Tag Archives: kripto

Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

Kondisi market kripto terbilang masih mendung dan belum bergerak melaju tinggi. Meski begitu, terdapat beberapa kripto yang sukses menjadi bintang panggung pada pekan ini, termasuk Terra Classic (LUNC).

Dua kripto dalam ekosistem jaringan Terra yakni Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA) masing-masing sempat sukses meroket 52,86% dan 15,44% dalam sehari terakhir. LUNC bahkan mencatat pertumbuhan besar-besaran 160% selama tujuh hari.

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, investor LUNC akan gaga sebagai token, setelah perjuangan selama berbulan-bulan, akhirnya mendapatkan momentum kenaikan. Salah satu faktor meroketnya nilai LUNC dan LUNA kian moncer setelah sirkulasi koinnya di pasaran semakin susut.

“Hal ini terjadi pasca jaringan Terra telah memungkinkan penggunanya untuk melakukan aksi staking melalui upgrade jaringan versi 22. Aksi staking yang menawarkan imbal hasil 37,8% per tahun ini sukses menambah jumlah token LUNC yang di-staking sebesar 120% dalam tiga hari setelah upgrade jaringan,” kata Nathan.

Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

Baca juga: Wamendag Sebut Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

Sirkulasi LUNC juga mengetat setelah jaringan kian getol membakar koin tersebut. Data LUNC burner menunjukkan sebanyak 3 miliar keping LUNC telah dienyahkan dari jaringan Terra Classic.

Volume Dagang LUNC Meningkat

Kenaikan harga baru-baru ini juga didukung oleh volume besar, yang agak memvalidasi uptrend, semakin meningkatkan kemungkinan LUNC mengikuti tren serupa di depan.

Menurut data Santiment, meski harga melonjak, volumenya juga meningkat hingga mencapai tertinggi 1,5 miliar pada 1 September lalu. Dengan demikian, menandai awal yang menjanjikan untuk LUNC pada bulan ini.

Semua metrik dan indikator pasar menunjuk ke arah yang sama bahwa LUNC mungkin naik lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang, membawa kegembiraan bagi para investornya.

Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

Baca juga: TokoMall Dukung NFT Bira, Bangun Ekosistem Web3 Perspektif Baru

LUNC Diprediksi Tidak Bisa Capai Harga US$ 1

Michaël van de Poppe, seorang analis aset kripto terkenal dan pendiri Eight Global, telah menghancurkan harapan investor Terra Luna Classic (LUNC), yang mengharapkan harga koin mencapai US$ 1 lagi.

Dalam tweet baru-baru ini, Poppe mengatakan investor LUNC tidak akan pernah melihat harga LUNC di US$ 1 lagi, meskipun ada reli koin besar-besaran baru-baru ini.

“Saya memiliki 3.000.000 LUNC yang dibeli di bagian paling bawah. Saya akan mengalami serangan jantung jika mencapai $ 1 lagi,” tulis tweet Poppe.

Menanggapi komentar tersebut, Poppe mengatakan melihat LUNC di US$ 1 “tidak akan pernah terjadi.” Ketika diminta untuk menyatakan alasan prediksinya, dia mendesak pengguna untuk “menggunakan matematika sederhana.”

Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang tinggi. Harap lakukan perdagangan dengan hati-hati dan cermat. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas kerugian perdagangan yang dilakukan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

Ethereum semakin dekat memasuki era baru yang dikenal sebagai The Merge. Vitalik Buterin dan pengembang Ethereum telah mengumumkan proses migrasi jaringan blockchan ETH yang Proof-of-Work (PoW) menjadi Proof-of-Stake (PoS) akan terjadi pada 15 atau 16 September mendatang.

Dampak dari migrasi tersebut tidak hanya terjadi pada nilai ETH saja, tetapi ada aset kripto lain yang mungkin terkena imbas positifnya. Apa saja aset kripto tersebut?

FX Street melaporkan transisi Ethereum ke proof-of-stake telah memicu reli di Lido Dao (LDO), Ethereum Classic (ETC) dan Optimism (OP). Analis sedang mengevaluasi berapa lama reli harga yang didukung oleh The Merge Ethereum akan bertahan untuk tiga kripto tersebut.

Selain itu, permintaan untuk layanan staking Ethereum diperkirakan akan meningkat setelah berhasil menyelesaikan migrasi.

Baca juga: Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Potensi Reli Harga

Lido DAO (LDO), Ethereum Classic (ETC) dan Optimisme (OP) bisa dapat keuntungan dari The Merge Ethereum. Ketiga kripto itu telah membukukan keuntungan besar dalam dua minggu terakhir, menunggangi kesuksesan ETH.

Testnet Goerli yang sukses memicu sentimen bullish di antara pemegang Ethereum mengenai hasil The Merge. Ini berdampak positif pada harga jaringan PoW Ethereum Classic (ETC).

Buterin mendukung jaringan ETC dan merekomendasikan pengguna atau peserta jaringan yang lebih memilih mekanisme proof-of-work untuk pindah. Pengembang ETC mengkritik proposal untuk memotong rantai Ethereum dan menulis surat terbuka, meminta peserta jaringan di rantai ETH untuk menahan diri dari proof-of-work.

Lido DAO (LDO)

Lantas, bagaimana harga Lido DAO (LDO) bisa ikut reli? Lido DAO adalah layanan staking terkemuka dalam hal Total Value Locked (TVL) di dalam smart contract resmi The Merge. Lido telah menuangkan 4,15 juta ETH dalam kontrak ETH2 dan mempertaruhkan hampir 1,55 juta ETH atas nama klien mereka.

Lido Dao (LDO)
Ilustrasi aset kripto Lido Dao (LDO).

Baca juga: Indonesia Alami Pertumbuhan Jumlah Pekerja di Industri Blockchain

Oleh karena itu Lido DAO membukukan kenaikan hampir 15% dalam dua minggu terakhir. LDO saat ini mengalami penurunan, membukukan kerugian hampir dua digit semalam. Namun, kemungkinan besar akan kembali bullish.

Ethereum Classic (ETC)

Dengan mekanisme konsensus proof-of-work, Ethereum Classic telah menarik perhatian banyak orang dalam beberapa minggu terakhir dengan The Merge semakin dekat. Rekomendasi Vitalik Buterin dan infrastruktur yang berkembang di ETC menjadikannya favorit investor. ETC membukukan kenaikan 20,6% selama seminggu terakhir.

Jaringan PoW saat ini menjadi tempat perlindungan bagi para penambang di jaringan Ethereum. Saat The Merge semakin dekat, kemungkinan besar peristiwa tersebut akan diperhitungkan, oleh karena itu reli mungkin tidak begitu berkelanjutan. Namun, kemungkinan tren naik yang berkelanjutan tetap tinggi mengingat penambang memiliki opsi untuk bermigrasi ke ETC.

Optimism (OP)

Optimism (OP) menawarkan keuntungan bagi pemegang Optimism, layanan roll-up Ethereum yang mengumpulkan data transaksi massal, telah membukukan kenaikan 10% selama dua minggu terakhir. Solusi jaringan blockchain layer-2 dapat mengambil manfaat dari roadmap Ethereum yang sebagian besar bersifat roll-up centric untuk skalabilitas dan efisiensi.

Optimism (OP)
Ilustrasi aset kripto, Optimism (OP).

Baca juga: Bahaya! Ini Alasan Kenapa Autentikasi SMS Bisa Bikin Akun Kripto Bobol

Harga OP menawarkan kepada pemegang 250% keuntungan sejak pengumuman transisi Ethereum ke proof-of-stake. Analis telah menetapkan target bullish US$ 2.245 untuk harga OP. Karena harga OP melewati level US$ 1,54, altcoin diatur untuk melambung lebih tinggi dan reli menuju US$ 2.245 dalam tren naiknya.

Pengembang di Jaringan Ethereum mengharapkan tidak ada penundaan lebih lanjut dalam The Merge. Penggabungan diharapkan akan terjadi pada 19 September 2022. Harga Ethereum melonjak sebagai tanggapan atas pengumuman tersebut, naik menuju target US$ 2.000. ETH mencapai level tertinggi dalam dua bulan, setelah pembaruan Goerli.

Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang tinggi. Harap lakukan perdagangan dengan hati-hati dan cermat. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas kerugian perdagangan yang dilakukan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

Potensi teknologi Web3 telah melihat gelombang pertumbuhan yang besar selama dua tahun terakhir. Banyak startup blockchain yang fokus pada pengembangan proyek Web3, NFT hingga kripto sebagai ide bisnisnya. 

Menariknya pembahasan Web3 menjadi topik utama dalam acara “Web3 Community Meetup 2022” yang diselenggarakan di T-Hub by Tokocrypto Bali. Salah satu yang menjadi pembicara dalam acara yang digelar pada 26 Agustus 2022 lalu itu adalah Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

Menurut pria yang akrab disapa Manda ini, melihat perkembangan Web3 di Indonesia masih relatif baru. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk memaksimalkan potensi dari Web3 untuk pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

“Meskipun permintaan besar, pengembang Web3 kekurangan pasokan talenta. Konsep Web3 masih merupakan ide yang relatif baru dan dikenalkan sejak tahun 2014. Tidak terlalu banyak mata kuliah yang mengajarkan blockchain, apalagi materi tentang konsep di dalamnya. Ini hanyalah salah satu dari sedikit alasan yang mendorong kami untuk membuat ekosistem yang diarahkan untuk pengembangan talenta di Web3,” kata Manda.

Acara "Web3 Community Meetup 2022" di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.
Acara “Web3 Community Meetup 2022” di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: TokoMall Dukung NFT Bira, Bangun Ekosistem Web3 Perspektif Baru

Manda yakin Web3 bersama teknologi blockchain, kripto hingga NFT memiliki prospek menciptakan nilai tambah lebih bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Terlebih, Indonesia merupakan negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan potensi valuasi nilai ekonomi digitalnya bisa mencapai Rp 4.531 triliun pada 2030.

“Salah satu langkah pertama dalam pengembangan Web3 adalah membangun ekosistem yang solid dari hulu ke hilir. Dari sisi pengembangan talenta, regulasi hingga menuju ke industri itu sendiri. Saat ini sudah banyak startup lokal yang fokus dalam pengembangan bisnis di Web3 dan blockchain,” jelasnya.

Exchange Kripto Sebagai Gateway Dunia Web3

Meskipun situasi market sedang lesu, potensi industri kripto dan blockchain masih sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan besar yang mulai meramaikan industri blockchain, seperti yang dilakukan GoTo yang mengakuisisi salah satu Calon Pedagang Aset Kripto di Indonesia.

Secara terpisah, Manda melihat aksi korporasi tersebut menjadi salah satu bukti yang menunjukkan industri aset kripto di Indonesia, masih akan terus tumbuh dan memiliki peluang untuk pengembangan bisnis, serta membangun ekosistem yang lebih maju ke depannya. 

“Saya meyakini ini bukan aksi korporasi terakhir, kita mungkin bisa saja melihat hal yang serupa di masa mendatang, di mana banyak perusahaan atau institusi masuk untuk mengembangkan bisnisnya di industri kripto maupun blockchain. Exchange kripto ini sebagai gateway atau pintu masuk untuk potensi pemanfaatan ekosistem blockchain, Web3, metaverse, NFT dan lainnya.” tuturnya.

Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022
Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Menkominfo Dorong Pemanfaatan Teknologi Web3 di Indonesia

Potensi Industri Aset Kripto Indonesia

Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juli 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

Industri aset kripto ini bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain. Kemudian, sudah banyak masyarakat Indonesia yang terbantu pemulihan ekonominya dengan investasi aset kripto.

Keterbukaan pemerintah juga menjadi momentum baik untuk pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Indonesia menjadi negara yang memiliki regulasi cukup baik untuk mewadahi transaksi perdagangan kripto yang dianggap sebagai komoditi. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Harga Bensin Naik, Kripto Ikut Kuat

Pergerakan market aset kripto pada Senin (5/9) pagi tampak optimis. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau naik tipis ke zona hijau, di saat harga bensin juga sudah melonjak sejak hari Sabtu (2/9) lalu.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 0,17% ke US$ 19.848 dalam sehari terakhir. Ethereum (ETH) juga melonjak 1,03% ke US$ 1.572 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kembalinya market kripto ke zona hijau pada awal pekan ini, mungkin disebabkan oleh mulai bergairahnya investor untuk melakukan akumulasi, pasca penurunan yang terjadi pada akhir pekan lalu. Selain itu investor mulai percaya diri setelah mencerna data ekonomi baru yang cukup penting, yaitu laporan ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll).

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: TokoMall dan Grid Network Rilis Koleksi Gajah Monster NFT di Otobursa Tumplek Blek 2022

“Laporan itu menjadi sentimen positif untuk market tingkat pengangguran di AS naik menjadi 3,7%, tapi penyerapan tenaga kerja baru sepanjang Agustus juga cukup besar 315.000 pekerjaan. Pengumuman itu pun direspon positif oleh market kripto dan saham. Bitcoin dan beberapa altcoin mengalami pumping secara serentak. Namun, setelahnya harga kripto kembali turun,” kata Afid.

Market Kripto Masih Sideways

Afid melanjutkan, meski performa aset kripto membaik di Senin pagi, namun pergerakan sejatinya masih sideways. Jika dibanding sepekan sebelumnya, misalnya Bitcoin masih diperdagangkan di bawah US$ 20.000. Hal ini menandakan bahwa ada tekanan kuat baik dari sisi jual maupun beli.

Sementara dari sisi makroekonomi, investor sepertinya mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin setelah kemampuan penyerapan tenaga kerja AS masih kuat di Agustus.

“Di saat bersamaan, investor juga terlihat antusias menanti dua peristiwa penting di jaringan Ethereum dan Cardano, yang dijadwalkan terjadi pada September,” ungkap Afid.

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

Rencananya, pembaruan jaringan Ethereum, atau yang disebut The Merge, diperkirakan meluncur antara 10-20 September. Sementara itu, Vasil Hard Fork jaringan Cardano juga diharapkan terjadi pada 22 September mendatang.

Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

Sementara dari sisi analisis teknikal, harga Bitcoin dalam beberapa hari ini berada di rentang ketat antara US$ 19.540 hingga US$ 20.576. Hal Iini mengindikasikan bahwa terdapat pelaku pasar yang fokus memborong BTC atau melakukan buy the dip, namun masih belum kuat mengalahkan sentimen market yang belum kondusif.

Target naik BTC saat ini berada pada level US$ 20.359, kembali ke posisi aman di level psikologisnya. “Apabila harga Bitcoin mampu brekaout resistance, maka bisa lanjut naik ke US$ 20.859. Sementara, jika breakdown akan lanjut penurunan dengan target di level US$ 19.313,” proyeksi Afid.

Kemudian, Ethereum level support terdekat berada pada level US$ 1.544. Kemudian, level resistensi di level US$ 1.616 masih menjadi target naik terdekat.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: September Bukan Bulan Baik untuk Harga Kripto?

Menjelang akhir pekan awal September 2022, market aset kripto mulai mengalami pullback. Namun, secara keseluruhan pergerakan market dalam sepekan terakhir masih tergolong sideways.

Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (2/9) pukul 12.00, nilai Bitcoin naik ke zona hijau, 0,67% dengan harga US$ 20.170 selama 24 jam terakhir, tapi tetap anjlok 6,44% dalam sepekan. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) yang digadang-gadang akan memasuki fase bullish jelang The Merge, mulai naik lebih tinggi dari BTC, 2,95% di harga US$ 1.597 selama 24 jam terakhir. Namun, dalam sepekan ETH turun 5,32%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market yang melaju tipis pada Jumat (2/9) pagi ini menandakan optimisme investor untuk melakukan akumulasi. Melihat harga kripto yang anjlok sejak pekan lalu, membuat investor mulai bersemangat mengoleksi aset tersebut.

“Saat ini tampaknya para investor menganggap waktu yang tepat untuk melakukan aksi akumulasi. Terlebih, prospek kripto terbilang cemerlang dalam jangka pendek di awal bulan September ini,” kata Afid.

Afid menambahkan dalam waktu dekat akan ada dua peristiwa yang mungkin memberikan sentimen positif ke market kripto. Pertama, ekosistem Ethereum akan segera melakukan pembaruan jaringan, alias The Merge, yang dilakukan pada tanggal 10-20 September 2022.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

Kedua, ekosistem Cardano pun digadang-gadang akan melakukan upgrade jaringan lebih cepat dari jadwal. Implementasi Vasil Hard Fork atau pembaruan jaringan Cardano sebenarnya bisa menjadi sentimen positif bagi laju harga kripto. 

Namun Afid mengingatkan, bahwa masih ada sentimen negatif yang bisa menghadang laju market kripto. iklim makroekonomi dipandang sedang tidak kondusif, apalagi perilisan data-data ekonomi, seperti inflasi zona Euro, yang melingkupi 19 negara, naik selama sembilan bulan berturut-turut. Pada Agustus ini, angkanya mencapai 9,1% atau naik dari 8,9% dari Juli lalu.

Kemudian, sinyal kenaikan suku bunga acuan The Fed semakin kuat, sehingga bisa saja investor akan buru-buru melepas aset kriptonya demi mengambil untung, ketika market sedang reli singkat.

Di samping itu, nilai indeks Dolar AS (DXY) yang menyentuh level tertingginya dalam 20 tahun kemarin juga masih menekan kinerja aset kripto. Sekadar informasi, laju harga aset kripto punya korelasi negatif dengan pergerakan DXY.

Ilustrasi market kripto.
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Vitalik Buterin Rilis Buku Gagasan di Balik Ethereum

Proteksi Gerak Market Kripto di September

Sementara itu, banyak analis masih meyakini bulan September memiliki rekam jejak yang tidak bersahabat dengan harga kripto, khususnya Bitcoin (BTC). Melihat grafik Bitcoin Monthly Returns, Bitcoin rata-rata turun hampir 6% di bulan September dalam lima tahun terakhir.

Pada saat penulisan, Bitcoin sudah mengalami penurunan 14% pada Agustus lalu yang ditutup pada candle bulanan di level US$ 20.055. Sementara, Bitcoin masih dalam fase bearish dalam jangka pendek.

“Gerak Bitcoin sekarang siap untuk diperdagangkan dalam kisaran level antara US$ 18.000 dan US$ 21.000. Awal September, indeks Fear and Greed Index Bitcoin kembali turun dan retest support di kategori Extreme Fear. Bitcoin Dominance kembali Agustus juga ditutup merah dengan penurunan sebesar 4,46%. Kenaikan dominance dibutuhkan untuk mendongkrak harga dan sentimen pasar pada Bitcoin. Kondisi terbaik terjadi apabila pergerakan harga dan dominasi selaras mengalami kenaikan,” jelas Afid.

Afid menjelaskan menarik untuk melihat perkembang market ke depan, karena bulan September tahun 2022 ini, berbeda dengan adanya peristiwa The Merge dan Vasil Hard fork Cardano. Namun, disisi lain, The Fed pasti akan menaikan suku bunga acuan di rapat FOMC bulan ini.

“Banyak sisi baik dan buruk yang terjadi di September tahun ini. Analis sulit memprediksi gerak kripto menjelang akhir tahun. Kemungkinan besar The Merge Ethereum dan kenaikan suku bunga The Fed akan memainkan peran penting di laju market,” pungkasnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Buterin Rilis Buku Gagasan di Balik Ethereum

Mungkin tidak banyak orang yang tahu, bahwa salah satu pendiri dan penemu Ethereum, Vitalik Buterin juga seorang penulis yang sangat terkenal. Buterin dikabarkan akan segera merilis buku terbarunya setelah The Merge selesai.

Dikutip Cryptotimes, Buterin akan merilis buku yang mempresentasikan kumpulan esai yang telah dia tulis selama sepuluh tahun terakhir dalam sebuah buku berjudul “Proof of Stake -The Making of Ethereum and the Philosophy of Blockchains.”

Buterin mengaet Nathan Schneider sebagai editor bukunya tersebut. Kemudian, buku akan diterbitkan oleh Seven Stories Press. Hasil sebagian penjualan buku ini akan disumbangan untuk badan penelitian terbuka, Gitcoin Grants. Itu merupakan janji Buterin sejak lama.

Pembeli juga dapat menjanjikan donasi, dengan 90% masuk ke Gitcoin Grants dan 10% ke penerbit Seven Stories Press.

Vitalik Buterin akan menerbitkan sebuah buku berjudul “Proof of Stake -The Making of Ethereum and the Philosophy of Blockchains.” Foto: Twitter @VitalikButerin.
Vitalik Buterin akan menerbitkan sebuah buku berjudul “Proof of Stake -The Making of Ethereum and the Philosophy of Blockchains.” Foto: Twitter @VitalikButerin.

Baca juga: Jelang The Merge, Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Beli Ethereum

Vitalik Buterin Rajin Menulis

Vitalik Buterin ternyata cukup rajin dalam hal tulis menulis. Ia diketahui ikut mendirikan Bitcoin Magazine dan menulis whitepaper Ethereum, yang mengusulkan protokol open-source yang mencakup smart contracts, social network, dan sharing economics.

Berbicara tentang buku terbaru Buterin, ini adalah kumpulan esai, termasuk “On Free Speech,” “Prediction Markets: Tales from the Election,” dan “Crypto Cities.” Whitepaper Ethereum juga disertakan sebagai lampiran.

Buku ini akan dirilis pada 27 September, hanya dua minggu setelah The Merge Ethereum selesai dilakukan. The Merge sendiri diperkirakan akan selesai pada 10-20 September mendatang.

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

Buterin mengungkap bukunya akan menerangkan gagasan di balik Ethereum dan menggambarkan visi radikal untuk lebih dari sekadar mata uang digital. “menciptakan kembali organisasi, ekonomi, dan demokrasi itu sendiri di era internet,” tulis sinopsis buku terbaru Buterin tersebut.

“Visi (Vitalik Buterin) telah menjadi seruan. . . perang teknologi untuk meningkatkan akses, transparansi, dan akuntabilitas. . . . Ekonomi baru di mana setiap orang dapat berpartisipasi dengan caranya sendiri,” dikutip Wired.



Sumber : news.tokocrypto.com

Wamendag Sebut Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

Pemerintah Indonesia selangkah lagi bakal meluncurkan bursa kripto atau bursa berjangka pada akhir tahun 2022. Hadirnya bursa kripto sudah dinantikan cukup lama dan peluncurannya terus mengalami penundaan.

Dikutip DealStreetAsia, Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sebelumnya menargetkan peluncuran bursa kripto pada akhir tahun 2021. Kemudian, ditunda hingga kuartal pertama 2022, namun hingga kini nasibnya belum terang benderang.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, menjelaskan penundaan tidak berkaitan dengan masalah yang signifikan. Semua prosedur sudah dijalani dengan baik, namun peluncuran bursa kripto memerlukan banyak persiapan.

“Kami akan memastikan bahwa setiap persyaratan, prosedur, dan langkah-langkah yang diperlukan telah diambil,” kata Jerry saat menghadiri NXC International Summit 2022 di Bali, Rabu (31/08).

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.

Baca juga: Kemendag Dorong Project Aset Kripto Indonesia Bisa Beri Daya Saing

“Ini bukti bahwa kita berhati-hati. Kami tidak ingin terburu-buru karena dapat menyebabkan kami melewatkan sesuatu. Mendirikan sebuah bursa membutuhkan banyak persiapan. Kita perlu melihat entitas mana yang harus masuk bursa. Kedua, kita perlu memvalidasi entitas tersebut. Ketiga, ada model minimal dan persyaratan lain, terkait kustodian penyimpanan, hal-hal teknis.”

Tokocrypto Dukung Pendirian Bursa Kripto

Secara terpisah, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan bursa dapat menjadi katalis bagi seluruh ekositem kripto di Indonesia yang mengarah ke lebih banyak pelaku usaha, lebih banyak komunitas dan minat dari investor internasional.

“Industri akan tumbuh, kami akan mulai melihat lebih banyak proyek lokal,” kata Kai di Bali.

Tokocrypto adalah salah satu dari 25 Calon Pedagang Aset Kripto yang terdaftar resmi di Bappebti. Indonesia tidak mengakui kripto sebagai mata uang, melainkan menjadi komoditas di bawah Kementerian Perdagangan.

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Indonesia Punya Lebih dari 500 Startup Kategori Blockchain

Bappebti mencatat hingga Juli 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun. Sementara, jumlah investor saham per Juli 2022, hanya 4,1 juta.

Kai yakin prospek investasi aset kripto ke depan akan terus tumbuh, ketika market kembali normal dan mungkin mencapai all time high baru. Investasi aset kripto akan kembali bergairah.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendiri Waves Crypto: Manipulasi Pasar Kripto Adalah Tanda Akhir Zaman

Sasha Ivanov, pendiri Waves, sebuah perusahaan blockchain yang memungkinkan pengguna untuk meluncurkan token kripto khusus, mengatakan bahwa otoritas pemerintah perlu mengatur industri kripto untuk menangani manipulasi pasar dan mencegah investor dari proyek yang merugikan.

Ivanov yang pernah bersitegang dengan pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, akibat tuduhan secara ilegal memanipulasi harga proyek kripto, WAVES. Namun, ia membantah tuduhan itu dengan keras.

“Manipulasi pasar kripto adalah tanda akhir zaman. Kita yang berada di ruang (kripto) berharap itu tidak begitu, tapi tetap ada. Orang dengan dana besar dan tingkat kecerdasan tinggi dapat memperoleh keuntungan dengan mengorbankan investor pemula. Resolusi kami adalah regulasi yang adil,” kata Ivanov dikutip Bitcoinist.

 Founder and CEO Waves, Sasha Ivanov. Foto: Getty Images.
Founder and CEO Waves, Sasha Ivanov. Foto: Getty Images.

Baca juga: Mengenal WAVES Coin dan Fiturnya

Lebih lanjut, Ivanov telah menunjuk ke arah peraturan atau regulasi untuk menjaga transparansi dan memastikan perlindungan pengguna.

“Meskipun ini mungkin bukan pendapat yang paling populer, saya yakin kita membutuhkan regulasi untuk melindungi pengguna. Karena itu, kami sangat mendukung untuk menemukan beberapa solusi nyata dan efisien melalui percakapan cerdas dengan regulator.”

Kasus Stablecoin USDN dan WAVES

Stablecoin USDN yang didukung WAVES kehilangan pasaknya dengan dolar AS berkali-kali pada tahun 2022. Terakhir, ia gagal mempertahankan pasaknya dengan dolar AS dan jatuh ke US$ 0,90 pada 26 Agustus.

Saat berbicara tentang bagaimana dia memperbaiki masalah itu dan mengendalikan situasi pada bulan April, ketika nilai USDN anjlok menjadi US$ 0,80, Ivanov menjelaskan bahwa dump terjadi karena enam akun whales meminjam likuiditas Vires Finance secara berlebihan.

Mengenal Waves Coin dan Fiturnya
Ilustrasi aset kripto Waves.

Baca juga: Market Aset Kripto Masih Mendung di Awal September ‘Ceria’

Karena jumlah bunga terus meningkat, menjadi tidak mungkin bagi whales yang kelebihan beban untuk membayar kembali pinjaman. Akibatnya, itu mengganggu harga setiap aset kripto dan kemungkinan WAVES.

“Ini adalah saat saya harus turun tangan untuk mengambil sekitar US$ 500 juta dari hutang buruk ini ke dompet saya sendiri untuk membayarnya secara bertahap. Tidak melakukan hal itu akan membuat akun-akun tersebut dilikuidasi, menciptakan lebih banyak tekanan jual karena kuantitas USDN yang terjual.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Aset Kripto Masih Mendung di Awal September ‘Ceria’

Mengawali bulan September 2022, market aset kripto terpantau masih diselimuti oleh awan mendung. Sejumlah aset kripto big cap atau berkapitalisasi besar kompak terjebak di zona merah.

Melansir CoinMarketCap pada hari Kamis (1/9) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin turun tipis 0,69% ke level US 20.176 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum juga turun lebih dalam 1,15% ke harga US$ 1.568 dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya, seperti BNB, XRP, Cardano (ADA) hingga Dogecoin (DOGE) juga bernasib sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat market aset kripto terpantau mengalami pergerakan yang beragam. Salah satunya Bitcoin (BTC) kembali mengalami penurunan tipis pada hari Kamis (1/9), namun masih tetap mempertahankan level psikologisnya.

“Secara keseluruhan market masih terpantau bearish, mengingat bagaimana tingginya aktivitas penjualan, dibanding akumulasi. Setelah bolak-balik menguat dan melemah beberapa hari terakhir, harga aset kripto terpantau turun tipis pada Kamis pagi,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 31 Agustus 2022: Kripto Gerak Sideways Cenderung Kritis

Penyebab Market Kripto Lesu

Afid mengungkap ada beberapa penyebab dari lesunya market aset kripto di awal bulan September ini. Pertama, investor tengah menjaga jarak dengan market setelah mencemaskan pengetatan kebijakan moneter The Fed, setelah pejabat otoritas moneter tersebut silih berganti menyuarakan sikap hawkish-nya.

“Kemungkinan besar The Fed berkomitmen untuk meneruskan sikap suku bunga tinggi demi mengekang inflasi AS. Proyeksi The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bulan ini,” jelasnya.

Selanjutnya, pergerakan market kripto yang melemah mengindikasikan gejolak yang tinggi di mana investor sepertinya sedang bingung menentukan posisi masuk atau keluar. Karena market yang bergerak sideways naik-turun dengan cepat.

Faktor ketiga, keraguan investor bertambah melihat pelemahan yang terjadi di pasar saham AS yang menunjukan performa yang buruk dalam beberapa hari terakhir.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Proyek Kripto Metaverse yang Bisa Dilirik di Tahun 2022

“Masih banyak investor kripto yang berpedoman pada situasi kinerja indeks saham AS untuk mendapatkan gambaran selera risiko investor secara luas. Terlebih pagi ini indeks dolar AS (DXY) perlahan kembali menguat 108.9 atau naik 0.29%,” tutur Afid.

Faktor Keempat, sentimen buruk kembali datang dari perkembangan terbaru pemberian ganti rugi Mt. Gox ke penggunanya. Dalam dokumen baru yang dirilis Rabu (31/8), salah satu pihak penjamin Mt. Gox, Nobuaki Kobayashi, mengatakan korban peretasan Mt. Gox diharapkan bisa mendaftarkan klaim ganti ruginya hingga 15 September mendatang.

“Setelah proses itu selesai, Mt. Gox diramal akan segera mendistribusikan Bitcoin dalam jumlah besar tersebut. Hal itu akan ditakutkan investor, karena bisa terjadi aksi jual yang besar,” imbuhnya.

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari segi analisis teknik, Bitcoin (BTC) masih berjuang sedikit menguat di atas US$ 20.000. Level resistance ada di US$ 20.701 masih menjadi target naik terdekat. Sementara, support ada di US$ 19.520, jika terjadi koreksi.

Sementara, Ethereum (ETH) masih berjuang di kisaran US$ 1.500 dalam beberapa hari terakhir jelang The Merge. level resistance berada pada harga US$ 1.606 dan support terdekat US$ 1.424. Titik support selanjutnya berada pada level US$ 1.356 sebagai tahanan apabila harga kembali turun.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 31 Agustus 2022: Kripto Gerak Sideways

Pergerakan aset kripto pada Rabu (31/8) sore tampak kembali kritis di zona merah. Padahal pada Rabu pagi, market sempat naik tipis ke zona hijau menyusul indeks dolar AS yang melemah.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB, dari 8 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak turun ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun tipis 1,07% ke US$ 20.211 per keping dan turun 5,27% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) juga anjlok 1,17% ke US$ 1.573 di waktu yang sama dan anjlok 3,95% sepekan terakhir. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan BBNB juga alami penurunan harga masing-masing 2,08%, 2,20% dan 1,78%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto yang sempat naik dan turun dengan cepat membuktikan bahwa market belum stabil. Investor tampak belum percaya diri melakukan akumulasi di tengah sentimen ekonomi yang masih negatif.

“Investor masih diliputi kecemasan The Fed yang kemungkinan besar akan mengerek suku bunga acuan dengan agresif setelah data pekerja AS melemah,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Investor melihat situasi ekonomi AS masih dalam laju yang lambat. mengontrol inflasi. Oleh karenanya, mereka pun takut bahwa data ekonomi terkini yang belum memuaskan akan mendorong The Fed untuk terus mengetatkan kebijakan moneternya.

Selain itu, investor dihantam berita bahwa Eropa akan mengikuti jejak The Fed setelah inflasi Jerman menyentuh 8,8% pada bulan Agustus. Tingkat inflasi Jerman menyentuh puncak tertingginya dalam 50 tahun terakhir.

“kenaikan suku bunga acuan akan melemahkan gairah investor untuk masuk ke market kripto. Akibatnya, nilai aset kripto pun terpuruk,” ungkap Afid.

Dari sisi teknikal, Bitcoin masih ada harapan untuk menguat. BTC masih sukses berada di kisaran US$ 20.200 per keping, yaitu level psikologisnya. Jika ia berhasil menembus level resistance di level US$ 20.764, maka ada kemungkinan bisa terus melesat ke level US$ 21.000.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Ethereum 

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum (ETH) menjadi salah satu dari aset kripto big cap yang kembali masuk ke dalam daftar potensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan nilai ETH bisa mengalami peningkatan menjelang diselesaikannya proses migrasi The Merge.

“The Merge akan semakin dekat memasuk bulan September. Investor mulai tampak melakukan akumulasi. Jadi mereka melakukan buy the rumor, sell the news. Peningkatan harga akan terjadi menjelang proses migrasi selesai,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ETH bisa meningkat mencapai harga US$ 1.606. Level resistance terdekat ETH pada level US$ 1.722 masih menjadi target untuk laju naik. Sementara, nilai US$ 1.424 menjadi support terdekat.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 194.038.627.696. Jumlah koin yang beredar 122.180.456 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Uniswap (UNI)

Analisis teknikal Uniswap (UNI).

Uniswap (UNI) potensi masuk zona bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang, dari volume perdagangan di Decentralized Exchange (DEX), Uniswap telah menunjukkan pertumbuhan besar-besaran di pada pekan lalu.

UNI menunjukkan aktivitas bullish dalam beberapa hari terakhir, meskipun aksi jual masih terjadi beberapa hari terakhir ini. Menurut Afid, investor sudah posisi price in dalam potensi kenaikan jangka pendek, karena beberapa faktor bullish selaras pada volume transaksi DEX.

“Analisis teknikal melihat harga UNI bisa naik dari harga US$ 7,1 atau naik 16%. Di samping itu, investor menunggu tentang bagaimana Uniswap akan menanggapi The Merge Ethereum yang akan datang.” ungkap Afid.

Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.663.340.650. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 745.586.015 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

3. Chromia (CHR)

Analisis teknikal Chromia (CHR).

Chromia (CHR) adalah token kripto yang beroperasi pada platform Ethereum. CHR sempat melonjak lebih dari 4.900% pada tahun 2021, didukung oleh melonjaknya popularitas aplikasi terdesentralisasi (DApps), Non-Fungible Token (NFT), dan game play-to-earn berbasis blockchain.

Afid melihat CHR pekan ini akan berpotensi bullish disebabkan oleh proses EIF (Ethereum Interoperability Framework) yang akan selesai pada awal September mendatang. EIF adalah serangkaian fungsi yang memungkinkan Chromia bertindak sebagai Layer-2 untuk Ethereum dan semua rantai EVM lainnya (BNB Chain, Polygon, Fantom, AVAX C-Chain, dll.). Fungsi-fungsi ini termasuk menjembatani aset ke dan dari rantai ini ke Jaringan Chromia.

“Dari analisis teknikalnya pergerakan CHR kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,1866 masih terjaga, dapat naik hingga US$ 0,2189 atau naik 23% dalam beberapa hari ke depan,” jelas Afid.

Peringkat CHR di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #180, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 105.866.580. Pasokan yang beredar 567.369.439 koin CHR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CHR.

4. FTX Token (FTT)

Analisis teknikal FTX Token (FTT).

FTT adalah native token kripto dari platform exchange FTX yang diluncurkan pada 8 Mei 2019. FTT merupakan token ERC-20 yang dapat digunakan untuk mendukung transaksi jual-beli aset pada ekosistem FTX. FTT juga dapat di-stake di FTX untuk mendapatkan berbagai macam keuntungan seperti potongan fee jual-beli, gratis kirim aset, dan lain lain.

Afid melihat FTT memiliki potensi untuk bergerak bullish dampak dari berita FTX yang setuju untuk membantu kota Busan, Korea Selatan yang akan membangun exchange kripto sendiri. FTX akan memberikan bantuan teknis dan infrastruktur kepada kota Busan dalam membangun pertukaran aset digital.

“Kemungkinan besar dari analisis teknikalnya FTT akan mengalami peningkatan menuju harga US$ 28,46 atau naik 20% secara bertahap. Namun dalam jangka pendek, harga FTT akan terkoreksi terlebih dahulu,” ucap Afid.

Peringkat FTT di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #180, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.685.674.464. Pasokan yang beredar 134,214,017 koin FTT dan maksimal pasokan 352.170.015 koin FTT.

5. Lido DAO (LDO)

Analisis teknikal Lido DAO (LDO).

Lido DAO (LDO) kembali masuk dalam deretan aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan kenaikan nilai LDO didorong oleh sentimen positif dari semakin dekatnya The Merge Ethereum. 

Lido DAO adalah salah satu solusi staking untuk Ethereum, dengan kata lain, ini memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam menjalankan rantai proof-of-stake (PoS) Ethereum yang akan datang dengan imbalan hadiah harian. 

“Teknikal LDO tampak condong ke atas karena bull flag-nya. Pola teknis ini biasanya muncul selama tren naik, ketika harga berkonsolidasi lebih rendah di dalam grafik, maka ada kemungkinan akan bergerak naik yang kuat.,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai LDO kemungkinan akan naik secara bertahap ke harga 2,78 atau tumbuh sekitar 41%. Sementara, level resistance-nya berada di angka US$ 3,1.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #67, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 630.357.011. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. S.S. Lazio Fan Token (LAZIO)

Analisis teknikal S.S. Lazio Fan Token (LAZIO).

LAZIO adalah Fan Token yang dikeluarkan oleh klub sepak bola, SS Lazio asal Italia bermitra dengan Socios. LAZIO mengikuti model Fan Token klub sepak bola lainnya. 

Holder LAZIO bisa mewakili kepemilikan hak suara dan memberikan akses kepada penggemar untuk mendapatkan hadiah dan pengalaman khusus klub yang unik. Salah satu contohnya penggemar juga mendapatkan kesempatan untuk memenangkan akses eksklusif ke klub. 

Afid melihat LAZIO berpotensi bearish pada pekan ini karena sudah membentuk overbought atau jenuh beli yang menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten. 

“Sudah ada sinyal bearish. Token naik 31,53% menjadi US$ 7,68. Harga LAZIO saat ini berada di atas resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 6,45,  LAZIO berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis,” kata Afid.

Peringkat LAZIO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #311, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 67.730.461. Pasokan yang beredar 8.600.000 koin LAZIO dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin LAZIO.

2. FC Porto Fan Token (PORTO)

Analisis teknikal FC Porto Fan Token (PORTO).

PORTO memiliki nasib yang sama dengan LAZIO. Afid melihat Fan Token PORTO sudah membentuk pola overbought di mana situasi ini secara teknikal ada kemungkinan investor melakukan profit taking sehingga harga saham berpeluang turun.

“Dari segi analisis teknikalnya pergerakan PORTO kemungkinan besar akan menarik turun. Kemungkinan besar akan ada penurunan dikisaran US$ 5. Level support PORTO yang ditetapkan di sekitar US$ 4,71,” ucap Afid.

Peringkat LAZIO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #368, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 52.939.453. Pasokan yang beredar 7.800.000 koin LAZIO dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin LAZIO.

3. Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE)

Analisis teknikal Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE).

Afid menjelaskan selain LAZIO dan PORTO, Fan Token lainnya yang kemungkinan besar memasuki fase bearish adalah ALPINE. “Token ALPINE juga sudah membentuk overbought, investor perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi,” jelasnya.

Selama lima hari terakhir, ALPINE telah mendapatkan peringkat Bullish. Alpine saat ini berada di atas resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 3,11, ALPINE berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis.

Peringkat ALPINE di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #368, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 48.078.066. Pasokan yang beredar 11.360.000 koin ALPINE dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin ALPINE.

4. Vulcan Forged PYR (PYR)

Analisis teknikal Vulcan Forged Utility (PYR).

Vulcan Forged Utility (PYR) adalah token kripto yang juga kompatibel dengan ERC20 dan dapat digunakan pada berbagai platform yang mendukung ekosistem Vulcan Forged. Token PYR dapat digunakan dalam di market Vulcan Forged dan VulcanVerse.

Afid melihat PYR juga sudah overbought dan membentuk candlestick reverse cup and handle pattern di mana pola grafik yang menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Penurunan kemungkinan besar akan menuju harga US$ 3.16 atau turun 14%.

“Pola yang terbentuk dalam chart harga akan membantu kita untuk menentukan kapan saatnya untuk entry sell dan kapan saatnya entry buy. Karena itu, munculnya reverse cup and handle bisa menjadi acuan trader dalam menentukan arah harga di masa mendatang, termasuk bearish,” jelas Afid.

Peringkat PYR di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #269, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 89.620.249. Pasokan yang beredar 23.897.700 koin PYR dan maksimal pasokan yang tersedia 50.000.000 koin PYR.

5. Nexo (NEXO)

Analisis teknikal Nexo (NEXO).

Nexo adalah platform pinjaman berbasis blockchain yang didukung aset kripto kepada pengguna. Nexo didirikan oleh tim profesional keuangan dan penggemar kripto, yang beralih ke blockchain untuk menciptakan aset kripto yang setara dengan layanan yang mapan dalam keuangan tradisional. 

Nexo memiliki token asli, NEXO, yang ketika dikunci atau staking di platform memberikan manfaat kepada pengguna, seperti diskon bunga yang terakumulasi pada pinjaman dan kesempatan untuk menerima pembayaran bunga atas dana yang disimpan. Pemegang token juga menerima dividen dari keuntungan Nexo.

Afid mengatakan NEXO ada kemungkinan bearish pekan ini. “Ada sentimen negatif dari Nexo yang mengambil tindakan hukum terhadap mantan direkturnya, Georgi Shulev yang mengakibatkan kerugian US$ 7,9 juta.”

Peringkat NEXO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #69, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 597.006.100. Pasokan yang beredar 560.000.011 koin NEXO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin NEXO.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com