Category Archives: Tokocrypto

Grup Hacker Bobol Sistem Asuransi

Jelajahcoin.com – Kelompok hacker Black Hat bernama Maze, mengklaim telah menggunakan ransomware untuk mengkompromikan sistem raksasa asuransi, Chubb. Mereka juga mengklaim telah mencuri data perusahaan tersebut.

Brett Callow, analis ancaman di perusahaan cybersecurity, Emsisoft, mengatakan pada 27 Maret 2020. Bahwa Maze menerbitkan klaim itu di situs webnya. Sementara situs web tidak memberikan bukti langsung dari peretasan sejauh ini, Callow menunjukkan fakta yang memberikan klaim kredibilitas:

“Para korban Maze masa lalu termasuk pemerintah, firma hukum, penyedia layanan kesehatan, produsen, perusahaan riset medis, penyedia layanan kesehatan, dan banyak lagi.”

Mode operandi Maze

Callow menjelaskan bahwa kelompok hacker biasanya pertama mengklaim peretasan setelah serangan ransomware yang berhasil dan kemudian. Jika korban tidak membayar, mereka akan menerbitkan sejumlah kecil data yang dicuri sebagai bukti peretasan. Pada titik ini, jika entitas yang dikompromikan masih tidak membayar, Maze akan mulai menerbitkan data yang semakin sensitif:

“Jika perusahaan masih belum membayar, lebih banyak data yang diterbitkan. Kadang-kadang secara terhuyung-huyung, untuk meningkatkan tekanan. Dalam kasus-kasus sebelumnya, para penjahat juga telah mempublikasikan data di forum kejahatan dunia maya Rusia dengan catatan untuk ‘Gunakan informasi ini dengan cara jahat yang Anda inginkan.’ Dalam satu insiden sebelumnya, kelompok tersebut meminta $1 juta untuk mendekripsi data perusahaan ditambah tambahan $1 juta untuk menghancurkan salinan yang telah dicuri. “

Pada bulan Februari, Maze mengkompromikan lima firma hukum Amerika Serikat dan menuntut dua tebusan 100BTC sebagai imbalan untuk memulihkan data dan menghapus salinan tambahan dari file mereka. Jumlah tebusan yang diminta dari Chubb saat ini tidak diketahui.

Menurut situs web data perusahaan, Owler, Chubb adalah penyedia asuransi yang berkantor pusat di Zurich dengan 32.700 karyawan dan pendapatan tahunan sebesar $34,2 miliar. Perusahaan tidak menjawab pertanyaan pada waktu pers.

Grup hacker terorganisir

Maze adalah kelompok penjahat cyber yang sangat terkenal dan terorganisir dengan baik. Callow juga mengatakan bahwa “Maze adalah kelompok hacker ransomware pertama yang mencuri dan mempublikasikan data. Dan itu adalah strategi yang telah diadopsi kelompok lain sejak itu.”

Maze juga menerbitkan siaran pers di situs web yang sama tempat data curian dipublikasikan. Pengumuman itu sangat mirip dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasa, meskipun mereka sering mengandung kesalahan tata bahasa.

Dalam satu siaran pers seperti itu, yang diterbitkan pada 22 Maret. Kelompok itu mengklaim bahwa mereka menjalankan kegiatannya dalam upaya untuk menarik perhatian pada kurangnya keamanan siber. Rilis terbaca:

“Kami ingin menunjukkan bahwa sistem ini tidak dapat diandalkan. Keamanan siber lemah. Orang-orang yang seharusnya peduli dengan keamanan informasi tidak dapat diandalkan. Kami ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang peduli dengan pengguna. Beberapa orang seperti Julian Assange atau Edward Snowden berusaha menunjukkan kenyataan. Sekarang giliran kita. Kami akan mengubah situasi dengan membuat perusahaan yang tidak bertanggung jawab membayar setiap kebocoran data.”

Pengumuman ini juga menjanjikan bahwa masyarakat akan mendengar lebih banyak tentang serangan yang berhasil oleh kelompok di masa depan. Dalam pengumuman lain, tertanggal 18 Maret. Kelompok Maze juga berjanji bahwa perusahaan yang mereka retas di tengah pandemi akan berhak mendapatkan diskon dalam tebusan:

“Karena situasi dengan krisis ekonomi global dan pandemi virus yang masuk, Tim kami memutuskan untuk membantu organisasi komersial sebanyak mungkin. Kami memulai musim diskon eksklusif untuk semua orang yang telah menghadapi produk kami. Diskon ditawarkan untuk file dekripsi dan penghapusan data yang bocor. Untuk mendapatkan diskon, mitra kami harus menghubungi kami menggunakan obrolan atau sumber berita kami.”





Sumber : news.tokocrypto.com

Maksimalkan Profit Dengan Strategi Swing Trading!

Dalam dunia trading, para trader pemula maupun handal dianjurkan untuk menggunakan strategi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya masing-masing. Ini dikarenakan, trader dapat memaksimalkan profit melalui pemakaian strategi. Salah satu strategi yang bisa dicoba adalah strategi swing trading. Yuk, simak selengkapnya!

Apa Itu Strategi Swing Trade?

Berbeda dengan strategi scalping yang dikhususkan untuk menyelami pasar dalam hitungan menit serta strategi day trading yang digunakan untuk jangka waktu kurang lebih 1 hari, maka swing trading berbanding terbalik dengan scalping dan day trading.

Swing trade adalah strategi untuk memeroleh profit yang cocok digunakan dalam trading dengan jangka waktu hitungan hari atau minggu. Dalam praktiknya, swing trade lebih sering menggunakan analisis teknikal. Namun, analisis fundamental dan pola harga juga dijadikan sebagai acuan untuk melakukan trading.

Mekanisme Swing Trading

Mekanisme yang digunakan dalam strategi ini adalah swing trader sangat mengandalkan trend dan menjadikan trend tersebut sebagai acuan dalam menggunakan swing trading. Melalui trend itulah, swing trader mampu melihat ke arah mana harga akan bergerak dan tahu apa yang harus mereka lakukan.

Dengan strategi ini, trader bisa langsung membeli saat posisi swing low dan jual saat posisi swing high. Maka dari itu, aktivitas buy dan sell dapat berlangsung disaat titik-titik pembalikan harga pada suatu pasar.

Kelebihan Swing Trading

Seperti yang telah disebutkan di atas, swing trading lebih cocok digunakan untuk trading dengan jangka waktu harian atau mingguan. 

Oleh karena itu, kelebihan utama swing trading adalah strategi ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki jadwal padat sehingga tidak sempat untuk memerhatikan pergerakan pasar secara terus menerus.

Cara Meminimalisir Risiko Swing Trading

Ada kelebihan, ada pula risiko. Walaupun strategi ini sedikit longgar dibandingkan strategi scalping, Anda harus melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk meminimalisir risiko dari swing trading:

Pergerakan harga suatu instrumen cenderung mengikuti trend. Untuk meminimalisir risiko, Anda harus mampu menganalisis trend apa yang sedang terjadi pada instrumen yang dipilih.

Perlu menjadi catatan, trend harga yang menurun ditandai dengan membentuknya puncak yang semakin rendah. Hal ini juga berlaku untuk trend harga naik, yaitu saat membentuk puncak yang semakin tinggi.

Teknik dasar Stop Loss ini bisa banget untuk diaplikasikan ketika Anda sedang menggunakan strategi swing trading, lho!

Stop loss sendiri merupakan upaya menjual suatu instrumen pada harga tertentu dengan tujuan untuk meminimalisir kerugian. Biasanya, Stop Loss digunakan saat awal transaksi sebagai antisipasi jika harga bergerak ke arah yang tidak diinginkan.

  • Jangan Lupakan Analisis Fundamental

Sering mendengar istilah analisis fundamental? Analisis tersebut dapat membantu Anda dalam menentukan apa yang harus dilakukan saat menggunakan swing trading dari sisi eksternal.

Beberapa hal yang tergolong dalam analisis fundamental adalah siklus bisnis, suku bunga, pergerakan inflasi, kebijakan pemerintah baik luar negeri maupun dalam negeri, dan lain-lain.

Gunakan Swing Trading di Trading Hari Raya bersama Tokocrypto!

Kalau Anda sedang berinvestasi aset kripto, Anda juga bisa menggunakan strategi swing trading ini untuk memaksimalkan profit, lho! Salah satu aset kripto yang baru saja rilis adalah TKO. Antusiasme para trader yang tinggi dan profesionalitas Tokocrypto serta Binance dalam pengembangannya menjadikan TKO memiliki potensi di masa depan!

Untuk menyambut Hari Raya, Tokocrypto sedang mengadakan THR (Trading Hari Raya) TKO, nih! THR TKO merupakan kompetisi trading dengan hadiah utama 1 mobil Tesla, 2 Yamaha NMAX, 2 Honda Scoopy, sepeda Dahon Limited Edition, serta berbagai hadiah lainnya dengan total hadiah lebih dari Rp7 miliar!

Tunggu apa lagi? Yuk, maksimalkan trading TKO Anda dengan swing trading dan menangkan hadiahnya! Salam to the Moon!



Sumber : news.tokocrypto.com

Ini Penampakan Faucet Bitcoin Gratis Zaman Now

Di tahun 2020 ini, banyak yang masih suka dengan faucet Bitcoin untuk mendapatkan BTC secara gratis. Faucet terawal digagas oleh Gavin Andressen pada tahun 2014 melalui website. Dan sempat pula ada wujud fisiknya. Tetapi, zaman nowada seorang programmer membuat faucet Bitcoin dalam bentuk fisik yang lebih aduhai. Ini penampakannya. Dan Anda bisa rakit sendiri.

Lazimnya faucet Bitcoin berupa website. Anda biasanya ditugaskan untuk mengisi kode Captcha, lalu Anda mendapatkan Bitcoin secara gratis. Bagaimana kalau faucet itu dibuat dalam bentuk fisik? Tanya itu kepada Tbruno25.Dalam keterangan lengkapnya di Github, alat faucet ini memerlukan beberapa komponen utama, yakni komputer mini Raspberry Pi Zero W, layar sentuh LCD 2,8 inci dan Pi Cam (kamera khusus komputer Pi).

demodemo

Untuk kode program dan hal-hal terkait peranti lunak, juga disiapkan di Github itu.

“Ada banyak faucet Bitcoin di Internet. Tetapi tidak ada kehadiran fisik di sana. Saya membuat ini sebagai eksperimen yang mungkin bermanfaat,” kata Tbruno25.

Komponen-komponen itulah yang Anda siapkan untuk merakit faucet fisik Bitcoin. Khususnya kerangka (body)-nya Anda harus mencetaknya dengan Printer 3D. File-nya sudah disiapkan oleh Tbruno25 untuk Anda unduh. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Yuk, Pahami Pengertian Bursa Kripto dan Kegunaannya

Dalam berkecimpung di dunia aset kripto, tentunya dibutuhkan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli melalui bursa kripto. Selain sebagai tempat pertemuan saat melakukan transaksi, ternyata bursa dalam aset kripto memiliki peran lain yang tak kalah penting bagi para pegiat aset kripto, termasuk di Indonesia. Yuk, simak informasi selengkapnya!

Kenalan dengan Bursa Kripto dan Pengertiannya

Jika membahas mengenai bursa kripto, sebenarnya sudah banyak bursa kripto besar di dunia. Bursa kripto dapat dikatakan sebagai tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli aset kripto. Nah, beberapa bursa kripto ternama di dunia di antaranya adalah CoinBase yang berasal dari Amerika Serikat dan Binance yang dibentuk di Kepulauan Cayman dan berpusat di Singapura.

Baik CoinBase maupun Binance sendiri merupakan bursa kripto yang digolongkan sebagai yang terbesar di dunia dengan keunikan masing-masing. CoinBase menawarkan dompet custodian yang diasuransikan pada pengguna. Sementara, Binance memungkinkan investor untuk membeli sejumlah aset kripto, khususnya altcoin, dengan kartu debit atau kredit. Keduanya sukses mendominasi dalam mewadahi transaksi aset kripto hingga menghasilkan volume perdagangan yang besar setiap harinya.

Kini, demam aset kripto terus berkembang pesat melihat semakin banyak masyarakat yang terjun berinvestasi. Tak terkecuali masyarakat Indonesia, lho. Berdasarkan data Bappebti, per Juli 2021 terdapat 7,4 juta orang yang sudah menjadi investor aset kripto di Indonesia. Jumlah transaksi aset kripto di Indonesia sejak Januari hingga Juli 2021 adalah sebanyak 478,5 Triliun Rupiah. Walaupun begitu, hingga kini Indonesia masih belum mempunyai bursa kripto sendiri sehingga pemerintah menyusun rencana untuk pembentukannya.

Jadi, sebenarnya apa itu bursa kripto dan bagaimana peranannya dalam dunia aset kripto? 

Berdasarkan definisinya, bursa kripto adalah suatu badan usaha yang dibentuk sebagai wadah dalam mengawasi aktivitas jual-beli aset kripto serta pergerakan masing-masing proyek kripto yang tersedia di pasar. 

Selain sebagai pengawas, bursa kripto berperan dalam menciptakan sebuah ekosistem aset kripto menjadi satu-kesatuan. Lewat bursa kripto, baik investor maupun trader bisa lebih mudah mengetahui pergerakan harga aset kripto yang sedang di-hold maupun diincar. Bursa kripto juga berperan dalam melindungi investor retail dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam aktivitas investasi.

Kegunaan Bursa Kripto

Nah, bursa kripto sendiri memiliki beberapa kegunaan yang tentunya bisa membantu para pegiat aset kripto dalam bertransaksi, di antaranya:

  • Wadah bagi Pegiat Aset Kripto

Seperti yang sudah secara singkat dijelaskan, bursa kripto ini berguna untuk mewadahi aktivitas para pegiat aset kripto termasuk investor, trader, hingga lembaga lain yang berkaitan dengan transaksi aset kripto ini. Masing-masing dapat mengetahui apakah aset kripto tertentu sedang untung atau rugi, hingga prediksi harganya di masa depan.

Dikarenakan trading atau berdagang aset kripto berbeda dengan hanya sekadar investasi, maka diperlukan regulator dalam mengatur tata cara perdagangan yang dalam hal ini juga menjadi kegunaan dari bursa kripto. Hal ini agar sistem trading yang ditentukan bursa sesuai dengan aturan negara dan tetap selaras dengan prinsip trader. Bursa kripto juga mencatat transaksi perdagangan dalam blockchain.

  • Memberi Perlindungan dalam Transaksi

Dalam bursa, terdapat sebuah lembaga kliring dan depository yang dapat menjamin keamanan setiap transaksi yang terjadi di blockchain dan menghindari perselisihan. Selain itu, dilakukan juga perlindungan agar tidak terjadi penyalahgunaan aset kripto, seperti misalnya money laundering, token scam, atau kepentingan negatif lainnya.

Wacana Pembentukan Bursa Kripto di Indonesia

Melihat perkembangan aset kripto yang sangat pesat di kalangan masyarakat, mengakibatkan munculnya wacana mengenai pembentukan bursa kripto oleh pemerintah dalam waktu dekat. Namun, pembentukan bursa khusus aset kripto ini dilakukan dengan optimalisasi bursa atau digital exchanger yang sudah ada di Indonesia sehingga tidak membangun dari nol.

Dilansir dari Kompas.com, terdapat 13 perusahaan digital exchanger aset kripto yang tersedia di Indonesia dan secara resmi sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), salah satunya adalah Tokocrypto. Selain itu, terdapat 229 aset kripto yang telah terdaftar dan dapat diperjualbelikan di Indonesia.

Oleh karena itu, urgensi pembuatan bursa kripto di Indonesia oleh pemerintah ini semakin meningkat. Saat ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui BAPPEBTI masih dalam proses pengkajian dan penyusunan bursa kripto. Rencananya, bursa kripto di Indonesia akan diluncurkan pada Desember 2021.

Dikutip dari Kompas.com, Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga menyatakan bahwa terdapat tiga alasan diperlukannya pembentukan bursa kripto di Indonesia oleh Kemendag melalui BAPPEBTI. Pertama, kehadiran bursa kripto dapat memberikan perlindungan konsumen, di mana selaras dengan undang-undang yang berlaku mengenai perdagangan komoditas pada bursa.

Kedua, bursa kripto dapat menjadi wadah yang menyatukan seluruh pegiat aset kripto dan membuat pencatatan transaksi menjadi lebih terbuka dan terintegrasi. Ketiga, pemerintah melihat pesatnya perkembangan aset kripto di Indonesia dan masih berpotensi hingga beberapa tahun ke depan, sehingga mencoba untuk mengoptimalkan perdagangan aset kripto di dalam negeri, tanpa harus jual-beli di bursa luar negeri.

Itulah pengertian bursa kripto beserta kegunaan dan wacana pembentukannya di Indonesia. Sambil menunggu waktunya tiba, Anda bisa coba investasi aset kripto lebih dulu di Tokocrypto. Hanya tinggal mendaftarkan diri, melengkapi KYC, dan mengisi dana pada wallet, Anda sudah bisa membeli aset kripto yang Anda inginkan lho. Mudah, kan? Yuk, kunjungi www.tokocrypto.com sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Hal Penyebab Harga Bitcoin Turun Saat Pandemi

Krisis Keuangan mulai melanda dunia karena virus COVID-19 yang tidak kunjung mereda. Insturmen keuangan yang didominasi pasar saham pun anjlok dan ini berpengaruh terhadap Bitcoin dalam dua pecan terakhir, harga Bitcoin turun setelah WHO menetapkan statsus pandemi virus itu.Baca juga: WHO Nyatakan COVID-19 sebagai Pandemi Harga Saham dan Crypto Anjlok

Bitcoin pun tidak bisa membuktikan dirinya sebagai safe haven asset. Namun bukan hanya karena saham, ada beberapa faktor yang membuat Bitcoin terpuruk dengan Covid-19. Berikut ini ulasannya.

Uang Tunai Masih Jadi Cara untuk Membeli Kebutuhan Utama

Alasan yang paling mengemuka untuk aksi jual tersebut adalah kebutuhan dasar manusia akan aset likuid yang stabil atau dikenal sebagai uang tunai. Ketika situasi keuangan berisiko, orang-orang kembali ke mode yang lebih canggih.

Karena itu, mereka perlu menutupi kebutuhan esensial mereka, seperti sandang, papan, papan. Berinvestasi bukanlah menjadi sebuah prioritas, hal inilah yang menyebabkan orang-orang berbondong-bondong menjual alat investasinya termasuk saham dan Bitcoin untuk menambah uang tunai.

Kemudian, sebagian besar uang institusional, karena komunitas crypto memberkati uang institusional dan dana lindung nilai yang datang untuk membeli Bitcoin belakangan ini, harus diingat bahwa mereka membeli Bitcoin hanya untuk tujuan investasi. Ini juga bergegas untuk mencairkan portofolio crypto mereka bersama dengan ekuitas pasar global

Harga Bitcoin Terus Berspekulasi

Pasar cryptocurrency masih sangat baru didunia keuangan, dan tidak ada otoritas pusat dibelakangya karena Bitcoin didesentralisasi.

Dengan demikian, fluktuasi adalah cara hidup alami untuk BTC, yang juga menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa investor tentang nilai aset mereka. Ini juga dapat menyebabkan penjualan massal di saat panik.

Selain itu, daftar pertukaran perdagangan dengan leverage Bitcoin, seperti BitMEX dan Binance Futures, terus bertambah jumlahnya untuk mengatasi meningkatnya permintaan untuk pedagang spekulatif yang ingin memanfaatkan perdagangan margin. Dengan demikian, Bitcoin telah menjadi lebih dari aset spekulatif, bukannya “penyimpan nilai” yang sebenarnya.

Efeknya jelas dan telah terbukti minggu lalu, harga BTC jatuh, volume perdagangan Futures melejit, akhirnya menyebabkan likuidasi memecahkan rekor.

Perkembangan seperti itu dapat mempercepat penurunan harga. Menariknya, pada saat penurunan Bitcoin ke $3.600, BitMEX menjadi offline karena “masalah teknis.” Namun, anggota komunitas, termasuk pertukaran populer lainnya FTX menyatakan keraguan jika ada masalah teknis sama sekali.

Skema Ponzi PlusToken $3 Miliar

Alasan ini sebenarnya tidak terkait dengan krisis virus corona, namun karena harga Bitcoin turun, kejadian ini ditengarai menjadi salah satu penyebabnya.

PlusToken adalah skema Ponzi, yang ditinggalkan pada 2019. Itu adalah skema piramida klasik lainnya, seperti Bitconnect.

Ponzi berjanji kepada para investornya, pengembalian bulanan dua digit, karena itu tinggal menunggu waktu sampai proyek penipuan, yang berasal dari China dan Korea, menghilang dengan uang itu.

Wallet perusahaan memiliki cryptocurrency senilai lebih dari $3 miliar pada tanggal proyek itu ditinggalkan. Belakangan tahun itu, dan hanya baru-baru ini, transaksi blockchain membuktikan bahwa para pendiri mencampur koin mereka untuk menjualnya dan menguangkannya.

Transaksi PlusToken terbaru adalah pada 8 Maret 2020, ketika 13.000 Bitcoin senilai $105 juta pada waktu itu dilepaskan di pasar.

Masih belum diketahui apakah pendiri PlusToken telah menjual semua koin mereka, namun, pada akhirnya hal ini akan terbukti.

Hodlers Menjual Bitcoinnya

Menurut penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap transaksi blockchain, banyak dari penjualan Bitcoin baru-baru ini datang dari investor yang telah memperoleh koin dalam 1-2 tahun terakhir. Mereka menguangkan sebagian besar Bitcoinnya karena panik dan takut mengalami kerugaian.

HODLers yang menyimpan Bitcoin dalam wkatu lama pernah menjadi salah satu faktor yang membuat Bitcoin turun pada 2018 yang membawa harga Bitcoin dari  $20.000 menjadi $3.200 dalam waktu kurang dari setahun.

Perilaku Harga Emas

Logam mulia sering dianggap sebagai aset safe haven utama. Emas menyentuh harga $ 1.000 per troy ounce. Kemudian, ketika resesi memburuk, alih-alih melanjutkan laju yang menentukan, logam mulia itu  justru jatuh.

Kemudian, pada hari Senin, 15 September 2008, krisis mencapai puncaknya ketika bank AS, Lehman Brothers, mengajukan kebangkrutan.

Dalam enam bulan itu, Emas anjlok ke $ 775 dan bahkan lebih rendah di minggu-minggu berikutnya. Hanya setelah resesi berakhir dan investor kembali ke pasar, harga Emas meroket sebelum akhirnya melampaui $1.200 pada Januari 2010.

Namun, tidak satu pun di atas yang mengguncang persepsi  emas sebagai tempat yang aman. Inilah yang membedakan emas dengan Bitcoin, ketika emas tetap memiliki citra yang baik ditengah ketidakstabilan global dan pandemi meski harganya pun ikut menurun, tetapi Bitcoin tidak.

Mata uang kripto populer itu dan kripto lainnya turun dan dipertanyakan kembali soal krediblitasnya sebagai safe haven asset seperti yang sering digembar-gemborkan dan Bitcoin belum mencapai tujuannya yang sebenarnya. Ini seharusnya merupakan sistem uang elektronik peer-to-peer, tetapi sejauh ini, sebagian besar digunakan untuk bentuk investasi spekulatif.

Semua ini bisa berubah dengan cepat jika kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan saat ini memburuk. Saat ini, pecahnya covid-19 hanya awal untuk memunculkan banyak hal  termasuk situasi di mana bank akan terus mencetak uang, yang akan menurunkan nilainya, orang akhirnya mulai mencari cara pembayaran alternatif di luar pemerintah dan bank. Itu bisa menjadi langkah baik dan menguntungkan bagi Bitcoin.

Namun, situasi ini masih jauh dari kenyataan dan tidak ada yang menjamin Bitcoin mengalami kejatuhan terus-menerus ataukan akan mengalami penaikan yang siginfikan, selagi pandemi ini terus ada.


Itu dia beberapa alasan yang membuat Bitcoin jatuh karena virus corona, selain karena pandemi banyak aset lain yang terpuruk dan ternyata berpengaruh kepada Bitcoin. Di tengah kondisi saat ini, ada baiknya jika Anda tetap berhati-hati untuk melakukan investas Bitcoin atau yang lainnya.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Berikut Ini Alasan Banyak Orang Mengoleksi Karya Seni Digital NFT

Beberapa waktu belakangan ini publik diramaikan oleh kehadiran karya seni digital kripto atau NFT art. Mudahnya, NFT atau Non Fungible Token ini dapat diartikan sebagai sebuah token yang tidak bisa tergantikan maupun dibuat ulang. NFT art sendiri bisa dipahami sebagai karya seni digital yang sudah melalui proses tokenisasi di blockchain dan memiliki kode unik tersendiri yang menandai bahwa karya seni tersebut terjamin keasliannya. 

Kehadiran NFT art seakan membawa angin segar bagi para seniman yang mengalami kebuntuan karena tak bisa melangsungkan pameran secara langsung dikarenakan pandemi COVID-19. Seiring makin banyaknya seniman yang berpindah haluan untuk tokenisasi karya seni mereka menjadi sebuah NFT art, para kolektor pun turut meramaikan ekosistem ini.

Alasan NFT Art cocok untuk investasi jangka panjang

Lantas, apakah yang menyebabkan kolektor pun seakan turut meramaikan ekosistem NFT art? Tentu saja alasan untuk investasi pun diyakini oleh para kolektor selain hanya untuk mengoleksinya. 

Berikut kami hadirkan beberapa alasan mengapa NFT art cocok digunakan sebagai investasi jangka panjang Anda: 

1. NFT Art Punya Value yang Tinggi

Layaknya seperti yang terjadi pada karya seni konvensional, para kolektor tentunya akan memilih sebuah karya yang mereka anggap memiliki value yang tinggi. Nah, hal ini tentunya terjadi pula pada NFT art. Value yang tinggi ini bisa dilihat dari beberapa faktor, misalnya nilai historis atau bisa dari ketenaran kreator yang membuat NFT art tersebut. 

Mari kita ambil contoh dengan NFT termahal Everydays: The First 500 Days milik “Beeple” Winkelmann seorang seniman digital terkenal. Karena ia sudah memiliki popularitas dan tentunya kredibilitas di kalangannya, tak ayal membuat orang memperebutkan untuk memiliki karyanya. Tak tanggung-tanggung, karya dari Winkelmann ini terjual seharga US$69.3 atau setara Rp 1,009 triliun di rumah lelang seni Christie’s, lho!

2. Kualitas Karya yang Tidak Diragukan Lagi

Alasan seorang kolektor dalam memilih karya seni yang ingin dikoleksinya pastinya tak lepas dari kualitas dari karya itu sendiri. Karya yang memiliki value yang tinggi tentunya membutuhkan proses yang panjang dalam pembuatannya. 

Proses ketika menghasilkan NFT art yang tak mudah inilah yang juga mempengaruhi harga yang ada. Nah, mahalnya harga yang dipengaruhi dari kualitas karya dan value yang ada itulah yang menjadikan NFT art sangat diminati para kolektor. 

3. Memiliki Potensi di Masa Depan

Makin banyaknya investor aset kripto tentunya mempengaruhi semakin mahalnya harga-harga dari koin yang ada. Selain itu, ditambah meluasnya adaptasi aset kripto di berbagai lini tentunya menjadikan NFT art memiliki potensi yang baik di masa depan. 

Mari kita ambil contoh dari NFT pertama “Crypto Kitty”, NFT gambar kucing yang senilai 600 ETH ini menjadi cikal bakal kepopuleran NFT di tahun 2017 silam. Di tahun itu, harga NFT tersebut hanyalah senilai sekitar US$170 ribu. Tak tanggung-tanggung, jika menggunakan rate ETH saat ini harganya mampu mencapai US$ 2,3 juta atau setara hampir 30 miliar! Fantastis, kan

Cara Mudah Beli Nft Art Di Tokomall untuk Investasi Jangka Panjang

Kini, Anda tak perlu bersusah payah mencari marketplace terpercaya untuk melihat dan membeli koleksi NFT art dari creators yang ada di Indonesia! TokoMall dari Tokocrypto hadir untuk memudahkan Anda dalam membeli NFT art-nya.

Caranya mudah, Anda tinggal mengunjungi https://mall.tokoscape.com/  dan klik User pada bar dan halaman Log In akan muncul. Oh iya, sebelumnya pastikan Anda telah mempunyai wallet terlebih dahulu di Metamask. Setelah Anda berhasil menghubungkan wallet milik Anda, maka akan muncul pilihan role dan pilih Kolektor. Isi form profil Anda dan selesaikan registrasi. 

Setelah berhasil, Anda bisa langsung berselancar untuk melihat-lihat hasil karya dari creators di Indonesia. Yuk, daftarkan diri Anda dan segera koleksi karya seni digital kripto sebagai salah satu sarana investasi Anda sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan Seni Digital NFT

Pandemi COVID-19 tidak hanya mengubah sektor perekonomian, bidang kesenian pun mengalami perubahan dari segi profil penikmatnya. Dilansir dari Medcom, awalnya kolektor seni didominasi oleh masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan saat pandemi melanda, kolektor seni banyak datang dari kalangan berusia 40 tahun. Tidak hanya itu, pandemi juga memberi kesempatan bagi para kolektor melalui seni digital NFT.

Beberapa Alasan Orang Mengoleksi Seni

Pada umumnya, para kolektor memiliki kepentingan yang berbeda-beda dalam mengoleksi karya seni, beberapa di antaranya terangkum dalam dua poin berikut:

Bisa dibilang poin pertama ini adalah alasan terbanyak dari para kolektor. Punya hobi dalam mengoleksi barang dan seni mampu memberikan kepuasan batin tersendiri. Semasa hidupnya, seseorang memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan diri melalui berbagai hal yang disenanginya, salah satunya dengan mengoleksi karya seni dan barang unik.

Dari segi psikologis dan emosional, kegiatan mengoleksi karya seni dan barang ini mampu memberikan rasa nyaman. Makanya, tidak heran kalau di luar sana banyak para kolektor yang mengoleksi berbagai hal unik, seperti action figure, miniatur, lukisan, hingga barang pecah belah.

  • Melatih Kemampuan Finansial

Selain bertujuan untuk memberi kepuasan batin, mengoleksi barang dapat melatih kemampuan seseorang dalam mengalokasikan keuangannya.

Kok bisa?

Yep. Selain berlandaskan hobi, tidak jarang kolektor menjadikan barang kumpulan mereka sebagai alat investasi. Para kolektor percaya bahwa barang yang dikoleksinya memiliki prospek harga yang sangat baik di masa depan, terlebih untuk barang antik dan barang dengan edisi terbatas (limited edition).

Sebelum pandemi COVID-19, banyak pameran karya seni yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum maupun kolektor. Akan tetapi, keadaan memaksa para seniman untuk mengubah cara dalam memamerkan karyanya. Salah satu terobosan dalam bidang seni yang menjadi angin segar bagi seniman maupun kolektor adalah hadirnya seni digital NFT.

Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan NFT

Ketika NFT hadir, banyak kolektor yang memanfaatkan momentum ini untuk menyalurkan hobinya dengan berselancar ke dalam sistem blockchain dan membeli karya seni digital NFT.

Lantas, apa perbedaan dari mengoleksi karya seni konvensional dengan seni digital NFT?

Nah, berikut jawaban yang sudah kami siapkan untuk Anda:

Karya seni konvensional pada umumnya berkarakteristik 2 dimensi dan 3 dimensi. Bentuk fisik karya seni yang dapat digenggam, dibawa, dan diletakan bisa memengaruhi keamanan dan ketahanan karya seni itu sendiri.

Karya seni konvensional memiliki risiko kerusakan fisik dan pencurian lebih tinggi, terlebih apabila karya seni tersebut memiliki nilai fantastis. 

Hal ini berbeda dengan NFT, di mana semua karya seni digital NFT disimpan di dalam sistem blockchain yang memiliki standar keamanan tinggi karena setiap transaksi akan tercatat dan terverifikasi oleh semua pengguna dalam blockchain. Selain itu, seni digital pada NFT sudah secara otomatis dilengkapi oleh kode unik, sehingga terjaga keasliannya.

Banyak kolektor di luar sana yang rela merogoh kocek untuk mengunjungi berbagai pameran seni di luar negeri. Belum lagi pameran seni sering diadakan saat peak season di mana turis banyak berdatangan membuat biaya akomodasi seperti pesawat dan penginapan semakin membengkak.

Jika berbicara dari segi biaya, seni digital NFT mampu mengikis biaya tambahan seperti akomodasi. Ini dikarenakan Anda bisa membeli dan mengoleksi seni digital NFT yang tersedia dalam marketplace hanya dengan bermodalkan smartphone maupun laptop kesayangan. 

Pada umumnya sebuah pameran seni berlangsung dengan periode waktu tertentu. Bagi kolektor yang memiliki kesibukan lain tentu menjadi penghambat, karena para kolektor bisa kehilangan kesempatan untuk memiliki karya seni yang bernilai.

Tentu hal di atas dapat diminimalisir dengan kehadiran seni digital NFT, karena kolektor bisa mengakses marketplace NFT kapanpun dan di manapun selama 24/7. Hal ini bisa menjadi solusi bagi kolektor yang tidak ingin ketinggalan berbagai seni digital NFT yang potensial.

Melihat beberapa poin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran seni digital NFT tidak hanya dapat memberikan solusi bagi kolektor, tetapi juga bagi para seniman dan kreator yang terdampak karena pandemi COVID-19. 

Bagi Anda yang ingin membeli seni digital NFT, kini Tokocrypto menghadirkan Tokomall yang dapat menjawab kebutuhan para kolektor. Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ dan segera dapatkan seni digital NFT favorit Anda!



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dominasi Pasar Crypto Tahun 2020

Pada perjalanan bulan ini, Bitcoin naik hampir 14% seperti nilai return awal tahun 2020. Pemulihan pada Bitcoin terjadi lebih cepat dibandingkan aset-aset tradisional dan menurut penelitian tren ini akan terus berlanjut.

Dominasi Bitcoin pada Pasar Crypto

Ethereum (ETH) berada di posisi atas minggu ini, dalam hal keuntungan yang didapat, dan Litecoin (LTC) memimpin demonstrasi sebelumnya, tetapi para peneliti di situs Blockchain.com mengantisipasi Bitcoin akan terus mendorong pergerakan harga keseluruhan di pasar cryptocurrency.

Dalam newsletter bulanan terbarunya, pertukaran cryptocurrency dan penyedia dompet ini merangkum bahwa pasar crypto telah pulih sejak pertengahan Maret. Buletin tersebut juga menambahkan bahwa dominasi Bitcoin, yang saat ini ada pada 62,5 persen menurut Tradingview.com, akan terus meningkat sepanjang tahun ke depan.

Penelitian yang dilakukan Blockchain.com tersebut mengkaitkan secara positif metric on-chain Bitcoin dengan hal ini dan menyatakan bahwa tingkat hash sudah mulai pulih, berkat pemulihan harga Bitcoin dan menurunnya penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan terhadap masalah yang berkembang baru-baru ini.

Tingkat hash diperkirakan akan naik kembali lebih dari EH/s, yang tidak jauh dari puncak all-time mereka.

Laporan tersebut juga menambahkan miners yang kurang efisien mungkin dengan terpaksa harus menjual lebih banyak bitcoin karena tingkat harga yang tertekan dan peristiwa halving yang akan datang kurang lebih 35 hari lagi.

Baca juga: Cara Bitcoin Bergerak Lebih Kuat Setelah Krisis Ekonomi

Di lain sisi, hal tersebut akan memiliki efek positif pada miners yang lebih “kuat” pada ekosistem mining ini, karena mereka mungkin akan menghadapi lebih sedikit tekanan dalam melikuidasi kepemilikan mereka, yang dapat menekan harga ke bawah.

Metrik lain, seperti pita hash, juga menunjukkan bahwa tidak akan ada kapitulasi mining lebih lanjut dan miners yang “lemah” mungkin telah mematikan komputer mereka ketika menunggu pemulihan harga.

Laporan ini juga mengaitkan teori ‘emas digital’ dan status Bitcoin sebagai nilai lindung makro pada performa Bitcoin ke depan. Kematangan blockchain, jika dibandingkan dengan aset digital lainnya dan lebih banyak fiat on-ramps merupakan faktor yang berkontribusi terhadap dominasi aset untuk tahun yang akan datang.

Masih Menjadi Safe Haven

Dalam newsletter tersebut disimpulkan bahwa bulan Maret lalu adalah salah satu bulan paling bergejolak dalam sejarah pasar keuangan. Bitcoin berhasil mengungguli ekuitas tetapi dikalahkan oleh meningkatnya harga emas yang menjadi Safe Haven teraman di dunia.

Analis lain, seperti guru chart Willy Woo, masih mempertahankan pendapatnya mengenai Bitcoin sebagai sebuah Safe Haven. Dalam grafik terbarunya, ia membandingkan pertumbuhan nilai Bitcoin dengan aset lainnya dan perencanaan berdasarkan algoritma logis selama dekade terakhir.

Terlihat  dalam grafik ini, setidaknya Bitcoin telah menjadi sebuah investasi yang lebih stabil dengan pertumbuhan nilai yang lebih besar bila dibandingkan dengan S&P 500 dan lahan yasan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Solana Meningkat Lebih Dari 400% dalam 2 Bulan Terakhir

Bagi kamu yang hold Solana pasti sudah banyak sekali profit yang dihasilkan. Solana merupakan salah satu koin kripto yang mengalami kenaikan harga yang cukup cepat. Harga Solana mulai naik pada awal bulan Agustus 2021 dengan harga 34,25 US Dollar pada tanggal 1 Agustus 2021 dan terus meningkat hingga tanggal 20 Agustus 2021 di harga 79 US Dollar. Setelah itu sedikit mengalami koreksi pada tanggal 21 agustus hingga 25 agustus ke harga 69 USD Dollar. 

Setelah koreksi sekitar 10 US Dollar, harga Solana mengalami peningkatan yang sangat cepat mulai dari tanggal 26 Agustus 2021 hingga tanggal 8 September 2021 ke harga 216 USD Dollar dan mengalami koreksi ke harga 168 USD Dollar pada tanggal 9 September 2021. Koreksi harga berlangsung hingga tanggal 21 September 2021 ke harga 115,8 US Dollar  dan harga Solana kembali meningkat pada hari selanjutnya 29 September 2021 hingga tanggal 3 Oktober 2021 pada harga 177 US Dollar. 

 

Jika di hitung dari awal bulan Agustus 2021 hingga 3 Okotber 2021 harga Solana meningkat sekitar 410 persen. Pada bulan Oktober ini harga Solana tetap bertahan diatas harga 130 US Dollar. Bagi kamu yang membeli Solana sejak awal Agustus pastinya sudah mendapatkan untuk yang sangat berlimpah. Peningkatan harga Solana yang begitu cepat pastinya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu seperti project yang berhasil diluncurkan oleh Solana. 

Baca Juga: Solana, Altcoin Potensial untuk Para Trader dan Investor

4 Alasan Kenapa Harga Solana Terus Naik

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga kripto, seperti ADA yang naik saat peluncuran Cardano Smart Contract, begitu juga Solana naik karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini adalah faktor kenapa harga Solana terus mengalami kenaikan. 

Solana Terjun Ke NFT

Degenerate Apes merupakan sebuah terobosan besar pertama Solana ke dalam NFT. Koleksi NFT dengan kera berkostum ini menampilkan banyak ciri mulai dari kera berkostum yang sedang makan sandwich hingga kera yang sedang meniup permen karet yang memiliki tingkat kelangkaan tertentu. 

Walaupun peluncuran mengalami beberapa masalah teknis seperti tim yang kewalahan menangani jumlah permintaan akan NFT tersebut akan tetapi hal ini bukanlah masalah yang besar. Koleksi NFT 10.000 Degenerate Apes terjual habis dalam waktu kurang dari 10 menit. Volume perdagangan mencapapi lebih dari 600.000 SOL (atau lebih dari 66 juta US Dollar). Penjualan NFT ini semuanya menggunakan SOL yang mana berpengaruh besar terhadap kenaikan harga Solana. 

Berhasil Meluncurkan Project Wormhole

Wormhole atau Lubang Cacing mungkin terdengar seperti salah satu bagian yang ada di luar angkasa. Akan tetapi bagi Solana, Wormhole Project merupakan sebuah cara untuk menjembatani jaringan yang berbeda dengan mudah. Sebuah jaringan blockchain tidak dapat bekerja dengan baik satu sama lain, seperti halnya seperti dua penyedia nirkabel yang tidak bisa melakukan komunikasi satu sama lain. 

Project Wormhole ini dapat memindahkan aset antara Ethereum dan Solana dengan cepat dan murah. Solana juga selanjutnya akan membuat langkah untuk menghubungkan jaringan BSC (Binance Smart Chain) dan Terra (LUNA). 

Transaksi Tercepat

Solana merupakan salah satu kripto dengan transaksi tercepat di blockchain saat ini. Solana dapat memproses sekitar 50.000 transaksi dalam waktu satu detik dengan biaya kurang dari 0,01 US Dollar setiap transaksi. Hal ini tidak hanya bersaing dengan kecepatan transaksi pembayaran Visa akan tetapi Solana akan menjadi lebih cepat seiring dengan peningkatan hardware yang memiliki potensi 700.000 transaksi per detiknya. Kecepatan merupakan sebuah hal yang penting, dan sudah menjadi kendala bagi banyak mata uang kripto yang saat ini sedang berkembang. 

Banyaknya Project Solana

Sudah ada kurang lebih 400 proyek yang dibangun didalam jaringan Solana, termasuk berbagai aplikasi DeFi (Decentralized finance). Decentralized finance merupakan sebuah istilah yang sangat umum untuk beberapa proyek yang mengeluarkan perantara (seperti bank) dari transaksi keuangan. Sistem keuangan DeFi sangat memungkinkan transaksi antara pembeli, peminjam dan pemberi pinjaman. Sistem DeFi ini sangat mirip seperti bank. 

Peringkat kapitalisasi pasar Solana saat ini berada di peringkat 7 dengan kapitalisasi pasar sebesar 3 miliar US Dollar dan berada diatas Polkadot. Banyak juga faktor lain yang dapat berpengaruh akan kemungkinan harga Solana meningkat. Pada akhir September juga harga Solana mengalami peningkatan setelah koreksi dari harga 128 USD Dollar dan meningkat ke harga 177 USD dollar pada tanggal 3 Oktober 2021 kemarin. 

Bagi kamu yang baru mengenal dunia kripto dan ingin memiliki aset kripto kamu dapat melakukan pembelian dan penjualan di Tokocrypto. Tokocrypto sendiri juga memiliki token TKO yang saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar 200 an juta US Dollar. Kamu juga bisa lebih mudah melakukan trading di Tokocrypto dengan menggunakan CryptoHero, yang mana CryptoHero ini merupakan aplikasi bot yang dapat membantu kamu dalam trading kripto. Kamu bisa membeli berbagai aset kripto yang tersedia banyak di market Tokocrypto. Selain itu kamu juga bisa mendapatkan TKO gratis dengan staking TKO di Pancakeswap. 

 



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Faktor yang Menyiratkan Bitcoin Naik

Bitcoin (BTC) dan pasar crypto telah memberikan sinyal beragam kepada investor terkait beberapa momen yang ada maupun kondisi global yang melanda keseluruhan pasar tradisional.

Realitanya, BTC tahun ini condong bergerak dalam volatilitas yang rendah dan likuiditas yang turun sehingga lebih banyak bergerak sideways, tidak ada penunjukkan trend yang pasti.

Disisi lain, Altcoin telah banyak mengalami lonjakan dengan kenaikan yang sangat memuaskan bagi para investornya. Seperti Dogecoin, Algo, LINK, Cardano, dll.

Banyak investor BTC memprediksi bahwa BTC season akan mulai ketika Altcoin season berakhir.

Harga Bitcoin juga kian naik dari Rp 130 juta-an ke Rp 135 juta-an dalam beberapa minggu terakhir. Namun, BTC masih tidak bisa keluar ke 5 digit angka ($10.000).

Level ini adalah level resistasi yang kuat untuk Bitcoin. Harga yang patut diperhatikan adalah $9.700-$10.000. Dimana, BTC bisa menutup mingguan, maka harga akan naik.

Satu metrik yang menunjukkan pertumbuhan yang dilihat Bitcoin ini adalah jumlah BTC yang saat ini dimiliki di bursa.

Data menunjukkan bahwa pialang masih memindahkan kepemilikan mereka dari dompet pertukaran dengan cepat ke Cold Storage yang menunjukkan bahwa mereka mengadopsi strategi investasi jangka panjang (HODL).

Pengumpul data Unfolded telah mengungkapkan dalam cuitan Twitter-nya, sambil menawarkan grafik dari Glassnode yang menunjukkan adanya penurunan saldo di bursa.

Inia artinya adalah dengan pengurangan BTC di pialang, penjualan BTC juga akan berkurang dan tekanan penjualan otomatis berkurang. Ini adalah sinyal bullish untuk Bitcoin.

Baca Juga: Boss Binance: Peretasan Twitter Positif Untuk Kripto Karena Alasan Ini

Hal ini juga konsisten dengan data pada tahun 2017, dimana harga BTC mencapai $20.000-an.

Salah satu analis di Twitter mengatakan ada beberapa faktor yang bisa membuat trend bull kembali ke Bitcoin:

1. Harga diatas MA100 Hari dan 200 Hari,

2. Akumulasi volume yang gila,

3. Penurunan volume lebih besar dari gerakan besar yang muncul,

4. Saat kami mengambil semua posisi terendah, break ke atas lebih mungkin terjadi.

Baca Juga: Bitcoin Sebagai Emas Digital





Sumber : news.tokocrypto.com