Tag Archives: bitcoin

Mt. Gox Pindahkan Rp 14,8 Triliun Bitcoin! Sinyal Jual Besar-besaran?

Mt. Gox, bursa Bitcoin yang kini bangkrut, baru saja melakukan transfer 11.833,6 BTC senilai sekitar $931 juta ke alamat baru seperti dilaporkan oleh Newsbtc pada Rabu (12/3).

Menurut Arkham Intelligence, transfer ini terdiri dari dua transaksi utama yaitu 11.501,58 BTC senilai sekitar $905 juta (Rp 14,8 triliun) dikirim ke dompet kripto yang tidak dikenal.

Sementara 332 BTC senilai sekitar $26,1 juta masuk ke dompet panas.

Latar Belakang dan Konteks

Ini bukan pertama kalinya Mt. Gox melakukan pergerakan besar Bitcoin. Sebelumnya, pada 6 Maret lalu, bursa ini telah mentransfer lebih dari $1 miliar dalam Bitcoin ke dompet dengan kode “1Mo1n.”

Dompet ini kini diakui sebagai alamat resmi Mt. Gox, dengan kepemilikan Bitcoin saat ini sekitar 35.915 BTC senilai $2,85 miliar.

Dampak pada Pasar

Sejarah menunjukkan bahwa pergerakan besar Bitcoin oleh Mt. Gox sering kali menimbulkan kekhawatiran investor tentang potensi aksi jual besar-besaran yang dapat menekan harga Bitcoin.

Namun, reaksi pasar terhadap transfer terbaru ini masih relatif tenang, menunjukkan bahwa pasar mungkin telah mengantisipasi peristiwa ini atau bahwa Bitcoin tersebut belum benar-benar dijual.

Sejarah Singkat Mt. Gox

Sekadar pengingat, Mt. Gox pernah menjadi bursa Bitcoin terbesar di dunia, menangani hingga 80% transaksi Bitcoin global.

Namun, pada tentang antara tahun 2011 dan 2014, bursa ini mengalami peretasan besar yang mengakibatkan hilangnya sekitar 850.000 Bitcoin, senilai $500 juta pada saat itu.

Akibatnya, Mt. Gox mengajukan kebangkrutan, meninggalkan ribuan kreditur dalam ketidakpastian finansial.

Rehabilitasi dan Pengaruhnya terhadap Pasar

Dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya untuk mengembalikan dana kepada para kreditur Mt. Gox. Bitcoin yang baru saja dipindahkan kemungkinan merupakan bagian dari proses ini.

Komunitas kripto terus mengawasi perkembangan pembayaran ini karena dapat memengaruhi dinamika pasar, terutama jika Bitcoin dalam jumlah besar mulai dijual.

Pelajaran dari Mt. Gox

Insiden Mt. Gox menjadi pengingat tentang risiko dan kompleksitas dunia aset digital. Meskipun transfer terbaru ini tampaknya belum memberikan dampak signifikan pada harga Bitcoin, peristiwa ini tetap menunjukkan betapa pentingnya keamanan dalam industri kripto.

Dengan adanya riwayat peretasan dan skandal di berbagai bursa, investor harus selalu waspada terhadap potensi risiko di pasar aset digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

CTO Ripple dan Robert Kiyosaki: Sekarang Waktu yang Tepat Beli Bitcoin

Pasar kripto tengah mengalami tekanan, tetapi beberapa tokoh besar seperti CTO Ripple, David Schwartz, dan penulis serta investor terkenal, Robert Kiyosaki, percaya bahwa ini adalah momen yang tepat untuk membeli Bitcoin.

Dilaporkan BeInCrypto, sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin bersifat siklus dan selalu pulih dalam jangka panjang.

Mengapa Sekarang Waktu yang Tepat?

Ada beberapa faktor yang mendukung optimisme ini, salah satunya adalah meningkatnya pasokan uang M2 yang menyediakan likuiditas baru.

Selain itu, Michael Saylor, CEO MicroStrategy, berencana mengalokasikan hingga $21 miliar untuk membeli Bitcoin, menunjukkan keyakinannya terhadap prospek aset digital ini.

Pendukung Bitcoin: Haruskah Membeli di Tengah Penurunan?

Harga Bitcoin sedang mengalami koreksi besar dalam beberapa minggu terakhir, dan sentimen pasar masih lemah. Bahkan KTT Kripto yang diadakan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, tidak mampu memberikan dorongan berarti bagi pasar.

Namun, David Schwartz melihat situasi ini sebagai peluang emas. Dalam pernyataannya di media sosial, ia mengatakan:

“Bagi saya, ini merupakan peluang untuk membeli. Ada dua jenis pengguna Bitcoin: mereka yang mencari alasan untuk membeli dan mereka yang tidak peduli. Saya 100% setuju dengan kedua kelompok tersebut.”

Senada dengan Schwartz, Michael Saylor juga menunjukkan sikap bullish terhadap Bitcoin dengan mengumumkan rencana penjualan saham senilai $21 miliar untuk mendanai akuisisi lebih lanjut.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 12 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 12 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tanda-tanda Bearish Jangka Pendek

Meski beberapa indikator menunjukkan potensi pemulihan, masih ada beberapa faktor yang dapat menekan harga Bitcoin dalam jangka pendek:

  • Para penambang mulai menjual BTC mereka, yang bisa meningkatkan tekanan jual di pasar.
  • Komentar Donald Trump terkait potensi resesi turut menambah ketidakpastian ekonomi global.
  • Beberapa indikator teknikal masih menunjukkan pola bearish.

Namun, di balik tekanan tersebut, terdapat optimisme bahwa Bitcoin akan kembali mencapai titik tertinggi baru dalam beberapa tahun mendatang. Arthur Hayes, pendiri BitMEX, memprediksi bahwa meskipun akan ada penurunan jangka pendek, BTC kemungkinan akan mencapai level tertinggi baru sebelum tahun 2026.

Robert Kiyosaki: “Kesempatan Terbaik dalam Hidup Anda”

Robert Kiyosaki, penulis Rich Dad, Poor Dad, juga melihat peluang dalam kejatuhan pasar. Ia mengatakan bahwa krisis saat ini mungkin akan menjadi peluang investasi terbaik dalam hidup seseorang.

“Gelembung segalanya sedang meletus. Saya khawatir kejatuhan ini mungkin yang terbesar dalam sejarah. Jangan panik. Pada tahun 2008, saya menunggu, membiarkan kepanikan dan debu mereda, lalu mulai mencari aset riil yang bagus yang sedang diobral dengan diskon besar. Kejatuhan yang sedang dialami dunia ini, mungkin saja merupakan kesempatan terbaik dalam hidup Anda.”

Kiyosaki percaya bahwa meskipun pasar mengalami penurunan, Bitcoin akan pulih dan mencapai harga yang lebih tinggi. Menurutnya, membeli Bitcoin di harga rendah saat ini bisa menjadi keputusan finansial yang cerdas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Harga Bitcoin, XRP, Dogecoin, dan Cardano Naik Hari Ini!

Harga Bitcoin kembali menunjukkan performa yang mengesankan, mendorong kenaikan pada altcoin utama seperti XRP, Dogecoin, dan Cardano.

Dilaporkan Coingape, pemulihan pasar kripto ini terjadi secara menyeluruh dengan kapitalisasi pasar yang meningkat 4,51% dalam 24 jam terakhir, mencapai $2,69 triliun.

Bitcoin sebagai pemimpin pasar, prospek pemulihan terhadap lebih dari $1 triliun yang hilang sepanjang tahun ini semakin terlihat.

Harga Bitcoin dan Prospek Altcoin

Menurut data dari CoinMarketCap, harga Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 4,68% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan pada $83.014.

Pergerakan harga ini menunjukkan lonjakan dari level terendah $76.624,25 hingga mencapai puncak $83.577,75 sebelum akhirnya kembali stabil. Selain itu, volume perdagangan Bitcoin juga mengalami peningkatan sebesar 3% menjadi $57 miliar, yang mencerminkan tingginya aktivitas di pasar.

Tidak hanya Bitcoin, altcoin utama lainnya juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. XRP tercatat naik 7,42% menjadi $2,193, sementara Dogecoin melonjak 7,67% menjadi $0,1669 setelah sebelumnya sempat turun hingga $0,1453.

Cardano pun menunjukkan pemulihan setelah tekanan jual yang sempat mendorongnya ke level $0,76. Kenaikan ini juga didukung oleh data likuidasi pasar kripto, yang menunjukkan lebih dari $599 juta posisi short dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, memperkuat tren kenaikan harga altcoin secara keseluruhan.

Mengapa Harga BTC, XRP, dan ADA Melonjak?

Meski pasar sempat mengalami koreksi dalam beberapa minggu terakhir, faktor fundamental utama tetap kokoh dan berkontribusi terhadap pemulihan harga kripto. Salah satu faktor yang menjadi pendorong utama adalah pengajuan kembali RUU Bitcoin oleh Senator Cynthia Lummis pada 11 Maret lalu.

RUU ini memiliki potensi besar dalam membawa dampak positif bagi industri kripto, sejalan dengan kebijakan yang pernah dijanjikan oleh mantan Presiden Donald Trump terkait regulasi yang lebih jelas dan mendukung inovasi.

Selain itu, sebelum pertemuan KTT Kripto di Gedung Putih, sebuah perintah eksekutif telah ditandatangani terkait cadangan strategis Bitcoin. Langkah ini semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang BTC.

Peningkatan aktivitas di jaringan Ethereum juga turut memberikan sentimen positif bagi XRP, Cardano, dan Dogecoin, yang memiliki korelasi erat dengan pergerakan Bitcoin. Sentimen ini membantu mendorong kenaikan harga altcoin secara bersamaan.

Apa yang Terjadi Selanjutnya pada Pasar?

Meskipun pasar saat ini menunjukkan pemulihan yang kuat, para analis masih memperkirakan adanya kemungkinan koreksi lebih tajam dalam beberapa minggu mendatang sebagai bagian dari siklus pasar bullish.

Arthur Hayes, mantan CEO BitMEX, bahkan memprediksi bahwa harga Bitcoin mungkin akan turun hingga $70.000 sebelum melanjutkan reli lebih tinggi. Namun, terdapat konsensus kuat bahwa pasar kripto akan mencapai titik tertinggi baru dalam jangka panjang, dengan kemungkinan terjadinya reli selektif yang berkelanjutan.

Dengan fundamental yang tetap kuat, investor kripto diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan mempertahankan strategi investasi yang bijaksana dalam menghadapi tren harga di masa mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Anjlok di Bawah $80K, Akankah Bangkit ke $90K?

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada 10 Maret 2025, turun di bawah $82.000 setelah munculnya sinyal bearish baru.

Koreksi ini memperpanjang pelemahan Bitcoin hingga 25% dari level tertinggi sepanjang masa, memicu kekhawatiran akan potensi penurunan lebih lanjut.

Pola Double-Top Picu Sentimen Negatif

Dalam wawancara dengan Thecoinrepublic, Analis veteran, Peter Brandt, menyoroti pola double-top yang telah dikonfirmasi sejak Desember lalu.

Pola ini menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam tren penurunan yang kuat. Menurutnya, untuk mengubah momentum menjadi positif kembali, BTC harus berhasil menembus level $90.000.

Akumulasi Whale Bisa Jadi Sinyal Pemulihan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun harga Bitcoin melemah, data on-chain menunjukkan adanya akumulasi dari investor besar (whale).

Laporan Santiment mengungkapkan bahwa dompet dengan lebih dari 10 BTC telah menambah sekitar 5.000 BTC sejak 3 Maret. Akumulasi ini berpotensi menjadi katalis pemulihan harga pada pertengahan Maret.

$90K Jadi Level Kunci Pemulihan Bitcoin

Menurut analis teknikal Captain Faibik, Bitcoin berpeluang menguji kembali level $90.000 dalam beberapa hari mendatang.

Namun, ketidakpastian makroekonomi, termasuk kebijakan tarif Donald Trump dan ketegangan geopolitik, masih menjadi faktor penghambat reli.

Jika BTC gagal menembus $90.000, Arthur Hayes, pendiri BitMEX, memperkirakan harga akan kembali ke $78.000, dengan support kritis berikutnya di $75.000.

Apakah Bitcoin Bisa Jatuh ke $70K?

Saat ini, Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah turun di bawah $80.000. Sempat pulih ke $82.228, namun tekanan jual tetap mendominasi pasar.

Data dari Deribit menunjukkan bahwa minat terbuka (open interest) pada level $70.000 hingga $80.000 mencapai ratusan juta dolar, yang bisa menyebabkan volatilitas tinggi.

Firma riset 10x Research menyebut penurunan ini sebagai “koreksi textbook,” di mana sekitar 70% aksi jual berasal dari pemegang jangka pendek yang panik.

Hal ini mengindikasikan bahwa kepanikan investor menjadi faktor utama pelemahan harga Bitcoin.

Dengan Fear & Greed Index turun ke 20, sentimen pasar masih dalam kondisi “ketakutan ekstrem.” Bitcoin harus bertahan di atas support $75.000 dan kembali menembus $90.000 untuk mengembalikan momentum bullish.

Apakah akumulasi whale bisa membalikkan tren bearish? Pasar akan menentukan dalam beberapa hari mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Standard Chartered Usul Pemerintah AS Jual Emas Demi Beli Bitcoin

Standard Chartered mengusulkan agar pemerintah Amerika Serikat (AS) menjual sebagian cadangan emasnya dengan total sebesar $800 Miliar untuk mendanai akuisisi Bitcoin guna memperkuat Strategic Bitcoin Reserve (SBR) yang baru dibentuk.

Berdasarkan postingan terbaru dari akun media sosial Bitcoin Archive, langkah ini disebut sebagai pendekatan “budget-neutral” karena tidak membebani anggaran negara dan pajak rakyat.

Cadangan Emas AS dan Potensi Akuisisi Bitcoin

Sementara itu, sumber lain dari Tronweekly menyebutkan bahwa saat ini pemerintah AS memiliki cadangan emas sebesar 8.133,46 ton dengan nilai lebih dari $758 miliar.

Standard Chartered menilai bahwa menjual sebagian dari emas ini dapat menjadi sumber pendanaan yang efisien untuk membeli Bitcoin tanpa menambah anggaran baru.

Proposal ini sejalan dengan perintah eksekutif terbaru dari Presiden AS Donald Trump yang mewajibkan semua pembelian Bitcoin dilakukan dengan metode budget-neutral.

Menurut Geoff Kendrick dari Standard Chartered, langkah ini akan membantu AS meningkatkan kepemilikan aset digitalnya di tengah meningkatnya minat global terhadap Bitcoin.

Harga Bitcoin baru-baru ini berfluktuasi antara $94.770 hingga $82.681, dengan nilai saat ini di kisaran $85.925.

Alternatif Pendanaan: Dana Stabilisasi Pertukaran

Selain menjual emas, Standard Chartered juga menyarankan pemanfaatan Dana Stabilisasi Pertukaran (Exchange Stabilization Fund/ESF) senilai $39 miliar sebagai opsi lain untuk membeli Bitcoin.

Dana ini biasanya digunakan untuk menjaga stabilitas dolar AS di pasar valuta asing, tetapi penggunaannya untuk Bitcoin dapat menjadi langkah inovatif dalam diversifikasi cadangan keuangan negara.

Dampak dan Tantangan

Kebijakan Rencana ini memiliki tantangan besar, terutama terkait dengan persetujuan Kongres AS.

Penjualan emas atau penggunaan ESF untuk pembelian Bitcoin memerlukan persetujuan legislatif.

Selain itu, usulan ini juga bersinggungan dengan RUU Bitcoin Act of 2024 yang mengatur pembelian Bitcoin oleh Departemen Keuangan AS selama lima tahun ke depan dengan metode budget-neutral.

Jika disetujui, kebijakan ini akan menjadi langkah besar dalam adopsi Bitcoin sebagai aset strategis oleh pemerintah AS.

Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan birokrasi dan perdebatan politik yang perlu diselesaikan sebelum dapat direalisasikan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Volume Polygon Dekati $100 Miliar (Rp 1,6 Triliun), Apa Penyebabnya?

Polygon (POL) semakin mendekati pencapaian besar dengan volume transaksi sepanjang masa hampir menyentuh $100 miliar (Rp 1,6 triliun) di Uniswap (UNI) Protocol.

Berdasarkan pantauan dari Ambcrypto pada Senin (10/3), pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam adopsi Polygon di dunia kripto.

Namun, apakah momentum ini dapat terus berlanjut? Berikut faktor-faktor yang dapat membantu POL.

Level Support Kunci dan Potensi Rebound

Saat ini, POL diperdagangkan di harga $0.2422 dengan kenaikan 0,46% dalam 24 jam terakhir.

Harga Polygon baru saja menembus level support utama dan berkonsolidasi dalam pola segitiga simetris menurun. Zona support $0.2294 menjadi area penting untuk diperhatikan.

Jika bertahan, harga POL berpotensi rebound menuju level resistance $0.3051. Selain itu, Relative Strength Index (RSI) di angka 34,33 menunjukkan bahwa POL berada dalam zona oversold, yang bisa menjadi sinyal potensi pembalikan arah.

Pergerakan harga Polygon (DOT/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Polygon (DOT/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Aktivitas Jaringan yang Menurun

Data statistik menunjukkan penurunan aktivitas di jaringan Polygon. Jumlah alamat baru turun sebesar 13,43%. Sementara alamat aktif berkurang 8,74% dalam seminggu terakhir.

Tren ini mencerminkan penurunan keterlibatan pengguna baru dan aktivitas keseluruhan di ekosistem Polygon.

Meskipun jaringan masih menunjukkan pergerakan saat volatilitas pasar meningkat, tren menurun ini bisa menjadi tanda perlambatan adopsi yang perlu diperhatikan.

Penurunan Volume Transaksi

Di sisi lain, data transaksi on-chain juga menunjukkan perlambatan aktivitas di jaringan Polygon.

Volume transaksi dalam kisaran $0,00 hingga $1,00 turun sebesar 12,63%. Sedangkan transaksi dalam rentang $1,00 hingga $10,00 mengalami penurunan 31,33%.

Bahkan, transaksi kecil yang umumnya mencerminkan keterlibatan pengguna harian terpantau semakin berkurang.

Namun, transaksi bernilai besar mengalami penurunan yang lebih moderat, menandakan masih adanya partisipasi dari investor institusional atau whale.

Cadangan Bursa yang Menurun

Cadangan POL di bursa turun sebesar 1,05% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya tekanan jual karena semakin sedikit koin yang tersedia untuk dijual di bursa.

Jika tren ini berlanjut, kemungkinan pemegang POL lebih memilih menyimpan aset mereka dengan harapan harga akan kembali naik, yang dapat menciptakan stabilitas pasar.

Apakah Polygon Akan Breakout atau Konsolidasi?

Dengan Polygon yang semakin mendekati volume transaksi $100 miliar (Rp 1,6 triliun), indikator pasar menunjukkan sinyal campuran.

Penurunan aktivitas alamat, volume transaksi, serta tren cadangan bursa yang menurun mengarah pada kemungkinan konsolidasi harga lebih lanjut.

Namun, jika Polygon berhasil mempertahankan level support dan sentimen pasar membaik, potensi breakout masih terbuka lebar.

Jika tren ini terus berlanjut, harga POL bisa mengalami kenaikan signifikan dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Michael Saylor Dorong Pemerintah AS Akuisisi Bitcoin

Michael Saylor, salah satu pendiri MicroStrategy dan pendukung utama Bitcoin, kembali menyerukan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengadopsi strategi akuisisi Bitcoin yang lebih agresif.

Menurutnya, Bitcoin adalah aset paling aman dan bernilai tinggi yang bisa memperkuat stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Bitcoin sebagai Aset Strategis

Saylor menekankan bahwa pemerintah seharusnya tidak hanya mengelola aset Bitcoin yang disita, tetapi juga secara aktif mengakuisisi Bitcoin melalui investasi terstruktur.

Dengan sifatnya yang langka, aman, dan memiliki permintaan global, Bitcoin dianggap sebagai aset strategis yang dapat disandingkan dengan emas, namun memiliki keunggulan dalam portabilitas digital.

Menyesuaikan Strategi Bitcoin dengan Kepentingan Nasional

Menurut Saylor, Bitcoin bisa menjadi lindung nilai terhadap inflasi, krisis utang, dan ketidakstabilan geopolitik.

Strategi akuisisi Bitcoin dinilai dapat memperkuat dominasi dolar dengan mengintegrasikan aset digital yang diakui luas sebagai penyimpan nilai.

Sejalan dengan meningkatnya minat institusi terhadap Bitcoin, pemerintah AS juga diharapkan untuk mengambil langkah yang lebih proaktif dalam menyesuaikan kebijakan nasional dengan tren aset digital.

Implikasi Politik dan Sikap Donald Trump terhadap Bitcoin

Di tengah perdebatan politik mengenai regulasi Bitcoin, mantan Presiden Donald Trump baru-baru ini mengeluarkan perintah eksekutif untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional seperti dikabarkan oleh Cryptointelligence pada Senin (10/3).

Meski pendekatan Trump lebih konservatif, yaitu dengan memanfaatkan aset yang telah disita, Saylor justru mendorong strategi akuisisi yang lebih ambisius untuk meningkatkan posisi AS dalam ekonomi digital global.

Dorongan Saylor agar pemerintah AS mulai berinvestasi dalam Bitcoin menunjukkan bagaimana peran aset digital semakin signifikan dalam strategi ekonomi nasional.

Dengan perdebatan yang masih berlangsung di kalangan pembuat kebijakan, pengaruh Bitcoin dalam keuangan global semakin tak terelakkan.

Baik melalui kepemilikan cadangan maupun akuisisi aktif, Bitcoin kemungkinan akan menjadi bagian penting dari kebijakan ekonomi AS di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dogecoin dan Cardano Turun Lebih dari 10%, Ada Apa?

Bitcoin kembali mengalami penurunan harga pada hari Minggu, turun di bawah $83.000 (Rp 1,3 miliar) seperti dilaporkan oleh Theblock pada Senin (10/3).

Kondisi ini memicu penurunan harga di seluruh pasar kripto, termasuk Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) yang anjlok lebih dari 10%.

Dogecoin Tertekan, Sempat Rebound Tipis

Harga Dogecoin sempat menyentuh titik terendah harian sebelum sedikit pulih di sore hari.

Namun, harga DOGE masih mengalami penurunan signifikan sekitar 12%, bertahan di kisaran $0.17 (Rp 2,7 ribu) pada pukul 16:24 ET.

Tren ini menunjukkan tekanan kuat yang terus menekan aset kripto berbasis meme tersebut.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Cardano Ikut Melemah

Seperti Dogecoin, harga Cardano (ADA) juga mengalami tekanan besar. Harga ADA turun hingga 10%, meskipun sempat mengalami pemulihan tipis pada Minggu sore.

Pada pukul 16:24 ET, ADA diperdagangkan di level $0.74. Walaupun mengalami penurunan, Cardano masih menunjukkan ketahanan lebih baik dibandingkan altcoin lain seperti Solana dan XRP.

Faktor yang Mempengaruhi Pasar Kripto

Penurunan harga Bitcoin dan volatilitas yang meningkat terjadi bersamaan dengan aksi jual besar-besaran di pasar ekuitas.

Hal ini dipicu oleh kebijakan tarif baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menekan sentimen investor.

Sementara itu, harga emas melonjak sebagai aset safe haven, menambah tekanan terhadap pasar kripto.

Strategic Crypto Reserve Tidak Cukup Mendukung Bitcoin

Meskipun Presiden Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk “Strategic Crypto Reserve” guna menimbun Bitcoin, langkah ini belum cukup untuk membendung penurunan harga.

Bitcoin terus melemah dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan ketidakpastian yang masih tinggi di pasar kripto.

Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Cardano Diuntungkan Spekulasi ETF

Meskipun mengalami penurunan, Cardano mendapat sedikit dukungan dari spekulasi terkait potensi persetujuan Exchange-Traded Funds (ETF) yang melacak harga ADA.

Jika ETF tersebut benar-benar disetujui, ada kemungkinan harga Cardano dapat pulih lebih cepat jika dibandingkan dengan altcoin lainnya.

Penurunan harga Bitcoin di bawah $83,000 (Rp 1,3 miliar) memberikan dampak negatif pada pasar kripto, termasuk Dogecoin dan Cardano yang masing-masing turun lebih dari 10%.

Meskipun sempat pulih, kedua altcoin ini masih berada dalam tekanan. Di sisi lain, spekulasi ETF memberikan secercah harapan bagi Cardano untuk bangkit di tengah kondisi pasar yang bergejolak.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Berpotensi Mengalami Bull Trap Sebelum Koreksi Tajam

Seorang analis kripto dalam wawancaranya dengan Cryptopolitan memperingatkan bahwa Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya mungkin sedang mengalami bull trap sebelum mengalami koreksi tajam.

Dalam analisisnya, ia memprediksi bahwa Bitcoin bisa mencapai $100.000 (Rp 1,6 miliar) dan Ethereum naik hingga $3.000 (Rp 48 juta) sebelum mengalami penurunan harga yang signifikan antara 30% hingga 60%.

Menurut analis yang dikenal sebagai Capo, kondisi ini bisa terjadi akibat kejadian tak terduga di pasar, seperti peristiwa black swan yang memiliki dampak besar pada ekosistem keuangan.

Salah satu contoh black swan yang pernah terjadi adalah pandemi COVID-19 yang menyebabkan pasar kripto mengalami penurunan drastis.

Jalan Terjal Bitcoin dan Ethereum

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun saat ini pasar kripto menunjukkan tanda-tanda kenaikan, analis memperingatkan bahwa ini bisa menjadi sinyal palsu.

Bull trap terjadi ketika harga tampak naik tetapi kemudian berbalik arah, menyebabkan investor yang membeli di puncak mengalami kerugian.

Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran $82.659 (Rp 1,3 miliar), mengalami penurunan 4% dalam 24 jam terakhir, sementara Ethereum berada di angka $2.010 (Rp 32,8 juta) setelah turun 8%.

Pergerakan Harga Ethereum

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data on-chain menunjukkan bahwa nilai Bitcoin telah merosot 11% dalam seminggu terakhir, sementara volume perdagangan harian menurun sebesar 53%.

Namun, ada tanda-tanda optimisme di antara investor besar. Bitcoin whales telah membeli lebih dari 22.000 BTC dalam tiga hari berturut-turut, yang menunjukkan bahwa institusi masih memiliki pandangan bullish terhadap pasar.

Harus diakui, pasar kripto selalu penuh dengan ketidakpastian, dan bull trap yang diprediksi bisa menjadi tantangan besar bagi investor.

Meski begitu, potensi kenaikan jangka panjang tetap ada, terutama jika pasar berhasil melewati fase koreksi ini.

Ethereum dan Bitcoin masih menjadi dua aset digital yang banyak diminati, dengan peluang besar untuk kembali menguat setelah koreksi terjadi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun di Bawah $84.000: Investor Bingung Ada Apa?

Harga Bitcoin kembali mengejutkan investor setelah turun di bawah angka $84.000. Padahal, dalam sepekan terakhir, pasar kripto diselimuti gelombang berita fundamental yang bullish.

Para analis sebelumnya memperkirakan lonjakan harga Bitcoin pasca penandatanganan Strategic Bitcoin Reserve, namun realitas di pasar justru menunjukkan tren sebaliknya.

Harga Bitcoin Turun, Sinyal On-Chain Melemah

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin telah merosot hampir 4%, kini bertahan di kisaran $83.000. Grafik tujuh hari mengonfirmasi bahwa BTC mengalami penurunan sebesar 3,37%, sementara volume perdagangan harian anjlok hingga 53%.

Di tengah kemerosotan ini, para whale Bitcoin justru semakin agresif mengumpulkan aset, dengan total akumulasi mencapai lebih dari 22.000 BTC dalam tiga hari terakhir.

Penurunan harga ini terjadi meskipun pekan lalu diwarnai dengan sentimen positif, seperti perintah eksekutif untuk Cadangan Bitcoin Strategis dan KTT Kripto di Gedung Putih. Banyak yang berharap langkah ini akan memacu reli harga, namun kenyataannya Bitcoin justru terancam turun lebih dalam hingga di bawah $80.000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Seorang analis bahkan mengungkapkan keheranannya atas fenomena ini: “Selama 8 tahun saya berkecimpung di Bitcoin, saya rasa belum pernah melihat pergerakan harga yang begitu terputus dari berita. Minggu ini mungkin merupakan minggu paling bullish dalam sejarah Bitcoin, tetapi pasar justru melemah.”

Mengapa Bitcoin Anjlok Setelah Pekan yang Bullish?

Beberapa faktor turut berkontribusi pada tekanan harga Bitcoin yang terjadi belakangan ini. Pertama, faktor ekonomi makro global, terutama kebijakan tarif baru dari AS, memicu aksi jual besar-besaran pada Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Selain itu, rilis laporan penggajian nonpertanian (NFP) pada Jumat lalu mengindikasikan kemungkinan pengetatan moneter oleh The Fed. Jika kebijakan ini diberlakukan, maka suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi minat investor terhadap aset spekulatif seperti Bitcoin.

Para analis juga menyoroti bahwa meskipun perintah eksekutif untuk Strategic Bitcoin Reserve dan Crypto Summit membawa sentimen positif, kurangnya kebijakan konkret yang “dapat ditindaklanjuti” membuat investor masih ragu untuk masuk ke pasar.

Dampak Penurunan Bitcoin terhadap Pasar Kripto

Koreksi harga Bitcoin juga menyeret altcoin utama ke zona merah. Ethereum (ETH) turun 3,24%, XRP anjlok 6,38%, dan Binance Coin (BNB) melemah 4,78% dalam sehari terakhir. Secara keseluruhan, lebih dari $150 juta dana mengalami likuidasi, sementara kapitalisasi pasar kripto global turun hampir 6% menjadi $2,68 triliun.

Saat ini, investor menantikan apakah Bitcoin mampu bertahan di atas $80.000 atau justru semakin tertekan di tengah ketidakpastian makroekonomi. Dengan volatilitas yang masih tinggi, keputusan investor dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com