Tag Archives: kripto

Tokocrypto Market Signal 28 September 2022: Kripto Mulai Lesu

Pergerakan aset kripto pada Rabu (28/9) siang tampak mulai kembali lesu tak berdaya. Padahal sehari sebelumnya pada Selasa (27/9), market bergerak merona di zona hijau. Apa yang menyebabkan penurunan kali ini?

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 6,36% ke US$ 18.769 per keping, dan turun 1,25% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam sebesar 7,09% ke US$ 1.284 di waktu yang sama dan ambles 3,93% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, XRP sangat prihatin anjlok 10,08%, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) turun harga lebih dari 5% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang kembali bergelojak yang disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, investor semakin menghindari market, setelah beberapa pejabat The Fed, silih berganti menyampaikan komentar yang menegaskan niatan untuk terus mengetatkan kebijakan moneternya.

“Dalam beberapa hari terakhir ini, sentimen negatif datang dari pejabat The Fed yang mengeluarkan komentar bahwa The Fed perlu mengerek suku bunga lebih tinggi lagi untuk sementara waktu demi mengendalikan inflasi,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Menurutnya, komentar-komentar tersebut sangat mempengaruhi market kripto dan saham. Rentetan komentar itu memperkuat sinyal bahwa The Fed tidak akan segera mengubah pandangan moneternya. Jika otoritas moneter tersebut bertindak terlalu hawkish, maka pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi taruhannya.

Saham dan Kripto Ambles

Pergerakan aset kripto terlihat terpengaruh oleh market saham AS yang berkinerja buruk pada Selasa (27/9) lalu. Hal itu mengindikasikan investor sedang menghindari investasi aset berisiko.

“Hal ini dapat dimaklumi mengingat investor kripto selalu mengacu pada pasar saham AS untuk melihat selera risiko investor secara umum. Secara indeks saham AS sedang terpukul juga oleh komentar dari beberapa pejabat The Fed yang menegaskan pentingnya pengetatan kebijakan moneter demi meredam inflasi,” ungkap Afid.

Di samping itu, market kripto terpukul oleh penguatan nilai indeks Dolar AS (DXY) yang terpantau pada pukul 13.00 WIB menyentuh level 114,69 atau menanjak 0,51% dibanding kemarin. Banyak investor yang mulai melepaskan kepemilikan kriptonya dan menghentikan akumulasi untuk beralih ke dolar AS yang jadi aset safe haven.

Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, walaupun sempat kembali menyentuh level psikologisnya di US$ 20.000, itu belum membantu untuk terus bullish. BTC akhirnya harus kembali turun.

Area support Bitcoin saat ini pada level US$ 18.125. Jika harga Bitcoin kembali bounce kemungkinan menargetkan kenaikan ke level US$ 19.610.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan September ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Kripto Cardano (ADA) masuk dalam daftar aset kripto bullish pekan ini akibat efek dari Vasil hard fork yang membawa peningkatan pada kinerja dan kemampuan yang signifikan ke jaringan blockchain-nya. 

Di samping itu, token ADA juga didaftarkan sebagai salah satu aset yang mendukung layanan manajemen aset kripto yang berbasis di Swiss yang bernama Swissborg. Dua sentimen ini yang bisa menguatkan harga ADA ke depan.

Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,48. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,48 hingga US$ 0,51 atau naik 15-18% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 14.727.760.035. Jumlah koin yang beredar 34.240,.097.834 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

2. XRP (XRP)

Analisis teknikal XRP (XRP).

XRP juga masuk dalam daftar aset kripto potensi bullish pekan ini. Sentimen yang menguatkannya dalah berasal dari kelanjutan gugatan SEC terhadap Ripple yang kian mendekati kejelasan.

Kepala Eksekutif Ripple, Brad Garlinghouse, mengatakan perusahaannya percaya diri bergerak menuju kemungkinan kesimpulan yang adil dari gugatan pengadilannya melawan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Hal tersebut sedikit membuat investor optimis dengan XRP

Dari analisis teknikalnya, XRP sedang mengalami koreksi dalam saat ini. Namun, kemungkinan besar fase bull mencoba untuk mendorong XRP bergerak ke atas level resistance overhead di US$ 0,47. Jika tembus, maka kenaikan akan kembali mencoba untuk melewati rintangan overhead dan mendorong XRP ini ke US$ 0,48 dan kemudian ke US$ 0,51.

Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.276.300.584. Jumlah koin yang beredar 49.900.666.456 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto

3. Polymath (POLY)

Analisis teknikal Polymath (POLY).

Polymath (POLY) bisa mendekati fase bullish. Saat ini, POLY memegang skor analisis teknis jangka panjang yang unggul dari 80% aset kripto. Investor jangka panjang yang menggunakan strategi beli dan tahan akan sangat relevan ketika mengalokasikan aset mereka.

Peringkat POLY di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #117, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 248.680.993. Jumlah koin yang beredar 924.998.413 koin POLY dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV). 

4. Reserve Rights (RSR)

Analisis teknikal Reserve Rights (RSR).

Reserve Rights (RSR) didorong sentimen positif dari peluncuran mainnet Reserve Protocol yang kemungkinan akan diselenggarakan pada 10 Oktober mendatang. Reserve Protocol yang baru ini akan sangat menguntungkan komunitas dan investor.

Nilai RSR telah menikmati kenaikan nilai selama seminggu terakhir untuk mengantisipasi peluncuran mainnet yang akan datang. Pergerakan RSR dilihat dari analisis teknikalnya, bisa terus bergerak naik ke US$ 0,30 dalam beberapa waktu mendatang yang menjadi level resistensinya

Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #93, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 354.708.880. Jumlah koin yang beredar 42.302.323.974 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.

5. Avalanche (AVAX)

Analisis teknikal Avalanche (AVAX).

Pergerakan nilai AVAX bisa bullish pada pekan ini, disebabkan oleh pengumuman Avalanche Labs tentang kolaborasi terbarunya dengan Chainlink (LINK). Menurut informasi resminya, Chainlink akan membantu AVAX tumbuh di sektor NFT, GameFI, dan Defi.

Mengingat situasi pasar saat ini, kolaborasi ini akan menguntungkan keduanya. Kemungkinan nilai AVAX akan naik mengingat semangat investor menyambut kolaborasi ini.

Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 5.022.791.614. Pasokan yang beredar 295.902.231 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Terra Classic (LUNC)

Analisis teknikal Terra Classic (LUNC).

Tren harga Terra Classic (LUNC) memiliki potensi bearish, setelah berjuang untuk mendapatkan kembali kendali atas ekosistem Terra. Afid melihat prospek LUNC tetap bearish dalam jangka waktu panjang.

Hal tersebut terlihat setelah ada sentimen negatif, mulai dari surat perintah penangkapan Do Kwon, Pendiri dan CEO Terraform Labs. Kemudian, ada transfer mencurigakan lebih dari 3.000 BTC atau sekitar US$ 60 juta terdeteksi setelah Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan tersebut.

Peringkat LUNC di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #31, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.672.723.040. Jumlah koin yang beredar 6.151.072.613.161 koin LUNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Game NFT Guild of Guardians Mulai Masuk ke Ranah Esports

2. TerraClassicUSD (USTC)

Analisis teknikal TerraClassicUSD (USTC).

TerraClassicUSD (USTC) juga punya peluang yang sama dengan LUNC untuk potensi bearish pekan ini. Faktor sentimen negatif yang dapat menekan harga juga sama, dari transfer ribuan BTC yang mencurigakan oleh Do Kwon dan kemungkinan besar masalah lanjutan yang akan muncul.

Peringkat USTC di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #107, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 293.665.832. Jumlah koin yang beredar 9.816.095.840 koin USTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Nexo (NEXO)

Analisis teknikal Nexo (NEXO).

Kripto NEXO kemungkinan akan potensi bearish dengan sentimen negatif yang berasal dari kabar Nexo sedang menghadapi berbagai tuduhan dari delapan negara bagian AS yang berbeda. 

Tuduhan itu berkaitan dengan klaim bahwa Nexo diduga gagal mendaftarkan “Earn Interest Product” sebagai jaminan dan menawarkannya kepada klien dalam bentuk akun yang menghasilkan bunga. Kabar ini membuat NEXO, token kripto asli dari Nexo bisa memiliki sentimen buruk.

Peringkat NEXO di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 495.022.710. Jumlah koin yang beredar 560.000.011 koin NEXO dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. Reef Finance (REEF)

Analisis teknikal Reef Finance (REEF).

Reef Finance (REEF) mengalami masa sulit baru-baru ini, tetapi telah menunjukkan kekuatan besar yang bangkit dalam jangka waktu yang lebih pendek. Reef finance telah berjuang untuk tetap bullish karena harga turun dari tertinggi sepanjang masa US$ 0,3 menjadi US$ 0,0048.

Peringkat REEF di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #178, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 105.266.158. Jumlah koin yang beredar 20.132.169.041 koin REEF dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Penyebab Harga Kripto Terra Luna Classic Melonjak 40%

5. Santos FC Fan Token (SANTOS)

Analisis teknikal Santos FC Fan Token (SANTOS).

Harga token yang berkaitan dengan Chiliz telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, karena kinerja token penggemar yang kuat. Misalnya, token penggemar Santos FC Fan Token (SANTOS) telah meningkat lebih dari 40% dalam 24 jam terakhir. Namun, ke depan kemungkinan akan ada penurunan karena sudah membentuk pola grafik overbought.

Peringkat SANTOS di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #264, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 82.230.001. Jumlah koin yang beredar 4.550.000 koin SANTOS dan maksimal pasokan 30.000.000 koin SANTOS.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kasus Transfer 3.313 BTC Jadi Sorotan Pasca Do Kwon Mau Ditangkap

Kasus transfer sekitar 3.313 BTC atau bernilai lebih dari US$ 60 juta yang mencurigakan telah terdeteksi setelah Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Do Kwon, Pendiri dan CEO Terraform Labs.

Menurut laporan, transfer ratusan BTC tersebut dilakukan dari wallet LUNA Foundation Guard (LFG) ke dompet KuCoin dan OKX. Akun aset virtual dari LUNA Foundation Guard dibuat di Binance saat tanggal 15 September, karena investigasi sedang berlangsung di Korea Selatan terhadap CEO Terraform.

Transfer senilai 3.313 BTC dilakukan dari akun LFG ke dua akun luar negeri milik KuCoin dan OKX. Koin-koin tersebut ditransfer beberapa kali selama 15-18 September.

Investigasi Kasus Terra Luna

Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Selatan dan Tim Investigasi Gabungan Kejahatan Sekuritas berusaha untuk membekukan akun tersebut dan meminta KuCoin dan OKX untuk melakukan hal yang sama.

Alasan Terra Luna Classic ungguli Bitcoin selama 30 hari terakhir. Foto: Coinpedia.org.
Alasan Terra Luna Classic ungguli Bitcoin selama 30 hari terakhir. Foto: Coinpedia.org.

Baca juga: Bloomberg: Bitcoin Bisa Raih Harga Rp 1,5 Miliar di Tahun 2025

Meskipun, KuCoin telah membekukan 1.354 BTC yang ditransfer, OKX menolak untuk mengambil tindakan apa pun terkait 1.959 BTC yang tersisa. Jaksa Korea Selatan, mengindikasikan penggunaan transfer ini untuk pencucian uang.

Hal penting yang perlu diketahui adalah kedua exchange kripto tersebut, baik OKX dan KuCoin tidak diatur di Korea Selatan.

Masalah Do Kwon Berlanjut?

Sejarah ekosistem blockchain Terra yang melibatkan stablecoin asli TerraUSD (UST) dan Luna (LUNA) agak kacau. Pada tahun 2018, Do Kwon dan Daniel Shin mendirikan Terraform Labs di Seoul. Duo ini meluncurkan blockchain Terra dan aset kripto terkait, UST dan LUNA, pada tahun 2019.

Setelah de-stabilisasi LUNA, seluruh ekosistem Terra runtuh pada Mei 2022. Hal ini menyebabkan kehancuran ekosistem kripto global.

aset kripto TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA)
aset kripto TerraUSD
(UST) dan Terra (LUNA).

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Layanan Pajak Nasional Korea Selatan mengenakan denda sebesar US$ 78,4 juta dalam bentuk pajak di Terraform Labs dan Kwon. Pihak berwenang setempat segera bekerja untuk mencabut paspor Kwon. Baru kemarin Interpol mengeluarkan Red Notice terhadapnya menyusul permintaan pemerintah Korea Selatan.

Dalam sebuah wawancara, Kwon mengakui bahwa mungkin ada anggota Terraform di balik runtuhnya stablecoin, TerraUSD.

Kwon, bagaimanapun, telah aktif di Twitter, menegaskan bahwa dia tidak dalam pelarian dan perusahaan bekerja sama dengan lembaga pemerintah yang tertarik.

“Kami sedang dalam proses membela diri di berbagai yurisdiksi – kami telah mempertahankan integritas yang sangat tinggi, dan berharap untuk mengklarifikasi fakta selama beberapa bulan ke depan,” tweetnya pada 17 September. Ini adalah periode waktu yang sama saat transfer dilakukan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Bergerak Naik Menguji Level Rp 406 Juta, Sinyal Bullish?

Harga Bitcoin telah mencapai wilayah support yang signifikan pada Selasa (20/6), dan akan menguji level resisten kuatnya di posisi US$ 27.000 atau sekitar Rp 406 juta. Apa sinyal bullish akan berlanjut?

Bitcoin (BTC) dan Eterehum (ETH) memulai hari perdagangan dengan warna hijau, masing-masing naik 1,7% menjadi US$ 26.816, sementara Eter naik 0,7% menjadi US$ 1.736. Sementara pasar tetap optimis bahwa BlackRock akan berhasil dengan aplikasinya untuk dana yang diperdagangkan di bursa spot Bitcoin.

Dikutip Coindesk, Analis Pasar Senior dengan OANDA, Craig Erlam, mengatakan dalam sebuah catatan bahwa Bitcoin masih terlihat “rentan,” namun masih menganggap ada bull case untuk BTC, hanya saja belum terealisasi.

“Bitcoin berakhir minggu lalu dengan cukup positif setelah turun ke posisi terendah tiga bulan pada hari Rabu (14/6), tetapi terus terlihat rentan terhadap penurunan lebih lanjut,” kata Erlam.

“Tren dua bulan tidak menguntungkan, dan aliran berita juga tidak membantu situasi. Ini merupakan tahun yang luar biasa dan tetap lebih dari 50% lebih tinggi, jadi ini bukanlah situasi yang mengerikan.”

Sinyal Bullish?

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Pasar Kripto Masih Sideways dan Belum Optimal Reli, Kenapa?

Secara garis besar, Erlam skeptis bahwa harga bitcoin akan naik secara signifikan dalam beberapa bulan mendatang di tengah berita ekonomi dan industri yang tidak pasti. Penurunan baru-baru ini, menurutnya, hanyalah fase koreksi dalam pasar bull optimis secara keseluruhan.

Setelah tahap koreksi konsolidasi yang diperpanjang, harga Bitcoin mulai turun sedikit dan mengalami penurunan 20% (dari tertinggi tahunan US$ 31.000 ke titik terendah US$ 24.800 baru-baru ini).

Namun, setelah koreksi, harga telah mencapai support psikologis yang signifikan di US$ 25.000 di sepanjang garis tren saluran yang lebih rendah.

Namun, reli bearish impulsif dapat terjadi, jika harga turun di bawah wilayah ini, karena tekanan jual mungkin meningkat secara substansial. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa rata-rata pergerakan 200 hari, dukungan kuat untuk harga, saat ini terletak di bawah batas bawah saluran, kira-kira di US$ 23.900, dan mungkin menahan Bitcoin dari penurunan lebih lanjut.

Analisa Harga Bitcoin

Harga Bitcoin telah bergerak volatil sejak ditolak dari wilayah US$ 31.000 dan mulai terjun. Baru-baru ini, selama tren turun, mencapai garis tren yang lebih rendah, berdiri di US$ 24.700, dan menemukan dukungan.

Di sisi lain, kisaran Fibonacci 61,8%-50% juga sejalan dengan garis tren yang lebih rendah, memberikan support yang kuat. Akibatnya, Bitcoin mengalami pembalikan dan memulai reli bullish impulsif.

Grafik 4 jam BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik 4 jam BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Bangun Karir Web3 Bersama Tokocrypto x IDNFT di Binus University

Saat ini, harga mencoba menembus di atas ambang batas atas resisten, duduk di US$ 27.000 atau sekitar Rp 406 juta, dan jika penembusan berhasil, reli bullish akan segera terjadi. Oleh karena itu, perhentian Bitcoin berikutnya mungkin adalah wilayah resistensi substansial sebesar US$ 30.000 dalam skenario ini.

Perkembangan menarik terjadi ketika Bitcoin turun di bawah harga pembelian rata-rata pemegang jangka pendek. Situasi ini berpotensi mendorong pemegang tersebut untuk menjual BTC mereka setelah mencapai titik impas.

Namun, bertentangan dengan ekspektasi, pemegang jangka pendek melihat ini sebagai peluang untuk mengakumulasi BTC dengan relatif murah, sehingga menghasilkan peningkatan. Akibatnya, kripto kini telah menembus di atas Harga Realisasi Pemegang Jangka Pendek.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ketua The Fed Jerome Powell: Serukan Peraturan Kripto yang Tepat

Pertumbuhan aset kripto kini sudah menjadi perhatian banyak petinggi negara, salah satunya Jerome Powell, yang merupakan Ketua The Fed. Powell menyakini aset kripto adalah teknologi baru yang membutuhkan regulasi yang tepat.

Bank-bank sentral secara global telah diuji tahun ini, dengan dampak pasca pandemi COVID-19, geopolitik yang dinamis, dan perang Ukraina-Rusia. Saat berbicara kepada peserta konferensi Paris, Powell mengatakan bahwa normalisasi kebijakan moneter telah mengungkapkan masalah struktural utama dalam sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Ketua Fed itu menambahkan bahwa pemerintah di seluruh dunia perlu hati-hati dan serius mendekati regulasi sistem DeFi. Dengan kata lain, peraturan yang tepat harus diterapkan untuk mengatasi teknologi baru.

“Harusnya risiko yang sama, regulasi yang sama untuk aset kripto,” kata Powell dalam pidatonya di konferensi On Opportunities and Challenges of The Tokenization of Finance di Museum Louvre, Paris, Prancis.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

Regulasi DeFi yang Tepat

Menurut Powell, regulasi yang tepat adalah salah satu cara untuk menyamakan kedudukan dan menghindari bahaya penghindaran dan pelanggaran oleh para pelaku usaha.

Ia menganggap bahwa banyak pekerjaan yang perlu dilakukan pada aset tradisional dan digital – terutama mengenai stablecoin. Penerbit stablecoin telah menunjukkan minat untuk menjangkau publik yang lebih luas. Namun, ini menimbulkan pertanyaan apakah ada pengawasan peraturan yang cukup untuk penggunaan yang lebih luas.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Kemendag Bakal Perketat Regulasi Exchange Kripto di Indonesia

Oleh karenanya dibutuhkan peraturan keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang dilakukan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan mengingat dampaknya yang terbatas pada ekonomi riil.

“Musim dingin DeFi … tidak memiliki efek signifikan pada sistem perbankan dan stabilitas keuangan yang lebih luas karena kurangnya hubungan di antara mereka,” ungkap Powell dalam sebuah panel dikutip Coindesk.

Powell juga menyarankan tidak terburu-buru untuk memperkenalkan central bank digital currency (CBDC), bentuk digital dari uang fiat yang sedang dipertimbangkan di banyak negara di seluruh dunia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengertian, Manfaat, Cara Kerja, Kekurangan dan Kelebihan

Proof of Work (PoW) adalah suatu mekanisme yang digunakan untuk mencegah terjadinya pengeluaran ganda atau double-spend. Mayoritas aset kripto utama menggunakan mekanisme ini sebagai algoritma konsensus yang digunakan untuk mengamankan ledger aset kripto.

Proof of Work merupakan algoritma konsensus pertama yang muncul dan masih mendominasi hingga saat ini. Algoritma ini pertama kali diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto dalam white paper Bitcoin pada tahun 2008, meskipun teknologinya sendiri sudah ada sebelumnya.

Contoh awal algoritma Proof of Work sebelum era kripto adalah HashCash Adam Back. Dalam HashCash, pengirim diwajibkan melakukan komputasi ringan sebelum mengirim email, sehingga penerima dapat mengurangi jumlah spam yang diterima.

Komputasi ini hampir tidak berbiaya bagi pengirim yang sah, namun biayanya akan meningkat jika seseorang mengirim email secara massal.

Apa Itu Double-spend?

Double-spend atau pengeluaran ganda terjadi ketika dana yang sama digunakan untuk pembelanjaan lebih dari sekali. Istilah ini khusus digunakan dalam konteks uang digital karena dalam uang fisik, hampir tidak mungkin untuk membelanjakan uang yang sama dua kali.

Ketika Anda membayar kopi hari ini, Anda memberikan uang tunai kepada kasir yang kemudian menguncinya dalam laci. Anda tidak dapat pergi ke kedai kopi lainnya dan membayar kopi lagi dengan menggunakan uang yang sama.

Namun, dalam skema uang digital, ada kemungkinan untuk melakukan hal tersebut. Anda pasti pernah menggandakan file komputer, cukup dengan melakukan salinan dan tempel. Anda dapat mengirimkan salinan file yang sama kepada sepuluh, dua puluh, atau bahkan lima puluh orang.

Karena uang digital hanya berupa data, maka perlu ada langkah-langkah untuk mencegah orang lain menyalin dan menggunakan unit yang sama di tempat yang berbeda. Jika tidak, mata uang digital tersebut akan mengalami keruntuhan dalam waktu singkat.

Mengapa Proof of Work Penting?

Jika Anda telah membaca panduan kami tentang teknologi blockchain, Anda pasti tahu bahwa pengguna mengirimkan transaksi ke jaringan. Namun, transaksi tersebut tidak langsung dianggap valid. Transaksi baru dianggap valid hanya jika telah ditambahkan ke dalam blockchain.

Blockchain adalah sebuah database besar yang dapat dilihat oleh setiap pengguna, sehingga setiap orang dapat memeriksa apakah dana telah digunakan sebelumnya.

Anda dapat membayangkan hal ini seperti memiliki sebuah buku catatan bersama dengan tiga teman. Setiap kali salah satu dari Anda ingin mentransfer unit apapun, transaksi tersebut harus dicatat, misalnya Alice membayar lima unit kepada Bob, Bob membayar dua unit kepada Carol, dan seterusnya.

Ada beberapa hubungan yang rumit di sini, yaitu setiap kali melakukan transaksi, Anda harus merujuk pada transaksi sebelumnya dari mana dana itu berasal. J

adi, jika Bob membayar dua unit kepada Carol, entri transaksi sebenarnya akan terlihat seperti ini: Bob membayar dua unit kepada Carol dari transaksi sebelumnya dengan Alice.

Dengan cara ini, kita memiliki cara untuk melacak unit tersebut. Jika Bob mencoba melakukan transaksi lain menggunakan unit yang sama yang baru saja dia kirimkan kepada Carol, semua orang akan segera mengetahuinya. Grup tidak akan mengizinkan transaksi tersebut ditambahkan ke buku catatan.

Namun, cara ini mungkin berhasil dalam kelompok kecil di mana semua orang saling mengenal, sehingga mereka mungkin akan setuju tentang siapa yang bertanggung jawab untuk menambahkan transaksi ke buku catatan.

Namun, bagaimana jika kita ingin memiliki kelompok dengan 10.000 peserta? Ide buku catatan tidak akan berhasil, karena tidak ada yang akan mempercayai orang asing untuk mengelolanya.

Inilah mengapa Proof of Work sangat penting. Algoritma ini memastikan bahwa pengguna tidak dapat membelanjakan uang yang tidak sah untuk mereka gunakan.

Dengan menggunakan kombinasi teori permainan dan kriptografi, algoritma PoW memungkinkan siapa saja untuk memperbarui blockchain sesuai dengan aturan sistem yang telah ditetapkan.

Bagaimana Proof of Work (PoW) Bekerja?

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, blockchain merupakan buku catatan yang digunakan dalam Proof of Work.

Namun, transaksi tidak ditambahkan satu per satu, melainkan dikelompokkan menjadi blok-blok.

Pengguna yang membuat blok akan mengumumkan transaksi ke jaringan dan memasukkannya ke dalam kandidat blok.

Transaksi baru hanya dianggap sah setelah kandidat blok tersebut dikonfirmasi dan ditambahkan ke dalam blockchain.

Namun, menambahkan blok bukanlah tugas yang murah. Proof of Work mengharuskan penambang (pengguna yang membuat blok) untuk menggunakan sumber daya komputasi mereka sendiri untuk melakukan ini.

Sumber daya tersebut digunakan untuk melakukan hashing terhadap data blok sampai ditemukan solusi dari sebuah puzzle.

Melakukan hashing terhadap data blok berarti mengirimkannya melalui fungsi hash untuk menghasilkan hash blok. Hash blok berfungsi seperti “sidik jari” yang merupakan identitas unik untuk data input, dan setiap blok memiliki hash yang berbeda.

Membalikkan hash blok menjadi data input yang asli hampir tidak mungkin. Namun, dengan mengetahui data input, mudah bagi seseorang untuk memverifikasi kebenaran hash tersebut. Hanya perlu mengirimkan data input melalui fungsi hash dan memeriksa apakah outputnya cocok.

Dalam Proof of Work, pengguna harus menyediakan data yang menghasilkan hash yang memenuhi persyaratan tertentu.

Namun, mereka tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Satu-satunya pilihan adalah mengirimkan data melalui fungsi hash dan memeriksa apakah memenuhi persyaratan.

Jika tidak, pengguna harus mengubah data tersebut sedikit demi sedikit hingga mendapatkan hash yang berbeda.

Mengubah bahkan satu karakter dalam data akan menghasilkan hash yang berbeda secara keseluruhan, sehingga tidak ada cara untuk memprediksi outputnya.

Jadi, jika ingin membuat blok, pengguna bermain dalam permainan tebak-tebakan. Secara umum, pengguna mengumpulkan informasi tentang semua transaksi yang ingin mereka masukkan ke dalam blok dan beberapa data penting lainnya, lalu melakukan hashing terhadap semua data tersebut.

Namun, karena datasetnya tidak berubah, mereka perlu menambahkan informasi variabel kecil sebagai bagian data. Informasi variabel ini disebut sebagai nonce, yang merupakan angka yang diubah setiap kali mencoba untuk mendapatkan hash yang berbeda. Dalam hal ini, pengguna sedang melakukan penambangan.

Dalam kesimpulannya, penambangan adalah proses mengumpulkan data blockchain dan melakukan hashing bersama dengan nonce hingga menemukan hash yang memenuhi persyaratan.

Jika pengguna menemukan hash yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh protokol, mereka berhak untuk mengumumkan blok baru ke jaringan. Pada titik ini, peserta lain dalam jaringan akan memperbarui blockchain mereka dengan menambahkan blok baru tersebut.

Dalam aset kripto besar saat ini, persyaratan untuk menemukan hash yang valid sangat sulit. Semakin tinggi tingkatidalam jaringan, semakin sulit untuk menemukan hash yang memenuhi persyaratan tersebut. Hal ini dirancang untuk memastikan agar blok tidak ditemukan terlalu cepat.

Seperti yang dapat Anda bayangkan, mencoba menebak hash dalam jumlah besar di komputer bisa sangat mahal. Anda akan menghabiskan banyak siklus komputasi dan listrik. Namun, protokol memberikan hadiah dalam bentuk aset kripto jika Anda berhasil menemukan hash yang valid.

Mari kita ingat kembali apa yang telah kita bahas selama ini:

  • Penambangan merupakan proses yang mahal.
  • Ada hadiah yang diberikan jika Anda berhasil menghasilkan blok yang valid.
  • Dengan mengetahui data input, pengguna dapat dengan mudah memeriksa hash tersebut tanpa perlu menggunakan banyak daya komputasi.

Sejauh ini semuanya baik-baik saja. Tetapi, apa yang akan terjadi jika seseorang mencoba melakukan penipuan?

Apakah ada yang bisa mencegah mereka untuk memasukkan banyak transaksi penipuan ke dalam blok dan menghasilkan hash yang valid?

Di sinilah peran kriptografi kunci-publik (public-key cryptography) masuk. Meskipun tidak akan dibahas secara detail dalam artikel ini, kriptografi kunci-publik memungkinkan setiap pengguna untuk memverifikasi apakah seseorang memiliki hak untuk menghabiskan dana yang mereka coba keluarkan.

Ketika Anda melakukan transaksi, Anda menandatanganinya. Siapa pun dalam jaringan dapat membandingkan tanda tangan tersebut dengan kunci publik Anda dan memeriksa apakah cocok. Mereka juga akan memeriksa apakah Anda memiliki hak yang sah untuk menghabiskan dana tersebut, dan bahwa jumlah input lebih besar dari jumlah output (artinya, Anda tidak menghabiskan dana lebih dari yang Anda miliki).

Setiap blok yang memasukkan transaksi yang tidak valid akan ditolak secara otomatis oleh jaringan. Oleh karena itu, sangat mahal bagi seseorang untuk mencoba melakukan penipuan. Mereka hanya akan menyia-nyiakan sumber daya mereka tanpa mendapatkan hadiah apa pun.

Di sinilah keindahan Proof of Work terletak: sangat mahal untuk melakukan penipuan, tetapi menguntungkan untuk bertindak jujur. Setiap penambang yang berpikiran waras akan mencari tingkat pengembalian investasi (ROI), sehingga mereka tidak akan melakukan hal yang merugikan diri mereka sendiri.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Proof of Work (PoW)?

Proof of Work (PoW) memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan PoW:

Kelebihan Proof of Work:

  • Keamanan yang tinggi: PoW telah terbukti secara luas menjadi algoritma konsensus yang sangat aman. Dalam PoW, untuk memalsukan atau melakukan serangan pada jaringan, seseorang harus menguasai lebih dari 50% kekuatan hash total jaringan, yang sulit dan mahal untuk dicapai.
  • Terbukti berhasil: PoW telah digunakan secara luas dalam blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum, dan telah terbukti berhasil dalam mengamankan jutaan transaksi dengan aman selama bertahun-tahun.
  • Desentralisasi: PoW memungkinkan partisipasi dari berbagai penambang yang berbeda, sehingga menjaga aspek desentralisasi dari jaringan. Tidak ada entitas tunggal yang mengendalikan proses penambangan atau keputusan dalam jaringan.

Kekurangan Proof of Work:

  • Konsumsi energi yang tinggi: Proses penambangan PoW memerlukan penggunaan daya komputasi yang besar, yang menghasilkan konsumsi energi yang tinggi. Hal ini mengarah pada dampak lingkungan yang signifikan dan meningkatkan biaya operasional untuk penambang.
  • Skalabilitas terbatas: Dalam PoW, semakin banyak penambang yang bergabung dalam jaringan, semakin sulit dan lambat proses penambangan blok baru. Ini dapat menyebabkan penundaan dalam konfirmasi transaksi dan membatasi skalabilitas jaringan.
  • Pusat kekuatan mining: Karena peralatan penambangan yang mahal dan konsumsi energi yang tinggi, aktivitas penambangan PoW lebih terpusat di daerah-daerah dengan akses terhadap sumber daya murah seperti energi listrik. Hal ini dapat menyebabkan terkonsentrasinya kekuatan penambangan pada beberapa entitas besar, yang mengurangi aspek desentralisasi.

Kelebihan dan kekurangan PoW perlu dipertimbangkan dalam konteks spesifik masing-masing blockchain dan kebutuhan penggunaannya. Beberapa protokol lain seperti Proof of Stake (PoS) dikembangkan sebagai alternatif untuk mengatasi beberapa kekurangan PoW, dengan menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi dan skala yang lebih baik.

Perbandingan Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS)

Terdapat banyak algoritma konsensus yang berbeda, dan salah satunya adalah Proof of Stake (PoS). Konsep PoS pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011 dan telah diimplementasikan dalam beberapa protokol kecil. Namun, belum terlihat adopsi yang luas pada blockchain besar.

Dalam sistem Proof of Stake, peran penambang digantikan oleh validator. PoS tidak melibatkan proses penambangan dan tidak ada persaingan untuk menebak hash. Sebaliknya, pengguna dipilih secara acak – jika terpilih, mereka harus mengusulkan (atau “menghasilkan”) sebuah blok. Jika blok tersebut valid, mereka akan menerima reward berupa biaya transaksi dari blok tersebut.

Namun, pemilihan pengguna tidak sembarangan – protokol memilih mereka berdasarkan beberapa faktor. Untuk memenuhi syarat, peserta harus mengunci stake, yaitu sejumlah mata uang asli dari blockchain yang telah ditentukan sebelumnya.

Stake berfungsi sebagai jaminan: sama seperti terdakwa harus memberikan jumlah uang tertentu sebagai jaminan karena melewatkan sidang, validator harus mengunci stake mereka untuk mencegah kecurangan. Jika mereka bertindak tidak jujur, seluruh atau sebagian dari stake mereka dapat diambil.

Proof of Stake memang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Proof of Work. Salah satu keunggulan utamanya adalah dampak lingkungan yang lebih kecil – karena tidak ada kebutuhan untuk melakukan penambangan dengan daya komputasi tinggi, konsumsi listriknya jauh lebih rendah daripada PoW.

Namun, PoS tidak memiliki catatan sejarah yang sama kuat dengan PoW. Meskipun PoS dianggap lebih hemat, penambangan tetap menjadi satu-satunya algoritma konsensus yang terbukti berhasil.

Dalam waktu lebih dari satu dekade, penambangan telah berhasil mengamankan triliunan dolar transaksi. Untuk secara pasti mengatakan apakah PoS dapat menyamai keamanan PoW, PoS masih perlu diuji secara mendalam dalam kondisi dunia nyata.

Kesimpulan

Proof of Work adalah solusi pertama yang terbukti andal dan aman untuk masalah double-spend. Bitcoin telah membuktikan bahwa kita tidak memerlukan entitas terpusat untuk mencegah pengeluaran dana yang sama dua kali. Dengan penggunaan kriptografi, fungsi hash, dan teori permainan yang cerdas, peserta dalam ekosistem terdesentralisasi dapat mencapai kesepakatan tentang keadaan suatu database keuangan.

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Masih Sideways dan Belum Optimal Reli, Kenapa? –

Sepanjang akhir pekan kemarin pasar kripto menunjukan sinyal bullish yang kuat, namun kemudian cenderung melewah ketika mulai memasuki awal minggu ke-3 Juni 2023. Apa penyebabnya?

Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan perlu diketahui terlebih dahulu, pasar kripto naik pada akhir pekan lalu karena campuran faktor teknis dan fundamental. Dari segi teknikal, sejumlah aset kritpo telah alami pantulan oversold.

“Seperti Bitcoin (BTC), pada grafik hari Jumat (16/6)  indeks kekuatan relatif harian (Relative Strength Index/RSI) turun hampir ke 30, menunjukkan hampir “oversold.” Dari perspektif teknis, RSI oversold mendorong pemulihan atau konsolidasi harga, sehingga Bitcoin bisa tembus kembali ke level di atas US$ 26.300,” kata Fyqieh.

Selain pantulan teknis, spekulasi yang berkembang seputar persetujuan Bitcoin ETF pertama oleh BlackRock di AS membantu pasar kripto bangkit. BlackRock mengajukan permohonan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk Bitcoin ETF pada 16 Juni.  Pasar kripto telah meningkat 4,5% sejak aplikasi BlackRock.

Di samping itu, Binance.US dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan untuk melakukan repatriasi dana pengguna ke Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat pelaku pasar sedikit lega, khususnya yang berada di AS.

Laju Pasar Tertahan

koin bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Asia Ramah Kripto: Hong Kong Ungkap Potensi Bisnis di Negaranya

Laju pasar kini melandai setelah dorongan kuat pada akhir pekan lalu. Salah satu penyebabnya adalah mulai banyak trader yang melakukan taking profit dengan posisi short, sehingga membuat gerak pasar melandai. Seperti dilaporkan akun Twitter @WhaleTrades ada sebanyak US$ 5,2 juta dalam bentuk Bitcoin telah dilikuidasi.

Pasar yang kurang bergairah karena awal pekan ini market AS tengah libur dalam perayaan Juneteenth pada Senin (19/6). Pekan ini pelaku pasar sebagian besar akan fokus pada pidato anggota FOMC. Sorotan akan terjadi pada hari Kamis (22/6), karena Ketua Fed, Jerome Powell bersaksi di depan Kongres, memberikan tinjauan luas tentang ekonomi dan kebijakan moneter.

“Saat The Fed menghentikan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya sejak awal 2022, mereka juga memperbarui proyeksi untuk suku bunga Dana Fed pada akhir tahun ini, menaikkannya menjadi 5,6% dari sebelumnya 5,1%. Powell juga mengatakan bahwa inflasi yang tinggi masih menjadi perhatian, dan sebagian besar anggota Komite melihat peningkatan lebih lanjut tahun ini sebagaimana mestinya,” jelas Fyqieh.

Menurut CME FedWatch Tool pada Senin (19/6), kemungkinan kenaikan suku bunga Juli sebesar 25 basis poin mencapai 74,4%, naik dari 52,8% satu minggu sebelumnya. Secara signifikan, peluang kenaikan suku bunga poin 25 basis September naik dari 50,0% menjadi 67,1% selama seminggu, sementara taruhan pada kenaikan suku bunga poin 50 basis turun dari 15,7% menjadi 11,2%.

Indeks Fear and Greed Bitcoin.

Pasar aset kripto sering kali bereaksi terhadap berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter dan pernyataan dari bank sentral. Pengumuman Federal Reserve dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan, termasuk pasar aset kripto, dan menyebabkan volatilitas harga. Investor cenderung menganalisis potensi dampak dari pengumuman tersebut dan mengambil tindakan berdasarkan penilaian mereka.

Indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 47, yang menandakan bahwa sentimen terhadap Bitcoin saat ini berada dalam kondisi netral hingga bearish. Angka ini mengalami penurunan pada hari Minggu (18/6) yang masih di posisi 49. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi dalam sentimen yang diperlihatkan oleh indeks tersebut, Bitcoin bisa kembali ke arah sentimen bagus dalam beberapa hari ini dan dinilai bullish dalam waktu dekat ini

Bitcoin (BTC) Potensi Rebound ke US$ 27.000

Pergerakan aset kripto Bitcoin diprediksi akan mengalami rebound setelah menyentuh US$ 25.000 akibat adanya berita buruk selama 2 bulan terkahir seperti kasus SEC. Berita buruk tersebut bisa dianggap sebagai sentimen yang menjadi pemicu Bitcoin melakukan koreksi dari harga US$ 30.000 ke US$ 25.000 dalam 3 bulan terakhir. 

BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: Apa Itu Proof of Work (PoW)?

“Pergerakan Bitcoin kemungkinan akan mengalami koreksi sedikit hari ini ke harga US$ 26.300 dan kembali mengalami rebound ke harga US$ 26.500 dan kemudian koreksi karena ketahan di garis resisten minornya dan kemudian rebound kembali ke harga US$ 27.000. Potensi profit sebesar lebih dari 5%,” sebut analisis Fyqieh.

Namun harga bisa kembali mengalami penurunan apabila, Bitcoin kembali menyentuh di bawah harga US$ 24.600 dengan target US$ 23.000 dan harga ini merupakan harga yang cukup baik untuk melakukan Dollar Cost Averaging (DCA). Sebenarnya saat ini waktu yang sangat bagus untuk memulai DCA karena Bitcoin sudah terkoreksi lebih dari 20% dari harga US$ 31.000.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Berhasil Lewati US$ 26.200, Apakah Saatnya untuk Reli?

Harga Bitcoin (BTC) akhirnya mampu naik dan melewati level resisten di US$ 26.200 pada akhir pekan lalu. Meski struktur pasar dan momentum Bitcoin adalah bearish, tetapi pemantulannya kembali di atas US$ 26.000 memberi sedikit bahan pemikiran untuk reli selanjutnya.

Dikutip Ambcrypto, korelasi BTC dengan S&P 500 menjadi negatif selama bulan Mei lalu. Ini berarti indeks memiliki prospek bullish secara keseluruhan, tetapi Bitcoin cenderung berlawanan arah dalam beberapa minggu terakhir. Meningkatnya permusuhan dari badan pengatur di Amerika Serikat telah berperan dalam kemalangan BTC pada grafik harga.

Ada argumen yang dibuat bahwa Bitcoin menunjukkan beberapa tanda pemulihan. Namun, analisis aksi harga menunjukkan bahwa bias tetap berpihak pada penjual. Di sisi lain, jika Bitcoin naik ke US$ 28.000, itu bisa menandakan tren naik.

Analisis Harga Bitcoin

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: CTO Tether: USDT Depeg Adalah Serangan Terencana Bikin Kripto Anjlok

Struktur pasar Bitcoin pada jangka waktu harian adalah bearish. Struktur bergeser pada 21 April, ketika BTC turun di bawah level tertinggi baru-baru ini. Sejak itu, harga cenderung lebih rendah di grafik.

Selain itu, volume perdagangan sangat rendah dari bulan April dan seterusnya, dibandingkan dengan volume yang terlihat di bulan Februari dan Maret. Hal ini juga tercermin pada On-balance volume (OBV), yang hanya turun sedikit di bulan Mei dibandingkan dengan kenaikan cepat yang dibukukan di pertengahan Maret.

Level Fibonacci berdasarkan leg down baru-baru ini menunjukkan bahwa Bitcoin kemungkinan menuju ke US$ 24.800. Tingkat ekstensi 61,8% pada US$ 23.300 juga merupakan target yang disajikan. Aksi harga menunjukkan bahwa wilayah US$ 24.2k-US$ 24.4k dapat berfungsi sebagai support yang kuat. Di bawah itu, level US$ 22.4k dan US$ 21.5k adalah penting.

Untuk memberi sinyal pergeseran bullish dalam struktur, harga Bitcoin harus naik kembali di atas titik terendah baru-baru ini di US$ 27.400. Namun, tren naik tidak akan terbentuk di sana, karena BTC perlu membentuk titik terendah yang lebih tinggi dan terus lebih tinggi. Investor yang berhati-hati dapat menunggu pergantian peristiwa ini sebelum melakukan akumulasi.

Pasokan BTC Turun

Grafik supply BItcoin (BTC). Sumber: Santim.
Grafik supply BItcoin (BTC). Sumber: Santim.

Baca juga: Daftar Lengkap 501 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Sirkulasi yang tidak aktif mengalami lonjakan besar pada 7 Mei, tetapi sejak saat itu, lonjakannya tidak seperti biasanya. Yang terbaru pada 15 Juni melihat BTC turun menjadi US$ 24.800. Metrik alamat aktif juga meningkat selama dua minggu terakhir.

Pasokan di bursa berkurang sebagai tanggapan terhadap pengguna yang memindahkan dana ke wallet pribadi karena takut. Keseimbangan arus pertukaran juga menunjukkan beberapa hari terakhir telah terlihat lebih banyak arus keluar daripada arus masuk.

Pada sesi akhir pekan yang tenang membuat aksi ambil untung meninggalkan BTC di zona merah karena investor mempertimbangkan kemungkinan dampak aktivitas SEC pada ruang aset digital. Obrolan Hawkish Fed dan meningkatnya taruhan kenaikan suku bunga pada bulan September juga bearish.

Namun, indikator teknis tetap bullish, menandakan pengembalian ke US$ 27.000. Kurangnya indikator ekonomi AS pada pekan ini akan meninggalkan obrolan Fed dan berita kripto ke depan.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tetap Ungguli Emas Meski Turun ke Terendah 3 Bulan Terakhir

Meskipun Bitcoin (BTC) telah mencapai level terendah dalam tiga bulan terakhir, nilainya tetap unggul dibandingkan dengan emas sebagai aset penyimpan nilai. Bitcoin berhasil mempertahankan nilainya yang stabil, dengan keunggulannya terhadap emas semakin besar dalam tahun ini.

Perusahaan analisis on-chain, Glassnode, melakukan perbandingan antara harga Bitcoin dan harga emas. Harga spot Bitcoin saat ini setara dengan 13,3 ons emas, menunjukkan peningkatan sebesar 46 persen dalam setahun.

Dikutip BeInCrypto, sejak awal tahun 2023, nilai Bitcoin telah meningkat sebesar 51,6 persen. Jika melihat pada puncak harga Bitcoin pada pertengahan April, kenaikan tersebut menjadi dua kali lipat dari nilai awalnya. Sementara itu, harga emas hanya naik sebesar 6,2 persen sejak awal tahun, dengan harga saat ini berada di sekitar US$ 1.940 per ons, turun 5 persen dari level tertinggi pada pertengahan April sebesar US$ 2.040 per ons.

Gerak Harga Bitcoin dan Emas

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Pasar Kripto dan Bitcoin Sideways, Setelah The Fed Tahan Suku Bunga

Meskipun Bitcoin lebih volatil, aset ini masih tetap dianggap sebagai penyimpan nilai yang handal, terlepas dari fluktuasi harganya saat ini. Dalam satu setengah tahun terakhir, Bitcoin telah mengungguli emas dengan margin mencengangkan sekitar 430 persen sejak mencapai level terendah akibat pandemi COVID-19 pada Maret 2020.

Dalam perbandingan antara keduanya, dapat disimpulkan bahwa keduanya adalah aset penyimpan nilai yang baik dan tempat perlindungan yang aman. Emas menawarkan stabilitas yang lambat, sementara Bitcoin lebih mirip perjalanan roller coaster.

Di sisi lain, dolar AS telah mengalami devaluasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir akibat tingkat inflasi yang tinggi. Menurut data Inflation Tool, inflasi kumulatif dari tahun 1956 hingga 2022 mencapai 976 persen. Artinya, US$ 100 pada tahun 1956 saat ini setara dengan hampir US$ 1.000.

Harga Bitcoin Turun

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

Meskipun inflasi di Amerika saat ini sebesar 4 persen setelah turun dari lebih dari 9 persen tahun lalu, hal ini masih memberikan dampak negatif terhadap nilai dolar. Pada tanggal 14 Juni, The Fed mengumumkan penangguhan kenaikan suku bunga untuk bulan tersebut, sebagai respons terhadap lonjakan inflasi.

Pengumuman ini berdampak buruk pada Bitcoin, yang mengalami penurunan ke level terendah dalam tiga bulan terakhir sebesar US$ 24.879 pada dini hari tanggal 15 Juni. Meskipun Bitcoin telah sedikit pulih dan berada di atas level US$ 25.000 saat ini, sentimen pasar cenderung bearish.

BTC telah keluar dari saluran konsolidasi jangka panjangnya dan saat ini menemukan support pada level saat ini. Jika harga turun di bawah level ini, kemungkinan akan ada lebih banyak support di sekitar US$ 23.600, yang sebelumnya telah berfungsi sebagai level bouncing pada bulan Januari dan Februari.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Buterin Ungkap Ethereum Bakal Gagal Tanpa 3 Perubahan Vital Ini

Salah satu pendiri jaringan Ethereum, Vitalik Buterin mengatakan bahwa Ethereum akan gagal tanpa tiga perubahan penting. Apa saja?

Secara khusus, Buterin telah memperkenalkan apa yang dia sebut sebagai “Tiga Transisi” di postingannya baru-baru ini. Selain itu, dia berbicara tentang pentingnya untuk pengembangan lanjutan blockchain.

Buterin berbicara tentang masa depan blockchain, dan bagaimana Ethereum dapat memperluas pemanfaatannya. Namun, agar hal itu terjadi, dia telah menyoroti penskalaan Layer-2 (LS), keamanan dompet, dan privasi, sebagai transisi penting untuk jaringan.

Dalam industri aset digital, hanya ada sedikit nama yang dihormati seperti Ethereum. Jaringan blockchain yang telah menjadi salah satu yang paling populer di dunia telah dengan jelas memantapkan dirinya sebagai bagian penting dari masa depan industri. Namun, salah satu pendirinya baru-baru ini mengungkapkan apa yang bisa menghalangi masa depan itu.

Tiga Transisi Penting

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Harga Bitcoin Berhasil Lewati US$ 26.200, Apakah saatnya untuk Reli?

Dalam posting blog baru-baru ini, Buterin mengatakan Ethereum akan gagal tanpa tiga perubahan penting. Secara khusus disebut sebagai “Tiga Transisi” membahas perlunya pertumbuhan platform. Selain itu, Buterin mengatakan mereka sangat penting “karena Ethereum bertransisi dari teknologi eksperimental, menjadi teknologi yang matang,” dan berusaha untuk tumbuh.

Dari ketiga transisi tersebut, Buterin pertama kali menyebutkan penskalaan L2. Buterin menulis bahwa “Ethereum gagal karena setiap transaksi berharga US$ 3,75,” dengan itu hanya meningkat jika bull run. Selain itu, dia mencatat, “Setiap produk yang ditujukan untuk pasar massal pasti melupakan rantai dan mengadopsi solusi terpusat untuk semuanya.”

Selain itu, Buterin mereferensikan keamanan dompet. Secara khusus, menyatakan bahwa “Ethereum gagal karena pengguna merasa tidak nyaman menyimpan dana mereka,” dan akan terlalu sering menggunakan pertukaran terpusat.

Dukungan Ethereum

Terakhir, Buterin membahas transisi privasi, membahas kebutuhan untuk pengembangannya. Buterin berkomentar bahwa ketersediaan publik untuk transisi “adalah pengorbanan privasi yang terlalu tinggi bagi banyak pengguna, dan semua orang beralih ke solusi terpusat yang setidaknya menyembunyikan data Anda.”

Ilustrasi Ethereum. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Ethereum. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Michael Saylor Prediksi Dominasi Bitcoin Akan Berlipat Ganda

“Ketiga transisi ini sangat penting,” kata Buterin dengan meyakinkan. Selain itu, meskipun menantang, jaringan membutuhkan “perubahan mendalam dari aplikasi dan dompet”. Pada akhirnya, menyerukan transisi yang disebutkan untuk “secara radikal membentuk kembali hubungan antara pengguna dan alamat.”

Pada saat yang sama, ketiga tujuan tersebut harus ditangani secara bersamaan dan tidak dapat fokus pada satu atau dua di antaranya. Tanpa transisi penskalaan, biaya Ethereum (ETH) akan terlalu tinggi, dan produk akan mencari alternatif terpusat untuk memindahkan uang secara on-chain.

Tanpa keamanan dompet tingkat lanjut, akan tidak nyaman bagi pengguna untuk menyimpan token berbasis Ethereum di dompet non-custodial sehingga mereka akan membutuhkan penjagaan terpusat lagi. Mengenai peta jalan ketiga, situasinya terlihat sama untuk Vitalik, pengguna Ethereum (ETH) di masa depan tidak akan senang, jika semua aktivitas mereka diekspos ke pihak ketiga tanpa kebingungan.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kemendag Bakal Perketat Regulasi Exchange Kripto di Indonesia

Kementerian Perdagangan berencana untuk mengeluarkan regulasi baru terkait pengelolaan pedagang atau exchange aset kripto di Indonesia. Aturan ini akan diyakini akan menjadikan industri aset kripto lebih sehat, transparan dan efisien ke depannya.

Melansir Deal Street Asia, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan akan ada regulasi yang mewajibkan dua pertiga dari dewan direksi dan komisaris exchange kripto adalah warga negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di negara tersebut.

Menurutnya, langkah ini diambil menyusul masalah keuangan yang dihadapi oleh pedagang aset kripto, Zipmex. Exchange tersebut sendiri memiliki fokus pada pasar di kawasan Asia Tenggara, bukan hanya Indonesia.

“Kami tidak mau sembarangan memberikan izin, jadi hanya yang memenuhi syarat dan kredibel,” kata Jerry kepada wartawan seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Dukung NXC International Summit 2022, Akselerasi Startup Web3 di Indonesia

Bappebti akan Terbitkan Aturan Baru

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag akan segera menerbitkan aturan baru, meski menurut Jerry, belum ada waktu kepastian hal tersebut akan terjadi.

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menjelaskan dalam rapat dengar pendapat tersebut, bahwa pihak akan memastikan regulasi yang mewajibkan dua pertiga dewan direksi adalah WNI dapat mencegah manajemen puncak melarikan diri ketika ada masalah terhadap perusahaannya.

Bappebti juga memandang perlu untuk penyempurnaan ekosistem kripto di Indonesia dengan fokus perlindungan kepada konsumen. Perihal ini, Bappebti sudah menjalankan syarat seperti beberapa penyempurnaan izin pedagang aset kripto di antaranya: Penyertaan modal minimal yang sebelumnya Rp 50 miliar, menjadi Rp 100 miliar dengan memperhatikan skala bisnis dan net aset.

Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com