Tag Archives: kripto

Proyek Kripto Metaverse yang Bisa Dilirik di Tahun 2022

Perkembangan menarik terbaru di sektor blockchain adalah munculnya inisiatif proyek aset kripto yang fokus pada pengembangan metaverse. Bisnis besar dan investor terkenal semuanya memasang taruhan besar di dunia digital baru ini.

Koleksi NFT paling kreatif adalah yang memberikan pengalaman metaverse, namun, bisa sangat menantang untuk menemukan proyek NFT Metaverse teratas. Menjadi hal besar baru di ruang kripto, metaverse telah mampu mengembangkan beberapa proyek yang memberi pengguna akses ke versi dunia virtual mereka masing-masing.

Berikut ini adalah sejumlah proyek kripto yang fokus pada pengembangan metaverse yang punya potensi di tahun 2022 ini.

Decentraland (MANA)

Decentraland (MANA) adalah metaverse play-to-earn yang didukung oleh blockchain. Pengguna platform dapat berinteraksi dengan gamer lain secara real-time sambil menjelajahi dunia virtual 3D.

Tujuan utama Decentraland adalah memungkinkan pengguna untuk membeli plot digital yang nantinya dapat mereka gunakan untuk membuat microgame khusus. Proyek ini telah berkembang secara signifikan baru-baru ini karena semakin banyak individu mulai belajar lebih banyak tentang metaverse.

Ilustrasi proyek kripto metaverse, Decentraland (MANA). Foto: Shuttrerstock.
Ilustrasi proyek kripto metaverse, Decentraland (MANA). Foto: Shuttrerstock.

Baca juga: Kenal Kripto Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT)

Di jaringan Decentraland (MANA), mereka juga dapat memproduksi game dan karya seni 3D yang dapat mereka jual dengan uang di pasar resmi. Pengguna dapat mempromosikan, menyewakan, menjual, dan mensponsori di dunia maya menggunakan Decentraland (MANA), memanfaatkan elemen sosial untuk menghasilkan uang.

Hadirnya aplikasi seluler dan transisi protokol Decentraland (MANA) di masa depan mungkin menjadi pendorong utama pandangan positif proyek ini.

Radio Caca V2 (RACA)

Radio Caca (RACA) adalah sebuah platform decentralized organization (DAO) yang relatif muda, tapi telah menerima banyak dukungan di seluruh dunia dari investor dan penggemar aset kripto. Radio Caca (RACA) telah mampu menarik perhatian para pebisnis hebat, seperti OKX Blockdream Ventures untuk mendukung solusi infrastruktur web 3.0-nya.

Proyek ini dijalankan oleh orang-orang dari seluruh dunia yang bersatu dalam tujuan mereka untuk menciptakan masa depan realitas virtual. Radio Caca (RACA) terdiri dari berbagai industri terkait aset kripto.

Ilustrasi proyek kripto metaverse, Radio Caca V2 (RACA). Foto: Shuttrerstock.
Ilustrasi proyek kripto metaverse, Radio Caca V2 (RACA). Foto: Shuttrerstock.

Baca juga: Indonesia Punya Lebih dari 500 Startup Kategori Blockchain

Aset utilitas utama untuk proyek ini adalah RACA, yang tersedia di banyak bursa dalam varian BEP-20 dan ERC-20. RACA, kadang-kadang disebut sebagai Radio Caca Token dan RACA Coin dibangun di atas Ethereum, Solana, OKExChain, dan BNB Chain.

Fandom resmi proyek, RacaArmy, memiliki ribuan anggota yang menggunakan platform Radio Caca (RACA) dan mengambil bagian dalam banyak proyek proyek.

MetaCryp (MTCR)

MetaCryp (MTCR) adalah proyek kripto yang baru dikembangkan dengan banyak prospek luar biasa untuk merevolusi metaverse. Mulai dari pengembangan game Play2Earn, platform DeFi yang inovatif, sosialisasi, dan semua hal metaverse untuk game, event, dan koleksi.

Ilustrasi proyek kripto metaverse, MetaCryp (MTCR). Foto: Shuttrerstock.
Ilustrasi proyek kripto metaverse, MetaCryp (MTCR). Foto: Shuttrerstock.

Baca juga: Mengenal 5 Ragam Pola Candlestick Lengkap Menguntungkan

Jaringan MetaCryp (MTCR) ingin menjadi yang terbaik dalam menyediakan lingkungan yang aman dan menarik bagi semua penggunanya. Ini bertujuan untuk mencapai tujuan dengan menciptakan ekonomi pengguna pada blockchain terdesentralisasi di mana orang dapat bermain, merancang kehidupan yang selalu mereka inginkan, berinteraksi secara sosial, dan bahkan berkarier.

Di MetaCryp Metaverse, orang dapat bersantai dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Para investor juga akan menikmati insentif luar biasa mulai dari bonus referral hingga diskon presale dan bonus pembelian. Investor pertama kali memiliki peluang untuk mendapatkan diskon 32% untuk pembelian pertama mereka di platform.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Masuk Industri Blockchain, GoTo Akuisisi Pedagang Aset Kripto

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diketahui mulai menjamah bisnis kripto. Hal ini diketahui pasca GoTo melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan aset kripto, PT Kripto Maksima Koin (KMK).

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), GoTo melakukan akuisisi melalui anak usahanya, PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) atau GoPay. Transaksi pengambilalihan saham tersebut mencapai Rp 124,83 miliar.

Sekretaris Perusahaan GOTO, R A Koesoemohadiani, mengatakan DKAB telah melakukan pembelian 50.000 lembar saham KMK pada 25 Agustus 2022. Secara rinci, DKAB memegang saham KMK sebesar 99,98%, sedangkan GOTO memiliki 0,02%.

“Tujuan transaksi adalah perluasan kegiatan usaha perseroan melalui anak usaha,” kata Diani, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Senin (29/8).

GoTo akuisisi Pedagang Aset Kripto PT Kripto Maksima Koin (KMK). Foto: GoTo.
GoTo akuisisi Pedagang Aset Kripto PT Kripto Maksima Koin (KMK). Foto: GoTo.

Baca juga: Kemendag Dorong Project Aset Kripto Indonesia Bisa Beri Daya Saing

GoTo belum mengungkap langkah selanjutnya setelah melakukan aksi korporasi ini. Head of Corporate Communications, GoTo Financial, Alina Darmadi, menyatakan perusahaan belum ada rencana khusus, namun akan melakukan inkubasi atau berinvestasi ke dalam teknologi baru, khususnya teknologi blockchain.

“kami terus melakukan inkubasi atau berinvestasi pada teknologi baru, agar kami dapat memanfaatkan kesempatan yang ada pada waktu yang tepat, dengan selalu mematuhi peraturan yang berlaku,” kata Alina.

Profil Kripto Maksima Koin

PT Kripto Maksima Koin sendiri tercatat telah memiliki nomor daftar di Bappebti Kementerian Perdagangan dengan nomor 003/BAPPEBTI/CP-AK/01/2022 dan tanggal izin yang terbit pada 28 Januari 2022. Maksima termasuk salah satu dari 25 pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Bappebti.

Baca juga: Indonesia Punya Lebih dari 500 Startup Kategori Blockchain

Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juli 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

Industri aset kripto ini bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain.



Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah terbuka terhadap perusahaan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk bergabung ke dalam pasar aset kripto yang tengah berkembang. Diharapkan perusahaan tersebut tidak mengabaikan aspek keterlacakan dan keamanan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pasar aset kripto.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan keterbukaan pemerintah ini menjadi momentum baik untuk pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Menurutnya, Indonesia menjadi negara yang memiliki regulasi cukup baik untuk mewadahi transaksi perdagangan kripto.

“Keterbukaan pemerintah ini sangat baik untuk pertumbuhan industri kripto. Terlebih saat ini sudah ada regulasi yang tegas terkait perdagangan kripto sebagai komoditi. Kemendag juga tengah dalam proses mendirikan bursa aset kripto, lembaga kliring dan kustodian untuk mendukung ekosistem aset kripto Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

Potensi Besar Bisnis Kripto di Indonesia

Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juni 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai 14,6 juta, naik dari akhir tahun 2021 hanya 11,2 juta.

“Secara angka investor kripto dalam negeri masih bisa terus tumbuh. Saat ini angkanya masih sekitar lebih dari 4% dari jumlah populasi sekitar 270 juta penduduk Indonesia. Penetrasi kripto bisa dioptimalkan ke seluruh wilayah Indonesia,” tutur Manda.

Sementara, total transaksi perdagangan untuk kripto periode Januari-Juni 2022 tembus Rp 212 triliun. Angka transaksi tersebut memang jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, dengan periode yang sama Januari-Juni 2021 mencapai Rp 428 triliun. Hal ini terjadi lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan.

Industri aset kripto juga bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain. Kemudian, sudah banyak masyarakat Indonesia yang terbantu dengan investasi aset kripto, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, driver ojek online dan lainnya.

Regulasi Bisnis Perusahaan Kripto Dalam Negeri

Akhir-akhir ini runtuhnya ekosistem kripto membuat masyarakat dan investor khawatir. Banyak perusahaan kripto yang memasuki masa ‘gelap’ dalam menjalankan bisnis. Bagaimana dengan di Indonesia?

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

Menurut Manda, investor kripto di Indonesia tidak perlu khawatir. Melihat market kripto yang memiliki volatil tinggi, regulator di Indonesia dalam hal ini Bappebti Kemendag sudah memperhitungkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Bappebti membuat aturan yang ketat untuk memberikan persetujuan kepada perusahaan atau pedagang aset kripto yang bisa menyelenggarakan transaksi. 

“Peraturan tersebut menjadi landasan bagi pelaku pasar industri kripto untuk melakukan bisnis yang mencakup mekanisme perdagangan fisik aset kripto. Terlebih potensi bisnis di dalam negeri masih menjanjikan,” jelasnya.

Kuatkan Aturan Bisnis Kripto

Untuk dapat memperoleh persetujuan dalam memfasilitasi transaksi perdagangan, pedagang kripto di Indonesia harus memenuhi persyaratan yang dijelaskan dalam Peraturan Bappebti No. 8 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. 

Dalam aturan tersebut, Pedagang Fisik Aset Kripto wajib memenuhi persyaratan memiliki modal disetor paling sedikit Rp 80 miliar dan mempertahankan ekuitas paling sedikit sebesar 80% dari modal yang disetor. Mereka harus membentuk Badan usaha Berbadan Hukum (PT) dan menempatkan dana transaksi pada rekening terpisah dengan modal.

Ilustrasi Bappebti.
Ilustrasi Bappebti.

Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

Calon Pedagang Fisik Aset Kripto juga wajib menyediakan dan/atau membuka akses terhadap seluruh sistem yang dipergunakan kepada Bappebti dalam rangka pengawasan. Selain itu, pedagang juga wajib menyerahkan Laporan Posisi Keuangan; Laporan Laba Rugi Komprehensif; Laporan Perubahan Ekuitas; Laporan Arus Kas; dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).

Bappebti berharap peraturan itu tentu dapat memberikan manfaat, seperti memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian usaha, meningkatkan penanaman modal dalam negeri atau mencegah arus keluar modal, mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme. Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi negara melalui penerimaan perpajakan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kemendag Dorong Project Aset Kripto Indonesia Bisa Beri Daya Saing

Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memberi dorongan terhadap aktivitas industri aset kripto di Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, berharap semakin banyak project aset kripto asal Indonesia hadir di market untuk mengambil potensi yang ada.

Jerry mengatakan dengan banyaknya project kripto lokal yang memiliki utilitas dan roadmap yang terbaik bisa semakin punya daya saing dan diminati pasar internasional.

“Kementerian Perdagangan sangat mendukung perusahaan dan pelaku usaha dalam dan juga luar negeri untuk masuk di pasar aset kripto Indonesia yang terus berkembang ini. Terlebih, mengingat perdagangan aset kripto sangat bermanfaat bagi perkembangan perekonomian nasional,” ujar Jerry dalam siaran pers Kemendag.

Wamendag menjelaskan, Bappebti telah menerbitkan Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan ini merupakan pembaruan sekaligus mencabut Perba Nomor 7 Tahun 2020.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Jelang The Merge, Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Beli Ethereum

Sebelumnya di PerBa No. 7 Tahun 2020, terdapat 229 jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan secara resmi di Indonesia. Kemudian, dengan diterbitkannya Perba Nomor 11 Tahun 2022, maka jumlah tersebut meningkat menjadi 383 jenis.

“Dari 383 jenis tersebut, ada sepuluh aset kripto yang berasal dari Indonesia. Ini merupakan langkah awal yang sangat baik dan patut diapresiasi. Semoga, nantinya akan lebih banyak lagi aset kripto asal Indonesia yang tergabung di dalamnya,” ungkap Wamendag.

Project Aset Kripto Lokal yang Resmi di Bappebti

PerBa No. 11 Tahun 2022 ini memuat daftar 383 jenis aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Di antara ratusan jenis itu, terdapat sejumlah project kripto lokal yang masuk. Berikut ini adalah beberapa project kripto lokal tersebut:

  • Toko Token (TKO)
  • VCGamers (VCG)
  • NanoByte Token (NBT)
  • BIDR (BIDR)
  • Kunci Coin (KUNCI)
  • PTU Token (PTU)
  • Rupiah Token (IDRT)
  • Degree Crypto Token (DCT)
  • Ana Coin
  • Cindrum (CIND)
  • Livepeer (LPT)
  • Shill Token (SHILL)
Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.
Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.

Baca juga: Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

Investor kripto bisa melakukan transaksi perdagangan aset kripto melalui platform atau Centralized Exchange (CEX) resmi yang terdaftar di Bappebti, seperti Tokocrypto, Indodax, PINTU, Digital Exchange Indonesia dan lainnya.

Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp 859,4 triliun pada tahun 2021. Sedangkan, pada 2022, hingga Juli tercatat sebesar Rp 232,4 triliun. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa ekonomi digital di Indonesia dapat menjadi suatu katalis bagi perkembangan perekonomian nasional. Tentunya, dengan tetap memperhatikan aspek hukum yang berlaku di Indonesia.

“Ke depan, perlu dibentuk suatu sinergi dan kerja sama yang berkelanjutan antara Kementerian Perdagangan sebagai regulator, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan demi terciptanya ekosistem perdagangan digital yang solid. Dengan begitu, perdagangan fisik aset kripto nantinya dapat memberikan dampak yang lebih optimal bagi masyarakat dan ekonomi nasional,” pungkas Wamendag.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Punya Lebih dari 500 Startup Kategori Blockchain

Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh. Perkembangan ini juga sejalan dengan tingginya permintaan talenta pekerja untuk mengisi banyak posisi yang tersedia di industri teknologi yang masih baru ini.

Anggota pendiri Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I), Yos Ginting, mengatakan ada kurang lebih 569 perusahaan atau startup terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masuk kategori pengembang blockchain. Data ini menunjukan tingkat pertumbuhan yang signifikan dari pelaku usaha yang fokus pada pengembangan teknologi rantai blok.

“Terkait potensi kripto dan blockchain,saya melihat waktu tu itu ketika mendirikan Asosiasi Blockchain Indonesia pada Maret 2018 anggotanya hanya tujuh atau sembilan sekarang sudah 39. Pertumbuhannya sangat baik, jika kita lihat di KOMINFO ada 569 perusahaan yang secara kategori pengembang blockchain, kalau potensi Indonesia saya rasa sangat besar,” kata Yos Ginting di acara Coinfest Asia 2022, Kamis (25/8).

Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.
Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.

Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

Indonesia Tingkatkan Adopsi Blockchain

Dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia, Indonesia masih memiliki peluang untuk meningkatkan tingkat adopsi dari teknologi blockchain. Menurut Yos Ginting saat mengisi acara Coinfest Asia dalam sesi “Is Indonesia The Crypto Sleeping Giant in Asia?” Selain jumlah pengguna dari segi bisnis kategori blockchain yang memiliki kaitan erat dengan kipto juga terus tumbuh.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan meski saat ini dalam masa crypto winter, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh, termasuk di Indonesia.

“Dalam situasi industri blockchain di Indonesia saat ini, sedang terjadi bottle neck, di mana secara pertumbuhan bisnis sangat pesat, tapi ketersedian talent terbatas. Banyak startup blockchain dalam negeri yang berlomba-lomba untuk hiring mencari talenta terbaik. Di sisi lain, menemukan bakat blockchain itu sulit,” kata pria yang akrab disapa Manda.

LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

Menurut laporan LinkedIn dan exchange kripto, OKX, berjudul “2022 Global Blockchain Talent Report” menyebutkan pertumbuhan pekerja yang ada di industri blockchain Indonesia masuk dalam daftar teratas yang meningkat signifikan.

Dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%. Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria (52%) dan di atas Polandia (24%) dan China (12%).



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Pasar: Kripto Kembali Menguat saat Pasar Saham Anjlok

Pergerakan market aset kripto pada Selasa (30/8) pagi terpantau tampil menguat dan membuat investor kembali tersenyum. Sejumlah aset kripto big cap terpantau naik tipis atau berhasil rebound setelah tiga hari berturut-turut mengalami kerugian.

Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 2,13% ke level psikologisnya di US$ 20.194 dalam sehari terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) meroket 6,06% ke US$ 1.534 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) juga kompak meroket lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan pergerakan market kripto mulai tampak menguat dengan Bitcoin kembali pada level psikologisnya di level US$ 20.000. Di sisi lain, pasar saham atau nilai indeks saham AS belum bisa bangkit setelah terjun bebas di sesi perdagangan akhir pekan lalu.

“Kenaikan harga kripto ini bisa dibilang investor sudah mulai menerima, jika nantinya The Fed akan mengetatkan kebijakan moneternya untuk menekan laju inflasi. Sikap investor yang mulai mengabaikan sentimen The Fed, membuat market kripto menguat, namun tidak cukup kuat mendorong laju pasar saham atau indeks Wall Street ke zona hijau,” kata Nathan.

market aset kripto bitcoin
Ilustrasi market aset kripto. Foto: Roy Buri, Pixabay.

Baca juga: Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

Sentimen Makroekonomi Sepi

Di samping itu, menurut Nathan, investor juga tampak memanfaatkan sepinya sentimen makroekonomi di awal pekan, sehingga cukup stabil untuk kembali melakukan aksi akumulasi.

“Selain perkara The Fed, gairah investor untuk kembali melakukan akumulasi juga didorong oleh meningkatnya antusiasme terhadap upgrade jaringan Ethereum, atau dikenal dengan The Merge. Peristiwa bersejarah itu akan berlangsung sekitar 10-20 September mendatang,” terangnya.

Selain itu, platform exchange kripto, Mt. Gox yang dikabarkan menunda jadwal distribusi ganti rugi sekitar 140.000 BTC juga membuat investor bisa bernapas lega dan kembali percaya diri masuk ke pasar aset kripto.

Waspada Sentimen Negatif

Namun, investor perlu waspada pada pekan ini karena akan ada data ekonomi yang akan dirilis. Secara global, market kemungkinan akan menunggu data inflasi Jerman untuk Agustus, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa (30/8) waktu setempat.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Kenal Mythical Beings NFT, Proyek Seni Digital Bangun Kesadaran Restorasi Bumi

“Pekan ini semua mata akan tertuju pada laporan tingkat pengangguran di AS untuk bulan Agustus, yang dirilis pada hari Jumat (2/8). Analis memperkirakan bahwa tingkat pengangguran akan tetap stabil di 3,5%,” jelas Nathan.

Dari analisis gerak harga Bitcoin, reli kemungkinan besar akan menuju level US$ 21.894. Sementara, jika level tersebut tidak tertembus akan kemungkinan harga BTC bisa turun kembali ke level terendah berada di US$ 19.519.

Sementara, Ethereum sedang reli menuju harga US$ 1.722. Jika tidak tertembus kemungkinan bisa kembali breakdown ke harga US$ 1.424. Level resistance ETH ada di US$ 1.912 menjadi tahanan yang cukup solid untuk menahan laju naik.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: The Fed Bikin Kripto Tak Berdaya

Pergerakan market aset kripto pada Senin (29/8) pagi pasrah tak berdaya. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau anjlok imbas sinyal kebijakan hawkish The Fed untuk menjinakan inflasi AS yang tinggi dalam empat dekade terakhir.

Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) anjlok 1,55% ke US$ 19.777 dalam sehari terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) ambles 3,50% ke US$ 1.448 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), XRP dan Solana (SOL) juga kompak turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto awal pekan ini secara keseluruhan memang alami penurunan. Bahkan nilai Bitcoin kini kembali berada di bawah harga US$ 20.000, balik lagi ke titik terendah yang terjadi pada bulan Juli lalu.

Kapitalisasi pasar atau market cap kripto berjuang di bawah US$ 1 triliun sebagai dampak Bitcoin, dan sebagian besar altcoin gagal menghasilkan keuntungan yang signifikan.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

“Akhir pekan lalu atau Jumat (26/8), Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menempuh kebijakan moneter yang ketat lantaran pertempuran melawan inflasi membutuhkan waktu lama. Sontak, nilai aset kripto pun berguguran, bahkan masih melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid mengatakan penurunan market ini dapat dimaklumi mengingat investor tentu jadi tak selera melakukan aksi akumulasi di pasar aset berisiko, seperti saham dan kripto di tengah ancaman suku bunga tinggi. Kenaikan suku bunga acuan akan mengerek tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap. Sehingga, investor pun akan menjauh dari aset kripto, menuju aset-aset yang dinilai aman.

“Kenaikan suku bunga acuan akan mengetatkan suplai uang beredar, sehingga bisa mengurangi likuiditas di pasar kripto. Investor akan cenderung wait and see dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi saat ini,” jelasnya.

Rumor Mt. Gox hingga Mimpi Buruk di September

Selain itu, sentimen negatif yang juga sempat memukul market kripto adalah rumor Mt. Gox, platform exchange kripto asal Jepang yang bakal mendistribusikan sekitar 140.000 keping BTC kepada penggunanya pekan ini, sebagai lanjutan dari tindakan ganti rugi pasca peretasan yang terjadi pada tahun 2014 lalu.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

“Investor takut bahwa pengguna Mt. Gox yang mendapat ganti rugi tersebut akan segera menjual Bitcoin itu ke exchange kripto. Terlebih, jumlah BTC yang didistribusikan pun bernilai besar, sehingga akan membuat nilai BTC akan semakin tertekan. Namun, hal ini telah dibantah dan hanya kabar hoaks, Mt. Gox belum akan mentransfer BTC dalam waktu dekat,” ungkap Afid.

Proyeksi market untuk pekan ini dan menjelang awal September, akan mengalami tekanan yang cukup berat. Ada sentimen yang membuat lesu kinerja market kripto disebabkan oleh aksi jual musiman investor menjelang September.

“Investor tengah mengantisipasi fenomena yang dijuluki “Septembear”, yakni peristiwa di mana nilai Bitcoin selalu melemah rata-rata 5,9% secara bulanan sepanjang September dalam 10 tahun terakhir. Tahun ini, ketidakstabilan makroekonomi digabungkan dengan tradisi penurunan tersebut memberikan proyeksi suram dari para analis,” tuturnya.

Analisi Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari analisis teknikal gerak Bitcoin kini titik support ada di level US$ 18.902 yang menjadi tahanan selanjutnya untuk laju penurunan harga. Titik tersebut menjadi level psikologis untuk kembali memulai pembelian kembali Bitcoin secara perlahan.

Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto pada hari Senin (29/8).
Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto pada hari Senin (29/8).

Baca juga: Kenal Mythical Beings NFT, Proyek Seni Digital Bangun Kesadaran Restorasi Bumi

Major support Bitcoin berada pada level US$ 17.514, yang menjadi tahanan terakhir apabila harganya penurunan. Jika titik tersebut dapat ditembus, kemungkinan harga Bitcoin akan membentuk lower low (LL) baru pada level US$ 15.539.

Dari Fear and Greed Index Bitcoin pada hari Senin (29/8) kembali menyentuh level Extreme Fear pada level 24. Kondisi tersebut merubah sentimen pasar yang sudah membaik menjadi negatif kembali menjelang awal September.

Sementara, gerak Ethereum saat ini titik support terdekat ada di level US$ 1.386. Jika, level support tersebut tertembus, penurunan lanjutan bisa bergerak ke harga US$ 1.275.



Sumber : news.tokocrypto.com

Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

Tokocrypto akhirnya meluncurkan website edukasi untuk mempelajari lebih dalam aset kripto dan blockchain. Website ini merupakan bagian dari TokoScholar, yaitu sebuah platform dari salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait teknologi blockchain dan aset kripto.

Program Lead TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Al-faruq, mengatakan situs TokoScholar kini sudah bisa diakses oleh publik secara gratis melalui perangkat dekstop maupun mobile. Siapa pun dapat langsung bergabung dan memulai kursus mereka, belajar mengenai aset kripto dan blockchain mulai dari hal mendasar hingga level ahli.

“Harapan adanya website tokoscholar.io ini sudah pasti untuk membuka literasi masyarakat mengenai aset kripto dan blockchain. Lalu dapat memberikan semua tools yang diperlukan agar siapapun yang mendaftar di TokoScholar sukses mempelajari materi kursus yang disediakan,” kata Dimas.

Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.
Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

Keunggulan Belajar Kripto di Tokoscholar

Dimas menjelaskan ada beberapa keunggulan yang bisa didapatkan oleh masyarakat yang memulai kursusnya di Tokoscholar. Mulai dari akses dan biaya, karena TokoScholar adalah platform online learning yang terbuka 24 jam untuk pembelajaran. Selain itu secara biaya juga lebih unggul karena akses semua konten-kontennya gratis.

“Kami juga bermitra dengan speakers, mentor, coach yang pastinya expert di bidang aset kripto. Semua konten dibuat sesuai dengan perkembangan latest crypto trends. Kemudian, nantinya semua teman-teman yang berhasil menyelesaikan kursus hingga tuntas akan mendapatkan sertifikasi penyelesaian belajar dalam bentuk NFT,” tutur Dimas.

Konten pembelajaran di website TokoScholar pun beragam mulai dari teks, infografik, video. Semua bisa diakses oleh masyarakat secara gratis. Untuk mendapatkan akses tersebut, masyarakat bisa langsung membuka website tokoscholar.io, dan di setiap course yang ada bisa klik “Join As Partner” atau “Daftar Jadi Mitra”.

“Untuk join di TokoScholar, tidak banyak persyaratan. Cukup registrasi seperti nama, universitas, dan akun Tokocrypto,” terangnya.

Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.
Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

Misi TokoScholar

TokoScholar tidak hanya menyediakan program self learning dari website-nya saja. Program edukasi lainnya, juga menawarkan workshop, seperti bootcamp intensive, seminar, dan webinar.

“Salah satu upcoming class yang akan kami selenggarakan adalah financial literacy, di mana nantinya di kelas ini akan dijelaskan kiat kiat managing money dalam berinvestasi di kripto. Tujuannya agar teman-teman yang berpartisipasi paham tentang financial-nya sendiri sehingga mulai berani untuk mencoba berinvestasi,” jelas Dimas.

TokoScholar juga baru saja membuat sebuah kurikulum mata kuliah berstandar DIKTI tentang Bitcoin, blockchain dan aset kripto. Kurikulum ini akan mulai diadopsi oleh perguruan tinggi yang sudah menjadi partner.

Sejauh ini TokoScholar sudah menjalin mitra dengan UNS Surakarta, Telkom University, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Kristen Indonesia (UKI).

TokoScholar juga berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bawah payung program Kampus Merdeka untuk memberikan pengalaman belajar berbasis karier di industri blockchain bagi para mahasiswa.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Sinyal The Fed Jadi Penentu Laju Market Kripto

Menjelang akhir pekan keempat Agustus 2022, market aset kripto terus mengalami tekanan. Namun, secara keseluruhan pergerakan harga 10 kripto berkapitalisasi besar atau big cap masih tergolong sideways dengan perdagangan direntang harga yang terbatas dengan volatilitas tinggi.

Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (26/8) pada pukul 13.00 WIB, nilai Bitcoin bertengger di zona merah dengan harga US$ 21.376 atau turun 1,59% selama 24 jam terakhir atau anjlok 2,95% dalam sepekan. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) yang digadang-gadang akan memasuki fase bullish jelang The Merge, juga lengser 3,21% di harga US$ 1.649 selama 24 jam terakhir

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto bergerak flat atau sideways dalam beberapa hari terakhir, lantaran mengantisipasi simposium The Fed di Jackson Hole, Wyoming, AS, pada Jumat (26/8) waktu setempat. Investor memilih wait and see terhadap kepastian arah kebijakan moneter AS ke depan ketimbang buru-buru melakukan price actions di market kripto.

“Investor tengah bersikap memasang kuda-kuda menanti hasil simposium ekonomi The Fed di Jackson Hole. Dalam perhelatan itu, Ketua The Fed, Jerome Powell, digadang akan menyampaikan arah kebijakan moneter terbaru AS demi meredam inflasi. Saat ini banyak spekulasi menawarkan beberapa petunjuk apakah The Fed lebih memilih kenaikan suku bunga 50 atau 75 basis poin, yang akan diumumkan di pertemuan FOMC pada 13 September mendatang,” kata Afid.

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

Dari sisi sentimen makroekonomi lainnya memang saat ini belum mendukung market kripto. Meningkatnya inflasi di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa yang tinggi, tentu membuat komoditas beresiko seperti aset kripto ikut terdampak. 

“Investor sedang memutar otak untuk mengamankan aset mereka dan memilih instrumen investasi yang dirasa lebih aman. Terlebih dalam beberapa hari terakhir ini indeks dolar AS menguat moderat,” jelas Afid.

Pelemahan Aktivitas di Exchange Kripto

Di samping itu data Glassnode, dalam laporan on-chain terbarunya yang berjudul “A Bear Market Mirage” menyebutkan total arus masuk (inflows) dan arus keluar (outflows) di semua exchange kripto turun ke posisi terendah sejak akhir 2020. Penurunan tersebut menunjukkan kurangnya minat investor secara umum terhadap market kripto.

Glassnode menyebutkan kondisi pasar kripto saat ini hampir sama dengan pada saat bear market tahun 2018. Namun, tahun ini pasar belum mencatat arus masuk yang signifikan untuk mendorong tren pemulihan yang berkelanjutan. Artinya market kripto untuk bull run sulit terjadi dalam jangka pendek hingga akhir tahun.

market kripto bitcoin
Ilustrasi market kripto bitcoin.

Baca juga: BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

Kapitalisasi atau market cap kripto secara keseluruhan juga masih bertengger di atas US$ 1 triliun sejauh bulan Agustus ini. Secara umum, market cap kripto telah kehilangan nilai kapitalisasi sekitar US$ 1,2 triliun sejak Januari 2022.

Pergerakan nilai Bitcoin untuk level resistensi terdekat berada di harga US$ 22.370. Level support masih berada pada level US$ 20.701 dan jika breakdown atau tertembus penurunan selanjutnya bisa menargetkan ke harga US$ 19.005.

Sementara, untuk Ethereum level support terdekat masih berada di harga US$ 1.597 dan jika terus tertekan bisa terjadi penurunan lanjutan menuju US$ 1.356. Semua pergerakan masih menunggu konfirmasi dari sinyal The Fed dalam acara pertemuan Jackson Hole nanti.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak ahli yang memprediksi Indonesia akan memimpin pertumbuhan industri kripto dan blockchain di kawasan Asia Tenggara.

Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA, mengatakan ekosistem aset kripto di Indonesia terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Indonesia diprediksi akan menjadi pemimpin sentral ekosistem kripto dan blockchain di Asia Tenggara.

Menurut Irena, setiap negara punya pertimbangannya masing-masing dalam pengadopsian aset kripto, baik dari sisi regulasi dan manfaatnya. Misalkan, di Amerika serikat, kesadaran untuk mengadopsi kripto sudah terbangun sejak 2013. Hal tersebut didasarkan atas pemahaman dan perlakuan Bitcoin yang sudah dianggap sama seperti sebuah properti.

Adapula Jepang yang menjadi pemimpin dari penerapan mata uang kripto dalam sistem hukum negaranya. “Jepang juga memiliki jumlah trader bitcoin terbesar dengan akumulasi total transaksi mencapai 40% transaksi bitcoin dunia di Q4 pada 2017,” ujar Irena dikutip Antara.

Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA dalam Konferensi Internasional Manajemen di Pasar Berkembang Ketujuh (7th International Conference on Management in Emerging Markets/ICMEM) 2022 yang digelar oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual, Rabu (10/8). Foto: SBM ITB.
Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA dalam Konferensi Internasional Manajemen di Pasar Berkembang Ketujuh (7th International Conference on Management in Emerging Markets/ICMEM) 2022 yang digelar oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual, Rabu (10/8). Foto: SBM ITB.

Baca juga: Mengenal Mushroom Mob NFT, Proyek ‘Jamur’ Digital Fokus di Kesehatan Mental

Adopsi Kripto dan Blockchain di Berbagai Negara

Australia menjadi salah satu negara yang maju soal adopsi kripto dan blockchain. Masyarakat Negeri Kangguru itu sedang mengadopsi teknologi transaksi Bitcoin dan aset kripto dengan rentang waktu penerapan dua tahun. Switzerland adalah salah satu negara yang menjadi rumah dari perusahaan terkemuka terkait pengembang teknologi blockchain di dunia.

Switzerland bahkan disebut sebagai “CryptoValley” yang serupa dengan Silicon Valley di AS. Swiss menawarkan platform yang sangat kuat untuk peningkatan pertumbuhan ekosistem aset kripto global. Mulai dari infrastruktur yang mumpuni, talenta kerja kelas dunia dan lain sebagainya.

Selain itu, akses terhadap pemerintahan Swiss yang ramah kripto lewat penerimaan pembayaran pajak dengan kripto dan sistem pemilihan berbasis blockchain.

Di kawasan Asia lainnya, ada China yang menerima teknologi terkait dengan tangan terbuka. Saat ini, China merupakan rumah bagi berbagai usaha rintisan berbasis blockchain.

Dari sisi perbankan, terdapat konsorsium yang menyatakan akan maju dan mendalami blockchain. Terakhir dari sisi pemerintah China, mereka secara aktif mendukung top aset kripto dan platform smart contact.

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

Aset Kripto Investasi Spekulatif

Menurut Irena, kripto masih merupakan aset investasi yang spekulatif. Hal tersebut mengacu pada kondisi natural dari aset kripto yang masih belum stabil. Volatilitas dari nilai aset yang cepat justru bisa menimbulkan ketidakpastian bahkan kekacauan.

“Penerapan mata uang digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) diharapkan dapat berjalan di seluruh dunia untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama,” jelas Irena.

Lebih lanjut, Irena mengemukakan pada dasarnya penggunaan teknologi yang berkembang dalam sektor keuangan ini bisa berpotensi mencapai tujuan dari prinsip berkelanjutan. Terutama dalam menumbuhkan dan mempromosikan proyek-proyek berbasis pembangunan yang berkelanjutan.

Namun, menurut Irena, hingga hari ini dan beberapa tahun kedepan, penggunaan CBDC tidak akan menggantikan secara utuh uang yang ada. Orang tidak bisa dipaksa untuk menggunakan mata uang digital. Karena hal tersebut dapat menimbulkan ketidakadilan bagi banyak pihak. Dengan demikian, penggunaan CBDC dan mata uang negara-negara perlu digunakan secara bersamaan.



Sumber : news.tokocrypto.com