Tag Archives: featured

Tokocrypto Market Signal 12 Oktober 2022: Kripto Gerak Variatif

Performa market kripto tengah pekan ini, tampak bervariatif. Sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau, namun rentan untuk kembali anjlok. Apa yang menyebabkan gerak anomali kali ini?

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) melonjak 0,33% ke US$ 19.157 per keping, tapi turun 5,18% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) ikut naik tipis 0,50% ke US$ 1.291 di waktu yang sama dan minus 4,31% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) turun tipi, walaupun masih di bawah 1% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang bergerak fluktuatif dengan kenaikan tipis. Ini disebabkan lantaran investor khawatir dengan pandangan hawkish terbaru The Fed melalui risalah rapat (minutes of meeting) bulan September lalu yang akan rilis pada Rabu (12/10).

“Selain itu, investor juga menanti CPI atau data inflasi AS yang akan rilis sehari setelahnya. Sebab, kedua data itu bisa memberikan sinyal terkait kebijakan moneter yang akan ditempuh The Fed ke depan. Kabarnya mereka harus mengimplementasikan kebijakan yang lebih restriktif demi mengarahkan inflasi AS ke angka 2%,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Investor yakin bahwa The Fed tetap akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin pada November mendatang terlepas dari tingkat inflasi yang membaik atau memburuk.

Pengaruh Data Inflasi AS

Consumer Price Index (CPI) atau indeks harga konsumen adalah indeks harga yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga. CPI ini sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi di AS. Jika inflasi meningkat lebih lanjut, permintaan untuk aset kripto mungkin akan terkena dampak negatif.

Tingkat inflasi tahunan AS turun untuk dua bulan berturut-turut menjadi 8,3% pada Agustus 2022 atau terendah dalam 4 bulan terakhir. Pada pengumuman inflasi bulan lalu, Selasa 14 September 2022, Bitcoin (BTC) turun hingga US$ 1.000 ke bawah level US$ 22.000 hanya dalam waktu 3 menit. Indeks saham AS juga menghadapi penurunan yang sama.

“Tingkat inflasi yang tinggi dapat menyebabkan investor untuk berinvestasi lebih banyak dalam uang fiat, sehingga menjauh dari market. Sehingga, wajar saja jika investor memilih bersikap wait and see selama dua hari terakhir,” ucap Afid.

Menurut Afid, investor tak begitu mengkhawatirkan penguatan nilai Dolar AS pada saat ini. Namun, mereka lebih mengkhawatirkan potensi keperkasaan Dolar AS dalam beberapa hari ke depan, jika memang data inflasi AS dan laporan risalah rapat The Fed tidak sesuai harapan.

Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

Baca juga: Isyana Sarasvati Rilis Koleksi Mystery NFT, Ini Tampilannya

Market juga tertekan dengan ekosistem kripto yang ssat ini tertimpa sejumlah kabar buruk. Mulai dari platform DeFi di jaringan Solana, Mango, dikabarkan mengalami peretasan dan mengakibatkan aset kripto senilai US$ 100 juta raib.

Di saat yang sama, The Securities and Exchange Commission (SEC) juga menolak pendaftaran produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin yang diajukan WisdomTree.

Dari segi analisis, gerak Bitcoin sedang retest menuju harga US$ 19.268. Dan level support terdekat BTC berada di US$ 18.860, jika mengalami breakdown kembali koreksi atau turun. Saat ini bertambahnya volume perdagangan menjadi salah satu syarat untuk mendorong harga Bitcoin agar kembali naik dan mendapat sentimen positif dari pasar.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Oktober ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. TerraClassicUSD (USTC)

Analisis teknikal TerraClassicUSD (USTC).

TerraClassicUSD (USTC) menjadi kripto pembuka dalam daftar aset kripto bullish pada pekan ini. Afid menjelaskan USTC melonjak sebagai respons terhadap proposal re-peg baru oleh pengembang inti LUNC.

Afid melihat ke depan, mengikuti proposal re-peg USTC oleh pengembang inti Terra Classic, Tobias Andersen AKA Zaradar, telah melihat kenaikan harga kripto tersebut sampai dua digit persentase. 

Peringkat USTC di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 476.017.976. Jumlah koin yang beredar 9.811.558.649 koin USTC dan maksimal pasokan tidak diketahui.

Baca juga: Menabung Kripto Bisa Dapat Keuntungan Jangka Panjang

2. Dogecoin (DOGE)

Analisis teknikal Dogecoin (DOGE).

Kripto DOGE diproyeksi akan meningkat nilainya akibat dorongan isu dari Elon Musk yang dikabarkan jadi membeli Twitter seharga US$ 44 miliar atau sekitar Rp 668 triliun. 

Seperti yang diketahui hubungan antara Elon Musk dan Dogecoin saling terkait dan erat. Otomatis apa yang dilakukan Musk membuat harga Dogecoin seringkali terpengaruh.

Peringkat DOGE di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #10, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 8.019.744.577. Jumlah koin yang beredar 132.670.764.300 koin DOGE dan maksimal pasokan tidak diketahui.

3. Hedera (HBAR)

Analisis teknikal Hedera (HBAR).

Hedera (HBAR) mengalami kenaikan harga 8% dari $ 0,055 menjadi $0,637 dalam seminggu terakhir, berkat dorongan sosial dari komunitasnya. Menurut LunarCrush, HBAR memiliki lebih dari 200 juta social engagements, dengan 44.346 sebutan dan 418 kontributor aktif.

Di samping itu, perusahaan investasi Inggris, Abrdn, telah bergabung dengan Hedera Governing Council untuk meningkatkan pengelolaan dana menggunakan teknologi Hedera Hashgraph. Dua faktor ini yang mungkin bisa menggenjot harga HBAR.

Peringkat HBAR di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #37, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.471.011.142. Jumlah koin yang beredar 22.968.168.351 koin HBAR dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin HBAR.

4. Binance Coin (BNB)

Analisis teknikal Binance Coin (BNB).

Faktor yang bisa mendorong harga BNB meningkat adalah adanya jaringan BNB Smart Chain yang melakukan hard-fork setelah eksploitasi US$ 100 juta beberapa waktu lalu. Peningkatan ini dimaksudkan untuk memperbaiki eksploitasi agar nilai BNB kembali menguat.

Hard fork yang dijuluki Moran, akan berlangsung pada 12 Oktober 2022. Perubahan jaringan akan mencakup perbaikan kerentanan dalam pemeriksaan hash iavl dan memperkenalkan header blok dalam pemeriksaan urutan.

Peringkat BNB di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #5, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 43.960.136.326. Jumlah koin yang beredar 161.337.261 koin BNB dan maksimal pasokan 200.000.000 koin BNB.

5. Polygon (MATIC)

Analisis teknikal Polygon (MATIC).

Pendorong gerak harga Polygon (MATIC) salah satunya dampak dari kemitraan dengan merek besar seperti Meta dan Disney. Mereka juga merekrut eksekutif dari perusahaan seperti YouTube untuk menumbuhkan pengaruh mereka di sektor GameFi

Namun, terlepas dari upaya dan kolaborasi yang konsisten dengan merek-merek besar, minat terhadap NFT Polygon terlihat mulai berkurang. Seperti yang dapat dilihat dari gambar di bawah, volume perdagangan NFT untuk Polygon turun jauh selama seminggu terakhir.

Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #12, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.963.220.595. Jumlah koin yang beredar 8.734.317.475 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. ApeCoin (APE)

Analisis teknikal ApeCoin (APE).

Harga token ApeCoin (APE) kemungkinan akan mengalami bearish pada pekan ini. Faktor penurunan disebabkan oleh Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) sedang menyelidiki Yuga Labs, startup di balik proyek NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC).

Harga ApeCoin terpantau turun hampir 8% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 4,70 per keping pada saat artikel ini ditulis menurut data CoinMarketCap. Harga tertinggi dalam periode yang sama sebesar US$ 5,16. Sedangkan volume perdagangan ApeCoin dalam 24 jam terakhir naik hingga 142%.

Peringkat APE di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #38, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.441.312.680. Jumlah koin yang beredar 306.875.000 koin APE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin APE.

Baca juga: Tingkat Bitcoin Hash Rate Capai ATH Baru di Tengah Crypto Winter

2. XRP (XRP)

Analisis teknikal XRP (XRP).

Kripto XRP berpotensi akan alami fase bearish pada pekan ini. Salah satu kripto big cap ini akan tertekan karena faktor CEO Ripple Brad Garlinghouse, mengatakan ‘pertarungan’ yang berlarut-larut antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) hampir berakhir, tetapi masih bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Token asli XRP masih tertekan selama sebulan terakhir berkat meningkatnya spekulasi tentang penyelesaian yang sukses untuk kasus ini sebelum akhir tahun. Ripple akan mempertimbangkan penyelesaian dengan SEC asalkan XRP tidak diklasifikasikan sebagai security.

Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 24.472.439.639. Jumlah koin yang beredar 49.964.184.162 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.

3. Mdex (MDX)

Analisis teknikal Mdex (MDX).

Mdex (MDX) telah mendapat peringkat yang sangat bullish pada pekan lalu. Pekan ini diproyeksikan akan memasuki fase bearish akibat investor yang mulai jenuh atau overbought.

Peringkat MDX di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #286, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 71.226.759. Jumlah koin yang beredar 923.825.386 koin MDX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. Solana (SOL)

Analisis teknikal Solana (SOL).

Kripto SOL masih akan terpengaruh oleh kabar platform DeFi Berbasis Solana, Mango telah diretas dan mengalami kehilangan US$ 100 Juta. Mango Markets telah menjadi korban peretasan dalam eksploitasi terbaru. 

Sesuai perincian yang diberikan oleh situs web audit blockchain, OtterSec, penyerang berhasil mendapatkan sejumlah besar pinjaman dari Mango Treasury dengan memanipulasi agunan protokol DeFi. Hal ini mengakibatkan kerugian besar-besaran dana dari Mango Treasury.

Peringkat SOL di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #9, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 11.174.269.748. Jumlah koin yang beredar 357.458.481 koin SOL dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Numeraire (NMR)

Analisis teknikal Numeraire (NMR).

Selama lima hari terakhir, Numeraire telah mendapatkan peringkat Sangat Bullish. Volume dan pergerakan harga NMR juga mengalami peningkatan.

Kinerja kripto NMR baru-baru ini telah membentuk pola reverse cup and handle. Ini dapat berguna baik bagi investor jangka pendek yang ingin mengakumulasikan portofolionya karena kemungkinan ada penurunan harga.

Peringkat NMR di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #199, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 89.975.650. Jumlah koin yang beredar 5.888.504 koin NMR dan maksimal pasokan 11.000.000 koin NMR.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mark Zuckerberg Kenalkan Quest Pro, Perangkat VR Baru Metaverse

CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro, di sebuah acara online yang diadakan untuk para pengembang. Perangkat ini akan menjadi salah satu gerbang untuk masuk ke dunia metaverser di masa depan.

Bos Meta Inc. itu menyebutkan perangkat Quest Pro VR akan dibanderol harga US$ 1.499 (Rp 23 juta). Harga Quest Pro naik hampir empat kali lipat dari perangkat Meta saat ini, Quest 2, yang dimulai dari US$ 399 (Rp 6 juta).

Perangkat baru ini menawarkan lensa yang lebih tipis, baterai melengkung di sekitar tali kepala di bagian belakang, dan pengontrol yang dapat melacak sendiri.

CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.
CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.

Baca juga: Jepang Serius Investasi dalam Metaverse dan NFT

Kehebatan Quest Pro

Quest Pro juga memungkinkan pengguna untuk melihat lingkungan nyata mereka di sekitar pinggiran layar. Headset ini memiliki kemampuan realitas campuran, tidak seperti pendahulunya – yang berarti konten digital dapat dilihat di dunia nyata.

Bos Meta, Mark Zuckerberg mengatakan realitas campuran adalah “langkah besar berikutnya untuk VR”. ia telah menggembar-gemborkan Quest Pro sebagai fitur penting dalam penciptaan metaverse, yang mengacu pada dunia digital yang dapat diakses orang melalui headset VR dan AR.

Perusahaan Meta, sebelumnya dikenal sebagai Facebook, mempertaruhkan masa depannya pada penciptaan metaverse – dunia virtual di mana orang dapat melakukan kehidupan sehari-hari mereka, dalam bentuk avatar, dan menjelajahi ruang virtual fantasi.

Banyak perusahaan teknologi sedang membangun metaverse mereka sendiri, tetapi mungkin perlu beberapa tahun sebelum ada.

CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.
CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.

Baca juga: Isyana Sarasvati Rilis Koleksi Mystery NFT, Ini Tampilannya

Gandeng Microsoft

Meta menjalin kerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan platform VR dan metaverse di masa depan. CEO Microsoft, Satya Nadella, juga muncul selama acara online dan membahas kemitraan dengan Meta yang dimaksudkan untuk membawa beberapa aplikasi kolaborasi kerja perusahaannya ke perangkat Quest VR.

Beberapa aplikasi Microsoft yang dapat diakses orang dengan perangkat Quest termasuk aplikasi obrolan tim, rangkaian software Microsoft 365, dan layanan Xbox cloud gaming.

“Anda akan dapat memainkan game 2D dengan pengontrol Xbox yang diproyeksikan pada layar besar di Quest,” kata Nadella. “Ini hari-hari awal, tapi kami bersemangat untuk apa yang akan datang.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Menabung Kripto Bisa Dapat Keuntungan Jangka Panjang

Menabung kripto kini menjadi salah satu jawaban tepat untuk memulai investasi dan sadar finansial. Aset kripto menawarkan keuntungan jangka panjang yang bisa digunakan untuk target keuangan di masa depan,

Tidak sedikit yang berpikiran bahwa menabung kripto hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah melek finansial dan memiliki dana cukup besar. Namun, anggapan tersebut ternyata salah, karena saat ini menabung kripto menawarkan kemudahan untuk siapa saja dengan dana yang terjangkau.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menabung Kripto

1. Pahami Aset Kripto

Sebelum memulai dan yakin untuk melakukan menabung kripto, pahami dulu aset tersebut. Kripto merupakan aset digital yang di Indonesia diakui resmi sebagai komoditas yang teregulasi oleh Bappepti Kementerian Perdagangan.

Ada banyak ribuan aset kripto yang diperdagangkan di dunia ini. Hanya 383 jenis aset kripto yang diperdagangkan dengan 10 jenis aset di antaranya merupakan project aset kripto lokal dari Indonesia.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi menabung kripto Bitcoin.

Baca juga: Harga NFT Milik Logan Paul Anjlok hingga 99%, Kenapa?

Untuk memulai harus cari aset yang memiliki nilai fundamental dan kegunaan yang cukup jelas, seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Secara umum, dua kripto itu memiliki utilitas yang jelas dan market cap yang cukup besar, sehingga cocok sebagai aset pelindung inflasi atau kekayaan.

2. Strategi Menabung Kripto

Seperti halnya menabung uang di bank dan saham, kripto juga perlu strategi khusus untuk menguntungkan. Strategi itu bisa diturunkan dari profil risiko individu dalam hal finansial.

Jika berniat menabung untuk investasi jangka panjang dan fokus pada pertumbuhan jumlah portofolio, maka aset kripto bisa menjadi pilihan yang baik. Namun, kalau ingin cepat mendapatkan untung, mungkin ada baiknya pertimbangkan ulang untuk menabung aset kripto. Tapi, tidak ada salahnya cara itu sebagai strategi dalam diversifikasi portofolio.

Saat ini mungkin nasabah bisa melakukan konsep nabung kripto dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan buy the dip. Namun, sekali lagi perhatikan dulu fundamentalnya apakah kripto yang dibeli akan mengalami kenaikan jangka panjang.

Ilustrasi anak muda investasi aset kripto.
Ilustrasi anak muda menabung kripto.

Baca juga: Google Masuk Dunia Blockchain: Terima Pembayaran Kripto

Strategi DCA adalah di mana membeli sejumlah aset kripto tanpa melihat kondisi pasar apakah mengalami koreksi bearish atau bullish. Kuncinya adalah konsisten untuk melakukan DCA dan tetap melakukan riset.

3. Kelola Risiko

Tidak seperti tabungan uang fiat biasa, kripto memiliki risiko yang sama dengan reksa dana ataupun saham, yaitu harga aset turun. Untuk menangani hal tersebut ada tiga hal yang perlu dilakukan yaitu analisa aset, analisa market dan menentukan stop loss.

  1. Analisa aset

Pahami aset kripto apa yang kita beli, lakukan DYOR (Do Your Own Research). Perlu analisa potensi pertumbuhan aset dan tantangan dalam pertumbuhannya.

  1. Analisa market

Kondisi pasar pastinya mempengaruhi harga suatu aset. Maka dari itu, perlu mempelajari bagaimana suatu peristiwa di pasar akan mempengaruhi harga aset kripto.

  1. Tentukan stop loss

Stop Loss bisa didefinisikan sebagai suatu batasan untuk membatasi kerugian yang akan seorang trader atau investor terima. Dalam hal ini berarti saat harga aset bergerak tidak sesuai dengan harapan, lalu menyentuh batasan tersebut (Stop Loss), maka otomatis ia lakukan akan berhenti.

Bagaimana cara menentukan stop loss? Biasanya orang menentukan perbandingan 1:3, untuk setiap 1 risiko yang didapat, bisa menghasilkan 3 return. Dari perhitungan ini akan mendapat harga stop loss. Dengan begitu kita bisa mengatur risiko yang dapat kita hadapi.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus 16,1 Juta Pelanggan

4. Pilih Platform Menabung Kripto

Sebelum memutuskan menabung kripto, sebaiknya pilih platform exchange yang tepat. Sudah seharusnya, memilih platform exchange yang teregulasi resmi oleh Bappebti dan Kominfo. Hal ini penting dan bahkan wajib dilakukan demi memastikan keamanan dari aset kripto yang nanti akan dibeli.

Nasabah juga bisa memilih platform exchange yang memberikan memulai menabung dengan dana terjangkau. Seperti Tokocrypto yang bisa memulai menabung kripto dengan uang Rp 50.000.

Untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data, Tokocrypto menunjukkan komitmennya berperan aktif menjadi pionir dalam menumbuhkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna dengan mengantongi sertifikat ISO 27017.

Ini merupakan standar guna membuat layanan berbasis cloud yang lebih aman dan mengurangi resiko terkait masalah keamanan. Sebelumnya, Tokocrypto juga telah berhasil meraih ISO 27001.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Maverick (MAV) dan Potensinya

Tokocrypto telah meluncurkan perdagangan untuk Maverick (MAV), token kripto asli dari proyek DeFi, Maverick Protocol, yang didukung oleh Founders Fund, Pantera Capital, Coinbase Ventures, dan Binance Labs. Kehadiran MAV sempat mencuri perhatian para pelaku pasar karena misi dan potensi proyek yang diklaim menjanjikan.

Aset kripto MAV sendiri sudah listing di Tokocrypto dengan pairing trading MAV/USDT, MAV/TUSD, dan MAV/BTC pada tanggal 3 Juli 2023 pukul 15.00 WIB. Langkah ini semakin memperkuat komitmen Tokocrypto untuk mendukung pertumbuhan dan adopsi proyek keuangan terdesentralisasi. Trader sangat menantikan peluncurannya, mengantisipasi potensi peluang dan nilai yang dibawa Maverick protocol ke pasar kripto.

Sebelum kita mengenal MAV, alangkah baiknya kita membahas dulu Maverick Protocol yang meluncurkan aset kripto tersebut sebagai token utilitasnya.

Apa Itu Maverick Protocol?

Maverick Protocol adalah bursa kripto terdesentralisasi (decentralized exchange/DEX) yang didukung oleh Maverick AMM (automated market maker). Sebagai penyedia infrastruktur DeFi, Maverick berfokus pada peningkatan efisiensi modal untuk penyedia likuiditas (liquidity providers/LP).

“Tujuan Maverick adalah untuk menghilangkan inefisiensi dari DeFi dengan membantu pengguna menempatkan likuiditas mereka di tempat yang paling dapat bekerja,” jelas pengembang Maverick dalam postingan di akun Twitter-nya.

MAV aktif di mainnet Ethereum, zkSync dan BNB Chain dan telah melihat pertumbuhan yang signifikan sejak meluncurkan Dynamic Distribution AMM. Volume perdagangan di DEX telah mencapai lebih dari 2,5 miliar.

Ilustrasi aset kripto Maverick (MAV). Sumber:  Maverick Protocol.
Ilustrasi aset kripto Maverick (MAV). Sumber: Maverick Protocol.

Baca juga: Litecoin Melonjak 30% dalam 3 Hari Jelang Halving, Potensi Naik Lagi?

Setelah menghabiskan dua tahun membangun secara head-down, Maverick meluncurkan Dynamic Distribution AMM revolusionernya di Ethereum pada 8 Maret. Tak lama setelah peluncuran ini, Maverick sudah menduduki peringkat sebagai tiga DEX teratas di Ethereum berdasarkan volume perdagangan.

Sebulan kemudian, Maverick membawa mesin efisiensi modalnya yang tinggi ke zkSync Era, dan segera menduduki peringkat DEX nomor 1 di jaringan tersebut berdasarkan volume perdagangan di DeFiLlama. Peluncuran Maverick Fase 1 memperkenalkan dunia ke tingkat baru efisiensi modal dan dengan cepat menjadikan Maverick sebagai kekuatan dominan dalam pembuatan pasar Liquid Staking Token.

Perjalanan Maverick untuk mengembangkan efisiensi di DeFi tidak pernah melambat sejak saat itu. Pada bulan Mei, Maverick meluncurkan Fase 2, menawarkan proyek token seperangkat alat baru yang dapat digunakan untuk memberi insentif pada likuiditas dalam posisi individu, bukan di seluruh kumpulan. Maverick membuka tingkat efisiensi baru dalam insentif likuiditas. Ini segera menarik proyek token DeFi terkemuka seperti Lido, Frax, Rocket Pool, Liquity, Swell, dan banyak lagi untuk meluncurkan hadiah di Maverick Boosted Positions.

Satu bulan kemudian, Maverick meningkatkan efisiensi di seluruh industri dengan peluncuran token utilitas asli yang akan mengantarkan era baru pengembangan dan keberlanjutan dengan komunitas Maverick.

Apa Itu MAV?

MAV adalah token utilitas asli dari ekosistem Maverick Protocol. Ini dirancang terutama untuk digunakan untuk staking, voting, dan boosting.

Maverick telah meluncurkan kontrak Voting Escrow (ve), di mana pengguna dapat mempertaruhkan MAV untuk menerima veMAV. Ini adalah kontrak Origin ve yang telah diaudit oleh Open Zeppelin.

Saldo veMAV pengguna menentukan kekuatan voting mereka dalam protokol. Tata kelola veMAV dirancang untuk memberikan lebih banyak hak suara di tangan pengguna yang berkomitmen pada ekosistem dan memberikan perlindungan.

Ilustrasi aset kripto Maverick (MAV). Sumber:  Maverick Protocol.
Ilustrasi aset kripto Maverick (MAV). Sumber: Maverick Protocol.

Semakin lama pengguna memilih untuk mempertaruhkan MAV mereka, semakin banyak veMAV yang akan mereka terima sebagai imbalan dan semakin banyak kekuatan voting yang akan mereka miliki.

MAV aktif di jaringan utama Ethereum, zkSync, dan BNB chain dan sejak itu telah melihat pertumbuhan yang signifikan meluncurkan distribusi dinamisnya. Pasokan token ERC-20 ini memiliki total dan maksimum 2.000.000.000 MAV. Total volume perdagangan MAV di DEX telah melampaui 2,5 miliar.

Peringkat MAV di situs CoinMarketCap saat ini adalah #240, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 110.890.049. Maverick (MAV) memiliki suplai sirkulasi 250.000.000 koin MAV.

Analisa Harga MAV

MAV/USDT berada dalam tren naik, meskipun telah mencapai zona overbought pasar karena stabil di atas dukungan US$ 0,40. Maverick Protocol melonjak ke US$ 0,66 pada 28 Juni tetapi ditolak. Harga kripto menelusuri kembali di bawah level dukungan US$ 0,66 dan memulai gerakan terbatas. Maverick Protocol mencapai titik terendah sepanjang masa pada saat penulisan sebesar US$ 0,40.

Data Statistik Harga Maverick Protocol:

  • Harga Maverick (MAV) pada Selasa (4/7) pukul 09.00 WIB – US$ 0,4464
  • Kapitalisasi pasar Protokol Maverick – US$ 111 juta
  • Pasokan sirkulasi Protokol Maverick – 250.000.000 MAV
  • Total pasokan Protokol Maverick – 2.000.000.000 MAV
  • Peringkat Protokol Maverick Coinmarketcap – #240

Level harga MAV:

  • Level Resisten: US$ 0,50, US$ 0,60, US$ 0,70.
  • Level Dukungan: US$ 0,30, US$ 0,20, US$ 0,10.
Grafik 2 jam MAV/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik 2 jam MAV/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Kenal Floki (FLOKI), Aset Kripto yang Telah Listing di Tokocrypto

MAV/USDT jatuh setelah mencapai tertinggi US$ 0,66 baru-baru ini. Menyusul penolakan tersebut, aset kripto anjlok ke wilayah oversold pasar. Altcoin diperdagangkan dalam kisaran antara US$ 0,50 dan US$ 0,60 sebelum jatuh ke wilayah oversold pasar.

Pada tanggal 29 Juni, bear menembus level dukungan US$ 0,50, mencapai level dukungan saat ini di US$ 0,40. Doji Candle hadir, menyebabkan aset kripto bergerak sangat lambat.

Pergerakan harga tidak bergerak akibat kandil. MAV sekarang diperdagangkan pada US$ 0,4464 pada saat penulisan. Pasar telah mencapai titik kelelahan bearish. Itu di bawah level Stochastic harian 20. Pembeli diharapkan muncul di level harga yang lebih rendah. Sementara itu, MAV saat ini stabil di atas level dukungan US$ 0,40 di zona oversold.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Google Masuk Dunia Blockchain: Terima Pembayaran Kripto

Google akan mulai mengizinkan sebagian pelanggannya untuk membayar layanan cloud dengan aset kripto awal tahun 2023. Selain itu, Google mengatakan akan mengeksplorasi penggunaan Coinbase Prime, layanan untuk menyimpan dan memperdagangkan kripto.

Dikutip CNBC, Google resmi menjalin kemitraan dengan Coinbase untuk saling memanfaatkan layanan keduanya. Salah satu hasil kerja sama itu, Coinbase akan memindahkan beberapa aplikasinya ke Google Cloud dari Amazon Web Services.

Kesepakatan tersebut diumumkan pada konferensi Google Cloud Next. Bisnis cloud membantu mendiversifikasi Alphabet, induk Google dari periklanan, dan sekarang menyumbang 9% dari pendapatan, naik dari kurang dari 6% tiga tahun lalu, karena berkembang lebih cepat secara keseluruhan.

Ilustrasi exchange Coinbase.
Ilustrasi exchange Coinbase.

Baca juga: Harga NFT Milik Logan Paul Anjlok hingga 99%, Kenapa?

Google Unggul

Google jauh lebih unggul dibanding pesaing utamanya di layanan cloud yang saat ini tidak mengizinkan klien untuk membayar dengan aset kripto. Layanan infrastruktur Platform Google Cloud pada awalnya akan menerima pembayaran kripto dari segelintir pelanggan di dunia Web3, berkat integrasi dengan layanan Coinbase Commerce

Amit Zavery, Vice President and General Manager and Head of Platform at Google Cloud, mengatakan Web3 adalah kata kunci yang muncul untuk layanan internet terdesentralisasi dan terdistribusi yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan internet besar seperti Facebook atau Google.

Seiring waktu, Google akan memungkinkan lebih banyak pelanggan untuk melakukan pembayaran dengan kripto, kata Zavery. Coinbase Commerce mendukung 10 aset kripto, termasuk Bitcoin, Bitcoin Cash, Dogecoin, Ethereum, dan Litecoin. Harga Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum.

CEO Google Cloud, Thomas Kurian. Foto: Michael Short | Bloomberg | Getty Images.
CEO Google Cloud, Thomas Kurian. Foto: Michael Short | Bloomberg | Getty Images.

Baca juga: Apple Izinkan Penjualan NFT di App Store Dukung Industri Blockchain

Google dan Coinbase

Google juga mengeksplorasi bagaimana ia dapat menggunakan Coinbase Prime, layanan yang menyimpan kripto untuk institusi dengan aman dan memungkinkan mereka untuk melakukan perdagangan.

Zavery mengatakan Google akan bereksperimen dan “melihat bagaimana kami dapat berpartisipasi” dengan mengelola aset kripto. Google sebelumnya telah mengindikasikan pada bulan Mei, bahwa mereka sedang menjajaki kemungkinan menambahkan dukungan untuk pembayaran dengan kripto.

Teknologi Blockchain seperti NFT telah menjadi fokus yang lebih besar untuk divisi Google Cloud. Sebelumnya, kepala Google Cloud, Thomas Kurian, telah mendorong pertumbuhan di industri besar seperti media dan ritel. Tahun ini mengumumkan pembentukan tim untuk menghidupkan bisnis blockchain dan membangun alat yang dapat digunakan oleh pengembang pihak ketiga untuk menjalankan aplikasi blockchain.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga NFT Milik Logan Paul Anjlok hingga 99%, Kenapa?

Logan Paul, bintang YouTube asal Amerika Serikat sudah terjun di dunia NFT sekitar tahun 2021. Ia memang dikenal sering menghambur-hamburkan uangnya untuk sesuatu hal yang unik, termasuk NFT.

Dikutip Sportskeeda, pada bulan Agustus 2021, Paul menginvestasikan lebih dari US$ 620.000 atau sekitar Rp 9,5 miliar untuk membeli Bumblebee NFT milik seniman Azuki. NFT Azuki itu tetap menjadi pembelian termahalnya hingga saat ini.

Namun, sayangnya sekarang NFT tersebut harganya anjlok hingga 99%, kini dibanderol US$ 10 atau sekitar Rp 153.000 membuat akuisisinya agak tidak berharga. Logan sendiri telah menghabiskan lebih dari US$ 2 juta untuk NFT selama setahun terakhir ini.

Harga NFT milik Logan Paul anjlok hingga 99%.
Harga NFT milik Logan Paul anjlok hingga 99%.

Baca juga: Makan McDonald’s di Negara Ini Bisa Bayar Pakai Bitcoin

NFT Azuki

Koleksi NFT Azuki dianggap sebagai salah satu koleksi NFT paling “berharga” di pasar karena kreativitas dan produksinya yang padat karya. Namun, karena jatuhnya market aset kripto, pembelian Logan mengalami penurunan nilai yang drastis.

Untuk memahami alasan utama di balik kegagalan usaha Logan Paul untuk meningkatkan nilai investasi NFT-nya, kita harus mengenal istilah ‘Crypto Winter.’ Istilah ini digunakan untuk menggambarkan suatu periode di pasar di mana harga aset berada pada titik terendah sepanjang masa untuk jangka waktu yang lama.

Baca juga: Jepang Serius Investasi dalam Metaverse dan NFT

Crypto winter telah berdampak pada sejumlah NFT, dengan banyak akuisisi digital sekarang kehilangan lebih dari dua pertiga dari harga awal mereka dalam beberapa bulan terakhir. Logan Paul adalah salah satu dari banyak investor malang yang mengalami kerugian besar karena jatuhnya pasar.

Yang cukup menarik, Azuki NFT bukan satu-satunya kerugian yang dialami Logan. Pada Agustus 2021, pemain berusia 27 tahun itu juga mengungkapkan bahwa dia telah membeli Genesis Rocks #65 dan #68 dengan total gabungan US$ 155.000 atau sekitar Rp 2,3 miliar. Yang pertama dihargai hanya US$ 25 atau Rp 300.000.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin Ethereum hingga Pepe Melonjak di Tengah Gejolak Pasar Kripto

Harga aset kripto Ethereum (ETH) dan Pepe (PEPE) melonjak signifikan di tengah pasar kripto yang kembali bergairah. Kenaikan altcoin itu juga beriringan dengan harga Bitcoin (BTC) yang akhirnya menembus level US$ 31.000 atau sekitar Rp 466 juta.

Harga Ethereum naik di atas US$ 1.920 melawan Dolar AS. ETH dapat memperoleh momentum bullish dan mungkin akan segera menghapus resistensi US$ 2.000. Dipantau Ethereum sedang mencoba kenaikan baru di atas zona US$ 1.920. Ada penembusan di atas garis tren bearish utama dengan resistance di dekat $1.925 pada grafik per jam ETH/USDT.

Ethereum Potensi Bullish

Dilaporkan Newsbtc, pasangan ETH/USDT bisa naik terus menuju resistensi US$ 2.000 dalam waktu dekat. Harga Ethereum tetap ditawar dengan baik di atas zona dukungan US$ 1.820. ETH membentuk basis dukungan dan memulai kenaikan baru di atas level US$ 1.880, mengungguli Bitcoin.

Ada pergerakan yang jelas di atas zona resistensi $1.920. Selain itu, ada penembusan di atas garis tren bearish utama dengan resistance di dekat US$ 1.925 pada grafik per jam ETH/USDT. Harga bahkan diperdagangkan ke tertinggi baru beberapa hari di US$ 1.960 dan saat ini sedang mengkonsolidasikan keuntungan.

Grafik harian ETH/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian ETH/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Harga Bitcoin Tembus Rp 466 Juta, Efek BlackRock Ajukan Ulang ETF BTC

Sekarang menunjukkan tanda-tanda positif dan mungkin akan segera terus naik menuju resistensi US$ 2.000. Ether sekarang diperdagangkan di atas US$ 1.900 dan Simple Moving Average 100 jam . Itu juga di atas level retracement Fib 23,6% dari pergerakan ke atas dari swing low US$ 1.889 ke high US$ 1.960.

Resistensi terdekat berada di dekat level US$ 1.960. Resistensi besar berikutnya berada di dekat level US$ 2.000. Penutupan di atas zona US$ 2.000 bisa memulai reli baru. Resistensi berikutnya berada di dekat US$ 2.050, di atasnya harga dapat naik menuju level US$ 2.120. Kenaikan lebih lanjut dapat mengirim Ether menuju resistensi US$ 2.220.

Memecoin PEPE Curi Perhatian

Pepe (PEPE) telah membuat gelombang sekali lagi, dengan token mengalami lonjakan harga 17% yang mengesankan dalam 24 jam terakhir pada Senin (7/4) malam. Menurut data CoinMarketCap, lebih dari US$ 182 juta senilai PEPE diperdagangkan dalam 24 jam terakhir atau peningkatan 103% dari hari sebelumnya.

Grafik harian PEPE/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian PEPE/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Mengenal aset kripto Maverick (MAV) dan Potensinya

Dikutip BeInCrypto, jumlah alamat dompet unik yang memegang PEPE telah meningkat dalam enam hari terakhir, menyoroti kebangkitan minat pada token. Lonjakan aktivitas ini mencerminkan kepercayaan pasar yang berkembang terhadap potensi harga PEPE, dibuktikan dengan pompa harga 12% token baru-baru ini.

Pada saat penulisan, PEPE sekarang melayang di sekitar level US$ 0,0000017–US$ 0,0000018 sama seperti pada 20 Mei. Namun, yang lebih penting untuk bull PEPE, harga telah menembus pola bull flag pada grafik harian, menunjukkan bahwa tren naik yang tajam dapat terjadi.

Perubahan dramatis dalam keberuntungan untuk PEPE ini telah membungkam kritik token dan memicu optimisme baru di antara para pendukungnya.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus Rp 466 Juta, Efek BlackRock Ajukan Ulang ETF BTC

Performa harga Bitcoin (BTC) kembali membaik dan akhirnya menembus level US$ 31.000 atau sekitar Rp 466 juta. Kenaikan harga BTC ini salah satu pendorong kuatnya adalah pengajuan ulang dari aplikasi ETF Bitcoin spot oleh BlackRock ke Securities and Exchange Commission (SEC).

Pada hari Selasa (4/7) pukul 09.30 WIB, Bitcoin naik sebesar 1,63%. Membalik kerugian 0,02% dari hari Senin lalu, BTC mengakhiri hari di US$ 31.266. Secara signifikan, BTC memegang pegangan US$ 31.000 untuk pertama kalinya sejak Mei 2022.

Awal yang beragam membuat BTC jatuh ke level terendah satu jam pertama di US$ 30.601. Menghindari EMA 50 hari di US$ 30.601, BTC naik ke level tertinggi baru tahun 2023 di US$ 31.433. BTC menembus resistensi US$ 30.800–US$ 31.000 untuk mengakhiri sesi di US$ 31.225.

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Litecoin Melonjak 30% dalam 3 Hari Jelang Halving, Potensi Naik Lagi?

Grafik harian menunjukkan BTC/USDT bertahan di atas level dukungan psikologis US$ 31.000 karena pasar merespons berita ETF terbaru. BTC/USDT juga tetap di atas EMA 200 hari (US$ 26.102) dan 50 hari (US$ 28.540), menandakan momentum bullish dalam jangka pendek dan jangka panjang. Khususnya, EMA 50 hari terus menjauh dari EMA 200 hari dan mencerminkan momentum bullish.

Efek BlackRock

Setelah laporan bahwa SEC menemukan kekurangan dalam pengajuan awalnya, BlackRock mengajukan aplikasi baru untuk ETF pasar spot Bitcoin. Jika berhasil, ini akan menjadi ETF spot Bitcoin pertama yang mendapat persetujuan.

BlackRock telah mengajukan aplikasi yang diubah untuk dana yang diperdagangkan di bursa yang akan fokus pada pasar spot Bitcoin setelah regulator menyatakan keraguan tentang upaya pertamanya.

BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

Baca juga: Daftar Aset Kripto Potensial di Bulan Juli 2023, Raih Peluang Cuan!

Dalam pengajuan baru yang diajukan atas namanya oleh bursa Nasdaq, BlackRock mengatakan akan menyelesaikan perjanjian pengawasan dengan Coinbase (COIN), mengatasi salah satu keberatan utama yang diajukan SEC saat menolak aplikasi untuk ETF Bitcoin spot di masa lalu.

Surveillance-sharing agreement (SSA) Spot BTC diharapkan menjadi perjanjian berbagi pengawasan bilateral antara Nasdaq dan Coinbase yang dimaksudkan untuk melengkapi program pengawasan pasar exchange,” baca pengajuan tersebut.

ETF yang diusulkan akan bergantung pada Coinbase, bursa kripto terbesar di Amerika Serikat, sebagai pemelihara dan untuk data pasar spotnya untuk penentuan harga. Coinbase juga memiliki perjanjian untuk menyediakan layanan serupa dengan Fidelity, yang mencari ETF spot Bitcoin miliknya sendiri.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Jatuh, Investor Nantikan Data Inflasi AS

Harga Bitcoin pada hari Selasa (11/10) jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu, karena investor terus mencerna data ketenagakerjaan AS yang dirilis menguat kuat pada hari Jumat (7/10) lalu. Hal itu mendorong aset berisiko termasuk aset kripto bahkan lebih dalam ke zona merah.

Kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar turun sekitar 1,3% menjadi US$ 19.213.00, menurut Coin Metrics. Sebelumnya pada hari itu jatuh serendah US$ 19.116,43. ETH turun sekitar 1%, menjadi US$ 1,307.58, setelah jatuh ke level US$ 1.297.07.

“Hari ini tampaknya ada beberapa kegelisahan dan kecemasan di semua pasar saat kami mendekati rilis CPI Kamis,” kata Riyad Carey, analis riset di Kaiko.

“Bitcoin bergerak erat dengan ekuitas dan saya berharap itu akan berlanjut karena belum ada banyak katalis khusus kripto dalam beberapa pekan terakhir. Saya juga memperkirakan volatilitas yang signifikan pada hari Kamis, dengan pergerakan naik atau turun tergantung pada angka inflasi.”

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Isyana Sarasvati Rilis Koleksi Mystery NFT, Ini Tampilannya

Data Inflasi AS

Pada hari Kamis (13/10), Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) September. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan IHK utama menunjukkan kenaikan bulanan 0,3% dan kenaikan tahunan 8,1%. Investor mengamati pembaruan ini dengan cermat untuk petunjuk tentang langkah The Fed selanjutnya dalam perjuangannya untuk menurunkan inflasi.

“Kami percaya ada narasi yang membangun bahwa bank sentral mulai membuat kesalahan kebijakan,” James Butterfill, kepala penelitian di CoinShares, mengatakan kepada CNBC, mengutip intervensi Bank of England, kekhawatiran tentang dot plot Fed dan kenaikan suku bunga yang malu-malu.

“Beberapa klien kami telah menyatakan bahwa mereka tidak ingin membeli bitcoin sekarang, tetapi segera setelah Fed berputar, mereka akan menambah posisi,” tambahnya.

“Poin data utama yang harus diwaspadai minggu ini adalah data CPI yang kalah/tidak pada hari Rabu dan risalah FOMC, bau dovish kemungkinan akan mendukung aset kripto.”

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Tingkat Bitcoin Hash Rate Capai ATH Baru di Tengah Crypto Winter

Volatilitas Kripto

Terlepas dari kecemasan yang menyelimuti investor, volatilitas kripto tidak seperti biasanya dalam beberapa minggu terakhir, meskipun korelasinya dengan saham tetap positif.

Harga Bitcoin berakhir hari Minggu di level US$ 19.000 untuk hari Minggu keempat berturut-turut, menurut Kaiko. Rezim volatilitas tinggi yang telah dialami pasar crypto sejak kehancuran besar pada bulan Juni dapat segera berakhir, berdasarkan pengembalian per jam, penyedia data mengatakan dalam sebuah catatan penelitian Senin.

Pengembalian Bitcoin dan ETH per jam melonjak 3% hingga 5% selama krisis kredit kripto tetapi sejak itu kembali menjadi sekitar 1% hingga 2%, kata catatan itu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terra Classic (LUNC) Bakal Upgrade Jaringan, Kapan?

Tim pengembang blockchain Terra Classic (LUNC) sepertinya bekerja tanpa lelah dan membuat keputusan yang akan mempercepat pemulihan jaringan yang rusak. Kabar terbaru mereka akan melakukan upgrade jaringan di akhir tahun 2022 ini.

Dalam sebuah tweet pada hari Jumat (7/10), pengembang LUNC dengan username Raider mengungkapkan bahwa peningkatan Terra Classic v23 akan membuat jaringan sepenuhnya dapat dioperasikan dengan rantai Cosmos lainnya karena berisi peningkatan CosmWasm.

CosmWasm adalah perpustakaan yang berisi kode standar untuk membangun kontrak. Versi baru Terra Classic, akan menjanjikan untuk membawa manfaat besar ke jaringan.

“Hanya setelah rilis TR v23 yang berisi peningkatan CosmWasm, Terra Classic akan sepenuhnya dapat dioperasikan dengan blockchain berbasis Cosmos lainnya,” tulis Raider.

Baca juga: Bappebti Sebut Transaksi Kripto RI Turun, Apa Penyebabnya?

Proyeksi Rilis

Perlu disebutkan bahwa detail peningkatan TR v23 pertama kali bocor pada bulan Agustus lalu, menunjukkan kerangka kasar tentang apa yang akan dicakup oleh peningkatan, ditulis oleh tim pengembangan inti yang terdiri dari Edward Kim dan Tobias Andersen, AKA Zaradar.

Dikutip The Crypto Basic, pembaruan ini dibuat oleh tim pengembangan inti yang terdiri dari Edward Kim dan Tobias Andersen. Diperkirakan akan diluncurkan pada Desember 2022.

Seperti diketahui blockchain Terra Classic awalnya dibangun di atas blockchain Cosmos, sebelum Inter Blockchain Communication (IBC), yang memungkinkan rantai Cosmos untuk berinteraksi, dinonaktifkan selama runtuhnya blockchain Terra untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

Baca juga: Robert Kiyosaki: Peluang Beli Bitcoin saat Ekonomi AS Anjlok

Namun, pekerjaan sedang berlangsung oleh Terra Rebels untuk mengaktifkan kembali protokol IBC. Menurut pengembang inti LUNC, Edward Kim, ini akan membuka pintu bagi proyek baru untuk dibangun di jaringan Terra Classic.

Perlu dicatat bahwa pemutakhiran v22 yang diluncurkan pada akhir Agustus memperkenalkan kembali staking dan menghasilkan peningkatan kapitalisasi pasar sebesar US$ 1 miliar dan desas-desus seputar proposal burn.



Sumber : news.tokocrypto.com