Tag Archives: aset kripto

Ethereum Whale Borong 1,1 Juta ETH: Sinyal Rebound?

Ethereum (ETH) mengalami tekanan harga yang signifikan, turun lebih dari 48% dibandingkan puncaknya pada Desember 2024 yang melebihi $4.000 menjadi sekitar $2.068 seperti dilaporkan oleh Cryptopotato pada Selasa (11/3).

Meski demikian, aktivitas akumulasi oleh whale Ethereum menunjukkan sentimen yang berbeda di balik layar.

Whale Borong ETH, Arus Keluar dari Bursa Meningkat

Data dari Santiment mengungkapkan bahwa dalam 48 jam terakhir, whale Ethereum telah mengakumulasi 1,1 juta ETH, atau sekitar 0,92% dari total suplai yang beredar sebanyak 120 juta ETH.

Akumulasi besar ini sering kali menandakan potensi perubahan tren pasar, seperti yang terjadi pada Januari 2025 ketika pembelian 330.000 ETH memicu reli singkat.

Selain itu, data dari Intotheblock menunjukkan bahwa dalam seminggu terakhir, ETH senilai $1,8 miliar telah ditarik dari bursa, menandai arus keluar terbesar sejak Desember 2022.

Penarikan besar ini biasanya menandakan strategi penyimpanan jangka panjang ketimbang niat untuk menjual dalam waktu dekat.

Sentimen Pasar Masih Berhati-hati

Meskipun akumulasi whale dan arus keluar besar dari bursa dapat menjadi sinyal bullish, pasar tetap berhati-hati.

Ethereum masih menghadapi resistensi kuat dan belum menunjukkan momentum bullish yang jelas.

Divergensi antara aksi harga dan perilaku investor besar ini bisa menjadi indikasi bahwa pasar sedang bersiap untuk potensi rebound, meskipun masih ada ketidakpastian dalam jangka pendek.

Kerugian Investor Besar & Spekulasi Rebound

Penurunan harga aset kripto telah berdampak pada investor besar, termasuk World Liberty Financial yang didukung oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump.

Menurut Arkham Intelligence, portofolio kripto perusahaan ini mengalami kerugian $110 juta dari investasi awal $336 juta, dengan Ethereum menjadi penyumbang terbesar, menyumbang 65% dari total kerugian.

Di sisi lain, analis kripto Merlijn The Trader mengungkapkan bahwa pergerakan harga Ethereum saat ini menyerupai pola tahun 2016, yang berujung pada reli besar.

Ia mencatat bahwa ETH saat ini berada dalam fase koreksi tajam dan konsolidasi, yang bisa menjadi bagian dari pola “fake-out” sebelum lonjakan harga besar seperti yang pernah terjadi di masa lalu.

Jika pola ini berulang, Ethereum bisa mengalami breakout signifikan dalam beberapa bulan mendatang, menjadikannya peluang bagi investor yang ingin mengantisipasi pergerakan pasar selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Alami Outflow $1,8 Miliar: Tanda Akumulasi atau Turun Harga?

Ethereum (ETH) mencatat arus keluar dari bursa sebesar $1,8 miliar. Ini merupakan jumlah tertinggi sejak Desember 2022.

Mengacu pada laporan Thecoinrepublic, fenomena ini menimbulkan spekulasi pasar terkait potensi akumulasi investor atau justru sinyal penurunan harga lebih lanjut.

Ethereum Catat Outflow Tertinggi dalam 27 Bulan

Menurut data IntoTheBlock, Ethereum mengalami lonjakan outflow dari bursa dalam sepekan terakhir.

Tren ini menunjukkan bahwa meskipun sentimen pasar cenderung bearish, investor tetap melihat harga Ethereum saat ini sebagai peluang beli strategis.

Data CryptoQuant juga mengonfirmasi tren serupa, dengan rata-rata pergerakan sederhana 30 hari untuk netflow Ethereum turun ke 30.000 ETH, level yang terakhir terjadi pada akhir 2022 sebelum harga mengalami pemulihan signifikan.

Rasio MVRV dan Indikasi Akumulasi

Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) Ethereum turun ke 0,8, level terendah sejak Oktober 2023.

Secara historis, rasio MVRV di bawah 1 menandakan undervaluasi aset, yang sering dikaitkan dengan fase akumulasi sebelum kenaikan harga.

Ujian Teknis Kunci untuk Ethereum

Sejak awal 2025, harga Ethereum mengalami konsolidasi di sekitar $2.000 setelah koreksi tajam. Dalam 83 hari terakhir, ETH turun 51% dengan rata-rata kerugian harian 0,61%.

Analisis teknikal oleh Mikybull mengidentifikasi pola diamond pada grafik 4 jam Ethereum, yang bisa menjadi sinyal pembalikan bullish.

Jika pola ini terkonfirmasi, harga ETH berpotensi melonjak 20% hingga $2.600. Namun, ETH saat ini diperdagangkan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, yang secara historis menjadi batas penting.

Jika harga gagal menembus kembali garis tren ini, Ethereum berisiko mengalami tekanan jual lebih lanjut.

Risiko Likuidasi dan Sentimen Institusional

Data Lookonchain mengungkap adanya whale yang menjaminkan 65.675 ETH ($135 juta) sebagai kolateral.

Jika harga Ethereum turun 6,38% hingga $1.931,83, posisi whale ini berisiko terlikuidasi, yang bisa mempercepat aksi jual di pasar.

Selain itu, minat institusional terhadap ETH terlihat menurun. Spot Ethereum ETF mencatat outflow sebesar $120 juta dalam sepekan terakhir, menandakan penurunan kepercayaan investor besar.

Namun, crypto analyst Ali Martinez melaporkan bahwa whale terbesar Ethereum telah membeli 330.000 ETH dalam 48 jam terakhir, memperkuat potensi harga mencapai titik terendah dalam waktu dekat.

Meskipun Ethereum mencatat outflow besar yang sering dikaitkan dengan akumulasi, risiko likuidasi whale dan penurunan minat institusional masih menjadi faktor yang menekan harga.

Untuk mengonfirmasi pemulihan, ETH harus menembus level resistensi $2.460 dan mempertahankan momentumnya.

Beberapa trader, seperti Crypto Patel, tetap optimis dan melihat penurunan harga sebagai kesempatan beli sebelum ETH mencapai target jangka panjangnya di $10.000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Standard Chartered Usul Pemerintah AS Jual Emas Demi Beli Bitcoin

Standard Chartered mengusulkan agar pemerintah Amerika Serikat (AS) menjual sebagian cadangan emasnya dengan total sebesar $800 Miliar untuk mendanai akuisisi Bitcoin guna memperkuat Strategic Bitcoin Reserve (SBR) yang baru dibentuk.

Berdasarkan postingan terbaru dari akun media sosial Bitcoin Archive, langkah ini disebut sebagai pendekatan “budget-neutral” karena tidak membebani anggaran negara dan pajak rakyat.

Cadangan Emas AS dan Potensi Akuisisi Bitcoin

Sementara itu, sumber lain dari Tronweekly menyebutkan bahwa saat ini pemerintah AS memiliki cadangan emas sebesar 8.133,46 ton dengan nilai lebih dari $758 miliar.

Standard Chartered menilai bahwa menjual sebagian dari emas ini dapat menjadi sumber pendanaan yang efisien untuk membeli Bitcoin tanpa menambah anggaran baru.

Proposal ini sejalan dengan perintah eksekutif terbaru dari Presiden AS Donald Trump yang mewajibkan semua pembelian Bitcoin dilakukan dengan metode budget-neutral.

Menurut Geoff Kendrick dari Standard Chartered, langkah ini akan membantu AS meningkatkan kepemilikan aset digitalnya di tengah meningkatnya minat global terhadap Bitcoin.

Harga Bitcoin baru-baru ini berfluktuasi antara $94.770 hingga $82.681, dengan nilai saat ini di kisaran $85.925.

Alternatif Pendanaan: Dana Stabilisasi Pertukaran

Selain menjual emas, Standard Chartered juga menyarankan pemanfaatan Dana Stabilisasi Pertukaran (Exchange Stabilization Fund/ESF) senilai $39 miliar sebagai opsi lain untuk membeli Bitcoin.

Dana ini biasanya digunakan untuk menjaga stabilitas dolar AS di pasar valuta asing, tetapi penggunaannya untuk Bitcoin dapat menjadi langkah inovatif dalam diversifikasi cadangan keuangan negara.

Dampak dan Tantangan

Kebijakan Rencana ini memiliki tantangan besar, terutama terkait dengan persetujuan Kongres AS.

Penjualan emas atau penggunaan ESF untuk pembelian Bitcoin memerlukan persetujuan legislatif.

Selain itu, usulan ini juga bersinggungan dengan RUU Bitcoin Act of 2024 yang mengatur pembelian Bitcoin oleh Departemen Keuangan AS selama lima tahun ke depan dengan metode budget-neutral.

Jika disetujui, kebijakan ini akan menjadi langkah besar dalam adopsi Bitcoin sebagai aset strategis oleh pemerintah AS.

Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan birokrasi dan perdebatan politik yang perlu diselesaikan sebelum dapat direalisasikan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Volume Polygon Dekati $100 Miliar (Rp 1,6 Triliun), Apa Penyebabnya?

Polygon (POL) semakin mendekati pencapaian besar dengan volume transaksi sepanjang masa hampir menyentuh $100 miliar (Rp 1,6 triliun) di Uniswap (UNI) Protocol.

Berdasarkan pantauan dari Ambcrypto pada Senin (10/3), pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam adopsi Polygon di dunia kripto.

Namun, apakah momentum ini dapat terus berlanjut? Berikut faktor-faktor yang dapat membantu POL.

Level Support Kunci dan Potensi Rebound

Saat ini, POL diperdagangkan di harga $0.2422 dengan kenaikan 0,46% dalam 24 jam terakhir.

Harga Polygon baru saja menembus level support utama dan berkonsolidasi dalam pola segitiga simetris menurun. Zona support $0.2294 menjadi area penting untuk diperhatikan.

Jika bertahan, harga POL berpotensi rebound menuju level resistance $0.3051. Selain itu, Relative Strength Index (RSI) di angka 34,33 menunjukkan bahwa POL berada dalam zona oversold, yang bisa menjadi sinyal potensi pembalikan arah.

Pergerakan harga Polygon (DOT/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Polygon (DOT/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Aktivitas Jaringan yang Menurun

Data statistik menunjukkan penurunan aktivitas di jaringan Polygon. Jumlah alamat baru turun sebesar 13,43%. Sementara alamat aktif berkurang 8,74% dalam seminggu terakhir.

Tren ini mencerminkan penurunan keterlibatan pengguna baru dan aktivitas keseluruhan di ekosistem Polygon.

Meskipun jaringan masih menunjukkan pergerakan saat volatilitas pasar meningkat, tren menurun ini bisa menjadi tanda perlambatan adopsi yang perlu diperhatikan.

Penurunan Volume Transaksi

Di sisi lain, data transaksi on-chain juga menunjukkan perlambatan aktivitas di jaringan Polygon.

Volume transaksi dalam kisaran $0,00 hingga $1,00 turun sebesar 12,63%. Sedangkan transaksi dalam rentang $1,00 hingga $10,00 mengalami penurunan 31,33%.

Bahkan, transaksi kecil yang umumnya mencerminkan keterlibatan pengguna harian terpantau semakin berkurang.

Namun, transaksi bernilai besar mengalami penurunan yang lebih moderat, menandakan masih adanya partisipasi dari investor institusional atau whale.

Cadangan Bursa yang Menurun

Cadangan POL di bursa turun sebesar 1,05% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya tekanan jual karena semakin sedikit koin yang tersedia untuk dijual di bursa.

Jika tren ini berlanjut, kemungkinan pemegang POL lebih memilih menyimpan aset mereka dengan harapan harga akan kembali naik, yang dapat menciptakan stabilitas pasar.

Apakah Polygon Akan Breakout atau Konsolidasi?

Dengan Polygon yang semakin mendekati volume transaksi $100 miliar (Rp 1,6 triliun), indikator pasar menunjukkan sinyal campuran.

Penurunan aktivitas alamat, volume transaksi, serta tren cadangan bursa yang menurun mengarah pada kemungkinan konsolidasi harga lebih lanjut.

Namun, jika Polygon berhasil mempertahankan level support dan sentimen pasar membaik, potensi breakout masih terbuka lebar.

Jika tren ini terus berlanjut, harga POL bisa mengalami kenaikan signifikan dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dogecoin dan Cardano Turun Lebih dari 10%, Ada Apa?

Bitcoin kembali mengalami penurunan harga pada hari Minggu, turun di bawah $83.000 (Rp 1,3 miliar) seperti dilaporkan oleh Theblock pada Senin (10/3).

Kondisi ini memicu penurunan harga di seluruh pasar kripto, termasuk Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) yang anjlok lebih dari 10%.

Dogecoin Tertekan, Sempat Rebound Tipis

Harga Dogecoin sempat menyentuh titik terendah harian sebelum sedikit pulih di sore hari.

Namun, harga DOGE masih mengalami penurunan signifikan sekitar 12%, bertahan di kisaran $0.17 (Rp 2,7 ribu) pada pukul 16:24 ET.

Tren ini menunjukkan tekanan kuat yang terus menekan aset kripto berbasis meme tersebut.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Cardano Ikut Melemah

Seperti Dogecoin, harga Cardano (ADA) juga mengalami tekanan besar. Harga ADA turun hingga 10%, meskipun sempat mengalami pemulihan tipis pada Minggu sore.

Pada pukul 16:24 ET, ADA diperdagangkan di level $0.74. Walaupun mengalami penurunan, Cardano masih menunjukkan ketahanan lebih baik dibandingkan altcoin lain seperti Solana dan XRP.

Faktor yang Mempengaruhi Pasar Kripto

Penurunan harga Bitcoin dan volatilitas yang meningkat terjadi bersamaan dengan aksi jual besar-besaran di pasar ekuitas.

Hal ini dipicu oleh kebijakan tarif baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menekan sentimen investor.

Sementara itu, harga emas melonjak sebagai aset safe haven, menambah tekanan terhadap pasar kripto.

Strategic Crypto Reserve Tidak Cukup Mendukung Bitcoin

Meskipun Presiden Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk “Strategic Crypto Reserve” guna menimbun Bitcoin, langkah ini belum cukup untuk membendung penurunan harga.

Bitcoin terus melemah dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan ketidakpastian yang masih tinggi di pasar kripto.

Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Cardano Diuntungkan Spekulasi ETF

Meskipun mengalami penurunan, Cardano mendapat sedikit dukungan dari spekulasi terkait potensi persetujuan Exchange-Traded Funds (ETF) yang melacak harga ADA.

Jika ETF tersebut benar-benar disetujui, ada kemungkinan harga Cardano dapat pulih lebih cepat jika dibandingkan dengan altcoin lainnya.

Penurunan harga Bitcoin di bawah $83,000 (Rp 1,3 miliar) memberikan dampak negatif pada pasar kripto, termasuk Dogecoin dan Cardano yang masing-masing turun lebih dari 10%.

Meskipun sempat pulih, kedua altcoin ini masih berada dalam tekanan. Di sisi lain, spekulasi ETF memberikan secercah harapan bagi Cardano untuk bangkit di tengah kondisi pasar yang bergejolak.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank AS Kini Dapat Menangani Kripto dan Stablecoin Secara Legal

Regulator perbankan di Amerika Serikat, Office of the Comptroller of Currency (OCC), telah memberikan izin bagi bank untuk menangani aset kripto dan stablecoin.

Keputusan ini memungkinkan bank AS untuk menawarkan layanan kustodian aset digital, pemrosesan pembayaran stablecoin, serta menjalankan node blockchain.

Dampak Besar Bagi Sektor Keuangan

Ambcrypto melaporkan pada Minggu (9/3) bahwa banyak pengamat pasar percaya bahwa keputusan ini merupakan angin segar bagi industri keuangan digital.

Dengan keterlibatan bank dalam kripto, adopsi blockchain dalam sistem keuangan tradisional semakin luas.

Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aset digital, terutama di tengah peralihan pemerintahan yang semakin pro-kripto.

OCC Menghapus Larangan Sebelumnya

Sebelumnya, regulator keuangan sempat memberlakukan kebijakan yang membatasi keterlibatan bank dalam aset kripto, yang dikenal sebagai ‘Operation ChokePoint 2.0’.

Namun, dengan dicabutnya kebijakan tersebut, bank kini memiliki kebebasan lebih besar untuk berpartisipasi dalam sektor kripto tanpa menghadapi kendala regulasi yang ketat.

Respons Pelaku Pasar

Jeremy Allaire, pendiri Circle (penerbit stablecoin USDC), menyambut baik keputusan ini dan mengatakan bahwa bank segera akan mulai menggunakan USDC dalam transaksi blockchain.

Selain itu, Alexander Grieve dari Paradigm menekankan bahwa kebijakan baru ini menandai akhir dari pembatasan bank terhadap aset kripto.

Potensi Persaingan di Pasar Kustodian Kripto

Keputusan ini juga membuka peluang baru bagi bank-bank besar seperti JPMorgan, Goldman Sachs, dan BNY Mellon untuk menawarkan layanan kustodian kripto, termasuk penyimpanan ETF Bitcoin.

Hal ini berpotensi menciptakan persaingan langsung dengan platform kripto seperti Coinbase, yang selama ini mendominasi layanan tersebut.

Masa Depan Kripto dalam Sistem Perbankan

Dengan regulasi yang lebih terbuka, blockchain dan stablecoin semakin mendapat tempat dalam sistem keuangan tradisional.

Langkah ini tidak hanya mempercepat inovasi di sektor keuangan, tetapi juga memperkuat legitimasi aset digital dalam dunia perbankan.

Ke depan, perkembangan ini berpotensi mengubah lanskap keuangan global dengan lebih banyak integrasi antara teknologi blockchain dan sistem perbankan konvensional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Anjlok, Apa yang Harus Dilakukan?

Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitasnya setelah pengumuman dari mantan Presiden AS, Donald Trump, terkait rencana cadangan strategis kripto yang mencakup Ethereum, Solana, ADA, Ripple’s XRP, dan Bitcoin.

Menurut laporan dari Newsbtc pada Sabtu (8/3), reaksi pasar langsung terasa, dengan Ethereum mengalami lonjakan dan penurunan harga dalam hitungan hari.

Pada 2 Maret, harga Ethereum tercatat di $2.191, kemudian naik hingga $2.542 pada 3 Maret sebelum akhirnya turun ke level $2.050 keesokan harinya.

Strategi Pemegang Ethereum Saat Pasar Bergejolak

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa pemegang ETH aktif mengelola portofolio mereka selama periode volatilitas ini.

Pemegang aset yang membeli ETH pada harga $3.500 mulai menyesuaikan portofolio mereka sejak Februari.

Pada periode ini, investor yang memiliki 1,75 juta ETH dengan harga akuisisi rata-rata $3.200 mengalami penurunan nilai sebesar 10%.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Aksi Beli dan Jual ETH yang Signifikan

Pada 1 Maret, investor membeli sekitar 500 ribu ETH dengan harga rata-rata $2.200. Namun, ketika harga ETH mencapai $2.500, banyak di antara mereka yang langsung mendistribusikan kembali kepemilikannya.

Glassnode juga mencatat bahwa area resistensi utama baru terbentuk di level $2.800, di mana trader mengakumulasi 800 ribu token ETH.

Level ini kini menjadi perhatian utama para investor dalam menentukan potensi rebound harga ETH.

Akumulasi oleh Pemegang Besar (Whale) ETH

Sejumlah analis mencatat meningkatnya aktivitas akumulasi oleh dompet besar atau whale di pasar Ethereum.

Seorang investor besar diketahui membeli 17.855 ETH senilai sekitar $36 juta dengan harga rata-rata $2.054.

Dengan total kepemilikan mencapai $2,5 miliar, transaksi ini semakin mengonfirmasi tren akumulasi yang sedang berlangsung, menunjukkan bahwa harga ETH saat ini dianggap sebagai peluang beli.

Apakah Saatnya Membeli Ethereum?

Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.100 hingga $2.300, yang masih jauh di bawah harga puncaknya sebesar $3.500 pada awal pekan.

Menurut analis dari CryptoQuant, Ethereum berada dalam kondisi yang menguntungkan setelah mengalami koreksi harga.

Indikator MVRV menunjukkan bahwa ETH kini berada di bawah level 1, menandakan aset ini dalam kondisi undervalued dan berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.

Faktor Eksternal yang Bisa Mempengaruhi Harga ETH

Meskipun tren akumulasi ETH meningkat, analis tetap waspada terhadap faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi harga kripto.

Kebijakan moneter, tarif perdagangan, serta ketidakpastian ekonomi global dapat memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga Ethereum dan altcoin lainnya.

Kesimpulannya, meskipun harga ETH saat ini sedang mengalami fluktuasi, banyak pemegang besar yang melihat ini sebagai peluang akumulasi.

Dengan level resistensi di $2.800 dan peningkatan jumlah dompet yang terus membeli ETH, prospek kenaikan harga masih terbuka.

Namun, investor tetap perlu mencermati faktor makro yang bisa menghambat pertumbuhan harga di masa mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bullish: $900 Juta BTC Keluar dari Bursa, Sinyal Positif?

Bitcoin kembali menunjukkan tren bullish setelah data on-chain mengungkap bahwa sekitar $900 juta (Rp 14,6 triliun) BTC telah keluar dari bursa dalam tujuh hari terakhir.

Berdasarkan laporan dari Newsbtc pada Sabtu (8/3), indikator Exchange Netflow mencatat aliran keluar Bitcoin lebih besar dibandingkan aliran masuknya.

Exchange Netflow Bitcoin Berada di Zona Negatif

Exchange Netflow adalah metrik yang mengukur jumlah bersih BTC yang masuk atau keluar dari dompet yang terkait dengan bursa terpusat.

Jika angkanya positif, berarti lebih banyak Bitcoin yang masuk ke bursa, yang sering kali dikaitkan dengan potensi penjualan dan tekanan bearish.

Sebaliknya, jika negatif, berarti lebih banyak BTC yang ditarik dari bursa ke dompet pribadi, yang biasanya menunjukkan kepercayaan investor dalam jangka panjang.

Investor Tetap Optimis Meski Pasar Volatil

Dalam seminggu terakhir, metrik ini menunjukkan angka negatif meskipun pasar mengalami volatilitas di kedua arah.

Hal ini mengindikasikan bahwa investor tetap percaya pada potensi kenaikan harga Bitcoin. IntoTheBlock mencatat bahwa meskipun ada ketakutan di pasar, trader tetap menarik BTC dari bursa sebagai tanda keyakinan mereka terhadap aset ini.

Peran Stablecoin dalam Tren Bitcoin Selain Bitcoin, stablecoin juga berperan dalam pergerakan pasar kripto.

Biasanya, aliran masuk stablecoin ke bursa menunjukkan bahwa investor bersiap untuk membeli aset volatil seperti Bitcoin.

Menurut data dari CryptoQuant, cadangan stablecoin di Binance baru saja mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH), yang dapat menjadi sinyal kuat bahwa pasar akan mengalami lonjakan permintaan terhadap BTC dalam waktu dekat.

Harga Bitcoin Saat Ini

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun tren Bitcoin bullish terlihat dari aliran keluar transaksi dan meningkatnya cadangan stablecoin, namun harga BTC masih mengalami tekanan dan belum bisa mempertahankan pemulihannya.

Saat ini, Bitcoin kembali turun ke level $88.600 (Rp 1,4 miliar), menunjukkan bahwa volatilitas masih menjadi tantangan utama dalam pergerakan harga.

Tren terbaru menunjukkan bahwa aliran keluar Bitcoin dari bursa bisa menjadi sinyal positif bagi harga BTC dalam jangka panjang.

Dengan meningkatnya cadangan stablecoin di Binance, ada potensi pembelian besar dalam waktu dekat yang bisa mendorong harga lebih tinggi.

Namun, volatilitas tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan oleh investor sebelum mengambil keputusan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tether Bekukan 27 Juta USDT di Bursa Kripto Rusia Garantex

Tether, operator stablecoin USDT, telah membekukan dana sebesar 27 juta USDT di bursa kripto Rusia, Garantex.

Sekadar informasi, Tether atau yang sering disebut dengan simbol USDT adalah mata uang kripto dengan token yang resmi dikeluarkan oleh Tether Limited berbasis di Hong Kong dan sekaligus dikendalikan oleh pemilik Bitfinex.

Pembekuan dana tersebut mendorong Tether untuk menghentikan operasionalnya sementara waktu.

Alasan Pembekuan USDT

Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Ihodl, Garantex mengungkapkan, “Tether telah memasuki perang melawan pasar kripto Rusia dan memblokir dompet kami senilai lebih dari 2,5 miliar rubel ($27 juta/439 miliar).”

Akibatnya, bursa tersebut telah menangguhkan seluruh layanannya, termasuk penarikan dana, sambil melakukan pemeliharaan pada situs webnya.

Pembekuan dana ini terjadi setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Garantex pada 26 Februari lalu. Sanksi ini merupakan bagian dari paket ke-16 yang berkaitan dengan “perang agresi Rusia terhadap Ukraina.”

Keputusan ini menambah tekanan terhadap bursa kripto yang beroperasi di Rusia, terutama yang telah masuk dalam daftar sanksi internasional.

Tanggapan Tether

Tether belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah ini. Namun, tindakan tersebut menunjukkan peningkatan pengawasan terhadap penggunaan stablecoin di bursa yang terkena sanksi.

Sementara itu, komunitas kripto Rusia menanggapi keputusan ini dengan berbagai reaksi, termasuk kekhawatiran atas dampaknya terhadap likuiditas dan akses terhadap aset digital.

Dengan situasi yang terus berkembang, masih belum jelas bagaimana Garantex akan menangani pembekuan dana tersebut serta dampak jangka panjangnya terhadap pasar kripto di Rusia.

Pihak terkait di industri keuangan digital kini menunggu respons lebih lanjut dari Tether dan regulator terkait mengenai langkah selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Texas Sahkan Cadangan Bitcoin, Langkah Bersejarah Keuangan Digital

Texas telah mencetak sejarah dengan mengesahkan Bitcoin Reserve Bill SB21, yang memungkinkan negara bagian Amerika Serikat (AS) ini untuk memiliki Bitcoin sebagai bagian dari cadangan keuangan resminya.

Mengutip laman Coinpaprika pada Jumat (7/3), langkah ini mendapat dukungan kuat dari para legislator pro-kripto dan menandai era baru dalam integrasi aset digital ke dalam manajemen keuangan negara.

Apa Itu Bitcoin Reserve Bill SB21?

Undang-undang ini memberi kewenangan kepada Departemen Keuangan Texas untuk membeli, menyimpan, dan mengelola Bitcoin sebagai bagian dari strategi investasi negara.

Selain itu, SB21 menetapkan regulasi keamanan yang memastikan kepemilikan Bitcoin ini dikelola secara transparan dan sesuai hukum.

Manfaat Bitcoin Reserve bagi Texas

Keputusan ini diharapkan membantu Texas mendiversifikasi cadangan keuangannya, mengurangi dampak inflasi, dan memperkuat statusnya sebagai pusat inovasi blockchain.

Senator Bryan Hughes, salah satu pendukung utama SB21, menyatakan bahwa Bitcoin dapat berperan sebagai “emas digital” yang melindungi ekonomi negara dalam jangka panjang.

Dampak Ekonomi dan Politik

SB21 diyakini akan menarik lebih banyak investasi ke sektor kripto dan blockchain di Texas.

Negara bagian ini telah dikenal sebagai pusat penambangan Bitcoin berkat regulasi yang ramah dan ketersediaan energi yang melimpah.

Dengan keputusan ini, Texas semakin memperkuat posisinya sebagai yurisdiksi yang mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kripto.

Texas Ikuti Jejak Wyoming dan El Salvador

Dengan pengesahan SB21, Texas kini resmi bergabung dengan Wyoming dan El Salvador dalam mengakui Bitcoin sebagai aset cadangan.

Langkah ini memicu perdebatan tentang regulasi mata uang digital di tingkat negara bagian maupun nasional.

Meski banyak yang mendukung, ada juga kritik yang menyoroti risiko volatilitas harga Bitcoin dan perlunya pengelolaan dana publik yang lebih hati-hati.

Langkah Selanjutnya

Setelah SB21 disahkan, pemerintah Texas akan mulai membangun infrastruktur untuk membeli dan menyimpan Bitcoin.

Para ahli memperkirakan negara bagian lain yang pro-Bitcoin akan mengikuti langkah ini, membuka jalan bagi adopsi lebih luas terhadap aset digital di sektor keuangan pemerintah.

Dengan langkah ini, Texas telah menempatkan dirinya sebagai pelopor dalam revolusi Bitcoin di tingkat negara bagian AS. Apakah keputusan ini akan memicu adopsi Bitcoin lebih luas di tingkat nasional? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com