Tag Archives: crypto

Tanya Jawab Lengkap Aturan Pajak Aset Kripto yang Wajib Dipahami

1 Mei 2022 menjadi tanggal penting bagi industri aset kripto di Indonesia. Pada tanggal tersebut, pemerintah mulai memberlakukan aturan terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) atas transaksi Perdagangan Aset Kripto melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022.

Mungkin kamu masih bingung atau bahkan cemas dengan ada aturan ini. Untuk itu TokoNews membuat artikel yang berkonsep tanya-jawab atau Q&A yang diharapkan bisa membuat kamu mengerti dan paham terhadap aturan pajak transaksi aset kripto ini. Oke, kita mulai, ya!

1. Kenapa pemerintah bikin aturan pajak transaksi aset kripto?

Pemerintah Indonesia memandang nilai transaksi aset kripto menimbulkan potensi ekonomi. Dan tentu saja, hal tersebut bisa berdampak pada potensi penerimaan negara dari sektor perpajakan yang cukup signifikan.

Industri aset kripto mengalami pertumbuhan yang eksponensial dalam beberapa tahun belakangan ini. Pada tahun 2021 saja, industri ini diestimasikan menghasilkan transaksi perdagangan bernilai setidaknya Rp 2,35 triliun per hari, atau Rp 859,4 triliun per tahun.

Dari sisi jumlah investor aset kripto pun juga melonjak dari 4 juta investor di akhir tahun 2020, melonjak menjadi 11,2 juta investor di 2021. Pertumbuhan terus berlangsung, sejak Januari hingga Februari 2022, total nilai transaksi aset kripto sebesar Rp 83,88 triliun, dengan peningkatan investor menjadi 12,4 juta. 

pajak kripto di tokocrypto

2. Aset kripto kan barang digital kok bisa kena pajak?

Peraturan Menteri Keuangan No. 68/PMK.03/2022 tentang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto keluar dengan prinsip keadilan, bahwa pajak tidak hanya atas barang kebutuhan umum masyarakat, namun juga menjangkau barang digital yang ditransaksikan investor. 

Aset kripto sendiri diatur sebagai barang komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karenanya, aset kripto diatur bukan sebagai mata uang atau surat berharga, tetapi merupakan barang berupa hak dan kepentingan lainnya yang berbentuk digital. 

Maka dari itu, Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai memandangnya sebagai Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan perlu mengatur ketentuan tentang PPN dan PPh.

Perdagangan aset kripto di Indonesia telah diregulasi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan sejak 2019. Kripto pun tergolong aset komoditi seperti tertera dalam Peraturan Bappebti No.7/2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

3. Apa keuntungan bagi industri dari aturan pajak kripto ini?

Kebijakan pajak ini secara tidak langsung menjadi pengakuan negara terhadap legalitas perdagangan aset kripto. Indonesia berani mengambil langkah ini, ketika sejumlah negara melarang perdagangan dan penambangan kripto. Regulasi dari Bappebti dan adanya PMK 68 bisa memberikan efek positif terhadap kepastian bagi investor dan pelaku industri kripto di Indonesia.

Langkah penarikan pajak ini diharapkan mampu membantu penambahan penerimaan negara, mengingat penerimaan pajak diproyeksikan turun sebagai dampak dari stimulus ekonomi pemerintah untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19.

Bagi sebagian orang, pajak mungkin terkesan membebani, namun jika dilihat lebih jauh, punya banyak sekali manfaat. Pembangunan merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, baik secara materiil maupun spiritual. Untuk dapat merealisasikan hal tersebut, maka negara perlu untuk mendapatkan sumber dana dari dalam negeri yaitu berupa pajak.

“Potensi penerimaan yang besar dari aset kripto bisa dioptimalkan untuk memperbesar nominal bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat kelas bawah”

Kasubdit Peraturan PPN Perdagangan, Jasa, dan Pajak Tidak Langsung Lainnya DJP Kemenkeu – Bonarsius Sipayung

4. Apa potensi risiko bagi industri dari aturan pajak kripto ini?

Munculnya regulasi baru, pasti akan berpotensi menimbulkan risiko. Pertumbuhan industri aset kripto yang meningkat secara eksponensial terancam melambat, karena pengenaan pajak bisa menambah beban bagi investor, baik baru maupun lama, serta pelaku industri.

Berkaca dari situasi yang terjadi di India, di mana menurut laporan perusahaan riset, Crebaco, menyebutkan volume perdagangan aset kripto di Negeri Taj Mahal itu menurun pasca pemberlakuan pajak 30%. Meski, tarif pajak yang dibebankan jauh lebih rendah di Indonesia, bukan tidak mungkin hal sama bisa terjadi.

5. Apa keuntungan bagi investor dari aturan pajak kripto ini?

Dengan pemberlakuan aturan pajak kripto atau PMK 68, setiap pemegang aset kripto di Indonesia akan mendapatkan kepastian perpajakan yang sangat jelas dengan tarif yang bersahabat. Sebelum PMK 68 ini diterapkan, belum ada perlakuan khusus kepada aset kripto yang dimiliki oleh para investor sehingga akan dikategorikan sebagai bagian pendapatan lain-lain. 

Pendapatan lain-lain ini akan menjadi bagian dari laporan SPT tahunan dengan tarif berjenjang sampai dengan 35%. Pemberlakuan PMK 68 dengan tarif PPN dan PPh final senilai total 0,21% dapat disimpulkan lebih menguntungkan dibandingkan tarif berjenjang pendapatan lain-lain. 

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto. Foto: Pixabay

Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Digital Dunia, Lewat Aset Kripto

6. Berapa tarif PPN dan PPh yang ada di dalam aturan pajak kripto?

Perdagangan aset kripto di Indonesia akan mulai dikenakan PPN dan PPh yang akan berlaku mulai 1 Mei 2022. Intinya saat ini, PMK 68 mengatur 3 hal: Transaksi jual-beli kripto, jasa memfasilitasi transaksi (exchange) dan jasa verifikasi transaksi (mining).

Adapun, tarif PPN yang dikenakan ialah 0,11% dari nilai transaksi kripto. Sementara itu, para penjual aset kripto atau exchanger dikenai PPh 22 final dengan tarif 0,1% dari nilai transaksi.

Untuk pedagang yang tak terdaftar di Bappebti, maka tarif pajak yang dipungut berbeda. Yakni, dua kali lipat dari pedagang yang berlisensi atau berarti 0,22% untuk PPN dan 0,2% sebagai PPh.

Poin selanjutnya, jasa penyedia sarana elektronik untuk memfasilitasi transaksi aset kripto (jasa exchange dan dompet elektronik) merupakan jasa kena pajak dan dikenai mekanisme umum PPN. 

Kemudian, jasa mining aset kripto merupakan jasa kena pajak yang dipungut PPN dengan besaran tertentu sebesar 10% dari tarif PPN atau 1,1% terhadap nilai uang atas aset kripto yang diterima penambang. 

7. Apakah pajak dipotong hanya ketika saya mendapatkan gain atas apa yang diinvestasikan? Bagaimana bila saya dalam kondisi loss?

Penerapan pajak PPN dan PPh berdasarkan dari transaksi aset kripto yang dilakukan. Hal serupa diterapkan juga pada produk investasi lainnya seperti, saham dan reksadana. Potongan pajak yang terjadi bersifat final dengan tarif yang sangat kecil. Hal ini menyebabkan tidak akan timbul beban pajak lainnya pada SPT tahunan di kemudian hari.

8. Apabila saya melakukan scalping salah satu aset kripto, berarti saya kena pajak?

Aturan PMK 68 merupakan pajak transaksi, di mana pajak diterapkan di setiap transaksi perdagangan aset kripto yang dilakukan oleh wajib pajak. Dengan pemberlakuan pajak aset kripto ini, diharapkan para trader dapat mengkalkulasi ulang strateginya sebelum merealisasikan keuntungan. Nilai trading fee yang sebelumnya 0,1% sekarang menjadi 0,31% di Tokocrypto, sehingga paling sedikit trader harus berhasil membukukan 0,5% capital gain untuk membukukan keuntungan.

9. Bagaimana skema pemungutan pajak transaksi aset kripto?

Transaksi Aset Kripto Fiat-Kripto

Terkena pajak PPN 0,11% dan PPh 0,1%.

Skema pemungutan pajak transaksi fiat-kripto.

Transaksi Swap Aset Kripto-Kripto 

Terkena pajak PPN 0,11% dan PPh 0,1% pada masing masing aset kripto.

Skema pemungutan pajak transaksi kripto-kripto.

Transaksi Transfer Fund 

Terkena pajak PPN 0,11%. Transaksi transfer fund termasuk namun tidak terbatas pada: Transaksi antar pengguna, Airdrop dan lain-lain.

Baca juga: Alasan Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Kripto Tertinggi di Dunia

10. Bagaimana pemungutan pajak transaksi aset kripto di Tokocrypto?

PPN dan PPh (sebesar 0,21%) untuk sementara waktu akan diintegrasikan sebagai bagian dari trading fee, sehingga trading fee akan menyesuaikan menjadi 0,31% (trading fee 0,1% + PPN-PPh sebesar 0,21%). 

Hal ini dilakukan agar implementasi dapat dilaksanakan tepat waktu sejak sosialisasi dimulai, di mana pedagang aset kripto dihimbau untuk menerapkan pajak dimulai tanggal 1 Mei 2022.  

11. Bagaimana skema perhitungan pajak aset kripto di Tokocrypto?

Untuk memahami lebih lanjut perhitungan pajak yang akan berlaku mulai 1 Mei 2022 di platform Tokocrypto bisa simak skemanya di bawah ini:

Perdagangan Rupiah-Kripto

Contoh transaksi jual terjadi pada tanggal 12 Mei 2022, Anda menjual aset kripto Bitcoin sebanyak 0,5 BTC dengan harga satuan pada saat itu adalah Rp 500.000.000 per BTC di Tokocrypto. 

Atas transaksi itu, maka beban biaya yang pengguna tanggung adalah berdasarkan formula sebagai berikut:

  • Biaya trading fee 0,31% x (jumlah kripto x harga satuan)
  • 0,31% x (0,5 BTC x Rp 500.000.000) = Rp 775.000

Contoh transaksi beli terjadi pada tanggal 13 Mei 2022, Anda membeli aset kripto Bitcoin sebanyak 0,5 BTC dengan harga satuan pada saat itu adalah Rp 600.000.000 per BTC di Tokocrypto. 

  • Biaya trading fee 0,31% x (jumlah kripto x harga satuan)
  • 0,31% x (0,5 BTC x Rp 600.000.000) = Rp 930.000

Perdagangan Kripto-Kripto (Swap/Tukar)

Contohnya transaksi pada tanggal 14 Mei 2022, Anton menukar sebanyak 0,5 aset kripto A dengan 1 aset kripto B milik Lisa. Pada tanggal itu nilai tukar aset kripto A dalam rupiah adalah Rp 500.000.000 dan aset kripto B sebesar Rp 30.000.000.

Besar biaya dan pengenaan pajak pada Anton

Atas penyerahan aset kripto A, biaya dan pajak yang dikenakan kepada Anton adalah:

  • Biaya trading fee 0,31% x (jumlah kripto A x harga satuan kripto A)
  • 0,31% x (0,5 x Rp 500.000.000) = Rp 775.000

Kemudian, atas penerimaan aset kripto B, biaya dan pajak yang dikenakan kepada Anton adalah:

  • Biaya trading fee 0,31% x (jumlah kripto B x harga satuan kripto B)
  • 0,31% x (1 x Rp 30.000.000) = Rp 93.000

Maka, total biaya dan pajak penyerahan aset kripto A dan B adalah Rp 868.000 untuk Anton.

Besar biaya dan pengenaan pajak pada Lisa

Atas penerimaan kripto A, biaya dan pajak yang dikenakan kepada Lisa adalah:

  • Biaya trading fee 0,31% x (jumlah kripto A x harga satuan kripto A)
  • 0,31% x (0,5 x Rp 500.000.000) = Rp 775.000

Kemudian, atas penerimaan aset kripto B, biaya dan pajak yang dikenakan kepada Anton adalah:

  • Biaya trading fee 0,31% x (jumlah kripto B x harga satuan kripto B)
  • 0,31% x (1 x Rp 30.000.000) = Rp 93.000

Maka, total biaya dan pajak penyerahan aset kripto A dan B adalah Rp 868.000 untuk Lisa.

Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg
Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg.

Baca juga: Tokocrypto Kenalkan Ekosistem Blockchain, TokoVerse Terdepan di Indonesia

12. Apakah Tokocrypto akan meminta NPWP pelanggan?

Ya, Tokocrypto akan menghimpun seluruh NPWP pengguna Tokocrypto, baik pengguna baru maupun lama, untuk menaati peraturan yang berlaku, termasuk dalam hal penyerahan segala informasi yang dibutuhkan oleh pihak yang berwenang salah satunya adalah NPWP. 

13. Bagaimana bila saya tidak atau belum memiliki NPWP?

NPWP adalah salah satu persyaratan untuk melalui proses screening KYC (Know Your Customer) sebagai salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan pedagang aset kripto. 

14. Apakah penerapan pajak kripto ini akan mempengaruhi proses pelaporan SPT? Jika iya, bagian mananya?

Bukti potong pajak akan menjadi salah satu instrumen pelaporan yang dibutuhkan dalam proses pelaporan SPT, pedagang aset kripto diwajibkan untuk menyediakan bukti potong pajak bagi para pengguna yang sudah mendaftarkan NPWP.

15. Apakah Tokocrypto akan menyediakan semacam laporan atas transaksi yang saya lakukan dan potongan pajak yang saya terima secara berkala? Bagaimana transparansi penyetoran potongan pajak tersebut?

Seiring berjalan waktu penerapan, Tokocrypto nantinya akan menyediakan laporan atas transaksi yang pengguna lakukan dan potongan pajak diterima secara berkala. Laporan ini nantinya bisa diakses pengguna melalui platform dekstop atau situs Tokocrypto.

Dalam hal rincian pemotongan pajak pada riwayat transaksi, Tokocrypto di tengah masa transisi dan penyesuaian sehingga fitur-fitur terkait akan segera hadir untuk memudahkan pengguna bertransaksi di Tokocrypto di bawah peraturan yang baru diberlakukan. 

Ilustrasi pajak aset kripto.
Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

16. Bila melakukan transaksi secara peer-to-peer tidak melalui exchange (dari cold wallet ke cold wallet, atau melakukan token swap dari fitur hot wallet, atau langsung dari nodes), apakah kena pajak?

Saat ini hanya pedagang aset kripto atau exchange yang menjadi pemungut pajak. Transaksi di luar exchange tidak dapat dideteksi secara langsung. Akan tetapi, setiap transaksi dan harta, termasuk kripto menjadi bagian yang wajib dilaporkan menjadi tanggung jawab masing masing. 

Jika transaksi tidak dilakukan melalui exchange yang terdaftar, maka tarif yang berlaku adalah tarif umum dengan batas maksimal 35%.

17. Bagaimana pemerintah memungut pajak jika transaksi dilakukan di platform DEX (decentralized exchange)?

Pemerintah tidak hanya menunjuk exchange terdaftar di Bappebti menjadi pemungut pajak. Transaksi di luar exchange terdaftar juga dipungut pajak dengan pengenaan pajak yang lebih tinggi yaitu PPN 0,22% dan PPh 0,2%.

18. Apakah aset kripto yang dikelola platform luar negeri juga kena pajak jika usernya WNI?

Pemerintah sedang melakukan penelitian terhadap transaksi yang terjadi di exchange luar. Semua IP (Internet Protocol) yang terdeteksi dari Indonesia dianggap menjadi Subjek pajak. Ke depan, pemerintah akan menunjuk platform exchange luar negeri menjadi pemungut pajak.

Catatan:

Artikel ini akan selalu mengalami update sesuai dengan perkembangan kondisi penerapan aturan pajak transaksi aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia 

Adopsi aset kripto di Indonesia diyakini akan terus tumbuh hingga 10 tahun ke depan. Sebuah riset terbaru dari Chainalysis merilis indeks yang mengukur adopsi kripto global di tahun 2022, hasilnya Indonesia berada di urutan ke-20.

Chainalysis menyebutkan dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2022, Indonesia termasuk dalam kategori negara berkembang berpenghasilan menengah ke bawah yang memiliki pertumbuhan adopsi kripto yang tinggi. Meskipun, Indonesia kalah dengan Vietnam yang menduduki nomor satu. 

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, melihat masuknya Indonesia dalam daftar Indeks Adopsi Kripto Global 2022 versi Chainalysis cukup membanggakan. Pasalnya dalam laporan yang sama tahun lalu, Indonesia belum masuk ke posisi 20 negara teratas.

“Laporan ini cukup membuktikan bahwa pertumbuhan aset kripto di Indonesia itu masih terus berjalan dalam hal baik, meski market sedang lesu. Adopsi kripto yang tinggi ini didorong oleh penetrasi teknologi lebih luas dan edukasi investasi yang terus dilakukan, bersamaan regulasi yang aman melindungi konsumen,” kata pria yang akrab disapa manda.

Acara "Web3 Community Meetup 2022" di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.
Acara “Web3 Community Meetup 2022” di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Menakar Bisakah Indonesia Jadi Crypto Hub Dunia?

Menurut Manda adopsi kripto di Indonesia sudah lebih baik dibandingkan tahun lalu, walaupun dalam masa crypto winter. Aspek nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia memang cenderung menurun, khususnya sejak awal tahun 2022. 

Misalnya, pada Juni 2022, nilai transaksi kripto tercatat hanya Rp 20 triliun, turun 65,5% turun dibanding periode Juni 2021 sebesar Rp 58,06 triliun. Penurunan disebabkan oleh kondisi situasi makroekonomi dan inflasi yang yang tinggi di beberapa negara.

Manda menjelaskan mungkin saat ini terlihat investor telah menjauh dari aset kripto yang lebih tradisional seperti Bitcoin mengingat berarish market, mereka mulai beralih ke aset yang dibangun dengan project utilitas yang menarik di dunia Web3, metaverse dan unsur teknologi blockchain lainnya yang membuatnya lebih mudah diakses.

“Adopsi di Indonesia didorong oleh aset kripto yang lebih tradisional yang ditawarkan melalui exchange dan platform teknologi keuangan. Namun, di sisi lain, instrumen kripto tradisional kini kurang diminati, saat ini pertumbuhan yang tinggi ada di project kripto berbasis Web3 yang di mana banyak beralih ke aplikasi, seperti NFT dan game,” jelas Manda.

Web3
Ilustrasi Web3.

Baca juga: Wamendag: Indonesia Bakal Punya Bursa Kripto Pertama di Dunia

Masyarakat Tertarik Web3

Lebih lanjut, Manda mengungkap perkembangan industri blockchain, khususnya Web3 di Indonesia, kini sudah jauh lebih baik dan dikenal lebih luas oleh masyarakat. Web3 sudah menjelma menjadi sebuah lahan baru yang memiliki potensi pengembangan dan keuntungan lebih besar, karena bicara terkait teknologi masa depan dengan konsep yang hampir sama dengan internet.

Terlepas dari peringkat adopsi, laporan Chainalysis juga menunjukkan meskipun adopsi kripto lebih lambat di tengah bear market, tapi masih lebih tinggi dari periode sebelum bull run pada tahun 2020.

“Kami yakin aset kripto, Web3 dan segala hal lainnya di dunia blockchain akan melihat adopsi yang cukup tinggi dan meluas dalam 10 tahun ke depan. Untuk memacu adopsi, pengalaman pengguna harus ditingkatkan. Keamanan juga penting, misalnya pemain kripto harus berlisensi dan bersertifikat. Kemudian, edukasi tentang manfaat dan kegunaan dari teknologi yang dikembangkan untuk meraih tingkat kepercayaan yang tinggi di masyarakat,” pungkas manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bill Murray Kehilangan Kripto Rp 2,7 M Buat Amal dari Hasil Lelang NFT

Aktor Bill Murray harus menerima kenyataan pahit setelah sejumlah aset kripto miliknya dicuri oleh hacker. Padahal aset kripto tersebut akan digunakan untuk amal untuk keluarga veteran militer dan tenaga medis yang kurang mampu.

Dilaporkan Fortune, Bill Murray kehilangan aset kriptonya setelah beberapa jam penutupan lelang NFT yang mengumpulkan 119,2 ETH, sekitar US$185.000 atau Rp 2,7 miliar. Apesnya, dana kripto tersebut langsung dicuri oleh hacker sebelum disalurkan.

Peretas mulai menguras wallet kripto pribadi Murray sekitar pukul 19:00 ET pada hari Kamis (1/9), menurut data on-chain dari Etherscan dan detail dari tim Murray. Oknum yang tidak dikenal juga berusaha mengambil NFT dari koleksi pribadi aktor tersebut.

Ilustrasi peretasan kripto dan NFT. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi peretasan kripto dan NFT. Foto: Shutterstock.

Baca juga: TokoMall dan Grid Network Rilis Koleksi Gajah Monster NFT di Otobursa Tumplek Blek 2022

Hacker Coba Curi NFT Koleksi Bill Murray

Hacker yang kemungkinan sudah memiliki kemampuan yang tinggi itu seperti menunjukkan bagaimana selebritas terkenal dapat menjadi korban peretas dan pencurian kripto. Namun, dalam kasus Bill Murray, aktor tersebut mendapat keuntungan dari tim keamanan platform wallet yang melindunginya dari insiden terburuk.

Tim keamanan wallet Murray dari konsultan NFT, Project Venkman, turun tangan untuk melindungi NFT sang aktor dengan memindahkan ketempat yang aman. Koleksi yang hampir dicuri itu, termasuk NFT Damien Hirst, dua NFT CryptoPunks, NFT Pudgy Penguin, NFT Cool Cat, dan beberapa NFT Flower Girls.

Hacker juga mencoba mencuri 800 NFT dari koleksi Bill Murray yang tersimpan di wallet, meskipun Project Venkman mengatakan upaya itu gagal dengan memindahkan NFT tersebut ke safehouse juga. Mereka mengatakan mereka menjalankan kode script untuk secara otomatis memindahkan NFT ke tempat yang aman.

Bill Murray kehilangan kripto Rp 2,7 M buat amal dari hasil lelang NFT. Foto: Blockworks.
Bill Murray kehilangan kripto Rp 2,7 M buat amal dari hasil lelang NFT. Foto: Blockworks.

Baca juga: 10 NFT Sepak Bola Termahal, Ada Cristiano Ronaldo?

Hacker Sulit Diidentifikasi

Seorang perwakilan Murray mengkonfirmasi bahwa hacker yang mencuri 119,2 ETH melakukan transfer ke alamat wallet yang terkait dengan exchange kripto, Binance dan Unionchain.ai.

Meskipun ETH tersebut dinyatakan hilang, pemenang kedua dalam pelelangan yang meurpakan pengguna Coinbase, Mishap72, telah mengirim 120 ETH (sekitar US$ 187.500) ke Chive Charities untuk menggantikan kerugian yang hilang.

Tim Murray mengatakan telah mengajukan laporan polisi dan bekerja dengan perusahaan analitik kripto, Chainalysis untuk membawa penyerang ke pengadilan. Sejauh ini Chainalysis belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai insiden ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Disambut Bearish di Awal Juni, Apa Penyebabnya?

Pasar kripto memulai pekan pertama bulan Juni 2023 dengan langkah bearish. Padahal pada akhir pekan lalu, pasar masih menyambut baik kesepakatan plafon utang dan data gaji non-pertanian di AS pada Mei dengan reli yang meyakinkan. 

Selain hal di atas, menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, ekspektasi bahwa The Fed akan berada dalam mode jeda di pertemuan berikutnya semakin tinggi dan bertindak sebagai katalisator reli pasar kripto. Data FedWatch CME tools menunjukkan kemungkinan jeda 75%, dengan 25% sisanya mengharapkan kenaikan 25 basis poin pada pertemuan 14 Juni.

“Selama akhir pekan lalu, Bitcoin bahkan nyaman berada pada level di atas US$ 27.000. Namun, pada Senin (5/6), reli BTC telah berhenti jatuh dan mencoba untuk memulai pemulihan. Awal yang bearish untuk hari ini membuat BTC jatuh ke level terendah di US$ 26.963. Ada beberapa penyebab jeda reli Bitcoin ini dan buat pasar kripto bearish,” kata Fyqieh.

Pertama, investor kini mulai memasuki jeda terlebih dahulu untuk melakukan akumulasi Bitcoin, karena gagal mendorong harga untuk tembus ke level US$ 28.000. Hal ini umum terjadi, ketika BTC koreksi setelah investor gagal menembus level resistensi yang tinggi.

Selanjutnya, investor juga menanti hasil sidang Komite Pertanian AS pada hari Selasa (6/6) mendatang yang berfokus pada rancangan undang-undang perdagangan spot aset digital (Digital Asset Market Structure Proposal). Sebelumnya, para anggota senior Partai Republik di DPR AS telah merilis rancangan undang-undang yang mengklasifikasikan kripto sebagai komoditas, bukan sekuritas.

Baca juga: Prediksi Crypto Juni 2023: Hal yang Buruk untuk Bitcoin Belum Berakhir?

Sentimen Pendorong

Sidang hari Selasa nanti, harus memberi investor indikasi awal tentang seberapa reseptif Demokrat untuk memberikan kejelasan peraturan demi kepentingan inovasi dan perlindungan konsumen. Pemerintah AS harus mengakhiri kampanye anti-kriptonya dan mendukung rancangan undang-undang untuk mengalihkan sentimen investor ke pasar kripto AS.

Bitcoin juga terus bereaksi terhadap indikator ekonomi dari AS dan China. Investor juga perlu mempertimbangkan data ekonomi dari China, setelah melihat pertumbuhan mengecewakan dengan adanya perubahan kebijakan nol-COVID. Perilisan data PMI jasa Caixin (Senin) dan angka inflasi China (Kamis) masih jadi fokus investor untuk melangkah ke pasar.

Kemudian, Indeks Jasa ISM yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) pada Senin (5/6) akan menunjukkan kondisi bisnis di sektor jasa AS, yang menyumbang hampir 80% dari PDB negara dan dengan demikian berfungsi sebagai indikator kondisi perekonomian secara keseluruhan. Pembacaan yang lebih tinggi dari perkiraan akan menyebabkan inflasi, memperkuat alasan The Fed untuk melanjutkan pengetatan moneter.

Selera investor juga tidak menunjukan semangat tinggi melihat sentimen dari Bitcoin Fear and Greed Index, kini Senin (5/6) berada di level 53, kategori Neutral. Angka ini tidak jauh berbeda dari pekan sebelumnya di angka 52. Keraguan investor bertambah juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau berkinerja positif naik di 104.12 (+0.10%).

Bitcoin Monthly Returns. Sumber: Coinglass.com.

Bulan Mei 2023 ditutup dengan koreksi merah sebesar 6,98%, dan ada potensi penurunan yang berlanjut karena bulan Juni cenderung didominasi oleh koreksi. Data historis menunjukkan bahwa kuartal kedua seringkali mengalami penurunan. Oleh karena itu, prediksi tren bulan Juni cenderung bearish.

“Namun, perlu diingat bahwa prediksi ini mungkin tidak akurat karena banyak faktor yang mempengaruhi harga seperti sentimen pasar, berita terbaru, dan perkembangan baru di dunia kripto. Analisis historis tidak dapat sepenuhnya memprediksi pergerakan harga di masa mendatang<” ucap Fyqieh.

Dalam konteks halving Bitcoin yang akan datang dalam waktu kurang dari 1 tahun, beberapa orang berpendapat bahwa hal ini dapat memicu lonjakan harga (bull run) setelahnya. Oleh karena itu, tahun 2023 dianggap sebagai waktu yang tepat untuk melakukan akumulasi Bitcoin secara bertahap di saat pasar kripto bearish.

Analisis Pergerakan Harga 

Bitcoin (BTC) Masuk ke Area Sideways

BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Pada saat ini, harga Bitcoin mengalami penurunan dan berada sekitar US$ 26.000 setelah mencapai US$ 27.000 sebelumnya. Penyebabnya adalah efek dari psikologis investor yang gagal mendorong BTC melewati level US$ 27.000, yang memberikan sentimen negatif bagi Bitcoin. Secara teknikal, ada kemungkinan besar bahwa Bitcoin akan mencapai level US$ 26.600. 

Jika berencana untuk membeli Bitcoin, disarankan untuk bersikap sabar dan menunggu beberapa hari ke depan. Rentang pergerakan harga Bitcoin kemungkinan akan berada antara US$ 26.600 dan US$ 27.200 dalam seminggu ke depan, tetapi ini merupakan area volatilitasnya. Jika terjadi penurunan di bawah US$ 26.500, pertimbangkan untuk menutup posisi atau menyiapkan dana tambahan untuk melakukan akumulasi. 

Pada tanggal 2 Juni 2023, garis Moving Average 200 mingguan Bitcoin menunjukkan bahwa harga Bitcoin berada pada level US$ 27.248, sedangkan support Moving Average berada pada level US$ 26.313. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada di atas level support dan cenderung bullish karena pergerjakan harganya berada di atas rata-rata.

Ripple (XRP) Potensi Bullish

XRP/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: Daftar Aset Potensial di Bulan Juni 2023, Saatnya Nabung Kripto!

XRP sedang mengalami tren bullish karena adanya sentimen positif terkait penggunaan percontohan CBDC Ripple oleh bank sentral Montenegro, Republik Palau, dan Otoritas Moneter Kerajaan Bhutan. Ripple menawarkan solusi seperti stabilitas stablecoin, kecepatan transaksi, dan biaya transaksi yang rendah. Berdasarkan sentimen ini, ada prediksi bahwa XRP akan mengalami tren bullish dan dapat mencapai harga US$ 0,5361.

“Dalam tren bullish ini, support terdekat XRP berada di sekitar US$ 0,5 dan US$ 0,485. Support merupakan tingkat harga di mana permintaan dianggap cukup kuat untuk mencegah harga turun lebih jauh. Jika harga mendekati level-level support ini, ada kemungkinan terjadi rebound atau peningkatan harga,” jelas analisis Fyqieh.

Ethereum (ETH) Retest Support Line

ETH/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Pergerakan harga Ethereum (ETH) dalam 1-2 hari ke depan kemungkinan akan mengalami penurunan berdasarkan pola candlestick Bearish Engulfing, yang menunjukkan adanya kepanikan dan kekuatan seller yang lebih besar dari buyer. Saya memprediksi bahwa penurunan ini dapat mencapai harga US$ 1.830, diikuti oleh kemungkinan pullback.

Rentang harga pergerakan ETH dalam seminggu kedepan diperkirakan berada antara US$ 1.830 hingga US$ 1.900, dengan volatilitas persentase sebesar 3,97%. Area harga ini memungkinan untuk melakukan scalping di area harga tersebut untuk keamanan. Terakhir, jika ETH kembali menembus garis support-nya dan harga jatuh di bawah US$ 1.800 dalam beberapa minggu ke depan. Maka kemungkinan akan terjadi lanjutan penurunan.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Tidak Diatur Bisa Lemahkan Ekonomi Negara

Pertumbuhan industri investasi aset kripto di Indonesia semakin cepat. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyakini bahwa jika aset kripto tidak diatur bisa berdampak pada pelemahan ekonomi negara.

Plt Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardhana, mengatakan perdagangan aset kripto mengalami peningkatan signifikan, di mana pada 2021 mencapai nilai Rp 859,4 triliun dengan jumlah pelanggan sebanyak 11,2 juta orang atau meningkat 1.222,8 persen dibandingkan pada 2020 yang perdagangan asetnya sebesar Rp 64,9 triliun.

“Sampai dengan Februari 2022, transaksi aset kripto telah mencapai Rp83,8 triliun dengan jumlah pelanggan 12,4 juta orang atau bertambah 532.102 orang pelanggan dari 2021,” kata Wisnu saat menggelar rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (25/3).

Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Baca juga: Nasib Ekosistem Kelembagaan Aset Kripto di Indonesia

Aset Kripto dan Dampaknya kepada Ekonomi Indonesia

Lebih lanjut, Wisnu mengatakan jika aset kripto tidak diatur bisa berdampak pada pelemahan ekonomi negara dan akan digunakan untuk transaksi ilegal. Masyarakat yang antusias dengan aset kripto akan lari ke platform perdagangan aset kripto atau exchange luar negeri.

“Apa keuntungannya buat negara dan ketahanan ekonomi? Bisa bayangkan Rp 859 triliun kalau tidak ada exchange (lokal) anak muda ini mau main di mana? Pasti main di luar (negeri), kalau main di luar tidak bisa pakai Rupiah harus cari Dolar. Berarti Rp 859 triliun akan menjadi Dolar. Dampaknya apa? Nilai tukar Rupiah menjadi melemah, karena permintaan akan Dolar meningkat,” ungkap Wisnu.

Wisnu menegaskan bahwa aset kripto telah diatur dan legal diperdagangkan di Indonesia sebagai komoditi sejak tahun 2019. Bahkan lembaga lainnya, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, BIN, BNN dan BNPT sudah mengetahui aturan tentang aset kripto di Indonesia.

“Aset kripto ini sebenarnya mulai di tahun 2019, itu adalah hasil keputusan dari Rakor Menko, di situ dihadiri oleh Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan, BIN, BNN. Iya jadi awalnya ceritanya gini ada bawa aset kripto ini digunakan untuk mendanai kegiatan ilegal bukan seperti pendanaan terorisme dan transaksi narkotika,” jelasnya.

Ilustrasi Bappebti.
Ilustrasi Bappebti.

Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Digital Dunia, Lewat Aset Kripto

Bank Indonesia dan OJK Setuju Bappebti Atur Aset Kripto

Sesuai Surat Menko Perekonomian Nomor S-302/M.EKON/09/2018 tanggal 24 September 2018 perihal Tindak lanjut Pelaksanaan Rakor Pengaturan Aset Kripto (Crypto Asset) Sebagai Komoditi yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka.

Aset kripto tetap dilarang sebagai alat pembayaran, namun sebagai alat investasi dapat dimasukan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Dengan pertimbangan, karena secara ekonomi potensi investasi yang besar dan apabila dilarang akan berdampak pada banyaknya investasi yang keluar (capital outflow) karena konsumen akan mencari pasar yang melegalkan transaksi kripto.

“Sudah dirapatkan berkali-kali BI bilang ini bukan mata uang, kita semua setuju. Ini bukan mata uang berdasarkan Undang-undang Mata Uang hanya Rupiah mata uang yang berlaku di Indonesia. (aset kripto) sebagai pembayaran, OJK juga bilang ini juga bukan keuangan, kita juga setuju. Karena itu masuk sebagai komoditi,” ungkap Wisnu.

kemudian, aset Kripto terlebih dahulu akan diatur dalam Permendag sebagai komoditi yang diperdagangkan di Bursa Berjangka. Pengaturan lebih lanjut terkait hal-hal yang bersifat teknis serta untuk mengakomodir masukan-masukan dari Kementerian/Lembaga akan disusun aturan pelaksana dalam bentuk Peraturan Bappebti.

Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM) menjadi salah dua dari aset kripto yang mencuri perhatian belakangan ini. Bicara soal Paris Saint-German Fan Token sudah pasti tertuju pada salah satu klub sepakbola raksasa asal Prancis, Paris Saint-German.

Sementara, Beam adalah aset kripto uang memiliki utilitas sebagai media pertukaran di dunia Decentralized Finance (DeFi). Bagi kamu yang penasaran dengan keunggulan dua aset kripto tersebut, mari simak selengkapnya di artikel ini.

Paris Saint-German Fan Token (PSG)

Apa Itu Paris Saint-German Fan Token (PSG)?

Paris Saint-German Fan Token (PSG) adalah salah satu dari 40 fan token berbagai klub sepak bola internasional di bawah Socios. Socios sendiri adalah platform blockchain yang sering bermitra dengan berbagai organisasi olahraga dan hiburan untuk merilis Fan Token yang didukung oleh Chiliz.

Project kripto Fan Token PSG ini memungkinkan penggemar memiliki kepentingan dalam pengambilan keputusan klub, mendapatkan hadiah VIP dan membuka akses ke promosi eksklusif, games, chatting serta mendapatkan kesempatan untuk diakui sebagai superfan.

Paris Saint-German Fan Token (PSG)
Ilustrasi aset kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Berkat Fan Token, pemegang bisa menerima akses ke pengalaman sekali seumur hidup seperti bertemu dengan pemain, hadir di sesi pelatihan dan banyak lagi. PSG bertindak sebagai pintu gerbang ke setiap kesempatan penggemar Paris Saint-German untuk menunjukkan kesetiaan dan dukungan mereka kepada tim dengan mendapatkan poin hadiah, mendapatkan pengalaman VIP dan membeli merchandise klub.

Seperti banyak platform kripto lainnya, semakin besar jumlah token yang dimiliki, maka memiliki tingkat pengaruh yang lebih tinggi di tokenbase. Penggemar PSG sekarang dapat berperan dalam kehidupan pemain dan organisasi olahraga dapat terhubung dengan penggemar mereka tidak seperti sebelumnya.

Apa yang Membuat Paris Saint-German Fan Token (PSG) Unik?

Fan token ACM unik karena menghubungkan pemain sepak bola yang merupakan seorang selebriti dengan penggemar biasa. PSG adalah token utilitas di Chiliz Chain, sidechain yang dibangun di atas Ethereum, dan terutama digunakan untuk hal-hal berikut:

  • Tata Kelola: Pemegang PSG dapat memberikan suara melalui kontrak pintar pada berbagai jajak pendapat “keputusan penggemar” yang mengikat kontrak yang diterbitkan oleh Paris Saint-Germain.
  • Rewards: Pemegang PSG bisa mendapatkan hadiah dari keterlibatan di Socios.
  • Staking: di masa depan, PSG dapat dipertaruhkan untuk mendapatkan hadiah Non-Fungible Token (NFT).
Paris Saint-German Fan Token (PSG)
Ilustrasi aset kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

PSG memiliki total pasokan token 20.000.000, di mana 1.288.396 awalnya didistribusikan kepada penggemar klub melalui Penawaran Fan Token. Token yang tersisa dipegang oleh Paris Saint-Germain dan dapat diperoleh dengan berpartisipasi dalam aktivitas komunitas dan Binance Launchpool, serta dengan membeli langsung di bursa.

Peringkat PSG di situs CoinMarketCap pada Rabu (14/6) jam 08.00 adalah #553, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 20.938.871. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 3.111.216 koin PSG dan maksimal pasokan 20.000.000 koin PSG.

Beam (BEAM)

Apa Itu Beam (BEAM)?

BEAM adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) rahasia yang berjalan pada kombinasi dua protokol blockchain (LelantusMW dan Mimblewimble). Jaringan ini didirikan oleh tokoh-tokoh terkenal di antaranya termasuk Alexander Zaidelson, Alex Romanov dan Amir Aaronson.

Pada tahun-tahun awal industri aset kripto, transaksi dengan jaringan blockchain publik seperti Bitcoin (BTC) dianggap tidak dapat dilacak. Dengan perkembangan dalam analisis blockchain, menjadi jelas bahwa transaksi sebenarnya dapat dilacak kembali ke pengirim, yang merupakan ancaman besar bagi privasi pengguna.

Beam (BEAM)
Ilustrasi aset kripto Beam (BEAM).

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Untuk mengatasi masalah ini, BEAM menemukan cara inovatif untuk meningkatkan anonimitas transaksi, saldo wallet, dan identitas pengguna. Beam berjalan pada protokol Mimblewimble dan diluncurkan pada Maret 2018.

Apa yang Membuat Beam (BEAM) Unik?

Beam memungkinkan partner atau mitra keuangan melakukan transaksi yang aman, stabil, dan andal. Ini membantu menghilangkan masalah salah urus data pengguna, menjaga sistem lebih bersih dan lebih aman. Blockchain Beam dibangun di atas bahasa pemrograman C++ dari awal.

Wallet pengguna dijaga kerahasiaannya setiap saat dan tidak pernah diungkapkan kepada pihak ketiga mana pun. Pengguna memiliki akses dan kontrol total atas privasi mereka, memutuskan siapa yang dapat mengakses informasi mereka dan apa yang boleh mereka lihat.

Beam mendukung transaksi khusus dari berbagai jenis, seperti Escrow, Atomic Swaps dan Time-locked. Beam menggunakan algoritma proof-of-work, Equihash yang dipilih karena kapasitasnya untuk menangani sejumlah besar data.

Beam (BEAM)
Ilustrasi aset kripto Beam (BEAM).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?

BEAM memiliki persediaan maksimum 262.800.000 token, di mana 81.970.000 di antaranya beredar pada Februari 2021. Peringkat BEAM di situs CoinMarketCap pada Rabu (15/6) jam 08.00 adalah #653, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 14.213.180. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 116.453.360 koin BEAM dan maksimal pasokan 262.800.000 koin BEAM.

Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM).

Trading PSG/USDT, PSD/BUSD, PSG/BTC, BEAM/USDT dan BEAM/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 14 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran PSG dan BEAM di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER)

Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) menjadi dua aset kripto yang fokus pada project membangun layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Menariknya, Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) sudah melakukan listing di Tokocrypto sejak tanggal 15 Juli 2022.

Project Firo merupakan bagian salah satu koin privasi paling awal yang dibuat oleh platform Poramin Insom dan timnya. Firo diluncurkan pada September 2016, dengan nama Zcoin dan token ticker XZC. Sementara, LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage.

Penasaran dengan keunggulan aset kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER), bisa simak artikel di bawah ini.

Firo (FIRO)

Apa Itu Firo (FIRO)?

Firo (FIRO) sebelumnya dikenal sebagai Zcoin, adalah aset kripto yang berfokus untuk menjadi uang digital privat. Pendiri Firo (saat itu Zcoin) adalah Poramin Insom. Dia memperoleh gelar master dalam Information Security dari Johns Hopkins University di mana dia menulis makalah tentang implementasi praktis yang diusulkan dari protokol Zerocoin.

Chief Operating Officer (COO) Zcoin, Reuben Yap, bergabung dengan proyek ini tidak lama setelah diluncurkan pada tahun 2016 dan sekarang memimpin proyek dalam tujuan strategi, pengembangan, dan penelitian secara keseluruhan.

Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

Baca juga: Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

Firo berganti nama dari Zcoin pada Oktober 2020. Firo menciptakan protokol privasi, Lelantus yang memungkinkan pengguna untuk membakar koin mereka dan menebusnya nanti dengan yang baru yang tidak memiliki riwayat transaksi.

Sebelum Lelantus, itu juga merupakan aset kripto pertama yang mengkode dan meluncurkan implementasi praktis dari protokol Zerocoin yang menjadi salah satu protokol privasi paling umum digunakan, sebelum digantikan oleh Sigma dan kemudian Lelantus setelah kelemahan kriptografi ditemukan di Protokol Zerocoin pada tahun 2019.

Apa yang Membuat Firo (FIRO) Unik?

Protokol privasi Firo, Lelantus dan pendahulunya, Sigma, bergantung sebagai bagian dari konstruksi jaringan yang tidak memerlukan pengaturan tepercaya atau asumsi matematika/kriptografi eksotis sementara mempertahankan set anonimitas tinggi.

Firo juga merupakan proyek pertama yang menerapkan Dandelion++ pada Oktober 2018. Ini metode penyebaran transaksi yang mencegah pihak ketiga menautkan alamat IP ke transaksi.

Pada November 2018, blockchain Firo (saat itu Zcoin) digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Partai Demokrat Thailand untuk memilih pemimpin partainya. Dengan lebih dari 127.000 suara yang diberikan secara nasional, ini adalah pemilihan politik berskala besar pertama di dunia yang diadakan di blockchain.

Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

Baca juga: Kenal Kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

Firo menggunakan model konsensus hibrida PoW-Chainlock di mana kuorum dibentuk oleh beberapa ratus masternode yang dipilih secara deterministik (LLMQ) yang melakukan pengukuran/pemungutan suara di seluruh jaringan yang dapat diverifikasi dari aturan “terlihat pertama” dan mengunci di blok yang dilihat pertama.

Firo (FIRO) memiliki pasokan beredar 12.211.042 koin dan pasokan maksimum 21.400.000 FIRO pada Agustus 2021. Ini mengikuti jadwal distribusi yang sama seperti Bitcoin.

Peringkat FIRO di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #475, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 32.564.579. Ini memiliki pasokan yang beredar 11.282.048 koin FIRO dan maksimal pasokan 21.400.000 koin FIRO.

LeverFi (LEVER)

Apa Itu LeverFi (LEVER)?

LeverFi adalah jaringan pembayaran keuangan terdesentralisasi yang membangun kembali konsep pembayaran tradisional di blockchain. Ini menggunakan sekeranjang stablecoin yang dipatok fiat, yang distabilkan secara algoritmik oleh LEVER sebagai aset cadangannya.

Token LEVER dibuat untuk memfasilitasi pembayaran yang dapat diprogram dan pengembangan infrastruktur keuangan terbuka. Pada Desember 2020, jaringan tersebut telah melakukan transaksi sekitar US$ 299 miliar untuk lebih dari 2 juta pengguna.

Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

Baca juga: Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

Apa yang Membuat LeverFi (LEVER) Unik?

LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage. Sebelumnya LeverFi bernama Ramp. Investor bisa menyetorkan jaminan untuk berdagang dengan leverage hingga 10x. Pedagang dapat menyetorkan agunan ke protokol farming dan berdagang dengan leverage dan mendapatkan hasil pada saat yang sama.

LEVER adalah token asli dari proyek. Kasus penggunaan saat ini untuk LEVER meliputi:

  • Tata Kelola: pemegang dapat mengunci LEVER untuk jangka waktu antara 6-48 bulan untuk mendapatkan xLEVER, yang dapat digunakan dalam pemungutan suara tata kelola. Semakin lama periode penguncian, semakin banyak xLEVER yang dihasilkan.
  • Staking: Pengguna dapat mempertaruhkan token xLEVER untuk mendapatkan bagian dari hadiah protokol.
Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Proyek ini terdiri dari komponen utama berikut yang bekerja bersama:

  • Manajer Jaminan: Manajer Jaminan mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil agunan.
  • Manajer Pemberi Pinjaman: Manajer Pemberi Pinjaman mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil aset pinjaman.
  • Manajer Perdagangan: Manajer Perdagangan mengatur pelaksanaan, penyelesaian, perutean perdagangan.
  • Manajer Risiko: Manajer Risiko menghitung kesehatan akun, rasio Loan-To-Value, dan parameter terkait risiko lainnya untuk mengontrol total risiko LeverFi.

Pada 23 Juni 2022, persediaan token LEVER maksimum dan total adalah 35.000.000.000. Pasokan yang beredar saat ini adalah 16.800.000.000 (48% dari total suplai token).

Peringkat LEVER di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #2773, dengan kapitalisasi pasar langsung tidak tersedia. Ini memiliki pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 35.000.000.000 koin LEVER.

Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER).

Trading FIRO/USDT, FIRO/BTC, FIRO/BUSD, LEVER/USDT dan LEVER/BUSD dapat dilakukan mulai tanggal 15 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran ACM dan TRU di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pahami Apa itu Marketcap Crypto dan Perannya di Dunia Kripto!

Pernahkah Anda mendengar tentang marketcap crypto? Melakukan jual-beli aset kripto jelas tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Anda harus melakukan analisis aset untuk meminimalisir risiko rugi. Dengan analisis yang baik, maka peluang mendapat untung pun semakin besar, salah satu caranya bisa lewat marketcap crypto.

Bagi Anda yang baru terjun ke pasar aset kripto, hal tersebut tentu akan menjadi sangat membingungkan. Apabila ini yang sedang Anda hadapi, sebaiknya mulailah dengan analisis yang tidak terlalu rumit seperti marketcap crypto. Mari simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Marketcap Crypto? 

Marketcap atau market capitalization adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nilai keseluruhan saham perusahaan. Metrik ini sering digunakan untuk mengukur berbagai aset, termasuk aset kripto. Dalam dunia kripto, marketcap mewakili performa suatu aset kripto. Jadi, marketcap crypto adalah nilai yang menunjukkan keseluruhan total aset kripto yang ada di pasar.

Bagaimana Cara Menghitung Marketcap Crypto?

Cara menghitung marketcap adalah dengan mengali jumlah pasokan koin yang beredar dengan harga aset kripto terkini. 

Katakanlah Anda ingin mengetahui marketcap Ethereum. Untuk saat ini, ada 119,994,476.25 koin ETH yang beredar. Sedangkan, harga ETH per keping saat artikel ini ditulis adalah 2.768,62 USD. Maka, marketcap Ethereum adalah 119,994,476.25 x 2.768,62 USD = 332.219.106.835 USD. Sangat fantastis, bukan?

Baca juga: Apa Itu Ethereum? Berikut Panduan Lengkapnya!

Lalu, berapa jumlah marketcap yang dianggap baik untuk memulai transaksi jual-beli aset kripto? 

Pada dasarnya, marketcap membagi aset kripto ke dalam tiga jenis, yaitu large-cap, mid-cap, dan small-cap yang lebih lanjut akan dijelaskan di bawah. Ketiga kategori tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing dan menyesuaikan dengan tujuan investor itu sendiri. Apabila investor bertujuan untuk ‘cari aman’, maka aset kripto yang memiliki jumlah marketcap yang amat tinggi lah yang dianggap baik. 

Sebaliknya, jika investor ingin memperoleh keuntungan dalam waktu singkat, maka aset dengan jumlah marketcap yang kecil pun tidak menjadi masalah, meski tentunya investor berkemungkinan untuk menerima risiko yang lebih besar pula. 

Mengapa Marketcap Crypto Penting?

marketcap crypto mobile version

Apa yang membuat marketcap crypto menjadi alat untuk analisis aset yang penting? 

Dengan melihat kapitalisasi pasar suatu aset kripto, Anda bisa mengamati performanya, apakah stabil atau tidak. Selain itu, data mengenai marketcap juga terus diperbarui secara real-time sehingga Anda bisa mudah mengamati pergerakannya dari waktu ke waktu, misalnya dengan memanfaatkan situs CoinMarketCap yang telah mengurutkan aset kripto berdasarkan jumlah kapitalisasi pasarnya.

Jika ingin membandingkan dengan aset kripto lain pun sangat mudah. Jadi, Anda tidak perlu melakukan penghitungan yang rumit karena semua data biasanya sudah disajikan pasar kripto. 

Selain itu, marketcap juga bisa membantu para investor kripto untuk memprediksi performa suatu aset kripto di masa mendatang. Namun, dalam memprediksi masa depan suatu aset kripto, Anda juga harus sambil menggunakan alat lain seperti tren pasar, sifat dari aset kripto itu sendiri, dan tentunya kondisi finansial Anda.

Mengapa Marketcap bisa jadi tidak penting?

Di sisi lain, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa marketcap tidak penting. Mengutip CoinMarketCap, beberapa ahli menyatakan bahwa marketcap crypto merupakan hasil warisan pengetahuan yang diberikan oleh pasar jual-beli saham. Di mana, marketcap bukan merupakan hal utama yang dijadikan sebagai pertimbangan dalam berinvestasi, dikarenakan bisa membuat para investor mengambil keputusan yang keliru. Sebab, aset kripto sebagai instrumen investasi masih tergolong baru dan sifatnya dinamis, berbeda dengan saham.

Meski marketcap memang sedikit banyak dikatakan bisa mendefinisikan kualitas suatu proyek kripto, tetapi sebenarnya marketcap lebih berhubungan langsung dengan harga aset, di mana sifatnya lebih ke pada penilaian jangka pendek dibandingkan performa keseluruhan. Sehingga, sebagai alat ukur performa, para ahli menyarankan untuk menggunakan marketcap hanya pada dua aset kripto raksasa saja, yaitu Bitcoin dan Ethereum menggunakan strategi weighted-market cap. Kok, begitu? Pasalnya, dua aset tersebut lah yang sudah dianggap ‘kebal’ terhadap volatilitas pasar, tetapi masih lebih fluktuatif dibandingkan saham. 

Kategori Aset Kripto Berdasarkan Marketcap

illustrasi marketcap crypto

Dalam dunia kripto, marketcap juga digunakan untuk mengelompokkan aset kripto yang beredar. Pengelompokan ini bertujuan untuk memudahkan para investor dalam menilai mana aset dengan kapitalisasi tinggi dan mana aset yang kapitalisasinya rendah. Jadi, mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat. Marketcap crypto dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

1. Large-cap

Large-cap adalah kategori aset kripto dengan kapitalisasi pasar tinggi. Inilah aset kripto yang dianggap aman untuk investasi karena performanya relatif stabil. Untuk bisa masuk dalam kategori large-cap ini, aset kripto harus memiliki kapitalisasi pasar di atas 10 miliar USD. Contoh aset kripto yang masuk dalam kategori large-cap ini adalah Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Selain performanya yang terbilang stabil, aset kripto dalam kategori large-cap juga memiliki tingkat likuiditas tinggi. Volume transaksi aset tersebut selalu tinggi dan peminatnya pun banyak. Cara termudah untuk mendeteksi kripto large-cap adalah aset tersebut selalu ada di bursa aset kripto mana pun.

2. Mid-cap

Selanjutnya ada mid-cap atau aset kripto dengan kapitalisasi pasar tingkat menengah. Jika dilihat dari performanya, aset yang masuk dalam kategori mid-cap ini tidak terlalu buruk, tapi juga tidak begitu baik. Aset kripto dalam kategori mid-cap ini memiliki nilai kapitalisasi pasar mulai dari 1  hingga 10 miliar USD. Contoh aset mid-cap adalah Cardano (ADA).

Baca juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

Kategori mid-cap ini memiliki potensi keuntungan yang besar. Namun, performanya tidak terlalu stabil seperti aset large-cap. Hal ini membuat aset mid-cap memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan large-cap.

Meski begitu, tidak ada salahnya untuk memilih aset mid-cap sebagai pilihan investasi, terutama jika Anda menginginkan diversifikasi dalam portofolio. Hanya saja, pastikan untuk melakukan penghitungan yang cermat sebelum memilih aset mid-cap agar terhindar dari risiko rugi, ya.

3. Small-cap

Terakhir ada kategori small-cap. Aset kripto dalam kategori ini memiliki kapitalisasi pasar mulai dari 100 juta hingga 1 miliar  USD. Performa aset kripto small-cap bisa dibilang fluktuatif dan sulit diprediksi. Bagi Anda investor kripto pemula, sebaiknya menghindari kelompok aset ini. Sebab, risiko kerugiannya lebih besar jika dibandingkan dengan dua kategori sebelumnya, meski terlihat bisa memberikan keuntungan lebih cepat.Walau begitu, beberapa jenis aset small-cap memiliki potensi yang besar. Hal ini menyebabkan performanya bisa tiba-tiba naik sehingga tampak begitu menarik. Fenomena aset small-cap yang mendadak melejit sebenarnya sering terjadi. Salah satunya adalah saat Dogecoin (DOGE) naik drastis setelah CEO Tesla, Elon Musk, membuat tweet mengenai aset kripto tersebut.

Apakah marketcap crypto bisa terus berkembang?

Jawabannya adalah bisa. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, marketcap crypto bergantung penuh pada jumlah aset kripto yang beredar dan juga harga yang dimilikinya. Di mana umumnya jumlah peredaran aset berbeda-beda tergantung proyeknya, ada yang diberi kebebasan seperti ETH dan ada yang dibatasi seperti BTC. 

Sementara itu, harga aset kripto pun bisa berubah-ubah. Beberapa di antaranya mungkin tidak naik dan turun secara signifikan alias cenderung stabil, tetapi harga dari beberapa aset yang lain bisa mengalami terjun bebas saat naik-turunnya.

Hal ini lah yang menjadi penyebab berubahnya peringkat suatu aset pada CoinMarketCap, antara jumlah peredarannya mengalami perubahan di pasar atau mengalami kenaikan dan penurunan harga aset. Meski begitu, hal ini sulit terjadi kepada beberapa aset teratas, BTC dan ETH misalnya, karena sifatnya sudah terlampau stabil. 

Bagi Anda yang baru terjun dalam dunia kripto, marketcap crypto bisa menjadi bahan pertimbangan sebagai alat pengukuran performa suatu aset, melengkapi seluruh kegiatan analisis pasar dan harga. Jadi, jangan lupa untuk terus mengikut perkembangan aset kripto untuk memudahkan Anda dalam berinvestasi. Yuk, mulai investasi aset kripto di Tokocrypto dan dapatkan informasi terkini dan terlengkap mengenai dunia kripto hanya di Tokonews juga Komunitas Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Aset Kripto Status (SNT) & DigiByte (DGB), Bisa Datangkan Profit?

Aset kripto Status (SNT) dan DigiByte (DGB) punya berbagai utilitas yang mendukung konsep desentralisasi di jaringan blockchain. Keduanya punya inovasi masing-masing untuk membuat transaksi lebih cepat dan pengaplikasian aplikasi desentralisasi berjalan baik.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan Status (SNT) dan DigiByte (DGB) yang baru listing di Tokocrypto pada Selasa, 28 Maret 2022.

Status (SNT)

Apa itu Status (SNT)?

Status (SNT) adalah platform perpesanan open-source dan antarmuka seluler yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan DApps yang berjalan di blockchain Ethereum (ETH). DApps berfungsi seperti Play Store untuk Android atau App Store untuk aplikasi iOS, kecuali itu sepenuhnya dibangun di atas teknologi peer-to-peer (P2P).

Selain messenger, proyek kripto ini juga menyediakan dompet cryptocurrency, yang mendukung ERC-20 dan beberapa token ERC-721 bersama dengan browser web3. Browser membantu publik berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi di blockchain Ethereum.

Ilustrasi aset kripto Status (SNT).
Ilustrasi aset kripto Status (SNT).

Tujuan akhir Status adalah untuk mempercepat adopsi massal Ethereum DApps. Ini akan dicapai dengan menargetkan segmen pengguna smartphone yang berkembang pesat dan membuat penggunaan DApps menjadi mudah dan intuitif. Selain aplikasi, komunitas Status juga membangun alat infrastruktur yang memberdayakan semua orang untuk bergabung dan membangun web yang lebih baik bersama-sama. Komponen platform utama adalah Incubate, Embark, Studio, Nimbus, dan Keycard.

Baca juga: Mengenal Kadena dan Highstreet, Aset Kripto Berpotensi Cuan di 2022?

Apa yang Membuat Status (SNT) Unik?

SNT adalah token ERC-20 yang dibangun di jaringan Ethereum. Ini adalah token utilitas di dalam platform. Jaringan Status gratis untuk digunakan, tetapi Anda memerlukan SNT untuk mengakses fitur premium aplikasi.

Status ICO terjadi pada 20 Juni 2017, dan terjual habis dalam sehari. Investor menerima 10.000 untuk 1 ETH. Proyek ini mengumpulkan $99 juta. Pada saat itu, satu SNT berharga $0,03365.

Peringkat SNT di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) adalah #195, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 262.532.869. Kripto ini memiliki pasokan beredar 3.470.483.788 koin SNT dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Ilustrasi aset kripto Status (SNT).
Ilustrasi aset kripto Status (SNT).

Status dirancang untuk berinteraksi dengan DApps di jaringan Ethereum. Pada saat yang sama, ia juga berfungsi sebagai platform perpesanan dan browser web 3.0. Siapa pun yang memiliki akses internet dapat menggunakan aplikasi Status untuk perdagangan bebas, pembayaran P2P, dan komunikasi P2P terenkripsi. Platform ini menggunakan protokol Whisper V5 untuk mendelegasikan node dan mendukung obrolan terdesentralisasi.

Setiap pengguna dapat menggunakan Status (SNT) untuk:

  • Akses, jelajahi, dan interaksi dengan lebih dari 2000 Ethereum DApps
  • Kirim dan terima pesan P2P terenkripsi.
  • Gunakan untuk pembayaran dan smart contract.
  • Simpan dan kendalikan aset kripto pribadi di dompet Status.

Baca juga: Mengenal Contentos dan Biswap, Kripto Utilitas untuk Konten Digital & GameFi

DigiByte (DGB)

Apa itu DigiByte (DGB)?

DigiByte adalah perangkat lunak yang dirancang untuk bersaing dengan aset kripto utama seperti XRP dan Litecoin dengan memprioritaskan keamanan siber dan skalabilitas.

Platformnya menawarkan fitur tambahan yang memungkinkan pengguna untuk mengeluarkan aset, meluncurkan aplikasi, dan menggunakan identitas digital. Selanjutnya, protokolnya dibangun untuk memanfaatkan beberapa algoritma penambangan dan menegakkan kebijakan moneter dengan pasokan maksimum 21 miliar koin DGB.

DigiByte (DGB) diluncurkan pada tahun 2013 menggunakan mekanisme operasi proof-of-work, yang menggunakan proses yang disebut penambangan untuk menghasilkan token DGB baru dan memproses transaksi DGB.

Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).
Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).

3 jaringan blockchain DigiByte, dirancang agar dapat beradaptasi, mendukung beberapa metode penambangan. Lima algoritma penambangan berbeda yang didukung DigiByte adalah Sha256, Scrypt, Skein, Qubit, dan Odocrypt.

Peringkat DGB di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) adalah #140, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 523.690.815. Kripto ini memiliki pasokan beredar 15.209.843.191 koin DGB dan maksimal pasokan 21.000.000.000 koin DGB.

Baca juga: Mengenal ApeCoin, Kripto Unik & Eksklusif dari Pendiri NFT Bored Ape Yacht Club

Apa yang Membuat DigiByte (DGB) Unik?

DigiByte memungkinkan banyak fitur umum untuk cryptocurrency, memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima koin DGB di seluruh dunia dalam transaksi yang tidak dapat diubah dan tanpa izin.

Selain itu, jaringan memungkinkan pengguna perangkat lunaknya untuk merancang aplikasi terdesentralisasi (dapps) untuk pelanggan menggunakan rangkaian kontrak pintar khusus.

Untuk menjaga agar jaringannya tetap sinkron, DigiByte menggunakan variasi mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW) Bitcoin.

Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).
Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).

Berbeda dengan industri pertambangan Bitcoin, di mana perangkat keras khusus diperlukan untuk menjadi penambang, pertambangan DigiByte dapat dilakukan melalui perangkat keras tingkat konsumen, memungkinkan audiens yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam jaringannya.

DigiByte dapat memproses transaksi lebih cepat daripada Bitcoin karena lebih sering menambahkan blok baru ke blockchainnya. Transaksi DigiByte diproses dalam waktu sekitar 15 detik, sedangkan waktu rata-rata untuk memproses satu blok transaksi Bitcoin adalah 10 menit.

Status (SNT) & DigiByte (DGB) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Status (SNT) & DigiByte (DGB).

Trading SNT/BTC, SNT/ETH, DGB/USDT, DGB/BUSD & DGB/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 29 Maret 2022 pukul 16.00 WIB. Kini pengguna dapat melakukan deposit/setoran SNT dan DGB di Tokocrypto sebagai persiapan trading.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Dua aset kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB) memiliki utilitas yang berbeda. Secara singkat, Nexo bisa menjadi platform blockchain untuk meningkatkan pendapatan pengguna dengan memungkinkannya menyimpan aset kripto mereka agar menghasilkan pembayaran bunga.

Sementara, MobileCoin merupakan platform blockchain yang dirancang untuk dapat digunakan di sistem dengan sumber daya terbatas, seperti perangkat seluler, dan untuk memberikan pengalaman pengguna yang sederhana bersama dengan privasi dan keamanan.

So, mari mengetahui lebih dalam kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB).

Nexo (NEXO)

Apa Itu Nexo (NEXO)?

Nexo adalah platform pinjaman berbasis blockchain yang didukung aset kripto kepada pengguna. Proyek ini pertama kali diumumkan pada Desember 2017, dan diluncurkan pada April 2018.

Nexo didirikan oleh tim profesional keuangan dan penggemar kripto, yang beralih ke blockchain untuk menciptakan aset kripto yang setara dengan layanan yang mapan dalam keuangan tradisional. Salah satu pendirinya adalah Antoni Trenchev, yang dikenal sebagai wajah publik dari perusahaan, Nexo. Ia memiliki rekam jejak dalam mengadvokasi adopsi blockchain dan kripto yang lebih luas.

Nexo (NEXO)
Ilustrasi aset kripto, Nexo (NEXO). Foto: Nexo.io.

Untuk sistem di Nexo, pengguna menyetor token yang bisa diterima sebagai jaminan, mulai dari seperti Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Litecoin (LTC) atau XRP (XRP) untuk menerima pinjaman dalam bentuk mata uang fiat atau stablecoin.

Nexo memiliki token asli, NEXO, yang ketika dikunci atau staking di platform memberikan manfaat kepada pengguna, seperti diskon bunga yang terakumulasi pada pinjaman dan kesempatan untuk menerima pembayaran bunga atas dana yang disimpan. Pemegang token juga menerima dividen dari keuntungan Nexo.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Apa yang Membuat Nexo (NEXO) Unik?

Menurut whitepaper-nya, Nexo adalah penyedia pinjaman instan pertama yang didukung aset kripto dan bermaksud untuk memecahkan inefisiensi di pasar pinjaman. Proses pinjaman otomatisnya menggunakan smart contract dan oracle di blockchain Ethereum untuk mengelolanya.

Setelah pengguna mentransfer aset kripto ke dompet yang dikendalikan Nexo, oracle menetapkan pinjaman dan pengguna langsung mengalokasikan dana. Ketika pengguna melakukan deposit untuk membayar kembali pinjaman, oracle mengembalikan kripto tersebut dan mencatat transaksi di blockchain. Smart contract digunakan untuk memberi daya pada NEXO dan untuk mencatat saldo pengguna.

Nexo dipasarkan ke investor individu dan institusi, perusahaan kripto, bursa, penambang, dan lainnya yang menginginkan likuiditas dari aset mereka. Perusahaan mendapat untung dari akumulasi bunga pinjaman, dan juga menawarkan pinjaman institusional dan layanan konsultasi.

Nexo (NEXO)
Ilustrasi aset kripto, Nexo (NEXO). Foto: Nexo.io.

Nexo juga mengumumkan program loyalitas yang memberi penghargaan kepada mereka yang menyimpan NEXO di akun mereka, memberi mereka suku bunga preferensial untuk pinjaman dan hasil tabungan yang lebih tinggi. Nexo juga mendistribusikan 30% dari keuntungannya kepada pemegang token NEXO dalam bentuk dividen.

Nexo saat ini melayani lebih dari satu juta pengguna di 200+ wilayah, mengelola aset lebih dari $ 4 miliar. Perusahaan saat ini memiliki 150 karyawan, dengan manajemen yang berbasis di London.

Peringkat NEXO di situs CoinMarketCap pada Senin (23/5) pukul 10.00 WIB adalah #66, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 755.337.799. NEXO memiliki pasokan yang beredar 560.000.011 koin NEXO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEXO.

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Kembali Beraksi, Mulai Reli?

Mobilecoin (MOB)

Apa Itu Mobilecoin (MOB)?

MobileCoin adalah proyek pembayaran mobile berbasis blockchain terenkripsi yang dirancang khusus untuk digunakan dalam transaksi sehari-hari. MobileCoin membahas 4 masalah mendasar: Keamanan, Kecepatan Transaksi, Konsumsi Energi, dan Optimalisasi untuk perangkat Seluler.

Tidak seorang pun kecuali pengirim dan penerima dapat melihat detail transaksi. Blockchain publik dienkripsi untuk memastikan keamanan. MobileCoin adalah platform yang tak tertandingi dirancang agar cepat dan cukup aman untuk digunakan dalam transaksi seluler.

Mekanisme MobileCoin dibangun di atas blockchain Stellar (untuk konsensus) dan Monero (untuk privasi), menggunakan CryptoNote bersama dengan bukti tanpa pengetahuan untuk menyembunyikan detail transaksi pengguna.

Mobilecoin (MOB)
Ilustrasi aset kripto, Mobilecoin (MOB). Foto: Mobilecoin.

MobileCoin Inc. didirikan pada tahun 2017 oleh Josh Goldbard & Shane Glynn. Ini adalah perusahaan yang didukung venture capital yang berbasis di San Francisco, CA. Protokol MobileCoin bersumber terbuka oleh MobileCoin Foundation pada tahun 2020. Jaringan mulai aktif pada 7 Desember 2020.

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Apa yang Membuat Mobilecoin (MOB) Unik?

Perusahaan MobileCoin mengklaim platformnya dapat memfasilitasi pembayaran terdesentralisasi untuk transaksi sehari-hari lebih cepat daripada kebanyakan platform lainnya.

Perusahaan percaya pada pembayaran yang cepat, aman, dan mudah digunakan di perangkat seluler. MobileCoin saat ini tersedia untuk digunakan dengan salah satu aplikasi perpesanan paling aman di dunia, Signal.

Secara desain, mudah untuk menautkan dompet MobileCoin ke ponsel, sehingga pengguna dapat mulai mengirim dana ke teman dan keluarga, menerima dana dari mereka, melacak saldo, dan meninjau riwayat transaksi dengan antarmuka yang sederhana.

Mobilecoin (MOB)
Ilustrasi aset kripto, Mobilecoin (MOB). Foto: Mobilecoin.

Karena tujuannya adalah untuk menyimpan data di tangan pengguna, desain MobileCoin berarti tidak ada pihak ketiga yang memiliki akses ke saldo, riwayat transaksi lengkap, atau dana pengguna. Mereka juga dapat mentransfer dana kapan saja, jika ingin beralih ke aplikasi atau layanan lain.

Peringkat MOB di CoinMarketCap pada Senin (23/5) pukul 10.00 WIB adalah #242, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 150.841.204. Ini memiliki pasokan yang beredar 74.218.324 koin MOB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB).

Trading NEXO/USDT, NEXO/BUSD, NEXO/BTC, MOB/USDT, MOB/BUSD dan MOB/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 20 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran NEXO dan MOB di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com