Tag Archives: bitcoin

Trump Tangguhkan Kenaikan Tarif, Harga Bitcoin Naik

Harga Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan yang signifikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan penangguhan sementara tarif terhadap negara-negara yang tidak menerapkan tindakan balasan.

Kebijakan ini memicu sentimen positif di pasar kripto, dan mendorong para analis untuk kembali mengincar target harga $100.000.

Target $100.000 Realistis?

Pada 9 April 2025, harga BTC/USD naik sekitar 9%, pulih dari tekanan sebelumnya dalam minggu tersebut dan mendekati level $83.000.

Pergerakan ini mendekatkan Bitcoin pada konfirmasi pola “falling wedge” (pola segitiga menyempit menurun) yang telah terbentuk sejak Desember 2024 di grafik harian.

Dalam analisis teknikal, pola falling wedge umumnya dianggap sebagai sinyal bullish, yang menunjukkan potensi kenaikan harga jika berhasil menembus garis tren atas.

Jika skenario bullish ini terwujud, harga Bitcoin diprediksi bisa mencapai kisaran $100.000 pada bulan Juni.

Namun, jika gagal menembus resistensi tersebut, harga kemungkinan akan terkoreksi kembali ke sekitar $71.100.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data on-chain turut memperkuat optimisme ini, dengan mengidentifikasi zona support penting di kisaran $65.000 hingga $71.000.

Zona ini didasarkan pada metrik seperti “active realized price” dan “true market mean”, yang menggambarkan rata-rata harga pembelian oleh investor aktif.

Secara historis, Bitcoin sering diperdagangkan naik-turun dalam rentang ini, menjadikannya indikator penting dalam membaca arah pasar.

Namun demikian, jika harga Bitcoin jatuh di bawah zona $65.000–$71.000, peluang untuk mencapai target $100.000 dalam waktu dekat akan menurun drastis.

Penurunan ini juga bisa menyebabkan Bitcoin menembus di bawah rata-rata pergerakan eksponensial 50 minggu (50-week EMA), yang selama ini berfungsi sebagai support dinamis dalam tren bullish.

Jika level ini tidak mampu dipertahankan, harga BTC berpotensi turun lebih dalam hingga menyentuh rata-rata pergerakan 200 minggu (200-week EMA) di kisaran $50.000.

Tetap Waspada

Per 9 April 2025, harga Bitcoin tercatat di angka $82.419, mengalami kenaikan signifikan sebesar $6.228 (sekitar 8,17%) dibandingkan hari sebelumnya. Harga tertinggi harian mencapai $83.424, sementara level terendah berada di $75.101.

Kesimpulannya, keputusan Trump untuk menghentikan sementara tarif berhasil menghidupkan kembali semangat pasar kripto, khususnya Bitcoin.

Dengan dukungan analisis teknikal dan data on-chain, peluang menuju harga $100.000 kembali terbuka. Namun, para investor tetap perlu mewaspadai level-level support krusial dan faktor-faktor eksternal lain yang dapat memengaruhi pergerakan harga ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin, Bukan Bitcoin, yang Jadi Transaksi Utama di Afrika

Di tengah pergeseran paradigma penggunaan kripto di Afrika, stablecoin kini menggantikan Bitcoin sebagai alat transaksi utama. Dalam wawancara eksklusif dengan BeInCrypto, CEO Yellow Card, Chris Maurice, mengungkapkan bahwa lebih dari 99% transaksi di bursa pan-Afrika berbasis stablecoin—didorong oleh kebutuhan finansial yang nyata, bukan spekulasi.

Stablecoin Menjadi Pilar Utama Transaksi di Afrika

Dilaporkan BeInCrypto, Chris Maurice menjelaskan bahwa sejak peluncuran Yellow Card pada tahun 2019, kripto di benua ini awalnya identik dengan Bitcoin. Namun, dengan semakin jelasnya regulasi dan runtuhnya sistem keuangan fiat, stablecoin seperti Tether (USDT) telah mendominasi. Maurice menegaskan,

“Stablecoin memecahkan tantangan praktis layanan keuangan di Afrika. Orang-orang membutuhkan cara yang cepat dan murah untuk memindahkan uang agar dapat bertahan dan berkembang.”

Penggunaan stablecoin terbukti lebih andal sebagai penyimpanan nilai, terutama di negara-negara seperti Nigeria yang tengah mengalami tekanan inflasi dan keterbatasan layanan perbankan.

Integrasi Uang Seluler dan Mata Uang Lokal untuk Solusi Nyata

Yellow Card tidak hanya berperan sebagai bursa kripto, tetapi juga sebagai penyedia infrastruktur keuangan. Dengan mengintegrasikan sistem uang seluler—seperti M-Pesa di Kenya—serta mata uang fiat lokal seperti naira Nigeria dan cedi Ghana, perusahaan ini membantu pengguna yang tidak memiliki rekening bank.

Menurut Maurice, infrastruktur ini memungkinkan bisnis untuk fokus pada pertumbuhan, tanpa harus khawatir soal kepatuhan dan pengelolaan pertukaran mata uang.

Regulasi dan Kolaborasi: Mendorong Kepastian di Pasar Kripto

Maurice mencatat bahwa tahun 2024 menandai titik kritis dalam perkembangan regulasi kripto di Afrika. Negara-negara seperti Afrika Selatan, Kenya, dan Maroko kini mulai menetapkan kerangka kerja yang lebih jelas untuk aset kripto.

“Ada momentum regulasi di Afrika yang terus meningkat. Bendungan telah jebol,” ujar Maurice.

Yellow Card pun aktif membantu pembentukan undang-undang di beberapa pasar utama, sehingga menciptakan kondisi yang lebih kondusif untuk pertumbuhan ekosistem keuangan berbasis kripto.

Melawan Dominasi Pasar Informal

Meskipun terdapat kemajuan di sektor regulasi, tantangan masih ada. Di sejumlah negara seperti Ethiopia, Kamerun, dan Maroko, larangan langsung telah mendorong pengguna untuk memilih jaringan P2P berisiko tinggi. Maurice menekankan pentingnya persaingan yang setara dengan menjaga standar AML (Anti Money Laundering) dan perlindungan data agar dapat memitigasi risiko yang ada.

Yellow Card: Jembatan Menuju Pasar Global

Pendanaan ventura sebesar $85 juta memungkinkan Yellow Card tidak hanya untuk meningkatkan kepatuhan, namun juga memperluas jaringan kemitraan lintas batas. Dalam hal pembayaran internasional, perusahaan ini membantu bisnis mengurangi kebutuhan modal kerja serta mengoptimalkan ekspansi ke pasar baru.

“Yellow Card telah membangun serangkaian tombol mudah bagi perusahaan untuk berekspansi ke pasar-pasar yang rumit dan bertumbuh pesat,” tambah Maurice.

Prediksi Akhir SWIFT dan Masa Depan Transfer Internasional

Salah satu prediksi paling berani dari Maurice adalah penurunan sistem SWIFT dalam lima tahun ke depan. Dengan keamanan tingkat perusahaan dan dukungan regulasi yang ketat, stablecoin diyakini dapat menggantikan transfer internasional tradisional. Maurice menambahkan bahwa sudah banyak praktisi keuangan tradisional yang mulai menggunakan stablecoin untuk menyimpan dan mentransfer nilai, menandai pergeseran struktural dalam sistem keuangan global.

Dengan adopsi stablecoin yang semakin meluas, Afrika kini menunjukkan contoh nyata bagaimana kripto dapat memberdayakan ekonomi melalui solusi praktis dan inklusif. Yellow Card, yang terus mengembangkan kemitraan dan inovasi, semakin menegaskan peran vitalnya dalam transformasi keuangan di benua ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rasio Harga Ethereum Terhadap Bitcoin Terus Menurun

Rasio harga Ethereum (ETH) terhadap Bitcoin (BTC) terus mengalami penurunan signifikan, mencapai level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan ini mencerminkan pergeseran dinamika pasar kripto dan menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Ethereum dibandingkan Bitcoin.

Penurunan Rasio ETH/BTC

Rasio ETH/BTC merupakan indikator yang membandingkan nilai Ethereum terhadap Bitcoin.

Penurunan rasio ini menunjukkan bahwa Ethereum berkinerja lebih buruk dibandingkan Bitcoin dalam periode tertentu.

Bahkan pada Maret 2025, rasio ini turun hingga 0,02, sekaligus menjadikannya sebagai level terendah sejak Januari 2021.

Penurunan ini menandakan bahwa investor lebih memilih Bitcoin dibandingkan Ethereum dalam portofolio mereka.

Faktor Penyebab Penurunan

Menurut laporan U.Today pada Rabu (9/4), beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan rasio ETH/BTC meliputi:

  1. Aliran Dana Institusional: Investor institusional menunjukkan preferensi yang lebih besar terhadap Bitcoin, terutama melalui produk seperti Exchange-Traded Funds (ETF). ETF Bitcoin menerima aliran dana yang signifikan, sementara ETF Ethereum mengalami aliran keluar dana.
  2. Peningkatan Pasokan ETH: Dalam 30 hari terakhir, sekitar 66.748 ETH baru telah ditambahkan ke pasokan yang beredar, meningkatkan tekanan jual dan menurunkan harga.
  3. Volatilitas dan Staking: Ethereum memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan Bitcoin, membuatnya kurang menarik bagi investor yang mencari stabilitas. Selain itu, imbal hasil dari staking Ethereum relatif rendah dibandingkan dengan peluang staking di ekosistem blockchain lainnya.

Dampak pada Harga Ethereum

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan rasio ETH/BTC berdampak langsung pada harga Ethereum. Pada Maret 2025, harga ETH turun lebih dari 30% dalam sebulan, mencapai sekitar $2.089, level yang terakhir terlihat pada Desember 2023.

Tekanan jual yang meningkat, ditambah dengan peningkatan pasokan, menyebabkan penurunan harga ini terus berlanjut.

Prospek Masa Depan

Meskipun Ethereum menghadapi tantangan saat ini, prospek masa depannya bergantung pada beberapa faktor:

  • Adopsi Teknologi: Peningkatan adopsi teknologi Ethereum, seperti kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi, dapat meningkatkan permintaan dan harga ETH.
  • Peningkatan Jaringan: Pembaruan jaringan yang meningkatkan skalabilitas dan efisiensi dapat menarik lebih banyak pengguna dan investor.
  • Dinamika Pasar: Perubahan dalam preferensi investor dan kondisi makroekonomi akan terus mempengaruhi kinerja Ethereum dibandingkan Bitcoin.

Dengan demikian, investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio guna mengelola risiko yang terkait dengan volatilitas pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token RWA Tetap Lebih Aman daripada Bitcoin Selama Tarif AS Berlaku

Binance Research merilis laporan terbaru yang menyoroti dampak usulan tarif Presiden Donald Trump terhadap pasar kripto. Laporan tersebut menunjukkan bahwa token Real World Assets (RWA) dan aset kripto berbasis bursa memiliki risiko paling rendah dibandingkan aset lain, termasuk Bitcoin, selama kebijakan tarif diberlakukan.

Binance menyatakan bahwa aset dengan tingkat risiko tinggi, seperti koin meme dan token berbasis kecerdasan buatan (AI), mengalami dampak paling besar. Sejak pengumuman tarif, nilai koin meme dan token AI anjlok lebih dari 50%, sedangkan token RWA hanya turun 16% dan token bursa merosot 18%.

Peningkatan Risiko Bitcoin

Penelitian ini juga mencatat adanya peningkatan risiko yang dirasakan terhadap Bitcoin. Aset kripto terbesar tersebut kini menunjukkan korelasi yang lebih kuat dengan pasar saham, membuatnya kurang diminati investor sebagai aset lindung nilai dalam skenario perang dagang. Hanya 3% responden dalam survei FMS (Fund Manager Survey) yang memilih Bitcoin sebagai aset utama mereka saat terjadi ketegangan perdagangan.

“Faktor-faktor ekonomi makro — khususnya kebijakan perdagangan dan ekspektasi suku bunga — semakin mendorong perilaku pasar kripto, yang untuk sementara waktu melampaui dinamika permintaan yang mendasarinya,” tulis Binance Research dalam laporannya. “Apakah struktur korelasi ini bertahan akan menjadi kunci untuk memahami posisi jangka panjang dan nilai diversifikasi Bitcoin.”

Dampak Tarif pada Kripto. Sumber: Binance Research.
Dampak Tarif pada Kripto. Sumber: Binance Research.

Khawatir Stagnasi Global

Laporan juga menyebutkan bahwa tarif yang diusulkan Trump diperkirakan menjadi yang paling ketat sejak 1930-an, sehingga memicu kekhawatiran stagnasi ekonomi global. Dampaknya tidak hanya dirasakan pasar kripto, namun juga pasar saham AS, yang mencatatkan kerugian lebih dari USD 11 triliun selama 44 sesi perdagangan terakhir.

Direktur Pelaksana GoMining Institutional, Fakhul Miah, menyebut bahwa penghindaran risiko akibat kebijakan tarif membuat indeks S&P 500 kehilangan lebih dari USD 5 triliun hanya dalam dua hari perdagangan. Ia juga menambahkan bahwa JP Morgan kini menaikkan probabilitas resesi menjadi 60%.

Binance Research menutup laporan dengan menyatakan bahwa meskipun pasar tengah bergejolak, masih ada peluang untuk berinvestasi secara aman. Proyek blockchain yang berfokus pada utilitas dan pengembangan jangka panjang dinilai sebagai opsi paling stabil di tengah ketidakpastian saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Naik 78%, Lewati Capaian BTC, ETH, dan SOL

Mata uang kripto racikan Ripple, XRP, telah menunjukkan kinerja yang mengesankan, melampaui Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) dalam beberapa metrik utama.

Peningkatan ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam dinamika pasar dan menyoroti potensi XRP di masa depan.

Peningkatan Volume Futures XRP

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa volume futures XRP melonjak 78% dalam tujuh hari terakhir, melampaui BTC yang meningkat 68%, serta ETH dan SOL yang masing-masing naik 58%.

Peningkatan ini menandakan minat yang meningkat dari investor institusional terhadap XRP.

Kontrak futures perpetual memungkinkan investor untuk berspekulasi pada harga masa depan suatu aset tanpa tanggal kedaluwarsa.

Instrumen ini penting untuk likuiditas dan penemuan harga di pasar kripto. Peningkatan volume futures XRP menunjukkan bahwa aset ini semakin dianggap sebagai pilihan investasi yang menarik.

Mayoritas Pasokan XRP dalam Keadaan Untung

Selain volume futures, XRP juga unggul dalam metrik “supply in profit”. Sebanyak 81,6% dari total pasokan XRP saat ini berada dalam kondisi menguntungkan, menandakan bahwa sebagian besar pemegang XRP membeli aset ini dengan harga lebih rendah daripada harga saat ini.

Sebagai perbandingan, Tron (TRX) memiliki 84,6% dari pasokannya dalam kondisi menguntungkan, sementara ETH dan SOL mengalami penurunan signifikan dalam keuntungan yang belum direalisasi.

Metrik “supply in profit” mengacu pada jumlah total koin dalam jaringan yang saat ini menguntungkan, yaitu ketika harga XRP saat ini lebih tinggi daripada saat terakhir kali koin tersebut dipindahkan.

Ketika persentase ini turun di bawah 50%, biasanya menandakan titik terendah pasar, sementara angka di atas 95% dapat menunjukkan puncak pasar.

Faktor Pendukung Kinerja Positif XRP

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sebagaimana dikutip dari The Coin Republic pada Rabu (9/4), beberapa faktor berkontribusi pada kinerja positif XRP.

Salah satunya adalah berakhirnya gugatan hukum antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), yang telah meningkatkan sentimen positif di sekitar XRP.

Selain itu, peluncuran produk ETF dan futures XRP oleh manajer aset telah meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset ini.

Selan itu, aktivitas investor besar atau “whale” telah memberikan dukungan signifikan terhadap XRP.

Misalnya, seorang whale yang dikenal karena strategi perdagangan cerdasnya membeli 6.000 ETH setelah penurunan harga, menunjukkan kepercayaan pada potensi pemulihan aset tersebut.

Prospek Masa Depan XRP

Meskipun XRP telah menunjukkan kinerja yang kuat, penting untuk mempertimbangkan prospek masa depannya.

Beberapa analis memperkirakan bahwa XRP mungkin menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang.

Misalnya, analis dari FxPro memprediksi bahwa XRP akan berkinerja lebih rendah dibandingkan pasar pada tahun 2025, karena investor mungkin mengalihkan fokus mereka ke cryptocurrency yang lebih baru.

Namun, dengan fundamental yang kuat dan dukungan dari komunitas serta investor institusional, XRP memiliki potensi untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di pasar kripto.

Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi.

Secara keseluruhan, kinerja impresif XRP dalam metrik utama menunjukkan bahwa aset ini semakin menarik perhatian di pasar kripto.

Dengan dukungan dari faktor-faktor fundamental dan sentimen positif, harga XRP berpotensi untuk terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi investornya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Dekati $81.000 Setelah Rumor Penghentian Tarif oleh Trump

Harga Bitcoin sempat melonjak tajam melewati level $81.000 pada Senin (7/4) malam waktu Indonesia, dipicu oleh laporan yang menyebutkan bahwa mantan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan penghentian tarif impor selama 90 hari untuk semua negara, kecuali China. Namun, laporan tersebut kemudian dibantah oleh Gedung Putih, menimbulkan volatilitas tinggi di pasar.

Menurut data dari crypto.news, Bitcoin mencatat lonjakan 1,74% hanya dalam lima menit, menembus level tertinggi harian di $81.203,39 setelah sebelumnya berada di kisaran $76.000 – $78.000. Kenaikan tajam ini juga tercermin di pasar saham AS, dengan indeks S&P 500 melonjak 7% dalam waktu singkat.

Meski sempat memicu euforia, laporan soal jeda tarif tersebut kemudian diragukan kebenarannya. CNBC melaporkan bahwa tidak ada pejabat Gedung Putih yang mengetahui rencana penghentian tarif selama 90 hari, yang memperkuat dugaan bahwa informasi tersebut adalah rumor atau berita palsu.

“Apakah tekanan jual sebelumnya benar-benar bisa dibalik hanya dalam hitungan detik? Menarik untuk diamati,” tulis seorang analis kripto di platform X menanggapi lonjakan harga yang dipicu rumor.

Pemulihan Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pemulihan harga Bitcoin ini terjadi tak lama setelah mata uang kripto tersebut sempat anjlok hingga $74.000 dalam 24 jam terakhir. Altcoin utama juga menunjukkan tren positif menyusul kenaikan Bitcoin. Ethereum naik 2,04% menjadi $1.567,92, XRP melonjak 4,88% ke $1,88, Solana naik 4,69% ke $106,84, dan Dogecoin mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,5%. Sementara itu, BNB hanya naik 1,49%, tertinggal dari altcoin lainnya.

Meski ada pemulihan jangka pendek, kekhawatiran makroekonomi tetap membayangi. Goldman Sachs merilis proyeksi terbaru yang menyebutkan potensi resesi masih tinggi, bahkan jika kebijakan tarif Trump dibatalkan. Perusahaan keuangan tersebut memperkirakan perlambatan ekonomi akibat pengetatan kondisi keuangan, penurunan konsumsi global, dan ketidakpastian kebijakan.

Kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun 5,64% dalam 24 jam terakhir. Di sisi lain, volume perdagangan justru melonjak lebih dari 400%, mencerminkan tingginya aktivitas di tengah volatilitas. Indeks Ketakutan & Keserakahan (Fear & Greed Index) kripto saat ini berada di level 23, menunjukkan kondisi “ketakutan ekstrem” di pasar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi lebih lanjut dari pihak Trump maupun Gedung Putih terkait rumor penghentian tarif tersebut.

Baca juga: Tren Bitcoin 24-28 Maret 2025: PCE adalah Kunci by Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Terjun Bebas di Bawah $77.000 Efek Tarif 104% ke China

Pada 8 April 2025, harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan, diperdagangkan di bawah $77.000.

Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan tarif sebesar 104% pada impor dari China, yang meningkatkan ketegangan perdagangan global.

Pengumuman tarif tersebut memicu volatilitas di berbagai aset berisiko. Indeks S&P 500 dan Nasdaq awalnya mencatat kenaikan intraday sekitar 4%, namun kemudian kehilangan sebagian besar keuntungan tersebut.

Menurut laporan Cryptobriefing pada Rabu (9/4), Bitcoin mengikuti pola serupa. Meski sempat melonjak di atas $80.000, namun pada akhirnya turun di bawah level $77.000.

Sebelum penerapan tarif, Presiden Trump mengadakan pembicaraan dengan sekutu seperti Korea Selatan dan Jepang, yang sempat memicu optimisme pasar.

Gedung Putih melaporkan bahwa hampir 70 negara telah menghubungi AS untuk mencari kesepakatan perdagangan. Namun, Trump menegaskan bahwa tarif 104% pada impor China akan tetap diberlakukan mulai 9 April.

China menanggapi dengan keras, berjanji untuk “berjuang hingga akhir” dan menolak apa yang mereka sebut sebagai “pemerasan AS,” menunjukkan kecilnya kemungkinan kompromi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Kebijakan Trump

Dalam skala yang lebih luas, dampak ekonomi dari eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.

Goldman Sachs meningkatkan probabilitas resesi AS menjadi 45%, mengutip kondisi keuangan yang semakin ketat dan ketidakpastian perdagangan yang meningkat.

Sementara itu, JPMorgan memperkirakan Federal Reserve akan memulai serangkaian pemotongan suku bunga mulai Juni 2025, dengan satu pemotongan pada setiap pertemuan dan tambahan pemotongan pada Januari, membawa batas atas suku bunga kebijakan menjadi lebih rendah.

Penurunan Bitcoin ini juga mempengaruhi saham terkait kripto. MicroStrategy, yang dikenal karena kepemilikan Bitcoinnya yang signifikan, mengalami penurunan saham hampir 5%.

Saham Coinbase Global, bursa kripto utama, turun sekitar 2%, sementara Mara Holdings, perusahaan penambangan Bitcoin, merosot lebih dari 4%.

Selain itu, pasar saham AS mengalami penurunan tajam karena ketidakpastian seputar langkah tarif Presiden Trump.

Indeks S&P 500 turun 1,6%, Dow Jones kehilangan 320 poin, dan Nasdaq jatuh 2,1%. Kanada memberlakukan tarif balasan 25% pada impor mobil AS, sementara negara lain seperti China, Thailand, Sri Lanka, dan Indonesia memulai pembicaraan perdagangan atau mengajukan keluhan.

Harga minyak global juga anjlok, dengan Brent crude turun 2,29% menjadi $62,74 dan minyak mentah AS jatuh ke $59,58 per barel.

Saham energi seperti Occidental Petroleum dan ExxonMobil mengalami penurunan signifikan. Sementara itu, emas mengalami rebound setelah penurunan sebelumnya.

Klaim Sepihak

Di tengah gejolak ini, Presiden Trump mengklaim bahwa tarif tersebut memperkaya AS sebesar $2 miliar per hari.

Namun, para pemimpin politik, termasuk perdana menteri Inggris dan Italia, mendesak negosiasi daripada memikirkan pembalasan untuk Trump.

Sentimen publik AS cenderung negatif terhadap tarif China, dan imbal hasil Treasury meningkat, mencerminkan kegelisahan pasar.

Potensi Pemulihan

Sementara itu, beberapa analis melihat potensi pemulihan di pasar kripto. Meskipun Bitcoin mengalami penurunan, kinerjanya masih lebih baik dibandingkan indeks saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite, yang masing-masing turun sekitar 11% sejak 2 April, sementara Bitcoin hanya turun 7% dari puncaknya sebelum pengumuman tarif.

Analis menyarankan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset signifikan yang responsif terhadap peristiwa ekonomi seperti halnya pasar tradisional.

Secara keseluruhan, pengumuman tarif baru oleh pemerintahan Trump telah memicu ketidakpastian signifikan di pasar keuangan global, mempengaruhi berbagai kelas aset termasuk saham, komoditas, dan mata uang kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Arthur Hayes: Investor China Mungkin Dorong Kenaikan Bitcoin

Salah satu pendiri platform perdagangan kripto BitMEX, Arthur Hayes, memprediksi bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi mengalami lonjakan harga akibat aksi lindung nilai dari investor China terhadap pelemahan mata uang yuan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang kembali memanas.

Dilaporkan Crypto News, Hayes mencatat bahwa yuan Tiongkok mencapai titik terendah sepanjang 2023 pada Selasa, 8 April 2025, dengan nilai tukar 7,31 per dolar AS. Penurunan ini disebut sebagai imbas dari tarif baru yang diberlakukan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang memicu ketidakpastian terhadap prospek ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Bitcoin Jadi Lindung Nilai

Menurut Hayes, kondisi tersebut bisa mendorong investor di China untuk mencari aset lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang, dengan Bitcoin sebagai salah satu pilihan utama. Ia merujuk pada peristiwa serupa di tahun 2013 dan 2015, ketika ketidakpastian terhadap yuan menyebabkan peningkatan minat terhadap BTC.

“Bitcoin telah digunakan sebagai lindung nilai terhadap depresiasi yuan sebelumnya. Kami bisa melihat tren serupa jika tekanan terhadap mata uang terus berlanjut,” kata Hayes.

Secara historis, Tiongkok memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga Bitcoin. Pada tahun 2013, kekhawatiran terhadap pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Rakyat Tiongkok mendorong lonjakan permintaan BTC. Begitu pula pada tahun 2015, ketika devaluasi yuan lebih dari 3% dalam satu hari mendorong harga Bitcoin naik lebih dari dua kali lipat dalam beberapa bulan.

BTC dan Emas

Meski demikian, Hayes mengakui bahwa Bitcoin bukan satu-satunya aset pelindung yang dilirik investor. Emas juga menunjukkan performa yang kuat sepanjang tahun, sementara hambatan regulasi dan pembatasan hukum di Tiongkok dapat menghalangi akses masyarakat luas terhadap kripto.

Sebelumnya, laporan dari Binance menyebutkan bahwa ketegangan perang dagang telah menghapus lebih dari US$1 triliun dari pasar kripto global sejak awal tahun, menandakan dampak besar kebijakan geopolitik terhadap aset digital seperti Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 31 Maret-4 April 2025: DXY JUNAM by Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BAGI SAUDARAKU YANG MERAYAKAN.

BERKAH UNTUK SEMUA BANGSA DAN TANAH AIRKU INDONESIA

Analisa kita minggu lalu cukup akurat, S&P 500 Manufacturing PMI benar terprediksi turun, House Price Index betul naik, New home sales Betul naik consumer confidence lesu tepat terpediksi, tetapi saya salah di Durable Good Order, saya tidak ambil pusing, bayangkan dimana logikanya Retail sales turun, Belanja Pabrik Turun, Consumer Confience turun lalu Durable Good Order naik? Siapa yg belanja? Nanti kita bahas lebih detil.

Pada subs saya jelaskan: 

Sampai hari Kamis ini kebetulan benar. Dan hari Jum’at Salah

Mari kita bedah data minggu depan.

Data Minggu Depan

Senin, 31 Maret 2025

– Tidak ada data dan RRP naik

Hari terakhir di akhir bulan RRP selalu naik, juga di akhir quarter, di akhir semester dan akhir tahun, kenaikannya lebih besar. 

Maka curi start hari minggu itu boleh jadi pindah hari Selasa Dini hari.

Kira-kira Begini Candle hari Senin, Prediksi saya Senin Merah

Selasa, 1 April 2025

22.00 WITA- JOLTS

Kita dapati data, Retail sales jatuh, Consumer Confidence jatuh, belanja Pabrik jatuh, claim data naik, maka seharusnya Jumlah Lowongan (Jolts) tidak naik.

Perlu diingat bahwa Jolts yang dirilis bulan April bukanlah Jolts bulam maret, tetapi bulan Februari 2025, yaitu saat jelek-jeleknya data. Jika Jolts naik, DXY naik, jika Jolts turun DXY turun, maka prediksi saya dua, antara Jolts turun, atau angka yang sebelumnya diedit turun. 😆😆😆 Ada-ada saja ya republik banana.

Kira-kira begini candle Selasa. Dan perlu diingat, 1 April 2025 adalah QT dikurangi hanya menjadi 5 milyar dollar dari 25 milyar dollar, Trump akan punya pidato tentang Tariff 2 April ditambah RRP yang ambles, boleh jadi dump and pump terjadi. Pumpnya saat dini hari setelah RRP rilis. Selasa dini hari hijau.

Rabu, 2 April 2025

08.15 WITA – Jumlah Pegawai Swasta (ADP)

Jolts turun, PMI turun, Claim data naik, Retail sales lesu, saya ingin sekali mengatakan bahwa Jumlah Karyawan Swasta akan turun, tetapi melihat angkanya yang 77K, saya kira tipis sekali kesempatan untuk turun dibawah itu. Jadi saya harus inverse data.

Jika ADP naik, DXY naik jika ADP turun DXY turun, maka prediksi saya ADP naik dan DXY turun. Di hari ini Bitcoin juga akan volatile, dump and pump akan terjadi melihat efek Tariff Trump. Namum bukan itu yang saya tunggu, yang saya tunggu adalah apakah balasan Tiongkok terhadap AS.

Dunia ini hanya milik mereka berdua, kita semua nebeng, strategi Trump telah mampu dibaca pasar, karena terlalu banyak revisi, nah strategi Xi Jin Ping belum kentara. Tetapi sudah pasti inverse Trump, Tiongkok tidak nyari beken, tapi nyari duit. Sedangkan AS nyari duit dari popularitasnya. Faham bedanya?

22.00 WITA- Factory Order

Factory order saya prediksi naik, Mobil Inden akan merajalela, terlihat dari saham Tesla yang naik, ada investasi Hyundai, ada rampokan investasi Tiongkok di Meksiko yang dipindahkan ke AS, ada investasi dari Arab, UAE capai 1.4 Trilyun dollar dan banyak lagi, menandakan bahwa Factory Order naik memberikan image liquidity AS basah lagi. Masa iya, Fednya akan rusak suasana? 🤣🤣🤣🤣

22.00-WITA Durable Excluding defense

Saya jelaskan diatas, Durable Good Order naik ditengah retail sales turun, saya pahami bahwa yang belanja adalah Kementrian pertahanan untuk persiapan perang. 

Menurut saya hari Rabu, kira-kira candle-nya begini:

ADP naik DXY naik dan Bitcoin koreksi, tetapi karena RRP turun Koreksi Bitcoin menjadi Wick.

Kamis, 3 April 2025

20.30 WITA – Claim data

Minggu lalu saya prediksi angka pengangguran itu akan diedit, dan benar diedit. 🤣 Sekarang kita prediksi lagi minggu depan akan diedit, angka 224K tanggal 27 Maret 2025 akan dirubah menjadi 226K tanggal 3 April 2025 dan actualnya naik.

Kira-kira begini candle hari Kamis:

Jum’at 4 April 2025

20.30 WITA – Non Farming Payroll

Nah, sampailah kita pada ujung data 4P yang pekerjaan, yaitu Non Farming Payroll, pada postingan subs kita temukan analisa Harnett dari Bank of America, bahwa sekali lagi NFP jatuh maka AS akan masuk resesi.

Kita temukan fakta bahwa Fed tidak potong suku bunga, maka seharusnya NFP tidak jatuh lagi. Gembar-gembor Tariff dan investasi menekankan bahwa Amerika mau diturutin, memaksa investor untuk invest atau akan kena hukuman. Menurut saya NFP akan naik, tetapi pada rumus umumnya mengatakan jika NFP naik maka DXY naik.

Kita harus melihat kembali angka NFP yang 151K itu sudah dasar, dan investor hanya akan invest jika dipandang kebijakan moneternya mulai kearah Quantitative Easing, bukan Quantitative Tightening. Dengan Fed mengurangi QT saja dari 25 milyar dollar ke 5 milyar dollar, jumlah edar uang dollar sudah bertambaha, maka naiknya NFP dipandang liquidity sudah disuntik Fed. 

Yang artinya inflasi maret akan naik lagi. Sehingga jika NFP naik, DXY kali ini tidak ikutan naik, dan Bitcoin akan naik. 

Kira-kira Candlenya begini: 

Terimakasih sudah membaca, saya ingatkan lagi hindari nyinyir, saya tidak hendak mengumpulkan follower toxic, catatan Tren Bitcoin mingguan adalah cara saya belajar dan berkarya untuk diri sendiri.

Saya dan Trada sama, meraba pasar dengan data yang ada. Sehingga menjadikan saya acuan adalah salah, dan pasti rugi. Tetaplah menganalisa sendiri namun juga jangan percaya, sesungguhnya sebaik-baiknya pelajaran adalah pengalaman bukan influencer langganan.

Ini bukanlah nasehat keuangan, Trada tidak diminta untuk menjadikan tulisan saya acuan, semua transaksi jual beli dilakukan oleh jari tanganmu sendiri, dilarang menyalahkan influencer. Barang siapa Toxic akan saya mute, jika masih kebangetan akan saya remove. Saya ingin mengundang ide-ide bagus dari anak bangsa, dengan membuat circle yang sopan dalam berdiskusi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tembus Pola Wedge, Momentum Pemulihan Berlanjut?

Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan kenaikan signifikan setelah berhasil menembus pola Wedge atau baji yang terbentuk dari tekanan harga dalam beberapa pekan terakhir. Tren ini didorong oleh pergeseran sentimen pasar yang semakin membaik, meskipun aktivitas paus tetap lemah.

Pada pekan lalu, Bitcoin berada dalam zona tekanan ketat akibat pola baji yang membatasi pergerakannya. Namun, pada awal pekan ini, BTC berhasil menembus garis resistensi menurun dari pola tersebut.

Dilaporkan The Coin Republic, sentimen pasar yang membaik tercermin dari kenaikan indeks ketakutan dan keserakahan ke level 47, naik dari 32 dalam satu minggu sebelumnya. Pergeseran ini menunjukkan bahwa pasar mulai beralih dari kondisi ketakutan menjadi lebih netral.

Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran $88.276, mempertahankan momentumnya pasca-penembusan. Namun, ketidakpastian masih membayangi pergerakan selanjutnya, terutama dengan adanya indikasi aksi ambil untung dari pemegang aset besar.

Arus Bitcoin Whale dan Institusional

Data terbaru menunjukkan peningkatan arus bersih pemegang Bitcoin dalam jumlah besar dari level terendah 58,16 BTC menjadi 311,8 BTC. Namun, sejak itu, aktivitas paus beralih ke arus keluar bersih, yang mencapai -629,42 BTC pada hari Senin. Hal ini mengindikasikan bahwa paus masih berfokus pada strategi pengambilan keuntungan jangka pendek.

Di sisi lain, arus keluar bersih spot Bitcoin tercatat mencapai $324,09 juta pada hari Selasa. Arus dana dari ETF Bitcoin juga masih lemah, meskipun terjadi arus masuk spot senilai $111 juta pada Senin dan Selasa. Data ini menunjukkan bahwa investor institusional masih cenderung bersikap hati-hati terhadap pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dukungan dari Adopsi Institusional dan Kebijakan Moneter

Salah satu perkembangan positif di pasar adalah keputusan GameStop untuk menambahkan Bitcoin ke dalam perbendaharaannya. Langkah ini menandai meningkatnya adopsi institusional terhadap mata uang kripto, yang dapat menjadi katalis positif bagi harga BTC dalam jangka panjang.

Sementara itu, kebijakan moneter terbaru dari Federal Reserve juga berpotensi mendukung pasar kripto. Data terbaru menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat, dan kemungkinan pemotongan suku bunga dapat terjadi paling cepat pada bulan April. Selain itu, pasokan uang M2 yang mencapai titik tertinggi baru menunjukkan potensi aliran likuiditas yang lebih besar ke aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Jika tren ini berlanjut, Bitcoin memiliki peluang untuk menutup bulan Maret dengan catatan positif. Namun, tekanan dari aksi ambil untung dan kehati-hatian investor institusional masih menjadi tantangan utama dalam beberapa pekan mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com