Category Archives: Tokocrypto

Video: Penting Perempuan Mandiri Finansial dan Lebih Dekat Aset Digital

Perempuan mandiri finansial masih menjadi hal yang asing di dunia keuangan, seperti investasi. Umumnya dunia tersebut sering dikaitkan hanya dimiliki dan dikuasai oleh kaum laki-laki saja. Namun, perempuan juga punya kemampuan untuk melakukan pengelolaan keuangan yang baik.

Berangkat dari menciptakan kemerdekaan finansial bagi kaum perempuan, khususnya dibidang investasi aset digital, seperti kripto dan NFT, Tokocrypto membuat program “Women and Financial Wellness.”

Di edisi ke-9 ini, Women and Financial Wellness mengajak, Anindita S. Jati (Head of PR Tokocrypto) dan Dirgahayu Maha Restu (Community Engagement Tokocrypto) bersama pembawa acara Ayu Bianti P (Community Engagement Tokocrypto).

Baca juga: Webinar PPKM: Pelajari Potensi cuan Kripto dengan Maksimal

Mereka bertiga membahas bagaimana penting perempuan bisa mandiri secara finansial dan lebih dekat dengan aset digital. Arti mandiri secara finansial ini bisa dimaknai ketika seorang perempuan sudah bisa melakukan keputusan keuangannya sendiri.

Secara lebih spesifik lagi, perempuan yang mandiri secara finansial juga sudah mampu menentukan rencana keuangan jangka panjang, tanpa harus bergantung kepada orang lain.

Untuk lebih lengkap mengenai pembahasan Women and Financial Wellnes bisa simak video di bawah ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Bitcoin diramalkan tidak akan pernah mencapai all-time high (ATH) yang sukses diraih pada November 2021 lalu, yakni dilevel US$ 69.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan The Merge Ethereum, kok bisa?

Dikutip dari CoinDesk, seorang peneliti aset kripto independen, Kyle McDonald, memperkirakan bahwa The Merge, yaitu peralihan Ethereum yang segera terjadi dari blockchain Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan menjadi momen yang mengubah permainan untuk industri kripto.

Perkiraan dari Ethereum Foundation, sebelumnya telah menyarankan bahwa PoS akan menggunakan 99,95% lebih sedikit energi dan jika teknologi ini berfungsi sebaik yang dijanjikan, McDonald berpikir investor dan regulator akan menyadari bahwa PoW tidak pernah diperlukan.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

Desak Investor Jual Bitcoin

Selama wawancara dengan CoinDesk, McDonald mendesak investor untuk menjual Bitcoin sekarang, atau akan terjebak dengan sistem PoW tanpa batas waktu.

“Ketika Anda berpindah dari sistem yang menghasilkan sebanyak mungkin angka acak secepat mungkin dengan 10 juta (unit pemrosesan grafis) di seluruh dunia, ke sistem yang berjalan pada beberapa ribu komputer yang energinya cukup rendah, itu akan membuat perbedaan besar,” katanya.

McDonald memang mengakui bahwa The Merge dapat memiliki konsekuensi bagi kolektor NFT, terutama jika penambang berhasil dalam upaya mereka untuk membuat hard fork Ethereum yang terus menggunakan PoW.

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

The Merge Buat NFT Terdilusi?

Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya duplikat NFT yang berarti bahwa, misalnya, Bored Ape dapat ada di dua jaringan blockchain. Dalam skenario seperti itu, McDonald memperingatkan bahwa nilai koleksi NFT blue-chip bisa berakhir terdilusi.

Seperti yang dilaporkan oleh CoinMarketCap, OpenSea telah mengumumkan bahwa mereka mendukung The Merge, dan hanya akan mengenali NFT yang didasarkan pada rantai Proof-of-Stake baru Ethereum. NFT marketplace terbesar di dunia mengatakan sedang mempersiapkan transisi yang mulus.

“Meskipun kami tidak mengantisipasi masalah besar, kami juga mengakui ini adalah yang pertama! Jadi kami berkomitmen untuk memantau, mengelola, dan berkomunikasi secara menyeluruh.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin pada Rabu (7/9) pagi tampak tak berdaya di zona merah. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan volume transaksi yang terpantau belum terlalu besar.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun 5,54% ke US$ 18.807 per keping dan turun 7,27% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) yang sempat naik karena isu The Merge juga tak berdaya, turun 8,64% ke US$ 1.518 di waktu yang sama dan anjlok 4,23% sepekan terakhir. Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot alami penurunan harga yang cukup tinggi lebih dari 7% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang terjadi koreksi tiba-tiba dan sedikit brutal. Dari data CoinMarketCap, menunjukkan harga Bitcoin jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Polygon: The Merge Ethereum akan Hapus 99,1% Polusi Karbon

“Kemudian, pergerakan Bitcoin untuk mencegah penurunan lebih lanjut ke bawah US$ 19.000 gagal dilakukan. Harga BTC yang gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. Sehingga, investor yang membaca situasi tersebut, memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi,” kata Afid.

Penurunan harga Bitcoin juga meruntuhkan momen bullish Ethereum yang sempat reli kencang pada sehari sebelumnya, Selasa (6/9). Padahal, ETH yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan saat The Merge mendekat, bisa mengambil keuntungan untuk terus reli, terlebih upgrade Bellatrix juga sukses dilaksanakan.

Tekanan Situasi Makroekonomi

Selain dari sisi teknikal, sentimen makroekonomi juga membuat harga Bitcoin dan kripto lainnya berguguran. Pasar saham global juga mengalami kerugian dengan latar belakang penguatan indeks dolar AS (AS) dan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

“Kebijakan The Fed melawan inflasi mungkin tidak akan selesai sampai investor kehilangan nilai dari Bitcoin. Jelas The Fed ingin melihat kondisi keuangan yang lebih ketat, termasuk harga saham yang lebih rendah. Berarti kripto juga, karena sangat berkorelasi dengan ekuitas. Itu kemungkinan berita yang tidak diinginkan bagi investor kripto, yang telah menderita kerugian besar,” jelas Afid.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, ada kemungkinan jika BTC tidak dapat bertahan di atas angka US$ 18.000, kemungkinan harga dapat turun di US$ 17.000. Sementara resistensi overhead untuk BTC berada di level US$ 21.100.

Indikator teknikal juga menunjukkan peningkatan momentum bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di bawah setengah garis yang berarti penjual lebih banyak daripada pembeli di pasar. Hasil dari pembacaan ini merupakan indikasi bahwa penjual mendorong momentum harga di pasar.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ketua MPR: Bursa Kripto Bantu Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

Kehadiran bursa kripto atau bursa berjangka sudah dinantikan oleh investor dan pelaku usaha di industri kripto. Kabarnya akhir tahun ini bursa kripto akan resmi diluncurkan di Indonesia.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa pembentukan bursa kripto dapat ikut menumbuhkan perekonomian di Indonesia. Ia menyebutkan penting bagi Indonesia menghadirkan bursa kripto, sehingga bisa menarik para investor muda maupun investor luar negeri melakukan transaksi kripto di dalam negeri. Sekaligus memaksimalkan potensi yang bisa didapatkan negara dari sektor perpajakan.

Kementerian Perdagangan melaporkan transaksi kripto di Indonesia sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 859 triliun dengan jumlah investor mencapai 11,2 juta (7,5 juta diantaranya berasal dari kalangan milenial) dan nilai transaksi harian Rp 2,7 triliun.

“Tantangan kemajuan teknologi ke depan, di dunia termasuk di Indonesia sedang menghadapi masalah yang sama yaitu era digital, begitu juga nanti perdagangan transaksi menggunakan cryptocurrency. Jadi dengan sumber daya yang luar biasa saat ini tumbuh 270 juta lebih dan ekonomi menjadi tumbuh terus,” kata Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo dikutip Antara pada Rabu (7/9).

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.

Baca juga: Ketua MPR Resmikan Kantor Penambangan Kripto Terbesar di Indonesia

Indonesia Negara Pasar Kripto Terbesar

Menurut bamsoet, Indonesia saat ini masuk negara pasar kripto terbesar di dunia dan hal itu menjadi peluang untuk ikut sebagai pemain utama dalam pasar kripto tersebut.

“Jadi kita tidak bisa membiarkan, kita menyambut baik adanya digital mining atau tambang digital ini. Harus berusaha untuk menjadi pemain terbesar, tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia,” katanya.

Ketua MPR RI menambahkan, di era ekonomi digital ini, semua kegiatan transaksi baik perdagangan dan yang lainnya akan didorong ke penggunaan atau adopsi aset kripto. Sehingga, hal itu pun dapat membantu menumbuhkan ekonomi di Indonesia secara maksimal.

Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, memperkirakan kehadiran bursa kripto pada akhir tahun 2022. Ia menjelaskan penundaan peluncuran bursa kripto tidak berkaitan dengan masalah yang signifikan. Semua prosedur sudah dijalani dengan baik, namun peluncuran bursa kripto memerlukan banyak persiapan.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.

Baca juga: Wamendag Sebut Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

“Kami akan memastikan bahwa setiap persyaratan, prosedur, dan langkah-langkah yang diperlukan telah diambil,” kata Jerry saat menghadiri NXC International Summit 2022 di Bali, Rabu (31/08).

“Ini bukti bahwa kita berhati-hati. Kami tidak ingin terburu-buru karena dapat menyebabkan kami melewatkan sesuatu. Mendirikan sebuah bursa membutuhkan banyak persiapan. Kita perlu melihat entitas mana yang harus masuk bursa. Kedua, kita perlu memvalidasi entitas tersebut. Ketiga, ada model minimal dan persyaratan lain, terkait kustodian penyimpanan, hal-hal teknis.”

Secara terpisah, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan bursa dapat menjadi katalis bagi seluruh ekositem kripto di Indonesia yang mengarah ke lebih banyak pelaku usaha, lebih banyak komunitas dan minat dari investor internasional.

“Industri akan tumbuh, kami akan mulai melihat lebih banyak proyek lokal,” kata Kai di Bali.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Terra Luna Classic Ungguli Bitcoin Selama 30 Hari Terakhir

Terra Luna Classic kini jadi salah satu altcoin yang mencuri perhatian dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya Terra Classic (LUNC) menikmati sedikit kebangkitan dalam seminggu terakhir, karena nilainya mengalami kenaikan yang signifikan.

Dikutip dari Be[in]crypto, nilai LUNC meningkat setelah pengenalan burn tax 1,2% pada semua pertukaran. Token diperdagangkan capai US$ 0,00031131 selama seminggu, bahkan pada saat berita ini ditulis nilainya sudah tinggi US$ 0,0004052 atau naik lebih dari 57% dalam 24 jam terakhir.

Terlepas dari ini, LUNC adalah salah satu aset kripto berkinerja terbaik di bear market saat ini. Token mampu bangkit sejak ledakan historisnya pada bulan Mei lalu, di mana aset telah meningkat lebih dari 25.000% selama empat bulan terakhir.

Dalam 30 hari terakhir saja, LUNC naik 160,5% dan hampir 200% dalam 14 hari terakhir.

Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

LUNC Mampu Kalahkan Bitcoin

Untuk konteks perbandingan dengan kripto lain, Bitcoin telah kehilangan lebih dari 13% nilainya selama 30 hari terakhir, sementara Ethereum telah kehilangan sekitar 4%, meskipun antusiasme seputar The Merge mulai merangkak naik.

Salah satu faktor penyebab naiknya harga LUNC adalah komunitas Terra ingin menghidupkan kembali ekosistem. Token LUNA asli melihat turunya volume perdagangan mencapai US$ 7 triliun setelah runtuhnya ekosistem Terra.

Inflasi token akhirnya menyebabkan jatuhnya nilainya dari lebih dari US$ 80 menjadi kurang dari satu sen. Sejak itu, para pengembang telah menyerahkan tata kelola blockchain kepada komunitas, yang sekarang ingin menebus aset kripto teratas kembali.

Faktor Harga LUNC Kembali Meroket

Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan harga LUNC kembali melonjak. Sebelum mekanisme burn baru 1,2%, tingkat ‘pembakaran’ yang ada telah menyebabkan penghapusan lebih dari 3 miliar token dari peredaran.

Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

Baca juga: Wamendag Sebut Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

Mekanisme staking di Terra telah membantu rebound harga untuk token. Staking ratio tadinya 2,6% dari total pasokan pada 27 Agustus lalu. Namun, kini sudah mencapai 7,5%.

Imbalan taruhan APY 37% adalah faktor utama yang menarik lebih banyak investor. Tetapi, pengembalian yang tinggi ini memiliki kemiripan dengan hasil yang tidak berkelanjutan yang menyebabkan runtuhnya ekosistem asli.

Namun demikian, banyak yang antusias dengan mekanisme token burn baru, yang akan ditayangkan pada 12 September mendatang. Ini akan berlaku untuk swap on-chain dan pertukaran, seperti Binance dan KuCoin.

Setelah mekanisme token burn dimulai, hal itu dapat mengakibatkan hampir separuh pasokan terbakar dalam beberapa bulan, tergantung pada volume perdagangan. Namun, ada banyak variabel yang akan mempengaruhi seberapa efektif mekanisme pembakaran.

Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang tinggi. Harap lakukan perdagangan dengan hati-hati dan cermat. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas kerugian perdagangan yang dilakukan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bill Murray Kehilangan Kripto Rp 2,7 M Buat Amal dari Hasil Lelang NFT

Aktor Bill Murray harus menerima kenyataan pahit setelah sejumlah aset kripto miliknya dicuri oleh hacker. Padahal aset kripto tersebut akan digunakan untuk amal untuk keluarga veteran militer dan tenaga medis yang kurang mampu.

Dilaporkan Fortune, Bill Murray kehilangan aset kriptonya setelah beberapa jam penutupan lelang NFT yang mengumpulkan 119,2 ETH, sekitar US$185.000 atau Rp 2,7 miliar. Apesnya, dana kripto tersebut langsung dicuri oleh hacker sebelum disalurkan.

Peretas mulai menguras wallet kripto pribadi Murray sekitar pukul 19:00 ET pada hari Kamis (1/9), menurut data on-chain dari Etherscan dan detail dari tim Murray. Oknum yang tidak dikenal juga berusaha mengambil NFT dari koleksi pribadi aktor tersebut.

Ilustrasi peretasan kripto dan NFT. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi peretasan kripto dan NFT. Foto: Shutterstock.

Baca juga: TokoMall dan Grid Network Rilis Koleksi Gajah Monster NFT di Otobursa Tumplek Blek 2022

Hacker Coba Curi NFT Koleksi Bill Murray

Hacker yang kemungkinan sudah memiliki kemampuan yang tinggi itu seperti menunjukkan bagaimana selebritas terkenal dapat menjadi korban peretas dan pencurian kripto. Namun, dalam kasus Bill Murray, aktor tersebut mendapat keuntungan dari tim keamanan platform wallet yang melindunginya dari insiden terburuk.

Tim keamanan wallet Murray dari konsultan NFT, Project Venkman, turun tangan untuk melindungi NFT sang aktor dengan memindahkan ketempat yang aman. Koleksi yang hampir dicuri itu, termasuk NFT Damien Hirst, dua NFT CryptoPunks, NFT Pudgy Penguin, NFT Cool Cat, dan beberapa NFT Flower Girls.

Hacker juga mencoba mencuri 800 NFT dari koleksi Bill Murray yang tersimpan di wallet, meskipun Project Venkman mengatakan upaya itu gagal dengan memindahkan NFT tersebut ke safehouse juga. Mereka mengatakan mereka menjalankan kode script untuk secara otomatis memindahkan NFT ke tempat yang aman.

Bill Murray kehilangan kripto Rp 2,7 M buat amal dari hasil lelang NFT. Foto: Blockworks.
Bill Murray kehilangan kripto Rp 2,7 M buat amal dari hasil lelang NFT. Foto: Blockworks.

Baca juga: 10 NFT Sepak Bola Termahal, Ada Cristiano Ronaldo?

Hacker Sulit Diidentifikasi

Seorang perwakilan Murray mengkonfirmasi bahwa hacker yang mencuri 119,2 ETH melakukan transfer ke alamat wallet yang terkait dengan exchange kripto, Binance dan Unionchain.ai.

Meskipun ETH tersebut dinyatakan hilang, pemenang kedua dalam pelelangan yang meurpakan pengguna Coinbase, Mishap72, telah mengirim 120 ETH (sekitar US$ 187.500) ke Chive Charities untuk menggantikan kerugian yang hilang.

Tim Murray mengatakan telah mengajukan laporan polisi dan bekerja dengan perusahaan analitik kripto, Chainalysis untuk membawa penyerang ke pengadilan. Sejauh ini Chainalysis belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai insiden ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ini Alasan Elon Musk Tak Tertarik dengan Metaverse

Topik metaverse dan Web3 semakin banyak mencuri perhatian masyarakat. Namun di sisi lain, ada sosok tokoh dunia yang belum tertarik membahas kedua topik itu, dialah Elon Musk.

Dikutip Futurism, Musk sempat menyebutkan metaverse dan Web3 sebagai gimmick dan salah satu trik marketing. Ia tentu saja tidak terdorong oleh gagasan metaverse, walau sudah banyak perusahaan, bahkan negara yang mengembangkannya.

“Saya tidak melihat seseorang memasang layar ke wajah mereka sepanjang hari,” kata CEO Tesla dan SpaceX dalam sebuah wawancara dengan The Babylon Bee.

“Tentu saja kamu bisa memasang TV di hidungmu,” tambahnya dengan nada mengejek. “Aku tidak yakin itu membuatmu ‘di metaverse.’”

Ilustrasi metaverse.
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: TokoMall Dukung NFT Bira, Bangun Ekosistem Web3 Perspektif Baru

Pilih Kembangkan Chip Masuk ke Otak Manusia

Dibandingkan dengan mengembangkan metaverse, Musk malah memilih mengembangkan chip yang bisa ditanamkan ke otak manusia yang diklaim akan memudahkan kehidupan mereka. Teknologi itu sedang dikembangkan oleh Neuralink merupakan perusahaan yang dimiliki Elon Musk.

Menurut Musk, dengan menanamkan chip di otak akan lebih berguna dibandingkan metaverse dengan konsep memakai perangkat keras, seperti virtual reality (VR) atau kacamata pintar untuk beralih ke dunia virtual. Ia bahkan menambahkan bahwa headset VR cenderung memicu mabuk perjalanan saat bermain video game.

“Dalam jangka panjang, Neuralink yang canggih dapat menempatkan Anda sepenuhnya ke dalam realitas virtual. Saya pikir kita masih jauh dari metaverse, ini terdengar seperti kata-kata kunci,” ujar Musk.

Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

Baca juga: Proyek Kripto Metaverse yang Bisa Dilirik di Tahun 2022

Musk berujar bahwa orang tidak akan suka bergerak dengan headset VR sepanjang waktu yang menurutnya akan membosankan. Dia juga mengungkap ada saran untuk tidak boleh duduk terlalu dekat dengan televisi, yang konsepnya sama seperti VR saat ini.

Neuralink sempat menargetkan untuk mulai menanamkan microchip pada manusia awal tahun ini. Namun, kemudian melewati target dan hanya mengklaim, chip itu bekerja dengan baik pada monyet.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Maksimalkan Pertumbuhan di Tengah Tantangan Industri Kripto

Awal tahun 2023 telah menjadi periode yang menantang bagi industri aset kripto. Meskipun demikian, Tokocrypto, sebagai platform perdagangan aset kripto terbesar di Indonesia, terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil dalam menghadapi dinamika tersebut. Baik dari segi jumlah pengguna maupun volume transaksi, Tokocrypto berhasil mempertahankan tren positifnya, membuktikan potensi dunia kripto yang dapat dirasakan masyarakat secara inklusif.

VP Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani menjelaskan Tokocrypto telah berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang aset kripto melalui kampanye pendidikan dan literasi finansial. Upaya ini membantu memperluas basis pengguna aset kripto dan meningkatkan volume transaksi di platform.

“Dengan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil di tengah-tengah tantangan industri aset kripto, Tokocrypto memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem kripto Indonesia. Keberhasilan mereka memberikan harapan bagi industri ini, menunjukkan bahwa dengan inovasi, dan edukasi, tantangan dapat diatasi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan dapat dicapai dalam industri yang penuh potensi ini,” kata Rieka.

Ilustrasi Tokocrypto terus tumbuh di industri kripto
Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Riset: Aset Kripto adalah Investasi Paling Umum Bagi Gen Z

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah pengguna terdaftar di Tokocrypto mencapai lebih dari 3 juta investor. Pengguna Tokocrypto memiliki distribusi usia yang beragam, dengan mayoritas pengguna berusia antara 18-30 tahun (56,7%), diikuti oleh usia 31-45 tahun (33,9%), dan 46-ke atas tahun (9,4%).

Transaksi Tokocrypto dalam lima bulan terakhir ini juga menunjukkan tren positif. Seiring dengan pasar kripto yang mulai tumbuh kembali, Tokocrypto mencatatkan pertumbuhan dengan rata-rata daily trading volume mencapai lebih dari kurang lebih US$15.000 per hari. Tokocrypto terus meningkatkan kinerjanya. Pada tahun 2022, volume perdagangan menurut catatan kami mencapai kurang lebih $9,5 miliar, sementara di tahun 2021, mencapai US$17 miliar.

“Tokocrypto tetap stabil dalam dinamika industri aset kripto global. Operasional dan transaksi kami masih berjalan normal, dan kami melihat tren kenaikan yang menunjukkan kepercayaan pelanggan kami yang tetap kuat terhadap Tokocrypto,” ujar Rieka.

Kembangkan Fitur Baru

Untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna, Tokocrypto terus melakukan inovasi dan memperkenalkan fitur-fitur terbaru. Fitur-fitur ini antara lain: Profit and Loss, Easy Buy/Sell, New Live Chat, dan Price Alert. 

  • Profit and Loss, yang dapat melihat laporan total keuntungan dan kerugian dalam periode tertentu. Dengan begitu, pengguna bisa melakukan analisis dan mendapatkan strategi trading yang lebih baik.
  • Easy Buy/Sell, ini menawarkan cara yang lebih jelas dan mudah bagi pengguna untuk membeli dan menjual aset kripto. Dengan antarmuka perdagangan dan Wallet yang disederhanakan dan lebih fresh, tidak perlu lagi menelusuri fungsi produk yang rumit untuk memulai.
  • New Live Chat, ini membuat Customer Support Tokocrypto bisa terhubung dengan pengguna secara real-time. Dengan bantuan artificial intelligence (AI) akan menjadi lebih intuitif, cepat, akurat, dan sangat membantu pengguna.
  • Price Alert, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah ditentukan. Dengan begitu, tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai.

“Riset internal kami menunjukkan bahwa para pengguna membutuhkan fitur komprehensif dan informatif agar mereka dapat bertransaksi dalam waktu sangat singkat untuk memaksimalkan keuntungan dari trading. Pada akhirnya berbagai fitur yang kami hadirkan akan mendorong pengguna untuk mitigasi potensi risiko dan keuntungan lebih baik, yang mendorong performa trading mencapai tujuan investasi,” ucap Rieka.

Ilustrasi Tokocrypto terus tumbuh di industri kripto. Foto: Tokocrypto.
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Rilis Proof of Reserves Kuatkan Komitmen Transparansi

Komitmen Transparan dan Keamanan

Menurut Rieka, komitmen terhadap keamanan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama Tokocrypto. Platform ini secara rutin melakukan audit ISO 27017 dan 27001, serta telah menerima penghargaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atas partisipasinya dalam pengukuran Financial Integrity Rolling on Money Laundering and Terrorism Financing (FIR on ML/TF) Tahun 2022. 

Tokocrypto juga merilis Proof of Reserves (PoR) untuk membuktikan dan memverifikasi bahwa perusahaan memiliki dana yang mencukupi untuk menutupi semua aset pengguna secara secara utuh (1:1), serta menjaga dana tersebut dengan aman. Secara akumulatif, per 1 Mei 2023 total ekuitas yang dimiliki Tokocrypto adalah US$171,37 juta atau setara Rp2,541 triliun.

Untuk masa depan, Tokocrypto berkomitmen untuk terus mengoptimalkan strategi bisnisnya, dengan fokus pada crypto exchange sebagai fundamental perusahaan dan meningkatkan inovasi produk, pelayanan, dan keamanan nasabah.

“Tentunya, kami optimis dengan perkembangan investasi aset kripto di Indonesia,” ungkap Rieka. “Kami terus berupaya meningkatkan jumlah transaksi dan investor dengan pengetahuan yang cukup tentang investasi kripto. Kami ingin menciptakan industri aset kripto dengan investor yang berkualitas.”

“Dengan strategi bisnis yang tepat dan berfokus pada edukasi serta literasi, kami yakin perusahaan dapat bertahan dan tumbuh bersama industri ini,” pungkasnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto dan Bitcoin Mulai Bangkit, namun Belum Optimal

Sepanjang sepekan terakhir pasar kripto dibuat gonjang-ganjing oleh kebijakan Securities Exchange Commission (SEC) yang melakukan gugat terhadap dua bursa kripto terbesar di dunia. Tekanan SEC sempat membuat pasar kripto anjlok dalam jangka pendek, namun kini sudah mulai bangkit. Apakah akan terus bangkit?

Menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, secara jangka pendek, pasar kripto dan Bitcoin (BTC) terpantau naik tipis pada Jumat (9/6) pagi. Kenaikan harga Bitcoin yang bertahan di level US$ 26.400-26.500 didorong karena sebagian besar investor tetap tidak terpengaruh oleh tuntutan hukum SEC dan melihat ke arah keputusan kebijakan moneter The Fed selanjutnya di minggu depan.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin naik tipis menjadi US$ 26.500 Jumat pagi dari level terendah Rabu (7/9) malam di bawah US$ 26.150. BTC turun di bawah US$ 25.400 pada hari Selasa (6/6) setelah berita gugatan Coinbase dan Binance. 

Sementara, Ethereum (ETH) naik mendekati US$ 1.840 pada hari Jumat dari level terendah US$ 1.822 pada hari Rabu. ETH jatuh ke US$ 1.796 pada hari Senin (5/6) dari tertinggi hari Minggu (4/6) di US$ 1.912 sebelum pengumuman SEC. 

Keresahan Investor

“Di samping investor masih resah dengan tuntutan SEC, kini data makroekonomi AS terbaru yang mengecewakan ketika pasar menunggu pertemuan The Fed pekan depan. Data angka klaim tunjangan pengangguran AS kini melonjak ke level tertinggi sejak 2021. Klaim data pengangguran awal di AS naik menjadi 261.000, dibandingkan ekspektasi 235 ribu,” kata Fyqieh. 

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Masa Depan Terang Blockchain: Sentimen Positif Terhadap Kripto

Lonjakan tersebut mendorong klaim pengangguran awal ke level tertinggi sejak Oktober 2021, sebuah tanda bahwa pasar tenaga kerja yang terus-menerus ketat. Pasar tenaga kerja yang ketat dipandang sebagai hambatan selama usaha The Fed untuk memperlambat inflasi.

Kenaikan klaim pengangguran memicu ekspektasi pasar bahwa The Fed mungkin tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakannya minggu depan, sehingga meredam pasar kripto, yang pada gilirannya mendukung emas.

Menurut CME Fedwatch Tools, kemungkinan suku bunga tidak akan naik atau tetap pada tingkat target saat ini 5%-5,25% adalah 71,4%, turun dari 72,5% sehari sebelumnya.

Selera investor juga tidak menunjukan semangat tinggi melihat sentimen dari Bitcoin Fear and Greed Index, pada Jumat (9/6) berada di level 50, kategori Neutral. Angka ini bahkan tidak berubah pada sehari sebelumnya. Keraguan investor bertambah juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau berkinerja positif naik di 103,39 (+0,04%).

“Para pelaku pasar sekarang memperhatikan data inflasi AS yang akan dirilis pada Selasa (13/6), sehari menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed. Sehingga kemungkinan besar pasar kripto masih akan sideways dan cenderung koreksi. Situasi tersebut cocok untuk strategi nabung kripto dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) yang mengakumulasi aset kripto saat harga ‘diskon’,” jelas Fyqieh.

Analisis Pergerakan Harga 

Bitcoin (BTC) Masuk ke Area Sideways, Konfirmasi Tren Bearish

BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Berdasarkan analisis teknikal, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan arah menuju level support di harga US$ 26.400. Pola channel menunjukkan bahwa BTC telah menembus ke bawah (break down) dan mengkonfirmasi tren bearish dalam jangka pendek. Namun, terdapat support yang mencegah penurunan lebih lanjut di area harga US$ 26.400. 

Jika bitcoin berhasil menembus level support ini dan terkonfirmasi dengan penutupan harga di bawahnya pada time frame 4 jam, kemungkinan harga akan menuju ke level support kedua di sekitar US$ 26.000.

Meskipun ada potensi pergerakan bullish, jika Bitcoin bergerak menuju level US$ 27.550, namun potensi tersebut dianggap cukup kecil berdasarkan analisis teknikal. Bitcoin cenderung melanjutkan pergerakan bearish dalam jangka pendek.

Solar (SXP) Bullish dan Terkonfirmasi Break Out

SXP/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: Prediksi ChatGPT: 5 Faktor Memicu Pasar Bull Bitcoin Berikutnya

Pergerakan harga SXP atau Solar mengalami pembalikan tren yang awalnya downtrend menjadi uptrend. Harga telah berhasil menembus garis resisten pada level US$ 0,3845, dan saat ini juga telah melewati area resisten sebelumnya di harga US$ 0,343. Hal ini menunjukkan adanya konfirmasi breakout dan harga bergerak menuju resisten selanjutnya di harga US$ 0.398.

Potensi bullish ini diprediksi akan berlanjut selama satu bulan ke depan, mengindikasikan kemungkinan kenaikan harga yang lebih lanjut. Namun, penting untuk diingat bahwa prediksi pasar kripto dapat berubah secara dinamis, dan pergerakan harga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti sentimen pasar, berita fundamental, dan perubahan kondisi pasar secara umum.

Avalanche (AVAX) Double Bottom Support, Tunggu untuk Konfirmasi Break Out

AVAX/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Pergerakan harga AVAX menunjukkan pola double bottom support, yang mengindikasikan sinyal bullish. Target resisten berikutnya diharga US$ 13,8. Namun, setelah mencapai harga ini, AVAX mengalami penolakan (rejection) dan bergerak kembali ke area support untuk melakukan retest terhadap resistennya. Potensi penurunan AVAX bisa mencapai US$ 13,55 sebelum mencoba kembali bergerak menuju US$ 13,8.

Jika AVAX berhasil menembus resisten di US$ 13,9, kemungkinan harga bisa menuju US$ 14,32 dengan potensi keuntungan sebesar 5,65%. Saat ini, disarankan untuk melakukan DCA (Dollar Cost Averaging) secara berkala jika diperlukan, karena terdapat indikasi bahwa AVAX akan mengalami rebound.

Namun, jika AVAX turun di bawah US$ 14,55, kemungkinan akan terjadi koreksi lanjutan dengan potensi penurunan mendekati harga US$ 14,00.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Hasilkan Passive Income dari Kripto untuk Pemula

Apakah Anda tertarik untuk menghasilkan pendapatan pasif atau passive income melalui investasi aset kripto? Jika Anda seorang pemula yang ingin memanfaatkan potensi pasar blockchain, kami memiliki panduan lengkap yang akan membantu Anda memulai. 

Dalam artikel ini, kami akan mengungkapkan cara-cara efektif untuk menghasilkan pendapatan pasif dengan aset kripto. Dari penambangan (mining) hingga staking dan pemberian pinjaman (lending), Anda akan mempelajari strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan portofolio tanpa harus menghabiskan waktu dan usaha yang berlebihan. 

Pengertian Passive Income dari Crypto

Penghasilan pasif dengan kripto yaitu penghasilan yang dihasilkan dari partisipasi sesekali dalam perdagangan atau investasi di dalam industri blockchain.

Namun, hal ini biasanya membutuhkan penelitian mendalam dan investasi waktu yang signifikan, dan tidak menjamin adanya sumber pendapatan yang stabil.

Bahkan para investor terbaik pun dapat mengalami kerugian dalam jangka waktu yang panjang atau terus-menerus, sehingga penting bagi mereka untuk memiliki sumber pendapatan alternatif.

Terdapat beberapa metode selain berdagang atau berinvestasi yang dapat membantu meningkatkan aset kripto Anda.

Metode ini dapat memberikan pendapatan pasif yang berkelanjutan, seperti menerima bunga, dengan usaha awal yang relatif kecil dan membutuhkan sedikit atau bahkan tidak ada usaha untuk menjaga pendapatan tersebut tetap berlangsung.

Dengan demikian, Anda dapat memiliki beberapa sumber pendapatan yang, jika digabungkan, dapat mencapai jumlah yang cukup signifikan.

Artikel ini akan membawa Anda melalui beberapa metode yang dapat dicoba untuk menghasilkan pendapatan pasif dengan aset kripto.

Cara Hasilkan Passive Income dari Crypto

Penambangan (Mining)

Penambangan pada dasarnya adalah menggunakan kekuatan komputasi untuk menjaga keamanan jaringan dan sebagai imbalannya, Anda menerima penghargaan. Meskipun tidak selalu memerlukan kepemilikan kripto itu sendiri, metode ini merupakan salah satu metode tertua untuk menghasilkan pendapatan pasif dalam dunia kripto.

Pada awal perkembangan Bitcoin, menambang menggunakan unit pemrosesan pusat (CPU) sehari-hari merupakan pilihan yang layak.

Namun, seiring dengan peningkatan tingkat hash jaringan, sebagian besar penambang beralih ke unit pemrosesan grafis (GPU) yang lebih kuat.

Seiring dengan kompetisi yang semakin ketat, metode penambangan ini menjadi medan pertempuran bagi sirkuit terpadu khusus aplikasi (ASIC) – perangkat elektronik yang menggunakan chip penambangan yang dirancang khusus.

Industri penambangan ASIC sangat kompetitif dan didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki sumber daya untuk melakukan penelitian dan pengembangan.

Ketika chip-chip ini akhirnya sampai ke pasar konsumen, kemungkinan mereka sudah usang dan akan membutuhkan waktu penambangan yang lama untuk mencapai titik impas (break-even point).

Dengan demikian, penambangan Bitcoin sekarang lebih menjadi bisnis bagi perusahaan daripada menjadi sumber pendapatan pasif yang layak bagi individu.

Di sisi lain, menambang koin-koin Proof of Work (PoW) dengan tingkat hash yang rendah dapat menjadi usaha yang menguntungkan bagi beberapa orang.

Pada jaringan seperti ini, penggunaan GPU masih efektif. Menambang koin yang kurang dikenal dapat memberikan potensi penghasilan yang lebih tinggi, tetapi juga memiliki risiko yang lebih tinggi.

Koin-koin ini dapat menjadi tidak berharga dalam hitungan hari, memiliki likuiditas yang rendah, mengalami bug, atau memiliki faktor-faktor buruk lainnya.

Perlu diperhatikan bahwa pengaturan dan pemeliharaan peralatan penambangan membutuhkan investasi awal dan keahlian teknis tertentu.

Staking

Staking merupakan alternatif lain untuk mendapatkan pendapatan pasif dengan menggunakan sumber daya yang lebih kecil daripada penambangan. Biasanya, proses ini melibatkan menyimpan dana Anda di dalam dompet khusus dan melakukan berbagai fungsi jaringan (seperti memvalidasi transaksi) untuk menerima imbalan dari staking.

Token yang disimpan (stake) memberikan insentif untuk menjaga keamanan jaringan melalui kepemilikan.

Jaringan yang menggunakan staking umumnya menggunakan algoritma konsensus Proof of Stake (PoS). Terdapat juga variasi lain seperti Delegated Proof of Stake (DPoS) atau Leased Proof of Stake (LPoS).

Umumnya, proses staking melibatkan penyiapan dompet staking dan menyimpan kripto Anda. Dalam beberapa kasus, proses ini melibatkan penambahan atau penyerahan dana ke dalam staking pool.

Beberapa bursa juga dapat melakukan ini untuk Anda, sehingga Anda hanya perlu menyimpan token Anda di bursa dan semua persyaratan teknis akan ditangani oleh mereka.

Staking dapat menjadi cara yang baik untuk meningkatkan jumlah kripto Anda dengan usaha minimal. Namun, beberapa proyek staking menerapkan taktik dengan menggembungkan tingkat pengembalian yang dijanjikan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menyelidiki model ekonomi token secara mendalam untuk mengurangi risiko proyeksi imbalan staking yang berlebihan.

Pemberian Pinjaman (Lending)

Pemberian pinjaman adalah cara yang sepenuhnya pasif untuk mendapatkan bunga dari kepemilikan aset kripto Anda. Terdapat banyak platform peer-to-peer (P2P) yang memungkinkan Anda mengunci dana untuk jangka waktu tertentu dan menerima pembayaran bunga sebagai imbalan.

Tingkat bunga bisa tetap (ditetapkan oleh platform) atau Anda dapat menetapkannya sendiri berdasarkan kondisi pasar saat ini.

Beberapa bursa yang menawarkan perdagangan dengan margin juga memiliki fitur ini di dalam platform mereka.

Metode ini cocok untuk para pemegang kripto jangka panjang yang ingin meningkatkan jumlah aset mereka dengan usaha yang minimal. Namun, perlu diingat bahwa mengunci dana dalam kontrak pintar (smart contract) selalu memiliki risiko terkait bug atau kerentanan keamanan.

Menjalankan Node Lightning

Protokol Lightning Network adalah lapisan kedua yang beroperasi di atas blockchain, seperti Bitcoin, dan memungkinkan transaksi cepat di luar blockchain utama.

Transaksi dalam jaringan Bitcoin biasanya bersifat satu arah, artinya jika seseorang mengirimkan bitcoin ke penerima, penerima tidak dapat menggunakan saluran yang sama untuk mengirimkan kembali bitcoin ke pengirim.

Namun, Lightning Network menggunakan saluran dua arah yang memungkinkan dua pihak untuk melakukan transaksi dengan ketentuan yang telah disetujui sebelumnya.

Node Lightning merupakan entitas yang menyediakan likuiditas dan meningkatkan kapasitas jaringan dengan mengunci Bitcoin dalam saluran pembayaran. Node ini juga memperoleh biaya transaksi dari saluran yang mereka jalankan.

Menjalankan node Lightning bisa menjadi tantangan bagi pemilik bitcoin yang tidak memiliki pemahaman teknis yang cukup, dan keberhasilannya sangat tergantung pada adopsi Lightning Network secara keseluruhan.

Program Afiliasi

Beberapa bisnis kripto menawarkan imbalan kepada pengguna yang berhasil mengundang orang lain ke platform mereka melalui program afiliasi. Program ini bisa melibatkan tautan afiliasi, referral, atau memberikan diskon kepada pengguna baru yang direferensikan. Jika Anda memiliki pengikut yang cukup banyak di media sosial, program afiliasi dapat menjadi cara yang baik untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Namun, penting untuk melakukan penelitian terlebih dahulu agar tidak terjebak dalam program yang tidak berkualitas.

Masternodes

Secara sederhana, masternode adalah server yang beroperasi dalam jaringan terdesentralisasi dan memiliki fungsi khusus yang tidak dimiliki oleh node lainnya. Masternode biasanya diperlukan oleh proyek kripto untuk menjaga stabilitas jaringan dan hanya tersedia bagi mereka yang memiliki insentif yang cukup besar. 

Biasanya, memulai masternode memerlukan investasi awal yang signifikan dan pengetahuan teknis yang memadai.

Namun, beberapa proyek masternode memiliki persyaratan kepemilikan token yang sangat tinggi, yang dapat membuat staking kurang likuid.

Selain itu, perlu selalu melakukan penelitian yang menyeluruh sebelum berinvestasi, karena proyek-proyek masternode cenderung memperbesar tingkat pengembalian yang dijanjikan.

Forks dan Airdrops

Memanfaatkan hard fork adalah taktik yang relatif mudah bagi para investor. Hanya dengan menyimpan koin yang akan di-fork saat hard fork terjadi, pemegang token akan memiliki saldo di masing-masing rantai baru yang terbentuk setelah fork. 

Airdrop mirip dengan fork, di mana hanya dengan memiliki alamat dompet pada saat airdrop terjadi, pengguna dapat menerima token gratis.

Beberapa bursa juga sering mengadakan airdrop untuk penggunanya. Penting untuk dicatat bahwa menerima airdrop tidak pernah memerlukan Anda untuk membagikan kunci privat, dan tindakan tersebut dapat menjadi tanda penipuan (scam).

Platform Konten Berbasis Blockchain

Perkembangan teknologi distributed ledger telah membawa lahirnya berbagai jenis platform konten baru yang menarik. Platform-platform ini memberikan kesempatan bagi para pembuat konten untuk menghasilkan pendapatan dari karya-karya mereka dengan cara yang unik, tanpa harus mengandalkan iklan yang mengganggu.

Dalam sistem ini, para pembuat konten mempertahankan kepemilikan penuh atas karya-karya yang mereka ciptakan, dan mereka memiliki berbagai cara untuk mengoptimalkan perhatian yang mereka terima.

Meskipun pada awalnya mungkin memerlukan usaha yang signifikan, namun ketika kumpulan konten penting telah tersedia dan siap untuk dipasarkan, sistem ini dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil.

Platform-platform konten berbasis blockchain memungkinkan para pembuat konten untuk menjual karya mereka secara langsung kepada pengguna, menggunakan sistem tokenisasi yang didukung oleh teknologi blockchain.

Dalam beberapa kasus, para pengguna dapat membeli token atau memperoleh akses ke konten melalui langganan atau donasi.

Ini memberikan kesempatan bagi pembuat konten untuk menghasilkan pendapatan secara langsung dari penggemar mereka tanpa perlu melibatkan pihak ketiga atau iklan yang mengganggu.

Selain itu, platform-platform ini juga dapat menyediakan sistem insentif bagi pengguna yang berkontribusi pada ekosistem konten.

Misalnya, pengguna yang memberikan komentar atau mengunggah konten berkualitas dapat menerima token atau hadiah lainnya sebagai penghargaan. Ini mendorong partisipasi aktif dalam komunitas dan memperkuat konektivitas antara pembuat konten dan pengguna.

Meskipun proses membangun dan mengoptimalkan sumber penghasilan dari platform konten berbasis blockchain bisa membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan, para pembuat konten memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan ketika konten mereka berhasil menarik perhatian dan mendapatkan dukungan dari pengguna.

Dengan terus berkembangnya teknologi blockchain, kita dapat melihat munculnya lebih banyak inovasi dalam industri ini.

Platform-platform konten berbasis blockchain menjanjikan kebebasan kreatif, kontrol penuh atas karya, dan potensi penghasilan yang lebih besar bagi para pembuat konten.

Risiko dalam Menghasilkan Passive Income dengan Kripto: Apa yang Perlu Diperhatikan

Ketika Anda mencoba menghasilkan passive income dengan kripto, ada beberapa risiko yang perlu Anda perhatikan. Berikut adalah beberapa risiko yang sering terkait dengan upaya tersebut:

Membeli aset berkualitas rendah: Tingkat pengembalian yang terlalu tinggi atau yang dibesar-besarkan secara artifisial dapat menyesatkan investor, mengarah pada pembelian aset yang pada akhirnya memiliki nilai yang sangat rendah.

Beberapa jaringan staking bahkan menggunakan sistem multi-token di mana upah diberikan dalam token kedua. Hal ini seringkali menciptakan tekanan konstan untuk menjual token hasil staking, yang dapat mempengaruhi nilai aset Anda secara signifikan.

Kurang informasi: Karena industri blockchain masih dalam masa pertumbuhan, memulai dan menjaga sumber pendapatan ini membutuhkan pemahaman teknis yang baik dan kemampuan berpikir kritis.

Bagi beberapa pemegang kripto, mungkin lebih bijaksana untuk menunggu hingga layanan-layanan ini menjadi lebih ramah pengguna atau memilih hanya beberapa layanan yang memerlukan tingkat keahlian teknis yang lebih rendah.

Periode penguncian: Beberapa metode lending atau staking membutuhkan Anda untuk mengunci dana Anda untuk jangka waktu tertentu.

Hal ini membuat aset Anda menjadi tidak likuid selama periode tersebut, sehingga Anda tidak dapat mengambil tindakan apa pun ketika terjadi situasi yang mungkin mempengaruhi nilai aset Anda secara negatif.

Risiko bug: Mengunci token Anda dalam dompet staking atau smart contract selalu memiliki risiko terkait bug. Ada berbagai pilihan yang tersedia dengan tingkat kualitas yang berbeda. Penting untuk melakukan penelitian yang cermat sebelum memutuskan platform atau layanan mana yang akan Anda gunakan.

Kesimpulan

Meskipun ada risiko-risiko yang terkait dengan menghasilkan passive income dengan kripto, cara-cara untuk mencapai hal ini terus berkembang dan semakin populer dalam industri blockchain. Bisnis blockchain juga mengadopsi berbagai metode, termasuk layanan penambangan yang telah menjadi umum.

Seiring dengan peningkatan keamanan dan keandalan produk-produk ini, kemungkinan mereka akan menjadi pilihan yang menarik sebagai sumber pendapatan tetap. Namun, penting untuk selalu melakukan penelitian, memahami risiko yang terkait, dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan terkini.

Sumber : Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com