Harga bitcoin yang meroket di beberapa tahun kebelakang menyebabkan cryptocurrency menjadi terobosan di dunia digital, dan membuat banyak orang melirik akan manfaat dan keuntungan dari Cryptocurrency. Saat ini banyak user yang sudah bermain bitcoin di seluruh dunia, banyaknya user tersebut sebanding dengan banyaknya transaksi di mata uang kripto tersebut.
Sebanyak-banyaknya transaksi yang dilakukan pada mata uang kripto atau bitcoin akan tercatat semua pada sistem jaringan, karena setidaknya ada tiga pencatat dalam transaksi tersebut. Penjual-pembeli dan sistem yang terdesentralisasi sehingga semua user akan bisa melihat setiap transaksi di mata uang kripto tersebut dan mencatatnya. Maka dari itu cara jual-beli bitcoin akan terekam sampai kapanpun.
Cara untuk Jual Bitcoin
Tujuan akhir dari berinvestasi pada mata uang kripto adalah menjualnya. Lalu, pada prinsipnya ada dua macam cara yang bisa dilakukan untuk bertransaksi bitcoin ke rupiah atau sebaliknya (jual-beli) pada mata uang kripto, yaitu:
Cara paling mudah untuk menjual bitcoin anda adalah dengan menggunakan exchange atau marketplace mata uang kripto. Namun sebelumnya, anda harus mencari terlebih dahulu exchange yang sudah terpercaya. Setelah menemukan exchange, langkah selanjutnya adalah registrasi dan buat akun anda. Dalam proses registrasi, biasanya anda akan melakukan KYC (Know Your Customer) untuk melengkapi data diri anda. Tahap ini berfungsi untuk mencegah tindakan penipuan untuk transaksi pada exchange.
Langkah selanjutnya adalah, pastikan saldo pada wallet bitcoin exchange anda. Jika saldo bitcoin anda masih pada wallet digital pribadi, maka anda harus mengirim bitcoin anda ke alamat wallet exchange yang anda akan gunakan. Tahap selanjutnya untuk menjual bitcoin anda adalah memilih cara menjualnya, ada dua cara menjual bitcoin di exchange.
Proses penjualan pada cara ini, anda akan menjual bitcoin anda dengan mengikuti harga dari market cap sebuah exchange yang anda pilih tersebut.
Pada cara yang kedua kamu bisa memasukan harga dari total bitcoin yang kamu akan jual. Namun, anda harus menunggu hingga harga bitcoin mencapai harga yang kamu tentukan pada exchange tersebut.
Setelah melalui proses tersebut, anda hanya tinggal menunggu order penjualan terpenuhi. Lalu setelah saldo rupiah ada pada akun anda. Langkah terakhir adalah mencairkan ke bank. Anda cukup memasukan nomor rekening tujuan dan dalam 24 jam uang anda akan terkirim pada rekening bank anda.
2. Menggunakan Wallet Digital Pribadi
Cara yang kedua untuk menjual bitcoin adalah dengan menggunakan wallet digital. Wallet digital atau dompet digital ini, selain berfungsi untuk menyimpan cryptocurrency anda juga bisa menggunakannya untuk mengirim dan menerima kiriman mata uang kripto. Hal tersebut mirip seperti anda memiliki suatu rekening di bank konvensional.
Karena mirip seperti mempunyai rekening di bank konvensional, pada wallet digital ini anda tidak bisa menjual atau memperdagangkan bitcoin anda secara terbuka. Anda harus memiliki kesepakatan terlebih dahulu, berapa nilai dari bitcoin yang akan dikirim. Setelah kesepakatan diperoleh barulah anda bisa mengirimkan bitcoin tersebut. Jangan lupa untuk meminta alamat wallet digital pembeli untuk anda masukan pada wallet digital anda.
Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan jika bertransaksi secara langsung, kami merekomendasikan anda menggunakan exchange dalam bertransaksi. Salah satu exchange yang terpercaya dan sudah memiliki izin dari pemerintah adalah Tokocyrpto.
Saat yang Pas untuk Menjual Bitcoin
Secara sederhana waktu yang pas untuk menjual bitcoin anda adalah saat harga bitcoin tersebut naik. Naik tersebut dalam arti ketika harga yang anda beli berada dibawah harga jual, sehingga anda akan mendapatkan keuntungan dari dari selisih yang harga bitcoin tersebut. Namun, kenaikan harga bitcoin tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah permintaan bitcoin di pasar mata uang kripto. Faktor tersebut sejalan dengan penelitian Hanindya Febri Qadarika tentang Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta. Menurutnya, total Bitcoin, jumlah transaksi, biaya per transaksi, jumlah pengguna, dompet blockchain, dan harga emas secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga Bitcoin. Maka dari itu, untuk menentukan saat yang pas dalam menjual bitcoin, anda memerlukan analisis yang baik terhadap grafik bitcoin. Untuk melihat grafik-nya anda bisa melihatnya di halaman dashboard www.tokocryrpto.com dan pilih mata uang bitcoin. Selain mempermudah anda menjual bitcoin, di Tokocrypto juga anda bisa mendapatkan bitcoin dengan market cap yang bersaing. Info lebih lengkap kamu bisa menghubungi melalui website www.tokocyrpto.com atau seluruh media sosial kamil @Tokocrypto.
Pergerakan market aset kripto pada Rabu (20/7) siang membuat para investor tersenyum gembira. Cuaca cerah masih menyelimuti market kripto yang nilainya terus melesat tinggi.
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak bergerak optimis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Bahkan, nilai Bitcoin (BTC) naik 5,86% ke US$ 23.393 per keping dalam sehari terakhir. Ini mampu melewati level resistance terdekatnya.
Sementara, nasib Ethereum (ETH) juga sama baik, meroket 1,31% ke US$ 1.545 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami kenaikan masing-masing 4,18%, 8,87%, 3,78 dan 3,72%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat investor kembali menyerbu market kripto lantaran kinerja dolar AS yang sedang melemah sehingga membangkitkan gairah aksi beli di instrumen aset berisiko, termasuk saham. Kinerja baik juga tercermin dari gerakan pasar saham AS.
“Investor tampaknya tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi AS dengan indikator nilai dolar AS yang terus melemah. Kemudian, mereka tak ingin kelewat fase bullish terhadap BTC yang akhirnya melakukan rentetan aksi beli. Namun, di sisi lain ada investor yang akhirnya tergoda untuk segera merealisasikan profit taking, sehingga gerakan market saat ini agak datar,” kata Afid.
Lebih lanjut, Afid menerangkan investor juga tak mau terlampau optimis masuk ke market kripto karena lebih memilih untuk menanti hasil rapat bank sentral AS, The Fed, yang sedianya akan berlangsung pada 27 hingga 28 Juli mendatang. Kendati demikian sejauh ini, tampaknya The Fed bakal konsisten dengan komitmennya yang bakal mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin pada bulan ini.
Secara umum Afid menjelaskan reli kencang aset kripto tengah pekan ini disebabkan oleh beberapa faktor penting. Pertama, sepinya sentimen makroekonomi dan ketegangan geopolitik, membuat investor memanfaatkan untuk melakukan aksi beli.
Investor merasa bahwa kinerja keuangan beberapa emiten keuangan di pasar saham AS yang di atas ekspektasi menjadi indikasi bahwa ekonomi AS sebenarnya terbilang solid. Terlebih nilai dolar AS juga melemah sehingga membangkitkan gairah market.
Hal kedua, dari faktor ekosistem kripto. Investor menyambut positif pengumuman mengenai tanggal upgrade jaringan ETH, The Merge yang dijadwalkan selesai pada 19 September 2022. Alhasil market ETH dan Ethereum Classic (ETC) mengalami short squeeze selama beberapa hari belakangan.
Selain itu, ada juga kabar baik mengenai jaringan Polygon, misalnya niatan Walt Disney yang mendukung pengembangan Web 3 Polygon dan rencana peluncuran pembaruan jaringan yang digadang bernama Hermez.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.
Faktor ketiga secara teknikal, harga BTC yang menembus di atas level psikologis US$ 22.000 membuat pelaku pasar tergerak melakukan aksi akumulasi. Alhasil, kini nilai kapitalisasi pasar kripto sukses kembali tembus di atas US$ 1 triliun.
Selain itu dari indikasi dari Fear and Greed Index, volume perdagangan Bitcoin tampaknya berjalan normal setelah lonjakan besar-besaran dicatat pada bulan Juni lalu. Saat ini, sentimen cukup membaik walaupun masih dalam status “Extreme Fear” di dalam pasar kripto.
BTC saat ini memiliki titik support terdekat di level US$ 22.000 dengan target kenaikan terdekat ke US$ 23.600 hingga US$ 24.500. Bitcoin (BTC) berjuang untuk level US$ 24.000 karena penembusannya dapat menyebabkan kenaikan lebih lanjut. Namun, dalam kasus tekanan bearish dan pengembalian di bawah US$ 22.000 bisa menekan harga lebih dalam.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Ethereum (ETH)
Analisis teknikal Ethereum (ETH).
Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat nilai ETH telah meroket sekitar lebih dari 50% selama tujuh hari terakhir karena sentimen positif kabar tentang proses The Merge atau atau perpindahan dari jaringan Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang dijadwalkan selesai pada 19 September 2022.
“Merge akan mengubah protokol dari model Proof-of-Work saat ini ke model Proof-of-Stake yang hemat energi dan ramah lingkungan. Mulai dari akhir Juli hingga September nanti Ethereum akan memulai proses The Merge. Hal ini disambut positif oleh investor, sehingga mengerakan market secara keseluruhan,” kata Afid.
Kenaikan ETH yang sedang berlangsung juga datang dari event Ethereum Community Conference (EthCC) yang akan berlangsung tanggal 19-21 Juli 2022 di Paris dengan lebih dari 250 pembicara, salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin. Acara tersebut akan menjadi ajang berkumpulnya komunitas kripto yang besar untuk membahas penggantian protokol proof-of-work dengan proof-of-stake untuk ETH.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.705 atau naik 15% dari harga US$ 1.500 dalam beberapa hari ke depan. Namun, diperkirakan akan terlebih dahulu pengujian di zona US$ 1.500 pada akhir minggu ini.
Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 189.654.182.613. Jumlah koin yang beredar 121.618.324 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Pergerakan ETH yang positif rupanya juga berdampak pada Ethereum Classic (ETC). Afid melihat ETC mencatat keuntungan signifikan yang sebagian didukung oleh aktivitas jaringan pada blockchain Ethereum utama, khususnya peningkatan The Merge yang dijadwalkan untuk bulan September.
“Faktor tersebut tampaknya mendorong harga ETH di samping mendorong penembusan harga ETC. Gerakan bull ETC telah dirasakan dalam tujuh hari terakhir, di mana harga Ethereum Classic telah memberikan momentum kenaikan yang kuat menandai fase konsolidasi,” ucap Afid.
ETC menempati urutan ketiga di antara aset kripto berkinerja terbaik dalam tujuh hari terakhir di belakang Lido DAO (151,03%) dan Polygon (58,73%). Harga ETC kemungkinan besar akan kembali tembuh ke level US$ 28,12 atau naik 20% dari harga US$ 23,36.
Ethereum Classic (ETC) sendiri adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.
Peringkat ETC di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #25, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.385.422.000. Pasokan yang beredar 135.898.262 koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.
3. STEPN (GMT)
Analisis teknikal STEPN (GMT).
STEPN (GMT) diperkirakan akan bullish pada pekan ini. Menurut Afid, ada beberapa faktor penyebab sentimen positif yang membuat harga GMT bisa naik. Salah satunya, pengumuman STEPN yang telah mengumpulkan keuntungan US$ 122,5 juta melalui biaya platformnya pada Q2 2022.
“STEPN juga kabarnya berencana untuk menggunakan 5% dari keuntungan yang dihasilkan untuk memulai program buyback dan burn GMT. Proses program buyback and burn mungkin memakan waktu beberapa minggu untuk diselesaikan untuk menghindari memicu volatilitas harga yang tiba-tiba,” jelas Afid.
Selain itu, Selain itu, platform juga akan mengalokasikan cadangan modal untuk meningkatkan fitur yang ada dan membangun tim. Tujuannya adalah untuk meningkatkan adopsi brand secara keseluruhan.
Dalam 24 jam terakhir, token GMT sedang mengalami koreksi. Analisis teknikalnya, pola konsolidasi mengantisipasi bahwa begitu STEPN menembus resistance US$ 1,10 atau level support US$ 0,79, pergerakan kenaikan harga 29% mungkin akan mengikuti. Harga GMT bisa mencapai US$ 1,33.
Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #69, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 643.629.277. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.
4. THORChain (RUNE)
Analisis teknikal THORChain (RUNE).
Selanjutnya adalah THORChain (RUNE) yang berpotensi bullish. Token RUNE dipengaruhi oleh sentimen positif dari THORChain yang akhirnya mengaktifkan program Killswitch yang secara progresif akan menghentikan dukungan varian token RUNE berbasis BEP-2 dan ERC-20.
Token BNB.RUNE dan ETH.RUNE akan semakin kehilangan nilainya selama 12 bulan ke depan, karena proyek ini bertujuan untuk mendorong adopsi varian RUNE yang terpadu sepenuhnya yang memungkinkan interoperabilitas lebih kuat.
“Berdasarkan analisis teknikalnya, kenaikan signifikan terjadi hingga 32,6% dari harga RUNE menjadi US$ 3,3. Level resistance RUNE sendiri berada di US$ 3,28 dan US$ 3,88. Sedangkan, level support di US$ 1,77 dan US$ 1,28.
THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.
Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar US$ 926.264.614. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.
5. Chainlink (LINK)
Analisis teknikal Chainlink (LINK).
Aset kripto potensi bullish terakhir pekan ini adalah Chainlink (LINK). Menurut Afid, nilai LINK digerakan oleh sentimen positif kabar Chainlink yang telah memberi tahu penggunanya tentang serangkaian integrasi.
“Bakal terjadi integrasi terutama terlihat di berbagai chain antara 11 Juli dan 17 Juli. Chainlink mencatat 16 integrasi dari empat layanannya di tujuh rantai yang berbeda. Ini termasuk Avalanche, BNB Chain, Ethereum, Ethereum Rinkeby testnet, Fantom, Optimism, dan Polygon,” jelas Afid.
Di antara tanggal 11-17 Juli 2022, harga LINK telah tumbuh 5%. Selama periode tersebut, kapitalisasi pasar naik 4% dari US$ 2,88 miliar menjadi US$ 3,01 miliar. Reli bullish kemungkinan besar akan mendorong harga LINK ke US$ 7,66 atau naik sekitar 14% dari harga US$ 6,7.
Peringkat LINK di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.480.997.928. Pasokan yang beredar 467.099.971 koin LINK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin LINK.
Axie Infinity (AXS) membuka daftar aset kripto potensi bearish pekan ini. Menurut Afid, nilai AXS bakal dipengaruhi oleh sentimen negatif dari berita kekecewaan pada gamers dan komunitas soal platform game Axie Infinity yang tidak berfungsi optimal.
“Setelah membuka kembali Ronin Bridge, platform AXS tampaknya mendapatkan permasalahan baru yang membuatnya proses transaksi setoran dari blockchain Ethereum tidak optimal. Hal ini kemungkinan besar akan mempengaruhi nilai AXS beberapa hari ke depan,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam reli bullish yang singkat, namun rentan. Fase bearish dapat melakukan pemogokan pada pergerakan harga yang mungkin mencoba menarik token kembali ke kisaran harga yang lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 15,69 atau turun 11% dari US $ 17,77.
Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #41, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.411.068.377. Pasokan yang beredar 82.475.674 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.
2. Celo (CELO)
Analisis teknikal Celo (CELO).
CELO masuk dalam fase bearish diakibatkan oleh jaringan blockchain Celo yang mengalami pemadaman pada Rabu (13/7). Peristiwa downtime tersebut telah menghentikan produksi blok baru di jaringan secara tiba-tiba.
“Efek dari downtime jaringan blockchain Celo dalam membuat penarikan harga CELO. Di indikator teknis, Celo menunjukkan momentum bearish. Saat ini level support-nya berada di titik US$ 0,75-US$ 0,68 dan resistance-nya di US$ 0,90-US$ 1. Alhasil, CELO bisa turun hingga US$ 0,92 dari harga US$ 1,03,” kata Afid.
CELO sendiri adalah aset asli ekosistem blockchain Celo. Proyek ini bertujuan memperkenalkan kenyamanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) kepada pengguna smartphone yang tidak memiliki rekening bank di seluruh dunia. Token CELO dirancang untuk memfasilitasi transaksi dan proses tata kelola di platform.
Peringkat CELO di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #82, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 463.177.924. Pasokan yang beredar 450.833.963 koin CELO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CELO.
3. Helium (HNT)
Analisis teknikal Helium (HNT).
Helium (HNT) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bearish pekan ini. Afid melihat sentimen buruk HNT masih diselimuti oleh jaringan Internet of Things (IoT) blockchain Helium yang ditutup selama 4 jam pada pekan lalu.
“Dampak dari pemadaman masih bisa menekan harga Helium. Dampak dari peristiwa tersebut adalah masih adanya gangguan pembagian rewards mining dan transfer token yang dibiarkan tertunda,” ungkap Afid.
Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar bisa turun sebesar 9% dari harga US$ 11,13 ke US$ 9,89 dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, level support HNT berada di US$ 9,20-US$ 9 dan level resistance-nya ada di US$ 9,70-US$ 10.
Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #45, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.248.936.843. Jumlah koin yang beredar 122.175.058 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.
Selain HNT, Voyager Token juga masih betah dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Afid mengungkap VGX akan mengalami penurunan pada pekan ini, akibat perusahaan yang tidak dikenal MetaFormLabs telah memulai kampanye untuk memompa VGX sebagai bagian dari paket penyelamatan Voyager.
Token VGX Voyager sempat melonjak 178% mencapai tertinggi intraday US$ 0,891 sebelum jatuh kembali ke sekitar US$ 0,559. Kenaikan harga ini bertepatan dengan munculnya tagar Twitter yang disebut #PumpVGXJuly18 yang ramai pada Kamis (14/7) lalu.
“VGX memang sempat meroket meskipun beberapa minggu yang bergejolak untuk broker kripto, Voyager Digital yang telah mengajukan perlindungan kebangkrutan. Dalam hal prediksi harga VGX dapat melihat harganya turun menjadi US$ 0,450 selama beberapa hari mendatang, karena ada penarikan yang kuat dan indikator pergerakan yang sudah overbought,” kata Afid.
Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #163, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 137.314.481. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.
5. Tornado Cash (TORN)
Analisis teknikal Tornado Cash (TORN).
Tornado Cash adalah platform yang menyediakan solusi privasi non-kustodian terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum. Afid menerkan nilai TORN akan masuk ke fase bearish pada pekan ini.
Menurut Afid, penyebab penurunan harga bisa berdampak dari komunitas Tornado Cash yang telah memilih untuk menolak proposal untuk memperkuat perbendaharaannya. Proposal tersebut menentang untuk mengubah TORN menjadi ETH (wETH) untuk membantu mendiversifikasi perbendaharaan.
“Lebih dari dua pertiga komunitas Tornado menolak proposal untuk menjual TORN-v-1 dengan diskon 20% agar mendapatkan ETH menggunakan agregator pertukaran terdesentralisasi 1inch. Nilai Tornado Cash kini lebih rendah 6,99% pada perdagangan 24 jam terakhir, menghasilkan harga saat ini Rabu (20/7) US$ 24,86. Pergerakan harga bisa turun hingga US$ 23,80 atau anjok 8%,” ungkap Afid.
Peringkat TORN di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #542, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 27.264.765. Jumlah koin yang beredar 1.099.795 koin TORN dan maksimal pasokan 10.000.000 koin TORN.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Pergerakan market aset kripto pada hari Senin (18/7) terpantau masih berenergi. Hal ini sudah berlangsung sejak pekan lalu, walaupun kemarin sempat terlihat kurang bergairah.
Melansir situs CoinMarketCap, Senin (18/7) pukul 11.00 WIB, ada 10 aset kripto big cap kompak naik ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik 0,58% ke US$ 21.252 per keping dalam sehari terakhir.
Kemudian, Ethereum (ETH) naik 3,24% ke level US$ 1.402. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA) dan XRP mengalami kenaikan masing-masing 0,89, 0,29%, 0,42% dan 0,26%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan meskipun secara keseluruhan pergerakan market awal pekan ini kuat tipis menghijau, tapi harga aset bakal terus bergerak di rentang sempit sampai investor mendapat gambaran mengenai prospek ekonomi ke depan.
“Prospek ke depan tekanan di market kripto semakin berat setelah nilai Dolar AS semakin kuat sejak pekan lalu. Saat ini, investor menanti kepastian mengenai kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan bank sentral AS, The Fed, demi menekan inflasi tanpa harus menimbulkan efek samping berupa resesi ekonomi. Terlebih inflasi AS bulan Juni masih sangat tinggi 9,1%. Jika merunut pada data historisnya, data inflasi AS selalu memukul kinerja pasar kripto,” kata Afid.
Afid melanjutkan The Fed sendiri rencananya akan menggelar rapat bulanannya pada 26-27 Juli mendatang. Sehingga, pergerakan harga kripto bakal terbilang sideways setidaknya hingga The Fed mengumumkan kesimpulan rapat FOMC-nya bulan ini.
Di samping itu, optimisme investor semakin goyah menyusul deretan kabar buruk dari industri kripto global. Seperti, Celsius yang akhirnya mengajukan kebangkrutan ke pengadilan niaga New York dan OpenSea untuk memangkas 20% dari jumlah karyawannya.
“Selanjutnya, kabar dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang melarang warganya untuk memanfaatkan aset digital dan token utilitas sebagai alat pembayaran barang dan jasa di Rusia. Putin telah mengesahkan Undang-Undang yang melarang pembayaran digital di negara tersebut,” jelasnya.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.
Kendati demikian, bisa dibilang kondisi pasar kripto saat ini lebih sehat dibanding sebelum-sebelumnya. Sebab, pelaku pasar terpantau sangat reaktif terhadap kabar-kabar positif yang menyangkut jaringan blockchain. Seperti, Celsius melunasi utangnya ke dua platform keuangan terdesentralisasi, Compound dan Aave, serta kabar baik Ethereum siap upgrade jaringan di bulan September mendatang.
Sentimen positif lainnya ada di ekosistem kripto yang membuat market kembali tumbuh datang dari beberapa kabar, mulai dari Binance yang menyelesaikan burn periode triwulanan ke-20 dari token aslinya, BNB sekitar hampir 1,96 juta BNB (sekitar US$ 444,6 juta).
Selain itu ada Polygon Network yang memperluas cakupan infrastruktur Web3 miliknya dengan Walt Disney Company. Dampaknya nilai Polygon (MATIC) meroket 18,39% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, platform Celsius dikabarkan juga telah melunasi utangnya kepada platform keuangan terdesentralisasi, Aave.
Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini
Khusus untuk analisis pergerakan Bitcoin sendiri, menurut Afid, kemungkinan besar pergerakan pada pekan ini masih dalam kisaran US$ 18.000 hingga US$ 22.000, setidaknya sampai investor memiliki tanda yang lebih jelas apakah The Fed dapat menekan inflasi tanpa membuat ekonomi global ke dalam resesi.
“Dari sisi teknikal, BTC saat ini memiliki titik support terdekat di level US$ 20.000 dengan target kenaikan terdekat ke US$ 21.300 hingga US$ 22.500. Namun, pergerakan ini sebenarnya masih dalam rentang sideways dan belum bisa dikatakan masuk ke fasebullish, karena harus tembus level resistance-nya di US$ 23.300,” tutur Afid.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.
Dinamika market kripto pekan ini menjadi pertanda bahwa altcoin season sudah semakin panas. Hal ini tercermin dari pergerakan BTC yang mulai tidak selaras dengan koin lainnya, terutama Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC) yang melonjak tinggi.
Dalam jangka pendek, ETH terjebak di antara titik support US$ 1.313 dan resistance di US$ 1.386. Harga lebih dekat ke level atas saat ini, yang berarti bahwa bull lebih kuat daripada bear. Dalam hal ini, skenario yang lebih mungkin adalah perdagangan ETH sideways antara US$ 1.300-US$ 1.400.
“Ethereum Classic (ETC) nilainya pagi ini tumbuh 18,21% dengan volume trading melonjak 144% capai US$ 1,3 miliar dalam sehari terakhir. Hal ini terjadi menjelang pembaruan jaringan Ethereum bernama The Merge,” pungkas Afid.
Indeks ketakutan dan kerakusan di pasar kripto (Crypto Fear and Greed Index) menunjukkan tanda-tanda positif. Hal ini, lantaran secara signifikan kedua hal ini meningkat ke level tertinggi dua bulan.
Menurut laporan Bloomberg, jika melihat sentimen pasar menunjukkan comeback besar untuk aset kripto tak lama lagi, atau paling tidak memperlambat kenaikan tingkat aksi jual.
Dalam index tersebut, terlihat nilai yang menggembirakan sebesar 19 pada tanggal 6 Juli. Meskipun nilai ini menunjukkan sentimen pasar soal “Extreme Fear” di dalam pasar kripto, hal tersebut masih merupakan peningkatan dari nilai 6 yang dicapainya pada 18 Juni.
Mengutip artikel Arcane Research, laporan Bloomberg mengemukakan kebangkitan pasar yang muncul berdasarkan metrik ini.
“Sentimen di pasar kripto telah tertekan selama beberapa bulan, tetapi kami melihat sedikit peningkatan minggu ini. Sementara kami masih merasa nyaman di area Extreme Fear, dan kami sekarang mendorong ke arah area Fear, supaya pasar sedikit lebih optimis daripada yang kami lihat akhir-akhir ini,” tulis keterangan di artikel Arcane Research, Selasa (19/7).
Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 20 Juli 2022 pukul 07.00 WIB.
Selain indikasi dari Fear and Greed Index, volume perdagangan Bitcoin tampaknya berjalan normal setelah lonjakan besar-besaran dicatat pada bulan Juni.
Pergerakan ini menunjukkan banyak aktivitas perdagangan, karena sebagian besar investor menggunakan aksi jual. Volume perdagangan rata-rata 7 hari telah kembali ke nilai sedikit di bawah US$ 40 miliar, yang dianggap sebagai level normal.
Dalam salah satu kinerja bulanan terburuknya sejak awal, Bitcoin mengakhiri bulan Juni dengan penurunan 37% dalam harganya dari awal bulan.
Diketahui, harga Bitcoin sendiri di akhir bulan bernilai US$ 19.000. Kinerja buruk Bitcoin telah dikaitkan dengan kebijakan makroekonomi yang tidak menguntungkan yang diperhitungkan oleh inflasi yang meningkat.
Meskipun kinerja yang kurang baik tumpah ke jam-jam pertama di awal Juli, tampaknya ada metrik yang menggembirakan untuk Bitcoin pada bulan ini. Volume perdagangan aset telah naik 53% bulan ini.
Karena, kinerja tampaknya tergantung pada arah pergerakan harga Bitcoin, altcoin utama sudah mengungguli kripto sulung pada bulan Juli.
Di lain pihak, peneliti dari Korea Selatan mengatakan bahwa musim dingin kripto akan berakhir sebelum tahun keuangan berakhir. Namun, upaya Federal Reserve AS untuk meningkatkan ekonomi Amerika Serikat dapat terus mempengaruhi pasar kripto sementara itu.
Penelitian dilakukan oleh bursa domestik Korbit dan dilansir Maeil Kyungjae. Unit penelitian bursa memperkirakan bahwa musim dingin kripto yang “berkepanjangan”, ditandai dengan harga Bitcoin (BTC) dan altcoin yang rendah atau stagnan.
Prediksi pun masih akan berlanjut selama berbulan-bulan, tetapi akan berakhir sebelum akhir kuartal keempat tahun keuangan saat ini.
Para peneliti melihat tren dari musim dingin kripto sebelumnya, dan menggambar paralel dengan kemerosotan yang dimulai pada akhir 2018.
“Penurunan pasar ini mirip dengan ‘musim dingin kripto ketiga,’ yang dialami pasar antara akhir 2018 dan awal 2019,” ungkap Jeong Seok-moon, kepala unit penelitian Korbit, Selasa (19/7).
Kendati demikian, Jeong berpendapat bahwa kebijakan moneter terkait pengetatan The Fed telah memicu kemerosotan pada akhir 2018. Kemerosotan ini, diklaim tidak seperti musim dingin kripto pertama dan kedua, yang disebabkan oleh faktor internal di pasar aset kripto. (Im)
Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF) memiliki tujuan project untuk membangun infrastruktur dan protokol blockchain. Keduanya sama-sama punya fokus untuk menyediakan protokol infrastruktur di dunia layanan keuangan desentralisasi (DeFi).
Jika secara singkat disimpulkan, FIO Protocol (FIO) merupakan protokol blockchain terdesentralisasi yang bertujuan untuk memungkinkan cara yang lebih baik dalam mengirim dan menerima koin dan token kripto.
Sementara, RSK Infrastructure Framework (RIF) adalah rangkaian protokol infrastruktur terbuka dan terdesentralisasi yang memanfaatkan kontrak pintar di atas jaringan Bitcoin untuk memungkinkan pengembangan dApps yang lebih mudah, lebih cepat dan terukur.
Jika kamu penasaran ingin tahu lebih lanjut soal aset kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF) yang sudah listing di Tokocrypto, bisa simak artikel di bawah ini.
Fio Protocol (FIO)
Apa Itu Fio Protocol (FIO)?
FIO atau Foundation for Interwallet Operability adalah konsorsium terdesentralisasi dari organisasi blockchain dan anggota komunitas yang mendukung pengembangan, integrasi dan promosi Fio Protocol.
Platform Fio Protocol bukan wallet, tetapi layanan terdesentralisasi yang menjembatani kesenjangan antara titik akhir kripto, seperti wallet, exchange, dan aplikasi lain tempat aset kripto disimpan dan/atau ditransfer.
FIO Protocol bertujuan untuk memungkinkan cara yang lebih baik dalam mengirim/menerima koin dan token. Protokol ini menata ulang dan memungkinkan cara yang lebih baik untuk mengirim dan menerima nilai berbasis blockchain, terlepan dari wallet, exchange, token atau koin yang digunakan.
Apa yang Membuat Fio Protocol (FIO) Unik?
Token FIO adalah token utilitas asli dari infrastruktur blockchain proyek, FIO Chain, dan digunakan untuk biaya gas transaksi dan tata kelola on-chain. FIO Chain menggunakan Delegated Proof-of-Stake (DPoS) untuk mencapai konsensus jaringan.
Block Producers dipilih oleh pemegang token FIO melalui voting on-chain. Siapapun dapat mendaftar untuk menjadi BP dan menghasilkan blok jika mereka menerima suara yang cukup. Berikut adalah fitur utama Fio Protocol (FIO):
FIO addresses bertindak sebagai pengidentifikasi dompet yang dapat dibaca manusia (username@domain) untuk pengguna di FIO Protocol. Pendaftaran FIO addresses dapat dilakukan melalui aplikasi terintegrasi FIO atau melalui situs pendaftaran. FIO addresses memiliki biaya tahunan dalam token FIO, dan terikat dengan 100 transaksi gratis.
FIO Request memungkinkan pengguna untuk memulai transaksi menggunakan FIO addresses. Permintaan ini disimpan dalam rantai, dengan metadata (misalnya mata uang) yang dienkripsi menggunakan pertukaran kunci Diffie-Hellman.
FIO Data adalah metadata transaksi. Metadata ini dapat berkisar dari memo bentuk bebas hingga data terstruktur (misalnya detail setoran). Tim membayangkan FIO Data sebagai sarana untuk mendukung perdagangan terdesentralisasi, di mana data yang ditransaksikan (misalnya faktur, tanggal) dapat disimpan secara on-chain. FIO Data juga dapat menyertakan metadata blockchain, seperti transaksi.
Peringkat FIO di situs CoinMarketCap pada Rabu (20/7) jam 08.00 WIB adalah #504, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 30.206.292. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 600.138.864 koin FIO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin FIO.
RSK Infrastructure Framework (RIF)
Apa Itu RSK Infrastructure Framework (RIF)?
RSK Infrastructure Framework (RIF) adalah rangkaian protokol jaringan lapisan ketiga di atas Bitcoin yang menyediakan berbagai solusi berdasarkan teknologi blockchain seperti pembayaran, penyimpanan dan domaining (RNS).
IOV Labs yang awalnya mengembangkan platform RIF dengan infrastruktur berbasis blockchain terbuka yang akan memungkinkan inklusi keuangan global dan menjembatani kesenjangan antara teknologi baru dan adopsi massal. Semua layanan RIF dirancang untuk memfasilitasi interaksi komunitas global pengembang dan teknologi blockchain.
Bitcoin telah terbukti mempermudah transfer nilai peer-to-peer yang tahan sensor dan sekarang RIF, didukung oleh RSK, bertujuan untuk menambahkan lapisan identitas, penyimpanan, komunikasi, gateway, pembayaran mikro, dan gateway untuk membantu penyediaan Decentralized Sharing Economies (aktivitas ekonomi berbasis peer-to-peer yang terdesentralisasi) untuk melindungi hak individu dan pengguna.
Ilustrasi aset kripto RSK Infrastructure Framework (RIF).
Token RIF dimaksudkan agar para pemegang token mana pun dapat menggunakan layanan infrastruktur terdesentralisasi yang kompatibel dengan Spesifikasi Protokol OS RIF.
Layanan tersebut termasuk layanan infrastruktur yang dikembangkan pihak ketiga, dan aplikasi lainnya yang mungkin diintegrasikan ke RIF OS Marketplace dan setuju untuk menerima Token RIF sebagai sarana untuk mengakses/menggunakan layanan atau aplikasi. Termasuk penyedia layanan infrastruktur di RIF OS Marketplace akan diminta untuk menyetor sejumlah Token RIF yang akan dikunci untuk melindungi konsumen dari pelanggaran perjanjian layanan.
Apa yang Membuat RSK Infrastructure Framework (RIF) Unik?
RSK Infrastructure Framework (RIF) adalah rangkaian protokol infrastruktur terbuka dan terdesentralisasi yang menopang pengembangan aplikasi terdistribusi (dApps) yang lebih cepat, mudah, dan skalabel secara satu pintu.
RIF mencakup dukungan jaringan pembayaran off-chain yang terdesentralisasi dengan pihak ketiga; satu set API untuk kelancaran dan keamanan komunikasi antara aplikasi yang terdesentralisasi; dan kemudahan interface untuk pengembang.
Ilustrasi aset kripto RSK Infrastructure Framework (RIF).
Akses dan pembayaran untuk layanan RIF dilakukan berdasarkan Token RIF, yang memudahkan pengembang mengakses rangkaian layanan yang dibangun melalui protokol RIF seperti Identitas, Pembayaran, Umpan Data, Penyimpanan dan Komunikasi termasuk layanan infrastruktur yang dikembangkan pihak ketiga, dan aplikasi lain yang mungkin digunakan pada kerangka kerja RIF yang dapat menerima Token RIF sebagai sarana untuk mengakses menggunakan layanan atau aplikasi.
Peringkat RIF di situs CoinMarketCap pada Rabu (20/7) jam 08.00 WIB adalah #281, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 82.604.596. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 850.953.339 koin RIF dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF) Listing di Tokocrypto
Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF).
Trading FIO/USDT, FIO/BTC, FIO/BUSD, RIF/USDT dan RIF/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 19 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran FIO dan RIF di Tokocrypto sebagai persiapan trading.
DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.
Pada 16 Juli 2022, perwakilan dari Ethereum (ETH) menyatakan sebuah informasi melalui Twitter terkait peluncuran Ethereum 2.0.
Superphiz, nama dari pihak yang bertanggung jawab atas jaringan Beacon dari Ethereum, menyatakan bahwa perubahan dari Proof of Work menuju Proof of Stake untuk Ethereum akan segera diluncurkan pada September 2022.
Tanggal Peluncuran Ethereum 2.0
Pada Sabtu, 16 Juli 2022, Superphiz atau dengan nama asli Evan Van Ness membuat sebuah cuitan melalui Twitter yang menjelaskan tanggal peluncuran Ethereum 2.0 secara bertahap.
Ia menyatakan bahwa mulai dari akhir Juli 2022 hingga September 2022 Ethereum akan memulai proses Merge atau perpindahan dari jaringan Proof of Work ke Proof of Stake.
Dikabarkan bahwa tahap pertama dari proses ini adalah peluncuran jaringan uji coba Goerli dan Prater untuk para developer menguji coba jaringannya. Peluncuran jaringan ini akan dilaksanakan pada 27 Juli 2022 atau 28 Juli 2022 dengan pengumuman peluncuran ini paling lambat pada 29 Juli 2022.
Setelah itu, berikutnya adalah peluncuran jaringan uji coba bernama Prater Bellatrix yang akan membawa perubahan ke Proof of Stake semakin dekat. Peluncuran jaringan ini akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2022 dan kemudian akan membawa penggabungan dengan teknologi dari jaringan uji coba Goerli pada 11 Agustus 2022.
Setelah itu, pada 18 Agustus 2022 hingga awal September 2022 akan ada Merge atau penggabungan resmi dari jaringan utama Goerli dan Prater yang mencerminkan proses penggabungan jaringan Proof of Work lama dan Proof of Stake baru.
Terakhir, adalah peluncuran Ethereum 2.0 yang akan dilaksanakan pada 19 September 2022. Tanggal ini menjadi tanggal resmi peluncuran menurut Evan Van Ness dan kemungkinan tidak akan berubah.
Ethereum Foundation memberikan pernyataan langsung mengenai perubahan Ethereum dari Proof of Work menuju Proof of Stake ini.
“Perlu diingat bahwa Beacon Chain (Jaringan Proof of Stake Ethereum) bergerak berbeda dengan jaringan utama Ethereum saat ini yang bergerak dengan Proof of Work. The Merge akan terjadi setelah kedua jaringan ini bersatu.”
Ethereum Foundation
Intinya Ethereum Foundation menyatakan, bahwa saat ini Ethereum akan mulai menggabungkan antara jaringan Proof of Work yang saat ini digunakan, dengan Beacon Chain, jaringan Proof of Stake yang selama ini hanya digunakan untuk staking.
Setelah kedua jaringan ini menyatu, nantinya Ethereum 2.0 akan meluncur dan siap untuk digunakan.
Pada 20 Mei 2022, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, membuat sebuah pernyataan pada acara di Shanghai, China.
“Kabar terbesar untuk ethereum tahun ini adalah The Merge atau perubahan dari Proof of Work ke Proof of Stake. Kami telah berusaha untuk mengubah jaringan ke Proof of Stake sejak Ethereum didirikan, dan jaringan baru ini sudah mulai dikerjakan sejak tujuh tahun yang lalu dan akhirnya jika semua berjalan sesuai rencana, peluncuran akan terjadi di musim panas ini.”
PENDIRI ETHEREUM, Vitalik Buterin
Vitalik appearing (virtually) at the Shanghai #ETH Summit with latest update on the merge.
— ☀🌸Crypto Eri 203k Followers (beware of imposters) (@sentosumosaba) May 23, 2022
Dengan pernyataan tersebut Vitalik Buterin menyatakan bahwa Ethereum 2.0 atau perubahan jaringan ini adalah kabar terbesar positif untuk Ethereum. Bersama kabar ini harga ETH juga terlihat bergerak naik, kemungkinan besar karena volume beli yang meningkat.
Menurut laporan dari CoinShares jumlah investasi dari investor institusional terhadap produk berbasis Ethereum mengalami peningkatan yang signifikan. Ini bisa menjadi alasan mengapa harga ETH berhasil bergerak naik dalam beberapa hari terakhir.
Menurut data dari CoinGlass, terlihat bahwa saat ini mayoritas trader juga memiliki pandangan positif karena banyaknya likuidasi posisi short di pasar derivatif. Harga ETH juga mengalami apresiasi signifikan yaitu sekitar 35% dari 13 Juli 2022 dan sekitar 14% pada hari ini, Selasa (19/7).
Tapi mengingat volatilitas yang tinggi di pasar kripto saat ini, serta setiap hari Senin yang umumnya membawa pergerakan negatif, trader dan investor tetap diharapkan untuk berhati-hati. Ada kemungkinan dengan tingginya apresiasi harga beberapa hari terakhir, pasar akan bergerak turun untuk menormalisasi pergerakan jangka pendek.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan rekomendasi baru yang mengimbau negara-negara berkembang untuk mulai merancang regulasi terkait kripto. PBB memperingatkan risiko keuangan yang tinggi jika membiarkan industri kripto tak diatur.
Dalam sebuah dokumen berjudul “All that glitters is not gold” yang dirilis pada Juni lalu, Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Conference on Trade and Development/UNCTAD) menyatakan, kerugian yang ditimbulkan oleh kripto di negara-negara berkembang jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Dokumen itu juga meminta agar negara-negara berkembang memberlakukan wajib daftar bagi seluruh wallet kripto dan melarang iklan yang terkait dengan aset kripto.
“Ini bukan soal menyetujui atau tidak menyetujui tetapi menunjukkan bahwa ada risiko yang terkait dengan kripto. Ini adalah rekomendasi yang berlaku untuk setiap produk keuangan yang memiliki risiko tinggi dan dana pengembaliannya tidak pasti,” ujar ekonom yang juga pejabat senior di UNCTAD, Penelope Hawkins, dikutip dari Decrypt.
UNCTAD juga memperingatkan, kripto dapat mengancam stabilitas keuangan negara-negara berkembang. Kripto dinilai bisa membuka jalan bagi aktivitas keuangan ilegal, menyulitkan pihak berwenang untuk membatasi aliran modal, serta membahayakan kedaulatan mata uang resmi negara.
Lembaga PBB itu merekomendasikan agar pemerintah bisa mengenakan pajak atas transaksi yang menggunakan teknologi blockchain. Pemerintah juga diminta untuk mewajibkan exchange kripto untuk memiliki lisensi.
Selain itu, UNCTAD mengeluarkan gagasan agar lembaga keuangan negara dilarang memegang aset digital dan dilarang menawarkan layanan terkait kripto. Negara-negara berkembang juga diimbau untuk membatasi atau melarang iklan dari perusahaan kripto di tempat umum atau di platform media sosial.
“Ini adalah hal yang mendesak untuk melindungi konsumen di negara-negara dengan tingkat literasi keuangan yang rendah yang dapat menyebabkan kerugian yang signifikan,” ujar UNCTAD, dalam dokumen tersebut.
Profesor hukum di Willamette University College of Law, Rohan Grey, yang juga konsultan PBB, mengatakan, kurangnya aturan mengenai kripto bisa memicu aksi penipuan.
“Ekosistem belum sepenuhnya matang dan dewasa. Membiarkan (industri kripto) untuk memasarkan dirinya sendiri bagaikan mengonsumsi sebuah obat yang belum melalui uji BPOM, tetapi sudah dinyatakan bisa menyembuhkan kanker,” jelasnya.
Rekomendasi terakhir menyebutkan, negara-negara berkembang diminta mengembangkan sistem pembayaran sendiri yang berfungsi layaknya infrastruktur publik. Pemerintah juga bisa mengeksplorasi pembuatan mata uang digital bank sentral (CBDC).
PBB Ingin Tingkatkan Adopsi Kripto di Seluruh Dunia
Salah satu faktor yang mendorong UNCTAD untuk merilis rekomendasi tersebut adalah meningkatnya adopsi kripto di seluruh dunia, yang turut dipercepat oleh pandemi. Mata uang kripto yang dibangun di atas teknologi blockchain, menawarkan kemudahan dan perlindungan uang dari depresiasi dan inflasi.
Meski mengeluarkan kebijakan demikian, PBB pernah beberapa kali terjun ke dunia blockchain. Awal tahun ini, PBB merayakan Hari Perempuan Internasional dengan koleksi NFT Boss Beauty Role Models.
Pada 2021, PBB mendukung kompetisi DigitalArt4Climate yakni kontes pembuatan NFT bertema perubahan iklim. Karya pemenang ditampilkan di Konferensi Perubahan Iklim di Skotlandia.
Di tahun yang sama, United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) meluncurkan NFT di Ethereum untuk merayakan HUT ke-75 dan menggalang dana.
Seorang analis sekalligus ahli strategi kripto telah melihat bahwasanya Bitcoin akan membentuk reli eksplosif, setelah koreksi terbaru saat ini berakhir.
Analis terssbut bernama Credible dengan ratusan follower di Twitter, memperkirakan BTC akan kembali merosot dari level harga US$ 22.000 ke US$ 19.000, sebelum memicu reli kuat yang membawanya kembali ke US$ 30.000.
Grafik pergerakan harga Bitcoin.
Dari gambar di atas, ia melihat harga yang telah terejeksi dari Zona Merah akan menyelam lebih rendah. Hal ini diprediksi untuk menemukan pijakan baru untuk reli kuat, seperti Garis Hijau yang ada pada gambar.
Credible menggunakan teori analisis teknikal Elliot Waves, yang mencoba memprediksi pergerakan harga dengan mengikuti psikologis trader kebanyakan yang cenderung bermanifestasi dalam gelombang pergerakan harga (waves).
Selain itu, dalam sebuah video, analis ini juga mengatakan bahwa penurunan ke US$ 19.000 adalah iklim yang sehat bagi aset kripto utama ini. Pasalnya, penurunan tersebut memungkinkan BTC mencetak struktur Higher Low yang Bullish.
“Sebuah retracement yang dalam tidak apa-apa. Sebuah retracement yang dalam membuat hitungan Bullish tetap utuh. Setelah menelusuri kembali sedalam itu dan menempatkan di titik Higher Low, jika Anda berhasil kembali di atas tertinggi ini dan kemungkinan menembus US$ 22.000, koreksi ini merupakan gelombang dua dan kita mendapatkan gelombang yang lebih kuat ke sisi atas,” ungkap Credible via Twitter, Rabu (13/7).
Dalam analisanya, Credible melihat harga akan melesat hingga ke US$ 32.000, meski akan membentuk semacam pergerakan korektif kecil di kisaran US$ 25.000–US$ 27.600, yang merupakan bagian dari struktur gelombang (waves) yang bullish untuk BTC.
Tentu saja, pandangan ini akan berlaku saat dolar AS juga mencapai puncak dari relinya, yang telah hinggap tertinggi selama 20 tahun.
Biasanya, harga akan menemukan titik pembalikan dari sini, sehingga jika dolar AS pada akhirnya terperosok dari posisinya saat ini, maka dasar pijakan untuk BTC dapat terbentuk, karena selera risiko akan tercipta saat mata uang AS kehilangan kekuatannya. [St]
Bali United menjadi klub sepak bola ketiga di Indonesia yang resmi bakal merilis Fan Token kripto dalam waktu dekat. Langkah Bali United mengikuti jejak Persib dan Persija yang sudah bergabung untuk membangun industri kripto dan blockchain di Indonesia.
Supporter Bali United yang akrab disapa Semeton Bali akan dapat segera menikmati pengalaman menjadi lebih terlibat dan lebih dekat bersama klubnya melalui Fan Token aset kripto.
Langkah Bali United yang akhirnya memiliki Fan token sendiri mengikuti jejak klub-klub top dunia yang dalam beberapa tahun ke belakang, sebut saja Manchester City dan Barcelona. Fan Token merupakan aset digital yang memberi akses bagi para fans untuk menjadi lebih terlibat dengan klub favoritnya.
Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.
Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri mengatakan senang dapat bermitra dengan Socios.com, platform Fan Token terkemuka di dunia yang telah bekerja dengan klub-klub top seperti Paris Saint-Germain, Barcelona, Manchester City, dan banyak lagi.
“Kami ingin memperkenalkan fan token kami kepada Semeton sebagai cara baru untuk mendukung dan lebih terlibat dengan tim favorit mereka. Nantinya, supporter dapat memengaruhi beberapa keputusan klub melalui kepemilikan Fan Token,” kata Yabes.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Chiliz dan Socios.com, Alexandre Dreyfus mengungkapkan menyambut baik Bali United FC ke dalam jaringan Socios.com. “Kami tahu gairah penggemar sepak bola di Indonesia sangat besar. Socios telah memberikan penggemar di seluruh dunia akses eksklusif ke beberapa nama besar di sepak bola, namun kami berkomitmen untuk membangun jaringan kami di tingkat domestik di Indonesia, dengan menciptakan peluang keterlibatan dan pengalaman unik bagi para penggemar fanatik di sini.”
Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.
Tahun ini, Socios.com menargetkan 500 polling bagi komunitas pemilik fan token sebagai salah satu privilege yang membuat pemilik Fan Token dapat memengaruhi keputusan klub favoritnya, seperti menentukan desain ruang ganti pemain atau pesan yang dikampanyekan tim saat pertandingan. Socios.com bersama klub-klub mitranya juga akan membagikan banyak hadiah bagi para pemilik fan token, seperti official merchandise maupun promo eksklusif.
Lebih dari 1,5 juta pengguna dari 167 negara telah mengunduh aplikasi Socios.com, di mana pengguna dapat memiliki Fan Token klubnya dan memperoleh akses untuk mengikuti polling yang memengaruhi sejumlah keputusan klub, mendapatkan hadiah, pengalaman VIP dan mengakses game serta penawaran lainnya yang tersedia secara eksklusif untuk para pemilik Fan Token.
Socios.com didukung oleh Chiliz, penyedia blockchain terkemuka dunia untuk industri olahraga dan hiburan. Chiliz memiliki kantor regional di Madrid, London, São Paulo Istanbul, Miami, Malta dan Lyon. Chiliz $CHZ mata uang digital dari platform Socios.com dan pengaktif jaringan dari blockchain Chiliz Chain 2.0 (CC2) yang baru, yang memungkinkan para pelaku industri olahraga dan hiburan untuk mengakses potensi besar Web3, tersedia di semua bursa aset kripto terbesar di dunia.
Analis Satoshi Labs, Josef Tetek, berkata Bitcoin (BTC) menawarkan investor jalur investasi terbaik untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang, selama disimpan secara mandiri. Dilansir dari Forkast, Tetek memberikan analisa soal investasi Bitcoin dan inflasi.
Inflasi di Uni Eropa menembus rekor 8,1 persen pada bulan Mei, sementara inflasi di AS mencapai rekor 40 tahun setinggi 9,1 persen. Asia Pasifik mulai menyusul dan mengalami inflasi rata-rata 4,5 persen antara Januari dan Maret 2022.
Penyebab inflasi adalah harga kebutuhan pokok dan BBM yang meningkat disertai permasalahan rantai pasokan. Inflasi diperkirakan bertambah parah dengan adanya konflik Rusia Ukraina serta keberlanjutan pandemi COVID-19.
Selain itu, inflasi terutama dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral. Di tengah kondisi pasar yang melesu dikarenakan inflasi, Bitcoin bisa menjadi instrumen investasi yang aman.
Kebijakan moneter bertujuan memicu inflasi melalui pencetakan uang (quantitave easing) dan menjaga tingkat suku bunga dekat nol persen.
Setelah berjalan, mengendalikan inflasi bukan hal mudah. Selama berdekade, mandat utama bank sentral adalah menjaga kestabilan harga dan tingkat inflasi tahunan pada angka dua persen.
Tetapi Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (FED) mengubah sikap terhadap inflasi. The Fed memakai strategi inflasi fleksibel sedangkan ECB mengabaikan mandat kestabilan harga tersebut.
Kebijakan yang dianut saat ini untuk menghindari keruntuhan pasar modal dan kebangkrutan karena inflasi liar adalah memicu kepailitan halus melalui pelemahan mata uang. Hal tersebut merupakan kabar buruk bagi penabung, pekerja upah dan pensiunan sebab daya beli melemah.
Investasi Bitcoin untuk Jangka Panjang
Bitcoin merupakan aset yang aman dari pelemahan daya beli akibat kebijakan moneter. Bitcoin memiliki karakteristik uang yang kuat, yaitu tahan lama, dapat dibagi, mudah dipindahkan dan diverifikasi.
Bitcoin dapat disimpan secara aman oleh individu demi menjamin kekayaan yang didapat melalui kerja terlindungi dari pelemahan mata uang dan inflasi.
Demi mencapai tujuan tersebut, penyimpanan Bitcoin secara mandiri sangat penting. Beragam kasus seperti Celsius Network, perusahaan peminjaman kripto, membekukan penarikan nasabah dengan dalih kondisi pasar yang ekstrim.
Bitcoin milik nasabah yang disimpan pada bursa sentralistik seperti Coinbase atau platform seperti Celsius diambil alih perusahaan ketika masalah mulai bermunculan. Investor dapat menyimpan Bitcoin secara mandiri memakai hardware wallet.
Kendati demikian, Bitcoin mengalami periode volatilitas tinggi dan tren bearish. Hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan Bitcoin menjadi standar moneter global yang netral.
Dengan mempertimbangkan faktor bear market, Bitcoin menjadi pilihan investasi konservatif bagi investor yang ingin menumbuhkan kekayaan secara jangka panjang. [ed]