Performa market kripto pada Rabu (19/10) siang tampak masuk zona merah. Hal ini membuat laju kripto seperti tarik rem, karena sebelumnya sempat tampil ciamik dalam dua hari terakhir.
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 0,23% ke US$ 19.287 per keping, meski naik 1,20% selama seminggu terakhir.
Ethereum (ETH) pun ikut turun sebesar 1,84% ke US$ 1.305 di waktu yang sama dan bangkit 1,76% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, XRP, Cardano (AD), dan Solana (SOL) turut lesu dan turun lebih dari 2% di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini kembali melemah yang disebabkan oleh volume perdagangan yang terus turun. Hal ini membuat banyak investor merasa taku untuk lebih dalam melakukan akumulasi di market kripto.
Jika dibandingkan dengan performa indeks saham AS, kripto cenderung turun. Saham AS masih bisa tampil apik yang didorong oleh kinerja keuangan emiten kuartal III 2022 yang telah dirilis Selasa (18/10) lalu. Sementara, indeks dolar AS (DXY) juga melemah -0.07%, tapi tidak bisa meningkatkan reli kripto.
“Sayangnya, nasib mujur di indeks saham AS tak diikuti aset kripto yang melemah pada Rabu pagi. Padahal DXY juga sedang melemah, biasanya akan dampak positif ke kripto, tapi tidak terjadi. Tampaknya investor kripto masih ragu dengan performa kripto ke depan,” kata Afid.
Kinerja kripto relatif datar (sideways) dan cenderung menurun selama lima hari terakhir. Ternyata, kinerja indeks saham AS yang optimis di zona hijau belum bisa mendongkrak laju nilai aset kripto.
Menurut Afid, market kripto yang gagal ikut reli disebabkan volume perdagangan yang terlihat sedang menipis. Hal ini mengindikasikan bahwa investor masih ragu-ragu untuk bersikap bullish atau bearish di pasar kripto.
“Pada hari ini investor bakal memantau rilis data inflasi di kawasan Eropa, yakni inflasi di Inggris dan Uni Eropa pada periode September 2022. Selain itu, investor masih mengawasi dengan ketat perilisan kinerja keuangan emiten di AS untuk menilai dampak dari inflasi yang masih meninggi dan kenaikan suku bunga The Fed,” jelasnya.
Analisis Bitcoin
Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, pekan ini BTC melaju dengan baik dan berhasil mendapatkan sentimen positif. Posisi harga BTC di kisaran US$ 19.000, dianggap oleh banyak investor sebagai gerbang awal untuk melancarkan aksi akumulasi.
“Banyak investor menganggap bahwa posisi BTC saat ini, berada di rentang yang cukup baik di level US$ 19.000 dan kesempatan menarik untuk melakukan aksi akumulasi. Namun, ada anggap BTC telah bergerak di rentang harga sempit terlalu lama, sehingga sulit tembus ke level US4 20.000 dan ada kemungkinan aksi reli market kripto akan gagal dan kembali breakdown,” terang Afid.
Ilustrasi Bitcoin.
Level support terdekat BTC kini berada di US$ 19.087, jika gagal bertahan, maka level US$ 18.975 menjadi tahanan selanjutnya apabila penurunan harga tidak bisa dibendung.
Di samping itu, menurut data platform data on-chain, Glassnode, ada 48.000 BTC dipindahkan dari cold wallet ke exchange Coinbase. Hal ini yang membuat euforia investor pudar dan memilih wait and see lantaran pemindahan BTC tersebut diduga merupakan indikasi aksi dump.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Oktober ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Mdex (MDX)
Analisis teknikal Mdex (MDX).
Mdex (MDX) telah mendapat peringkat bearish pada pekan lalu. Pekan ini MDX diproyeksikan akan berbalih arah memasuki fase bullish, meskipun pasar kripto secara keseluruhan jatuh.
Ada sentimen positif dalam proyek Mdex, sehingga mendorong nilai MDX hingga 50%. Baru-baru ini, mereka mengumumkan peluncuran FPerpetual Trading Feature di bursa terdesentralisasi (DEX).
Platform DEX Mdex mendukung leverage hingga 200X. Mereka menawarkan 10% dari biaya perdagangan jika trader membayarnya dengan MDX. Ini pasti telah meningkatkan tekanan beli.
Analisis teknikal gerak MDX akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga MDX bisa sampai sebesar 73% dengan level US$ 0,2785 dari harga US$ 0,1587.
Peringkat MDX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #160, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 147.62.003. Jumlah koin yang beredar 923.923.908 koin MDX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Pergerakan nilai AVAX bisa bullish pada pekan ini, disebabkan oleh Mainnet activation yang di selenggarakan pada 18 Oktober 2022. peningkatan jaringan Avalanche yang dijuluki Banff, sudah diaktifkan di testnet Fuji, tetapi pemutakhiran jaringan akan dilakukan pada tanggal 18.
Analisis teknikal gerak AVAX akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga AVAX bisa sampai sebesar 7% dengan level US$ 17,01 dari harga US$ 15,87.
Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #18, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 4.643.184.204. Pasokan yang beredar 296.421.132 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.
3. Terra Classic (LUNC)
Analisis teknikal Terra Classic (LUNC).
Tren harga Terra Classic (LUNC) memiliki potensi bullish, yang disebabkan oleh Binance yang tidak menyerah dalam memenuhi janjinya kepada komunitas Terra untuk menerapkan pembakaran LUNC off-chain dengan mengorbankan biaya yang direalisasikan dari perdagangan spot dan margin LUNC.
Setelah dua minggu berturut-turut luka bakar berkelanjutan, bursa terbesar di dunia telah membuat luka bakar besar lainnya, senilai US$ 659M+.
Analisis teknikal gerak LUNC akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga LUNC bisa sampai sebesar 22% dengan level US$ 0,00030651 dari harga US$ 0,000269309.
Peringkat LUNC di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #34, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.539.594.062. Jumlah koin yang beredar 6.151.072.613.161 koin LUNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
4. Uniswap (UNI)
Analisis teknikal Uniswap (UNI).
Uniswap (UNI) potensi masuk zona bullish-nya pada pekan ini. Sentimen positif datang dari imbas pengumuman penggalangan dana US$ 165 juta dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Polychain Capital.
Analisis teknikal gerak UNI akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga UNI bisa sampai sebesar 10% dengan level US$ 6,7 dari harga US$ 6,36.
Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.941.525.421. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 762.209.327 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.
Quant (QNT) telah menjadi yang berkinerja terbaik dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan QNT telah melonjak 450% dalam empat bulan, terlepas dari market kripto yang lesu.
Reli harga QNT baru-baru ini telah menyebabkan banyak pemegang sahamnya melihat keuntungan dalam investasi mereka. Analisis teknikal gerak QNT akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga UNI bisa sampai sebesar 39% dengan level US$ 260 dari harga US$ 176.
Peringkat QNT di situs CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 2.155.085.072. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 12.072.738 koin QNT dan maksimal pasokan 14.612.493 koin QNT.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. Conflux (CFX)
Analisis teknikal Conflux (CFX).
Conflux adalah blockchain konsensus layer-1 yang menggunakan algoritma konsensus Tree-Graph yang unik, memungkinkan pemrosesan blok dan transaksi paralel untuk meningkatkan throughput dan skalabilitas.
Conflux sempat mendapatkan peringkat bullish dengan kenaikan 22,93% menjadi US$ 0,04343659578. Namun pola gerak CFX sudah membentuk overbought sehingga akan diperkirakan bearish pekan ini.
Dari segi analisis teknikalnya, CFX akan mengalami penurunan hingga 10% dari harga US$ 0,0425 ke US$ 0,0380.
Peringkat CFX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #251, dengan kapitalisasi pasar US$ 88.491.137. Jumlah koin yang beredar 2.090.735.404 koin CFX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. ICON (ICX)
Analisis teknikal ICON (ICX).
Pada dasarnya ICON adalah proyek yang mengembangkan jaringan terdesentralisasi dengan tujuan menciptakan ekonomi digital untuk jaringan berbasis blockchain. ICON dibangun dan dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Korea Selatan.
ICON akan berpotensi bearish selama beberapa waktu ke depan. Dari segi analisis teknikalnya, CFX juga sudah overbought dan akan mengalami penurunan hingga 8% dari harga US$ 0,2318 ke US$ 0,2171.
Peringkat ICX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #130, dengan kapitalisasi pasar US$ 213.100.222. Pasokan yang beredar 919.483.096 koin ICX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
3. PowerPool (CVP)
Analisis teknikal PowerPool (CVP).
PowerPool (CVP) adalah manajer DAO untuk investasi terstruktur non-penahanan. PowerPool menawarkan kumpulan token investasi tematik yang terdiversifikasi secara luas.
CVP akan berpotensi bearish selama beberapa waktu ke depan. Dari segi analisis teknikalnya, CVP akan terus mengalami penurunan hingga 16% dari harga US$ 0,4334 ke US$ 0,3686.
Peringkat CVP di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #618, dengan kapitalisasi pasar US$ 17.323.648. Pasokan yang beredar 40.108.386 koin CVP dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVP.
Arweave (AR) juga berpotensi bearish selama beberapa waktu ke depan. Dari segi analisis teknikalnya, CVP akan terus mengalami penurunan hingga 7% dari harga US$ 10,01 ke US$ 9,56.
Peringkat AR di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #618, dengan kapitalisasi pasar US$ 17.323.648. Pasokan yang beredar 40.108.386 koin AR dan maksimal pasokan 100.000.000 koin AR.
5. Voyager Token (VGX)
Analisis teknikal Voyager Token (VGX).
Voyager Token masih kuat untuk potensi bearish pada pekan ini. Sentimen negatif datang dari para kreditur Voyager Digital Ltd, telah menentang rencana yang diusulkan untuk menawarkan kekebalan kepada pejabat dan direktur perusahaan dari segala tuntutan hukum terkait dengan runtuhnya perusahaan.
Sentimen itu membawa nilai VGX bisa jatuh. Kemungkinan besar jika terjadi breakdown, VGX bisa mengalami penurunan sekitar 13% menuju harga kisaran US$ 0,345.
Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #178, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 111.375.568. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) pengawas kripto akan menjalani uji kelayakan alias fit and proper test hari ini, Senin (10/7) bersama Komisi XI DPR RI. Ada dua calon DK OJK yang nantinya akan mengisi posisi Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Mereka adalah Hasan Fawzi, dan Erwin Haryono.
Uji Kelayakan DK OJK akan dimulai pukul 10.00 WIB sampai 14.30 WIB di Gedung DPR/MPR. Selain Hasan dan Erwin, akan ada Agusman dan Adi Budiarso, yang akan diposisikan untuk menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.
Hasil fit and proper test di DPR RI nanti akan dievaluasi dan dipertimbangkan oleh komite atau badan yang bertanggung jawab. Setelah itu, komite atau badan tersebut akan membuat rekomendasi mengenai hasil tes kepada pimpinan DPR RI atau badan yang berwenang untuk diambil tindakan selanjutnya. Kemudian, hasil dan rekomendasi tersebut mungkin akan diumumkan secara resmi setelah proses evaluasi dan pertimbangan selesai.
Pelaku usaha di industri aset kripto di Indonesia memberikan apresiasi terhadap proses seleksi calon DK OJK periode 2023-2028 yang menjalani fit and proper di DPR RI. CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, mengungkapkan, “Kami menyambut baik terpilihnya dua nama Calon Anggota DK OJK periode 2023-2028 yang akan menempati posisi Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.”
Kedua kandidat yang dipilih memiliki pengalaman yang baik di lembaga keuangan, baik dalam kapasitas masing-masing di Bank Indonesia maupun Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelaku usaha tetap berkomitmen untuk mendukung proses seleksi ini yang selanjutnya akan memasuki tahap Fit and Proper Test oleh DPR RI.
Yudho juga menyampaikan harapannya terkait proses seleksi ini. “Harapan kami adalah proses akan berjalan lancar hingga dapat menentukan calon DK OJK terpilih. Kami berharap siapa pun yang terpilih dari kedua kandidat tersebut nantinya dapat mengembangkan industri aset kripto Indonesia ke arah yang lebih baik dan mengedepankan kepentingan seluruh stakeholders, termasuk pelaku industri, dengan memastikan adanya kerangka regulasi yang jelas, mengedepankan inovasi, transparan, dan berkelanjutan.”
Pelaku usaha di industri aset kripto juga menantikan pengumuman hasil seleksi dan siap untuk berkolaborasi dengan Dewan Komisioner OJK yang baru dalam mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan bagi industri kripto di Indonesia. Kolaborasi antara pelaku usaha dan regulator diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan industri aset kripto, memperkuat kepercayaan investor, dan melindungi konsumen.
Industri aset kripto di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Keberadaan DK OJK yang kompeten dan berkomitmen sangat penting dalam memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, serta menjaga integritas dan keamanan pasar aset kripto di Indonesia.
“Sebagai pasar yang potensial dan inovatif, industri aset kripto di Indonesia membutuhkan dukungan yang kuat dari regulator untuk menghadapi tantangan dan mengoptimalkan peluang yang ada. Diharapkan, calon DK OJK terpilih akan mampu bekerja sama dengan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem yang kondusif, melindungi konsumen, dan mendorong adopsi teknologi keuangan yang inovatif,” pungkas Yudho.
Update:
Komisi XI DPR RI menetapkan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK periode 2023 – 2028.
Selain itu, Komisi XI juga menetapkan Agusman sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.
Korea Selatan (Korsel) semakin dalam untuk adopsi teknologi blockchain. Terbaru, warga korsel nantinya bakal menggunakan identitas (ID) digital berbasis blockchain dan menggantikan kartu tanda penduduk (KTP) fisik.
Pemerintah Negeri ginseng itu dilaporkan siap mengganti KTP bentuk fisik dengan ID digital berbasis blockchain pada 2024. Nantinya ID digital tersebut akan berada di dalam aplikasi perangkat seluler. Fungsinya dipastikan masih sama dengan fungsi KTP berbentuk fisik.
ID digital berbasis blockchain ditargetkan akan diluncurkan pada 2024. Sebanyak 45 juta warga negara Korsel akan didorong secara bertahap untuk mengadopsinya dalam kurun waktu dua tahun.
Dibandingkan dengan KTP fisik, ID digital ini tergolong lebih simpel dan aman. ID bisa digunakan untuk sektor keuangan, kesehatan, pajak, hingga transportasi. Direktur Jenderal Biro Digital Korea Selatan, Suh Bo Ram, menambahkan, teknologi tersebut dapat membantu perusahaan yang belum sepenuhnya melakukan transisi digital.
Menurut Suh, pemerintah Korsel juga akan mengadopsi sistem identitas terdesentralisasi. Artinya, pemerintah tidak dapat mengakses informasi yang tersimpan di ponsel penduduknya, termasuk informasi tentang ID digital mereka.
Dikutip Cointelegraph, meski bersifat terdesentralisasi, sistem manajemen ID tersebut nantinya masih memerlukan persetujuan otoritas dan perusahaan.
“Jika otoritas tidak memvalidasi ID blockchain, maka ID tersebut tidak dapat digunakan untuk memanfaatkan layanan publik. Ini menurut saya adalah batasan terbesar,” ujar Penasihat Blockchain dan CEO Bundlesbets.com, Brenda Gentry.
Korsel sudah memanfaatkan solusi berbasis teknologi blockchain sejak lama. Pada Agustus 2020, lebih dari satu juta warga Korsel telah mengadopsi SIM berbasis blockchain yang beroperasi melalui aplikasi smartphone, PASS.
Pergerakan aset kripto dan Bitcoin pada pekan kedua Juli 2023 masih terus stagnan dan cenderung membosankan bagi para pelaku pasar. Kemungkinan besar volatilitas Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan akan terjadi pasca dan setelah data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) AS bulan Juni dirilis pada Rabu (12/7) mendatang.
Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan para pelaku pasar kripto dan Bitcoin saat ini sedang mengadopsi sikap “wait and see” menjelang perilisan CPI AS bulan Juni. Data CPI merupakan indikator penting yang memberikan gambaran tentang tingkat inflasi di Amerika Serikat. Karena AS merupakan salah satu pasar terbesar bagi kripto, data CPI ini dapat berdampak signifikan pada harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
“Volatilitas pasar kripto selama beberapa bulan terakhir telah menunjukkan tanda-tanda penurunan, dengan harga Bitcoin dan altcoin utama lainnya bergerak dalam kisaran yang relatif sempit. Para trader dan investor kripto berharap bahwa data CPI AS ini dapat memberikan petunjuk yang lebih jelas tentang arah pergerakan harga aset kripto,” kata Fyqieh.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pasar kripto adalah kebijakan The Fed. Jika data CPI menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari yang diharapkan, ada kemungkinan The Fed akan meningkatkan suku bunga atau mengurangi stimulus ekonomi yang dapat mempengaruhi likuiditas dan investasi di pasar kripto. Meskipun angka nonfarm payroll (NFP) AS yang lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Juni, taruhan pada kenaikan suku bunga pasca musim panas tetap ada, yang terus menguji selera pembeli.
Sentimen Pasar Kripto
Di sisi lain, jika data CPI menunjukkan inflasi yang terkendali atau di bawah ekspektasi, pasar kripto mungkin mengalami sentimen positif. Hal ini dapat memberikan dorongan bagi investor dan trader untuk melanjutkan atau meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar kripto.
“Sentimen negatif terhadap market juga masih ada, yang terbaru analis di JP Morgan meragukan dampak transformatif ETF Bitcoin spot di pasar kripto. Menurut analis, peluncuran ETF bitcoin spot sepertinya tidak akan menarik banyak minat investor,” jelas Fyqieh.
Kabar itu membuat harga Bitcoin tetap stabil di kisaran US$ 30.300 karena investor menjadi berhati-hati di tengah sentimen pasar yang beragam. Khususnya, kegilaan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) baru-baru ini yang sebelumnya mendorong harga BTC ke level di atas US$ 31.000 akan segera berakhir.
Bitcoin Fear and Greed Index. Sumber: Alternative.me.
Sentimen aset kripto berdasarkan indeks “Bitcoin Fear and Greed Index” saat ini berada pada level 56, mengalami sedikit kenaikan dari angka 55 pada Minggu (9/7) lalu. Namun, hal ini menunjukkan investor kurang bergairah dalam beberapa hari terakhir. Di samping itu, indeks dolar AS (DXY) pada Senin (10/7) pagi mengalami performa yang baik mengalami kenaikan 102.45 (+0.18%).
Sekali lagi, penting untuk diingat bahwa pasar kripto sangatlah kompleks dan rentan terhadap berbagai faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga aset kripto. Selain data CPI AS, akan ada rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) untuk bulan Juni pada Jumat (14/7). Meskipun PPI tidak sepenting CPI, namun perlu untuk dicermati. Berita dan peristiwa lainnya seperti regulasi pemerintah, perkembangan teknologi, dan sentimen pasar global juga dapat berkontribusi terhadap pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto.
“Bagi para pelaku pasar kripto, memantau dengan cermat berita dan perkembangan terkait data CPI AS dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pasar kripto menjadi penting. Analisis fundamental dan teknikal serta manajemen risiko yang baik menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar yang mungkin terjadi pasca rilis data CPI AS,” saran Fyqieh.
Analisis Pergerakan Harga Bitcoin (BTC)
BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.
Harga Bitcoin (BTC) tetap dalam kisaran sempit dengan kenaikan maksimal 4,3% selama 18 hari terakhir. BTC bergerak di kisaran US$ 29.895 hingga US$ 31.165, dan sentimen negatif investor secara signifikan dipengaruhi oleh upaya yang gagal untuk menembus di atas US$ 31.400 pada 6 Juli lalu.
Kecenderungan trader untuk bereaksi berlebihan untuk taking profit terhadap pergerakan harga jangka pendek Bitcoin sebesar 82% bisa menjadi bagian dari alasan koreksi jangka pendek. Pikiran investor masih fokus pada data CPI AS Juni dan pertanyaan tentang apakah kenaikan harga baru-baru ini semata-mata didorong oleh beberapa permintaan dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin (ETF) spot.
“Melihat Grafik 4 Jam, BTC/USDT menghadapi resistensi kuat di level psikologis US$ 30.500. BTC/USDT berada di bawah EMA 50 hari (US$ 30.440) dan di atas EMA 200 hari (US$ 29.320), mengirimkan sinyal bearish jangka pendek, tetapi bullish jangka panjang,” analisis Fyqieh.
Secara signifikan, EMA 50 hari menyempit ke EMA 200 hari, menandakan penurunan melalui EMA 200 hari (US$ 29.320) untuk menampilkan level atas dari pita dukungan US$ 27.500 – US$ 26.850. BTC/USDT harus bergerak melalui EMA 50 hari (US$ 30.440) untuk mendukung penembusan dari level yang lebih rendah dari resistensi dan menargetkan US$ 31.250.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Sebuah riset terbaru mengungkap strategi DCA (dollar cost average) telah membuat banyak keuntungan untuk investor aset kripto Bitcoin. Jika Anda secara konsisten mengakumulasi Bitcoin melalui pembelian berulang harian hingga hari ini, selamat! Investasi Anda secara resmi menghasilkan keuntungan, menurut analisis baru.
Dikutip Decrypt, sebuah tweet oleh Bitcoiner @w_s_bitcoin (juga dikenal sebagai “Wicked”) pada hari Senin (3/7) menyoroti grafik “biaya rata-rata tertimbang dari Bitcoin yang dibeli” yang menunjukkan bahwa investor yang terus melakukan “dolar cost average” (DCA) ke dalam aset kripto terbesar, Bitcoin sekarang telah mendapatkan keuntungan yang signifikan, tidak peduli kapan mereka mulai berinvestasi.
DCA adalah strategi di mana investor memasukkan sejumlah uang tetap ke dalam saham atau aset kripto pada interval waktu reguler, terlepas dari perubahan harga aset. Praktik ini dimaksudkan untuk mengurangi tekanan dan kompleksitas yang terkait dengan penentuan waktu pasar yang sangat tidak stabil, dan sering kali didorong oleh para Bitcoiner terkemuka sebagai alternatif yang lebih bijak untuk perdagangan aktif.
Investor Bitcoin Untung
Grafik biaya rata-rata tertimbang dari Bitcoin yang dibeli. Sumber: Wicked.
Menurut grafik, biaya rata-rata tertimbang dari pembelian Bitcoin mencapai US$ 31.233 per 3 Juli—harga tertinggi sejak Juni 2022.
“Saat seluruh garis oranye berada di bawah garis putus-putus putih, saat itulah SEMUA pengguna DCA harian mendapat untung,” jelas Wicked.
Ini tidak berarti bahwa semua pemegang Bitcoin berada di zona hijau, dan tentunya bukan mereka yang membeli seharga US$ 69.000 pada November 2021 dan tidak melakukan apa-apa setelahnya. Namun, mereka yang terus melakukan pembelian berulang sejak saat itu hingga sekarang telah menebus kerugian mereka dengan juga membeli selama posisi terendah, kata Wicked, seperti ketika Bitcoin jatuh di bawah US$ 16.000 setelah FTX turun.
“Akumulasi yang dilakukan secara reguler menguntungkan bagi semua orang bahkan ketika Bitcoin turun 55% dari atas,” cuit penulis buku Bitcoin Standard, Saifedean Ammous pada hari Senin (3/7). “Sebuah bukti menakjubkan tentang kekuatan Bitcoin sebagai teknologi penyelamat.”
Namun, kesimpulan Wicked diperdebatkan. Menurut platform intelijen pasar kripto, CryptoQuant, mereka yang memulai pembelian DCA setiap hari selama pasar bullish terakhir masih berada dalam kerugian, dengan asumsi harga Bitcoin saat ini US$ 31.400.
“Jadi mereka yang memulai DCA pada pertengahan Juni 2020 hingga Sep 2021 tidak untung,” tulis Hochan Chung, Kepala Pemasaran CryptoQuant, kepada Decrypt. Biaya rata-rata tertimbang per koin mereka “berkisar dari US$ 31,4k hingga US$ 35,3K,” jelasnya.
Dilaporkan Bitcoin telah naik 85,4% tahun ini, didukung oleh berkurangnya kepercayaan pada sistem perbankan pada bulan Maret, dan meningkatnya kepercayaan pada kemungkinan ETF spot Bitcoin disetujui di Amerika Serikat sejak pengajuan BlackRock pada bulan Juni.
Keuntungan aset juga menempatkan MicroStrategy kembali ke zona keuntungan. Perusahaan ini adalah salah satu pemegang perusahaan Bitcoin terbesar, memiliki total 152.333 BTC , yang diperoleh secara kolektif melalui serangkaian pembelian berulang sejak Agustus 2020. Ketua Eksekutif perusahaan Michael Saylor dikenal karena menasihati para pengikutnya untuk tidak pernah menjual Bitcoin mereka.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
DAO investasi adalah suatu organisasi yang terdesentralisasi yang menggunakan dana sebagai kelompok. Setiap individu yang memiliki token pengelola DAO investasi dapat berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
Semakin banyak token yang dimiliki, semakin besar pula kekuatan suara yang dimiliki. Pendanaan diperoleh melalui penjualan token, penerbitan NFT, dan penyediaan layanan yang menghasilkan pendapatan.
Legalitas DAO investasi akan tergantung pada hukum di yurisdiksi masing-masing.
Dalam praktiknya, DAO investasi telah membuka pintu bagi partisipasi yang lebih luas dalam dunia investment.
Dengan token pengelola yang dapat dibeli oleh siapa saja, individu-individu dengan modal yang lebih kecil sekalipun dapat turut serta dalam pengambilan keputusan investment dan memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ditawarkan oleh proyek-proyek yang didanai oleh DAO.
Ini merupakan langkah menuju inklusi finansial yang lebih besar dan memungkinkan individu-individu dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam ekosistem investasi yang sebelumnya mungkin sulit diakses.
Keunikan dari DAO investasi terletak pada transparansi dan keterlibatan aktif anggota. Seluruh informasi terkait keputusan investasi, alokasi dana, dan kinerja portofolio dapat diakses oleh setiap anggota DAO.
Ini memberikan kesempatan bagi anggota untuk memahami lebih dalam tentang dunia investment, belajar dari pengalaman yang diperoleh, dan secara aktif berpartisipasi dalam mengatur arah dan strategi investasi DAO.
Dalam era di mana transparansi dan partisipasi adalah nilai yang semakin dihargai, DAO investasi menjadi alternatif yang menarik bagi individu yang ingin terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan investment.
Pendahuluan
Dengan kemampuan terdesentralisasi yang dimilikinya, blockchain telah mengubah cara kita melakukan investasi.
Para pengusaha dan startup kini tidak lagi tergantung pada perusahaan modal ventura, pendanaan modal awal (seed funding), atau metode penggalangan dana konvensional.
Membuat token khusus dan menggunakan metode on-chain untuk menjual token proyek Anda saat ini relatif mudah dilakukan.
Tidak hanya bagi penggalang dana, investor pun juga mengalami perubahan yang signifikan. Dengan adanya DAO investasi, pendekatan baru dalam mendanai proyek sekarang dapat diakses bahkan oleh investor terkecil sekalipun.
Apa Itu DAO Investasi?
DAO investasi memungkinkan anggotanya untuk menentukan kapan dan di mana mereka ingin berinvestasi. Investasi tersebut dapat dialokasikan ke dalam berbagai sektor, seperti real estat, fasilitas keuangan terdesentralisasi (DeFi), atau aset lain yang menjadi pilihan dari DAO tersebut.
DAO investasi menggunakan model Organisasi Otonom Terdesentralisasi untuk melakukan demokratisasi dan desentralisasi pada seluruh proses investment.
Pendekatan tradisional dalam investasi memberikan kekuasaan kepada sekelompok kecil pengelola dana seperti perusahaan modal ventura (VC), kantor keluarga, dan hedge fund.
Namun, dalam DAO investasi, keputusan dibuat berdasarkan pendapat dan suara anggota yang memiliki token pengelola. Model ini lebih memprioritaskan opini dari banyak orang saat mengambil keputusan investasi, daripada mengandalkan keahlian dari sekelompok kecil individu.
Ilustrasi investasi aset kripto.
Apa Itu DAO?
DAO (Decentralized Autonomous Organization/Organisasi Otonom Terdesentralisasi) adalah suatu organisasi yang dikelola oleh smart contract, yaitu potongan kode yang dapat menjalankan dirinya sendiri di dalam blockchain.
Anggota DAO berdiskusi dan mengambil keputusan yang kemudian akan dilaksanakan melalui smart contract tersebut. Secara dasar, DAO dapat terus berfungsi tanpa harus melibatkan campur tangan manusia.
Meskipun anggota DAO kehilangan minat atau meninggalkan proyek, kerangka kerja DAO tetap aktif karena sifatnya yang tidak dapat diubah.
Mekanisme umum yang digunakan oleh DAO dalam pengambilan keputusan adalah melalui sistem voting berdasarkan token pengelola. Semakin banyak token pengelola yang dimiliki oleh anggota, semakin besar pula kekuatan suara yang dimiliki.
Beberapa DAO memungkinkan setiap anggotanya untuk membuat proposal, sedangkan yang lain membatasi hak ini hanya untuk kelompok tertentu. DAO secara umum digunakan untuk mengelola proyek DeFi (Keuangan Terdesentralisasi), blockchain, dan protokol lain dalam ruang kripto.
Bagaimana Cara Kerja DAO Investasi?
Biasanya, DAO investasi memiliki tujuan atau prinsip umum yang menjadi dasar operasionalnya. Beberapa DAO berfokus pada sektor industri tertentu, seperti protokol GameFi atau DeFi. Keputusan investasi diambil berdasarkan prinsip-prinsip ini melalui mekanisme proposal.
Pemilik token pengelola DAO investasi memiliki kemampuan untuk membuat proposal. Beberapa DAO mungkin membatasi kemampuan ini hanya untuk pemilik token dengan jumlah tertentu atau subkelompok lain.
Hal ini dilakukan untuk mencegah spam atau membatasi keputusan investasi hanya untuk anggota dengan jumlah staking yang memadai.
Setelah proposal dibuat, pengguna akan melakukan staking token atau menggunakan mekanisme snapshot untuk menggunakan hak suara mereka. Snapshot akan melihat jumlah token pengelola dalam setiap dompet, lalu mendistribusikan hak suara berdasarkan jumlah tersebut tanpa mengunci token.
Hal ini membantu mencegah pengguna mengubah suara mereka dengan cara membeli lebih banyak token setelah melihat proposal. Setelah proses voting selesai, keputusan akan diterapkan berdasarkan hasilnya.
Keuntungan dari investasi akan didistribusikan melalui airdrop kepada pemilik token pengelola atau melalui mekanisme staking. Dengan melakukan staking token pengelola, Anda akan menerima bagian dari reward yang dapat ditarik dari smart contract.
DAO investasi sering kali menjalankan saluran komunitas yang aktif di platform seperti Discord dan Telegram untuk membantu mengelola, menginformasikan, dan memfasilitasi proposal mereka.
Keberhasilan sebuah DAO sangat bergantung pada keaktifan dan kesehatan komunitasnya. Oleh karena itu, DAO perlu mempertahankan keanggotaan yang aktif dan berkelanjutan.
Sumber Dana untuk DAO Investasi
Ada beberapa cara bagi DAO investasi untuk meningkatkan perbendaharaannya. Salah satu metode yang umum adalah melalui penjualan token pengelola.
DAO baru akan mencetak token dan menawarkannya di pasar menggunakan berbagai mekanisme penjualan yang tersedia. Investor akan membeli token tersebut untuk spekulasi, hak suara, atau keduanya.
DAO yang didirikan oleh investor berpengalaman dengan strategi investment yang solid cenderung menarik minat komunitas yang besar sebagai calon anggota DAO.
Setelah menjual token pengelola dengan menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), BUSD, atau stablecoin lainnya, DAO akan menyimpan dana yang diperoleh ke dalam perbendaharaan. Mereka juga dapat menyimpan sejumlah token pengelola dalam perbendaharaan untuk dijual di masa depan.
Metode lain yang populer adalah dengan menerbitkan dan menjual Non-fungible Token (NFT). NFT ini dapat berupa barang koleksi murni atau dapat menawarkan utilitas tambahan. Misalnya, DAO dapat menerbitkan NFT yang memberikan hak pengelola tambahan.
Terakhir, beberapa DAO investasi mungkin sudah memiliki perbendaharaan dan aset digital dari keberhasilan sebelumnya. Sebagai contoh, proyek DeFi mungkin sudah memiliki pendapatan dari layanan yang mereka tawarkan. DAO tersebut dapat memutuskan untuk menginvestasikan dana tersebut. Namun, yang dibahas di sini adalah yang secara khusus berfokus pada investment saja.
Apakah DAO Investasi Legal?
Jawabannya akan tergantung pada yurisdiksi masing-masing. Mungkin tidak ada peraturan khusus yang mengatur DAO investasi di wilayah Anda, sehingga statusnya sulit untuk ditentukan. Untuk mendapatkan gambaran umum, disarankan untuk mencari informasi apakah token DAO investasi tersebut telah teregulasi.
Token tersebut dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas di negara Anda dan mungkin memerlukan lisensi khusus. Selain itu, token tersebut juga dapat masuk dalam kategori peraturan kripto lainnya yang berlaku.
Konsep investasi kolektif bukanlah hal yang baru. Beberapa negara telah memiliki regulasi untuk klub investasi. Misalnya, IRS (Internal Revenue Service) memiliki persyaratan khusus bagi kelompok yang melakukan investasi kolektif untuk membagi laba. Peraturan serupa akan tergantung pada regulator di masing-masing negara.
Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Oatawa/Getty Images.
Risiko DAO Investasi
Meskipun berhasil mencapai desentralisasi kekuasaan berdasarkan kepemilikan token, tetap ada risiko yang terkait. Selalu ada risiko saat menyimpan aset kripto. Selain itu, DAO investasi juga memiliki risiko khusus, antara lain:
Kegagalan smart contract – Smart contract yang menjalankan DAO dapat mengalami kegagalan akibat peretasan, eksploitasi, atau kesalahan dalam kode. Hal ini dapat mengganggu mekanisme yang diperlukan agar DAO berfungsi dengan baik dan mengelola dana yang ada.
Keputusan investasi yang buruk – dalam proyek yang menghasilkan pengembalian investasi negatif. Tidak ada jaminan bahwa keputusan mayoritas selalu merupakan keputusan terbaik.
Pengelolaan dana yang buruk – perlu mengelola dana dengan baik. Jika portofolio tidak cukup terdiversifikasi atau tidak dikelola dengan baik, maka dana yang diinvestasikan dalam DAO dapat terancam.
VC Tradisional vs DAO Investasi
Terdapat berbagai kelebihan dan kelemahan saat membandingkan VC (Venture Capital) dengan DAO investasi.
Meskipun DAO investasi telah membuka peluang profit yang sebelumnya terbatas, statusnya yang masih belum jelas dapat menyulitkan investor dan proyek dalam penggalangan dana. Dengan persyaratan yang ketat, sebagian besar DAO investasi saat ini hanya dapat mengelola proyek kripto.
Namun, DAO investasi memiliki keunggulan yang signifikan terkait dengan Web3. Perusahaan VC tradisional telah menunjukkan minat besar terhadap potensi Web3, tetapi mereka sering kali mengharapkan pengembalian yang tinggi dari investasi mereka dan membutuhkan keahlian mereka.
Namun, VC mungkin tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang Web3 dan teknologi blockchain sebanding dengan pesaing mereka yang terdesentralisasi.
Oleh karena itu, pendanaan melalui DAO investasi dapat memberikan prinsip yang lebih adil, keahlian yang lebih beragam, dan kesepakatan yang lebih merata.
Di sektor industri yang lebih tradisional, nilai tambah yang diberikan oleh VC masih sangat signifikan. Perusahaan VC sering kali memiliki jaringan yang mapan dan berbagai layanan pendukung yang ditawarkan.
Yang tidak kalah penting, mereka juga memiliki dukungan hukum dan kepatuhan yang diperlukan untuk beroperasi dengan lancar.
Kesimpulan
DAO investasi telah menjadi topik yang hangat sejak ledakan kripto terakhir pada tahun 2020/2021. Konsep di balik perubahan model VC tradisional menarik bagi investor kecil dan penggemar blockchain. Hubungan antara VC dan DAO masih dalam tahap perkembangan, karena konsep DAO sendiri masih berada dalam tahap awal. Seperti halnya investment lainnya, jika Anda tertarik untuk mencoba, penting untuk memahami risikonya dan melihat apakah sesuai dengan strategi portofolio Anda.
CEO BlackRock, Larry Fink mengatakan kripto, khususnya Bitcoin ( BTC ), merupakan aset yang bisa dianggap sebagai emas digital. Tidak hanya itu, Fink yakin Bitcoin dapat merevolusi sistem keuangan dunia di masa depan.
Dalam sebuah wawancara di FOX Business, Larry Fink menjelaskan potensi besar dari aset kripto, terutama Bitcoin. Sebelumnya bos BlackRock itu dikenal skeptis terhadap kripto dan BTC, Fink bertahun-tahun yang lalu mengatakan banyak penggemar kelas aset digital banyak menggunakannya untuk “aktivitas terlarang.”
“Kami percaya bahwa jika kami dapat membuat lebih banyak tokenisasi aset dan sekuritas – itulah bitcoin – itu dapat merevolusi keuangan… Saya percaya bahwa peran kripto adalah mendigitalkan emas dalam banyak hal,” katanya dikutip CoinDesk.
Emas telah menjadi alternatif pokok untuk mata uang fisik untuk berinvestasi waktu. Namun, dengan munculnya aset kripto selama dekade terakhir, dengan cepat menjadi investasi alternatif sebagai aset. Bitcoin adalah kripto terkemuka dalam hal nilai di pasar. Saat ini, BTC memiliki harga US$ 30.484,52, menurut CoinMarketCap, dan kapitalisasi Pasar US$ 592.101.485.120, pada saat penulisan.
Fink mengatakan bahwa BTC adalah aset internasional. Ia menjelaskan bahwa BTC dapat digunakan sebagai aset alternatif selain emas. Oleh karena itu BlackRock mengajukan aplikasi ETF (exchange-traded fund) Bitcoin pada bulan Juni lalu.
“Alih-alih berinvestasi dalam emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap masalah berat di satu negara, atau devaluasi mata uang Anda di negara mana pun Anda berada – mari kita perjelas, Bitcoin adalah aset internasional, itu adalah tidak didasarkan pada satu mata uang apa pun sehingga dapat mewakili aset yang dapat dimainkan orang sebagai alternatif,” ungkapnya.
BlackRock mengajukan dokumen ke US Securities and Exchange Commission (SEC) pada 16 Juni untuk dana ETF Bitcoin spot. Sementara BlackRock memiliki rekam jejak yang hampir sempurna untuk mendapatkan ETF yang disetujui oleh SEC, Fink tidak dapat mengatakan kapan keputusan untuk ETF Bitcoin-nya dapat diharapkan.
“Kami berharap, seperti di masa lalu, kami dapat bekerja sama dengan regulator kami dan mendapatkan pengajuan yang disetujui suatu hari nanti, dan saya tidak tahu akan seperti apa suatu hari nanti, tetapi kami akan melihat bagaimana hasilnya nanti.”
Pernyataan CEO BlackRock saat ini belum memiliki pengaruh besar ke pasar kripto dan Bitcoin. Pada hari Kamis (6/7) pagi pukul 10.00 WIB, Bitcoin (BTC) turun 1,21% di US$ 30.477 dalam 24 jam terakhir. Meskipun sesi bearish, BTC menghindari sub-US$ 30.500 untuk sesi kedua berturut-turut.
Potensi bullish untuk membuat BTC naik ke level tertinggi harus bisa breakout di level US$ 31.391. Pergerakan awal melihat BTC menembus level resistensi atas dari band resistensi US$ 30.750–US$ 31.250.
Grafik Harian menunjukkan penurunan BTC/USDT di bawah level dukungan psikologis US$ 31.000 karena investor menunggu keputusan SEC tentang pengajuan ETF. Kurangnya peristiwa kripto dan kekuatan pasar eksternal membuat investor menilai kemungkinan SEC menyetujui aplikasi ETF spot. BTC/USDT akan menghindari EMA 50 hari untuk menembus dari US$ 31.500 dan menargetkan US$ 32.000.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Industri blockchain dan Web3 terus berkembang pesat di Indonesia, dengan banyak perusahaan dan proyek yang mengadopsi teknologi ini dalam berbagai sektor seperti seni, keuangan, asuransi, logistik, dan sumber daya manusia.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Web3 dan tantangan yang terkait, Tokocrypto bersama IDNFT (Indonesian NFT Community) berkolaborasi dengan ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia) menyelenggarakan seminar online yang membahas tentang Web3 dan Blockchain.
Dalam seminar online ini, Tokocrypto dan IDNFT memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung dari para praktisi Web3. Acara ini dihadiri oleh sekitar 250 orang peserta, termasuk puluhan akademisi dan doktor dari berbagai perwakilan kampus terkemuka di Indonesia seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Bina Nusantara Jakarta, dan Universitas Indonesia.
Dengan tema “Web3 Sebagai Paradigma Transformasi Digital: Potensi, Tantangan, dan Implikasi Bagi Masyarakat,” seminar ini menampilkan narasumber yang kompeten dalam industri Web3. Dr. Leila Mona Ganiem, M.Si., bertindak sebagai moderator, sedangkan para narasumber yang hadir adalah Yudhono Rawis (CEO Tokocrypto), Teguh Kurniawan H (Ketua ASPAKRINDO), Edo Lavika (Co-Founder & CEO Inacash), dan Yanuar (Praktisi & De-Fi Dev).
Bantu Pemahaman Masyarakat
Tokocrypto x IDNFT Sukses Gelar Edukasi Pemahaman tentang Web3 dan Blockchain.
Pendiri IDNFT, Budi Santosa, memberikan sambutan pembukaan dengan menyampaikan harapannya agar acara ini memberikan wawasan yang berdampak dan membantu masyarakat dalam mengambil peluang di industri Web3. “Semoga nanti insights yang ada bisa menjadi bahan diskusi yang harapannya benar-benar bisa impactful dan kita bisa dapat pandangan kira-kira hal apa yang kedepan bisa kita ambil peluangnya,” jelasnya.
“Karena ini (industri Web3) masih baru, kita sebagai masyarakat dengan berbagai latar di Indonesia, harus tahu kita mau mengambil posisi apa, nih. Harapannya bisa menjadi forum yang baik dan benar-benar bisa berdampak bagi kita semua.”
Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., Ketua Umum ISKI, menjelaskan bahwa acara ini penting karena perkembangan informasi dan komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Masyarakat perlu belajar terkait perkembangan terbaru seputar Web3. “Mudah-mudahan, kita semua bisa mengenal lebih jauh tentang NFT sendiri, blockchain, Web3, crypto, dan bahkan Metaverse,” tutur Dadang.
Potensi Web3 dan Blockchain
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, dalam sesi maternya menjelaskan industri Web3 dan potensi penggunaan teknologi blockchain serta aset kripto. Tokocrypto, sebagai salah satu pedagang aset kripto terbesar di Indonesia, telah berperan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan berkomitmen untuk membangun industri Web3 di Indonesia.
“Sebagai salah satu pelaku industri Web3, kami melihat potensi dan pemanfaatan yang besar, termasuk salah satunya menyiapkan sumber daya manusia/talent. Untuk itu, edukasi harus terus dilakukan, seperti pada event kita hari ini. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Tokocrypto, untuk berkontribusi membangun industri,” ucap Yudho.
Tokocrypto x IDNFT Sukses Gelar Edukasi Pemahaman tentang Web3 dan Blockchain.
Sesi kedua fokus pada pembahasan potensi dan peluang Web3 di Indonesia. Para narasumber menggarisbawahi pentingnya belajar dan terlibat dalam industri kripto karena masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan di Indonesia. Mereka juga menyoroti perkembangan teknologi blockchain yang dapat membawa kemudahan dalam keuangan dan perlindungan privasi masyarakat.
Salah satu narasumber, Edo Lavika memberikan wawasan tentang hambatan yang mungkin dihadapi dalam mengadopsi Web3, seperti success trap dan expert trap. Peserta seminar menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam diskusi dan menganggap acara ini sangat menarik. Topik-topik yang dibahas mencakup penilaian aset crypto, pengaruh Central Bank Digital Currency (CBDC) terhadap ekosistem kripto, dan hubungan antara Web3 dengan teknologi blockchain.
Kolaborasi antara Tokocrypto x IDNFT dan ISKI dalam menyelenggarakan seminar online ini berhasil memberikan inspirasi dan pemahaman mendalam kepada peserta terkait teknologi Web3, peluang, risiko, dan tantangan yang harus dihadapi. Dengan ilmu berharga yang didapatkan dari para narasumber, diharapkan peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
Jaringan blockchain Aptos akhirnya meluncurkan mainnet pada hari Senin (17/10) lalu. Proyek yang digagas oleh beberapa mantan karyawan Meta -sebelumnya Facebook- ini diklaim siap bersaing dengan jaringan blockchain Solana.
Dikutip Coindesk, Aptos Labs bisa dibilang adalah jaringan spin-off dari yang dibuat oleh Facebook. Aptos berangkat dari gagasan beberapa mantan karyawan Meta yang memelopori stablecoin Libra atau Diem yang gagal.
Kode blockchain Aptos ditulis dengan Move, bahasa pemrograman berbasis Rust yang juga digunakan oleh jaringan blockchain, Sui Mysten Labs, proyek lain yang akan datang.
Aptos Labs telah mendeklarasikan jaringannya “hidup”, ekosistemnya masih jauh dari selesai, dengan lusinan tim belum meluncurkan wallet, tempat perdagangan, dan teknologi NFT yang penting untuk keuangan terdesentralisasi (DeFi). Sampai debut itu tidak banyak yang bisa dilakukan di Aptos.
Dijuluki sebagai “Solana killer” oleh banyak orang, membuat Aptos berupaya untuk membangun blockchain yang sempurna untuk smart contract, kode yang mendukung dunia NFT, DAO, dan DeFi yang luas.
Sementara Ethereum telah mengambil lompatan besar setelah The Merge, penantang seperti Solana membuat terobosan dengan kecepatan transaksi yang jauh lebih cepat — meskipun dengan pemadaman sesekali yang membuat pintu terbuka untuk pemain baru seperti Aptos.
Dalam pengujian, Aptos mengklaim telah menangani 130.000 transaksi per detik, dibandingkan dengan 30 per detik di Ethereum. Kunci ekosistem Aptos yang baru lahir adalah bahasa pemrograman Move yang berafiliasi, yang memprioritaskan kelangkaan dan kontrol akses.
Didukung Venture Capital
Menjelang peluncurannya, Aptos telah menjadi daya tarik Venture Capital yang cukup besar. Ia menutup putaran strategis US$ 200 juta dari pemain besar seperti Andreessen Horowitz pada bulan Maret, dan putaran Seri A US$ 150 juta yang dipimpin oleh FTX awal musim panas ini dengan partisipasi dari Binance Labs.
Putaran pendanaan ini melaporkan valuasi perusahaan mencapai pada US$ 2 miliar, empat kali lebih tinggi dari penilaian enam bulan sebelumnya. Sejumlah besar uang ventura yang dikumpulkan dalam waktu singkat menciptakan narasi di antara beberapa kalangan Web3 bahwa investor meninggalkan Solana untuk Aptos.
Aptos juga memilih Anchorage Digital sebagai salah satu penjaga institusional pilihannya bulan lalu, setelah bertahun-tahun berkolaborasi. Pendiri Anchorage dan Presiden Diogo Mónica sebelumnya menjabat di komite pengarah teknis Diem.
Aptos menyebut peluncuran hari ini sebagai tonggak sejarah dalam gerakan yang bertujuan untuk membawa massa ke Web3.
“Ini adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang untuk menciptakan akses universal dan adil ke aplikasi terdesentralisasi untuk miliaran orang melalui blockchain yang aman, terukur, dan dapat ditingkatkan,” tulis pengembagn Aptos.
Perdagangan valas adalah aktivitas di pasar keuangan yang melibatkan pembelian dan penjualan mata uang serta derivatif valas. Pasar valas adalah pasar terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan likuiditasnya.
Berbagai pelaku seperti pialang, bisnis, pemerintah, dan pelaku ekonomi lainnya menggunakan pasar ini untuk memfasilitasi perdagangan internasional dan juga tujuan spekulasi.
Pasar valas terdiri dari pasangan mata uang fiat dan harga pasar yang terkait. Pasangan mata uang ini diperdagangkan dalam lot, dengan lot standar berisi 100.000 unit mata uang dasar pasangan tersebut. Namun, tersedia juga ukuran lot yang lebih kecil dengan ukuran di bawah 100 unit.
Para pedagang di pasar valas umumnya menggunakan leverage untuk meningkatkan jumlah yang dapat mereka investasikan dengan modal yang tersedia.
Mereka juga dapat mengelola risiko dengan menggunakan instrumen seperti forward dan swap untuk berdagang pasangan mata uang dengan harga yang telah ditentukan di masa mendatang. Dengan menggabungkan instrumen tersebut dengan strategi dan produk perdagangan lainnya, pedagang valas dapat mengeksplorasi beragam peluang investasi.
Pendahuluan
Meskipun Anda mungkin tidak secara langsung terlibat dalam perdagangan valas, pasar mata uang internasional memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun dampak penurunan di pasar saham mungkin tidak selalu terlihat jelas, perubahan nilai mata uang dapat berdampak pada harga barang dan jasa. Ketika Anda melakukan perjalanan ke luar negeri, Anda juga perlu menukar mata uang dan membayar berdasarkan kuotasi dan nilai tukar mata uang saat itu.
Valas merupakan kelas aset yang berbeda dari saham, komoditas, dan obligasi. Memahami perbedaannya akan membantu kita memahami mengapa pasar valas begitu besar dan mengapa ada kebutuhan akan pasar valas yang benar-benar global.
Apa itu Valas?
Perdagangan valas, juga dikenal sebagai perdagangan FX (foreign exchange/valuta asing), adalah proses pembelian dan penjualan mata uang yang berdaulat serta produk valas lainnya. Ketika Anda menukar mata uang di bank atau tempat penukaran uang, nilai tukar yang diberlakukan ditentukan oleh kondisi pasar valas.
Pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, peristiwa global, suku bunga, politik, dan lainnya. Hal ini membuat valas menjadi pasar yang sangat likuid dan memiliki volume perdagangan terbesar dibandingkan dengan pasar keuangan lainnya.
Pasar valas melibatkan dua aktivitas utama, yaitu transaksi ekonomi untuk memfasilitasi perdagangan internasional, dan perdagangan spekulatif.
Bagi perusahaan dan entitas lain yang beroperasi di pasar internasional, kegiatan pembelian dan penjualan mata uang asing merupakan bagian dari kewajiban mereka. Pasar valas memainkan peran penting dalam memungkinkan mereka mendapatkan kembali dana atau membeli barang di luar negeri.
Para spekulan juga memiliki peran yang signifikan dalam perdagangan valas. Mereka melakukan perdagangan dengan volume tinggi dalam jangka pendek, memanfaatkan fluktuasi kecil dalam harga mata uang.
Pasar valas menyediakan berbagai peluang arbitrase bagi para spekulan, dan inilah salah satu faktor yang menyebabkan volume perdagangan yang besar di pasar ini.
Terdapat juga pedagang yang mencari peluang jangka panjang, seperti perubahan suku bunga. Fluktuasi yang signifikan dalam nilai mata uang dapat disebabkan oleh peristiwa ekonomi dan geopolitik.
Dengan membeli mata uang saat ini dan menyimpannya, pedagang dapat menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan kontrak futures untuk mengunci nilai tukar di masa depan, memperkirakan pergerakan pasar, dan melakukan spekulasi.
Perdagangan valas mungkin lebih menantang bagi individu dengan modal yang lebih kecil. Tanpa meminjam uang atau memiliki modal awal yang besar, sulit untuk terlibat dalam arbitrase dan perdagangan jangka pendek. Oleh karena itu, sebagian besar volume perdagangan di pasar valuta asing dilakukan oleh bank dan lembaga keuangan internasional.
Apa itu pasangan valas?
Pasar valas merupakan tempat di mana pasangan mata uang diperdagangkan untuk menentukan harga relatif antara keduanya. Jika Anda telah berpengalaman dalam perdagangan aset kripto, konsep pasar valas akan terasa cukup familiar.
Dalam sebuah pasangan valas, mata uang pertama yang tercantum adalah mata uang dasar, sementara mata uang kedua adalah mata uang kuotasi, yang sering disebut sebagai mata uang lawan. Mata uang kuotasi dinyatakan sebagai nilai yang berkaitan dengan satu unit mata uang dasar.
Sebagai contoh, GBP/USD menunjukkan harga £1 yang dikuotasi dalam USD. Angka tersebut, seperti 1,3809, mengindikasikan bahwa £1 memiliki nilai $1,3809. GBP/USD adalah salah satu pasangan yang sering diperdagangkan dan dikenal sebagai “kabel”. Nama ini berasal dari kabel transatlantik pada abad ke-19 yang digunakan untuk mengirimkan tarif ini antara bursa di London dan New York.
Ada banyak pasangan mata uang yang likuid dalam perdagangan valas. Beberapa pasangan dengan volume perdagangan tertinggi termasuk USD/JPY, GBP/USD, USD/CHF, dan EUR/USD. Pasangan-pasangan ini dikenal sebagai pasangan utama dan terdiri dari dolar AS, yen Jepang, poundsterling Inggris, franc Swiss, dan euro.
Mengapa orang berdagang valas?
Perdagangan valas bukan hanya tentang spekulasi semata. Bank, bisnis, dan pihak lain yang memerlukan akses ke mata uang asing terlibat dalam perdagangan valas untuk memfasilitasi transaksi internasional.
Perusahaan juga menggunakan perdagangan valas sebagai bentuk lindung nilai (hedging) untuk menetapkan biaya pertukaran mata uang di masa depan. Pemerintah juga menggunakan pasar valas untuk membangun cadangan devisa dan mencapai tujuan ekonomi, termasuk pengaturan nilai tukar atau peningkatan impor/ekspor.
Ini alasan pasar valas menarik bagi para pedagang:
1. Leverage memungkinkan pedagang dengan modal kecil untuk berinvestasi dengan jumlah yang lebih besar daripada modal yang mereka miliki secara langsung.
2. Biaya masuk yang rendah, karena Anda dapat membeli mata uang dalam jumlah kecil. Dalam perdagangan saham, Anda mungkin harus mengeluarkan ribuan dolar untuk memulai, sementara dalam pasar valas, Anda bisa memulai dengan investasi sekitar $100.
3. Anda dapat melakukan perdagangan hampir setiap saat, karena pasar valas beroperasi sepanjang waktu. Pasar hanya tutup pada akhir pekan, tetapi masih ada peluang perdagangan setelah jam kerja di platform-platform tertentu.
4. Likuiditas yang tinggi dalam pasar valas, dengan spread bid-ask yang rendah.
5. Terdapat produk standar seperti opsi (options) dan kontrak berjangka (futures). Pedagang juga dapat melakukan penjualan jangka pendek (shorting) pasar valas, bukan hanya membeli dan menjual di harga spot saat ini.
Di mana orang berdagang valas?
Berbeda dengan saham yang diperdagangkan di bursa saham pusat seperti NYSE atau NASDAQ, perdagangan valas terjadi di seluruh dunia.
Peserta pasar dapat berhubungan langsung satu sama lain melalui perdagangan di luar bursa (over-the-counter/OTC) atau melalui jaringan bank dan pialang di pasar antarbank.
Mengawasi perdagangan mata uang internasional dapat menjadi sulit karena peraturan yang berbeda di setiap negara. Meskipun banyak yurisdiksi memiliki lembaga pengawas untuk perdagangan di pasar domestik mereka, jangkauan pasar valas yang global membatasi kekuasaan lembaga tersebut.
Meskipun Anda mungkin perlu memperoleh lisensi atau menggunakan jasa pialang yang diatur untuk berdagang valas, ini tidak menghalangi pedagang untuk menggunakan pasar lain yang lebih tidak teregulasi.
Empat zona utama, yaitu New York, London, Tokyo, dan Sydney, menghasilkan sebagian besar volume perdagangan valas. Karena pasar valas tidak memiliki lokasi fisik sentral, Anda dapat menemukan pialang yang dapat membantu Anda berdagang valas di seluruh dunia.
Ada berbagai pilihan platform pialang online yang tersedia, dan sebagian besar dari mereka menawarkan layanan secara gratis.
Anda tidak akan dikenai komisi langsung, tetapi pialang valas akan mengambil perbedaan antara harga yang mereka tawarkan dan harga pasar yang sebenarnya.
Jika Anda baru memulai, pilihlah pialang yang memungkinkan Anda berdagang dengan lot mikro. Ini adalah cara yang lebih mudah diakses untuk memulai berdagang valas.
Apa yang membuat perdagangan valas unik?
Perdagangan valas memiliki beberapa aspek yang membuatnya unik dari pasar keuangan lainnya, yaitu:
Jangkauan geografis yang luas. Terdapat 180 mata uang asing yang diakui di seluruh dunia, menciptakan pasar valas di hampir setiap negara.
Tingkat likuiditas yang tinggi dan volume perdagangan yang besar.
Harga pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk politik, kondisi ekonomi, spekulasi, arus dana, dan lainnya.
Buka hampir 24 jam sehari, 5 hari seminggu. Karena pasar valas tidak sepenuhnya terpusat, terdapat hampir selalu sesi perdagangan yang tersedia. Pasar hanya tutup pada akhir pekan, tetapi masih ada perdagangan yang berlangsung di luar jam kerja pada beberapa platform.
Margin laba dapat rendah, terutama dalam perdagangan dengan volume besar. Perbedaan kecil dalam nilai tukar mata uang dapat menghasilkan laba yang signifikan melalui perdagangan yang cukup besar.
Bagaimana cara orang berdagang valas?
Terdapat beberapa pilihan bagi pedagang individu dalam berdagang valas. Cara yang paling sederhana adalah dengan membeli pasangan mata uang di pasar spot dan menyimpannya.
Misalnya, Anda membeli pasangan USD/EUR. Jika mata uang lawannya mengalami apresiasi, Anda dapat menjualnya kembali dan mengambil keuntungan dari perbedaan nilai.
Anda juga dapat memanfaatkan modal Anda dengan menggunakan leverage. Dalam hal ini, Anda dapat melakukan perdagangan dengan dana pinjaman selama Anda dapat menanggung risiko kerugian.
Ada juga opsi valas yang memungkinkan Anda untuk membeli atau menjual pasangan mata uang pada harga yang telah ditetapkan pada tanggal tertentu.
Kontrak berjangka juga merupakan pilihan populer, yang mengharuskan Anda untuk melakukan perdagangan pada harga yang disepakati di masa mendatang.
Salah satu aspek menarik dalam perdagangan valas adalah peluang untuk menghasilkan laba melalui perbedaan suku bunga. Bank sentral di berbagai negara menetapkan suku bunga yang berbeda, yang memberikan kesempatan bagi pedagang valas untuk mendapatkan keuntungan.
Dengan menempatkan dana Anda dalam mata uang tertentu dan menyetornya di bank asing, Anda dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi daripada meninggalkan dana tersebut di negara asal.
Namun, perlu diingat bahwa ada biaya tambahan yang perlu dipertimbangkan, seperti biaya remitansi, biaya perbankan, dan perbedaan rezim pajak. Anda harus memperhatikan semua biaya ini agar strategi perdagangan Anda dapat berjalan dengan baik.
Terkadang, peluang arbitrase dan keuntungan yang diharapkan terbatas, sehingga marginnya menjadi sempit. Biaya tak terduga dapat menghapus semua keuntungan yang diharapkan.
Apa itu pip?
Pip (percentage in point/persentase dalam poin) adalah satuan terkecil pergerakan harga dalam sebuah pasangan mata uang. Untuk pasangan mata uang seperti GBP/USD, pergerakan sebesar 0,0001 akan menjadi satu pip. Namun, tidak semua mata uang memiliki empat desimal dalam penulisan harga. Jika mata uang kuotasi adalah yen Jepang, maka satu pip akan setara dengan pergerakan 0,01 karena mata uang tersebut tidak menggunakan desimal.
Pipette
Beberapa pialang dan bursa mengadopsi penulisan harga yang melibatkan lebih dari empat angka desimal. Sebagai contoh, pasangan mata uang GBP/USD mungkin memiliki lima angka desimal. USD/JPY biasanya memiliki dua angka desimal, tetapi dapat mencapai tiga angka desimal. Angka desimal tambahan ini dikenal sebagai pipette.
Apa itu lot dalam perdagangan valas?
Dalam perdagangan valas, mata uang diperdagangkan dalam jumlah tertentu yang disebut lot. Berbeda dengan pasar saham di mana saham diperdagangkan dalam jumlah yang bervariasi, dalam perdagangan valas, lot mata uang diperdagangkan dalam ukuran standar.
Lot standar biasanya berukuran 100.000 unit mata uang dasar dalam sebuah pasangan. Namun, ada juga lot mini, mikro, dan nano yang memiliki ukuran yang lebih kecil.
Ketika berdagang dengan lot, keuntungan dan kerugian dapat dihitung dengan menggunakan perubahan pip. Misalnya, dalam pasangan mata uang USD/CHF, jika Anda membeli satu lot standar EUR/USD, Anda sebenarnya membeli €100.000 dengan harga $119.380.
Jika harga pasangan mata uang tersebut naik satu pip dan Anda menjual lot tersebut, ini berarti Anda telah mendapatkan keuntungan sebesar 10 unit mata uang kuotasi.
Dalam hal ini, Anda akan menjual €100.000 dengan harga $119.390 dan memperoleh keuntungan sebesar $10. Jika harga naik sepuluh pip, keuntungannya akan menjadi $100.
Seiring dengan digitalisasi perdagangan, ukuran lot standar telah menjadi kurang populer dan digantikan oleh opsi yang lebih fleksibel.
Namun, di sisi lain, bank-bank besar bahkan telah meningkatkan ukuran lot standar mereka hingga 1 juta untuk mengakomodasi volume perdagangan yang besar.
Bagaimana leverage bekerja dalam perdagangan valas?
Salah satu karakteristik unik dari pasar valas adalah adanya leverage yang memungkinkan para pedagang untuk bertransaksi dengan margin kecil.
Dengan leverage, Anda dapat meningkatkan daya beli Anda dan melakukan transaksi dengan volume yang lebih besar daripada modal yang Anda miliki.
Bank-bank memiliki akses mudah ke leverage, namun individu mungkin tidak memiliki modal yang cukup. Oleh karena itu, leverage memungkinkan individu untuk meminjam modal dari pialang dengan jaminan margin yang relatif kecil.
Leverage ditunjukkan sebagai rasio antara modal yang diberikan dengan modal yang sebenarnya. Misalnya, dengan leverage 10x atau 20x, Anda dapat mengambil posisi perdagangan yang 10 atau 20 kali lebih besar dari modal yang Anda miliki.
Jadi, jika Anda memiliki $10.000 dan menggunakan leverage 10x, Anda dapat melakukan transaksi dengan jumlah total $100.000.
Untuk menggunakan leverage, pedagang harus menjaga sejumlah margin yang digunakan oleh pialang untuk menutupi kemungkinan kerugian. Margin 10% setara dengan leverage 10x, margin 5% setara dengan leverage 20x, dan margin 1% setara dengan leverage 100x. Melalui leverage, Anda dapat mengalami keuntungan atau kerugian penuh dari investasi Anda berdasarkan jumlah total yang Anda gunakan dalam leverage. Dengan kata lain, leverage dapat memperbesar keuntungan dan kerugian Anda.
Misalnya, jika Anda ingin membeli satu lot dari pasangan mata uang EUR/USD (€100.000) dan membutuhkan sekitar $120.000 dalam nilai saat ini, tetapi Anda tidak memiliki dana yang cukup, Anda dapat menggunakan leverage 50x dengan margin 2%.
Dalam hal ini, Anda hanya perlu menyediakan $2.400 untuk mengakses pasar mata uang senilai $120.000.
Namun, perlu diingat bahwa ketika menggunakan leverage, bahkan pergerakan harga kecil dapat mengakibatkan perubahan yang signifikan dalam keuntungan atau kerugian Anda.
Jika pergerakan pasar berlawanan dengan posisi Anda, dan kerugian mencapai jumlah margin yang Anda pertahankan, posisi Anda akan ditutup dan akun Anda akan dilikuidasi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan manajemen risiko dan menggunakan leverage dengan bijak.
Bagaimana hedging dilakukan dalam perdagangan valas?
Dalam perdagangan mata uang yang dapat berfluktuasi, selalu ada risiko perubahan nilai tukar. Sementara beberapa spekulan mencari keuntungan dari volatilitas tersebut, orang lain mungkin lebih tertarik pada stabilitas nilai tukar.
Misalnya, perusahaan yang berencana melakukan ekspansi internasional mungkin ingin melindungi diri dari fluktuasi nilai tukar agar dapat merencanakan pengeluaran dengan lebih baik. Ini dapat dilakukan melalui hedging.
Bahkan spekulan pun mungkin menggunakan hedging untuk melindungi diri dari ketidakpastian ekonomi atau krisis keuangan.
Ada berbagai instrumen keuangan yang dapat digunakan untuk melakukan hedging terhadap nilai tukar mata uang. Salah satu metode yang umum adalah dengan menggunakan kontrak berjangka (futures) atau opsi (options).
Dalam kontrak berjangka, investor atau pedagang memiliki kewajiban untuk melakukan transaksi dengan nilai dan jumlah tertentu pada tanggal tertentu di masa depan.
Kontrak futures
Misalnya, Anda dapat menggunakan kontrak berjangka untuk membeli satu lot USD/EUR pada harga 0,8400 (seharga €84.000) dalam waktu satu tahun.
Jika Anda berencana untuk memulangkan laba Anda dalam mata uang zona Euro dan ingin melindungi diri dari kemungkinan apresiasi dolar AS terhadap euro, kontrak berjangka dapat membantu Anda mengurangi risiko tersebut.
Jika dalam satu tahun, dolar AS mengalami apresiasi sehingga USD/EUR mencapai 1,0000, nilai spot Anda akan menjadi $100.000 seharga €100.000 tanpa kontrak berjangka.
Namun, dengan kontrak berjangka sebelumnya yang disepakati pada harga 0,8400 ($100.000 seharga €84.000), Anda akan dapat menghemat €16.000 per lot tanpa mempertimbangkan biaya lainnya.
Option
Opsi (options) adalah instrumen lain yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari fluktuasi nilai tukar.
Namun, berbeda dengan kontrak berjangka, options memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual aset pada harga yang telah ditentukan pada atau sebelum tanggal tertentu.
Dengan membeli opsi beli (call option), Anda dapat melindungi diri dari apresiasi atau depresiasi yang tidak diinginkan dalam sebuah pasangan mata uang.
Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan Inggris menjual barang dan jasa di AS, perusahaan tersebut dapat membeli opsi beli (call option) GBP/USD. Dengan instrumen ini, perusahaan dapat membeli GBP/USD di masa mendatang dengan harga yang telah ditentukan.
Jika poundsterling mengalami apresiasi atau tetap stabil saat pembayaran dengan dolar AS dilakukan, perusahaan hanya akan kehilangan premi yang dibayarkan untuk opsi tersebut.
Namun, jika poundsterling mengalami depresiasi terhadap dolar AS, perusahaan akan mendapatkan harga yang lebih baik daripada yang tersedia di pasar.
Dalam perdagangan valas, hedging dapat digunakan sebagai strategi untuk melindungi diri dari risiko perubahan nilai tukar mata uang. Ini memberikan perlindungan terhadap fluktuasi pasar yang tidak diinginkan dan membantu dalam perencanaan keuangan yang lebih baik.
Arbitrase suku bunga yang terlindungi
Dalam dunia yang dipenuhi dengan suku bunga yang bervariasi di berbagai negara, para pedagang valas mencari peluang untuk melakukan arbitrase dengan mengimbangi risiko pergerakan nilai tukar.
Salah satu strategi yang umum digunakan adalah arbitrase suku bunga yang terlindungi.
Strategi ini dilakukan dengan cara melakukan hedging terhadap pergerakan harga di masa mendatang dari pasangan mata uang untuk mengurangi risiko.
Langkah 1: Mengidentifikasi Peluang Arbitrase
Misalnya, pertimbangkan pasangan mata uang EUR/USD dengan nilai tukar 1,400. Suku bunga untuk setoran di zona Euro adalah 1%, sementara suku bunga di Amerika Serikat adalah 2%. Jika Anda menginvestasikan €100.000 di zona Euro, Anda akan mendapatkan laba sebesar €1.000 setelah satu tahun.
Namun, jika Anda dapat menginvestasikan lebih banyak uang di Amerika Serikat, Anda bisa mendapatkan laba sebesar €2.000 jika nilai tukarnya tetap stabil. Namun, perhatikan bahwa contoh ini tidak memperhitungkan biaya, beban perbankan, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi hasilnya.
Langkah 2: Melakukan Hedging terhadap Nilai Tukar
Dalam strategi ini, Anda dapat menggunakan kontrak berjangka (futures contract) dengan jangka waktu satu tahun untuk pasangan mata uang EUR/USD, dengan nilai forward (forward rate) sebesar 1,4100, yang memungkinkan Anda memanfaatkan suku bunga yang lebih baik di zona Euro sambil menjamin pengembalian yang tetap. Nilai forward adalah nilai tukar yang disepakati dalam kontrak berjangka.
Bank atau pialang menghitung nilai forward dengan menggunakan rumus matematika yang mempertimbangkan suku bunga dan nilai tukar saat ini. Nilai forward dapat mencakup premi atau diskon tergantung pada kondisi pasar.
Dalam contoh arbitrase ini, Anda menggunakan kontrak berjangka untuk menjual (short) satu lot EUR/USD pada nilai tukar 1,41 dalam satu tahun.
Langkah 3: Menyelesaikan Arbitrase
Dalam strategi ini, Anda membeli satu lot EUR/USD pada nilai tukar 1,400 di pasar spot untuk mendapatkan €100.000 seharga $140.000. Setelah mendapatkan dana dari perdagangan spot, Anda menyetorkan dana tersebut di Amerika Serikat dengan suku bunga 2% selama satu tahun. Setelah satu tahun berlalu, Anda akan memiliki total $142.800.
Selanjutnya, Anda mengonversi $142.800 kembali menjadi euro. Dengan kontrak berjangka, Anda menjual kembali (short) $142.800 pada nilai tukar 1,4100 yang sudah disepakati, sehingga Anda mendapatkan sekitar €101.276,60.
Langkah 4: Membandingkan Keuntungan
Sekarang, mari kita bandingkan keuntungan yang dihasilkan dengan dan tanpa melakukan hedging terhadap nilai tukar, dengan asumsi bahwa semua faktor lainnya tetap sama. Setelah melalui strategi arbitrase suku bunga yang terlindungi, Anda akan memiliki €101.276,60.
Jika Anda tidak melakukan hedging, Anda akan memiliki €102.000 seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Jadi, mengapa seseorang melakukan hedging jika keuntungannya lebih kecil?
Salah satu alasan utamanya adalah untuk menghindari risiko fluktuasi nilai tukar. Pasangan mata uang jarang stabil selama satu tahun penuh. Oleh karena itu, meskipun keuntungan yang dihasilkan dari strategi hedging lebih rendah sebesar €723,40, Anda berhasil menjamin setidaknya €1.276,60.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah asumsi bahwa suku bunga tidak akan berubah selama satu tahun, yang tidak selalu menjadi kenyataan.
Kesimpulan
Bagi mereka yang tertarik dalam ekonomi, perdagangan internasional, dan masalah global, pasar valas menyediakan alternatif unik dibandingkan dengan pasar saham.
Meskipun perdagangan valas mungkin tampak kurang mudah diakses bagi investor kecil dibandingkan dengan perdagangan kripto atau saham, perkembangan pialang online dan persaingan yang meningkat dalam layanan keuangan telah membuat valas menjadi pilihan yang lebih terjangkau.
Banyak pedagang valas mengandalkan leverage untuk menghasilkan keuntungan yang signifikan.
Namun, perlu diingat bahwa leverage juga melibatkan risiko likuidasi, jadi pastikan Anda memahami mekanisme dan risikonya sebelum terlibat dalam perdagangan valas.