Category Archives: Domestik

Sensasi Menikmati Kopi Luwak dan Teh Aneka Aroma di Kintamani



Jakarta

Anda pernah nonton ‘The Bucket List’? Film yang pertama kali tayang pada 2007 itu dibintangi dua aktor gaek Hollywood Jack Nicholson dan Morgan Freeman.

Isinya menceritakan kehidupan kedua pria beda kasta yang bertemu di rumah sakit karena penyakit mematikan. Dari situ mereka membuat sebuah catatan kecil untuk dilakukan sebelum kematian menjemput.

Saya menduga adegan yang paling menarik bagi penonton di tanah air adalah ketika keduanya membahas cita rasa Kopi Luwak. Jack dan Morgan terpingkal-pingkal hingga mengeluarkan air mata saat tahu bahwa kopi yang disebut memiliki aroma dan cita rasa terunik di dunia itu berasal dari kotoran kucing pohon liar alias luwak.


Saya pribadi baru mencobanya pada akhir pekan lalu saat melintasi Jalan Raya Kintamani – Gianyar, Bali. Di sepanjang jalan itu berjejer perkebunan kopi menawarkan sensasi minum kopi luwak orisinal.

Menjelang jam makan siang kami singgah di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’ yang memiliki kebun kopi seluas dua hektare. Tempat ini tidak memungut biaya masuk alias gratis. Area parkirnya luas. Setiap rombongan akan didampingi oleh seorang pemandu.

Selain pohon kopi Robusta dan Arabica, di area seluas itu kita juga bisa mengenali pohon salak, vanilla, cokelat, dan lainnya. Hal menarik lainnya, di tengah kebun beberapa ekor luwak tengah meringkuk di atas dahan pohon kopi. Juga ada beberapa sapi terikat di dalam kandang.

“Itu sengaja untuk kami manfaatkan kotorannya sebagai pupuk organik,” kata Ni Luh Putu Juni Fira Dewi yang menjadi pemandu. Alumnus SMKN 1 Tampak Siring itu telah dua tahun bekerja di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’.

Sebelumnya dia pernah bekerja di villa Tegal Alang, Ubud.

Sejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, KintamaniSejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani (Sudrajat / detikcom)

Di ujung kebun kami mulai mencium aroma biji kopi terpanggang. Dua perempuan paruh baya terlihat khusuk menyangrai biji kopi di atas penggorengan baja. Suluh-suluh kayu di bawahnya merah menyala menyeburkan bara. Tak jauh dari dapur, Fira menunjukkan kepada kami gumpalan kotoran Luwak. Warnanya cokelat kehitaman.

“Kotoran ini biasanya kami bersihkan, dikupas kulitnya lalu dijemur selama beberapa hari. Setelah itu disangrai selama 45 menit baru ditumbuk hingga menjadi semacam tepung. Untuk satu kilogram kopi sangrai butuh sekitar dua jam untuk menghaluskannya,” kata Fira.

Tak sampai setengah jam di kebun, pengunjung tersu berdatangan secara berkelompok. Kebanyakan para turis dari Australia dan Eropa. Semua disambut ramah dan diberi penjelasan serupa.

Tak cuma tentang kopi dan kopi luwak, para pengunjung juga diperkenalkan kepada rempah-rempah berikut khasiatnya seperti kunyit, jahe, rosela, sereh, ginseng, dan lainnya.

Di tepi kebun yang berbatasan dengan bebukitan hijau berderet kursi kayu. Para pengunjung bebas memilih tempat duduk. Para pemandu lalu menghidangkan selusin cangkir gelas mungil berisi kopi dan teh beragam aroma. Kripik singkong dan pisang goreng menjadi pelengkapnya. Semua gratis!

“Ini sudah menjadi tradisi kami untuk menghormati tamu. Kalau mau mau kopi luwak baru kena charged Rp 50 ribi per cup,” kata Fira.

Sejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani - BaliSejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani – Bali (Sudrajat / detikcom)

Sejumlah turis riuh berdecak kagum dan memberi applause. Penasaran, kami pun coba memesan secangkir kopi luwak.

“Kalau biasanya kita menyeruput capucino, kali ini di Kintamani Bali kita lebih suka menikmati CatPooCino alias Kopi Luwak,” seloroh seorang turis asal Australia disambut tawa rekan-rekannya.

Kami sepakat, cita rasa kopi luwak memang beda dari kopi lainnya. “Lebih lembut, asemnya juga lebih rendah dari kopi biasa,” ujar Meliyanti Setyorini, teman seperjalanan penulis.

Untuk teh, dia suka yang aroma coconut. “Campurannya pas buat lidah gue,” dia menambahkan.

Wartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak CoffeeWartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak Coffee Foto: Sudrajat / detikcom

Cantik Agriculture Luwak Coffee’ juga menyediakan toko yang menjual berbagai produk hasil olahan kopi dan minuman yang telah dicicipi selama tur. Selain kopi aneka rasa, toko ini juga menawarkan berbagai produk lain seperti sabun buah, dupa, dan arak Bali.

(jat/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya Kebun Teh Malabar Dilihat dari Bianglala Raksasa



Kabupaten Bandung

Kesejukan dan keindahan kebun teh Malabar makin menarik ketika wisatawan melihatnya dari atas bianglala raksasa yang baru buka di sana.

Destinasi bianglala yang saat ini ramai dikunjungi tersebut adalah Nimo Eye. Wisata tersebut merupakan sebuah wahana bianglala raksasa dengan sajian pemandangan hamparan kebun teh Malabar yang indah.

Wahana tersebut terletak di kawasan Nimo Highland, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dengan ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut (MDPL).


Bagi yang memiliki rasa takut ketinggian, menaiki wahana tersebut bisa menjadi tantangan dan memacu adrenalin. Namun masyarakat tidak lerlu khawatir, pasalnya wahana tersebut telah dipastikan memenuhi standar keamanan yang baik

“Deg-degan banget, jantung hampir mau copot. Tapi seru, soalnya ini pengalaman pertama naik bianglala,” ujar salah satu pengunjung asal Cianjur, Ula (19), Minggu (13/10/2024).

Ula mengaku naik wahana tersebut bersama ketiga teman-temannya. Saat berada di dalam kabin wahana Ula tak lupa langsung banyak mengabadikan melalui layar ponselnya.

“Katanya kan ini terbesar di Asia ya. Terus tadi bikin konten juga di sini, pastinya videoin waktu naik bianglala,” katanya.

Ula mengatakan telah lama merencanakan liburan di wahana tersebut. Ia langsung berangkat dari Cianjur bersama beberapa temannya.

“Sudah lama mau ke sini, soalnya penasaran liat di TikTok. Jadi janjian sama teman-teman ke sininya. Rekomendasi pokoknya main ke Nimo Eye,” jelasnya.

Nimo Eye BandungNimo Eye Bandung Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Salah satu Staff Nimo Eye, Opik Hermansyah mengklaim wahana tersebut merupakan yang tertinggi di Asia. Pasalnya wahana tersebut berdiri di dataran tinggi Gunung Nini Pangalengan.

“Wahana Nimo Eye ini kita ada wahana Bianglala dengan evarasi tertinggi se-Asia. Dengan ketinggian 1400 MDPL,” kata Opik.

Opik menjelaskan wahana tersebut menjadi wisata favorit bagi masyarakat. Sehingga bagi yang akan mengunjungi Nimo Highland pasti akan mencoba wahana tersebut.

“Kemanannya sudah safety sekali. Udah ada rekor muri juga dan ada fasilitas mobil kesehatan kalau ada apa-apa. Ada juga monitor HT juga di dalam kabinnya. Jadi kalau ada apa-apa bisa hubungi pakai itu,” tegasnya.

Menurutnya adanya Nimo Eye tersebut adalah demi membuat para wisatawan terus berdatangan ke Pangalengan.

“Alasan adanya Nimo Eye ini adalah supaya wisatawan itu tidak jenuh itu-itu aja. Jadi ada wahana baru lagi gitu. Soalnya setiap tahun kita suka ada beberapa wahana lagi,” ucapnya.

Dengan menaiki wahana bianglala tersebut masyarakat ditawarkan pemandangan yang indah. Apalagi jika naik wahana tersebut pada terbit atau terbenamnya matahari.

“Bisa melihat hamparan kebun teh yang indah. Dengan sunsetnya, sunrise nya juga,” bebernya.

Nimo Eye BandungNimo Eye Bandung Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Opik menyebutkan terdapat beberapa paket harga tiket masuk ke Nimo Eye. Di antaranya paket reguler, paket VIP dan paket Family.

“Reguler itu satu putaran dan dicampur orang lain. Durasinya satu kali putaran. Kalau VIP dua kali putaran, private kabin, dan free minuman. Reguler di weekday Rp 40 ribu, weekend Rp 50 ribu. Kalau VIP Rp 155 ribu weekday, Rp 185 untuk weekend,” tuturnya.

Objek wisata tersebut kerap menjadi daya tarik masyarakat. Pasalnya para masyarakat ingin merasakan melihat pemandangan hamparan kebun teh Malabar yang indah.

“Pengunjung per harinya weekend ada sekitar 300 orang. Weekend bisa bisa sampai 500 orang,” ucap Opik.

Wahana bianglala raksasa tersebut memiliki 48 kabin. Setiap satu kabin memiliki kapasitas sebanyak empat orang.

“Satu putaran sekitaran 10 menit. Satu kabin maksimal 4 orang. Dengan maksimal berat badan 400 kg,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cerita Mistis yang Menyelimuti Gedung Negara Cirebon



Cirebon

Di Cirebon ada satu bangunan bersejarah peninggalan era Hindia Belanda. Namanya Gedung Negara. Konon, cerita mistis menyelimuti gedung ini. Seperti apa?

Gedung Negara terletak di Kesenden, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Bangunan yang didominasi warna putih ini telah berdiri selama ratusan tahun dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota Cirebon.

Menurut pegiat sejarah Cirebon, Putra Lingga Pamungkas, Gedung Negara dibangun sekitar tahun 1860-an. Dahulu, gedung ini digunakan sebagai rumah dinas dan kantor keresidenan Cirebon.


Lingga menjelaskan keresidenan merupakan bentuk pemerintahan pada masa Hindia Belanda yang setingkat dengan provinsi. Keresidenan Cirebon mencakup wilayah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan, Majalengka, Ciamis, dan Indramayu.

“Residen itu setingkat provinsi, gemeente setingkat kotapraja, bupati di kabupaten, district setingkat kecamatan, kewedanan setingkat desa, serta Gubernur Jendral yang menjadi setingkat presiden sebagai perwakilan atau penyambung lidah dari ratu Belanda,” tutur Lingga, belum lama ini.

Pembangunan Gedung Negara tidak terlepas dari hancurnya benteng Fort De Beschermingh, sebuah benteng yang dibangun oleh VOC pada sekitar tahun 1680 di Kebumen, dekat pesisir Cirebon. Saat masih berfungsi, benteng ini juga digunakan sebagai kantor oleh keresidenan Cirebon.

Namun, sekitar tahun 1840-an, terjadi ledakan bubuk mesiu di dalam benteng yang disebabkan oleh kelalaian seorang pegawai, yang mengakibatkan benteng tersebut hancur total.

Setelah Indonesia merdeka, Gedung Negara beberapa kali mengalami pergantian kepemilikan. Berdasarkan catatan, gedung ini pernah dikelola oleh pemerintah provinsi hingga Badan Koordinasi Daerah.

Gedung Negara CirebonGedung Negara Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Hingga kini, status kepemilikan Gedung Negara masih berada di tangan pemerintah. Pengunjung pun tidak diperbolehkan masuk ke dalam Gedung Negara.

Namun terdapat taman di samping gedung yang memiliki kandang rusa dan burung merak. Pengunjung bisa menghabiskan waktu dengan melihat dan memberi makan rusa, menjadikan tempat ini tujuan alternatif untuk berlibur di Cirebon.

Cerita Mistis Menyelimuti Gedung Negara

Sebagai bangunan tua, Gedung Negara memiliki beberapa cerita mistis. Salah satunya paparkan oleh penjaga Gedung Negara, Mulyono. Ia mengatakan memang ada beberapa orang yang pernah mengalami kejadian mistis di Gedung Negara.

“Memang ada saja beberapa tamu yang menginap di sini, terus pada minta pindah. Katanya, ada yang gangguin, kayak mendengar suara-suara seperti anak kecil, atau suara perempuan noni Belanda,” tutur Mulyono.

Meski sering mendengar cerita mistis, Mulyono mengaku tidak terlalu memedulikannya.

“Kalau bagi saya yang sudah lama bekerja di sini, hal seperti itu biasa saja,” katanya santai.

Gedung Negara memiliki beberapa ruangan, termasuk aula yang dipenuhi perabotan antik berusia ratusan tahun.

“Untuk kamarnya ada sekitar lima kamar, ada juga ruang tamu, ruang rapat, ruang tengah sama ruang keluarga,” pungkas Mulyono.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Air Terjun Populer di Indonesia, Mana Favoritmu?


Jakarta

Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah menawarkan berbagai destinasi wisata alam yang memukau, salah satunya adalah air terjun.

Tak hanya menjadi tempat untuk menikmati keindahan alam, tapi air terjun di Indonesia juga menjadi daya tarik bagi pecinta petualangan dan wisata alam.

Air terjun menjadi destinasi yang pas untuk healing sejenak dari hiruk pikuk kota. Terdapat begitu banyak air terjun yang Indah tersebar di berbagai daerah. Banyak di antara wisata air terjun tersebut yang begitu populer dan disukai wisatawan.


10 Wisata Air Terjun Populer di Indonesia

Begitu banyak wisata air terjun yang populer di Indonesia. Berikut 10 di antaranya:

1. Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun Sri Gethuk di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Yuk lihat.Air terjun Sri Gethuk di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Yuk lihat. (Agung Pambudhy/detikcom)

Air Terjun Sri Gethuk berada di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keindahan alam di kawasan ini begitu mempesona, mulai dari aliran sungai, bebatuan, pepohonan, hingga tumbuhan.

Mengutip laman Kabupaten Gunung Kidul, untuk sampai ke air terjunnya, traveler perlu naik perahu karet atau gethek dan menyeberangi sungai sepanjang 450 meter. Air terjun ini mengalir dari atas sebuah tebing dengan ketinggian sekitar 50 meter.

  • Harga tiket: Rp 15.000
  • Lokasi: Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
  • Jam buka: 08.00-16.00 WIB

2. Air Terjun Tumpak Sewu

Air terjun Tumpak SewuAir terjun Tumpak Sewu (Syamsul Arifin/d’traveler)

Air Terjun Tumpak Sewu mempunyai pemandangan yang mirip seperti tirai raksasa. Menurut laman Kemenparekraf, ada banyak spot yang tersedia untuk melihat keindahan air terjun ini.

Menariknya, wisatawan bisa melihat keindahan air terjun dari atas. Sebelum itu, traveler perlu berjalan selama 10 menit dengan menaiki beberapa tangga. Jika beruntung, kamu bisa melihat Gunung Semeru di balik dinding Air Terjun Tumpak Sewu.

  • Harga Tiket masuk: Rp 10.000 per orang
  • Lokasi: Jalan Tumpak Sewu, Besukcukit, Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
  • Jam buka: 07.00-17.00 WIB.

3. Air Terjun Grojogan Sewu

Taman Wisata Alam Grojogan Sewu.Taman Wisata Alam Grojogan Sewu. Foto: Pemprov Jawa Tengah via visitjawatengah.jatengprov.go.id

Air Terjun Grojogan Sewu merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu. Dalam bahasa Jawa, grojogan berarti air, sementara sewu berarti seribu.

Air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter dan di bawahnya ada sungai yang tak kalah indah. Salah satu lokasi menarik untuk mengambil foto di air terjun Grojogan Sewu adalah jembatan yang melintang di depannya.

  • Harga tiket masuk: Rp 22.000
  • Lokasi: Jl. Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
  • Jam buka: 08.00-16.00 WIB

4. Air Terjun Manuaba

Tak hanya pantai dengan pasir putihnya yang Indah, kawasan Bali juga memiliki air terjun yang menawan. Air terjun ini dikelilingi berbagai tanaman tropis yang tumbuh subur dan menyejukkan mata.

Airnya mengalir di antara celah tebing bebatuan dan jatuh ke kolam kecil alami di bawahnya. Mengutip laman Direktorat Event Daerah Kemenparekraf, masyarakat lokal percaya bahwa air terjun Manuaba bisa menyehatkan jiwa dan raga karena berasal dari Danau Batur.

  • Harga tiket masuk: Rp 5.000
  • Lokasi: Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali
  • Jam buka: 08.00-17.00 WITA

5. Curug Cileat

Curug CileatCurug Cileat (Cah Jetak/d’travelers)

Menurut laman Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Curug Cileat berada di atas ketinggian 100 meter pada tebing-tebing tinggi di bawah kaki Gunung Canggah. Aliran air terjunnya begitu deras dengan hembusan angin yang menyejukkan. Curug ini juga dikelilingi hutan rimbun, sehingga memberi suasana asri dan menenangkan.

  • Harga tiket: Rp 15.000
  • Lokasi: Cibogo, Cupunagara, Gardusayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat
  • Jam buka: 24 jam

6. Air Terjun Situmurun

Sebuah kapal pesiar yang membawa wisatawan bersandar di dekat air terjun Situmurun, Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (23/2/2023). Air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter tersebut merupakan salah satu daya tarik wisatawan untuk menikmati Destinasi Super Prioritas (DSP) Indonesia di kawasan Danau Toba. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.Air Terjun Situmurun (Risyal Hidayat/ANTARA FOTO)

Air Terjun Situmurun menjadi daya tarik untuk wisatawan yang berkunjung ke Toba. Uniknya, air terjun ini langsung turun dan mengalir ke Danau Toba.

Berada di dinding tebing Danau Toba, wisatawan bisa merasakan sensasi segar air terjun dengan ketinggian mencapai belasan meter ini.

  • Harga tiket: Gratis
  • Lokasi: Desa Situmurun, Lumban, Jalu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara
  • Jam buka: 24 jam

7. Curug Cimahi

curugCurug Cimahi (Yudha Maulana/detikcom)

Curug Cimahi memiliki ketinggian mencapai 87 meter. Aliran air curug ini berasal dari sungai Cimahi yang juga mengaliri curug kainnya, seperti Curug Bugbrug.

Curug Cimahi dikenal juga sebagai Rainbow Waterfall. Ada cahaya vertikal yang memancar dari air terjun yang menarik dilihat saat malam hari. Sebuah lampu didesain sedemikian rupa hingga menghasilkan warna-warni pelangi.

  • Harga tiket: Rp 20.000
  • Lokasi: Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40551
  • Jam buka: 07.30-17.00 WIB

8. Curug Cilember

Curug CilemberCurug Cilember (Suyoto Achmadi/d’Traveler)

Curug Cilember berada di ketinggian sekitar 800-900 mdpl. Menurut laman Disbudpar Kabupaten Bogor, curug ini mempunyai tujuh air terjun di satu lokasi.

Air terjun di curug ini begitu jernih dengan udara yang sejuk. Ketinggian air terjunnya berbeda-beda, mulai dari 15 meter-50 meter. Curug kembar adalah yang tertinggi dengan ketinggian 50 meter.

Wisatawan domestik: Rp 25.000
Wisatawan mancanegara: Rp 75.000

  • Lokasi: Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung
  • Jam buka: 06.00-18.00 WIB

9. Curug Cikaso

Curug CikasoCurug Cikaso Foto: Taty Harlini/d’Traveler

Curug Cikaso memiliki 3 titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi. Untuk sampai ke Curug Cikaso, traveler bisa memilih berjalan kaki atau naik perahu.

Kalau memilih naik perahu, kamu akan melihat gradasi warna sungai utama dengan sungai Curug Cikaso dari warna coklat menjadi hijau kebiruan. Setelah sampai ke Curug Cikaso, traveler bisa main air dan berenang.

Meski begitu, ada kawasan yang dilarang berenang. Beberapa areanya memiliki kedalaman lebih dari 10 meter dengan arus sungai yang kuat.

Wisatawan dewasa: Rp 12.000
Wisatawan anak-anak: Rp 7.000
Harga tiket naik perahu (pulang-pergi): Rp 65.000/perahu

  • Lokasi: Desa Ciniti, Cibitung, Sukabumi, Jawa Barat
  • Jam buka: 06.00-17.00 WIB

10. Air Terjun Haratai

Air terjun di KalimantanAir terjun Haratai di Kalimantan (linardyphotography/d’Traveler)

Air terjun Haratai berlokasi di pulau Kalimantan. Sebab lokasinya berada di tengah Pegunungan Meratus, traveler harus berjalan menyusuri hutan atau menggunakan jasa ojek sampai ke air terjun.

Namun, setelah sampai di lokasi, rasa lelah akan terbayarkan dengan keindahan air terjun setinggi 20 meter yang mengalir deras. Kamu bisa menyewa rakit bambu dan pelampung untuk mengeksplorasi perairan di sekitar air terjun.

  • Harga tiket: Rp 10.000
  • Biaya naik ojek: Rp 100.000 (pulang pergi)
  • Lokasi: Haratai, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan
  • Jam buka: 24 jam

Itulah sejumlah air terjun populer di Indonesia. Beberapa informasi mengenai harga tiket dan jam operasional wisata air terjun diambil dari instagram wisata dan situs travel agent. Sebelum melakukan perjalanan, jangan lupa untuk update informasi terkait wisata yang akan dituju ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Eksotis juga Mistis Jalur Pendakian Gunung Catur Bali



Jakarta

Bali memiliki begitu banyak gunung yang bisa didaki oleh para traveler. Salah satu yang mengandung banyak misteri saat kabut turun yakni Gunung Catur.

Jalur pendakian Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Banjar Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, memiliki keunikan tersendiri. Jalur yang jarang dikunjungi pendaki itu menyuguhkan pemandangan yang eksotis dan mistis.

“Jalur itu untuk persembahyangan ke pura. Jadi, dijaga betul oleh warga,” kata Jero Bendesa Agung Pucak Mangu I Made Sujana kepada detikBali, Sabtu (19/10).


detikBali sempat mendaki ke Pura Pucak Mangu, beberapa waktu lalu. Jalur pendakian dimulai di areal parkir atas Pura Pucak Mangu. Sekitar pukul 07.10 Wita, detikBali mulai mendaki bersama dua pendaki lain.

Saat itu, suasana di sana masih cukup sepi. Selain detikBali, hanya empat orang yang mendaki ke Pura Pucak Mangu saat itu. Meski sepi, jalur pendakian masih terlihat jelas.

Jalan hutan yang tertata dan dilapisi lempengan batu, membuat jalur pendakian tidak terlalu sulit untuk ditelusuri. Hanya, penataan lempengan batu yang dibuat berundak-undak seperti tangga, terasa berat, apalagi bagi pendaki pemula.

Semakin masuk ke dalam, hutan yang lebat menyuguhkan pemandangan eksotis di sepanjang jalur. Kabut saat pagi hari dan rimbunan pohon di kiri dan kanan jalan menambah aura mistis bak film horor yang berlatar belakang tempat di hutan.

Beberapa pohon terlihat dililit kain putih dan kuning, dengan tumpukan canang di bawahnya. Di situ, tempat warga atau pendaki yang beragama Hindu berdoa memohon keselamatan sebelum tiba di Pura Pucak Mangu di ketinggian 2096 MDPL.

Tak hanya pepohonan, kabut, dan suara binatang yang terlihat dan terdengar di sepanjang jalur pendakian. Ada juga rambu atau papan tanda ketinggian meter di atas permukaan laut (mdpl) dan empat papan tanda pos yang terpampang di sepanjang jalur pendakian.

Jalur pendakian ke Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Badung, Bali, Senin (9/10/2024). (Aryo Mahendro/detikBali)Jalur pendakian ke Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Badung, Bali (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)

Sekitar dua jam mendaki, di ketinggian sekitar 1.700 MDPL, detikBali akhirnya sampai di Pura Pesiraman. Selain tempat sembahyang, pura itu juga jadi sumber mata air bagi warga atau pendaki yang kehausan.

“Itu Pura Pesiraman. Tempat sumber air ada di sana. Tapi, karena sekarang musim kemarau (airnya) habis,” kata Sujana.

Meski menyuguhkan pemandangan eksotis nan mistis, banyak papan tanda ketinggian mdpl yang terpasang di sepanjang jalur itu rusak. Mulai papan tanda 100 mdpl hingga 1.850 mdpl, terlihat rusak dan banyak coretan sehingga tak terbaca.

Sujana mengatakan wajar bila rambu tanpa ketinggian itu kondisinya rusak. Jalur pendakian itu memang ramai oleh warga yang mendaki ke Pura Pucak Mangu hanya saat perayaan keagamaan Hindu atau upacara adat lain.

“Karena sebenarnya, jalur itu disakralkan. Bukan untuk pendaki. Boleh mendaki, tapi harus ada izin pariwisatanya. Tapi memang baru sedikit (pengunjungnya),” kata Sujana.’

Meski tidak sepenuhnya tertutup untuk umum, warga atau wisatawan, masih diperbolehkan mendaki dan berkunjung ke Pura Pucak Mangu. Sujana mengingatkan warga atau wisatawan wajib lapor ke bendesa adat setempat sebelum melakukan pendakian.

“Karena kalau nggak izin, khawatir orangnya nggak selamat. Jadi, untuk keamanan bersama, pendaki harus izin. Nanti kami sediakan pemandu khusus supaya nggak tersesat,” jelasnya.

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Air Terjun Kedung Kayang, Lokasi, dan Harga Tiketnya


Jakarta

Air terjun Kedung Kayang merupakan salah satu wisata Magelang yang menarik untuk dikunjungi saat liburan. Aliran airnya berseling dengan bebatuan, suasannya rileks dan segar. Pemandangan yang disuguhkan begitu menakjubkan.

Kedung berarti air terjun dan kayang berarti langit, sehingga kedung kayang memiliki arti air terjun langit. Bisa jadi nama itu karena pemandangan yang disuguhkan membuat wisatawan seolah berada di atas awan.

Berikut informasi mengenai daya tarik, lokasi, dan harga tiketnya.


Daya Tarik Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun Kedung Kayang begitu sejuk dengan pepohonan rindang yang mengelilinginya. Aliran airnya pun cukup deras.

1. Dikelilingi Pepohonan Rindang

Air terjun Kedung Kayang memiliki pemandangan pepohonan yang rindang, sehingga menghasilkan udara yang sejuk.

Menurut laman BOB Kemenparekraf, udara dan air yang dingin menambah kesejukan di sekeliling air terjun.

2. Spot Foto

Kawasan air terjun Kedung Kayang memiliki spot menarik untuk menghasilkan foto estetik. Traveler bisa berfoto berlatar air terjunnya atau ketinggian pohon pinus. Selain itu, ada pula area yang menjulang setinggi 50 meter. Di sana, wisatawan dapat melihat panorama air terjun sekaligus gunung Merapi.

3. Air Terjun Setinggi 40 Meter

Air terjun Kedung Kayang adalah salah satu air tertinggi di Jawa Tengah. Lokasinya berada di ketinggian 1.200 mdpl dengan tinggi air terjun mencapai 40 meter. Aliran airnya cukup deras, namun masih aman jika wisatawan mandi di sekitar air terjun.

4. Goa di Belakang Air Terjun

Terdapat goa yang memiliki lebar 2 m dan tinggi 2,5 m di belakang air terjun. Jika mau menyusuri goa, maka kamu harus naik sekitar 1,5 meter.

Fasilitas Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun Kedung Kayang memiliki sejumlah fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan. Menurut laman Instagram Kedung Kayang Waterfall, berikut di antaranya:

  • Lahan parkir kendaraan
  • Pusat informasi wisata
  • Kamar mandi
  • Air bersih
  • Free Wifi
  • Gazebo
  • Warung wisata
  • Gardu pandang

Lokasi Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun Kedung Kayang berada di Desa Wonolelo kedung kayang, Nangrong, Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dari arah Yogyakarta, Magelang dan sekitarnya, traveler bisa mengambil arah mengikuti jalan utama menuju Ketep Pass melalui jalan Magelang Boyolali. Ikuti jalan hingga sampai di lokasi Air Terjun Kedung Kayang.

Sementara, dari arah Semarang, Salatiga, dan sekitarnya, ikuti jalan utama melalui jalan Kopeng-Salatiga hingga sampai di pertigaan Ketep Pass. Belok kiri menuju jalan Magelang-Boyolali, sekitar 3 km hingga sampai ke lokasi air terjun Kedung Kayang.

Kendaraan yang dibawa bisa diparkir di dekat rumah warga. Perjalanan dari ladang penduduk akan menghabiskan waktu sekitar 20 menit dengan menyusuri sungai.

Harga Tiket dan Jam Operasional Air Terjun Kedung Kayang

Harga tiket masuk air terjun Kedung Kayang hingga parkir kendaraan yaitu:

  • Tiket masuk: Rp 4.000
  • Asuransi: Rp 500
  • Parkir mobil: Rp 4.000
  • Parkir motor: Rp 2.000
  • Parkir bus: Rp 10.000

Adapun jam operasional air terjun Kedung Kayang mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Untuk sunrise view pukul 05.00, wisatawan dipersilahkan masuk terlebih dahulu. Pelayanan retribusi nantinya dilakukan saat jam operasional.

Itulah informasi mengenai air terjun Kedung Kayang di Magelang. Sebelum datang ke lokasi, pastikan kamu sudah mencari informasi terbaru terkait harga tiket hingga jam operasionalnya.

(elk/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jalan-jalan ke The Great Asia Africa, Ini Daya Tarik, Lokasi, dan Harga Tiketnya


Jakarta

The Great Asia Africa merupakan salah satu wisata yang berlokasi di Lembang, Bandung. Konsep wisatanya menggabungkan wisata alam dan edukasi yang cocok dikunjungi bersama keluarga.

Wisatawan dapat menikmati keindahan alam Lembang sambil spot-spot foto instagramable di alam terbuka. Tak heran jika The Great Asia Africa menjadi wisata yang cukup populer di Lembang.

Daya Tarik The Great Asia Africa

The Great Asia Africa mempunyai miniatur beberapa negara yang seru untuk dijelajahi. Ada juga animal park di mana wisatawan bisa berinteraksi dengan hewan lucu.


1. Miniatur Negara

The Great Asia Africa menyuguhkan kawasan miniatur berbagai negara. Selain berfoto-foto, wisatawan bisa mempelajari kebudayaan dari masing-masing negara.

Pada area Korea terdapat desa tradisional dan tempat pengolahan kimchi, kemudian di kawasan Jepang, traveler akan merasakan sensasi berada di Kyoto. Semetara itu, di India, wisatawan bisa melihat miniatur Jaipur, kota terbesar di Rajasthan. Ada pula kawasan Afrika di mana ada area berumput dan berlatar belakang tebing.

2. Animal Park

The Great Asia Africa memiliki kawasan mini zoo atau animal park. Di sini, wisatawan bisa berinteraksi dengan hewan-hewan yang jinak seperti kambing dan kelinci.

3. Sky Ride

Wahana Sky Ride berbentuk bulat seperti roda. Wisatawan hanya perlu menggowes wahana ini masju pada jalurnya yang berada sekitar 6 meter dari permukaan tanah.

Menurut liputan dari detikJabar, dengan menaiki wahana ini, wisatawan bisa berkeliling area negara India, Jepang, dan Korea dari atas. Panjang lintasanya kurang lebih mencapai 250 meter.

4. Gondola

Selain berjalan kaki dan naik skyride, wisatawan juga bisa naik Gondola. Dari ketinggian, pemandangan indah The Great Asia Africa bisa dilihat dari atas.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional The Great Asia Africa

Harga tiket masuk The Great Asia Africa adalah Rp 50.000. Tarif tersebut sudah termasuk voucher minuman. Mengutip laman instagram The Great Asia Afrika, jam operasionalnya mulai pukul 09.00-18.00 WIB.

Lokasi The Great Asia Africa

Lokasi The Great Asia Afrika berada di Jalan Raya Lembang – Bandung No.71, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391.

Mengutip salah satu laman agen travel, terdapat dua pilihan rute menuju The Great Asia Africa, yaitu melalui jalan Ir. H. Juanda dan melalui Jl Dr Setiabudi. Keduanya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam. Akses ni mudah dilalui oleh mobil pribadi atau transportasi umum.

Itulah informasi mengenai The Great Asia Africa Lembang. Sebelum datang ke The Great Asia Africa, update dulu jam operasional dan harga tiket masuknya ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Mitos yang Menyelimuti Jalan Karanggetas, Sentra Pedagang Emas di Cirebon



Cirebon

Jalan Karanggetas dikenal sebagai sentra perdagangan emas di Cirebon. Kawasan ini tenyata diselimuti mitos tersendiri. Bagaimana ceritanya?

Di Kota Cirebon, terdapat sebuah jalan yang penuh dengan cerita dan kepercayaan turun-temurun. Jalan Karanggetas diambil dari dua kata, ‘karang’ yang berarti hutan dan ‘getas’ berarti tumpul atau patah.

Sejak dahulu, jalan ini menjadi penghubung antara Keraton Cirebon dan makam Sunan Gunung Jati. Namun, yang membuatnya istimewa bukan hanya sejarahnya, melainkan mitos yang masih diyakini oleh sebagian masyarakat hingga kini.


Jalan Karanggetas memang memiliki mitosnya tersendiri. Konon, barang siapa yang memiliki kesaktian dan berniat jahat lalu lewat jalan Karanggetas maka kesaktiannya akan mendadak hilang.

Hingga hari ini, mitos tersebut masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Cirebon. Bahkan karena mitos tersebut, banyak orang yang mencoba membuka usaha di Jalan Karanggetas karena dianggap tempat aman dari orang yang memiliki niat buruk.

Salah satu usaha yang paling banyak ditemui di Jalan Karanggetas adalah pedagang emas. Salah satu pedagang yang membuka lapak jual beli emas di Jalan Karanggetas adalah Maerah, yang kini berusia 50 tahun.

Sudah puluhan tahun Maerah membuka lapak jual beli emas di depan emperan toko Jalan Karanggetas.

“Saya sudah jualan ada dua puluh tahun jualan emas di sini, dari tahun 2004 sudah buka usaha jual beli emas,” tutur Maerah, belum lama ini.

Bagi, Maerah dipilihnya Jalan Karanggetas sebagai tempat ia melapak bukan tanpa alasan. Selain karena dianggap aman untuk berjualan, menurut Maerah, Jalan Karanggetas juga sudah dikenal sebagai tempat untuk berjualan emas.

“Orang sewilayah tiga Cirebon, memang sudah banyak yang tahu tentang penjual emas di sini memang banyak, baik penjual maupun pembelinya juga kebanyakan orang bener,” tutur Maerah.

Disinggung mengenai mitos tentang Jalan Karanggetas. Maerah sendiri mempercayai mitos tersebut. Tetapi, Maerah mengembalikan kepercayaan mitos tersebut ke setiap orang masing-masing.

“Kalau saya yang orang Cirebon percaya, cuman balik lagi ke setiap orang masing-masing, mau percaya atau tidak. Tapi cerita tentang mitos Jalan Karanggetas memang ada,” tutur Maerah.

Maerah menceritakan, sebelum memberanikan diri membuka lapak jual beli emas, Maerah mempelajari terlebih dahulu tentang seluk beluk dunia emas selama satu tahun penuh. “Belajar dahulu lama sekitar setahun sama temen, ikut dulu sama temen sampai paham terus teliti, kalau emas tuh nggak bisa sembarangan jual-jual saja,” tutur Maerah.

Asal-usul Mitos Jalan Karanggetas

Menurut pegiat sejarah Cirebon, Putra Lingga Pamungkas, mitos Jalan Karanggetas berasal dari kisah Syekh Magelung Sakti, tokoh yang memiliki kesaktian yang tinggi dan rambut yang panjang. Konon, saking saktinya, rambut panjang Syekh Magelung Sakti sampai tidak bisa dipotong.

Hingga suatu hari, Syekh Magelung Sakti membuka sayembara berisi barangsiapa yang berani menandingi kesaktian nya, maka akan ia angkat sebagai gurunya. Tantangan tersebut didengar oleh Sunan Gunung Jati yang kala sedang menyebarkan agama Islam di Cirebon.

Akhirnya, bertemulah Sunan Gunung Jati dan Syekh Magelung Sakti di Jalan yang sekarang bernama Jalan Karanggetas. Di jalan tersebut, oleh Sunan Gunung Jati, rambut Syekh Magelung Sakti dipotong hanya dengan menggunakan dua jari. Oleh Sunan Gunung Jati, rambut tersebut dimakamkan di Karanggetas.

Menurut Lingga, pesan moral yang dapat diambil dari mitos Jalan Karanggetas adalah jangan menjadi orang yang sombong, angkuh dan memiliki niat yang buruk. Karena mitos tersebut berasal dari tokoh antagonis.

“Kisah ini berawal dari tokoh antagonis bernama Syekh Magelung Sakti, tokoh sakti yang angkuh dan sombong ketika itu. Namun, kedigdayaannya berhasil dikalahkan oleh Sunan Gunung Jati,” tutur Lingga.

Banyaknya toko emas di Jalan Karanggetas, menurut Lingga, tidak lepas dari konteks mitos Jalan Karanggetas itu sendiri.

“Kenapa banyak toko emas, karena konteksnya pengusaha yang berjualan di situ berpikir tidak ada penjahat. Ketika ada penjahat yang ingin berbuat jahat maka kejahatannya akan runtuh,” pungkas Lingga.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik


Jakarta

Taman Fathan Hambalang adalah salah satu destinasi wisata yang terletak di Bogor, Jawa Barat. Tempat itu memiliki keindahan alam dengan pemandangan hijau ala pegunungan.

Kawasan itu memiliki berbagai fasilitas yang boleh dibilang cukup lengkap. Di antanya, area parkir, kafe, musala, toilet, tempat bersantai, hingga spot foto menarik.

Rute Taman Fathan Hambalang

Dilansir laman Eksplorasi Kab Bogor (Ekabo) milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Taman Fathan Hambalang berada di wilayah Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Untuk menuju ke sana, traveler bisa menggunakan Kantor Desa Hambalang sebagai patokan.

Dikutip dari salah satu situs agen travel, medan jalan menuju Taman Fathan Hambalang masih cukup banyak tanah yang berbatu (terutama saat jarak 200 meter arah sana).

Kendaraan umum jarang yang lewat menuju titik lokasi. Oleh karena itu, traveler disarankan naik kendaraan pribadi.

Bagi traveler yang menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya menyiapkan peta untuk menavigasi perjalanan.

Jam Buka Taman Fathan Hambalang 2024

Mengutip akun Instagram @tamanfathan_hambalang, Taman Fathan Hambalang buka setiap hari dengan jam operasional berikut:

  • Senin – Jumat: 11.00 – 21.00 WIB.
  • Sabtu & Minggu: 09.00 – 21.00 WIB.
  • Kamis: 11.00 – 19.00 WIB.

Harga Tiket Masuk Taman Fathan Hambalang 2024

Tiket masuk ke Taman Fathan Hambalang adalah Rp 5.000 per orang. Untuk biaya parkirnya, pengunjung perlu membayar Rp 5.000 ribu untuk motor dan Rp 10.000 untuk motor.

Daya Tarik Taman Fathan Hambalang

1. Pemandangan Indah Pegunungan

Taman Fathan HambalangPemandangan di Taman Fathan Hambalang. (Luthfi Hafidz/detikcom)

Letaknya di daerah Bogor, Taman Fathan Hambalang menawarkan latar belakang pemandangan Gunung Pangrango. Cafenya pun letaknya menghadap ke Gunung Pangrango. Ketika sore hari, pemandangan akan semakin indah dengan suasana sejuk.

2. Kulineran

Selain menyajikan pemandangan indah, taman ini pengunjung bisa makan dan minum di resto/kafe di dalamnya. Menu makanannya pun beragam, mulai dari nasi ayam, mie, hingga pisang goreng. Harga menunya mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000.

3. Banyak Tempat Duduk

Taman Fathan Hambalang
Taman Fathan Hambalang (Luthfi Hafidz/detikcom)

Di sana, pengunjung bisa dengan mudah menemukan cara untuk duduk. Baik itu untuk nongkrong ataupun sekedar makan sambil menikmati pemandangan.

4 Beragam Spot Foto Instagramable

Taman Fathan HambalangMenikmati Taman Fathan Hambalang. (Luthfi Hafidz/detikcom)

Tempat wisata ini menawarkan beragam spot foto Instagramable yang siap memikat para pengunjung dan para pecinta fotografi. Mulai dari pemandangan pegunungan, kelap kelip lampu di malam hari, hingga kursi santai yang ada di seluruh taman.

(khq/fem)



Sumber : travel.detik.com

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7603666/panduan-ke-hutan-kota-srengseng-sejarah-jam-buka-hingga-fasilitasnya?single=1

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7603666/panduan-ke-hutan-kota-srengseng-sejarah-jam-buka-hingga-fasilitasnya?single=1



Sumber : travel.detik.com