Tag Archives: kripto

Pasar Sepekan: Market Kripto Belum Kondusif, Bitcoin Gagal Agresif

Market aset kripto secara keseluruhan belum kondusif pada pekan terakhir Mei 2022. Sepanjang pekan ini, market bergerak bervariasi, tapi masih terjebak di zona merah atau cenderung bearish.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pasar kripto tampak belum bergairah pada pekan akhir Mei ini. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap belum sukses melaju ke zona hijau dalam beberapa hari terakhir.

“Kinerja buruk beberapa aset kripto pada pekan ini disebabkan oleh kondisi pasar yang kurang stabil. Hal itu tercermin dari penguatan nilainya yang cenderung tidak signifikan dan terkesan bikin laju harganya jalan di tempat. Kripto bisa melaju kencang asal volatilitas di pasar berisiko mereda dan prospek makroekonomi yang membaik,” kata Afid. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Afid melanjutkan sentimen negatif pasar yang belum mereda membuat harga Bitcoin gagal agresif. Nilai Bitcoin masih nyaman berada di level terendah sekitar $ 28.000 dan belum bisa naik, karena selama dua minggu terakhir BTC diperdagangkan dalam kisaran harga $ 30.000.

“Bitcoin tidak bisa stabil sampai Wall Street terlihat tenang. Namun, hal itu tampaknya tak akan terlihat dalam jangka waktu dekat. Dari analisis teknikalnya, BTC akan naik dari level oversold yang dapat mengindikasikan fase pemulihan singkat,” jelasnya.

Baca juga: Binance dan Bursa Besar Lainnya Dukung Peluncuran Terra 2.0

Kabar menarik pada pekan ini datang dari Terralabs Form, perusahaan yang bertanggung jawab atas Terra Blockchain (LUNA) siap untuk memperbarui jaringan dan menerbitkan koin baru untuk ekosistemnya. Setelah melewati proses voting, akhirnya Terra mencapai persetujuan dengan para investor LUNA untuk membuat blockchain baru. 

Dalam jaringan baru nanti, UST tidak akan ada lagi karena Terra tidak memiliki stablecoin lagi. Kemudian, blockchain dan koin yang Terra lama diubah menjadi Terra Classic dengan koin Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC). 

Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).

“Blockchain baru Terra ini menjadi babak baru. Semua akan dimulai dari awal di mana eksositem akan dibentuk kembali. Menarik untuk melihat sentimen pasar terhadap keputusan Terra ini,” ungkap Afid.

Kabar peluncuran ini nampaknya mendapatkan tanggapan positif, karena untuk mengenalkan koin baru, Terra pun bersiap melaksanakan airdrop atau pembagian koin LUNC secara gratis. Untuk migrasi dan pergantian ticker LUNA & UST menjadi LUNC & USTC di Tokocrypto bisa simak di link ini.

Baca juga: Trader Wajib Tahu! Begini Penjelasan tentang Flag Pattern



Sumber : news.tokocrypto.com

Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022

Aset kripto dan blockchain semakin mendapat tempat pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF). Pada agenda tahunan WEF yang digelar 22-26 Mei 2022 di Davos, Swiss, dihadiri para pemimpin ekonomi global membahas soal aset kripto dan pemanfaatan blockchain.

Aset kripto, blockchain dan digitalisasi layanan keuangan serta dampaknya pada berbagai sektor global menjadi topik utama selama pertemuan tahunan WEF 2022. Ada beragam agenda yang digelar meliputi diskusi mengenai peran dari market keuangan terdesentralisasi (DeFi), peran mata uang digital bank sentral (CBDC), hingga bagaimana blockchain dapat diterapkan untuk memberantas kemiskinan dunia.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan masuknya aset kripto dan blockchain dalam pembahasan utama di agenda WEF 2022 menjadi hal yang baik untuk perkembangannya secara global, termasuk di Indonesia.

“Saya melihat ini adalah pencapaian sekaligus peluang. Aset kripto dan blockhcain sudah tidak dipandang sebelah mata oleh para pemimpin ekonomi global. Kesempatan ini merupakan peluang untuk menciptakan nilai tambah yang baik. Pokok pembahasan tersebut bisa menjadi acuan bagi perkembangan kripto dan blockchain ke depannya, termasuk di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

Adopsi Kripto dan Blockchain Semakin Luas

Lebih lanjut Manda menjelaskan kehadiran aset kripto tetap tumbuh, walau saat ini market secara keseluruhan sedang mengalami crash. Menurutnya, kripto semakin terintegrasi dengan perekonomian global, maka risiko-risiko seperti itu bisa jadi memiliki beberapa justifikasi.

Aset kripto bisa menjadi instrumen pelindung nilai yang baik, guna melawan risiko dari pasar lainnya. Dengan demikian, masih memungkinkan kripto dan teknologi blockchain berfungsi dengan berbagai cara dan melangkah lebih jauh lagi.

“Fase adopsi kripto saat ini layaknya seperti hari-hari awal adopsi internet. Di tengah tren negatif makroekonomi, sejumlah pihak yang tetap mengakui market akan kembali bullish atau optimis dengan prospek jangka panjang industri kripto,” ungkapnya.

“Pemerintah melihat pertumbuhan perdagangan aset kripto baik di Indonesia maupun di dunia sangat dinamis. Hal ini menimbulkan optimisme perkembangan aset kripto yang semakin baik ke depannya.”

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Tantangan Industri Kripto dan Blockchain

Ada sejumlah tantangan yang harus diatasi sebelum kripto dan blockchain menjadi arus utama. Kurangnya pemahaman manajemen risiko hingga stigma negatif masih membayangi pertumbuhan industri kripto.

Para pelaku industri kripto akan terus berkolaborasi untuk menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat Indonesia.

“Kita harapkan fokus utama kami bersama ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan trust kepada masyarakat. Selain itu, semua stakeholder bersinergi untuk mempercepat kelengkapan ekosistem kelembagaan aset kripto di Indonesia agar maksimal menggali potensi industri kripto dalam negeri,” pungkasnya.

Baca juga: Adopsi Teknologi Blockchain dan Kripto Berkembang Baik di Indonesia, Ini Penyebabnya



Sumber : news.tokocrypto.com

Proposal Pemulihan Terra Telah Disetujui dengan Memiliki 65% Suara

Akhirnya, setelah melalui masa voting beberapa hari, proposal pemulihan Terra secara resmi telah disetujui, dengan mendapatkan 65% suara yang mendukung, mengatakan “Ya.”

Ekosistem baru yang dijuluki Terra 2.0 ini akan secara resmi diluncurkan pada 27 Mei atau hari ini, yang tentu sangat diharapkan mampu membawa kabar pemulihan yang layak dan tepat bagi ekosistem.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Berikut laporan resmi dari salah satu akun sosial media Terra:

“Proposal tata kelola Terra No. 1623 untuk mengganti nama jaringan yang ada Terra Classic (LUNC), dan kelahiran kembali Terra blockchain (LUNA) baru telah resmi disahkan!”

Proposal ini akan membuat pengembang melakukan forking pada jaringan Terra, untuk menghadirkan blockchain Terra baru dan token LUNA baru.

Baca juga: Inilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Sementara, jaringan blockchain lama akan disebut Terra Classic, dan token LUNA yang lama akan disebut Terra Classic, dengan simbol LUNC. Ini tepatnya telah didukung oleh suara sebanyak 65,50%.

Tentu saja, investor sangat bersemangat dengan ini, yang juga mendapatkan dukungan dari pertukaran crypto, Binance dalam upaya pemulihan ekosistem ini.

Meski secara jelas belum terlihat, apakah pembaruan ini hanya akan baik bagi LUNA yang baru, atau juga akan baik bagi UST dan LUNC, tetapi ini terlihat masih lebih baik dibandingkan hanya diam saja dan melihat ekosistem mati dan investor yang terbengkalai.

Dalam proposal, para pemegang UST dan LUNC akan mendapatkan token LUNA dalam hitungan porsi, melalui skema airdrop, dengan perhitungan yang berbeda, terlebih bagi pemegang yang sudah HODL sejak sebelum dan sesudah crash terjadi.

Do Kwon dan tim kini tengah dalam sorotan, bukan hanya karena proposal pemulihan, tetapi juga dari pantauan regulator setempat yang begitu terarah pada mereka. Kejatuhan LUNA dan UST telah memakan banyak korban lokal di Korea Selatan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Flag Pattern dalam Tren Pasar Kripto?

Flag pattern merupakan suatu indikator yang digunakan oleh banyak trader kripto untuk melihat tren pasar. Pola grafik ini akan membantu mereka dalam memprediksi tren pasar. Dengan begitu, trader dapat menyusun strategi agar meraup keuntungan besar sekaligus meminimalisir potensi kerugian.

Apa Itu Flag Pattern

Flag pattern sendiri merupakan sebuah pola khusus pada grafik pasar. Ciri khasnya adalah tren balik yang sangat berlawanan dengan tren sebelumnya. Pola ini biasanya digunakan untuk memprediksi pergerakan aset saham. Namun, ternyata, pembacaan pola grafik ini juga bisa diterapkan untuk menganalisis tren pasar kripto. Bagaimana caranya?

5 Komponen Yang Ada Pada Flag Pattern

Untuk bisa menganalisis pergerakan tren pasar kripto dengan flag pattern, Anda perlu tahu komponen-komponen di dalamnya. Berikut adalah penjelasan tentang lima komponennya:

ilustrasi trading chart

1. Tren sebelumnya yang sedang berjalan (flag pole)

Untuk bisa mengetahui pola ini, Anda harus mempelajari tren sebelumnya atau tren yang sedang berjalan saat ini. Pola pada tren sebelumnya disebut dengan istilah flag pole. Dengan mempelajari tren sebelumnya, Anda akan lebih mudah memprediksi pergerakan tren pasar selanjutnya.

2. Periode konsolidasi, akumulasi, tren relatif flat (bullish atau bearish)

Secara sederhana, bullish atau bearish flag dapat dipahami sebagai periode yang menunjukkan kemungkinan adanya kenaikan atau penurunan harga. Saat bullish, akan muncul lebih banyak pembelian sehingga harga pun terkatrol naik. Sementara itu, bearish menunjukkan tingkat pembelian rendah yang menyebabkan harga turun.

3. Titik pembalikan harga (retracement)

Pada titik pembalikan harga, tren akan berbalik arah, namun sifatnya tidak lama. Kadang, retracement juga disebut sebagai koreksi. Itu artinya, harga aset bergerak melawan tren pasar kripto dalam jangka waktu pendek.

4. Breakout

Dalam dunia trading, istilah breakout mengacu pada sebuah kondisi ketika aset melampaui resistance level, tapi masih berada di bawah support level. Hal ini bisa dipicu oleh beberapa faktor. Salah satu yang sering terjadi adalah akibat pemberitaan terkait aset. Bisa juga karena suatu isu yang berdampak langsung pada pasar kripto.

5. Target harga yang bergerak sesuai tren flag pole

Suatu pola grafik aset kripto baru bisa dikatakan flag pattern jika setelah breakout, target harga bergerak sesuai tren flag pole. Biasanya, trader akan mengukur panjang flag pole dan kemudian meneruskannya hingga breakout. Sering kali pola selesai saat harga keluar dari tren yang sedang berjalan, tapi terdapat kemungkinan tertentu yang menyebabkan pola terus berlanjut.

flag pattern chart

Jenis-jenis Flag Pattern beserta Contoh-contohnya

Memiliki dua jenis pola: bullish flag pattern (tren harga naik) serta bearish flag pattern (tren harga turun). Jika dilihat sekilas, keduanya memiliki tampilan yang serupa. Hanya saja, saat diperhatikan, arah tren dan pola volumenya berbeda. Berikut penjelasan untuk masing-masing jenis pola flag pattern.

Apa Itu Bullish Flag Pattern?

bullish flag pattern

Bullish flag pattern adalah pola yang  menunjukkan potensi kenaikan harga. Biasanya, pola ini akan muncul saat tekanan beli tinggi. Di saat tekanan beli aset kripto tinggi, maka otomatis harga akan cenderung naik. Jika sudah masuk fase tersebut, momentum pun akan terus berjalan.

Salah satu contohnya terjadi pada Bitcoin (BTC) di bulan Maret 2018. Pada 18-21 Maret 2018, harga BTC membentuk pola flag pole. Lalu, pada 22 Maret 2018 dini hari, harga mulai menunjukkan pola bullish flag dan kemudian memasuki fase breakout menjelang pergantian hari ke tanggal 24 Maret.

Baca juga: Kenalan dengan Wedge Pattern, Trader Kripto Wajib Tahu!

Apa Itu Bearish Flag Pattern?

bearish flag pattern

Selain pola bullish, ada juga pola bearish. Sebenarnya, pola bearish mirip dengan bullish, hanya saja strukturnya terbalik. Pada pola bullish, bagian tiang atau flag pole bergerak naik. Sedangkan pada pola bearish, tiang bergerak turun. Ini karena pada pola bearish, harga aset sedang mengalami penurunan akibat tingkat pembelian yang rendah.

Pola ini terjadi pada aset Ethereum (ETH) di tanggal 7 Februari 2021. Pada pukul 03:30, harga ETH berada pada level US$ 1717.58. Namun, seiring berjalannya waktu, harga ETH mengalami penurunan bertahap. Hingga akhirnya pada pukul 10:00 jatuh ke level US$ 1580.36 dan membentuk pola tiang turun. Setelahnya, ETH mengalami tren pembalikan ke level US$ 1655.02 pada pukul 15:30.

Baca juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

Dengan mempelajari flag pattern, Anda bisa memprediksi bagaimana harga suatu aset kripto pada periode waktu selanjutnya. Di Tokocrypto, grafik pergerakan harga bisa diakses dengan mudah sehingga untuk melakukan pengamatan pun tidak sulit. Cukup dengan satu klik saja pada aset kripto yang diinginkan, Anda sudah bisa mengetahui ada tidaknya flag pattern. Yuk, mulai investasi kripto Anda di Tokocrypto, dan jangan lupa gabung ke komunitas Tokocrypto untuk info lebih lengkap di Telegram dan juga Discord sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance dan Bursa Besar Lainnya Dukung Peluncuran Terra 2.0

Sejumlah pertukaran atau exchanges aset kripto berjanji akan mendukung peluncuran jaringan baru Terra yang bertajuk Terra 2.0. Di mana setiap holder Terra Classic termasuk LUNAdan UST akan mendapat airdrop sesuai dengan janji dalam proposal 1623.

Exchanges kripto yang telah mengumumkan akan membantu peluncuran Terra 2.0 ini diantaranya, Binance , FTX , Crypto.com , Huobi , Bitfinex , Bybit , Gate io , Bitrue dan Kucoin. Mereka telah berjanji untuk mendukung versi modifikasi dari blockchain Terra yang baru saja runtuh. 

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 25 Mei 2022: Dinamika Pasar Kripto Masih Statis

Binance menyatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan tim Terra dalam rencana pemulihan ini. Sementara FTX mengumumkan bahwa mereka akan mendukung pembagian airdrop LUNA baru dan menangguhkan pasar LUNA dan UST.

Terra 2.0 akan diluncurkan pada 27 Mei 2022. Setelah itu airdrop token “LUNA baru” akan diproses.

Menurut pengumuman dari Terraform Labs, distribusi dan vesting LUNA yang diberikan melalui airdrop bergantung pada jenis token wallet dan jumlahnya, serta snapshot yang ada di dalamnya.

Airdrop pertama akan diluncurkan pada 27 Mei 2022

Di peluncuran (genesis) ini, akan tersedia 30% LUNA airdrop untuk pengguna Pre-Attack dengan dana yang tersedia di wallet kurang dari 10.000 LUNA (termasuk turunan staking) atau disimpan UST di Anchor. Sedangkan untuk pengguna Post-Attack dengan jumlah LUNA berapa pun (termasuk staking derivatif), UST, atau keduanya.

Sebelumnya, Do Kwon menulis sebuah proposal peluncuran kembali blockchain Terra. Proposa; itu disetujui oleh mayoritas voters. Dalam hasil voting yang ditampilkan di Terra Station, 65,5% dari komunitas Terra menyatakan setuju proposal 1623 tersebut. Sedangkan, 20,98% abstain, 0,33% menolak, dan 13,20% menyatakan no with veto.

Proposal tersebut dipublikasikan oleh Do Kwon pada 16 Mei 2022. Dalam rencana itu disebutkan rantai Terra baru dibuat tanpa stablecoin algoritmik. Adapun, rantai lama disebut Terra Classic (token Luna Classic – LUNC) dan rantai baru disebut Terra (token Luna – LUNA).

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Aset kripto memasuki babak baru setelah menjadi pusat perhatian di forum ekonomi dunia (WEF) di Davos, Swiss. Bank-bank sentral dan otoritas keuangan dari seluruh dunia membahas kripto dalam pertemuan WEF pada Selasa (24/5).

Dilaporkan dari CNN Business, dalam pertemuan itu, petinggi bank sentral dan otoritas keuangan berbagai negara sepakat bahwa aset kripto bukan merupakan mata uang. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, mengakui bahwa aset kripto menawarkan layanan transaksi yang lebih cepat, efisien dan lebih inklusif.

Di samping itu Georgieva menegaskan bahwa dia tidak setuju kripto dapat disebut sebagai mata uang. “Bitcoin mungkin disebut koin, tetapi itu bukan uang. Ini bukan (aset) penyimpan nilai yang stabil,” katanya.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. Foto: Stephen Jaffe/IMF.

Georgieva menambahkan, beberapa cara kerja aset kripto lebih mirip dengan skema piramida atau ‘ponzi’ versi era digital. Sebab, aset kripto sendiri tidak didukung aset nyata. Hal tersebut ia ungkap melihat kasus jatuhnya harga kripto, seperti luna, terra, serta Bitcoin, membuktikan kripto memiliki risiko terlalu tinggi.

Sedangkan menurut Georgieva, mata uang digital keluaran bank sentral (central bank digital currencies/CBDC) yang didukung oleh pemerintah bisa lebih stabil.

Baca juga: Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Aset Kripto Bukan Mata Uang

Tidak hanya Georgieva, Gubernur Bank Sentral Perancis, François Villeroy de Galhau, menilai banyak masyarakat yang kehilangan kepercayaan terhadap kripto lantaran nilainya yang naik-turun besar-besaran. Maka, dari itu kripto tidak bisa menjadi mata uang.

“Kripto bukanalat pembayaran yang dapat diandalkan. Seseorang harus bertanggung jawab atas nilainya dan itu harus diterima secara universal sebagai alat pertukaran. (Kripto) bukan itu,” jelas Villeroy.

Panelis lain dalam pertemuan WEF itu juga bertanya-tanya apa tujuan jangka panjang aset kripto. Sethaput Suthiwartnarueput, Gubernur Bank of Thailand, mengatakan Thailand telah bereksperimen di dunia aset kripto. Tapi, dia mengatakan itu “harus jelas masalah apa yang ingin Anda selesaikan.”

“Kami tidak ingin melihatnya sebagai alat pembayaran,” kata Suthiwartnarueput, menambahkan bahwa kripto lebih merupakan investasi daripada alat tukar.

Aset kripto dinilai tidak bisa jadi mata uang.
Aset kripto dinilai tidak bisa jadi mata uang.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Villeroy menyebutkan bahwa percobaan oleh El Salvador untuk menggunakan Bitcoin sebagai mata uang legal menunjukkan betapa berisikonya merangkul aset kripto jadi alat pembayaran.

Georgieva mencatat bahwa uang digital (CBDC) dapat menjadi “barang publik global” yang dapat membantu orang mengirim uang melintasi perbatasan. Kuncinya adalah untuk interoperabilitas, sehingga transfer mata uang digital sama mudahnya dengan mata uang kertas seperti dolar dan euro.

Tetapi panelis menekankan bahwa akan butuh waktu bagi CBDC untuk berevolusi dan menjadi lebih umum bagi masyarakat, lembaga keuangan utama, dan pemerintah. Anggota parlemen di Amerika Serikat serta Federal Reserve juga memperdebatkan pro dan kontra dari mata uang yang didukung secara digital.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

Aset kripto kini telah mengambil peran penting pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2022 di Davos, Swiss, meskipun dunia keuangan arus utama masih memandang sebelah mata sektor ini. Dalam pertemuan yang digelar 22-26 Mei 2022 itu juga diadakan diskusi serius tentang aset kripto, dengan peserta industri sebagai pemain kunci.

Dilansir Be[in]crypto, Beberapa tokoh penting di dunia kripto seperti perwakilan dari Ripple, Circle Internet Financial, hingga walikota Miami, AS, turut meramaikan gelaran WEF tahun ini. Selain itu, WEF 2022 juga mengadakan panel diskusi guna membahas mata uang digital bank sentral (CBDC).

Blockchain dan digitalisasi serta dampak selanjutnya pada berbagai sektor global juga akan menjadi topik utama selama pertemuan tahunan WEF. Hal itu meliputi diskusi mengenai peran yang muncul dari market keuangan terdesentralisasi (DeFi) hingga bagaimana blockchain dapat diterapkan untuk memberantas kemiskinan dunia.

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Dorong Adopsi Kripto Lebih Cepat

Berbagai eksekutif dari sektor industri kripto telah menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin bisnis dan politisi di resor Alpen, Swiss saat WEF 2022 berlangsung. Mereka berusaha untuk mendorong adopsi aset kripto lebih cepat dari teknologi mereka.

Para eksekutif itu telah berbondong-bondong masuk ke industri kripto dengan harapan pengembalian cepat, meskipun ada peringatan dari regulator bahwa aset yang muncul bisa berisiko tinggi. Contohnya, terjadi pada kasus LUNA, hingga saat ini koin digital terbesar kedelapan dan didukung oleh investor kripto institusional, telah kehilangan hampir semua nilainya.

“Yang mengejutkan saya adalah seberapa cepat itu benar-benar meledak menjadi tidak ada apa-apa,” kata Jeremy Allaire, CEO dan salah satu pendiri Circle Internet Financial, soal stablecoin USDC-nya dipatok ke dolar AS dan tentang keruntuhan LUNA.

“Untuk melihat sesuatu yang tampak seperti persaingan pertumbuhan tinggi yang nyata benar-benar meledak menjadi nol dalam 72 jam, saya belum pernah melihat yang seperti itu,” katanya kepada Reuters.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Lebih Memahami Ekonomi Kreatif: Pengertian, Pendorong dan Contohnya

Blockchain Jadi Bahasan Utama WEF 2022

Beberapa perusahaan blockchain mendorong agenda aset kripto di pertemuan tahunan WEF 2022. Sesi tahun ini, menurut CEO Securrency, Dan Doney, bertujuan untuk membangun hubungan dan jaringan, serta menyoroti bagaimana menjembatani kesenjangan antara teknologi baru dan keuangan tradisional.

Menurut Stan Stalnacker, Chief Strategy Officer (CSO) Hub Culture, yang juga mengoperasikan mata uang digital, 50% toko di Davos, Swiss telah melirik teknologi berbasis kripto dan blockchain. WEF percaya bahwa dalam hal efek sosial, kripto memiliki argumen yang lebih kuat.

“Aset kripto dapat mempromosikan inklusi keuangan dengan mendorong inovasi dalam layanan keuangan, seperti pembayaran mikro peer-to-peer, yang berpotensi memberikan aksesibilitas kepada siapa saja yang memiliki koneksi internet dan mengurangi biaya dengan mengotomatisasi layanan keuangan dalam skala besar,” kata WEF.

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Tetapi, ada pandangan bahwa kripto dapat membahayakan sistem keuangan karena berbagai alasan, termasuk mendorong aktivitas kriminal dan kurangnya pengetahuan, transparansi, dan regulasi. Ada sentimen risiko terbesar kripto adalah pencucian uang dan penggunaannya untuk mendanai terorisme.

Sementara, argumen itu dapat dibantah keras, buktinya kripto memiliki reputasi baik untuk menyediakan perlindungan untuk pencegahan kegiatan kriminal, karena menampilkan aktivitas transaksi dan transfer data yang transparan dan jejak digital yang jelas.

Baca juga: Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 25 Mei 2022: Dinamika Pasar Kripto Masih Statis

Pergerakan market aset kripto tampaknya masih statis selama beberapa waktu mendatang. Secara umum, dinamika pasar kripto belum menunjukan penguatan harga, lantaran belum ada sentimen kuat yang mampu mendongkrak nilai transaksi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan sebagian besar investor masih belum terlalu optimistis terhadap pasar kripto, mengingat ancaman ketidakpastian makroekonomi yang masih membayangi. Alhasil pergerakan sejumlah aset kripto terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu menyentuh level resistance-nya.

“Pelaku pasar sebenarnya belum all out di pasar kripto karena sentimen pasar belum membaik. Mereka tampaknya ragu meramaikan market, setelah melihat nilai indeks Nasdaq yang juga terjun,” kata Afid.

Afid kembali mengingatkan bahwa ada tiga situasi makroekonomi yang saat ini membuat market kripto tertekan dan belum menunjukan bull run-nya. Tiga hal tersebut adalah inflasi tinggi di sejumlah negara, potensi resesi ekonomi dan kebijakan moneter hawkish The Fed. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Menyikapi hal tersebut, investor akan bergerak menuju aset yang lebih aman. Namun, ada sedikit kecenderungan investor akan mengambil sikap akumulasi buy the dip yang mungkin bisa menopang laju kripto di jangka pendek,” terangnya.

Trading Altcoin Lebih Cuan Dibanding Bitcoin

Di samping itu, Afid melihat saat ini cukup bagus untuk melakukan trading di altcoin daripada Bitcoin dan aset kripto besar lainnya. Altcoin lagi potensial buat minggu, terlebih sudah ada yang mencapai kenaikan harga yang signifikan.

Bitcoin (BTC) terus diperdagangkan dengan ketat dan masih berjuang untuk membuat terobosan yang menentukan di atas atau di bawah $ 30.000. Level support BTC kini berada dikisaran $ 27.500, yang telah menstabilkan aksi harga selama seminggu terakhir.

Pelaku pasar kini cenderung perlahan mengakumulasi altcoin, utamanya ADA dan DOT untuk memitigasi risiko BTC. Kemudian, Kava (KAVA) yang tumbuh 14,99% dalam 24 jam terakhir pada Rabu (25/5) menjelang perilisan upgrade Kava 10.

Selain KAVA, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish di pekan terakhir Mei 2022 ini adalah KAVA. Kripto ini sudah lama nyaman dalam daftar bullish, namun apakah akan terus berlanjut?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, yakin potensi kenaikan harga KAVA masih terus berlanjut. Alasannya, KAVA masih tetap akan meluncurkan mainnet Kava 10 yang digelar 25 Mei ini.

“Sentimen positif KAVA terus menguat. Kemungkinan besar level support KAVA akan meningkat dari $ 2,3 menjadi $ 2,8. KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 4 atau naik 76% dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Menurut Afid, mainnet Kava 10 sudah lama ditunggu investor, karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #83, dengan kapitalisasi pasar $ 552.078.034. Pasokan yang beredar 197.039.622 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

Selanjutnya adalah THORChain yang berpotensi bullish. Token RUNE masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.

Berdasarkan analisis teknikalnya, Afid melihat RUNE memang sempar terjadi koreksi harga, tapi, saat ini perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4 atau naik sekitar 50% dari harga bawah $ 2,9 dalam beberapa hari ke depan. 

“RUNE masih mendapatkan sentimen positif dari rumor perilisan mainnet pada akhir Mei nanti. Kabar itu sudah menguat sehingga mendorong harga RUNE, di mana investor sudah mulai hold dan trading,” kata Afid.

THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #56, dengan kapitalisasi pasar $ 1.018.379.350. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

3. IoTeX (IOTX)

Analisis teknikal IoTeX (IOTX).

IoTeX (IOTX) sudah dikenal luas di dunia kripto dengan status sebagai aset yang sangat menjanjikan. IoTeX (IOTX) adalah sebuah platform yang menggabungkan teknologi blockchain yang aman dengan Internet of Things (IoT). 

Afid menjelaskan IOTX bisa menjadi kripto yang berpotensi bullish pekan ini. Sentimen positif IOTX datang dari perilisan mainnet pada 30 Mei mendatang. Mainnet ini bisa meningkat kecepatan dan transaksi, staking yang didukung melalui protokol web3 hingga peningkatan ketahanan koneksi p2p.

“Dari analisis teknikalnya, harga IOTX perlahan sudah naik dalam beberapa hari terakhir. Harga IOTX bisa mencapai $ 0,046 atau sekitar 16% dari level support-nya yang berada di $ 0,039,” kata Afid.

Peringkat IOTX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar $ 381.234.875. Pasokan yang beredar 9.540.779.324 koin IOTX dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin IOTX.

Baca juga: Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

4. Loopring (LRC)

Analisis teknikal Loopring (LRC).

LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.

Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Alasannya kabar GameStop, perusahaan game ritel terbesar di dunia meluncurkan versi beta dompet kripto dan NFT yang menggunakan jaringan Loopring Layer 2. 

“Masuknya GameStop ke industri kripto dengan dukungan Loopring membuat harga LRC berpotensi naik. Analisis teknikal melihat LRC akan mengalami kenaikan harga hingga 28% menuju $ 0,64 dari level support $ 0,54,” tutur Afid.

Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #68, dengan kapitalisasi pasar $ 752.428.116. Jumlah koin yang beredar 1.330.082.009 koin LRC dan maks. pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

5. Fantom (FTM)

Analisis teknikal Fantom (FTM).

Fantom adalah platform smart contract berbasis directed acyclic graph (DAG) dengan kinerja yang tinggi, aman serta skalabilitas tinggi. Sayangnya, dalam dua pekan terakhir ini nilai FTM terus merosot.

Afid melihat nilai FTM yang reli bergerak naik diakibatkan oleh spekulasi tokoh penting dalam Fantom dan Yearn Finance, Andre Cronje yang merupakan arsitek di Fantom Foundation akan kembali aktif proyek DeFi tersebut.

“FTM belum bisa lepas dari dampak keluarnya Andre Cronje dan Anton Nell. Namun, ada spekulasi mereka akan kemballi meningkatkan harga FTM,” jelas Afid. 

Analisis teknikal FTM melihat ada pergerakan naik meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai FTM bisa mencapai $ 0,51 atau sekitar 31% dari level support $ 0,41.

Peringkat FTM di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #52, dengan kapitalisasi pasar $ 1.079.759.008. Pasokan yang beredar 2.545.006.273 koin FTM dan maksimal pasokan 3.175.000.000 koin FTM.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Beta Finance (BETA)

Analisis teknikal Beta Finance (BETA).

Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.

Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia aset kripto dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar masih akan terus mengalami penurunan harga.

“Dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA sudah sampai titik jenuh atau overbought. Penurunan harga akan terjadi ke $ 0,12 atau sekitar 23% dan bisa anjlok ke level support-nya $ 0,07 selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.

Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #366, dengan kapitalisasi pasar $ 62.957.220. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin BETA.

Baca juga: Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

2. Anchor Protocol (ANC)

Analisis teknikal Anchor Protocol (ANC).

Anchor Protocol (ANC) kembali terjebak dalam fase bearish pada pekan ini. Kabar penolakan proposal pemotongan hasil oleh pemegang token ANC masih terus menekan harganya. 

“ANC kemungkinan besar akan masuk bearish. Dari segi analisis teknikalnya ANC tidak ada harapan lagi untuk bullish. ANC bisa terus turun bahkan bisa mencapai harga di bawah $ 0,3,” kata Afid.

Anchor Protocol adalah protokol pinjam meminjam di blockchain Terra. ANC adalah token utilitas dan tata kelola asli protokol yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam tata kelola, pinjam meminjam, dan mendapatkan bunga dengan aset digital mereka menggunakan model jaminan berlebih.

Peringkat ANC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #276, dengan kapitalisasi pasar $ 101.367.663. Pasokan yang beredar 348.969.807 koin ANC dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ANC.

3. Elipsis (EPX)

Analisis teknikal Ellipsis (EPX).

Ellipsis adalah aset kripto yang beroperasi pada platform BNB Smart Chain (BEP20). Pada 31 Maret lalu, melakukan migrasi token dari Ellipsis (EPS) ke Ellipsis (EPX).

Setelah migrasi, token baru dikunci dari transfer hingga protokol Ellipsis 2.0 diluncurkan pada 23 Mei lalu, Binance Convert telah menambahkan beberapa pasangan EPX untuk diperdagangkan. Afid melihat EPX bisa masuk fase bearish karena sudah melampaui titik jenuh atau overbought pasca protokol baru dirilis.

“EPX bisa turun harganya kalo dilihat dari analisis teknikalnya. Penurunan dapat terjadi sekitar 15% menuju harga $ 0,0022 tapi masih jauh dari level support-nya yang berada di $ 0,0015,” ungkap Afid.

Peringkat EPX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #2813, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia. Pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin EPX.

4. Perpetual Protocol (PERP)

Analisis teknikal Perpetual Protocol (PERP).

Perpetual protocol adalah sebuah protokol terdesentralisasi yang dapat digunakan untuk memperdagangkan kontrak perpetual dengan dana pinjaman. PERP token adalah sebuah ERC-20 native token dari Perpetual protocol yang digunakan sebagai token tata kelola dan juga staking.

Afid mengatakan PERP kemungkinan besar akan masuk zona bearish. “PERP telah mencoba untuk bergerak naik, namun tampaknya gagal dan akan terus alami penurunan. PERP bisa turun hingga harga $ 1,16 atau 17% dari $ 1,42,” jelasnya.

Peringkat PERP di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #271, dengan kapitalisasi pasar $ 103.567.376. Pasokan yang beredar 76.475.000 koin PERP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

5. Automata Network (ATA)

Analisis teknikal Automata Network (ATA).

Automata Network adalah protokol layanan terdesentralisasi yang menyediakan lapisan privasi middleware untuk dApps di beberapa blockchain. Sementara, ATA adalah token utilitas asli di ekosistem Automata Network dan merupakan bagian dari Binance Launchpool.

Afid melihat dari analisis teknikalnya, ATA telah mengalami penurunan yang cukup signifikan pada pekan lalu, kemudian berusaha konsolidasi bergerak naik, namun gagal. Kemungkinan besar ATA akan kembali masuk zona bearish pada pekan ini.

“ATA gagal menuju level resistance-nya di $ 0,26 sehingga sulit untuk bull run. ATA kemungkinan akan terus turun dari harga saat ini $ 0,18 menuju $ 0,16 atau sekitar 13%,” ucap Afid.

Peringkat ATA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #539, dengan kapitalisasi pasar $ 29.428.002. Pasokan yang beredar 172.252.000 koin ATA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa jika pertukaran (Binance) bangkrut, pengguna Binance akan diprioritaskan untuk pengembalian dana sebelum pemegang saham.

Komentar ini dikatakan ketika sesi AMA (Ask Me Anything) yang dilakukan pada 21 Mei. Sayangnya sesi AMA ini sudah dihapus dan tidak ada alasan.

Dalam sesi ini, CZ juga menjelaskan berbagai topik seperti dana pengguna, masa depan Binance Chain.

Changpeng Zhao mengatakan bahwa Binance tidak pernah mencampurkan dana pengguna dengan dana operasi pialang Binance.

Dia menekankan jika ada kebangkrutan atau kejadian yang tidak terduga, maka uang atau investasi akan dikembalikan terlebih dahulu ke pengguna.

Baca juga: Apakah Do Kwon Layak Dipenjara, Atau Keruntuhan Terra Hanya Keteledoran?

Di dalam pertanyaan AMA ini, CZ juga mengatakan tentang masa depan BNB Chain:

“Secara jujur, saya tidak terlibat didalam pengambilan keputusan di BNB chain. Saya mempunyai pemahaman teknologi yang terbatas. Yang saya tahu adalah ada trade off antara jumlah node dengan kinerja (saat ini) untuk evolusi blockchain kami.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Ketika ditanya tentang adanya UST dan LUNA lagi di Binance, dia menjawab bahwa ada banyak pertukaran terdesentralisasi di dunia. Jika perdagangan diberhentikan dan harga naik di bursa lain, investor akan mempertanyakan keputusan tersebut.

Walaupun dia mengetahui UST dan LUNA adalah projek gagal, dia tetap memutuskan untuk melanjutkan perdagangan kedua token tersebut.

Dia menambahkan:

“Tidak ada yang memaksa siapa pun untuk membeli hanya karena pialang menyediakan. Ada pembeli dengan toleransi resiko tinggi yang bersedia melakukan perdagangan. Pasar bersikap netral.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Baca juga: Terra LUNA Naik 100% di Tengah Volatilitas yang Gila, Fokus pada Rencana Pemulihan

Karena LUNA, Binance juga rugi sangat banyak. Ketika LUNA di harga tertinggi, Binance mempunyai $ 1,6 miliar dari LUNA. Namun, dia tidak menjual satu token-pun. Pada tanggal 18 May, investasi Binance di Luna hanya senilai $ 2,7 juta, rugi $ 300.000 karena investasi awal kepada LUNA senilai $ 3 juta.

CZ juga mengatakan kepada Do Kwon, pencipta LUNA, untuk mengembalikan uang retail investor terlebih dahulu sebelum mengembalikan uang kepada Binance.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Terra LUNA Naik di Tengah Volatilitas yang Gila

Runtuhnya ekosistem Terra akibat ambruknya harga dari stablecoin UST dan token LUNA benar-benar menjadi berita terpanas saat ini, karena ada begitu banyak investor yang merugi dan kehilangan tabungan seumur hidup mereka.

Terra yang pada awalnya terlihat sangat menjanjikan, yang juga memborong Bitcoin (BTC) sebagai cadangan dari UST, telah dihantam aksi jual besar-besaran yang merosotkan nilai UST jauh dari kata stabil.

Karena algoritmiknya, jatuhnya UST memicu pencetakan token LUNA secara masif, yang menciptakan hiper inflasi dan membawa harganya jatuh mendekati 100%.

Terlihat suram, ini memang hampir mati karena aksi jual gila dan investor mulai pesimis terhadapnya.

Namun, belum lama harga dari token LUNA, yang sudah merosot tajam, mengalami kenaikan 100% di tengah volatilitas yang gila, menuju kisaran $ 0,0002, tapi pagi hari ini sudah turun lagi sebanyak 25%, ke $ 0,00016.

Baca juga: Nilai Burn Shiba Inu (SHIB) Lompat 800% Setelah Hadiah Didistribusikan

Tentu saja, setiap kenaikan menjadi sorotan pada LUNA, yang mendapat tanggapan beragam, ada yang melihat itu adalah “aksi tipu daya” para bandar, dan ada juga yang melihat kejatuhan LUNA tidaklah seburuk yang difikirkan, ini masih bisa bangkit kembali.

Memang jelas, masih ada beberapa ahli yang meyakini bahwa LUNA masih memiliki dukungan yang kuat dan penilaian pasar yang besar, yang membuatnya mampu tumbuh di tengah koreksi pasar crypto, sebelum crash melandanya. Dalam beberapa pandangan, ini jatuh karena manipulasi pemain besar dan dilakukan dengan sengaja.

Baca jugaInilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Yang jelas, CEO Terraform Labs, Do Kwon dan tim, masih berdiri untuk memulihkan ekosistem, dengan mengupayakan hard fork yang masih dalam tahap voting, yang akan segera berakhir untuk melihat seperti apa ini akan berjalan.

Secara teknikal analisis, tidak ada alat yang mendorong pembelian Terra LUNA. Jika menggunakan timeframe lebih tinggi, sudah kelihatan Terra LUNA adalah pump and dump koin.

Sudah tentu dimana ada volatilitas di sana anda bisa menghasilkan uang, juga sama, anda juga akan rugi.

Untuk saat ini, tidak bagus untuk membeli semua altcoin karena kripto tersebut berdarah, jika dibandingkan dengan BTC, ETH dan juga USDT.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com