Federal Reserve (The Fed) kembali membuat keputusan penting yang menjadi sorotan dunia, yaitu mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Keputusan ini, yang mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 5,25% hingga 5,5%, mengirimkan sinyal kuat tentang kehati-hatian The Fed dalam menghadapi kompleksitas ekonomi global saat ini.
Mengapa The Fed Bertindak Hati-hati?
Keputusan ini tidak diambil secara tiba-tiba. Setelah serangkaian kenaikan suku bunga yang agresif untuk menjinakkan inflasi, The Fed kini berada di persimpangan jalan.
Mereka melihat adanya tanda-tanda positif yang dapat dilihat dari aktivitas ekonomi yang terus berkembang, pasar tenaga kerja yang stabil, dan inflasi yang mulai mereda.
Namun di sisi lain, mereka juga menyadari bahwa tantangan masih ada, yaitu tingkat inflasi yang masih tetap tinggi.
Meskipun inflasi telah turun dari puncaknya, angkanya masih jauh dari target 2% yang diinginkan The Fed.
Hal ini membuat mereka tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga di masa depan, sehingga berakhir dengan tidak menurunkan suku bunga.
Ketidakpastian Ekonomi Global
Faktor-faktor seperti konflik geopolitik, gangguan rantai pasokan, dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar menciptakan ketidakpastian yang signifikan.
Menurut laporan Cryptobriefing pada Kamis (20/3), The Fed ingin memastikan bahwa mereka tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk situasi.
Dampak pada Pasar Kripto
Keputusan The Fed ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pasar kripto, terutama Bitcoin.
Secara historis, suku bunga yang rendah cenderung menguntungkan aset berisiko seperti kripto. Akibat putusan The Fed ini, investor akan mencari imbal hasil yang lebih tinggi.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, investor mencari peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh aset tradisional seperti obligasi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan minat pada kripto.
Karena The Fed urung menurunkan suku bunga, ini berarti biaya pinjaman akan menjadi lebih rendah.
Suku bunga yang rendah juga mengurangi biaya pinjaman, yang dapat mendorong investasi dalam aset berisiko. Hanya saja, pasar kripto juga sensitif terhadap sentimen investor.
Jika investor khawatir tentang prospek ekonomi, mereka mungkin menarik dana dari aset berisiko, termasuk kripto.
Apa yang Akan Selanjutnya Terjadi?
The Fed akan terus memantau data ekonomi dengan cermat dan siap untuk menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.
Fokus mereka adalah untuk mencapai keseimbangan antara mengendalikan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bagi para investor, keputusan The Fed ini mengingatkan akan pentingnya untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian pasar.
Secara keseluruhan, keputusan The Fed untuk menahan suku bunga mencerminkan pendekatan yang seimbang dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Meskipun ada tanda-tanda positif, The Fed tetap waspada terhadap risiko dan akan terus memantau situasi dengan cermat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Setelah hampir tiga tahun dalam pertarungan hukum, gugatan antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akhirnya mencapai resolusi signifikan.
Kasus ini, yang menjadi sorotan global, dianggap sebagai momen kritis bagi masa depan regulasi aset kripto di Amerika Serikat.
Latar Belakang Gugatan
Pada Desember 2020, SEC menggugat Ripple Labs dan dua eksekutifnya, yaitu Brad Garlinghouse dan Chris Larsen, atas tuduhan penjualan XRP sebagai “sekuritas tidak terdaftar” senilai $1,3 miliar.
SEC berargumen bahwa XRP memenuhi definisi Howey Test (kriteria untuk menentukan aset sebagai sekuritas) karena investor membelinya dengan harapan keuntungan dari upaya Ripple.
Meski begitu, Ripple membantah klaim tersebut dengan menegaskan bahwa XRP adalah aset kripto utilitas yang digunakan untuk transaksi lintas batas, bukan investasi.
Bahkan, perusahaan juga menuduh balik SEC karena gagal memberikan kejelasan dan batasan-batasan dari regulasi sebelumnya.
Putusan Pengadilan yang Mengguncang
Pada Juli 2023, Hakim Analisa Torres dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York mengeluarkan putusan summary judgment (keputusan tanpa persidangan lengkap) yang membagi kemenangan antara kedua belah pihak.
Poin pertama, penjualan XRP ke investor institusional diklasifikasikan sebagai penawaran sekuritas tidak terdaftar, sehingga Ripple melanggar hukum.
Poin kedua, penjualan XRP di bursa kripto tidak dianggap sebagai sekuritas karena pembeli ritel tidak berinvestasi langsung dalam Ripple.
Putusan ini dirayakan komunitas kripto sebagai preseden penting yang membedakan antara penjualan aset ke institusi vs publik.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dampak pada Ripple dan XRP
Setelah putusan tersebut diumumkan, harga XRP naik lebih dari 70% dalam 24 jam. Selain itu, Ripple kembali ke bursa AS.
Bahkan, platform seperti Coinbase dan Kraken kembali mencantumkan XRP setelah sebelumnya delisting.
Tak hanya dari bursa kripto, dukungan juga datang dari ekosistem di industri ini. Perusahaan seperti Coinbase dan Blockchain Association mendukung Ripple dalam pernyataan amicus brief.
Reaksi SEC
Di kubu lawan, SEC dikabarkan tidak puas dengan putusan tersebut dan berencana mengajukan banding.
Ketua SEC Gary Gensler menyatakan bahwa keputusan ini “mengecewakan” tetapi tidak mewakili kekalahan total.
Implikasi untuk Industri Kripto
Dari kasus gugatan Ripple vs SEC tersebut, terdapat beberapa hal yang memerlukan perhatian khusus, terutama masalah kejelasan regulasi.
Pasalnya, putusan ini memberi panduan terbatas tentang bagaimana aset kripto dinilai sebagai sekuritas atau komoditas.
Perseteruan tersebut juga memberikan tekanan pada kongres AS. Banyak pihak mendorong legislasi jelas untuk mengatur kripto agar mengurangi ketergantungan pada gugatan SEC.
Meski begitu, kasus Ripple vs SEC juga membuka peluang untuk perusahaan lain yang mengalami hal serupa dengan platform besutan Brad Garlinghouse tersebut.
Jadi, perusahaan dengan token utilitas bisa saja menggunakan argumen yang serupa dengan Ripple untuk membela diri.
Langkah Selanjutnya?
Meski hakim telah menjatuhkan putusan, baik SEC maupun Ripple sama-sama berpeluang mengajukan banding, yang bisa memperpanjang ketidakpastian.
Hanya saja, Brad Gingerhouse dalam wawancara kepada Bloomberg menegaskan bahwa Ripple akan fokus pada ekspansi di pasar seperti Eropa dan Asia, di mana regulasi lebih progresif.
Menariknya, meski kasus tersebut hanya mengikat pada Ripple, namun putusan ini mungkin akan mempercepat persetujuan ETF spot Bitcoin dan Ethereum di AS.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Securities and Exchange Commission (SEC) membatalkan bandingnya terhadap Ripple yang selama empat tahun terakhir tak kunjung usai.
Sementara SEC tidak lagi melanjutkan kasusnya terhadap perusahaan tersebut, Ripple masih mengajukan banding atas denda sebesar $125 juta dan putusan yang mengharuskannya untuk mendaftarkan penjualan XRP institusional sebagai sekuritas.
Putusan Hakim Analisa Torres pada bulan Agustus 2023: yang memutuskan bahwa XRP bukanlah sekuritas saat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi penjualan XRP institusional kepada investor terakreditasi diklasifikasikan sebagai sekuritas, masih berlaku.
Imbasnya, harga XRP melonjak hampir 11% menjadi $2,52 setelah berita tersebut meluas, menurut data dari CoinGecko.
Alasan Tuntut Balik
Setelah bertahun-tahun berproses hukum, SEC akhirnya menarik diri, akan tetapi Ripple belum menganggap kasus tersebut selesai.
CEO Ripple Brad Garlinghouse berbincang dengan Bloomberg pada hari Rabu (19/3) dan menjelaskan mengapa perusahaan tersebut tetap mengajukan banding.
“SEC telah membatalkan banding mereka. Itu berarti kami berubah dari tergugat menjadi penggugat,” kata Brad dalam wawancara tersebut.
Brad juga membahas berapa banyak biaya hukum yang telah dikeluarkan Ripple sejak kasus ini dimulai pada Desember 2020.
“Kami telah menghabiskan lebih dari $150 juta untuk membela kasus ini, bukan hanya untuk kami, tetapi untuk seluruh industri kripto,” katanya.
Ia menyebut strategi SEC di bawah pimpinan Gary Gensler sebagai upaya untuk menggertak industri kripto melalui tindakan hukum.
“SEC ingin memaksakan kekuasaannya atas kripto melalui tuntutan hukum. Itu sudah berakhir sekarang,” tambahnya.
Dalam wawancara tersebut, Brad mengakui bahwa mencabut banding adalah sebuah pilihan.
Akan tetapi karena denda tersebut berasal dari penjualan XRP pada tahun 2015 dan 2016, di mana SEC belum menerapkan regulasi seperti dalam tuduhan, dinilai Brad sebagai transaksi yang tidak merugikan investor mana pun.
“Tidak ada kerugian bagi investor, tidak ada uang yang hilang, jadi mengapa kita ada di sini?” tanyanya.
Keputusan SEC untuk membatalkan banding menandakan adanya perubahan dalam pendekatannya terhadap penegakan hukum kripto.
Brad mengatakan bahwa pemerintahan baru Donald Trump dan perubahan dalam kepemimpinan SEC telah berperan dalam hal ini.
“Saya pikir jika Anda bertanya kepada Paul Atkins dan David Sacks, mereka akan setuju bahwa kasus ini seharusnya tidak pernah diajukan,” kata Brad.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
IPO bukan prioritas Ripple
Pada kesempatan yang sama, Brad menepis spekulasi bahwa Ripple akan go public, dengan mengatakan bahwa IPO bukanlah prioritas saat ini.
“Go public adalah sesuatu yang dapat kami pertimbangkan, tetapi kami tidak perlu melakukannya untuk saat ini,” papat Brad.
Tidak seperti kebanyakan perusahaan yang go public untuk mengumpulkan modal, Ripple mampu tumbuh secara organik tanpa pendanaan dari luar.
Rencana Akuisisi
Alih-alih tidak menggelar IPO, Ripple sebenarnya justru tengah mempertimbangkan akuisisi.
Brad mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut tengah aktif mencari cara untuk membeli perusahaan infrastruktur blockchain.
“Waktu tepatnya belum pasti. Tapi, akan ada konsolidasi tahun ini, dan kami akan menjadi bagian darinya,” sambung Brad.
Lembaga keuangan juga mulai memikirkan kembali pendekatan mereka terhadap kripto, seperti yang ditunjukkan Brad, bank-bank besar AS yang sebelumnya tidak ingin berurusan dengan kripto, kini berubah pikiran.
Dua bidang utama yang diminati bank adalah penyimpanan dan pembayaran kripto. Seiring dengan semakin populernya stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata, lembaga keuangan tengah menjajaki cara untuk mengintegrasikan layanan kripto.
“Bank perlu menyimpan aset kripto dengan aman dan infrastruktur pembayaran sudah ketinggalan zaman,” kata Brad.
Selain akuisis, Ripple telah memperluas bisnis stablecoinnya, meluncurkan RL USD tahun lalu.
Sasaran perusahaan adalah menjadikannya salah satu dari lima stablecoin teratas pada akhir tahun.
“Sasarannya adalah pada akhir tahun RLUSD menjadi salah satu dari lima teratas di pasar pada akhir tahun. Dan saya pikir seluruh pasar akan tumbuh secara dramatis tahun ini,” lanjut Brad optimis.
Untuk diketahui, pasar stablecoin saat ini bernilai $230 miliar, dan beberapa analis percaya pasar ini dapat tumbuh 10x selama lima tahun ke depan.
Maka dari itu, Brad berambisi bahwa Ripple ingin memanfaatkan momen tersebut semaksimal mungkin.
Tetap Transparan
Ketika ditanya tentang manajemen pasokan XRP, Brad menepis kekhawatiran bahwa kepemilikan Ripple atas 42% pasokan token memberinya keuntungan yang tidak adil.
“Kami telah transparan tentang kepemilikan XRP kami selama bertahun-tahun. Tidak ada yang berubah,” katanya.
Selaras dengan pernyataan Brad, perusahaan selalu menerbitkan Laporan Pasar XRP secara berkala, untuk merinci berapa banyak yang dijual perusahaan ke pasar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto, termasuk Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan positif setelah Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap pada 4,25 Hingga 4,5%.
Dilaporkan Dinews, keputusan ini memberikan angin segar bagi investor setelah periode ketidakpastian yang cukup panjang.
Bitcoin dan Ethereum Naik, Pasar Merespons Positif
Pada Rabu (19/3) malam waktu New York, harga Bitcoin tercatat naik 1,3% menjadi $85.623, sementara Ethereum mengalami kenaikan tipis 0,8% menjadi $2.043, menurut data dari CoinGecko. Investor menyambut keputusan Fed ini dengan optimisme, mengingat bank sentral tetap pada jalurnya untuk melakukan dua kali pemangkasan suku bunga di tahun 2025.
Sebelum pengumuman, ekspektasi investor terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga memang rendah, sekitar 1% berdasarkan alat FedWatch dari CME. Namun, kepastian dari The Fed memberikan sentimen positif yang mendorong harga kripto dan saham untuk kembali naik.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Proyeksi Ekonomi AS: Perlambatan Pertumbuhan dan Inflasi Meningkat
Meski pasar kripto dan ekuitas mengalami lonjakan, proyeksi ekonomi yang dirilis oleh Federal Open Market Committee (FOMC) tetap memberikan sinyal kehati-hatian. FOMC merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun 2025 menjadi 1,7% dari sebelumnya 2,1%, sementara inflasi diprediksi meningkat menjadi 2,8% dari 2,5% yang diproyeksikan pada Desember lalu.
Dalam pernyataannya, FOMC menekankan bahwa “ketidakpastian seputar prospek ekonomi telah meningkat,” yang mencerminkan potensi tantangan di masa depan.
Dampak Perang Dagang dan Kekhawatiran Resesi
Di luar kebijakan moneter, kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang menetapkan tarif 25% terhadap Kanada, Meksiko, China, dan kemungkinan Uni Eropa menambah ketidakpastian ekonomi. Tarif tersebut berpotensi menaikkan harga barang dan jasa bagi konsumen, memperburuk tekanan inflasi yang masih bertahan di sekitar 3%.
Ekonom Mohamed El-Erian menyebut bahwa peluang resesi AS telah meningkat dari 10% menjadi 25%. Ia memperingatkan bahwa jika Fed tetap berpegang teguh pada target inflasi 2%, maka pasar akan lebih fokus pada kemungkinan kenaikan suku bunga ketimbang pemotongan.
“Semua orang sepakat bahwa upaya mengatasi inflasi telah terhenti,” ujar El-Erian dalam konferensi Digital Asset Summit Blockworks.
XRP Melesat 12% Setelah Kemenangan Ripple di Pengadilan
Sementara itu, salah satu pemenang terbesar di pasar kripto adalah XRP. Token yang terkait dengan Ripple ini melonjak hingga 12% setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) membatalkan banding terhadap Ripple.
Ini menjadi kemenangan besar bagi Ripple dan memberikan sentimen positif bagi komunitas kripto.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Meskipun reli harga kripto memberikan optimisme bagi investor, sejumlah analis tetap berhati-hati. James Butterfill, kepala penelitian di CoinShares, menyebut bahwa jika Fed tetap bersikap agresif dalam kebijakan moneternya, pemulihan harga yang signifikan dalam jangka pendek masih sulit terjadi.
Saat ini, tantangan utama bagi pasar adalah bagaimana ekonomi AS akan merespons kebijakan suku bunga serta dampak perang dagang yang terus berkembang. Investor akan terus mencermati langkah The Fed dan kebijakan ekonomi pemerintah AS untuk menentukan strategi investasi mereka ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Presiden Donald Trump dikabarkan akan menyampaikan pidato di Digital Asset Summit (DAS) yang diselenggarakan di New York pada 20 Maret 2025.
Menurut laporan BeInCrypto, kehadirannya menandai momen penting, karena ini adalah pertama kalinya seorang presiden Amerika Serikat berpartisipasi secara resmi dalam konferensi kripto.
Donald Trump dan Sikapnya Terhadap Kripto
Bulan ini, Trump juga menjadi tuan rumah KTT Kripto Gedung Putih yang pertama. Meskipun respons publik terhadap acara tersebut beragam, pertemuan itu memberikan wawasan mengenai cadangan Bitcoin yang dimiliki AS serta kebijakan regulasi pemerintah terhadap aset digital.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa pidato Trump di DAS mungkin tidak dilakukan secara langsung. Ia diperkirakan akan menyampaikan pesannya melalui rekaman atau streaming langsung.
Jurnalis Eleanor Terrett mengungkapkan bahwa konferensi ini akan menampilkan berbagai pemimpin industri dan anggota parlemen, seperti Perwakilan Ro Khanna, Tom Emmer, Michael Saylor dari MicroStrategy, serta CEO Ripple, Brad Garlinghouse.
Dampak Pidato Trump terhadap Pasar Kripto
Kehadiran Trump dalam konferensi ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap pasar kripto. Jika dalam pidatonya ia menunjukkan dukungan terhadap regulasi yang lebih ramah bagi industri aset digital, hal ini dapat mendorong kepercayaan investor dan meningkatkan harga aset kripto.
Saat ini, pasar kripto sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Selain perkembangan di DAS, keputusan The Fed yang tidak menahan pemotongan suku bunga dan rencana dua kali pemangkasan suku bunga di akhir tahun turut menjadi faktor pemicu optimisme di pasar.
Dengan berbagai tokoh penting yang akan hadir serta kemungkinan pernyataan strategis dari Trump, Digital Asset Summit 2025 berpotensi menjadi salah satu konferensi paling berpengaruh bagi industri kripto tahun ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Selamat datang di Market Sinyal Harian edisi spesial Ramadan. Hari ini Kamis, 20 Maret 2025, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk lima kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.
Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.
CAKE/USDT (🔼 8.37%)
Entry: $2.442
Stop Loss: $2.340
Take Profit: $2.650
Pada grafik 1 jam CAKE/USDT, harga menunjukkan pemulihan setelah mengalami koreksi dan saat ini bergerak menuju resistance di $2.65. Level support utama berada di sekitar $2.34-$2.44. Indikator RSI menunjukkan 60.94, yang mendekati kondisi overbought, namun masih memungkinkan untuk momentum bullish lebih lanjut. Jika harga mampu menembus resistance $2.65, maka potensi kenaikan lebih lanjut dapat terjadi. Volume perdagangan juga meningkat, menunjukkan adanya minat beli.
Dari sisi fundamental, PancakeSwap baru saja meluncurkan fitur veCAKE Revenue Sharing Pool, yang memungkinkan pengguna untuk mengunci CAKE mereka dan mendapatkan bagian dari pendapatan trading fee dari pasangan V3.
THE/USDT (🔼 4.83%)
Entry: $0.3694
Stop Loss: $0.3608
Take Profit: $0.3874
Grafik THE/USDT menunjukkan harga berada di area support sekitar $0.3608 – $0.3694 dengan potensi rebound menuju resistance di $0.3874. RSI saat ini di sekitar 41.37, menunjukkan kondisi masih netral-cenderung oversold, yang bisa menjadi peluang untuk koreksi ke atas. Volume perdagangan cukup besar, mencerminkan adanya minat beli yang meningkat. Jika harga mampu menembus resistance $0.3874, ada peluang untuk reli lebih lanjut.
Fundamental THE mengalami katalis positif dengan listing pasangan THE/USDC di Exchange Global Spot, yang akan meningkatkan likuiditas dan adopsi token ini. Listing ini juga menyesuaikan dengan regulasi MiCA terkait stablecoin, yang memberikan kepercayaan tambahan bagi investor. Dengan peningkatan likuiditas dan volume perdagangan yang lebih besar
TAO/USDT (🔼 4.51%)
Entry: $251.3
Stop Loss: $246.6
Take Profit: $262.7
Secara teknikal, TAO menunjukkan pergerakan volatil dengan level support kuat di sekitar $246.6 dan resistance di $262.7. Harga saat ini berada di kisaran $254.2 setelah mengalami rejection dari resistance. RSI berada di sekitar 49.36, menunjukkan masih adanya ruang untuk pergerakan naik, namun momentum sedang melemah. Jika harga mampu bertahan di atas $251.3, ada potensi retest ke $262.7. Volume perdagangan masih relatif rendah, menandakan pergerakan yang bisa dipengaruhi oleh likuiditas terbatas.
Dari sisi fundamental, TAO mendapat dorongan dari perkembangan ekosistem Bittensor dengan peluncuran kompetisi model AI baru yang berkolaborasi dengan Microsoft dan Prime Intellect. Ini menunjukkan bahwa ekosistem TAO terus berkembang dalam AI dan machine learning, yang bisa meningkatkan daya tarik proyek dalam jangka panjang.
SOL/USDT (🔼 3.60%)
Entry: $130.27
Stop Loss: $128.16
Take Profit: $134.96
Pada grafik 1 jam SOL/USDT, harga saat ini berada di sekitar $132.92 dan sedang menguji area resistance di $134.96. Jika terjadi breakout dengan volume yang tinggi, potensi kenaikan berikutnya bisa mencapai sekitar $139.65 (+3.60%). Support kuat berada di kisaran $128.16 – $130.27, yang dapat menjadi area pantauan jika terjadi pullback. Indikator RSI berada di level 60.76, mengindikasikan momentum bullish, tetapi mendekati zona overbought, yang dapat menyebabkan koreksi sebelum melanjutkan kenaikan lebih lanjut.
Sentimen positif datang dari peluncuran ETF Solana Futures oleh Volatility Shares, yang memperkenalkan SOLZ (melacak futures Solana) dan SOLT (ETF dengan leverage 2x). Ini menjadi langkah besar bagi Solana, mirip dengan dampak ETF Bitcoin sebelumnya, yang berpotensi meningkatkan minat institusional dan memperdalam likuiditas pasar. Dengan market cap Solana yang mencapai $67 miliar, ETF ini dapat membawa lebih banyak modal ke dalam ekosistemnya.
ENA/USDT (🔼 5.34%)
Entry: $0.3735
Stop Loss: $0.3668
Take Profit: $0.3934
Pada grafik 1 jam ENA/USDT, harga saat ini bergerak di kisaran $0.3856, mengalami koreksi setelah sebelumnya mencapai resistance di sekitar $0.3934. Jika harga mampu bertahan di atas support kuat di sekitar $0.3735, potensi kenaikan ke area $0.3934 (+5.34%) masih terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan area support ini bisa membawa harga turun ke $0.3668.
RSI saat ini berada di 52.88, menunjukkan momentum masih cukup netral tanpa indikasi overbought atau oversold yang signifikan.Ethena Labs baru saja mengumumkan kemitraan dengan Initia, di mana stablecoin USDe akan menjadi likuiditas utama dalam ekosistem DeFi mereka.
Langkah ini dapat memperkuat permintaan terhadap ENA karena USDe akan digunakan dalam berbagai aplikasi keuangan, termasuk perdagangan, peminjaman, dan DeFi secara umum.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam melakukan investasi tentu harus memiliki rencana investasi yang jelas agar bisa mencapai tujuan investasi.
Berikut beberapa tips untuk kamu yang ingin membuat rencana investasi aset kripto!
Apa itu Rencana Investasi?
Rencana investasi atau dalam bahasa Inggris sering disebut dengan Investement Plan, merupakan sebuah strategi untuk merencanakan lokasi dana yang akan dimasukan ke dalam instrumen investasi dengan tujuan keuangan tertentu di masa depan.
Proses perencanaan investasi ini biasanya melibatkan kebutuhan keuangan, penilaian risiko, pemilihan instrumen investasi yang sesuai, dan penentuan strategi investasi yang sekiranya cocok.
Alasan Kenapa Rencana Investasi Menjadi Penting
Sumber: Ono Kosuki, Pexels.
Melakukan perencanaan investasi sebelum menginvestasikan dana pada intrumen investasi menjadi sangat penting karena dapat membantu kamu mencapai tujuan dalam berinvestasi dengan cara yang lebih terukur dan strategis.
Tentunya, dengan perencaan investasi yang lebih matang, kamu diharapkan mampu menetapkan tujuan investasi sebelum melakukan pembelian aset, serta menilai profil risiko untuk bisa memahami sejauh mana kamu dapat menoleransi fluktuasi pasar dan potensi kerugian.
Sehingga, pada saat berinvestasi nanti, kamu bisa mengikuti rencana investasi yang sebelumnya sudah kamu buat. Dengan begitu kamu akan terhindar dari keputusan impulsif, dan mengurangi kemungkinan mengambil risiko yang tidak sesuai dengan profil risiko.
Lalu apa saja yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana investasi?
Kenali Tujuan Investasi
Sumber: Anna Tarazevich, Pexels.
Setiap orang tentunya memiliki tujuan investasi yang berbeda-beda, dalam menentukan rencana investasi yang akan kamu lakukan, mengenali tujuan dari investasi adalah salah satu hal yang sangat penting.
Biasanya dalam berinvestasi ada beberapa tujuan seperti:
Keamanan (Safety): Melindungi nilai dana yang diinvestasikan, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak menentu. Contohnya adalah membangun dana darurat dengan berinvestasi di aset seperti PAX Gold yang merupakan emas dalam bentuk tokenisasi sehingga memberikan perlindungan nilai saat ekonomi tidak stabil.
Penghasilan (Income): Mendapatkan pendapatan pasif dari investasi, seperti bunga dari obligasi, dividen dari saham, atau hasil dari properti sewaan. Ini biasanya menjadi tujuan bagi orang yang sudah memasuki usia pensiun.
Pertumbuhan Nilai (Growth): Meningkatkan nilai investasi seiring waktu untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, seperti melakukan investasi di aset kripto contohnya Bitcoin untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.
Diversifikasi Risiko: Mengurangi risiko dengan menyebarkan ke kekayaan yang dimiliki ke berbagai instrumen atau sektor, salah satunya investasi sehingga kerugian di satu area tidak terlalu berdampak besar.
Mencapai Tujuan Keuangan Spesifik: Berinvetasi dengan harapan mendapat keuntungan dari investasi dan keuntungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan hal tertentu seperti membuka usaha, atau liburan ke luar negeri.
Nah, kira-kira dari lima contoh tujuan investasi di atas, masuk ke mana tujuan kamu dalam berinvestasi?
Nominal Dana Investasi
Sumber: Leeloo, Pexels
Sebelum melakukan investasi, ada baiknya rencanakan dahulu berapa nominal dana yang akan kamu investasikan, baik setiap bulannya atau secara total. Ini karena setiap instrumen investasi memiliki syarat minium investasinya sendiri.
Contohnya di Indonesia, pembelian saham dilakukan dalam satuan lot, dengan minimum 1 lot (100 lembar saham). Harga minum pembelian akan tergantung pada harga per lembar saham yang dibeli, misalnya: jika harga satu lembar saham seharga Rp1.000 maka minimum pembelian adalah Rp100.000 (1 lot).
Sedangkan untuk kripto tidak seperti beberapa instrumen investasi tradisional yang memerlukan modal awal yang besar, Bitcoin dapat dibeli dalam jumlah yang sangat kecil, bahkan dengan modal investasi sekitar Rp1.600.
Jika kamu bingung menentukan besaran dana yang akan diinvestasikan setiap bulannya, kamu bisa mencoba metode 50/30/20 yang mana 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk investasi.
Pertimbangkan Likuiditas Aset Investasi
Sumber: RDNE, Pexels.
Mempertimbangkan likuiditas aset investasi adalah langkah penting dalam perencanaan keuangan, karena likuiditas menentukan seberapa cepat dan mudah aset dapat diubah menjadi uang tunai tanpa kehilangan nilai yang signifikan.
Ketika merencanakan investasi, penting untuk memahami kapan dana dari aset tersebut mungkin diperlukan, sehingga kamu dapat memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan likuiditas kamu.
Misalnya, jika kamu memerlukan akses cepat ke dana untuk keadaan darurat atau pengeluaran mendadak, kamu mungkin ingin berinvestasi dalam aset yang sangat likuid, seperti saham atau kripto, yang dapat dijual dengan cepat di pasar.
Sebaliknya, aset seperti real estat atau obligasi jangka panjang mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk dicairkan dan mungkin tidak ideal jika kamu memerlukan dana dalam waktu singkat.
Dengan mempertimbangkan likuiditas, kamu dapat memastikan bahwa portofolio investasi kamu selaras dengan kebutuhan keuangan jangka pendek dan jangka panjang kamu.
Mengatur Profil Risiko
Sumber: Anna, Pexels.
Memiliki profil risiko yang sesuai dengan tujuan investasi akan menjadi sangat penting karena bisa membantu menentukan jenis aset investasi dan mengurangi stress.
Profil risiko berarti seberapa besar toleransi atau kemampuan kamu dalam menghadapi situasi seperti kerugian saat berinvestasi.
Profil risiko biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori:
Konservatif: Cenderung menghindari risiko tinggi, memprioritaskan keamanan modal. Contoh aset kripto: PAX Gold dan Stablecoin.
Moderat: Bersedia mengambil risiko sedang untuk potensi pengembalian yang lebih tinggi. Contoh aset kripto: Bitcoin.
Agresif: Bersedia menerima risiko tinggi untuk potensi pengembalian yang lebih besar. Contoh aset kripto: Ethereum, Solana, dan Altcoin lain.
Dalam menentukan profil risiko ini biasanya dipengaruhi beberapa hal seperti: tujuan, jangka waktu, usia, jumlah investasi, dan pengetahuan dalam berinvestasi.
Jika kamu ingin melakukan investasi aset kripto, melakukan investasi dengan Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) bisa menjadi solusi untuk membantu mengurangi risiko investasi karena memungkinkan pembelian aset secara berkala dalam jumlah tetap, terlepas dari fluktuasi pasar.
Dengan cara ini, investor dapat menciptakan rata-rata harga pembelian yang lebih stabil, menghindari tekanan akibat volatilitas, dan mengelola investasi secara lebih disiplin.
Strategi DCA ini bisa kamu lakukan dengan mudah di Tokocrypto dengan minimal investasi Rp20.000 pada aplikasi Tokocrypto.
Dalam menyusun rencana investasi, penting untuk mengenali tujuan investasi, seperti penghasilan, pertumbuhan nilai, risiko, dan tujuan keuangan spesifik. Selain itu, menentukan nominal dana yang akan diinvestasikan dan mempertimbangkan likuiditas aset juga sangat krusial.
Dengan memahami dan menerapkan elemen-elemen ini, semoga kamu dapat memastikan bahwa portofolio investasi selaras dengan kebutuhan keuangan jangka pendek atau jangka panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
USDT merupakan salah satu stablecoin yang ditautkan dengan harga Dolar AS, ini memungkinkan aset kripto USDT memiliki harga yang stabil mengikuti harga Dolar AS tanpa perlu mengkhawatirkan pergerakan market kripto.
Di saat Rupiah yang terus melemah, menabung dalam bentuk aset kripto dalam bentuk USDT bisa jadi salah satu solusi bagi kamu yang masih ingin terlibat dalam pasar kripto, namun tidak ingin mengambil risiko volatilitas yang tinggi.
Pada artikel ini akan membahas tentang simulasi potensi keuntungan yang bisa kamu dapat jika melakukan dollar cost averaging USDT dari 2021. Simak pemaparannya di bawah ini!
Potensi Keuntungan dari Dolar Cost Averaging USDT Saat Rupiah Melemah
Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS telah mengalami penurunan yang signifikan, dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global dan domestik.
Kondisi mata uang Rupiah yang terus menurun ini membuat banyak investor lokal mencari alternatif investasi yang lebih stabil, salah satunya USDT, yang nilainya dipatok dengan Dolar AS, untuk melindungi aset mereka dari depresiasi lebih lanjut.
Pergarakan Dolar AS terhadap rupiah yang menguat hingga 19.5%. Sumber: Tradingview.
Jika dilihat dari pergerakan harga Dolar AS, dari sepanjang tahun 2021 hingga awal maret 2025, total kenaikan USD terhadap Rupiah mencapai sampai dengan 19,5%.
Nah, dengan melakukan pembelian berkala dengan metode dollar cost averaging dari awal tahun 2021 kamu akan mendapatkan keuntungan kurang lebih 8.33% atau sekitar Rp1,998,900 dengan pembelian rata-rata di harga Rp15,084.58 per USDT-nya.
Total pembelian yang dilakukan adalah sebanyak 42x dengan harga pembelian rata-rata per satu USDT senilai Rp15,084.58.
Dengan pembelian 42x, total investasi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp24,000,000 dengan investasi akhir Rp25,998,900. Keuntungan 8.33% mungkin terlihat tidak telalu besar, namun bagi kamu yang menunggu untuk berinvestasi kripto sambil melihat waktu yang tepat untuk masuk ke pasar kripto, ini bisa jadi salah satu strategi yang paling tepat.
Data ini dimulasikan menggunakan data pergerakan bulanan USD/IDR dari investing.com dan harga bulanan yang di ambil setiap pembelian adalah dari per tanggal 1 di setiap bulannya.
Ringkasan Data Keuntungan Dollar Cost Averaging USDT
Keterangan
Detail
Rentang bulan
01/04/2021 – 01/03/2025
Total investasi
Rp24,000,000 (48x Investasi)
Total USDT yang dibeli
1,581
Harga USDT sekarang
Rp16,455
Nilai Rugi/Untung Per Maret 2025
Rp1,998,900
ROI
8.33%
Harga rata-rata beli per USDT
Rp15,084.58
Harga USDT per Maret 2025
Rp16,455
Puncak total keuntungan
Rp2,205,000 pada Februari 2025 (9.19%)
Kesimpulan
Strategi Dollar Cost Averaging dengan USDT menawarkan cara yang aman dan terukur untuk berinvestasi di tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah.
Meskipun keuntungan yang diperoleh mungkin tidak terlalu besar, stabilitas yang ditawarkan oleh USDT sebagai aset yang dipatok dengan Dolar AS dapat memberikan perlindungan terhadap depresiasi Rupiah.
Bagi investor yang mencari cara untuk tetap terlibat dalam pasar kripto sambil meminimalkan risiko, strategi ini dapat menjadi pilihan yang bijak.
Bagaimana Cara Melakukan Dollar Cost Averaging (DCA) USDT?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Pi Network baru saja mengumumkan pembaruan keamanan penting dengan memperkenalkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk dompet penggunanya.
Menurut laporan Coingape, Langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan akun para Pioneers dan mendukung kelancaran migrasi ke blockchain mainnet. Pengumuman ini pun disambut positif oleh pasar, terlihat dari harga Pi Coin yang kembali menguat setelah sempat turun ke level support $1.
Keamanan 2FA untuk Perlindungan Maksimal
Keamanan selalu menjadi prioritas utama dalam ekosistem blockchain, dan Pi Network mengambil langkah besar dengan mewajibkan penggunaan 2FA bagi penggunanya. Sistem ini mengharuskan Pioneers menyelesaikan proses verifikasi melalui email tepercaya sebelum saldo Pi mereka dapat bermigrasi ke mainnet.
Bagi pengguna yang masih dalam masa pending 14 hari setelah migrasi, penyelesaian 2FA kini menjadi persyaratan wajib. Jika pengguna gagal menyelesaikan proses ini, saldo mereka akan dikembalikan ke aplikasi penambangan dengan aman. Sebaliknya, bagi yang berhasil menyelesaikan 2FA, saldo akan dikembalikan ke mainnet tanpa ada kehilangan aset.
Tim inti Pi Network menjelaskan bahwa 2FA dan fitur pengembalian saldo ini bertujuan untuk melindungi aset pengguna dari potensi risiko keamanan. Dengan sifat blockchain yang bersifat immutable (tidak dapat diubah), perlindungan ekstra ini menjadi sangat penting agar transaksi tetap aman dan hanya dikirimkan kepada pemilik yang sah.
Pergerakan Pi Network (PI).
Bagaimana Dampaknya terhadap Harga Pi Coin?
Dalam sepekan terakhir, Pi Coin mengalami tekanan jual yang cukup signifikan, turun sekitar 23% dan membuat kapitalisasi pasarnya anjlok di bawah $8 miliar. Akibatnya, peringkatnya turun dari posisi ke-11 ke posisi ke-16 dalam daftar mata uang kripto terbesar.
Namun, optimisme masih terlihat di pasar. Grafik harga Pi Coin menunjukkan pola segitiga simetris yang menandakan potensi breakout dalam waktu dekat.
Skenario Bullish: Jika harga Pi Coin berhasil menembus level resistance $1,2, maka dalam jangka pendek harga berpotensi naik ke kisaran $1,25–$1,30. Lonjakan volume pembelian bisa semakin mendorong momentum kenaikan.
Skenario Bearish: Jika gagal menembus resistance dan justru turun di bawah support $1,10, maka harga bisa kembali ke level $1,05–$1,02.
Rilis 129 Juta Pi Coin dan Spekulasi Listing di Bursa
Faktor lain yang mempengaruhi harga Pi Coin adalah pembukaan kunci token dalam jumlah besar. Data dari PiScan mengungkapkan bahwa hampir 129 juta Pi Coin senilai sekitar $175 juta akan dirilis bulan ini. Hal ini dapat meningkatkan tekanan jual dan berpotensi menekan harga kembali ke bawah $1 jika tidak diimbangi dengan permintaan yang cukup kuat.
Di sisi lain, komunitas Pi Network masih menantikan kabar mengenai listing di bursa besar. Hingga saat ini, Binance belum mengonfirmasi apakah akan mendaftarkan Pi Coin, yang membuat spekulasi di pasar semakin meningkat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Keputusan pemerintah AS untuk memasukkan Cardano (ADA) ke dalam Cadangan Aset Digital (DAS) mengejutkan banyak pihak dalam industri kripto.
Melalui perintah eksekutif yang dikeluarkan pada 6 Maret, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa ADA akan menjadi bagian dari portofolio aset digital strategis yang dikelola oleh Departemen Keuangan.
Namun, apakah langkah ini akan membawa peningkatan nilai bagi ADA, atau justru menimbulkan pertanyaan tentang masa depannya?
Mengapa ADA Masuk dalam Cadangan Aset Digital AS?
Diluncurkan pada tahun 2017, Cardano merupakan salah satu platform kontrak pintar tertua dengan pendekatan berbasis penelitian. Blockchain ini menggunakan mekanisme proof-of-stake (PoS) terdelegasi dan model akuntansi Extended UTXO, yang diklaim lebih efisien dibandingkan model lain seperti Ethereum.
Dila[oprkan Cointelegraph, salah satu keunggulan utama ADA adalah tata kelolanya yang terdesentralisasi. Melalui inisiatif Project Catalyst, dana dari transaksi dan inflasi dialokasikan untuk mendukung inovasi komunitas secara demokratis.
Berbeda dengan Ethereum yang masih mengandalkan tata kelola off-chain, Cardano berencana untuk sepenuhnya beralih ke tata kelola on-chain, memberikan pemegang ADA hak suara penuh atas perkembangan blockchain.
Dari sisi tokenomics, ADA memiliki pasokan maksimum 45 miliar koin, dengan 31 miliar sudah beredar. Inflasi tahunan ADA saat ini sekitar 4%, dengan distribusi hadiah staking sekitar 0,3% setiap lima hari.
Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Apakah Aktivitas Cardano Cukup untuk Mendukung Posisinya?
Meskipun memiliki komunitas yang solid dan visi jangka panjang, Cardano menghadapi tantangan besar dalam hal adopsi dan aktivitas jaringan. Beberapa data menunjukkan bahwa performa harga ADA masih tertinggal dari blockchain lain:
Transaksi Harian: Cardano hanya memproses 71.500 transaksi per hari, jauh di bawah Ethereum.
Pengguna Aktif: Ada sekitar 42.900 alamat aktif harian, yang masih terbatas dibandingkan blockchain besar lainnya.
Biaya Jaringan: Hanya mencapai $1,8 juta per kuartal, sementara Ethereum mencapai $552 juta pada periode yang sama.
Ekosistem DeFi: Pangsa pasar stablecoin Cardano hanya 0,01% dari total kapitalisasi stablecoin global.
DApp Activity: Rata-rata transaksi DApp harian hanya 14.300, turun 73% dari tahun sebelumnya.
Dengan metrik yang kurang kompetitif, muncul pertanyaan besar: Apakah Cardano benar-benar layak menjadi bagian dari cadangan aset digital AS?
Potensi Masa Depan ADA
Ikhtisar metrik utama Cardano, Q4 2024. Sumber: Messari.
Meskipun mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan kompetitor seperti Ethereum dan Solana, Cardano tetap memiliki potensi unik. Fokusnya pada desentralisasi dan tata kelola yang lebih transparan bisa menjadi nilai jual utama dalam jangka panjang.
Selain itu, proyek seperti Atrium Lab sedang mengeksplorasi integrasi Cardano dengan Bitcoin melalui model eUTXO, yang bisa membuka peluang baru dalam sektor DeFi.
Menurut David Nage, manajer portofolio di Arca:
“Cardano perlu menemukan cara untuk menarik lebih banyak pengembang dan membangun aplikasi yang bisa diandalkan oleh jutaan pengguna. Jika itu terjadi, menempatkan ADA dalam cadangan nasional AS akan lebih masuk akal.”
Layakkah ADA dalam Cadangan Aset Digital AS?
Dimasukkannya ADA dalam Cadangan Aset Digital AS menunjukkan pengakuan atas potensinya sebagai aset kripto strategis. Namun, keterbatasan adopsi dan rendahnya aktivitas jaringan masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi.
Jika Cardano dapat meningkatkan jumlah pengguna, mempercepat inovasi, dan memperkuat ekosistemnya, maka keputusan pemerintah AS ini bisa menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah bagi ADA. Sampai saat itu tiba, komunitas kripto akan terus mengawasi apakah kepercayaan yang diberikan pada ADA ini benar-benar dapat menghasilkan nilai nyata di pasar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.