Tag Archives: kripto

Bitcoin Cenderung Sideways, Market Kripto Masuk Altseason?

Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan pertama April 2022 ini. Bitcoin masih dalam kondisi sideways, sehingga market cenderung masuk altcoin season atau altseason.

Kondisi market langsung mendadak “sakit” ini merupakan imbas dari Bank Sentral Amerika atau The Fed yang menegaskan kembali sikap hawkish di risalah rapat yang dirilis Rabu (6/4) waktu setempat.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sikap The Fed yang semakin agresif menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto. Kenaikan suku bunga The Fed akan mengurangi likuiditas di pasar keuangan dan membuat arus modal masuk ke aset kripto semakin berkurang, karena investor mengurangi minat ke aset tersebut.

“Perilisan risalah rapat The Fed itu cukup disayangkan mengingat aset kripto seharusnya bisa melaju kencang seiring akumulasi yang dilakukan investor sejak beberapa pekan lalu. Terlebih saat ini sudah memasuki periode awal kuartal yang menjadi sentimen positif untuk masuk ke investasi kripto,” kata Afid.

jenis altcoin yang menarik perhatian
Ilustrasi aset kripto altcoin.

Baca juga: Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas Proyek Kripto Lokal

Sentimen positif yang seharusnya bisa membuat market kripto reli pada pekan lalu, datang dari Microstrategy yang mengumumkan telah menambah lagi dana kelolaan Bitcoin sebanyak 4.100 BTC atau senilai $ 190 juta. kemudian, Luna Foundation Guard (LFG) juga ikutan memborong BTC senilai $ 230 juta. Namun, dua kabar ini tak berpengaruh signifikan ke market.

Bulan April Jadi Altcoin Season?

Afid melihat saat ini market kripto sudah memasuki musim altcoin atau altcoin season. Periode ini terjadi di mana koin-koin kripto alternatif, selain Bitcoin mengalami kenaikan performa karena harga dan volume perdagangannya meningkat.

“Sebenarnya kita lihat ini sudah masuk altcoin season. Karena lihat sudah banyak altcoin-altcoin yang digilir nih pumping bergantian. Seperti Biswap (BSW) yang pekan ini mengalami kenaikan hampir 100%. Kita lihat Bitcoin sedang mengalami stagnan dan altcoin pumping,” ungkap Afid.

investor crypto memegang bitcoin
Ilustrasi aset kripto altcoin.

Baca juga: Perusahaan Induk Facebook, Meta Ingin Rilis Aset Kripto “Zuck Bucks”?

Lebih lanjut, Afid menerangkan jika dilihat dari data Bitcoin dominance chart di laman CoinMarketCap, BTC hanya menguasai 40%. Artinya dari total market cap yang ada sekitar 60% masuk ke altcoin.

Saat ini nampak para investor membeli altcoin dengan sebagian dari keuntungan yang mereka dapatkan melalui penjualan BTC, yang secara alami dapat menyebabkan harga berbagai altcoin naik. Faktor pendorong lainnya di balik altcoin season adalah tingginya minat pada sejumlah altcoin yang memiliki fundamental yang baik, seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Solana (SOL), Cardano (ADA), Kava (KAVA) dan NEAR Protocol (NEAR).



Sumber : news.tokocrypto.com

25% Milenial Berinvestasi di Crypto untuk Mendanai Masa Depannya

Generasi milenial tampaknya telah lebih melek soal kehidupan di hari tua, ataupun masa depan mereka, dengan berinvestasi jangka panjang, di antaranya adalah di aset kripto.

Investopedia telah melakukan sebuah survei yang melibatkan beberapa generasi, yakni Gen Z, Milenial, Gen X dan Boomer.

Menariknya, ada perubahaan sudut pandang yang drastis untuk menangani masa pensiun dari para generasi muda.

Survei yang disebut “ Literasi Keuangan Investopedia 2022” itu melibatkan 4.000 orang sebagai peserta, dengan masing-masing generasi adalah 1.000 orang.

Pertanyaan-pertanyaan dalam survei tersebut meliputi pengetahuan keuangan, kebiasaan, hal-hal yang membuat mereka khawatir dan rencana pensiun.

Yang menarik perhatian adalah, generasi muda rupayanya berpegang pada aset berisiko untuk mendanai masa tua mereka kelak.

Baca jugaMicroStrategy Kembali Memborong Bitcoin Sebanyak 4.197 Koin, Harga BTC Malah Turun

Dalam satu survei, didapatkan informasi bahwa 38% milenial memiliki kemungkinan yang sama untuk diinvestasikan dalam mata uang cryto seperti halnya di pasar saham.

25 persen dari itu mengatakan bahwa mereka mengandalkan crypto untuk membantu mendanai rencana pensiun mereka.

Dan bagi generasi muda, sumber informasi terkait keuangan, justru banyak didapatkan dari Youtube dan TikTok, yang sebenarnya adalah aplikasi hiburan dan tayangan.

Para generasi muda ini pun menyadari bahwa skor kredit adalah sangat penting, sehingga ini adalah fakta baru yang menarik karena di masa lalu, jumlah untuk pemaham skor kredit masihlah rendah.

Caleb Silver, Pemimpin Redaksi Investopedia mengatakan bahwa, hubungan generasi muda dan di atasnya dengan uang, investasi dan perencanaan keuangan telah berubah drastis hanya dalam beberapa tahun ke belakang ini.

Kelas aset baru seperti crypto dan NFT juga telah muncul tepat ketika jutaan orang mengambil langkah pertama mereka untuk berinvestasi.

Baca juga: Harga Coin WAVES Anjlok 18% Adanya Isu Manipulasi Market

Baginya, perubahan ini memerlukan pendekatan yang uptodate untuk pendidikan keuangan, serta segala tentang produk dan layanan keuangan baru yang bisa dipahami semua orang di berbagai lingkup usia, karena crypto benar-benar sedang berkembang.

Caleb pun merasa bertanggungjawab untuk  urusan literasi ini karena Investopedia memang ada untuk mendidik siapa saja yang tertarik dengan kelas aset investasi, termasuk crypto.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas

Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia begitu pesat dalam 1-2 tahun belakangan ini. Tidak hanya berkembang dari sisi jumlah investor dan transaksi saja, tetapi juga meningkatnya berbagai proyek kripto lokal.

Salah satu proyek kripto lokal yang berhasil mencuri perhatian adalah TKO (Toko Token) dari Tokocrypto. TKO genap memasuki usia satu tahun, sebuah pencapaian berharga untuk proyek kripto lokal Indonesia pertama yang menyediakan model token hybrid unik Centralized Finance (CeFi) dan decentralized finance (DeFi).

Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto, mengatakan melihat ke belakang, telah banyak hal yang dilalui oleh TKO dalam menghadirkan utilitas yang bermanfaat. Semuanya diawali dari mimpi Tokocrypto untuk menciptakan proyek kripto yang menjembatani CeFi dan DeFi, serta menciptakan layanan keuangan inklusif yang mudah diakses oleh semua kalangan.

“Sejalan dengan tren perkembangan ekonomi melalui digitalisasi, TKO akan memelopori pemanfaatan aset kripto lokal dalam mendorong perekonomian digital Indonesia. Tidak hanya itu TKO ini telah menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem blockchain dari Tokocrypto bernama TokoVerse,” kata Kai.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto No. 1 Crypto Exchange in Indonesia

TKO Pecahkan Rekor Penjualan Perdana

Tepat di usia pertama ini, TKO telah meraih berbagai pencapaian. Berawal dari pemecahan rekor penjualan perdana di Binance Launchpad pada 7 April 2021 lalu, dengan mengumpulkan 10,5 juta BNB (setara Rp 60 triliun). Kemudian, awal listing di platform Tokocrypto, harga TKO yang mulanya sebesar $ 0,1naik 3.000% ke $ 3 dalam waktu 30 menit. 

Tidak hanya di Indonesia, TKO juga punya semangat membangun komunitas secara global. Saat ini sudah ada lebih dari 600.000 anggota yang tergabung di dalamnya. 

Untuk menjaga nilai kelangkaan token, Tokocrypto melakukan TKO burn setiap kuartal. Tokocrypto menyisihkan 10% dari revenue generated berdasarkan trading volume crypto-to-crypto platform untuk burn token TKO sebanyak 10% dari total token suplai. Sampai kuartal I 2022, sudah burn 812.360 TKO senilai $ 769.242.

Adapula fitur TKO Lock yang menguntungkan bagi para pemegang token atau holders TKO. Dengan “mengunci” TKO selama pilihan periode waktu 30, 60 dan 90 hari, pengguna bisa mendapatkan reward sampai dengan 0,065 TKO per hari. Ini bisa jadi salah satu cara mendapatkan passive income dari investasi aset kripto.

Tokocrypto juga telah menjalankan program bertajuk #1TKOfor1Indonesia yang diadakan sepanjang Agustus 2021 lalu. Program yang dikhususkan merangkul masyarakat Indonesia agar dapat berperan aktif dalam ekosistem aset kripto ini membagikan total Rp 1,5 miliar dalam bentuk aset kripto TKO Token.

Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

Fitur Baru TKO Trading Fees

Tokocrypto selalu mengembangkan fitur untuk membuat TKO terus berkembang. Salah satunya yang hadir di momen TKOVersary tahun ini adalah TKO Trading Fees.  yang merupakan fitur diskon hingga 20% untuk membayar fee trading aset kripto dengan TKO di platform Tokocrypto. Diskon fee trading kini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

Dengan fitur TKO Trading Fees, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya fee trading, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

“Rencana kami untuk TKO adalah untuk menopang fundamentalnya melalui pengembangan berkelanjutan dari penggunaan fungsional baru. Strateginya adalah memanfaatkan potensi teknologi blockchain untuk membangun ekosistem mulai dari GameFi, Game-ducation, DeFi dan NFT ke startup blockchain,” tutur Kai.

Ilustrasi TKO, proyek kripto dari Tokocrypto.
Ilustrasi TKO, proyek kripto dari Tokocrypto.

Baca juga: 3 Alasan Harus Beli Koleksi NFT AZNVerse

Masa Depan Token TKO

Lebih lanjut Kai, menjelaskan TKO akan berfungsi sebagai utilitas benang pemersatu yang menjalin berbagai komponen ekosistem di TokoVerse. Mulai dari TokoMall (NFT marketplace), TKO sebagai alat redeem NFT. Aplikasi learn & earn, Kriptoversity, belajar blockchain dan aset kripto bisa dapet TKO yang didapatkan bisa di klaim ke wallet kripto Tokocrypto atau bisa didonasikan via TokoCare. 

Kemudian, yang akan datang T-Launchpad adalah platform IDO multi-chain yang terdesentralisasi. Melalui T-Launchpad, berbagai proyek blockchain dapat meluncurkan tokennya ke investor di seluruh dunia dengan metode aman dan terpercaya. TKO Hodlers bisa mendapatkan keuntungan untuk mengikuti rangkaian IDO dari project-project yang ada di T-Launchpad.

Untuk lebih lengkap mengenai proyek kripto dan whitepaper TKO bisa kunjungi website tkotoken.com. Download aplikasi Tokocrypto di Google Play Store dan Apple Store Apps.



Sumber : news.tokocrypto.com

Intel Luncurkan Chip Alat Tambang Bitcoin Generasi Kedua

Intel mengumumkan peluncuran chip generasi kedua alat tambang Bitcoin bernama Intel Blockscale ASIC. Chip ini fokus kepada efisiensi energi dan keberlanjutan serta beroperasi dengan daya 26 J/TH. Chip ini diklaim lebih hemat daripada pesaingnya.

Chip tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi energi penambangan Proof of work (PoW). Intel memakai pengalaman penelitian dan pengembangan selama puluhan tahun di bidang chip.

Bitcoin Magazine melaporkan, Jose Rios, General Manager Solusi Bisnis dan Blockchain Grup Sistem Komputasi dan Grafik Terakselesari Intel, mengatakan Blockscale ASIC akan berperan besar membantu perusahaan penambangan Bitcoin mencapai sasaran keberlanjutan dan penambahan hash rate di masa depan.

Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

Intel Masuk Industri Tambang Bitcoin

Setiap chip Blockscale ASIC memiliki hash rate 580 GH/s dengan efisiensi daya 26 J/TH serta mendukung hingga 256 sirkuit terintegrasi (IC). Selain itu, chip ini memiliki kapabilitas pengukuran suhu dan voltase.

Sistem penambangan yang terdiri dari 256 chip Intel tersebut menghasilkan 148 TH/s dan “hanya” mengonsumsi listrik sebesar 3.860 W. Alat tambang terkemuka saat ini, yakni besutan Bitmain menghasilkan 140 TH/s dengan konsumsi energi 3.010 W dan 21,5 J/TH efisiensi daya.

Sebelumnya, chip tambang Bitcoin generasi pertama Intel mencakup total 4.248 mm persegi silikon yang mampu kekuatan hingga 40 Terahash per detik dengan konsumsi daya 3.600 W. Generasi pertama ini tentu saja belum sanggup berkompetisi ketat dengan Bitmain atau MicroBT asal Tiongkok.

Dengan generasi baru ini Intel hanya menjualnya kepada pihak-pihak tertentu saja, alih-alih mengirim sistem penambangan ASIC lengkap seperti pada umumnya. Argo Blockchain, Block Inc, Hive Blockchain dan GRIID Infrastructure adalah beberapa perusahaan penambang pertama yang akan sudah memesan chip Intel itu.

Baca juga: CME Group Incar Kripto Cardano (ADA) dan Solana (SOL), Untuk Apa?

Intel Ketat Bersaing dengan Pemain Lama

Industri penambangan Bitcoin mengalami kekurangan pasokan ASIC akibat gangguan rantai pasokan di tengah pandemi. Kendati Intel Blockscale bersaing dengan produsen ASIC lain, penerbitan chip baru ini justru akan membantu pertumbuhan industri penambangan Bitcoin secara jangka menengah.

Langkah Intel tersebut dapat membantu industri aset kripto memenangkan debat lingkungan, sosial dan pengaturan (ESG), terutama persoalan lingkungan. Penambang semakin mendongkrak daya agar tetap kompetitif sehingga menuai pengawasan dari pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Dikutip dari Coindesk, pada  Maret lalu, Komite Konservasi Lingkungan pemerintah daerah New York memilih untuk mencanangkan aturan melarang penambangan PoW di negara bagian tersebut. Selain itu, sejumlah pembuat kebijakan yang dipimpin Senator Elizabeth Warren mengkritik penambangan kripto akibat dampak terhadap lingkungan. [ed]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Coin WAVES Anjlok 18% Adanya Isu Manipulasi Market

Pada tanggal 28 Maret lalu, aset kripto WAVES diperdagangkan di bawah $ 32. Kemudian pada 31 Maret, mencapai All Time High $ 62,36. Dan dengan cepat harganya telah kembali turun menjadi sekitar $ 36, kehilangan 25% dari ATH dalam 24 jam terakhir saja.

Bersamaan dengan itu, harga stablecoin USD Neutrino yang berbasis Waves telah kehilangan kestabilannya terhadap dolar AS, turun hari ini menjadi $ 0,68.

Tentu saja, perubahan harga dalam crypto adalah umum, tetapi itu masih sangat fluktuatif untuk aset 40 teratas. Ini sudah kategori yang tidak wajar, kemungkinan adanya sesuai isu atau berita yang memperburuk harga coin tersebut.

Pada tanggal 31 Maret, seorang analis pasar crypto pseudonim dengan nama 0xHamZ men-tweet utas panjang di mana mereka menyebut platform Waves “ponzi terbesar dalam crypto,” menggunakan data untuk membuat kasus bahwa sistem stablecoin hanya dapat stabil, jika ada “pertumbuhan kapitalisasi pasar WAVES yang berkelanjutan.” Selain itu, mereka menuduh bahwa Waves dengan panik bekerja di belakang layar untuk menopang ekosistem dengan meminjam stablecoin lain untuk membeli sendiri Waves.

Baca juga: 19 Juta Bitcoin Telah Ditambang dan Tersisa 2 Juta Lagi, Apa Dampaknya?

Pendiri Waves Platform, Sasha Ivanov, mengatakan sebaliknya adalah benar seseorang bekerja di belakang layar, tetapi ini adalah upaya untuk menarik Waves ke bawah. Dia melihat utas 0xHamZ sebagai bagian dari kampanye bersama untuk mendiskreditkan platform, kadang-kadang disebut sebagai “Ethereum Rusia.” (Ivanov mengeklaim kewarganegaraan Rusia dan Ukraina dan mengatakan proyek itu tidak lagi memiliki staf di Rusia.)

Ivanov mengklaim bahwa Alameda Research, sebuah perusahaan perdagangan crypto yang didirikan oleh CEO FTX Sam Bankman-Fried, telah memanipulasi harga dan mencoba untuk tangki aset untuk menghasilkan uang dengan korsleting itu. Ivanov mengutip sepotong Bloomberg 11 Maret yang menunjukkan peningkatan tajam pasokan WAVES di bursa FTX pada akhir Februari dan awal Maret.

Menurut Ivanov, skema ini bekerja dengan meminjam dalam jumlah besar melalui protokol pinjaman berbasis Waves Vires Finance, kemudian menjualnya sambil menyebarkan “FUD” (ketakutan, ketidakpastian dan keraguan), sehingga mendorong harga turun.

Mengapa mereka ingin “short” cryptocurrency dengan cara ini? Karena mereka kemudian dapat membeli cryptocurrency dengan harga lebih rendah dan kemudian membayar kembali pinjaman mereka yang akan jauh lebih murah karena asetnya bernilai lebih sedikit. Dengan demikian, mereka menghasilkan keuntungan.

Baca juga: Yuan Digital China Sekarang Dapat Diakses di 23 Kota

Bankman-Fried menyebutnya sebagai “teori konspirasi omong kosong.” CEO Alamada Sam Trabucco menanggapi tweet menuduh Ivanov pada 3 April, dengan mengatakan, “Orang-orang harus benar-benar melihat tingkat pendanaan untuk WAVES sekarang.” Tingkat pendanaan mengacu pada biaya untuk mempersingkat aset, meskipun Trabucco tidak menunjukkan bagaimana tingkat tersebut – negatif pada saat itu – mempengaruhi strategi perusahaan.

Pada tanggal 3 April, ia mempromosikan proposal tata kelola “untuk mencegah manipulasi harga” Singkatnya, proposal akan membuat lebih sulit untuk short WAVES dan semua tapi memaksa mereka bertaruh terhadap koin untuk membeli atau menjual.

“Mari kita lindungi ekosistem [Waves] dari keserakahan!” cuit Ivanov. “KESERAKAHAN ITU BURUK.”

Baik Alameda Research maupun Ivanov tidak segera tersedia untuk komentar.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Studi Goldman Sachs: Eksposur Crypto Institusional Mencapai 51%

Dalam studi yang dilakukan oleh raksasa perbankan Goldman Sachs yang diterbitkan oleh Arcane Research, dari 172 klien institusi, didapatkan 51 persen suara yang menginginkan eksposur ke aset crypto.

Survei tersebut mencatat bahwa minat institusi terhadap aset crypto telah bertumbuh dengan cepat dan kuat, terutama eksposurnya yang naik dari 40 persen pada tahun lalu, menjadi 51 persen pada tahun 2022. Diperkirakan, persentase ini akan kembali meningkat di masa mendatang.

Baca juga: Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

Laporan tersebut juga mengatakan:

“Dari 172 klien yang disurvei, 60% menjawab bahwa mereka berharap untuk meningkatkan kepemilikan aset digital mereka dalam satu hingga dua tahun ke depan.”

Bersiap akan hal tersebut, Goldman Sachs telah memutuskan untuk masuk ke industri crypto, yang tampaknya akan menjadi tembakan peringatan dimulainya langkah raksasa ini ke aset digital.

Baca juga: PancakeSwap Beri Opsi Taruhan Jangka Tetap yang Lebih Menguntungkan

Kepala Aset Digital Global baru di divisi manajemen kekayaan pribadi Goldman, March Rich, telah mengungkapkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memanfaatkan investasi di aset crypto melalui derivatif, Bitcoin fisik, atau moda investasi tradisional.

Tentunya, melalui manajemen kekayaan pribadi, Goldman akan menghadirkan produk pertamanya untuk eksposur institusi ke aset crypto.

March Rich pun mengatakan:

“Beberapa klien Goldman merasa seperti kita sedang duduk di awal Internet baru dalam beberapa hal dan mencari cara untuk berpartisipasi dalam ruang ini.”

Ia pun menegaskan bahwa seluruh tim akan bekerja sama untuk mencari cara yang terbaik dalam menawarkan eksposur tersebut. Dalam waktu dekat, diharapkan ini akan terlaksana.

Regulasi  yang kian dimatangkan untuk aset crypto juga diperkirakan akan memperlancar semua langkah besar ini, karena tentu investor akan tetap berpegang pada sisi keamanan sebelum membicarakan potensi keuntungan yang akan didapatkan dari eksposur aset crypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pajak Aset Kripto Bebankan Investor di Indonesia, Berapa Tarif Idealnya?

Pengenaan pajak transaksi aset kripto di Indonesia dinilai terlalu tinggi, sehingga bisa membebankan investor dalam negeri. Dikhawatirkan pertumbuhan industri aset kripto akan melambat, karena investor lebih memilih transaksi di luar negeri.

Pemerintah Indonesia akhirnya menerbitkan aturan pengenaan pajak atas transaksi perdagangan aset kripto yang akan resmi berlaku pada 1 Mei mendatang. Namun, beban pajak PPN dan Pph masing-masing 0,1%-0,2% dinilai terlalu tinggi untuk dibebankan pada industri aset kripto yang masih baru tumbuh.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan investor tentu akan antusias, jika dalam pengaturan pajak ini menguntungkan semua pihak. Namun di sisi lain, jika penerapan pajak yang terlalu tinggi dan membebani investor dapat menyebabkan potensi terhambatnya perkembangan industri aset kripto sendiri.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

“Pemberlakuan pajak saat ini masih perlu pembahasan yang lebih fokus dengan unsur hati-hatian dan mendalam. Pemerintah perlu mencari angka yang lebih seimbang dan juga memikirkan cara untuk meretensi investor kripto dalam negeri,” ungkap pria yang akrab disapa Manda.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

PPN Aset Kripto Tidak Berlaku di Luar Negeri

Salah satu yang menjadi perhatian Aspakrindo adalah pertimbangan tarif PPN final. Banyak negara, seperti Singapura, Malaysia dan sejumlah negara di Eropa tidak memungut PPN atas transaksi aset kripto. Meski, tarif PPN final yang dikenakan di Indonesia hanya 0,1%-0,2% dari total transaksi.

“Singapura telah mengecualikan aset kripto dari Goods and Services Tax (GST) dan merinci pengenaan pajak atas aset kripto sesuai kategorinya, seperti token pembayaran, token sekuritas, dan token utilitas. Namun, pedagang aset kripto dikenakan pajak atas jasa yang diberikan kepada pengguna,” jelasnya.

Ilustrasi pajak aset kripto.
Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

Tarif Pajak Aset Kripto yang Ideal

Selain itu, Jika tarif PPh Final atas aset kripto 0,1 persen, maka akan membebankan investor dalam negeri. Padahal dengan keringanan perpajakan akan menjadi alasan kuat investor untuk bertahan di exchange lokal.

Sebelumnya, Aspakrindo telah mengajukan skema PPh Final sebesar 0,05 persen. Jika dihitung transaksi aset kripto tahun 2021 lalu di Indonesia mencapai Rp 859,4 triliun. Maka, apabila menggunakan skema PPh Final sebesar 0,05 persen, kontribusi aset kripto terhadap penerimaan negara ditaksir mencapai sekitar Rp 429,7 miliar.

“Pada dasarnya bukan melihat dari sisi berapa besar nilai yang harus dikenakan pajak, tapi bagaimana agar regulasi ini bisa berkembang, sehingga nilainya akan mengikuti perkembangan itu sendiri. Dalam 2-3 tahun ke depan, transaksi kripto diprediksi berpotensi menyumbang pajak hingga triliunan rupiah,” ucap Manda.

Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg
Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg

Pajak yang terlalu tinggi akan membuat investor merasa rugi dan tidak adil. Sebab di saat untung mereka dipungut pajak, tetapi ketika rugi tidak dapat pengurangan pajak. Padahal yang namanya investasi di instrumen berisiko tinggi akan penuh dengan ketidakpastian.

Aspakrindo siap berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk diskusi dalam pengambilan keputusan terkait mengenakan pajak atas aktivitas terkait aset kripto. Kami menyambut semua keputusan yang terbaik bagi semua pihak untuk mewujudkan industri aset kripto yang sehat dan berkualitas.

Baca juga: Asosiasi ICCA dan PKHAKI Hadir Dukung Perkembangan Aset Kripto di Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

Berawal dari pekerja biasa dengan gaji rata-rata, kini beberapa orang ini menjadi kaya raya berkat investasi aset kripto. 

Meski banyak pihak yang belum mengerti, sejumlah orang cukup cerdas dalam melihat potensi aset kripto untuk mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi pada Bitcoin dan koin lainnya.

Tercatat 83% millenials di Amerika Serikat telah membeli aset kripto pada Desember 2021 lalu. Instrumen investasi ini telah membuktikan kemampuannya untuk mengubah hidup seseorang, seperti beberapa orang dalam artikel ini yang dikutip dari New York Post.

Rachel Siegel: Guru Freelance Jadi Jutawan

Rachel Siegel. Foto: LinkedIn Rachel Siegel.
Rachel Siegel. Foto: LinkedIn Rachel Siegel.

Rachel Siegel adalah seorang guru pengganti di New York. Dahulu Siegel tinggal di sebuah apartemen Lower East Side dengan jendela menghadap dinding, kini dapat menikmati indahnya pemandangan laut melalui balkon kondominium yang ia beli di Karibia.

Hidupnya berubah pada akhir 2017, ketika Siegel diajak temannya ke after-party konferensi aset kripto. Ia berpikir bahwa orang-orang di sana tidak akan pernah kehilangan uang mereka. Yang kemudian justru membuatnya memutuskan untuk memulai investasi pertamanya pada usia 29 tahun dengan semua sisa gajinya yang hanya $25 (Rp 358 ribu) per minggu. 

Penghasilannya telah menginjak kisaran 7 digit saat ini, Rachel pun dapat memiliki rumah yang bahkan dulu ia pikir sangat tidak mungkin untuk dimilikinya. Ia juga pergi berbelanja ke Dubai dengan pesawat maskapai Emirates first-class, yang menjadi pengalaman paling mewah yang pernah ia alami.

Rachel meninggalkan pekerjaan lamanya menjadi full-time cryptocurrency influencer dengan akun media sosial @CryptoFinally. Peluang besar yang ia lihat, mengalahkan rasa takutnya. 

“Hal keren tentang aset kripto adalah siapa pun dapat melakukannya. Dan saya adalah salah satu yang bisa melakukannya,” katanya.

“..Saya percaya bahwa siapapun dapat mengikuti jalan tersebut, jika mereka berdedikasi untuk itu.” tambahnya.

Baca juga: Mengenal Token STEPN (GMT) yang Telah Melonjak 30.000 Persen dalam 30 Hari

Kane Ellis: Remaja Pekerja di Industri Teknologi

Kane Ellis. Foto: Theaustralian.com.au.
Kane Ellis. Foto: Theaustralian.com.au.

Kane Ellis hanya seorang remaja 18 tahun yang di-dropout dari sekolahnya dan memulai karier dengan bekerja di bidang IT. Ellis mulai belajar bagaimana cara menambang aset kripto pada tahun 2011. Ia mengatur sendiri komputernya untuk mining, mendapatkan 4 Bitcoin perhari yang pada saat itu bernilai sekitar $8. 

Ellis berpikir hal ini keren untuk mendapatkan keuntungan, hingga 6 bulan setelahnya ia menyadari hal ini bisa menjadi masa depan. 

Kini Ellis berusia 29 tahun, yang merupakan salah satu pendiri CarSwap, platform online jual-beli mobil. Kripto telah membantunya mengubah hidupnya menjadi lebih baik, bahkan seperti yang ia impikan selama ini. 

Keuntungan yang Ellis dapatkan ia gunakan untuk membeli mobil impiannya, Maserati GranTurismo. “Sebagai pecinta mobil, bisa membeli mobil impian saya seperti Maserati MC Sportline pada usia 24 tahun adalah pencapaian yang luar biasa,” kata Ellis.

Sarannya kepada investor: “Hold Bitcoin anda. Jangan berpikir bahwa ini merupakan investasi jangka pendek, karena secara realistis ini adalah investasi jangka panjang. Dua, lima, sepuluh tahun.”

Baca juga: Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%

Terrance Leonard: Dapat Rumah Impian dari Kripto

Terrance Leonard. Foto: New York Post.
Terrance Leonard. Foto: New York Post.

Terrance Leonard, seorang software engineer mengawali pengalamannya di dunia kripto dengan kurang baik pada tahun 2013. Minimnya informasi pada saat itu membuat pria 32 tahun itu tidak melanjutkannya, karena takut kehilangan semua uangnya. 

Pada 2019, Leonard kembali berinvestasi sebanyak $ 2.000 setelah temannya menjelaskan seluk beluk market aset kripto. Sejak saat itu, ia menginvestasikan puluhan ribu dolar hingga total aset yang ia miliki sebanyak $ 1.000.000.

Ia baru saja membeli rumah dengan empat kamar di Washington D.C. Leonard yang tinggal sendiri berencana untuk pensiun dari pekerjaan full-time-nya. Kripto telah membawanya kepada financial freedom.

“Saya adalah seorang anak yang culun, kutu buku yang menyukai komputer, dan untuk dapat memanfaatkan keterampilan membangun kekayaan, sungguh luar biasa.” katanya.

Baca juga: Masuk Bulan April, Market Kripto Kehabisan Bensin untuk Bull Run?

Lea Thompson: Pekerja Industri Teknologi Jadi Crypto Influencer

Lea Thompson. Foto: LeaLovesCrypto.com.
Lea Thompson. Foto: LeaLovesCrypto.com.

Lea Thompson pertama kali mendengar istilah kripto dari temannya yang mining aset digital ini dan menganggapnya aneh, hingga pada tahun 2017 ia terpikat pada dunia blockchain.

Merasa dirinya tak mendapat cukup uang dari pekerjaannya di industri teknologi, Thompson pun melakukan kerja sampingan. Salah satu dari pekerjaanya dibayar dengan aset kripto. Dari sana, ia bertemu dengan banyak orang yang excited dengan potensi di industri ini, hingga akhirnya ia pun terinspirasi untuk masuk ke dalam dunia kripto. Thompson mulai berinvestasi $ 500 hingga $ 1.000  per bulan di Bitcoin dan Ethereum, bertahap membangun kekayaan dan memiliki hampir 200.000 pengikut di media sosial.

Ia menolak untuk mengatakan berapa nilai asetnya hari ini, tetapi Bitcoin telah meningkat empat kali lipat nilainya sejak Thompson memperoleh sebagian besar asetnya. Keuntungannya cukup baginya untuk berhenti dari pekerjaan di industri teknologi dan menjadi full-time crypto content creator. Dengan julukan Girl Gone Crypto, ia kini mengeluarkan video “edutainment” tentang crypto dan blockchain.

“Kripto benar-benar mengubah hidup saya.” katanya.

Baca juga: Peluncuran Bursa Kripto di Indonesia Resmi Mundur, Jadi Kapan?

Penulis: Mutiara Adawiyazzahra



Sumber : news.tokocrypto.com

Masuk Bulan April, Market Kripto Kehabisan Bensin untuk Bull Run?

Memasuki bulan April 2022, pasar kripto mulai terlihat tanda-tanda terjerembab. Apakah ini tanda bahwa market sudah kehabisan bensin untuk terus bull run? Pada selama delapan hari berturut-turut 10 aset kripto berkapitalisasi besar duduk nyaman di zona hijau.

Tapi, terpantau harga Bitcoin (BTC) sudah jatuh, setelah pada awal pekan ini nilainya melewati $ 48.000. Bitcoin diperdagangkan pada $ 46.557 pada saat berita ini dimuat, turun 2% pada Senin (4/4) pukul 07.00 WIB.

Sejumlah altcoin terkemuka bahkan bernasib lebih buruk dan menunjukkan investor sudah mulai kehilangan minat terhadap aset kripto tersebut. Misalnya, memecoin DOGE dan SHIB baru-baru ini turun masing-masing sekitar 3% dan 4,5%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat kini pasar kripto tengah mengalami konsolidasi, pasca reli kencang selama dua pekan terakhir. Menurutnya, situasi ini bisa berarti positif karena menjaga stabilitas market ke depan.

“konsolidasi tersebut sejatinya positif bagi pasar kripto, karena bisa menjaga stabilitas market dan membangun dasar baru bagi investor untuk menemukan titik-titik harga baru ke depan untuk beberapa aset kripto,” jelas Afid.

Market Kripto Masih Dalam Tekanan

Selain itu, tekanan juga datang dari memburuknya angka inflasi dan pemungutan suara oleh Uni Eropa tentang undang-undang kripto yang dipandang industri tidak menguntungkan. komunitas kripto menganggap bahwa langkah tersebut dapat menghambat inovasi dan melanggar aspek privasi pelaku transaksi kripto.

Ilustrasi market kripto
Ilustrasi market kripto.

“Olengnya pasar kripto juga pas terjadi setelah Biro Analisis Ekonomi Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data inflasi AS versi PCE pada Kamis (31/3) kemarin. Beberapa trader kripto memang bereaksi keras terhadap data inflasi, karena terkadang melakukan aksi jual atau cut loss setelah indikator ekonomi dirilis,” ungkap Afid.

Meski saat ini adopsi aset kripto sudah mulai marak di beberapa institusi yang diharapkan bisa menjaga stabilitas market, namun rupanya belum berpengaruh besar. Afid melihat, adopsi kripto butuh waktu untuk mendorong stabilitas jangka panjang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Transaksi Aset Kripto di Indonesia Bakal Kena Pajak, Kapan?

Pemerintah Indonesia berencana untuk mengenakan pajak pada transaksi aset kripto. Hal ini dilakukan menimbang potensi penerimaan negara dari transaksi aset digital tersebut tergolong besar.

Direktur Peraturan Perpajakan I Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Hestu Yoga Saksama, mengatakan pemungutan pajak atas transaksi aset kripto tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Oleh karena itu, transaksi akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) final mulai 1 Mei 2022.

“Kripto itu kena PPN juga. Kenapa? Karena itu bukan uang. BI (Bank Indonesia) enggak pernah mengatakan itu alat pembayaran. Bappepti Kemendag (menyebut kripto) itu komoditas,” kata Hestu dalam konferensi pers, Jumat (1/4).

Pajak Aset Kripto
Ilustrasi pajak aset kripto.

Baca juga: Peluncuran Bursa Kripto di Indonesia Resmi Mundur, Jadi Kapan?

Aturan Pajak Kripto Masih Digodok

Menurut Hestu, pertambahan nilai (PPN) atas transaksi aset kripto dan pajak penghasilan atas keuntungan modal dari investasi tersebut masing-masing sebesar 0,1%. Saat ini, pemerintah masih merumuskan aturan teknis dalam bentuk peraturan menteri keuangan (PMK).

“Jadi memang kita implementasikan PPN final. Nah itu kemudian untuk pengenaannya kami akan atur, kesederhanaan menghitung pajak dan menyetor.”

Tata cara memungut pajak kripto nantinya akan sama seperti saat membeli saham. Bakal ada pihak yang akan memotong atau memungut pajak kepada investor. “Nanti yang pungut (PPN) adalah exchanger namanya,” ungkap Hestu.

Kemendag Masih Koordinasi Soal Pajak Kripto

Transaksi aset kripto berada dalam pengawasan dan peraturan Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Saat disinggung soal pajak kripto, Wamendag, Jerry Sambuaga, mengatakan hal tersebut belum diputuskan, mengingat pajak merupakan hal yang diatur bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga. Foto: Antara.

Baca juga: Asosiasi ICCA dan PKHAKI Hadir Dukung Perkembangan Aset Kripto di Indonesia

“Karena kalau urusan pajak adalah urusannya Kemenkeu. Kami di Kemendag lebih ke tata kelola ekositem perdagangannya dan regulasi terkait dengan pemanfaatan aset-aset kripto. Sementara, soal pajak, sumber penghasilan itu ke Kemenkeu,” kata Jerry dikutip Antara.

“Tapi intinya, kami siap koordinasi dengan Kemenkeu untuk diskusi dan lakukan pengambilan keputusan terkait dengan pajak ini. Kami mengikuti dan kami siap,” imbuhnya.

Pengenaan pajak diberlakukan terhadap aset digital setelah minat masyarakat yang telah melonjak selama pandemi COVID-19. Bahkan jumlah pemegang aset kripto melonjak menjadi 12,5 juta investor per Februari 2022.

Menurut data dari Bappebti total transaksi aset kripto tahun lalu di pasar komoditas berjangka mencapai 859,4 triliun rupiah. Jumlah ini disebut naik lebih dari 10 kali lipat dari nilai transaksi tahun 2020.



Sumber : news.tokocrypto.com