All posts by 21

Pengertian dan Harga Halving Bitcoin Cash (BCH) Saat Ini

Beberapa saat yang lalu, pengurangan nilai blok terbaru atau dikenal dengan istilah “halving” dari Bitcoin Cash (BCH) telah terjadi. Dengan ini, hadiah blok yang diberikan kepada penambang dari blok BCH dikurangi sebanyak 50% dari 12,5 koin per blok menjadi 6,25 per blok.

The halving of the leading Bitcoin fork comes five weeks before the same event for BTC, which has fallen behind this split chain due to “initial problems with the BCH difficulty adjustment algorithm in 2017,” which resulted in a 5,000 block difference between the two networks’ block heights.

Halving dari  Bitcoin Cash itu terjadi lima minggu sebelum acara yang sama untuk BTC, yang telah terjadi sebelum pembagian block, hal itu dikarenakan oleh “masalah awal dengan algoritma penyesuaian kesulitan BCH pada tahun 2017,” yang menghasilkan perbedaan 5.000 blok antara kedua jaringan’ ketinggian block.

Despite “Bullishness” of Halving, Bitcoin Cash Flatlines

Although BTC’s halving is believed to be a decisively bullish event for its price, there seems to be a different story for Bitcoin Cash. Save for a drop that took place earlier today, BCH has barely deviated from $260-$270 range it has been trading in for the past two hours.

Meskipun “Bullishness” dari Halving, Bitcoin Cash Masih Sama

Meskipun separuh BTC diyakini sebagai peristiwa bullish yang menentukan untuk harganya, tampaknya ada cerita yang berbeda untuk Bitcoin Cash. BCH baru saja menyimpang dari kisaran $ 260- $ 270 yang telah diperdagangkan selama dua jam terakhir.

Kegagalan Bitcoin Cash untuk bereaksi terhadap acara tersebut telah menyebabkan beberapa orang mempertanyakan apakah cryptocurrency memiliki basis pengguna aktif, atau bahkan pedagang aktif. Komentator industri yang terkenal, Hodlonaut, dengan tepat merangkum sentimen ketika ia menjelaskan bahwa ketika acara tersebut melihat “nol sensasi [dan] tidak ada perhatian,” proyek “sudah mati,” yang ia terima beberapa reaksi dari komunitas BCH.

A report from cryptocurrency data news site LongHash indicates that in the wake of its first official halving, BCH will “take a security hit.” The decline in block rewards, LongHash wrote, “should lead to a decline in security because the decreased value of the block reward lowers the incentive for miners to use their hashing power to secure the network.”

Sebuah laporan dari situs berita data cryptocurrency LongHash menunjukkan bahwa setelah halving pertama berlangsung, BCH akan “mengambil pukulan keamanan.” Penurunan nilai blok, LongHash menulis, “harus mengarah pada penurunan keamanan karena penurunan nilai blok hadiah menurunkan insentif bagi penambang untuk menggunakan kekuatan hashing mereka untuk mengamankan jaringan.”

Sepertinya ini sudah terjadi. Sejak mengurangi separuh di blok 630.000, yang terjadi 37 menit yang lalu pada saat penulisan artikel ini, tidak ada satu pun blok Bitcoin Cash yang telah ditambang, menunjukkan para penambang telah mematikan mesin mereka sebagai tanggapan terhadap penurunan dalam blok hadiah.

Yang penting, bagaimanapun, penyesuaian kesulitan penambangan harus segera terjadi yang dapat menghidupkan kembali keamanan dan kecepatan jaringan Bitcoin Cash.

Sumber

 





Sumber : news.tokocrypto.com

AOA Coin, Aset Digital yang Menguntungkan

AOA coin adalah aset kripto P2P yang dikembangkan di Islandia. Selain itu, aset kripto ini merupakan salah satu aset kripto yang tak hanya menawarkan harga terjangkau, namun juga bisa memberikan jaminan keuntungan. 

Banyak pegiat kripto yang tidak bisa membeli Bitcoin akhirnya beralih membeli aset kripto ini sebagai alternatif investasi. Apa saja yang ditawarkan dari aset kripto satu ini? Lalu bagaimana cara membeli aoa coin? Simak artikel di bawah ini!

Menjadi salah satu protokol blockchain

AOA atau Aurora adalah salah satu protokol blockchain. Artinya, mereka bisa dimanfaatkan untuk membuat token serta ekosistem blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum. AOA juga mengeluarkan aset kripto berupa koin bernama AOA coin yang menjadi jawaban atas permasalahan sistem keuangan di negara Islandia. 

Aset kripto satu ini telah muncul sejak 2014 lalu dan diciptakan oleh seseorang dengan nama samaran Baldur Friggjar Insson atau Odinson dan hadir sebagai alternatif di Islandia untuk Bitcoin. Melalui database di Islandia, tercatat bahwa sang pencipta aset kripto ini sudah mendistribusikan AOA Coin untuk 330.000 orang. Kemudian pada 2021 lalu, aset kripto ini berada di peringkat ke-738 sebagai salah satu aset kripto yang jumlahnya sudah mencapai ribuan.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

Teknologi yang Ditawarkan oleh AOA/Aurora

Sama halnya dengan Bitcoin dan Ethereum, Aurora Chain juga menawarkan teknologi yang canggih dan pintar. Aurora Chain sendiri memiliki sebuah slogan dan misi untuk membangun dunia blockchain yang indah serta penuh warna layaknya aurora. 

Agar Aurora chain bisa meraih misi tersebut, mereka membuat rangkaian solusi untuk memecahkan masalah blockchain.

Teknologi yang mereka tawarkan adalah :

  1. Mekanisme konsensus proof-of-stake (POS), 
  2. Toleransi Patahan Bizantium (BFT), 
  3. Peer to peer stereo net
  4. Intelligent application isolation
  5. Multi-chain asset launching dan parallel operation
  6. Upgradeable blockchain, dan juga 
  7. Pengelompokan kluster untuk mewujudkan TPS dengan keamanan tinggi dan tanpa batas.

Dengan teknologi yang ditawarkan, AOA Coin bisa memberikan platform pintar yang mampu melakukan ekspansi paralel multi-chain.

Hal ini berguna untuk menciptakan TPS yang aman serta berkualitas. Selain itu, Aurora Coin juga bisa menyederhanakan prosedur peluncuran aset, mempercepat proses, serta memperluasnya. 

Terakhir, teknologi upgradeable blockchain-nya dapat mendukung peningkatan dan pengelompokan teknologi. Karena itulah AOA Coin bisa melakukan verifikasi transaksi serta menurunkan biaya pengguna supaya mereka dapat menyimpan data.

Baca juga: Yuk Kenali Blockchain Beserta Cara Kerja dan Manfaatnya

Apakah Permasalahan Blockchain yang Ingin AOA Benahi?

ilustrasi blockhain di web3

Teknologi yang sudah dibuat oleh Aurora Chain tentunya bukan tanpa tujuan. Mereka ingin menjawab permasalahan blockchain

Beberapa permasalahan yang Aurora Chain selesaikan adalah 

Industri Video Game

Aurora Coin berharap bisa mengintegrasikan mata uang, data, serta aturan game dengan blockchain. Segalanya akan mengalami tokenized sebagai bagian dari perekonomian yang terbuka. 

Kecerdasan Buatan

Dalam lingkup kecerdasan buatan, AOA Coin ingin menghubungkan keamanan data serta sinergi. Hal ini dilakukan dengan menjauh dari konsep jaringan terpusat. 

Internet of Things (IoT)

Aurora juga ingin menjadi pondasi dari sistem IoT yang terdesentralisasi, dengan demikian akan mendapatkan untung dari transaksi serta kolaborasi antar perangkat yang terhubung.

Big Data

Lalu, terakhir adalah permasalahan big data. AOA Coin hadir untuk melakukan peningkatan keamanan serta manajemen data.

Meski tidak semahal harga Bitcoin, AOA Coin juga bisa menjamin keuntungan bagi Anda, lho. Agar untung yang didapat bisa maksimal, pelajari lebih lanjut soal berbagai aset kripto lainnya di Tokocrypto.

Pastikan pula untuk followInstagram dan Twitter Tokocrypto agar tak ketinggalan update terkini seputar dunia kripto. Jangan lupa bergabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto  dan mulai berinvestasi serta trading kripto di Tokocrypto!





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Aset Kripto Mulai Bangkit dari Keterpurukan, Apa Penyebabnya?

Mayoritas harga aset kripto terlihat bersinar pada Selasa (21/6). Namun, lonjakan harga ini belum cukup untuk memulihkan kapitalisasai pasar kripto dari kejatuhan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Kapitalisasi market kripto mengalami reli singkat dalam 24 jam terakhir, naik sekitar 9,7% setelah akhir pekan yang sulit yang melihat harga beberapa koin anjlok sebanyak 15%. Hal itu terlihat dari nilai Bitcoin pada perdagangan Selasa (21/6) pukul 11.00 WIB yang masih di level US$ 20.655, meski sebelumnya sempat menyentuh US$ 30.000.

Dari pantauan CoinMarketCap, Solana (SOL) dan Ethereum (ETH) memimpin kenaikan di antara 10 koin teratas berdasarkan kapitalisasi pasar dengan kenaikan 9%, sementara Cardano (ADA) dan Polkadot (DOT) naik 7%. Di luar 10 besar, Avalanche (AVAX) melonjak 14%, Polygon (MATIC) bertambah 12% dan ApeCoin (APE) naik 16%.

Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Baca juga: Cuitan Elon Musk tentang DOGE Masih Bertuah

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sebagian besar kenaikan harga kripto datang di tengah lonjakan pasar ekuitas yang lebih luas, karena pasar AS tetap tutup untuk libur nasional di AS. Kesempatan ini ternyata dimanfaatkan oleh investor whales yang memutuskan memborong aset kripto atau buy the dip ketika harganya sedang turun.

“Beberapa analis menduga, aksi whales tersebut didorong oleh data historis yang menunjukkan bahwa investor jangka panjang akan mendapat cuan, jika melakukan buy the dip. Aksi whales tersebut setidaknya bisa menopang laju harga aset kripto dalam jangka pendek,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid, menjelaskan bahwa sebagian besar investor kakap percaya titik US$ 20.000 sebagai level support BTC baru yang perlu dipertahankan. Sebab, mereka beranggapan bahwa BTC sudah oversold berlebihan.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

“Pergerakan pasar seperti itu adalah peluang yang baik untuk trader harian, tetapi tidak bagi investor jangka panjang yang bertujuan untuk mengurangi risiko. Market kripto juga sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global, dan ketika itu berubah, aset akan bergerak jauh lebih cepat daripada pasar lain,” jelasnya.

Sentimen negatif untuk pasar kripto sejatinya masih belum kondusif menyusul maraknya ketidakpastian ekonomi, seperti tingkat inflasi, ancaman resesi ekonomi, hingga kenaikan suku bunga acuan The Fed. Sinyal lainnya, juga muncul dari data pasar derivatif BTC. Sebab, return di produk BTC berjangka ternyata kini lebih kecil dari pasar spot untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir.

“Saya tidak melihat Bitcoin dengan cepat kembali ke level tertinggi sepanjang masa. Kita mungkin harus bersiap untuk ketidakpastian jangka panjang selama musim dingin kripto,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Monero (XMR) dan Fitur-Fiturnya yang Menarik

Berbicara tentang kripto, sulit untuk dilepaskan dari Bitcoin selaku salah satu aset kripto yang popularitasnya telah diakui oleh dunia. Namun, kini ada aset kripto lain yang punya potensi untuk menyaingi kehebatan Bitcoin dengan sejumlah fitur yang menawarkan lebih banyak privasi, yakni Monero (XMR). 

Seperti apa aset kripto Monero (XMR), keunikan, harga, dan bagaimana cara mendapatkannya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Monero?

Monero adalah aset kripto yang dibangun berdasarkan prinsip tidak terhubung dan tidak terlacak. Aset kripto yang satu ini sebenarnya hasil fork dari aset kripto Bytecoin (BCN)

Bytecoin sendiri merupakan hasil implementasi dari CryptoNote yang dirilis pertama kali pada 2018 lalu. 

CryptoNote adalah aplikasi yang mewadahi berbagai aset kripto termasuk Bytecoin. Kemudian, dalam perjalanannya, Bytecoin mengalami masalah saat seluruh koinnya sudah didistribusikan.

Menanggapi masalah tersebut, Bytecoin kemudian melakukan fork untuk membuat proyek kripto baru dan berganti nama menjadi 

Bitmonero hingga kini menjadi Monero. Para pengembangnya sendiri terdiri dari tujuh orang, lima di antaranya belum mengungkapkan identitas aslinya, sedangkan dua lainnya adalah Riccardo Spagni atau yang dikenal sebagai Fluffypony dan David Latapie.

2 Keunikan Monero

Dibandingkan dengan berbagai jenis aset kripto lainnya, Dalam algoritma CryptoNote aset kripto satu ini menghadirkan fitur-fitur baru yang unik. 

Berikut dua fitur yang bisa jadi bahan pertimbangan Anda saat ingin mulai berinvestasi di dunia kripto, yaitu:

1. Bersifat fungible

Keunikan yang cukup memberikan perbedaan signifikan antara Monero dengan berbagai aset kripto lainnya adalah sifatnya yang fungible. Bagaimana maksudnya? Jadi, koin Monero memungkinkan untuk ditukar dengan koin lainnya tanpa perlu menilik riwayat transaksi sebelumnya yang mungkin digunakan untuk membeli barang-barang tertentu.

2. Menjunjung privasi

Keunikan lainnya dari aset kripto ini adalah privasinya yang sangat dijunjung tinggi. Berbeda dengan Bitcoin yang bisa ternoda reputasinya ketika dipakai untuk bertransaksi atas barang-barang ilegal, riwayat transaksi yang dilakukan dengan blockchain Monero tidak akan ditampilkan. 

Jadi, pemilik aset kripto ini tetap memiliki harga tukar yang sama meski sebelumnya sudah pernah digunakan untuk bertransaksi atas barang tertentu,  sebab tidak ada penurunan nilai hingga membuat koin menjadi ternoda.

Hal ini bisa berjalan pada protokol Monero dikarenakan menerapkan ring signature dan stealth address. Dalam membuat ring signature, aset kripto ini memanfaatkan kombinasi private keys juga public keys, sehingga tidak akan terungkap identitas seseorang yang menandatangani dan melakukan validasi transaksi. 

Selain itu, Monero menambah privasi dengan stealth address. Jika ring signature membantu seorang validator tidak terlacak, maka stealth address bisa membantu agar alamat tujuan dan penerima aset kripto tidak terdeteksi.

Perkembangan Harga Monero dari Waktu ke Waktu

konsep microscopic monero

Sebagai salah satu aset kripto, aset kripto ini memiliki perkembangan harga yang cukup baik dari waktu ke waktu. Pada Agustus 2020, harga Monero mencapai 89,12 USD dengan kapitalisasi pasar 1,58 miliar USD. Sementara itu, pada 2021, harganya telah berhasil mengalami kenaikan hingga 295,05 USD dengan kapitalisasi pasar 5,3 miliar USD.

Kemudian memasuki tahun 2022, harga XMR kembali meroket pada akhir bulan Maret hingga awal bulan April mengutip Bein Crypto. Setelah sebelumnya mengalami keterpurukan pada bulan Februari dengan mencatat harga senilai 132,1 USD saja per kepingnya, XMR mengalami peningkatan harga hingga 272 USD pada 12 April. Fantastis, bukan?

Selayaknya aset kripto pada umumnya, XMR juga mengalami koreksi tidak lama setelah peningkatan tersebut. Sampai artikel ini ditulis, harga koin yang menduduki peringkat ke-27 di berdasarkan kapitalisasi pasar ini per kepingnya memiliki nilai 127,02 USD per tanggal 14 Juni 2022.

Cara untuk Mendapatkan Monero

Setelah mengetahui lika-liku, keunikan, dan perkembangan harga aset kripto Monero (XMR) dari waktu ke waktu, kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara mendapatkan Monero. Koin ini bisa Anda peroleh dengan cara membelinya di broker kripto atau dengan menambangnya (mining). Berikut penjelasan selengkapnya!

Membeli

Jika Anda memilih untuk membeli aset kripto Monero (XMR), pastikan untuk membelinya di bursa atau exchange kripto tepercaya yang sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah, yaitu Bappebti di Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa membelinya lewat penjual yang melakukan transaksi jual-beli kripto secara perorangan atau lewat ATM yang telah diintegrasikan dengan kripto.

Menambang

Opsi lain yang bisa Anda lakukan jika ingin memiliki aset kripto ini adalah dengan melakukan mining atau penambangan. Artinya, Anda bisa mendapatkan koin Monero Anda sendiri dengan mengandalkan perangkat komputer dan beberapa hardware serta software lainnya. 

Namun, tak perlu khawatir, untuk melakukan mining Monero (XMR), Anda tak perlu perangkat komputer khusus dan canggih seperti saat melakukan penambangan Bitcoin. Beberapa software mining Monero yang banyak digunakan antara lain MinerGate, CC Miner, dan XMR Stak.

Baca juga: Tertarik Litecoin Mining? Ini Dia Caranya Buat Kamu Pemula!Itulah perkenalan singkat dengan aset kripto satu ini yang memiliki fitur-fitur istimewa berkat sifatnya yang fungible dan privasinya yang terjaga. Ikuti informasi seputar Monero dan aset kripto lainnya di Tokonews. Gabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto dan mulai investasi serta trading kripto di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Cuitan Elon Musk tentang DOGE Masih Bertuah

Meski saat ini industri kripto mengalami kerugian dan keseluruhan kapitalisasi pasarnya turun menjadi US$ 830 miliar, namun CEO Tesla dan Space X, Elon Musk, tetap menyatakan dukungannya untuk Dogecoin.

Pada 19 Juni 2022 dia mencuit “I will keep supporting Dogecoin”. Cuitannya itu cukup untuk membuat DOGE melonjak 8% menjadi $0,058.

Tentu saja, kenaikan 5,8 sen ini sangat jauh bila dibandingkan dengan penurunan 72 sen yang dialami Dogecoin sesaat setelah Musk menjadi pembawa acara “Saturday Night Live”. Musk saat itu hadir dan memperkenalkan diri sebagai The Doge Father.

Elon pertama kali mencuit soal Doge pada April 2019. Dia menulis “Doge kemungkinan menjadi mata uang kripto favorit saya. Keren banget lah”.

Sejak itu, cuitannya menjadi viral dan menjadi perbincangan. Dampaknya Doge melejit dari semula kurang dari US$ 0,01 pada Januari 2021 menjadi US$ 0,73 pada 8 Mei 2021 yang merupakan rekor tertingginya.

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

Beberapa minggu yang lalu, Musk mengumumkan bahwa SpaceX akan menerima Dogecoin sebagai pembayaran sejumlah merchandise-nya. Dia juga melontarkan ide, setelah mengakuisisi Twitter, menambahkan Dogecoin sebagai metode pembayaran untuk mendapatkan akses premium seperti Twitter Blue.

DOGE/USDT 1 day. Tradingview

Merujuk harga di coinmarketcap pada saat artikel dibuat, Dogecoin berada di kisaran US$ 0,059464 dengan volume perdagangan 24 jam sebesar US$ 1,151,410,669, dan kapitalisasi pasar US$ 7.889.098.705.

Baca juga: Bos Binance: Secara Historis Siklus 4 Tahun, Sekarang adalah Bearish





Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu MBL Coin? Simak Pengertian dan Cara Kerja Ekosistemnya Disini!

Beberapa tahun terakhir, industri perfilman global dan dalam negeri sedang amat produktif. Meski sempat tersendat karena pandemi, berbagai jenis film tetap terus lahir. Hal ini membuka banyak kesempatan baru, salah satunya adalah adopsi blockchain di dunia perfilman, seperti yang dilakukan oleh platform MovieBloc beserta MBL coin miliknya. 

Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini!

Apa itu MovieBloc?

platform perfilman MovieBloc

MovieBloc adalah sebuah platform perfilman berbasis blockchain asal Korea Selatan yang diluncurkan pada Mei 2019 lalu. Melalui platform ini, para filmmaker dan kreator bisa mendistribusikan beragam koleksi film dan konten yang mereka ciptakan. Kemudian, film dan konten tersebut dapat diakses secara global dan membawa pendapatan bagi para pembuatnya setiap kali film tersebut ditonton.

Tujuan utama dari dibentuknya platform ini adalah untuk meningkatkan transparansi di industri perfilman, terutama dalam hal distribusi suatu karya film. Hal ini disebabkan umumnya produksi dan distribusi film dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar dan tertentu saja, sehingga sulit bagi para pelaku berskala kecil dan menengah untuk mendapatkan kesempatan yang sama. Maka dari itu, MovieBloc dibangun di blockchain sehingga segala transaksi dilengkapi oleh smart contract.

Baca juga: Serba-Serbi Blockchain dan 5 Karakteristik Utamanya

Ekosistem MovieBloc terbagi ke dalam 3 lapisan, yaitu:

1. Block Layer

Lapisan ini mewadahi para pengguna untuk berkomunikasi dan berkontribusi terhadap karya masing-masing maupun pengguna lainnya. Misalnya, pengguna bisa saling berinteraksi dan membagikan rekomendasi film, dengan memberikan rating atau komentar.

2. Market Layer

Sementara itu, seperti namanya lapisan ini mewadahi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan transaksi. Seperti memungkinkan para distributor film untuk membiayai suatu film, para penonton untuk menonton sebuah film, hingga para kreator untuk membayar jasa penerjemah untuk film miliknya.

3. Fundraising

Lapisan terakhir memungkinkan para pengguna untuk berdonasi terhadap koleksi film dan konten yang tersedia pada MovieBloc. Nantinya, donasi ini bertujuan untuk mengusung koleksi film untuk ikut serta dalam berbagai festival film.

Selain itu, genre film yang tersedia di MovieBloc sangat beragam, lho. Mulai dari dokumenter, horor, komedi, hingga animasi. Tidak sedikit pula koleksi film yang menghiasi festival film kenamaan dunia ikut tersedia di platform ini. Bentuk dan durasi filmnya juga bervariasi, sehingga para penggemar short movie pun bisa menemukan banyak pilihan tontonan

MovieBloc juga mengeluarkan token yang lebih dikenal dengan sebutan MBL coin. Koin satu ini sudah listing di 11 exchange aset kripto besar dunia, salah satunya adalah Binance. 

Ingin tahu lebih banyak mengenai MBL coin yang kerap menjadi buah bibir ini? Simak penjelasan lengkapnya sebagai berikut!

Serba-serbi MBL Coin dan Manfaatnya bagi MovieBloc

1. Pembayaran untuk semua transaksi di platform

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, MBL coin adalah native token dari platform MovieBloc. MBL bergerak di bawah protokol Ontology atau OEP-4. Selayaknya native token, MBL berperan dalam segala transaksi yang terjadi dalam platform. Namun, hal ini tidak terbatas pada pembayaran untuk menonton film dan konten premium saja, lho.

2. Imbalan bagi para pihak yang terlibat

Manfaat lain dari MBL dalam ekosistem MovieBloc antara lain adalah sebagai imbalan bagi para pihak yang terlibat seperti kurator atas jasa kurasi, partisipasi pengguna dalam melakukan report serta rekomendasi melalui kolom komentar, imbalan bagi penerjemah atas hasil terjemahannya ke dalam bahasa lain, donasi antar pengguna, hingga biaya promosi film dan konten.

3. Voting

Pada MovieBlock, terdapat sebuah program yang diberi nama ‘PICK’. Program ini menyediakan sederet koleksi film yang bisa dipilih oleh para pengguna, biasanya berlangsung selama empat hari. Nantinya, akan terdapat dua film teratas yang paling banyak dipilih oleh para pengguna. Pengguna yang melakukan vote terhadap dua film tersebut berkesempatan untuk mendapatkan total hadiah senilai 1.8 juta MBL.

Nah, untuk melakukan voting, pengguna wajib memiliki sejumlah tiket terlebih dahulu. Satu tiket voting akan diberikan pada pengguna yang melakukan staking 20,000 MBL coin selama PICK berlangsung. Jumlah tiket voting berlaku kelipatan, sehingga semakin banyak staking, semakin banyak kesempatan pengguna untuk voting.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

Perkembangan MBL Coin dari Masa ke Masa

Tidak bisa dipungkiri, sepanjang tahun 2021, MBL coin banyak mencapai titik keemasannya, seperti menyentuh harga tertingginya sebesar 0.04599 USD pada bulan April. Selain itu, MovieBloc juga menjalin banyak kerja sama yang membuat harganya tetap stabil di pasaran. Beberapa di antaranya adalah kerja sama dengan distributor short movie asal Eropa bernama Radiator IP dan mengadakan festival film bersama Asiana.

Dilansir dari CoinMarketCap, harga satu keping MBL coin per tanggal 17 Januari 2021 berada di angka 0.00736 USD, setara dengan Rp 14.372,00 dan volume perdagangan mencapai 4,336,678 USD. MBL coin saat ini menduduki peringkat 430 berdasarkan kapitalisasi pasarnya dengan total supply sebanyak 30 miliar keping dan sudah ada 13.53 miliar keping yang beredar di pasar.

vision of MovieBloc

Tidak menutup kemungkinan harga MBL akan terus meningkat di masa yang akan datang. Sebab, MovieBloc berencana untuk terus melakukan pengembangan bisnis untuk menciptakan sebuah platform berisi konten yang sifatnya global, mencakup NFT video, multi-channel, serta dilengkapi dengan layanan pembayaran yang lebih terintegrasi.

Jadi, apakah Anda pecinta film dan tertarik berinvestasi aset kripto? MBL coin adalah pilihan yang tepat. Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan strategi dan susunan portofolio yang Anda miliki agar volatilitas pasar tidak berdampak buruk bagi Anda, ya, di mana hal ini juga berlaku pada aset kripto selain MBL. 

Untuk informasi serta tips and trick investasi kripto lainnya, kunjungi Tokonews dan segera gabung bersama kami di komunitas Discord Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Uniswap? – Tokocrypto News

Decentralized Exchange (DEX) atau bursa pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi semakin marak digandrungi para penggemar kripto. Salah satu DEX yang sedang naik daun di kalangan penggemar kripto adalah Uniswap.

Uniswap sendiri hadir dengan solusi dan teknologi mutakhir terkait dengan Decentralized Finance (DeFi) yang sedang hangat diperbincangkan belakangan ini. Terlebih banyak proyek DeFi termasuk Uniswap yang menawarkan fasilitas pengolahan aset kripto penggunanya untuk mendapatkan keuntungan atau pendapatan dengan hanya memasukan aset tersebut ke dalam protokol.

Pada artikel ini, Coinvestasi akan menjelaskan secara ringkas apa itu Uniswap dan cara kerja platform ini dalam memberikan pendapatan dengan mata uang kripto kepada penggunanya.

Berita Terkait: Baru Rilis, UNI Sudah Jadi 20 Token DeFi Teratas!

Apa itu Uniswap ?

Uniswap adalah protokol yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar token ERC20 mereka tanpa harus menggunakan buku pesanan atau perantara lain. Protokol yang dikembangkan oleh Hayden Adams ini, beroperasi dengan tidak membebankan biaya platform ataupun biaya perantara selain membebankan biaya gas pada jaringan Ethereum.

Selain itu, jika kebanyakan bursa lainnya menentukan nilai tukar berdasarkan pada penjual dan pembeli dalam pasar, nilai tukar token-token di platform ini didasarkan pada persamaan algoritma matematika yang akan secara otomatis menghitung saldo antara kedua token tersebut dan membandingkannya dengan permintaan aktual dari pasangan tukar ini.

Fitur Unik dari Uniswap

Uniswap hadir memberikan perbedaan warna tersendiri pada dunia bursa pertukaran terdesentralisasi. Ini terkait dengan mekanisme penetapan harga yang unik dari Uniswap atau dikenal sebagai “Constant Product Market Maker Model”.

Mekanisme ini membuat token ERC20 apa pun dapat ditambahkan ke dalam protokol Uniswap. Tentunya nilai ini akan setara dengan ETH dan token ERC20 yang diperdagangkan nantinya.

Selain itu, Uniswap hadir memberikan solusi terkait masalah likuiditas yang ada pada bursa pertukaran biasa lainnya. Platform Uniswap menghadirkan penyediaan likuiditas secara otomatis. Sehingga, tidak lagi bergantung pada mekanisme pembeli dan penjual yang biasanya harus ada untuk menciptakan likuiditas itu sendiri.

Lalu, bagaimana cara kerja Uniswap?

Cara Kerja Uniswap

Jika kamu memiliki Ethereum sejumlah tertentu dan ingin menukarkannya dengan altcoin lain misalnya Token XXX, kamu akan merilis smart contract Uniswap baru untuk Token XXX tersebut dan membuat kumpulan likuiditas dari token XXX tersebut senilai $10 dan ETH senilai $10.

Cara kerja ini menggunakan persamaan X * Y = K.

X dan Y ini merepresentasikan jumlah token ETH dan ERC20 yang tersedia. Sedangkan K merupakan konstanta yang dapat diatur oleh pembuat kontrak pertukaran di Uniswap. Nilai K ini nilai yang paling penting dengan alasan nilai X dikalikan dengan Y harus sama dengan K.

Persamaan ini menggunakan keseimbangan antara token ETH dan ERC20 dalam menetukan harga token tertentu. Misalnya saja, setiap kali ada seseorang yang membeli Token XXX dengan ETH, persedian token XXX akan menurun sementara pasokan harga ETH meningkat. Dengan begitu harga token XXX ini akan naik.

Ini berarti harga token-token yang ada di Uniswap dapat berubah ketika transaksi perdagangan terjadi. Inti dasar dari Uniswap ini adalah menyeimbangkan nilai token, dan menukarnya berdasarkan seberapa banyak orang yang ingin membeli atau menjual token tersebut.

Cara Token Uniswap Diproduksi

Setiap kali token ETH/ERC20 baru dimasukkan atau dikontribusikan ke dalam kumpulan likuiditas Uniswap, kontributor tersebut akan membuat semacam “Kumpulan Token atau Pool Token”, yang juga merupakan token ERC20.

Perlu diingat, bahwa Uniswap ini bersifat permission less atau tanpa izin. Jadi, setiap token memiliki smart contract dan liquidity pools-nya sendiri. Jika token memiliki kedua aspek tersebut, maka siapa pun dapat melakukan perdagangan token atau berkontribusi ke kumpulan likuiditas tersebut.

Setelah semuanya siap, kumpulan token akan dibuat setiap kali dana disimpan ke dalam kumpulan likuiditas di dalam protokol. Ini membuat token ERC20 yang berada pada kumpulan token tersebut dapat dengan bebas ditukar, dipindahkan, dan digunakan di dalam dApps lain.

Saat dana ditarik, maka kumpulan token ini akan dihancurkan sehingga tidak ada lagi kumpulan token tersebut di dalam jaringan. Setiap kumpulan token ini mewakili bagian pengguna dari total aset pools dan bagian dari biaya trading sebesar 0,3% di dalam pools tersebut.

Cara Uniswap Menghasilkan Keuntungan

Keuntungan yang didapat jika kamu berpartisipasi menjadi penyedia likuiditas uniswap adalah dari biaya trading. Caranya, kamu hanya tinggal berpartisipasi dalam kumpulan likuiditas tertentu dengan memberikan jumlah token ETH dan ERC20 yang sama dengan kontrak pertukaran Uniswap.

Sebagai imbalannya, setiap kali seseorang melakukan swap, swapper harus membayar biaya sebesar 0,3% per swap. Biaya ini kemudian ditambahkan ke dalam kolam likuiditas. Selanjutnya, penyedia likuiditas menerima bagian dari biaya transaksi tersebut yang sebanding dengan bobot mereka berkontribusi dalam kumpulan tersebut.

Keunggulan dan Kekurangan Uniswap

Perkembangan DeFi Uniswap ini memberikan warna baru di dalam industri kripto. Pasalnya platform ini membuat gebrakan baru terkait dengan penggunaan mata uang kripto itu sendiri. Tidak hanya itu Uniswap juga memiliki keunggulan yang cukup baru untuk diterapkan di dalam industri ini.

Keunggulan tersebut mencakup aspek seperti token baru dapat langsung mengakses likuiditas dengan menambahkan token mereka ke dalam pertukaran dengan Uniswap V2 router contract, tidak hanya itu perdagangan terbilang berbiaya rendah dibandingkan dengan DEX atau bursa tersentralisasi, tidak sampai disitu penyedia likuiditas mendapat keuntungan dengan hanya memasukan dananya ke kolam likuiditas, dan tentunya yang paling dasar platform ini bersifat desentralisasi.

Di sisi lain, pastinya setiap hal memiliki kekurangan yang dimiliki. Kekurangan ini juga dimiliki oleh Uniswap seperti kemungkinan adanya serangan terhadap fitur flash loan/swap, masih bergantung pada perdagangan arbitrase untuk menghilangkan ketidakseimbangan pasar, memiliki daftar token palsu karena sifatnya yang permission less, dan terakhir harga gas yang tinggi.

Token UNI dari UNISWAP

Token UNI dirilis pada 16 September 2020 sebagai token tata kelola dalam protokol Uniswap. Kemunculan token ini disambut hangat oleh para pengguna dan komunitas Uniswap ini sendiri. Pasalnya, Uniswap kemudian membagikan token ini secara cuma-cuma kepada pengguna yang pernah memasukan asetnya ke dalam liquidity pools platform tersebut.

Nantinya token ERC-20 ini akan tersedia di dalam protokol dengan fungsi sebagai token konsensus. Terlebih satu miliar token yang dirilis ke dalam jaringan 60%nya akan dialokasikan kepada anggota komunitas, 21,51% untuk “anggota tim dan calon karyawan”, serta 17,80% lainnya akan dialokasikan untuk para investor dengan siklus vesting empat tahunan.

Token UNI ini juga terdaftar di beberapa platform exchange ternama dunia dengan beberapa pairing token lainnya.

Baca Juga: Founder Cardano Rencanakan Sistem Operasi Finansial dengan ADA

Kesimpulan

Menarik sekali bukan platform Uniswap ini? Jika kamu memiliki aset cukup banyak dan ingin memiliki pendapatan dari kripto tersebut, Uniswap bisa digunakan sebagai platform pertukaran yang dapat memberikan keuntungan tersebut.

Perlu diingat juga, bahwa penggunaan Uniswap ini masih tergolong kepada pengelolaan aset yang risikonya tinggi. Tetap gunakan manajemen risiko dan aset kamu sebaik mungkin, terlebih pelajari lebih lanjut tata kelola dari Uniswap ini. Selamat trading!

artikel ini dapat anda baca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Whale Bitcoin Tunjukkan Adanya Lompatan ke Level Tertinggi

Aktivitas dari investor whale Bitcoin (BTC), telah mengalami lonjakan hingga ke level tertinggi 4 bulan. Hal ini, lantaran pihak whale diketahui memborong aset BTC yang harganya mengalami penurunan. Aksi “Buy the Dip” tersebut, dilakukan saat harga BTC mendekati level USUS$20.000, di mana harga saat ini sudah berada di bawah level tersebut.

Dari laporan perusahaan analitik IntotheBlock, aliran masuk besar dari whale mulai terlihat pada bulan Februari lalu, yang manaa pada minggu ini telah ada 116.000 BTC yang diborong senilai US$ 2,5 miliar dalam sehari.

Dilansir dari media cryptoglobe.com. hal ini merujuk pada pembentukan bottom baru bagi harga Bitcoin, dikarenakan pembelian besar ini merujuk pada koreksi pasar yang terus mencetak level harga rendah. Meski sudah ada aksi pump, harga BTC masih terus bergerak lebih rendah dari US$20.000. Pasalnya, kondisi global masih memaksa para pemegang yang merugi untuk menutup posisi mereka.

Baca juga: Tak Hanya FOMO, Pahami Juga Istilah FUD dalam Dunia Kripto

Menurut data dari Glassnode, whale tampak cenderung menjual “saat harga tinggi” dan membeli “saat harga rendah”. Aktivitas tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah dompet dengan saldo BTC minimal 10.000 koin di saat harga crypto utama ini terus tersungkur jatuh.

Robert Kiyosaki, seorang pengarang buku best seller “Rich Dad Poor Dad” mengatakan bahwa kejatuhan harga BTC adalah peluang besar bagi investor untuk menjadi kaya.

“Ada baiknya untuk kita membeli banyak emas, perak dan Bitcoin karena AS dalam pandangannya akan terhantam resesi.” ungkap Robert, Sabtu (19/6/).

Ia menilai kejatuhan BTC adalah berita bagus, karena ia menunggu harganya jatuh di bawah US$ 20.000 untuk memborongnya dalam jumlah besar. 

Sementara itu, Pendiri Dogecoin Billy Markus menyatakan bahwa pasar kripto pun pada akhirnya akan kembali bangkit, dalam rentang empat tahun, atau pasca Halving terbaru. Lantaran. seperti itulah siklus yang biasa terjadi di pasar kripto. 

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Terbukti hingga halving terakhir di tahun 2020, dan harga melesat kuat di tahun 2021.

Kendati demikian, kedua pihak ini setuju bahwa kejatuhan harga adalah “momen” terbaik untuk berinvestasi karena harga pada akhirnya akan melesat lagi ke ATH-nya, bahkan mencetak yang baru, jika melirik sejarah pergerakan harga.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bos Binance: Secara Historis Siklus 4 Tahun, Sekarang adalah Bearish –

Pendiri dan bos Binance, Changpeng Zhao, berkata musim bearish bagi pasar kripto dapat bertahan untuk waktu lama. Hal tersebut diutarakan Zhao di tengah kondisi pasar yang menghadapi longsor harga besar saat ini.

Pandangan Bos Binance 

CEO Binance tersebut menjelaskan industri kripto umumnya mengalami siklus empat tahun yang terdiri dari dua tahun tren bullish disusul oleh dua tahun tren bearish.

Selama tujuh bulan terakhir, kapitalisasi pasar kripto mengalami penurunan valuasi sebesar US$ 2 triliun. Akibatnya, kapitalisasi kripto mencapai di bawah US$1 triliun.

Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC), termasuk yang mengalami longsor tajam. BTC menurun 56 persen dibanding awal tahun 2022 dan mencapai harga di bawah harga rekor sebelumnya pada bull market tahun 2017, yakni US$20 ribu.

Baca juga: Kenalan dengan SpookySwap, DEX Terbesar dalam Jaringan Fantom

Perusahaan data kripto Glassnode berkata harga BTC dapat turun lebih lanjut sebesar 64 persen. Bila hal tersebut terjadi, BTC akan diperdagangkan pada harga di bawah US$10 ribu.

Kendati pasar kripto sedang menghadapi panik massal, Zhao tetap percaya diri dan menghimbau investor kripto untuk bersikap positif.

“Saya tidak membantah kondisi sekarang merupakan bencana yang buruk. Tetapi ketika bencana terjadi, ada pula peluang yang terbuka,” jelas CEO Binance tersebut, dikutip dari Watcher Guru.

Zhao menambahkan, peluang tersebut mencakup munculnya sosok-sosok terbaik di industri serta perusahaan dengan potensial besar yang diambil alih dengan valuasi murah.

Sikap Zhao yang positif menjelaskan keputusan Binance untuk membuka lowongan bagi dua ribu posisi di bursa kripto global tersebut. Di saat yang sama, beragam bursa kripto lainnya seperti Coinbase mengumumkan kebijakan untuk memPHK sebagian karyawan dikarenakan kondisi pasar lesu.

Baca juga: Bank Terbesar Rusia Bersiap Fasilitasi Transaksi Uang Digital

Bursa Binance tidak bebas dari masalah ketika harga kripto berjatuhan. Penarikan Bitcoin di bursa tersebut ditangguhkan sementara ketika terjadi transaksi yang tersangkut pada bursa. Tidak lama kemudian, penarikan BTC berjalan normal kembali.

Binance turut mengalami kemajuan dan kemitraan selama beberapa pekan terakhir. Belum lama ini, Binance mengumumkan Triple A mengaktifkan jalur pembayaran kripto global bagi Binance Pay.

Selain itu, Binance mengumumkan dana sebesar US$500 juta yang akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek web 3.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Industri Aset Kripto di Indonesia saat Bear Market

Market  kripto diketahui tengah dalam fase bearish, namun industri aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Bappebti mencatat hingga April 2022, transaksi untuk aset kripto sudah mencapai Rp 160 triliun. Meski, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan. 

Sementara, jumlah investor aset kripto kini sudah mencapai 13,04 juta investor, masih jauh lebih besar dibandingkan investor saham. Sementara, jumlah pedagang aset kripto yang resmi terdaftar di Bappebti sudah mencapai 25 perusahaan, tumbuh dari 11 perusahaan di penghujung tahun 2021 lalu.

“Kami menyambut baik pertumbuhan jumlah calon pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Indonesia. Jika dari market atau masyarakat melihat akan semakin banyak kompetitor, namun kami melihat ini sebagai bukti bahwa industri kripto di Indonesia terus tumbuh dan sehat, serta punya potensi untuk berkembang, karena menarik banyak pemain untuk masuk ke industri ini,” jelas VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto.

flag pattern chart
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

Prospek ke depan, industri kripto masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas. Kripto nantinya tidak akan dilihat lagi sebagai instrumen investasi, namun sebagai backbone ekosistem yang bisa menyelimuti banyak sektor.

Oleh karena itu, Tokocrypto tidak hanya fokus mengembangkan bisnis exchange yang sudah dimulai sejak 2017. Kami melebarkan lini bisnis dengan menciptakan ekosistem blockchain, TokoVerse, yang meliputi project kripto (TKO), NFT marketplace (TokoMall), program akselerator startup (TokoLabs), crypto hub (T-Hub), aplikasi edukasi (Kriptoversity) dan lainnya.

“Investor bisa melihat industri aset kripto di Indonesia lebih luas lagi. Dampaknya akan besar tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi membangun industri blockchain yang bisa meliputi banyak sektor. Kami terus menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat di segala golongan usia. Diharapkan fokus utama kami ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan ciptakan trust kepada masyarakat,” jelas Cenmi.

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto.

Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

Regulasi Kripto di Indonesia

Dalam laporan terbaru dari exchange global, Gemini, saat ini ada 41 persen dari total penduduk Indonesia yang memiliki aset kripto. 64 persen orang Indonesia juga percaya bahwa aset digital mampu melindungi nilai terhadap inflasi. Kemudian, ada lebih dari 60 persen orang Indonesia juga yang memercayai bahwa kripto adalah masa depan uang.

Di samping itu, dukungan regulasi dari pemerintah juga mendorong pertumbuhan industri aset kripto. Sebagaimana diketahui aset kripto telah diregulasi dan dinyatakan sebagai komoditas yangdiperdagangkan secara sah dan legal yang diatur oleh Bappebti. Kemudian, ada aturan perpajakan PMK 68 dari Kementerian Keuangan menambah legitimasi kripto di Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah untuk memberikan keamanan hukum dan untuk melindungi kepentingan konsumen kripto Indonesia. Dibutuhkan dukungan seluruh ekosistem untuk membawa adopsi dan manfaat kripto dan blockchain kepada masyarakat,” pungkas Cenmi.

Baca juga: Market Awal Pekan: Nilai Bitcoin Rebound Setelah Terpuruk Ditekan Inflasi



Sumber : news.tokocrypto.com