkualifikasi juga dapat berpartisipasi.

Eksperimen Regulasi Selama Tiga Tahun

Kerangka hukum eksperimental ini akan berlangsung selama tiga tahun sebagai langkah uji coba.

Bank Sentral Rusia akan mengawasi dan mengelola regulasi ini guna memastikan bahwa investasi kripto tetap berada dalam batas yang aman dan transparan bagi para investor.

Standarisasi Layanan dan Pengelolaan Risiko

Sebagai bagian dari regulasi ini, institusi keuangan yang ingin berinvestasi dalam kripto harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan tingkat risikonya.

Bank Sentral Rusia juga berupaya menetapkan standar layanan yang lebih baik untuk melindungi investor.

Kripto Tetap Bukan Alat Pembayaran Resmi

Meskipun regulasi investasi kripto sedang dikembangkan, Bank Sentral Rusia tetap mempertahankan posisinya bahwa kripto tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran sah di dalam negeri.

Namun, Rusia telah melegalkan penggunaan mata uang kripto untuk transaksi lintas negara guna menghindari sanksi dari Barat.

Dengan kebijakan ini, Rusia berupaya memperluas peluang investasi sambil tetap mempertahankan kendali terhadap risiko yang ditimbulkan oleh aset digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Mining Pool dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Ketika kamu mulai memasuki dunia kripto, pasti akan menemukan istilah mining pool. Bagi seorang investor atau trader pemula, istilah ini mungkin masih terasa asing di telinga. Padahal, istilah ini nantinya akan bersahabat baik dengan mereka. Namun, hal tersebut merupakan hal yang wajar terjadi pada pemula. 

Untuk bisa menjalankan investasi kripto dengan baik, maka penting bagi kamu mengenal mining pool, meskipun pada akhirnya akan memilih solo mining dan menanggung risikonya sendirian.

Tidak usah merasa bingung, jika belum mengenal apa itu mining pool, karena di sini akan kami bahas secara lengkap.

Apa itu Mining Pool?

Mining pool merupakan sebuah kelompok yang terdiri atas penambang cryptocurrency yang akan menggabungkan sumber daya komputasi melalui jaringan secara bersama-sama. Miners atau penampang ini akan menyumbangkan kekuatan mereka dalam upaya menemukan blok baru. 

Ilustrasi mining pool cryptocurrency.

Ilustrasi mining pool cryptocurrency.

Jika upaya para miners ini berhasil, mereka akan mendapatkan hadiah atau rewards berupa token kripto yang merupakan hasil penambangan. Hasil tersebut kemudian akan dibagikan kepada individu yang turut berkontribusi sesuai dengan proporsinya.

Apa Itu Mining Kripto dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Cara Kerja Mining Pool

Setelah prosedur penambangan cryptocurrency ini berhasil diselesaikan oleh miners, mereka akan mendapatkan hadiah yang biasanya berbentuk token kripto yang serupa. Maksudnya adalah jika mereka menambang Bitcoin, mereka akan mendapatkan BTC juga.

Dalam sebuah mining pool, biasanya ada sebuah kesepakatan yang dibuat oleh penambang. Persyaratan tersebut yang akan menentukan porsi pembagian hasil tambang. Selain itu hasil tambang juga akan dibagi berdasarkan produksi bukti kerja yang sah.

Dengan begitu, siapa saja yang ingin mendapatkan keuntungan dari penambangan kripto ini maka mereka memiliki dua pilihan, yaitu menambangnya sendiri atau solo mining atau memilih bergabung dengan mining pool untuk bisa meningkatkan hasil hashing.

Kelebihan dan Kekurangan Mining Pool

Mining pool memiliki kelebihan tersendiri, di mana beban kerja yang ditanggung akan menjadi lebih ringan karena dibantu oleh kelompok. Sehingga tingkat kesulitan dari hardware atau software yang ada bisa dipangkas bersama.

Mining pool merupakan gabungan dari beberapa penambang, maka kemungkinan untuk bisa menemukan blok baru akan semakin besar. Sehingga kemungkinan untuk mencapai keberhasilan lebih dekat dan bisa segera mendapatkan keuntungan.

Ilustrasi penambang kripto

Ilustrasi penambang kripto.

Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

Di balik kelebihan tentunya pasti ada kekurangan. Hasil keuntungan mining pool yang didapatkan akan dibagi-bagi berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan. Sehingga kemungkinan cuan yang didapatkan akan lebih rendah dibanding solo mining.

Metode Pembagian Mining Pool

Ada banyak sistem pembagian yang berbeda mining pool dalam cryptocurrency. Namun, ada dua protokol yang paling umum digunakan untuk bagi hasil penambangan tersebut diantaranya sebagai berikut:

Pay-Per-Share

Sistem yang satu ini beroperasi dengan membagi hasil pada penambang berdasarkan kontribusinya. Kumpulan akan mendapatkan pembayaran instan dan tidak bergantung pada kapan blok ditemukan.

Seorang penambang yang ikut berkontribusi dalam mining pool dan menggunakan sistem bersama bisa ikut bertukar kripto dan mendapatkan pembayaran proporsional kapan saja.

Peer-to-Peer

Sistem peer-to-peer memiliki tujuan untuk mencegah adanya struktur kumpulan terpusat. Dengan begitu, mereka dapat mengintegrasikan blockchain terpisah yang berkaitan dengan kelompok itu sendiri, kemudian dirancang untuk mencegah kecurangan dan kegagalan akibat masalah sentral.

Itulah pembahasan lengkap mengenai mining pool, mulai dari pengertian, cara kerja, kelebihan dan kekurangannya, hingga sistem pembagian hasilnya. Semoga bermanfaat!



Sumber : news.tokocrypto.com

Arkham Luncurkan KOL Label, Pantau Dompet Kripto Influencer

Arkham Intelligence baru saja memperkenalkan fitur terbaru mereka, Key Opinion Leader (KOL) Label, yang memungkinkan pengguna melacak dompet kripto milik para influencer.

Sebagaimana dilaporkan Coinpaprika pada Rabu (12/3), alat ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dalam industri kripto dengan mengungkap apakah influencer benar-benar mendukung token yang mereka promosikan atau sekadar terlibat dalam skema pump-and-dump.

Mengenal KOL Label dari Arkham

KOL Label adalah fitur yang memantau kepemilikan token para influencer yang memiliki lebih dari 100.000 pengikut di X (sebelumnya Twitter).

Dengan alat ini, investor dapat melihat apakah influencer tersebut benar-benar berinvestasi dalam proyek yang mereka promosikan atau hanya menerima bayaran untuk endorsing tanpa memiliki komitmen terhadap token tersebut.

Dampak KOL Label bagi Industri Kripto

Peluncuran fitur ini telah memicu perdebatan di komunitas kripto. Banyak yang menyambut baik langkah ini sebagai upaya meningkatkan transparansi dan melindungi investor dari promosi palsu.

Namun, ada juga kritik yang mengatakan bahwa influencer dapat dengan mudah menghindari deteksi dengan menggunakan beberapa dompet berbeda.

Fakta Mengejutkan tentang Influencer Kripto

Penelitian menunjukkan bahwa hampir 75% token yang dipromosikan influencer mengalami penurunan nilai drastis dalam beberapa bulan.

Bahkan, influencer dengan jumlah pengikut besar justru lebih sering mempromosikan token yang performanya buruk.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait tanggung jawab etis para influencer yang diduga menerima pembayaran besar untuk promosi, tetapi menjual token tersebut secara diam-diam.

Skandal dan Manipulasi Harga

Beberapa investigasi terbaru mengungkap adanya influencer yang terlibat dalam skema manipulasi harga.

Dengan menggunakan alat pemantauan Arkham, investor kini dapat memastikan apakah seorang influencer benar-benar mempertahankan token yang mereka promosikan atau segera menjualnya setelah harga naik.

Tanggapan dari Pemimpin Kripto

Tokoh kripto seperti pendiri Tron, Justin Sun, menegaskan pentingnya riset mandiri sebelum mengikuti rekomendasi influencer.

Para ahli juga menyarankan untuk mengevaluasi keterlibatan sosial yang asli, memeriksa fundamental proyek, serta meninjau struktur token sebelum berinvestasi.

Masa Depan Transparansi di Dunia KriptoKehadiran KOL Label berpotensi mengubah cara influencer beroperasi di industri kripto.

Meskipun alat ini dapat meningkatkan akuntabilitas, masih ada kemungkinan influencer mencari cara baru untuk menyembunyikan aktivitas mereka.

Apakah ini akan membawa industri kripto ke arah yang lebih transparan atau justru mendorong influencer menggunakan metode yang lebih canggih, masih perlu dilihat dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mt. Gox Pindahkan Rp 14,8 Triliun Bitcoin! Sinyal Jual Besar-besaran?

Mt. Gox, bursa Bitcoin yang kini bangkrut, baru saja melakukan transfer 11.833,6 BTC senilai sekitar $931 juta ke alamat baru seperti dilaporkan oleh Newsbtc pada Rabu (12/3).

Menurut Arkham Intelligence, transfer ini terdiri dari dua transaksi utama yaitu 11.501,58 BTC senilai sekitar $905 juta (Rp 14,8 triliun) dikirim ke dompet kripto yang tidak dikenal.

Sementara 332 BTC senilai sekitar $26,1 juta masuk ke dompet panas.

Latar Belakang dan Konteks

Ini bukan pertama kalinya Mt. Gox melakukan pergerakan besar Bitcoin. Sebelumnya, pada 6 Maret lalu, bursa ini telah mentransfer lebih dari $1 miliar dalam Bitcoin ke dompet dengan kode “1Mo1n.”

Dompet ini kini diakui sebagai alamat resmi Mt. Gox, dengan kepemilikan Bitcoin saat ini sekitar 35.915 BTC senilai $2,85 miliar.

Dampak pada Pasar

Sejarah menunjukkan bahwa pergerakan besar Bitcoin oleh Mt. Gox sering kali menimbulkan kekhawatiran investor tentang potensi aksi jual besar-besaran yang dapat menekan harga Bitcoin.

Namun, reaksi pasar terhadap transfer terbaru ini masih relatif tenang, menunjukkan bahwa pasar mungkin telah mengantisipasi peristiwa ini atau bahwa Bitcoin tersebut belum benar-benar dijual.

Sejarah Singkat Mt. Gox

Sekadar pengingat, Mt. Gox pernah menjadi bursa Bitcoin terbesar di dunia, menangani hingga 80% transaksi Bitcoin global.

Namun, pada tentang antara tahun 2011 dan 2014, bursa ini mengalami peretasan besar yang mengakibatkan hilangnya sekitar 850.000 Bitcoin, senilai $500 juta pada saat itu.

Akibatnya, Mt. Gox mengajukan kebangkrutan, meninggalkan ribuan kreditur dalam ketidakpastian finansial.

Rehabilitasi dan Pengaruhnya terhadap Pasar

Dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya untuk mengembalikan dana kepada para kreditur Mt. Gox. Bitcoin yang baru saja dipindahkan kemungkinan merupakan bagian dari proses ini.

Komunitas kripto terus mengawasi perkembangan pembayaran ini karena dapat memengaruhi dinamika pasar, terutama jika Bitcoin dalam jumlah besar mulai dijual.

Pelajaran dari Mt. Gox

Insiden Mt. Gox menjadi pengingat tentang risiko dan kompleksitas dunia aset digital. Meskipun transfer terbaru ini tampaknya belum memberikan dampak signifikan pada harga Bitcoin, peristiwa ini tetap menunjukkan betapa pentingnya keamanan dalam industri kripto.

Dengan adanya riwayat peretasan dan skandal di berbagai bursa, investor harus selalu waspada terhadap potensi risiko di pasar aset digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Menguat, Ukraina Siap Ajukan Proposal Gencatan Senjata

Pasar kripto dan saham mengalami lonjakan setelah Ukraina menyatakan kesiapan untuk menerima proposal gencatan senjata 30 hari yang didukung oleh Amerika Serikat seperti dilaporkan oleh Benzinga pada Rabu (13/3).

Langkah ini dipandang sebagai upaya deeskalasi konflik dengan Rusia, memicu reli di berbagai aset berisiko.

Rencana Gencatan Senjata yang Diusulkan

Proposal ini mencakup gencatan senjata sementara selama 30 hari, dimulainya kembali berbagi intelijen, serta bantuan kemanusiaan.

Namun, rencana ini masih bergantung pada partisipasi Rusia dalam kesepakatan.

Dampak Positif pada Pasar Saham

Indeks Nasdaq 100 yang dilacak oleh Invesco QQQ Trust melonjak lebih dari 400 poin dari posisi terendah hariannya dan ditutup naik 0,7%.

Saham-saham dengan kapitalisasi besar mencatat kenaikan signifikan, termasuk Astera Labs Inc. (ALAB) naik 8,72%, AppLovin Corp. (APP) naik 8,03%, dan Coinbase Global Inc. (COIN) naik 8,57%.

Bitcoin dan Kripto Ikut Naik

Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan lebih dari 6%, memulihkan penurunan selama lima hari sebelumnya.

Mata uang kripto terbesar ini diperdagangkan di kisaran $83.320 per pukul 15:00 waktu New York, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.

Respons Amerika Serikat

Amerika Serikat menyambut baik langkah Ukraina ini dan berjanji akan melanjutkan bantuan keamanan serta berbagi intelijen dengan negara tersebut.

Selain itu, kesepakatan ini juga mencakup pertukaran tawanan perang dan pemulangan anak-anak Ukraina yang dipindahkan secara paksa.

Harapan untuk Perdamaian Jangka Panjang

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut keputusan Ukraina sebagai langkah positif dan berharap Rusia akan memberikan tanggapan yang sejalan.

Sementara itu, perundingan lanjutan direncanakan untuk menyusun kesepakatan yang lebih komprehensif mengenai sumber daya mineral strategis Ukraina.

Meskipun masih ada ketidakpastian terkait respons Rusia, optimisme pasar terhadap kemungkinan deeskalasi konflik telah mendorong kenaikan di berbagai instrumen keuangan.

Investor terus memantau perkembangan negosiasi ini untuk melihat dampaknya lebih lanjut terhadap stabilitas ekonomi global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Anjlok di Bawah $80K, Akankah Bangkit ke $90K?

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada 10 Maret 2025, turun di bawah $82.000 setelah munculnya sinyal bearish baru.

Koreksi ini memperpanjang pelemahan Bitcoin hingga 25% dari level tertinggi sepanjang masa, memicu kekhawatiran akan potensi penurunan lebih lanjut.

Pola Double-Top Picu Sentimen Negatif

Dalam wawancara dengan Thecoinrepublic, Analis veteran, Peter Brandt, menyoroti pola double-top yang telah dikonfirmasi sejak Desember lalu.

Pola ini menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam tren penurunan yang kuat. Menurutnya, untuk mengubah momentum menjadi positif kembali, BTC harus berhasil menembus level $90.000.

Akumulasi Whale Bisa Jadi Sinyal Pemulihan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun harga Bitcoin melemah, data on-chain menunjukkan adanya akumulasi dari investor besar (whale).

Laporan Santiment mengungkapkan bahwa dompet dengan lebih dari 10 BTC telah menambah sekitar 5.000 BTC sejak 3 Maret. Akumulasi ini berpotensi menjadi katalis pemulihan harga pada pertengahan Maret.

$90K Jadi Level Kunci Pemulihan Bitcoin

Menurut analis teknikal Captain Faibik, Bitcoin berpeluang menguji kembali level $90.000 dalam beberapa hari mendatang.

Namun, ketidakpastian makroekonomi, termasuk kebijakan tarif Donald Trump dan ketegangan geopolitik, masih menjadi faktor penghambat reli.

Jika BTC gagal menembus $90.000, Arthur Hayes, pendiri BitMEX, memperkirakan harga akan kembali ke $78.000, dengan support kritis berikutnya di $75.000.

Apakah Bitcoin Bisa Jatuh ke $70K?

Saat ini, Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah turun di bawah $80.000. Sempat pulih ke $82.228, namun tekanan jual tetap mendominasi pasar.

Data dari Deribit menunjukkan bahwa minat terbuka (open interest) pada level $70.000 hingga $80.000 mencapai ratusan juta dolar, yang bisa menyebabkan volatilitas tinggi.

Firma riset 10x Research menyebut penurunan ini sebagai “koreksi textbook,” di mana sekitar 70% aksi jual berasal dari pemegang jangka pendek yang panik.

Hal ini mengindikasikan bahwa kepanikan investor menjadi faktor utama pelemahan harga Bitcoin.

Dengan Fear & Greed Index turun ke 20, sentimen pasar masih dalam kondisi “ketakutan ekstrem.” Bitcoin harus bertahan di atas support $75.000 dan kembali menembus $90.000 untuk mengembalikan momentum bullish.

Apakah akumulasi whale bisa membalikkan tren bearish? Pasar akan menentukan dalam beberapa hari mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Penyebab Nyata di Balik Anjloknya Pasar Kripto Senilai $1,2 Triliun

Pasar kripto mengalami penurunan tajam dengan total kehilangan nilai mencapai $1,2 triliun.

Menurut laporan Thecoinrepublic pada Selasa (11/3), Ethereum (ETH) menjadi salah satu aset yang paling terdampak, kehilangan lebih dari 50% sejak Desember lalu.

Fenomena ini juga mempengaruhi pasar saham, dengan total gabungan kehilangan nilai mencapai $5,5 triliun dalam dua bulan terakhir.

Ethereum dan Bitcoin Terimbas Volatilitas Pasar

Pada puncak volatilitas, harga Ethereum sempat turun di bawah $2.000, menandai titik terendah baru bagi aset digital ini.

Bitcoin (BTC) juga mengalami penurunan harga signifikan, dengan nilai saat ini berada di angka $78.220, turun 5,92% dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, Ethereum berada di $1.901,36 setelah mengalami penurunan 5,45%. Altcoin lain, seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA), juga mengalami penurunan harga besar-besaran.

Cardano mencatatkan penurunan paling tajam sebesar 6,18%. Sementara Solana mengalami likuidasi terbesar dengan nilai mencapai $34 juta dalam sehari.

Bahkan, dalam 14 hari terakhir, Ethereum mengalami penurunan lebih dari 14% meskipun adanya produk ETF spot yang seharusnya meningkatkan arus masuk modal.

Faktor Penyebab Penurunan Pasar Kripto

Analis dari The Kobeissi Letter mengungkapkan bahwa penurunan pasar ini sebagian besar dipicu oleh ketidakpastian ekonomi yang dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan Donald Trump.

Pada 1 Februari 2025, perang dagang yang semakin memanas menambah tekanan pada pasar keuangan global.

Selain itu, perubahan sentimen investor menjadi faktor utama lainnya. Hanya dalam hitungan hari, pasar berpindah dari kondisi “keserakahan ekstrem” menjadi “ketakutan ekstrem”.

Tren ini juga diperburuk oleh penurunan signifikan dalam investasi pada saham-saham Magnificent 7, yang berimbas langsung pada pasar kripto.

Likuidasi besar-besaran juga terjadi, dengan total $828 juta dilikuidasi dalam 24 jam terakhir dari lebih dari 268.000 trader.

Ethereum menjadi salah satu aset yang paling terdampak dengan likuidasi senilai $197,18 juta.

Strategi Pasar Kripto 2025

Meskipun pasar masih dalam tekanan bearish, beberapa analis melihat peluang bagi investor yang berani mengambil risiko.

The Kobeissi Letter menyatakan bahwa ada pergeseran posisi di pasar yang bisa dimanfaatkan.

Indeks Volatilitas (VIX) yang meningkat lebih dari 70% dalam sebulan terakhir menjadi indikator adanya potensi pemulihan.

Indeks Dow Jones diperkirakan akan mengalami kenaikan minimal 1.000 poin dalam waktu dekat.

Mengingat korelasinya dengan pasar kripto, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan besar juga akan mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan mendatang.

Secara keseluruhan, meskipun pasar kripto saat ini mengalami tekanan besar, peluang untuk pemulihan tetap ada bagi investor yang mampu mengantisipasi perubahan tren dengan strategi yang tepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendapatan Solana Anjlok 90% dari Puncak Januari

Pendapatan jaringan Solana mengalami penurunan drastis hingga 90% dari puncaknya pada Januari, kembali ke level yang tidak terlihat sejak September seperti dilaporkan oleh Thedefiant pada Selasa (11/3)

Hal ini terjadi akibat meredanya siklus memecoin yang sebelumnya mendorong aktivitas transaksi di jaringan ini.

Dampak Anjloknya Pasar Memecoin

Selama dua minggu terakhir, pendapatan jaringan Solana rata-rata hanya mencapai $4 juta per minggu. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode 13 hingga 27 Januari.

Kala itu, Solana menghasilkan $38,5 juta per minggu akibat lonjakan popularitas memecoin seperti TRUMP.

Penurunan ini berkaitan langsung dengan berkurangnya biaya transaksi yang dikumpulkan oleh jaringan.

Dalam dua minggu terakhir, total biaya transaksi hanya mencapai $8 juta, menjadi periode terendah sejak September.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penyebab Utama Penurunan Pendapatan

Meredanya pasar memecoin disebabkan oleh kejatuhan beberapa proyek besar yang sebelumnya mendominasi, seperti TRUMP, serta beberapa skema penipuan seperti LIBRA, MELANIA, dan ENRON.

Awalnya, memecoin menarik banyak likuiditas dan mendorong aktivitas perdagangan, tetapi setelah runtuhnya proyek-proyek tersebut, kepercayaan terhadap pasar memecoin menghilang sepenuhnya.

Selain itu, volatilitas pasar kripto secara umum turut berkontribusi terhadap penurunan ini.

Harga Bitcoin (BTC) saat ini turun menjadi $78.000, atau hampir 30% lebih rendah dari rekor tertingginya di $109.000.

Solana Masih Lebih Baik Dibandingkan Musim Panas 2024

Meskipun terjadi penurunan drastis, pendapatan Solana saat ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan akhir musim panas 2024.

Pada periode 19 Agustus hingga 16 September, jaringan ini hanya menghasilkan kurang dari $2 juta per minggu.

Harga SOL Juga Turun

Tidak hanya pendapatan, harga token SOL juga mengalami penurunan signifikan. Dari puncaknya di $295 pada 19 Januari, harga SOL kini turun 60% menjadi $117.

Faktor utama yang mendorong penurunan ini adalah aksi jual besar-besaran di pasar kripto serta pembukaan token investor yang dimulai pada 1 Maret.

Sementara itu, memecoin di jaringan Solana mengalami penurunan yang lebih parah. Beberapa memecoin yang sempat mendominasi pasar seperti FARTCOIN, GOAT, dan ARC kini telah anjlok antara 85% hingga 95% dari puncaknya di kuartal keempat 2024.

Seorang kontributor MegaEth dengan nama 0xBreadGuy mengomentari situasi ini di media sosial X.

Menurutnya, euforia keuntungan besar dari memecoin membuat banyak investor mengabaikan risiko pasar.

Namun, dengan hancurnya proyek seperti MELANIA dan LIBRA, selera risiko di pasar memecoin juga ikut menghilang.

Penurunan tajam ini menunjukkan bagaimana siklus spekulatif dapat mempengaruhi pendapatan jaringan blockchain.

Kini, komunitas Solana harus mencari narasi baru untuk menghidupkan kembali ekosistemnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com