Tag Archives: aset kripto

Solana Attestation Service (SAS): Identitas Terdesentralisasi Web3

Solana Foundation baru-baru ini meluncurkan Solana Attestation Service (SAS), sebuah protokol terbuka dan tanpa izin yang memungkinkan penerbitan, penyimpanan, dan verifikasi kredensial identitas secara on-chain.

SAS dirancang untuk mengatasi tantangan verifikasi identitas di dunia Web3, seperti proses Know Your Customer (KYC) yang rumit dan kontrol akses yang tidak efisien, sambil tetap menjaga privasi pengguna.

Mekanisme Kerja SAS

Menurut laporan Blockworks pada Selasa (3/6), SAS beroperasi melalui tiga peran utama:

  1. Penerbit (Issuer): Entitas seperti penyedia KYC, DAO, atau pemerintah yang membuat dan menandatangani pernyataan (attestation) berdasarkan informasi off-chain.
  2. Pemegang (Holder): Pemilik dompet Solana yang menerima dan menyimpan referensi pernyataan tersebut dalam dompet mereka.
  3. Pemeriksa (Verifier): Aplikasi atau protokol yang memverifikasi keabsahan pernyataan sebelum memberikan akses atau layanan kepada pengguna.

Pernyataan ini disimpan secara on-chain, memungkinkan verifikasi yang cepat dan tanpa perlu mengungkapkan data pribadi pengguna.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Manfaat Utama SAS

  • Privasi Terjaga: Informasi pribadi tidak disimpan secara on-chain, hanya referensi pernyataan yang dapat diverifikasi.
  • Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik: Pengguna hanya perlu melakukan verifikasi sekali dan dapat menggunakan kredensial tersebut di berbagai aplikasi.
  • Terbuka dan Tanpa Izin: Siapa pun dapat membangun dan menggunakan SAS tanpa perlu izin khusus.

Baca Juga: Solana Menguat: Staking $621 Juta, ETF di Persimpangan

Kasus Penggunaan SAS

SAS dapat digunakan dalam berbagai skenario, termasuk:

  • KYC dan Kepatuhan: Memenuhi persyaratan regulasi dengan sekali verifikasi yang dapat digunakan di berbagai platform.
  • Kontrol Akses Berdasarkan Wilayah: Membatasi akses ke aplikasi atau aset berdasarkan yurisdiksi pengguna.
  • Perlindungan terhadap Bot (Sybil Resistance): Membuktikan keunikan pengguna untuk airdrop, tata kelola, atau peluncuran yang adil.
  • Verifikasi Akreditasi: Memvalidasi kelayakan investor untuk platform aset dunia nyata.
  • Sistem Reputasi DAO: Membangun kredensial voting, kontribusi, atau prestasi yang dapat digunakan di berbagai komunitas.

Integrasi dengan Mitra Ekosistem

Beberapa proyek telah mengintegrasikan SAS ke dalam layanan mereka:

  • Civic: Menggunakan SAS untuk menerbitkan kredensial kepatuhan yang dapat digunakan kembali.
  • Solid: Memungkinkan pengguna mengumpulkan “stempel” seperti “pengembang terverifikasi” atau “anggota komunitas pendiri”.
  • RNS.ID: Meluncurkan infrastruktur “Proof” mereka sendiri di SAS.
  • Sumsub: Mengintegrasikan Sumsub ID dengan SAS untuk kredensial identitas digital yang dapat digunakan kembali.

Baca Juga: SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

Solana Attestation Service (SAS) menghadirkan solusi identitas terdesentralisasi yang menjaga privasi, meningkatkan efisiensi, dan memungkinkan interoperabilitas di ekosistem Web3.

Dengan dukungan dari berbagai mitra dan kasus penggunaan yang luas, SAS berpotensi menjadi standar baru dalam verifikasi identitas digital di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

EIP-7702 Ethereum: Antara Janji dan Bahaya

Ethereum, sebagai salah satu platform blockchain terbesar di dunia, terus berinovasi untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, dan fleksibilitas penggunaannya.

Salah satu pembaruan terbaru yang mencuri perhatian adalah Ethereum Improvement Proposal (EIP) 7702.

Ide Vitalik Buterin

Proposal ini dikembangkan oleh Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, dan bertujuan untuk memberikan kemampuan akun pengguna (Externally Owned Account/EOA) agar bisa bertindak seperti smart contract dalam satu transaksi.

Meski terdengar menjanjikan dari sisi inovasi, kehadiran EIP-7702 juga menimbulkan kekhawatiran baru di komunitas, terutama mengenai potensi pencurian koin atau eksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Outlook Harga Ethereum Juni 2025: Menuju $3.000 atau Koreksi Lagi?

Apa Itu EIP-7702?

Secara teknis, EIP-7702 memperkenalkan konsep yang memungkinkan akun biasa (EOA) untuk mengadopsi kode kontrak sementara selama transaksi.

Artinya, akun pengguna dapat bertindak layaknya smart contract, menjalankan logika tertentu dalam satu transaksi, dan kembali menjadi EOA setelah selesai.

Fitur ini membuka banyak potensi menarik, seperti:

  • Otomatisasi transaksi yang kompleks.
  • Peningkatan kompatibilitas dengan berbagai aplikasi.
  • Langkah awal menuju adopsi akun kontrak secara menyeluruh di Ethereum.

Namun seperti inovasi lain di dunia blockchain, fitur canggih ini membawa risiko jika tidak diterapkan dengan benar atau jika digunakan oleh aktor jahat.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Potensi Risiko: Celah Bagi Pencurian?

Kekhawatiran utama dari komunitas adalah bahwa EIP-7702, jika tidak diawasi dengan ketat, bisa membuka pintu masuk baru bagi pencurian aset kripto.

Dengan memungkinkan EOA bertindak seperti kontrak, maka potensi kesalahan dalam penulisan atau penerapan kode sementara bisa menyebabkan celah keamanan.

Beberapa risiko yang dikhawatirkan meliputi:

  • Serangan rekayasa kode: Aktor jahat dapat menyisipkan kode kontrak berbahaya saat pengguna tidak menyadarinya.
  • Kompromi akun pribadi: Jika pengguna salah dalam menetapkan logika kontrak sementara, hal ini dapat dieksploitasi untuk memindahkan dana tanpa izin.
  • Penggunaan library atau dependensi berbahaya dalam eksekusi transaksi.

Para pengembang dan ahli keamanan Ethereum telah menekankan pentingnya audit dan pengujian menyeluruh sebelum implementasi fitur ini secara luas.

Mereka juga mendorong pengguna untuk memahami risiko dan tidak langsung menggunakan fitur ini dalam aktivitas sehari-hari sampai dipastikan aman.

Respon Komunitas dan Pengembang

Reaksi terhadap EIP-7702 terpecah. Di satu sisi, banyak yang memuji langkah Ethereum untuk bergerak ke arah account abstraction, sebuah konsep di mana akun pengguna bisa diprogram dan lebih fleksibel.

Hal ini dinilai sebagai pondasi penting menuju Ethereum yang lebih efisien dan ramah pengguna.

Namun, sejumlah pengembang khawatir bahwa fitur sekuat ini jika diterapkan terlalu cepat tanpa kontrol yang ketat bisa menyebabkan eksploitasi masif seperti yang pernah terjadi pada smart contract di masa lalu (misalnya insiden DAO tahun 2016).

Vitalik Buterin dan timnya menyadari kekhawatiran tersebut dan telah berkomitmen untuk menyertakan mekanisme perlindungan tambahan, termasuk batasan dalam implementasi kode sementara serta metode validasi untuk menghindari tindakan berbahaya.

Baca Juga: Vitalik Buterin: Blockchain Privasi Kunci Pembayaran Nasional

Inovasi dan Kewaspadaan Harus Berjalan Beriringan

EIP-7702 menawarkan potensi besar bagi ekosistem Ethereum, terutama dalam hal fleksibilitas dan kemajuan teknis.

Namun, inovasi ini juga menghadirkan tantangan baru dalam hal keamanan dan kesadaran pengguna.

Pengguna disarankan untuk terus mengikuti perkembangan dan edukasi terkait fitur ini sebelum menggunakannya secara langsung.

Di dunia blockchain yang berkembang cepat, inovasi selalu datang bersama tanggung jawab, baik dari pengembang, penyedia layanan, maupun pengguna akhir.

Dengan pendekatan yang hati-hati dan kolaboratif, EIP-7702 dapat menjadi langkah besar menuju Ethereum yang lebih kuat dan adaptif di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gagal Tembus $0,50, Ada Apa?

Pasar kripto kembali memasuki periode volatilitas tinggi, dan XRP menjadi salah satu altcoin yang tengah berada dalam sorotan.

Setelah sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, harga XRP saat ini berada dalam tekanan bearish dan berisiko mengalami penurunan lebih dalam apabila tidak mampu mempertahankan level support penting.

Analisis terbaru menunjukkan bahwa aksi jual masih mendominasi pasar XRP, membuat investor waspada terhadap potensi koreksi lanjutan.

Tekanan Jual Semakin Menguat

Saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan di sekitar $0,49 setelah gagal mempertahankan posisinya di atas $0,50.

Penurunan ini terjadi setelah XRP menyentuh level resistance di $0,528 dan langsung ditolak oleh tekanan jual.

Pola harga menunjukkan bahwa XRP kini bergerak dalam channel menurun, mencerminkan dominasi penjual dalam jangka pendek.

Teknikal menunjukkan bahwa harga saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan 100 jam, yang menandakan tren bearish masih aktif.

Ditambah lagi, tidak adanya volume beli yang signifikan turut menegaskan bahwa kekuatan bullish belum kembali ke pasar.

Level-Level Kritis yang Harus Dipantau

Berdasarkan grafik teknikal, terdapat beberapa level penting yang akan menjadi acuan pergerakan XRP dalam waktu dekat:

  • Resistance terdekat: $0,50 dan $0,512
  • Resistance utama: $0,528
  • Support terdekat: $0,485
  • Support penting: $0,470 dan $0,455

Jika harga berhasil menembus di atas $0,50 dan mempertahankannya, itu bisa menjadi awal dari potensi pembalikan arah (reversal).

Namun, jika support di $0,485 gagal dipertahankan, maka harga XRP kemungkinan akan melanjutkan penurunan ke $0,47 atau bahkan lebih rendah ke $0,45, level yang terakhir terlihat pada awal Mei.

Faktor Fundamental Masih Membayangi

Selain faktor teknikal, XRP juga masih dibayangi oleh isu fundamental, terutama terkait gugatan hukum Ripple Labs dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Meskipun sebagian keputusan pengadilan sebelumnya dianggap menguntungkan Ripple, ketidakpastian hukum masih menjadi penghalang utama bagi investor besar untuk masuk secara agresif.

Isu ini menimbulkan kekhawatiran bahwa XRP mungkin masih akan menghadapi tekanan regulasi di masa mendatang, dan hal ini berpengaruh langsung terhadap sentimen pasar.

Baca Juga: Peluang ETF XRP Meningkat Didukung WEF untuk Tokenisasi Global

Pergerakan RSI dan MACD Menguatkan Sinyal Bearish

Indikator RSI (Relative Strength Index) menunjukkan bahwa XRP mendekati zona oversold, namun belum menunjukkan tanda pembalikan arah yang signifikan.

Sementara itu, indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) juga masih berada di zona negatif, yang memperkuat sinyal bearish dalam jangka pendek.

Hal ini berarti, meskipun ada potensi rebound kecil, tren keseluruhan masih condong ke arah penurunan, dan investor perlu berhati-hati dalam membuat keputusan.

Apa yang Bisa Dilakukan Investor?

Dalam kondisi pasar seperti ini, pendekatan yang hati-hati sangat disarankan. Bagi investor jangka panjang yang percaya pada fundamental XRP, fase penurunan ini mungkin bisa menjadi peluang akumulasi di harga diskon.

Namun, penting untuk tetap memperhatikan support teknikal agar tidak masuk terlalu awal di tengah tren turun.

Sementara itu, trader jangka pendek disarankan untuk menunggu konfirmasi breakout dari resistance $0,50 sebelum membuka posisi long.

Jika harga gagal menembus resistance, potensi untuk mengambil posisi short dengan target ke $0,47 bisa dipertimbangkan, tentunya dengan manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga: Harga XRP Kembali Melemah, Apakah Koreksi Lebih Dalam Akan Terjadi?

XRP saat ini berada dalam fase kritis, dengan tekanan bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Level $0,50 menjadi kunci utama dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika gagal ditembus, risiko penurunan ke $0,47 atau lebih dalam semakin besar.

Di tengah ketidakpastian pasar kripto, investor disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan teknikal serta fundamental secara seksama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Fartcoin Salip Dogecoin & Shiba Inu, Jadi Meme Coin Terpanas

Dunia kripto kembali dihebohkan oleh kemunculan sebuah meme coin yang berhasil menarik perhatian komunitas dan investor, yaitu FartCoin.

Dalam perdagangan hari Minggu malam waktu Amerika Serikat, Fartcoin mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dan berhasil mengungguli performa dua raksasa meme coin, Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB), dalam hal persentase pertumbuhan harian.

Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana kekuatan komunitas dan elemen viral bisa memicu pergerakan harga ekstrem dalam ekosistem kripto yang dinamis.

Lonjakan Mengejutkan dari Fartcoin

Pada Minggu malam, Fartcoin mencatatkan kenaikan harga harian sebesar lebih dari 40%, menjadikannya salah satu aset kripto dengan performa terbaik di antara kategori meme coin.

Sebagai perbandingan, Dogecoin hanya mengalami kenaikan kecil di bawah 2%, sementara Shiba Inu bahkan sempat mencatatkan pergerakan negatif.

Lompatan Fartcoin dalam waktu singkat ini membuktikan bahwa investor ritel masih sangat tertarik pada aset-aset kripto berisiko tinggi namun berpotensi viral.

Nama Fartcoin yang unik dan nyentrik serta penggunaan humor sebagai bagian dari strategi pemasaran terbukti efektif menarik perhatian pengguna media sosial dan komunitas Web3.

Dalam banyak kasus, kekuatan komunitas dan viralitas di platform seperti X (dulu Twitter), TikTok, dan Reddit menjadi katalis utama pergerakan harga meme coin seperti ini.

Pergerakan harga Fartcoin (FARTCOIN/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Fartcoin (FARTCOIN/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Lonjakan Aktivitas Pasar, Harga Fartcoin Diproyeksi Naik Menuju $2,75

Apa Itu Fartcoin?

Fartcoin merupakan salah satu dari banyak meme coin baru yang diluncurkan di jaringan Ethereum.

Seperti banyak pendahulunya, Fartcoin tidak memiliki fundamental proyek teknologi yang kuat atau use case yang signifikan.

Namun, kekuatan komunitas dan narasi lucu yang menyertainya membuat token ini menarik perhatian para trader dan kolektor aset kripto.

Meski terkesan sebagai “lelucon digital”, Fartcoin ternyata mendapat momentum tersendiri berkat tren investor yang mencari koin berbiaya rendah namun berpotensi “to the moon”.

Sejumlah influencer kripto dengan jumlah pengikut besar turut membicarakan Fartcoin, mendorong minat lebih tinggi dan menciptakan efek FOMO (Fear of Missing Out) di pasar.

Meme Coin dan Volatilitas Tinggi

Fenomena meme coin bukanlah hal baru di dunia kripto. Dogecoin, yang awalnya diciptakan sebagai lelucon pada tahun 2013, pernah mencapai kapitalisasi pasar puluhan miliar dolar setelah didukung oleh tokoh publik seperti Elon Musk.

Shiba Inu kemudian mengikuti jejaknya dan menjadi meme coin kedua paling populer dengan komunitas besar dan proyek ekosistem yang berkembang.

Namun, meme coin juga dikenal dengan volatilitas ekstrem dan ketidakpastian tinggi. Banyak dari token ini mengalami lonjakan harga tajam dalam waktu singkat, diikuti dengan penurunan drastis ketika hype mulai mereda.

Hal ini membuat meme coin menjadi aset berisiko tinggi dan tidak cocok bagi investor konservatif atau pemula tanpa strategi manajemen risiko yang matang.

Analisis Harga FARTCOIN. Sumber: TradingView.
Analisis Harga FARTCOIN. Sumber: TradingView.

Fartcoin: Tren Sementara atau Potensi Jangka Panjang?

Pertanyaan besar yang kini muncul adalah apakah Fartcoin akan tetap relevan dalam beberapa minggu atau bulan ke depan.

Pengalaman dari banyak meme coin menunjukkan bahwa keberlanjutan harga dan adopsi sangat bergantung pada keterlibatan komunitas dan narasi yang terus berkembang.

Tanpa roadmap yang jelas, fitur utilitas, atau adopsi yang meluas, kebanyakan meme coin hanya mengalami masa kejayaan singkat sebelum menghilang dari radar investor.

Namun, jika tim di balik Fartcoin mampu mempertahankan momentum dan membangun komunitas yang loyal, bukan tidak mungkin token ini akan menjadi salah satu pemain baru yang mencuri perhatian di sektor meme coin.

Baca Juga: Apa itu Fartcoin: Sejarah hingga Alasan di Balik Hype-nya

Kenaikan pesat Fartcoin pada akhir pekan membuktikan bahwa dunia kripto masih sangat dipengaruhi oleh sentimen komunitas dan kekuatan viralitas.

Meskipun memiliki risiko tinggi, meme coin seperti Fartcoin tetap menjadi aset yang menarik bagi investor yang berani mengambil peluang spekulatif.

Namun, penting untuk diingat bahwa di balik humor dan sensasi, tetap diperlukan kehati-hatian dan riset sebelum mengambil keputusan investasi. Dunia kripto bisa menghibur, tetapi juga penuh tantangan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Georgia Ajukan RUU SBR yang Baru Terkait Cadangan Bitcoin

Georgia tengah mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait Cadangan Bitcoin Strategis (Strategic Bitcoin Reserve/SBR), yang saat ini telah diserahkan kepada pihak Senat di negara bagian AS tersebut.

Langkah itu merupakan upaya legislatif (SB 228) yang diperkenalkan oleh Partai Demokrat. RUU ini muncul sebagai pesaing partisan terhadap RUU SBR yang diajukan oleh Partai Republik (SB 178), sepuluh hari sebelumnya.

Perlu dicatat, RUU yang diajukan oleh Partai Demokrat tidak memiliki batasan investasi. Sebagai perbandingan, RUU yang bersaing memiliki batasan 5%. Secara keseluruhan, lebih dari 20 RUU SBR tingkat negara bagian kini telah diperkenalkan di AS.

Undang-undang Cadangan Bitcoin

Sementara itu, RUU SBR (HB 429) baru-baru ini gagal lolos pembacaan kedua di DPR Montana, yang berarti RUU tersebut secara efektif tidak akan disahkan.

RUU tersebut dinyatakan gagal karena banyak anggota Partai Republik yang menentang inisiatif tersebut.

Teraktual, UT saat ini memimpin dalam pemilihan SBR. Minggu lalu, RUU HB230-nya disahkan oleh Komite Pendapatan dan Perpajakan Senat.

Senat kini akan mengadakan pembacaan kedua, yang akan diikuti oleh pembacaan ketiga. Langkah terakhir adalah gubernur menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang.

Seperti dilansir U.Today pada Selasa (25/2), RUU SBR serupa juga telah diperkenalkan di negara bagian lainnya, seperti North Carolina dan Kentucky.

Alasan Pengajuan

Sekadar informasi, Georgia menjadi salah satu negara bagian AS yang masyarakatnya cukup aktif bertransaksi di dunia aset digital, termasuk pasar kripto.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Georgia aktif mendorong pengembangan inovasi teknologi, termasuk blockchain dan cryptocurrency.

Sejak 2019, negara ini telah memberlakukan kebijakan pajak yang menguntungkan bagi perusahaan cryptocurrency dan penambangan Bitcoin, menarik investasi asing dan menciptakan ekosistem teknologi yang dinamis.

Selain untuk menjadi penantang kebijakan yang diajukan Partai Republik, langkah pengajuan RUU SBR ini juga tidak terlepas dari dua faktor utama.

Pertama, geopolitik. Georgia berada di persimpangan Eropa dan Asia, dengan ketegangan politik yang masih ada dengan Rusia.

Diversifikasi ekonomi melalui aset digital diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang tradisional (USD, EUR) dan meningkatkan ketahanan finansial.

Kedua, ambisi teknologi. Partai Demokrat ingin memposisikan Georgia sebagai “hub blockchain” global guna menyaingi negara-negara seperti Swiss dan Singapura.

Dalam pengajuannya, RUU SBR mengusulkan tiga langkah utama, antara lain:

Alokasi Cadangan Devisa ke Bitcoin

Pemerintah akan mengalokasikan sebagian dari cadangan devisa negara ke Bitcoin. Persentase pastinya masih dalam diskusi, tetapi diperkirakan antara 1-5% dari total cadangan (sekitar $200 juta hingga $1 miliar).

Georgia akan membangun fasilitas penambangan Bitcoin (mining) yang didukung energi terbarukan, seperti PLTA dan tenaga surya. Ini sejalan dengan komitmen negara tersebut terhadap keberlanjutan lingkungan.

Bitcoin akan diakui sebagai alat pembayaran sukarela untuk layanan publik dan pajak, layaknya mata uang konvensional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Staking $621 Juta, ETF di Persimpangan

Solana (SOL) menunjukkan ketangguhannya di tengah ketidakpastian regulasi terkait ETF (Exchange-Traded Fund) dengan mencatatkan lonjakan staking sebesar $621 juta dan peningkatan signifikan dalam aktivitas sosial media.

Meskipun menghadapi penundaan dan pengawasan dari SEC terhadap ETF berbasis staking, Solana berhasil menarik perhatian investor dan komunitas kripto global.

Lonjakan Staking yang Mengesankan

Dalam beberapa minggu terakhir, Solana mencatatkan peningkatan staking sebesar $621 juta, menandakan kepercayaan yang kuat dari para investor terhadap jaringan ini.

Staking, proses di mana pemilik token mengunci aset mereka untuk mendukung operasi jaringan dan menerima imbalan, menjadi indikator penting dari kesehatan dan kepercayaan terhadap ekosistem blockchain.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa, meskipun ada ketidakpastian regulasi, banyak investor melihat nilai jangka panjang dalam berpartisipasi aktif dalam jaringan Solana melalui staking.

Aktivitas Sosial Media yang Meningkat

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Selain peningkatan staking, Solana juga mengalami lonjakan dalam aktivitas sosial media.

Diskusi, mention, dan sentimen positif mengenai Solana meningkat di berbagai platform seperti Twitter, Reddit, dan Telegram.

Peningkatan ini mencerminkan minat dan antusiasme komunitas terhadap perkembangan dan potensi Solana di masa depan.

Buzz sosial yang meningkat ini juga berkontribusi pada visibilitas dan adopsi Solana, menarik lebih banyak pengguna dan pengembang ke ekosistemnya.

Baca Juga: SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

Tantangan Regulasi ETF

Meskipun ada perkembangan positif, Solana tidak terlepas dari tantangan. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menunda keputusan terkait ETF berbasis staking untuk Ethereum dan Solana, menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Penundaan ini mencerminkan kehati-hatian regulator terhadap produk keuangan baru yang melibatkan aset kripto dan mekanisme staking.

Namun, beberapa perusahaan investasi seperti REX Shares telah mengajukan struktur ETF inovatif yang menggabungkan staking, menunjukkan upaya industri untuk memenuhi persyaratan regulasi sambil menawarkan produk yang menarik bagi investor.

ETF Staking Solana: Inovasi di Tengah Ketidakpastian

Beberapa ETF berbasis Solana telah diluncurkan di pasar internasional, menawarkan investor eksposur terhadap aset ini beserta imbal hasil dari staking.

Misalnya, 3iQ Corp. meluncurkan Solana Staking ETF (SOLQ) di Bursa Efek Toronto, memberikan investor cara yang aman dan efisien untuk berinvestasi di Solana sambil mendapatkan imbalan staking.

Alhasil, ETF ini menarik perhatian dengan investasi awal sebesar $50 juta dari SkyBridge Capital.

Selain itu, 21Shares meluncurkan Solana Staking ETP (ASOL) yang terdaftar di Eropa, menawarkan akses yang diatur dan transparan ke pertumbuhan Solana.

Produk ini memungkinkan investor untuk mendapatkan imbal hasil staking tanpa harus mengelola aset secara langsung.

Solana menunjukkan ketangguhan dan daya tarik yang kuat di tengah tantangan regulasi dan ketidakpastian pasar. Lonjakan staking sebesar $621 juta dan peningkatan aktivitas sosial media mencerminkan kepercayaan dan minat yang terus tumbuh terhadap jaringan ini.

Baca Juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

Meskipun menghadapi hambatan dalam peluncuran ETF berbasis staking, inovasi dan dukungan komunitas menunjukkan bahwa Solana memiliki potensi untuk terus berkembang dan memainkan peran penting dalam ekosistem kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solv Protocol (SOLV) Melonjak, Integrasikan Chainlink Proof of Reserve

Solv Protocol (SOLV), proyek terdepan dalam ekosistem Bitcoin Finance (BTCFi), kini resmi terdaftar di Tokocrypto, salah satu bursa kripto terbesar di Indonesia.

Langkah ini membuka akses lebih luas bagi investor lokal untuk berpartisipasi dalam inovasi keuangan terdesentralisasi yang menggabungkan Bitcoin dengan peluang yield di dunia nyata.

Apa Itu Solv Protocol?

Solv Protocol adalah platform DeFi yang bertujuan mengoptimalkan potensi Bitcoin melalui tokenisasi dan integrasi dengan aset dunia nyata (RWA).

Melalui produk unggulannya, SolvBTC, pengguna dapat mengakses berbagai strategi keuangan seperti staking, restaking, dan perdagangan, dengan dukungan aset seperti US Treasuries dan kredit swasta dari institusi ternama.

Baca Juga: Riset Kripto 07-11 April 2025: Menyikapi Kontroversi Tarif Trump ke Pasar

Performa Pasar SOLV

Per 1 Juni 2025, harga SOLV berada di kisaran $0.043, dengan volume perdagangan harian mencapai $145 juta.

Token ini mengalami peningkatan harga sebesar 15% dalam 24 jam terakhir, menunjukkan minat pasar yang tinggi.

Dengan suplai beredar sekitar 1,5 miliar SOLV dari total maksimum 9,7 miliar, kapitalisasi pasar SOLV mencapai sekitar $64 juta.

Pergerakan harga Solv Protocol (SOLV/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solv Protocol (SOLV/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Listing di Tokocrypto

Tokocrypto mengumumkan listing SOLV pada 16 April 2025, dengan pasangan perdagangan SOLV/USDT dan SOLV/BNB.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Tokocrypto untuk menyediakan lebih banyak aset kripto inovatif bagi penggunanya.

Dukungan dan Keamanan

Lebih lanjut, Solv Protocol didukung oleh investor ternama seperti Binance Labs dan Blockchain Capital.

Protokol ini juga telah menjalani audit keamanan dari perusahaan terkemuka seperti Quantstamp dan Certik, memastikan tingkat keamanan yang tinggi bagi penggunanya.

Baca Juga: WalletConnect Token (WCT): Kinerja Terkini dan Potensi di Pasar Kripto

Dengan listing di Tokocrypto, Solv Protocol menawarkan peluang baru bagi investor Indonesia untuk terlibat dalam inovasi BTCFi.

Integrasi antara Bitcoin dan aset dunia nyata melalui SolvBTC membuka jalan bagi diversifikasi portofolio dan potensi yield yang menarik.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Likuidasi $202 Juta dan Peluang Breakout Baru

Pada 30 Mei 2025 lalu, pasar kripto diguncang oleh koreksi tajam harga Bitcoin (BTC) yang menyebabkan likuidasi posisi long senilai $202 juta di bursa Binance.

Peristiwa ini menjadi salah satu dari tiga likuidasi terbesar sepanjang Mei, setelah terjadi likuidasi sebesar $277 juta pada 23 Mei dan $211 juta pada 12 Mei.

Penyebab Likuidasi Massal

Penurunan harga BTC dari sekitar $111.000 ke $104.600 memicu gelombang likuidasi posisi long yang didorong oleh penggunaan leverage tinggi oleh para trader.

Analis dari CryptoQuant, Burakkesmeci, mencatat bahwa pembersihan posisi overleveraged ini dapat memberikan “ruang bernapas” bagi pasar untuk membangun tren naik yang lebih berkelanjutan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Pasar Kripto Tertekan: Harga Bitcoin Alami Penurunan Signifikan

Dampak Terhadap Pasar Kripto

Selain Bitcoin, Coindoo melaporkan pada Minggu (1/6) bahwa aset kripto utama lainnya juga mengalami tekanan.

Ethereum (ETH) mengalami likuidasi sebesar $122 juta, Solana (SOL) sebesar $33 juta, XRP sebesar $30 juta, dan Dogecoin (DOGE) sebesar $22 juta.

Secara keseluruhan, lebih dari $600 juta posisi long dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, menandai kerugian terbesar sejak Februari.

Analisis dan Prospek Ke Depan

Meskipun koreksi ini menyebabkan kerugian signifikan, beberapa analis melihatnya sebagai fase konsolidasi yang sehat.

Data on-chain menunjukkan bahwa indikator Net UTXO Supply Ratio mengeluarkan empat sinyal jual berturut-turut pada akhir Mei, mengindikasikan potensi distribusi oleh investor yang ingin merealisasikan keuntungan.

Analis Adler mengidentifikasi dua skenario utama untuk pergerakan harga BTC dalam waktu dekat:

  1. Konsolidasi Sampingan: BTC diperkirakan akan berfluktuasi antara $95.000 dan $105.000, memungkinkan waktu bagi metrik on-chain untuk menormalkan.
  2. Koreksi Lebih Dalam: Kemungkinan penurunan menuju zona $92.000–$96.000 untuk menguji rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar $94.700 atau memasuki kluster order beli di $92.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tergelincir di Bawah Support Kunci, Ada Apa?

Koreksi tajam dan likuidasi besar-besaran di pasar Bitcoin menyoroti risiko penggunaan leverage tinggi dalam perdagangan kripto.

Namun, pembersihan posisi spekulatif ini dapat membuka jalan bagi tren naik yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko yang tepat dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Whale Meningkat, Kok Harga Shiba Inu Terancam Anjlok 18%?

Shiba Inu (SHIB) membuka bulan Juni 2025 dengan menghadapi tekanan signifikan di pasar kripto.

Harga Shiba Inu turun lebih dari 7,5% dalam 24 jam terakhir, mendekati level dukungan kritis di $0,00001240.

Analis memperingatkan bahwa jika level ini tidak bertahan, SHIB berisiko mengalami penurunan tambahan hingga 18%.

Namun, di tengah tekanan ini, aktivitas whale atau investor besar justru meningkat tajam, menimbulkan pertanyaan tentang strategi mereka.

Baca Juga: Whale Shiba Inu Amankan 34 Triliun Token, Sinyal ATH Baru?

Aktivitas Whale Meningkat Tajam

Data dari IntoTheBlock menunjukkan lonjakan signifikan dalam transaksi besar SHIB.

Transaksi dalam kisaran $100.000–$1 juta melonjak 175,86% dalam 24 jam terakhir, sementara transaksi $10.000–$100.000 naik 147,79%.

Sebaliknya, transaksi kecil yang biasanya dilakukan oleh investor ritel menurun tajam, dengan transaksi $10–$100 turun 69,62% dan $100–$1.000 turun 21,10%.

Hal ini menunjukkan bahwa investor besar memanfaatkan penurunan harga untuk mengakumulasi SHIB, sementara investor ritel cenderung menjual karena panik.

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Teknis dan Prospek Harga

Secara teknikal, SHIB telah menembus di bawah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 200 hari, menandakan tren bearish.

Jika harga menutup di bawah $0,00001240, penurunan lebih lanjut hingga 18% menjadi kemungkinan.

Namun, jika SHIB berhasil bertahan di atas level ini, ada potensi rebound sebesar 18%, mengulangi pola sebelumnya.

Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa posisi short mendominasi, dengan likuidasi posisi short mencapai $942.000 di sekitar harga $0,00001306, dibandingkan dengan $612.000 untuk posisi long.

Ketidakseimbangan ini menandakan tekanan jual yang kuat dan potensi penurunan harga lebih lanjut.

Faktor Fundamental yang Mempengaruhi

Selain faktor teknikal, beberapa aspek fundamental turut mempengaruhi harga SHIB.

Aktivitas jaringan Shibarium, solusi layer-2 untuk SHIB, mengalami penurunan, dengan total nilai terkunci (TVL) hanya mencapai $2,92 juta, jauh di bawah pesaing seperti Unichain yang memiliki TVL lebih dari $600 juta.

Selain itu, laju pembakaran token SHIB melambat, dengan pembakaran terbesar minggu ini hanya 18 juta token, dibandingkan dengan lebih dari 1 miliar token beberapa bulan lalu.

Dengan demikian, Shiba Inu berada dalam posisi yang rentan dengan potensi penurunan harga lebih lanjut.

Namun, peningkatan aktivitas whale menunjukkan bahwa investor besar melihat peluang dalam penurunan ini.

Bagi investor, penting untuk memantau level dukungan kritis dan aktivitas pasar secara keseluruhan sebelum membuat keputusan investasi.

Baca Juga: Dogecoin dan Shiba Inu Melemah: Minat Sosial Turun, Harga Terkoreksi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Menuju $3.000 atau Koreksi Lagi?

Ethereum (ETH) memulai Juni 2025 dengan momentum positif, diperdagangkan di sekitar $2.521.

Setelah rebound dari level terendah pertengahan Mei di $1.840, ETH menunjukkan pemulihan yang kuat.

Namun, apakah tren kenaikan harga Ethereum ini akan terus berlanjut atau justru mengalami koreksi?

Faktor Pendukung Kenaikan Harga

  1. Arus Masuk ETF Ethereum: Dalam beberapa minggu terakhir, ETF Ethereum mengalami arus masuk sebesar $286 juta, mencerminkan minat institusional yang meningkat.
  2. Pemulihan Teknis: ETH berhasil menembus di atas rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20, 50, 100, dan 200 hari, menunjukkan kekuatan tren jangka pendek dan menengah.
  3. Pola Bull Flag: Analisis teknikal menunjukkan pembentukan pola bull flag, yang sering kali menandakan kelanjutan tren naik jika terjadi breakout di atas garis tren atas.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Whale Jual 684.000 ETH, Harga Ethereum Turun Hampir 4%

Potensi Risiko dan Koreksi

Meskipun prospek jangka pendek positif, beberapa faktor dapat memicu koreksi:

  • Kebijakan Moneter AS: Keputusan suku bunga Federal Reserve dan data inflasi dapat mempengaruhi sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
  • Tekanan Jual: Jika tekanan jual meningkat, ETH bisa turun ke level dukungan di $2.430 atau bahkan $2.100.

Prediksi Harga Juni 2025

Berikut adalah beberapa prediksi harga ETH untuk Juni 2025:

  • CoinPedia: Harga tertinggi $3.000, terendah $2.050, rata-rata $2.500.
  • Changelly: Harga maksimum $3.023, minimum $2.723, rata-rata $2.873.
  • Binance: Harga diperkirakan mencapai $2.535.

Ethereum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat, didukung oleh arus masuk ETF dan indikator teknikal positif.

Namun, investor harus tetap waspada terhadap faktor eksternal seperti kebijakan moneter dan potensi tekanan jual.

Memantau level dukungan dan resistensi kunci akan membantu dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih bijaksana.

Baca Juga: Ethereum Hampir $3.000: Didorong Bullish dan Institusional




Sumber : news.tokocrypto.com