Menjelang akhir pekan, market kripto melaju lesu, walaupun terpantau memasuki zona hijau. Secara keseluruhan market masih belum mampu bangkit, seperti pekan lalu di mana terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju tipis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (5/8) pukul 12.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 23.141 atau naik 0,09% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) ikut naik 0,14% ke US$ 1.656. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP bisa naik lebih dari 1%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market masih sideways dan belum mampu melaju optimis untuk kenaikan harga, seperti pada pekan lalu. Pelemahan market kripto ini sudah bisa ditebak, karena reli yang terjadi beberapa hari ini didorong oleh technical rebound.
“Pelemahan dan kenaikan tipis ini sudah diprediksi sebelumnya, karena adanya technical rebound di mana investor mulai lelah melakukan aksi jual dan kembali melancarkan aksi beli. Namun, ini akan terus berulang untuk menjaga level support tidak dapat ditembus, dan masih sulit untuk menerobos resistensinya,” kata Afid.
Di sisi lain, kenaikan harga ini juga semu lantaran tak disertai volume trading yang sepadan. Oleh karenanya, tak heran jika penguatan harga aset kripto diproyeksi hanya berada di rentang yang sempit dan tak bertahan lama.
Namun, apabila dilihat dari sisi sentimen, market kripto sejatinya sedang diselimuti banyak sentimen negatif yang membuat kepercayaan diri investor menurun. Seperti pernyataan The Fed yang terbilang plinplan.
“The Fed terlihat plinplan setelah beberapa pejabatnya yang berkomentar bahwa peluang membuka pelonggaran kebijakan moneter setelah September bisa sulit terjadi. Di samping itu juga rentetan kabar soal peretasan yang terjadi pada jaringan Solana dan Nomad yang mencuri perhatian investor,” terang Afid.
Sentimen Positif Ethereum Bisa Dorong Bull Market
Selain sentimen negatif, hal positif bisa datang dari ekosistem Ethereum. Faktanya, dalam dua momentum bull market terakhir, Ethereum jauh memimpin dibandingkan Bitcoin.
Afid melihat transisi Ethereum ke proof-of-stake (PoS) bisa menjadi pendorong utama untuk aksi bull run selanjutnya. Ethereum menjadi faktor utama dalam ledakan market kripto pada tahun 2017, di mana ICO (initial coin offering) banyak bermunculan menaikkan nilai pasar.
“Popularitas DeFi dan NFT di tahun 2021 juga melibatkan ekosistem Ethereum dan menjadi periode penting bagi momentum market kripto. Selanjutnya, siklus bakal terjadi ketika The Merge berhasil dilakukan pada September mendatang. ETH akan mendorong nilai altcoin lain sebelum proses migrasi dilakukan,” ucap Afid.
Dari analisis teknikalnya saat ini, Ethereum sedang sideways dengan rentang harga di atas level support US$ 1.600. Level US$ 1.590 masih menjadi support terkuat untuk menahan laju penurunan harga ETH.
Tetapi apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH. Dalam waktu dekat akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, Goerli, diharapkan terjadi pada 10 Agustus mendatang, bisa menggerakan harga ETH.
Sementara, analisis harga Bitcoin saat ini level resistensi berada pada harga US$ 23.223 dan support pada harga US$ 22.400. Level support US$ 21.978 menjadi pertahanan selanjutnya, apabila harga Bitcoin melanjutkan penurunannya.
Fitur Instagram yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba! CEO Meta, Mark Zuckerberg, akhirnya mengumumkan bahwa perusahaannya memulai ekspansi internasional dukungan NFT di Instagram.
Dengan ekspansi ini, pengguna individu dan bisnis di lebih dari 100 negara di Afrika, Asia-Pasifik, Timur Tengah dan Amerika Serikat kini dapat membagikan koleksi NFT mereka di Instagram. Tidak diketahui, apakah ini termasuk dirilis di Indonesia.
Dalam pernyataan resminya, Meta juga mengumumkan bahwa Coinbase Wallet dan Dapper Wallet sekarang diterima sebagai wallet pihak ketiga yang kompatibel untuk digunakan di dalam platform. Instagram juga memperluas jaringan blockchain yang didukung untuk memasukkan Flow.
Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
Fungsi fitur NFT di platfrom Instagram adalah memungkinkan pengguna untuk menghubungkan digital wallet, berbagi NFT dan secara otomatis menandai kreator dan kolektor untuk atribusi. Pengguna dapat membagikan NFT di Instagram Feed, Stories, atau DM.
Untuk mem-posting NFT di Instagram, perlu menghubungkan digital wallet ke Instagram. Setelah pengguna mem-posting koleksi NFT di Feed, maka itu akan memiliki efek berkilau dan dapat menampilkan informasi publik, seperti deskripsi NFT.
Instagram mendukung koneksi dengan wallet pihak ketiga termasuk Rainbow, MetaMask, Trust Wallet, Coinbase Wallet dan Dapper Wallet. Blockchain yang didukung termasuk Ethereum, Polygon dan Flow. perusahaan mencatat bahwa tidak ada biaya dengan mem-posting atau berbagi NFT di Instagram.
Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
Meta mengatakan ekspansi fitur terbaru ini mencerminkan pekerjaannya untuk memperluas akses ke teknologi web3 melalui NFT, dan mendukung kreator konten yang ingin memonetisasi karya mereka dan membangun komunitas dengan penggemar dan kolektor mereka.
“Kami memahami bahwa teknologi blockchain dan NFT menimbulkan pertanyaan penting tentang keberlanjutan,” kata Meta selama peluncuran uji NFT awal pada bulan Mei lalu.
“Meta akan membantu mengurangi dampak emisi yang mungkin terkait dengan tampilan koleksi digital di Instagram dengan membeli energi terbarukan.”
Meta menyatakan bahwa mereka tidak akan menawarkan kemampuan untuk mengubah posting koleksi NFT menjadi iklan untuk saat ini.
Setelah bertahun-tahun menolak, perusahaan manajemen investasi raksasa dunia, BlackRock, makin mantap melangkah ke market kripto. BlackRock, yang mengawasi aset senilai US$ 10 triliun, bermitra dengan Coinbase untuk memberikan klien investor institusionalnya akses ke kripto.
BlackRock akan menawarkan konektivitas ke Coinbase Prime untuk menawarkan perdagangan kripto, penyimpanan, pialang utama, dan kemampuan pelaporan kepada klien. Bitcoin adalah aset digital pertama yang ditawarkan melalui kemitraan ini
“Klien umum BlackRock dan Coinbase akan dapat mengelola eksposur Bitcoin mereka bersama dengan investasi publik dan swasta mereka untuk pandangan keseluruhan portofolio risiko,” tulis BlackRock dalam sebuah pengumuman dikutip TechCrunch.
Berita ini menandai perubahan besar bagi BlackRock, sebelumnya sang CEO pernah menyebut Bitcoin sebagai “indeks pencucian uang” pada lima tahun lalu. Sejak itu, perusahaan manajemen aset ini telah membuat kemajuan kecil ke dalam web3, memperkenalkan perdagangan berjangka Bitcoin ke platformnya dan beberapa dananya tahun lalu.
Fink mengatakan kepada pemegang saham dalam sebuah surat pada bulan Maret tahun ini bahwa BlackRock sedang mempelajari “mata uang digital, stablecoin, dan teknologi yang mendasarinya” untuk melihat bagaimana mereka dapat membantu perusahaan melayani kliennya.
Sementara itu, layanan Coinbase Prime memiliki 13.000 klien institusional yang menggunakan rangkaian platformnya hari ini, menurut perusahaan. Masih belum jelas kapan perusahaan berencana untuk menambah platform penawaran aset kripto lainnya di luar Bitcoin.
Ini juga hari besar bagi Coinbase. CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah mengumumkan bahwa perusahaannya telah menambahkan integrasi dengan dompet Coinbase, di antara dompet kripto pihak ketiga lainnya, ke platform Instagram.
Saham Coinbase melonjak lebih dari 17% pada pukul 11:00 EST Kamis (5/8) lalu dan juga naik lebih dari 70% pada bulan lalu, menunjukkan bahwa perusahaan telah mulai pulih dari posisi terendah yang dicapai pada bulan Mei karena mundurnya pasar kripto.
Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.
Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.
Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.
“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”
Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.
Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun
Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.
Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.
Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.
“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”
Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.
Brand fashion mewah, Gucci telah meningkatkan inisiatif Web3-nya dengan mengizinkan aset kripto sebagai salah satu metode pembayaran untuk membeli produknya. ApeCoin (APE) menambah daftar 12 aset digital lain yang diterima untuk pembayaran di toko Gucci.
Dilansir Cointelegraph, raksasa mode Italia itu menjadi brand besar pertama yang menerima pembayaran dalam bentuk ApeCoin (APE) yang berafiliasi dengan Bored Ape Yacht Club. Langkah ini diumumkan pada hari Senin (1/8) dan dapat memberikan proyek ApeCoin eksposur arus utama yang signifikan bersama dengan membawa utilitas lebih lanjut ke aset kripto.
Pelanggan Gucci di Amerika Serikat sekarang dapat membeli barang di dalam toko dengan APE, sementara infrastruktur pembayaran akan disediakan oleh BitPay, sebuah perusahaan yang telah membantu nama-nama besar, seperti AMC Theaters menerima pembayaran kripto di masa lalu.
Kolektor BAYC tampaknya telah menunjukkan dukungan kuat untuk pergerakan Gucci di industri kripto sejauh ini. Terlepas dari bear market kripto yang sedang berlangsung, brand fashion telah terjun serius ke sektor ini pada tahun ini.
Pada bulan Februari lalu, Gucci memulai dengan koleksi NFT “SUPERGUCCI” bekerja sama dengan merek mainan vinil SUPERPLASTIC. Bulan berikutnya, Gucci meluncurkan koleksi NFT “Gucci Grail” yang ditargetkan untuk pemilik proyek NFT teratas, seperti BAYC.
Pada bulan Mei, Gucci mengumumkan rencana untuk menerima 12 aset kripto sebagai metode pembayaran di 111 toko di Amerika Utara. Daftar tersebut termasuk Bitcoin (BTC), Bitcoin Cash (BCH), Ethereum (ETH), Wrapped Bitcoin (WBTC), Litecoin (LTC), Shiba Inu (SHIB), Dogecoin (DOGE), dan lima stablecoin yang dipatok dengan dolar AS.
Kemudian, akun Twitter, NBATopShotEast mengeklaim sebagai orang pertama yang membayar item Gucci di ETH di lokasi merek Wooster Street di New York City pada bulan Juli. Dua anggota BAYC lainnya mengaku sebagai orang kedua dan ketiga yang melakukannya.
Pada saat penulisan, APE dihargai $7,44 setelah memompa 11,4% selama tujuh hari terakhir. APE telah menunjukkan kebangkitan yang kuat akhir-akhir ini, sebagian karena perkembangan positif dalam proyek metaverse, Otherside yang berafiliasi, dengan harga meningkat 49,1% selama sebulan terakhir.
Kapitalisasi pasarnya saat ini sekitar US$ 2,06 miliar menjadikan APE aset terbesar ke-33 dalam kripto. Namun, APE masih turun 74,8% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 26,70 pada 28 April.
Industri aset kripto tengah bergejolak pasca peretasan yang terjadi pada jaringan Solana. Pada Rabu (3/8) dilaporkan terjadi peretasan di jaringan Solana yang setidaknya ada lebih dari 8.000 crypto wallet terkena dampak dan total hampir US$ 7 juta telah diambil oleh hacker.
Banyak investor yang bertanya-tanya apakah peristiwa ini akan membuat market kripto anjlok, seperti yang terjadi pada kasus keruntuhan ekosistem Luna?
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan peretasan pada jaringan atau wallet yang berkaitan dengan Solana sudah sering terjadi. Namun, dampaknya untuk market kripto secara keseluruhan masih kecil dan perlu diketahui secara detail kejadian ini hanya mempengaruhi crypto wallet desentralisasi dan dibeberapa platform saja.
“Untuk Solana, hal ini merupakan kejadian yang sudah sering dialami di jaringan Solana. Investor menanggapi ini masih menjadi hal yang wajar terjadi dan mungkin tidak akan sebesar Terra LUNA nantinya,” jelas Afid.
Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)
Peristiwa peretasan Solana sebagian besar berdampak khusus untuk pengguna crypto wallet di platform Phantom dan Slope. Sepertinya, ini adalah serangan yang direncanakan dan diperhitungkan sebelumnya. Jadi penyerang sepertinya seseorang yang sudah tahu tentang sistem dan polanya.
Kerentanan juga dilaporkan terjadi pada sistem private keys yang mampu dikompromikan. Jadi pada catatan itu beberapa orang benar-benar menjadi korban, seperti pada mereka yang menggunakan wallet untuk terhubung ke NFT ke layanan pihak ketiga lainnya. Hal semacam itu membuka pintu peretasan terjadi.
“Pakar keamanan siber telah menduga bahwa itu mungkin kerentanan dalam wallet software, bukan blockchain Solana itu sendiri, yang setidaknya akan melegakan bagi sebagian orang. Pembaruan terakhir wallet yang mungkin terdampak tidak terbatas pada Solflare, Trust Wallet, Phantom, dan Slope,” jelasnya.
Holder SOL di Centralized Exchange (CEX) dan cold wallet tidak terkena dampaknya, bahkan investor SOL yang menyimpan dana di DEX diimbau untuk memindahkan ke CEX. Investor perlu paham bahwa pasar kripto menjadi target populer bagi peretas. Lebih penting lagi bagi investor untuk melindungi dana mereka di lingkungan yang berisiko.
Keterkaitan terhadap harga dari koin Solana (SOL) tentu saja memiliki korelasi, sebab dengan adanya peretasan ini investor mulai mengurangi kepercayaannya terhadap jaringan Solana.
“Hal yang terjadi seperti pemadaman jaringan sebelumnya pada tahun 2021, impact ke koin SOL mengalami penurunan hingga puluhan persen dalam kurun waktu 24 jam. tapi setelah jaringan dinyalakan kembali, harga dan kepercayaan investor berangsur bertambah dan membuat harga SOL mengalami kenaikan setelahnya,” ungkap Afid.
Investor perlu wait and see untuk melihat pergerakan SOL lebih lama lagi, karena hingga saat ini geraknya masih naik-turun. Solana dengan cepat didorong kembali setelah harganya mencoba bergerak di atas resistance kunci di US$ 44. Harga sekarang jatuh menuju support kunci di US$ 35.
Ribuan crypto walletSolana dilaporkan telah diretas dan seluruh token di dalamnya dikuras dalam beberapa jam pada hari Rabu (3/8) lalu. Sejauh ini, dalam serangan itu total hampir US$ 7 juta telah diambil oleh hacker.
Setidaknya lebih dari 8.000 crypto wallet yang terkena dampaknya. Crypto wallet yang tidak aktif selama lebih dari 6 bulan menjadi target peretasan. Pengguna crypto wallet di platform Phantom dan Slope mengaku bahwa mereka telah kehilangan dana hingga jutaan dolar AS.
Diketahui, kerentanan keamanan pada ekosistem Solana dilaporkan menjadi penyebabnya. Jutaan dolar AS dana yang diambil terjadi di crypto wallet berbasis Solana. Hacker tampaknya menguras token SOL dan SPL dalam eksploitasi serangan mereka di jaringan Solana.
Ilustrasi peretasan jaringan Solana. Foto: Shutterstock.
Serangan yang menyakitkan ini dilaporkan mulai terjadi pada Selasa (2/8) malam, banyak pengguna dan platform Solana awalnya curiga bahwa wallet dieksploitasi melalui izin yang sebelumnya diberikan untuk smart contract. Namun, transaksi ditandatangani oleh wallet yang bersangkutan, menunjukkan private keys yang dikompromikan.
Pengembang Solana mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi akar penyebab peretasan: Private keys yang disusupi yang dibuat, diimpor, atau digunakan dalam aplikasi dompet seluler Slope. Dompet perangkat keras tidak terpengaruh.
Slope merekomendasikan agar penggunanya membuat dompet baru dengan seed phrase baru dan mentransfer dana ke dalamnya. Selain itu, dompet perangkat keras tidak terpengaruh oleh peretasan, dan juga direkomendasikan untuk menjaga aset tetap aman di tengah situasi eksploitasi yang berpotensi masih berlangsung.
Dengan Solana menjadi berita utama karena menyerah pada peretasan, CEO Centralized Exchange (CEX) terkemuka – termasuk Changpeng “CZ” Zhao dari Binance, Johnny Lyu dari KuCoin dan Jay Hao dari OKX – merekomendasikan agar investor Solana (SOL) memindahkan kepemilikan mereka ke platform mereka sebagai tindakan pengamanan segera.
Banyak penyelidik blockchain dan investor kripto menandai dugaan kompromi private keys yang tersebar luas, memungkinkan penyerang mencuri token SOL dan SPL yang kompatibel dengan Solana seperti USD Coin (USDC) dari wallet Phantom dan Slope.
There is an active security incident on Solana. Many (7000+ and counting) wallets are drained of SOL & USDC. Don’t know root cause yet. Maybe permissions granted to apps. For remediation, send the funds to a cold wallet or CEX like @Binance. https://t.co/nQrBXAgCbf
Namun, akar penyebab serangan tetap menjadi misteri karena semua pihak, termasuk Solana dan Phantom, menyangkal kesalahan pada akhirnya. Sikap resmi Phantom tentang masalah ini dibagikan dengan Cointelegraph:
“Kami bekerja sama dengan tim lain untuk mengetahui kerentanan yang dilaporkan di ekosistem Solana. Saat ini, tim tidak percaya ini adalah masalah khusus Phantom.”
Awan mendung sedang menyelimuti market aset kripto. Pergerakan market pada Rabu (3/8) pagi masih terpantau terkoreksi tipis dan ini merupakan penurunan harga tiga hari berturut-turut sejak awal pekan lalu. Apa penyebabnya?
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami penurunan tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 1,77% ke US$ 22.757 per keping dalam sehari terakhir.
Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam 2,07% ke US$ 1.598 di waktu yang sama. XRP, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) punya nasib yang lebih buruk karena anjlok masing-masing 6,11%, 7,58% dan 4,32%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sejauh pekan ini pola pergerakan market kripto masih sulit menampilkan performa terbaiknya. Hal mendasar yang terjadi adalah market gagal bangkit, setelah banyak investor melakukan aksi profit taking dan bersamaan dengan volume perdagangan yang terlihat tipis sejak Senin (1/8), sehingga ada kemungkinan investor sedang wait and see bermain di pasar kripto.
“Volume transaksi khususnya Bitcoin dari data on-chain terpantau sideways, meski harganya sempat naik pekan lalu. Investor juga berubah haluan untuk tidak melakukan akumulasi ketika BTC gagal tembus level resistensinya di US$ 23.000. Alhasil, investor memilih aksi profit taking daripada akumulasi,” kata Afid.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Afid melihat koreksi harga saat ini masih tergolong normal di market kripto. Kenaikan harga kripto harus dibarengi dengan koreksi atau retest lebih dahulu, sebelum melaju tinggi lagi.
“Jadi, perilaku investor saat ini normal, dan jika besarnya aksi ambil untung ini meningkat dalam beberapa minggu ke depan, mereka dapat bertindak sebagai katalis untuk kelanjutan bearish lainnya dalam jangka pendek,” terangnya.
Market kripto tenggelam pada perdagangan Rabu pagi ini setelah pejabat The Fed mengisyaratkan bank sentral masih berniat menaikkan suku bunga sampai inflasi terkendali. Komentar tersebut terbukti cukup untuk mendorong harga Bitcoin dan aset kripto lainnya terjun.
Komentar pejabat The Fed ini muncul setelah data ekonomi AS terbaru menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS pada Juni 2022 turun ke level terendah sembilan bulan terakhir, tanda tekanan ekonomi meningkat. Pasar tenaga kerja AS telah menjadi titik terang dalam ekonomi, jika tidak kehilangan momentum dan kemungkinan menuju resesi.
Di samping itu, perjalanan Ketua Parlemen AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan telah menciptakan titik tekanan baru bagi investor yang sudah berurusan dengan prospek resesi AS, kenaikan suku bunga di seluruh dunia, dan inflasi yang berisiko mengakar saat perang Rusia di Ukraina memperburuk krisis pangan.
“Kegugupan investor pada hari Rabu ini sudah cukup untuk menekan market. Pasar aset berisiko akan mengalami tekanan pasca perjalanan Pelosi ke Taiwan yang bisa menimbulkan ketegangan geopolitik yang melibatkan China. Jika pasar saham anjlok, bukan tidak mungkin akan berpengaruh ke kripto. Kemudian, Taiwan sebagai produsen chip semiconductor bila terjadi ketegangan akan mengganggu pasokan dan berpengaruh pada mining crypto,” ungkap Afid.
Sementara untuk analisis teknikal, level resistensi Bitcoin berada di US$ 23.509 dan titik support terdekatnya pada harga US$ 22.850. Selama koreksi harga BTC tidak breakout di support US$ 21.000, maka ini masih termasuk hal normal.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Aave (AAVE)
Analisis teknikal Aave (AAVE).
Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini adalah AAVE. Aave kembali masuk ke deretan kripto bullish karena sentimen positif dari Aave DAO, bagian tata kelola dari protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Aave, yang mengumumkan telah menyetujui pembuatan stablecoin GHO.
“Aave berencana untuk menjadikan GHO berfungsi sebagai stablecoin overcollateral yang mirip dengan dai (DAI) MakerDAO. Pengguna Aave yang ingin mencetak GHO dapat melakukannya dengan menyediakan salah satu token kripto yang diterima sebagai jaminan di platform,” kata Afid.
Analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkoreksi dahulu turun hingga batas harga US$ 100. Kemudian dapat bergerak naik menuju US$ 122 atau naik 29% dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #42, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.306.370.976. Jumlah koin yang beredar 13.979.212 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.
2. XRP (XRP)
Analisis teknikal XRP (XRP).
XRP menjadi salah satu aset kripto big cap yang memiliki potensi bullish pekan ini. Afid melihat XRP punya sentimen positif datang dari posisi Ripple yang terus meningkatkan jumlah token XRP yang beredar, karena permintaan untuk layanan On-Demand Liquidity melonjak.
“Ripple mengumumkan telah meningkatkan penjualan XRP sekitar 50%. Mereka menjual XRP senilai US$ 408 juta pada kuartal kedua, menambah US$ 273 juta yang dipotong dari kepemilikan pada kuartal sebelumnya. Posisi XRP sekarang tampaknya akan mengalami koreksi singkat sebelum melangkah lebih jauh,” jelas Afid.
Dari analisis teknikalnya, terjadi formasi bearish mengantisipasi retracement singkat ke harga US$ 0,38, di mana XRP dapat mengumpulkan likuiditas sebelum membuat dorongan bullish lain menuju US$ 0,43 atau naik 14%.
Mengingat lonjakan penjualan XRP Ripple, level dukungan US$ 0,37 sangat penting jika terjadi penurunan. Jika XRP gagal bertahan di atas zona permintaan kritis ini, ia bisa mengalami aksi jual dan anjlok ke US$ 0,34.
Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 17.688.895.446. Jumlah koin yang beredar 48.343.101.197 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.
Chiliz (CHZ) adalah token ERC-20 yang berjalan pada blockchain Chiliz yang berbasis Ethereum. Token CHZ berfungsi sebagai aset kripto yang memungkinkan pengguna untuk membeli NFT di pasar token penggemar (fan token market) Socios Chiliz.
Pada pekan ini, Barcelona FC dan Socios.com baru saja menandatangani kesepakatan US$ 100 juta demi mempercepat strategi audiovisual, blockchain, NFT dan web3. Kemitraan strategis ini akan meningkatkan kemampuan FC Barcelona dalam menghadirkan produk digital yang berarti bagi para penggemar, hingga membangun aliran pendapatan baru.
“kesepakatan ini akan membuat token CHZ potensi bullish. Terpantau nilai CHZ sudah melonjak sebanyak 25% pada Senin (1/8) malam setelah pengumuman investasi tersebut. Sementara token BAR diperdagangkan naik 18% pada US$ 6,23,” terang Afid.
Afid menambahkan dari analisis teknikalnya nilai CHZ bisa melonjak hingga 24%. Namun, ia melihat akan ada sedikit koreksi sebentar, lalu akan rebound dapat mengharapkan CHZ naik ke nilai US$ 0,1469 atau naik 18% pada beberapa hari ke depan.
Peringkat CHZ di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #61, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 799.041.920. Jumlah koin yang beredar 6.000.387.493 koin CHZ dan maksimal pasokan 8.888.888.888 koin CHZ.
4. Ethereum (ETH)
Analisis teknikal Ethereum (ETH).
Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Afid melihat nilai ETH telah meroket setelah peluncuran Shadow Fork pada minggu lalu. Langkah ini menjadi sentimen positif tentang proses The Merge atau atau perpindahan dari jaringan Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang terjadi pada September mendatang.
“Pembaruan jaringan Ethereum yang sedang berlangsung telah mendorong beberapa analis untuk berspekulasi bahwa ETH mungkin di masa depan, mengambil alih posisi nomor satu Bitcoin. Kemungkinan ini sebagian telah terwujud setelah Ethreum membalik Bitcoin di options market untuk pertama kalinya dalam sejarah,” kata Afid.
Terpantau pada 1 Agustus lalu, data Glassnode menunjukkan open interest Deribit Ethereum senilai US$ 5,6 miliar melebihi tinggi daripada Bitcoin senilai US$ 4,3 miliar di semua exchange.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.946 atau naik 18% dalam beberapa hari ke depan. Namun, diperkirakan akan terlebih dahulu pengujian di zona US$ 1.642-US$ 1.551 pada akhir minggu ini.
Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 196.535.024.101. Jumlah koin yang beredar 121.807.164 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.
5. TRON (TRX)
Analisis teknikal TRON (TRX).
TRON masuk dalam fase potensi bullish pada pekan ini. Afid melihat peningkatan harga TRX bisa terjadi akibat sentimen dari kabar bahwa TRON menjadi public chain terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar stablecoin.
Menurut data TRONSCAN, total nilai transfer TRON baru-baru ini melampaui angka US$ 5 triliun, menambahkan 105 juta akun baru, dan mencatat lebih dari 3,6 miliar transaksi di blockchain-nya. Selain itu, total nilai terkunci (TVL) telah melampaui US$ 11 miliar.
“Selain itu pertumbuhan TRON juga terjadi pasca kemitraan dengan WeFund, inkubator crowdfunding komunitas multichain untuk blockchain yang menyediakan lebih banyak kasus penggunaan untuk TRON-based payments,” ucap Afid.
Dari analisis teknikal, TRX sudah mengalami kenaikan sekitar 6,06% selama tujuh hari terakhir. Kemungkinan besar harganya akan tembus US$ 0,0706 atau naik sekitar 8% dari harga US$ 0,06476.
Peringkat TRX di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.250.405.353. Pasokan yang beredar 92.422.286.825 koin TRX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Pekan ini Harmony (ONE) membuka daftar aset kripto potensi bearish. Afid menjelaskan dampak dari kabar Horizon Bridge yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan masih terasa di market.
Harmony menghadapi serangan balasan saat mencoba pulih dari peretasan Horizon Bridge senilai US$ 100 juta. Para pengguna dan hodler Harmony marah saat platform mengusulkan mencetak 4,97 miliar token ONE baru setelah peretasan Horizon Bridge. Token akan dicetak secara bertahap dan diedarkan selama periode tiga tahun.
“Kemarahan ini menimbulkan tekanan ke harga ONE. Beberapa pengguna mengatakan mereka siap untuk melepaskan semua token ONE mereka dan pindah ke platform blockchain yang lain. Beberapa hodler ONE merasa seperti sedang dihukum untuk sesuatu yang bukan kesalahan mereka,” tutur Afid.
Pada hari Rabu pagi, ONE diperdagangkan pada USD 0,02283, turun 10,92% dalam sehari dan 23,5% dalam seminggu. Kemungkinan besar penurunan akan terus berlanjut hingga tembus harga US$ 0,02042.
Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #120, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 266.870.973. Pasokan yang beredar 12.411.509.950 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Axie Infinity (AXS)
Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).
Axie Infinity (AXS) masuk dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Menurut Afid, kabar yang menyebutkan CEO Axie Infinity, Trung Nguyen memindahkan US$ 3 juta token AXS sebelum aksi peretasan membuat sentimen buruk kepada investor.
“CEO Axie Infinity telah mengakui bahwa dia memindahkan token senilai jutaan dolar AS dari Ronin sebelum peretasan. Hal itu mencederai keyakinan investor yang membuat harga AXS potensi akan jatuh lebih dalam,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam reli bullish yang singkat, namun rentan. Fase bearish dapat mencoba menarik harga token kembali lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 15,87 atau turun 10% dari US $ 17,00.
Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.401.381.949. Pasokan yang beredar 82.796.861 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.
3. Alpaca Finance (ALPACA)
Analisis teknikal Alpaca Finance (ALPACA).
Alpaca Finance adalah protokol peminjaman di Binance Smart Chain untuk farming hasil leverage. ALPACA adalah token asli dari platform Alpaca Finance dan memainkan peran penting dalam menjaga dan mempertahankan ekosistem, karena token tata kelola dan utilitas.
Alpaca Finance kemungkinan besar akan mengalami bearish, karena saat ini skor risiko ALPACA relatif moderat. Investor terutama yang peduli dengan penilaian risiko akan menemukan skor ini paling berguna untuk menghindari akumulasi. ALPACA juga terlihat pola overbought yang menunjukan sinyal bearish
“ALPACA telah diperdagangkan 26,76% lebih tinggi selama 24 jam terakhir ke harga saat ini US$ 0,32. Kemungkinan besar akan terjadi sedikit koreksi harga 14% ke level US$ 0,26,” ungkap Afid.
Peringkat ALPACA di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #418, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 45.145.131. Pasokan yang beredar 141.603.872 koin ALPACA dan maksimal pasokan 188.000.000 koin ALPACA.
Analisis teknikal League of Kingdoms Arena (LOKA).
League Of Kingdoms Coin dikenal sebagai LOKA adalah hasil dari project Binance Launchpad. LOKA digunakan sebagai token dalam League Of Kingdoms, game strategi MMO gratis berbasis Blockchain pertama di dunia.
“Skor risiko LOKA relatif rendah. Perdagangan League of Kingdoms Arena saat ini sedang tinggi 11,26% pada 24 jam terakhir, menghasilkan harga saat ini US$ 0,87. Namun, pergerakan harga masih berbanding terbalik dengan kenaikan volume perdagangan market cap, sehingga kemungkinan akan menarik harga ke level rendah,” tutur Afid.
LOKA kemungkinan besar masih akan mengalami penurunan sebesar -11% hingga harga tembus US$ 0,78. Game League Of Kingdoms ini sendiri mungkin tertinggal di lingkungan yang sangat kompetitif di industri game berbasis blockchain, sehingga memiliki sentimen yang negatif.
Peringkat LOKA di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #606, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.971.943. Pasokan yang beredar 25.100.000 koin LOKA dan maksimal pasokan 500.000.000 koin LOKA.
5. Shentu (CTK)
Analisis teknikal Shentu (CTK).
Shentu Chain (CTK) dianggap sebagai salah satu aset kripto dengan pertumbuhan tercepat di ekosistem blockchain. Fundamental teknologinya yang sangat kuat, banyak pakar kripto percaya bahwa Shentu Chain adalah investasi yang bagus.
Namun, Afid melihat token CTK berpotensi bearish pada pekan ini. Pada Sabtu (30/7) lalu, harga CTK sudah naik 18,41% menjadi US$ 1,06. Dan Shentu pun telah mendapatkan peringkat bullish. Kemungkinan besar CTK akan overbought sehingga akan menarik harga lebih rendah.
“Penurunan CTK bisa mencapai harga US$ 0,98 atau anjlok sekitar 15% dari level US$ 1,18. Dengan level support yang berada di sekitar US$ 0.85,” jelas Afid.
Peringkat CTK di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #267, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 95.191.448. Pasokan yang beredar 81.148.144 koin CTK dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Perkembangan dunia metaverse di Indonesia semakin pesat. Kini, startupblockchain, VCGamers melalui RansVerse dan Kaabaverse mengumumkan kolaborasi bersama untuk membuat simulasi umrah dan haji dalam metaverse.
Kemitraan antara RansVerse dan Kaabaverse ini diklaim sebagai project pertama di Indonesia. Mereka bersama-sama berkolaborasi untuk memberi pengalaman baru dan juga informasi mengenai umrah dan manasik Haji bagi umat Muslim melalui teknologi baru.
Kaabaverse merupakan perusahaan asl Indonesia yang telah fokus dalam penggarapan teknologi metaverse. Nantinya, Kaabaverse akan membangun struktur 3D model Ka’bah di atas lahan tanah virtual yang dapat dikunjungi, tapi tentunya hanya sebagai media pembelajaran dan tidak dianggap sebagai ritual ibadah sungguhan.
RansVerse dan Kaabaverse berkolaborasi hadirkan simulasi Umrah & Haji di metaverse. Sumber: VCGamers.
Co-Founder & CEO Kaabaverse, Gerryadi Agusta, mengatakan dengan adanya kolaborasi ini berharap masyarakat bisa mendapatkan simulasi kunjungan ke Baitullah secara virtual, sekaligus memberi pengalaman baru dari manasik Haji. Harapannya ini bisa menjadi dorongan atau memotivasi umat muslim untuk berkeinginan ibadah Haji secara langsung.
“Semoga metode ini dapat menjadi sebuah game changing, bagaimana kita bisa belajar agama Islam dengan cara yang menyenangkan dan inovatif. Kami yakin RansVerse adalah salah satu partner terbaik agar niat baik ini dapat dirasakan seluruh umat Muslim di dunia.” kata Gerryadi dalam keterangan resminya.
Kaabaverse sendiri adalah startup yang telah mendapatkan penghargaan internasional dari Global Islamic Economy Summit dan Islamic Creative Economy Competition tahun 2018 di Dubai.
Co-Founder & Chairman VCGamers, Wafa Taftazani, menyambut positif kerja sama ini, terutama dalam niatan baik memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung dalam kegiatan pendidikan.
“Kerja sama dengan Kaabaverse, yang menyajikan pengalaman simulasi Umrah & Haji berupa Manasik virtual, merupakan sebuah kebanggan tersendiri untuk VCGamers,” jelasnya.
Wafa melanjutkan, dengan perkembangnya dunia blockchain, Indonesia tidak hanya memiliki dimensi teknologi, sosial dan ekonomi, tapi juga spiritual yang tentunya menjadi hal penting bagi masyarakat.
RansVerse sendiri adalah proyek kolaborasi antara VCGamers, RANS Entertainment, ShintaVR, dan UpBanx. Ini adalah proyek metaverse pertama di Indonesia yang didukung oleh infrastruktur blockchain dan menggunakan $VCG token sebagai mata uang.
Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.
RansVerse telah berkolaborasi dengan berbagai merek dan institusi untuk membuat metaverse-nya lebih mudah diakses oleh publik. Salah satunya Tokocrypto melalui program Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Batch 1 hasil kolaborasi dengan BRI Ventures.
VCGamers salah satu dari 12 startup blockchain terpilih yang telah lulus dengan merampungkan proses pelatihan dan bimbingan dari mentor terkemuka di industri blockchain. Para peserta TSBA batch 1 yang berhasil lulus telah mendapatkan akses pendanaan dan meraih total lebih dari US$ 40 Juta.
Game klasik, Rising Force Online bangkit kembali dengan menambahkan fiturPlay-To-Earn untuk mendapatkan aset kripto sebagai hadiah dalam permainan. Rebranding game ini muncul dengan nama Rising Force NFT.
Secara konsep Rising Force NFT adalah game MMORPG 3D yang diatur dalam suasana sci-fi dan terintegrasi dengan jaringan BNB Chain. Ide utama dari proyek ini adalah untuk menciptakan lingkungan di mana para gamer dapat mem-posting dan fokus melakukan apa yang mereka inginkan.
CEO CCR, Yoon Seok-ho, menjelaskan game Rising Force akan dikelola dan didistribusikan langsung melalui perusahaan pengembang khusus RF Online CCR. Mereka ingin fokus menyediakan layanan kepada para gamers di seluruh dunia.
Cara main Rising Force NFT, game penghasil aset kripto terkini. Sumber: Rising Force NFT.
CCR memiliki rencana untuk membuka program “Battle Coin Server”, server yang akan terintegrasi secara global untuk RF Online. Dengan peluncuran program ini, CCR akan bekerja sama dengan banyak perusahaan di 34 negara di seluruh dunia.
Server Battle Coin akan memiliki sistem baru yang disebut “Season Race”, yang merupakan sistem persaingan ketat di mana pemain dapat memperoleh koin berupa token kripto melalui melakukan berbagai misi.
Pemain dapat memperoleh aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) melalui Airdrop berdasarkan Battle Coins yang mereka peroleh setelah menyelesaikan misi di akhir setiap musim.
Tidak hanya itu, pengembang juga merencanakan layanan ini dalam jangka panjang. Untuk roadmap-nya sendiri dalam waktu dekat mereka bakal rilis di publik untuk versi mobile dengan menggandeng Netmarble.
Hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah mengunjungi situs https://risingforcenft.com/download/. Lalu, download game yang kemudian bisa instal di perangkat komputer atau PC dengan sistem operasi Windows.
Selanjutnya, buat akun dan memulai permainan dengan menjelajah dunia Rising Force NFT. Season Race para pemain akan bersaing dalam kompetisi untuk berhasil dalam misi dan peringkat menerima Battle Coins.
Selain itu, ada mode Level-Up, Enchant dan Mine Races di mana Battle Coins yang diperoleh setiap pemain, akan berpartisipasi dalam airdrop yang menghadiahinya dengan BTC dan ETH di akhir musim.