Pasar kripto hari ini, Rabu (25/2) mencoba rebound tipis setelah fase tekanan panjang, dengan sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. DENT memimpin penguatan dengan kenaikan 49% ke $0,000178, diikuti ENSO yang naik 33% ke $2,72 dan HOLO yang menguat 28% hingga $0,0677. Kenaikan ini mencerminkan respons spekulatif jangka pendek di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.
Namun, pertanyaan besar masih mengemuka: kapan Bitcoin benar-benar pulih? Dalam fase ketakutan ekstrem seperti saat ini, pemulihan cenderung berjalan lambat. Data Glassnode menunjukkan pasar berpotensi bergerak lesu hingga enam bulan sebelum menemukan momentum baru. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Daftar Altcoin Potensial di Tengah Pasar Rebound Tipis
DENT melonjak tajam 49% hari ini mencapai level $0,000178.
ENSO catat kenaikan 33%, diperdagangkan pada harga $2,72.
HOLO melesat sebesar 28% hingga menyentuh angka $0,0677.
Kapan Bitcoin Pulih? Simak Petunjuk Kuncinya
Efek Ketakutan Ekstrem, pemulihan Bitcoin masih belum pasti.
Data Glassnode: Pasar mungkin lesu 6 bulan sebelum pulih.
Tren Historis: Penurunan panjang biasanya disusul lonjakan kuat.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Stablecoin USD1 yang diterbitkan World Liberty Financial (WLFI) sempat kehilangan patokan terhadap dolar AS pada 23 Februari. Token tersebut turun hingga sekitar US$0,994 sebelum kembali pulih mendekati US$1 dalam hitungan menit.
USD1 merupakan stablecoin yang dikaitkan dengan entitas bisnis yang berhubungan dengan Donald Trump dan keluarganya. Saat ini, kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar US$4,8 miliar.
WLFI Klaim Ada Serangan dan Penyebaran Disinformasi
WLFI menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh serangan terkoordinasi. Perusahaan mengklaim sejumlah akun cofounder diretas, lalu digunakan untuk menyebarkan informasi palsu dan membuka posisi short guna memanfaatkan kepanikan pasar.
Juru bicara WLFI, David Wachsman, mengatakan tim teknik dan keamanan berhasil menahan serangan dari berbagai arah. Ia menegaskan bahwa infrastruktur USD1 tetap berfungsi sesuai desain dan stablecoin tersebut didukung cadangan 1:1, berbeda dengan model algoritmik seperti TerraUSD yang kolaps pada 2022.
Meski pemulihan berlangsung cepat, insiden ini memicu kekhawatiran di komunitas kripto. Beberapa pengguna media sosial membandingkan pelepasan patokan harga tersebut dengan tanda awal krisis stablecoin di masa lalu.
A coordinated attack was launched against USD1 this morning. Attackers hacked several WLFI cofounder accounts, paid influencers to spread FUD, and opened massive $WLFI shorts to profit from the manufactured chaos.
Dikutip BeInCrypto, selama periode volatilitas, beredar laporan tidak terverifikasi yang menyebut Eric Trump menghapus unggahan promosi lama terkait USD1. Tangkapan layar beredar luas, tetapi belum ada konfirmasi independen atas klaim tersebut.
Di sisi lain, peneliti blockchain ZachXBT menyatakan akan merilis temuan terkait dugaan insider trading di sebuah perusahaan kripto besar dalam waktu dekat. Ia tidak menyebut nama perusahaan, namun sebagian pengguna media sosial berspekulasi bahwa WLFI bisa terkait. Hingga saat ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
> ZachXBT announces major insider trading investigation dropping Feb 26 > $USD1 nearly depegged today > Eric Trump allegedly deleted some WLFI tweets > WLFI claims it was a coordinated attack > Eric Trump post about WLFI after
Stablecoin sangat bergantung pada kepercayaan pasar. Bahkan pelepasan patokan harga dalam waktu singkat dapat memicu aksi jual besar jika muncul kekhawatiran terhadap cadangan atau likuiditas.
Pemulihan cepat USD1 menunjukkan mekanisme likuiditas dan penukaran berjalan sebagaimana mestinya. Namun, peristiwa ini menegaskan betapa sensitifnya sentimen pasar, terutama untuk stablecoin yang relatif baru dan terkait figur publik.
WLFI belum merinci detail teknis terkait dugaan serangan tersebut. Perkembangan investigasi dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah insiden ini hanya gangguan sementara atau berkembang menjadi ujian kredibilitas yang lebih besar bagi USD1.
Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun pemulihan pasak USD1 berlangsung cepat, insiden ini menyoroti rapuhnya kepercayaan pada stablecoin baru yang memiliki keterikatan politik kuat. Depeg tersebut, meski singkat, menjadi tes stres bagi mekanisme penebusan (redemption) WLFI.
“Rumor tentang insider trading yang sedang diselidiki ZachXBT menciptakan overhang kredibilitas yang signifikan. Bagi pasar, ini adalah pengingat bahwa transparansi cadangan 1:1 jauh lebih penting daripada sekadar narasi dukungan tokoh besar,” ungkapnya.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah di sekitar US$1.840. Sejak titik tersebut, harga ETH telah naik hampir 4%, memicu spekulasi bahwa fase tekanan jual ekstrem mulai mereda.
Dilaporkan BeInCrypto, pergerakan ini terjadi di tengah perubahan signifikan pada data on-chain dan pasar derivatif. Tekanan jual di bursa dilaporkan turun drastis, sementara investor jangka panjang mulai kembali melakukan akumulasi.
Divergensi Bullish Muncul, Sinyal Awal Pembalikan?
Pada grafik jangka pendek, Ethereum membentuk pola symmetrical triangle yang mencerminkan fase konsolidasi antara pembeli dan penjual. Di saat yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bullish divergence.
Sejak awal Februari hingga 23 Februari, harga ETH mencetak lower low, tetapi RSI justru membentuk higher low. Pola ini umumnya menandakan pelemahan tekanan jual dan sering kali muncul sebelum terjadi rebound harga.
Sinyal serupa sebelumnya sempat memicu kenaikan hampir 10% dan 6% dalam dua fase terpisah pada Februari.
Tekanan Jual Turun 90%, Tapi Derivatif Masih Bearish
Perubahan paling mencolok terlihat pada arus masuk ETH ke bursa (exchange inflows). Pada 7 Februari, inflow sempat mencapai 1,06 juta ETH. Kini angka tersebut turun menjadi sekitar 126.000 ETH, atau menyusut hampir 90%.
Biasanya, peningkatan inflow menandakan potensi aksi jual. Namun kali ini, harga turun sekitar 14% meski tekanan jual di pasar spot justru mereda. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga lebih dipengaruhi oleh pasar derivatif.
Funding rate Ethereum berubah negatif ke sekitar -0,02%, menunjukkan dominasi posisi short. Meski demikian, open interest relatif stabil di kisaran US$8,8–9 miliar. Artinya, tidak ada lonjakan besar pembukaan posisi baru, melainkan perubahan sentimen dari pelaku pasar yang sudah ada.
Kondisi ini membuka peluang terjadinya short squeeze jika harga terus naik dan memaksa trader short menutup posisi mereka.
Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan tekanan jual sebesar 90% adalah katalis fundamental kuat yang mendasari rebound ETH saat ini. Kondisi pasar yang sangat bearish di sisi derivatif tanpa adanya penambahan posisi short baru menciptakan peluang short squeeze yang masif jika resistance .060 berhasil ditembus.
“Akumulasi sunyi oleh long-term holders adalah validasi bahwa nilai ETH saat ini dianggap sudah cukup murah oleh investor berpengalaman,” ungkapnya.
Holder Jangka Panjang Kembali Akumulasi
Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan perubahan penting. Setelah mencatat distribusi bersih lebih dari 41.000 ETH pada awal hingga pertengahan Februari, data terbaru menunjukkan pembalikan tren.
Dalam dua hari terakhir, holder jangka panjang mencatat akumulasi bersih lebih dari 6.000 ETH. Pola ini kerap muncul mendekati fase dasar harga lokal, ketika investor berpengalaman mulai masuk kembali sebelum pemulihan yang lebih luas terjadi.
Level Kunci yang Harus Ditembus
Ethereum kini menghadapi sejumlah level resistensi penting. Area US$1.920 menjadi hambatan awal, disusul US$2.020. Level paling krusial berada di sekitar US$2.060.
Jika ETH mampu menembus US$2.060, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju US$2.200 hingga US$2.420.
Namun, struktur bullish ini bergantung pada pertahanan support US$1.840. Jika level tersebut ditembus ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju US$1.740 kembali terbuka.
Saat ini, kombinasi tekanan jual yang anjlok drastis, sentimen derivatif yang ekstrem, dan kembalinya akumulasi holder jangka panjang membuat rebound Ethereum terlihat lebih dari sekadar pantulan teknikal. Level breakout berikutnya akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sejumlah pejabat yang bekerja dengan “Board of Peace” bentukan Donald Trump dilaporkan tengah mengeksplorasi peluncuran stablecoin berbasis dolar AS untuk Gaza. Gagasan ini muncul sebagai bagian dari rencana pemulihan ekonomi pascaperang di wilayah yang infrastrukturnya mengalami kerusakan parah sejak konflik 2023.
Menurut laporan Financial Times, proposal tersebut masih dalam tahap awal dan tidak dimaksudkan untuk menciptakan mata uang Palestina baru. Stablecoin ini dirancang sebagai mekanisme pembayaran digital di tengah terganggunya sistem perbankan dan terbatasnya akses terhadap uang tunai, termasuk shekel Israel.
Stablecoin sebagai Infrastruktur Pembayaran Digital
Rencana tersebut dikabarkan dipimpin oleh pengusaha teknologi Israel, Liran Tancman, yang kini menjadi penasihat badan rekonstruksi yang dipimpin Amerika Serikat. Pejabat dari pemerintahan teknokrat Gaza juga dilaporkan terlibat dalam pembahasan.
Stablecoin yang diusulkan akan dipatok (pegged) terhadap dolar AS. Implementasinya berpotensi didukung oleh perusahaan aset digital dari negara-negara Teluk Arab dan Palestina.
Pendukung inisiatif ini menilai sistem pembayaran digital dapat mengurangi ketergantungan pada uang tunai fisik yang langka dan membantu membatasi jalur pendanaan kelompok bersenjata seperti Hamas.
Menurut Tim Research Tokocrypto, penggunaan stablecoin dalam diplomasi dan rekonstruksi ekonomi di Gaza menunjukkan utilitas kripto sebagai solusi keuangan di zona konflik yang krisis kas fisik.
“Ini adalah bukti nyata adopsi teknologi blockchain untuk misi kemanusiaan dan stabilitas geopolitik. Namun, tantangan utama tetap pada kesiapan infrastruktur telekomunikasi (jaringan 2G) dan perlindungan privasi pengguna di wilayah dengan risiko pengawasan tinggi,” jelasnya.
Officials with Donald Trump’s “Board of Peace” are exploring a US-dollar–backed stablecoin to revive Gaza’s collapsed economy. The initiative, still in early stages, aims to enable digital transactions while limiting cash flow to… pic.twitter.com/wJbGIYesut
Meski demikian, sejumlah pihak menyuarakan kekhawatiran. Stablecoin khusus Gaza dinilai berisiko semakin memisahkan ekonomi wilayah tersebut dari Tepi Barat dan memunculkan persoalan tata kelola.
Selain itu, tantangan teknis juga menjadi perhatian. Gaza masih menghadapi pemadaman listrik berkepanjangan dan keterbatasan jaringan komunikasi yang sebagian besar bergantung pada jaringan 2G. Kondisi ini dinilai dapat membatasi efektivitas sistem pembayaran berbasis digital.
Hingga saat ini, belum ada rincian resmi mengenai struktur penerbitan, pengawasan regulasi, maupun jadwal implementasi stablecoin tersebut. Proposal ini masih dalam tahap eksplorasi dan belum menjadi kebijakan final.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sebagaimana dilansir dari News Bitcoin, BGD Labs mengumumkan akan mengakhiri kerja samanya dengan Aave DAO, efektif mulai 1 April 2026.
Keputusan ini mengakhiri empat tahun kolaborasi strategis, di mana BGD Labs berperan sebagai kontributor utama dalam pengembangan teknis dan keamanan protokol Aave.
Dalam pernyataan resminya, BGD Labs menyebut adanya ketidakseimbangan organisasi sebagai alasan utama tidak diperpanjangnya kontrak kerja sama tersebut.
Mereka menyoroti dominasi Aave Labs, yang dinilai memiliki kontrol signifikan terhadap brand dan proses voting dalam ekosistem Aave.
Sebagai organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), Aave selama ini diposisikan sebagai protokol yang dikelola komunitas melalui mekanisme tata kelola berbasis token.
Namun, BGD Labs menilai struktur saat ini berpotensi menciptakan risiko sentralisasi.
Dominasi entitas komersial dalam pengambilan keputusan dinilai bertentangan dengan prinsip dasar desentralisasi.
Ketika satu pihak memiliki pengaruh besar terhadap arah pengembangan dan branding, muncul kekhawatiran bahwa independensi DAO dapat tergerus.
Isu ini bukan hal baru di dunia DeFi. Banyak DAO menghadapi dilema antara efisiensi operasional dan desentralisasi murni.
Ketika proyek berkembang pesat dan membutuhkan koordinasi skala besar, entitas komersial sering kali mengambil peran sentral untuk memastikan eksekusi berjalan lancar.
Namun, situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan ketegangan internal, seperti yang kini terjadi di Aave.
For four years, BGD has played an important role in Aave V3’s technical development, and it is fair to say that Aave V3 would not be what it is today without their contributions. That Aave V3 has lasted this long in an ever changing industry is a testament to their dedication and…
BGD Labs dikenal sebagai salah satu pilar teknis utama dalam pengembangan Aave, khususnya dalam aspek keamanan smart contract dan audit teknis.
Kepergian mereka memunculkan pertanyaan tentang kesiapan DAO dalam menjaga stabilitas protokol ke depan.
Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai kehilangan signifikan bagi ekosistem Aave.
“Keluarnya BGD Labs adalah kehilangan besar bagi infrastruktur teknis Aave. Ini mencerminkan tensi internal klasik dalam DAO antara entitas komersial (Aave Labs) dan kontributor independen. Pergeseran ini bisa memperlambat migrasi ke Aave v4 dan memaksa DAO untuk mencari auditor atau pengembang baru dalam waktu singkat guna menjaga stabilitas protokol,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Potensi Dampak ke Aave v4
Salah satu agenda besar yang tengah dinanti komunitas adalah migrasi ke Aave v4. Versi terbaru ini diharapkan membawa peningkatan efisiensi modal, fleksibilitas arsitektur, serta sistem manajemen risiko yang lebih canggih.
Namun, tanpa dukungan teknis dari BGD Labs, proses transisi tersebut berpotensi mengalami penundaan.
DAO kini dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk menunjuk kontributor teknis baru, baik dalam bentuk firma audit independen maupun tim pengembang tambahan.
Keterlambatan dalam migrasi dapat berdampak pada daya saing Aave di tengah persaingan ketat protokol lending DeFi lainnya.
Tantangan Tata Kelola DAO
Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai tata kelola DAO.
Apakah model desentralisasi penuh dapat berjalan efektif tanpa ketergantungan pada entitas komersial? Atau justru keseimbangan antara keduanya yang menjadi kunci keberlanjutan?
Bagi investor dan pengguna Aave, fokus utama saat ini adalah stabilitas protokol dan keamanan dana yang terkunci (TVL).
Selama tata kelola berjalan transparan dan proses transisi dilakukan secara terstruktur, dampak jangka pendek mungkin dapat dikelola.
Namun dalam jangka panjang, keseimbangan kekuasaan dalam DAO akan menjadi faktor krusial bagi reputasi dan keberlanjutan proyek.
Keputusan BGD Labs untuk hengkang dari Aave DAO menandai babak baru dalam dinamika internal salah satu protokol DeFi terbesar.
Isu sentralisasi, tata kelola, dan kesiapan teknis kini menjadi sorotan utama komunitas.
Ke depan, kemampuan Aave DAO dalam mencari mitra teknis baru dan menjaga momentum pengembangan, khususnya menuju Aave v4, akan menjadi ujian penting bagi ketahanan ekosistemnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Perusahaan penyedia solusi pembayaran kripto global, Alchemy Pay, resmi mengumumkan peluncuran testnet untuk jaringan terbarunya, Alchemy Chain, yang dijadwalkan live pada 23 Februari 2026.
Langkah ini menandai transformasi strategis Alchemy Pay dari sekadar payment gateway menjadi pengembang infrastruktur blockchain yang berfokus pada pembayaran (payments-first blockchain).
Alchemy Chain dirancang sebagai jaringan khusus pembayaran dengan tiga pilar utama: biaya transaksi yang terprediksi, penyelesaian instan (instant settlement), serta dukungan native stablecoin.
Dengan pendekatan ini, Coinmarketcal melaporkan bahwa Alchemy Pay ingin menjawab tantangan klasik blockchain seperti volatilitas biaya gas dan waktu konfirmasi yang tidak konsisten, yang selama ini menjadi hambatan adopsi pembayaran kripto secara luas.
Dalam arsitektur barunya, token ACH akan memegang peran sentral sebagai gas fee sekaligus token utilitas utama di jaringan Alchemy Chain.
Artinya, setiap transaksi, interaksi smart contract, maupun aktivitas infrastruktur pembayaran akan membutuhkan ACH.
Model ini secara langsung mengintegrasikan permintaan jaringan dengan utilitas token, sehingga potensi peningkatan aktivitas on-chain dapat berdampak pada fundamental ACH dalam jangka panjang.
Dengan menjadikan ACH sebagai bahan bakar ekosistem, Alchemy Pay tidak hanya memperluas use case tokennya, tetapi juga berupaya menangkap nilai ekonomi (fee capture) langsung dari aktivitas pembayaran global yang berjalan di atas blockchain tersebut.
Ambisi Tangkap Nilai On-Chain
Pergerakan harga Alchemy Pay (ACH/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Peluncuran testnet ini mencerminkan ambisi besar Alchemy Pay untuk naik kelas dari penyedia layanan pembayaran menjadi pemain infrastruktur blockchain Layer 1 atau Layer 2 yang mandiri.
Menurut Tim Research Tokocrypto, ekspansi ini memiliki implikasi fundamental yang signifikan.
“Ekspansi Alchemy Pay dari sekadar payment gateway menjadi ekosistem L1/L2 menunjukkan ambisi untuk menangkap nilai ekonomi (fee) secara on-chain. Peluncuran testnet ini adalah sentimen positif jangka panjang bagi fundamental ACH. Namun, sebagai fase testnet, utilitas langsungnya masih terbatas, sehingga investor harus waspada terhadap potensi volatilitas sell the news setelah periode spekulasi pra-peluncuran berakhir,” papar Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan tersebut menyoroti dua sisi dari peluncuran ini: potensi pertumbuhan jangka panjang sekaligus risiko volatilitas jangka pendek.
Fokus pada Stablecoin dan Pembayaran Global
Salah satu fitur kunci Alchemy Chain adalah dukungan terhadap stablecoin native.
Integrasi stablecoin menjadi elemen penting dalam strategi pembayaran, mengingat aset stabil lebih cocok digunakan untuk transaksi harian dibandingkan kripto dengan volatilitas tinggi.
Dengan biaya terprediksi dan finalitas instan, Alchemy Chain berupaya menghadirkan pengalaman pembayaran yang mendekati sistem keuangan tradisional, namun tetap mempertahankan transparansi dan efisiensi blockchain.
Jika berhasil diimplementasikan secara luas, jaringan ini berpotensi menjadi tulang punggung bagi merchant, remittance cross-border, hingga settlement B2B berbasis kripto.
Testnet: Langkah Awal Menuju Mainnet
Meski sentimen pasar cenderung positif, penting dicatat bahwa peluncuran pada 23 Februari 2026 masih berada pada tahap testnet. Artinya, jaringan ini masih dalam fase pengujian dan belum sepenuhnya siap untuk adopsi massal atau aktivitas komersial skala besar.
Pada tahap ini, pengembang dan mitra ekosistem akan menguji stabilitas jaringan, keamanan smart contract, serta performa transaksi.
Fase testnet juga menjadi periode penting untuk menemukan bug atau celah keamanan sebelum peluncuran mainnet resmi.
Secara historis, peluncuran testnet sering kali memicu lonjakan spekulatif harga token terkait. Namun, setelah euforia mereda, tidak jarang terjadi koreksi harga akibat aksi ambil untung (sell the news).
Prospek ACH ke Depan
Dalam jangka panjang, keberhasilan Alchemy Chain akan sangat bergantung pada adopsi nyata oleh merchant, integrator pembayaran, serta volume transaksi yang mampu dihasilkan jaringan tersebut.
Jika Alchemy Pay mampu mengonversi basis pengguna payment gateway-nya ke dalam ekosistem blockchain internal, maka potensi pertumbuhan ACH bisa semakin solid secara fundamental.
Sebaliknya, jika adopsi berjalan lambat atau kompetisi dari blockchain pembayaran lain semakin ketat, maka valuasi ACH bisa menghadapi tekanan.
Peluncuran testnet Alchemy Chain pada 23 Februari 2026 menjadi tonggak penting dalam evolusi Alchemy Pay menuju ekosistem blockchain pembayaran yang lebih terintegrasi.
Dengan desain payments-first, dukungan stablecoin, dan peran sentral token ACH, proyek ini membuka peluang baru dalam infrastruktur pembayaran kripto global.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati dinamika jangka pendek, terutama potensi volatilitas pasca-peluncuran testnet.
Seperti banyak inovasi blockchain lainnya, keberhasilan Alchemy Chain akan ditentukan oleh eksekusi teknis dan adopsi riil di pasar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan tekanan jual masih membayangi pasar kripto.
Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan di level $63.647,91 per BTC/USD, turun sekitar 1,89% dalam 24 jam terakhir.
Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan mingguan yang tercatat minus 7,02%, sekaligus menegaskan fase konsolidasi bearish jangka pendek.
Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,27 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto dengan peringkat 1 secara global.
Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $44,40 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih relatif tinggi meski tekanan jual mendominasi.
Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga BTC bergerak di rentang $63.561,78 – $66.592,02.
Level tertinggi harian di $66.592 menjadi resistance jangka pendek yang belum berhasil ditembus kembali setelah tekanan jual meningkat.
Secara teknikal, area $63.500 kini menjadi support terdekat yang sedang diuji. Jika level ini ditembus dengan volume besar, potensi penurunan lanjutan ke area psikologis $60.000 terbuka dalam waktu dekat.
Sebaliknya, jika buyer mampu mempertahankan zona ini, peluang rebound menuju resistance $66.500–$68.000 masih tersedia.
Dalam jangka lebih luas, BTC masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.
Artinya, harga saat ini masih berada sekitar 49% di bawah puncaknya, mencerminkan fase koreksi struktural yang cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.
Tekanan Bulanan Masih Signifikan
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Data historis menunjukkan tekanan jual tidak hanya terjadi dalam 24 jam terakhir. Dalam periode:
30 hari: BTC turun 28,24%
60 hari: turun 28,11%
90 hari: turun 27,02%
Penurunan hampir 30% dalam tiga bulan terakhir mengindikasikan adanya fase distribusi atau koreksi besar setelah reli sebelumnya.
Kondisi ini biasanya dipengaruhi kombinasi faktor makroekonomi, sentimen pasar global, serta arus keluar modal dari aset berisiko.
Perubahan harga dalam 1 jam terakhir juga menunjukkan penurunan 0,74%, memperlihatkan volatilitas intraday masih aktif.
Struktur Pasokan dan Fundamental
Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,21% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.
Artinya, mayoritas pasokan sudah berada di pasar, memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang.
Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) tercatat sekitar $1,33 triliun, relatif tidak jauh dari kapitalisasi saat ini.
Ini menunjukkan dampak suplai tambahan ke depan tidak terlalu signifikan, mengingat sisa BTC yang belum ditambang semakin terbatas.
Dari sisi fundamental, struktur pasokan yang hampir penuh sering menjadi faktor pendukung dalam siklus bullish jangka panjang.
Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga tetap sangat dipengaruhi sentimen dan arus likuiditas global.
Sentimen Pasar dan Prospek Jangka Pendek
Dengan penurunan 7,02% dalam tujuh hari terakhir, pasar tampak berada dalam fase kehati-hatian. Trader jangka pendek cenderung menunggu konfirmasi pembalikan arah sebelum membuka posisi agresif.
Beberapa skenario yang perlu diperhatikan:
Bullish scenario: Jika BTC mampu kembali menembus $66.500 dengan volume kuat, momentum rebound bisa membawa harga menuju $70.000.
Bearish scenario: Break di bawah $63.500 berpotensi mempercepat koreksi ke $60.000 atau bahkan $58.000 sebagai support berikutnya.
Sideways scenario: Konsolidasi di antara $63.000–$66.000 sebelum menentukan arah baru.
Secara umum, tren jangka pendek masih cenderung bearish, namun struktur jangka panjang Bitcoin tetap solid mengingat dominasi pasar dan fundamental suplai yang terbatas.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan tekanan jual masih membayangi dengan penurunan hampir 2% dalam 24 jam terakhir. Level $63.500 menjadi titik krusial yang menentukan arah pergerakan berikutnya.
Meski koreksi bulanan cukup dalam, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar dunia tetap kuat.
Investor disarankan mencermati level support dan resistance kunci serta dinamika volume sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan volatilitas yang masih tinggi, manajemen risiko tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi pergerakan harga Bitcoin saat ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Pi Network hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup menarik di tengah tekanan pasar kripto global.
Dicatut dari Coinmarketcap pada Selasa (24/2), token Pi Network (PI) tercatat naik 3,29% dalam 24 jam terakhir ke level $0,163, bergerak independen saat Bitcoin (BTC) justru turun sekitar 1,63% dalam periode yang sama.
Kenaikan ini tergolong kontras dengan kondisi pasar yang secara umum masih berada dalam sentimen negatif.
Total kapitalisasi pasar kripto tercatat melemah sekitar 1,15%, dengan indikator sentimen berada di zona “Extreme Fear”.
Namun, PI justru mencatat reli jangka pendek berkat katalis internal proyek.
Faktor utama di balik kenaikan harga PI adalah pengumuman resmi dari Core Team pada 23 Februari 2026 terkait Ecosystem Token Design Framework.
Pengumuman ini bertepatan dengan perayaan satu tahun mainnet dan membuka Pi Request for Comment (PRC) untuk menjaring masukan komunitas.
Kerangka desain token tersebut menekankan model berbasis utilitas, di mana penerbitan token akan difokuskan untuk mendukung produk fungsional dan pertumbuhan pengguna, bukan sekadar penggalangan dana spekulatif.
Langkah ini memberikan narasi pengembangan yang lebih konkret bagi investor yang selama ini menunggu kejelasan arah fundamental proyek.
Kejelasan roadmap utilitas menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar, terutama di tengah fase koreksi yang cukup panjang.
Secara psikologis, pengumuman ini memicu sentimen positif dan mendorong aksi beli jangka pendek, menciptakan sentiment-driven bounce di tengah pelemahan pasar yang lebih luas.
Pergerakan Coin-Specific di Tengah Pasar Lemah
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Menariknya, kenaikan PI terjadi saat mayoritas aset kripto lain mengalami tekanan jual.
Tidak terlihat adanya faktor eksternal seperti listing besar di bursa, kemitraan strategis baru, atau lonjakan aktivitas derivatif yang signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan PI saat ini bersifat coin-specific, atau dipicu oleh katalis internal proyek itu sendiri.
Dalam kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian, kemampuan suatu aset untuk bergerak independen sering kali menjadi sinyal adanya minat spekulatif yang cukup kuat.
Namun, reli semacam ini tetap tergolong rapuh jika tidak didukung volume dan tindak lanjut perkembangan fundamental.
Level Kunci dan Prospek Jangka Pendek
Secara teknikal, area $0,15 kini menjadi support jangka pendek yang perlu dipertahankan.
Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji resistance di kisaran $0,17–$0,18 terbuka.
Namun, level yang paling krusial tetap berada di $0,129, yang merupakan titik terendah tahun ini dan sempat menjadi support kuat pada pertengahan Februari.
Break di bawah zona ini berpotensi membuka ruang koreksi lebih dalam menuju area psikologis $0,10. Dengan kata lain, struktur harga saat ini menunjukkan prospek yang cukup optimistis namun masih rentan.
Keberlanjutan reli sangat bergantung pada konsistensi volume perdagangan; respons komunitas terhadap PRC yang dibuka Core Team; hingga kejelasan timeline implementasi desain token tersebut.
Jika volume kembali menurun drastis, ada kemungkinan kenaikan ini hanya menjadi lonjakan sesaat akibat euforia berita.
Momentum Fundamental atau Sekadar Reaksi Berita?
Kenaikan PI saat ini mencerminkan pola klasik pasar kripto: reaksi cepat terhadap pembaruan proyek.
Dalam banyak kasus, fase seperti ini sering diikuti konsolidasi atau koreksi jika tidak ada tindak lanjut konkret.
Namun, jika desain token benar-benar diimplementasikan dan mendorong pertumbuhan ekosistem riil, dampaknya bisa menjadi fondasi jangka panjang yang lebih kuat bagi valuasi PI.
Secara strategis, langkah menuju model token berbasis utilitas dapat membantu mengurangi persepsi spekulatif dan memperkuat legitimasi proyek di mata investor yang lebih konservatif.
Secara keseluruhan, harga PI hari ini menunjukkan kenaikan 3,29% ke $0,163 yang dipicu oleh pengumuman desain token ekosistem dari Core Team.
Pergerakan ini terjadi secara independen dari tren pasar yang sedang melemah, menandakan adanya katalis internal yang kuat.
Outlook jangka pendek tergolong cautiously optimistic, dengan resistance di $0,17 dan support krusial di $0,129. Keberlanjutan tren naik akan sangat ditentukan oleh implementasi nyata dan respons komunitas terhadap proposal desain token tersebut.
Investor disarankan untuk memantau volume perdagangan dan perkembangan lanjutan dari Core Team sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas pasar kripto masih tinggi dan sentimen global belum sepenuhnya pulih.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Cadangan Bitcoin (BTC) di Binance melonjak ke level tertinggi sejak 2024, memicu perhatian pelaku pasar. Data terbaru menunjukkan reserve BTC di platform tersebut mencapai sekitar 676.860 BTC, bertepatan dengan harga Bitcoin yang diperdagangkan di kisaran US$67.000.
Dikutip Crypto Quant, lonjakan ini menandakan peningkatan aktivitas deposit dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, ketika level cadangan relatif lebih rendah.
Apa Arti Kenaikan Cadangan Bitcoin?
Indikator cadangan Bitcoin di bursa mencerminkan jumlah BTC yang tersimpan di platform dan secara tidak langsung menunjukkan perilaku investor. Kenaikan cadangan biasanya berarti lebih banyak Bitcoin masuk ke bursa, sementara penurunan mengindikasikan arus keluar ke dompet pribadi atau penyimpanan jangka panjang.
Secara historis, periode dengan cadangan tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan pasokan yang siap diperdagangkan. Kondisi ini dapat memperbesar potensi tekanan jual jangka pendek, terutama jika momentum harga sedang melemah.
Dengan cadangan yang besar, likuiditas untuk menjual atau memindahkan posisi menjadi lebih mudah diakses.
Meski kerap diasosiasikan dengan potensi distribusi, kenaikan cadangan tidak selalu menjadi sinyal negatif. Dalam beberapa kasus, Bitcoin dipindahkan ke bursa untuk digunakan sebagai jaminan (collateral) dalam perdagangan derivatif atau untuk reposisi strategi, bukan untuk langsung dijual.
Kembalinya cadangan ke level tinggi setelah periode penurunan juga dapat mencerminkan fase penyeimbangan pasar (market rebalancing) pasca aksi jual besar sebelumnya.
Level Sensitif Jelang Pergerakan Besar
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Cadangan BTC Binance saat ini mendekati level yang terakhir terlihat pada 2024, periode yang ditandai volatilitas tinggi dan pembentukan dasar harga sebelum pergerakan besar berikutnya.
Karena itu, level ini dipandang sebagai area sensitif yang berpotensi memainkan peran penting dalam menentukan arah pasar selanjutnya. Jika cadangan terus meningkat di tengah lemahnya harga, risiko tekanan jual dapat bertambah. Sebaliknya, stabilisasi atau penurunan cadangan bisa mengindikasikan berkurangnya suplai siap jual di pasar spot.
Menurut Tim Research Tokocrypto, level cadangan yang mendekati rekor 2024 ini menandakan bursa Binance memiliki likuiditas siap jual yang sangat besar, yang secara historis meningkatkan volatilitas.
“Namun, jika ini digunakan sebagai collateral, maka market sedang menyiapkan panggung untuk pergerakan terarah (directional move) yang besar. Area ini adalah zona sensitif yang akan menentukan arah tren Bitcoin selanjutnya,” analisanya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, dilaporkan menjual jutaan dolar ETH di tengah pelemahan harga yang tajam. Langkah ini terjadi saat ETH turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan diperdagangkan di bawah level psikologis US$2.000.
Data on-chain menunjukkan aksi jual tersebut berlangsung ketika sejumlah indikator teknikal justru mengisyaratkan kondisi oversold.
Tarik 3.500 ETH dari Aave, Sebagian Langsung Dijual
Berdasarkan laporan Lookonchain pada 22 Februari, Buterin menarik 3.500 ETH dari protokol DeFi Aave, dengan nilai sekitar US$6,95 juta. Dalam hitungan jam setelah penarikan, ia menjual 571 ETH senilai sekitar US$1,13 juta.
Dilaporkan BeInCrypto, aksi ini menambah daftar penjualan sebelumnya. Sejak 2 Februari, Buterin telah menjual lebih dari 7.380 ETH dengan nilai sekitar US$15,5 juta, pada harga rata-rata US$2.100.
Jika digabungkan dengan transaksi terbaru, lebih dari setengah cadangan ETH yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung Ethereum Foundation telah dilikuidasi dalam waktu kurang dari satu bulan.
Pada 30 Januari, Buterin menyatakan Ethereum Foundation memasuki fase “mild austerity” untuk mendukung tujuan jangka panjang organisasi. Ia menarik 16.384 ETH dengan rencana mendistribusikannya secara strategis dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, eksekusi penjualan yang relatif cepat memicu perhatian pelaku pasar. Aksi likuidasi oleh figur kunci proyek di tengah koreksi tajam sering dianggap sebagai sinyal negatif, terlepas dari alasan administratif yang disampaikan.
Menurut Tim Research Tokocrypto, aksi likuidasi 50% cadangan “austerity” oleh sang pendiri di tengah kondisi MVRV yang sudah sangat oversold (-14,3%) memberikan tekanan psikologis ganda bagi investor ritel.
“Meskipun alasan operasional sering digunakan sebagai dalih, pasar cenderung melihatnya sebagai langkah mitigasi risiko dari orang dalam. Hal ini menciptakan level resistensi baru pada ,100, di mana setiap upaya rebound kemungkinan akan digunakan whale untuk keluar dari posisi,” jelasnya.
ETH Turun 30%, Indikator Tunjukkan Oversold
Harga ETH telah turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan kini berada sedikit di bawah US$2.000. Tekanan jual tambahan dari penjualan besar memperkuat sentimen bearish di pasar.
Meski demikian, sejumlah analis on-chain menilai ETH kini berada dalam kondisi undervalued secara teknikal.
Data Santiment menunjukkan rasio 30-day Market Value to Realized Value (MVRV) ETH berada di defisit sekitar 14,3%. MVRV mengukur selisih antara kapitalisasi pasar dan nilai realisasi untuk memperkirakan rata-rata profitabilitas holder.
Angka negatif menunjukkan sebagian besar investor berada dalam posisi rugi. Secara historis, kondisi ini sering muncul pada fase jenuh jual (oversold).
Sebagai perbandingan, Bitcoin saat ini menunjukkan undervaluation sekitar 6,9%, Chainlink 5,1%, XRP 4,1%, dan Cardano 2%. Berdasarkan metrik tersebut, ETH tercatat sebagai aset dengan diskon terdalam di antara kripto utama dalam 30 hari terakhir.
Dengan tekanan jual dari pendiri proyek dan sinyal teknikal oversold yang muncul bersamaan, pergerakan ETH dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap dua kekuatan yang saling bertolak belakang ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.