Tag Archives: kripto

Harga Pi Network Naik 8% ke $0,188 Saat BTC Turun, Sinyal Altseason?

Harga Pi Network (PI) hari ini mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir, melonjak 8,31% ke level $0,188.

Kenaikan ini terbilang impresif karena terjadi di tengah tekanan pasar kripto yang lebih luas, di mana Bitcoin (BTC) justru terkoreksi 2,12% dan total kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 1,6%.

Pergerakan yang berlawanan arah dengan Bitcoin ini menunjukkan bahwa PI sedang mencetak “alpha,” istilah yang digunakan untuk menggambarkan performa aset yang mengungguli pasar secara keseluruhan. Lantas, apa yang mendorong reli ini?

Baca Juga: Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

Rotasi Modal ke Altcoin Jadi Pendorong Utama

Kenaikan harga Pi Network kali ini bukan didorong oleh kabar fundamental spesifik dari proyeknya, melainkan oleh dinamika makro pasar kripto: rotasi modal dari Bitcoin ke altcoin.

Indikator Altcoin Season Index dari CoinMarketCap tercatat naik 8,82% dalam 24 jam terakhir dan melonjak 32,14% dalam sepekan.

Kenaikan indeks ini mengindikasikan bahwa semakin banyak altcoin yang mengungguli Bitcoin dalam periode tertentu, sebuah ciri klasik fase awal “altcoin season”.

Ketika investor mulai mencari imbal hasil lebih tinggi di luar Bitcoin, altcoin dengan volatilitas dan potensi spekulatif tinggi seperti Pi Network sering kali menjadi sasaran utama.

Artinya, reli PI lebih mencerminkan perubahan sentimen risiko (risk-on) di kalangan trader dibandingkan adanya pembaruan fundamental besar dari jaringan tersebut.

Volume Perdagangan Naik 18%, Konfirmasi Minat Beli

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Di sisi lain, kenaikan harga PI juga didukung oleh lonjakan volume perdagangan harian sebesar 18,09% menjadi $26,9 juta.

Peningkatan volume ini penting karena memberikan validasi bahwa kenaikan harga didorong oleh aktivitas beli yang nyata, bukan sekadar pergerakan tipis akibat likuiditas rendah.

Selain itu, Coinmarketcap mencatat bahwa dalam sepekan terakhir PI telah mencatatkan kenaikan impresif sebesar 36,56%.

Momentum mingguan yang kuat ini menunjukkan bahwa reli saat ini kemungkinan merupakan kelanjutan tren naik jangka pendek, bukan hanya short squeeze sesaat.

Secara teknikal, struktur harga menunjukkan bahwa level $0,17 kini menjadi area support krusial. Level ini sebelumnya berfungsi sebagai zona konsolidasi sebelum harga melanjutkan kenaikan.

Prospek Jangka Pendek: Uji Resistance $0,20

Dalam jangka pendek, arah pergerakan PI sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni keberlanjutan rotasi modal ke altcoin dan kemampuan harga bertahan di atas support $0,17.

Jika rotasi ke altcoin terus berlanjut dan sentimen pasar tetap risk-on, maka PI berpotensi menguji ulang resistance psikologis di kisaran $0,20.

Level ini menjadi target terdekat yang akan menentukan apakah reli bisa berlanjut ke fase kenaikan berikutnya.

Namun, jika harga gagal mempertahankan support $0,17, maka risiko koreksi ke area $0,16 terbuka lebar.

Koreksi tersebut bisa semakin dalam apabila Bitcoin kembali melemah tajam atau Altcoin Season Index berbalik turun.

Risiko: Ketergantungan pada Sentimen Makro

Meski pergerakan PI terlihat bullish, perlu dicatat bahwa reli ini sangat bergantung pada dinamika makro pasar kripto, bukan pada katalis internal proyek.

Jika Bitcoin kembali menguat dan menarik likuiditas dari altcoin, atau jika sentimen pasar berubah menjadi risk-off, maka altcoin dengan volatilitas tinggi seperti PI berpotensi mengalami koreksi lebih tajam.

Dalam fase rotasi modal, aset yang naik cepat juga cenderung terkoreksi cepat ketika arus dana berbalik arah.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik ke $0,176, Upgrade Jaringan dan Ultah Mainnet

Kenaikan harga Pi Network sebesar 8,31% ke $0,188 mencerminkan kuatnya arus rotasi modal ke altcoin di tengah pelemahan Bitcoin.

Lonjakan volume 18% dan momentum mingguan +36,56% memperkuat struktur bullish jangka pendek.

Namun, reli ini bersifat kondisional. Selama harga mampu bertahan di atas $0,17 dan Altcoin Season Index terus meningkat, peluang uji resistance $0,20 tetap terbuka. Sebaliknya, kehilangan support kunci bisa memicu koreksi ke area $0,16.

Bagi trader dan investor, fokus utama saat ini adalah memantau kekuatan rotasi altcoin dan dinamika Bitcoin, karena dua faktor tersebut akan menentukan apakah reli Pi Network berlanjut atau justru mulai kehilangan tenaga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 18 Februari 2026: Menanti Risalah FOMC

Menjelang rilis risalah FOMC, pasar kripto hari ini Rabu, (18/2) bergerak dinamis dengan sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. CYBER memimpin reli dengan kenaikan 30% ke level $0,73 pada Rabu (18/2), disusul STEEM yang naik 25% ke $0,0655 dan ORCA yang menguat 18% hingga $1,234.

Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya spekulasi jangka pendek menjelang katalis makro penting dari The Fed. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Hari Ini Jelang Risalah FOMC

  • CYBER meroket 30% ke level $0.73 hari ini, Rabu (18/2).
  • STEEM naik 25%, kini diperdagangkan $0,0655.
  • ORCA melesat 18% hingga menyentuh $1,234.

Reli Bitcoin Mereda,Analis Sebut Waktunya Serok

  • BTC anjlok 22%, kinerja kuartalan terburuk sejak 2018.
  • Naik 9% picu risiko jatuh akibat pasar terlalu bullish.
  • Support $66rb; tembus berisiko ke $58rb, batal jika lewati $79rb.

Deposit & Trade $AT PART 2! Rebut Hadiah Rp400 JUTA

3 Altcoin yang Patut Diperhatikan di Pekan Ketiga Februari 2026

  • Arbitrum berisiko jatuh ke $0,0944 jika gagal tembus $0,1447.
  • Injective tetap bearish di bawah $3,662 mengekor Bitcoin.
  • Bitcoin Cash incar $609,8 jika mampu tembus $574,1.

Risalah FOMC Besok: Reli atau Guncangan bagi Kripto?

  • Risalah Januari picu volatilitas kripto seiring pergeseran ekspektasi suku bunga.
  • Sinyal hawkish tekan Bitcoin, isyarat dovish angkat Altcoin.
  • CPI 2,4% dan proyeksi Maret pengaruhi arah suku bunga Fed 2026.

Baca juga: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Standard Chartered Perluas Layanan Kripto, Mitra Likuiditas Institusi

Standard Chartered dan B2C2 resmi menjalin kemitraan strategis untuk memperluas akses investor institusional ke pasar kripto. Kolaborasi ini menggabungkan infrastruktur perbankan global milik Standard Chartered dengan likuiditas aset digital dari B2C2 di pasar spot dan opsi.

Dilaporkan Bitcoin Magazine, dalam kerja sama tersebut, B2C2 akan memberikan klien institusionalnya, termasuk manajer aset, hedge fund, perusahaan korporasi, hingga family office—akses langsung ke jaringan perbankan dan layanan penyelesaian (settlement) milik Standard Chartered. Integrasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih efisien dengan menggabungkan layanan perbankan teregulasi dan likuiditas kripto tingkat institusi.

Langkah ini mencerminkan tren adopsi institusional terhadap aset digital yang semakin meningkat, khususnya di kawasan Asia. Seiring bertambahnya permintaan terhadap akses kripto yang teregulasi, kemitraan antara bank besar dan perusahaan aset digital dinilai mampu mengurangi hambatan transaksi fiat-ke-kripto serta mempercepat proses penyelesaian.

Baca Juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Luke Boland, Head of Fintech Asia di Standard Chartered, menyebut kolaborasi ini memungkinkan konektivitas pasar yang teregulasi dan terukur tanpa mengorbankan eksekusi maupun manajemen risiko. Sementara itu, CEO Grup B2C2 Thomas Restout menilai jangkauan global dan kredibilitas regulasi Standard Chartered menjadikannya mitra strategis ideal untuk memperluas akses institusi ke pasar digital.

Melalui kemitraan ini, investor institusional dapat mengelola transaksi fiat dan aset digital secara lebih efisien dalam satu ekosistem yang terintegrasi. B2C2 sendiri dikenal sebagai penyedia likuiditas kripto bagi institusi global, sedangkan Standard Chartered memiliki jaringan kuat di Asia, Eropa, dan Timur Tengah dalam layanan transaksi lintas negara dan akses pasar.

Sebelumnya pada Mei 2025, Standard Chartered mengumumkan ekspansi layanan aset digital teregulasi untuk klien institusional. Bank tersebut kini telah meluncurkan perdagangan spot Bitcoin melalui cabang Inggrisnya, terintegrasi dengan platform FX yang ada serta menawarkan fleksibilitas dalam settlement dan kustodian.

Kemitraan terbaru ini dinilai memperkuat jembatan antara keuangan tradisional dan pasar kripto, sekaligus menegaskan posisi aset digital yang semakin terintegrasi dalam sistem keuangan arus utama.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kolaborasi ini memperdalam jembatan antara perbankan tradisional (TradFi) dan pasar kripto, memberikan jalur masuk yang aman dan teregulasi (regulated on-ramp) bagi institusi besar yang sebelumnya ragu karena masalah likuiditas dan kepatuhan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Leverage XRP Rontok! Open Interest Anjlok ke Level Terendah Sejak 2024

Pasar derivatif XRP menunjukkan tanda pelemahan leverage setelah data terbaru mencatat open interest (OI) XRP di seluruh exchange turun ke level terendah sejak 2024. Total open interest kini berada di kisaran 902 juta, jauh lebih rendah dibanding puncak tahun 2025 ketika angka tersebut sempat menembus 2,5 hingga 3,0 miliar.

Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini mencerminkan perubahan besar dalam struktur pasar XRP, terutama karena kontraksi terjadi secara merata di berbagai platform perdagangan. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar mengurangi eksposur leverage secara luas, bukan sekadar memindahkan likuiditas antar exchange.

Open Interest Kontrak XRP

Di Binance, open interest kontrak XRP dilaporkan turun ke sekitar 458 juta. Meski angka ini masih berada di atas level pada Desember lalu, tren penurunan tetap terlihat jelas dan sejalan dengan pelemahan open interest di platform lain. Data ini memperkuat sinyal bahwa pasar derivatif XRP sedang mengalami fase deleveraging.

Secara historis, periode penurunan open interest seperti ini kerap diikuti oleh fase konsolidasi harga atau pembentukan support baru. Dengan berkurangnya posisi spekulatif berleverage tinggi, volatilitas ekstrem dapat mereda, meski pasar juga cenderung bergerak lebih lambat dalam jangka pendek.

Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Analisis Momentum Harga

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Analis menilai, jika open interest kembali meningkat di kemudian hari dan didukung oleh perbaikan momentum harga, hal tersebut bisa menjadi indikator awal munculnya tren baru. Namun, selama open interest masih melemah, pasar diperkirakan tetap berada dalam fase penyesuaian.

Penurunan open interest XRP ke level terendah sejak 2024 menandakan adanya proses “pembersihan pasar” dari posisi leverage berisiko tinggi. Meski kondisi terlihat lebih tenang, fase ini dinilai dapat menjadi dasar bagi pergerakan yang lebih stabil ke depan, dengan manajemen risiko tetap menjadi faktor penting bagi trader di tahap berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan OI drastis seringkali menjadi indikator reset pasar. Hilangnya leverage berlebih menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk pembentukan harga dasar baru meskipun harga sedang tertekan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Gelombang posisi short di pasar kripto saat ini tercatat sebagai yang paling ekstrem sejak Agustus 2024, menurut data agregat funding rate dari berbagai exchange. Periode tersebut sebelumnya menandai titik dasar (major bottom) Bitcoin sebelum reli besar terjadi.

Funding rate merupakan mekanisme dalam pasar perpetual futures yang menjaga harga kontrak tetap mendekati harga spot. Jika funding rate bernilai negatif, trader short membayar trader long. Sebaliknya, jika positif, trader long membayar short. Ketika funding rate agregat jatuh jauh ke zona negatif, hal itu menandakan pasar secara luas bertaruh pada penurunan harga lebih lanjut.

Data “Funding Rates Aggregated By Exchange” yang menggabungkan informasi dari sejumlah platform utama menunjukkan bahwa tekanan short saat ini terjadi secara luas, bukan hanya di satu exchange. Metrik ini merata-ratakan funding rate dari berbagai bursa untuk melihat apakah pasar secara keseluruhan condong ke posisi long atau short.

Situasi serupa pernah terjadi pada Agustus 2024. Saat itu, funding rate juga berada di zona negatif ekstrem karena mayoritas trader memperkirakan harga akan terus turun. Namun, pasar justru berbalik arah. Likuidasi besar-besaran posisi short yang terlalu padat memicu lonjakan harga, dan Bitcoin naik sekitar 83% dalam empat bulan berikutnya.

Pendalaman funding rate negatif biasanya mencerminkan crowded short trade. Banyak posisi short dibuka menggunakan leverage, sehingga jika harga bergerak naik, kerugian dapat membesar dengan cepat. Ketika kerugian mencapai ambang tertentu, sistem exchange secara otomatis menutup posisi tersebut. Penutupan paksa ini menciptakan efek short squeeze, di mana pembelian mendadak dari likuidasi mendorong harga naik lebih cepat.

Gelombang Likuidasi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kondisi ini juga mengingatkan pada peristiwa 10 Oktober 2025, ketika gelombang likuidasi long di Binance menekan harga Bitcoin. Setelah penurunan tajam tersebut, banyak trader beralih ke posisi short dengan keyakinan bahwa tren turun akan berlanjut. Ketidakseimbangan itu tercermin dalam funding rate dan menjadi sinyal potensi volatilitas lanjutan.

Meski demikian, funding rate negatif ekstrem tidak menjamin reli instan. Lingkungan pasar saat ini masih ditandai sentimen lemah dan kehati-hatian investor. Namun, posisi short yang sangat padat meningkatkan risiko terjadinya volatilitas ke atas jika harga mulai bergerak naik dan memicu likuidasi berantai.

Dengan tekanan posisi yang berat di satu sisi, pasar kini berada dalam fase berisiko tinggi, di mana perubahan arah harga dapat terjadi secara cepat. Pelaku pasar diimbau untuk tetap disiplin dan menghindari keputusan emosional di tengah kondisi volatil yang masih berlangsung.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, funding rate yang sangat negatif sering kali menjadi indikator bottom lokal yang mendahului short squeeze masif.

“Kondisi ini menciptakan ‘bahan bakar’ untuk pembalikan harga yang cepat jika para short seller dipaksa menutup posisi mereka (liquidated). Investor disarankan tetap sabar dan menghindari keputusan emosional di tengah volatilitas ini,” analisisnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

NEAR Turun ke $1,03, Nansen Rilis Fitur Pelacakan Wallet dan Token

Platform analitik on-chain Nansen resmi menghadirkan dukungan untuk NEAR Protocol, membuka akses penuh terhadap data wallet dan token di jaringan tersebut. Integrasi ini memungkinkan pengguna memantau aktivitas on-chain NEAR dengan visibilitas yang lebih mendalam melalui berbagai fitur unggulan Nansen.

Dengan kehadiran analitik NEAR di Nansen, pengguna kini dapat mengakses data lintas token dan dompet secara lebih terstruktur. Nansen menyebut pembaruan ini menghadirkan lebih banyak sinyal dan mengurangi noise, membantu investor maupun analis memahami pergerakan dana di jaringan NEAR secara lebih akurat.

Fitur Utama NEAR

Beberapa fitur utama yang kini tersedia untuk NEAR meliputi Nansen Profiler, Token God Mode, Wallet Profiler for Tokens, Profiler + Token God Mode API, serta Nansen Agent.

Melalui fitur Nansen Profiler, pengguna dapat memeriksa dompet tertentu untuk melihat saldo wallet, daftar counterparty, hingga riwayat transaksi. Fitur ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang pergerakan dana suatu alamat di jaringan.

Sementara itu, Token God Mode memungkinkan pelacakan pemegang token, arus masuk dan keluar (inflows dan outflows), serta distribusi suplai secara real-time. Pengguna dapat memantau pola akumulasi dan distribusi tanpa perlu melakukan analisis manual yang kompleks.

Fitur Wallet Profiler for Tokens juga memungkinkan pengguna memilih kombinasi wallet dan token tertentu untuk melihat aktivitas detail seperti pembelian dan penjualan, rata-rata harga beli/jual, serta profit dan loss (PnL) baik yang sudah terealisasi maupun belum.

Baca juga: Token Modular Mulai Naik! NEAR 2.34 Dolar & TIA 0.75 Dolar Jadi Sorotan

Analisis Harga NEAR

Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Integrasi ini hadir di tengah kondisi pasar NEAR yang masih berfluktuasi. Token NEAR diperdagangkan di kisaran $1,03 dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,34 miliar dan volume perdagangan harian lebih dari $126 juta. Dalam 30 hari terakhir, harga NEAR tercatat mengalami tekanan, meski dalam sepekan terakhir menunjukkan pemulihan terbatas.

Dengan dukungan analitik dari Nansen, ekosistem NEAR kini mendapatkan alat tambahan untuk meningkatkan transparansi dan pemantauan aktivitas on-chain, yang dinilai dapat membantu pelaku pasar dalam mengambil keputusan berbasis data.

Menurut Tim Research Tokocrypto, visibilitas on-chain adalah kunci adopsi institusional. Masuknya NEAR ke radar Nansen mengurangi hambatan informasi bagi investor besar, berpotensi meningkatkan likuiditas dan kepercayaan terhadap fundamental jaringan.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

Aster mengumumkan kebijakan baru dengan memangkas biaya maker menjadi 0% di seluruh market yang tersedia di platformnya. Kebijakan ini akan berlaku mulai 2 Februari pukul 12.00 UTC dan diterapkan tanpa persyaratan volume transaksi.

Langkah tersebut berarti pengguna yang menyediakan likuiditas di pasar Aster tidak lagi dikenakan biaya transaksi. Aster menyatakan bahwa kebijakan ini berlaku untuk semua market, sehingga setiap trader yang menempatkan order maker bisa bertransaksi tanpa membayar biaya tambahan.

0% Maker Fee Berlaku Tanpa Syarat Volume

Dalam pengumumannya, Aster menegaskan bahwa kebijakan 0% maker fee tidak memerlukan syarat tertentu, termasuk batas minimal volume perdagangan. Dengan skema ini, pengguna ritel maupun institusi dapat menikmati keuntungan yang sama selama mereka berperan sebagai penyedia likuiditas.

Aster menekankan bahwa setiap pihak yang menambah kedalaman pasar atau memasang order di order book tidak perlu membayar biaya, karena seluruh biaya maker telah dihapus sepenuhnya.

Dorong Likuiditas dan Persaingan Bursa Kripto

Kebijakan penghapusan maker fee dinilai dapat meningkatkan aktivitas perdagangan serta mendorong pertumbuhan likuiditas di platform. Dengan biaya maker nol, spread harga berpotensi menjadi lebih rapat, sementara order book bisa menjadi lebih dalam karena semakin banyak pengguna terdorong untuk memasang order.

Langkah ini juga mencerminkan strategi kompetitif di tengah persaingan bursa kripto global yang semakin ketat, di mana penurunan biaya menjadi salah satu cara utama untuk menarik pengguna dan meningkatkan volume transaksi.

Harga ASTER Bergerak di Kisaran $0,70

Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi pasar, token Aster (ASTER) tercatat diperdagangkan di sekitar $0,705 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,75 miliar. Volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $103,81 juta.

Meski mengalami penurunan sekitar 2,8% dalam 24 jam terakhir, ASTER masih mencatat kenaikan sekitar 7,3% dalam sepekan terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ‘Zero-Fee’ ini adalah strategi agresif untuk menyedot likuiditas dan market maker dari kompetitor.

“Bagi token ASTER, ini bisa menjadi katalis bullish jangka pendek karena peningkatan volume platform, namun perlu dipantau dampaknya terhadap revenue jangka panjang,” jelasnya.

Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain

Industri kripto kembali memasuki babak baru setelah Coinbase melalui Coinbase Developer Platform resmi memperkenalkan fitur revolusioner bernama Agentic Wallets.

Menurut laporan Cointelegraph, inovasi ini memungkinkan agen AI otonom memiliki dompet kripto sendiri, mengelola dana, serta melakukan transaksi onchain tanpa input langsung dari manusia.

Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam konvergensi antara kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain, membuka jalan menuju ekonomi mesin-ke-mesin (machine-to-machine economy) yang sepenuhnya terdesentralisasi.

Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

Mengenal Agentic Wallets

Agentic Wallets adalah infrastruktur dompet kripto yang dirancang khusus untuk agen AI.

Berbeda dengan dompet kripto tradisional yang memerlukan kontrol manual manusia, fitur ini memungkinkan sistem AI untuk melakukan berbagai tugas.

Sebut saja mengirim dan menerima aset kripto; membayar layanan digital secara otomatis; melakukan perdagangan aset; mengelola portofolio secara mandiri; hingga berinteraksi langsung dengan smart contract.

Dengan kata lain, AI kini tidak hanya mampu mengambil keputusan berbasis data, tetapi juga memiliki kemampuan finansial untuk mengeksekusi keputusan tersebut secara langsung di blockchain.

Konsep ini sering disebut sebagai “AI with a wallet”, AI yang memiliki identitas finansial digital sendiri.

Menuju Ekonomi Mesin-ke-Mesin

Peluncuran Agentic Wallets berpotensi mempercepat lahirnya ekosistem machine-to-machine economy.

Dalam skenario ini, agen digital dapat membayar API atau layanan komputasi, menyewa storage terdesentralisasi, membeli data untuk analisis, dan melakukan settlement otomatis antar sistem.

Tim Research Tokocrypto menilai inovasi ini sebagai langkah signifikan.

“Peluncuran ini menandai konvergensi nyata antara AI dan Crypto. Dengan memberi agen AI kemampuan finansial otonom (AI with a wallet), Coinbase memfasilitasi masa depan di mana agen digital dapat membayar layanan, berdagang, dan mengelola aset secara independen, menciptakan utilitas baru bagi infrastruktur blockchain,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Integrasi AI dan blockchain selama ini masih terbatas pada analitik atau otomatisasi trading berbasis algoritma. Namun dengan Agentic Wallets, AI kini menjadi entitas ekonomi aktif dalam jaringan kripto.

Dampak bagi Ekosistem Blockchain

Langkah Coinbase ini dapat membawa sejumlah implikasi besar bagi industri kripto:

1. Peningkatan Aktivitas Onchain

Jika agen AI mulai bertransaksi secara mandiri, volume transaksi onchain berpotensi meningkat signifikan. Aktivitas ini dapat mendorong pertumbuhan jaringan layer-1 maupun layer-2.

2. Utilitas Baru untuk Smart Contract

AI dapat berinteraksi langsung dengan protokol DeFi, NFT, atau DAO, menciptakan model penggunaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

3. Transformasi Model Bisnis Digital

Bayangkan agen AI yang mengelola kampanye pemasaran, membayar iklan secara otomatis, atau melakukan arbitrase harga lintas platform tanpa campur tangan manusia. Semua ini dapat berjalan 24/7 tanpa jeda.

4. Tantangan Regulasi dan Keamanan

Di sisi lain, muncul pertanyaan terkait tanggung jawab hukum dan keamanan. Siapa yang bertanggung jawab jika agen AI melakukan transaksi yang merugikan? Bagaimana mekanisme kontrol dan auditnya?

Isu ini diperkirakan akan menjadi perhatian regulator di berbagai negara.

Konvergensi AI dan Kripto Semakin Nyata

Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggabungan AI dan kripto semakin menguat.

Berbagai proyek mencoba menghadirkan AI terdesentralisasi, marketplace data berbasis blockchain, hingga autonomous agents dalam ekosistem Web3.

Namun langkah Coinbase memiliki bobot tersendiri karena perusahaan ini merupakan salah satu bursa kripto terbesar dan paling teregulasi di dunia.

Dengan infrastruktur yang matang dan basis pengguna global, implementasi Agentic Wallets berpotensi mempercepat adopsi konsep ekonomi digital otonom.

Inovasi ini juga dapat meningkatkan relevansi blockchain sebagai infrastruktur keuangan untuk sistem AI generatif, autonomous agents, dan robotika di masa depan.

Masa Depan: AI sebagai Entitas Ekonomi Digital

Jika adopsi berjalan sesuai rencana, kita mungkin akan memasuki AI-driven economy, di mana agen digital menghasilkan pendapatan, dan mengelola kas operasional.

Selain itu, agen digital berbasis AI ini juga diberi kewenangan untuk membayar biaya komputasi, berinvestasi dalam protokol DeFi, atau bahkan berpartisipasi dalam governance DAO.

Blockchain menyediakan transparansi dan finalitas transaksi, sementara AI menyediakan kecerdasan dan otonomi pengambilan keputusan.

Kombinasi keduanya berpotensi menciptakan sistem ekonomi baru yang sepenuhnya otomatis.

Baca Juga: Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah

Peluncuran Agentic Wallets oleh Coinbase menjadi sinyal kuat bahwa integrasi AI dan kripto bukan lagi sekadar narasi, melainkan realitas yang mulai diimplementasikan.

Dengan memungkinkan agen AI memiliki dompet kripto dan bertransaksi secara mandiri, Coinbase membuka jalan menuju era baru ekonomi mesin-ke-mesin di blockchain. Jika berhasil diadopsi secara luas, inovasi ini dapat mengubah cara sistem digital berinteraksi, bertransaksi, dan menciptakan nilai di masa depan Web3.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Inggris Tunjuk HSBC Kelola Pilot Obligasi Negara Digital (DIGIT)

Pemerintah Inggris resmi mengambil langkah besar dalam transformasi keuangan digital.

Sebagaimana dilansir dari Cointelegraph, Departemen Keuangan Inggris menunjuk HSBC melalui platform blockchain miliknya, Orion, untuk mengelola pilot obligasi negara digital pertama yang diberi nama DIGIT.

Proyek ini bertujuan untuk mendigitalisasi obligasi pemerintah Inggris (gilt) tradisional dengan memanfaatkan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger technology/DLT).

Inisiatif ini menandai babak baru integrasi blockchain dalam infrastruktur pasar modal nasional di negara anggota G7 tersebut.

Apa Itu Proyek DIGIT?

DIGIT merupakan singkatan dari Digital Gilt Instrument Tokenisation, sebuah program percontohan untuk menerbitkan obligasi negara dalam format digital berbasis blockchain.

Dengan menggunakan platform Orion milik HSBC, pemerintah Inggris ingin meningkatkan efisiensi dalam proses penerbitan obligasi, manajemen kepemilikan aset, penyelesaian transaksi (settlement), serta transparansi dan auditabilitas.

Alih-alih menggunakan sistem konvensional yang melibatkan banyak perantara dan proses manual, model digital ini memungkinkan pencatatan kepemilikan secara real-time dan penyelesaian transaksi yang lebih cepat.

Jika berhasil, proyek DIGIT berpotensi menjadi standar baru dalam penerbitan surat utang negara berbasis teknologi blockchain.

Perkuat Ketahanan Ekonomi Digital

Langkah ini bukan sekadar eksperimen laboratorium atau uji coba internal bank. Pemerintah Inggris secara resmi mengintegrasikan blockchain dalam instrumen keuangan publik.

Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai sinyal kuat pergeseran paradigma global.

“Inisiatif ini menandai pergeseran krusial dari sekadar eksperimen internal menjadi adopsi infrastruktur keuangan publik yang nyata oleh negara anggota G7. Keberhasilan pilot ini akan menjadi tolok ukur global bagi negara lain dalam menerapkan teknologi buku besar terdistribusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi digital mereka,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, keputusan Inggris dapat memicu efek domino di negara lain, khususnya di Eropa dan Amerika Utara.

Peran HSBC dan Platform Orion

HSBC dipilih karena telah mengembangkan Orion, sebuah platform blockchain yang dirancang untuk mendukung penerbitan aset digital, termasuk obligasi dan instrumen pasar modal lainnya.

Platform ini memungkinkan tokenisasi surat utang, settlement instan atau near real-time, integrasi dengan sistem keuangan tradisional, hingga kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.

Dengan reputasi global dan infrastruktur yang matang, HSBC dinilai mampu menjembatani kebutuhan antara inovasi teknologi dan kepastian hukum.

Penunjukan ini juga mempertegas bahwa institusi keuangan tradisional semakin serius dalam memanfaatkan blockchain, bukan lagi sebagai tren eksperimental, tetapi sebagai fondasi sistem keuangan masa depan.

Dampak terhadap Pasar Modal Inggris

Digitalisasi gilt berpotensi membawa sejumlah manfaat strategis:

1. Efisiensi Operasional

Proses penerbitan dan settlement obligasi bisa dipangkas dari beberapa hari menjadi hampir instan, mengurangi biaya administrasi dan risiko operasional.

2. Transparansi Lebih Tinggi

DLT memungkinkan pencatatan transaksi yang immutable dan dapat diaudit secara real-time.

3. Likuiditas yang Lebih Baik

Dengan tokenisasi, obligasi dapat diperdagangkan secara lebih fleksibel dan berpotensi menjangkau basis investor yang lebih luas.

4. Daya Saing Global

Langkah ini memperkuat posisi London sebagai salah satu pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi digital.

Tren Global Tokenisasi Aset Negara

Namun perlu diketahui, Inggris bukanlah satu-satunya negara di dunia yang mengeksplorasi tokenisasi aset publik.

Sejumlah negara telah melakukan uji coba obligasi digital, namun skala dan legitimasi proyek DIGIT berbeda karena didukung langsung oleh pemerintah dan dikelola oleh bank global terkemuka.

Tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) kini menjadi salah satu narasi terbesar di industri blockchain.

Obligasi negara digital dipandang sebagai pintu masuk adopsi institusional berskala besar karena instrumen ini memiliki risiko relatif rendah, permintaan investor tinggi, dan kerangka regulasi sudah mapan.

Jika pilot DIGIT sukses, bukan tidak mungkin obligasi negara digital akan menjadi standar baru dalam dekade mendatang.

Tantangan yang Perlu Diperhatikan

Meski menjanjikan, implementasi blockchain di pasar modal tetap menghadapi tantangan.

Dimulai integrasi dengan sistem legacy, kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, keamanan siber, hingga edukasi investor dan pelaku pasar.

Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada koordinasi antara regulator, bank sentral, institusi keuangan, dan penyedia teknologi.

Baca Juga: Penjelasan Tentang Merkle Tree dan Merkle Root

Penunjukan HSBC untuk mengelola pilot obligasi negara digital DIGIT menandai langkah besar Inggris dalam mengadopsi blockchain sebagai infrastruktur keuangan publik.

Ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan implementasi nyata di pasar modal nasional. Jika proyek ini berhasil, Inggris berpotensi menjadi benchmark global dalam tokenisasi surat utang negara.

Transformasi ini dapat mempercepat adopsi blockchain di sektor keuangan tradisional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi digital di era baru teknologi terdistribusi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

CFTC Bentuk Komite Penasihat Inovasi, Digawangi 35 Tokoh Kripto

Regulator pasar derivatif Amerika Serikat, Commodity Futures Trading Commission (CFTC), secara resmi mengumumkan pembentukan Komite Penasihat Inovasi (Innovation Advisory Committee) yang terdiri dari 35 anggota.

Menurut laporan Cointelegraph, komite ini mencakup sejumlah tokoh terkemuka dari industri kripto dan teknologi finansial, termasuk pimpinan perusahaan besar seperti Coinbase, Ripple, Kraken, Polymarket, Robinhood, serta Chainlink Labs.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa regulator AS mulai mengadopsi pendekatan yang lebih kolaboratif terhadap industri aset digital dan inovasi keuangan.

Baca Juga: Pendiri Cardano Optimis! Selig Pimpin CFTC, Apakah Kripto Siap Naik?

Komite Penasihat untuk Era Inovasi Digital

Komite Penasihat Inovasi CFTC dirancang untuk memberikan masukan strategis terkait perkembangan teknologi baru di sektor keuangan.

Beberapa masukan tersebut antara lain aset kripto dan derivatif digital, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), stablecoin dan infrastruktur pembayaran digital, serta integrasi blockchain dalam pasar keuangan tradisional.

Dengan melibatkan pelaku industri secara langsung, CFTC berupaya membangun dialog yang lebih konstruktif antara regulator dan inovator teknologi.

Kehadiran para CEO dan eksekutif perusahaan kripto papan atas menunjukkan bahwa suara industri kini memiliki ruang formal dalam proses konsultasi kebijakan.

Sinyal Pergeseran Regulasi di AS

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kripto di Amerika Serikat menghadapi ketidakpastian regulasi dan berbagai tindakan penegakan hukum dari sejumlah lembaga.

Namun pembentukan komite ini mengindikasikan perubahan pendekatan.

Tim Research Tokocrypto menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis menuju regulasi yang lebih seimbang.

“Keikutsertaan tokoh-tokoh kunci industri dalam komite penasihat pemerintah ini menandakan pergeseran besar menuju lingkungan regulasi yang lebih kolaboratif di AS. Langkah ini menunjukkan kesediaan regulator untuk berdialog guna mendorong inovasi yang bertanggung jawab sambil tetap menangani kekhawatiran regulasi,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pendekatan kolaboratif ini dapat mengurangi gesekan antara regulator dan perusahaan kripto, sekaligus mempercepat lahirnya kebijakan yang lebih jelas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dampak bagi Industri Kripto

Pembentukan komite ini berpotensi membawa sejumlah dampak signifikan:

1. Kepastian Regulasi Lebih Baik

Keterlibatan pelaku industri dalam diskusi kebijakan memungkinkan regulator memahami model bisnis dan risiko teknologi secara lebih mendalam.

2. Inovasi Lebih Terarah

Dengan dialog yang terbuka, inovasi dapat berkembang dalam kerangka hukum yang lebih jelas, mengurangi risiko tindakan penegakan hukum mendadak.

3. Peningkatan Kepercayaan Investor

Kolaborasi regulator dan industri dapat meningkatkan kepercayaan institusional terhadap pasar kripto AS.

4. Standar Global Baru

Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, kebijakan AS sering menjadi referensi global. Jika model kolaboratif ini sukses, negara lain berpotensi mengadopsi pendekatan serupa.

Siapa Saja yang Terlibat?

Komite ini diisi oleh kombinasi regulator, akademisi, dan pelaku industri.

Kehadiran pimpinan dari bursa kripto besar, perusahaan blockchain, hingga platform prediksi menunjukkan bahwa spektrum diskusi akan mencakup berbagai aspek ekosistem Web3.

Partisipasi eksekutif dari perusahaan seperti Coinbase dan Kraken mencerminkan peran sentral bursa dalam ekosistem derivatif kripto.

Sementara keterlibatan Ripple dan Chainlink Labs menandakan fokus pada infrastruktur blockchain dan interoperabilitas data.

Di sisi lain, kehadiran Robinhood dan Polymarket menunjukkan perhatian terhadap model bisnis ritel dan pasar prediksi yang semakin berkembang.

Tantangan yang Masih Mengemuka

Meski menjadi langkah positif, pembentukan komite tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan regulasi kripto di AS.

Beberapa isu krusial tetap menjadi perdebatan, seperti klasifikasi token sebagai sekuritas atau komoditas, regulasi stablecoin, pengawasan platform DeFi, hingga perlindungan konsumen dan manajemen risiko.

Keberhasilan komite ini akan sangat bergantung pada efektivitas dialog dan sejauh mana rekomendasinya diimplementasikan dalam kebijakan nyata.

Baca Juga: Tether Didenda 41 US Dollar Oleh CFTC

Pembentukan Komite Penasihat Inovasi oleh CFTC menjadi tonggak penting dalam evolusi regulasi kripto di Amerika Serikat.

Dengan melibatkan 35 tokoh industri papan atas, regulator menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem yang lebih transparan, kolaboratif, dan inovatif.

Bagi industri kripto, ini adalah peluang untuk berkontribusi langsung dalam pembentukan kebijakan yang akan menentukan masa depan pasar aset digital di AS.

Jika sinergi ini berjalan efektif, bukan tidak mungkin Amerika Serikat kembali menjadi pusat inovasi kripto global dengan kerangka regulasi yang lebih jelas dan kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com