Tag Archives: featured

Daftar Nama 2 Calon DK OJK Pengawas Aset Kripto, Siapa Saja?

Dua nama calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2023–2028 yang akan mengisi posisi sebagai kepala pengawas kripto akhirnya terungkap. Keduanya akan melakukan Fit and Proper Test dengan DPR RI.

Komisi XI DPR menyatakan telah menerima nama calon anggota DK OJK melalui surat presiden (surpres) bernomor R-31/Pres/06/2023 yang diteken Presiden Jokowi pada 16 Juni 2023. Dari salinan surat tersebut, ada dua calon untuk posisi Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK.

Dua nama calon DK OJK Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto adalah:

  1. Hasan Fawzi – mantan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
  2. Erwin Haryono – Direktur Eksekutif/Kepala Dep. Komunikasi Bank Indonesia.

Profil 2 Calon Anggota DK OJK Pengawas Kripto

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.

Baca juga: UU P2SK Atur Tugas OJK Awasi Perbankan hingga Kripto

Hasan Fawzi

Hasan Fawzi saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan di Bursa Efek Indonesia. Dia ditetapkan sebagai Direktur Pengembangan BEI melalui RUPS pada 29 Juni 2018. Hasan lahir di Purwakarta pada tanggal 27 April 1970. Dia meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1993 dan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas LIAE de Grenoble, Universite Pierre Mendes, Prancis, serta gelar Magister Manajemen (MM) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2008.

Hasan memulai karirnya di PT Kliring Depositori Efek Indonesia sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem (1993-1997), kemudian pindah ke KPEI sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi (1997-2008). Dia pernah menjabat sebagai Direktur PHEI (2008-2012) dan Direktur Utama KPEI selama dua periode (2012-2015 dan 2015-2018).

Erwin Haryono

Erwin Haryono lahir di Bogor pada tahun 1966. etelah menempuh pendidikan di bidang Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan Universitas Diponegoro pada tahun 1990. Erwin melanjutkan pendidikan di International University of Japan dan mendapatkan gelar Master di bidang Economics International Development pada tahun 1998.

Erwin mengawali karier di Bank Indonesia pada tahun 1994, Erwin saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Komunikasi sejak tahun 2020. Erwin juga sempat menjadi IMF representing Indonesia.

Pengawasan Kripto

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto dan bendera Indonesia.

Baca juga: Data The Fed Menunjukkan Kripto Dapat Membantu Inklusi Keuangan

Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) mengatur pengawasan terintegrasi di bawah OJK karena sangat diperlukan agar pengembangan dan penguatan sektor keuangan terjadi secara menyeluruh. Pengawasan ini tidak hanya pada sektor yang sudah berkembang, seperti perbankan tetapi juga pasar modal, dana pensiun, asuransi serta fintech dan aktivitas transaksi aset keuangan digital seperti kripto maupun koperasi.

Terkait aktivitas transaksi kripto, disepakati pemindahan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK. Hal itu dilakukan agar pengaturan dan pengawasan keuangan digital lebih kuat khususnya dalam hal aspek pelindungan investor atau konsumen.

Pemerintah dan DPR pun menyadari diperlukan waktu transisi antara OJK dan Bapebbti dengan baik dan optimal tanpa mengganggu perkembangan transaksi aset kripto yang sedang berjalan.

Tak hanya itu, UU P2SK yang sekaligus mereformasi pasar modal, pasar uang, pasar valuta asing dan aset kripto ini turut memperkuat landasan hukum bagi Special Purpose Vehicle untuk mendorong penciptaan variasi instrumen pasar keuangan melalui sekuritisasi.

“UU P2SK juga mengatur Pengelola Dana Perwalian atau Trustee untuk memberikan lebih banyak alternatif bagi pengelolaan aset dan kekayaan pelaku pasar,” jelas Menteri Keuangan, Sri Mulyani.



Sumber : news.tokocrypto.com

ICCA dan ASPAKRINDO Dorong Tumbuh Kembang Industri Aset Kripto

Asosiasi Konsumen Kripto Indonesia (ICCA) menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Kemitraan ini akan berfokus dalam lingkup pengembangan edukasi, literasi publik dan perlindungan konsumen dalam perdagangan aset kripto di Indonesia.

Ketua ICCA, Rob Rafael Kardinal mengatakan kondisi pasar aset kripto di Indonesia saat ini memang masih sangat muda, hal ini kemudian mendorong ICCA dan ASPAKRINDO sebagai asosiasi yang menaungi para pelaku di industri ini untuk bekerja sama.

“Melalui kolaborasi ini kami ingin sama-sama mendorong tumbuh kembang industri aset kripto di Indonesia melalui berbagai aktivitas yang akan difokuskan untuk mendorong edukasi, literasi publik, dan perlindungan konsumen serta pedagang aset kripto di Indonesia,” katanya dalam acara penandatangan MoU di Jakarta, pada Kamis (14/10). 

Dukung literasi dan perlindungan pelaku industri kripto ICCA dan ASPAKRINDO tandatangani MoU kerja sama. Foto: ICCA
Dukung literasi dan perlindungan pelaku industri kripto ICCA dan ASPAKRINDO tandatangani MoU kerja sama. Foto: ICCA

Baca juga: Asosiasi ICCA dan PKHAKI Hadir Dukung Perkembangan Aset Kripto di Indonesia

Lindungi Pelaku Usaha Kripto

Ketua ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan kolaborasi ini sama-sama memahami pentingnya kerja sama antara seluruh pihak terkait terutama di industri aset kripto demi menjamin terbentuknya industri yang sehat dan bisa mengayomi seluruh pelaku industri tersebut.

“Kami pastinya berharap dengan kerjasama ini ASPAKRINDO dan ICCA bisa membantu mendukung tumbuh kembang industri kripto di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai industri yang masih cukup baru industri aset kripto saat ini memang sedang melalui masa perkembangan yang cukup masif. Mulai naiknya peminat terhadap industri ini baik, dari sisi konsumen dan pedagang.

Kedua organisasi ini juga mendorong urgensi untuk adanya berbagai kegiatan yang bersifat edukatif dan berfokus pada perlindungan para pelaku untuk memberikan perlindungan baik dalam bentuk pengetahuan mengenai industri kripto bagi masyarakat. Kolaborasi ini juga bertujuan untuk bersama-sama mendorong advokasi perlindungan konsumen dan pedagang kripto. 

Konsisten Edukasi

ICCA sendiri sebelumnya juga secara konsisten telah mendorong pertumbuhan edukasi dan literasi masyarakat melalui kegiatan edukasi publik seperti ICCA Blockchain Edufest 2022 yang diselenggarakan pertengahan tahun ini.

Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022
Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bank Indonesia: CBDC Dapat Atasi Hambatan Inklusi Keuangan

Serta juga ICCA secara konsisten terus melakukan kegiatan diskusi dan advokasi strategis mengenai aset kripto bersama berbagai pihak regulator terkait termasuk diskusi strategis bersama Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. 

Pertumbuhan Industri Kripto

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag merilis angka terbaru terkait jumlah investor dan volume transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia. Hasilnya sejak awal tahun 2022 ini, terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Dalam data terbaru yang dirilis, pada 2021, total nilai transaksi perdagangan aset kripto mencapai Rp 859,5 triliun. Sedangkan, total nilai transaksi pada Januari—Agustus 2022 tercatat sebesar Rp 249,3 triliun atau turun 56,35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara dari sisi jumlah investor, per Agustus 2022 terdapat 16,1 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 725 ribu pelanggan per bulan. Artinya jumlah investor kripto di Indonesia terus mengalami pertumbuhan.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Bitwise: Keberuntungan Dapat Dibuat Saat Bear Market Kripto

Keberuntungan bisa terjadi di manapun dan kapanpun, termasuk saat kripto masuk bear market. Awal kuartal IV 2022 memang membawa harapan bagi investor kripto. Namun, dengan sebelas hari ke depan, tidak banyak aksi yang terlihat aksi harga bergerak naik.

Bitcoin, kripto terbesar, diperdagangkan di ambang US$ 19.000, sementara Ethereum telah turun di bawah US$ 1.300 pada artikel ini ditulis. Sebagian besar altcoin mengikuti dan sebagai hasilnya, kapitalisasi pasar kripto global secara kasar turun 2,28% pada hari Senin (10/10).

Berpendapat tentang keadaan pasar kripto saat ini, CEO Bitwise, Hunter Horsley, mengatakan kondisi bear market kripto memiliki hikmah yang bisa diambil untuk para investor. Apabila bisa memahaminya, diharapkan akan ada keberuntungan.

“Ini merupakan tahun yang penuh gejolak di pasar secara luas, dan tentu saja, di kripto. Kisah tahun ini jelas merupakan bear market. Meskipun ada peluang untuk menghasilkan uang di banyak momen. Bear market adalah momen di mana kekayaan dapat dihasilkan,” kata Horsley dikutip Watcher.Guru.

CEO Bitwise, Hunter Horsley. Foto: CNBC.
CEO Bitwise, Hunter Horsley. Foto: CNBC.

Baca juga: Cara Cek Saldo Wallet Ethereum di Google Search

Siklus Empat Tahun

Ke depan, kata horsley, bagaimanapun, tabel mungkin berubah. Pasar kripto selalu beroperasi dalam siklus dan setelah setiap fase lamban atau penurunan, pemulihan telah terjadi. Menguraikan apa yang mungkin diharapkan berdasarkan preseden siklus 4 tahun terakhir

“2014, pasar turun hampir 60%. 2018, pasar turun hingga 70%. Dan tahun ini, pasarnya jelas turun, pada 2022, sekitar 60%. Harapannya jika pasar melanjutkan tren historisnya, kami akan memulai siklus baru tahun depan,” ujarnya.

Di samping kripto, ruang Web3 yang lebih luas juga telah berkembang. Untuk memanfaatkan tren tersebut dan memberi investor akses ke perusahaan yang fokus dalam pengembangan Web3, Bitwise meluncurkan ETF Web3 pada awal Oktober.

Ilustrasi Web3.
Ilustrasi Web3.

Baca juga: Menabung Kripto Bisa Dapat Keuntungan Jangka Panjang

Meskipun berada dalam resesi, peluncuran produk secara tidak langsung mendukung fakta bahwa investor kemungkinan besar akan bergabung.

“Kami bekerja dengan lebih dari seribu penasihat keuangan, cabang, dan institusi. Dan apa yang kami lihat dengan Web3 adalah kategori peluang yang muncul di sekitar inovator mapan, perusahaan mapan untuk posisi mengambil manfaat dari kebangkitan web3, dari lingkungan yang diciptakan oleh kripto,” terangnya.

Secara geografis, Uni Emirat Arab telah menjadi salah satu tujuan paling populer di dunia untuk bisnis terkait kripto dan Web3. Pendekatan ramah-kripto pemerintah telah melihat banyak keberhasilan dalam menarik bisnis dan pengusaha zaman baru. Faktanya, seperti yang disorot dalam sebuah artikel kemarin, UEA menampung lebih dari 1.450 organisasi Web3 yang aktif



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Cek Saldo Wallet Ethereum di Google Search

Google tampak mendukung penuh perkembangan blockchain dan aset kripto. Terbukti platform Google Search kini dapat memberikan informasi saldo wallet Ethereum secara langsung.

Pengguna Google sekarang bisa langsung memberikan data tentang alamat Ethereum mereka untuk mengetahui saldo di dalamnya. Mereka tak perlu repot lagi untuk membuka situs khusus.

Nantinya, ketika alamat wallet Ethereum ditempelkan ke bilah pencarian Google Search, saldo ETH-nya ditampilkan. Data sedang dikumpulkan dari Ethereum block explorer Etherscan.

Cara cek saldo wallet Ethereum di Google Search.
Cara cek saldo wallet Ethereum di Google Search.

Baca juga: Google Masuk Dunia Blockchain: Terima Pembayaran Kripto

Sejauh ini, tampaknya Google hanya mendukung untuk alamat wallet Ethereum dan belum menyeluruh ke aset kripto lainnya, seperti Bitcoin.

Fitur baru ini juga mendapat perhatian oleh Han Hua, yang merupakan investor utama yang berfokus pada kripto di Google Ventures, dan sebelumnya adalah seorang engineer di Google.

Google telah mulai menyediakan lebih banyak interaksi aset kripto baru-baru ini. Menjelang The Merge — pembaruan Ethereum baru-baru ini menjadi bukti kepemilikan — Google memberikan hitungan mundur ke acara tersebut, menampilkan dua panda yang bergerak bersama-sama.

Google Dukung The Merge Ethereum

Pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge tampaknya menjadi perhatian banyak orang. Google pun juga ikut meramaikan proses bersejarah itu dengan meluncurkan fitur count down atau hitung mundur ditampilan website-nya.

The Merge Ethereum yang meluncur pada 15 September lalu, menjadi momen bersejarah di mana, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work.

Sebuah “doodle” dari Google muncul untuk melakukan proses hitung mundur untuk The Merge Ethereum, sebuah tanda pengakuan dari situs web paling populer di dunia.

Untuk menampilkan doodle count down The Merge, kamu harus Mengetik “ethereum merge” di kolom mesin pencari Google. Nantinya akan menghasilkan jam hitung mundur, tingkat kesulitan (berapa kali penambang harus menghitung hash untuk mencatat blok transaksi), tingkat hash (total gabungan daya komputasi yang digunakan di seluruh jaringan), dan kartun dua beruang bahagia yang saling mendekat dengan tangan terentang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Kripto Stagnan, Investor Ketar-ketir Hadapi CPI

Market kripto pada perdagangan Kamis (11/10) pagi tampak stagnan. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) melemah 0,06% di harga US$ 19.091 dan Ethereum (ETH) anjlok 0,38% ke level US$ 1.285.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor semakin tak selera mengoleksi aset berisiko setelah The Fed, kembali menegaskan akan terus mengerek suku bunga acuan sampai ada bukti bahwa inflasi AS mengarah ke target 2%.

“Risalah rapat The Fed September yang dirilis Rabu (12/10) kemarin, seakan menegaskan lembaga tersebut belum melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Alhasil market tak bergairah menyambut risalah rapat tersebut,” katanya.

Tunggu Data CPI Inflasi

Situasi market bisa lebih mencekam, karena risalah rapat The Fed terbit sehari sebelum pengumuman data inflasi AS September. Akibatnya, investor menganggap The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuannya 75 basis poin bulan depan terlepas dari hasil inflasi AS September membaik atau memburuk.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Bank Indonesia: CBDC Dapat Atasi Hambatan Inklusi Keuangan

“Nilai aset kripto yang masih mondar-mandir di rentang harga sempit mengindikasikan investor belum bisa menentukan sikap di market. Ternyata, mereka semua wait and see menanti data inflasi AS September yang akan terbit hari ini,” jelas Afid.

Laporan JP Morgan mengatakan, nilai aset berisiko, termasuk aset kripto, bisa tumbang 5%, jika inflasi AS ternyata tak sesuai ekspektasi. Sementara itu, firma Covario mengatakan harga kripto bisa naik atau turun 3% tergantung hasil inflasi AS September.

Lebih lanjut Afid menjelaskan sikap investor saat ini sepertinya kembali melirik Bitcoin dibanding altcoin, jika diukur dari persentase penguatannya. Bitcoin Dominance kembali ke level 40%.

Ekosistem Kripto

Adapun kabar yang membuat altcoin jatuh adalah platform DeFi di jaringan Solana, Mango, yang alami peretasan dan mengakibatkan aset kripto senilai US$ 100 juta raib. Kemudian, SEC yang saat ini disebut melakukan penyelidikan terhadap Yuga Labs, perusahaan di balik NFT hits Bored Ape Yacht Club.

Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Bappebti Sebut Transaksi Kripto RI Turun, Apa Penyebabnya?

Dari segi analisis teknik, Bitcoin sedang berjuang untuk menolak penurunan di level support terdekatnya yang berada pada level US$ 18.973. Jika berhasil breakdown, maka penurunan selanjutnya ditargetkan ke level US$ 18.860.

“Sementara, altcoin yang menjadi primadona saat ini adalah Huobi Token (HT) yang reli lebih dari 20% dalam 24 jam terakhir,” ujar Afid.

Kenaikan harga didorong oleh kabar exchange, Houbi yang diisukan mengakuisisi Justin Sun sebagai penasihat untuk fokus membawa nilai lebih ke Huobi Token. Alhasil investor merespons untuk mulai mengakumulasi dana mereka ke token utilitas tersebut karena nilainya meningkat untuk hari ketiga berturut-turut.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data The Fed Menunjukkan Kripto Dapat Membantu Inklusi Keuangan

The Fed menerbitkan laporan tahunan 2022 yang salah satu datanya menunjuukan aset kripto dapat membantu inklusi keuangan di Amerika Serikat. Laporan tentang kesejahteraan ekonomi rumah tangga AS itu melihatkan adanya peningkatan proporsi yang lebih tinggi dari orang yang menggunakan crypto untuk pembayaran ritel atau P2P, meskipun angka keseluruhan masih rendah.

Survei tersebut menanyakan orang-orang apakah mereka menggunakan kripto untuk pembayaran versus investasi. Di antara kelompok berpenghasilan terendah dengan pendapatan di bawah US$ 25.000, 9% dari mereka yang disurvei menggunakan kripto untuk tujuan apa pun.

Grup terbagi menjadi 4% yang menggunakannya untuk pembayaran dan 5% yang melihat kripto sebagai investasi. Dengan kata lain, 44% dari grup kriptInklo berpenghasilan rendah menggunakannya untuk pembayaran. Sebaliknya, hanya 16% dari pemegang kripto dengan pendapatan di atas rata-rata mengatakan bahwa mereka melakukan pembayaran dengan kripto.

Bantu Inklusi Keuangan

koin bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: CEO BlackRock Sebut Bitcoin Adalah Emas Digital, Jadi Sinyal Bullish?

Tidak mengherankan, pola yang sama berulang untuk yang tidak memiliki rekening bank. 5% orang dewasa di AS yang tidak memiliki rekening bank menggunakan kripto untuk pembayaran, dibandingkan dengan 3% dari mereka yang memiliki rekening bank. 8% orang yang menggunakan pencairan cek nonbank atau wesel menggunakan kripto untuk mengirim uang, dibandingkan dengan 2% dari mereka yang tidak.

Ada juga variasi yang signifikan dalam penggunaan berdasarkan etnis. Setengah dari mereka yang mengidentifikasi sebagai pemilik kripto yang berkulit hitam menggunakan aset tersebut untuk pembayaran, dibandingkan dengan sepertiga pengguna kripto Hispanik, satu dari lima orang Asia dan 11% orang kulit putih.

Namun, The Fed menambahkan bahwa “penggunaan aset kripto untuk transaksi keuangan tetap sangat rendah, bahkan di antara kelompok yang lebih cenderung menggunakan mata uang kripto dengan cara ini.”

Kebijakan Suku Bunga

Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

Baca juga: Cara Menghindari Crypto Phisher yang Bisa Curi Uangmu

Di sisi lain, kebijakan suku bunga The Fed masih simpang siur. Dalam risalah The Fed memberikan perincian baru tentang hasil pertemuan pertengahan Juni lalu. Risalah tersebut menegaskan kembali bahwa The Fed tetap bertujuan untuk mempertahankan suku bunga dana pada 5% dan 5,25% dalam waktu dekat.

The Fed juga mengatakan pihaknya bertujuan untuk mengembalikan tingkat inflasi menjadi 2% sebagai komitmen kuat. Untuk menurunkan suku bunga, Federal Reserve mengatakan akan mempertimbangkan pengetatan kumulatif kebijakan moneter, efek penundaan kebijakan pada kegiatan ekonomi dan inflasi, dan perkembangan lainnya.

Pihaknya juga dikatakan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan mengurangi kepemilikan Federal Reserve atas sekuritas Treasury dan utang agen serta sekuritas yang didukung hipotek agen. Sementara beberapa dari hasil tersebut telah disebutkan dalam laporan sebelumnya , risalah terbaru memberikan konteks tambahan dengan mencatat bahwa hampir semua peserta merasa “tepat atau dapat diterima” untuk meninggalkan tingkat target pada 5% hingga 5,25%.

Suku bunga The Fed yang lebih tinggi umumnya diyakini mengurangi investasi pada aset berisiko seperti aset kripto. Namun, berita terbaru tidak secara dramatis memengaruhi aset kripto: Bitcoin (BTC) dan pasar kripto lainnya turun hanya 1% selama 24 jam.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Indonesia: CBDC Dapat Atasi Hambatan Inklusi Keuangan

Bank Indonesia terus mengembangkan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau yang dikenal sebagai Rupiah Digital. BI melihat pengembangan CBDC harus memenuhi tiga aspek utama. Apa saja?

BI melihat pertumbuhan aset kripto dan CBDC memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.

Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.

Tiga Isu Utama CBDC

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan terdapat tiga isu utama dalam pengembangan CBDC. Pertama, bank sentral harus dapat menetapkan desain CBDC yang optimal dapat memenuhi tujuan kebijakan dan memitigasi risiko dan implementasinya.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Menabung Kripto Bisa Dapat Keuntungan Jangka Panjang

“CBDC juga harus dapat berperan sebagai sovereign public goods yang mampu memenuhi kebutuhan publik dan sesuai dengan mandat dan tujuan bank sentral,” katanya dalam siaran pers dikutip Kamis (13/10).

Aspek kedua, CBDC yang dirancang dengan baik, khususnya CBDC ritel dapat lebih mendukung dalam mengatasi hambatan inklusi keuangan, termasuk dengan menyediakan kemampuan offline, transaksi berbiaya rendah, dan portabilitas data. Namun demikian, inklusi keuangan harus segera dicapai dan tidak harus menunggu atau hanya mengandalkan CBDC.

Aspek ketiga, CBDC harus memiliki interkoneksi, interoperabilitas dan integrasi (3i) dengan infrastruktur pasar keuangan dan sistem pembayaran serta memiliki potensi untuk memperkuat pembayaran lintas negara dengan mengurangi friksi melalui pengaturan teknis di sisi kompatibilitas, antarmuka, dan platform teknologi.

Kepentingan Publik

Desain CBDC yang tepat dapat mendorong pengembangan dan penguatan sistem pembayaran domestik dan pembayaran lintas negara. Seperti yang telah diketahui, penelitian CBDC telah dilakukan berbagai bank sentral guna menakar teknologi, desain teknis, serta dampaknya terhadap stabilitas makroekonomi dan keuangan.

Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Makan McDonald’s di Negara Ini Bisa Bayar Pakai Bitcoin

Agar bermanfaat bagi kepentingan publik secara luas, CBDC sendiri perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan keterkaitan dengan setiap kebijakan, pilihan teknologi, serta dampaknya terhadap perekonomian.

Bank Indonesia juga bersiap mengeluarkan White Paper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022. White Paper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan White Paper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan rupiah digital serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Menghindari Crypto Phisher yang Bisa Curi Uangmu

Kamu mungkin penasaran tentang bagaimana cara melindungi diri dari crypto phisher yang berbahaya yang bisa mencuri uang tanpa disadari. Dalam dunia kripto yang semakin berkembang pesat, ancaman penipuan semakin meningkat.

Namun, dengan langkah-langkah yang tepat, kamu dapat menghindari jebakan yang ditetapkan oleh para penipu ini. Penting untuk selalu waspada terhadap penipuan rekayasa sosial di mana penipu berusaha memperoleh informasi pribadi melalui manipulasi psikologis. Mereka dapat menyamar sebagai entitas terpercaya seperti lembaga pemerintah, bisnis ternama, atau anggota komunitas.

Penipuan dalam dunia aset kripto dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Penipu atau scammer akan melakukan segala cara untuk mencuri aset kripto dari dompet digital Anda. Secara umum, penipuan kripto dapat dibagi menjadi dua kategori yang berbeda.

Pertama, ada upaya untuk mendapatkan akses ke dompet digital target atau kredensial autentikasi. Artinya, penipu mencoba mendapatkan informasi yang memberi mereka akses ke dompet digital atau informasi pribadi lainnya, seperti kode keamanan. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan dapat mencoba mendapatkan akses ke perangkat keras fisik.

Kedua, penipu bisa langsung mentransfer kripto ke akun mereka sendiri melalui pemalsuan identitas, penipuan investasi atau peluang bisnis, atau metode jahat lainnya.

Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari penipuan kripto atau crypto phisher yang dapat mencuri aset kamu:

1. Waspadai Penipuan Rekayasa Sosial

Dalam penipuan rekayasa sosial, penipu menggunakan manipulasi dan penipuan psikologis untuk mendapatkan informasi penting yang terkait dengan akun pengguna. Mereka membuat orang percaya bahwa mereka berurusan dengan entitas tepercaya seperti lembaga pemerintah, bisnis terkenal, dukungan teknis, anggota komunitas, rekan kerja, atau teman.

Penipu akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan calon korban dan mendorong mereka untuk mengungkapkan kunci atau mentransfer uang ke dompet digital penipu. Mereka sering menggunakan situs kencan untuk membuat target yang tidak curiga percaya bahwa mereka sedang menjalin hubungan jangka panjang.

Ilustrasi security digital account.

Baca juga: Daftar Aset Kripto Potensial di Bulan Juli 2023, Raih Peluang Cuan!

Sebaiknya tetap waspada terhadap permintaan informasi pribadi yang mencurigakan dan jangan mudah percaya pada orang yang baru kamu kenal secara online.

2. Hati-hati dengan Penipuan Impersonasi dan Giveaway

Penipu sering berpura-pura menjadi selebritas, pebisnis, atau tokoh influencer dalam dunia kripto. Mereka menjanjikan untuk menggandakan atau mencocokkan jumlah kripto yang dikirimkan kepada mereka melalui penipuan yang disebut “giveaway.”

Pesan yang dibuat dengan baik dan seringkali terlihat seperti akun media sosial yang sah dapat menimbulkan rasa keaslian dan mendesak. Mereka menciptakan mitos peluang “sekali seumur hidup” yang dapat membuat orang dengan cepat mentransfer dana dengan harapan mendapatkan pengembalian instan. Banyak pemilik kripto juga dihubungi oleh penipu yang mengaku berasal dari dukungan atau keamanan bursa kripto.

Penting untuk selalu memverifikasi identitas orang yang mengajukan penawaran atau promosi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jangan mengirimkan dana atau informasi pribadi kepada siapa pun yang meminta hal tersebut melalui platform media sosial atau email yang tidak terverifikasi.

3. Waspada terhadap Penipuan Phishing

Dalam konteks industri kripto, penipuan phishing menargetkan informasi yang terkait dengan dompet online. Penipu tertarik pada kunci pribadi atau kata sandi dompet crypto, yang diperlukan untuk mengakses kripto.

Metode yang digunakan penipu serupa dengan penipuan phishing pada umumnya. Mereka mengirimkan email dengan tautan yang mengarahkan pemegang akun ke situs web palsu dan meminta mereka untuk memasukkan kunci pribadi. Setelah penipu mendapatkan informasi ini, mereka dapat mencuri kripto.

Pastikan kamu selalu memeriksa alamat email pengirim dan pastikan situs web yang Anda kunjungi memiliki protokol keamanan yang kuat (https). Jangan pernah memberikan kunci pribadi atau kata sandi kecuali Anda yakin tentang keaslian situs web tersebut.

4. Jangan Merespons Penipuan Pemerasan

Ilustrasi penipuan kripto. Sumber: Binance Academy.
Ilustrasi penipuan kripto. Sumber: Binance Academy.

Baca juga: Aset Kripto Kembali Populer Efek Kapitalisasi Pasar yang Meningkat

Metode rekayasa sosial populer lainnya yang digunakan penipu adalah mengirim email pemerasan. Dalam jenis email ini, penipu mengklaim memiliki bukti kunjungan pengguna ke situs web dewasa atau halaman terlarang lainnya, dan mengancam akan mengungkapkannya kecuali pengguna memberikan kunci pribadi atau mentransfer kripto kepada mereka.

Kasus-kasus semacam ini merupakan upaya pemerasan kriminal dan harus dilaporkan kepada pihak penegak hukum setempat. Jangan merespons atau memenuhi tuntutan penipu semacam itu.

5. Hati-hati dengan Penipuan Investasi atau Peluang Bisnis

Prinsip yang berlaku dalam investasi tetap berlaku, terutama dalam dunia kripto: Jika sesuatu terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, maka kemungkinan itu memang tidak benar. Banyak spekulan yang berusaha mencari keuntungan telah jatuh ke dalam situs web menyesatkan yang menawarkan jaminan pengembalian atau pengaturan investasi dengan imbalan besar.

Sayangnya, jaminan palsu ini sering kali berakhir dengan kerugian keuangan ketika individu mencoba menarik uang mereka dan menemui kendala. Selalu lakukan riset yang cermat sebelum berinvestasi dan pastikan untuk bekerja dengan platform terpercaya yang memiliki reputasi baik.

Dalam menghadapi ancaman penipuan crypto, penting untuk tetap waspada, memverifikasi informasi, dan menjaga keamanan dompet digital Anda. Selalu periksa keaslian penawaran dan jangan memberikan informasi pribadi atau mentransfer dana kecuali Anda yakin sepenuhnya.

Dan pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Kembali Populer Efek Kapitalisasi Pasar yang Meningkat

Investasi dan trading aset kripto kembali populer ketika total kapitalisasi pasar yang kembali melonjak sepanjang tahun 2023. Market cap pasar kripto tumbuh lebih dari 50% dalam enam bulan terakhir.

Paruh pertama tahun perdagangan sudah berlalu, dan salah satu perkembangan yang paling menonjol adalah peningkatan total kapitalisasi pasar kripto. Menyusul tahun 2022, ketika banyak investor kripto jenuh dengan guncangan industri dan pengetatan regulasi, reli tahun 2023 tampak seperti awal dari pasar bullish baru.

Ketertarikan baru investor pada aset kripto menyebabkan total kapitalisasi pasar tumbuh lebih dari 50% pada paruh pertama tahun ini. Hanya dalam seminggu terakhir, pasar tumbuh lebih dari 3%, dan investor optimis karena Bitcoin bertahan mendekati level tertinggi tahunan.

Potensi Kripto

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Harga Bitcoin Tembus Rp 466 Juta, Efek BlackRock Ajukan Ulang ETF BTC

Investor optimis karena harga Bitcoin (BTC) mendekati angka tertinggi tahunan bersamaan dengan altcoin lain, seperti Ethereum (ETH), Litecoin (LTC), dan Ripple (XRP).

Bitcoin adalah alasan utama mengapa investor optimis tentang industri kripto meskipun ada skandal, penipuan, dan tuntutan hukum yang sedang berlangsung. Pada akhirnya, semua yang penting bagi pengamat pasar adalah bahwa harga Bitcoin mendekati harga tertinggi tahunan, meskipun meningkat pada tahun 2023 lebih dari +85%.

Namun, tidak semua kripto berfungsi seperti Bitcoin. Misalnya, Dogecoin harganya cukup mendatar pada tahun ini, naik sekitar +0,3% dalam enam bulan pertama tahun 2023. Ini adalah perbedaan besar dari apa yang dilakukan Bitcoin dan kripto lainnya (misalnya, Ethereum, Litecoin, Ripple), dan mencerminkan konsentrasi investor crypto dalam beberapa aset.

Gerak Kripto

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Investor Tim Draper Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp 3,7 M di Tahun 2025

Bergerak maju di paruh kedua tahun ini, investor kripto mungkin ingin melihat perkembangan di pasar mata uang tradisional. Lebih tepatnya, apa yang akan dilakukan The Fed dengan suku bunga?

Jika dolar AS melemah terhadap mata uang fiat saingannya dalam enam bulan ke depan, Bitcoin dan aset kripto terkemuka lainnya berada di posisi yang baik untuk mengumpulkan lebih banyak lagi.

Ketika The Fed menghentikan kenaikan suku bunga pada bulan Juni, seseorang harus merangkul kemungkinan tingkat dana saat ini menjadi terminal untuk siklus pengetatan ini.

Oleh karena itu, jalur dengan resistensi paling rendah di paruh kedua tahun ini tampaknya menjadi sisi positifnya. Banyak analis potensi kripto akan jauh lebih baik di semester dua tahun 2023.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Tim Draper Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp 3,7 M di Tahun 2025

Seorang investor ventura capital asal Amerika, Tim Draper telah menyesuaikan kerangka waktu yang diproyeksikan untuk harga Bitcoin (BTC) mencapai US$ 250.000 atau sekitar Rp 3,7 miliar. Menurutnya Bitcoin masih memiliki prospek yang besar untuk kenaikan harga yang tinggi di masa depan.

Mempertahankan pandangan yang optimis, Draper masih mengharapkan Bitcoin yang merupakan aset kripto terbesar di dunia untuk mencapai target harga yang diprediksikan, tetapi mengakui bahwa itu mungkin memakan waktu “sedikit lebih lama.”

Draper men-tweet pada hari Jumat (30/6) lalu, bahwa ketika harga Bitcoin adalah US$ 4.000 atau sekitar Rp 6 juta, dia memperkirakan akan naik 60 kali lipat dan mencapai US$ 250.000 sekarang. Namun, BTC berakhir Juni di bawah US$ 31.000.

“Saya kira kita harus menunggu sedikit lebih lama,” tulisnya, menambahkan bahwa mungkin diperlukan waktu dua tahun lagi untuk prediksi US$ 250K-nya menjadi kenyataan.

Proyeksi Harga Bitcoin

Investor ventura capital asal Amerika, Tim Draper.
Investor ventura capital asal Amerika, Tim Draper.

Baca juga: Harga Bitcoin Tembus Rp 466 Juta, Efek BlackRock Ajukan Ulang ETF BTC

Draper sebelumnya memperkirakan bahwa harga bitcoin akan mencapai US$ 250.000 pada akhir tahun 2022. Namun, dia mengakui pada 31 Desember 2022, bahwa perkiraan “US$ 250k pada tahun 2022” untuk Bitcoin sedikit meleset. Meskipun demikian, dia bersikeras bahwa harga BTC “pasti” akan mencapai level yang diprediksi sebelum separuhnya pada tahun 2024.

Ketika ramalannya tidak terwujud pada Desember tahun lalu, Draper memperpanjang jangka waktu prediksi harga BTC enam bulan hingga pertengahan 2023. Dia memberi tahu Pengamat bahwa jika itu masih tidak terjadi, maka dia yakin Bitcoin akan mencapai tonggak sejarah US$ 250.000 sebelum akhir tahun 2024.

Draper menyatakan: “Saya hampir 100 persen yakin saya akan benar dalam 18 bulan.” Ventura Capital juga mengharapkan harga Bitcoin melonjak melewati perkiraannya karena diadopsi oleh perempuan.

Menurut tweet-nya pada hari Jumat, Draper sekarang percaya bahwa dibutuhkan waktu hingga akhir Juni 2025 untuk Bitcoin mencapai titik harga US$ 250.000.

Analisis Harga BTC

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Altcoin Ethereum hingga Pepe Melonjak di Tengah Gejolak Pasar Kripto

Performa harga Bitcoin (BTC) kembali membaik dan akhirnya menembus level US$ 31.000 atau sekitar Rp 466 juta. Kenaikan harga BTC ini salah satu pendorong kuatnya adalah pengajuan ulang dari aplikasi ETF Bitcoin spot oleh BlackRock ke Securities and Exchange Commission (SEC).

Pada hari Selasa (4/7) pukul 09.30 WIB, Bitcoin naik sebesar 1,63%. Membalik kerugian 0,02% dari hari Senin lalu, BTC mengakhiri hari di US$ 31.266. Secara signifikan, BTC memegang pegangan US$ 31.000 untuk pertama kalinya sejak Mei 2022.

Awal yang beragam membuat BTC jatuh ke level terendah satu jam pertama di US$ 30.601. Menghindari EMA 50 hari di US$ 30.601, BTC naik ke level tertinggi baru tahun 2023 di US$ 31.433. BTC menembus resistensi US$ 30.800–US$ 31.000 untuk mengakhiri sesi di US$ 31.225.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com