Tag Archives: konsumsi

5 Alasan Pengeluaran di Bulan Puasa Justru Membludak

Jakarta

Umat muslim yang berpuasa sebulan penuh Ramadhan menahan makan dan minum dari waktu fajar hingga matahari terbenam saat azan Maghrib. Waktu makan yang berkurang seharusnya membuat pengeluaran juga menurun.

Namun fakta berbicara sebaliknya. Hasil kajian Febriyanto dkk (2019) memperlihatkan konsumsi rumah tangga justru meningkat selama bulan puasa, antara 10-30% hingga 100-150%. Kira-kira mengapa pengeluaran di bulan puasa malah membludak?

Alasan Pengeluaran di Bulan Puasa Justru Bertambah

Kebiasan lebih konsumtif hingga inflasi menjadi alasan mengapa pengeluaran di bulan Ramadhan justru makin boros dan bukannya menurun. Mengutip pemberitaan detikcom, berikut penjelasannya:


1. Kalap saat Membeli Makanan

Saat berpuasa di siang hari tak sedikit yang membayangkan ingin menyantap sejumlah makanan dan minuman untuk berbuka nanti. Setelah dibeli dan berbuka puasa, makanan yang dibeli ternyata lebih dari yang dibutuhkan karena kita sudah kenyang. Akhirnya, sisa makanan tidak termakan atau malah dibuang.

Jika dihitung harian, nilai uangnya mungkin tidak seberapa. Namun jika hal tersebut terjadi setiap hari, total hitungan uang yang dikeluarkan ternyata besar juga. Padahal, sejumlah uang tersebut bisa digunakan untuk pengeluaran yang lain. Jadi, penting menghindari untuk beli hidangan buka puasa yang berlebihan.

2. Acara Buka Bersama di Luar

Tradisi buka bersama alias bukber pasti banyak diadakan selama bulan puasa. Bukber dengan teman sekolah hingga rekan kantor menjadi ajang silaturahmi sekaligus reuni.

Acara bukber dilakukan di suatu tempat dan biasanya membutuhkan biaya untuk konsumsi buka puasa, sering kali biayanya patungan. Belum lagi perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk menuju lokasi.

Dengan banyaknya agenda bukber, pengeluaran pasti akan membengkak. Solusinya, detikers mungkin bisa mengusulkan tempat yang tidak terlalu mahal jika acaranya direncanakan bersama.

3. Belanja Pakaian Baru

Kebiasaan menggunakan pakaian baru saat Lebaran juga membuat pengeluaran meroket. Apalagi di bulan Ramadhan banyak sekali diskon dan penawaran lainnya yang diberikan toko-toko. Hal inilah yang membuat tergiur untuk beli pakaian meski tidak terlalu dibutuhkan.

Karena itu, ada baiknya tidak membeli pakaian baru untuk Idul Fitri jika memiliki baju lama yang masih bagus.

4. Tradisi Mudik

Mudik alias pulang kampung termasuk tradisi lain yang paling ditunggu saat bulan puasa hingga momen Lebaran. Pergi ke rumah famili yang paling dituakan, berkumpul bersama sanak saudara, hingga membagikan amplop Lebaran.

Pulang kampung tentunya membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit. Mulai dari biaya transportasi, kebutuhan selama di kampung, hingga amplop Lebaran. Oleh karena itulah, pengeluaran justru bertambah.

5. Inflasi

Mengutip situs BPS Sumatera Selatan, inflasi terjadi hampir setiap tahun menjelang bulan Ramadhan. Harga kebutuhan pokok merangkak naik karena meningkatnya permintaan barang oleh masyarakat. Hal ini juga yang membuat pengeluaran di bulan puasa lebih boros dibanding bulan-bulan lainnya.

(azn/row)



Sumber : finance.detik.com

Menkes Sarankan 2 Butir Telur Rebus untuk Sarapan, Cukupkah Nutrisinya?


Jakarta

Belakangan ini ajakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) tentang sarapan sehat dan murah ramai diperbincangkan. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Menkes menyebutkan bahwa dua butir telur rebus bisa menjadi pilihan sarapan praktis dengan biaya hanya sekitar Rp 5.000.

Pesannya sederhana, sarapan tidak harus mahal, dan lebih baik memulai hari dengan sesuatu yang bergizi daripada tidak sarapan sama sekali. Namun, muncul juga diskusi di masyarakat. Ada yang mengapresiasi idenya karena praktis dan ramah di kantong, tapi ada pula yang mengingatkan bahwa sarapan sebaiknya mengandung gizi seimbang, bukan hanya protein dari telur.

Lantas, bagaimana sebaiknya kita menyikapi ajakan ini?


Nutrisi dalam 2 Butir Telur Rebus

Menteri Kesehatan dalam videonya yang memiliki hastag Budi Gemar Sharing menyampaikan pesan yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Dengan mencontohkan 2 telur rebus, ia ingin menunjukkan bahwa sarapan sehat itu bisa murah, cepat, dan bergizi.

Dua butir telur sudah mengandung:

  • sekitar 12 gram protein
  • vitamin B kompleks
  • vitamin D
  • selenium
  • serta kolin yang penting untuk fungsi otak.

Konsumsi telur di pagi hari dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian tubuh yaitu 0,8 gram/kgBB. Dari sisi praktis, telur rebus juga mudah disiapkan: cukup direbus beberapa menit, tidak butuh bumbu khusus, dan bisa dibawa ke mana-mana.

Selain itu, ajakan ini juga punya pesan kalau sarapan tidak harus dengan karbohidrat kompleks atau makanan yang manis-manis seperti sereal, lontong, dan nasi uduk. Karena dapat menaikkan gula darah secara mendadak (glucose spike). Telur adalah bahan makanan yang sangat familiar di hampir semua rumah tangga Indonesia. Dengan harga terjangkau dan ketersediaan luas, pesan ini bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Kebiasaan sarapan di Indonesia

Data Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan 2023 menunjukkan bahwa prevalensi tidak terbiasa sarapan pada anak dan remaja sekitar 16,9 persen – 59 persen dan 31,2% persen pada orang dewasa. Alasan untuk meninggalkan dan mengabaikan sarapan sangat beragam, takut terlambat, terburu-buru, tidak terbiasa, dan tidak ada waktu.

Survei Kemenkes juga menemukan alasan utama orang melewatkan sarapan adalah tidak sempat menyiapkan makanan pagi. Artinya, faktor praktis memang sangat dominan. Dalam konteks ini, ide sarapan dengan dua telur rebus bisa menjadi solusi sederhana dan realistis.

Apakah cukup sarapan dengan telur saja?

Apabila sedang terburu-buru atau aktivitas fisik di pagi hari yang tidak terlalu berat, dua butir telur rebus tentu lebih baik daripada tidak sarapan sama sekali, yang bisa membuat tubuh lemas, sulit konsentrasi, dan cepat lapar. Telur rebus mengandung protein yang tinggi, lemak yang baik, dan berbagai vitamin.

Sarapan hanya dengan kopi manis atau camilan gorengan juga tidak baik untuk kesehatan, karena tinggi kalori tapi rendah gizi. Sarapan dengan kopi manis dan gorengan bisa menyebabkan lonjakan gula mendadak (glucose spike). Jika setiap hari dilakukan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe-2.

Menu sarapan tinggi kalori namun kurang seimbang, seperti nasi uduk atau lontong yang sering kali minim sayuran juga sering dijadikan menu sarapan masyarakat Indonesia. Nasi uduk dan lontong mungkin bisa buat cepat merasa kenyang. Namun, rasa kenyang yang dirasakan tidak akan bertahan lama, sehingga satu hingga dua jam kemudian tubuh akan merasa lapar dan ingin makan lagi. Hal ini dapat meningkatkan asupan kalori harian meningkat, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas.

Kalau dilihat dari angka kecukupan gizi (AKG), kebutuhan energi orang dewasa rata-rata 2.000 kalori per hari. Dua telur rebus hanya menyumbang sekitar 140 kalori. Jadi, secara energi masih jauh dari cukup. Tetapi, dari sisi kualitas gizi, telur termasuk makanan padat gizi (nutrient-dense). Dengan kata lain, meski kalorinya tidak banyak, kandungan proteinnya tinggi , sehingga membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan sangat bermanfaat untuk membangun jaringan tubuh serta menjaga fungsi otot.

Namun menurut Pedoman Gizi Seimbang, melalui kampanye Isi Piringku, sarapan yang baik seharusnya mengandung nutrisi yang lengkap, setiap kali makan dianjurkan ada:

  • 1/3 porsi karbohidrat
  • 1/3 porsi sayur
  • 1/6 porsi lauk berprotein
  • dan 1/6 porsi buah.

WHO (2020) juga menekankan pentingnya kombinasi zat gizi pada sarapan untuk menunjang konsentrasi belajar maupun bekerja.

Kenapa penting ada karbohidrat, lemak, dan serat?

Sarapan memberikan banyak manfaat berupa energi untuk memulai hari dan meningkatkan produktivitas. Sarapan yang sehat harus mencakup kandungan utama seperti protein, serat, lemak, karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks (nasi, ubi, roti gandum, oatmeal) adalah bahan bakar utama tubuh dan otak. Tanpa karbohidrat yang cukup, seseorang bisa cepat lelah, pusing, atau sulit fokus. Tubuh saat bangun membutuhkan karbohidrat karena sudah berpuasa selama tidur.

Serat dari sayur dan buah membantu pencernaan, menjaga rasa kenyang, serta melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral. Lemak sehat (dari alpukat, kacang, biji-bijian) memberi energi lebih tahan lama dan baik untuk fungsi sel tubuh.

Risiko jika sering melewatkan sarapan

Pada anak sekolah, studi ilmiah menemukan hubungan antara kebiasaan tidak sarapan dengan penurunan nilai ujian matematika dan membaca. Pada orang dewasa, tidak sarapan dapat meningkatkan kecenderungan makan berlebihan di siang atau malam hari. Kondisi ini bisa memperburuk pola makan dan mengganggu metabolisme tubuh. Dengan kata lain, sarapan bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga mengatur ritme biologis tubuh (circadian rhythm) agar energi lebih stabil sepanjang hari.

Bagaimana cara menyiasati kalau cuma sempat telur rebus?

Tidak masalah sesekali sarapan sederhana hanya dengan 2 butir telur rebus. Prinsip gizi seimbang bisa tetap dijaga dengan menyesuaikan makan siang dan malam. Misalnya, jika pagi hanya telur, maka saat jam 10 dan jam 15 (jam ngemil) bisa konsumsi sayur dan buah. Jika tidak, saat siang bisa dipenuhi kebutuhan gizi yang belum terpenuhi di pagi hari dengan menambah sayuran dan buah lebih banyak sebagai pencuci mulut. Siang dan malam hari, tetap makan sesuai porsi Isi Piringku atau Pedoman Gizi Seimbang.

Prinsipnya, kalau tidak bisa lengkap dalam satu waktu, maka seimbangkan asupan gizi dalam 24 jam.

Jadi, bagaimana sebaiknya?

Intinya, tidak ada yang salah dengan ajakan Menkes. Dua telur rebus jelas lebih baik daripada melewatkan sarapan atau mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak bergizi.

Namun, penting diingat bahwa tubuh butuh variasi. Kalau ada waktu, siapkan sarapan yang lebih lengkap dengan tambahan karbohidrat, sayur, dan buah. Kalau tidak sempat, imbangi kebutuhan gizi di waktu makan lain.

Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah meal preparation sederhana. Misalnya, pada malam hari sudah menyiapkan buah seperti pisang atau buah lainnya yang dipotong dalam wadah, atau merebus ubi sekaligus untuk stok beberapa hari. Dengan begitu, pagi hari bisa langsung dikombinasikan dengan telur rebus tanpa perlu banyak waktu terpakai.

Dengan begitu, ajakan Menkes bisa dimaknai sebagai pesan sederhana yang mudah diikuti, sementara masyarakat tetap bisa menyesuaikan dengan prinsip gizi seimbang sesuai kondisi masing-masing.

(mal/up)



Sumber : health.detik.com

Diet Tiongkok Diklaim bisa Turunkan 10 Kg dalam Seminggu, Amankah?

Jakarta

Diet Tiongkok sempat jadi tren karena diklaim bisa turunkan berat badan 10 kg hanya dalam 5-7 hari.Diet ini mulanya viral di platform media sosial China, Xiaohongshu.

Pada sebuah unggah video, ada seorang wanita mengaku dalam waktu kurang dari seminggu berat badannya berkurang 10 kilogram. Makanan yang dikonsumsinya selama diet ini, sebagian besar menunya terdiri dari protein hewani dan serat.

Apa yang dimaksud dengan diet Tiongkok? Berikut penjelasannya.


Mengenal Diet Tiongkok

Mengutip Daily Vanity, diet Tiongkok adalah diet yang berfokus pada pola makan, dengan satu jenis makanan bernutrisi dalam sehari.

Jadi, selama seminggu orang yang menjalani diet ini hanya mengkonsumsi satu jenis makanan yang dimakan dan akan berbeda-beda tiap harinya. Makanannya bisa berupa buah, sayuran, cairan, atau protein hewani.

Hari 1: Telur

Menu hari pertama diet Tiongkok adalah telur. Jadi seharian, makannya ada menu telur.
Seseorang yang menjalankan diet ini bisa makan dua-tiga telur rebus untuk sarapan, telur ceplok atau telur dadar ketika makan siang, dan sebutir telur kukus saat makan malam.

Jika mau dibuat telur dadar, maka disarankan untuk pakai jenis minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari. Namun, American Heart Association (AHA) merekomendasikan batas aman untuk konsumsi telur dalam seminggu yaitu 7 butir telur.

Hari ke 2: Cairan

Dalam seharian, orang tersebut hanya mengkonsumsi air/minuman. Adapun minuman yang disarankan yaitu susu, kpi, atau sari kedelai.

Dianjurkan untuk tidak konsumsi minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi, seperti minuman boba.

Hari ke 3: Daging

Menu hari ketiga diet Tiongkok yaitu makan daging selama seharian, baik itu daging sapi, ayam ataupun seafood. Disarankan untuk memasakan dengan cara yang sehat, seperti ditumis, kukus, atau dipanggang.

Hari ke 4: Buah

Buah yang disarankan untuk dimakan yaitu delima, apel, jeruk, blueberry, ceri, dan anggur.

Namun, ada beberapa buah yang perlu dihindari ketika menjadi diet ini. Pasalnya, buah-buah ini mengandung gula yang tinggi, seperti mangga, durian, mangga, kelengkeng, dan leci.

Jenis buah yang dianjurkan dalam diet ini antara lain apel, jeruk, bluberi, anggur, delima, dan cherry.

Hari ke 5: Sayuran

Di hari terakhir, menu dietnya yaitu sayuran. Menu ini bisa dimanfaatkan untuk mendapat asupan mineral serat, vitamin, dan sedikit karbohidrat. Jika ingin dibuat salad, penting untuk memperhatikan dressing atau bumbu untuk menu saladnya.

Apakah Diet Tiongkok Aman?

Meski klaim diet sungguh menggiurkan, tapi kita juga perlu berhati-hati. Karena, penurunan berat badan dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat bukan pilihan yang tepat.

Sejatinya, memang penurunan berat badan pada masing-masing individu akan berbeda satu sama lain.

Tapi, hilangnya berat dengan cepat bisa jadi tanda kalau diet yang dijalani seimbang dan tidak sehat.

Dokter spesialis gizi klinis MRCCC Siloam Hospital, Inge Permadi, menyebut bahwa umumnya program diet bisa memangkas asupan kalori sebanyak 500-1.000 kalori per hari.

Apakah bisa diet 1 minggu turun 10 kg? Saat angka pemangkasan kalorinya konsisten, maka berat badan bisa turun 0,5-1 kilogram per minggu.

“Angka itu bisa dijadikan patokan penurunan berat badan yang sehat,” jelas Permadi, dikutip dari CNNIndonesia beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Permadi mengatakan bahwa tak semua orang bisa menurunkan berat badan di angka sebanyak itu. Ada juga yang mengalami penurunan berat badan lebih banyak.

“Pada orang dengan kondisi tertentu dan membutuhkan penurunan berat badan lebih cepat, biasanya dokter akan melengkapi perawatan dengan pemberian obat. Alhasil, dalam waktu yang sama, penurunan berat badan bisa bertambah 1-1,5 kilogram per minggu,” ujarnya.

(khq/fds)



Sumber : health.detik.com

Diet Tiongkok Diklaim bisa Turunkan 10 Kg dalam Seminggu, Amankah?

Jakarta

Diet Tiongkok sempat jadi tren karena diklaim bisa turunkan berat badan 10 kg hanya dalam 5-7 hari.Diet ini mulanya viral di platform media sosial China, Xiaohongshu.

Pada sebuah unggah video, ada seorang wanita mengaku dalam waktu kurang dari seminggu berat badannya berkurang 10 kilogram. Makanan yang dikonsumsinya selama diet ini, sebagian besar menunya terdiri dari protein hewani dan serat.

Apa yang dimaksud dengan diet Tiongkok? Berikut penjelasannya.


Mengenal Diet Tiongkok

Mengutip Daily Vanity, diet Tiongkok adalah diet yang berfokus pada pola makan, dengan satu jenis makanan bernutrisi dalam sehari.

Jadi, selama seminggu orang yang menjalani diet ini hanya mengkonsumsi satu jenis makanan yang dimakan dan akan berbeda-beda tiap harinya. Makanannya bisa berupa buah, sayuran, cairan, atau protein hewani.

Hari 1: Telur

Menu hari pertama diet Tiongkok adalah telur. Jadi seharian, makannya ada menu telur.
Seseorang yang menjalankan diet ini bisa makan dua-tiga telur rebus untuk sarapan, telur ceplok atau telur dadar ketika makan siang, dan sebutir telur kukus saat makan malam.

Jika mau dibuat telur dadar, maka disarankan untuk pakai jenis minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari. Namun, American Heart Association (AHA) merekomendasikan batas aman untuk konsumsi telur dalam seminggu yaitu 7 butir telur.

Hari ke 2: Cairan

Dalam seharian, orang tersebut hanya mengkonsumsi air/minuman. Adapun minuman yang disarankan yaitu susu, kpi, atau sari kedelai.

Dianjurkan untuk tidak konsumsi minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi, seperti minuman boba.

Hari ke 3: Daging

Menu hari ketiga diet Tiongkok yaitu makan daging selama seharian, baik itu daging sapi, ayam ataupun seafood. Disarankan untuk memasakan dengan cara yang sehat, seperti ditumis, kukus, atau dipanggang.

Hari ke 4: Buah

Buah yang disarankan untuk dimakan yaitu delima, apel, jeruk, blueberry, ceri, dan anggur.

Namun, ada beberapa buah yang perlu dihindari ketika menjadi diet ini. Pasalnya, buah-buah ini mengandung gula yang tinggi, seperti mangga, durian, mangga, kelengkeng, dan leci.

Jenis buah yang dianjurkan dalam diet ini antara lain apel, jeruk, bluberi, anggur, delima, dan cherry.

Hari ke 5: Sayuran

Di hari terakhir, menu dietnya yaitu sayuran. Menu ini bisa dimanfaatkan untuk mendapat asupan mineral serat, vitamin, dan sedikit karbohidrat. Jika ingin dibuat salad, penting untuk memperhatikan dressing atau bumbu untuk menu saladnya.

Apakah Diet Tiongkok Aman?

Meski klaim diet sungguh menggiurkan, tapi kita juga perlu berhati-hati. Karena, penurunan berat badan dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat bukan pilihan yang tepat.

Sejatinya, memang penurunan berat badan pada masing-masing individu akan berbeda satu sama lain.

Tapi, hilangnya berat dengan cepat bisa jadi tanda kalau diet yang dijalani seimbang dan tidak sehat.

Dokter spesialis gizi klinis MRCCC Siloam Hospital, Inge Permadi, menyebut bahwa umumnya program diet bisa memangkas asupan kalori sebanyak 500-1.000 kalori per hari.

Apakah bisa diet 1 minggu turun 10 kg? Saat angka pemangkasan kalorinya konsisten, maka berat badan bisa turun 0,5-1 kilogram per minggu.

“Angka itu bisa dijadikan patokan penurunan berat badan yang sehat,” jelas Permadi, dikutip dari CNNIndonesia beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Permadi mengatakan bahwa tak semua orang bisa menurunkan berat badan di angka sebanyak itu. Ada juga yang mengalami penurunan berat badan lebih banyak.

“Pada orang dengan kondisi tertentu dan membutuhkan penurunan berat badan lebih cepat, biasanya dokter akan melengkapi perawatan dengan pemberian obat. Alhasil, dalam waktu yang sama, penurunan berat badan bisa bertambah 1-1,5 kilogram per minggu,” ujarnya.

(khq/fds)



Sumber : health.detik.com

5 Minuman yang Bantu Menurunkan Berat Badan, Salah Satunya Air Kelapa

Jakarta

Banyak cara bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Salah satunya mengatur menu makanan dan minuman, yang tidak hanya membatasi asupan kalori tetapi juga memperbaiki sistem metabolisme.

Beberapa minuman seperti green tea dan kopi, dalam sejumlah riset ilmiah terbukti bisa meningkatkan laju metabolisme dan meningkatkan rasa kenyang. Jika dikonsumsi secara rutin, dipercaya bisa membantu menurunkan kadar lemak dan juga berat badan secara keseluruhan.

Tentunya tidak semua makanan dan minuman punya kandungan yang bermanfaat terhadap program diet penurunan berat badan. Dikutip dari berbagai sumber, berikut alternatif minuman yang bisa dicoba.


1. Teh Hijau

Teh hijau merupakan salah satu minuman yang kerap diasosiasikan dengan kesehatan. Ini karena teh hijau kaya akan berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh, terutama antioksidan.Dikutip dari Healthline, teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin. Katekin dipercaya dapat meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran lemak.

Sejumlah studi menunjukkan konsumsi teh hijau dikaitkan dengan penurunan berat badan dan lemak tubuh.

Teh hijau juga mengandung kafein, senyawa yang dapat meningkatkan energi dan menunjang performa saat berolahraga.

2. Kopi

Kopi dikenal sebagai minuman penambah energi dan penghilang kantuk. Namun, minuman ini juga memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan loh.

Manfaat ini berasal dari kafein yang terkandung dalam kopi. Kafein merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Alhasil, tubuh dapat membakar lebih banyak kalori dan lemak.

Sebuah studi yang dilakukan terhadap 2.600 partisipan juga menemukan mereka yang sukses menurunkan berat badan mengonsumsi lebih banyak minuman berkafein dibandingkan yang tidak mengonsumsinya.

3. Teh Hitam

Teh hitam juga mengandung antioksidan yang dapat membantu menurunkan berat badan. Khususnya flavonoid, polifenol yang memiliki efek antioksidan kuat dan dapat membantu mengurangi lemak tubuh.

Studi menunjukkan polifenol yang ada pada teh hitam dapat mendukung penurunan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori, merangsang pemecahan lemak, dan mendukung perkembangan bakteria baik di usus.

Penelitian lain juga menemukan konsumsi tiga cangkir teh hitam sehari selama tiga bulan dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi ukuran lingkar pinggang.

4. Teh Jahe

Teh jahe merupakan salah satu minuman herbal yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi pilek, mual, hingga peradangan.

Sejumlah studi yang dilakukan terhadap manusia dan hewan juga menunjukkan teh jahe memiliki potensi untuk menunjang penurunan berat badan.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 10 pria dengan kelebihan berat badan menemukan konsumsi 2 gram jahe yang ditambahkan ke dalam air hangat dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar.

Penelitian itu juga menemukan teh jahe dapat meningkatkan efek termal makanan, yaitu jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan dan memetabolisme makanan.

Khasiat ini, dikombinasikan dengan peningkatan rasa kenyang, membuat teh jahe menjadi salah satu minuman yang dapat mendukung penurunan berat badan.

5. Air Kelapa

Air kelapa bukan sekadar minuman yang menyegarkan. Minuman ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan berat badan.

Dikutip dari Vinmec, air kelapa mengandung kalium dan enzim bioaktif tinggi yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Ini membantu tubuh membakar lebih banyak kalori dan mengurangi timbunan lemak.

Serat yang terkandung dalam air kelapa juga membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Selain itu, air kelapa pun memiliki kalori yang rendah. Kombinasi inilah yang membuat air kelapa memberikan efek yang positif dalam menurunkan berat badan.

(ath/suc)



Sumber : health.detik.com

5 Minuman yang Bantu Menurunkan Berat Badan, Salah Satunya Air Kelapa

Jakarta

Banyak cara bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Salah satunya mengatur menu makanan dan minuman, yang tidak hanya membatasi asupan kalori tetapi juga memperbaiki sistem metabolisme.

Beberapa minuman seperti green tea dan kopi, dalam sejumlah riset ilmiah terbukti bisa meningkatkan laju metabolisme dan meningkatkan rasa kenyang. Jika dikonsumsi secara rutin, dipercaya bisa membantu menurunkan kadar lemak dan juga berat badan secara keseluruhan.

Tentunya tidak semua makanan dan minuman punya kandungan yang bermanfaat terhadap program diet penurunan berat badan. Dikutip dari berbagai sumber, berikut alternatif minuman yang bisa dicoba.


1. Teh Hijau

Teh hijau merupakan salah satu minuman yang kerap diasosiasikan dengan kesehatan. Ini karena teh hijau kaya akan berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh, terutama antioksidan.Dikutip dari Healthline, teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin. Katekin dipercaya dapat meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran lemak.

Sejumlah studi menunjukkan konsumsi teh hijau dikaitkan dengan penurunan berat badan dan lemak tubuh.

Teh hijau juga mengandung kafein, senyawa yang dapat meningkatkan energi dan menunjang performa saat berolahraga.

2. Kopi

Kopi dikenal sebagai minuman penambah energi dan penghilang kantuk. Namun, minuman ini juga memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan loh.

Manfaat ini berasal dari kafein yang terkandung dalam kopi. Kafein merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Alhasil, tubuh dapat membakar lebih banyak kalori dan lemak.

Sebuah studi yang dilakukan terhadap 2.600 partisipan juga menemukan mereka yang sukses menurunkan berat badan mengonsumsi lebih banyak minuman berkafein dibandingkan yang tidak mengonsumsinya.

3. Teh Hitam

Teh hitam juga mengandung antioksidan yang dapat membantu menurunkan berat badan. Khususnya flavonoid, polifenol yang memiliki efek antioksidan kuat dan dapat membantu mengurangi lemak tubuh.

Studi menunjukkan polifenol yang ada pada teh hitam dapat mendukung penurunan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori, merangsang pemecahan lemak, dan mendukung perkembangan bakteria baik di usus.

Penelitian lain juga menemukan konsumsi tiga cangkir teh hitam sehari selama tiga bulan dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi ukuran lingkar pinggang.

4. Teh Jahe

Teh jahe merupakan salah satu minuman herbal yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi pilek, mual, hingga peradangan.

Sejumlah studi yang dilakukan terhadap manusia dan hewan juga menunjukkan teh jahe memiliki potensi untuk menunjang penurunan berat badan.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 10 pria dengan kelebihan berat badan menemukan konsumsi 2 gram jahe yang ditambahkan ke dalam air hangat dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar.

Penelitian itu juga menemukan teh jahe dapat meningkatkan efek termal makanan, yaitu jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan dan memetabolisme makanan.

Khasiat ini, dikombinasikan dengan peningkatan rasa kenyang, membuat teh jahe menjadi salah satu minuman yang dapat mendukung penurunan berat badan.

5. Air Kelapa

Air kelapa bukan sekadar minuman yang menyegarkan. Minuman ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan berat badan.

Dikutip dari Vinmec, air kelapa mengandung kalium dan enzim bioaktif tinggi yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Ini membantu tubuh membakar lebih banyak kalori dan mengurangi timbunan lemak.

Serat yang terkandung dalam air kelapa juga membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Selain itu, air kelapa pun memiliki kalori yang rendah. Kombinasi inilah yang membuat air kelapa memberikan efek yang positif dalam menurunkan berat badan.

(ath/suc)



Sumber : health.detik.com

Pejuang Diet Merapat, Ini 6 Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Agar Sukses Pangkas BB

Jakarta

Nutrisi merupakan unsur pembangun tubuh yang berperan penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Terlebih, kebutuhan nutrisi sangat penting dipenuhi oleh seseorang yang ingin menurunkan berat badan.

Dikutip dari Healthshots, terdapat beberapa jenis nutrisi yang berperan penting dalam penurunan berat badan, seperti protein, serat, dan antioksidan. Nutrisi ini tidak hanya membantu mengurangi asupan kalori dan menekan nafsu makan, tetapi juga mendukung laju metabolisme yang penting untuk menghilangkan kelebihan berat badan.

Selain itu, terdapat beberapa nutrisi lainnya yang perlu dipenuhi bagi pejuang diet. Berikut penjelasannya.


1. Protein

Protein merupakan salah satu nutrisi makro yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, termasuk otot, organ, dan kulit. Lantas, apa kaitan antara protein dan berat badan?

Protein adalah nutrisi yang lama dicerna dalam tubuh. Untuk mencerna protein, tubuh perlu membakar lebih banyak energi. Proses ini dapat meningkatkan metabolisme untuk sementara waktu, dan membakar lebih banyak kalori.

Studi yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan konsumsi protein dapat mengurangi asupan kalori harian secara keseluruhan, serta meningkatkan rasa kenyang. Hal ini membantu dalam mengendalikan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan. Asupan protein yang cukup juga dapat membantu menjaga massa otot, yang penting untuk meningkatkan metabolisme dan membantu menurunkan berat badan.

2. Serat

Makanan berserat memainkan peran yang signifikan dalam program diet. Ahli gizi dr Ronihi Patil mengatakan serat dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan. Tak hanya itu, serat dapat mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah yang dapat menyebabkan keinginan makan berlebihan.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Nutrition juga menunjukkan konsumsi serat dapat membantu menurunkan berat badan. Sebaliknya, pola makan yang kurang serat dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

3. Lemak Sehat

Lemak sering dianggap sebagai pemicu berat badan meningkat. Padahal, beberapa jenis lemak dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

American Heart Association mengungkapkan lemak merupakan nutrisi penting yang menyediakan energi, mendukung fungsi sel, dan membantu penyerapan nutrisi. Selain itu, lemak dapat membuat tubuh merasa lebih kenyang, yang kemudian berkontribusi dalam mengendalikan nafsu makan dan menurunkan berat badan.

Daripada menghindari lemak sama sekali, cobalah untuk memasukkan sumber lemak sehat ke pola makan sehari-hari, seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan berlemak.

4. Antioksidan

Antioksidan berperan penting untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Efek radikal bebas dapat menyebabkan munculnya tanda penuaan serta meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Beberapa jenis antioksidan, seperti katekin dan flavonoid, dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan metabolisme tubuh secara keseluruhan. Metabolisme yang efisien memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih optimal, sehingga mendukung upaya penurunan berat badan.

Adapun contoh makanan yang kaya antioksidan antara lain teh hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, buah beri, kangkung, kubis merah, dan coklat hitam.

5. Karbohidrat

Karbohidrat juga sering dianggap sebagai pemicu berat badan naik. Faktanya, karbohidrat merupakan salah satu nutrisi terpenting untuk menurunkan berat badan.

Terdapat dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks menyediakan sumber energi yang stabil dan nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, dan serat. Studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrients pada 2019 menunjukkan konsumsi karbohidrat kompleks dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan yang lebih rendah.

Berbeda dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks dicerna lebih lama dalam tubuh. Hal ini mencegah terjadinya lonjakan kadar gula darah yang diikuti dengan penurunan secara drastis, yang dapat memicu keinginan makan berlebihan.

6. Magnesium

Magnesium adalah mineral yang bekerja dengan lebih dari 300 enzim berbeda dalam tubuh untuk menjalankan fungsi vital, seperti produksi energi, fungsi otot, hingga mencapai kualitas tidur yang lebih baik.

Dalam hal penurunan berat badan, magnesium berperan penting dalam mengatur kadar gula darah dan insulin, yang dapat memengaruhi nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Selain itu, ulasan yang diterbitkan di jurnal Nutrients pada 2021 menunjukkan kekurangan magnesium lebih umum terjadi pada pengidap obesitas. Artinya, sangat penting mencukupi kebutuhan magnesium jika ingin menurunkan berat badan.

Magnesium dapat diperoleh dari makanan seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan polong-polongan.

(ath/suc)



Sumber : health.detik.com

6 Jenis Ikan yang Cocok untuk Diet, Kaya Protein dan Rendah Lemak

Jakarta

Ikan adalah salah satu bahan makanan yang menjadi ‘sahabat’ para pejuang diet. Pasalnya, mengonsumsi daging ikan dapat mendukung program diet dan mempercepat penurunan berat badan.

Saat diet, seseorang tetap membutuhkan asupan protein hewani. Namun, makanan berprotein seperti daging ayam atau sapi cenderung mengandung lemak tinggi, sehingga berpotensi merusak keseimbangan asupan nutrisi.

Di sisi lain, ikan menawarkan kandungan protein hewani yang serupa, tapi dengan lemak yang lebih rendah. Kombinasi inilah yang membuat daging ikan menjadi pilihan favorit untuk menurunkan berat badan.


Ikan juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral, khususnya asam lemak omega-3, yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Lantas, apa saja jenis ikan yang paling cocok dikonsumsi saat sedang diet? Dikutip dari Eat This dan Eating Well, berikut daftarnya.

1. Salmon

Salmon adalah salah satu jenis ikan yang tinggi protein dan rendah lemak. Sekitar 100 gram daging ikan salmon mengandung 23 gram protein dan 6 gram lemak.

Pakar nutrisi dari New York University, Lisa R Young PhD, RDN mengatakan kandungan asam lemak omega-3 pada ikan salmon dapat memberikan energi sehingga jantung, paru-paru, otak, dan sistem imun tubuh bekerja dengan efisien.

“Ini penting bagi seseorang yang ingin menurunkan berat badan, khususnya karena asam lemak (omega-3) tersebut dapat meningkatkan metabolisme,” ujarnya dikutip dari Eat This, Selasa (23/7/2024).

2. Tuna

Tuna memiliki daging yang cukup tebal, sehingga menjadikannya alternatif yang cukup mengenyangkan saat sedang diet. Seperti halnya salmon, tuna juga rendah lemak, tinggi protein, dan kaya akan asam lemak omega-3.

Ahli nutrisi sekaligus pendiri dari Savvy Stummy, Paulina Lee, MSHS, RD, LD mengungkapkan tuna juga mengandung selenium yang bermanfaat untuk kelenjar tiroid.

“Karena kelenjar tiroid bertanggung jawab atas metabolisme, mengonsumsi makanan yang kaya akan selenium dapat membantu (menurunkan berat badan),” tuturnya.

3. Sarden

Sarden adalah makanan yang cukup praktis karena tersedia dalam bentuk kalengan. Young mengatakan sarden mengandung zat besi, vitamin D, dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Ketiga nutrisi tersebut sangat dibutuhkan dalam proses menurunkan berat badan.

Tak hanya itu, sarden juga bermanfaat untuk kesehatan tulang dan jantung.

“Ikan ini akan membuat Anda merasa puas dan kenyang, sehingga Anda akan makan lebih sedikit,” kata Young.

4. Kod

Kod atau bakalau juga termasuk jenis ikan yang cocok dikonsumsi saat diet. Pasalnya, ikan kod mengandung beragam vitamin dan mineral yang dapat menunjang penurunan berat badan.

Lee juga mengatakan ikan kod memiliki kandungan protein tinggi, serta rendah lemak dan kalori.

“Kod juga kaya akan vitamin B yang dibutuhkan tubuh untuk mengelola stres, membangun neurotransmiter, memetabolisme nutrisi, melepaskan energi dari makan, dan masih banyak lagi,” imbuhnya.

5. Makarel

Ikan makarel memiliki hampir semua nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang penurunan berat badan. Dalam 100 gram makarel dapat mengandung 16 gram protein dan 2.000 mg asam lemak omega-3.

Namun, berhati-hati saat memilih makarel untuk dikonsumsi. Sebab, beberapa jenis ikan makarel mengandung merkuri yang bisa menyebabkan kerusakan otak dan paru-paru.

6. Flounder

Flounder atau ikan gepeng juga menjadi salah satu jenis ikan yang direkomendasikan untuk diet. Young mengatakan flounder cocok diolah dengan cara dikukus, ditumis, atau dibakar.

Selain punya rasa yang lezat, ikan flounder rendah akan lemak dan kalori.

“Pola makan yang fokus pada konsumsi makan rendah lemak jenuh dan tinggi lemak tidak jenuh terbukti dapat membantu obesitas di area perut. Ini membuat flounder menjadi pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan,” pungkas Young.

(ath/kna)



Sumber : health.detik.com

10 Camilan Rendah Kalori yang Lezat untuk Diet, Nggak Perlu Takut Gemuk

Jakarta

Menjaga pola makan saat seringnya menantang, apalagi saat keinginan untuk ngemil itu muncul. Siapa bilang camilan tidak bisa sehat dan tetap nikmat?

Ternyata ada lho, beberapa cemilan yang rendah kalori sehingga cocok dimakan saat diet. Simak berbagai pilihan snack rendah kalori berikut ini.

Camilan Rendah Kalori untuk Diet

Beberapa camilan-camilan di bawah ini, bisa detikers nikmati untuk mendukung mendukung tujuan diet kalian. Berikut daftarnya:


1. Apel dan Selai Kacang

Apel termasuk buah yang masih jadi camilan paling sehat. Kamu bisa menikmati camilan rendah kalori ini dengan selai kacang alami.

Selai kacang memiliki kandungan protein yang tinggi, dan termasuk salah satu dari tiga makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak) yang paling bisa mengenyangkan.

Faktanya, dalam riset tahun 2016 oleh Alicia L Carreiro, dkk, dari Purdue University yang dimuat National Library of Medicine, menunjukan bahwa menambahkan protein ke dalam makanan bisa membantu mengurangi rasa lapar serta mempertahankan berat badan yang moderat.

Jangan lupa, pilih selai kacang alami yang hanya mengandung kacang tanah dan garam pada daftar bahannya ya. Gunakan takaran porsi yang disarankan yakni sekitar 2 sendok makan (32 gram) untuk menghindari konsumsi kalori tinggi.

Apel kecil yang disajikan dengan 32 gram selai kacang , hanya memiliki sekitar 267 kalori.

2. Apel Panggang

Selain bisa dikonsumsi langsung, ada banyak cara untuk menikmatinya. Camilan ini juga mengandung serat yang tinggi.

Juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Joan Salge Blake, RD, merekomendasikan untuk menikmati apel dengan dipanggang (apple baked).

“Rasanya (apel panggang) seperti makanan penutup, namun memberikan vitamin dan serat yang sama dengan apel segar. Kamu bahkan bisa menaburkan kayu manis di atasnya tanpa menambah kalori,” kata Blake seperti dikutip detikHealth dari laman WebMD.

3. Telur Rebus

Telur rebus sering disebut juga multivitamin alami. Alasannya, karena dalam satu telur rebus ukuran besar mengandung 78 kalori dan kaya akan vitamin A, vitamin B12, fosfor, lemak sehat, selenium, dan lebih dari 6 g protein.

Selain itu, telur rebus bisa jadi pilihan camilan rendah kalori yang praktis dan mudah untuk dipadukan dengan makanan bergizi lainnya. Mulai dari sayur-sayuran, kacang-kacangan, hingga keju.

4. Pistachios

Meskipun punya kandungan lemak yang tinggi, kamu nggak perlu terlalu takut buat makan pistachio. Pasalnya, sebagian besar lemaknya adalah lemak baik atau lemak jenuh.

Kamu bisa makan 20 pistachio yang sama dengan mengkonsumsi 80 kalori dan kurang dari satu gram lemak jenuh. Ditambah lagi, camilan satu ini juga kaya akan protein, serat, dan beberapa vitamin serta mineral penting.

Guna menghindari dosis natrium yang tidak sehat, pilihlah yang mentah atau dipanggang kering tanpa garam.

5. Popcorn

Popcorn adalah pilihan camilan yang mungkin bisa kamu malam jumlah cukup banyak, karena jumlah kalorinya sedikit. Camilan satu ini Ini juga tinggi serat, yang bisa membantu kenyang lebih lama.

6. Blueberry Smoothie

Smoothie adalah cara lain untuk menikmati buah. Smoothie blueberry jadi pilihan camilan rendah kalori yang cocok saat diet.

Kamu bisa mencampurkan 1/3 cangkir yogurt tanpa lemak dengan 2/3 cangkir blueberry beku dan es. Rasanya sangat menyegarkan dan dingin nikmat.

7. Edamame

Kedelai muda atau disebut juga edamame adalah salah satu camilan sehat rendah kalori. Setengah cangkirnya bisa mengandung lebih dari 8 g protein dan 4 g serat, yang membantu detikers tetap kenyang.

8. Sereal Oat Kering

Kalau kamu suka sereal, kamu bisa memakan sereal saat diet tapi dengan catatan jangan menggunakan susu. Hal ini guna menjadikannya camilan yang nyaman dan rendah kalori.

Kamu bisa makan 1/3 cangkir sereal oat kering ke dalam kantong atau wadah, untuk dibawa ke mana-mana. Setiap porsi memiliki kisaran 70 kalori dan hampir tidak ada lemak jenuhnya. Tapi ingat, jauhi varietas yang terlalu manis ya.

9. Almond

Orang yang sedang diet bisa makan 14 buah kacang almond tanpa mencapai angka 100 kalori lho. Hebatnya, almond juga kaya akan serat dan protein. Hal ini akan membantu kamu dalam mencegah rasa lapar.

10. Buah Tin dan Keju Kambing

Buah ara atau buah tin yang diisi dengan goat cheese bisa menjadi camilan diet yang pas. Rasa asin dan creamy dari keju kambing berpadu sempurna dengan rasa manis dan kenyal dari buah tin.

Keju dari susu kambing adalah sumber protein yang sangat baik, sedangkan buah ara kaya akan serat sehingga menjadikannya kombinasi yang kuat.

Dalam menyiapkan camilan ini, kamu bisa pasangkan buah tin segar yang sudah dibelah dua dengan sesendok keju kambing. Bisa juga ditambahkan taburan cuka balsamic. Satu buah tin besar yang diisi dengan 1 ons (28 gram) keju kambing mengandung 150 kalori.

Itu tadi beberapa rekomendasi camilan yang rendah kalori untuk diet yang bisa kamu pilih. Dengan memilih camilan rendah kalori yang nikmat, kamu tetap bisa menjaga pola makan sehat.

Detikers bisa menikmati makanan ringan tersebut tanpa rasa bersalah dan rasa takut bisa bikin badan melar. Selamat mencoba dan tetap sehat!

(khq/fds)



Sumber : health.detik.com

Pejuang Diet Merapat! Ini 8 Buah yang Bisa Cepat Turunkan BB


Jakarta

Buah-buahan adalah salah satu jenis makanan yang kerap direkomendasikan untuk diet. Tentunya bukan tanpa alasan, sebab buah-buahan mengandung berbagai macam nutrisi yang bisa menunjang penurunan berat badan.

Salah satu nutrisi utama pada buah-buahan adalah serat. Serat dapat membantu melancarkan fungsi pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, serta mengendalikan nafsu makan.

Beberapa jenis buah-buahan juga mengandung sejumlah nutrisi yang turut mendukung pengelolaan berat badan, seperti vitamin dan antioksidan.


Pertanyaannya, buah apa saja yang paling baik dikonsumsi saat diet untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftarnya.

1. Apel

Apel kaya akan polifenol, yakni zat antioksidan yang mampu melawan peradangan. Buah ini juga kaya akan serat yang mengenyangkan. Satu buah apel berukuran sedang beserta kulitnya dapat mengandung lebih dari 4 gram serat, atau 14 persen dari rekomendasi asupan serat harian.

Sebuah studi juga menemukan mengonsumsi apel sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori.

2. Alpukat

Meskipun alpukat memiliki kadar lemak dan kalori yang tinggi, buah ini merupakan salah satu pilihan tepat untuk menurunkan berat badan.

Sebuah studi pada 2021 mengungkapkan konsumsi alpukat dikaitkan dengan penurunan lemak visceral, yakni lemak yang menumpuk di area rongga perut. Penelitian serupa juga menemukan alpukat dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan keinginan untuk makan sebesar 28-40 persen selama lima jam berikutnya.

3. Blueberry

Blueberry termasuk buah rendah kalori dengan sekitar 85 kalori per cangkir. Buah ini juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

Penelitian menunjukkan mengonsumsi 150 gram (sekitar satu cangkir) blueberry setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 15 persen.

Anthocyanin, sejenis antioksidan yang ada pada blueberry, juga dapat membantu menurunkan berat badan. Studi menunjukkan asupan antosianin yang tinggi dikaitkan dengan massa lemak yang lebih rendah, yaitu sekitar 3-9 persen.

4. Kiwi

Satu buah kiwi mengandung sekitar 50 kalori dan kurang dari 7 gram gula. Perpaduan ini membuat kiwi cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan.

Buah kiwi juga dapat membantu pengelolaan berat badan. Sebuah studi pada 2020 menemukan konsumsi kiwi secara rutin pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas dapat menyebabkan penurunan lemak tubuh, tekanan darah, dan penanda inflamasi secara signifikan.

5. Jeruk

Jeruk identik dengan vitamin C. Selain bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh, vitamin ini juga dapat menunjang proses penurunan berat badan.

Sebuah studi yang dilakukan pada 2005 menemukan vitamin C dapat meningkatkan pembakaran lemak 30 persen lebih banyak saat berolahraga. Kandungan serat dan air pada jeruk juga dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

6. Pir

Pir memiliki kandungan senyawa alami yang terbukti dapat menurunkan kadar gula darah, meredakan peradangan, serta menjaga kesehatan paru-paru dan jantung. Buah ini juga merupakan pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan.

Sebuah studi yang dilakukan pada 2019 menemukan orang dewasa yang mengonsumsi dua buah pir setiap hari dapat mengalami penurunan ukuran lingkar pinggang hingga 0,7 cm.

Pir juga kaya akan serat, air, serta rendah kalori. Kombinasi ini menjadikannya buah yang ideal dikonsumsi saat diet.

7. Stroberi

Seperti buah beri lainnya, stroberi termasuk buah yang rendah kalori dan gula. Di sisi lain, stroberi juga mengandung serat dan antioksidan tinggi, membuatnya sangat berkhasiat bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan.

Stroberi juga sudah diteliti potensinya untuk melawan berbagai macam penyakit, seperti sindrom metabolik, diabetes, obesitas, penyakit jantung, hingga kanker. Jadi selain membantu menurunkan badan, mengonsumsi stroberi secara rutin juga dapat melindungi dari risiko penyakit yang membahayakan nyawa.

8. Semangka

Kandungan air, serat, antioksidan, dan nutrisi lainnya membuat semangka menjadi salah satu buah yang tepat untuk mendukung penurunan berat badan.

Dalam sebuah penelitian, orang dengan obesitas yang mengonsumsi 2 cangkir semangka potong mengalami penurunan indeks massa tubuh (body mass index/BMI), rasio pinggang-pinggul, tekanan darah sistolik, dan stres oksidatif yang signifikan. Selain itu, mereka juga mengaku merasa kenyang lebih lama, dan keinginan untuk makan lebih banyak berkurang.

Semangka juga termasuk buah yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi oleh pejuang diet yang berusaha mencapai defisit kalori.

(ath/naf)



Sumber : health.detik.com