Tag Archives: cryptocurrency

Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

Kondisi aset kripto, seperti Bitcoin dan market secara keseluruhan terpantau tertekan sepanjang awal Mei 2022. Melansir CoinMarketCap pada Senin (9/5) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto utama terlihat masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) terjerembab 2,27% dalam 24 jam terakhir dan bertengger di $ 33.602,87 per keping. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) turun 3,27% ke $ 2.450,26 per keping di waktu yang sama.

Altcoin lainnya pun bernasib serupa. Nilai BNB merosot 3,14% dalam sehari belakangan. Sementara itu, nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Terra (LUNA) masing-masing anjlok 3,46%, 4,46% dan 3,72% di waktu yang sama.

Tren Turun Bitcoin

Nasib Bitcoin kini sedang mendung. BTC gagal menembus tren naik jangka pendek karena sinyal momentum berubah negatif. BTC menahan reli di level $ 40.000 selama beberapa bulan terakhir dan turun 47% dari level tertinggi sepanjang masa sekitar $ 69.000 yang dicapai pada November tahun lalu.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ada beberapa faktor fundamental yang membuat harga BTC tertekan. Mulai dari kebijakan bank sentral AS, the Fed, telah memberi dampak besar pada Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

“Jadi peningkatan volatilitas pasar dalam beberapa waktu terakhir ini dapat dikaitkan dengan kenaikan inflasi, krisis geopolitik dan kekhawatiran atas kebijakan moneter yang lebih ketat oleh The Fed. Nilai BTC terus terbebani oleh tekanan makroekonomi dan sentimen umum pasar yang belum pulih,” kata Afid pada Senin (9/5).

Lebih lanjut, Afid menambahkan fluktuasi harga Bitcoin baru-baru ini juga masih berhubungan dengan ketidakpastian yang berkelanjutan atas pandemi COVID-19 dan tindakan regulasi baru oleh pemerintah AS, termasuk perintah eksekutif Joe Biden.

Pergerakan Bitcoin dan altcoin, saat ini berkorelasi dengan aset sensitif risiko lainnya seperti saham, terutama saham teknologi, selama beberapa bulan terakhir. Saham-saham teknologi pun berguguran. Nilai saham Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta kompak terjerumus lebih dari 1%.

Secara lebih umum, dari data analisis on-chain sebagian besar investor jangka pendek telah menjual kepemilikan BTC mereka sebagai reaksi terhadap penurunan harga. Aksi jual mereka mungkin berkontribusi terhadap penurunan nilai Bitcoin. Nilai pasar BTC saat ini sekitar $ 662 miliar, setara dengan 39,4% dari ekonomi crypto senilai $ 1,68 triliun.

Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

Proyeksi Harga Bitcoin Awal Mei 2022

Afid mengatakan secara keseluruhan market kripto masih cenderung terus turun. Pada grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant, BTC berisiko menembus di bawah rata-rata pergerakan tembus sekitar $ 30.000. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjun ke area $ 25.000—$ 27.000 yang faktanya bakal sangat menyakitkan bagi banyak investor.

“Jika BTC tembus ke harga $ 27.000, berarti capai level terendah dari Juli 2021 lalu. Meski begitu, penurunan ini mungkin akan berlangsung lama dan pemulihan harga tampaknya lebih cepat,” ucapnya.

Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.
Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.

Dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di level support-nya $ 34.000. Jika harga terus menuju ke bawah level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000.

“Tapi mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000, selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan ke $ 30.000,” jelasnya.

Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

Dalam grafik CryptoQuant, Bitcoin masih menunggu konfirmasi, baik Short Squeeze maupun Long Squeeze. Jika garis ungu mengalami kejatuhan, berarti akan dampak likuidasi untuk posisi long, maka berkurangnya leverage membuat harga mengalami penurunan berkelanjutan atau Short Squeeze.

“Untuk Short Squeeze sebaliknya, tapi market lebih melihat ke arah Short Squeeze daripada Long Squeeze. Tidak ada penahanan lagi untuk mengalami kenaikan dan akhirnya market ambrol,” pungkasnya Afid.

Baca juga: Ini Skema Perhitungan Pajak Kripto di Tokocrypto Berlaku 1 Mei 2022



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Membakar Koin BNB Senilai $ 740 Miliar, Harganya Bakal Naik?

Platform exchange kripto terbesar di dunia, Binance, menghapus lebih dari 1,8 juta koin BNB dari peredaran, menyelesaikan pembakaran atau burning periode triwulanan ke-19. CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa proses tersebut membuktikan sifat deflasi aset BNB.

Dilaporkan Crypto Potato, BNB Chain (BNB), koin kripto asli dari Binance mengalami pembakaran ke-19 pada 19 April lalu. Perusahaan mengirim 1.830.382 BNB yang bernilai lebih dari $ 741 juta (setara Rp 10 triliun) pada saat transaksi ke dompet yang hanya dapat menerima token tetapi tidak dapat mengirim apa pun.

Upaya pembakaran koin atau burning memang umum dilakukan oleh sejumlah pengembang kripto. Pasalnya, dengan cara mengurangi pasokan koin yang beredar, nilai koin bisa meningkat.

Baca juga: Mirip Plant vs Zombies, Begini Cara Main Game NFT Plant vs Undead

Harga BNB Bakal Naik?

Coindesk melaporkan pembakaran akan dilakukan harga rata-rata $ 403 per BNB. Koin BNB diluncurkan pertama kali pada tahun 2017. aset kripto tersebut telah memperkuat ekosistem BNB Chain dan BNB Smart Chain.

Untuk melenyapkan sejumlah BNB dari total pasokan saat ini, pihak Binance menggunakan sistem pembakaran otomatis. Mekanisme pembakaran otomatis menyesuaikan jumlah BNB yang akan dibakar berdasarkan harga BNB dan jumlah blok yang dihasilkan pada BNB Smart Chain (BSC) selama kuartal tersebut.

Ilustrasi aset kripto BNB.
Ilustrasi aset kripto BNB.

Sementara itu, data menunjukkan perkiraan 1,8 juta BNB berada di jalur yang akan dibakar pada kuartal berikutnya, diharapkan sekitar bulan Agustus mendatang. Pembakaran perusahaan sebelumnya terjadi pada bulan Januari lalu. Saat itu, Binance membersihkan BNB senilai hampir $ 800 juta dari peredaran.

Saat penulisan artikel pada Kamis (21/4) pukul 08.00 WIB harga BNB terpantau di situs CoinMarketCap diperdagangkan di level Rp 6.030.770. Performa harga BNB mengalami kenaikan sebesar 2,47 persen dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extreme Fear

Penurunan harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan ini, membuat metrik Fear and Greed Index menunjukan posisi fase ketakutan ekstrem atau Extreme Fear. Faktanya, metrik tersebut berada dalam kondisi yang terburuk sejak akhir Januari lalu, ketika harga aset turun menjadi $33.000.

Berdasarkan pantauan situs CoinMarketCap, nilai Bitcoin terus anjlok hingga hari Selasa (10/5) pukul 08.00 WIB, harga BTC berada di $ 31.027,13, turun 9,15% dalam 24 jam terakhir. Sementara, laporan data dari Coingecko, harga BTC anjlok 13,4 persen dalam dua pekan terakhir.

Jatuhnya harga BTC yang hebat ini mengakibatkan perubahan dalam sentimen pasar secara keseluruhan, yang ditunjukkan oleh Bitcoin Fear dan Green Index. Dengan memeriksa posting media sosial komunitas, survei, volatilitas, volume perdagangan dan lainnya menentukan perasaan umum terhadap aset kripto terpopuler tersebut.

Bitcoin Fear dan Green Index
Bitcoin Fear dan Green Index masuk fase Extreme Fear.

Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

Investor Bitcoin Merasa Takut

Metrik Bitcoin Fear dan Green Index menunjukkan hasil akhir dari 0 (ketakutan ekstrem) hingga 100 (ketamakan ekstrem). Hasilnya Bitcoin telah berada di wilayah ketakutan sejak pertengahan April, tetapi penurunan harga terbaru mendorongnya ke ketakutan yang ekstrem.

Menurut laporan Crypto Potato, metrik menunjukan posisi BTC yang berada di posisi terendah sejak penurunan akhir Januari lalu. Performa Bitcoin di awal Mei juga tidak begitu bagus.

Anjloknya harga BTC membuat para investor dan trader mengalami ketakutan hingga melakukan penjualan. Aksi jual ini turut memicu penurunan harga BTC. Tidak berhenti sampai di situ, anjloknya harga Bitcoin turut memicu penurunan harga altcoin.

Tren Bitcoin Bakal Terus Turun

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di supportnya $ 34.000. Sekarang masih berada di bawah level support-nya dan menunggu konfirmasi pada candle daily.

“Jika harga menutup di bawah garis level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000. Tapi, mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000 selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan hingga capai $ 30.000,” kata Afid.

Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

Baca juga: Proyeksi Analis: Harga Bitcoin Menguat Pasca $ 25 Ribu, November 2022

Bulan Mei biasanya merupakan periode musiman yang kuat untuk saham dan kripto. Alasannya secara historis, Bitcoin telah mengalami kenaikan transaksi 17% di bulan Mei dalam 9 tahun terakhir.

Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi investor untuk memasuki pasar setelah tiga bulan melakukan perdagangan sideways. Namun, melihat penurunan yang hebat dan banyaknya sentimen negatif, membuat pergerakan naik akan jauh lebih sulit.



Sumber : news.tokocrypto.com

Miliarder Ini Tak Heran Jika Harga Bitcoin Turun Jadi US$ 10 Ribu

Di tengah kesengsaraan pasar kripto, miliarder ini tak heran jika harga Bitcoin (BTC) akan terus turun, hingga US$ 10.000.

Saat ini, harga Bitcoin masih belum dapat pulih, terus turun dan mencetak low baru, meski dolar AS mulai melemah akibat langkah The Fed yang menaikkan suku bunga ke 75 basis poin.

Harga Bitcoin Turun ke US$ 10.000

Berdasarkan laporan Finbold, miliarder dan CEO dari DoubleLine Capital, Jeffrey Gundlach, yakin bahwa harga Bitcoin akan turun jauh dari US$20.000, yang dianggap orang-orang sebagai titik potensial untuk membangun pijakan pemulihan.

Jeffrey beranggapan bahwa harga kripto utama akan terus turun, tidak lebih dari US$10.000, yang telah ia ungkapkan dalam wawancara CNBC’s Closing Bell: Overtime.

Saat pewawancara menanyakan prediksi Jeffrey tentang seberapa rendah Bitcoin akan jatuh, ia mengatakan bahwa tren kripto jelas tidak positif saat ini.

Baca juga: Harga Bitcoin Agresif, Pasca The Fed Naikkan Suku Bunga Tertinggi

“Pada Juli tahun lalu, Bitcoin naik menjadi US$60.000 atau lebih, kemudian turun menjadi US$30.000… Pada akhirnya itu akan jatuh dan kemudian harus bangkit kembali tetapi terus masuk, sepertinya sedang dilikuidasi. Jadi saya tidak bullish pada US$20.000 atau US$21.000 pada Bitcoin. Saya tidak akan terkejut sama sekali jika harganya mencapai US$10.000,” tambahnya.

Di sisi lain, sudut pandang Jeffrey tampak berseberangan dengan ahli strategi komoditas dari Bloomberg, Mike McGlone, yang justru melihat US$20.000 sebagai titik terendah untuk BTC, alias bottom level.

Baca juga: Era Bearish Pasar Kripto Semakin Tegas, Kapan Akan Berakhir?

Mike pun meyakini bahwa BTC nantinya akan menjadi produk investasi penting, sehingga harganya akan melesat ke US$100.000 pada tahun 2025, satu tahun pasca halving terbaru BTC.

Dan yang patut disorot saat ini adalah, kekhawatiran terjadinya resesi, pasca langkah agresif the Fed dalam menaikkan suku bunga. Beberapa analis memperkirakan ini akan terjadi pada pertengahan 2023.

Dan jika resesi terjadi, maka pernyataan Robert Kiyosaki, penulis buku keuangan terlaris, Rich Dad Poor Dad, akan menjadi kenyataan.

Robert berpendapat bahwa, AS akan jatuh ke dalam resesi karena ulah the Fed, sehingga emas, perak dan Bitcoin akan menyelamatkan kekayaan Anda. Ia pun mengatakan bahwa ini layak untuk dibeli sebanyak-banyaknya.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Bitcoin, US$ 209 Ribu pada Tahun 2025

Prediksi harga Bitcoin berdasarkan bagan “Bitcoin Cycle Repeat”, bisa mencapai US$ 209 ribu per BTC pada tahun 2025. Halving 2024 adalah salah satu komponen terpentingnya. Bagan pun harus dianggap sebagai sekadar teori. Bagan yang mirip, yakni S2F karya PlanB, sudah dikritik tajam oleh Vitalik Buterin.

Dengan tren saat ini, harga Bitcoin diprediksi bisa menjadi US$ 209 ribu pada Oktober 2025. Harga itu ditandai sebagai harga puncak tertinggi setelah Halving (after halving top) tahun 2024.

Angka prediksi, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai FOMO (fear of missing opportunity) itu, berdasarkan data dari bagan (chartBitcoin Cycle Repeat dari situs BuyBitcoinWorldWide.

Ada belasan bagan lain yang cukup berfaedah membantu Anda belajar lebih banyak tentang konsep, teori dan model proyeksi. Situs itu sebelumnya berdomain Digitalik.net yang sangat popular dan diakusisi oleh BuyBitcoinWorldWide pada tahun lalu.

Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Bermain Game Kawaii Island NFT Agar Cuan!

Bagan itu menunjukkan bagaimana jadinya jika dari perubahan harga hari ini, atau pada hari lain di masa lalu, akan mengulangi polanya dari siklus sebelumnya. Satu siklus penuh adalah 1458 hari (4 tahun) dan data di bagan itu diperbarui setiap 5 menit.

“Bagan Bitcoin Cycle Repeat menggunakan pergerakan rata-rata harga BTC selama 1.458 hari terakhir dan mengulangi pergerakan tersebut lagi untuk memprediksi harga setiap hari selama 1.458 hari ke depan. Bagan ini juga menampilkan harga teratas setelah halving sebelumnya serta puncak setelah setiap halving yang akan datang,” tertera di bagian penjelasan bagan itu oleh pengelola situs.

Karena tidak diperuntukkan sebagai acuan utama dan akurat, menurut BuyBitcoinWorldWide, angka proyeksi 1.458 hari mendatang harus dianggap hanya sebagai perkiraan.

“Keakuratan bagan ini sangat bergantung pada ‘perilaku Bitcoin’ untuk berulang dengan sempurna. Pun ada banyak alasan mengapa Bitcoin mungkin berkinerja baik ataupun sebaliknya dibandingkan tren 1.458 hari sebelumnya. Maka, bagan ini harus dilihat sebagai teori saja,” tulis BuyBitcoinWorldWide, dengan catatan harga acuan berdasarkan data dari CryptoCompare.

Dan entah karena memang kebetulan, pada 17 Januari 2020, berdasarkan bagan itu, harga Bitcoin diprediksi akan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) baru pada Oktober 2021.

Faktanya yang diketahui publik, ATH terkini adalah pada 8 November 2021 di kisaran US$69 ribu. Bagan Bitcoin Cycle Repeat menerakan ATH itu sebagai “after halving top” di harga US$67.549.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin, US$209 Ribu pada Tahun 2025

Nah, ketika artikel ini ditulis, Jumat (24/6/2022) dini hari, harga BTC di bagan itu tertera US$ 20.300 per BTC dengan acuan harga Kamis (23/6/2022)-price end of day, berdasarkan data CryptoCompare.

Dengan sandaran itu, berdasarkan prinsip dan variabel bagan, harga puncak setelah Halving ke-4 tahun 2024 diprediksi bisa mencapai US$ 209.851 pada 27 Oktober 2025.

prediksi harga bitcoin

Dalam rentang waktu yang pendek, dengan harga harian yang serupa, harga BTC diprediksi menjadi US$ 10.051 pada 2 Desember 2022. Harga itu “dianggap” sebagai support level terbesar yang melentingkan harga kripto itu berada di atas Moving Average (MA) 200 hari dan MA 1458 hari.

Perlu ditegaskan kembali, bahwa bagan ini harus dianggap sebagai teori saja dan tidak boleh dijadikan acuan utama dalam mengambil keputusan, pasalnya bagan ini lebih mengarah pada teknikal dan tentu saja tidak memasukan faktor makroekonomi, sebagaimana model Stock-to-Flow (S2F) rancangan PlanB, yang dinilai oleh Vitalik Buterin “sangat berbahaya.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar

Pendiri dan CEO MicroStrategy, Michael Saylor, mengatakan, bahwa harga Bitcoin yang sedang ambruk saat ini adalah peluang beli yang sangat besar. Sementara itu hasil survei Bloomberg menunjukkan, BTC diproyeksikan bisa jatuh ke US$ 10 ribu, akibat terus menguatnya dolar AS.

MicroStrategy, perusahaan publik asal Amerika Serikat, memang sejak tahun 2020 melakukan pembelian Bitcoin secara besar-besaran. Mereka menilai kripto itu sebagai alat lindung nilai ketika terjadi inflasi.

“Saat ini adalah peluang beli yang besar terhadap Bitcoin. Saat ini adalah entry point yang tepat,” ucap Saylor kepada CNBC belum lama ini.

Pernyataan Saylor itu, sejatinya menegaskan pendapatnya sejak lama, bahwa BTC memiliki keunggulan relatif dibandingkan kelas aset lain seperti emas.

Namun, pada kenyataannya, ketika inflasi tinggi 8,6 persen di AS, justru harga Bitcoin terkoreksi besar-besar, hampir 70 persen dari puncak tertinggi sebelumnya pada November 2021 di kisaran US$ 69 ribu.

harga bitcoin
Grafik harga Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin dan Kripto Lainnya Terbang saat Data Inflasi AS Meroket

Satu risiko besar yang menghampiri perusahaan itu adalah, margin call, yang dapat memaksa perusahaan menjual sebagian dari lebih dari 130.000 BTC. BTC sebanyak itu dijadikan agunan untuk meminjam uang dari Silvergate Bank beberapa waktu lalu untuk membeli BTC tambahan. Status margin call terjadi, mana kala harga BTC jatuh di besaran tertentu, karena perusahaan harus mengembalikan dana pinjaman secara rutin setiap bulan.

Sebenarnya Bitcoin sebagian komponen utama di pasar kripto bukanlah satu-satunya pasar yang mengalami aksi jual besar-besaran. Sepanjang Juni 2022 saja, indeks Dow Jones Industrial Average melandai di -0,62% dan Indeks S&P -0,92 persen memasuki wilayah bearish.

Pasar saham dan pasar kripto yang melandai adalah dampak dari menguatnya dolar AS yang ditandai dengan indeks dolar (DXY) sudah mencapai 108 (tertinggi sejak Oktober 2002), akibat kebijakan kenaikan suku bunga oleh The Fed sejak Maret.

Jika inflasi terus tinggi, diperkirakan The Fed akan terus menaikkan suku bunganya, hingga inflasi dapat ditekan hingga di kisaran 2 persen.

Secara teknikal berdasarkan indikator RSI mingguan, harga Bitcoin saat ini berada di wilayah sangat oversold, yang menandakan tekanan jual yang besar mulai mereda.IKLAN

harga bitcoin
Grafik harga Bitcoin.

Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

RSI ini melampaui oversold 12 Januari 2015 pada time frame mingguan dan menyamai oversold 12 Januari 2012.

Namun demikian, masih ada ruang penurunan berikutnya, setidaknya berdasarkan hasil survei oleh Blooomberg yang dirilis beberapa hari lalu. Sejumlah pelaku pasar, lewat hasil survei Bloomberg yang digelar pada awal Juli 2022 lalu, memproyeksikan harga Bitcoin bisa jatuh lagi di kisaran US$10 ribu. [ps]

Artikel ini telah tayang di Blockchainmedia.id dengan judul Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar





Sumber : news.tokocrypto.com

Reli Harga Bitcoin Terhenti Pasca Laporan Tesla Jual BTC

Bitcoin (BTC) mengalami minggu terbaiknya sejak Maret, dengan nilai naik 12% sejak hari Minggu (17/7), dan Ethereum (ETH) bahkan lebih baik, naik 15%. Namun pada hari Rabu (20/7) reli tampaknya agak terhenti, pasca berita buruk di industri kripto.

Pawai BTC menuju US$ 24.000 tampaknya bakal mengambil jeda singkat setelah berita utama media mengumumkan bahwa Tesla telah menjual 75% dari posisi Bitcoin-nya. Ditelusuri dari data pendapatan Q2 Tesla, menunjukkan bahwa perusahaan mobil listrik itu telah menjual 75% kepemilikan Bitcoinnya untuk mendapatkan uang tunai sebesar US$ 963 juta ke neraca.

Tak lama setelah berita Tesla tersiar, harga Bitcoin mundur dari tertinggi hariannya di US$ 24.280 menjadi US$ 22.900, sebelum stabil di sekitar US$ 23.500. Dan pada saat artikel ini ditulis harga Bitcoin duduk di US$ 23.186 (Rp 347 juta).

Ilustrasi Tesla jual Bitcoin.
Ilustrasi Tesla jual Bitcoin.

Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

Berita Buruk dari Minecraft dan Zipmex

Kemunduran tak terduga dari pergerakan market kripto ini mungkin juga membantu membawa sedikit perspektif pasar kepada investor yang siap menyerukan diakhirinya bear market. Kapitalisasi pasar kripto keseluruhan sekarang mencapai US$ 1,035 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 42,7%.

Sementara kemunduran untuk Bitcoin sejauh ini relatif ringan, beberapa altcoin mengalami penurunan yang lebih tajam karena kenaikan harga baru-baru ini menciptakan peluang bagus bagi para investor untuk membukukan beberapa keuntungan.

Sentimen negatif lain datang juga dari Mojang Studios, pengembang game Minecraft yang berbalik arah dengan memutuskan untuk melarang NFT di platformnya. Perusahaan juga mengkritik “harga spekulatif” dan “mentalitas investasi” di sekitar NFT yang menghilangkan pengalaman game dan mendorong pencatutan sehingga merugikan playability game jangka panjang.

“NFT dapat membuat model kelangkaan dan pengecualian yang bertentangan dengan Guideline kami dan semangat Minecraft,” kata Mojang Studios.

Ilustrasi Zipmex. Foto: Zipmex.
Ilustrasi Zipmex. Foto: Zipmex.

Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

Di sisi lain exchange kripto, Zipmex, yang umumkan melakukan penghentian sementara untuk proses penarikan dana dan aset kripto. Saat ini terpantau Zipmex juga menghentikan berbagai kegiatan yang direncanakan sebelumnya di media sosial.

Berdasarkan keterangan yang dipublikasi Zipmex di media sosial, keputusan ini diambil karena kondisi market yang sangat volatil, berbagai peristiwa besar tidak terduga yang mengubah kondisi pasar atau Black Swan, dan kesulitan finansial perusahaan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Sejumlah negara sedang semakin dekat dengan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC), termasuk Indonesia. Australia tampaknya selangkah lebih cepat untuk menerbitkan CBDC dengan meluncurkan proyek pilot.

Reserve Bank of Australia (RBA) telah meluncurkan rencana untuk memeriksa potensi manfaat ekonomi dari memperkenalkan CBDC. Otoritas mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (9/8) bahwa pihaknya akan melakukan proyek pilot atau percontohan selama setahun untuk mengeksplorasi kasus penggunaan yang inovatif dan model bisnis untuk CBDC.

Selain itu, RBA juga ingin mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pertimbangan teknologi, hukum dan peraturan. Mereka akan bermitra dengan Digital Finance Cooperative Research Center (DFCRC), kelompok industri yang didukung pemerintah, untuk proyek tersebut.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market 

Uji Kelayakan CBDC di Australia

RBA juga akan mengundang para pelaku industri untuk mengembangkan kasus penggunaan khusus yang menunjukkan bagaimana CBDC dapat menyediakan layanan pembayaran dan penyelesaian yang inovatif untuk rumah tangga dan bisnis.

Hasil uji coba akan menginformasikan penelitian yang sedang berlangsung tentang keinginan dan kelayakan CBDC di Australia, kata RBA.

“Proyek ini merupakan langkah penting berikutnya dalam penelitian kami tentang CBDC,” kata Wakil Gubernur RBA, Michele Bullock dikutip Al Jazeera.

“Kami berharap dapat terlibat dengan berbagai peserta industri untuk lebih memahami potensi manfaat yang dapat dibawa CBDC ke Australia.”

Berlomba Terbitkan CBDC

Menurut International Monetary Fund (IMF), sekitar 100 negara sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan CBDC, dengan sejumlah yurisdiksi termasuk China dan Bahama sudah mendistribusikan mata uang digital mereka di antara publik.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Industri Kripto dan Blockchain Tetap Jadi Incaran Venture Capital

Pendukung CBDC mengatakan teknologi yang baru lahir akan memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah, mempromosikan inklusi keuangan, dan memberi bank sentral fleksibilitas yang lebih besar dalam kebijakan moneter.

Meskipun, berbagi beberapa kesamaan dengan aset kripto, CBDC berbeda dari token digital seperti Bitcoin karena dikendalikan oleh otoritas pusat.

Sementara, aset kripto beroperasi pada jaringan peer-to-peer yang dikenal sebagai blockchain, yang terdesentralisasi sehingga tidak ada satu orang atau kelompok yang melakukan kontrol.

Indonesia Terbitkan Whitepaper CBDC pada Akhir 2022

Bank Indonesia terus mendalami CBDC dan akhir tahun ini berada pada tahap untuk mengeluarkan whitepaper pengembangan Digital Rupiah. BI mengatakan terdapat perbedaan CBDC alias Rupiah Digital dengan uang elektronik atau e-money. Secara sederhana, uang elektronik didefinisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk elektronik di mana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu.

Pengguna uang elektronik harus menyetorkan uangnya terlebih dahulu kepada penerbit dan disimpan dalam media elektronik sebelum menggunakannya untuk keperluan bertransaksi.

Sementara, CBDC adalah uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral, dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal. CBDC akan bertindak sebagai representasi digital dari mata uang suatu negara.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 6 April 2022: Pasar Kripto Belum Stabil

Kondisi market aset kripto masih belum stabil di awal bulan April 2022. Dari pantauan situs Coinmarketcap hari Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) masih nyaman berada di harga $ 45.195 saat artikel ini ditulis dan merupakan penurunan 2,62% dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya juga bernasib tidak jauh berbeda. Nilai Ethereum (ETH) anjlok 4,74% ke $ 3.344,06 per keping di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat walaupun market kripto belum stabil, peluang altcoin yang berada di 10 besar big cap tetap berpeluang bullish pekan ini. Ia mencontohkan Solana (SOL) dan Cardano (ADA) akan berpeluang naik masing-masing sekitar 20% dan 10%.

Overall market masih mendominasi ke altcoin. Sementara, Bitcoin sedang mengalami sideaways, kondisi ketika harga suatu aset yang diperdagangkan di pasar bergerak relatif datar, karena kurangnya sentimen positif akhir-akhir ini,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Lebih lanjut Afid menjelaskan secara umum, pergerakan aset kripto masih dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang kembali ragu-ragu menanamkan dananya ke pasar berisiko, termasuk kripto.

Hal tersebut terjadi setelah The Fed kembali menyebarkan komentar mengenai kebijakan moneternya yang ketat ke publik. Pengetatan moneter The Fed akan menuntun investor untuk mencari aset yang lebih aman dan berbondong-bondong meninggalkan aset spekulatif.

Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Maret ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Solana (SOL)

Ilustrasi analisis teknikal Solana (SOL).

Solana membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pada pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan nilai SOL kemunginan besar akan melonjak, pasca kabar integrasi NFT marketplace, OpenSea dengan Solana pada tanggal 12 April mendatang.

“OpenSea akan mengintegrasikan Solana pada bulan April ini untuk memperluas ekosistem NFT di platformnya. Langkah ini telah lama ditunggu-tunggu oleh industri sehingga menimbulkan sentimen positif di market. Dari analisis teknikal, SOL berpeluang meningkat harganya sekitar 20% hingga $ 153,” kata Afid.

Solana adalah proyek open source yang menggunakan teknologi blockchain permissionless, untuk menyediakan sebuah solusi decentralized finance (DeFi). Protokol Solana dirancang untuk memfasilitasi pembuatan decentralized app (DApp).

Peringkat SOL di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar $ 41.606.279.924. Jumlah koin yang beredar  325.728.501 koin SOL dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. PancakeSwap (CAKE)

Ilustrasi analisis teknikal PancakeSwap (CAKE).

CAKE masuk dalam daftar aset kripto bullish pekan ini dengan alasan adanya peningkatan smart contract MasterChef. Afid mengatakan MasterChef V2 yang baru  menjanjikan lebih banyak hadiah kepada para pemegang CAKE.

“PancakeSwap sedang bersiap untuk rilis MasterChef V2, smart contract yang mengontrol farming dan staking di aplikasi terdesentralisasi. Upgrade ini akan membawa berbagai peningkatan fitur. Analisis teknikal melihat pergerakan CAKE bisa melonjak hingga 23% dengan harga mencapai $ 11,” tutur Afid.

PancakeSwap adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang dibangun di atas Binance Smart Chain (BSC) dengan biaya gas fee rendah dan transaksi yang cepat. Sementara, CAKE merupakan token asli dari PancakeSwap dengan standar BEP-20. CAKE ini berfungsi sebagai token tata kelola. 

Peringkat CAKE di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #51, dengan kapitalisasi pasar $ 2.694.502.970. Jumlah koin yang beredar  281.051.699 koin CAKE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. NEAR Protocol (NEAR)

Ilustrasi analisis teknikal NEAR Protocol (NEAR).

NEAR Protocol (NEAR) adalah blockchain layer-one yang dirancang sebagai platform komputasi awan yang dijalankan komunitas dan menghilangkan beberapa batasan, seperti kecepatan transaksi rendah, throughput rendah, dan interoperabilitas yang buruk. 

NEAR juga memiliki token utilitas asli sendiri dinamai “NEAR”. Pemegang token NEAR dapat berpartisipasi dalam tata kelola on-chain dari platform NEAR, atau mereka dapat memiliki suara validator atas nama mereka. Menariknya, pekan ini NEAR masuk dalam kripto potensi bullish.

“NEAR berpeluang mengalami bullish dengan peningkatan nilai mencapai 13 persen. harga NEAR diprediksi akan naik hingga $ 17. Penyebabnya datang dari sentimen positif yang ramai di Twitter, di mana NEAR mengumumkan peluncuran Unchainfund, kemitraan mereka dengan SialGP, dan pemenang MetaBUILD 2,” kata Afid.

Peringkat NEAR di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar $ 10.873.890.094. Jumlah koin yang beredar  661.739.117 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

Baca juga: Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

4. Cardano (ADA)

Ilustrasi analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 7 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 10% dengan harga mencapai $ 1,2.

Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh perilisan NFT dari rapper legendaris, Snoop Dogg di jaringan Cardano. Tidak hanya itu, Cardano menandai tonggak baru dengan menambahkan lebih dari 450.000 wallet baru di Q1 2022.  Ekosistem Cardano juga memiliki hampir 900 proyek blockchain.

“Pengumuman dari Snoop Dogg yang akan merilis koleksi NFT lagunya di jaringan Cardano membawa angin segar. Nilai ADA langsung melonjak dan akan berlangsung selama sepekan ke depan,” jelas Afid.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar $ 39.695.511.165. Jumlah koin yang beredar 33.752.555.544 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

5. Mines of Dalarnia (DAR)

Ilustrasi analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).

Afid melihat token DAR dalam waktu dekat berpotensi bullish. Peningkatan nilai DAR kemungkinan bisa mencapai lebih dari 24% dengan harga hingga $ 1,5 yang dikarenakan peluncuran Mainnet V2.0.

“Pengumuman peluncuran Mines of Dalarnia Versi 2.0 Mainnet pada 31 Maret lalu terus membawa harga DAR melonjak. Diperkirakan nilainya akan terus meningkat hingga Mainnet tersebut berhasil dirilis pada akhir April ini,” ungkap Afid.

Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #315, dengan kapitalisasi pasar $ 160.562.830. Jumlah koin yang beredar 123.200,000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Zcash (ZEC)

Ilustrasi analisis teknikal Zcash (ZEC).

Zcash akan berpeluang mengalami penurunan nilai pada pekan ini. Kondisi bearish ZEC dipengaruhi oleh sentimen negatif pada koin privasi. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat penurunan ZEC bisa sampai 15% dengan harga hingga $ 143.

“Koin privasi tidak menemukan banyak pendukung di antara regulator dan penegak hukum. Mereka dianggap dapat membantu menghindari sanksi dan pencucian uang. Ramainya kabar ini turut membuat nilai ZEC tertekan,” kata Afid.

Zcash adalah aset kripto terdesentralisasi yang berfokus pada privasi dan anonimitas. Ini menggunakan jaringan untuk memverifikasi transaksi tanpa mengungkapkan informasi sensitif apa pun tentang transaksi tersebut.

Peringkat ZEC di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar $ 2.346.559.236. Jumlah koin yang beredar 14.104.656 koin ZEC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin ZEC.

2. ApeCoin (APE)

Ilustrasi analisis teknikal ApeCoin (APE).

Aset kripto fenomenal, ApeCoin (APE) berpotensi kembali masuk fase bearish pada pekan ini. Afid melihat ApeCoin berisiko melakukan aksi jual besar-besaran karena APE turun 70% dalam dua minggu. Dari analisis teknikal, APE akan mengalami penurunan hingga 14% dengan harga sampai $ 10.

“Reli harga APE yang terjadi pada pertengahan Maret tampaknya sudah habis berkat penurunan 70% dalam dua minggu terakhir dan mungkin jatuh lebih jauh pada bulan April ini,” kata Afid.

Peringkat APE di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #45, dengan kapitalisasi pasar $ 3.247.030.354. Jumlah koin yang beredar 277.500.000 koin APE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin APE.

Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

3. Injective (INJ)

Ilustrasi analisis teknikal Injective (INJ).

Injective Protocol merupakan proyek blockchain yang memiliki ide revolusioner. Ini bertujuan untuk membuat pertukaran mata uang sepenuhnya terdesentralisasi atau jaringan yang dioperasikan publik. Artinya, pertukaran hanya dioperasikan oleh orang-orang yang memegang token INJ.

Meski memiliki fundamental yang baik, INJ pada pekan ini masuk dalam kripto berpotensi bearish. Afid melihat walaupun sempat terjadi kenaikan nilai hampir 100% pada pekan lalu, tapi pekan ini INJ mengarah ke penurunan.

“INJ saat ini tengah mengalami koreksi setelah overbought pada pekan lalu. Akibatnya berpotensi turun hingga 7% dan hargannya sampai $ 5,8,” ungkapnya.

Peringkat INJ di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #183, dengan kapitalisasi pasar $ 310.021.356. Jumlah koin yang beredar 48.653.971 koin INJ dan maksimal pasokan 100.000.000 koin INJ.

4. JUST (JST)

Ilustrasi analisis teknikal JUST (JST).

JUST adalah ekosistem decentralized finance (DeFi) baru yang populer untuk blockchain TRON. Produk ini adalah sebagian besar berpusat di sekitar platform pinjaman stablecoin terdesentralisasi dengan nama JustStable.

Pengelola Ekosistem koin Just (JST) adalah JUST Foundation, yang mencakup individu dari Alibaba, Tencent, IBM. Sementara tim analisis keuangan JUST berasal dari beberapa bank investasi global.

Afid menjelaskan JST berpotensi bearish karena nilainya sedang terdepresiasi. JST sudah sempat koreksi naik, namun akan tetap turun karen jauh dari level support-nya.

“JST berada dalam koreksi ke bawah karena nilai terdepresiasi. Kripto ini juga sudah alami fase overbought. Penurunan nilainya bisa capai 15 persen dan harganya anjlok sampai $ 0,06,” katanya.

Peringkat JST di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #126, dengan kapitalisasi pasar $ 555.121.871. Jumlah koin yang beredar 7.300.425.000 koin JST dan maksimal pasokan 9.900.000.000 koin JST.

5. SelfKey (KEY)

Ilustrasi analisis teknikal SelfKey (KEY).

SelfKey adalah platform identitas berbasis blockchain. Teknologi ini memberi individu, perusahaan, bursa, startup fintech, dan bank untuk platform mengelola data identitas atau biasa disebut KYC (Know Your Costumer).

Afid melihat KEY berpotensi bearish dengan penurunan nilai hingga 11 persen. Dari analisis teknikalnya harga KEY bisa anjlok sampai $ 0,006.

“KEY memang salah satu aset kripto yang kurang populer. Namun, beberapa waktu terakhir sempat mencuri perhatian sehingga pernah mengalami peningkatan harga yang tinggi. Tapi saat ini sudah overbought dan mengalami konsolidasi,” kata Afid.

Peringkat KEY di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #579, dengan kapitalisasi pasar $ 50.014.608. Jumlah koin yang beredar 5.124.969.446 koin KEY dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin KEY.

Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pelajari Strategi Margin Trading untuk Pemula

Kemajuan teknologi menjadikan bentuk mata uang tidak hanya sebatas uang fiat. Namun, perkembangan zaman mampu menghadirkan cryptocurrency yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi dan dapat dijadikan sebagai instrumen investasi. Lantas, pernahkah Anda ingin melakukan trading cryptocurrency tetapi mempunyai budget yang terbatas? Mungkin langkah yang satu ini bisa Anda coba, yaitu margin trading.

Apa Margin Trading Itu?

Secara sederhana, margin trading merupakan kegiatan perdagangan cryptocurrency dimana trader menggunakan dana pinjaman atau modal untuk meningkatkan daya beli. Umumnya, trader mendapatkan dana pinjaman dari pihak ketiga, seperti broker atau sering dikenal sebagai perusahaan sekuritas.

Pada intinya, trader dapat membeli cryptocurrency lebih banyak dari budget awal yang dimiliki dengan menggunakan dana pinjaman tadi. Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan keuntungan jika pergerakan pasar sesuai dengan yang ditargetkan. 

Mengenal Fasilitas Margin Trading: Margin dan Leverage

Untuk memahami margin trading lebih dalam, Anda harus mengetahui beberapa fasilitas atau fitur berikut:

Margin merupakan dana pinjaman yang Anda gunakan untuk meningkatkan investasi dan Anda harus membayarnya kembali dengan bunga. Selanjutnya, trader menggunakan margin untuk menciptakan leverage.

Leverage adalah peningkatan daya beli yang Anda miliki ketika memperdagangkan cryptocurrency menggunakan margin. Artinya, Anda dapat mendapatkan posisi yang lebih besar dibandingkan hanya menggunakan dana sendiri (tanpa dana pinjaman).

Apakah nilai leverage akan sama di setiap platform? Tentu tidak. Leverage maksimum yang Anda akses tentu berbeda-beda pada setiap platform. Biasanya, leverage tertulis menggunakan rasio, seperti 5:1, 20:1

Baca Juga: Pahami Apa Itu Day Trading Disini!

Strategi Margin Trading

Sebelum melakukan margin trading, berikut strategi yang harus Anda persiapkan sebagai pemula:

1. Mulailah dengan Angka Kecil dan Perlahan

Sebagai pemula, sebaiknya Anda memulai margin trading dari nilai yang kecil. Hal ini penting karena Anda harus mempelajari situasi terlebih dahulu sebelum beralih ke nilai yang lebih besar. Kemudian, pernyataan “Perlahan tapi Pasti” juga sangat cocok karena dapat mengurangi risiko kerugian.

2. Ketahui Besaran Biaya dan Likuiditas

Anda harus mengetahui secara rinci biaya yang Anda keluarkan untuk melakukan margin trading. Hal tersebut dikarenakan, untuk membuka posisi leverage, Anda akan membayar bunga atas modal yang Anda pinjam. Pastikan biaya yang Anda keluarkan tidak mengganggu persentase profit. 

Selain itu melansir dari Binance Academy, likuiditas pada cryptocurrency adalah kemampuan untuk menjual atau membeli aset di pasar tanpa menyebabkan perubahan harga yang drastis pada harga aset. Maka dari itu, jika Anda ingin menjual aset, pastikan terdapat aktivitas perdagangan dalam pasar dan pastikan juga angka penawaran serta angka permintaan jangan sampai berbeda jauh.

3. Manajemen Risiko: Stop Loss dan Take Profit

Penggunaan Stop Loss dan Take Profit pada margin trading memiliki tujuan untuk meminimalkan risiko dan kerugian jika pergerakan pasar tidak dapat diprediksi. 

Stop Loss digunakan untuk menetapkan batas rugi dalam pasar dan secara otomatis akan menutup posisi Anda jika mencapai batasan yang ditetapkan. Hal ini berlaku juga pada Take Profit, jika posisi sudah mencapai batas harga tertinggi, maka posisi akan otomatis tertutup dan Anda bisa mendapat keuntungan.

4. Perhatikan Faktor Fundamental dan Teknikal

Jangan lupa untuk perhatikan kedua faktor ini agar Anda paham keadaan pasar. Faktor fundamental mengarah kepada cakupan yang cukup luas, karena memegang peranan penting untuk pergerakan harga. Adapun faktor fundamental seperti analisis ekonomi, kinerja perusahaan,  keuangan, dan sebagainya. Sedangkan faktor teknikal, Anda dapat memperhatikan pergerakan harga historis pada grafik agar bisa memprediksi tren harga yang sedang berlangsung.

Ketahui Keuntungan dan Risikonya

Keuntungan utama dari margin trading cryptocurrency adalah Anda mendapatkan profit yang lebih besar. Terlebih jika pergerakan pasar dan prediksi harga sesuai dengan target yang Anda tetapkan, maka profit juga akan meningkat.

Namun, jika berbicara mengenai risiko margin trading, risiko terbesar yang mungkin Anda dapatkan adalah kerugian dana yang telah disiapkan. Maka dari itu, penting untuk mengedukasi diri serta mengetahui strategi yang baik agar terhindar dari kerugian, salah satunya adalah margin call. 

Margin call terjadi ketika nilai aset dalam margin trading mengalami penurunan pada titik tertentu yang menyebabkan loss (rugi) dan broker meminta Anda untuk menambahkan margin agar meminimalkan risiko. Maka dari itu, penting untuk memantau level margin Anda secara aktif.

Kemudian, satu hal yang harus Anda perhatikan, bahwa margin trading tidaklah gratis. Anda harus membayar bunga dan membayarkan kembali dana pinjaman yang digunakan. Jadi, jangan lupa ya untuk terus mengedukasi diri sebelum memutuskan untuk margin trading!

Jika ingin memulai trading cryptocurrency secara aman, Anda bisa menggunakan platform exchange TokoCrypto karena sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi pada November 2019. Segera kunjungi TokoCrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com