Tag Archives: CZ

CZ Borong 2 Juta ASTER, Harga Meledak 30%! Begini Tanggapan Komunitas

Pembelian 2 juta lebih token ASTER oleh Changpeng Zhao (CZ), tokoh berpengaruh pendiri Binance senilai lebih dari $2 juta sempat sukses mengerek harga token ASTER dari $0,9 ke $1,2 dan mencatatkan total kenaikan lebih dari 30% hanya dalam hitungan jam setelah mempostingnya di akun media sosial X miliknya.

Meskipun akhirnya harga ASTER turun kembali, peristiwa ini menyoroti betapa besar pengaruh figur sentral dalam menggerakkan pasar kripto, sekaligus memicu perdebatan sengit di komunitas.

Kira-kira apa komentar komunitas kripto terhadap CZ?

CZ Borong 2 juta ASTER, Dibagikan Langsung di Media Sosial X

Melalui postingan media sosial pribadi miliknya di X, CZ secara terang-terangan membagikan tangkapan layar sesaat setelah dia membeli 2 juta ASTER di Binance, menggunakan dana pribadi miliknya.

Menurut data tersebut, CZ membeli sekitar 2.090.598 ASTER dengan nilai total sekitar $2 juta hingga $2,46 juta, pada harga rata-rata sekitar $0,9 per token. 

Pada postingannya tersebut CZ juga menekankan bahwa ia bukanlah seorang trader yang sering melakukan jual-beli, melainkan investor jangka panjang yang memilih untuk “buy and hold”. Ini mirip dengan strategi CZ saat membeli BNB di awal peluncurannya, yang kemudian meledak nilainya hingga ribuan persen. 

Postingan ini menjadi pertanda bahwa CZ menentang berita tentang rumor bahwa CZ mungkin menjual tokennya. Selain itu, pembelian ini juga dianggap sebagai bentuk dukungan strategis, mengingat Aster terkait dengan proyek-proyek di ekosistem Binance.

Baca juga: Ternyata ini Fitur Unggulan Aster yang Bikin Hype dan Dilirik Trader!

Dampak Terhadap Harga Aster

Segera setelah tweet CZ beredar, harga ASTER langsung melonjak dari sekitar $0,9 menjadi $1,2 dan naik lebih tinggi dalam hitungan jam, mencatatkan kenaikan lebih dari 30% pada puncaknya. 

Pergerakan token ASTER setelah CZ membeli 2 juta lebih token. Sumber: TradingView

Meskipun kenaikan ini tidak bisa menjadi kenaikan yang berkelanjutan karena kondisi Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan sedang dalam kondisi yang sideways, kenaikan ini menjadi salah satu contoh klasik bagaimana pengaruh figur besar seperti CZ bisa menggerakkan pasar kripto.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar ASTER kini mendekati $2 miliar, menjadikannya salah satu token DEX terbesar di BNB Chain. 

Tertarik untuk melakukan trading dan investasi token ASTER seperti CZ? Download Tokocrypto dan langsung transaksi dari IDR tanpa ribet!

Komunitas: Sinyal Bullish, hingga Tuduh CZ Manipulasi Pasar

Banyak anggota komunitas menyambut positif, melihat pengumuman CZ sebagai sinyal bullish. Misalnya, beberapa trader di X menyebut CZ yang membagikan pembelian ASTER dan terus menerus menggaungkannya sebagai “kesempatan emas” mirip awal BNB, dengan prediksi harga bisa mencapai $5 hingga $20 dalam jangka menengah. 

Namun, tidak sedikit yang skeptis. Beberapa menuduh CZ melakukan “pump and dump” melalui dompet VC terkait, terutama setelah ada laporan whale yang short-selling dan untung $5,9 juta hingga $1,4 juta saat harga koreksi. Rumor penjualan CZ juga sempat beredar, tapi ia langsung klarifikasi bahwa ia justru membeli lebih dari 2 juta token.

Selain itu, banyak juga yang kecewa karena CZ dianggap melakukan manipulasi pasar terselubung, karena dapat mengakibatkan FOMO pada investor retail, beberapa pengguna bahkan menyamakan apa yang dilakukan CZ pada ASTER ini dengan pola perilaku Sam Bankman-Fried (SBF) sebelum FTX runtuh pada 2022—di mana figur sentral menciptakan narasi positif yang menimbulkan kepercayaan berlebih, hingga akhirnya pasar terseret oleh sentimen.

Tuduhan ini muncul karena postingan, lonjakan, lalu disertai aksi profit-taking. Meski belum ada bukti konkret bahwa CZ terlibat langsung dalam aktivitas semacam itu, persepsi ini cukup untuk memecah opini komunitas menjadi dua kubu, antara mereka yang melihat CZ sebagai investor visioner, dan mereka yang menganggapnya manipulator pasar yang halus.

Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ternyata ini Fitur Unggulan Aster yang Bikin Hype dan Dilirik Trader!

Aster baru-baru ini mencuri perhatian karena digadang-gadang bisa menjadi pesaing Hyperliquid, salah satu Decentralized Exchange (DEX) terbesar di dunia kripto.

Kira-kira apa saja fitur unggulan yang membuat Aster mendapat atensi serta hype komunitas dan dukungan dari KOL besar seperti Changpeng Zhao (CZ)? Simak ulasan fitur-fitur dari Aster DEX!

Baca juga: Apa Itu Aster (ASTER)? Panduan Lengkap untuk Pemula

Aster Perpetual

Aster memiliki fitur trading perpetual atau dalam komunitas kripto sering disebut dengan futures trading. Fitur ini menawarkan ekosistem trading derivatif berbasis order book dengan likuiditas tinggi menawarkan spread tipis dan biaya trading rendah untuk perdagangan kontrak perpetual. 

Pengguna bisa mengakses berbagai strategi trading seperti long, short, dan hedging secara efisien dengan infrastruktur perpetual Aster yang menggabungkan teknologi dari merger Astherus dan APX Finance, memberikan keunggulan privasi, eksekusi cepat, serta opsi grid trading otomatis bagi pengguna pro. Semua transaksi tetap on-chain, transparan, dan bebas manipulasi MEV.

Yang menarik dari fitur perpetual Aster adalah opsi yang memungkinkan para trader menggunakan leverage hingga 100x, jauh lebih tinggi daripada pesaingnya, Hyperliquid yang hanya memiliki opsi hingga 40x.

1001x Leverage

Terpisah dari fitur perpetual biasa, fitur 1001x di Aster DEX memberikan pengalaman trading perpetual dengan leverage ekstrem hingga 1001x melalui likuiditas on-chain (ALP Pool). Segala transaksi tercatat secara transparan di blockchain dan tetap efisien berkat integrasi oracle harga dari Chainlink, Pyth Network, dan Binance Oracle. 

Dalam fitur 1001x leverage ini, kamu bisa memilih untuk trading menggunakan fitur perpetual atau prediction. Cocok untuk para degen yang memiliki profile risiko trading yang tinggi.

Berbeda dengan perpetual yang memberi kamu fleksibilitas penuh untuk membuka dan menutup posisi kapan saja, prediction berfokus pada arah harga dalam jangka waktu tertentu seperti 5, 15, 30 menit, dan 1 jam.

Dukungan Multi-Chain

Aster membuka akses lintas ekosistem, mulai dari BNB Chain, Ethereum, Solana, hingga Arbitrum. Sehingga likuiditas dari berbagai blockchain tersebut membuat para trader memiliki lebih banyak pilihan aset yang bisa digunakan untuk trading dan membuka peluang arbitrase. 

Ini juga mempermudah para penggunanya untuk melakukan transfer aset dan posisi margin karena bisa dijalankan native antar chain tanpa harus repot bridging manual, yang biasanya membutuhkan waktu dan biaya tambahan.

Trading Saham (RWA)

Tidak hanya aset kripto, dalam DEX Aster, kamu juga bisa melakukan trading saham secara terdesentralisasi.

Inovasi ini menjadikan Aster sebagai salah satu pionir DEX yang menghadirkan akses ke pasar tradisional dalam format Web3, sehingga trader bisa mengelola portofolio kripto dan saham dalam satu platform.

Hidden Orders

Fitur yang satu ini dapat membantu untuk membuat pengguna Aster anonim dan sulit untuk dilacak aktivitas tradingnya.

Selain anonim, fitur hidden orders dapat membantu trader untuk terhindar dari risiko front-running dan sandwich attack, secara sederhana mekanisme ini memungkinkan Aster untuk menyembunyikan detail penting seperti ukuran dan jenis order (long/short) hingga ketika eksekusi order benar-benar terjadi. 

Bagi para whale yang biasa melakukan transaksi dalam jumlah besar, fitur ini bisa menjadi solusi untuk menjaga strategi agar mereka tetap anonim dan membantu terhindar dari manipulasi pasar.

Sebagai contoh, kamu mungkin pernah mendengar nama James Wynn, trader yang biasa menghebohkan komunitas kripto karena transaksi tradingnya yang besar. Nah, dengan fitur hidden orders, para whale tidak usah takut lagi ketauan publik saat mendaftarkan order pembelian atau penjualannya, sebelum order benar-benar dieksekusi.

Mekanisme Buyback dari Hasil Revenue

Melalui halaman dokumen resminya, Aster memperkenalkan sistem buyback dari hasil pendapatan protokol. Melalui program ini, sebagian pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas platform akan digunakan untuk membeli kembali token Aster di pasar. 

Tak hanya itu, hasil buyback tersebut juga dialokasikan sebagai insentif reward governance, yang bertujuan mendorong keterlibatan komunitas dalam proses tata kelola terdesentralisasi. 

Dengan mekanisme seperti ini maka mintat dan stabilitas harga token Aster dalam jangka panjang bisa terjaga.

Optimistic Execution, Fraud Proof, dan Prospek Zero-Knowledge

Transaksi blockchain yang sering kali dipandang lebih ‘lama’ daripada transaksi di centralized web2 membuat Aster harus berinovasi dengan fitur baru, yakni dengan model optimistic execution, dimana semua transaksi dianggap valid hingga ada yang membuktikan sebaliknya melalui fraud proof

Hal ini diklaim dapat membuat proses trading di Aster berlangsung cepat. Lebih jauh, pengembangan ke arah integrasi zero-knowledge proofs di masa depan juga sudah diwacanakan, demi menambah tingkat keamanan dan efisiensi sekaligus mengurangi ketergantungan pada proses verifikasi manual yang rawan delay.

Fitur Aster Earn menjadi magnet tersendiri bagi para pemburu yield farming dan staking. Soalnya, dengan fitur ini pengguna dapat memperoleh imbal hasil, mulai dari staking USDF, BTC, CAKE hingga BNB. 

Penarikan imbal hasil bisa dilakukan kapan saja, tanpa proses klaim manual, sementara kontrol keamanan tetap diawasi mitra kustodian terpercaya seperti Ceffu.

USDF sendiri adalah sebuah stablecoin hasil kolateralisasi dengan cara minting dari stablecoin USDT, USDF ini nantinya dapat dimasukkan ke dalam fitur earn menjadi asUSDF untuk memberi yield bagi para holder-nya. 

Sebagai insentif tambahan, mint dan staking USDF membuka kesempatan untuk meraih multiplier point hingga 20× sebagai syarat untuk airdrop ekosistem Aster di masa mendatang. Jika kamu ingin menarik USDF ini, kamu juga bisa di-redeem kembali menjadi USDT dengan rasio ± 1:1.

Aster Chain

Saat ini token Aster masih beroperasi di jaringan BNB Smart Chain (BEP-20), namun roadmap proyek ini menunjukkan ambisi yang lebih besar. Tim Aster berencana meluncurkan Aster Chain, sebuah blockchain layer-1 independen yang dikembangkan untuk meningkatkan skalabilitas, privasi, dan efisiensi transaksi.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Aster sebagai pesaing serius bagi platform besar seperti Hyperliquid yang juga telah beroprasi di jaringan blockchainnya sendiri.

Baca juga: Aster Airdrop Tahap 2 Dimulai, Cek Cara Dapat dan Klaimnya

Bagaimana Cara Membeli Aset Kripto ASTER?

Kamu bisa membeli Aster melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan ASTER/USDT, lalu menempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah 5 Aplikasi Crypto Terbaik di Dunia, Cocok untuk Investasi


Jakarta

Ketika ingin melakukan investasi pada cryptocurrency, langkah awal yang harus Anda lakukan adalah memilih aplikasi crypto terbaik. Sementara itu, di dunia terdapat ratusan aplikasi crypto yang bisa Anda pilih, namun manakah yang terbaik?

Jika saat ini kamu sedang mencari platform trading crypto, maka ada beberapa faktor yang harus Anda perhatikan untuk mendapatkan aplikasi yang terbaik, salah satunya adalah kelengkapan fitur yang ditawarkan. Semakin lengkap maka akan semakin membantu Anda dalam investasi crypto.

Selain itu, platform exchange terbaik pastinya menyediakan grafik pergerakan harga, Anda bisa memantau pergerakan kurs btc atau koin crypto lainnya. sehingga Anda dapat melakukan analisa teknikal sehingga mengurangi resiko kerugian dari trading atau investasi crypto.


5 Aplikasi Crypto Terbaik di Dunia

Berbagai faktor dinilai dengan skala antara 0 hingga 10 dan diberikan bobot yang berbeda. Berikut adalah daftar 5 platform exchange terbaik di dunia yang bisa kamu pertimbangkan untuk digunakan, di antaranya:

1. Pintu

Pintu merupakan salah satu aplikasi trading crypto terbaik di dunia, ideal untuk pemula maupun trader berpengalaman di Indonesia. Platform ini terdaftar dan diatur di bawah BAPPEBTI, serta menawarkan layanan penyimpanan aset cryptocurrency dengan dukungan dari custodian.

Ini berarti Anda dapat memanfaatkan Pintu untuk menyimpan, mengirim, dan menerima cryptocurrency dengan aman. Pintu kini menawarkan lebih dari 200 jenis aset cryptocurrency untuk diperdagangkan, serta berbagai fitur inovatif yang bersifat edukatif, seperti Limit Order, Auto DCA, Pintu Earn, Sistem Referral, PTU Staking, dan Pintu Kelas Academy.

Crypto-PINTUCrypto: PINTU

Fitur Aplikasi Pintu

A. Nabung Rutin

Jika Anda memilih Pintu sebagai platform untuk trading cryptocurrency, ada beberapa fitur yang dapat membantu meraih peluang. Selain trading, Pintu juga menyediakan opsi menabung. Fitur ini dikenal sebagai Nabung Rutin, sangat sesuai untuk Anda yang ingin meminimalkan risiko kerugian saat trading. Dengan fitur Menabung Secara Reguler, Anda dapat terhindar dari kerugian yang mungkin terjadi selama aktivitas trading.

B. Pintu Pro

Aplikasi Pintu kini menyediakan dua tampilan dengan halaman utama yang menyajikan berbagai fitur seperti Menabung Secara Reguler, Staking, Peringatan Harga, Pasar, Trading sederhana, Earn, Akademi, dan lain-lain yang berhubungan dengan cryptocurrency. Bagi Anda yang ingin bertransaksi cryptocurrency dengan cara yang lebih profesional, Anda bisa mengakses halaman Pintu Pro. Di sini, Anda akan menemukan berbagai alat yang bermanfaat untuk trading crypto, termasuk grafik perdagangan cryptocurrency dengan berbagai periode waktu, mulai dari satu menit, 15 menit, satu jam, empat jam, hingga satu hari.

C. Pintu Pro Futures

Pintu saat ini meluncurkan fitur baru untuk perdagangan berjangka yang sudah terdaftar di BAPPEBTI dan berada di bawah pengawasan bursa crypto CFX, yang bernama Pintu Pro Futures. Dengan fitur ini, pengguna dapat melakukan transaksi dengan berbagai aset cryptocurrency pilihan, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), serta Solana (SOL) dan produk derivatif crypto lainnya secara aman dan legal.

2. Coinbase Exchange

Diluncurkan pada tahun 2012 oleh Brian Armstrong dan Fred Ehrsam, Coinbase Exchange adalah platform perdagangan cryptocurrency paling terkenal di Amerika Serikat. Coinbase mendapatkan skor 8,2 dengan volume perdagangan 24 jam sekitar 1,49 miliar dolar AS. Aplikasi ini menawarkan lebih dari 250 jenis aset crypto dan 400 pasangan perdagangan.

Coinbase dikenal karena antarmukanya yang sangat ramah pengguna, menyediakan cara mudah untuk banyak orang memulai perjalanan di dunia cryptocurrency. Selain itu, Coinbase menjaga fokus pada aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi, menjadikannya pilihan yang terpercaya bagi pengguna crypto.

3. OKX

OKX Exchange, yang didirikan pada tahun 2017 dan berlokasi di Seychelles, cepat menjadi salah satu bursa cryptocurrency terkemuka di dunia. Dengan lebih dari 250 aset digital yang tersedia, OKX melayani dari pemula hingga trader berpengalaman.

Bursa ini dikenal karena antarmukanya yang ramah pengguna, dapat diakses di desktop dan perangkat mobile, memungkinkan pengguna untuk mengaksesnya kapan saja dan di mana saja. Selain itu, OKX juga memiliki teknologi blockchain yang dikenal dengan nama OKExChain. Inovasi ini menunjukkan komitmen bursa terhadap desentralisasi, memberikan akses langsung kepada pengguna ke berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Mulai dari pengelolaan aset on-chain hingga ekosistem Non-Fungible Token (NFT) yang berkembang, OKExChain mencerminkan pendekatan inovatif dari OKX. Sebagai salah satu bursa trading derivatif cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan volume transaksi, OKX menarik perhatian trader dengan sejumlah fitur, seperti perdagangan berjangka, penggunaan bot trading, dan trading margin dirancang untuk mereka yang ingin meraih peluang dalam strategi trading mereka.

4. Binance

Dibentuk pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao, yang lebih dikenal dengan sebutan CZ, Binance telah pesat tumbuh untuk menjadi salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan volume dan likuiditas perdagangan. Binance meraih skor 9,9 dengan volume perdagangan dalam 24 jam mencapai 9,82 miliar dolar AS.

Binance memberikan akses kepada lebih dari 416 aset crypto serta 1.611 pasangan perdagangan. Platform ini terkenal akan tingkat keamanan yang tinggi, berbagai fitur perdagangan, dan inovasi produk yang terus menerus diperbarui, sehingga menjadikannya pilihan utama di kalangan trader dan investor crypto.

5. Bybit

Bybit adalah platform untuk perdagangan derivatif cryptocurrency yang memungkinkan pengguna untuk bertransaksi dengan berbagai mata uang crypto, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Ripple, dengan leverage hingga 100 kali lipat. Platform ini dikenal karena desainnya yang intuitif, fitur perdagangan yang canggih, serta biaya yang kompetitif. Selain itu, Bybit juga menawarkan berbagai alat perdagangan dan materi pembelajaran untuk membantu pengguna memahami dinamika perdagangan derivatif cryptocurrency yang kompleks.

Didirikan pada tahun 2018 oleh sekelompok profesional dari sektor teknologi dan keuangan yang berasal dari Singapura, Taiwan, dan Amerika Serikat, Bybit sejak awal telah menyediakan kontrak berjangka dan produk derivatif yang inovatif serta mudah digunakan. Bybit resmi mulai beroperasi pada bulan Agustus 2018 dan sejak saat itu, platform ini telah berkembang dengan pesat.

Pada bulan Desember 2018, Bybit mencapai volume perdagangan harian sebesar 1 miliar dolar AS, dan pada bulan Februari 2019, platform ini mencatat rekor baru dengan volume perdagangan harian mencapai 2,2 miliar dolar AS. Pada tahun 2020, Bybit mengumumkan rencana untuk memperluas layanannya dengan menambahkan perdagangan spot, yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual cryptocurrency secara langsung.

Itulah beberapa ulasan mengenai aplikasi exchange terbaik di dunia yang bisa Anda gunakan untuk trading atau investasi dalam crypto. Salah satu contohnya adalah Pintu, aplikasi crypto asal Indonesia yang telah terdaftar di BAPPEBTI. Jika Anda menggunakan aplikasi crypto dari luar negeri yang tidak terdaftar, maka biaya transaksinya cenderung lebih tinggi.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

Simak juga Video: Peran Ajaib Kripto Dalam Kemajuan Kripto di Indonesia

(ega/ega)



Sumber : finance.detik.com