Category Archives: Tokocrypto

Google Buat Hitung Mundur The Merge Ethereum, Ada Easter Egg

Pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge tampaknya menjadi perhatian banyak orang. Google pun juga ikut meramaikan proses bersejarah itu dengan meluncurkan fitur count down atau hitung mundur ditampilan website-nya.

The Merge Ethereum yang digadang-gadang akan meluncur pada 15 September mendatang akan menjadi momen bersejarah di mana, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work dan digadang-gadang bisa menaikan harga ETH dan altcoin lainnya.

Sebuah “doodle” dari Google muncul untuk melakukan proses hitung mundur untuk The Merge Ethereum, sebuah tanda pengakuan dari situs web paling populer di dunia.

Google Ikut Ramaikan The Merge Ethereum

Untuk menampilkan doodle count down The Merge, kamu harus Mengetik “ethereum merge” di kolom mesin pencari Google. Nantinya akan menghasilkan jam hitung mundur, tingkat kesulitan (berapa kali penambang harus menghitung hash untuk mencatat blok transaksi), tingkat hash (total gabungan daya komputasi yang digunakan di seluruh jaringan), dan kartun dua beruang bahagia yang saling mendekat dengan tangan terentang.

Google buat hitung mundur The Merge Ethereum. Foto: Google.
Google buat hitung mundur The Merge Ethereum. Foto: Google.

Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kedua beruang akan segera bergabung untuk menciptakan satu panda, yang telah menjadi maskot de facto untuk transisi Ethereum. Kehadiran doodle menunjukkan tingkat antisipasi untuk The Merge yang dirasakan bahkan oleh raksasa terbesar di bidang teknologi.

Salah satu orang pertama yang menggembar-gemborkan doodle di Twitter adalah seorang insinyur yang bekerja di tim Web3 Google.

“Tim pencari menjalankannya dan mewujudkannya dengan sangat cepat,” Sam Padilla, Web3 Customer Engineer di Google mengatakan kepada Decrypt melalui Twitter DM.

“Lebih banyak pengakuan harus diberikan kepada tim yang membuat ini terjadi.”

Ide Pembuatan Ester egg Ethereum Merge

Padilla mengatakan ide itu muncul dalam beberapa minggu terakhir di antara karyawan di Google yang ingin membuat “telur paskah yang keren” untuk transisi Ethereum yang tertunda dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake. Ide itu muncul dalam obrolan komunitas Web3 internal perusahaan.

Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.
Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.

Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

Dalam membalas pengguna di Twitter, Padilla mengatakan data ditarik secara real-time langsung dari jaringan Ethereum menggunakan beberapa node yang di-hosting oleh Google.

Perusahaan semakin terlibat dalam Web3, menawarkan layanan infrastruktur blockchain yang menggunakan Google Cloud. Pada halaman yang dikhususkan untuk produk Web3-nya, perusahaan mencantumkan Nansen, Dapper Labs, dan Solana sebagai beberapa mitra bisnisnya. Google mengumumkan telah membentuk tim Web3 pada bulan Mei lalu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kemendag: Aset Kripto Bagian dari Ekonomi Digital

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia saat ini cukup menjanjikan. Meski begitu, jika dibanding tahun lalu memang ada penurunan.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, kembali menyampaikan perdagangan aset kripto merupakan bagian dari ekonomi digital yang sedang berkembang di Indonesia. Konsep kripto dan blockchain nantinya akan memberikan dampak positif, serta pengaruh luas dan intensif dalam berbagai sektor.

“Aset kripto akan mengubah pola-pola pengaturan ekonomi perdagangan lama dari berbasis otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas. Maka dari itu, aset kripto harus teratur dan terlembaga, serta harus di bawah pengaturan negara,” kata Wamendag dalam keterangan resminya.

Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.
Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.

Baca juga: Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

Transaksi Perdagangan Aset Kripto

Kemendag mencatat pertumbuhan nilai transaksi perdagangan maupun jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa. Pada 2021, keseluruhan nilai transaksi aset kripto telah menyentuh Rp859,4 triliun atau tumbuh sebesar 1,223 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk periode Januari—Juli 2022, nilai transaksi yang terjadi sebesar Rp232,45. Sementara, jumlah pelanggan terdaftar hingga Juli 2022 mencapai 15,6 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 693 ribu pelanggan per bulan.

Jerry menjelaskan, meskipun harga aset kripto sedang mengalami penurunan, namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen ini. Fenomena penurunan harga ini juga merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari suatu mekanisme pasar pada industri aset kripto.

Kuatkan Regulasi Aset Kripto

Bappebti terus memperkuat regulasi dan mengatur industri aset kripto dalam sejumlah peraturan agar menciptakan ekosistem perdagangan fisik aset kripto yang transparan, efisien, dan efektif dalam suasana persaingan yang sehat.

Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Ketua MPR: Bursa Kripto Bantu Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

Seperti diterbitkannya Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan ini merupakan pembaruan sekaligus mencabut Perba Nomor 7 Tahun 2020.

Pada Perba Nomor 7 Tahun 2020, terdapat 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan. Kemudian, dengan diterbitkannya Perba Nomor 11 Tahun 2022, maka jumlah tersebut meningkat menjadi 383 jenis.

“Perkembangan nilai transaksi maupun pelanggan aset kripto yang luar biasa ini perlu untuk terus dikawal bersama agar perdagangan fisik aset kripto di Indonesia tetap berada di koridor yang benar,” pungkas Wamendag.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Tingkatkan Keamanan Data Pengguna

Maraknya kasus kebocoran data dan aksi peretasan tentu mengkhawatirkan masyarakat soal aspek keamanan mereka di dunia digital. Tokocrypto, sebagai pedagang aset kripto yang termasuk platform Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) selalu mengutamakan keamanan akun dan data pengguna. 

VP of Technology Tokocrypto, Muhammad Wendy Taufik, mengatakan perusahaan telah melakukan banyak langkah dari segi pengembangan teknologi dan edukasi untuk melindungi data pengguna agar aman. Dia menyebutkan Tokocrypto memiliki tanggung jawab menjamin keamanan data pribadi pengguna serta karyawan untuk tetap terjaga kerahasiaannya.

“Kita selalu punya mindset bahwa ini merupakan tanggung jawab yang penting. Soal keamanan kita tidak bisa mentolerir, selalu mengaplikasikan teknologi keamanan yang terkini dan melakukan edukasi kepada pengguna dan juga karyawan,” kata Wendy.

Wendy menambahkan persoalan keamanan data pengguna menjadi perhatian serius perusahaan, lantaran bergerak di bisnis perdagangan aset kripto dan blockhain yang umumnya mengandalkan kepercayaan. Tokocrypto tidak ingin memiliki trust issue, sehingga mengakibatkan citra yang buruk kepada perusahaan.

Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

Untuk menjaga kerahasiaan data, Tokocrypto menunjukkan komitmennya berperan aktif menjadi pionir dalam menumbuhkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna dengan mengantongi sertifikat ISO 27017. Ini merupakan standar guna membuat layanan berbasis cloud yang lebih aman dan mengurangi resiko terkait masalah keamanan. Sebelumnya, Tokocrypto juga telah berhasil meraih ISO 27001.

“Standar ISO 27001 menetapkan persyaratan untuk manajemen keamanan informasi yang efektif melalui Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau Information Security Management System (ISMS) dan memberikan dasar untuk program keamanan yang efektif,” jelasnya.

Investasi Perangkat dan SDM

Di samping itu, Tokocrypto senantiasa melakukan investasi untuk peningkatan keamanan, baik dari sisi perangkat hingga sumber daya manusia (SDM) yang mendukung pengembangan dari sisi proteksi.

Tokocrypto terus melakukan pembaruan terhadap perangkat yang digunakan untuk keamanan data pengguna. Pembaruan atau update diperlukan agar sistem yang dipakai perusahaan tidak mudah alami gangguan peretasan.

Tak hanya itu, Tokocrypto memiliki tim internal dengan banyak anggota yang menempati berbagai fungsi. Mulai dari tim khusus yang akan menangani masalah security data protection, fraud hingga risk mitigation.

“Kita terus melakukan inovasi. Sebagai startup blockchain, kita juga memanfaatkan keunggulan teknologi blockchain yang sulit diretas. Selain itu peningkatan keamanan juga dilakukan melalui edukasi untuk menciptakan awareness,” jelas Wendy.

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: KunciCoin Gandeng Qoinpay Perluas Utilitas Project Kripto, Apa Itu?

Edukasi Keamanan

Tokocrypto juga melakukan edukasi awareness pentingnya menjaga keamanan akun digital. Saat ini, Tokocrypto mulai mewajibkan para penggunanya mengaktifkan 2FA (Two-Factor Authentication), sebuah fitur keamanan untuk melakukan verifikasi identitas. Kegunaan fitur keamanan 2FA ini agar akun, data, aset, serta history transaksi tidak mudah diketahui oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

Pengguna Tokocrypto dapat mengaktifkan 2FA SMS dan Google Authenticator sebagai pelapis keamanan ganda. Selain itu, diimbau agar mengaktifkan keduanya, karena 2FA SMS saja tidak cukup untuk menghindari peretasan akun. Hacker masih bisa menebak kode OTP atau membajak kartu SIM untuk mendapatkan akses.

Selain itu, Tokocrypto bekerja sama dengan mitra strategis dan menggandeng auditor untuk melakukan audit security secara berkala. Kemudian, berkoordinasi dengan regulator, baik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Harga Kripto Masih Kuat, Apa Penyebabnya?

Market aset kripto pada Senin (12/9) pagi tampak masih bergerak optimis. Harga Bitcoin dan beberapa aset kripto utama lainnya terpantau naik tipis ke zona hijau.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 1,07% ke US$ 21.806 dalam sehari terakhir. BTC kembali berhasil berada di atas level psikologisnya. Sementara, Ethereum (ETH) tampaknya sedang alami sedikit koreksi turun 1,23% ke US$ 1.741 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kembalinya market kripto ke zona hijau pada awal pekan ini, mungkin disebabkan investor yang mulai optimis dengan market bisa membawa keuntungan dalam jangka pendek. Hal itu bisa dilihat dari indeks dolar AS (DXY) yang masih melemah Senin pagi ini berada di posisi 108,63 (-0,34%).

Kemudian, kabar kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa sebesar 75 basis poin justru membuat investor semangat masuk pasar, karena keyakinan mereka inflasi bisa segera turun di Benua Biru itu.

“Kabar dari industri, seperti FTX Ventures membeli 30% saham di SkyBridge Capital milik Anthony Scaramucci memberi secercah harapan baik di ekosistem kripto yang masih bergairah,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

Indeks Saham Dorong Market Kripto

Afid juga menjelaskan indeks saham AS juga menyebabkan market kripto melaju optimis. Terpantau, nilai trio indeks saham Amerika Serikat (AS) berkinerja baik pada sesi perdagangan Jumat (9/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 1,2%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing 1,5% dan 2,1%.

“Indeks saham AS perkasa berkat gerak lincah saham teknologi. Performa saham membuat kripto juga bergerak optimis dan seolah-olah mengabaikan rentetan komentar pejabat The Fed yang menekankan pentingnya kenaikan suku bunga acuan,” terangnya.

Antisipasi Sentimen Market Kripto

Ada pula sentimen yang bisa berdampak market pada pekan ini, menurut Afid adalah adanya antisipasi perilisan data inflasi AS Agustus pada Selasa (13/9) mendatang. Pasalnya, data itu akan memberikan sinyal terkait kebijakan moneter The Fed ke depan. “Dan biasanya data tersebut buat market gerak naik dan turun lebih cepat.”

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Selain itu, penantian pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge, yang digadang akan meluncur pada 15 September mendatang. Dalam pembaruan tersebut, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work dan digadang-gadang bisa menaikan harga ETH dan altcoin lainnya.

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari segi analisis teknikalnya, Bitcoin berhasil breakout resistance pada level US$ 20.701. Target naik selanjutnya berada pada level US$ 22.370, jika pergerakan harga BTC berhasil menjaga laju bullish dan didukung aksi beli yang tinggi. Level US$ 20.527 menjadi support terdekat untuk menjaga penurunan apabila harga terkoreksi.

Sementara, Ethereum (ETH) sebagian besar lebih tinggi untuk memulai pekan, karena token melonjak melewati level resistensinya.

“Mirip dengan Bitcoin, tampaknya ETH juga melaju bullish terus menargetkan US$ 1.800, namun untuk menangkap titik ini, kekuatan harga perlu mengatasi hambatan yang akan datang, seperti kegagalan The Merge dan dampaknya,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Awal yang Baik untuk Market Kripto Bangkit?

Menjelang akhir pekan, market aset kripto terus mengalami kebangkitan. Perspektif September menjadi bulan yang tidak baik untuk aset kripto masih bisa diuji.

Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (2/9) pukul 13.00, nilai Bitcoin naik ke zona hijau, 6,54% dengan harga US$ 20.596 selama 24 jam terakhir, dan terus melonjak 2,48% dalam sepekan. 

Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) mendekati peristiwa The Merge, masih bullish naik 4,24% di harga US$ 1.105 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan mentereng naik 7,53%. Token Polymath (POLY) nilainya meroket fantastis 98,29% dalam sehari terakhir. Tak ketinggalan, terdapat pula nilai Terra Classic (LUNC) yang tumbuh 20,79% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak reli market yang melaju pada Jumat (9/9) siang ini menandakan optimisme investor untuk melakukan akumulasi. Investor berusaha untuk tidak mengkhawatirkan komentar Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengindikasikan kuat bakal menaikkan suku bunga acuannya.

“Sejauh ini market kripto masih ketularan nasib baik dari gerak gesit pasar saham AS kemarin. Maklum saja, investor selalu menggunakan laju indeks saham AS sebagai cerminan selera risiko mereka. Di samping itu, komentar Jerome Powell tampak tak dihiraukan oleh investor,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Investor Sempat Galau dengan The Fed

Laju harga aset kripto sempat melambat setelah Powell lagi-lagi menunjukkan sikap untuk terus mengerek suku bunga acuan demi menekan inflasi AS. Selain Powell, Presiden Fed, Chicago Chris Evans, yang biasanya bersikap dovish pun mendukung kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga 4% di akhir tahun nanti.

Komentar tersebut sempat bikin investor galau dan menjauhi market kripto. Namun, kembali percaya diri setelah melihat kinerja saham AS yang berhasil masuk di zona hijau. 

Di samping itu, dorongan semangat juga dirasa berasal dari masih melandainya nilai Dolar AS (DXY). Pelemahan nilai aset greenback ini akan membuat investor semangat untuk kembali melangkah ke pasar aset berisiko.

Investor kembali menunjukkan antusiasmenya terhadap pembaruan jaringan Ethereum disebut The Merge, yang dijadwalkan meluncur pada 10-15 September 2022. Buktinya, pergerakan harga ETH terbilang tidak buruk-buruk amat sejak Kamis (8/9) lalu.

Ilustrasi Ethereum 2.0.
Ilustrasi Ethereum 2.0.

Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

Sentimen Negatif Masih Membayangi

Semangat investor kripto mungkin bisa perlahan memudar yang disebabkan salah satunya oleh kebijakan Gedung Putih AS yang kemarin merilis laporan bahwa dampak lingkungan atas aktivitas penambangan aset digital, seperti Bitcoin, bakal menghambat upaya AS dalam perang melawan perubahan iklim.

Kemudian, pada tanggal 13 September nanti, akan menjadi hari ketika data indeks harga konsumen AS dirilis dan membantu investor memahami apa yang terjadi dengan tingkat inflasi ke depan.

“Dua kali pengumuman terakhir, data inflasi AS menyebabkan lonjakan besar dalam volatilitas di market kripto. Pertama kali angka yang dirilis jauh di atas ekspektasi, sementara data Juli membawa kejutan yang menyenangkan bagi investor dengan inflasi yang terkendali,” jelas Afid.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

Pada 10 Agustus, data inflasi membuat market melihat lonjakan volume perdagangan dan volatilitas saat Bitcoin mencapai level tertinggi US$ 25.000. Namun terlepas dari euforia jangka pendek, market belum dapat memasuki mode pemulihan penuh dan kembali bearish tak lama setelah itu.

Analisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin tampak perlahan naik mendekati day-20 exponential moving average (EMA) pada level US$ 20.987 sebagai resistance terdekat. Sementara, Ethereum sedang menuju target kenaikan terdekat di level US$ 1.722 dan pembatas yang harus dilewati. Kemampuan ETH untuk breakout pada resistance tersebut menjadi penting karena untuk menarik sentimen market.

Target utama ETH masih berada di level US$ 2.030 yang dan selanjutnya diharapkan tembus level US$ 2.194, tentu saja jika pergerakan harga ETH mampu meneruskan laju bullish-nya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

Menjelang Piala Dunia 2022, FIFA dengan senang hati mengumumkan FIFA+ Collect, platform yang diluncurkan untuk memberikan kesempatan kepada penggemar sepak bola di seluruh dunia untuk memiliki koleksi digital unik atau NFT dengan harga terjangkau.

FIFA+ Collect akan menyediakan koleksi NFT mulai dari momen permainan terhebat hingga FIFA World Cup paling ikonik dan FIFA Women’s World Cup. Langkah FIFA ini menegaskan bahwa industri blockchain memiliki potensi yang sangat besar.

“Fandom berubah dan penggemar sepak bola di seluruh dunia terlibat dengan permainan dengan cara baru dan menarik,” kata Chief Business Officer FIFA, Romy Gai.

Jaringan blockchain Algorand

Platform NFT FIFA ini dibangun di atas infrastruktur jaringan blockchain Algorand. Hal ini terjadi menyusul pengumuman keja sama antara FIFA dan Algorand pada bulan Mei lalu.

FIFA mengumumkan kemitraan dengan inovator blockchain Algorand. Foto: FIFA.
FIFA mengumumkan kemitraan dengan inovator blockchain Algorand. Foto: FIFA.

Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

Algorand merupakan salah satu alternatif jaringan ekosistem Ethereum yang cukup populer di dunia NFT, utamanya berkat mekanisme konsensus proof-of-stake yang diusung. Menariknya, biaya transaksi yang relatif rendah. Algorand juga dipercaya untuk menjalankan ekosistem marketplace NFT LimeWire.

“Platform FIFA –melalui blockchain publik yang benar-benar terdesentralisasi dan terukur– adalah representasi nyata pertama dari kemitraan teknis yang baru-baru ini diumumkan antara FIFA dan Algorand,” kata W. Sean Ford, interim CEO of Algorand.

“Komitmen yang dibuat FIFA untuk menjembatani ke Web3 yang diaktifkan oleh Algorand, adalah bukti semangat dan keinginan inovatif mereka untuk terlibat secara langsung dan lancar dengan penggemar sepak bola di seluruh dunia.”

FIFA+ Collect Bisa Diakses Segera

Diluncurkan akhir bulan ini, FIFA+ Collect akan merilis serangkaian koleksi awal dan detail koleksi eksklusif dan edisi terbatas mendatang yang akan segera dirilis.

Aplikasi FIFA+, platform digital kelas dunia. Foto: FIFA.
Aplikasi FIFA+, platform digital kelas dunia. Foto: FIFA.

Baca juga: KunciCoin Gandeng Qoinpay Perluas Utilitas Project Kripto, Apa Itu?

FIFA+ Collect akan tersedia di FIFA+, platform digital kelas dunia yang dibuat untuk menghubungkan penggemar sepak bola di seluruh dunia lebih dalam dengan game yang mereka sukai. FIFA+ menyediakan akses ke pertandingan sepak bola langsung dari setiap sudut dunia, permainan interaktif, berita, informasi turnamen,

Sejak diluncurkan, FIFA+ Collect akan tersedia di semua web dan perangkat seluler dan dalam tiga edisi bahasa (Inggris, Prancis, dan Spanyol), dengan beberapa bahasa tambahan akan di tambahkan dalam waktu dekat.



Sumber : news.tokocrypto.com

KunciCoin Gandeng Qoinpay Perluas Utilitas Project Kripto, Apa Itu?

Project aset kripto lokal, KunciCoin (KUNCI) menjalin kemitraan strategis dengan mengandeng Qoinpay untuk menambah cakupan utilitasinya. Kemitraan ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan ekosistem dan pemanfaatan aset kripto di tengah masyarakat.

Qoinpay sendiri merupakan platform aplikasi payment gateway berbasis QRIS dan blockchain yang menjembatani pengguna menggunakan aset kripto yang dimiliki untuk melakukan transaksi pembelian di lebih dari 12 juta merchant, mulai dari restaurant, kafe, hotel, tempat perbelanjaan dan lainnya.

“QoinPay kami kembangkan itu bertujuan untuk membantu para crypto holders yang telah memiliki aset kripto beberapa waktu dan mereka mencari cara untuk melakukan utilisasi terhadap aset kripto mereka. Maka, Qoinpay ada,” kata CEO QoinPay, Setiawan Adhiputro dikutip CoinDesk.

KunciCoin gandeng Qoinpay perluas utilitas project kripto. Foto: KunciCoin.
KunciCoin gandeng Qoinpay perluas utilitas project kripto. Foto: KunciCoin.

Baca juga: Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

KunciCoin Masuk ke Platform Qoinpay

KunciCoin menjadi salah satu aset kripto dari Indonesia yang masuk ke dalam platform Qoinpay. Sebelumnya sudah ada kripto big cap, seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, BNB dan Tether.

Qoinpay akan memfasilitasi para holder KUNCI untuk bisa bertransaksi membeli apapun secara instan dengan scan QRIS. Sistem Qoinpay akan secara otomatis mengkonversi menjadi rupiah (IDR) setiap aset kripto yang dipilih pengguna pada saat transaksi dilakukan.

Munculnya inovasi yang dikembangkan Qoinpay tidak menyalahi aturan tentang aset kripto sebagai komoditi atau bukan digunakan untuk alat pembayaran. Model utilisasi yang ditawarkan oleh Qoinpay sudah legal, karena tetap menggunakan rupiah dan menggandeng alat transaksi digital resmi dari Bank Indonesia yakni QRIS.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 September 2022: Kripto Kembali Bangkit, ETH Raih Untung

Aturan Kripto di Indonesia

Bisnis model QoinPay juga sudah sejalan dengan aturan dan regulasi pemerintah di mana transaksi keperdataan antar pihak sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dan telah sejalan dengan kerangka regulasi di bidang sistem pembayaran, pengelolaan aset digital, pengelolaan sistem elektronik, dan perlindungan konsumen.

“Yang kita bantu disini adalah bukan (penukaran) terhadap aset kripto tersebut, akan tetapi untuk mengutilisasi aset kripto tersebut menjadi sesuatu hal yang lebih real,” terang Setiawan.

QoinPay dapat menjadi media untuk transaksi digital dan mendukung penggunaan e-wallet dan QoinPay dapat saling terintegrasi. E-wallet yang dimiliki pengguna bisa langsung diintegrasikankan dengan Qoinpay, agar aset kriptonya bisa diutilisasi menjadi uang fiat. Selain itu, QoinPay memberikan kemudahan bagi pengguna untuk membuat akun e-wallet-nya sendiri.

Pengembangan yang dilakukan oleh KunciCoin juga merupakan bagian dari cara mengedukasi berbagai elemen masyarakat atas pembaruan teknologi berbasis kripto dan blockchain, serta menepis anggapan miring mengenai kemampuan developer Indonesia dalam mengembangkan kedua sektor tersebut.



Sumber : news.tokocrypto.com

Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh dalam dua tahun terakhir. Proyeksi potensi ekonomi yang dihasilkan oleh teknologi ini tidak main-main.

Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

Riset PwC bahkan mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan dan kesehatan akan paling banyak diuntungkan. 

Potensi ekonomi yang besar itu mengerakan Sunu Puguh Hayu Triono bersama dua orang rekannya, yaitu Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc dan Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, MH merancang penelitian yang bertajuk “Brief Policy to Blockchain Based Industry In Indonesia: It Is Now or Later?

“Industri blockhain itu punya potensi yang sangat besar sebenarnya. Kita melihat di situ, industri ini bisa berkembang. Tapi di sisi lain, banyak tindakan yang kurang baik hingga merugikan masyarakat atau investor kripto, seperti rugpull dan token-token kripto yang tidak jelas. Kita bicara investor sudah meningkat dan menjadi kebutuhan, literasi juga diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan,” kata Sunu dalam wawacara dengan tim TokoNews, Senin (8/8).

Ilustrasi blockchain.
Ilustrasi blockchain.

Baca juga: Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

Sunu melihat perkembangan industri blockchain di Indonesia belum dibarengi dengan policy atau kebijakan yang tujuannya untuk melindungi masyarakat dan mengembangkan inovasinya. Sehingga menurutnya banyak orang yang mungkin akan ragu-ragu untuk mengembangkan teknologi blockchain, karena tidak ada guidance yang jelas.

Bantu Formulasikan Kebijakan Blockchain di indonesia

Tiga orang peneliti yang berasal dari institusi Telkom Univesity ini menjelaskan ada dua tujuan dari penelitian yang nanti akan mereka jalankan. Keduanya harus memiliki nilai pengembangan ekosistem dan melindungi masyarakat.

“Di satu sisi, mengembangkan ekosistem industri berbasis blockchain dan melindungi para pelaku yang terlibat di dalamnya. Hal menarik dari penelitian ini, karena teknologi ini masih baru secara penerapannya belum mainstream, dan dikaitkan hanya dengan aset kripto, jadi kami melihat di blockchain ini yang utamanya token, itu akan berlaku seperti uang, apapun yang nanti dikembangkan akan menjadi potensi yang besar, seperti GameFi, move-to-earn dan lainnya,” jelas Sunu.

Menurut para peneliti, teknologi blockchain memiliki potensi besar untuk digunakan, tidak ada kebijakan pemerintah yang komprehensif untuk mengatur, melindungi pihak-pihak yang terlibat, dan mendukung penciptaan inovasi berbasis blockchain. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu langkah untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi ekosistem blockchain di Indonesia.

(ki-ka) Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc, Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, dan Sunu Puguh Hayu Triono ingin melakuikan penelitian terkait blockchain di Indonesia. Foto: Dok. Pribadi.
(Ki-ka) Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc, Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, dan Sunu Puguh Hayu Triono ingin melakuikan penelitian terkait blockchain di Indonesia. Foto: Dok. Pribadi.

Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

Metode Penelitian

Seperti dijelaskan di awal, penelitian ini akan merumuskan beberapa rekomendasi kebijakan dalam untuk melindungi publik dan pemangku kepentingan dalam industri berbasis blockchain, dan juga untuk mendorong terciptanya inovasi. Target keluaran Rumusan dalam penelitian ini adalah publikasi pada jurnal ilmiah internasional yang terindeks Scopus.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan studi pustaka semisistematis tinjauan. Wawancara dilakukan dengan pakar industri blockchain yang terdiri dari praktisi, akademisi di bidang ekonomi dan bisnis, serta akademisi di bidang publik aturan. Metode analitik bersifat deskriptif atau naratif untuk mensintesiskan temuan-temuan wawancara dan tinjauan literatur.

Penelitian Didukung Tokocrypto

Sunu dan dua rekannya berhasil mendapatkan bantuan penelitian dari Tokocrypto melalui ekosistem TokoScholar, salah satu platform yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain. Para peneliti telah menerima dana hibah sebesar Rp 50 juta untuk menjalankan penelitiannya dari proposal yang terpilih.

Sunu dan tim akan diberikan waktu tiga bulan untuk menjalankan program penelitiannya. Nantinya, hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan kepada tim Tokocrypto untuk ditindak lanjuti untuk memajukan industri blockchain di Indonesia.

Tokocrypto Researcher Grants
Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Program Lead TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan teknologi blockchain telah digunakan di Indonesia sejak generasi awal perkembangannya. Namun, penggunanya masih terfokus pada aplikasi transaksi finansial. 

“Potensinya bisa untuk membantu sektor lain di Indonesia yang masih tertinggal, seperti pertanian dan kesehatan. Butuh riset yang mendalam untuk mengembangkan blockchain dan aset kripto di Indonesia,” kata Dimas.

Dimas menambahkan, salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

Berbicara investasi aset kripto, rasanya tidak afdal jika tak membicarakan project atau produk di dalamnya. Terlebih pertumbuhan industri kripto di Indonesia, kini semakin ramai dengan produk-produk kripto lokal yang bermunculan.

Namun di sisi lain, banyak investor dan masyarakat yang bingung untuk mencari project atau produk kripto mana yang sejalan dengan kebutuhan mereka dan pengaplikasiannya sesuai dengan konteks di Indonesia. Maka dari itu, hal ini membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

Adalah Nicolaus Euclides Wahyu Nugroho bersama rekannya Sisilia Thya Safitri mencoba melakukan penelitian dengan tajuk “Analisis Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia.” Mereka ingin melihat lebih jauh lagi potensi yang bisa dikembangkan dari produk kripto di Indonesia.

Potensi Produk Kripto di Indonesia

Kripto kini sudah dipandang menjadi salah satu instrumen investasi yang potensial dan menjanjikan untuk jangka panjang. Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat per Juli 2022, jumlah investor aset kripto capai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

Prospek project kripto lokal atau dalam negeri saat ini semakin cerah dengan adanya regulasi baru. Bappebti telah menerbitkan Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. 

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto dan bendera Indonesia.

Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

Dalam aturan tersebut memuat daftar 383 jenis aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Di antara ratusan jenis itu, terdapat sejumlah project kripto lokal yang masuk. Artinya beberapa project aset kripto lokal sudah diakui kualitas dan prospek ke depannya oleh regulator di Indonesia.

“Aset kripto semakin dikenal oleh masyarakat, namun banyak juga yang berpikiran negatif. Kita itu selain ingin mengetahui produk yang bagus, jadi karena tujuan penelitian ini memang cari produk yang cocok, kira-kira produk yang sudah dicari oleh orang-orang di Indonesia, apakah itu cocok? Atau ada kemungkinan tidak untuk creation produk baru, juga harus sudah menjawab produk yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Nicolaus kepada TokoNews pada Senin (8/8).

Menurut Nicolaus, dengan adanya penelitian ini bisa memberikan referensi kepada masyarakat untuk melihat investasi kripto secara keseluruhan. Dan membandingkannya dengan instrumen investasi lainnya, seperti  pasar uang, obligasi, dan saham.

Metode Penelitian

Nicolaus menjelaskan akan melakukan penelitian akan dimulai dari studi literatur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan instrumen pengukuran dan dibuatkan kuisioner.

Penentuan Variable Bebas (VB) dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan studi literatur pada penelitian terkait untuk menentukan pengaruh terhadap variable terikat (VT) yaitu penentuan produk kripto sebagai aset di Indonesia, disingkat Cypto Product (CP). 

Menurut penelitian yang telah dilakukan, terdapat kelebihan dan kelemahan pada masing–masing jenis kripto. Kelebihan dan kelemahan tersebut yang akan dijadikan Variabel bebas pada penelitian inI, yaitu:

  • Hash Rate (HR).
  • Access Speed (AS).
  • Currency Exchange Process (CE).
  • Block Generation Time (BG).
Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.
Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.

Baca juga: Video: Penting Perempuan Mandiri Finansial dan Lebih Dekat Aset Digital

Dengan rangkaian metode yang digunakan tersebut, diharapkan dapat mengetahui produk kripto apa yang paling diminati di Indonesia dan kemungkinan dalam pembuatan produk kripto baru yang memenuhi keinginan dari masyarakat Indonesia.

TokoScholar Dukung Penelitian Kripto dan Blockchain

Proposal penelitian yang dikeluarkan oleh Nicolaus dan Sisilia mendapat dukungan penuh dari Tokocrypto melalui ekosistem TokoScholar, salah satu platform yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain. 

Para peneliti telah mendapatkan dana hibah kurang lebih Rp 50 juta untuk menjalankan penelitiannya dari proposal yang mereka buat. Jangka waktu penelitian yang diberikan maksimal tiga bulan. Nantinya, hasil penelitian akan dipublikasi oleh peneliti dan akan ditindak lanjuti oleh Tokocrypto dalam mengembangkan produk serta bisnis ke depan.

Program Lead of TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan mencari produk kripto yang sesuai dengan kebutuhan dan manfaat bagi masyarakat Indonesia merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, Tokoscholar memutuskan menfasilitasi penelitian yang dilakukan oleh Nicolaus dan Sisilia.

Tokocrypto Researcher Grants
Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants.

Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

“Perkembangan investasi aset kripto kini sudah semakin eksponensial. Namun, di sisi lain, kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk atau project kripto yang sesuai dengan mereka, belum dipahami sepenuhnya. Sehingga, banyak di antara mereka yang ikuti melakukan investasi atas dasar FOMO, tanpa melakukan riset,” kata Dimas.

Dimas menambahkan, perlu diingat dalam investasi aset kripto, investor harus melakukan riset terlebih dahulu. Jangan terpengaruh dengan FOMO yang mendukung aset kripto lokal, namun lihat whitepaper, roadmap, hingga profil pengembangnya. Maka dari itu, edukasi dan literasi mengenai kripto dan blockchain sangat dibutuhkan.

Salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 8 September 2022: Kripto Kembali Bangkit

Pergerakan aset kripto pada Kamis (8/9) siang tampak mulai kembali berjaya. Padahal sehari sebelumnya pada Rabu (7/9), market tampak tak berdaya di zona merah. Apa yang menyebabkan kebangkitan?

Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar merangsek masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) naik 3,29% ke US$ 19.353 per keping, meski turun 3,63% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) melonjak tinggi dengan 8,65% ke US$ 1.642 di waktu yang sama dan naik 5,69% sepekan terakhir. Solana (SOL) naik 5,69%, Dogecoin (DOGE), XRP dan Polkadot capai kenaikan harga lebih dari 4% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang mencoba kembali bangkit, setelah terjadi penurunan yang signifikan pada hari Rabu lalu. Dari data CoinMarketCap, harga Bitcoin sempat jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Penurunan tersebut menurut Afid disebabkan oleh investor yang sudah mulai lelah untuk melakukan akumulasi Bitcoin karena gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. 

“Namun, melihat kondisi market Kamis ini, tampaknya investor mulai bergairah kembali untuk melakukan akumulasi. Salah faktor penyebabnya adalah nilai indeks Dolar AS yang menurun dari level 110 kemarin ke 109 pada dini hari tadi. Dan situasi pasar saham AS yang tumbuh karena nilai saham teknologi yang bergerak naik, terutama Apple,” kata Afid.

Sentimen Positif dari Ethereum

Menurut Afid, performa bagus dari aset kripto dipercaya mengikuti laju indeks saham AS yang menghijau pada sesi perdagangan kemarin. Sekadar informasi, pergerakan harga aset kripto memang berkaitan erat dengan langkah indeks Wall Street, karena investor selalu melihat gerak saham AS sebagai acuan dalam melihat selera risiko risiko secara umum.

Selain itu sentimen positif lainnya yang mampu menggerakan market datang juga dari ekosistem jaringan Ethereum yang telah sukses upgrade Bellatrix sebagai tanda The Merge semakin mendekat. 

Kabar lainnya, platform exchange kripto, Binance akan menyediakan jasa staking ETH dengan tingkat imbal hasil 6% per tahun. Hal ini menjadi mungkin setelah jaringan Ethereum akan mengganti mekanisme konsensusnya dari Proof-of-Work menjadi Proof-of Stake dalam pembaruan jaringan bulan ini. Investor kabarnya bisa mengambil keuntungan dari peristiwa bersejarah ini.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Vasil Hard Fork Cardano (ADA) Semakin Dekat, Apa Dampaknya?

Kenaikan harga kripto juga masih di bawah tekanan sentimen makroekonomi di mana meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin. The Fed berkomitmen untuk tetap menaikkan suku bunga tetapi itu tergantung pada perkembangan terkini.

Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, saat ini pergerakan harga Bitcoin terlihat bounce, jika kenaikan harga tersebut didukung oleh aksi beli yang tinggi, maka target naik berada di level US$ 20.569.

Level support BTC tersebut juga menjadi tahanan yang penting untuk menjaga stabilitas harga, karena apabila terjadi breakdown, kemungkinan Bitcoin akan turun kembali retest major support pada level US$ 17.622.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan September ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Afid melihat ADA masih besar untuk melanjutkan relinya, setelah Pengembang Cardano Foundation akhirnya mengumumkan bahwa Vasil hard fork Cardano akan terjadi pada 22 September mendatang, atau hanya satu minggu setelah tanggal perkiraan The Merge Ethereum di tanggal 15 September.

“Vasil hard fork adalah pembaruan tersulit yang pernah dilakukan. Sehingga peluncurannya nanti akan menjadi tonggak sejarah bagi Cardano. Dan investor sudah menanti itu sejak lama. Ada kemungkinan akan terjadi akumulasi sebelum hard fork terjadi,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,53. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,53 hingga US$ 0,59 atau naik 10-16% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 16.196.434.727. Jumlah koin yang beredar 34.182.044.153 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

2. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Afid menjelaskan nilai ETH telah meroket didorong oleh sentimen The Merge yang semakin dekat dan kemungkinan besar akan terjadi pada tanggal 15 September mendatang.

“Dengan waktu The Merge yang semakin dekat, investor mulai melakukan akumulasi. Tidak hanya ETH, altcoin lainnya yang masih berhubungan dengan jaringan Ethereum juga mengalami kenaikan harga, seperti ETC,” ucap Afid

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ETH pagi ini ditutup pada harga US$ 1.630, saat ini level tertinggi berada di harga US$ 1.657 dan level terendah berada pada harga US$ 1.490. 

Jika berhasil breakout, maka target naik ETH selanjutnya berada di level US$ 1.697. Sedangkan, level support masih solid di US$ 1.606 untuk menahan laju penurunan jika harga ETH koreksi.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 199.878.917.745. Jumlah koin yang beredar 122.283.955 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Ethereum Classic (ETC)

Analisis teknikal Ethereum Classic (ETC).

Ethereum Classic (ETC) termasuk salah satu kripto potensi bullish pekan ini. Afid melihat ETC mencatat keuntungan signifikan yang sebagian didukung oleh aktivitas jaringan pada blockchain Ethereum utama, khususnya peningkatan The Merge. 

“Selain itu, faktor tingkat mining difficulty dan hash rate ETC saat ini berada pada rekor tertinggi sepanjang masa (ATH). Adanya aktivitas migrasi penambang dari ETH ke ETC menyusul agenda transisi Ethereum dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang segera tayang. Kemungkinan ada aksi breakout dan menunjukkan harga ETC akan terus naik, maka US$ 45 akan menjadi titik resisten terdekat berikutnya,” jelas Afid.

Ethereum Classic (ETC) sendiri adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.

Peringkat ETC di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #17, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 5.052.737.102. Pasokan yang beredar 136.756.006  koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.

Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

4. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Fase bullish pada aset kripto KAVA muncul kembali. Afid menjelaskan sentimen positif pasca peluncuran mainnet Kava 11 pada 8 September 2022. Dalam peluncuran tersebut KAVA Labs  pun akan memperkenalkan bKAVA yang merupakan platform staking derivative.

“Dengan diluncurkan KAVA 11 ini bisa jadi merupakan kabar fundamental yang dapat memperlengkap ekosistem dan kemungkinan besar akan berdampak pada pergerakan harga token native mereka, KAVA. Apabila valid breakout, target kenaikan KAVA di $1,89 dan level resistance berada di US$ 2,15,” tutur Afid.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #89, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 396.693.463. Pasokan yang beredar 250.874.925 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Binance Coin (BNB)

Analisis teknikal Binance Coin (BNB).

Selanjutnya, ada Binance Coin (BNB) yang merupakan aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi. 

Afid menjelaskan BNB berpotensi bullish dampak langkah Binance yang mengeluarkan USD Coin (USDC) dari platformnya untuk meningkatkan stablecoin-nya sendiri, Binance USD (BUSD), stablecoin terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar, mengikuti USDC di tempat kedua dan Tether.

“Dari analisis teknikalnya, BNB masih akan terus naik harganya menuju level US$ 290 dan target selanjutnya diharapkan bisa menyentuh level US$ 307. Support terdekat berada pada level US$ 274 sebagai tahanan utama,” ungkap Afid

Peringkat BNB di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #5, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 45.065.570.865. Pasokan yang beredar 161.337.261 koin BNB dan maksimal pasokan 200.000.000 koin BNB.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Orchid (OXT)

Analisis teknikal Orchid (OXT).

Orchid (OXT) adalah token asli dari platform Orchid yang digunakan untuk bertukar nilai melalui jaringan, yang beroperasi pada model bayar per penggunaan. Layanan berjalan di aplikasi Orchid, yang mirip dengan klien VPN biasa dalam dunia konvensional.

Afid melihat harga Orchid sempat turun menyentuh nilai US$ 0,10. Perubahan harga sejalan dengan volume yang berada di bawah level rata-rata sementara kapitalisasi pasar token telah turun selama periode waktu yang sama.

“Namun kenaikan yang cukup tinggi dengan cepat menyentuh harga US$ 0,11 membuat candle OXT membentuk pola bearish. Ada kemungkinan akan kembali jauth sekitar 10% ke harga US$ 0,10 kembali,” tutur Afid.

Peringkat OXT di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #285, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 77.830.083. Pasokan yang beredar 690.690.084 koin BNB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Helium (HNT)

Analisis teknikal Helium (HNT).

Helium (HNT) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bearish pekan ini. Afid melihat sentimen buruk masih diselimuti oleh HNT, telah jatuh hampir 40% dalam seminggu terakhir setelah pengumuman bahwa pengembang inti Helium sedang mempertimbangkan untuk memigrasi jaringan ke blockchain Solana (SOL) berkinerja tinggi. HNT diperdagangkan pada US$ 5,25 pada saat penulisan.

“Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar bisa turun sebesar 14% dari harga US$ 5,25 ke US$ 4,5 dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, level support HNT berada di US$ 4,98 dan level resistance-nya ada di US$ 6,70, ungkap Afid.

Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #62, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 660.483.983. Jumlah koin yang beredar 125.707.576 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

3. Bitcoin (BTC)

Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

Bitcoin (BTC) masuk dalam daftar aset kripto yang potensi bearish pekan ini. Afid melihat dampak dari US$ 358 juta telah dilikuidasi saat Bitcoin turun ke US$ 18.800 beberapa waktu lalu.

“Di saat market mulai bangkit, sayangnya Bitcoin masih memiliki ruang untuk koreksi, dan mungkin melihat penurunan ke level yang sama seperti yang kita lihat pada bulan Juni ketika harga pertama merosot ke kisaran harga US$ 17.000. Kebijakan moneter yang ketat, kenaikan suku bunga yang akan datang, dan faktor lainnya buat BTC sulit bullish,” terang Afid.

Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 368.971.539.138. Pasokan yang beredar 19.144.543 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

4. Avalanche (AVAX)

Analisis teknikal Avalanche (AVAX).

Avalanche adalah blockchain yang dirancang Ava Labs sebagai jaringan terdesentralisasi yang aman dan terdistribusi secara global. Sementara, AVAX merupakan token native dari platform Avalanche yang digunakan sebagai alat tukar dalam ekosistem mereka. 

Pergerakan nilai AVAX bisa bearish pada pekan ini, disebabkan Nereus Finance, platform staking DeFi di Avalanche, terkena dampak serangan arbitrase pinjaman kilat pada hari Selasa (6/9), yang membuat hacker menghabiskan US$ 370.000 dalam stablecoin USDC.   

Selain itu, Ava Labs, pencipta blockchain Avalanche, dituduh terlibat dalam membayar pengacara untuk “menyerang dan membahayakan organisasi dan proyek crypto yang mungkin bersaing dengan Ava Labs atau Avalanche dalam beberapa cara.”

“Tak perlu dikatakan, tuduhan itu menimbulkan kontroversi yang menyebabkan penurunan harga. AVAX mengalami koreksi volum perdagangan. Wajar untuk mengatakan, AVAX masuk potensi bearish turun sekitar 17% menuju US$ 17,” tutur Afid.

Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 5.590.991.474. Pasokan yang beredar 294.793.623 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.

5. Voyager Token (VGX)

Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

Voyager Token masih kuat untuk potensi bearish pada pekan ini. Afid menjelaskan sentimen negatif dari VGX terjadi karena Voyager Digital yang telah mengalami kebangkrutan akan mengadakan lelang aset pada 13 September mendatang.

Mengikuti perintah yang diberikan pengadilan AS, Voyager Digital akan mengadakan lelang aset minggu depan, lebih dari dua bulan setelah mengajukan kebangkrutan. Hasil lelang akan diumumkan pada 29 September. 

“Sentimen itu membawa nilai VGX bisa jatuh. Kemungkinan besar jika terjadi breakdown, VGX bisa mengalami penurunan sekitar 13% menuju harga kisaran US$ 0,88,” jelas Afid.

Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #107, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 311.985.996. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com