Tag Archives: bitcoin

Analis: Ethereum Mungkin Bisa Beri Banyak Untung Daripada Bitcoin

Ethereum saat ini tetap menjadi kripto yang populer setelah Bitcoin. Namun, cara kerjanya di market sangat berbeda dengan BTC. Saat membandingkan keduanya, Bitcoin kehilangan nilainya lebih cepat daripada ETH, dan karena itu kami bertanya, apakah ETH akan mengalahkan BTC?

Kami akan sedikit memberikan gambaran terkait perkembangan Ethereum dan Bitcoin di artikel ini. 2021 adalah tahun yang baik untuk Bitcoin dan bahkan ETH, tetapi saat 2022 dimulai, segalanya berubah, yang pertama turun, dan yang terakhir tetap stabil untuk sementara waktu.

Kami telah melihat Bitcoin menyalip ETH saat bull run. Menjadi rumit untuk membayangkan bahwa kita dapat menemukan ETH untuk mengambil alih posisi sebagai Raja Kripto.

Ethereum Bisa Lebih Untung Dibanding Bitcoin

Dikutip U.Today, ahli ekonomi makro, Alex Kruger, menjelaskan Bitcoin menjadi aset makro sejak lama, dan pedagang kripto dapat menggunakannya untuk berdagang Ethereum, yang bergerak sejalan dengan BTC dengan volatilitas yang lebih besar.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Kruger juga menyarankan bahwa Ethereum adalah beta BTC yang tinggi, sehingga aset menunjukkan pergerakan yang sama di market, tetapi dengan volatilitas yang lebih besar.

“Selama bull run, lebih bermanfaat untuk memiliki eksposur ke ETH daripada BTC karena yang pertama menunjukkan pengembalian yang lebih besar dibandingkan dengan emas digital,” kata Kruger.

Ethereum Merge Menarik Investor Institusional

Menjelang The Merge yang sangat ditunggu-tunggu, arus masuk institusional ke dalam produk Ethereum telah meningkat. Waktu The Merge telah menjadi rebutan bagi ekosistem Ethereum.

Baca juga: Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

Pengembang mengharapkannya sekitar 19 September, meskipun waktunya tidak konkret. Namun, dengan rincian sebelum fase pengujian akhir dari acara tersebut terungkap, perdagangan derivatif telah berbalik naik.

Kepala Riset CoinShares, James Butterfill, percaya telah terjadi perubahan dalam sentimen investor. Ia menyoroti bahwa investor institusional menumpuk taruhan mereka pada produk investasi berdasarkan Ethereum.

“Faktanya, mereka menyaksikan arus masuk sebesar US$ 16 juta yang mengarah ke arus masuk tujuh minggu berturut-turut dengan total US$ 159 juta. Institusi membanjiri Ethereum karena sentimen di sekitar aset kripto terbesar kedua di dunia itu melihat pembalikan positif yang dapat memacu perilaku pembelian lebih lanjut,” jelas Butterfill dikutip CryptoPotato.





Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Reli Market Kripto Mulai Lesu, Nasib BTC?

Pergerakan market aset kripto pada Senin (15/8) pagi mulai berbalik arah. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau melaju lesu. Harga BTC pun menurunkan kecepatan relinya dan belum berani untuk menembus mendekati harga US$ 25.000.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 7 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Hanya saja nilai Bitcoin (BTC) yang naik 1,12% ke US$ 24.853 dalam 24 jam terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) melonjak 0,53% ke US$ 1.998 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya mulai kehabisan bensin. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak turun dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan yang berbalik arah ini, dimulai setelah Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas US$ 25.000 pada akhir pekan lalu. Banyak yang menduga investor sudah siap untuk melakukan aksi ambil untung, jika BTC tembus area harga BTC US$ 25.000.

“Akibatnya, ketika tercapai, investor banyak yang memutuskan untuk tidak lagi melakukan akumulasi. Meski begitu, secara keseluruhan investor masih tetap memiliki selera untuk melakukan akumulasi kembali di market,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Event NFT Bira Siap Digelar, Ajang Kumpul Pegiat Web3 dan Blockchain

Optimis Indikator Ekonomi Lebih Baik

Afid menjelaskan salah satu faktor kuat market kripto bisa bergerak lebih baik, yaitu kepercayaan investor terhadap indikator ekonomi baru-baru ini, yang menunjukkan penurunan inflasi dan kemungkinan resesi yang lebih rendah.

Di samping itu, untuk pertama kali Bitcoin Fear and Greed index berhasil tembus posisi Netral sejak terakhir April 2022. Senin pagi ini, indeks kembali naik ke posisi Fear, tapi masih lebih baik dibanding seminggu terakhir.

Indikator lainnya, market kripto masih berpotensi bergerak lebih baik pekan ini adalah indeks BTC Dominance. Investor tampaknya lebih suka akumulasi altcoin ketimbang Bitcoin. Kini indeks dominasi BTC berada di angka 40,1%, menurun drastis dibanding dua bulan lalu, yakni 48%.

“Penyebabnya kemungkinan besar adalah disebabkan dari lonjakan harga Ethereum yang terjadi akibat rumor The Merger yang ditunggu-tunggu. Ethereum juga telah menyelesaikan penggabungan jaringan testnet terakhir, Goerli Rabu lalu,” jelas Afid.

Ilustrasi Shiba Inu.
Ilustrasi Shiba Inu.

Baca juga: Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

Altcoin Juara dan Analisis Gerak BTC

Afid mengatakan ada altcoin yang menarik perhatian di market pada Senin (16/8) pagi ini yaitu Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB) dan Celcius (CEL). Betapa tidak, nilai DOGE naik 9,86%, SHIB melonjak 35,2% dan CEL tumbuh 16,77% dalam sehari terakhir.

Nilai SHIB terbang setelah terjadi SHIB burn sebanyak 292 juta keping pada Sabtu (13/8) lalu. Selain itu, market juga mengantisipasi game Shiba Eternity dari pengembang jaringan Shiba Inu. kemudian, Celcius melonjak akibat rumor desas-desus pengambilalihan pengelolaan token oleh Ripple yang ingin membeli aset Celsius Network.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin sebenarnya punya potensi menguat sampai ke level US$ 25.568, jika berhasil melewati level resistensinya. Namun, jika BTC gagal menembus tingkat tersebut, maka titik support harian terdekat BTC berada di level US$ 22.530 dan US$ 21.317.

“Sementara, gerak Ethereum masih bisa optimis menembus target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support ETH di level US$ 1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Reli Market Kripto Sedikit Tertahan, Apa Sebabnya?

Menjelang akhir pekan, market kripto malah melaju lesu, walaupun Ethereum masih terpantau kuat memasuki zona hijau. Secara keseluruhan investor dibuat bingung oleh sikap market kripto pekan ini. Apa faktornya?

Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap terpantau menurun dan masuk ke zona merah pada perdagangan Jumat (12/8) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin bertengger di harga US$ 23.990 atau turun 2,50% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) masih kuat naik 1,12% ke US$ 1.901. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP anjlok lebih dari 1%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto mulai kehabisan bensin, walaupun masih dihujani segudang sentimen positif. Sejatinya, sentimen makroekonomi masih bisa menjadi angin segar bagi market kripto, setelah Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. 

“Market tampak mulai goyah pada Jumat (12/8) pagi ini. Padahal jika dilihat dari sisi sentimen positif masih banyak yang bisa mendorong laju market ke reli selanjutnya. Terlebih indeks inflasi AS turun, data itu mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Ethereum Masih Kuat Reli?

Melihat data tersebut, investor bisa optimis bahwa siklus inflasi tinggi AS sudah mencapai puncaknya. Sehingga, berharap bank sentral AS, The Fed, mulai bersikap lunak dalam melakukan kebijakan suku bunganya. Namun, rupanya hal tersebut belum mampu membuat gerak laju market kuat naik.

Sementara dari sisi ekosistem, sentimen positif datang dari Ethereum yang Kamis (11/8) kemarin mengumumkan telah sukses menginstalasi pembaruan di salah satu jaringan uji cobanya bernama Goerli. Uji coba ini merupakan testnet paling akhir, sebelum jaringan utama Ethereum mengalami pembaruan bernama The Merge pada September mendatang.

“Suksesnya Goerli sedikit membantu harga ETH tidak terpengaruh market yang lesu. Walau alami sedikit kenaikan, ETH mampu bertahan dan sentimen positif ke depan bisa mendorong harganya,” ucap Afid.

Sentimen Negatif Bikin Market Lesu Pekan Ini

Afid menganalisa faktor utama yang membuat market lesu menjelang akhir pekan ke-2 Agustus ini adalah trader yang memulai masif melakukan aksi profit taking atau ambil untung, sehingga membuat investor lain menghentikan akumulasinya.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Bos Apple: Investasi Kripto adalah Keputusan Masuk Akal dan Menarik

“Sayang banyak sentimen positif gagal menjadi berkah bagi market kripto. Banyak trader yang sepertinya bergerak cepat melakukan aksi profit taking, karena penguatan yang membuat harga aset kripto tinggi kemarin. Kuat diguaan, mereka melakukan aksi itu karena yakin harga aset kripto benar-benar telah mencapai titik bottom-nya,” terangnya.

Di sisi lain, market saham AS juga memiliki kinerja bervariasi, namun cenderung menurun. Hal ini terjadi karena kinerja saham-saham teknologi, seperti Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft alami penurunan. Ini juga yang membuat investor kurang berselera masuk ke market kripto.

Selain itu, ada sedikit penguatan nilai indeks dolar AS Jumat pagi ini yang menambah hantaman laju nilai aset kripto. Pergerakan nilai dolar AS dan aset kripto memang punya korelasi negatif yang kuat sejak Juli tahun lalu.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari analisis teknikalnya, gerak level support Bitcoin berada pada resistance sebelumnya di level US$ 23.362 sebagai tahanan jika harga BTC meneruskan penurunannya. Namun, apabila harga Bitcoin pullback dan kembali naik, target kenaikan masih berada di level US$ 25.232.

Sementara, Ethereum masih mampu mempertahankan laju bullish-nya. Pergerakan harga ETH masih mencoba untuk breakout dari area supply yang menjadi kunci dan konfirmasi untuk kenaikan lebih lanjut. Jika harga ETH berhasil breakout, target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support kuat masih di US$1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi koreksi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

Dalam dunia investasi kripto ada suatu indikator yang selalu dipantau oleh investor dan trader sebelum melakukan akumulasi. Indikator tersebut adalah Fear and Greed Index Crypto.

Fear and Greed Index Crypto dibuat untuk mengukur keserakahan dan ketakutan investor di pasar kripto. Ini digunakan untuk menganalisis perilaku investor.

Ketika peristiwa penting terjadi di pasar, baik positif maupun negatif, investor segera menerima berita dan dapat segera mengambil keputusan. Ketika ada arus permintaan untuk membeli atau menjual dalam pasar 24/7 ini, Fear and Greed Index Crypto digunakan untuk menganalisis perilaku investor untuk membantu meningkatkan proses pengambilan keputusan.

Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.
Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.

Baca juga: Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

Digunakan untuk Rencana Investasi

Investor yang tidak terikat dan dipengaruhi oleh suasana pasar yang mungkin lebih baik mengikuti rencana investasi mereka. Fear and Greed Index Crypto bisa digunakan untuk membuat strategi yang terrencana.

Investor bisa melakukan pengecekan Fear and Greed Index Crypto yang berasal dari situs web, alternative.me. Indeks akan memberikan skor 0 hingga 100, mengkategorikan sentimen Bitcoin dari ketakutan hingga keserakahan ekstrem.

Banyak investor kripto menggunakan indeks untuk membantu mereka menemukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar dari pasar.

Kategori Skor Fear and Greed Index Crypto

Skor Fear and Greed Index Crypto ini dibagi menjadi empat kategori berikut:

  • 0-24: Extreme fear (orange)
  • 25-49: Fear (amber/yellow)
  • 50-74: Greed (light green)
  • 75-100: Extreme greed (green)
Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.
Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.

Baca juga: Unik! NFT CryptoPunk Akan Dipecah Kepemilikannya Jadi Ribuan, Siapa Mau?

Bagaimana cara menggunakan Fear and Greed Index Crypto?

Market kripto kadang-kadang bisa berubah-ubah. Ini sebagian karena investor emosional bereaksi terhadap pasar. Orang bisa merasakan FOMO (Fear Of Missing Out) dan menjadi serakah ketika pasar sedang naik. Mereka juga bisa menjadi takut ketika pasar jatuh dan menjual koin mereka.

Banyak investor menggunakan indeks sebagai indikator pasar, alat yang memberi mereka informasi tentang market untuk membantu mereka berdagang dengan lebih cerdas. Menganalisis sentimen keseluruhan dan emosi yang mendorong pasar telah membantu banyak pedagang mengungguli pasar.

Inilah cara pembuat indeks menyarankan agar dapat digunakan untuk membantu investor

  • Extreme fear: Bisa menjadi peluang beli karena investor terlalu khawatir.
  • Extreme Greed: Bisa berarti bahwa investor terlalu serakah dan pasar akan mengalami koreksi.

Bagaimana Fear and Greed Index Crypto Dihitung?

Indeks dihitung oleh Alternate.me menggunakan berbagai sumber: Volatilitas, momentum/volume pasar, media sosial, dominasi, dan tren. Survei juga telah digunakan di masa lalu, tetapi saat ini dijeda. Juga, sinyal didasarkan pada Bitcoin, tetapi kripto besar lainnya dapat segera dimasukkan ke dalam indeks.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

Berikut adalah melihat lebih dekat pada masing-masing dari lima sinyal utama:

  • Volatilitas – Kenaikan volatilitas digunakan sebagai tanda pasar yang menakutkan.
  • Momentum/volume pasar – Momentum pasar saat ini dibandingkan dengan volume saat ini. Ketika volume pembelian melampaui momentum jangka panjang, ini menandakan pasar menjadi terlalu serakah.
  • Media sosial – Menggunakan alat analisis sentimen Twitter, tingkat interaksi yang sangat tinggi digunakan untuk mengidentifikasi perilaku pasar yang serakah.
  • Dominansi – Peningkatan dominasi bitcoin dianggap sebagai tanda pasar yang takut pindah ke aset yang lebih aman, sementara penurunan dominasi bitcoin dilihat sebagai tanda pasar menjadi terlalu serakah dan beralih ke altcoin yang lebih spekulatif.
  • Trends – Data dari Google Trends digunakan untuk melihat berapa banyak orang yang mencari informasi tentang Bitcoin. Peningkatan pencarian tertentu seperti ‘manipulasi harga bitcoin’ dianggap sebagai sinyal yang menakutkan, sementara ‘prediksi harga BTC’ akan dianggap lebih bullish.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

Pergerakan market aset kripto pada Kamis (11/8) pagi berhasil membuat investor tersenyum lebar. Akhirnya setelah sempat tertekan, market lepas reli kencang masuk ke zona hijau.

Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (11/8) pukul 09.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami peningkatan yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik 6,69% ke US$ 24.336 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) melonjak lebih dahsyat 12,42% ke US$ 1.878 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga bergerak naik masing-masing 5,82%, 7,13%, 9% dan 5,68%.

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, mengatakan harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya melanjutkan reli disebabkan oleh berita data inflasi AS terbaru yang menguntungkan.

Harga Bitcoin Bergerak Agresif
Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. Data ini mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi.

“Peristiwa tersebut akhirnya memicu investor untuk kembali mengakumulasi aset kripto. Mereka optimis akan adanya pull back dari dampak data inflasi AS yang turun,” kata Nathan.

Optimis The Fed Bergerak Tak Agresif

Nathan melanjutkan data terbaru inflasi AS bisa menimbulkan keyakinan bahwa The Fed tampaknya akan meredam agresivitas kebijakan moneternya. Jika The Fed mengambil sikap devoish, maka daya tarik aset kripto, akan terus berkilau. Selain itu, aksi The Fed yang menahan suku bunga acuannya diharapkan tidak akan menyurutkan likuiditas di pasar kripto.

“Pastinya, mereka bisa beranggapan berhasil dalam upaya menjinakkan inflasi tanpa memasukkan ekonomi ke dalam resesi, dan dapat meningkatkan suku bunga pada tingkat yang lebih moderat pada pertemuan berikutnya di bulan September mendatang,” ucapnya.

Selain sentimen dari inflasi, reli kencang market kripto juga didorong antisipasi investor terhadap pembaruan jaringan Ethereum bernama The Merge yang sedianya meluncur pada September mendatang.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Terlebih, pada pekan bisa jadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang.

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari sisi teknikal, Nathan mengungkap pergerakan harga Bitcoin sejauh ini berhasil breakout resistance pada level US$ 23.362. Jika harga BTC kembali melanjutkan reli, target kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 25.232. Posisi US$ 22.930 masih menjadi level support yang solid untuk menahan laju penurunan Bitcoin apabila harga koreksi.

Sementara, nilai Ethereum memiliki target kenaikan terdekat berada pada level US$ 1.916. “Jika berhasil breakout, maka kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 2.009. ETH memiliki level support solid di US$ 1.622 untuk menahan laju penurunan ETH jika mengalami koreksi,” pungkas Nathan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Galau meski Naik, Kenapa?

Pergerakan market aset kripto pada Senin (8/8) pagi sedikit reli tipis. Hal ini membuat para investor tersenyum menyambut awal pekan dengan segudang aktivitas di hadapannya.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 1,31% ke US$ 23.253 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) melonjak 1,59% ke US$ 1.705 di waktu yang sama.

Altcoin lainnya juga bernasib sama. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak tumbuh di atas 4% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang menjadi pendorong reli tipis ini?

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan penguatan market kripto pagi ini sejatinya masih memanfaatkan momentum pelemahan indeks Dolar AS sejak akhir pekan lalu. Selera investor untuk masuk ke market meningkat jika dolar AS terlihat tidak menguntungkan.

“Dampak positif juga datang dari perilisan data ketenagakerjaan AS yang disambut baik, karena tingkat pengangguran adalah 3,5% di bawah perkiraan yang bakal semakin meningkat. Data ini jauh lebih baik dari yang diharapkan sebagai tanda kekuatan untuk pasar kerja. Alhasil juga meningkatkan selera investor kripto untuk akumulasi,” kata Nathan.

Harga Bitcoin Bergerak Agresif
Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

Baca juga: Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Market Kripto Masih Sideways

Secara keseluruhan, market kripto masih dalam fase sideways atau datar. Pergerakan aset kripto yang tak beraturan menandakan tengah berada di fase sideways.

Pangkal kegalauan market kripto kali ini adalah didorong situasi makroekonomi dan kabar negatif terkait peretasan yang banyak muncul akhir-akhir ini, seperti di jaringan Solana dan Nomad. Data ketenagakerjaan AS ternyata juga bisa bisa menekan laju market kripto.

“Data menunjukan beban gaji perusahaan di AS semakin meningkat dan bisa membuat inflasi terus meningkat. Jika ini terjadi, The Fed bisa saja kembali meneruskan pengetatan kebijakan moneternya dengan agresif. Namun, di saat bersamaan, investor juga merasa data tersebut bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi AS bisa terhindar dari resesi ekonomi di kuartal ini,” jelas Nathan.

Analisi Gerak Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

Dari segi analisis teknikal, investor telah melakukan price actions setelah nilai BTC sukses bertahan di atas level psikologis US$ 23.000. BTC akhirnya berhasil rebound menandakan bahwa pergerakannya terbilang positif untuk sementara. Namun, penguatan harga tersebut ternyata tidak diiringi dengan aksi akumulasi yang masif dan volume perdagangan yang tinggi.

Apa itu altcoin seasons
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Cara Posting dan Buat IG Stories NFT di Instagram

“Level resistance BTC sekarang berada di US$ 24.700. Jika, BTC berhasil tembus level tersebut dengan volume meyakinkan, maka potensi melanjutkan penguatan sampai ke level US$ 25.960. Tapi kalo gagal, bisa turun ke level US$ 22.530 hingga US$ 21.840,” tutur Nathan.

Pekan ini menjadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang, dan bisa menggerakan harga ETH, Ethereum Classic (ETC) dan market kripto secara keseluruhan.

“Apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH selanjutnya,” pungkas Nathan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.

Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.

Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.

“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.

Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.

Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.

“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”

Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.



Sumber : news.tokocrypto.com

Epic Games Diblokir Kominfo, Bisa Main Game Ini Dapat Hadiah Bitcoin

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hingga artikel ini ditulis masih memblokir layanan Epic Games. Bagi kamu yang masih bingung mencari game yang menarik bahkan dapat hadiah kripto berupa Bitcoin, bisa coba game blockchain ini.

Penggemar game klasik, seperti Solitaire dan Sudoku sekarang dapat menikmati gameplay yang sudah familiar dengan manfaat tambahan mendapatkan hadiah dalam Bitcoin, aset kripto terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Pengembangan Solitaire dan Sudoku menjadi game play-to-earn dilakukan oleh kemitraan antara startup game Bitcoin-centric, Zebedee dan studio game mobile berbasis di London, Viker. Mereka menggabungkan konsep P2E ke tiga game populer, termasuk Missing Letters, permainan seperti Wordle di mana pemain harus mengidentifikasi huruf mana yang hilang di setiap kata.

Game play-to-earn, Solitaire dan Sudoku dari  Zebedee dan VIker. Sumber: Zebedee.
Game play-to-earn, Solitaire dan Sudoku dari Zebedee dan VIker. Sumber: Zebedee.

Baca juga: Kenal Crypto Golf Impact, Game Play-to-Earn Bisa Dapat Kripto

Pemain Tidak Perlu Jadi ‘Master’ Kripto

Viker sendiri telah memiliki portofolio game kasual play-and-earn terbesar, dengan 500.000 pemain menghasilkan Bitcoin setiap bulan. Seperti, Wheel of Trivia dan Balls King, serta beberapa game hadiah Bitcoin lainnya yang telah diluncurkan melalui kemitraan dengan Zebedee.

Satu hal yang menarik, para pemain tidak memerlukan pengaturan teknis atau pengetahuan sebelumnya tentang kripto.

Game-game ini dimainkan secara harfiah oleh miliaran orang, selama ratusan jam selama bertahun-tahun. Namun sejauh ini, tidak satu pun dari mereka yang mampu menghasilkan apa pun untuk waktu mereka. Mengapa melanjutkan itu, ketika kita sekarang berada di era di mana game dapat menghadiahi Anda dengan lebih dari sekadar kesenangan?” Dan Beasley, salah satu pendiri Viker dikutip Bitcoin.com.

Bitcoin Dimasukan ke Wallet Pengguna

Semua pendapatan BTC yang didapatkan pemain akan masuk ke akun wallet game Zebedee, yang tersedia melalui aplikasi seluler dan ekstensi browser desktop, didasarkan pada Lightning Network Bitcoin —solusi penskalaan layer–2 yang bertujuan untuk membuat transaksi Bitcoin hampir instan dan murah.

Game play-to-earn, Solitaire dan Sudoku dari  Zebedee dan VIker. Sumber: Zebedee.
Game play-to-earn, Solitaire dan Sudoku dari Zebedee dan VIker. Sumber: Zebedee.

Baca juga: Tiffany & Co. Sulap NFT CryptoPunks Jadi Liontin Seharga Rp 743 Juta

“Tidak ada cara yang lebih baik untuk memperkenalkan mekanika play-and-earning generasi berikutnya kepada audiens yang luas, selain membawa game yang sudah dikenal dan disukai orang dan menyegarkan mereka dengan Bitcoin, dengan mulus dan tidak mencolok,” kata CEO Zebedee, Simon Cowell.

Menurut Cowell, judul seperti Solitaire dan Sudoku “pada dasarnya tidak melihat inovasi yang berarti selama bertahun-tahun;” namun, berkat alat inovatif seperti hadiah Bitcoin, “lebih banyak pemain sekarang dapat menikmati pengalaman bermain game yang lebih bermanfaat dalam game yang mereka sukai.”

Berita juga datang bersamaan dengan Zebedee yang mengumpulkan putaran pendanaan Seri B senilai US$ 35 juta yang dipimpin oleh Kingsway Capital, dengan partisipasi dari beberapa investor lain, termasuk penerbit Final Fantasy Square Enix.

Awal tahun ini, Zebedee mengintegrasikan layanan perusahaan pembayaran kripto, MoonPay untuk menyederhanakan proses bermain game yang dibangun di sekitar Lightning Network Bitcoin.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin atau Emas, Mana yang Lebih Profit?

Investasi telah menjadi salah satu pilihan tidak hanya sebagai sumber penghasilan belaka saja, melainkan juga dipilih sebagai perputaran uang untuk jangka panjang. Jika sepuluh tahun yang lalu, emas menjadi salah satu pilihan investasi orang-orang; kini dengan adanya kemajuan teknologi, Bitcoin menjadi pilihan sebagai aset investasi. Pada kondisi seperti saat ini, manakah yang lebih menguntungkan? Bitcoin atau emas?

Untuk itu, mari kita pelajari lebih lanjut mengenai Bitcoin dan emas sebagai aset investasi!

Emas vs Bitcoin

Emas sebagai Aset Investasi

Jika dinilai sejarahnya, emas merupakan benda yang memiliki nilai ーkhususnya dalam investasi jangka panjang. Salah satu yang menjadi alasan penyebabnya emas menjadi aset investasi adalah harga dan nilai emas yang selalu menanjak.

Sebagai sumber daya yang tidak dapat diperbarui, permintaan pasar akan emas akan selalu besar. Selain itu, emas juga dianggap sebagai investasi yang cukup aman karena minim risiko, terutama ketika pasar saham sedang mengalami penurunan. 

Bitcoin sebagai Aset Investasi

Jika Indonesia mengalami resesi ekonomi, Bitcoin dapat menjadi pilihan sebagai aset investasi jangka panjang dikarenakan karakteristiknya yang terdesentralisasi. Nilai Rupiahlah yang akan lebih dahulu jatuh jika terjadi desentralisasi.

Walaupun harga Bitcoin terjadi fluktuatif, namun permintaan atas Bitcoin terus mengalami peningkatan. Sedangkan pasokan akan Bitcoin akan terus berkurang, sehingga nilai dari Bitcoin akan mengalami peningkatan.

Penyebab turunnya harga Bitcoin ini biasanya dikarenakan aksi jual dari beberapa orang yang membutuhkan uang tunai untuk berbelanja dan menyelamatkan usaha mereka, misalnya apa yang sedang terjadi semasa pandemi ini. Aset yang digital yang bersifat volatile atau harganya yang mudah berubah inilah yang mendatangkan potensi penghasilan ketika diperdagangkan melalui trading Bitcoin.

Selain itu, Bitcoin atau aset kripto lainnya kini telah digolongkan sebagai aset komoditas oleh Kementerian Perdagangan di Indonesia, karena penawaran dan permintaannya cukup besar.

Baca Juga: Ketahui Masa Depan Bitcoin Disini!

Persamaan Emas dan Bitcoin Sebagai Aset Investasi

Walaupun mengalami perbedaan berupa bentuk asetnya, antara emas dan Bitcoin juga memiliki persamaan, seperti:

Persamaan pertama dari Bitcoin dan emas adalah jumlahnya yang terbatas. Bitcoin hanya memiliki suplai sebanyak 21 juta koin. Hingga saat ini, terdapat 80% Bitcoin yang ditambang dan diperkirakan aset kripto akan habis pada tahun 2140.

Sedangkan untuk jumlah emas sendiri berhasil ditambah sejumlah 197.576 ton, berdasarkan data dari gold.org per 2019. Diprediksi, emas ini akan habis kurang dari 20 tahun lagi. Dikarenakan keduanya memiliki jumlah terbatas, Karena keduanya memiliki jumlah terbatas, maka saat persediaannya habis, keberadaan mereka akan sangat langka, dan ini akan menjadi keuntungan bagi orang-orang yang sudah memiliki aset tersebut.

Emas dan Bitcoin menjadi pilihan investasi yang aman untuk berjaga-jaga di tengah krisis. Hal ini dikarenakan harganya yang cenderung stabil ketika krisis terjadi, sehingga dapat dijadikan pengaman ketika terjadi resesi ekonomi.

  • Aset Pribadi tanpa Bank 

Bitcoin dan emas dapat menjadi aset pribadi tanpa perlu dilaporkan ke pihak lain atau membelinya melalui bank konvensional. Anda dapat membeli Bitcoin di bursa dan emas di toko emas atau tempat lainnya. Anda juga tidak perlu melaporkannya kepada pemerintah, karena Anda memiliki kontrol penuh atas kedua aset ini.

Bitcoin atau Emas ?

Hingga saat ini Bitcoin masih menjadi aset yang cukup spekulatif dibandingkan dengan emas. Sebetulnya hal ini wajar, karena emas sudah ada sejak lama dan berhasil melewati banyak krisis dan ujian selama ada digunakan sebagai alat pembayaran atau investasi. Ditambah Bitcoin masih terbilang baru dan butuh waktu untuk dikenalkan dan diadopsi di berbagai aspek kehidupan.

Namun, itulah keunggulan dari Bitcoin. Teknologi canggih dibaliknya, yaitu blockchain, mengungguli emas sebagai aset investasi jangka panjang. Bitcoin juga telah mulai diadopsi massal ke masyarakat dunia, sehingga akan makin banyak orang yang mengenal dan menggunakan Bitcoin.

Selain itu jika terjadi resesi ekonomi di Indonesia, yang akan mengalami kejatuhan pertama adalah mata uang Rupiah dan disusul oleh emas. Sedangkan Bitcoin akan memiliki dampak terakhir, karena ia merupakan kategori uang digital.

Setelah mengetahui keuntungan di antara Bitcoin atau emas, Anda tak perlu lagi ragu untuk melakukan investasi Bitcoin! Pelajari strategi-strateginya, lalu segerakan berinvestasi secara aman dan mudah bersama Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Jual Bitcoin Yang Tepat

Harga bitcoin yang meroket di beberapa tahun kebelakang menyebabkan cryptocurrency menjadi terobosan di dunia digital, dan membuat banyak orang melirik akan manfaat dan keuntungan dari Cryptocurrency. Saat ini banyak user yang sudah bermain bitcoin di seluruh dunia, banyaknya user tersebut sebanding dengan banyaknya transaksi di mata uang kripto tersebut.

Sebanyak-banyaknya transaksi yang dilakukan pada mata uang kripto atau bitcoin akan tercatat semua pada sistem jaringan, karena setidaknya ada tiga pencatat dalam transaksi tersebut. Penjual-pembeli dan sistem yang terdesentralisasi sehingga semua user akan bisa melihat setiap transaksi di mata uang kripto tersebut dan mencatatnya. Maka dari itu cara jual-beli bitcoin akan terekam sampai kapanpun.

Cara untuk Jual Bitcoin

Tujuan akhir dari berinvestasi pada mata uang kripto adalah menjualnya. Lalu, pada prinsipnya ada dua macam cara yang bisa dilakukan untuk bertransaksi bitcoin ke rupiah atau sebaliknya (jual-beli) pada mata uang kripto, yaitu:

1. Menggunakan Exchange (Marketplace)

Cara paling mudah untuk menjual bitcoin anda adalah dengan menggunakan exchange atau marketplace mata uang kripto. Namun sebelumnya, anda harus mencari terlebih dahulu exchange yang sudah terpercaya.

Setelah menemukan exchange, langkah selanjutnya adalah registrasi dan buat akun anda. Dalam proses registrasi, biasanya anda akan melakukan KYC (Know Your Customer) untuk melengkapi data diri anda. Tahap ini berfungsi untuk mencegah tindakan penipuan untuk transaksi pada exchange.

Langkah selanjutnya adalah, pastikan saldo pada wallet bitcoin exchange anda. Jika saldo bitcoin anda masih pada wallet digital pribadi, maka anda harus mengirim bitcoin anda ke alamat wallet exchange yang anda akan gunakan.

Tahap selanjutnya untuk menjual bitcoin anda adalah memilih cara menjualnya, ada dua cara menjual bitcoin di exchange.

Proses penjualan pada cara ini, anda akan menjual bitcoin anda dengan mengikuti harga dari market cap sebuah exchange yang anda pilih tersebut.

Pada cara yang kedua kamu bisa memasukan harga dari total bitcoin yang kamu akan jual. Namun, anda harus menunggu hingga harga bitcoin mencapai harga yang kamu tentukan pada exchange tersebut.

Setelah melalui proses tersebut, anda hanya tinggal menunggu order penjualan terpenuhi. Lalu setelah saldo rupiah ada pada akun anda. Langkah terakhir adalah mencairkan ke bank. Anda cukup memasukan nomor rekening tujuan dan dalam 24 jam uang anda akan terkirim pada rekening bank anda.

2. Menggunakan Wallet Digital Pribadi

Cara yang kedua untuk menjual bitcoin adalah dengan menggunakan wallet digital. Wallet digital atau dompet digital ini, selain berfungsi untuk menyimpan cryptocurrency anda juga bisa menggunakannya untuk mengirim dan menerima kiriman mata uang kripto. Hal tersebut mirip seperti anda memiliki suatu rekening di bank konvensional.

Karena mirip seperti mempunyai rekening di bank konvensional, pada wallet digital ini anda tidak bisa menjual atau memperdagangkan bitcoin anda secara terbuka. Anda harus memiliki kesepakatan terlebih dahulu, berapa nilai dari bitcoin yang akan dikirim. Setelah kesepakatan diperoleh barulah anda bisa mengirimkan bitcoin tersebut. Jangan lupa untuk meminta alamat wallet digital pembeli untuk anda masukan pada wallet digital anda.

Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan jika bertransaksi secara langsung, kami merekomendasikan anda menggunakan exchange dalam bertransaksi. Salah satu exchange yang terpercaya dan sudah memiliki izin dari pemerintah adalah Tokocyrpto.

Saat yang Pas untuk Menjual Bitcoin

Secara sederhana waktu yang pas untuk menjual bitcoin anda adalah saat harga bitcoin tersebut naik. Naik tersebut dalam arti ketika harga yang anda beli berada dibawah harga jual, sehingga anda akan mendapatkan keuntungan dari dari selisih yang harga bitcoin tersebut.

Namun, kenaikan harga bitcoin tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah permintaan bitcoin di pasar mata uang kripto. Faktor tersebut sejalan dengan penelitian Hanindya Febri Qadarika tentang Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta. Menurutnya, total Bitcoin, jumlah transaksi, biaya per transaksi, jumlah pengguna, dompet blockchain, dan harga emas secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga Bitcoin.

Maka dari itu, untuk menentukan saat yang pas dalam menjual bitcoin, anda memerlukan analisis yang baik terhadap grafik bitcoin. Untuk melihat grafik-nya anda bisa melihatnya di halaman dashboard www.tokocryrpto.com dan pilih mata uang bitcoin. Selain mempermudah anda menjual bitcoin, di Tokocrypto juga anda bisa mendapatkan bitcoin dengan market cap yang bersaing. Info lebih lengkap kamu bisa menghubungi melalui website www.tokocyrpto.com atau seluruh media sosial kamil @Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com