Tag Archives: kripto

Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mengapresiasi program akselerator Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) yang dirancang khusus untuk mendongkrak pertumbuhan beragam startup blockchain di Indonesia. TSBA sendiri adalah program kerja sama dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

Dalam sambutan di acara Graduation Day TSBA, Lutfi menjelaskan geliat industri blockchain dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat. Hal tersebut dibuktikan dengan dimulai tren aset kripto, NFT, hingga Web3.

“Potensinya sangat besar dan para pemain industri di Indonesia pun siap berinovasi serta bersaing di ranah teknologi baru ini. Menyambut masifnya Web3, metaverse dan lainnya di waktu mendatang, Indonesia sangat terbuka dan mendorong pertumbuhan industri ini,” kata Lutfi pada Jumat (22/4).

Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Dorong Pertumbuhan Industri Blockchain

Lutfi mengapresiasi program Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator atau TSBA yang merupakan kolaborasi strategis Tokocrypto dan BRI Ventures. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu kendaraan tepat untuk mendorong percepatan project dan startup di Indonesia yang menggunakan blockchain sebagai tulang punggung bisnis untuk memberikan impact lebih besar bagi pertumbuhan industri.

Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.
Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

“Program ini bisa menjadi percontohan dan tentunya acuan awal bagi pemerintah dalam memetakan geliat bisnis startup berbasis blockchain di Indonesia. Tentunya hal ini perlu didukung dengan strategi dan pemetaan skema industri serta bisnis dimana akan berdampak pada sistem perekonomian dan perdagangan di Indonesia,” jelasnya.

Program TSBA batch 1 dengan jumlah peserta 13 startup telah melakukan serangkaian aktivitas dan pelatihan yang akan dipandu oleh nama-nama terdepan di dunia blockchain internasional. Sejumlah nama tersebut di antaranya Tamar Menteshashvili dari Solana Labs, Ajey Gore dari Sequoia Capital, Nicole Zhang dari Binance Labs, YY Lai dari Signum Capital, Charles D’Haussy dari Consensys, dan Nicko Widjaja dari BRI Ventures.

Peserta yang bergabung di program TSBA diharapkan dapat bekerja sama dengan Tokocrypto dan BRI Ventures untuk turut membangun ekosistem blockchain di Indonesia.

Daftar 13 Startup Peserta TSBA

Peserta yang berhasil lolos seleksi diharapkan dapat bekerja sama dengan Tokocrypto dan BRI Ventures untuk turut membangun ekosistem blockchain di Indonesia. Berikut 13 startup peserta TSBA batch 1:

1. Avarik Saga

Startup GameFi yang mengusung konsep game Japanese RPG 2D di jaringan Ethereum. Setidaknya 8,888 karakter NFT Avarik Saga berhasil terjual dalam 1 jam. avariksaga.com

2. VCGamers

Pusat segala kebutuhan gaming dalam bentuk marketplace yang menjual item-item game virtual dan vouchervcgamers.com

3. Nanovest

Sarana jual-beli dan investasi aset kripto serta instrumen investasi lainnya. nanovest.io

4. Eizper Chain

Game RPG bertemakan Steampunk di jaringan Solana. Eizper Chain juga pernah memenangkan urutan ke-3 terbaik pada ajang Solana Global Ignition Hackathon. eizperchain.com

5. Mythic Protocol

Game RPG play-to-earn yang tengah dikembangkan oleh tim yang terdiri dari individu-individu berpengalaman di bidangnya. mythicprotocol.com 

6. SERMorpheus

Aplikasi NFT marketplace ramah pemula yang dapat menghubungkan mata uang sehari-hari dengan dunia Web3. app.sermorpheus.com

Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA)
Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA).

Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI

7. Play It Forward

Sebuah serikat atau klan GameFi (guild) yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan Metaverse dengan memanfaatkan ekosistem play-to-earnplayitfwd.io

8. Duckie Land

Game play-to-earn yang mengadu pemain dengan memanfaatkan teknologi NFT serta menghadirkan aset kripto sebagai imbalan. duckie.land

9. Creo Engine

Sarana pengembangan game yang dapat ditujukan pada user base CreoEngine. Serupa dengan bagaimana pengembang app meluncurkan aplikasinya di Google Play Store. Melalui Creo Engine, pengembang game dapat mendapatkan keuntungan melalui berbagai cara dan skema. creoengine.com

10. PlayFix

Konsol yang dapat membantu pengembang, investor game maupun gamers dalam merancang dan meluncurkan game di dunia metaverse melalui integrasi teknologi blockchainplayfix.io

11. VIN Protocol

Teknologi survei di dunia web3 berbasis blockchainsurvein.com

12. Getkupon.io

NFT marketplace  yang menghadirkan keuntungan-keuntungan yang dapat dinikmati secara offlinegetkupon.io

13. Avarta

Proyek Decentralized Finance yang mengatasi tantangan seputar identifikasi dan autentikasi di web3 maupun web2. avarta.io



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Kripto: Nilai Bitcoin Merana Terus Tertekan, Apa Penyebabnya?

Market kripto belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada awal pekan terakhir April 2022. Pada Senin (25/4) pagi, sejumlah besar kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih nyaman duduk di zona nyaman.

Melansir Coinmarketcap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto big cap, seperti Bitcoin dan lainnya tenggelam di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai BTC bertengger di $ 39.102 per keping alias turun 1,20% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) runtuh 2,38% ke $ 2.866,17 per keping di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengakui market kripto memang tertekan selama akhir pekan lalu. Secara umum, performa pasar mengecewakan dan tidak ada sentimen yang bisa mendorong pergerakan nilai aset.

“Di samping itu volume perdagangan melandai sepanjang akhir pekan lalu. Harga aset kripto masih tertekan oleh komentar hawkish The Fed. Sejumlah kripto juga memasuki fase konsolidasi pasca kebakaran akhir pekan lalu,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Steem (STEEM) dan Ramp (RAMP)

Nilai Bitcoin Terus Merosot

Lebih lanjut, Afid mengungkap khusus nilai Bitcoin (BTC) terus merosot di bawah $ 40.000 sejak hari Jumat (22/4), titik tengah dari rentang perdagangan panjang tiga bulan terakhir. Saat ini level support BTC ada di $ 37.500, meskipun sisi atas tampaknya terbatas menuju level resistance $ 46.000.

“BTC masih terus tertekan. Sinyal momentum positif pergerakannya belum kunjung hadir. Ada kemungkinan ada penurunan dan tembus di bawah kisaran harga BTC selama setahun. Peningkatan volume jual baru-baru ini relatif kecil terhadap volume beli, berarti pelaku pasar enggan mempertahankan posisi beli setelah reli pada 2020,” ungkapnya.

Saat ini belum ada sentimen positif yang bisa mendorong performa aset kripto menjadi lebih mantap. Investor dinilai masih kurang percaya diri untuk meramaikan pasar. Meskipun kurang percaya diri, tidak semua orang tertarik untuk meninggalkan kepercayaan mereka pada Bitcoin dalam jangka pendek.

Baca juga: Volume Perdagangan Ethereum (ETH) Turun $ 1,5 Triliun. Apa Penyebabnya?



Sumber : news.tokocrypto.com

Volume Perdagangan Ethereum Turun $ 1,5 Triliun. Apa Penyebabnya?

Market aset kripto tampaknya sedang tidak baik-baik saja. Selain Bitcoin, volume perdagangan Ethereum pun dilaporkan turun pada kuartal I 2022. Apa penyebabnya?

Dikutip Be[In]Crypto, akibat adanya tren bearish di pasar kripto, volume perdagangan Ethereum selama kuartal pertama 2022 lebih rendah daripada saat kuartal pertama 2021. ETH masih terus diperdagangkan di bawah harga $ 4.000 pada April 2022, meski pasar kripto sudah perlahan-lahan mulai pulih.

Minat Investor Terhadap Ethereum Turun

Menurut laporan Be[In]Crypto Research, minat investor pada Ethereum mengalami penurunan selama kuartal pertama 2022. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar nomor 2 ini hanya mencatatkan volume perdagangan sekitar $ 1,34 triliun.

Ilustrasi market turun.
Ilustrasi market turun.

Baca juga: Menakar Keunggulan Metaverse Zilliqa (ZIL), Metapolis

Angka tersebut turun 54% bila dibandingkan dengan angka di periode Januari hingga Maret 2021, yang berada di area $ 2,94 triliun.

Padahal saat Januari 2021, volume perdagangan ETH sebesar $ 1,18 triliun, dengan level tertinggi harian kurang lebih $ 60 miliar. Sementara itu, di bulan Januari 2022, volume perdagangan ETH berada di angka $ 491 miliar dan level tertinggi hariannya sekitar $ 28 miliar.

Turunnya minat investor tercermin dari perdagangan ETH untuk stablecoin Tether (USDT) agar menghindari persentase kerugian yang tinggi, dapat dikatakan sebagai penyebab penurunan volume perdagangan Ethereum.

Minat Investor Terhadap Bitcoin juga Turun

Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.

Baca juga: Binance Membakar Koin BNB Senilai $ 740 Miliar, Harganya Bakal Naik?

Be[In]Crypto Research juga melaporkan minat investor pada Bitcoin (BTC) juga alami penurunan tajam pada kuartal pertama tahun 2022. Volume perdagangan BTC pada kuartal pertama tahun 2022 masih di bawah dua setengah kali kuartal pertama tahun 2021.

Volume perdagangan yang dicatat untuk Bitcoin selama kuartal pertama tahun ini adalah sekitar $ 2,42 triliun. Ini adalah penurunan 60% dalam volume perdagangan yang tercatat antara Januari dan Maret 2021 sekitar $ 6,02 triliun.

Be[In]Crypto melaporkan tren bearish di pasar crypto secara keseluruhan menyebabkan penurunan volume perdagangan harian dan terutama dapat dikaitkan dengan penurunan minat investor terhadap Bitcoin.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Misterius Akumulasi $ 117.000.000 dalam Bitcoin

Whale misterius yang menjadi pemborong Bitcoin terbesar ketiga di dunia telah memasuki ‘mode akumulasi’ atau serok menyerok aset dengan pembelian BTC dalam jumlah sangat besar.

Menurut data yang dilansir BitInfoCharts, whale dengan entitats non-exchange tersebut telah menyerok 2.822 Bitcoin dalam tujuh hari terakhir.

Penyerokan ini diduga karena harga Bitcoin yang tengah ambles di minggu kemarin dengan diperdagangkan di bawah $ 40 ribu . Namun untungnya, BTC alami sedikit pemulihan minggu ini dan pada penulisan sudah bernilai $ 41.381.

Dengan penambahan 2.822 Bitcoin baru atau setara dengan $117.144.042, menandakan whale raksasa tersebut telah mengakumulasi $5.202.214.689 dalam BTC yang tersimpan pada walletnya.

Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

Bagaimana Tanggapan Analis Mengenai Akumulasi Ini?

Salah satu analis crypto terkemuka bernama Benjamin Cowen, menunjukkan bahwa akumulasi yang dilakukan whale misterius itu tidak seperti kebanyakkan entitas teratas lainnya yang befokus untuk menimbun aset.

Menurut Cowen, whale yang satu itu tampaknya telah memperdagangkan kisaran dalam aksi harga Bitcoin, membeli penurunan dan menjual harga tertinggi lokal.

Sederhananya, ia hanya fokus pada keuntungan jangka pendek.

Karena biasanya, strategi perdagangan whale yang relatif aktif menurut Cowen adalah, mayoritas Bitcoin wallet terkaya cenderung membeli hanya sesekali ketika fase-fase koreksi besar, bukan koreksi sedikit. 

Sumber

Baca juga: Tahilalats Rilis Koleksi NFT Mindblowon Universe, Apa Keunikannya?



Sumber : news.tokocrypto.com

Rusia Rampungkan RUU Kripto Sebagai Alat Pembayaran

Sebelumnya, pemerintah Rusia dan bank sentral mengerjakan RUU yang akan mendefinisikan kripto sebagai aset digital yang melengkapi mata uang resmi, rencana diluncurkan pada 18 Februari 2022 lalu.

Cointelegraph melansir, pada 8 April 2022, Kementerian Keuangan Rusia mengumumkan amandemen dan finalisasi RUU kripto. RUU itu memberikan kejelasan regulasi terkait peredaran, penerbitan, perdagangan, penambangan dan aktivitas lain dalam pasar aset kripto.

Laporan tidak terkonfirmasi soal Rusia yang melegalkan aset kripto mulai muncul pada 16 April lalu. Komunitas kripto di Twitter menyambut laporan tersebut dengan tangan terbuka.

CEO Binance Changpeng Zhao termasuk salah satu sosok yang mengomentari laporan tersebut, mengingat beragam sanksi telah dikenakan kepada Rusia.

Tetapi setelah informasi semakin jelas, komunitas kripto menyadari laporan itu belum tentu benar. CZ dan sejumlah sosok lainnya menghapus cuitan terkait status legal di Rusia tersebut.

Baca juga: CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

Rumor soal legalisasi kripto di Rusia dimulai oleh laporan dari surat kabar lokal Rusia Kommersant yang mengklaim mendapat versi final otentik RUU tersebut.

Menurut Kommersant, RUU itu menyarankan penerimaan uang digital sebagai alat pembayaran yang bukan merupakan unit moneter Federasi Rusia.

Kementerian Keuangan Rusia merampungkan dan membagikan RUU tersebut dengan pemerintah Rusia, tetapi belum ada pengumuman resmi soal penerimaan RUU itu beserta jadwal terkait.

Laporan Kommersant juga menyoroti bahwa RUU kripto Rusia menyarankan pembuatan kerangka regulasi bagi aktivitas terkait kripto dan menyampaikannya ke operator terdaftar.

Baca juga: Menakar Keunggulan Metaverse Zilliqa (ZIL), Metapolis

Pada 14 April 2022, Sergei Katyrin, Presiden Kamar Dagang dan Industri Rusia, menyarankan kolaborasi dengan negara-negara Afrika untuk melaksanakan penyelesaian transaksi antar negara memakai kripto dan uang digital bank sentral (CBDC).

Dalam pengumuman terkait RUU final, Kementerian Keuangan menyatakan telah memiliki regulasi kripto jelas yang mempertimbangkan sudut pandang semua departemen pemerintah Rusia.

Sebagai usaha melawan sanksi internasional dan inflasi yang terjadi, Presiden Kelompok Gas Rusia Pavel Zavalny menandakan pihaknya dapat menerima Bitcoin (BTC) sebagai pembayaran bagi ekspor minyak dan gas.

Zavalny menyarankan untuk menerima rubel, yuan, lira dan bahkan BTC dari negara bersahabat. Tetapi, negara tidak bersahabat harus membayar minyak memakai rubel atau emas. [ed]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 20 April 2022: Pasar Merangkak Naik

Aset kripto Bitcoin dan altcoin utama lainnya diperdagangkan stabil pada hari Rabu (20/4). Secara keseluruhan market tampaknya mulai merangkak naik dan menuju zona hijau selama pekan ketiga bulan April ini.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan secara umum, kinerja aset kripto yang mulai cerah pada pekan ini disebabkan oleh aksi borong trader di market, seiring niatan mereka untuk melakukan price actions. Aktivitas trader di pasar kripto juga sangat tergantung dengan sentimen kabar mengenai suku bunga acuan AS.

“Pelaku pasar yang jenuh dengan kondisi market kripto yang sideways ini dimanfaatkan oleh trader untuk inisiatif mengambil strategi melakukan price actions dengan menimbun aset kripto. Trading price action adalah salah satu metode terpopuler dan sering digunakan trader, karena mudah dan akurat dalam memprediksi pergerakan harga pasar,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Afid menambahkan market secara keseluruhan masih akan mengalami penurunan yang signifikan yang dimulai sejak awal April. Bitcoin masih menjadi patok untuk pergerakan koin lainnya. Saat ini BTC, sedang mencoba untuk pullback setelah harga mengalami titik jenuh. 

“Pada pekan ini, harga BTC masih tertahan di area support kuatnya, yaitu kisaran $ 39.000-$ 40.000. Kalo area ini mengalami breakdown skenario terburuknya harga BTC bisa terus anjlok menyentuh ke $ 38.000-$ 37.000. Sementara, skenario bullish BTC harus bisa menembus resistensi harga di $ 43.000-$ 44.000,” jelas Afid.

Menurut laporan Be[In]Crypto Research, minat investor pada Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama tahun 2022. Volume perdagangan BTC pada kuartal pertama tahun 2022 masih di bawah dua setengah kali kuartal pertama tahun 2021. 

Baca juga: Tahilalats Rilis Koleksi NFT Mindblowon Universe, Apa Keunikannya?

Tren bearish di pasar crypto secara keseluruhan menyebabkan penurunan volume perdagangan harian dan terutama dapat dikaitkan dengan penurunan minat investor terhadap Bitcoin. 

Saat ini, kapitalisasi pasar kripto global diperdagangkan lebih tinggi pada angka $ 1,89 triliun, melonjak sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir. Total volume perdagangan aset kripto meningkat sekitar 60 persen menjadi $ 96,13 miliar.

Di sisi lain, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan April ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Kava (KAVA)

Ilustrasi analisis teknikal Kava (KAVA).

Kava adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya. KAVA sebagai token utilitas dan native token governance yang diciptakan oleh ekosistem DeFi Kava, yang terkenal dengan kapasitas pinjamannya. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan harga KAVA bisa bullish akibat peluncuran Kava Foundation yang dipercepat ke akhir April dan bersamaan dengan itu akan ada Mint Token Launch.

“Kava Network meluncurkan Kava Foundation yang kemungkinan besar terjadi pada tanggal 30 April mendatang. Bersamaan dengan itu akan ada Mint Token Launch yang dinantikan pada holders KAVA. Kabar ini membuat pergerakan KAVA naik pada pekan ini dan para investor sudah bersiap untuk masuk menaikan harga KAVA,” kata Afid.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #96, dengan kapitalisasi pasar $ 771.386.381. Pasokan yang beredar 176.497.770 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Terra (LUNA)

Ilustrasi analisis teknikal Terra (LUNA).

Terra adalah sebuah blockchain yang dibangun dengan tujuan menciptakan ekosistem pembayaran digital yang terdesentralisasi menggunakan aset kripto stablecoin, LUNA. 

Menurut Afid, LUNA mendapatkan sentimen positif dari pemberitaan bahwa koin kripto tersebut sekarang menjadi stablecoin terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar. LUNA baru-baru ini mengalahkan BUSD untuk mengeklaim tempat di tiga besar.

Stablecoin Terra telah bergerak dalam tren naik sejak November 2021. LUNA kini juga telah menjadi stablecoin terbesar ketiga kripto pada hari Senin (18/4) setelah pemompaan besar-besaran selama 6 bulan lalu. Investor senang dengan kabar ini sehingga membuat aksi beli lebih banyak,” jelas Afid.

Peringkat LUNA di CoinMarketCap pada Rabu (20/3) pukul 10.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar $ 33.227.565.199. Pasokan yang beredar 353.958.856 koin LUNA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Reserve Rights (RSR)

Ilustrasi analisis teknikal Reserve Rights (RSR).

Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV). 

Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $ 1 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.

Afid melihat pergerakan RSR masih akan bullish pada pekan ini. Hal tersebut dampak dari kabar Mainnet Launch yang akan dilaksanakan pada 30 April mendatang.

“RSR masih akan bullish pada pekan ini karena sentimen positif dari Mainnet Launch yang digelar 30 April mendatang tetap terasa efeknya. Para holders RSR sudah tidak sabar untuk dapat keuntungan,” kata Afid.

Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #259, dengan kapitalisasi pasar $ 206.791.981. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?

4. Mines of Dalarnia (DAR)

Ilustrasi analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).

Selain RSR, token kripto DAR juga kemungkinan besar akan kembali bullish pada pekan ini. Peningkatan nilai DAR masih berdampak dari kabar peluncuran Mines of Dalarnia Mainnet dan dibukanya penjualan tanah virtual Mines of Dalarnia Land.

“Mines of Dalarnia masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari peluncuran Mainnet pada 26 April mendatang. Analisis teknikal melihat akan ada peningkatan 15% dari harga sekarang di kisaran $ 1,2,” ungkap Afid.

Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #252, dengan kapitalisasi pasar $ 219.234.954. Jumlah koin yang beredar 185.566.667 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

5. Kyber Network Crystal v2 (KNC)

Ilustrasi analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).

Kyber adalah protokol likuiditas on-chain yang dapat diimplementasikan pada semua blockchain smart contract. Protokol ini memungkinkan pertukaran token yang didesentralisasi dan dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi apa pun, dan berjalan dengan mulus antara semua pihak dalam suatu ekosistem.

Token dari Kyber Network ini yaitu KNC akan digunakan sebagai bagian dari transaksi untuk memfasilitasi operasi sistem yang sedang berlangsung pada network. Menurut Afid, KNC akan berpotensi bullish. Faktor utama dalam kenaikan harga KNC yang tajam adalah penguatan pusat perdagangan dan likuiditas, Kyber.

“Jaringan Kyber telah reli selama beberapa bulan terakhir karena memperkuat pusat perdagangan dan likuiditasnya. Proyek ini baru-baru ini mengumumkan integrasi dukungan untuk sepuluh jaringan blockchain yang terpisah. Dari teknik analisisnya, pekan ini KNC rata-rata akan mengalami kenaikan 15%,” tutur Afid.

Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #97, dengan kapitalisasi pasar $ 758.652.418. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. JasmyCoin (JASMY)

Ilustrasi analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).

JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.

JasmyCoin didasarkan pada standar ERC 20. Token juga dapat digunakan oleh sejumlah individu dan bisnis yang tidak ditentukan untuk mentransfer token menggunakan perangkat digital sebagai bukti pertukaran nilai atau pembayaran untuk layanan. Dengan tidak membatasi kegunaannya, token dapat memiliki berbagai tujuan.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY sudah membentuk pola reverse cup and handle. Penurunan terjadi sekitar 28% dengan nilai terendah sampai $0,02.”

Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #372, dengan kapitalisasi pasar $ 108.617.783. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin JASMY.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

2. Origin Protocol (OGN)

Ilustrasi analisis teknikal Origin Protocol (OGN).

Origin Protocol (OGN) adalah token Ethereum yang mendukung platform Origin, yang bertujuan untuk memperkuat pasar yang terdesentralisasi dan peer-to-peer. OGN dapat digunakan untuk mempertaruhkan, mengatur dan beriklan di platform Origin.

Menurut Afid, OGN bisa tersungkur ke fase bearish pada pekan ini. “Nilai OGN diperkirakan akan turun pada pekan ini. Namun, akan terkoreksi naik sedikit, tapi tetap akan terus anjlok.”

Peringkat OGN di CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #186, dengan kapitalisasi pasar $ 256.778.472. Pasokan yang beredar 388.570.733 koin OGN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin OGN.

3. Frax Share (FXS)

Ilustrasi analisis teknikal Frax Share (FXS).

Frax Protocol adalah sistem stablecoin algoritma pecahan pertama di jaringan blockchain. Frax memiliki sifat open-source, mudah digunakan, dan sepenuhnya on-chain yang saat ini diimplementasikan di Ethereum.

Frax Shares (FXS) adalah token tata kelola yang menghasilkan biaya, pendapatan seigniorage, dan nilai agunan berlebih. Token FXS adalah token tata kelola yang menghasilkan semua nilai FRAX baru yang dicetak, biaya, dan agunan berlebih. FXS adalah aset investasi dan tata kelola sementara FRAX adalah token mata uang.

Afid melihat dari analisis teknikal FXS kemungkinan masuk fase bearish pada pekan ini. Terlihat FXS akan mengalami peningkatan sedikit atau koreksi, namun akan terus tersungkur hingga 16%. 

Peringkat FXS di situs CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #120, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 563.320.876. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 16.209.405 koin FXS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. Astar (ASTR)

Ilustrasi analisis teknikal Astar (ASTR).

Astar Network adalah hub dApp multi-rantai di Polkadot. Platform ini menawarkan kepada pengguna berbagai fitur yang mencakup staking dApps, solusi L2, dan X-VM (Cross Virtual Machine) yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM).

ASTR adalah token utilitas dan tata kelola Astar, digunakan untuk kasus penggunaan biaya transaksi, tata kelola, network staking, dApp staking dan implementasi layer-2. ASTR kemungkinan besar masuk ke fase bearish. Afid menerangkan ASTR akan mengalami penurunan sekitar 15%, meski akan terkoreksi dalam waktu singkat.

Peringkat ASTR di situs CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #218, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 673.152.756. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 3.086.033.508 koin ASTR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Inilah 5 Deretan NFT Marketplace Buatan Indonesia!

5. Uniswap (UNI)

Ilustrasi analisis teknikal Uniswap (UNI).

Uniswap adalah perdagang terdesentralisasi (DEX) terbesar yang beroperasi di blockchain Ethereum. Ini memungkinkan pengguna di mana saja di dunia untuk berdagang kripto tanpa perantara. UNI, token tata kelola yang memungkinkan pengguna untuk memberikan suara pada perubahan protokol utama.

Uniswap (UNI) adalah token Ethereum yang mendukung Uniswap, penyedia likuiditas otomatis yang dirancang untuk memudahkan pertukaran token Ethereum (ERC-20). Tidak ada buku pesanan atau fasilitator pusat di Uniswap. Sebagai gantinya, token ditukar melalui kumpulan likuiditas yang ditentukan oleh smart contract.

Afid menjelaskan UNI bisa masuk ke fase bearish pada pekan ini dilihat dari analisis teknikal akan terjadi penurunan hingga 7%. Pergerakan UNI juga sudah membentuk pola reverse cup and handle yang berarti kemungkinan besar akan masuk zona bearish. 

Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (20/4) pukul 10.00 WIB adalah #24, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 6.527.235.661. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 690.496.925 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Co-Founder Glassnode: Bitcoin (BTC) Sedang di Mata Badai

Co-founder dari perusahaan analitik Glassnode mengatakan bahwa aksi jual terbaru pada Bitcoin (BTC) masih bisa terjadi karena kondisi ekonomi global.

Menurut laporan Glassnode, Jan Happel dan Yann Allemann mengatakan bahwa crypto utama sebagai aset berisiko masihlah tinggi di mata investor. Itu artinya, jika pasar saham AS terkoreksi, maka begitu pula dengan BTC. Buletin tersebut pun mengungkapkan:

“Analisa dari kami menunjukkan bahwa kepekaan baru terhadap risiko pasar dan kemungkinan penarikan yang lebih kuat ini bukan karena kurangnya kepercayaan kepada BTC melainkan karena lingkungan ekonomi makro yang dibebankan.”

Itu artinya, meski secara fundamental Bitcoin masih bagus dan dipercaya, namun keadaan ekonomi yang luas bisa saja memaksa banyak uang untuk lari darinya dan beralih ke aset yang lebih aman dan menyesuaikan selera risiko yang menyusut.

Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

Salah satu pendiri Glassnode pun melihat bahwa lanskap ekonomi makro terlihat goyah setelah bank sentral AS, the Fed, mengumumkan pengurangan neraca menjadi $ 95 miliar per bulan untuk “melawan inflasi.”

Mereka juga menyebutkan risiko yang mengancam bahwa agresi militer Rusia dapat meluas dan menargetkan wilayah Uni Eropa.

Buletin tersebut juga mengungkapkan bahwa telah ada lebih dari $ 100 juta yang keluar dari Bitcoin, dan ini tampaknya belum berakhir.

“Memperbesar ke ruang crypto, minggu lalu melihat arus keluar dana $ 134 juta, menandai arus keluar mingguan tertinggi kedua pada tahun 2022. Solana menerima arus masuk $ 3,7 juta, dan Altcoin mencatat arus masuk $ 5 juta, sementara $ 131 juta mengalir keluar dari Bitcoin.”

Baca juga: CEO Amazon: Platform Bisa Menjual NFT di Masa Depan

Namun, jika mengabaikan faktor ekonomi global, Glassnode memandang bahwa BTC telah secara konsisten menunjukkan kekuatan on-chain.

Saat investor memilih menarik BTC mereka dari pertukaran ke dompet pribadi, ini bisa menjadi tanda bahwa Bottom akan segera terlihat di grafik harganya.

Secara jelas, fundamental Bitcoin tidaklah buruk, justru bagus dan positif. Kita hanya tinggal menunggu kondisi ekonomi global mereda, atau pun membaik, baru akan melihat kembali pertumbuhan yang semestinya terjadi di aset crypto ini. Kita lihat saja!

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kementerian Rusia Ajukan Kripto sebagai Alat Pembayaran yang Sah

Portalkripto.com — Kementerian Keuangan Rusia selesai merevisi Rancangan Undang-Undang “On Digital Currency” yang merekomendasikan penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah.

RUU yang memberikan kejelasan peraturan terkait sirkulasi, penerbitan, perdagangan, penambangan, dan aktivitas lain di pasar kripto kini menunggu persetujuan pemerintah untuk disahkan menjadi undang-undang.

“Kementerian Keuangan Rusia menyelesaikan rancangan undang-undang federal “Tentang Mata Uang Digital”, dengan mempertimbangkan posisi departemen yang diterima sebelumnya dan mengirimkannya ke Pemerintah Federasi Rusia,” tulis sebuah siaran pers di website resmi Kementrian Keuangan Rusia, 18 April 2022.

Desas-desus Rusia yang akan melegalkan aset kripto itu menyebar luas setelah surat kabar harian lokal Rusia Kommersant mengangkatnya menjadi berita.

Baca juga: CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

Kommersant disebut mendapatkan versi final otentik dari rancangan undang-undang tersebut. Seperti disebutkan sebelumnya, RUU tersebut merekomendasikan untuk menerima mata uang digital sebagai alat pembayaran yang bukan bagian dari unit moneter Federasi Rusia.

Laporan Kommersant juga menyoroti bahwa RUU tersebut merekomendasikan untuk membuat regulasi terkait semua aktivitas mata uang kripto sembari menyiapkan operator terdaftar.

Pada 14 April, Presiden Kamar Dagang dan Industri Rusia, Sergei Katyrin mengusulkan berkolaborasi dengan negara-negara Afrika untuk melakukan kerja sama dalam mata uang digital kripto dan bank sentral (CBDC). Sejumlah negara di Afrika yang mengalami perkembangan industri mata uang digital antara lain Kenya, Afrika Selatan, dan Ghana.

Baca juga: Portugal Berikan Lisensi pada Bison Bank untuk Kelola Aset Kripto

Rusia menilai kebutuhan utnuk menggunakan mata uang kripto sudah mendesak. Salah satunya adalah untuk melawan sanksi internasional akibat invasi ke Ukraina.

Kepala Energi Federasi Rusia Pavel Zavalny mengisyaratkan kemungkinan menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk mengekspor minyak dan gas.

Zavalny merekomendasikan menerima pembayaran dalam Rubel Rusia, Yuan Tiongkok, Lira Turki, atau bahkan Bitcoin dari negara-negara sahabat. Namun bagi negara yang tidak sejalan dengan kebijakan Rusia, dapat membayar minyak mereka dalam Rubel atau emas.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

Dunia aset kripto dan NFT ternyata menarik perhatian CEO Amazon, Andy Jassy. Bos baru Amazon yang menggantikan Jeff Bezos itu optimis tentang prospek bisnis industri aset digital di masa depan.

Dikutip Cointelegraph, Jassy mengatakan bahwa meskipun dia tidak memiliki aset kripto atau NFT, dia optimis tentang prospek industrinya. Dia pun mengakui sejauh ini belum mau menambahkan mekanisme pembayaran menggunakan kripto dalam waktu dekat.

“Kami tidak mungkin dalam waktu dekat menambahkan kripto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritel kami, tetapi saya percaya seiring waktu bahwa Anda akan melihat crypto menjadi lebih besar. Saya berharap NFT akan terus tumbuh sangat signifikan,” ungkap Jassy selama wawancara dengan CNBC.

Ilustrasi e-commerce, Amazon.
Ilustrasi e-commerce, Amazon. Foto: Pixabay.

Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

Amazon Cari Talenta Ahli Kripto dan Blockchain

Secara khusus, mengenai penjualan NFT oleh Amazon, Jassy mengisyaratkan mungkin ada kesempatan besar mengenai hal tersebut. Pada November lalu, Cointelegraph melaporkan bahwa Amazon mempekerjakan tenaga ahli yang memahami ekosistem kripto dan aset digital secara keseluruhan.

Kemudian, lowongan pekerjaan yang sama juga baru-baru ini di-posting Amazon. Tanggung jawab pekerjaan tersebut dituntut mampu menentukan pesan khusus industri dan jaminan yang secara efektif mengomunikasikan proposisi nilai AWS (Amazon Web Service) untuk solusi aset digital dalam layanan keuangan.

Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bakal Ekspansi ke Indonesia?

Kapan Belanja di Amazon Pakai Kripto?

Terlepas dari optimisme Jassy mengenai dunia kripto dan NFT, ia menegaskan kembali sikap perusahaan dari Juli tahun lalu bahwa Amazon mungkin tidak akan menambahkan crypto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritelnya.

Sejauh ini Amazon belum memberikan lampu hijau mengenai pembayaran menggunakan aset kripto atau membuka platform untuk marketplace NFT. Di antara perusahaan teknologi e-commerce besar, Shopify telah menjadi yang terdepan dalam adopsi kripto.

Shopify mengumumkan awal bulan April 2022 ini bahwa mereka akan menerima Bitcoin (BTC) sebagai pembayaran di platform melalui The Lightning Network dan Strike. Namun, langkah tersebut juga memicu skeptisisme dari pengguna, dengan beberapa menunjukkan konsekuensi pelanggaran hukum yang tidak melalui proses KYC (Know Your Costumer).

Baca juga: Review Aplikasi Kriptoversity, Belajar Kripto dan Blockchain Bisa Dapat Cuan



Sumber : news.tokocrypto.com

Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun

Market kripto tampaknya mengalami tren bearish yang berkepanjangan sejak akhir Desember 2021. Salah satu bukti indikator tren tersebut ditunjukan dari volume perdagangan Bitcoin terus turun.

Menurut laporan Be[In]Crypto Research, minat investor pada Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama tahun 2022. Volume perdagangan BTC pada kuartal pertama tahun 2022 masih di bawah dua setengah kali kuartal pertama tahun 2021.

Volume perdagangan yang dicatat untuk Bitcoin selama kuartal pertama tahun ini adalah sekitar $ 2,42 triliun. Ini adalah penurunan 60% dalam volume perdagangan yang tercatat antara Januari dan Maret 2021 sekitar $ 6,02 triliun.

Minat Investor Terhadap Bitcoin Turun

Be[In]Crypto melaporkan tren bearish di pasar crypto secara keseluruhan menyebabkan penurunan volume perdagangan harian dan terutama dapat dikaitkan dengan penurunan minat investor terhadap Bitcoin.

Ilustrasi market kripto anjlok.
Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

Pada Januari 2021, volume perdagangan Bitcoin adalah $ 2,15 triliun dan mencapai angka tertinggi satu hari sekitar $ 123 miliar. Sementara, Januari 2022 setelah tren bearish Desember 2021, volume Bitcoin menyusut. Pada Januari 2022, volume perdagangan BTC adalah $ 923 miliar dengan tertinggi satu hari di angka $ 84 miliar.

Selanjutnya, pada Februari 2021, volume perdagangan BTC adalah $ 2,26 triliun dengan tertinggi satu hari sekitar $ 350 miliar. Sentimen pasar crypto negatif berlanjut dan diperburuk oleh invasi Rusia ke Ukraina. Selama waktu ini, volume Bitcoin turun menjadi $ 671 miliar dengan tertinggi satu hari sebesar $ 46 miliar.

Pada Maret 2021, volume perdagangan Bitcoin adalah $ 1,61 triliun dengan tertinggi satu hari di wilayah $ 70 miliar. Meskipun, harga sebagian besar aset digital utama pulih dalam dua minggu terakhir kuartal ini, volume perdagangan BTC akhirnya turun pada bulan ketiga tahun ini. Pada Maret 2022, volume perdagangan $ 830 miliar dengan tertinggi satu hari sekitar $ 39 miliar.

Baca juga: MicroStrategy Pastikan Akan Terus Beli Bitcoin (BTC)



Sumber : news.tokocrypto.com