Tag Archives: ethereum

Ethereum Berpotensi Mengalami Bull Trap Sebelum Koreksi Tajam

Seorang analis kripto dalam wawancaranya dengan Cryptopolitan memperingatkan bahwa Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya mungkin sedang mengalami bull trap sebelum mengalami koreksi tajam.

Dalam analisisnya, ia memprediksi bahwa Bitcoin bisa mencapai $100.000 (Rp 1,6 miliar) dan Ethereum naik hingga $3.000 (Rp 48 juta) sebelum mengalami penurunan harga yang signifikan antara 30% hingga 60%.

Menurut analis yang dikenal sebagai Capo, kondisi ini bisa terjadi akibat kejadian tak terduga di pasar, seperti peristiwa black swan yang memiliki dampak besar pada ekosistem keuangan.

Salah satu contoh black swan yang pernah terjadi adalah pandemi COVID-19 yang menyebabkan pasar kripto mengalami penurunan drastis.

Jalan Terjal Bitcoin dan Ethereum

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun saat ini pasar kripto menunjukkan tanda-tanda kenaikan, analis memperingatkan bahwa ini bisa menjadi sinyal palsu.

Bull trap terjadi ketika harga tampak naik tetapi kemudian berbalik arah, menyebabkan investor yang membeli di puncak mengalami kerugian.

Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran $82.659 (Rp 1,3 miliar), mengalami penurunan 4% dalam 24 jam terakhir, sementara Ethereum berada di angka $2.010 (Rp 32,8 juta) setelah turun 8%.

Pergerakan Harga Ethereum

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data on-chain menunjukkan bahwa nilai Bitcoin telah merosot 11% dalam seminggu terakhir, sementara volume perdagangan harian menurun sebesar 53%.

Namun, ada tanda-tanda optimisme di antara investor besar. Bitcoin whales telah membeli lebih dari 22.000 BTC dalam tiga hari berturut-turut, yang menunjukkan bahwa institusi masih memiliki pandangan bullish terhadap pasar.

Harus diakui, pasar kripto selalu penuh dengan ketidakpastian, dan bull trap yang diprediksi bisa menjadi tantangan besar bagi investor.

Meski begitu, potensi kenaikan jangka panjang tetap ada, terutama jika pasar berhasil melewati fase koreksi ini.

Ethereum dan Bitcoin masih menjadi dua aset digital yang banyak diminati, dengan peluang besar untuk kembali menguat setelah koreksi terjadi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Akumulasi 1,10 Juta Ethereum, Sinyal Bullish atau Strategi?

Dalam dua hari terakhir, investor besar atau whale telah mengakumulasi 1,10 juta Ethereum (ETH).

Sebagaimana dilaporkan Ambcrypto pada Minggu (9/3), langkah ini memicu spekulasi di pasar kripto mengenai kemungkinan pergeseran besar atau bahkan potensi breakout.

Meskipun akumulasi besar-besaran ini terjadi, harga Ethereum masih berada dalam tren menurun, menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan akumulasi oleh pemain besar.

Strategi atau Tanda Perubahan Pasar?

Total pasokan Ethereum saat ini mencapai sekitar 120 juta ETH. Dengan jumlah akumulasi sebesar 0,92% dari total pasokan, aksi whale ini menjadi perhatian utama.

Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki wawasan atau informasi yang belum diketahui pasar secara luas.

Pola Akumulasi Whale di Awal 2025

Akumulasi besar-besaran oleh whale bukanlah kejadian yang terisolasi. Pada Januari 2025, para pemegang besar telah membeli lebih dari 330.000 ETH dalam satu minggu, senilai lebih dari $1 miliar.

Hal ini mengindikasikan adanya pola yang berulang, terutama di tengah pergerakan harga Ethereum yang lesu.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Apa yang Mendorong Lonjakan Aktivitas Whale?

Beberapa faktor yang mendorong akumulasi whale antara lain dukungan dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pada 2 Maret lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana cadangan kripto strategis AS dan menyatakan dukungannya terhadap Ethereum.

Selain itu, tren ini juga dipengaruhi penyelenggaraan White House Crypto Summit. Acara yang dijadwalkan pada 7 Maret ini menambah sentimen positif di kalangan investor.

Terakhir, karena dominasi Ethereum di pasar stablecoin. Dengan kepemilikan 56% dari total nilai stablecoin, Ethereum tetap menjadi aset kripto yang krusial.

Menariknya, meskipun ada akumulasi besar dari whale, harga ETH masih dalam tren turun. Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.195 (Rp 35 juta), dengan indikator teknikal menunjukkan dominasi tekanan jual.

Indikator Teknis: Bearish Masih Kuat

RSI (Relative Strength Index) di 37,32 menunjukkan ETH mendekati wilayah oversold.

MACD (Moving Average Convergence Divergence) masih berada di zona negatif, menandakan momentum bearish masih akan berlanjut.

Sementara itu, grafik harga menunjukkan pola lower highs dan lower lows, yang memperkuat tren penurunan.

Level Penting: Support dan Resistance ETH

Tanpa adanya katalis positif yang kuat, ETH bisa menguji level support $2.000 (Rp 32 juta) dalam waktu dekat.

Untuk membalikkan tren bearish ini, ETH perlu menembus level resistance di $2.500 (Rp 40 juta). Jika gagal, tekanan jual bisa semakin kuat.

Akumulasi besar-besaran oleh whale menunjukkan keyakinan terhadap Ethereum dalam jangka panjang. Namun, tanpa dorongan fundamental atau katalis kuat, harga ETH masih dalam tekanan.

Investor sebaiknya tetap waspada dan memperhatikan level teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Charles Hoskinson Kritik Trump, Tak Diundang KTT Kripto

Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengungkapkan keterkejutannya atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump, yang memasukkan ADA dalam cadangan kripto nasional tanpa konsultasi terlebih dahulu seperti dikabarkan oleh Ecoinimist.

Pada 2 Maret 2025 lalu, ia menerima banyak pesan ucapan selamat namun tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

Charles menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menghubungi dirinya atau timnya mengenai keputusan tersebut sebelumnya.

Cadangan Kripto Trump Picu Perdebatan

Trump mengusulkan penciptaan cadangan kripto nasional AS dengan memasukkan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sebagai aset utama.

Namun, komunitas kripto terkejut saat melihat aset lain seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) juga masuk dalam daftar.

Pasca pengumuman, harga ADA melonjak 76% dalam hitungan jam sebelum mengalami penurunan tajam sebesar 30% pada hari berikutnya.

Hal ini memicu perdebatan tentang arah kebijakan kripto di AS, terutama terkait dengan dominasi Bitcoin dalam diskusi institusional.

Hoskinson Kecewa Tidak Diundang ke KTT Kripto Gedung Putih

Selain itu, Hoskinson juga menyuarakan kekecewaannya karena tidak diundang ke KTT Kripto Gedung Putih yang dijadwalkan pada 7 Maret.

Dalam unggahan di media sosial, ia menyatakan bahwa banyak orang di timnya memiliki koneksi dengan pihak Gedung Putih, tetapi mereka tidak menerima undangan.

Ia pun mempertanyakan efektivitas pertemuan tersebut dalam menentukan arah kebijakan kripto jangka panjang.

Perdebatan Legislasi Masih Berlanjut

Sementara itu, pada 5 Maret, beberapa legislator AS, termasuk Senator Tom Emmer dan Perwakilan Bryan Steil, mengadakan acara ‘Crypto Power Lunch’ untuk membahas kebijakan aset digital.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi perdagangan kripto, seperti Blockchain Association dan Digital Chamber, serta eksekutif dari perusahaan besar seperti Coinbase dan Consensys.

Ini menunjukkan bahwa diskusi mengenai regulasi kripto masih terus berlangsung di tingkat legislatif.

Dengan semakin berkembangnya industri kripto, keterlibatan semua pemangku kepentingan, termasuk pengembang blockchain seperti Hoskinson, menjadi penting dalam merumuskan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Donald Trump Bentuk Cadangan Bitcoin Strategis AS, Apa Itu?

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Strategic Bitcoin Reserve atau Cadangan Bitcoin Strategis.

Pengumuman ini disampaikan oleh David Sacks, yang ditunjuk Gedung Putih sebagai ‘Crypto Czar’, melalui platform X.

Bitcoin dari Sitaan, Bukan Pembelian

Berbeda dengan langkah El Salvador yang aktif membeli Bitcoin (BTC), Amerika Serikat tidak akan melakukan pembelian Bitcoin untuk menambah cadangannya.

Sebaliknya, cadangan ini akan terdiri dari Bitcoin yang telah disita atau diserahkan dalam proses hukum, baik perdata maupun pidana.

Dengan begitu, kebijakan ini tidak akan membebani pembayar pajak. Sacks menjelaskan bahwa pemerintah telah kehilangan lebih dari $17 miliar akibat penjualan Bitcoin yang terlalu dini.

Dengan adanya strategi baru ini, pemerintah bertujuan untuk memaksimalkan nilai aset digital yang dimilikinya.

Tidak Ada Altcoin dalam Cadangan Bitcoin Strategis

Sementara itu, Ambcrypto melaporkan pada Jumat (7/3) bahwa perintah eksekutif ini juga memberikan kewenangan kepada Departemen Keuangan untuk merancang strategi pengadaan Bitcoin tambahan tanpa biaya tambahan bagi pembayar pajak.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi altcoin seperti Ethereum (ETH), XRP, Cardano (ADA), dan Solana (SOL).

Sebelumnya, pemerintah telah memiliki U.S Digital Asset Stockpile, yang mencakup berbagai altcoin yang diperoleh dari proses hukum.

Meski begitu, pemerintah tidak akan membeli altcoin tambahan untuk menambah cadangan ini.

Dampak Pasar: Bitcoin dan Altcoin Mengalami Penurunan

Pengumuman ini menimbulkan sentimen bearish di pasar kripto. Harga Bitcoin mengalami penurunan lebih dari 4% dalam satu jam, dengan nilai perdagangan sekitar $86.185 dan kapitalisasi pasar mencapai $1,7 triliun.

Altcoin seperti XRP dan Cardano (ADA) juga mengalami penurunan masing-masing 6,20% dan 6,57% dalam waktu satu jam setelah pengumuman.

Meskipun grafik mingguan masih menunjukkan kenaikan, belum diketahui apakah tren ini akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.

Kebijakan baru ini menunjukkan pendekatan berbeda AS terhadap aset kripto dibandingkan dengan negara lain.

Keputusan untuk hanya mempertahankan Bitcoin dari hasil sitaan dan tidak melakukan pembelian aktif mencerminkan strategi konservatif pemerintah dalam mengelola aset digitalnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Mengalami Volatilitas Tinggi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi AS

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan volatilitas ekstrem, dengan data dari TradingView dan Glassnode mencatat lonjakan fluktuasi harga mendekati rekor tertinggi dalam siklus ini.

Mengutip laman Cointelegraph dan Thedefiant pada Kamis (6/3), ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang dagang dan rencana cadangan kripto nasional semakin memperburuk kondisi pasar.

Faktor Pemicu Lonjakan Volatilitas

Berdasarkan laporan Glassnode, volatilitas Bitcoin dalam periode satu dan dua minggu telah melampaui 80%.

Sementara itu, rata-rata true range (ATR), indikator volatilitas lainnya, mencapai lebih dari 4.900 dibandingkan sekitar 3.000 pada akhir Februari.

Dampak Penurunan Harga Bitcoin

Sejak mencapai harga tertinggi sepanjang masa sekitar $109.000 pada Desember lalu, harga Bitcoin telah turun hampir 30% hingga 5 Maret.

Penurunan ini juga berdampak pada altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), yang masing-masing turun lebih dari 50% dari puncaknya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pengaruh Tarif dan Cadangan Kripto AS

Pada 4 Maret, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, yang memicu ketidakpastian pasar.

Sebelumnya, optimisme sempat meningkat ketika Trump mengumumkan rencana cadangan kripto AS yang mencakup BTC, ETH, XRP, dan Cardano (ADA) pada 2 Maret.

Namun, reaksi pasar menunjukkan bahwa faktor makroekonomi lebih dominan dibandingkan sentimen positif dalam industri kripto.

Penurunan Tajam dan Likuidasi Besar-Besaran

Setelah menyentuh $93.000 pada 3 Maret, harga Bitcoin anjlok ke $82.000 akibat sentimen negatif dari kebijakan tarif.

Data menunjukkan bahwa lebih dari $1 miliar likuidasi terjadi di pasar derivatif kripto akibat fluktuasi harga yang ekstrem, dengan Bitcoin menyumbang sekitar $126 juta dan Ethereum $52 juta.

Pemulihan Harga Pasca Relaksasi Tarif

Pasar kripto mulai bangkit kembali setelah Presiden Trump melonggarkan tarif impor otomotif dari Kanada dan Meksiko, memberikan kelegaan bagi para investor.

Bitcoin kembali naik di atas $90.000, sementara Ethereum naik 3% ke $2.200 dan SOL menguat 2,5%.

Kapitalisasi pasar kripto pun meningkat 1,7% dalam 24 jam terakhir, menembus angka $3,05 triliun.

Kinerja Altcoin dan Indikator Sentimen Pasar

Di tengah reli pasar, beberapa altcoin mencatat kinerja yang luar biasa. Bitcoin Cash (BCH) melonjak 24%, sementara Jito (JTO) dan ONDO masing-masing naik 16%.

Namun, beberapa aset digital seperti Celestia (TIA) dan Toncoin (TON) mengalami penurunan sekitar 3%.

Indikator Sentimen Pasar: Extreme Fear

Indeks Ketakutan dan Keserakahan Bitcoin naik menjadi 20 setelah pemulihan harga, namun masih berada dalam kategori ‘Extreme Fear’.

Grafik ini mencerminkan ketidakpastian yang masih tinggi di kalangan investor, meskipun ada pemulihan harga.

Lonjakan volatilitas Bitcoin mencerminkan dampak besar faktor makroekonomi terhadap pasar kripto.

Kebijakan tarif AS dan rencana cadangan kripto menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga.

Investor perlu tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi yang dapat terus mempengaruhi pasar dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Terjebak di Bawah $2.2K, Cek Fakta Berikut!

Ethereum (ETH) mengalami kenaikan harga sebesar 14,2% setelah pulih dari level support $2,000 (Rp 32,6 juta) pada 4 Maret.

Namun, harga Ethereum kesulitan untuk menembus angka $2.200 (Rp 35,8 juta) dan tertinggal 11% dibandingkan dengan pasar kripto secara keseluruhan dalam dua minggu terakhir.

Hal ini disebabkan beberapa faktor utama yang menjadi penghambat Ethereum untuk kembali bullish. Berikut faktor utama yang menjadi penghambat Ethereum untuk kembali bullish.

Aktivitas Onchain yang Melemah

Cointelegraph melaporkan pada Kamis (6/3) bahwa salah satu penyebab utama stagnasi harga Ethereum adalah menurunnya aktivitas onchain.

Data menunjukkan volume transaksi di beberapa platform utama berbasis Ethereum mengalami penurunan signifikan.

Misalnya, Curve Finance mengalami penurunan aktivitas hingga 49%, sementara Pendle mencatat penurunan sebesar 16% dalam periode yang sama.

Penurunan Total Value Locked (TVL)

Total Value Locked (TVL) Ethereum turun 13% dalam dua minggu terakhir menjadi $50,8 miliar.

Penurunan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap Ethereum sebagai ekosistem DeFi sedang melemah.

Sebagai perbandingan, TVL BNB Chain hanya turun 8% di periode yang sama, meskipun dengan nilai yang jauh lebih kecil sebesar $5,1 miliar.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kekhawatiran terhadap Emisi ETH

Penurunan aktivitas transaksi juga menyebabkan penurunan biaya transaksi rata-rata Ethereum hingga di bawah $1 untuk pertama kalinya sejak Juli 2020.

Meskipun biaya transaksi yang lebih rendah dapat meningkatkan adopsi, tapi kondisi yang sama juga menunjukkan lemahnya permintaan jaringan.

Ditambah lagi, mekanisme burn ETH yang diperkenalkan melalui EIP-1559 tidak cukup untuk menyeimbangkan peningkatan pasokan akibat ekspansi solusi layer-2.

Outflow dari Spot ETF Ethereum

Dalam kurun waktu 19 Februari hingga 4 Maret 2025, ETF Ethereum mengalami outflow bersih sebesar $336 juta.

Nilai tersebut mencerminkan bahwa minat institusional terhadap ETH semakin menurun, terutama dengan adanya spekulasi bahwa Solana (SOL) bisa mendapatkan persetujuan ETF di AS.

Saat ini, hanya Bitcoin dan Ethereum yang memiliki status tersebut, namun dominasi ETH dalam ETF tampaknya mulai tergerus.

Tantangan dari Regulasi dan Kebijakan AS

Ethereum juga menghadapi ketidakpastian dari sisi regulasi. Pada 7 Maret nanti, Gedung Putih akan mengadakan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan kripto untuk membahas kebijakan aset digital strategis di bawah pemerintahan Donald Trump.

Laporan menyebutkan bahwa Bitcoin mungkin akan diberikan status khusus, sementara peluang Ethereum untuk mendapatkan pengakuan serupa masih dipertanyakan.

Ethereum menghadapi tantangan besar untuk kembali menguat di atas $2.200. Melemahnya aktivitas onchain, penurunan TVL, peningkatan pasokan ETH, serta spekulasi terkait regulasi dan ETF menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan harga ETH.

Dengan kondisi ini, investor masih menunggu langkah selanjutnya dari jaringan Ethereum, terutama dalam hal peningkatan ekosistem dan adopsi teknologi baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kelar Cuci Ethereum, Lazarus Group Kuasai 6.706 BTC

Analisis blockchain dari Arkham Intelligence mengungkap bahwa kelompok peretas Lazarus Group telah menyelesaikan pencucian ethereum (ETH) yang diperoleh dari peretasan Bybit.

Sebagian besar dana hasil kejahatan ini telah dikonversi menjadi bitcoin (BTC), dengan total kepemilikan mencapai 6.706 BTC.

Dari 57 akun yang diperiksa, kelompok hacker asal Korea Utara itu diketahui telah menghabiskan hampir seluruh saldo awal mereka sebanyak 499.000 ETH.

Saat ini, hanya tersisa 0,1991871 ETH atau sekitar $432 dalam akun mereka. Konversi besar-besaran ke BTC ini menjadi indikasi bahwa kelompok tersebut telah berhasil mencuci dana mereka melalui berbagai transaksi.

Lazarus Group dan Aliran Dana Tak Terlacak

Arkham Intelligence juga melaporkan bahwa platform Thorchain telah memproses lebih dari $5,5 miliar dalam volume transaksi sejak serangan terhadap Bybit pada 21 Februari 2025 lalu.

Sebagian besar dana tersebut kini telah berpindah ke BTC, dengan transaksi yang dilakukan melalui jaringan alamat yang belum teridentifikasi oleh regulator.

BitcoinNews melaporkan pada Rabu (5/3) bahwa Pada 4 Maret 2025 pukul 15:30 ET, kepemilikan bitcoin Lazarus Group melonjak menjadi 6.706 BTC, dengan nilai sekitar $591 juta.

Meskipun jumlah aset mereka saat ini turun menjadi $619,5 juta dari $919 juta dua hari sebelumnya, peretas ini tetap aktif melakukan transaksi.

ETH Masih Beredar dalam Jaringan Lazarus Group

Meskipun sebagian besar ETH telah dikonversi ke BTC, jaringan dompet Lazarus Group yang berisi lebih dari 70 akun masih menyimpan sekitar 10.690 ETH.

Dana ini terus bergerak, dengan puluhan transaksi keluar yang tercatat dalam dua minggu terakhir.

Sayangnya, belum diketahui secara pasti alasan utama peretas ini beralih ke BTC, tetapi faktor likuiditas kemungkinan menjadi alasan utama di balik keputusan mereka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tarif Trump Picu Kepanikan, Pasar Kripto Rugi $300 Miliar

Kebijakan tarif baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap China, Meksiko, dan Kanada menyebabkan gejolak di pasar keuangan global.

Hal ini mengakibatkan pasar kripto mengalami kerugian besar, dengan total kapitalisasi pasar turun sebesar $300 miliar (Rp 4,9 kuadriliun).

CNBC menyebutkan pada Rabu (5/3) bahwa Bitcoin (BTC) jatuh hampir 10%, sementara altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP mengalami penurunan lebih dari 15%.

Ethereum, Solana, dan XRP Anjlok

Ethereum (ETH) mengalami penurunan sebesar 11%, Solana (SOL) jatuh hingga 15%, dan XRP turun 12%.

Cardano (ADA), yang sebelumnya menjadi top gainer pada hari Senin, mengalami penurunan paling drastis sebesar 20%, kini diperdagangkan di kisaran harga $0,80 (Rp 13 ribu).

Tarif Trump Guncang Pasar Global

Sentimen negatif ini dipicu oleh kebijakan tarif baru Trump, termasuk bea impor 25% terhadap barang dari Meksiko dan Kanada serta kenaikan tarif barang China menjadi 20%.

Hal ini membuat investor panik, menyebabkan aksi jual besar-besaran di pasar saham dan crypto.

Pasar Saham Ikut Terpuruk

Layaknya efek domino, tarif baru Trump menimbulkan dampak yang lebih luas. Tak hanya crypto, pasar saham AS juga terkena dampaknya.

Indeks S&P 500 turun 2%, sementara Dow Jones jatuh 650 poin menjelang penutupan perdagangan.

Sebagai respons terhadap kebijakan tersebut, China pun membalas dengan mengenakan tarif 10%-15% pada beberapa produk AS, memperburuk kekhawatiran akan perang dagang yang lebih luas.

Trump dan Dugaan Manipulasi Pasar Kripto

Sebelumnya, Trump mengumumkan inisiatif “US Crypto Strategic Reserves” yang memicu lonjakan harga Bitcoin hingga $94,000 (Rp 1,5 miliar).

Namun, hanya sehari setelahnya, pasar kripto anjlok drastis, sehingga memunculkan dugaan manipulasi pasar.

Beberapa ekonom bahkan menuding Trump telah menciptakan skema “pump-and-dump” terbesar dalam sejarah kripto.

Bitcoin Kehilangan Keuntungan Singkatnya

Bitcoin yang sempat melonjak akibat pengumuman Trump kini kembali ke level lebih rendah dari sebelum pengumuman tersebut.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pengumuman tersebut hanya taktik untuk meningkatkan harga sesaat sebelum jatuh.

Masa Depan Kripto di Tengah Ketidakpastian

Ketidakpastian seputar kebijakan Trump dan perang dagang global membuat masa depan kripto semakin sulit diprediksi.

Jika inisiatif US Crypto Strategic Reserves menghadapi hambatan regulasi, volatilitas di pasar kripto kemungkinan akan berlanjut. Investor pun kini lebih berhati-hati dalam menghadapi salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rencana Cadangan Kripto AS Trump Picu Lonjakan Pasar $330 Miliar

Pasar kripto mengalami kenaikan tajam pada 2 Maret 2025 , dengan nilai pasar bertambah sekitar $330 miliar (Rp 5,4 kuadriliun) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengonfirmasi rencana cadangan kripto nasional.

Cryptoslate menyebutkan pada Selasa (4/3) bahwa pernyataan ini mendorong kapitalisasi pasar kripto naik sekitar 10%, dari $2,83 triliun menjadi $3,15 triliun.

Namun, angka ini kemudian sedikit terkoreksi menjadi $3,02 triliun.

Lonjakan Pasar Kripto Berdampak pada Likuidasi Besar

Lonjakan nilai pasar ini tidak datang tanpa konsekuensi. Sebagai ganjaran, dalam satu hari, lebih dari $960 juta likuidasi terjadi di seluruh bursa kripto.

Pedagang yang memasang posisi jual (short traders) mengalami kerugian terbesar, dengan total lebih dari $549 juta.

Sementara itu, pedagang yang mempertaruhkan harga akan naik (long traders) juga mengalami likuidasi sebesar $412 juta.

Bitcoin dan Ethereum Mengalami Likuidasi Besar

Dari berbagai aset kripto, Bitcoin (BTC) menjadi yang paling terdampak dengan likuidasi mencapai $348 juta. Ethereum (ETH) juga tidak luput dari tekanan, dengan total likuidasi lebih dari $180 juta.

XRP, ADA, dan SOL Mengalami Kerugian Besar

Selain Bitcoin dan Ethereum, para spekulan yang bertaruh pada harga aset kripto lain seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) juga mengalami kerugian besar.

Dalam periode yang sama, likuidasi pada ketiga aset ini mencapai lebih dari $220 juta.

Dampak Jangka Panjang bagi Pasar Kripto

Rencana cadangan kripto nasional yang diumumkan Trump menunjukkan adanya kemungkinan adopsi kripto yang lebih luas di tingkat pemerintahan.

Hal ini dapat menjadi katalis positif bagi industri kripto dalam jangka panjang. Namun, volatilitas yang tinggi tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan oleh investor dan pedagang.

Dengan perkembangan ini, pasar kripto semakin menunjukkan perannya sebagai kelas aset yang terus berkembang dan menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah dan investor institusional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Melejit 10%, Momentum Bullish Makin Kuat

Pasca dibentuknya U.S Crypto Reserve oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Ethereum mengalami lonjakan signifikan setelah menembus level support $2.080.

Saat ini, harga Ethereum telah kembali di atas $2.400, namun masih menghadapi tantangan di kisaran $2.550.Ethereum melonjak di atas zona resistensi $2.350.

Harga ETH kini diperdagangkan di atas $2.350 dan Simple Moving Average (SMA) 100 jam dan terjadi breakout di garis tren bearish utama dengan resistensi $2.240 pada grafik ETH/USD.

Untuk terus naik, ETH harus menembus level resistensi $2.500 dan $2.550.

Harga Ethereum Naik 10%

Menariknya, laporan Newsbtc pada Selasa (4/3) menyebutkan bahwa Ethereum sempat turun di bawah $2.200 sebelum akhirnya rebound seperti Bitcoin.

Setelah menyentuh level $2.080, ETH kembali melonjak dengan kuat, melampaui resistensi di $2.200 dan $2.320.

Breakout terjadi pada garis tren bearish di $2.240, bahkan ETH sempat melewati resistensi $2.500.

Harga tertinggi yang tercatat adalah $2.550 sebelum mengalami koreksi kecil.Saat ini, ETH diperdagangkan di atas $2.350 dan SMA 100 jam.

Namun, resistensi utama berada di kisaran $2.500 hingga $2.550. Jika Ethereum mampu menembus level ini, potensi kenaikan ke $2.650 semakin terbuka.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Potensi Kenaikan Lanjutan

Jika ETH berhasil menembus resistensi $2.650, maka momentum bullish bisa membawa harga lebih tinggi lagi.

Target selanjutnya ada di level $2.780 dan bahkan bisa mencapai $2.850 dalam waktu dekat.

Kemungkinan Penurunan Harga Ethereum

Akan tetapi, seandainya Ethereum gagal menembus level $2.550, harga berisiko mengalami koreksi kembali. Support awal berada di $2.400, dengan support utama di $2.360.

Apabila ETH turun di bawah $2.360, tekanan jual bisa semakin meningkat dan mendorong harga turun menuju $2.320 atau bahkan $2.220.

Sedangkan level support kritis yang harus diperhatikan ada di $2.080.

Indikator Teknis Ethereum

Sementara itu, MACD Per Jam yang merupakan indikator MACD untuk ETH/USD mulai kehilangan momentum bullish.

RSI Per Jam – Indeks RSI ETH/USD tetap berada di atas level 50, menunjukkan tren masih dalam fase bullish. Support Utama di angka $2.360, dan resistensi utama $2.550.

Dengan kondisi pasar saat ini, Ethereum memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren bullish jika mampu menembus resistensi kunci. Namun, jika gagal, koreksi harga bisa terjadi dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com