Tag Archives: kripto

AS Buka Konsultasi Publik Aturan Stablecoin via GENIUS Act

Pemerintah Amerika Serikat kembali memperjelas arah regulasi stablecoin dengan membuka masa komentar publik atas rancangan aturan baru yang akan menentukan batas kewenangan antara regulator federal dan negara bagian.

Inisiatif ini dipimpin oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai bagian dari implementasi kerangka legislasi yang lebih luas di bawah GENIUS Act.

Dalam proposal tersebut, pemerintah federal membuka ruang bagi negara bagian untuk tetap berperan dalam pengawasan stablecoin, namun dengan batasan yang cukup ketat.

Negara bagian diperbolehkan mengawasi penerbit stablecoin dengan kapitalisasi pasar di bawah US$10 miliar, selama rezim regulasinya dianggap “setara” dengan standar federal.

Langkah ini mencerminkan pendekatan hibrida, memberikan fleksibilitas di level lokal, namun tetap menjaga kontrol pusat atas risiko sistemik yang lebih besar.

Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

Standar Ketat untuk Menjaga Stabilitas

Rancangan aturan ini menegaskan bahwa tidak semua model stablecoin akan mendapatkan ruang.

Untuk dapat beroperasi di bawah pengawasan negara bagian, issuer wajib memenuhi sejumlah persyaratan ketat yang berfokus pada stabilitas dan transparansi.

Stablecoin harus didukung cadangan penuh 1:1 dengan kas atau aset yang sangat likuid, memastikan bahwa setiap token yang beredar memiliki jaminan yang jelas.

Selain itu, issuer diwajibkan melakukan pelaporan bulanan secara rutin, mematuhi regulasi anti pencucian uang (AML) dan sanksi, serta dilarang melakukan praktik rehypothecation, yakni penggunaan ulang aset cadangan untuk tujuan lain yang berisiko.

Kerangka ini secara eksplisit menutup celah bagi model stablecoin yang selama ini mengandalkan struktur cadangan kompleks atau praktik yang kurang transparan.

Menyaring Model Bisnis di Industri Stablecoin

Laporan dari Cointelegraph menyoroti bahwa pendekatan ini bukan sekadar soal pembagian kewenangan, tetapi juga upaya menyaring model bisnis dalam industri stablecoin.

Tim Research Tokocrypto menilai arah kebijakan ini sudah cukup tegas dalam menentukan siapa yang akan diuntungkan dan siapa yang akan tersingkir.

“Arah regulasinya jelas: stablecoin boleh tumbuh di level negara bagian, tapi sandbox-nya sempit dan nggak ada ruang buat model cadangan abal-abal. Kerangka ini menguntungkan issuer yang sudah siap patuh dan transparan, sekaligus menekan model yield-bearing atau struktur agresif yang selama ini hidup dari area abu-abu hukum,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa regulasi baru tidak hanya berfungsi sebagai pengaman sistem, tetapi juga sebagai filter bagi inovasi yang dianggap terlalu berisiko.

Keseimbangan antara Inovasi dan Risiko

Dengan membuka masa komentar publik, Departemen Keuangan AS memberi kesempatan bagi pelaku industri, regulator lokal, dan masyarakat untuk memberikan masukan sebelum aturan ini difinalisasi.

Proses ini penting mengingat kompleksitas ekosistem stablecoin yang melibatkan berbagai kepentingan, mulai dari inovasi teknologi hingga stabilitas keuangan.

Pendekatan yang diambil menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin sepenuhnya mematikan inovasi di level negara bagian. Namun, ruang eksperimen yang diberikan tetap dibatasi secara ketat untuk mencegah potensi krisis yang bisa merembet ke sistem keuangan yang lebih luas.

Dalam konteks ini, batas kapitalisasi US$10 miliar menjadi garis pemisah yang jelas. Stablecoin yang tumbuh melampaui ambang tersebut kemungkinan akan berada di bawah pengawasan federal yang lebih ketat, mencerminkan kekhawatiran terhadap dampak sistemiknya.

Implikasi bagi Masa Depan Stablecoin

Rancangan aturan ini berpotensi membentuk ulang lanskap stablecoin di Amerika Serikat.

Issuer yang sudah mengedepankan transparansi dan kepatuhan kemungkinan akan semakin diuntungkan, sementara model yang mengandalkan imbal hasil tinggi atau struktur kompleks akan menghadapi tekanan regulasi yang lebih besar.

Di sisi lain, negara bagian masih memiliki peluang untuk menjadi pusat inovasi, meski dalam ruang yang lebih terbatas. Kompetisi antar yurisdiksi lokal bisa tetap terjadi, namun dalam koridor yang lebih terstandarisasi.

Pada akhirnya, langkah ini mencerminkan upaya regulator untuk menemukan titik keseimbangan antara mendorong inovasi dan menjaga stabilitas.

Bagi industri kripto, ini menjadi sinyal bahwa era regulasi yang lebih terstruktur semakin dekat—dan hanya pemain yang siap beradaptasi yang akan mampu bertahan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $66 Ribu, Pemulihan Terlihat

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan stabilitas di awal April 2026 dengan diperdagangkan di level $66,821.22 per koin.

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat aset kripto terbesar di dunia ini mencatat kenaikan tipis sebesar +0,31%, menandakan adanya upaya pemulihan meskipun masih berada dalam tekanan tren jangka menengah.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar $1,33 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu secara global.

Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat sebesar $20,26 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang relatif moderat dibandingkan periode volatilitas tinggi sebelumnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $68.926, Tekanan Pendek

Pergerakan Harian: Konsolidasi di Area Kunci

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran sempit antara $66,432 sebagai level terendah dan $67,296 sebagai level tertinggi.

Pola ini menunjukkan fase konsolidasi, di mana pasar cenderung menunggu katalis baru sebelum menentukan arah berikutnya.

Kenaikan harian sebesar $246,74 atau sekitar +0,37% mengindikasikan adanya minat beli yang mulai muncul, meski belum cukup kuat untuk mendorong breakout signifikan.

Bahkan dalam skala satu jam, harga masih mencatat sedikit koreksi sebesar -0,07%, menandakan adanya tarik-menarik antara buyer dan seller di area harga saat ini.

Tren Jangka Menengah Masih Tertekan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski pergerakan harian terlihat stabil, tekanan masih terasa dalam jangka waktu lebih panjang.

Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin telah turun sekitar -8,04%, sementara dalam 60 hari dan 90 hari masing-masing mencatat penurunan yang lebih dalam, yakni -15,06% dan -26,75%.

Data ini mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi setelah sebelumnya mengalami reli signifikan.

Penurunan bertahap ini juga mencerminkan adanya aksi ambil untung serta rotasi modal ke aset lain di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

Namun, dalam tujuh hari terakhir, BTC mulai menunjukkan tanda pemulihan dengan kenaikan sebesar +1,11%.

Hal ini bisa menjadi indikasi awal bahwa tekanan jual mulai mereda, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan tren sepenuhnya.

Struktur Pasar Masih Kuat

Dari sisi fundamental, posisi Bitcoin tetap solid. Dengan suplai beredar sebesar 20,01 juta BTC dari total maksimum 21 juta, tingkat distribusi telah mencapai sekitar 95,29%.

Hal ini memperkuat narasi kelangkaan yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) saat ini berada di kisaran $1,40 triliun, menunjukkan potensi valuasi maksimum jika seluruh suplai telah beredar.

Selain itu, dominasi Bitcoin di pasar kripto masih tetap tinggi, mencerminkan kepercayaan investor yang belum tergoyahkan meskipun volatilitas jangka pendek masih terjadi.

Jarak dari All-Time High Masih Lebar

Bitcoin saat ini masih berada jauh di bawah rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126,198.07.

Selisih yang cukup besar ini menunjukkan bahwa ruang pemulihan masih terbuka lebar, namun juga menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari fase koreksi sebelumnya.

Untuk kembali ke level tersebut, diperlukan kombinasi faktor positif, mulai dari sentimen makro, arus masuk institusional, hingga perkembangan regulasi global yang lebih ramah terhadap aset kripto.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis $66.735 Masih Tertekan

Outlook: Menunggu Katalis Baru

Secara keseluruhan, analisa harga BTC hari ini mencerminkan fase konsolidasi Bitcoin setelah tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan tipis dalam 24 jam dan tren positif dalam sepekan terakhir memberikan harapan akan potensi pemulihan jangka pendek.

Namun, untuk mengonfirmasi pembalikan tren yang lebih kuat, pasar masih membutuhkan katalis tambahan, baik dari sisi fundamental maupun sentimen global.

Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momen untuk mengamati dengan lebih cermat level support dan resistance kunci, sembari menunggu arah pasar yang lebih jelas.

Dalam ekosistem kripto yang dinamis, kesabaran dan strategi tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi volatilitas yang ada.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga Pi Network Hari Ini: Naik Tipis 1,22%, Kenaikan Lemah

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir, naik sebesar 1,22% ke level $0,173, menurut catatan Coinmarketcap pada Sabtu (4/4).

Meski terlihat positif, pergerakan ini belum cukup kuat untuk mengubah struktur tren secara signifikan, terutama karena tidak didukung oleh katalis fundamental maupun lonjakan volume yang berarti.

Kenaikan Pi terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif datar. Bitcoin (BTC) sebagai acuan utama hanya naik sekitar 0,38%, sementara total kapitalisasi pasar kripto global meningkat tipis sekitar 0,28%.

Ini menunjukkan bahwa pergerakan Pi lebih bersifat mengikuti arus pasar (beta-driven), bukan karena faktor spesifik dari proyek itu sendiri.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

Kenaikan Tanpa Katalis Kuat

Secara struktural, kenaikan harga Pi saat ini mencerminkan partisipasi pasar yang masih rendah.

Tidak ada lonjakan aktivitas derivatif, rotasi sektor, atau sentimen sosial yang signifikan yang biasanya menjadi pendorong utama reli yang lebih kuat.

Bahkan, volume perdagangan Pi justru mengalami penurunan tajam sebesar 38,88% menjadi sekitar $12,1 juta.

Penurunan volume di tengah kenaikan harga umumnya menjadi sinyal bahwa pergerakan tersebut kurang solid dan rentan terhadap pembalikan arah.

Dalam konteks ini, kenaikan Pi lebih mencerminkan kondisi pasar yang “naik pelan” tanpa keyakinan tinggi dari pelaku pasar.

Level Kunci Jadi Penentu Arah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 4 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 4 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dari sisi teknikal, Pi saat ini berada di area krusial. Level support terdekat terlihat di sekitar $0,169, yang merupakan titik terendah dalam 24 jam terakhir.

Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka.

Di sisi atas, resistance terdekat berada di kisaran $0,177, yang juga menjadi level tertinggi dalam tujuh hari terakhir.

Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area ini dengan dukungan volume yang meningkat, maka peluang breakout akan semakin besar.

Namun tanpa peningkatan volume yang signifikan, setiap upaya mendekati resistance berpotensi berujung pada penolakan harga.

Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

Seperti banyak altcoin lainnya, arah pergerakan Pi sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin.

Selama BTC mampu bertahan di atas level psikologis $66.000, kondisi pasar cenderung tetap stabil dan mendukung pergerakan naik bertahap.

Sebaliknya, jika Bitcoin kembali melemah, Pi berisiko besar kembali masuk ke fase konsolidasi atau bahkan mengalami koreksi lanjutan.

Hal ini menunjukkan bahwa Pi saat ini belum memiliki kekuatan independen yang cukup untuk bergerak secara signifikan tanpa dukungan pasar secara keseluruhan.

Outlook: Netral dengan Bias Positif Tipis

Secara keseluruhan, outlook jangka pendek Pi berada dalam kondisi netral dengan kecenderungan sedikit positif.

Kenaikan 1,22% memang memberikan sinyal awal pemulihan, tetapi belum didukung oleh faktor-faktor penting seperti volume, katalis, atau momentum teknikal yang kuat.

Dalam kondisi seperti ini, pasar cenderung bergerak sideways dengan volatilitas terbatas.

Investor disarankan untuk mencermati pergerakan di sekitar level support $0,169 dan resistance $0,177 sebagai indikator arah selanjutnya.

Jika Pi berhasil menembus resistance dengan volume yang meningkat, maka peluang untuk keluar dari fase konsolidasi akan terbuka.

Namun jika gagal dan turun di bawah support, harga berpotensi kembali ke kisaran pergerakan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,176, Gagal Tembus Resistance

Kenaikan harga Pi Network saat ini lebih mencerminkan pergerakan pasar secara umum dibandingkan perubahan fundamental yang signifikan. Tanpa dukungan volume dan katalis yang jelas, reli ini masih tergolong rapuh.

Bagi pelaku pasar, fokus utama saat ini adalah konfirmasi arah.

Apakah Pi mampu mempertahankan momentum dan menembus resistance, atau justru kembali melemah mengikuti pola konsolidasi yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Kerja OpenClaw: Bagaimana Teknologi Ini Digunakan di Dunia Crypto?

Bayangkan kamu punya asisten pribadi yang secara 24/7 bisa kamu beri tugas, tanpa harus membayar gaji bulanan. Itu lah yang OpenClaw bisa lakukan, maka tidak heran OpenClaw sempat menjadi hype dan membuat banyak trader kripto menggunakan AI agent sebagai sidekick mereka.

Mulai dari mengecek narasi pasar, hingga melakukan eksekusi trading semua bisa OpenClaw lakukan hanya dengan memberikan instruksi melalui WhatsApp atau Telegram lho! Kira-kira bagaimana sebenarnya OpenClaw ini bekerja? Simak lebih lengkap yuk!

Apa itu OpenClaw?

OpenClaw adalah framework AI agent open-source yang bersifat self-hosted. Berbeda dari chatbot biasa yang hanya menjawab pertanyaan, OpenClaw dirancang sebagai AI agent untuk membantu kamu melakukan eksekusi dari perintah yang kamu berikan. Mulai dari menjalankan skrip, membuka browser, memanggil API, mengelola file, hingga berinteraksi langsung dengan sistem blockchain.

Baca lebih lengkap: OpenClaw: AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri

Cara kerja OpenClaw

Karena OpenClaw berjalan secara self-hosted, maka OpenClaw harus dipasang terlebih dahulu di perangkat keras yang kamu miliki, seperti komputer pribadi, laptop, Raspberry Pi, hingga yang paling populer dipasang dalam Mac Mini.

Setelah terpasang, OpenClaw punya “Gateway” yang menghubungkan ke aplikasi chat yang biasa kamu gunakan seperti WhatsApp, Telegram, atau Discord yang nantinya dapat kamu gunakan sebagai alat kamu berkomunikasi dengan AI agents OpenClaw.

Setelahnya, kamu hanya perlu melakukan instruksi melalui aplikasi chatting tersebut dan OpenClaw akan menerjemahkan percakapan menjadi perintah sesuai yang kamu inginkan dengan mengingat konteks, merencanakan langkah, memilih aplikasi yang tepat (terminal, pengelola file, browser), lalu mengeksekusi perintah langsung di komputer tempat OpenClaw dipasang.

Selain itu, kamu juga bisa meminta OpenClaw melakukan rutinitas tertentu dengan adanya fitur Heartbeat. Misalnya kasih ringkasan pasar pagi hari setiap 2 jam, maka OpenClaw bekerja sendiri sendiri, cek daftar tugas, dan kasih laporan atau lakukan aksi tanpa kamu suruh.

Penggunaan OpenClaw di dunia crypto

Menurut Forbes, OpenClaw membuat akses terhadap pasar kripto jadi lebih mudah karena memungkinkan interaksi on-chain yang lebih mudah. Adapun, berikut beberapa cara teknologi ini bisa digunakan di dunia krippto:

  • Monitoring wallet & on-chain: Memantau aktivitas wallet, mendeteksi perpindahan dana whale, dan mengirimkan notifikasi real-time via Telegram saat ada transaksi signifikan.
  • Pemantauan pasar otomatis: Merangkum pergerakan harga, membaca headline berita, dan mengirimkan notifikasi saat aset menyentuh level harga yang ditentukan.
  • Otomasi airdrop farming: Mengotomasi tugas repetitif seperti bridging, swap di DEX, dan interaksi testnet secara paralel di banyak wallet sekaligus.
  • Atur Posisi Sesuai Sentimen: Agen memantau sentimen berita dan media sosial secara real-time, lalu mengotomasi posisi yang kamu miliki untuk mengurangi ketergantungan memantau narasi secara manual.
  • Manajemen DeFi: Memantau yield farm di Aave dan Compound, menyesuaikan strategi likuiditas secara otomatis berdasarkan kondisi pasar terkini.
  • Eksekusi trading via API: Melalui integrasi API eksternal, pengguna bisa memerintahkan agen untuk mengeksekusi order dengan konfirmasi manual via chat sebelum trade dilakukan.

Baca juga: Meta Borong Startup AI Moltbook, Rekrut Pendiri Platform Agen AI

Contoh Use Case Nyata OpenClaw di Dunia Crypto

Salah satu pengguna X (@Legendaryy) membagikan pengalaman nyatanya menggunakan OpenClaw.

Ia bercerita bahwa Clawdbot-nya memberikan akses wallet trading senilai $2.000 di Hyperliquid, AI agent tersebut aktif trading crypto, saham, dan komoditas selama 24/7. Serta secara otomatis memindai sentimen di Twitter serta melacak postingan Trump untuk membantu keputusan tradingnya.

Dua hari setelahnya, ia kemudian membagikan tangkapan layar dengan profit 60% di Silver, setelah sebelumnya trading OpenClaw tersebut terkena likuidasi.

Penutup

OpenClaw hadir sesuai AI agent yang bisa memudahkan para trader kripto dalam mengakses pasar, memantau sentimen hingga melakukan eksekusi secara otomatis.

Meskipun begitu, penting untuk tau bahwa masih ada risiko keamanan apalagi jika wallet dan data pribadi bisa diakses secara langsung oleh OpenCawl. Selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan dan pastikan gunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

CoinMarketCap: What is OpenClaw? The AI Agent Assistant Lighting Up Crypto Twitter

Forbes: What Is OpenClaw And Why It Matters For Crypto’s Next Phase?

MindStudio: What Is OpenClaw? The Open-Source AI Agent That Actually Does Things





Sumber : news.tokocrypto.com

Volume XRP Terendah 2026, Akankah Level $1,40 Bertahan?

Aktivitas transaksi XRP di Binance turun ke level terendah sejak pertengahan 2025, menandakan melemahnya minat jangka pendek di pasar. Kondisi ini terjadi di tengah pasar kripto yang masih bergerak tanpa arah akibat tekanan geopolitik global.

Aktivitas XRP Turun Drastis

Data terbaru menunjukkan bahwa dalam 30 hari terakhir, transaksi deposit XRP berada di sekitar 310.500, sementara penarikan mencapai 329.400. Selisih negatif sekitar 18.900 transaksi mencerminkan arus keluar bersih dari exchange.

Menurut analisis CryptoQuant, penurunan ini tidak hanya menunjukkan outflow, tetapi juga penurunan signifikan dalam total aktivitas pasar. Dibandingkan periode sebelumnya di 2025 yang sempat mencatat lebih dari 6 juta transaksi dalam 30 hari, angka saat ini jauh lebih rendah.

Minat Trading Jangka Pendek Melemah

Penurunan aktivitas ini mengindikasikan berkurangnya minat spekulatif dan trading jangka pendek. Pasar XRP saat ini cenderung berada dalam fase stagnan, dengan tekanan beli dan jual yang sama-sama melemah.

Kondisi ini biasanya berkorelasi dengan volatilitas yang lebih rendah, karena tidak adanya dorongan kuat dari sisi permintaan maupun penawaran.

Baca juga: Whale XRP Tarik Rp9 Triliun dari Exchange: Sinyal Bullish Kuat!

Outflow Bisa Jadi Sinyal Akumulasi

Meski aktivitas menurun, dominasi penarikan dibanding deposit bisa menjadi indikasi lain. Perpindahan aset dari exchange ke wallet pribadi sering dikaitkan dengan strategi penyimpanan jangka panjang atau akumulasi.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor mungkin tetap percaya pada prospek XRP, meskipun aktivitas trading sedang lesu.

Tekanan Harga dan Minat Institusi Masih Terbatas

Dalam sepekan terakhir, harga XRP tercatat turun hampir 3%. Meski demikian, kapitalisasi pasarnya masih mampu melampaui BNB, dengan nilai sekitar $81 miliar.

Di sisi institusi, ETF XRP spot hanya mencatat inflow harian kecil sebesar $64.610 pada 2 April, sementara secara mingguan masih mengalami outflow sebesar $3,56 juta. Ini menunjukkan bahwa minat investor institusi masih terbatas di tengah kondisi global yang tidak pasti.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Ripple Tetap Kuat Secara Fundamental

Di tengah lemahnya aktivitas pasar, Ripple justru mendapatkan sentimen positif dari sisi fundamental. Lembaga pemeringkat KBRA memberikan rating BBB kepada Ripple Prime, unit broker milik Ripple.

Penilaian ini didukung oleh pertumbuhan bisnis, ekspansi layanan, serta kekuatan finansial perusahaan yang ditopang cadangan kas besar dan kepemilikan XRP dalam jumlah signifikan.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa penurunan aktivitas XRP mencerminkan fase konsolidasi pasar, bukan semata-mata sinyal negatif. “Turunnya transaksi menunjukkan berkurangnya aktivitas spekulatif, yang sering terjadi saat pasar memasuki fase menunggu arah baru,” jelas tim.

Namun, mereka melihat adanya sinyal yang perlu diperhatikan. “Outflow dari exchange bisa mengindikasikan akumulasi oleh investor jangka panjang. Jika didukung sentimen positif dari sisi fundamental, kondisi ini berpotensi menjadi dasar pergerakan harga berikutnya,” tambahnya.

Aktivitas yang menurun dan minat investor yang masih terbatas, XRP saat ini berada di fase krusial. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen makro, pergerakan pasar kripto secara keseluruhan, serta perkembangan fundamental dari Ripple itu sendiri.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pegang 350.000 BTC, ETF BlackRock Kini Lebih Besar dari Coinbase

Dominasi exchange kripto mulai mendapat tantangan serius. ETF Bitcoin milik BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), kini mencatat volume perdagangan harian yang menyaingi Binance dan bahkan melampaui Coinbase hingga dua kali lipat.

ETF Mulai Geser Peran Exchange

Berdasarkan data dari Kaiko, IBIT saat ini mencatat volume transaksi harian di kisaran $16 miliar hingga $18 miliar. Angka ini jauh di atas Coinbase yang berada di kisaran $6 miliar–$8 miliar, dan mulai mendekati Binance sebagai pemimpin likuiditas global.

Dikutip BeInCrypto, lonjakan ini menunjukkan bahwa produk keuangan berbasis regulasi semakin menjadi alternatif utama bagi investor, khususnya institusi, dibandingkan platform kripto tradisional.

IBIT sendiri kini menguasai sekitar 70% pangsa volume di antara ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat, memperkuat posisinya sebagai pemain dominan dalam kategori ini.

Baca Juga: BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

Volume Tinggi, Tapi Dana Tidak Selalu Masuk

Meski aktivitas perdagangan IBIT meningkat pesat, aliran dana ke ETF Bitcoin tidak sepenuhnya sejalan. Sepanjang kuartal pertama 2026, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih sebesar $496 juta.

Pada dua bulan pertama, tekanan cukup besar dengan total dana keluar mencapai $1,8 miliar, seiring penurunan harga Bitcoin sebesar 23,8%—menjadi performa kuartal pertama terburuk sejak 2018.

Namun, situasi mulai membaik di bulan Maret dengan masuknya dana sebesar $1,32 miliar, mengakhiri tren negatif yang berlangsung sejak Oktober 2025.

Aliran Dana Mulai Stabil di Awal April

Memasuki April, ETF Bitcoin kembali mencatat arus masuk meski masih terbatas. Pada 2 April, total net inflow mencapai $8,99 juta, dipimpin oleh Fidelity FBTC sebesar $7,29 juta.

Sementara itu, ETF Ethereum justru mengalami tekanan dengan arus keluar mencapai $71,17 juta, termasuk penarikan terbesar dari produk BlackRock ETHA.

Volume Tinggi Bukan Berarti Permintaan Baru

Analis menilai tingginya volume perdagangan tidak selalu mencerminkan masuknya dana baru ke pasar. Aktivitas tersebut bisa berasal dari strategi hedging, rebalancing portofolio, atau transaksi jangka pendek.

Hal ini menjelaskan mengapa volume IBIT melonjak, tetapi secara keseluruhan ETF Bitcoin masih mencatat performa kuartalan yang lemah.

Tim Research Tokocrypto melihat fenomena ini sebagai tanda perubahan struktur pasar kripto. “Meningkatnya volume ETF seperti IBIT menunjukkan pergeseran preferensi investor, khususnya institusi, dari exchange kripto ke instrumen yang lebih terregulasi,” jelas mereka.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Namun, mereka juga menekankan bahwa volume tinggi belum tentu berarti minat baru.
“Perlu dibedakan antara aktivitas trading dan arus modal masuk. Saat ini, sebagian besar volume kemungkinan berasal dari strategi manajemen risiko, bukan akumulasi jangka panjang,” tambahnya.

Dengan capaian volume yang hampir menyamai exchange terbesar dunia, IBIT menjadi bukti bahwa batas antara pasar keuangan tradisional dan kripto semakin tipis.

Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas harga Bitcoin serta kondisi makroekonomi global yang memengaruhi minat investor terhadap aset digital.

Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust


nvestasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Gen Z Jepang Ternyata Paling Takut Crypto, Ini Alasannya

Generasi Z di Jepang menjadi kelompok paling waspada terhadap risiko penipuan kripto dibandingkan generasi lainnya. Hal ini terungkap dalam survei terbaru yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam cara tiap generasi memandang aset digital.

Gen Z Fokus pada Ancaman Penipuan di Media Sosial

Dikutip BeInCrypto, survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Clabo pada Februari 2026 terhadap 1.486 responden menunjukkan bahwa Gen Z paling khawatir terhadap penipuan kripto, terutama yang berasal dari media sosial.

Berbeda dengan generasi yang lebih tua, Gen Z lebih sering terpapar promosi palsu, giveaway fiktif, hingga skema penipuan yang tersebar di platform digital yang mereka gunakan sehari-hari.

Generasi Tua Justru Bingung Cara Kerja Kripto

Secara keseluruhan, alasan utama responden menganggap kripto mencurigakan adalah karena tidak memahami cara kerjanya (23,3%). Disusul oleh volatilitas harga (21,1%) dan risiko penipuan (19,2%).

Namun, kelompok generasi yang lebih tua, termasuk generasi “bubble economy” Jepang, lebih mengkhawatirkan kompleksitas teknologi blockchain dibanding risiko penipuan.

Baca juga: Jepang Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pelaku Kripto Ilegal

Minat Investasi Masih Rendah

Survei juga menunjukkan bahwa adopsi kripto di Jepang masih tergolong rendah. Sebanyak 50% responden mengaku belum pernah berinvestasi di kripto.

Hanya 33,7% yang saat ini memiliki aset digital, sementara 15,7% lainnya pernah berinvestasi namun sudah keluar dari pasar.

Menariknya, kelompok milenial tercatat sebagai generasi dengan tingkat investasi kripto tertinggi sekaligus paling aktif dalam mencari informasi.

YouTube Jadi Sumber Utama Keputusan Investasi

Dalam hal sumber informasi, situs berita masih menjadi rujukan utama (38,4%), diikuti media sosial (36,7%) dan YouTube (31,6%).

Namun, untuk pengambilan keputusan investasi, YouTube justru menempati posisi pertama dengan 27%, mengungguli platform lainnya. Hal ini menunjukkan peran besar konten video dalam memengaruhi keputusan investor ritel.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perbedaan persepsi antar generasi ini mencerminkan tantangan utama dalam adopsi kripto. “Gen Z cenderung lebih digital-native sehingga lebih cepat mengenali pola penipuan, sementara generasi yang lebih tua masih menghadapi hambatan dari sisi pemahaman teknologi,” jelas tim.

Mereka juga menambahkan bahwa rendahnya tingkat partisipasi menunjukkan adanya gap literasi yang signifikan. “Edukasi yang lebih sederhana dan relevan dengan masing-masing generasi menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan dan adopsi kripto di pasar seperti Jepang,” tambahnya.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa tantangan industri kripto tidak hanya soal volatilitas, tetapi juga soal kepercayaan dan literasi. Tanpa pendekatan edukasi yang tepat, adopsi kripto berpotensi berjalan lebih lambat di berbagai kelompok masyarakat.

Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Algorand Meroket 20% di Tengah Market Lesu: Efek Apa?

Harga Algorand (ALGO) melonjak lebih dari 20% pada Jumat (3/4), menjadikannya aset dengan performa terbaik di pasar kripto hari ini. Lonjakan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung stagnan akibat meningkatnya tensi geopolitik global.

Algorand Jadi Top Gainer di Tengah Ketidakpastian

Berdasarkan data terbaru, harga ALGO sempat menyentuh level tertinggi dalam sembilan minggu di $0.122 sebelum stabil di sekitar $0.121. Kenaikan ini menempatkan Algorand sebagai top gainer di antara aset kripto berkapitalisasi besar, baik secara harian maupun mingguan.

Kinerja ini cukup kontras dengan mayoritas pasar kripto yang bergerak terbatas akibat kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah.

Didorong Sentimen Positif dari Google Quantum AI

Dilaporkan Crypto News, salah satu faktor utama kenaikan harga ALGO adalah penyebutan Algorand dalam riset Google Quantum AI. Dalam laporan tersebut, Algorand disebut memiliki keunggulan dalam keamanan pasca-kuantum (post-quantum security) melalui teknologi Falcon signature.

Eksposur dari institusi teknologi besar seperti Google dinilai meningkatkan kepercayaan investor serta menarik minat baru terhadap proyek ini.

Dukungan Adopsi: Revolut Buka Staking ALGO

Selain itu, platform finansial global Revolut kini telah mengaktifkan fitur staking untuk Algorand. Dengan basis pengguna lebih dari 70 juta, langkah ini membuka akses luas bagi investor untuk melakukan staking langsung melalui aplikasi.

Peningkatan aktivitas staking ini berpotensi mengurangi suplai yang beredar di pasar, sehingga turut mendorong kenaikan harga.

Baca juga: Pasar Jenuh, 40% Altcoin Sentuh Harga Terendah: Sinyal Bottom?

Efek Rebound Setelah Sentuh Titik Terendah

Kenaikan harga ALGO juga dipengaruhi oleh aksi beli setelah harga sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sepanjang masa hanya lima hari lalu. Kondisi ini membuat Algorand menjadi target strategi buy the dip bagi investor.

Secara teknikal, ALGO telah menembus pola falling wedge pada grafik harian, yang biasanya menjadi indikasi pembalikan tren ke arah bullish. Indikator Supertrend juga telah berubah menjadi hijau, sementara Chaikin Money Flow menunjukkan angka positif 0,19, menandakan dominasi pembeli.

Pergerakan harga Algorand (ALGO/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Algorand (ALGO/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Level resistance terdekat berada di $0.139. Jika berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan hingga $0.225. Namun, jika turun di bawah $0.085, skenario bullish dapat gugur.

Tim Research Tokocrypto menilai lonjakan Algorand saat ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang kuat. “Sentimen dari Google Quantum AI memberikan validasi teknologi yang signifikan, sementara dukungan staking dari Revolut meningkatkan utilitas dan permintaan riil terhadap ALGO,” jelas tim.

Lebih lanjut, mereka menambahkan bahwa momentum ini juga diperkuat oleh kondisi teknikal. “Breakout dari pola falling wedge menunjukkan potensi pembalikan tren. Namun, investor tetap perlu memperhatikan resistance kunci karena reli cepat seperti ini rentan terhadap koreksi jangka pendek,” tambahnya.

Kombinasi katalis positif dan sinyal teknikal yang mendukung, Algorand menjadi salah satu aset yang mencuri perhatian di tengah pasar yang relatif lesu. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati risiko volatilitas dalam jangka pendek.

Baca juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah $66.672, Sinyal Konsolidasi

Harga Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dalam 24 jam terakhir, meski masih berada dalam tekanan ringan.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto (3/4), harga Bitcoin hari ini tercatat di level $66.672,15 per BTC, mengalami penurunan tipis sebesar 0,29%.

Pergerakan ini mengindikasikan bahwa pasar saat ini tengah memasuki fase konsolidasi, di mana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu katalis baru yang dapat mendorong arah harga selanjutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun Tipis $70.587, Menunggu Arah

Pergerakan Harga dalam 24 Jam

Dalam perdagangan harian, Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup sempit. Harga terendah tercatat di $65.725,26, sementara level tertinggi mencapai $67.387,32.

Rentang ini menunjukkan adanya keseimbangan antara tekanan jual dan minat beli di pasar.

Meski sempat mengalami tekanan, Bitcoin berhasil mempertahankan posisinya di atas level $66.000, yang saat ini menjadi area support psikologis penting.

Selain itu, dalam satu jam terakhir, BTC mencatat kenaikan kecil sebesar 0,06%, memberikan sinyal adanya upaya rebound meskipun masih terbatas.

Tren Pelemahan Jangka Menengah

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari perspektif waktu yang lebih panjang, tren pelemahan Bitcoin masih cukup terlihat. Dalam 7 hari terakhir, harga BTC turun sebesar 3,01%.

Sementara itu:

  • Dalam 30 hari: turun 2,17%
  • Dalam 60 hari: turun 11,40%
  • Dalam 90 hari: turun hingga 26,08%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun volatilitas jangka pendek mulai mereda, tekanan jangka menengah masih membayangi pasar.

Saat ini, harga Bitcoin juga masih cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07, menandakan bahwa fase pemulihan penuh belum terjadi.

Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas

Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menunjukkan kekuatan sebagai aset kripto terbesar di dunia. Kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar $1,33 triliun, dengan dominasi pasar sebesar 95,29%.

Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $35,38 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih tinggi meskipun tidak seagresif periode volatilitas sebelumnya.

Jumlah suplai beredar saat ini berada di angka 20,01 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, memperkuat narasi kelangkaan yang menjadi salah satu daya tarik utama Bitcoin bagi investor jangka panjang.

Analisa Teknikal: Fase Konsolidasi

Secara teknikal, Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi di kisaran $65.000 hingga $67.500.

Level support utama berada di sekitar $65.700, sementara resistance terdekat berada di area $67.300 hingga $68.000.

Jika harga mampu menembus resistance tersebut, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level $70.000 akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah support, maka potensi koreksi ke area $64.000 perlu diwaspadai.

Kondisi pasar yang relatif datar ini biasanya terjadi saat investor menunggu kepastian arah, baik dari faktor teknikal maupun sentimen makro.

Faktor yang Perlu Diperhatikan

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat antara lain:

  • Sentimen pasar global yang masih cenderung berhati-hati
  • Pergerakan volume perdagangan sebagai indikator minat investor
  • Level teknikal kunci yang menjadi acuan trader
  • Arus dana institusional yang dapat memicu volatilitas

Selain itu, pergerakan altcoin juga dapat memberikan indikasi tambahan terkait kondisi pasar secara keseluruhan.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan akan terus bergerak dalam pola konsolidasi. Tanpa adanya katalis besar, pergerakan harga kemungkinan akan tetap terbatas dalam rentang saat ini.

Namun, jika terjadi lonjakan volume atau perubahan sentimen pasar, maka breakout dari fase konsolidasi ini bisa terjadi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Analisa harga BTC hari ini: Harga Bitcoin yang berada di level $66.672 dengan penurunan tipis 0,29% mencerminkan kondisi pasar yang sedang stabil namun belum menunjukkan arah yang jelas.

Fase konsolidasi inai menjadi momen penting bagi investor untuk mengamati pergerakan selanjutnya.

Dengan fundamental yang tetap kuat dan likuiditas tinggi, Bitcoin masih menjadi aset utama di pasar kripto.

Namun, arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus level resistance atau mempertahankan support yang ada.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bisa Anjlok ke $10.000 Akibat Perang AS-Iran?

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menekan pasar kripto. Sejumlah analis memperingatkan bahwa Bitcoin berpotensi mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level $10.000 jika konflik geopolitik terus memburuk dalam waktu dekat.

Bitcoin Terancam Turun hingga 80%

Dalam laporan terbaru XWIN Research Jepang melalui CryptoQuant, disebutkan bahwa Bitcoin berpotensi anjlok hingga 80% dalam skenario ekstrem. Kondisi seperti penutupan Selat Hormuz atau perang skala penuh dapat memicu krisis likuiditas global.

“Dalam skenario ekstrem, dengan pasar saham turun lebih dari 30% dan harga minyak mencapai $150–200, Bitcoin bisa turun ke sekitar $10.000,” tulis analis.

Pernyataan Trump Picu Tekanan Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan Coingape, tekanan terhadap Bitcoin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran akan meningkat dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Pasca pernyataan tersebut, harga Bitcoin turun dari $69.000 ke $67.000. Saat ini BTC berada di kisaran $67.098, dengan tren pelemahan dalam sepekan dan sebulan terakhir.

Baca juga: Bhutan Obral Bitcoin: Cadangan Anjlok, Proyek Kota Terancam?

Pasar Global Ikut Terguncang

Gejolak tidak hanya terjadi di pasar kripto. Indeks S&P 500 turun 0,23%, Dow Jones melemah 0,39%, dan KOSPI Korea Selatan anjlok hingga 4,2%.

Di sisi lain, harga minyak melonjak 11,4% menjadi $111 per barel, sementara dolar AS menguat. Kondisi ini memperketat likuiditas global dan menekan aset berisiko seperti kripto.

Level $10.000 Disebut Titik Kritis

Strategist Bloomberg Mike McGlone juga memperkuat pandangan bearish terhadap Bitcoin. Ia menyebut level $10.000 sebagai area historis penting sejak adanya kontrak futures pada 2017, yang berpotensi menjadi titik stabilisasi pasar.

Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap faktor global. “Ketegangan geopolitik seperti konflik AS-Iran berpotensi menekan likuiditas global dan meningkatkan volatilitas. Investor cenderung berpindah ke aset yang lebih stabil, sehingga tekanan terhadap Bitcoin semakin besar,” jelas tim.

Mereka juga menambahkan bahwa struktur pasar saat ini masih rentan.
“Dalam jangka pendek, Bitcoin berpotensi turun ke area $50.000. Jika tekanan berlanjut dan didukung lemahnya permintaan serta arus keluar ETF, maka penurunan ke kisaran $30.000 masih terbuka,” tambahnya.

Ketidakpastian Global Masih Berlanjut

Situasi semakin kompleks setelah Dewan Keamanan PBB menolak rencana pembukaan Selat Hormuz menggunakan kekuatan militer. Penolakan dari Rusia, China, dan Prancis meningkatkan ketidakpastian pasar.

Dengan meningkatnya risiko geopolitik dan tekanan makroekonomi, pelaku pasar diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi volatilitas Bitcoin dalam waktu dekat.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com