Di tengah volatilitas pasar kripto, investor terus mencari altcoin terbaik untuk dibeli sekarang, seperti token ekosistem Ethereum.. Meski ribuan proyek hadir dengan berbagai janji dan inovasi, satu kategori tetap menonjol: token ekosistem Ethereum. Dengan dukungan jaringan blockchain yang kokoh dan peningkatan Ethereum 2.0 di depan mata, token-token ini menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.
Mengapa Ekosistem Ethereum Layak Dipertimbangkan
Dilaporkan Modern Diplomacy, Ethereum bukan sekadar aset kripto, tetapi juga fondasi bagi ribuan proyek berbasis kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Inovasi di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), NFT, hingga kecerdasan buatan (AI) banyak dibangun di atas jaringan Ethereum.
Pembaruan Ethereum 2.0 akan membawa skalabilitas lebih tinggi, biaya transaksi lebih rendah, dan efisiensi energi yang lebih baik — menjadikannya platform yang semakin menarik bagi pengembang dan investor. Dalam konteks ini, token yang dibangun di atas Ethereum, seperti Dawgz AI ($DAGZ), menonjol sebagai salah satu peluang investasi yang patut diperhatikan.
Dawgz AI: Koin Meme Cerdas Berbasis Ethereum
Dawgz AI ($DAGZ) adalah contoh nyata bagaimana token meme dapat berevolusi menjadi proyek yang relevan secara teknologi. Menggabungkan teknologi AI dan blockchain Ethereum, Dawgz AI menyajikan pendekatan baru dalam ruang koin meme, menawarkan fitur-fitur cerdas, sekaligus potensi integrasi dalam sektor DeFi dan otomatisasi.
Dengan sertifikasi SolidProof dan komunitas yang terus berkembang, Dawgz AI menjadi alternatif menarik bagi investor yang mencari proyek unik dalam ekosistem Ethereum.
Token Ekosistem Ethereum Lain yang Patut Diperhatikan
Selain Dawgz AI, beberapa token berbasis Ethereum lainnya juga menunjukkan potensi besar di tahun 2025:
Synthetix (SNX)
Synthetix memungkinkan pengguna membuat dan memperdagangkan aset sintetis — representasi dari saham, komoditas, hingga mata uang fiat. Platform ini membuka jalan bagi investor untuk mengakses pasar tradisional tanpa perantara.
Chainlink (LINK)
Sebagai jaringan oracle terdesentralisasi, Chainlink menjembatani data dunia nyata ke dalam kontrak pintar. Fungsinya sangat penting dalam DeFi, asuransi, dan logistik — menjadikannya tulang punggung banyak inovasi berbasis Ethereum.
Mengapa Token Berbasis Ethereum Menjadi Pilihan Terbaik Saat Ini
Beberapa alasan mengapa token ekosistem Ethereum mendominasi daftar altcoin terbaik saat ini:
Keamanan & Skala: Didorong oleh jaringan Ethereum yang telah teruji dan akan makin kuat dengan Ethereum 2.0.
Dominasi di DeFi: Mayoritas platform DeFi besar berjalan di atas Ethereum.
Kasus Penggunaan Inovatif: Dari gim hingga AI, Ethereum mendukung banyak sektor pertumbuhan.
Komunitas & Adopsi Luas: Dengan ekosistem yang terus berkembang, permintaan terhadap token Ethereum semakin meningkat.
Kesimpulan: Saatnya Lirik Token Ekosistem Ethereum
Jika Anda mencari altcoin dengan fundamental kuat dan potensi jangka panjang, maka token berbasis Ethereum layak masuk radar investasi Anda. Khususnya, Dawgz AI menawarkan kombinasi menarik antara koin meme, AI, dan inovasi blockchain.
Dalam dunia kripto yang terus berevolusi, mengidentifikasi proyek dengan utilitas nyata adalah kunci sukses. Dan di tahun 2025, banyak indikator mengarah pada ekosistem Ethereum sebagai ladang subur bagi pertumbuhan aset digital masa depan.
Dawgz AI ($DAGZ), Chainlink (LINK), dan Synthetix (SNX) adalah tiga nama yang patut Anda perhatikan — bukan hanya karena tren, tetapi karena fondasi dan teknologinya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Ethereum (ETH) kembali mendekati level psikologis penting di $4.000, sebuah titik resistensi yang telah menggagalkan reli sebelumnya sebanyak tiga kali sejak Februari 2024.
Namun, kali ini, kombinasi kuat antara arus masuk institusional, lonjakan aktivitas jaringan, dan sinyal teknikal yang bullish membuat banyak pihak optimis bahwa penembusan nyata bisa segera terjadi.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Arus Masuk ETF dan Dukungan Institusional Meningkat
Dilaporkan Cointelegraph, faktor utama yang mendukung potensi reli ETH kali ini adalah tingginya minat dari institusi keuangan, terutama melalui produk Exchange-Traded Fund (ETF) spot Ethereum yang baru diluncurkan di Amerika Serikat pada Juli 2024. Arus masuk ke ETF ini telah mencapai rekor $727 juta dalam satu hari pada 16 Juli, dengan total kumulatif kini melampaui $9,33 miliar.
ETF ETHA milik BlackRock menjadi sorotan dengan total aset kelolaan sebesar $10,69 miliar, bahkan berhasil mengalahkan arus masuk ke ETF Bitcoin selama tujuh hari berturut-turut. Ini menandakan adanya pergeseran preferensi investor institusional dari BTC ke ETH.
Selain itu, perusahaan-perusahaan besar juga mulai menambahkan ETH ke neraca kas mereka. BitMine Immersion Technologies, misalnya, membeli ETH senilai $2 miliar dalam dua minggu terakhir, menjadikannya pemegang ETH korporat terbesar. Kini, total ETH yang disimpan oleh perusahaan perbendaharaan mencapai 2,33 juta ETH, atau 1,93% dari total pasokan yang beredar.
Tabel arus ETF Ethereum spot. Sumber: SoSoValue.
Aktivitas Jaringan dan Data On-Chain Menguat
Di sisi fundamental, jaringan Ethereum menunjukkan performa yang sangat kuat. Rata-rata transaksi harian meningkat 73% dalam tiga bulan terakhir, dari 932.000 menjadi 1,62 juta transaksi. Jumlah alamat aktif harian juga mencapai titik tertinggi dalam 12 bulan terakhir, yaitu 670.000.
Lebih lanjut, nilai total terkunci (TVL) dalam protokol DeFi Ethereum kembali ke level tertinggi sejak tahun 2022, mencapai $86 miliar dan menguasai 61% pangsa pasar DeFi. Volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) juga melonjak ke level tertinggi dalam 21 minggu, sebesar $22,54 miliar.
Yang menarik, saldo ETH di bursa kripto menurun drastis menjadi hanya 15,6 juta ETH — level yang terakhir terlihat sebelum reli besar pada 2017. Penurunan pasokan di bursa ini menciptakan tekanan pasokan yang dapat mempercepat kenaikan harga.
Kepemilikan cadangan ETH strategis. Sumber: Cadangan Ether Strategis.
Sinyal Teknikal Menunjukkan Target $5.000
Secara teknikal, ETH/USD telah menembus pola bull flag pada grafik 4 jam, dengan breakout yang terjadi di atas $3.740 — posisi dari Simple Moving Average (SMA) 50 periode. Pola ini secara historis menandakan kelanjutan tren naik, dengan target harga yang diproyeksikan berada di kisaran $5.000, atau kenaikan sekitar 30% dari level saat ini.
Indeks Kekuatan Relatif (RSI) juga mendukung prospek bullish ini, saat ini berada di angka 61 — masih berada dalam zona aman sebelum jenuh beli.
Apakah Kali Ini ETH Akan Tembus $4.000?
Mengingat kombinasi dari:
arus masuk institusional yang memecahkan rekor,
adopsi ETH oleh perusahaan-perusahaan besar,
fundamental jaringan yang menguat,
dan sinyal teknikal bullish,
banyak analis percaya bahwa Ethereum memiliki peluang besar untuk menembus level $4.000 — dan bahkan mungkin meroket ke $5.000 dalam waktu dekat.
CEO Galaxy Digital, Michael Novogratz, bahkan memprediksi bahwa ETH akan mengungguli Bitcoin dalam enam bulan ke depan dan akan mencapai level $4.000 sebagai titik awal dari fase bullish berikutnya.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah ETH bisa menembus $4.000, tapi kapan momentum itu akan benar-benar meledak.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam gelombang volatilitas pasar kripto yang belum mereda, satu fenomena menarik justru mencuri perhatian: ETF Ethereum milik raksasa manajemen aset BlackRock justru tetap kokoh tanpa satu pun arus keluar dana (outflows).
Di saat sebagian besar investor memilih untuk menarik investasi mereka dari aset digital, ETF ini menunjukkan daya tahan yang mencerminkan kepercayaan institusional yang kuat terhadap masa depan Ethereum.
Ketangguhan di Tengah Guncangan Pasar
Selama beberapa pekan terakhir, pasar kripto secara keseluruhan mengalami tekanan signifikan.
Bitcoin, Ethereum, dan berbagai altcoin lainnya menurun nilainya akibat kombinasi sentimen makroekonomi global, kebijakan suku bunga, dan tekanan regulasi yang terus membayangi.
Namun, menariknya, ETF Ethereum yang diterbitkan BlackRock justru tidak mengalami penarikan dana. Ini bukan sekadar statistik biasa, tetapi sinyal penting bahwa investor besar tetap memandang Ethereum sebagai aset strategis jangka panjang.
ETF (Exchange Traded Fund) Ethereum adalah produk investasi yang memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap harga Ethereum tanpa perlu langsung membeli dan menyimpan koinnya.
Dengan ETF, para investor institusi seperti perusahaan asuransi, dana pensiun, atau hedge fund bisa masuk ke dalam pasar aset digital dengan cara yang lebih teratur dan sesuai regulasi.
Ketika ETF Bitcoin spot mulai mencuri perhatian sejak awal 2024, muncul pula ekspektasi terhadap peluncuran produk serupa untuk Ethereum.
BlackRock, sebagai manajer aset terbesar di dunia, mengambil inisiatif dan meluncurkan ETF Ethereum yang kini terbukti menjadi instrumen tangguh di tengah krisis likuiditas kripto.
Mengapa BlackRock Bisa Bertahan?
Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa ETF Ethereum BlackRock tidak mengalami arus keluar dana:
Kepercayaan terhadap Ethereum 2.0: Dengan transisi sukses Ethereum ke model konsensus Proof-of-Stake, jaringan Ethereum menjadi lebih hemat energi dan lebih siap untuk skala besar. Ini menjadi nilai jual yang kuat bagi investor institusional.
Diversifikasi portofolio institusional: Banyak manajer investasi kini melihat Ethereum bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai bagian dari diversifikasi aset digital yang matang.
Kepercayaan terhadap manajemen BlackRock: Reputasi BlackRock sebagai pengelola dana yang prudent memberikan kepercayaan lebih pada produknya, termasuk dalam sektor yang penuh risiko seperti kripto.
Stabilitas relatif dibandingkan altcoin lain: Meski mengalami koreksi harga, Ethereum tetap dianggap sebagai salah satu aset digital paling mapan dan bernilai guna tinggi berkat ekosistem DeFi dan NFT yang terus berkembang.
Implikasi Jangka Panjang bagi Pasar Kripto
Keberhasilan ETF Ethereum BlackRock bertahan tanpa arus keluar dana di tengah gejolak pasar dapat menjadi preseden penting.
Ini menunjukkan bahwa investor besar tidak begitu saja panik oleh volatilitas jangka pendek. Sebaliknya, mereka melihat peluang jangka panjang—baik dari sisi teknologi blockchain maupun potensi pertumbuhan ekonomi digital.
Lebih jauh lagi, ini bisa memperkuat argumen bagi SEC dan regulator global untuk mempercepat persetujuan ETF kripto lainnya.
Jika produk seperti ini bisa menunjukkan stabilitas dan likuiditas, maka pasar aset digital bisa menjadi lebih terintegrasi ke dalam sistem keuangan tradisional.
ETF Ethereum milik BlackRock mungkin bukan headline harian seperti lonjakan harga Bitcoin atau meme coin viral.
Namun, daya tahannya dalam menghadapi tekanan pasar memberikan pelajaran penting tentang arah masa depan investasi kripto.
Di tengah ketidakpastian, kepercayaan institusional terhadap Ethereum justru semakin menguat, dan itu menjadi sinyal bullish yang patut diperhatikan, terutama bagi mereka yang percaya bahwa dunia kripto baru saja memulai babak transformasi berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Banyak pemula mungkin masih bingung dalam memantau grafik harga harian (chart) untuk memahami pergerakan harga Ethereum—seperti; apakah sekarang yang tepat untuk beli, hold, atau jual.
Tapi tidak usah khawatir, dengan lima cara di bawah ini kamu dapat memahami apakah harga Ethereum sekarang layak untuk dibeli atau tidak, tanpa harus melihat dan menganalisis grafik harga harian Ethereum.
Simak lima cara beserta situs yang bisa kamu gunakan di bawah ini.
Fear and Greed Index
Gambar indikator fear and greed index.
Fear and Greed Index adalah indikator sederhana yang mengukur sentimen pasar secara keseluruhan.
Fear (ketakutan) → Menunjukkan banyak investor merasa panik, sehingga harga cenderung rendah. Ini bisa menjadi peluang beli.
Greed (keserakahan) → Menandakan banyak investor terlalu optimis, sehingga harga bisa berada di puncaknya dan rawan koreksi.
Indeks ini dikalkulasi berdasarkan volatilitas pasar, volume perdagangan, media sosial, dan tren pencarian di internet.
Dengan melihat Fear and Greed Index, kamu bisa menghindari keputusan emosional seperti FOMO (takut ketinggalan) atau panik saat harga turun—jika dilihat dari kolerasi harga pada gambar di atas, kamu dapat mempertimbangkan strategi seperti; membeli saat index menunjukkan extreme fear dan menjual saat extreme greed.
Saat melakukan pembelian jangan lupa gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan hindari pembelian langsung dalam satu transaksi, untuk mendapatkan harga Ethereum terbaik, kamu bisa manfaatkan biaya trading 0% dengan menggunakan fitur Beli/Jual di aplikasi Tokocrypto.
Klik gambar untuk mulai investasi dengan 0% biaya trading dan deposit mulai dari Rp50.000!
Akses data fear and greed index terkini melalui situs seperti CFGI Ethereum Fear and Greed Index atau CoinMarketCap untuk index pasar kripto secara umum.
Skala Harga Ethereum dalam Rainbow Logarithmic
Gambar harga Ethereum dalam Rainbow Logarithmic hari ini.
Salah satu cara sederhana namun informatif untuk memahami harga Ethereum adalah dengan menggunakan Rainbow Logarithmic Chart. Bagi investor jangka panjang, indikator ini bisa menjadi panduan visual yang mudah dimengerti untuk melihat nilai harga Ethereum sekarang dibanding tren historisnya—serta membantu melihat tren jangka panjang secara lebih jelas tanpa terlalu fokus pada fluktuasi harian.
Indikator ini menampilkan harga Ethereum dalam skala logaritmik dengan warna-warna “pelangi” pada grafik yang memberi indikasi apakah ETH berada di zona undervalued (harga murah), fair value (harga wajar), atau overvalued (harga mahal).
Analisanya cukup mudah; warna oranye-merah mengindikasikan harga overlalued dan warna biru-hijau mengindikasikan harga undervalued.
Dengan disetujuinya ETF Ethereum di pasar Amerika, banyak institusi besar bisa mulai masuk dalam investasi Ethereum. Dana besar yang mengalir ke ETF sering menjadi sinyal positif bagi harga ETH karena permintaan naik secara signifikan—saat pasar koreksi namun aliran modal ETF tinggi misalnya; bisa berarti institusi besar sedang melakukan akumulasi.
Sebaliknya, jika banyak investor menarik dana dari ETF Ethereum saat harga bullish, ini berarti tanda jika institusi besar sedang melakukandistribusi atau tanda melemahnya sentimen pasar.
Data mengenai arus masuk dan keluar modal ETF Ethereum dapat dipantau melalui laporan resmi dari penyedia ETF atau situs analisis pasar kripto seperti Dune atau CoinGlass.
Gambar kesepuruhan sentimen pasar Ethereum hari ini (pojok kanan atas).
Sentimen pasar sangat berpengaruh pada harga Ethereum. Banyak investor kripto yang mengambil keputusan berdasarkan tren pembicaraan di media sosial seperti X (Twitter), Reddit, atau YouTube.
Jika semakin banyak influencer dan komunitas membicarakan Ethereum secara positif, minat beli bisa meningkat sehingga harga terdorong naik. Sebaliknya, jika ada banyak berita negatif, sentimen pasar bisa menjadi bearish.
Beberapa situs seperti Santiment dan LunarCrushdapat kamu gunakan sebagai indikator sentimen yang bisa membantu memahami suasana hati pasar.
Analisis on‑chain melihat aktivitas dan tren langsung dari blockchain Ethereum itu sendiri, seperti: berapa banyak ETH yang staking, pendapatan dari gas fee, berapa ETH yang dibakar setiap harinya, hingga akumulasi pemegang ETH baru.
Dengan memantaui metriks yang ada di dalam jaringan Ethereum ini kamu bisa mengetahui bagaimana keadaan kesehatan jaringan, sehingga kamu bisa menentukan seberapa besar nilai intrinsik dari Ethereum itu sendiri.
Untuk mengatahui soal metriks on-chain ini bisa mengakses langsung situs seperti TheBlock atau ultrasound.money untuk mengetahui perihal suplai yang bertambah setiap harinya, gas fee, dan laju ETH yang dibakar.
Kelima pendekatan ini dapat memberikan memberikan cara baru untuk memahami pergerakan harga Ethereum. Masing‑masing melengkapi satu sama lain:
Gunakan Fear and Greed Index untuk memahami sentimen pasar.
Cek Rainbow Chart untuk tahu ETH murah atau mahal.
Pantau aliran dana ETF sebagai sinyal akumulasi atau distribusi institusi.
Ikuti tren sosial media dan pencarian untuk deteksi hype atau penurunan minat.
Gunakan on-chain metrics seperti volume transaksi, jumlah wallet aktif, dan aktivitas smart contract untuk melihat kesehatan jaringan.
Cara-cara ini akan lebih baik jika kamu gabungkan dengan analisa teknikal, sehingga kamu bisa membuat keputusan trading atau investasi ETH yang terukur dan berbasis data.
Mau dapatkan sinyal analisa harga langsung setiap harinya? Yuk gabung komunitas Tokocrypto dan dapatkan sinyal trading harian sekaligus dikusi dengan ribuan trader lainnya!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Setelah pengumuman dari Federal Open Market Committee (FOMC) dan laporan kebijakan kripto dari Gedung Putih, pasar aset digital diterjang banyak tekanan.
Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Dogecoin sama-sama berada di jalur negatif, sehingga menghadirkan pertanyaan besar: apakah ini koreksi sehat atau sinyal berhenti mendadak?
Dampak FOMC dan Laporan White House
Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada 4,25‑4,50%, menurunkan ekspektasi akan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.
Sementara itu, Amerika Serikat merilis laporan kebijakan kripto federal yang mendukung framework regulasi untuk aset digital, serta memperkenalkan gagasan tentang Bitcoin Reserve yang dikelola pemerintah, meski belum ada rencana konkret pembelian oleh negara.
Investasi masuk ke dalam kripto dapat tertahan di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan struktur regulasi yang belum sepenuhnya jelas.
Bitcoin tergelincir hingga kisaran $116.000–$117.800, turun antara -0,7% hingga -0,9% pasca-Fed mengumumkan keputusan. Sehari sebelumnya BTC sempat menyentuh ATH di atas $123.000 sebelum koreksi menjalar.
Ethereum (ETH) juga melemah sekitar -1,5% sampai -2%, bergerak di $3.7 – $3.75 ribu. Sementara itu, XRP jatuh hingga -5,5% di satu titik tetapi rebound sebagian menjadi -1,3% hingga -2,5%.
Sedangkan Dogecoin mengalami tekanan terkuat, merosot 3‑6%, dan menjadi salah satu altcoin dengan performa terburuk akhir-akhir ini.
Pendekatan risk-off investor serta likuidasi besar, sekitar 121.983 trader dengan total likuidasi $395 juta dalam 24 jam menunjukkan bahwa volatilitas tinggi sedang mencengkeram pasar.
Penyebab Kelelahan Pasar
Pasar Kehabisan “Momentum X”
Sebagian besar kenaikan BTC dan altcoin dalam beberapa minggu terakhir didorong oleh hype ETF, laporan pemerintah, dan earning tech besar. Kini tanpa katalis baru, volatility mulai meredup.
Koreksi Teknis dan Ambil Untung
Bitcoin yang gagal menembus resistance kuat di sekitar $120.000–$123.000 akhirnya membuat investor enggan menahan risiko lebih jauh dan mulai mengambil keuntungan secara bertahap.
Regulator dan Kebijakan Masih Buram
Walau laporan Gedung Putih mengakomodasi regulasi, banyak detail masih belum pasti. Ketidaktentuan ini menyebabkan investor institusional bergerak lambat atau berhati-hati.
Outlook Jangka Pendek dan Strategi
Analis dari 10x Research memperingatkan bahwa Agustus–September seringnya menjadi bulan sepi untuk kripto, dengan Bitcoin diprediksi bergerak sideways atau koreksi ringan kecuali muncul katalis baru.
Mereka menunjukkan rentang harga utama di sekitar $111.600–$120.000, yang perlu ditembus untuk menentukan arah berikutnya.
Jika pasar konsolidasi terlalu lama, minat pada altcoin mungkin melemah lebih jauh. Namun, rebound tetap mungkin jika sinyal yield atau kebijakan dovish muncul.
Bitcoin dan altcoin utama sedang menyesuaikan diri dengan kebijakan makro yang lebih ketat dan outlook suku bunga yang tidak menentu.
Koreksi ini bisa jadi fase normal setelah rally besar, tapi juga menjadi alarm jika tidak ada katalis baru yang bisa membalik sentimen.
Investor sebaiknya menunggu kotak waktu konsolidasi (range) dan melihat pergerakan harga di batas support-resistance utama sebelum mengambil keputusan besar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Salah satu proyek blockchain paling berpengaruh di dunia, Ethereum, resmi merayakan ulang tahunnya yang ke-10.
Diluncurkan pada 30 Juli 2015 oleh Vitalik Buterin bersama tim pengembangnya, Ethereum kini menjadi fondasi dari jutaan aplikasi terdesentralisasi (dApps), proyek DeFi, hingga NFT yang merevolusi dunia aset digital.
Dari Ide ke Infrastruktur Global
Awalnya, Ethereum diciptakan untuk mengatasi keterbatasan Bitcoin yang hanya berfungsi sebagai jaringan pembayaran.
Dengan memperkenalkan konsep smart contract, Ethereum memungkinkan siapa saja membangun aplikasi di atas blockchain tanpa perantara.
Inovasi ini melahirkan ekosistem baru yang kini mencakup lebih dari 1 juta dApps aktif di berbagai sektor, dari keuangan, gaming, hingga rantai pasok.
Sejak peluncurannya, Ethereum telah mengalami beberapa peningkatan besar, termasuk transisi monumental ke mekanisme konsensus Proof-of-Stake(PoS) melalui pembaruan The Merge pada 2022.
Langkah ini berhasil mengurangi konsumsi energi jaringan hingga 99%, sekaligus memperkuat narasi keberlanjutan di industri kripto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 31 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Kapitalisasi Pasar dan Peran di Dunia Kripto
Ethereum saat ini merupakan kripto terbesar kedua setelah Bitcoin dengan kapitalisasi pasar mencapai ratusan miliar dolar.
Blockchain ini menjadi pusat dari ekosistem Decentralized Finance (DeFi) yang bernilai lebih dari $90 miliar Total Value Locked (TVL).
Selain itu, Ethereum juga mendominasi pasar Non-FungibleToken (NFT), yang mempopulerkan seni digital dan koleksi unik berbasis blockchain.
Ethereum tidak hanya menyediakan infrastruktur saja, akan tetapi juga menjadi inovator utama dalam dunia kripto.
Banyak blockchain generasi baru seperti Polygon, Arbitrum, hingga Binance Smart Chain, memanfaatkan kompatibilitas dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) untuk memperluas ekosistem mereka.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski sukses besar, Ethereum tidak lepas dari tantangan. Salah satu isu utama adalah biaya gas yang tinggi saat jaringan padat.
Biaya transaksi yang bisa mencapai puluhan dolar sering kali menghambat adopsi pengguna ritel.
Selain itu, persaingan dari jaringan layer-1 lain seperti Solana, Avalanche, dan Cardano semakin ketat. Mereka menawarkan kecepatan lebih tinggi dan biaya lebih rendah, memaksa Ethereum terus berinovasi.
Untuk menjawab tantangan ini, Ethereum mengembangkan serangkaian solusi Layer-2 seperti Optimism, Arbitrum, dan zkSync.
Teknologi ini bertujuan meningkatkan skalabilitas dengan memproses transaksi di luar rantai utama (off-chain) sebelum mengirimkan bukti ke jaringan Ethereum.
Dampak dan Pencapaian 10 Tahun
Selama satu dekade, Ethereum telah:
Menjadi dasar dari lebih dari $3 triliun volume perdagangan DeFi kumulatif.
Mendorong lahirnya pasar NFT senilai miliaran dolar.
Memperkenalkan DAO (Decentralized Autonomous Organizations) sebagai model tata kelola baru.
Mendorong pengembangan stablecoin populer seperti USDT, USDC, dan DAI yang bergantung pada jaringannya.
Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, menyampaikan bahwa visi jangka panjang proyek ini adalah membangun “internet terdesentralisasi yang benar-benar terbuka dan dapat diakses oleh semua orang”.
Masa Depan Ethereum
Ke depan, Ethereum tengah mempersiapkan pembaruan besar berikutnya yang dikenal dengan nama The Surge dan The Verge, bertujuan meningkatkan kapasitas transaksi hingga 100.000 transaksi per detik.
Jika berhasil, Ethereum bisa semakin memperkuat dominasinya di pasar blockchain global.
Adopsi institusional juga diperkirakan meningkat, terutama karena Ethereum kini lebih ramah lingkungan setelah transisi ke PoS.
Perusahaan besar dan pemerintah mulai mengeksplorasi penggunaan blockchain Ethereum untuk tokenisasi aset dan sistem pembayaran.
Dari awal yang sederhana sebagai ide dalam whitepaper Vitalik Buterin, Ethereum kini berkembang menjadi ekosistem raksasa yang mengubah cara dunia memandang uang, aplikasi, dan kepemilikan digital.
Perayaan 10 tahun Ethereum bukan sekadar momen refleksi, tetapi juga titik awal babak baru untuk inovasi berikutnya.
Dengan roadmap yang ambisius dan komunitas yang solid, Ethereum diperkirakan akan terus menjadi tulang punggung revolusi Web3 di dekade mendatang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dengan semakin banyaknya adopsi teknologi Ethereum oleh institusi besar, aktivitas trading Ethereum juga semakin populer. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, aktivitas ini juga memiliki risiko yang perlu dipahami agar tidak terjebak pada kerugian besar.
Di bawah ini, kita akan membahas risiko-risiko utama yang sering dihadapi trader Ethereum beserta cara untuk meminimalkan risikonya.
Jika kamu terbiasa melihat pergerakan harga saham, emas, atau forex—tentu kamu akan sedikit kaget jika melihat pergerakan harga pasar kripto, termasuk Ethereum. Pergerakan harga Ethereum bisa naik atau turun dengan cepat bahkan, bukan hal aneh lagi jika harga Ethereum naik/turun lebih dari 35% dalam satu hari.
Tingginya volatilitas ini membuat trader berpotensi mendapatkan potensi keuntungan besar, tetapi juga risiko kerugian yang sama besarnya.
Cara Mengurangi Risiko:
Gunakan strategi manajemen risiko seperti stop loss dan hindari melakukan pembelian sekaligus dalam satu transaksi (lump sum), gunakan strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) saat masuk atau keluar pasar. Kamu bisa gunakan fitur DCA yang ada di aplikasi Tokocrypto untuk mempermudah setiap transaksi.
Ethereum memang memiliki ekosistem dan nilai fundamentalnya sendiri—namun dalam praktiknya, harga ETH sering bergerak sejalan dengan siklus besar pasar kripto yang bersifat 4 tahunan. Siklus ini umumnya dipicu oleh Bitcoin halving, karena dominasi Bitcoin di pasar kripto ini, dampaknya sering ikut dirasakan oleh Ethereum. Misalnya ketika momentum harga Ethereum sedang bullishtapi Bitcoin mengalami koreksi, momentum harga tersebut bisa saja hilang dan berubah menjadi momentum bearish.
Cara Mengurangi Risiko: Pantau terus pergerakan Bitcoin dan dominasi Bitcoin (BTC.D) dengan begitu kamu bisa memperkirakan seberapa besar pengaruh Bitcoin terhadap pergerakan harga Ethereum.
Risiko emosi dan psikologi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dikendalikan saat trading—pergerakan harga Ethereum yang sering kali naik dengan cepat tak jarang membuat para trader menjadi FOMO (Fear of Missing Out) dan mengesampingkan analisis data, hingga akhirnya membuat mereka membeli di harga tinggi dan mengalami kerugian.
Cara Mengurangi Risiko: Buat rencana trading yang jelas, tetapkan target keuntungan dan batas kerugian sejak awal, serta hindari melakukan transaksi saat emosi tidak stabil.
Mirip seperti butterfly effect—Satu regulasi merugikan pasar kripto di Amerika bisa membuat para trader di seluruh dunia mengalami kerugian. Hal ini disebabkan oleh pasar kripto yang bersifat global, sehingga regulasi dari negara-negara besar seperti Amerika, China, atau Eropa bisa mempengaruhi pergerakan harga aset kripto.
Cara Mengurangi Risiko: Selalu ikuti perkembangan regulasi pasar kripto terutama di negara seperti Amerika dan jangan lupa untuk gunakan exchange yang telah teregulasi resmi dan diawasi oleh OJK seperti Tokocrypto.
Bukan hanya di pasar saham, risiko manipulasi pasar juga ada di pasar kripto seperti Ethereum. Aktivitas seperti pump and dump, perdagangan dengan volume palsu, atau aksi whale (pemilik aset besar) bisa mempengaruhi harga Ethereum secara tidak wajar.
Cara Mengurangi Risiko: Jangan mudah terbawa euforia saat harga melonjak tiba-tiba—karena aset kripto bersifat transparan, kamu bisa melihat pergerakan whale atau bandar besar lainnya melalui on-chain data.
Pergerakan harga Ethereum sering kali dilatarbelakangi oleh sentimen dan narasi yang sedang mendominasi di media sosial. Berita, cuitan influencer, regulasi baru, atau kondisi pasar global didukung oleh sentimen pasar yang tengah dominan di saat itu bisa membuat harga Ethereum naik atau turun dengan cepat.
Cara Mengurangi Risiko: Pantau terus sentimen yang ada di media sosial dan miliki rencana trading jangka panjang, agar fluktuasi harga akibat sentimen jangka pendek tidak terlalu mempengaruhi keputusanmu.
Jika kamu sudah memahami risikonya dan cara menguranginya, langkah berikutnya adalah memulai trading dengan menggunakan exchange yang terpercaya seperti Tokocrypto.
Untuk memulai trading, kamu tidak harus memiliki modal yang besar—cukup dengan modal awal minimal Rp50.000 kamu sudah bisa belajar investasi dan trading Ethereum.
Klik gambar untuk mulai investasi dengan 0% biaya trading di Tokocrypto.
Ikuti beberapa langkah berikut untuk mulai trading Ethereum tanpa biaya trading di Tokocrypto:
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Perusahaan teknologi blockchain BTCS Inc. tengah bersiap memperkuat eksistensinya di ranah aset digital dengan langkah ekspansif: menggalang dana hingga $2 miliar melalui penjualan saham. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli lebih banyak kripto, khususnya Ethereum (ETH), sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang mereka.
Dalam dokumen pendaftaran S-3 yang disampaikan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Selasa, BTCS mengungkapkan rencana untuk menjual saham biasa dalam beberapa tahap, dengan batas maksimum total penawaran senilai $2 miliar.
“Kami bermaksud menggunakan hasil bersih dari penjualan sekuritas ini untuk pembelian aset digital, modal kerja, dan keperluan umum perusahaan lainnya,” tulis perusahaan dalam pengajuannya.
Dilaporkan The Block, langkah ini melanjutkan strategi BTCS sebagai operator Ethereum publik pertama yang aktif menggabungkan akses ke pasar modal, aktivitas staking, dan pembangunan blok. Model bisnis ini mereka sebut sebagai DeFi/TradFi Accretion Flywheel, sebuah pendekatan terintegrasi yang menggabungkan keuntungan dunia keuangan terdesentralisasi dan tradisional.
Baru-baru ini, BTCS mengumumkan pembelian 14.240 ETH, menambah total kepemilikan mereka menjadi 70.028 ETH — senilai sekitar $265,3 juta. Pembelian ini memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain institusional yang agresif dalam mengakumulasi Ethereum.
Namun, saham BTCS tercatat mengalami penurunan 2,13% pada hari yang sama, ditutup di harga $5,05.
Tambahan Pendanaan dari Waran
BTCS juga mengajukan pernyataan terpisah untuk menjual kembali lebih dari 5 juta lembar saham biasa. Saham ini berasal dari konversi surat utang dan pelaksanaan waran oleh beberapa pemegang saham. Jika seluruh waran ini dilaksanakan, BTCS memperkirakan akan menerima tambahan dana sekitar $12 juta.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 30 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tren Perusahaan Akumulasi Ethereum
BTCS bergabung dengan perusahaan lain seperti SharpLink Gaming dan Bit Digital yang turut menjadikan Ethereum sebagai bagian dari strategi korporat mereka. Menurut Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global di Standard Chartered, obligasi Ethereum menawarkan potensi imbal hasil lebih besar dibandingkan Bitcoin, berkat insentif staking dan akses ke leverage dalam ekosistem DeFi.
Langkah BTCS menjadi sinyal bahwa Ethereum semakin dilihat sebagai aset strategis jangka panjang, tidak hanya oleh investor ritel, tetapi juga oleh perusahaan publik yang melihat peluang pertumbuhan di era keuangan terdesentralisasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Berita besar bisa memicu pergerakan harga Ethereum (ETH) dengan cepat. Baik itu berita tentang pembaruan jaringan, regulasi, adopsi institusional, atau keputusan politik. Artikel ini menjelaskan kenapa berita dapat memengaruhi harga ETH dengan contoh nyata dari peristiwa beberapa waktu terakhir.
Apa Hubungannya antara Berita dan Harga Ethereum?
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Seperti aset kripto pada umumnya, harga Ethereum sering kali bergerak karena adanya berita baru yang muncul. Berita bisa mengubah ekspektasi pasar hanya dalam hitungan menit—ketika berita baik muncul misalnya, seperti persetujuan ETF atau adopsi teknologi Ethereum oleh institusi besar, harga cenderung naik. Sebaliknya, berita negatif seperti pelarangan, peretasan, atau regulasi ketat dapat menurunkan kepercayaan pasar dan memicu aksi jual.
Secara sederhana, korelasi pergerakan harga ETH dengan berita yang muncul seperti ini:
Sentimen berita negatif → Harga cenderung turun
Ketika ada berita buruk bisa memicu kepanikan dan aksi jual massal, membuat harga turun.
Sentimen berita positif → Harga cenderung naik
Ketika ada berita positif investor jadi lebih optimis. Akibatnya, banyak yang membeli, dan harga pun naik.
Ada beberapa alasan kenapa berita dapat mempengaruhi pergerakan harga Ethereum, seperti:
Berita dapat Mengubah Psikologi Pasar
Berita yang muncul, baik bernada positif maupun negatif, memiliki pengaruh dalam mengubah psikologi pasar. Ketika sebuah berita menyebar, berita ini akan membentuk menjadi sebuah narasi. Narasi inilah yang memengaruhi cara investor memandang risiko dan potensi, sehingga membentuk mood pasar secara keseluruhan—berita negatif menjadi feardan positif menjadi greed.
Berita dapat membentuk herding behavior—yakni kecenderungan investor mengikuti tindakan mayoritas dan mengesampingkan analisa. Ketika sebuah berita menyebar dan membentuk narasi dominan, investor retail cenderung akan FOMO dan memperkuat volatilitas pasar sesuai dengan arah sentimen berita yang muncul.
Berita dapat Mengubah Outlook Strategi
Berita yang muncul dapat mempengaruhi cara investor memandang masa depan Ethereum. Update jaringan, adopsi institusional, hingga peristiwa global—membuat investor menyesuaikan strategi mereka, mulai dari alokasi modal, manajemen risiko, hingga time horizon investasi. Efeknya volume, volatilitas, dan likuiditas bisa meningkat tajam hanya karena pergeseran persepsi terhadap masa depan Ethereum.
Grafik harga Ethereum setelah pengumuman tarif Trump.
Reaksi pasar terhadap kebijakan tarif yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu penurunan harga yang signifikan di pasar aset kripto. Salah satu dampaknya terlihat jelas pada 2 April 2025, ketika Ethereum turun lebih dari -5% hanya dalam satu hari, menyusul klarifikasi resmi dari Gedung Putih terkait kebijakan tarif tersebut. Tekanan jual pun terus berlanjut, dan dalam beberapa hari berikutnya Ethereum mencatat penurunan kumulatif sekitar -26% dari level harga pada 2 April hingga mencapai titik lokal terendahnya.
Berita bullish mengenai persetujuan ETF Ethereum mendorong lonjakan optimisme di kalangan investor. Sebelumnya, peluang persetujuan ETF ini diperkirakan hanya sebesar 25%, namun meningkat drastis menjadi 75% setelah munculnya laporan terbaru. Sentimen positif ini langsung tercermin di pasar, di mana harga Ethereum melonjak hingga 19% hanya dalam satu hari.
Grafik harga Ethereum setelah pengumuman adanya peretasan aset Ethereum.
Berita mengenai diretasnya dompet salah satu exchange dengan total $1,4 miliar aset Ethereum membuat para investor Ethereum ketakutan. Sebab jika aset Ethereum yang berhasil diretas tersebut dijual langsung ke pasar maka Ethereum tentu akan mengalami penurunan dan membuat spekulasi lebih lanjut di kalangan investor. Terlihat setelah berita tersebut muncul, harga Ethereum mengalami penurunan lebih dari -48%.
Tertarik untuk mulai trading atau investasi di Ethereum? Yuk gunakan fitur Beli/Jual di Tokocrypto dan dapatkan GRATIS biaya trading! Klik gambar di bawah untuk cobain fiturnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Berita dan Harga Ethereum
Apakah semua berita memengaruhi harga ETH?
Tidak. Hanya berita besar atau relevan yang biasanya berdampak signifikan.
Kenapa harga bisa langsung bereaksi cepat?
Karena pasar kripto berjalan 24/7 dan investor bereaksi secara real-time.
Apa yang dimaksud dengan “sentimen pasar”?
Itu adalah mood kolektif investor, apakah mereka sedang optimis (bullish) atau pesimis (bearish).
Bagaimana cara memanfaatkan berita untuk trading ETH?
Trader biasanya menggunakan strategi buy the news atau sell the rumor, tapi tetap harus hati-hati.
Apakah mungkin berita positif membuat harga turun, dan sebaliknya?
Institusi bisa saja memanfaatkan momentum berita positif untuk menjual aset mereka secara bertahap saat likuiditas tinggi atau membeli saat retail panik karena berita negatif.
Kesimpulan
Pergerakan harga Ethereum (ETH) sangat sensitif terhadap berita terbaru, baik yang bersifat positif maupun negatif. Berita bukan hanya sekadar informasi—tetapi juga pemicu emosi kolektif yang membentuk sentimen pasar yang pada akhirnya bisa mendorong pergerakkan harga.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Pemula yang ingin melakukan investasi kripto untuk pertama kali sering diberikan dua opsi utama—Bitcoin dan Ethereum. Keduanya sama-sama populer, punya nilai tinggi, dan memiliki volatilitas yang lebih baik dibanding aset kripto selain stablecoin.
Bitcoin mewakilkan pilihan bagi pemula yang ingin menyimpan investasi dalam bentuk nilai lindung terhadap inflasi. Sedangkan Ethereum mewakili alternative coin yang memberikan eksposur dengan fitur smart contract dan ekosistem blockchain yang membuka akses ke berbagai sektor seperti DeFi, NFT, dan Web3.
Sebelum menetapkan pilihan untuk aset kripto pertama kamu, simak pembahasan mengenai perbedaan keduanya—mulai dari pengertian, performa historis, sampai dengan simulasi keuntungan sebagai bahan pertimbangan kamu!
Kenalan dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)
Apa Itu Bitcoin?
Bitcoin adalah kripto pertama di dunia dan sering dijuluki “emas digital”. Diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009, BTC dirancang sebagai sistem pembayaran terdesentralisasi tanpa perantara.
Hingga 2025, Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto, dengan valuasi lebih dari US$1,7 triliun dan dominasi pasar di atas 60%. Fungsinya sebagai store of value menjadikannya aset lindung nilai yang banyak dipilih oleh investor pemula hingga institusional.
Ethereum diluncurkan pada 2015 oleh Vitalik Buterin dan timnya. Tidak seperti Bitcoin, Ethereum lebih dari sekadar mata uang digital. Ethereum adalah platform untuk smart contract yang menopang ekosistem DeFi (Decentralized Finance), NFT, stablecoin, dan tokenisasi aset.
Setelah transisi ke mekanisme Proof-of-Stake melalui The Merge, Ethereum menjadi jauh lebih efisien dan scalable, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang ingin terlibat secara aktif dengan ekosistem web3—bukan hanya sekadar menyimpan aset.
Untuk memahami karakter BTC dan ETH, penting melihat performa dan volatilitas keduanya dalam beberapa tahun terakhir. Grafik dan data berikut menunjukkan bagaimana keduanya bergerak, tumbuh, dan menghadapi fluktuasi pasar sejak Agustus 2017 – Mei 2025.
Return Tahunan BTC vs ETH
Tahun
Bitcoin
Ethereum
2024
121%
46%
2023
156%
93%
2022
-64%
-68%
2021
59%
395%
2020
304%
472%
2019
94%
-2%
2018
-73%
-82%
Perbandingan return tahunan Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Dari data return tahunan antara tahun 2018 hingga 2024, terlihat bahwa performa Bitcoin cenderung memberikan hasil yang lebih stabil, terutama pada tahun-tahun bullish seperti 2020, 2021, 2023, dan 2024, di mana pertumbuhannya konsisten di atas 50%, bahkan mencapai lebih dari 300% pada 2020.
Sebaliknya, Ethereum menunjukkan karakter yang lebih agresif dibandingkan dengan Bitcoin. Di masa kenaikan pasar seperti 2020 dan 2021, ETH melonjak sangat tinggi, tetapi ketika koreksi pasar terjadi, penurunannya pun jauh lebih dalam dibandingkan BTC.
Ini memperlihatkan bahwa Ethereum bisa memberikan potensi keuntungan besar, namun juga dengan risiko penurunan yang sama besarnya.
Rata-Rata Return Tahunan BTC vs ETH
Average annualised return
Total return
Aset
Last year
Last 5 years
Aset
Last year
Last 5 years
Bitcoin
55.10%
61.80%
Bitcoin
55.10%
1007.80%
Ethereum
-32.70%
61.20%
Ethereum
-32.70%
989.60%
Perbandingan rata-rata return tahunan investasi Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Dari tabel perbandingan rata-rata return tahunan dan total return lima tahun terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset yang lebih unggul secara statistik. Dalam periode tersebut, Bitcoin mencatatkan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir sekitar 61,8% dengan total return lebih dari 1.000%.
Sedangkan untuk Ethereum, rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir di sekitar 61.2% dengan total return 989.6%. Meskipun terlihat memiliki return yang mirip, Ethereum tercatat memberikan hasil negatif di tahun kemarin dengan -32.7% yang salah satunya disebabkan oleh tingginya Bitcoin Dominance.
Perbandingan Compound annual growth rate, Standard deviation Sharpe ratio dari Bitcoin dan Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Bitcoin terlihat memiliki Compound Annual Growth Rate (CAGR) hampir dua kali lipat Ethereum, serta Sharpe ratio yang lebih tinggi—menunjukkan bahwa Bitcoin menawarkan return yang lebih baik per unit risiko yang diambil.
Dari segi deviasi standar, Ethereum memiliki deviasi standar yang jauh lebih tinggi yakni 98.61% dibandingkan dengan Bitcoin yang memiliki deviasi di 76.96%, secara sederhana bisa dibilang pergerakan harga Ethereum memiliki volatilitas 21.65% lebih tinggi dibanding Bitcoin.
Investasi $10.000 di Bitcoin dan Ethereum Mana yang Lebih Menguntungkan?
Agar lebih mudah mencerna data yang diberikan, mari lihat simulasi historis jika kamu melakukan investasi sebesar $10.000 atau sekitar Rp164.000.000 di Bitcoin dan Ethereum dari bulan Agustus 2017.
Grafik portofolio investasi Bitcoin vs Ethereum, sumber data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Dari grafik portofolio di atas menunjukkan bahwa Bitcoin secara konsisten membentuk tren pertumbuhan yang lebih stabil dan menguat. Garis biru yang mewakili BTC terus menanjak, terutama sejak 2020, dan tetap mempertahankan posisi lebih tinggi dibanding Ethereum hingga pertengahan 2025.
Ethereum memang sempat sedikit akan menyalip BTC pada tahun 2021, namun sejak itu tertinggal dalam pergerakan nilai secara keseluruhan. Data ini mengilustrasikan bahwa jika dilihat dari sudut pandang pertumbuhan portofolio jangka panjang, Bitcoin memberikan hasil yang lebih baik dari pada Ethereum jika dilihat dari data historisnya.
Eksposur terhadap teknologi blockchain dan yield staking
Ethereum
Tabel perbandingan Bitcoin vs Ethereum sesuai tujuan investasi. Jangan lupa sesuaikan dengan profil risiko.
Secara garis besar Ethereum lebih cocok bagi kamu yang tertarik dan ingin mengikuti langsung perkembangan Web3, sedangkan Bitcoin cocok untuk kamu yang ingin investasi jangka panjang alias sebagai aset safe haven.
Sudah Menentukan Pilihan, Bagaimana Cara Mulai Investasi Bitcoin dan Ethereum?
Untuk memulai investasi di pasar kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum—pastikan kamu memilih exchange yang sudah terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK seperti Tokocrypto.
Kamu bisa membeli Bitcoin dan Ethereum dengan mudah dan 0% biaya trading, minimal deposit mulai dari Rp50.000 dengan beberapa langkah berikut.
Buat akun dan lakukan verifikasi KYC sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Deposit saldo investasi via Bank, Virtual Account, atau E-Wallet.
Masuk menu “Jual/Beli” dan pilih dari “IDR” ke “Nama Aset” yang ingin kamu beli
Kemudian masukkan nominal pembelian.
Klik gambar untuk mulai investasi di Tokocrypto.
Kesimpulan: Jadi Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi Pertama bagi Pemula?
Kalau kamu ingin aset yang relatif stabil, cocok untuk “store of value” dan lebih tahan terhadap fluktuasi: Bitcoin bisa jadi pilihan utama.
Kalau kamu ingin eksposur pada teknologi blockchain, staking yield, dApps, dan potensi pertumbuhan lebih tinggi: Ethereum lebih layak dipertimbangkan.
Tips untuk pemula: Kamu bisa mulai dengan modal kecil untuk membeli kedua aset kripto tersebut dengan proporsi yang sesuai dengan profil risiko yang dimiliki, jangan lupa hindari pembelian sekaligus (lump sum) dan gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang ada di aplikasi Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.